P. 1
Askep Mioma Uteri

Askep Mioma Uteri

|Views: 125|Likes:
Published by Andrea Purba

More info:

Published by: Andrea Purba on Oct 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2015

pdf

text

original

. Definisi Mioma uteri adalah neoplasma jinak berasal dari otot uterus, yang dalam kepustakaan ginekologi juga

terkenal dengan istilah-istilah fibrimioma uteri, leiomyoma uteri atau uterine fibroid. (Prawirohardjo,1996:281) Mioma uteri adalah tumor jinak uterus yang berbatas tegas yang terdiri dari otot polos dan jaringan fibrosa. (Sy/lvia A.P, 1994) Jenis mioma uteri yang paling sering adalah jenis intramural (54%), subserosa (48%), submukosa (6,1%) dan jenis intraligamenter (4,4%) 1. Mioma submukosa Berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Jenis ini dijumpai 6,1% dari seluruh kasus mioma. Jenis ini sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. Mioma jenis lain meskipun besar mungkin belum memberikan keluhan perdarahan, tetapi mioma submukosa, walaupun kecil sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. Mioma submukosa umumnya dapat diketahui dari tindakan kuretase, dengan adanya benjolan waktu kuret, dikenal sebagai currete bump dan dengan pemeriksaan histeroskopi dapat diketahui posisi tangkai tumor. Tumor jenis ini sering mengalami infeksi, terutama pada mioma submukosa pedinkulata. Mioma submukosa pedinkulata adalah jenis mioma submukosa yang mempunyai tangkai. Tumor ini dapat keluar dari rongga rahim ke vagina, dikenal dengan nama mioma geburt atau mioma yang dilahirkan, yang mudah mengalami infeksi, ulserasi dan infark. Pada beberapa kasus, penderita akan mengalami anemia dan sepsis karena proses di atas. 2. Mioma intramural Terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium. Karena pertumbuhan tumor, jaringan otot sekitarnya akan terdesak dan terbentuk simpai yang mengelilingi tumor. Bila di dalam dinding rahim dijumpai banyak mioma, maka uterus akan mempunyai bentuk yang berbenjol-benjol dengan konsistensi yang padat. Mioma yang terletak pada dinding depan uterus, dalam pertumbuhannya akan menekan dan mendorong kandung kemih ke atas, sehingga dapat menimbulkan keluhan miksi. 3. Mioma subserosa Apabila mioma tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus diliputi oleh serosa. Mioma subserosa dapat tumbuh di antara kedua lapisan ligamentum latum menjadi mioma intraligamenter. 4. Mioma intraligamenter Mioma subserosa yang tumbuh menempel pada jaringan lain, misalnya ke ligamentum atau omentum kemudian membebaskan diri dari uterus sehingga disebut wondering parasitis fibroid. Jarang sekali ditemukan satu macam mioma saja dalam satu uterus. Mioma pada servik dapat menonjol ke dalam satu saluran servik sehingga ostium uteri eksternum berbentuk bulan sabit.

Mioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas. Seringkali terdapat pertumbuhan tumor yang cepat selama kehamilan dan terapi estrogen eksogen. Faktor Internal Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren.5%) dan hiperplasia endometrium (9. Estrogen. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong. misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan. Progesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara yaitu: mengaktifkan 17B hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah. radiasi. amin heterosoklik. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini. di samping faktor predisposisi genetik. disebabkan oleh faktor internal dan 85%. seperti pengawet dan pewarna makanan. Faktor Eksternal Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus. 10% – 15% kanker. 1. yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. adenomyosis (16. maupun bahan kimia yang berasal dari polusi. perubahan fibrosistik dari payudara (14.3%).1 1. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh. tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak daripada miometrium normal. sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.2. Bila seorang ibu mengidap kanker payudara.B. baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan. Mioma uteri dijumpai setelah menarke.8%). dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh. tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama. 1. Progesteron Progesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. Faktor mutasi gen secara internal. Etiologi Faktor terbentuknya tumor 2. Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan. progesteron dan human growth hormone. . Mioma uteri akan mengecil pada saat menopause dan pengangkatan ovarium. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel. Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous. dioxin. adalah estrogen. Adanya hubungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen seperti endometriosis (50%). 1. dan berasal dari bahan kimia. Jadi. Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. polusi udara. Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker. Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun. sangat erat hubungannya dengan kanker hati. memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah. makanan. disebabkan oleh faktor eksternal. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor. 17B hidroxydesidrogenase: enzim ini mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). dan lain-lain. Menurut WHO. sekalipun tidak 100%.

