MAKALAH

KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

Disusun Oleh : Nama NIM Jurusan : Maria Ika Pitaningsih : 07.31469 : DIII Sekretaris

POLITEKNIK PRATAMA MULIA SURAKARTA 2010

Dalam hal ini dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan komunikasi bisnis lintas budaya yang membahas mengenai pengertian kominikasi bisnis lintas budaya dan arti pentingnya bagi para pelaku bisnis. kepercayaan yang berbeda – beda. . Disamping itu. sehingga menjadikan komunikasi bisnis lintas budaya menjadi pokok bahasan yang semakin menarik. Bagaimana meningkatkan keterampilan komunikasi bisnis lintas budaya juga menjadi salah satu faktor penting yang perlu mendapat perhatian bagi para manajemen puncak suatu perusahaan. dan juga semakin terbukanya kesempatan masuknya berbagai kegiatan bisnis dari satu negara ke negara lain.BAB I PENDAHULUAN A. adat istiadat. bahasa. nilai – nilai. Mengingat komunikasi bisnis lintas budaya ini berhubungan dengan negara lain yang memiliki budaya. perlu dicarikan bagaimana solusinya. Apabila telah ditemukan apa yang menjadi kendala dalam komunikasi bisnis lintas budaya. dibahas pula hambatan atau kendala apa yang muncul dalam komunikasi lintas budaya tersebut. khususnya mereka yang bergerak dibidang eksport import. LATAR BELAKANG Semakin semaraknya komunikasi lintas budaya tak lepas dari semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

perusahaan – perusahaan besar ditanah air juga ada yang mengembangkan bisnisnya keberbagai negara. Bagaimanapun juga diperlukan suatu pemahaman bersama antara dua orang atau lebih dalam melakukan komunikasi lintas budaya baik melalui tulisan (termasuk komunikasi lewat internet) maupun lisan (bertatap muka langsung). maupun jasa. Dalam perkembangan atau tren yang ada saat ini. Dalam era perdagangan bebas dan globalisasi. Pentingnya Komuikasi Bisnis Lintas Budaya. kawasan Eropa Tengah ( CEFTA / Central European Free Trade . Era perdagangan bebas dan globalisasi ditandai dengan semakin meluasnya distribusi berbagai produk dan jasa. Saat ini beberapa kerjasama ekonomi diberbagai kawasan dunia. komunikasi bisnis lintas budaya menjadi sangat penting artinya bagi terjalinnya harmonisasi bisnis diantara mereka. kawasan Asia Pasifik (APEC). mengantisipasi era perdagangan bebasdan globalisasi sedini mungkin. termasuk teknologi komunikasi dan informasi dari satu negara ke negara lainnya. Sudah saatnya para pengambil keputusan. pada umumnya menggunakan beberapa konsultan asing untuk membantu mengembangkan perusahaan mereka. khususnya manajemen puncak. Semakin banyak munculnya pola kerja sama maupun kesepakatan ekonomi di berbagai kawasan dunia saat ini akan menjadikan betapa pentingnya komunikasi bisnis lintas budaya. Perusahaan – perusahaan besar yang beroperasi di tanah air baik dibidang manufaktur. seperti kawasan ASEAN(AFTA / ASEAN Free Trade Area).BAB II LANDASAN TEORI A. kawasan Kanada(CFTA / Canada Free Trade Area). sehingga seolah dunia ini tidak lagi terikat dengan sekat – sekat yang membatasi wilayah suatu negara. eksplorasi. kawasan Amerika Utara(NAFTA / North American Free Trade Area). maka perusahaan – perusahaan besar mencoba melakukan bisnis secara global. Begitu pula sebaliknya.

Contoh sederhana adalah bagaimana penampilan cara berpakaian. baik yang berkaitan dengan kelompok keagamaan. Indonesia yang dikenal sebagai negara yang kaya akan berbagai sumber daya alam. Definisi Budaya Budaya dapat didefinisikan bermacam – macam tergantung pada sudut pandang masing – masing ahli. di Jepang ketika seorang bayi baru lahir. bertamu. Tentunya akan dapat ditemukan bahwa masing – masing diantara mereka menerapkan suatu aturan maupun perilaku yang sesuai dengan budayanya. 1. dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu. maka pada saat itulah kebutuhan akan komunikasi bisnis lintas budaya menjadi semakin penting. B. budaya diartikan sebagai pemrograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota – anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya. Yang menjadi kata kunci budaya adalah pemrograman kolektif. dan berbicara antara masing – masing kelompok akan berbeda. kawasan Eropa (EFTA / European Free Trade Area ). dan berbicara. coba Anda amati masing – masing kelompok tersebut yang ada di lingkungan Anda sendiri baik dalam hal berpakaian.Area). berjalan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dengan semakin terbukanya peluang perusahaan multinasional masuk ke wilayah suatu negara dan didorong dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Setiap orang hidup. yang menggambarkan suatu proses yang mengikat setiap orang segera setelah kita dilahirkan. Memahami Budaya Dan Perbedaannya. Menurut Hofstede. tumbuh. Oleh karena setiap daerah memiliki budaya yang tumbuh dan berkembang didaerahnya. alangkah kayanya Indonesia tercinta ini. bertamu. profesi dan bisnis. berjalan. Contoh. tahun – tahun awal kelahirannya si bayi . dan berkembang dalam suatu kelompok – kelompok tertentu. dan kawasan Amerika Latin ( LAFTA / Latin Amerika Free Trade Association). juga kaya akan aneka budaya yang tumbuh dan berkembang di seluruh penjuru tanah air.

ada juga yang memiliki kecenderungan homogin. konsumsi. yaitu budaya matearial. harapan. Termasuk didalamnya adalah segala bentuk kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa. Hal ini berbeda dengan Jepang yang hanya memiliki beberapa subbudaya dan cenderung berisfat homogen. dan Jerman dengan penduduk yang tingkat teknologinya tinngi akan mudah mengadopsi atau mempelajari teknologi baru dari pada penduduk dengan tingkat teknologi yang rendah. estetika. Lembaga sosial (social institution) dan pendidikan adalah suatu lembaga yang berkaitan dengan cara bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. Teknologi mencakup teknik atau cara yang digunakan untuk mengubah atau membentuk material menjadi suatu produk yang dapat berguna bagi masyarakat pada umumnya. cara pertukaran. Kelompok berbeda (distinct group) yang berada dalam wilayah budaya mayoritas lebih tepat dikatakan sebagai subbudaya (subcultures). dan bahasa. Sedangkan di Inggris dan Amerika. menurut Bovee dan Thil. lembaga sosial. yaitu teknologi dan ekonomi. budaya memiliki beberapa elemen. menurut Cateora. Negara – negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat. dan penghasilan yang diperoleh dari kegiatan kreasi. 2. Sementaa itu. dan norma – norma untuk perilaku. Beberapa budaya ada yang dibentuk dari berbagai kelompok yang berbeda – beda dan terpisah. distribusi. .tidur dikamar orang tuanya sendiri. Budaya material (material culture) dibedakan ke dalam dua bagian. bayi yang baru lahir ditempatkan dikamar yang berbeda beberapa minggu atau bulan kemudian. Ekonomi dalam hal ini dimaksudkan sebagai suatu cara orang menggunakan segala kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. budaya adalah system sharing atas simbol – simbol. sistem kepercayaan. sikap. Komponen Budaya Dalam bidang antropologi. Indonesia adalah sebuah contoh negara yang memiliki subbudaya yang sangat beragam baik etnis maupun agama.nilai – nilai. kepercayaan. Jepang.

Kedudukan pria dan wanita dalam suatu masyarakat. Keyakinan yang dianut oleh suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap sistem nilai yang ada di masyarakat tersebut.mengorganisasikan kegiatan mereka untuk dapat hidup secara harmonis dengan yang lain. dan bagaimana cara mereka membeli suatu produk. angka 13 dilewati atau diubah menjadi 14 A yang seharusnya nomor 13. Keyakinan yang dianut oleh suatu masyarakat juga akan mempengaruhi kebiasaan – kebiasaan mereka. jenis makanan yang dikonsumsi. Estetika (aesthetics) berkaitan dengan seni. musik. Meskipun demikian bahasa sangatlah penting untuk dipelajari dan dipahami dengan benar sehingga melalui bahasa orang dapat memperoleh empati dan simpati dari orang lain. Bahasa merupakan salah satu komponen budaya yang paling sulit pemahamannya. kelas sosial dan kelompok umur dapat ditafsirkan secara berbeda atau berlainan dalam setiap budaya. hikayat. dan bacaan yang dibaca setiap harinya. jenis produk yang mereka konsumsi. Bahkan jenis pakaian yang dikenakan. Oleh karena itu. sebenarnya juga tak lepas dari pengaruh yang kuat atas keyakinan atau kepercayaan yang dianut seseorang. dongeng. Contoh lain adalah angka 4 yang bagi orang Jepang diartikan sebagai simbol kematian. . drama dan tari – tarian. Oleh karenanya orang Jepang tidak mau menggunakan nomor 4 yang dalam bahasa Jepang disebut shi. seringkali dijumpai bahwa penomoran untuk perumahan atau kamar – kamar hotel. Nilai – nilai estetika yang ditunjukkan masyarakat dalam berbagai peran tentunya perlu dipahami secara benar supaya pesan yang disampaikan mencapai sasaran secara efektif. bagaimana mereka memandang hidup dan kehidupan ini. Sistem kepercayaan (belief system) atau keyakinan yang dianut oleh suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap sistem nilai yang ada di masyarakat tersebut. keluarga. dan mengajar perilaku yang dapat diterima oleh generasi berikutnya. Bahasa (Language) adalah suatu cara yang digunakan seseorang dalam mengungkapkan sesuatu melalui simbol – simbol tertentu kepada orang lain.

termasuk dengan siapa mereka berkomunikasi. menerima. 4. Dalam era globalisasi saat banyak perusahaan asing melakukan kegiatan bisnis di Indonesia. apa yang akan dikomunikasikan. dan orang yang bekerja keras lebih baik dari pada orang yang tidak bekerja keras. Tidak mengherankan kalau seorang wanita di negara – negara tersebut menduduki jabatan penting disuatu perusahaan. dan menafsirkan pesan – pesan terhadap orang lain. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari kesalah pahaman dalam berkomunikasi.khususnya negara – negara yang sedang berkembang. dan dengan cara bagaimana mereka berkomunikasi. dan lain – lain. peran wanita di dunia bisnis sudah cukup kuat. Dalam hal konsep status. Mengenal Perbedaan Budaya Dalam kehidupan sehari – hari. peran wanita di dunia bisnis masih lemah. A.3. dibanyak negara. Di Indonesia. Nilai – nilai sosial Secara umum orang Amerika berpandangan bahwa dengan uang orang akan dapat mengatasi berbagai masalah. Peran dan Status Budaya menuntun peran yng akan dimainkan seseorang. kebiasaan pengambilan keputusan. Sementara itu. khususnya daerah pedesaan pada umumnya masih memiliki nilai – nilai gotong royong. Contoh. Perbedaan budaya dapat dilihat dari nilai sosial. Mereka juga benci terhadap kemiskinan dan menghargai kerja keras. di negara – negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa. kekayaan yang diperoleh dari usahanya sendiri adalah sinyal superioritas. sebaliknya didaerah perkotaan nilai – nilai itu sudah mulai luntur seiring berkembangnya sikap individualistis di masyarakat. Perbedaan latar belakang budaya yang ada akan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang mengirim. orang akan selalu berhubungan dengan orang lain yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda. negara satu dengan negara lain berbeda cara . peran dan status. diperlukan pemahaman yang baik dan benar terhadap budaya dan bahasa.

para manajer puncak denagn keputusan – keputusan yang pokok atau utama. para eksekutif selalu berupaya secepat dan seefisien mungkin dalam mengambil keputusan – keputusan penting.pandangnya. Di Indonesia. karpet mahal. umumnya merk – merk kendaraan kelas tinggi. dan sejumlah aksesoris yang menarik. Lain halnya. Di Perancis status seorang eksekutif dilihat dari ruang kerja ditengah – tengah suatu area terbuka yang dikelilingi oleh pegawai pegawai yang lebih rendah. Umumnya. Status sebagai seorang eksekutif ditandai dengan ruang sudut kantor yang luas. meja kerja ekslusif. B. status seorang eksekutif dapat dilihat dari penataan ruang kerja yang terkesan luxe dan seberapa mewah kendaraan yang digunakan. sedangkan hal – hal yang lebih rinci diserahkan kepada manajer yang lebih rendah. Kebanyakan eksekutif di Amerika Serikat dilihat dari simbol – simbol yang bernuansa materialistis. Pengambilan Keputusan Di negara – negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful