Penyelarasan oklusal/occlusal adjustment

Jelita RF, drg.

InterCuspal Position
 Intercuspation

Maksimum : Posisi mandibula ketika ada interdigitation maksimal dan kontak oklusal rahang atas dan gigi antara rahang bawah; juga disebut oklusi sentrik dan posisi intercuspal.

 Pemeriksaan prematuritas interkuspal.  Cara : Pasien diminta untuk mengatupkan gigi belakang secara serentak pada sisi kiri dan kanan pelan-pelan dan kuat-kuat untuk mencapai posisi interkuspal (centric occlusion) setelah pada permukaan gigi diletakkan articulating paper atau lilin indikator oklusal. .

 . Pemeriksaan prematuritas retrusif dilakukan dengan bantuan articulating paper atau lilin khusus untuk pemeriksaan oklusi.Cara pemeriksaan prematuritas pada ICP  Pemeriksaan prematuritas biasanya dilakukan untuk mengungkapkan prematuritas retrusif dan prematuritas interkuspal. Dalam menekan dagu ini harus diperhatikam jangan sampai terasa ada perlawanan dari otot atau ligamen pasien. dengan meminta pasien menutup mulut dalam arah posisi retruded (centric relation). lalu ditekan untuk mencapai posisi paling distal. Untuk pencapaian posisi ini pemeriksa dapat meminta pasien untuk sedikit terbuka dagunya.

daerah prematuritas ditandai dari ketebalan warna kertas yg melekat ke permukaan gigi. . Daerah itu ditandai dgn spidol atau pensil.  Sebaliknya jika menggunakan lilin indikator oklusal.Penilaian :  Bila menggunakan kertas artikulasi. daerah prematuritas ditandai dari daerah lilin yg menjadi tipis atau berlubang.

.

PREMATURITAS PADA ICP  Pengertian : Kontak premature yang terjadi pada posisi centric occlusion atau intercuspal position. .

prematuritas pada lereng vestibular tonjol vestibular gigi premolar dan molar mandibula atau insisal gigi anterior mandibula. Klasifikasi  Kelas I.  Kelas III. prematuritas pada lereng oral tonjol oral gigi premolar dan molar maksila. .  Kelas II. prematuritas pada lereng vestibular tonjol oral gigi premolar dan molar maksila.

Bedah ortognasi .OCCLUSAL ADJUSTMENT  Penyelarasan oklusal : tindakan untuk mengembalikan hubungan fungsional yang menguntungkan bagi periodonsium dengan satu atau lebih prosedur berikut :      Pengasahan gigi Pembuatan restorasi Pencabutan gigi yg menimbulkan hambatan oklusal Mengubah posisi gigi dgn jalan menggerakkan gigi secara ortodonsi.

 Penyelarasan oklusal :  Meyingkirkan tekanan oklusal yg mencederai  Menciptakan stimulasi fungsional utk mempertahankan kes. periodonsium  Tdk terpisahkan .

 Untuk memperbaiki hub kontak gigi yg bersifat traumatik thdp mahkota gigi.  Sebagai bagian perawatan disfungsi mandibula.Koronoplastik (coronoplasty) atau pengasahan selektif (selective grinding).  .  Indikasi prosedur koronoplastik :  Untuk menyelaraskan oklusi pada pasien dgn ciri-ciri klinis trauma karena oklusi.

Sekuens koronoplastik dalam terapi periodontal Koronoplastik dilakukan setelah inflamasi gingiva dan saku periodontal tersingkirkan. Penyakit periodontal migrasi patologis 2. karena : 1. Manfaat koronoplastik tdk maksimal bila inflamasi tdk disembuhkan  .

Koronoplastik setempat : dilakukan apabila cedera akibat trauma hanya melibatkan satu atau beberapa gigi saja. . Koronoplastik  dapat dibedakan atas :  Koronoplastik komprehensif : dilakukan apabila cedera akibat trauma melibatkan banyak gigi sehingga diperlukan perubahan posisi mandibula.

Pengurangan hambatan laterotrusif atau working 8. Penyingkiran hambatan mediotrusif atau balancing 7. Pemolesan permukaan gigi Koronoplastik setempat: prosedur 1. Penyingkiran kontak yg berlebihan pd gigi insisivusdlm posisi interkuspal 5. Pengecekan ulang hub. Menjelaskan koronoplastik pada pasien 2.4 dan 10 . Penyingkiran prematuritas retrusif 3. Penyelarasan posisi interkuspal untuk mendapatkan kontak yg simultan dgn banyak titik kontak 4. Penyingkkiran hambatan protrusif pd gigi posterior 6.3. Penyingkiran disharmoni yg menyolok 9.Tahapan prosedur koronoplastik : 1. kontak gigi geligi 10.

pengasahan dgn sapuan seperti mengecat  dimulai 2-3 mm mesial atau distal prematuritas  mulai tepi oklusal gigi sampai 2-3 mm apikal tanda prematuritas  jangan mengurangi tinggi tonjol gigi .Prosedur Koronoplastik Prematuritas pada ICP  Pengasahan gigi dilakukan dengan 3 prosedur dasar. yaitu : 1. Memperdalam alur (grooving) : mengembalikan kedalaman alur pertumbuhan (developmental groove) yg telah menjadi dangkal akibat keausan oklusal. Membulatkan (spheroiding) : mengurangi prematuritas dan memperbaiki kontur gigi. 2.

Meruncingkan (pointing) : memperbaiki kontur tonjol gigi yang runcing. .3.

Memperdalam alur (grooving) .

Membulatkan (spheroiding) .

Meruncingkan (pointing) .

  Perhatikan !!  Bila kontak gigi dgn gigi antagonisnya berada tidak pada posisi yg tepat.  Bila kontak gigi terlalu tinggi (suprakontak yg sebenarnya) koreksi dilakukan dgn memperdalam kedalaman fossa atau mengurangi tonjol gigi tergantung pada hubungan fossa-tonjol gigi individu. . koreksi dilakukan utk menciptakan kontak tonjol yg lebih ideal. Hasil yang dicapai adalah kontak oklusi bersilang pada posisi interkuspal.

Kontak oklusi bersilang. kiri : tampak proksimal. kanan : tampak oklusal .

 Normal : Tdk ada fremitus atau vibrasi .  Pemeriksaan kontak :  Kertas artikulasi ditempatkan diantara gigi anterior. kertas ditarik tdk koyak (normal )  Cara palpasi: Palpasi dgn jari yg dibasahi pd gigi sewaktu pasien mengatupkan gigi pd posisi interkuspal. pasien mengatupkan gigi dlm posisi interkuspal. Penyingkiran Kontak yg Berlebihan pd Gigi Anterior pd Posisi Interkuspal  Normal : gigi anterior berkontak ringan atau tdk berkontak sama sekali dgn gigi antagonisnya.

terasa setiap titik kontak sama kuatnya menahan kertas artikulasi bila kertas ditarik Bila stetoskop ditempatkan pd kulit didaerah infraorbital. stabil dgn banyak titik kontak Bila kertas artikulasi ditaruh pd gigi posterior. terdengar resonansi yg jelas waktu pasien mengatupkan gigi Pasien tdk merasakan perbedaan sisi kiri dgn kanan bila mengatupkan gerahamnya secara pelanpelan dgn sekuatnya. . Pedoman Penyelarasan Posisi Interkuspal Telah Selesai     Pola kontak gigi geligi sudah bilateral.

 Pemolesan permukaan gigi  Gigi yg diasah akan menjadi kasar harus dipoles hingga licin .