P. 1
LAPORAN PRAKTIKUM

LAPORAN PRAKTIKUM

|Views: 363|Likes:

More info:

Published by: Tubagus Hadian Noerraya on Sep 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I PERCOBAAN III SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

NAMA : ANNISA SYABATINI NIM : J1B107032 KELOMPOK : 1.4 ASISTEN : ALFIAN NOOR PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2007 PERCOBAAN III SIFAT KOLIGATIF LARUTAN I. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan percobaan praktikum ini adalah dapat memahami pengaruh keberadaan suatu zat terlarut terhadap sifat fisis larutan, dan menggunakan penurunan titik didih suatu larutan unntuk menentukan massa molekul relatif dari zat terlarut.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi tergantung pada banyaknya partikel zat terlarut dalam larutan (Syukri, 1999). Sifat koligatif larutan dapat dibedakan menjadai dua macam, yaitu sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit. Hal itu disebabkan zat terlarut dalam larutan elektrolit bertambah jumlahnya karena terurai menjadi ion-ion, sedangkan zat terlarut pada larutan nonelektrolit jumlahnya tetap karena tidak terurai menjadi ionion, sesuai dengan hal-hal tersebut maka sifat koligatif larutan nonelektrolit lebih rendah daripada sifat koligatif larutan elektrolit. Larutan merupakan suatu campuran yang homogen dan dapat berwujud padatan, maupun cairan. Akan tetapi larutan yang paling umum dijumpai adalah larutan

ΔTf = titik beku pelarut – titik beku larutan Apabila suatu senyawa nonelekrolit terlarut di dalam pelarut. Sifat-sifat fisika seperti titik didih. Perubahan hampir sebanding dengan perubahan konsentrasi. titik beku turun sebesar 1. 2001). titik beku. yaitu : Dimana : ΔTf = besa rnya penurunan titik beku. Adanya perubahan ini tergantung pada jumlah partikel-partikel pelarut yang terdapat di dalam larutan. dimana suatu zat tertentu dilarutkan dalam pelarut berwujud cairan yang sesuai hingga konsentrasi tertentu (Sastrohamidjojo. makin rendah titik beku.penurunan titik ini tidak bergantung pada jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan. R (To)2 . Makin berat larutan. Penurunan tekanan uap menurut hukum Roult. Apabila 2 mol zat terlarut di dalam 100 gram air. PAo. Dari hukum Roult ternyata tekanan uap pelarut murni lebih besar daripada tekanan uap pelarut dalam larutan. makin tinggi titik didih. tekanan uap salah satu cairan dalam ruang di atas larutan ideal bergantung pada fraksi mol cairan tersebut dalam larutan PA = XA .86 oC.Tiap pelarut mempunyai tetapan penurunan titik beku molal (Kf) yang tertentu : Untuk m mol zat terlarut ditambhakan ke dalam 1000 gram zat terlarut.2 Kf = 1000ΔTf Apabila melarutkan 1 mol zat terlarut ke dalam 1000 gr air. Titik beku air turun 2 x 1. R T. Jadi penurunan tekanan uap pelarut berbanding lurus dengan fraksi mol zat terlarut (Syukri. tekanan uap berbeda dengan pelarut murni. Selisih antara titik beku dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku. 1999). Sifat-sifat pelarut murni berubah dengan adanya zat terlarut. sehingga ΔTf dapat dinyatakan sebagai fungsi X1.cair. Karena fraksi molar zat pelarut x merupakan fungsi linier fraksi zat terlarut X1 maka X + X1 = 1. X1 RTf = ΔTf M. maka larutan mempunyai fraksi molar zat terlarut sebesar : M X1 = 1000/(M + m) .86oC.

m Mm X1 = 1000 . ΔTf = Kf . maka : X1 = Sehingga penurunan titik beku larutan R (To)2 Mm ΔTf = ΔHf 1000 Apabila didistribusik an nilai : Mo R To Kf = 1000 ΔHf Ke dalam persamaan di atas maka didapatkan : .dimana : M = BM Zat terlarut Untuk larutan yang sangat encer m ≈ 0.

W 1 / M1 X1 = W1 / M1+ W/m 1000 X1 m= M dimana : W 1 = berat zat terlarut M1 = BM zat terlarut W2 = berat pelarut M2 = MB Pelarut W1 .M X1 = W . Kf . W1 ΔTf = M1 W 1000 Kf x W1 M1 = ΔTf W Tetapan titik beku molal (Kf) . maka W 1/M1 <<< W/M dapat dijabarkan terhadap W/M.M1 Untuk larutan encer. sehingga : 1000 .

Penentuan Titk Beku Pelarut a. ALAT DAN BAHAN A. gelas beker besar (500 atau 1000 mL). Alat Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung reaksi besar. ΔTf . . c. bila kebanyakan larutan encer didinginkan. penurunan titik beku larutan 1 molal setiap non elektrolit yang tersebut di dalam pelarut itu ialah Kf yang karena itu dinamakan tetapan titik beku molal (molal Freezmapoint consatant) pelarut itu. Jika persamaan ini berlaku sampai konsentrasi 1 molal. III. b. 2003). larutan contoh: es batu IV. Tabung reaksi diisi dengan 20 mL sikloheksana. PROSEDUR KERJA I.3 7 3. Tabung reaksi dalam keadaan kosong ditimbang dengan menggunakan neraca analitik dicatat beratnya. Ditutup tabung reaksi dengan menggunakan sumbat. jadi penurunan titik beku ΔTf = (titik beku pelarut – titik bekularutan) = Kf . termometer.5 180 5. Semua peralatan gelas yang akan digunakan dikeringkan dengan menggunakan kain atau tisu.6 Kf (oC) 1. gelas ukur. pelarut murni terkristalisasi lebih dahulu sebelum ada zat terlarut yang mengkristalisasi suhu dimana kristal-kristal pertama dalam keseimbangan dengan larutan disebut titik bekularutan. Tabung reaksi yang telah berisi sikloheksana ditimbang kembali beratnya.Nilai numerik Kf adalah khas pelarut itu masing-masing (Anonim.Pelarut Air Benzena Fenol Naftalena Asam asetat Kamfer Nitrobenzena Titik beku (oC) 0 5.1 7.4 39 80 16. B.Titik beku larutan demikian selalu lebih rendah dari titik beku berbanding lurus dengan banyaknya molekul zat terlarut (atau molnya) di dalam massa tertentu pelarut.82 40 6. m dimana m ialah molaritas larutan. neraca analitik.86 5. pengaduk gelas.9 Penurunan titik beku. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sikloheksana.

Hasil a. ingat ketinggian es batu kira-kira lebih tinggi dibandingkan tinggi larutan dalam tabung reaksi. Penentuan Titik Beku Larutan Contoh Dilakukan prosedur yang sama dengan penentuan titik beku pelaruthanya isi tabung reaksi diganti dengan larutan conoth yang telah disediakan. f. Dimasukkan tabung reaksi ke dalam gelas beker. Diisi gelas beker besar dengan es batu. Hasil dan Perhitunga n 1. Dicatat suhu awal larutan sebelum tabung reaksi dimasukkan. Diaduk perlahan sikloheksana dalam tabung dengan menggunakan pengaduk gelas. g. Dilakukan pengamatam selama 8 menit.d.94 gr . e. II. Menentu kan Titik Beku Pelarut (sikloheksa na) No 1 Langkah Percobaan Ditimbang tabung reaksi kosong. Diamati perubahan suhu yang terjadi dan dicatat suhu setiap 10 detik h. Susunan alat percobaan term ometer pen gaduk Es batu Larutan contoh V. Hasil Pengamatan 68. HASIL DAN PEMBAHA SAN A.

Menentukan titik beku larutan sikloheksana serta bentuk dan warna larutan. Menentukan titik beku larutan contoh serta bentuk dan warna larutan.34 gr T1 = 310C Titik beku larutan -10C berbentuk padat kristal dan berwarna bening t(detik) Tabel Hasil Pengamatan Larutan Sikloheksana t(detik) 0 10 T(oC) 30 26 t(detik) 130 140 T(oC) 9 9 t(detik) 250 260 T(oC) 6 6 370 380 T(oC) 6 6 . Tabung reaksi + larutan = 84. Hasil Pengamatan 1 2 3 4 5 Diletakkan tabung reaksi berisi larutan contoh ke dalam gelas kimia besar yang berisi es batu dan diaduk serta dicatat perubahan suhu larutan setiap 10 detik selama 8 menit. Dicatat suhu awal larutan sikloheksana. dimasukkan dalam tabung dan ditimbang (menggunakan gelas piala 200 ml untuk membantu penimbangan).2 3 4 5 Diambil 20 ml larutan sikloheksana. dimasukkan dalam tabung dan ditimbang (menggunakan gelas piala 200 ml untuk membantu penimbangan).04 Tabung reaksi + larutan = 84.15 gr T1 = 300C Titik beku larutan 60 berbentuk padat kristal. Diambil 20 ml larutan contoh. Diletakkan tabung reaksi berisi larutan sikloheksana ke dalam gelas kimia besar yang berisi es batu dan diaduk serta dicatat perubahan suhu larutan setiap 10 detik selama 8 menit. b. Menentukan Titik Beku Larutan Contoh No Langkah Percobaan Ditimbang tabung reaksi besar. Dicatat suhu awal larutan contoh. 69.

20 30 40 50 60 70 80 90 100 120 19 18 18 18 15 14 12 11 11 11 150 160 170 180 190 200 210 220 230 240 9 8 8 7 7 7 6 6 6 6 270 280 290 300 310 320 330 340 350 360 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 390 400 410 420 430 440 450 460 470 480 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 Tabel Hasil Pengamatan Larutan Contoh t(detik) 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 T(oC) 31 30 29 26 23 20 17 15 13 11 9 t(detik) 130 140 150 160 170 180 190 200 210 220 230 T(oC) 7 6 5 5 4 4 4 4 3 3 3 t(detik) 250 260 270 280 290 300 310 320 330 340 350 T(oC) 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 1 t(detik) 370 380 390 400 410 420 430 440 450 460 470 T(oC) 1 0 0 0 0 0 0 0 0 -1 -1 .

82 x 15.82 0C Kf = 3. Perhitungan 8 240 3 360 1 480 -1 Tf sikloheksana y = -0.0173x + 0.1874x + 30.0856 -0.540C Tf larutan contoh = 4. Ditanya : ΔTf = ………… ? Jawab : ΔTf = Tf sikloheksana .3208 0.32 y = -0.54 – 4.1874x = 30.1374x + 24.Tf larutan contoh = 7.1874x + 30.0062x + 0.61 gr ΔTf = 2.120 2.? Jawab : ∆Tf = m x Kf ΔTf = m larutan contoh Mr larutan sikloheksana 2.763 -0.9 Ditanya : Mr = ….82 0C II.284 = -25.0062x + 8.3208 -0.4422 x = 125.0062x + 8.38 + 30.284 – 7.1374x = 24. Diketahui : Tf sikloheksana = 7.0173x + 7.61 Mr 2.1701x = 23.720C. Diketahui : msolute = 15.557 + 30.0173x + 7.30 gr msolvent = 15.763 – 8.1374x + 24.284 y = -0.82 = 15.218 + 24.38 y = -0.284 = 4.72(Tf larutan contoh ) I.1874 x 136.763 y = -0.0856 = -0.61 = 306 .1984 x = 136.1312x = 16.72 = 2.54 (Tf sikloheksana) Tf larutan contoh y = -0.30 X 20 15.0856 0.763 = -17.3208 = -0.763 = 7.32 + 24.284 -0.1374 x 125.

massa molekul relatif larutan contoh adalah 6. Perpotongan antara kedua garis tersebut merupakan titik beku pelarut/larutan. Telah diketahui bahwa sifat koligatif larutan tergantung pada jumlah zat terlarut dan zat pelarut. PEMBAHASAN 1. Dari percobaan tersebut. yaitu dengan membuat grafik dari hasil percobaan sehingga kita dapatkan grafik yang dihasilkan akan memperlihatkan penurunan suhu yang curam pada beberapa detik diawal percobaan (1-60 detik pertama) dan perubahan suhu yang relatif kecil pada sisa waktu percobaan (penurunan suhu yang landai). karena seharusnya menggunakan termostat.95 gram/mol V. . Dari percoban di atas dapat kita ketahui bahwa dalam mendapatkan titik beku dari grafik. Dari grafik diketahui bahwa ΔTf dari larutan sikloheksana dan larutan contoh adalah 2. KESIMPULAN Dari seluruh percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. maka didapat berat larutan sikloheksana dan berat larutan contoh. terbukti bahwa setiap adanya penambahan jumlah zat terlarut akan bertambah juga penurunan titik bekunya. Juga karena es yang digunakan dalam praktikum sudah mencair sehingga data yang diperolehpun kurang tepat dan hal ini akan menyebabkan hasil yang diperoleh akan tidak mendekati nilai sebenarnya.02 Mr = 306 Mr = 6. Menentukan Titik Beku Larutan Contoh Dengan menggunakan percoban penurunan titik beku.82ºC sedangkan Mr/BM dari larutan contoh adalah 6. Menentukan Titik Beku Pelarut Pada percobaan yang telah dilakukan. tarik garis pada daerah curam (garis pertama) dan landai(garis kedua) sehingga garis tersebut membagi titik suhu dengan jarak yang sama. maka penurunan titik bekunya semakin tinggi pula. Penurunan titik beku bergantung pada konsentrasi zat terlarut. digunakan larutan sikloheksana dan larutan contoh sebagai bahan untuk percoban. 2.95 gram/mol. Sifat koligatif tergantung pada konsentrasi zat terlarut. Semakin banyak zat terlarut yang dilarutkan dalam zat pelarut. sikloheksana sebagai pelarut. jadi dapat kita simpulkan bahwa perubahan yang terjadi pada penentuan titik beku pelarut dengan penentuan titik beku larutan contoh perubahan suhunya relatif tidak tetap dan penurunannya juga berjalan dengan tidak konstan. Sedangkan pada larutan contoh perubahan suhunya juga tidak konstan pada awal-awal pertama dan pada detik pengukuran terakhir pada pada suhu 1ºC. VI. Dari seluruh data penurunan titik beku larutan di atas. Hal ini dikarenakan konsentrasi molalnya juga bertambah sedangkan perubahan titik bekunya sebanding dengan konsentrasinya.Untuk mendapatkan titik beku pelarut atau larutan.Perbedaan ini terjadi karena suhu pendinginan yang tidak konstan. Sifat koligatif adalah sifat yang disebabkan hanya oleh kebersamaan (jumlah partikel) dan bukan oleh ukurannya.Sikloheksana akan mengalami penurunan titik beku yang besarnya sebanding dengan konsentrasi molalnya.95 gram/mol Jadi.Mr 44. 2.

2004. Dalam menentukan titik beku pelarut dan larutan. UGM. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. . S. ITB.3. melalui percobaan dapat dicari dengan cara melihat titik perpotongan dalam waktu 1-60 detik pada grafik dan didapatkan titik beku pelarut (sikloheksana) sebesar 7. 5. Diktat Kimia Dasar I. 1999. Yogyakarta. Yogyakarta Baroroh. 2001. Syukri. Universitas Lambung Mangkurat. UGM. Umi L U. 2003. Besar berat molekul suatu senyawa bergantung pada titik beku larutan dan titik beku pelarut. Banjarbaru.820C yang didapat dari selisih antara titik beku sikloheksana dengan titik beku larutan contoh. Kimia Dasar. Kimia Dasar 2. Hardjono. Didapat ∆Tf adalah 2. 4.540C dan titik beku pelarut (larutan contoh) adalah 4. Bandung. Sastrohamidjojo.72.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->