Landasan Hukum Pendidikan

Landasan Hukum Pendidikan (Aspek Legal Formal

)
1. Pendidikan Menurut Undang Undang Dasar 1945 Pasal pasal yang bertalian dengan pendidikan dalam Undang Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal, yaitu pasal 31 dan 32. Pasal 31 mengatur tentang pendidikan kewajiban pemerintah membiayai wajib belajar 9 tahun di SD dan SMP, anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD, dan sistem pendidikan nasional. Sedangkan pasal 32 mengatur tentang kebudayaan. 2. Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang undang ini selain memuat pembaharuan visi dan misi pendidikan nasional, juga terdiri dari 77 Pasal yang mengatur tentang ketentuan umum(istilah-istilah terkait dalam dunia pendidikan), dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional, prinsip penyelenggaraan pendidikan, hak dan kewajiban warga negara, orang tua dan masyarakat, peserta didik, jalur jenjang dan jenis pendidikan, bahasa pengantar, estándar nasional pendidikan, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pendanaan pendidikan, pengelolaan pendidikan, peran serta masyarakat dalam pendidikan, evaluasi akreditasi dan sertifikasi, pendirian satuan pendidikan, penyelenggaraan pendidikan oleh lembaga negara lain, pengawasan, ketentuan pidana, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. 3. Undang Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang undang ini memuat 84 Pasal yang mengatur tentang ketentuan umum(istilah-istilah dalam undang-undang ini), kedudukan fungsi dan tujuan , prinsip profesionalitas, seluruh peraturan tentang guru dan dosen dari kualifikasi akademik, hak dan kewajiban sampai organisasi profesi dan kode etik, sanksi bagi guru dan dosen yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. 4.Undang-Undang yang berkaitan dengan kependidikan : 4.1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badang Hukum Pendidikan 4.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 4.3. PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4.4. Permendiknas No.5 tahun 2006 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun 2006, termasuk pemberian Block Grant/Subsidi Sekolah 4.5. Permendiknas No.22 tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 4.6. Permendiknas No.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 4.7. Permendiknas No.24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Mendiknas No.22 tahun 2006 dan Peraturan Mendiknas No.23 tahun 2006

baik bersifat umum maupun khusus tidak hanya tersirat dalam kebiasaan dan adat istiadat. Dengan begitu guru dapat mewujudkan kegiatan pendidikan secara tepat dan memungkinkan mereka untuk melakukan inovasi dalam bidang pendidikan.47 tahun 2005 tentang PNS yang menduduki Jabatan Rangkap. Perlunya Landasan Hukum Bagi Penyelenggaraan Pendidikan Didalam penyelenggaraan pendidikan perlu adanya landasan hukum.5. 1.21 tahun 2005 tentang Pedoman Pendataan dan Pengolahan Tenaga Honorer. Tentu saja perhatian guru yang utama lebih diarahkan pada bidang pengajaran sesuai dengan tugasnya. perlu memahami landasan hukum penyelenggaraan pendidikan.48 tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS. maka guru tersebut akan lebih siap menerima penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan dan kemungkinan diadakan inovasi dalam bidang pendidikan. tujuan dan pandangan hidup bangsa Indonesia. PP No.2. Yang berhubungan dengan Peraturan Kepegawaian : 5. yang merupakan kepribadian. pemerintah tidak hanya membatasi diri berkenaan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara secara umum. tugas guru baik langsung maupun tidak langsung harus menunjang semua kebijaksanaan pemerintah dan mampu mengikuti perkembangan dan perubahan kebijaksanaan pemerintah tersebut. peraturan pemerintah. Perda Pendidikan di Kabupaten atau Provinsi di Indonesia (Klik gambar di bawah jika belum jelas) Sumber: http://weblogask. 6. Dan kebijaksanaan pemerintah itu dituangkan dalam berbagai bentuk ketetapan yang menjadi landasan hukum bagi para guru dalam mewujudkan . dan Undang-undang. Tidak hanya yang berkenaan langsung dengan pendidikan. Kebijaksanaan pemerintah itu berupa ketentuan-ketentuan.com/2012/06/landasan-hukum-pendidikan-aspeklegal.blogspot. Dengan begitu. bahkan dari berbagai aspek kehidupan yang memungkinkan mereka mengantarkan anak didik untuk memahami hak dan kewajibannya. PP No. hak milik. 5.3.1. Guru sebagai pelaksana pendidikan seyogianya menaruh perhatian terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah tersebut. perkawinan dan pendidikan. 5. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. bahwa dalam penyusunan kebijaksanaan. disimpulkan bahwa guru harus memiliki pedoman dan acuan dalam melaksanakan tugasnya sehingga penyimpangan-penyimpangan dalam bidang pendidikan dapat dihindari.namun pengaturan itu juga menyangkut aspek khusus lain seperti aspek perekonomian. Berdasarkan pembahasan diatas. Akan tetapi dituangkan berupa surat keputusan.html#ixzz25TMYj1sv LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN NASIONAL LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Dalam hal ini. Untuk itu. Oleh karna itu acuan yang harus menjadi dasar landasan hokum system pendidikan nasional adalah pancasila. ketetapan.Tanya kenapa? Karena dalam kenyataannya. Seperti yang tercantum dalampembukaan UUD 1945.guru sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan.

