BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Hukum menurut Mochtar Kusumaatmadja adalah keseluruhan azas dan kaidah yang mengatur kehidupan masyarakat termasuk lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum itu dalam kenyataan. Dalam hukum itu terdapat unsur proses yang didalamnya dapat termasuk dalam proses pembentukan hukum itu sendiri atau bagaiman proses hukum itu sendiri berlangsung. Suatu proses hukum dapat dilihat dari proses pembentukan hukum dalam masyarakat juga dapat dilihat dari bagaimana hukum itu berproses dalam masyarakat, salah satunya adalah dalam pengadilan, seperti proses pengadilan dalam

menyelesaikan suatu kasus hukum.

1.2.

Identifikasi Masalah A. Apa itu hukum dalam proses? B. Apa sajakah macam-macam proses hukum yang ada di Indonesia? C. Bagaimanakah proses hukum yang ada di Indonesia? D. Apakah perbedaan proses hukum di Indonesia dengan negara lain?

1.3.

Tujuan A. Memberikan gambaran bagaimana sebenarnya proses hukum Indonesia itu sendiri
1

Praktis i. Manfaat 1.4. Memberikan gambaran tentang perbedaan antara proses hukum di Indonesia dengan negara lain.B. Memberikan pengetahuan tentang proses hukum Indonesia dan beberapa negara 1.4. 1. Teoritis i.2.1.4. Membuat mahasiswa mengerti tentang proses peradilan di Indonesia 2 . Membuat mahasiswa mengerti tentang hukum dalam proses ii.

sekalipun kepada orang-orang sesat. Ia menuntut kewajiban melalui larangan-larangan dan perintah-perintah yang tidak sia-sia saja jika ditujukan kepada orang yang baik-baik. 2. maka undang-undang yang baik adalah undangundang yang berlaku baik secara yuridis. Sphere of validity (teori lingkungan berlakunya hukum) Berdasarkan teori ini. Waktunya (temporal sphere) 4. Gelding Theorie (teori berlakunya hukum) Berdasarkan teori ini. Adalah suatu dosa untuk mengubah hukum 3 . maka pembuat undang-undang yang baik adalah memperhatikan kaidah yang lebih tinggi tingkatannya yaitu meliputi kaidah dasar. sosiologis maupun filosofis.BAB II LANDASAN TEORITIS 1. Stufen Bau Theorie (teori tingkatan) Berdasarkan teori ini. Ia bisa diterapkan dimanapun.Isinya (material sphere) c. tidak berubah dan abadi.Orangnya (personal sphere) b. 3. Ia tidak mempunyai pengaruh. kaidah antara dan kaidah pelaksana. maka undang-undang itu berlaku baik kepada : a . Cicero (teori hukum alam) Hukum yang sesungguhnya adalah akal yang benar yang sesuai dengan alami. Tempatnya (territorial sphere) d.

atas kita sekalian oleh Ialah kita dihakimiNya. Stammler (teori hukum alam) Hukum adalah suatu struktur tertentu yang memberi bentuk pada tujuantujuan manusia yang menggerakkan manusia untuk bertindak. kita harus mengabstraksikan tujuan-tujuan tersebut dari kehidupan sosial yang nyata. dengan bantuan analisa yang logis. Kita harus menemukan asalnya dan bertanya sendiri kepada diri kita sendiri: apakah yang merupakan hal yang pokok yang harus kita lakukan untuk memahaminya sebagai suatu sistem tujuan-tujuan yang harmonis dan teratur. yang berlaku untuk semua bangsa dan setiap saat dan hanya akan ada satu penguasa. yaitu Tuhan. juga tidak dibolehkan untuk mencabut sebagian daripadanya dan adalah tidak mungkin akan ada hukum yang berbeda-beda untuk Roma serta Athena atau hukum yang berbeda untuk sekarang dan yang akan datang. Kemudian. 5.untuk dapat menemukan asas-asas umum dari pembentukan struktur yang demikian itu. 4 . melainkan hanya ada satu hukum yang abadi dan tidak akan berubah.ini. kita akan menemukan asas-asas penyusunan hukum (juridical organization) tertentu yang mutlak sah yang akan menuntun kita dengan aman dalam memberikan penilaian tentang tujuan-tujuan yang manakah yang layak untuk mendapatkan pengakuan oleh hukum dan bagaimanakah tujuan-tujuan itu berhubungan satu sama lain secara hukum.

2. 3. Aktivitas tersebut berupa pembuatan hukum dan penegakan hukum. Bahan pembuatan hukum diartikan sebagai gagasan atau ide yang kemudian diproses lebih lanjut sehingga pada akhirnya benar-benar menjadi bahan yang siap untuk diberi sanksi hukum. Pembuatan hukum merupakan awal dari bergulirnya proses pengaturan masyarakat tersebut. Dalam rangka pembuatan hukum sendiri yang dibahas adalah bahan dan struktur pembuatan hukum.2. dalam menjalankan fungsinya sebagai pengaturan kehidupan bersama manusia. Kebanyakan orang berpikir bahwa yang dimaksud dengan proses hukum adalah jalannya suatu proses peradilan. 3. yaitu mengatur masyarakat atau kehidupan bersama.1. Pembuatan Hukum Pembuatan hukum sering kali disebut pembuatan undang-undang karena yang dimaksud dengan pembuatan hukum adalah tak lain pembuatan undang-undang. harus menjalan suatu proses yang panjang dan melibatkan berbagai aktivitas dengan kualitas yang berbeda-beda. Macam-Macam Proses Hukum Hukum.BAB III PEMBAHASAN 3. Pembuatan hukum merupakan momentum yang memisahkan kondisi tanpa hukum dan kondisi yang diatur oleh hukum. Hukum dalam Proses Proses hukum adalah perjalanan yang ditempuh hukum untuk menjalankan fungsinya. Bahan hukum menunjuk kepada isinya.1. Gagasan ini sendiri 5 .

tahap sosio-politis. Pada tahap sosio-politis. Jika diteruskan. Tahap inisiasi sendiri merupakan tahap dimana gagasan itu muncul dalam masyrakat. dan tahap yuridis. dipertahankan melalui pertukaran pendapat antara berbagai golongan dan kekuatan dalam masyarakat. Kegiatan murni yuridis tersebut berupa perumusan bahan dalam bahasa hukum. meneliti konteksnya dalam sistem hukum yang ada sehingga tidak menimbulkan gangguan sebagai satu kesatuan sistem. Pada tahap Yuridis. Pada tahap ini. gagasan awal diolah oleh masyarakat sendiri dengan dibicarakan. gagasan itu akan menemukan dua pilihan diteruskan atau dihentikan. Dalam proses pembuatan hukum dibedakan menjadi tiga tahap yaitu tahap inisiasi. Pencipataan struktur menyangkut penyusunan suatu organisasi yang akan mengatur 6 . pembuatan hukum tidak bias dijalankan. ditangani oleh tenaga-tenaga khusus yang berpendidikan hukum. dikritik. Tanpa wadah struktur pembuatan hukum. Sedangkan.muncul sebagai keinginan yang ada di masyarakat agar Negara campur tangan untuk membuat hukum yang mengatur keinginan masalah dari keinginan masyarakat tersebut. Kemudian. gagasan itu akan berubah baik bentuk dan isinya menjadi lebih bermakna. Organisatoris Negara yang satu dengan yang tentu berbeda karena sesuai dengan susunan kenegaraan yang dianut. Struktur pembuatan hukum menunjuk kepada sekalian kelengkapan organisatoris yang memungkinkan hukum itu dibuat. tahap ini adalah tahap akhir yang berisi kegiatan murni yuridis yaitu pemberian sanksi hukum terhadap bahan tersebut.

dan advokat.2. Peradilan adalah salah satu macam penegakan hukum karena aktivitasnya tidak terlepas dari hukum yang telah dibuat dan disediakan oleh badan pembuat hukum. Pengorganisasian di sini berupa pengadaan kelembagaan dan mekanisme kerjanya. sehingga sering disebut birokrasi penegakan hukum. eksekutif dan yudukatif. Struktur serta organisasi pembuatan hukum di dunia didasari pada pembagian kekuasaan anatara legislatif.rechtshandhaving (Belanda). Seharusnya. Peradilan adalah proses mengadili sedangkan pengadilan adalah suatu lembaga dalam proses mengadili. Setelah hukum itu dibuat barulah bisa berbicara mengenai adanya dan berjalannya peradilan. application (Amerika). 7 . 3.Hasil akhir dari proses peradilan adalah putusan pengasilan atau putusan hakim. tugas penegakan hukum dijalankan oleh komponen eksekutif dan dilaksanakan oleh birokrasi dari eksekutif. Dalam bahasa asing kitang mengenal penegakan hukum yaitu dengan rechtoepassing. Pengorganisasian pembuatan hukum merupakan bagian dari suatu penataan ketatanegaraan yang tidak berdiri sendiri. Penegakan Hukum Tahap pembuatan hukum harus diikuti oleh pelaksanaannya secara konkrit dalam kehidupan masyarakat sehari-hari yaitu penegakan hukum.2. pembuatan hukum menjadi suatu proses yang eksklusif yang terpisah dari aktivitas kenegaraan sehingga kekuasaan yudikatif dan eksekutif juga tidak mencampuri badan pembuat hukum.kelembagaan bagi pembuatan hukum. Adapun lembaga peradilan lainnya adalah kepolisian. kejaksaan. Dalam struktur kenegaraan modern. Law enforcement.

maka pada waktu itulah penegakan hukum mencapai puncaknya. juga berkaitan dengan kemanfaatan hukum dan keadilan bagi masyarakat. Sebagai contoh nyata Indonesia telah meratifikasi konvensi internasional tentang Hak kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai kelanjutan ratifikasi perdagangan internasional dalam ITO-GATT kemudian menjadi WTO. Namun dalam pelaksanaannya ternyata sering merugikan warga negaranya sendiri.Berjalannya peradilan tergantung dengan substansi yang diadili yaitu perkara perdata atau perkara pidana. Bagian terpenting dalam peradilan adalah saat hakim memeriksa dan mengadil suatu perkara. Secara rincinya. Karena 8 . Pada saat diputuskan tentang bagaimana dan apa hukum yang berlaku untuk suatu kasus. bangsa dan negara yang berkaitan terhadap adanya kepastian hukum dalam sistem hukum yang berlaku. 3. Sedang sistem hukum dapat diartikan merupakan bagian-bagian proses atau tahapan yang saling bergantung yang harus dijalankan serta dipatuhi oleh Penegak Hukum dan Masyarakat yang menuju pada tegaknya kepastian hukum. Sebagai konsekuensinya maka Indonesia harus merubah berbagai perundang-undangan dibidang HAKI.3. Proses penegakan hukum memang tidak dapat dipisahkan dengan sistem hukum itu sendiri. hakim memeriksa bukti dan menghukumi dengan peraturan yang berlaku. Proses Hukum dalam Kenyataan Penegakan hukum yang bertanggungjawab (akuntabel) dapat diartikan sebagai suatu upaya pelaksanaan penegakan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Keterlibatan lembaga-lembaga lain terlibat secara penuh jika perkara pidana.

atau melakukan tindak pidana korupsi. Budaya itu misalnya meremehkan mutu (yang penting laku). Kedua hal tersebut saling berkaitan dan biasa disebut dalam satu kesatuan.ternyata budaya hukum masyarakat Indonesia masih belum banyak berubah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penegakan hukum di Indonesia sangat memprihatinkan. tidak menjadi masalah. atau melakukan delik-delik umum. Padahal seharusnya menjadi tugas pemerintah melindungi kegiatan ekonomi warganya. 3. apakah itu bentuk pelanggaran lalu-lintas.4. bangga produknya bisa diduplikasi pihak asing akibatnya produk-produk lokal kini hak cipta maupun mereknya justru dimiliki orang asing. Perbandingan Proses Hukum di Indonesia dan Negara Lain Hukum dan norma merupakan dua hal yag tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. sehingga masyarakat sudah sangat terlatih bagaimana mengatasinya jika terjadi pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukannya. 9 . Contoh lain bagaimana ketika krisis ekonomi mendera Indonesia akhir 90 an dimana tekanan internasional melalui IMF memaksa pemerintah Indonesia merombak sistem hukum dagang melalui perubahan Peraturan tentang Kepailitan (PERPU) dan diperkenalkannya peradilan Niaga serta hakim ad hoc seperti dalam sistem hukum Common Law ke dalam sistem hukum Indonesia yang menganut sistem Civil Law. di samping itu anehnya masyarakatpun tidak pernah jera untuk terus melanggar hukum. Sebagian besar masyarakat kita telah terlatih benar bagaimana mempengaruhi proses hukum yang berjalan agar ia dapat terlepas dari jerat hukumannya.

yaitu eksekutif.1 Proses Hukum di Indonesia Semenjak masa kemerdekaanya tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia mempunyai sumber hukumnya sendiri. maka penegakan hukum di bagi kedalam tiga institusi besar dalam pemerintahan. Karena Republik Indonesia merupakan negara Demokrasi.UUD 1945 digunakan sebagai patokan dalam bidang hukum. Sistem aturan tersebut ditunjukkan dalam suatu perundang-undangan. Sebagai sumber dari segala sumber hukum.tulisan ini akan menguraikan mengenai proses hukum serta membahas mengenai hierarki proses hukum di indonesia dan luar negeri. Contohnya adalah hakim dalam mengambil keputusannya haruslah sesuai dan tidak boleh bertentangan dengan UU.4. legistlatif dan yudikatif. yaitu UUD 1945. Kesejajaran diterapkan supaya dalam kinerjanya saling mengontrol dan mengawasi satu sama lainnya Di Indonesia istilah hukum digunakan dalam kehidupan sehari – hari untuk menunjukan norma hukum yang berlaku di Indonesia. 10 . Eksekutif adalah badan yang berkewajiban mengimplementasikan hukum. Ketiga Institusi hukum tersebut bekerja dalam peringkat yang sama satu dengan yang lainnya. 3. Dan yudikatif mempunyai kuasa menegakan undangundang. Masing-masing mempunyai tugas serta wewenang yang berbeda-beda satu sama lain. Hukum Indonesia adalah suatu sistem norma atau aturan yang berlaku di Indonesia. Legistlatif merupakan badan pemerintah yang berkuasa dalam membuat hukum.

UUD 1945. Dalam kepentingan yang memaksa Presiden bisa mengeluarkan Perpu. 3. Perda Kota/Kabupaten dan Peraturan Desa atau Peraturan yang setingkat. yang merupakan peraturan negara atau sumber hukum tertinggi dan menjadi sumber bagi peraturan perundang – undangan lainnya. 4. Dalam hal ini Presiden melakukan sendiri tanpa persetujuan dari DPR. Perda Provinsi. jenis dan hierarki perundang – undangan menunjukan bahwa hierarki perundang – undangan Indonesia meliputi: 1. UU / Peraturan Pemerintah pengganti UU (Perpu). Peraturan Pemerintah (PP).Pasal 7 UU No. Peraturan Daerah (Perda). Peraturan Presiden. yang berhak menetapkan PP adalah Presiden. kewenangan penyusunan perundang-undangan berada pada DPR dengan persetujuan bersama dengan Presiden. 2. 10 Tahun 2004 tentang tata aturan perundang – undangan. meliputi. Sehingga berdasarkan tata aturan perundang – undangan tersebut proses hukum di Indonesia tidak bisa lepas dari aturan yang ditunjukkan dalam suatu hierarki perundang – undangan karena hukum Indonesia diatur dengan sistem perundang – undangan tersebut dan Indonesia sendiri menganut civil law system. di dalamnya berisi materi yang diperintahkan oleh undangundang atau materi utuk melaksanakan peraturan pemerintah. 5. 11 . Adapun wewenang untuk menetapkan Perda berada pada kepada daerah atas persetujuan DPRD.

mempunyai tiga peringkat tertinggi dalam menjalankan hukum.5. baik perdata maupun pidana. proses hukum di luar negeri sendiri menganut common law system dimana proses hukum yang berlaku berdasarkan pada putusan pengadilan yaitu Negara Amerika Serikat. hukum Agama dan hukum Adat. Semua itu karena perkembangan hukum yang dinamis. 12 . hakim tidak terpaut pada suatu fondasi sumber hukum saja. khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie).2 Proses Hukum di Luar Negeri Sementara proses hukum di Indonesia menganut civil law system. yaitu negara bagian dan pemerintahan lokal yang mempunyai badan legistltif dan eksekutif. Sebagian besar sistem yang dianut.3. Oleh karena itu. Analisis Proses Hukum Dalam hidup ini hukum selalu dikaitkan dengan usaha-usaha meningkatkan tarif kehidupan masyarakat kearah yang lebih baik.4. 3. Fungsi hukum tidak hanya sebagai kontrol sosial tetapi juga untuk melakukan usaha yang menggerakkan masyarakatnya agar bertingkah laku sesuai dengan cara-cara baru untuk mencapai suatu tujuan yang dicita-citakan. Amerika Serikat merupakan negara federal. Begitu juga dengan proses hukum itu sendiri yang selalu mengikuti perkembangan baik dari segi pembuatan hukum maupun penegakan hukum dalam kehidupan sehari-hari. Namun biarpun ada perbedaan antara hukum yang berlaku di Indonesia dan di luar negeri namun hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa. berbasis pada hukum Eropa kontinental. Tetapi kuasa hukum tertinggi terdapat pada negara pusat.

2). Perlunya penyempurnaan atau memperbaharui serta melengkapi perangkat hukum dan perundang-undangan yang ada. dapat dikatakan proses hukum di Indonesia belum dapat berjalan secara sempurna. 4 tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman . perlunya ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) dari UU No. orang-orang Indonesia masih lemah dalam menegakkan hukum tersebut dalam kenyataan. sebagai contoh.dituntut.4 tahun 2004 terutama yang mengatur tentang pemberian sanksi pidana bagi pelanggar KUHAP. Jaksa aktif dan Polisi aktif) yang bertujuan mengawasi proses penegakan hukum ( law enforcemen‟ ) dimana lembaga tersebut nantinya berwenang merekomendasikan agar diberikannya sanksi bagi para penegak hukum yang melanggar moralitas hukum dan atau melanggar proses penegakan hukum [ vide : 13 . yang ditangkap. ditahan. 3). sering terjadi prokontra yang dibahas secara berkepanjangan sehingg tidak efektif. atau diadili tanpa berdasarkan hukum yang jelas. antara lain : 1). Sekalipun tidak komprehensif perlu ada langkah-langkah untuk membangun sistem penegakan hukum yang akuntabel. Tidak hanya itu terkadang dalam pembuatan hukum. Dibentuknya suatu lembaga yang independen oleh Pemerintah dimana para anggotanya terdiri dari unsur-unsur masyarakat luas yang cerdas (non Hakim aktif. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Penegak Hukum baik dari segi moralitas dan intelektualitasnya. sayangnya. atau karena kekeliruan orang atau hukum yang diterapkan sebagaimana telah ditegaskan dalam pasal 9 ayat (2) UU No. Banyak sekali yang lalai terhadap hukum tersebut. Sehingga. khususnya bagi mereka.Namun.

Jaksa dan Polisi ( Non Advokat ) agar profesionalisme mereka sebagai bagian terbesar penegak hukum di Indonesia dalam kerjanya lebih fokus menegakkan hukum sesuai dari tujuan hukum itu sendiri . pasal 17 Jo psl.. Jo. “ setiap masyarakat dianggap tahu hukum ”. 3 ayat (2 ) dan (3) Jo. Jaksa dan Polisi. Advokat. 4) Perlu dilakukannya standarisasi dan pemberian tambahan kesejahteraan yang memadai khususnya bagi Penegak Hukum yang digaji yaitu : Hakim. kemudian komitmen tersebut dapat dicontoh dan diikuti pula oleh seluruh lapisan masyarakat . Komitmen ini diharapkan dapat lahir terutama yang dimulai dan diprakarsai oleh “Catur Wangsa” atau 4 unsur Penegak Hukum. 5) Dilakukannya sosialisasi hukum dan perundang-undangan secara intensif kepada masyarakat luas sebagai konsekuensi asas hukum yang mengatakan bahwa .39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM)]. 6) Membangun tekad (komitmen) bersama dari para penegak hukum yang konsisten. Psl.4 tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman . sekalipun produk hukum tersebut baru saja disahkan dan diundangkan serta diumumkan dalam Berita Negara.pasal 9 ayat (1) dan (2) UU No.. yaitu : Hakim. Disini peran Lembaga Bantuan Hukum atau LBH-LBH dan LSM-LSM atau lembaga yang sejenis sangat diperlukan terutama dalam melakukan “advokasi” agar hukum dan peraturan perundang-undangan dapat benar-benar disosialisasikan dan dipatuhi oleh semua komponen yang ada di negeri ini demi tercapainya tujuan hukum itu sendiri .18 ayat (1) dan (4) UU No. Namun usul langkah-langkah di atas untuk membangun sistem penegakan hukum yang akuntabel tentu tidak dapat berjalan mulus tanpa ada dukungan penuh dari 14 .

Pemerintahan yang bersih („clean government‟). 15 . Pemerintahan negara ( „lapuissance de executrice‟) harus menjamin kemandirian institusi penegak hukum yang dibawahinya dalam hal ini institusi “Kejaksaan” dan “Kepolisian” karena sesungguhnya terjaminnya institusi penegakan hukum merupakan platform dari politik hukum pemerintah yang berupaya mengkondisi tata-prilaku masyarakat indonesia yang sadar dan patuh pada hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. tanpa itu penegakan hukum yang baik di Indonesia hanya ada di Republik Mimpi. Penegakan hukum yang akuntabel merupakan dasar dan bukti bahwa Indonesia benar-benar sebagai Negara Hukum ( „rechtsstaat‟ ). Di samping itu rakyat harus diberitahu kriteria / ukuran yang dijadikan dasar untuk menilai suatu penegakan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik guna menciptakan budaya kontrol dari masyarakat. karena penegakan hukum („law enforcement‟) adalah bagian dari sistem hukum pemerintahan.

Namun. terdapat beberapa langkah penting untuk membangun sistem penegakan hukum yang bisa dijalankan asalkan pemerintahan bersih dan terbuka dalam proses pada masyarakat. Proses hukum di setiap negara tidak selalu sama contohnya seperti Indonesia dan Amerika. masyarakat dan pemerintah baik itu aparatur dalam hukum maupun politik harus bisa berkerja sama dan melaksanakan kewenangan berdasarkan tugasnya masing-masing.BAB IV PENUTUP 4. masyarakat harus lebih sadar akan hukum agar tujuan hukum itu tercapai untuk masyarakat dan aparat penegak hukum harus tegas dan jangan suka main belakang demi kepentingan individu atau kelompok semata. Dalam penegakan hukum di pengadilan. Kesimpulan Jadi. 16 . Indonesia bersumber pada perundang-perundangan tetapi Amerika bersumber pada Jurisprudensi. Dalam penegakan hukum. Hukum dalam proses meliputi pembuatan hukum dan penegakan hukum. dimana dilakukan guna mengatur masyarakat. Saran Dalam proses hukum. Jika dilihat pada kenyataan. 4.1.2. proses hukum di Indonesia belumlah terlaksana dan belum dilaksanakan dengan maksimal sehingga proses hukum itu terkadang bukannya membawa keuntungan buat masyarakat tetapi justru memberikan kerugian.

2000. 17 . 2004. 2006. 2006. Sudikno Mertokusumo. Liberty.Soeroso. Mengenal Hukum. Bandung. 2002. Pengantar Ilmu Hukum Buku I. Bandung. Pradnya Paramita.J. Ilmu Hukum.DAFTAR PUSTAKA Mochtar Kusumaatmadja dan Arief Sidharta. Satjipto Rahardjo. Jakarta. Yogyakarta. van Apeldoorn. PT. Alumni. Pengantar Ilmu Hukum. Sinar Grafika.L. Pengantar Ilmu Hukum. R. Citra Aditya Bakti..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful