SEJARAH TERBENTUKNYA BUMI

Sabrina Azzahra , 7.1

Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita. Bagaimana Bumi ini terbentuk secara pasti masih merupakan perdebatan dimana banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli dengan alasan yang berbeda-beda pula. Berikut ini beberapa teori mengenai pembentukan bumi yang umum dikenal. 1. Teori Kant – Laplac ejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya. 2. Teori Planetesimal Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomiAmerika bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan di sebut planetisimal.

sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya. maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita. . Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat. 4. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri. 3. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi. maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips. yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek. sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. pendinginan berjalan relatif lebih cepat. termasuk bumi. Akibat kekuatan penarikan matahari. seperti telah dibicarakan di atas. Peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali. seperti Yupiter dan Saturnus. ukuranya sangat kecil. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari.A Lyttleton. menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu. yaitu planet-planet. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari. Teori Big Bang Berdasarkan Theory Big Bang. Menurut teori ini. sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Sementara pendinginan berlangsung. Tetapi. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet. jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi. sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Teori Pasang Surut Gas (Tidal Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918. membentuk cakram raksasa. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat. saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas.Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet. sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari. Teori Bintang Kembar Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar. Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Suatu saat. galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. 5. melanjutkan perjalanan di jagat raya.

. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. dan kerak bumi Masih banyak teori-teori yang lainnya yang dikemukakan oleh para ahli seperti: Teori Buffon dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de Buffon. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas. mantel dalam. beliau juga memasukkan unsur – unsur ringan. Dalam teorinya. mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi.Whipple. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan. Teroti Kuiper dikemukakan oleh Gerald P. Secara umum yang paling populer sampai sekarang adalah Teori Big Bang dan banyak diikuti oleh para ilmuwan walaupun terkadang masih terdapat beberapa perbedaan.gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Karena panas matahari yang sangat tinggi.6 milyar tahun. Awalnya. Teori Weizsaecker dimana pada tahun 1940. yaitu inti dalam.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Unsur ringan tersebut menguap dan malia menggumpal menjadi planet – planet. 2. maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya. nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti. Kemudian. gumpalangumpalan itu membentuk planet-planet. Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. yaitu: 1. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat. Dalam perkembangannya. inti luar. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet. bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.Von Weizsaecker. Selama jangka waktu lebih kurang 4. yaitu hidrogen dan helium. mantel luar. Massa yang terpental ini menjadi planet. Sementara itu. sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. yaitu hidrogen dan helium. C. kemudian membentuk sistem tata surya. Teori Whipple oleh seorang ahli astronom Amerika Fred L. sedangkan protoplanet menjadi dingin. Pusat piringan adalah protomatahari. Gumpalan ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet – planet. Bumi terbagi menjadi lima lapisan. sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet. sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan. termasuk bumi. bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. 3. termasuk planet bumi.