9.Ral Faktorial

Percobaan Dua Faktor Dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL Faktorial

)

RAL FAKTORIAL
Sebagaimana percobaan dengan RAL faktor tunggal, homogenitas lingkungan juga menjadi syarat pada percobaan RAL faktorial. Prosedur pengacakan dan penataan pada RAL faktor tunggal dapat langsung digunakan pada RAL faktorial.

faktor yang kedua adal dosis pupuk nitrogen yang dterdiri atas 4 dosis pupuk N (N0. Banyaknya petak percobaan yang digunakan adalah 12 x 3 = 36 petak percobaan. V3). Seluruh petak percobaan yang digunakan dapat dianggap seragam. N3). N2.Pengacakan dan Denah Percobaan Untuk dapat membahas tentang pengacakan dan denah rancangan untuk RAL faKtorial. maka dapat melihat contoh sebagai berikut : Penelitian tentang produksi tiga varietas yang terdiri atas tiga varietas atau tiga taraf varietas (V1. V2. Hal ini merupakan syarat untuk melakukan RAL faktorial . Dengan demikian banyaknya perlakuan yang dicobakan adalah 3 x 4 = 12 kombinasi perlakuan. Percobaan diulang sebanyak 3 kali. N1.

12) Beri nomor petak percobaan yang digunakan (1 – 36) Apabila menggunakan bilangan acak (3 digit) sebanyak 36 bilangan kemudian peringkatkanlah bilangan-bilangan acak tersebut. .Langkah Pengacakan Beri nomor kombinsi perlakuan (1 . Petakanlah perlakuan-perlakuan pada bagan petak percobaan sesuai dengan peringkat bilangan acak.

µ = Nilai tengah (rata-rata) αi = Pengaruh faktor utama A βj = Pengaruh faktor utama B (αβ)ij = Pengaruh interaksi dari faktor A dan faktor B εijk = Pengaruh galat .Model Linier untuk RAL Faktorial Yijk = µ + αi + βj + (αβ)ij +εijk Dimana : Yijk = Nilai pengamatan faktor A taraf ke-i faktor B taraf ke-j dan ulangan ke k.

.. = βb = 0 (faktor B tidak berpengaruh) H1 : paling sedikit ada satu j dimana βj # 0 Pengaruh sederhana (interaksi) faktor A dengan faktor B : H0 : (αβ)11 = (αβ)12 = . = (αβ)ab = 0 (interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh) H1 : paling sedikit ada sepasang (i.... = αa = 0 (faktor A tidak berpengaruh) H1 : paling sedikit ada satu i dimana αi # 0 Pengaruh utama faktor B : H0 : β1 = ..Hipotesis Pengaruh utama faktor A : H0 : α1 = ....j) dimana (αβ)ij # 0 .

sedang pupuk terdiri 0 g (P0).5 g (P2). 1. Hasil penimbangan bobot biji kering seperti Tabel dibawah (Yitosumarto. 1990). Pemberian kapur terdiri 0 g (K0) dan 4 g (K1).Contoh Soal Percobaan pot mempelajari pengaruh pemberian kapur CaCO3 dan Phospat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. .75 g (P1) dan 3.

03 27.32 131.32 21.02 27.02 .50 28.32 28.82 38.72 95.46 27.37 28.09 32.16 664.13 27.10 23.37 89.Data bobot biji kering Perlakuan 1 K0P0 K0P1 K0P2 K1P0 K1P1 K1P2 Total 2 Ulangan 3 4 Total 22.59 124.18 19.35 19.47 106.82 37.52 117.32 34.92 29.89 21.55 40.77 25.28 26.64 29.89 24.12 22.

32)²+(28. maka selain JK perlakuan juga dihitung JK K dan JK P.16)²}/4 . Dengan kata lain JK perlakuan dipecah menjadi JK masing-masing faktor dan JK interaksi antar faktor JK KP.Tahapan perhitungan :  sama dengan RAL faktor tunggal • • • FK = (664.59)²}FK = 746.2)²/(4x2x3) = 18381.8 JK total (terkoreksi) = {(22.155 Perlakuan terdiri atas Dosis Kapur (K) dan Dosis Pupuk (P).847 JK perl = {(106.28)²+…+(124.FK = 339.02)²+…+(22.18)²+(89. • .

• Apabila faktor K nyata. • Hal ini juga dapat terjadi pada faktor P. artinya perbedaan dosis K memberikan hasil yang berbeda nyata pada bobot biji kering kacang tanah. • Apabila F hitung masing-masing faktor diketahui. . maka akan diketahui tingkat beda nyatanya.• JK masing-masing faktor digunakan untuk menghitung KT dan F hitung.

28 131.19 Total 312.Untuk menghitung JKK.16 241. JKKP. JKP.02 Perhatikan cara menyusun tabel 2 arah . perlu disusun tabel 2 arah P0 K0 K1 Total 106.03 124.53 664.49 351.18 95.55 220.83 P2 117.82 202 P1 89.

61 = 407.Perhitungan JK faktor dan interaksi • JKK = {(312.83)² + (241.53)²}/(4x3) = 63.JKP .5051– 96.49)² + (351.JKKP = 746.19)²}/(4x2) = 96.847 – 63.0398 • JKKP= JKperl – JKK – JKP = 339.5051 • JKP = {(202)² + (220.115–63.0398 = 179.093 .5051 – 96.61 • JK galat = JK total .JKK .0398 – 179.

35 Fhit Ftab 5% Ftab 1% .847 KT 67. Susun tabel analisis ragam SK Perlakuan K P KP Galat Total Db JK 5 1 2 2 18 23 399.12tn 3.5051 48.093 746.155 63.41 3.96* 4.0398 179.61 407.55 3.6496 2.0199 89.5.8049 22.5051 96.831 63.804tn 2.

6496)/(644.02/24)} x 100% = {4.74% . maka dapat dihitung koefisien keragaman (koefisien variasi)_(KK) KK = akar KT galat/rata-rata = {(√22.Apabila ingin diketahui perbedaan keragaman dengan variabel yang lain (misalnya dengan umur berbunga).7592 /26.83} x 100% = 17.

dengan  = 0.55. 18) dan F tabel (2. Kesimpulan : terdapat interaksi yang nyata antara K (kapur) dengan P (pospat) terhadap bobot biji kering kacang tanah. diperoleh bahwa F tabel (1. Atau dengan kata lain pengaruh dosis K terhadap hasil biji kering kacang tanah akan berbeda pada dosis P yang berbeda.Uji F (ragam/varian) Dari tabel F.05. artinya pada setiap dosis K akan diperoleh bobot biji kering yang berbeda apabila dosis P juga berbeda. 18) adalah 4. .41 dan 3.

maka dapat dilanjutkan dengan melihat bentuk interaksinya dan bentuk respon masing-masing perlakuan dengan menggunakan koefisien ortogonal polinomial. Sebaliknya.Perlu diketahui Karena perlakuan K dan P masing-masing bersifat kuantitatif. Respon perlakuan merupakan salah satu pokok bahasan dalam Mata Kuliah Rancob 2. apabila perlakuannya kualitatif dapat diketahui perbedaan antar kelompok perlakuan dengan menggunakan ortogonal kontras (telah diberikan sebelum UTS) .

Secara teori faktor yang hanya mempunyai 2 level tidak perlu diuji dengan uji perbandingan berganda. Selama hasil ujinya tidak berbeda dengan dasar teori tersebut. secara otomatis perbedaan faktor tersebut sudah menunjukkan perbedaan antar level-levelnya.Apabila ada faktor yang berbeda nyata perlu diuji dengan uji perbandingan berganda untuk mengetahui level manakah yang saling berbeda. tidak menyebabkan permasalahan. . karena apabila faktor tersebut nyata artinya terdapat perbedaan nyata pengaruh antar level-level didalamnya. Namun dalam prakteknya uji tersebut sering dilakukan. Apabila levelnya hanya 2.

maka cara menyajikan data rata-rata kombinasi perlakuan adalah sbb: .Uji perbandingan berganda Uji perbandingan berganda untuk RAL faktorial dapat menggunakan BNT. BNJ atau DMRT. Apabila terdapat interaksi nyata. sesuai dengan tingkat ketelitian yang diinginkan dan jumlah level atau kombinasi perlakuan yang diuji.

05 = tα x √(2 KTg/r) Dimana tα = t table untuk db galat (18) pada taraf 5% = 2.6496/4) = 7.101 (atau dapat juga digunakan tarap 1% untuk BNT 0.101 x √(2 x 22.07 Selanjutnya  tabel rata-rata .01) Maka BNT0.Uji BNT BNT0.05 = 2.

32 29.07 Hasil uji BNT abc a bc ab c c .26 23.89 31.Tabel rata-rata Perlakuan K0P0 K0P1 K0P2 K1P0 K1P1 K1P2 BNT Rata-rata bobot biji 26.95 32.04 7.55 22.

maka cara menyajikan data rata-rata perlakuan Perlakuan Dosis Kapur K0 K1 BNT Dosis Pupuk P P0 P1 P2 BNT Rata-rata bobot biji Hasil uji BNT 34.44 24.79 ?? . atau tidak ada yang nyata.Seandainya interaksi tidak nyata.72 39.54 26. dan hanya salah satu atau kedua faktor yang nyata.06 ?? 22.

Lakukan uji perbandingan berganda terhadap faktor yang nyata. Lakukan analisis data untuk melengkapi tabel analisis varian. . Berikan kesimpulan dan interpretasi secara singkat.TUGAS Carilah atau susunkan data penelitian yang menggunakan RAL faktorial 3 x 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful