P. 1
Pola Pikir Keilmuan (Tugas Filsafat Imu)

Pola Pikir Keilmuan (Tugas Filsafat Imu)

|Views: 128|Likes:

More info:

Published by: Deejay Satugus Susanto on Oct 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

Nama Nim Fakultas Jurusan Semester Tahun

: Satugus Susanto,SE.SH. : 1292461019 : Hukum Udayana : Magister Kenotariatan :1 : 2012

A. Pola Pikir Keilmuan 1. Aliran-aliran dalam penggetahuan a. Rasoinalisme Aliran ini berpendapat bahwa sumber penggetahuan yang mencukupi dan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal) b. Empirisme Aliran ini berpendapat, bahwa empiris atau pengalamlah yang menjadi sumber penggetahuan baik pengalaman yang batiniah maupun lahiriah. c. Kritisme Penyelesaian pertentangan antara rasionalisme danempirisme kehendak diselesaikan oleh umanuel kant dengan kritismenya. d. Positivisme Positivisme berpangkal dari apa yang telah di ketahui, yanng faktual dan yang positif. 2. Metode ilmiah metode ilmiah secara garis besar ada dua macam,yaitu sebagai berikut a. Metode ilmiah yang bersifat umum Metode ilmiah yang bersifat umum masih dapat dibagi dua,yaitu metode analitiko-sintesis dan metode nono deduksi b. Metode penyelidikan ilmiah Metode penyelidikan dibagi menjadi dua,yaitu metode penyelidikan yang berbentuk daur atau metode siklus empiris

dan metode vertikal yang berbentuk garis lempang atau metode linier. 3.Sarana berpikir ilmiah Sarana berpikir ilmiah pada dasarnya ada tiga yakni; a. Bahasa ilmiah, yaitu kalimat berita yang merupakan suatu pernyataan atau pendapatpendapat. b. Bahasa logika dan matematika, merupakan dua pengetahuan yang selalu berhubungan erat, yang keduanya sebagai sarana berpikir deduktif. Baik logika maupun matematika mempunyai sifat yang konsep yang berlaku umum. Kesimpulan : Metode ilmiah diperlukan latihan. Skala dan intensitas penelitian dapat diperbesar sesuaidengan tahap – tahap pendidikan dan mencapai puncaknya pada fase terakhir proses pendidikannya dimana seseorang harus menyusun sebuah karya ilmiah yang berbentuk makalah, skripsi, tesis, atau disertasi. lebih mementingkan bentuk logis pernyataan-pernyataannya jelas.

c. Logika dan statistika, mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif untuk

B. Hakikat Ilmu Metode ilmiah adalah cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu tercantum dalam apa yang dinamakan metode ilmiah. Metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu.Proses kegiatan ilmiah dimulai ketika manusia mengamati sesuatu ( objek ). Dari pengamatan ini timbul permasalahan. Ada masalah maka proses berpikir dimulai.Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai permasalahan yang dihadapinya. Karena masalah yang dihadapinya adalah masalah nyata maka ilmu mencari jawabannya pada dunia nyata pula. Ilmu dimulai dengan fakta maka diakhiri dengan fakta pula. Teori merupakan suatu abstrak intlektual yaitu pendekatan rasional digabungkan dengan pengalaman empiris.Artinya teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan objekyang dijelaskannya. Suatu penjelasan harus didukung oleh fakta emfiris untuk dapat dinyatakan benar. Inilah yang disebut dengan metode ilmiah. . Secara rasional ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan komulatif sedangkan secara emfiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai dengan fakta dan yang tidak. a.Syarat Teori Ilmiah Teori ilmiah harus memenuhi syarat utama : 1) Harus konsisten dengan teori –teori sebelumnya. 2) Harus cocok dengan fakta-fakta empiris. b. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Ilmiah: 1) Perumusan Masalah . Perumusan masalah merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batasbatasnya serta dapat di identifikasikan faktor-faktor yang terkait didalamnya. 2) Penyusunan kerangkah berpikir dalam pengajuan hipotesa. Penyusunan kerangkah ini merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengkait dan membentuk kontelasi permasalahan. Kerangkah berpikir ini disusun secara rasional

berdasarkan memperhatikan faktor-

premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan faktor empiris yang relevan dengan permasalahan.

3) Perumusan Hipotesis. Perumusan hipotesis merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangkah berpikir yang dikembangkan. 4) Pengujian hipotesis Pengujian hipotesis merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. 5) Penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis diajukan itu ditolak atau diterima.Seandainya hipotesis itu didukung oleh fakta yang cukup maka oleh hipotesis itu diterima. Sebaliknya dalam pengujian hipotesis itu tidak didukung fakta yang cukup maka hipotesis itu ditolak.Hipotesis yang diterimah dianggap pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan. Kesimpulan : Jadi tape dan kangker sebuah dialog tentang hakikat ilmu harus menjalankan langkah - langkah tertentu yang harus ditempuh agar suatu penelitian disebut ilmiah.Metode ilmiah adalah penting bukan saja dalam proses penemuan pengetahuan namun dalam mengkomunikasihkan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuan. Dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secarakonsisten dan kebenarannya harus teruji secara empiris.

C. Membudayakan Berpikir Ilmiah

Seperti diketahui bahwa berpikir adalah kegiatan mental yang menghasilkan pengetahuan. Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran, dengan menggunakan metode berpikir ilmiah manusia bisa terus meng Up date pengetahuan menggali dan mengembangkannya. Sifat ingin tahu pada diri manusia mendorong manusia mengungkapkan pengetahuan, meski dengan cara dan pendekatan yang berbeda. Dijelaskan bahwa manusia mampu mengembangkan pengetahuannya karena dua hal : 1. Manusia mempunyai bahasa yang dapat dijadikan media untuk mengkomunikasikan informasi dan jalan pikirannya 2. Manusia memiliki kemampuan berpikir berdasarkan suatu alur dan kerangka berpikir tertentu, dengan kata lain, bahasa yang komunikatif dan nalar memungkinkan manusia mengembangkan pengetahuannya, dan nalar sebagai bagian dari kegiatan berpikir memiliki dua ciri utama yaitu logis dan analitis Secara historis, terdapat cara manusia memperoleh pengetahuan yang tadi disebut sebagai pelekat kemajuan manusia, keempat cara tersebut adalah: 1) berpegang pada sesuatu yang sudah ada (metode keteguhan); 2) merujuk kepada pendapat ahli (metode otoritas); 3) berpegang pada intuisi (metode intuisi); 4) menggunakan metode ilmiah. Cara pertama Sampai cara ketiga, disebut sebagai cara kebanyakan orang, atau orang awam dan cenderung tidak efisien, dan kurang produktif bahkan terkadang tidak objektif dan tidak rasional. Sedangkan cara terakhir, yaitu metode ilmiah adalah cara ilmiah yang dipandang lebih rasional, objektif, efektif dan efisien. Cara yang keempat ini adalah cara bagaimana para ilmuwan memperoleh ilmu yang dalam prakteknya metode ilmiah untuk mengungkapkan dan mengembangkan ilmu dikerjakan melalui cara kerja penelitian.Bahwa manusia disadari atau tidak akan selalu menghadapi masalah, manusia selalu dituntut untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya bagaimana seorang nelayan agar bisa mendapatkan ikan yang banyak, petani agar tanamannya tidak diserang hama dengan hasil yang memuaskan, termasuk bagaimana cara mendidik anak tentu semua itu ada metode penyelesaiannya terlepas dari apakah permasalahan itu dasar empat

modusnya sama dengan yang pernah terjadi dulu sekalipun dengan tantangan baru maka metode penyelesaiannya pun harus baru pula. Karena itulah tuhan memberikan manusia akal pikiran, agar manusia mengoptimalkan fasilitas yang suduh diberikan oleh tuhannya agar bisa menjawab tantangan zaman dan permasalahan yang muncul dengan seting sosial dan modus yang berbeda pula. Masalahnya bisakah manusia bercocok tanam, menangkap ikan, mendidik anak dengan baik tanpa adanya metode tertentu dalam melahirkan pengetahuan. Dan pengetahuan diperoleh melalui sebuah sistem tata fikir yang dilakukan manusia, oleh karena itu hal ini menunjukan bahwa penelitian ilmiah dengan metode ilmiah memiliki peranan penting dan memberikan manfaat yang banyak dalam membantu manusia dalam memecahkan permasalahannya. Pengetahuan mempunyai sistem dan ilmu adalah pengetahuan yang sistematis, pengetahuan yang dengan sadar menuntut kebenaran, dan melalui metode tertentu. Kesimpulan : Membudayakan Berfikir Ilmiah merupakan integritas sumber pengetahuan ilmiah itu pun dapat diandalkan. Tanpa itu maka ilmu sekedar merupakan pengetahuan abstrak yang bersifat akademik dengan tidak mempunyai pijakan dalam masyarakat yang kongkret.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->