4. 2. Teraba benjolan pada bagian bawah perut dekat rahim yang terasa kenyal. Hormon pertumbuhan Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan. sehingga kebutuhan perawatan diri tidak dapat terpenuhi. Rasa nyeri biasanya diakibatkan oleh perubahan mioma uteri yang disebut degenerasi atau kontraksi uterus berlebihan pada mioma yang tumbuh ke dalam rongga rahim. Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor. Penekanan organ di sekitar tumor oleh mioma uteri seperti kandung kemih. Tetapi masalah akan timbul jika terjadi: berkurangnya pemberian darah pada mioma uteri yang menyebabkan tumor membesar. Anemia ini bisa mengakibatkan kelemahan fisik. 5. memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leiomioma selama kehamilan mingkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan Estrogen. terlihat pada periode ini. pendarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta. terhalangnya jalan lahir. uterus mioma dapat menonjol ke depan sehingga menekan dan mendorong kandung kencing ke atas sehingga sering menimbulkan keluhan miksi. Gejala sulit hamil ataupun keguguran berulang dapat disebabkan gangguan sumbatan pada saluran telur (tuba fallopi) dan gangguan implantasi sel telur yang telah dibuahi pada endometrium. Patofisiologi Mioma uteri mulai tumbuh sebagai bibit yang kecil di dalam miometrium dan lambat laun membesar karena pertumbuhan itu miometrium terdesak menyusun semacam pseudekapsula atau simpai semu yang mengelilingi tumor di dalam uterus mungkin terdapat satu mioma. pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul. 6. kondisi tubuh lemah. 3. akan tetapi mioma biasanya banyak. 7. 3. Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid. . Gangguan sulit hamil (infertilitas) karena terjadi penekanan pada saluran indung telur ataupun menyebabkan keguguran berulang (recurrent pregnancy loss). usus besar (rektum) atau organ rongga panggul lainnya sehingga menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil. 7. gangguan ginjal karena penekanan saluran kemih (ureter). Bila terletak pada dinding depan uterus. tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa yaitu HPL. Pembesaran yang cepat ini memicu perubahan dari mioma uteri (degenerasi) yang dapat menimbulkan rasa nyeri.1. serta adanya reaksi peradangan steril di dalam rahim. kehamilan juga dapat merangsang pertumbuhan mioma uteri. namun yang paling sering ditemukan adalah : 1. Jika ada satu mioma yang tumbuh intramural dalam korpus uteri maka korpus ini tampak bundar dan konstipasi padat. Sebaliknya. Sedangkan mioma uteri selama kehamilan dapat mengganggu kehamilan itu sendiri berupa kelainan letak bayi dan plasenta. C. kelemahan pada saat kontraksi rahim. Selain itu dengan perdarahan yang banyak bisa mengakibatkan seseorang mengalami kekurangan volume cairan. Selain itu masalah dapat timbul lagi jika terjadi perdarahan abnormal pada uterus yang berlebihan sehingga terjadi anemia. Saat hamil. mioma uteri cenderung membesar seiring dengan meningkatnya kadar hormon wanita (estrogen) selama kehamilan. (Sastrawinata S: 151) D. Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor. sehingga menimbulkan rasa nyeri dan mual. Manifestasi klinik Kebanyakan mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan panggul rutin ataupun saat pemeriksaan ultrasonogafi (USG). saluran kemih (ureter).

ukuran. Hiteroskopi Dengan pemeriksaan ini dapat dilihat adanya mioma uteri submukosa. Pemberian GnRH agonis sebelum dilakukan tindakan pembedahan akan mengurangi vaskularisasi pada tumor sehingga akan memudahkan tindakan pembedahan. termasuk mioma uteri. Pertumbuhan mioma pada masa menopause d. b. Infertilitas kerana ganggaun pada cavum uteri maupun kerana oklusi tuba . Terapi hormonal yang lainnya seperti kontrasepsi oral dan preparat progesteron akan mengurangi gejala pendarahan tetapi tidak mengurangi ukuran mioma uteri (Hadibroto. MRI dapat menjadi alternatif ultrasonografi pada kasuskasus yang tidak dapat disimpulkan. Ultrasonografi transvaginal terutama lebih bermanfaat untuk mendeteksi kelainain pada rahim. jika tumornya kecil serta bertangkai. dan lokasi mioma tetapi jarang diperlukan karena keterbatasan ekonomi dan sumber daya. Sehingga sangatlah tepat untuk digunnakan dalam monitoring (pemantauan) perkembangan mioma uteri. Penatalaksanaan 1. Pemeriksaan ini dapat berfungsi sebagai alat untuk penegakkan diagnosis dan sekaligus untuk pengobatan karena dapat diangkat. Mioma uteri dapat menampilkan gambaran secara khas yang mendemonstrasikan irregularitas kontur maupun pembesaran uterus. Tujuan pemberian GnRH agonis adalah mengurangi ukuran mioma dengan jalan mengurangi produksi estrogen dari ovarium. Ultrasonografi (USG) Ultrasonografi transabdominal dan transvaginal bermanfaat dalam menetapkan adanya mioma uteri. c. Perdarahan uterus yang tidak respon terhadap terapi konservatif b. MRI (Magnetic Resonance Imaging) Akurat dalam menggambarkan jumlah.E. Pengobatan Saat ini pemakaian Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonis memberikan hasil yang baik memperbaiki gejala klinis mioma uteri. 1. Uterus yang besar lebih baik diobservasi melalui ultrasonografi transabdominal. Pemeriksaan penunjang a. Sangkaan adanya keganasan c. 2005). Operasi pembedahan Indikasi terapi bedah untuk mioma uteri menurut American College of obstetricians and Gyneclogist (ACOG) dan American Society of Reproductive Medicine (ASRM) adalah a. F.

Mioma yang bertangkai diluar kavum uteri dapat diangkat dengan mudah secara laparoskopi. Tindakan miomektomi dapat dilakukan dengan laparotomi. Tindakan ini dapat dikerjakan misalnya pada mioma submukosum dengan cara ekstirpasi lewat vagina. Sampai saat ini miomektomi dengan laparoskopi merupakan prosedur standar bagi wanita dengan mioma uteri yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya (Hadibroto. trauma operasi pada ureter. Histerektomi Histerektomi adalah pengangkatan uterus. Keunggulan melakukan miomektomi adalah lapangan pandang operasi yang lebih luas sehingga penanganan terhadap perdarahan yang mungkin timbul pada pembedahan miomektomi dapat ditangani dengan segera. Pada miomektomi secara histeroskopi dilakukan terhadap mioma submukosum yang terletak pada kavum uteri. dilakukan insisi pada dinding abdomen untuk mengangkat mioma dari uterus. Mioma subserosum yang terletak didaerah permukaan uterus juga dapat diangkat dengan tehnik ini. Tindakan histerektomi dapat dilakukan secara abdominal (laparotomi). Miomektomi Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma sahaja tanpa pengangkatan uterus. Histerektomi perabdominal dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu total abdominal hysterectomy (TAH) dan subtotal abdominal histerectomy (STAH). sekitar 4-6 minggu. histeroskopi maupun dengan laparoskopi. yang umumnya adalah tindakan terpilih (Prawirohardjo.Tindakan histerektomi pada mioma uteri sebesar 30% dari seluruh kasus. Anemia akibat perdarahan (Hadibroto.2005) Tindakan pembedahan yang dilakukan adalah miomektomi atau histerektomi. metrorrhagia. 2007). kandung kemih dan rektum.rektum serta perdarahan. Pada laparotomi. Masing-masing prosedur ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Histerektomi dijalankan apabila didapati keluhan menorrhagia. Komplikasi yang serius jarang terjadi namun dapat timbul perlukaan pada dinding uterus. Keunggulan laparoskopi adalah masa penyembuhan paska operasi sekitar 2-7 hari. vaginal dan pada beberapa kasus dilakukan laparoskopi. Nyeri dan penekanan yang sangat menganggu f. Namun .Keunggulan tehnik ini adalah masa penyembuhan paska operasi sekitar 2 hari.Miomektomi ini dilakukan pada wanita yang ingin mempertahankan funsi reproduksinya dan tidak ingin dilakukan histerektomi. ketidakseimbangan elektrolit dan perdarahan. Miomamektomi juga dapat dilakukan dengan menggunakan laparoskopi. 2005). Resiko yang terjadi pada pembedahan ini termasuk perlengketan. 1. Apabila miomektomi ini dikerjakan kerana keinginan memperoleh anak. maka kemungkinan akan terjadi kehamilan adalah 30-50% (Prawirohardjo. 2005). sehingga akan mempengaruhi faktor fertilitas pada pasien. STAH dilakukan untuk menghindari resiko operasi yang lebih besar seperti perdarahan yang banyak. 2. keluhan obstruksi pada traktus urinarius dan ukuran uterus sebesar usia kehamilan 12-14 minggu (Hadibroto. Gangguan berkemih maupun obstruksi traktus urinarius g. Namun pada miomektomi secara laparotomi resiko terjadi perlengketan lebih besar. disamping masa penyembuhan paska operasi lebih lama. trauma terhadap organ sekitar seperti usus. 2007). ovarium.e.

prosedur histerektomi laparoskopi memiliki kelebihan kerana masa penyembuhan yang singkat dan angka morbiditas yang rendah dibanding prosedur histerektomi abdominal (Hadibroto. sekonyongkonyong menjadi besar. Selain itu kemungkinan terjadinya perlengketan paska operasi lebih minimal dan masa penyembuhan lebih cepat dibandng histerektomi abdominal. Ini timbul apabila suatu mioma uteri yang selama beberapa tahun tidak membesar. Jadi terapi mioma uteri yang terbaik adalah melakukan histerektomi. pemisahan pembuluh darah uterina dilakukan dari vagina. Pertumbuhan Leiomiosarkoma Yaitu tumor yang tumbuh dari miometrium. di mana kemungkinan timbulnya karsinoma serviks dapat terjadi. 1. Maka histerektomi pervaginam tidak terlihat parut bekas operasi sehingga memuaskan pasien dari segi kosmetik. Pada LAVH dilakukan dengan cara memisahkan adneksa dari dinding pelvik dengan memotong mesosalfing kearah ligamentum kardinale dibagian bawah. histerektomi vaginal dengan bantuan laparoskopi (Laparoscopically assisted vaginal histerectomy / LAVH) dan classic intrafascial serrated edged macromorcellated hysterectomy (CISH) tanpa colpotomy. tumor akan mengalami gangguan sirkulasi akut dengan nekrosis jaringan. dan merupakan 50 – 70 % dari semua sarkoma uteri. di mana lapisan dalam dari serviks dan uterus direseksi menggunakan morselator. (Prawiroharjo. G. perdarahan yang lebih minimal. 1996) . Kalau proses ini terjadi mendadak. Pada TAH. Nekrosis dan Infeksi Pada mioma submukosum. Histerektomi laparoskopi ada bermacam-macam tehnik. Dengan prosedur ini diharapkan dapat mempertahankan integritas lantai pelvik dan mempertahankan aliran darah pada pelvik untuk mencegah terjadinya prolapsus. yang menjadi polip. dimana peritoneum yang dibuka sangat minimal sehingga trauma yang mungkin timbul pada usus dapat diminimalisasi. Secara umum histerektomi vaginal hampir seluruhnya merupakan prosedur operasi ekstraperitoneal. dan akan nampak gambaran klinik dari abdomen akut.dengan melakukan STAH kita meninggalkan serviks. Keunggulan CISH adalah mengurangi resiko trauma pada ureter dan kandung kemih. 1. CISH pula merupakan modifikasi dari STAH. apalagi jika hal itu terjadi sesudah menopause. dimana tindakan operasi tidak melalui insisi pada abdomen. 2005). Dari berbagai pendekatan. Dalam hal ini ada ada kemungkinan gangguan sirkulasi dengan akibat nekrosis dan infeksi sekunder. Histerektomi juga dapat dilakukan pervaginanm. Komplikasi 1. jaringan granulasi yang timbul pada tungkul vagina dapat menjadi sumber timbulnya sekret vagina dan perdaraahn paska operasi di mana keadaan ini tidak terjadi pada pasien yang menjalani STAH. Torsi (putaran tangkai) Ada kalanya tungkai pada mioma uteri subserosum mengalami putaran. resiko infeksi yang lebih minimal dan masa penyembuhan yang cepat. Tetapi yang dijelaskan hanya 2 iaitu.waktu operasi yang lebih cepat. ujung tumor kadang-kadang dapat melalui kanalis servikalis dan dilahirkan di vagina.

Untuk mengetahui lokasi nyeri yang dialami klien. Teknik relaksasi dan nafas dalam dapat meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi tingkat nyeri yang dialami klien 2. Berikan informasi tentang penggunaan Rasional 1. Skala nyeri (1-10) = 1-3. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang operasi Histerektomi FORMAT INTERVENSI KEPERAWATAN Tanggal 14-2-2008 Diagnosa Keperawatan (PTujuan dan Kriteria Hasil E-S) Gangguan rasa nyaman (nyeri Tujuan : akut) berhubungan dengan inflamasi karena penambahan Setelah dilakukan tindakan massa dalam uterus keperawatan selama 2×24 jam. nyeri pada abdomen dapat mengindikasikan kemungkinan terjadinya komplikasi 3. 2. Observasi skala nyeri diperlukan agar kita dapat mengetahui tingkat nyeri yang dialami klien sehingga kita bisa memberikan intervensi yang tepat bagi klien 2. Tentukan luas. RR = 16-24 kali/menit. Kolaborasi dalam pemberian analgesik/nonnarkotik. sedatif. dan intensitas nyeri 1. Anjurkan klien untuk menggunakan kompres hangat 1. Gangguan rasa nyaman (nyeri akut) berhubungan dengan inflamasi karena penambahan massa dalam uterus 1. dan antiemetik. I. lokasi. Myoma yang kambuh kembali (rekurens) setelah myomectomi terjadi pada 15-40% pasien dan 2/3-nya memerlukan tindakan lebih lanjut. Myomectomi yang extensif dan secara significant melibatkan miometrium atau menembus endometrium. Observasi skala nyeri yang dialami klien (1-10) 1. nyeri klien dapat berkurang atau hilang. Rencana (Intervensi) Keperawatan 1. Beri posisi duduk sambil memeluk bantal atau posisi yang dirasa nyaman oleh klien 2. Kompres hangat dapat memvasodilatasi pembuluh darah pada lokasi nyeri sehingga nyeri dapat berkurang . sesuai indikasi bila diperlukan 1. Gangguan eleminasi urin berhubungan dengan penekanan kandung kemih oleh mioma 1. Nadi = 80-100 kali/menit. Dapat memberikan rasa nyaman pada klien 1. 3. maka diharuskan SC (Sectio caesarea) pada persalinan berikutnya. Kriteria hasil : 1.H. Prognosis Histerektomi dengan mengangkat seluruh mioma adalah kuratif. Beri instruksi dalam teknik relaksasi dan teknik nafas dalam 1. Ekspresi klien tidak menunjukkan tanda-tanda nyeri dan tampak rileks.

bersihkan daerah pemasangan kateter satu kali dalamsehari. konsentrasi. turgor kulit baik. bibir lembab dan tidak kering) . meningkatkan kewaspadaan akan keamanan penggunaan dan efek samping 5. Evaluasi masukan dan haluaran dan catat jumlah. kurang pengetahuan tentang operasi Histerektomi Kriteria hasil : 1. Urin dapat keluar lancar dengan warna urin kuning jernih dan baunya khas amonia 2. Untuk menjaga posisi kateter agar pengeluaran urin tidak terhambat 14-2-2008 14-2-2008 Gangguan eleminasi urin berhubungan dengan penekanan kandung kemih oleh mioma Tujuan : 1. Melancarkan pengeluaran urin bila terjadi pengosongan tidak komplet dari kandung kemih dapat terjadi karena penurunan sensasi dan tonus dan sebagain persiapan pre operasi 4. Instruksi khusus tentang penggunaan obat. dan berat jenis urin Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3×24 jam. Evaluasi tanda-tanda vital klien 3. Kolaborasi dalam pemberian cairan perperental dan obat obat untuk melancarkan urine 3. warna. pola eliminasi urin klien dapat Ansietas berhubungan dengan kembali normal. konsentrasi. Palpasi di atas simfisis pubis 1.tertekuk ) 2. menurunkan perhatian terhadap nyeri. Bandingkan masukan dan haluaran dan catat jumlah. monitor intake autput. warna. dan berat jenis urin 1. Penurunan haluaran dapat terjadi karena dehidrasi 3. Pemberian analgesik sangat diperlukan apabila tingkat nyeri klien dalam skala nyeri adalah 710. Palpasi di atas simfisis pubis dapat mendeteksi adanya urin dalam kandung kemih dan derajat kepenuhan. Perhatikanlah apakah posisi selang kateter dalam keadaan baik. Haluaran harus kurang lebih sama dengan masukan. Tidak terdapat tanda-tanda dehidrasi (mata tidak cowong.analgesik yang diresepkan atau yang tidak diresepkan 1. analgesik ini meningkatkan relaksasi. Kolaborasi dalam kateterisasi sebagai persiapan preoperasi 1. periksa keadaan selang kateter (kekakuan. Untuk mengetahui kondisi klien setelah di lakukan intervensi sehingga dapat menentukan tindakan selanjutnya 1. Balance cairan Intake = Output 3. dan mengontrol efek samping tindakan 4. Untuk mengetahui kemampuan dan kondisi klien dalam berkemih 1. mukosa lembab. Pengosongan tidak komplet dari kandung kemih dapat terjadi karena penurunan sensasi dan tonus 2.

meningkatkan pengetahuan klien tentang efek pembedahan terhadap kondisi tubuhnya 2. Jelaskan efek dari pembedahan terhadap menstruasi dan ovulasi 1. mempersiapkan kondisi fisik dan mental pasien dalam menghadapi operasi yang akan dilaksanakan 1. serta mengetahui ada tidaknya tandatanda dehidrasi 1. Diskusi tentang rasional penggunaan therapy yaitu memberikan rasa sehatdan mengurangi resiko osteoporosis Jelaskan resiko penggunaan therapy .Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1×24 jam. Jelaskan bahwa tindakan histerektomi abdominal mempunyai kontraindikasi yang sedikit tapi membutuhkan waktu yang lama untuk pulih. Untuk membantu mempermudah perkemihan klien dan meningkatkan rasa nyaman klien 2. Jika klien memakai therapy estrogen maka ajari klien :  akibat kesalahan posisi kateter 1.serta membantu klien untuk bisa menerima kondisinya 2. mencegah terjadinya kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa memperburuk kondisi klien 1. Catat pola miksi dan monitor pengeluaran urine 1. pengetahuan klien tentang operasi Histerektomi dapat bertambah dan kecemasan klien berkurang Kriteria hasil: 1. Untuk mengetahui balance cairan dan konsentrasi urin. Klien tampak rileks 4. dengan sirklus penggunaannya adalah selama 5 hari kemudian berhenti selama dua hari begitu seterusnya sampai umur menopause. menggunakan anatesi yang banyak dan memberikan rasa nyeri yang sangat setelah operasi 2. Klien mengatakan rasa cemas berkurang 2. Jelaskan bahwa pengangkatan uterus secara total menyebabkan tidak bisa hamil dan menstruasi 2. meningkatkan pengetauan klien tentang proses pembedahan agar tidak terjadi syok 1. Klien kooperatif terhadap prosedur/ berpartisipasi saat pre operasi 3. meningkatkan pengetahuan klien tentang post op. untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang terapi estrogen sehingga cemas berkurang   Bahwa estrogen itu biasanya diberikan dengan dosis rendah. Jelaskan aktivitas yang tidak boleh dilakukan 1. Jelaskan prosedur-prosedur yang harus dilakukan saat pre operasi 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->