P. 1
Landasan Hukum Pendidikan

Landasan Hukum Pendidikan

|Views: 414|Likes:
Published by Fauzan Alfarizi

More info:

Published by: Fauzan Alfarizi on Oct 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2014

pdf

text

original

Landasan Hukum Pendidikan (Aspek Legal Formal

)
1. Pendidikan Menurut Undang Undang Dasar 1945 Pasal pasal yang bertalian dengan pendidikan dalam Undang Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal, yaitu pasal 31 dan 32. Pasal 31 mengatur tentang pendidikan kewajiban pemerintah membiayai wajib belajar 9 tahun di SD dan SMP, anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD, dan sistem pendidikan nasional. Sedangkan pasal 32 mengatur tentang kebudayaan. 2. Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang undang ini selain memuat pembaharuan visi dan misi pendidikan nasional, juga terdiri dari 77 Pasal yang mengatur tentang ketentuan umum(istilah-istilah terkait dalam dunia pendidikan), dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional, prinsip penyelenggaraan pendidikan, hak dan kewajiban warga negara, orang tua dan masyarakat, peserta didik, jalur jenjang dan jenis pendidikan, bahasa pengantar, estándar nasional pendidikan, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pendanaan pendidikan, pengelolaan pendidikan, peran serta masyarakat dalam pendidikan, evaluasi akreditasi dan sertifikasi, pendirian satuan pendidikan, penyelenggaraan pendidikan oleh lembaga negara lain, pengawasan, ketentuan pidana, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. 3. Undang Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang undang ini memuat 84 Pasal yang mengatur tentang ketentuan umum(istilah-istilah dalam undang-undang ini), kedudukan fungsi dan tujuan , prinsip profesionalitas, seluruh peraturan tentang guru dan dosen dari kualifikasi akademik, hak dan kewajiban sampai organisasi profesi dan kode etik, sanksi bagi guru dan dosen yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. 4.Undang-Undang yang berkaitan dengan kependidikan : 4.1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badang Hukum Pendidikan 4.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 4.3. PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4.4. Permendiknas No.5 tahun 2006 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun 2006, termasuk pemberian Block Grant/Subsidi Sekolah 4.5. Permendiknas No.22 tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 4.6. Permendiknas No.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 4.7. Permendiknas No.24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Mendiknas No.22 tahun 2006 dan Peraturan Mendiknas No.23 tahun 2006

Perda Pendidikan di Kabupaten atau Provinsi di Indonesia (Klik gambar di bawah jika belum jelas) Sumber: http://weblogask. bahwa dalam penyusunan kebijaksanaan. Akan tetapi dituangkan berupa surat keputusan. tugas guru baik langsung maupun tidak langsung harus menunjang semua kebijaksanaan pemerintah dan mampu mengikuti perkembangan dan perubahan kebijaksanaan pemerintah tersebut.3. 6.Tanya kenapa? Karena dalam kenyataannya. hak milik. perlu memahami landasan hukum penyelenggaraan pendidikan. Guru sebagai pelaksana pendidikan seyogianya menaruh perhatian terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah tersebut.com/2012/06/landasan-hukum-pendidikan-aspeklegal. disimpulkan bahwa guru harus memiliki pedoman dan acuan dalam melaksanakan tugasnya sehingga penyimpangan-penyimpangan dalam bidang pendidikan dapat dihindari. PP No. perkawinan dan pendidikan.blogspot. yang merupakan kepribadian.namun pengaturan itu juga menyangkut aspek khusus lain seperti aspek perekonomian. dan Undang-undang. Dengan begitu.guru sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara No.48 tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS. Dan kebijaksanaan pemerintah itu dituangkan dalam berbagai bentuk ketetapan yang menjadi landasan hukum bagi para guru dalam mewujudkan .47 tahun 2005 tentang PNS yang menduduki Jabatan Rangkap. ketetapan. 5. Untuk itu. Tentu saja perhatian guru yang utama lebih diarahkan pada bidang pengajaran sesuai dengan tugasnya. Berdasarkan pembahasan diatas. 5. Seperti yang tercantum dalampembukaan UUD 1945. pemerintah tidak hanya membatasi diri berkenaan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara secara umum. Yang berhubungan dengan Peraturan Kepegawaian : 5. Tidak hanya yang berkenaan langsung dengan pendidikan.html#ixzz25TMYj1sv LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN NASIONAL LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan Dalam hal ini.21 tahun 2005 tentang Pedoman Pendataan dan Pengolahan Tenaga Honorer. tujuan dan pandangan hidup bangsa Indonesia.2. maka guru tersebut akan lebih siap menerima penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan dan kemungkinan diadakan inovasi dalam bidang pendidikan. Kebijaksanaan pemerintah itu berupa ketentuan-ketentuan.5. PP No. Perlunya Landasan Hukum Bagi Penyelenggaraan Pendidikan Didalam penyelenggaraan pendidikan perlu adanya landasan hukum.1. Oleh karna itu acuan yang harus menjadi dasar landasan hokum system pendidikan nasional adalah pancasila. 1. bahkan dari berbagai aspek kehidupan yang memungkinkan mereka mengantarkan anak didik untuk memahami hak dan kewajibannya. peraturan pemerintah. Dengan begitu guru dapat mewujudkan kegiatan pendidikan secara tepat dan memungkinkan mereka untuk melakukan inovasi dalam bidang pendidikan. baik bersifat umum maupun khusus tidak hanya tersirat dalam kebiasaan dan adat istiadat.

Pendidikan nasional sutu bangsa adalah pelaksanaan pendidikan berdasarkan pada budaya bangsa. Dalam UUSPN tahun 1989 bab1 pasal 1. (1969:3) juga merumuskan . di tetapkan jadi filsafat atau ideology Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 ketika UUD 1945 di sahkan. Arah. peraturan pemerintah. ketetapan MPR (GBHN). Landasan. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Pancasila sebagai pilihan nilai budaya nasional. bahkan kurikulum yang ditetapkan dengan keputusan menteri dan kode etik guru. Dengan demikian jelaslah landasan hokum diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan terutama bagi pihak-pihak yang langsung terlibat didalam penyelenggaraan pendidikan tersebut 2. Landasan Hukum Pendidikan Nasional Sehubungan pendidikan nasional ini sunaryo w. Guru tidak hanya terbatas memahami ketentuan berupa undang-undang pokok dibidang pendidikan melainkan juga ketentuan lain seperti undang-undang dasar. demi kelangsungan kehidupan dan cita-cita bangsa dan Negara. demikian juga dengan subsistem lainnya termasuk pendidikan.tugasnya. bahwa semua aspek dalam pendidikan nasional akan mencerminkan aktifitas yang di jmjiwai pancasila. Persatuan Indonesia. pendidikan nasional adalah sutu sisitem pendidikan yang berlandaskan dan di jiwai oleh suatu filsafat hidup suatu bangsa dan bertujuan untuk mengabdi kepada kepentingan dan cita-cita nasional bangsa tersebut. 3. ayat (2) di cantumkan :” Pendidikan nasional adalah pendidikan berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar pada 1945”. Dengan demikian pendidikan nasional suatu Negara di landasi oleh filsafat Negara tersebut. kehidupan kemasyarakatan dan alam sekitar. Pernyataan di atas mengandung makna. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Denan demikian dasar dari pendidikan nasional adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UUD 1945 Dan berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. • • • • • Pancasila sebagai dasar Negara merupakan sumber dari norma-norma pokok yang mengatur tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan kehidupan keagamaan. Sistem dan subsistem dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan dijiwai oleh sistem nilai pokok ini. Kemanusiaan yang adil beradab. kepres. Ketentuan itulah yang merupakan landasan hukum atau peraturan perundang-undangan untuk mewujudkan kegiatan pendidikan. dan Fungsi Pendidikan Nasional . Rumusan pancasila adalah sebagai berikut: Ketuhanan Maha Esa.

Pembangunan disini ialah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Pengembangan suatu sistem pendidikan nasional merupakan suatu usaha untuk mewujudkan wawasan nusantara yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik. Negara Republik Indonesia mempunyai peraturan perudang-udangan yang bertingkat. Dan untuk dapat memenuhi fungsi tersebut kurikulum harus berisikan komponen-komponen yang dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional.Dalam pembukaan UUD 1945 dicantumkan bahwa filsafat Negara kita adalah pancasila. Ketetapan sampai dengan surat Keputusan. Sebagai realisasi dari upaya tersebut. Undang Undang. Dengan demikian pedoman yang harus menjadi dasar sistem pendidikan nasional dalam rangka mencerdaaskan hidup bangsa adalah pancasila. mulai dari Undang Undang Dasar 1945. Fungsi yang di maksud sesuai dengan UUSPN nomor 2 tahun 1989 bab II pasal 3. Oleh sebab itu arah dan fungsi utama sistem pendidikan nasional itu adalah mengembangkan manusia. konstitusional maupun operasional. Dengan demikian. satu kesatuan budaya dan ekonomi dan kesatuan pertahanan dan keamanan. baik yang bersifat idiil. Kegiatan pendidikan di Indonesia juga memiliki peraturan sebagai dasar dalam pelaksanaannya. Dengan demikian sistem pendidikan nasional harus berfungsi mengembangkan bangsa dan kebudayaan nasional. pengalaman membuktikan. tujuan dan pandangan hidup bangsa. bahwa pancasila merupakan kepribadian. Tiap tiap negara memiliki peraturan perundang-undangan sendiri. sehingga pendidikan nasional adalah pendidikan pancasila. Peraturan Pemerintah. pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional pada tanggal 27 maret 1989. Berdasarkan pembahasan diatas pendidikan nasional mempunyai fungsi sebagai alat yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi. pengembangan kebudayaan. Nilai yang terkandung dalam pancasila ini akan membatasi atau mengendalikan setiap gerak dalam unsure-unsur pendidikan nasional. pengembangan masyarakat. Hal tersebutlah yang menentukan arah pendidikan nasional. maka pendidikan nasional haruslah memungkinkan perkembangan tiga hubungan dasar kehidupan manusia yang meliputi : (1) hubungan manusia dengan sesamanya. jelaslah bahwa pendidikan nasional mempunyai idiil yaitu pancasila. (2) hubungan manusia dengan alam. Agar pendidikan nasional mampu mewujudkan manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. dan lingkungannya. Oleh karena itu pendidikan nasional terikat oleh ketentuan-ketentuan. dan pengembangan bangsa Indonesia untuk meningkatkan kehidupan dan martabatnya sehingga tercapai kebahagiaan lahiriah dan batiniah. masyarakat. (3) hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian Landasan Hukum .

sarana dan prasarana pendidikan. Undang Undang No. Sedangkan pasal 32 mengatur tentang kebudayaan. yaitu pasal 31 dan 32. pendidik dan tenaga kependidikan. cara membuat persiapan. Untuk merealisasikan terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya maka perlu perhatian yang sama terhadap pengembangan afeksi. maka pengembangan konsep pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut: 1. estándar nasional pendidikan. juga terdiri dari 77 Pasal yang mengatur tentang ketentuan umum(istilah-istilah terkait dalam dunia pendidikan).Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat berpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. penyelenggaraan pendidikan oleh lembaga negara lain. kognisi dan psic . evaluasi akreditasi dan sertifikasi. Undang Undang No. dan sistem pendidikan nasional. Tetapi tidak semua kegiatan pendidikan dilandasi oleh aturan-aturan baku ini. Ada perbedaan yang jelas antara pendidikan akademik dan pendidikan profesional. 2. contohnya aturan cara mengajar. hak dan kewajiban sampai organisasi profesi dan kode etik. hak dan kewajiban warga negara. fungsi dan tujuan pendidikan nasional. anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD. Implikasi Konsep Pendidikan Sebagai implikasi dari landasan hukum pendidikan. bahasa pengantar. tetapi juga mempelajari cara membina tenaga pembantu dan mengusahakan alat-alat bekerja. peran serta masyarakat dalam pendidikan. supervisi. jalur jenjang dan jenis pendidikan. prinsip profesionalitas. 3. Pendidikan Menurut Undang Undang Dasar 1945 Pasal pasal yang bertalian dengan pendidikan dalam Undang Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal. Pendidikan profesional tidak cukup hanya menyiapkan ahli dalam menerapkan statu teori. peserta didik. pengelolaan pendidikan. pengawasan. ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang undang ini memuat 84 Pasal yang mengatur tentang ketentuan umum(istilah-istilah dalam undangundang ini). prinsip penyelenggaraan pendidikan. Sebagai konsekuensi dari beragamnya kemampuan dan minat siswa serta dibutuhkannya tenaga verja menengah yang banyak maka perlu diciptakan berbagai ragam sekolah kejuruan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang undang ini selain memuat pembaharuan visi dan misi pendidikan nasional. kedudukan fungsi dan tujuan . yang sebagian besar dikembangkan sendiri oleh para pendidik. dasar. seluruh peraturan tentang guru dan dosen dari kualifikasi akademik. kurikulum. ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. dalam hal ini kegiatan pendidikan. pendanaan pendidikan. 4. orang tua dan masyarakat. sanksi bagi guru dan dosen yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya. pendirian satuan pendidikan. Pasal 31 mengatur tentang pendidikan kewajiban pemerintah membiayai wajib belajar 9 tahun di SD dan SMP. ketentuan pidana.

Bela Negara. No. 14 Tahun 2005. Isi kurikulum mulok agar disesuaikna dengan norma-norma. contoh dan keterampilan yang dibutuhkan di daerah setempat. Kondisi yang demikian menciptakan struktur kehidupan bermasyarakat.berwawasan budaya bangsa. Tujuan .negara dan hubungan international. Pengertian Bangsa Dan Negara. sehingga dunia menjadi transparan yang seolah-olah menjadi kampung sedunia tanpa mengenal batas negara. berbangsa dan bernegara Indonesia serta mempengaruhi pola pikir.sikap dan perilaku. Warga negara Indonesia perlu memiliki wawasan dan kesadaran bernegara. untuk kemajuan di bidang pendidikan. Dan Landasan Hukum Pendidikan Kewarganegaraan.tekad dan semangat kebangsaan. 2.menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya. 20 Tahun 2003. 7.Ilmu Sosial Dasar. Kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda diharap bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilainulai kejuangan bangsa yang dilandasi jiwa. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 1. Perlu diselenggarakan suatu kegiatan badan kerjasama antara sekolah masyarakat dan orang tua untuk menampung aspirasi.komotor pada semua tingkat pendidikan.sikap dan kepribadian.yang disebut Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK).warga bangsa dan negara. mengawasi pelaksanaan pendidikan. Komunikasi dan Transportasi. 6. Semangat perjuangan bangsa mengalami pasang surut sesuai dinamika perjalanan kehidupan yang disebabkan antara lain pengaruh globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK. Sumber: Undang undang No.secara berguna dan bermakna serta mampu mengantisipasi hari depan msereka yang selalu berunah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya. Semangat perjuangan bangsa indonesia dalam mengisi kemerdekaan dan menghadapi globalisasi. Perjalanan panjang sejarah Bangsa Indonesia sejak era sebelum dan selama penjajahan . Dalam kehidupan kampus di seluruh perguruan tinggi indonesia. Latar Belakang . .harus dikembangkan menjadi lingkungan ilmiah yang dinamik. sikap dan tindakan masyarakat Indonesia. 5.bermoral keagamaan dan berkepribadian indonesia.maka pendidikan tinggi tidak dapat mengabaikan realita kehidupan yang mengglobal yang digambarka sebagai perubahan kehidupan yang penuh dengan paradoksal dan ketidak keterdugaan.Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar sebagai latar aplikasi nilai dalma kehidupan.diandalkan kepada pendidikan pancasila.Selaku warga masyarakat. cinta tanah air serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi utuh dan tegaknya NKRI. khususnya dibidang informasi.bangsa. alat.dilanjutkan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan. Pendidikan humaniora perlu lebih menekankan pada pelaksanaan dalam kehidupan seharí-hari agar pembudayaan nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah dicapai. Semangat perjuangan bangsa yang tidak mengenal menyerah harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia.Untuk pembekalan kepada para mahasiswa di indonesia berkenaan dengan pemupukan nilai-nilai. 3. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Latar Belakang dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan Pada hakekatnya pendidikan adalah upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya.

alinea kedua dan keempat (cita-cita. tujuan dan aspirasi Bangsa Indonesia tentang kemerdekaanya). Pasal 30 (1).Maksud dan Tujuan a. 3. e. b. d. agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan. Manusia menghadapi kondisi alam dan timbulah kekerasan. 1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. hak dan kewajiban Warganegara dalam upaya bela negara. bangsa dan negara yang akan diatasi dengan pemikiran berdasarkan Pancasila. hak Warganegara mendapatkan pendidikan. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional secara kritis dan betanggung jawab. Tujuan Agar para mahasiswa memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya secara santun. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu dimuka bumi. 2011 Pengertian Bangsa dan Negara Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Maksud Untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta PPBN sebagai bekal. Pasal 27 (1). Manusia pun bersatu (membentuk negara) untuk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama Di dalam prakteknya. c. hak dan kewajiban Warganegara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. terbentuknya negara dapat pula disebabkan karena : * Penaklukan * Peleburan . kesamaan kedudukan Warganegara di dalam hukum dan pemerintahan. jujur dan demokratis serta ikhlas. Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama– sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut. Pembukaan UUD 1945. Pengertian Bangsa dan Negara April 16. Teori Ketuhanan. Menguasai pengetahuan dan memahami aneka ragam masalah dasar kehidupan masyarakat. Landasan hukum Pendidikan Kewarganegaraan 1. cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa dan negara. manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara–caranya. Teori Perjanjian (Thomas Hobbes). 2. patriotisme. UUD 1945 a. Teori terbentuknya negara Teori Hukum Alam (Plato dan Aristoteles). Kondisi Alam => Berkembang Manusia => Tumbuh Negara. b. termasuk adanya negara. Pasal 27 (3). Pasal 31 (1). Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan.

. Hak–hak asasi manusia dan warga negara menurut UUD 1945 Kewajiban warga negara : . Pemahaman Hak Dan Kewajiban Warga Negara Hak warga negara.* Pemisahan diri * Pendudukan atas negara/wilayah yang belum ada pemerintahannya. 2.Melaksanakan aturan hukum (taat hukum). Bentuk Negara Negara kesatuan Negara Kesatuan dengan sistem sentralisasi Negara Kesatuan dengan sistem desentralisasi Negara serikat. dan perairan (unsur perairan tidak mutlak). dan pemerintahan yang berdaulat Deklaratif. 3. Negara mempunyai tujuan. pengakuan dari negara lain baik secara de jure dan de facto dan ikut dalam perhimpunan bangsa–bangsa.Bayar Pajak dll . misalnya PBB. darat. Negara meliputi wilayah udara. undang–undang dasar. Unsur Negara Konstitutif.Menghargai hak orang lain . rakyat atau masyarakat. di dalam negara ada negara yaitu negara bagian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->