pendidikan nasional adalah sutu sisitem pendidikan yang berlandaskan dan di jiwai oleh suatu filsafat hidup suatu bangsa dan bertujuan untuk mengabdi kepada kepentingan dan cita-cita nasional bangsa tersebut.tugasnya. Dalam UUSPN tahun 1989 bab1 pasal 1. bahwa semua aspek dalam pendidikan nasional akan mencerminkan aktifitas yang di jmjiwai pancasila. Arah. Dengan demikian jelaslah landasan hokum diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan terutama bagi pihak-pihak yang langsung terlibat didalam penyelenggaraan pendidikan tersebut 2. Pendidikan nasional sutu bangsa adalah pelaksanaan pendidikan berdasarkan pada budaya bangsa. Pernyataan di atas mengandung makna. Rumusan pancasila adalah sebagai berikut: Ketuhanan Maha Esa. demikian juga dengan subsistem lainnya termasuk pendidikan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dan Fungsi Pendidikan Nasional . Persatuan Indonesia. Dengan demikian pendidikan nasional suatu Negara di landasi oleh filsafat Negara tersebut. Guru tidak hanya terbatas memahami ketentuan berupa undang-undang pokok dibidang pendidikan melainkan juga ketentuan lain seperti undang-undang dasar. di tetapkan jadi filsafat atau ideology Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 ketika UUD 1945 di sahkan. ayat (2) di cantumkan :” Pendidikan nasional adalah pendidikan berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar pada 1945”. 3. ketetapan MPR (GBHN). Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Landasan Hukum Pendidikan Nasional Sehubungan pendidikan nasional ini sunaryo w. Pancasila sebagai pilihan nilai budaya nasional. Denan demikian dasar dari pendidikan nasional adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. peraturan pemerintah. Ketentuan itulah yang merupakan landasan hukum atau peraturan perundang-undangan untuk mewujudkan kegiatan pendidikan. kehidupan kemasyarakatan dan alam sekitar. bahkan kurikulum yang ditetapkan dengan keputusan menteri dan kode etik guru. Landasan. baik jangka pendek maupun jangka panjang. (1969:3) juga merumuskan . • • • • • Pancasila sebagai dasar Negara merupakan sumber dari norma-norma pokok yang mengatur tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan kehidupan keagamaan. Kemanusiaan yang adil beradab. kepres. UUD 1945 Dan berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. Sistem dan subsistem dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan dijiwai oleh sistem nilai pokok ini. demi kelangsungan kehidupan dan cita-cita bangsa dan Negara.

Negara Republik Indonesia mempunyai peraturan perudang-udangan yang bertingkat. Undang Undang. mulai dari Undang Undang Dasar 1945. Berdasarkan pembahasan diatas pendidikan nasional mempunyai fungsi sebagai alat yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi. Pembangunan disini ialah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Kegiatan pendidikan di Indonesia juga memiliki peraturan sebagai dasar dalam pelaksanaannya. bahwa pancasila merupakan kepribadian. baik yang bersifat idiil. Fungsi yang di maksud sesuai dengan UUSPN nomor 2 tahun 1989 bab II pasal 3. (3) hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional pada tanggal 27 maret 1989. dan pengembangan bangsa Indonesia untuk meningkatkan kehidupan dan martabatnya sehingga tercapai kebahagiaan lahiriah dan batiniah. Sebagai realisasi dari upaya tersebut. Ketetapan sampai dengan surat Keputusan. sehingga pendidikan nasional adalah pendidikan pancasila. maka pendidikan nasional haruslah memungkinkan perkembangan tiga hubungan dasar kehidupan manusia yang meliputi : (1) hubungan manusia dengan sesamanya. pengembangan masyarakat. (2) hubungan manusia dengan alam. pengalaman membuktikan. Dengan demikian sistem pendidikan nasional harus berfungsi mengembangkan bangsa dan kebudayaan nasional. Peraturan Pemerintah. Dengan demikian. jelaslah bahwa pendidikan nasional mempunyai idiil yaitu pancasila. Agar pendidikan nasional mampu mewujudkan manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Oleh karena itu pendidikan nasional terikat oleh ketentuan-ketentuan. tujuan dan pandangan hidup bangsa. dan lingkungannya. Dan untuk dapat memenuhi fungsi tersebut kurikulum harus berisikan komponen-komponen yang dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional. masyarakat. Dengan demikian pedoman yang harus menjadi dasar sistem pendidikan nasional dalam rangka mencerdaaskan hidup bangsa adalah pancasila. Tiap tiap negara memiliki peraturan perundang-undangan sendiri. pengembangan kebudayaan. Nilai yang terkandung dalam pancasila ini akan membatasi atau mengendalikan setiap gerak dalam unsure-unsur pendidikan nasional. Pengertian Landasan Hukum . satu kesatuan budaya dan ekonomi dan kesatuan pertahanan dan keamanan. Pengembangan suatu sistem pendidikan nasional merupakan suatu usaha untuk mewujudkan wawasan nusantara yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik. Hal tersebutlah yang menentukan arah pendidikan nasional.Dalam pembukaan UUD 1945 dicantumkan bahwa filsafat Negara kita adalah pancasila. konstitusional maupun operasional. Oleh sebab itu arah dan fungsi utama sistem pendidikan nasional itu adalah mengembangkan manusia.

2.Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat berpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. dan sistem pendidikan nasional. pengawasan. peserta didik. 3. jalur jenjang dan jenis pendidikan. kognisi dan psic . Pendidikan Menurut Undang Undang Dasar 1945 Pasal pasal yang bertalian dengan pendidikan dalam Undang Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal. pendidik dan tenaga kependidikan. Undang Undang No. penyelenggaraan pendidikan oleh lembaga negara lain. cara membuat persiapan. Sebagai konsekuensi dari beragamnya kemampuan dan minat siswa serta dibutuhkannya tenaga verja menengah yang banyak maka perlu diciptakan berbagai ragam sekolah kejuruan. Sedangkan pasal 32 mengatur tentang kebudayaan. ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. bahasa pengantar. yang sebagian besar dikembangkan sendiri oleh para pendidik. ketentuan pidana. orang tua dan masyarakat. prinsip profesionalitas. dasar. contohnya aturan cara mengajar. Pasal 31 mengatur tentang pendidikan kewajiban pemerintah membiayai wajib belajar 9 tahun di SD dan SMP. 4. tetapi juga mempelajari cara membina tenaga pembantu dan mengusahakan alat-alat bekerja. pendirian satuan pendidikan. prinsip penyelenggaraan pendidikan. kedudukan fungsi dan tujuan . seluruh peraturan tentang guru dan dosen dari kualifikasi akademik. yaitu pasal 31 dan 32. pengelolaan pendidikan. fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Ada perbedaan yang jelas antara pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Implikasi Konsep Pendidikan Sebagai implikasi dari landasan hukum pendidikan. peran serta masyarakat dalam pendidikan. hak dan kewajiban warga negara. Untuk merealisasikan terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya maka perlu perhatian yang sama terhadap pengembangan afeksi. Undang Undang No. juga terdiri dari 77 Pasal yang mengatur tentang ketentuan umum(istilah-istilah terkait dalam dunia pendidikan). pendanaan pendidikan. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang undang ini memuat 84 Pasal yang mengatur tentang ketentuan umum(istilah-istilah dalam undangundang ini). anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD. supervisi. kurikulum. hak dan kewajiban sampai organisasi profesi dan kode etik. Tetapi tidak semua kegiatan pendidikan dilandasi oleh aturan-aturan baku ini. estándar nasional pendidikan. evaluasi akreditasi dan sertifikasi. sarana dan prasarana pendidikan. ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang undang ini selain memuat pembaharuan visi dan misi pendidikan nasional. sanksi bagi guru dan dosen yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya. Pendidikan profesional tidak cukup hanya menyiapkan ahli dalam menerapkan statu teori. dalam hal ini kegiatan pendidikan. maka pengembangan konsep pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut: 1.

Bela Negara. 6. contoh dan keterampilan yang dibutuhkan di daerah setempat. Semangat perjuangan bangsa indonesia dalam mengisi kemerdekaan dan menghadapi globalisasi. Semangat perjuangan bangsa yang tidak mengenal menyerah harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia.Untuk pembekalan kepada para mahasiswa di indonesia berkenaan dengan pemupukan nilai-nilai.sikap dan perilaku. 14 Tahun 2005. khususnya dibidang informasi. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 1.Ilmu Sosial Dasar.secara berguna dan bermakna serta mampu mengantisipasi hari depan msereka yang selalu berunah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya. Semangat perjuangan bangsa mengalami pasang surut sesuai dinamika perjalanan kehidupan yang disebabkan antara lain pengaruh globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK.sikap dan kepribadian.bangsa. . Dan Landasan Hukum Pendidikan Kewarganegaraan. cinta tanah air serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi utuh dan tegaknya NKRI. Latar Belakang . sikap dan tindakan masyarakat Indonesia. Kondisi yang demikian menciptakan struktur kehidupan bermasyarakat. untuk kemajuan di bidang pendidikan. Perlu diselenggarakan suatu kegiatan badan kerjasama antara sekolah masyarakat dan orang tua untuk menampung aspirasi. 3. Sumber: Undang undang No.bermoral keagamaan dan berkepribadian indonesia. No.berwawasan budaya bangsa. Dalam kehidupan kampus di seluruh perguruan tinggi indonesia. sehingga dunia menjadi transparan yang seolah-olah menjadi kampung sedunia tanpa mengenal batas negara.menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya.dilanjutkan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan. 20 Tahun 2003.yang disebut Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK).maka pendidikan tinggi tidak dapat mengabaikan realita kehidupan yang mengglobal yang digambarka sebagai perubahan kehidupan yang penuh dengan paradoksal dan ketidak keterdugaan.warga bangsa dan negara.Selaku warga masyarakat. mengawasi pelaksanaan pendidikan. berbangsa dan bernegara Indonesia serta mempengaruhi pola pikir.diandalkan kepada pendidikan pancasila. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Latar Belakang dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan Pada hakekatnya pendidikan adalah upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya. Perjalanan panjang sejarah Bangsa Indonesia sejak era sebelum dan selama penjajahan . Warga negara Indonesia perlu memiliki wawasan dan kesadaran bernegara. Tujuan . Kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda diharap bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilainulai kejuangan bangsa yang dilandasi jiwa. 5. Pengertian Bangsa Dan Negara. Komunikasi dan Transportasi. 7.tekad dan semangat kebangsaan.komotor pada semua tingkat pendidikan.Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar sebagai latar aplikasi nilai dalma kehidupan. Pendidikan humaniora perlu lebih menekankan pada pelaksanaan dalam kehidupan seharí-hari agar pembudayaan nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah dicapai. alat. Isi kurikulum mulok agar disesuaikna dengan norma-norma.harus dikembangkan menjadi lingkungan ilmiah yang dinamik.negara dan hubungan international. 2.

Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama– sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan. b. Menguasai pengetahuan dan memahami aneka ragam masalah dasar kehidupan masyarakat. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Maksud dan Tujuan a. hak dan kewajiban Warganegara dalam upaya bela negara. 3. Tujuan Agar para mahasiswa memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya secara santun. kesamaan kedudukan Warganegara di dalam hukum dan pemerintahan. Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Pasal 31 (1). Pasal 27 (3). c. cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa dan negara. 1. bangsa dan negara yang akan diatasi dengan pemikiran berdasarkan Pancasila. patriotisme. Manusia pun bersatu (membentuk negara) untuk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama Di dalam prakteknya. Landasan hukum Pendidikan Kewarganegaraan 1. d. Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan. UUD 1945 a. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional secara kritis dan betanggung jawab. Kondisi Alam => Berkembang Manusia => Tumbuh Negara. agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. termasuk adanya negara. hak Warganegara mendapatkan pendidikan. alinea kedua dan keempat (cita-cita. b. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu dimuka bumi. 2011 Pengertian Bangsa dan Negara Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara–caranya. terbentuknya negara dapat pula disebabkan karena : * Penaklukan * Peleburan . hak dan kewajiban Warganegara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Teori Ketuhanan. 2. Teori terbentuknya negara Teori Hukum Alam (Plato dan Aristoteles). tujuan dan aspirasi Bangsa Indonesia tentang kemerdekaanya). Pembukaan UUD 1945. Manusia menghadapi kondisi alam dan timbulah kekerasan. Pasal 27 (1). Maksud Untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta PPBN sebagai bekal. e. Teori Perjanjian (Thomas Hobbes). jujur dan demokratis serta ikhlas. Pengertian Bangsa dan Negara April 16. Pasal 30 (1).

rakyat atau masyarakat. Unsur Negara Konstitutif.Menghargai hak orang lain . darat.Melaksanakan aturan hukum (taat hukum). Pemahaman Hak Dan Kewajiban Warga Negara Hak warga negara. . Negara meliputi wilayah udara. Bentuk Negara Negara kesatuan Negara Kesatuan dengan sistem sentralisasi Negara Kesatuan dengan sistem desentralisasi Negara serikat. pengakuan dari negara lain baik secara de jure dan de facto dan ikut dalam perhimpunan bangsa–bangsa. dan pemerintahan yang berdaulat Deklaratif. di dalam negara ada negara yaitu negara bagian. 2. misalnya PBB. undang–undang dasar.* Pemisahan diri * Pendudukan atas negara/wilayah yang belum ada pemerintahannya. Negara mempunyai tujuan. dan perairan (unsur perairan tidak mutlak). 3.Bayar Pajak dll . Hak–hak asasi manusia dan warga negara menurut UUD 1945 Kewajiban warga negara : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful