P. 1
Resume Evaluasi Program Pendidikan - Suharsimi Ari Kunto

Resume Evaluasi Program Pendidikan - Suharsimi Ari Kunto

|Views: 723|Likes:
Published by UripahNurfatimah

More info:

Published by: UripahNurfatimah on Oct 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2014

pdf

text

original

EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN (Prof. Dr. Suharsimi Arikunto) ----> R E S U M E <----BAB I KONSEP EVALUASI PROGRAM A.

Pengertian Program dan Evaluasi Program Program adalah suatu rencana yang melibatkan berbagai unit yang berisi kebijakan dan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Evaluasi program adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang guna pengambilan keputusan. B. Kaitan antara Penelitian dengan Evaluasi program Dalam kegiatan penelitian peneliti ingin mengetahui gambaran tentang sesuatu kemudian dideskripsikan, sedangkan dalam evaluasi program, pelaksana (evaluator) ingin mengetahui seberapa tinggi mutu atau kondisi sesuatu sebagai hasil pelaksanaan program, setelah data terkumpul dibandingkan dengan kriteria atau standar tertentu. Dalam kegiatan penelitian, peneliti dituntun oleh rumusan masalah, sedangkan dalam evaluasi program, pelaksana (evaluator) ingin mengatahui tingkat ketercapaian program, dan apabila tujuan belum tercapai pelaksana (evaluator) ingin mengetahui letak kekurangan dan sebabnya. Hasilnya digunakan untuk menentukan tindak lanjut atau keputusan yang akan diambil. C. Ciri-ciri dan Persyaratan Evaluasi Program Ciri dan persyaratan evaluasi program mengacu pada kaidah yang berlaku, dilakukan secara sistematis, teridentrifikasi penentu keberhasilan dan kebelumberhasilan program, menggunakan tolok ukur baku, dan hasil evaluasi dapat digunkan sebagai tindak lanjut atau pengambilan keputusan. D. Komponen, Subkomponen, dan Indikator Program Program merupakan satu kesatuan dari beberapa bagian atau komponen yang saling berkait untuk mencapai tujuan yang ditentukan oleh sistem tersebut. Komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Masing-masing komponen terdiri atas beberapa subkomponen dan masingmasng subkomponen terdapat beberapa indikator.

E. Hakikat antara Tujuan Program dengan Tujuan Evaluasi Program Program adalah suatu rencana yang melibatkan berbagai unit yang berisi kebijakan dan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk diimplementasikan di lapangan. objektif. . Manfaat dari evaluasi program dapat berupa penghentian program. cermat. melanjutkan program. F. indikator merupakan petunjuk untuk mengetahui keberhasilan atau ketidakberhasilan suatu kegiatan. Tujuan Evaluasi Program Evaluasi program bertujuan untuk mengetahui pencapaian tujuan program yang telah dilaksanakan. kriteria digunakan untuk mengukur ketercapaian suatu program berdasarkan indikatorindikator yang telah ditentukan. dapat digunakan sebagai bukti pertanggungjawaban dari hasil evaluasi. merevisi program. dan hasil evaluasi sama walaupun evaluator berbeda. Evaluator dapat berasal dari kalangan internal (evaluator dan pelaksana program) dan kalangana eksternal (orang di luar pelaksana program tetapi orang yang terkait dengan kebijakan dan implementasi program). Kegiatan evaluasi/supervisi dimaksudkan untuk mengambil keputusan atau melakukan tindak lanjut dari program yang telah dilaksanakan.Dalam kegiatan evaluasi program. dan menyebarluaskan program. B. Sedangkan evaluasi program bertujuan untuk mengumpulkan informasi berkenaan dengan implementasi program yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan tindak lanjut atau pengambilan keputusan. Manfaat Evaluasi Program Evaluasi sama artinya dengan kegiatan supervisi. di antaranya mampu melaksanakan. serta hati-hati dan bertanggung jawab. Evaluator Program Evaluator program harus orang-orang yang memiliki kompetensi yang mumpuni. Perlunya Disusun Kriteria Kriteria disusun sebagai pedoman evaluator dalam melaksakan evaluasi program. Pengertian Kriteria Kriteria diartikan sebagai patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur. Dalam evaluasi program. sabar dan tekun. hasil evaluasi program digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut atau untuk melakukan pengambilan keputusan berikutnya. G. BAB II PENGEMBANGAN KRITERIA DALAM EVALUASI PROGRAM A. Selanjutnya. evaluator menjadi lebih mantap karena ada patokan. H. Disusunnya kriteria. Perlu diketahui bahwa ketidakberhasilan suatu kegiatan dapat juga dipengaruhi oleh komponen atau subkomponen yang lain. untuk menghindari subjektivitas evaluator.

Dasar penyusunan kriteria adalah. 10-100) dalam kategaori secara sama.C. dan (2) banyaknya rentangan dalam tiap kategori tidak sama karena petimbangan tertentu. . Cara Menyusun Kriteria Wujud kriteria berupa tingkatan atau gradasi kondisi sesuatu yang dapat ditransfer menjadi nilai. D. Wujud kriteria berupa kriteria kuantitatif (angka-angka) dan kriteria kualitatif (menghitung jumlah indikator yang telah tercapai). yaitu menghitung jumlah indikator yang telah memenuhi persyaratan. tim evaluator. yaitu dengan cara menghitung indikator yang telah memenuhi persyaratan dengan mempertimbangkan skala prioritas atau pembobotan. Kriteria kuantitatif dibedakan menjadi dua. yaitu membagi rentangan (mis. Hal ini mengingat merekalah orang-orang yang memahami tentang program yang akan dievaluasi. evaluator sendiri dengan menggunakan daya nalar dan kemampuan yang dimilikinya. dokumen dan sumber-sumber ilmiah yang umum digunakan. yaitu (1) tanpa pertimbangan. yaitu (1) kriteria kualitatif tanpa pertimbangan. hasil penelitian yang relevan. pedoman pelaksanaan program. Kriteria kualitatif dibedakan menjadi dua. dan (2) kriteria kualitatif dengan pertimbangan. peraturan atau ketetentuan yang melatarbelakangi dikeluarkannya program. petunjuk atau pertimbangan ahli evaluasi. Dasar Penyusunan Kriteria Penyusun kriteria adalah calon-calon evaluator.

Goal Free Eavaluation Model Dalam melaksanakan evaluasi tidak memperhatikan tujuan khusus program. dengan objek ssaran yang sama dan membandingkan kondisi hasil pelaksanaan program dengan standar yang ditentukan oleh program tersebut. 4. b. 3. Summative program. yaitu dalam program. melainkan bagaimana terlaksananya program dan mencatat hal-hal yang positif maupun negatif.BAB III MODEL DAN RANCANGAN EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN A. c. 2. Formatif Summatif Evaluation Model Model evaluasi ini dilaksanakan ketika program masih berjalan (evaluasi formatif) dan ketika program sudah selesai (evaluasi sumatif). kebutuhan uang dibutuhkan oleh program. Maksudnya evaluator mempertimbangkan program dengan memperbandingkan kondisi hasil evaluasi program dengan yang terjadi di program lain. 5. yaitu: 1. 6. Berbagai Model Evaluasi Program Pada buku ini disajikan model evaluasi menurut Kaufan dan Thomas yang membedakan model evluasi program menjadi delapan. terus-menerus untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan program. tujuan pernenuhan dan karakteristik individu yang menangani. Seorang evaluator harus sanggup menentukan prioritas kebutuhan dan memilih tujuan yang paling menunjang kesuksesan program. perencanaan program dievaluasi untuk mengetahui program disusun sesuai Formative evaluation. dan tujuan yang dapat dicapai. a. Model ini meliputi empat tahap. b. evaluasi dilakukan pada saat program berjalan. Goal Oriented Eavaluation Model Objek pengamatan model ini adalah tujuan dari program. a. evaluasi untuk mengetahui hasil dan dampak dari program serta untuk CIPP Evaluation Model (Context Input Process Product) Evaluasi Konteks Model ini tidak dijelaskan dalam buku ini karena model ini kurang populer. Evaluasi konteks adalah evaluasi terhadap kebutuhan. d. Evaluasi dilaksanakan berkesinambungan. 7. Evaluasi Masukan . memusatkan pada penentuan masalah hal-hal yang perlu dipetimbangkan Program planning. Countenance Evaluation Model Model ini juga disebut model evaluasi pertimbangan. analisis kebutuhan atau tidak. Responsif Evaluation Model SSE-UCLA Evaluation Model Needs assessment. mengetahui ketercapaian program.

karena pendidikan itu sendiri hanya merupakan alat belaka. BAB IV PERENCANAAN EVALUSI PROGRAM Membicarakan tentang analisis kebutuhan adalah merupakan sarana atau alat yang konstruktif dan positif untuk melakukan sebuah perubahan. (3) tujuan evaluasi. Ketepatan penentuan model evaluasi program bergantung pada jenis kegiatannya. B. dan program umum (program yang yang bersifat umum. yaitu program pemrosesan (mengubah sesuatu yang dianggap bahan mentah menjadi sesuatu yang dianggap barang jadi). c. maka membuat rencana mengajar merupakan proses penting untuk menentukan alat yang tepat dalam mencapai tujuan akhir. Dalam sistem pendidikan. dan ketepatan tindakan yang diberikan. d. (5) metodologi yang digunakan. 8. sedangkan prestasi belajar siswa adalah hal yang menjadi tujuan. Setelah guru berhasil menentukan materi yang akan diajarkan.Evaluasi masukan mempertimbangkan kemampuan awal atau kondisi awal yang dimiliki oleh institusi untuk melaksanakan sebuah program. dan (6) prosedur kerja dan langkah-langkah kegiatan. Oleh karena itu tidak semua model evaluasi program dapat diterapkan. kesesuaian proses dengan pencapaian tujuan. Ketepatan Penentuan Model Evaluasi Program Program dibedakan dibedakan menjadi berdasarkan jenis kegiatannya. Evaluasi kesenjangan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara standar yang sudah ditentukan dalam program dengan penampilan aktual dari program tersebut. program layanan (program yang bertujuan memberikan kepuasan pada pihak lain). tidak memiliki spesifikasi sebagaimana program pemprosesan dan program layanan). (4) pertanyaan evaluasi. kelas dan sekolah. (2) alas an dilaksanakannya evaluasi. yakni perubahan yang didasarkan atas logika yang bersifat rasional sehingga kemudian perubahan ini menunjukkan upaya formal yang sistematis menentukan dan mendekatkan jarak kesenjangan antara “seperti apa yang ada” dengan “bagaimana seharusnya” dengan sasarannya adalah siswa. dan dampak dari program. Evaluasi Hasil Ini merupakan tahap akhir evaluasi dan akan diketahui ketercapaian tujuan. perlu secara hati-hati meninjau . C. Rancangan Evaluasi Program Hal-hal yang dicantumkan dalam rancangan program adalah (1) judul kegiatan. Evaluasi Proses Evaluasi proses diarahkan pada sejauh mana program dilakukan dan sudah terlaksana sesuai dengan rencana. Discrepancy Model Model ini ditekankan untuk mengetahui kesenjangan yang terjadi pada setiap komponen program.

menentukan garis besar isi bagian ini.kembali apakah dalam pemilihan materinya sudah tepat. Ada lima langkah yang harus dilalui dalam menyusun instumen yaitu : (a) Identifikasi indikator sebagai obyek sasaran evaluasi. Selain dua cara tersebut evaluator dapat juga menggunakan gabungan dari keduanya.dan (e) Menyusun pedoman pegerjaan . Isi dan langkah-langkah dalam penyusunan proposal sama dengan proposal dalam penelitian. harus membuat proposal. Yang dimaksud dengan pihak luar diantaranya adalah kawan-kawan dekat atau anggota keluarga lain dari responden yang diperkirakan pihak tersebut memang diperlukan dan data yang diberikan dapat dipercaya. menyusun kriteria (standar) untuk tiaptiap indikator dan membandingkan kondisi yang diperoleh dengan kriteria. Bagian pendahuluan. yaitu sebagian menggunakan cara obyektif. Oleh karena evaluasi program sama dengan penelitian maka sebelum memulai kegiatan. Ada tiga sumber data yang didahului dengan huruf P (kata bahasa Inggris). dengan cirri-ciri khusus. Di samping itu. Bagian metodologi berisi tiga hal pokok. Jenis instrument sebanyak jenis metode yang digunakan dan selanjutnya pemilihan jenis instrument pengumpulan data harus disesuaikan dengan metode yang sudah ditentukan oleh evaluator. sebagian yang lain mernggunakan cara subyektif. Place (tempat) dan paper (kertas dan lain-lain). yaitu secara obyektif dan subyektif. yaitu :Person ( manusia). 3. menentukan indikator dan cara pengukuran tujuan-tujuan. yaitu penentuan sumber data. Ciri khas dalam cara melakukan analisis kebutuhan secara subjektif adalah mengumpulkan semua evaluator untuk bersama-sama menentukan skala prioritas kebutuhan. seorang evaluator dapat juga menambahkan bahan lain yang diambil dari pihak laur dirinya. Dalam pembahasan kali ini hanya tiga hal yang akan dijelaskan secara khusus. (c) Menyusun butir-butir instrumen (d) Menyusun kriteria-kriteria penilaian. Ada dua cara yang lazim dilakukan dalam melakukan analisis kebutuhan. 2.seperti juga penelitian. dalam arti sudah sesuai benar dengan kebuituhan siswa. Kedua cara tersebut dimulai dari identifikasi lingkup tujuan penting dalam program. dan penentuan instrumen pengumpulan data. Instrumen merupakan alat untuk mempermudah penggunaan metode dalam pengumpulan data. (b) Membuat tabel hubungan antara komponen-indikator-sumber data-metode-instrumen. sekaligus butir yang rawan adalah sebagai berikut : 1. metode pengumpulan data. Evaluasi program tidak lain adalah penelitian. Instrumen pengumpul data evaluasi adalah alat yang diperlukan untuk mempermudah pengumpulan data. Penentuan metode pengumpulan data harus disesuaikan dengan sumber data. Bagian cara menentukan evaluasi. Ketiga hal dimaksud.

yang merupakan alat bantu yang paling bermanfaat bagi penyusunan instrumen adalah kisi-kisi. tetapi langsung hubungan antara indikator dengan nomornomor instrumen. pengambilan data dengan observasi ( bias berupa check list. model Kesenjangan. Persiapan Evaluasi Program .Menyunting instrument . Secara garis besar tahapan tersebut meliputi : tahapan persiapan evaluasi program. evaluasi rencana.Menentukan jumlah sampel yang diperlukan .Membuat butir-butir instrument .Beberapa hal yang perlu disamakan : tujuan program. jadwal kegiatan B. Petunjuk pengerjaan jangan terlupakan.Dapat dilakukan dengan metode Sampling . Penjelasan tentang langkah-langkah tersebut dapat dilihat dalam bagan dibawah ini : A. teknik sampling.Penyusunan instrumen evaluasi .Instrumen yang telah tersusun perlu di validasi .Penyamaan persepsi antar evaluator sebelum data di ambil Penyusunan terkait dengan model diantaranya. BAB V LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM Dalam bab ini dibicarakan mengenai beberapa langkah atau tahapan dalam melaksanakan evaluasi program. model Glaser.Merumuskan tujuan yang akan dicapai .Validasi instrumen evaluasi . tujuan evaluasi. alat . model Michael Scriven. model CIFF. kriteria keberhasilan program. wilayah generalisasi.Penyusunan evaluasi . kisi-kisi harus disusun secara cermat dan hati-hati. model Stake.Di dalam kisi-kisi yang merupakan alat bantu penyusunan instrumen tertentu secara khusus tidak lagi mencantumkan sumber data dan metode. Itulah sebabnya. model Evaluasi Kelawanan. Keempat jenis evaluasi tersebut mempengaruhi evaluator dalam mentukan metode dan alat pengumpul data yang digunakan. Dalam pengumpulan data dapat menggunakan berbagai alat pengumpul data antara lain : pengambilan data dengan tes. model Metfessel and Michael. tahap pelaksanaan. Di antara langkah-langkah penyusunan instrumen. Pelaksanaan Evaluasi Program Evaluasi program dapat dikategorikan evaluasi reflektif. dan tahap monitoring. Langkah langkah yang ditempuh dalam penyusunan instrument evaluasi : . evaluasi proses dan evaluasi hasil. agar responden tidak salah dalam membantu mengisi instrumen bagi evaluator. dan model Need Assessment.Membuat kisi-kisi .

Teknik dan alat monitoring dapat berupa : Teknik pengamatan partisipatif Teknik wawancara Teknik pemanfaatan dan analisis data dokumentasi Evaluator atau praktisi atau pelaksana program Perumusan tujuan pemantauan Penetapan sasaran pemantauan Penjabaran data yang dibutuhkan Penyiapan metode/alat pemantauan sesuai dengan sifat dan sumber/jenis data Perencanaan analisis data pemantauan dan pemaknaannya dengan berorientasi pada tujuan monitoring Melanjutkan mengenai sampel ada 7 jenis sampel yang dapat dijadikan sebagai metode dalam evaluasi program diantaranya adalah : (1). Sasaran monitoring adalah seberapa pelaksaan program dapat diharapkan/ telah sesuai dengan rencana program. Startified sampel.perekam suara atau gambar ). (2). Kedua. Dalam menganalisis dan mengolah data kuantitatif hendaknya dilakukan dengan tabulasi data. Tabulasi merupakan coding sheet untuk memudahkan peneliti dalam mengolah dan menganalisis data. Statistik Inferensial yaitu mencakup metode-metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data yang dilakukan untuk meramalkan dan menarik kesimpulan atas data dan akan berlaku bagi keseluruhan gugus atau induk dari data tersebut. Purposive sampel. (6). Proportional sampel. apakah berdampak positif atau negatif. Dan apabila datanya tidak normal serta berbentuk ordinal atau nominal. Double sampel. Karena memahami secara tabulasi lebih mudah dibandingkan dengan bentuk uraian narasi yang panjang. Cluster sampel. Statistik Deskriptif adalah suatu teknik pengolahan data yang tujuannya melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa membuat atau menarik kesimpulan atas populasi yang diamati. (3). pengambilan data dengan metode analisis dokumen dan artifak atau dengan teknik lainya. pengambilan data dengan wawancara. C. BAB VI ANALISIS DATA DALAM EVALUASI PROGRAM Dalam penelitian data di bagi dua yaitu data kuantitatif dan kualitatif. (4). Pertama. . dengan kedua jenis ini kemudian data diolah. Tahap Monitoring (Pelaksanaan) Monitoring pelaksanaan evaluasi berfungsi untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan dengan rencana program. Statistik ini juga disebut dengan statistik parametrik berlaku untuk data interval atau rasional jika datanya normal. Analisis data kuantitatif dapat dilakukan dengan dua cara. (5). Quota sampel. (7). Jenis pertama terkait dengan statistika sedangkan yang kedua sebaliknya atau nonstatistika. maka jenis statistik yang digunakan adalah statistik nonparametrik. Area probability sampel. pengambilan data dengan angket.

hasil evaluasi dan pembahasan (hasil evaluasi. pembahasan kepustakaan. Menafsirkan data 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun rekomendasi. Rekomendasi disusun setelah kesimpulan dibuat. metodologi evaluasi. ada yang menggunakan pendekatan kuantitatif. .Tidak semua data dilapangan berbentuk simbol-simbol yang bisa dikuantifikasi dan dihitung secara matematis. Laporan evaluasi tidak ubahnya seperti laporan penelitian. diperoleh lebih cepat BAB VII MENYUSUN KESIMPULAN DAN RUMUSAN REKOMENDASI Kesimpulan adalah sesuatu yang merupakan inti dari sederetan informasi atau sajian yang menyatakan tentang status program yang sedang dievaluasi. Pengolahan data kan lebih mudah dengan menggunakan bantuan computer sehingga hasilnya akan dapat. Kegiatan dalam menganalisis data kualitaitif dapat melalui tahapan-tahapan berikut : 1. Secara garis besar laporan evaluasi program terdiri dari empat pokok hal yaitu : permasalahan. Kesimpulan berbentuk kalimat pernyataan kualitatif yang menunjukkan keadaan atau sifat sesuatu sehingga di dalam gerak kegiatan programdengan cepat dapat diketahui dimana posisinya. yaitu mengenai perlunya melihat dengan cermat alas an yang diusulkan responden tentang upaya peningkatan kualitas program yang dievaluasi dimasa yang akan datang BAB VIII MENYUSUN LAPORAN EVALUASI Menyusun laporan evaluasi adalah kegiatan akhir dari evaluasi program.Kesimpulan sangat penting kedudukan dan isi rumusannya untuk dilanjutkan menjadi rekomendasi. Dengan mereduksi/menyiangi data 2. hasil evaluasi dan kesimpulan hasil evaluasi. Menyimpulkan dan verifikasi 5. Meningkatkan keabsahan hasil 6. Display data 3. Laporan evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif umumnya tersusun dari lima atau enam bab. Laporan hasil evaluasi disusun dalam bentuk tulisan dan dapat dipublikasikan. yaitu : pendahuluan. metodologi evaluasi. dan ada yang menggunakan pendekatan kualitatif. serta kesimpulan dan rekomendasi. Ada kalanya datanya abstrak yang tidak dapat dimanipulasi menjadi numerik sehingga data jenis ini hanya dapat dilakukan dengan analisis kualitatif. pembahasan ). Narasi hasil analisis.

dokumen. pengetikan alenia baru. Kertas naskah dan sampul Naskah laporan sebaiknya menggunakan jertas kwarto (21x28. 2. spasi. 3. transkip wawancara dan sejenisnya ditempatkan setelah daftar pustaka 7. penulisan bilangan. peta dan denah serta tabel. artikel. Pengetikan Pengetikan mencakup penggunaan huruf. sampul laporan sebaiknya dibuat dari kertas buffalo dengan warna disesuaiakan. baik bahasa maupuin ejaannya. 5. bagan. pendahuluan. laporan atau karangan dalam jurnal atau majalah ilmiah dan penerbitan lain. padat. Penomoran Penomoran halaman diletakkan di sebelah kanan atas dua spasi di atas baris pertama teks. jelas dan paling tidak memuat hal-hal berikut : ringkasan eksekutif. Bahasa Bahasa yang digunakan untuk penulisan laporan evaluasi adalah bahasa Indonesia ragam ilmiah. sampul. penulisan lampiran. 8. penomoran. Secara garis besar laporan hasil evaluasi diharapkan diususun secara ringkas. Pengutipan Kutipan harus sama dengan sumber aslinya. kajian pustaka. inti pembahasan dan kesimpulan. Ilustrasi Ilustrasi dapat terdiri dari foto. grafik. diagram.5 cm) HVS 80 gram. pengisian halaman naskah. Penulisan daftar pustaka Penulisan daftar pustaka meliputi buku. naskah. penulisan daftar pustaka dan bahasa. carta. batas tepi naskah. hasil evaluasi.Laporan evaluasi menggunakan pendekatan kualitatif umumnya tersusun dari beberapa bab dan sub bab yang dapat diidentifikasi menjadi tiga bagian pokok. BAB IX TATA TULIS LAPORAN EVALUASI Tata tulis laporan mencakup ketentuan tentang kertas. ilustrasi. yaitu : pendahuluan. . Penulisan lampiran Lampiran seperti tabel. pengetikan. 1. 4. Nomor halaman menggunakan angka arab. pengetikan bab sub bab. pengutipan. Penulisan kutipan diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (“ ) 6. kesimpulan dan rekomendasi yang terakhir adalah daftar pustaka. komponen dalam metodologi evaluasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->