UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

“TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK”

MAKALAH

DIAN FATMAWATI
032 – 117 – 639

FAKULTAS HUKUM PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2012

KATA PENGANTAR

Tindak pidana pencemaraan nama baik sebagai dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang dengan jalan menuduh dia melakukan suatu perbuatan tertentu (bepaald feit) dengan tujuan nyata untuk menyiarkan tuduhan itu kepada khalayak ramai. Sedangkan sanksi pidana merupakan suatu jenis sanksi yang bersifat nestapa yang diancamkan atau dikenakan terhadap perbuatan atau pelaku perbuatan pidana atau tindak pidana yang dapat mengganggu atau membahayakan kepentingan hukum, serta proses jalannya pembangunan nasional. Sedangkan terhadap pidana bersyarat yang diputuskan tidak akan dijalani terpidana, kecuali kemudian hakim memerintahkan supaya dijalani karena pelaku sebelum habis masa percobaan, melanggar syarat umum yaitu melakukan suatu tindak pidana, dalam masa percobaan tersebut, melanggar suatu syarat khusus. Dalam penelitian ini akan dibahas beberapa permasalahan mengenai sanksi pidana bersyarat dalam tindak pidana pencemaran nama baik. Dalam penulisan makalah ini menggunakan metode penelitian normatif atau penelitian terhadap data sekunder. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sanksi pidana bersyarat yang diberikan terhadap pelaku tindak pidana pencemaran nama baik belum bisa dikatakan efektif dan tidak menimbulkan efek jera, dikarenakan ketentuan pidana terhadap tindak pidana pencemaran nama baik tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan. Hal ini tidak memberikan perlindungan dan kepastian hukum yang adil terhadap korban tindak pidana pencemaran nama baik. Semarang, 05 Oktober 2012

Penyusun

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................. i DAFTAR ISI................................................................................................ ii BAB I. PENDAHULUAN.......................................................................... 1

I.1. Latar Belakang Masalah........................................................................ 1 I.2. Ruang Lingkup Penulisan...................................................................... 6 I.3. Maksud dan Tujuan Penulisan............................................................... 6 BAB. II. TINJAUAN UMUM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK.................................................................................. 7 II.1. Pengertian Tindak Pidana...................................................................... 7 II.2. Pengertian Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik.............................. 11 II.3. Bentuk-bentuk Pencemaran Nama Baik................................................ 13 II.4. Unsur-unsur Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik........................... 17 BAB. III. CONTOH KASUS TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK.................................................................................. 21 III.1. Kasus Posisi......................................................................................... 21 III.2. Analisis Kasus...................................................................................... 26 BAB. IV. PENUTUP..................................................................................... 32 IV.1. Kesimpulan.......................................................................................... 32 IV.2. Saran................................................................................................... 32 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 33 A. Buku......................................................................................................... 33 B. Perundang-undangan.............................................................................. 34

ii

sering terjadi perbedaan pendapat yang berkelanjutan sebagai konflik/pertentangan. Yang diserang biasanya merasa “malu”. Konflik/pertentangan antar perseorangan ini merupakan dasar melakukan perbuatan untuk saling memfitnah dan mencemarkan nama baik yang dapat merugikan. sedangkan kata-kata selanjutnya dapat dianggap merupakan pengkhususan atau sifat dari tindak pidana penistaan. baik antar perseorangan maupun kelompok bahkan menimbulkan akibat terganggunya keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. 1 .BAB I PENDAHULUAN I. Dalam pergaulan kehidupan bermasyarakat sebagai kehidupan sosial. R. disebut suatu perbuatan berupa dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang. Soesilo menerangkan apa yang dimaksud dengan “menghina”. Tindak pidana penghinaan/pencemaraan nama baik ini oleh Pasal 310 KUHP dirumuskan sebagai dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang dengan jalan menuduh dia melakukan suatu perbuatan tertentu (bepaald feit) dengan tujuan nyata (kennelijk doel) untuk menyiarkan tuduhan itu kepada khalayak ramai (ruchtbaarheid geven). Terkadang dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan bermasyarakat sebagai makhluk sosial. merupakan proses interaksi yang saling membutuhkan.1. yaitu “menyerang kehormatan dan nama baik seseorang”. Selanjutnya. bukan “kehormatan” dalam lapangan seksuil. Masyarakat yang nama baiknya tercemar akan kehilangan hak konstitusionalnya untuk mendapatkan keadilan atas sebuah perbuatan yang menurut nalar dan akan sehat perbuatan fitnah dan pencemaran nama baik tersebut jelas merugikan. “Kehormatan” yang diserang disini hanya mengenai kehormatan tentang “nama baik”. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional Indonesia yang berlangsung hingga saat ini bertujuan membangun manusia Indonesia seutuhnya.

itu namanya penistaan atau fitnah. 3. Mengadu secara memfitnah (lasterlijke aanklacht). Memfitnah (laster). tidak ditujukan untuk subjek hukum tertentu atau untuk profesi tertentu. Menurut Eddy OS Hiariej. Sehingga orang yang menyampaikan informasi. Guru Besar Hukum Pidana Universitas Diponegoro bahwa yang bisa melaporkan pencemaran nama baik seperti yang tercantum dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP adalah pihak yang diserang kehormatannya. Dengan demikian. 4. Sedangkan menurut Muladi. Penghinaan ringan (eenvoudige belediging). Kedua. direndahkan martabatnya. Pasal 311. oleh sebab itu. secara lisan ataupun tertulis diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa tujuannya itu benar. Soesilo. sehingga namanya untuk kepentingan umum.Menurut R. dan hal ini sama dengan pengertian penghinaan pada umumnya. Delik penghinaan sebagaimana dimuat dalam Pasal 310. pencemaran nama baik dianggap melanggar norma agama jika dalam substansi pencemaran itu terdapat fitnah. Maka. Menista secara lisan (smaad). 5. yang tertinggal adalah perbuatan menyerang kehormatan atau nama baik orang. pelanggar larangan dalam pasal tersebut adalah siapa saja. untuk membela diri. Pasal 316 dan Pasal 207 KUHP ditujukan untuk perbuatan yang dilakukan oleh semua orang. dapat dianggap bahwa penghinaan berarti menyerang kehormatan atau nama baik orang. untuk mengungkapkan kebenaran. 2. Ketiga. pencemaran nama baik sudah dianggap sebagai bentuk ketidakadilan sebelum dinyatakan dalam undang-undang karena telah melanggar kaidah sopan santun. 2 . Menista dengan surat/tertulis (smaadschrift). jika pengkhususan atau sifat dari penistaan ini dihilangkan. Bahkan lebih dari itu. penghinaan dalam KUHP ada 5 (lima) macam yaitu: 1. Kalau tidak bisa membuktikan kebenarannya.

atau dalam bahasa kebijakan atau manajemen adalah "jalan terakhir yang ditempuh. Dilakukan dengan sengaja. 3. agar wibawa hukum itu tetap terjaga". 3 . dalam hal ini tidak disertai bukti yang mendukung tuduhan itu. serta proses jalannya pembangunan nasional. (secara garis besar) "bahwa penggunaan sanksi pidana terhadap kriminalisasi perbuatan-perbuatan tertentu dituntut konsistensinya dalam penegakannya. Dari penjelasan singkat di atas secara implisit terdapat suatu kesimpulan. Bersifat menuduh. Akibat pencemaran itu jelas merusak kehormatan atau nama baik seseorang. yaitu harus adanya efisiensi dalam penggunaan sanksi pidana. Moelyatno pernah mengatakan. Pasal-pasal yang memuat larangan untuk melakukan penghinaan (tindak pidana penghinaan) ditujukan untuk melindungi “kehormatan dan nama baik” seseorang dan mendorong agar setiap orang menghormati atau memperlakukan secara terhormat terhadap orang lain sesuai dengan harkat dan martabat sebagai manusia dan kemanusiaannya. dari berbagai solusi atau alternatif solusi lainnya. Sanksi pidana merupakan suatu jenis sanksi yang bersifat nestapa yang diancamkan atau dikenakan terhadap perbuatan atau pelaku perbuatan pidana atau tindak pidana yang dapat menggangu atau membahayakan kepentingan hukum. yaitu mencegah perbuatan yang menyerang kehormatan dan nama baik orang lain dan menjatuhkan hukuman/sanksi pidana kepada yang melanggarnya. dan dengan maksud agar diketahui umum (tersiar) 2. Tetapi juga menyadari sanksi pidana bersifat ultimum remedium atau senjata pamungkas. Tindak pidana sebagaimana dirumuskan dalam Pasal-pasal penghinaan untuk memberi perlindungan dengan cara hukum pidana.Penafsiran adanya penghinaan atau pencemaran nama baik (dalam Pasal 310 KUHP) ini berlaku jika memenuhi unsur: 1.

hukuman tidak otomatis dijalankan. contohnya: tidak membayar ganti kerugian kepada si korban dalam waktu tertentu. Sehingga dalam praktek. 2. Pidana Pokok:  Pidana Mati. apabila si terhukum dalam tenggang waktu bersyarat melakukan tindak pidana lagi atauapabila si terhukum tidak memenuhi syarat tertentu. dan syarat khususnya biasanya dipenuhi. Disamping itu. Pidana Tambahan  Pencabutan hak-hak tertentu  Perampasan barang-barang tertentu  Pengumuman putusan hakim. apabila syarat-syarat dipenuhi. tetapi harus ada putusan lagi dari hakim. makin dirasakan bahwa pidana tidaklah semata-mata lagi merupakan pembalasan. kecuali kemudian ditentukan lain oleh hakim. Terhadap pidana bersyarat yang diganti dengan pidana bersyarat atau pemidanaan bersyarat merupakan sekedar suatu istilah umum. Dalam hal seseorang pelaku tindak pidana pencemaran nama baik terbukti bersalah dalam persidangan dengan sanksi pidana penjara selamalamanya satu tahun atau kurungan.  Kurungan.  Denda. 4 . maka hakim dapat menentukan bahwa hukuman tersebut tidak dijalankan.  Pidana penjara.Mengenai hukuman/sanksi pidana diatur dalam Pasal 10 KUHP yang berbunyi sebagai berikut: Pidana terdiri atas: 1. melainkan harus juga berfungsi memperbaiki terpidana itu sendiri. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan hukum pidana. Dalam praktek hukuman semacam ini kiranya jarang sekali sampai dijalankan oleh karena si terhukum akan berusaha benar-benar dalam masa bersyarat tidak melakukan suatu tindak pidana. mungkin sekali penghukuman bersyarat ini sama sekali tidak dirasakan sebagai hukuman.

Dalam masa percobaan tersebut. Tujuan pemidanaan bukan merupakan pembalasan kepada pelaku dimana sanksi ditekankan pada tujuannya. yang kemudian penulis susun ke dalam makalah dengan judul. melanggar suatu syarat khusus (jika diadakan. Dalam masa yang lebih pendek dari percobaan tersebut. 3. berupa kewajiban mengganti kerugian fisik korban sebagai akibat dari tindakan terpidana. Terhadap pidana bersyarat yang dijatuhkan/diputuskan tidak akan dijalani terpidana. 2. yakni untuk mencegah agar orang tidak melakukan kejahatan. 5 . Mengenai efektifitas sanksi pidana bersyarat terhadap tindak pidana pencemaran nama baik yang dikenakan terhadap pelaku dihubungkan dengan tujuan pemidanaan.sedangkan yang dimaksudkan bukanlah pemidanaanya yang bersyarat. tidak melaksanakan syarat yang lebih khusus. Pemidanaan tidak dimaksudkan untuk menderitakan dan tidak diperkenankan merendahkan martabat manusia. Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik. Sebelum habis masa percobaan. melainkan pelaksanaannya pidana itu yang digantungkan kepada syarat-syarat tertentu. merupakan pemberian makna kepada pidana dalam sistem hukum Indonesia. khususnya mengenai analisis yuridis tindak pidana pencemaran nama baik. kecuali kemudian hakim memerintahkan supaya dijalani karena pelaku: 1. Terdorong oleh kenyataan tersebut. melanggar syarat umum yaitu melakukan suatu tindak pidana. penulis merasa tertarik untuk mencoba menguraikan masalah tindak pidana pencemaran nama baik. Ketentuan ini akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pidana yang secara nyata akan dikenakan kepada terpidana. yaitu dengan harapan dalam menjalani hukuman yang diberikan Majelis Hakim dapat memberikan efek jera terhadap si pelaku dan dalam menjalani hukumannya tersebut si pelaku dapat menyikapi perbuatanya melanggar ketentuan perundang-undangan dengan tidak akan melakukan lagi perbuatannya setelah menjalani hukumannya.

4.I. Tujuan Penulisan  Bagi mahasiswa sangatlah bermanfaat untuk mengetahui sanksi pidana bersyarat dalam tindak pidana pencemaran nama baik dapat dikatakan efektif serta dihubungkan dengan tujuan pemidanaan.3. 2. Ruang Lingkup Penulisan Ruang lingkup penulisan ini adalah untuk mengetahui penerapan sanksi pidana bersyarat terhadap pelaku tindak pidana pencemaran nama baik dihubungkan dengan tujuan pemidanaan dan efektivitas sanksi pidana bersyarat terhadap tindak pidana pencemaran nama baik dengan mengacu kepada Kitab Undang-undang Hukum Pidana.  Untuk mengetahui sanksi pidana bersyarat terhadap pelaku tindak pidana pencemaran nama baik dihubungkan dengan tujuan pemidanaan. Maksud Penulisan  Untuk mengetahui sanksi pidana bersyarat dalam tindak pidana pencemaran nama baik dapat dikatakan efektif. Maksud dan Tujuan Penulisan 1. I. 6 .  Bagi masyarakat sangat berguna sebagai salah satu sumber informasi dan pengetahuan mengetahui tindak pidana pencemaran nama baik.

ada enam istilah yang tercipta dalam bahasa Indonesia untuk menterjemahkan istilah “strafbaar feit” atau” delik” ini.BAB II TINJAUAN UMUM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK II. Tindak pidana mempunyai dua sifat yaitu sifat formil dan sifat materiil. maka tindak pidana terlaksana). Wantjik Saleh. Hukum Ketatanegaraan. yaitu Hukum Perdata. kemudian dalam sifat materiil. Menurut K.1. Istilah Tindak Pidana adalah dimaksudkan sebagai terjemahan dari istilah Belanda “Strafbaar Feit” atau “Delik”. sifat formil dalam tindak pidana dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang adalah melakukan perbuatan (dengan selesainya tindak pidana itu. yaitu: 7 . Menurut Wirjono Prodjodikoro dalam buku Azas-azas Hukum pidana di Indonesia memberikan suatu pengertian mengenai tindak pidana adalah pelanggaran norma-norma dalam tiga bidang hukum lain. karena tidak ada suatu tindak pidana tanpa sifat melanggar hukum. Pengertian Tindak Pidana Sebelum berbicara mengenai pengertian tindak pidana terlebih dahulu harus melihat lagi tentang apa yang menjadi penggolongan dan persamaan dari tindak pidana. tindak pidana terlaksana). berbicara mengenai penggolongan tindak-tindak pidana haruslah juga diawali dengan mencari persamaan sifat semua tindak pidana. dan Hukum Tata Usaha Pemerintah. ini adalah ciri khas dari ilmu pengetahuan yang secara sistematis. dan kemudian akan dapat dicari ukuran-ukuran untuk membedakan suatu tindak pidana dari golongan lain dan dari sinilah akan dibagi lagi ke dalam dua atau lebih sub golongan. dalam jenis tindak pidana yang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang adalah timbulnya suatu akibat (dengan timbulnya akibat. yang oleh pembentuk undang-undang ditanggapi dengan suatu hukum pidana. maka sifatsifat yang ada dalam suatu tindak pidana adalah sifat melanggar hukum.

Unsur objektif yang berupa tindakan yang dilarang/diharuskan. J van Schravendijk adalah perbuatan yang boleh dihukum. Ada beberapa pengertian yang diberikan oleh para sarjana Barat dan sarjana Indonesia. 2. sedangkan definisi panjangnya adalah sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja atau karena kekhilafan oleh orang lain yang mampu dipertanggungjawabkan. Menurut H. Istilah delik kadang-kadang digunakan juga. bertentangan dengan hukum (onrechtmatig) dilakukan dengan kesalahan (schuld) oleh seseorang yang mampu bertanggungjawab. yaitu kelakuan yang begitu bertentangan dengan keinsafan hukum asal dilakukan dengan seorang yang karena itu dapat dipersalahkan. Pelanggaran pidana 4. Perbuatan pidana 5. akibat keadaan/masalah tertentu. penulis memakai istilah tindak pidana sebab istilah inilah yang digunakan dalam perundang-undangan di Indonesia. Tindak pidana. maka selain menggunakan istilah tindak pidana juga menggunakan istilah delik yang sama artinya dengan tindak pidana. sebab mempunyai persamaan makna dengan istilah aslinya yaitu Delict. Perbuatan yang boleh dihukum 2. yaitu antara lain menurut J. Unsur subjektif yang berupa kesalahan dan kemampuan bertanggung jawab dari petindak dan atau strafbaar feit adalah perbuatan manusia 8 . Peristiwa pidana 3. Dalam makalah ini.3 Starfbaar feit menurut VOS yang merumuskan bahwa strafbaar feit adalah suatu kelakuan (gedraging) manusia yang dilarang dan oleh undang-undang diancam dengan pidana. E Jonkers definisi pendek dari strafbaar feit adalah sebagai yang ditentukan oleh undang-undang dapat di hukum. Perumusan “Strafbaar feit“ menurut Simons adalah: “Een strafbaar feit” adalah suatu hendeling (tindakan/perbuatan) yang diancam dengan pidana oleh undang-undang.1. Kemudian beliau membagikannya ke dalam 2 (dua) golongan unsur yaitu: 1.

9 . Menurut pendapat Satochid Kartanegara memberi pengertian tentang tindak pidana yaitu kata tindak (tindakan) mencakup pengertian melakukan atau berbuat (actieve handeling) atau pengertian tidak melakukan perbuatan.yang dilarang dan diancam hukuman oleh undang-undang. tidak berbuat. merupakan unsur tidak tertulis yang didasarkan pada ketentuanketentuan yang tidak tertulis yang hidup dimasyarakat. melihat adanya sesuatu yang dilarang oleh hukum pidana dan ada orang yang melakukan perbuatan tersebut. seperti asas-asas umum yang berlaku). sedangkan orang yang melakukan itu dinamakan petindak. Istilah tindak dari tindakpidana adalah merupakan singkatan dari tindakan atau petindak. dan pelaku tersebut dapat dikatakan merupakan “subjek” tindak pidana. berarti suatu perbuatan yang pelakunya dapat dikenakan hukuman pidana. dalam arti formil (suatu perbuatan yang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang. 2. Segi orangnya Orang harus mempunyai kesalahan dan dapat dipertanggungjawabkan dan semua tindak pidana mempunyai persamaan sifat. mempunyai sifat melawan hukum. artinya ada orang yang melakukan suatu tindakan. Wirjono Prodjodikoro merumuskan. Segi perbuatannya Perbuatan adalah perbuatan yang melawan hukum. Menurut para sarjana Indonesia. tidak melakukan suatu perbuatan (passieve handeling). merupakan unsur tertulis dalam suatu delik pidana) dalam arti materiil (tidak secara tegas dilarang dan diancam dengan undangundang. berbuat (passieve handeling) tidak mencakup pengertian mengakibatkan atau tidak melakon istilah peristiwa tidak menunjukan kepada hanya tindakan manusia. Sedangkan terjemahan pidana untuk strafbaar adalah sudah tepat. Dari beberapa pengertian tindak pidana tersebut. pengertian tindak pidana ini dapat dilihat dari 2 (dua) segi yaitu: 1. Istilah perbuatan berarti melakukan. yang dilakukan oleh seorang yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipersalahkan. maka.

Setiap tindakan yang bertentangan dengan hukum atau tidak sesuai dengan hukum. 2. dipandang dari sudut tempat. 5. tindakan itu masih dirasakan sebagai suatu tindakan yang yang perlu diancam dengan pidana. dan dari sudut keadaan. Suatu tindakan aktif/pasif yang dilarang atau diharuskan oleh undangundang dan terhadap pelanggarannya diancam dengan pidana. atau orang yang mempunyai suatu keahlian tertentu. Dan tidak terdapat dasar-dasar atau alasan-alasan yang meniadakan sifat melawan hukum dari tindakan tersebut. dan jika penguasa tidak turun tangan maka tindakan-tindakan tersebut akan menjadi sumber kekacauan yang tidak akan habis-habisnya. tempat dan keadaan. yaitu: 1. Bersikap melawan hukum. lebih lengkapnya harus ternyata bahwa tindakan tersebut terjadi pada suatu tempat. tidak disenangi oleh orang atau masyarakat. Kesalahan. 3. Subyek. Waktu. Suatu tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang yang menurut kehendaknya dan merugikan kepentingan umum atau masyarakat termasuk kepentingan perseorangan.Sesuatu tindakan dapat dilakukan oleh siapa saja tetapi di dalam banyak hal sesuatu tindakan tertentu hanya mungkin dilakukan oleh seseorang dari yang bekerja pada negara atau pemerintah. tindakan itu harus terjadi pada suatu tempat dimana ketentuan pidana Indonesia berlaku. waktu dan keadaan yang ditentukan. tindakan itu harus terjadi pada suatu keadaan dimana tindakan itu dipandang sebagai tercela. yang baik langsung maupun yang tidak langsung terkena tindakan tersebut. Artinya. Secara ringkas dapatlah disusun unsur-unsur dari tindak pidana. dikehendaki turunnya penguasa. dipandang dari sudut waktu. 10 . Pada umumnya untuk menyelesaikan setiap tindakan yang sudah dipandang merugikan kepentingan umum di samping kepentingan perseorangan. Sesuatu tindakan yang dilakukan itu haruslah bersifat melawan hukum. 4.

yang tentunya nama baik seseorang. Pengertian Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Konflik/pertentangan antar perseorangan merupakan dasar melakukan perbuatan untuk saling memfitnah dan mencemarkan nama baik yang dapat merugikan. Sedangkan kata pencemaran itu sendiri itu berarti pengotoran atau perbuatan mencemarkan. kemuliaan. namun setiap orang adalah berhak agar kehormatannya tidak dilanggar.” 11 . Apakah suatu peristiwa telah memenuhi unsur-unsur delik yang dirumuskan dalam pasal undang-undang.2. II. apakah ia masih mempunyai “kehormatan dan nama baik” antara lain sebagai berikut: “Walaupun orang demikian itu telah tidak mempunyai perasaan lagi terhadap kehormatan dirinya. maka diadakanlah penyesuaian atau pencocokan (bagian-bagian/kejadian-kejadian) dari peristiwa tersebut kepada unsur-unsur dan delik yang didakwakan. Sehingga pencemaran nama baik memiliki arti pengotoran atau penodaan atas suatu kehormatan atau kemuliaan. mengutarakan mengenai seseorang yang bertabiat hina. Sedangkan nama baik berarti kehormatan. Dengan demikian sering didengar bahwa penggunaan istilah perbuatan pidana dengan pengertiannya sebagai aliran/teori dualisme. sedangkan penggunaan istilah tindak pidana dengan pengertiannya sebagai aliran/teori monisme. kotor.Penerapan unsur-unsur tindak pidana seperti yang telah dituliskan di atas maka unsur-unsur tindak pidana atau delik sangatlah membantu dalam kebutuhan praktek. Berkenaan dengan kehormatan dan nama baik ini Satochid Kartanegara. Kata pencemaran berasal dari kata “cemar” yang berarti ternoda. perumusan seperti itu sangatlah memudahkan pekerjaan penegak hukum. baik sebagai peserta-pemain (medespleger) maupun sebagai peninjau (toeschouwer). dalam hal ini unsurunsur dari delik tersebut disusun terlebih dahulu seperti tersebut di atas. Manusia yang nama baiknya tercemar akan kehilangan hak konstitusionalnya untuk mendapatkan keadilan atas sebuah perbuatan yang menurut nalar dan akal sehat perbuatan fitnah dan pencemaran nama baik tersebut jelas merugikan.

misalnya dengan memukul pada muka: 12 . pelacur dan lain sebagainya. 3. sedangkan nama baik adalah kehormatan yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang berhubungan dengan kedudukannya didalam masyarakat. Dengan nama baik dimaksudkan pada umumnya penilaian baik secara luas tentang seseorang dilihat dari segi susila. Jadi nama baik ditujukan kepada orang yang memiliki kedudukan tinggi. mucikari dan sebagainya. mata-mata pengkhianat. pembakar. tetapi kehormatan yang menyangkut nama baik. Sementara Kuntahadi Sunandang mengatakan ada 3 (tiga) hal yang memungkinkan seseorang dicemarkan nama baiknya melalui media cetak yaitu: 1. Kehormatan adalah perasaan pribadi atas harga diri. bukan kehormatan dalam arti seksuil”. sedangkan kehormatan adalah kehormatan dalam. Semua kata-kata yang mendapatkan keaiban pada wanita seperti perempuan jalang. Kehormatan yang diserang disini hanya mengenai kehormatan tentang nama baik. Kehormatan yang diserang disini bukan kehormatan dalam bidang seksual. dan lain-lain. biasanya penderita akan merasa malu. hukuman. sedangkan kehormatan adalah tuntutan perlakuan sebagai warga terhormat dalam kehidupan bersama sebagai akibat penilaian itu. Soesilo memberikan pendapat: “Menghina yaitu menyerang kehormatan dan nama baik seseorang yang diserang itu biasanya merasa “malu”. Akibat dari pada serangan ini. seperti pemeras. Menurut pengertian umum “menghina” adalah menyerang kehormatan dan nama baik seseorang. Nama baik merupakan kehormatan luar. Semua kata-kata yang secara tidak langsung menyatakan suatu perbuatan melanggar hukum. Kehormatan dapat saja langsung terlanggar tanpa menyentuh nama baik. 2. Semua kata-kata yang mengutarakan pernyataan seseorang yang merasa bersalah telah melakukan sesuatu yang tidak bermoral seperti pemabuk.R.

Bentuk-bentuk Pencemaran Nama Baik Pencemaran nama baik atau penghinaan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana. maka penghinaan ini merupakan delik formal atau formeel delict. memalukan. Dalam penistaan baik dengan lisan maupun dengan tulisan tidak dipersyaratkan kebenaran atas tuduhannya. terdapat pada Buku ke II mengenai kejahatan. Hanya penghinaan terhadap seseorang dimuka orang lain akan dapat melanggar nama baik maupun kehormatannya. maka harus dilihat lagi akan syarat-syarat pokok dari suatu delik. 2.3. apabila bertujuan untuk memperkosa kehormatan atau nama baik. Penistaan terhadap yang meninggal. 3. yakni: 13 . Pemberitahuan fitnah. Sehingga untuk dapat dikatakan bahwa telah terjadi pencemaran nama baik atau penghinaan. Dari hal tersebut di atas tindak pidana pencemaran nama baik menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dimuat juga tindak pidana lain terhadap kehormatan dan nama baik yaitu: 1. menertawakan. yaitu: Apabila tindak pidana yang dimaksudkan dirumuskan sebagai wujud perbuatannya. II. khususnya Bab XVI. Tuduhan atas perbuatan yang benar juga merupakan kejahatan.tetapi pelanggaran terhadap nama baik akan juga mengenai kehormatan sekaligus. sehingga merugikan seseorang yang menjdi obyek tulisan. maka pencemaran nama baik melalui pers adalah sesuatu yang dicetak atau yang ditulis atau dipublikasikan yang cenderung menghina. mulai dari Pasal 310 sampai Pasal 321 KUHP. Persangkaan palsu. sedangkan perbuatan yang dilakukan hanya antara pelaku dan korban menimbulkan pelanggaran terhadap kehormatan. Oleh sebab itu. tidak mempersoalkan akibat yang disebabkan oleh perbuatan itu. Apabila dilihat dai jenis-jenis delik. dan pelaku menghendaki tujuan itu.

adapun bentuk-bentuk pencemaran nama baik atau penghinaan.1. Dapat dipertanggungjawabkannya si pelaku atas perbuatannya. Penghinaan ringan (Eenvoudige belediging). Memfitnah (Laster). 4. Pasal 142. Suatu perbuatan tindak pidana pencemaran nama baik atau penghinaan sudah termasuk di dalamnya mengenai fitnah dan nista. 3. 2. antara lain: 1. Menista dengan surat (Smaadschrift). yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum. apakah yang dimaksud dengan kehormatan atau nama baik itu. Menista (Smaad). Menista Bentuk kejahatan penghinaan menista dengan lisan ini diatur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP. maka penghinaan itu dikenakan pasal-pasal khusus. seperti Pasal 134 (Penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden). terjemahannya berbunyi: Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal. dan 144 (Penghinaan terhadap pemerintah atau kepala negara sahabat). segolongan penduduk dan lain-lain dengan kata lain apabila objeknya itu bukan manusia perseorangan. 14 . dipergunakan istilah menyerang kehormatan atau nama baik seseorang. Adapun penjelasan terhadap bentuk-bentuk pencemaran nama baik atau penghinaan adalah: Ad. Timbul pertanyaaan. Dalam rumusan Pasal 310 ayat (1) KUHP di atas. instansi pemerintah. Dipenuhinya semua unsur delik seperti apa yang terdapat dalam rumusan delik. 2. 3. Pelaku tersebut dapat dihukum. 143. diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana dengan pidana paling banyak tiga ratus rupiah.1. Jika pencemaran nama baik atau penghinaan di atas itu ditujukan kepada suatu perkumpulan atau organisasi.

Cara melakukan delik ini adalah dengan jalan : 1. Di samping itu tuduhan itu harus ditujukan terhadap orang tertentu pula. Jika dalam smaad yang dilarang adalah menista dengan lisan. maka terjadilah delik pers. “Kehormatan ialah yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat berhubungan dengan kedudukannya di dalammasyarakat. Tuduhan itu dapat mengurangi kehormatan seseorang di mata orang lain terlepas dari keadaan subyektif yang dihina. siapa yang melakukan dinyatakan dengan tegas tempat dan waktu perbuatan dilakukan. dipertunjukkan atau ditempelkan dimuka umum. 3. karena pencemaran tertulis. Apabila hal tersebut dilakukan denga alat cetak. Ad. Bentuk kejahatan penghinaan menista dengan surat (smaadschift) ini diatur dalam Pasal 310 ayat (2) KUHP yang terjemahannya berbunyi: Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan. menyebarkan tulisan dan lukisan. Ten toon stelen. 2. menyebutkan “nama baik” ialah pendapat dunia luar terhadap seseorang. Anslaan. mempertunjukkan tulisan atau lukisan. Verspreiden. maka ditentukan. H.2 Menista dengan surat.R (Hoge Raad dalam arrestnya 9 Desember 1912 menyatakan: Untuk perbuatan melanggar kehormatan seseorang tidaklah perlu orang dihina itu menanggapi kehormatannya terlanggar oleh apa yang dituduhkan terhadapnya. Adapun cara melakukan delik ini adalah dengan menuduh orang lain melakukan sesuatu hal/perbuatan tertentu. tuduhan itu hanya merupakan eenvoudige beledeging dan bukan smaad. pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau denda paling banyak tiga ratus ribu rupiah. maka dalam smaadscrift yang dilarang adalah menista dengan tulisan. 15 . Sebab apabila syarat tersebut tidak terpenuhi. Van Bemmelen. menempelkan.Beberapa sarjana membeeri pengertian apa yang dimaksud dengan “kehormatan atau nama baik seseorang” itu. Yang dimaksud dengan tegas.

Dengan demikian Pasal 310 ayat (3) tersebut. maka seseorang itu dianggap melakukan memfitnah. dalam hal diperbolehkan untuk membuktikan bahwa apa yang dituduhkan itu benar tidak membuktikannya dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui. Menurut Pasal 310 ayat (3) di atas. Ad. 3 Fitnah Bentuk ketiga ini diatur dalam Pasal 311 KUHP yang terjemahannya berbunyi: 1) Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis. 16 .Adapun yang disebabkan. Kalau ia tak berhasil membuktikan kebenaran dalihnya itu. dipertunjukkan atau yang ditempelkan itu adalah tulisan atau lukisan yang mengandung penghinaan dan dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat dibaca atau diketahui orang lain. bahwaperbuatan seperti terdapat pada ayat (1) dan (2) Pasal 310 KUHP. kalau perbuatan itu dilakukan untuk membela kepentingan umum atau terpaksa membela diri. jika perbuatan terang dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa membela diri. Kalau tertuduh mengajukan alasan bahwa ia melakukan perbuatan tersebut karena untuk membela kepentingan umum atau membela diri. maka dia diancam karena melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun. sedangkan sebaliknya Jaksa dapat membuktikan. bukan merupakan smaad atau smaadschrift. jika sudah diberikan kesempatan untuk membuktikan kebenaran tuduhannya itu orang tersebut tak sanggup untuk membuktikannya. Apabila dibaca Pasal 311 KUHP di atas. maka ia harus terlebih dahulu membuktikan kebenaran (proof of the truth). maka ia melakukan kejahatan memfitnah sebagaimana diatur dalam Pasal 311 KUHP. Pasal 310 ayat (3) KUHP terjemahannya berbunyi: Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis. merupakan strafuitsluitingsgrond alasan peniadaan pidana. bahwa hal itu untuk kepentingan umum.

diancam karena penghinaan ringan. tidak disenangi oleh orang atau masyarakat. Secara tertulis yang dikirim atau yang disampaikan kepada yang terhina. Di hadapan orang yang dihina dengan dengan lisan atau dengan perbuatan. Pada umumnya untuk menyelesaikan setiap tindakan yang sudah dipandang merugikan kepentingan umum di samping kepentingan perseorangan. maka terdapat 3 (tiga) cara kejahatan ini dapat dilakukan yaitu: 1. terjemahannya berbunyi: Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis. Penghinaan biasa Bentuk penghinaan biasa ini diatur dalam Pasal 315 KUHP. 3. yang dilakukan terhadap seseorang. maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimanya kepadanya.4. Ad. baik dimuka umum dengan lisan atau tulisan. Adapun tindakan yang dipandang dapat merugikan kepentingan perseorangan seperti dengan melakukan tindakan pencemaran nama baik. dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda paling banyak tiga ratus ribu rupiah. 2. yang berbunyi sebagai berikut: 17 . Unsur-unsur Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Setiap tindakan yang bertentangan dengan hukum atau tidak sesuai dengan hukum. artinya Hakim bebas dalam menentukan hal itu. II. baik yang langsung atau tidak langsung karena tindakan tersebut. Apabila ditinjau perumusan delik yang diatur dalam Pasal 315 KUHP di atas.Pejabat yang dapat memberikan kesempatan untuk membuktikan kebenaran itu adalah Hakim dan Hakimlah yang menentukan apakah kepada si penuduh akan diberi kesempatan itu atau tidak. menyerang kepentingan masyarakat atau individu yang dilindungi hukum. Terhadap tindak pidana tersebut diatur dalam Pasal 310 ayat (1) Kitab UndangUndang Hukum Pidana. Di tempat umum dengan lisan atau tulisan.4.

dengan menuduh sesuatu hal. 18 . Menyerang kehormatan atau nama baik seorang. yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum Ad.1 Unsur Barangsiapa Yang dimaksud barangsiapa menurut ketentuan perundangundangan merupakan manusia atau orang yang dalam hal ini adalah pelaku yang melakukan suatu tindak pidana yang berdasarkan adanya surat dakwaan dapat diketahui segala identitasnya. unsur-unsur tindak pidana yang terkandung adalah: 1. sehingga dapat mempertanggungjawabkan atas perbuatannya. Adapun dimaksud dengan sengaja adalah: “Seseorang yang melakukan sesuatu perbuatan dengan sengaja. dengan menuduh sesuatu hal. Dengan demikian unsur ini telah terbukti secarah sah dan meyakinkan menurut hukum. diancam karena pencemaran. harus menghendaki (willen) perbuatan itu. Dengan sengaja 3. Dalam Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di atas. Menurut praktek katanya. atau denda paling banyak tiga ratus ribu rupiah. yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum. Barang siapa 2. yaitu “dengan sengaja” meliputi pula “mengetahui” bahwa perbuatan yang dilakukan adalah suatu pelanggaran hukum. serta harus menginsyafi/mengerti akan akibat perbuatan itu”. 2 Unsur dengan sengaja Sengaja (opzet) berarti kehendak yang disadari yang ditujukan untuk melakukan kejahatan tertentu. hakim sangat sering mempersamakan dua pengertian “dikehendaki” dan “diketahui” yang tidak sama itu. dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.Barangsiapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seorang. Ad. Bagi pelaku telah diketahui identitasnya yang melakukan tindak pidana dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

tetapi harus dinyatakan juga macam perbuatan tertentu dari kelompok jenis yang dimaksudkan. yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum. agar tuduhan yang diberitahukan itu disiarkan sesuai dengan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang. Dengan maksud supaya hal itu diketahui umum Tuduhan itu dilakukan untuk diumumkan. Suatu perbuatan tertentu harus merupakan suatu perbuatan yang sedemikian diperinci secara tepat atau yang sedemikian ditunjukkan secara tepat dan tegas. bahwa yang dimaksud adalah pemberitahuan atas suatu perbuatan yang seakanakan dilakukan oleh seorang yang dituduh. Perbuatan tertentu itu harus telah dituduhkan. sebagian pakar mempergunakan “memperkosa” kehormatan dan nama baik. hingga tidak hanya secara tegas dinyatakan jenis perbuatannya. Menyerang Kehormatan Atau Nama Baik Orang Lain Kata “menyerang” bukan berarti menyerbu melainkan dimaksud dalam arti melanggar. Pernyataan atau pemberitahuan dalam bentuk pertanyaan atau bentuk tidak langsung tidak menutup kemungkinan adanya tuduhan. tetapi juga tuduhan yang dilakukan secara rahasia terhadap seseorang dapat dihukum. b. 3 Menyerang kehormatan atau nama baik seorang. Kata nama baik dimaksudkan sebagai kehormatan yang diberikan oleh masyarakat umum kepada seseorang baik karena perbuatannya atau kedudukannya. Adapun penjelasan terhadap unsur ketiga ini antara lain: a. Cara penistaan ini dilakukan dengan menuduh orang lain melakukan sesuatu perbuatan tertentu. asal ia mempunyai tujuan. Dengan menuduh sesuatu hal. baik tempat maupun waktunya. Menuduh Melakukan Suatu Perbuatan Tertentu Kata perbuatan tertentu sebagai terjemah dari kata bahasa Belanda “Befaald feit” dalam arti bahwa perbuatan yang ditudhkan tersebut dinyatakan dengan jelas. Tuduhan terpenuhi apabila dari kata-kata secara logis dapat ditarik kesimpulan. c. 19 .Ad.

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa penistaan secara lisan itu tidak perlu dilakukan dimuka umum.Pemberitahuan yang dihadiri oleh dua orang atau lebih. sedangkan diantara orang-orang itu tidak termasuk orang-orang serumah dengan pelaku. merupakan hal-hal yang dianggap mempunyai tujuan untuk disiarkan. Maksud untuk diketahui umum merupakan verderreikend oogmerk yang berarti bahwa pelaku tidak usah mencapai tujuannya pada saat perbuatan itu dilakukan. 20 .

Permata Hijau Blok A.2 Rt. lalu saksi Lia meminta agar dipanggilkan anaknya. sesampainya ditujuan lalu membunyikan klason dan kemudian pembantu terdakwa bernama Kristina menghampiri saksi Lia Waroka. Permata Hijau Blok A.laki : Indonesia : Jl.2 Rt. telah menjatuhkan putusan sebagai berikut terhadap perkara terdakwa: Nama Tempat Lahir Umur/ Tanggal lahir Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat tinggal : HENDRI RESTOE PRINGGODIGDO : Medan : 49 Tahun/ 28-07-1960 : Laki.007/009 Grogol Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan Agama Pekerjaan Pendidikan : Islam : Musisi : SMA Pada hari Kamis tanggal 5 Mei 2009 sekira jam 09. Setelah mendapat keterangan tersebut saksi Lia Waroka lalu mennuju rumah mantan suaminya di Jl. 1220/PID.B/2009/PN. Kasus Posisi Pada bab ini penulis akan membahas mengenai kasus perkara tindak pidana pencemaran nama baik berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. tidak lama kemudian anaknya dan terdakwa keluar - 21 .007/009 Grogol Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan.SEL.JKT.1. Adapun Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam peradilan tingkat pertama.00 Wib saksi Lia Waroka bermaksud untuk menjemput anaknya bernama Muhammad Asyil Azim dari SD Yakorbi Pancoran dan sesampainya disekolah dikatakan bahwa Asyil tidak masuk sekolah karena sakit.BAB III CONTOH KASUS TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK III.

yang diketahui disaksikan oleh saksi Ratnasari.sehat aja kok ma”. Bahwa di persidangan telah didengar keterangan saksi yang telah bersumpah menurut tata cara agamanya memberikan keterangan sebagai berikut: 1.  Bahwa selanjutnya saksi Lia Waroka mengajak anaknya untuk pulang karena sudah 4 bulan berada di rumah terdakwa. langsung terdakwa menghampiri dan menarik tangan Asyil. saksi Lia lalu tanya kepada anaknya kamu sakit dan dijawab anaknya “aku sehat. selanjutnya anaknya 22 . sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP. Selanjutnya saksi Lia Waroka mengajak anaknya untuk pulang karena sudah 4 bulan berada di rumah terdakwa.menemui Lia Waroka. selanjutnya anaknya teriak papa. Permata Hijau Blok A. lalu saksi Lia meminta agar dipanggilkan anaknya. Saksi Lia Waroka  Bahwa pada hari kamis tanggal 5 Mei 2009 sekitar jam 09. terdakwa menunggu dengan jarak 2 meter.  Bahwa setelah mendapat keterangan tersebut saksi Lia Waroka lalu mennuju rumah mantan suaminya di Jl.007/009 Grogol Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan. dan Lia berusaha menarik juga.2 Rt. terdakwa menunggu dengan jarak 2 meter. saksi Lia lalu tanya kepada anaknya kamu sakit dan dijawab anaknya “aku sehat-sehat aja kok ma”. tidak lama kemudian anaknya dan terdakwa keluar menemui Lia Waroka.00 Wib saksi Lia Waroka bermaksud untuk menjemput anaknya bernama Muhammad Asyil Azim dari SD Yakorbi Pancoran dan sesampainya disekolah dikatakan bahwa Asyil tidak masuk sekolah karena sakit. Perbuatan terdakwa tersebut di atas. sesampainya ditujuan lalu membunyikan klason dan kemudian pembantu terdakwa bernama Kristina menghampiri saksi Lia Waroka. Kemudian terdakwa meludah lagi di depan pintu pagar rumahnya sambil menutup pagar.

Saksi Kristina B.  Bahwa keterangan saksi tidak dibenarkan oleh terdakwa.  Bahwa kemudian terdakwa meludah lagi didepan pintu pagar rumahnya sambil menutup pagar. Permata Hijau Blok A. 3.00 Wib saksiLia Waroka bermaksud untuk menjemput anaknya bernama 23 . yang diketahui disaksikan oleh saksi Ratnasari. langsung terdakwa menghampiri dan menarik tangan Asyil.007/009 Grogol Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan. tidak lama kemudian anaknya dan terdakwa keluar menemui Lia Waroka.  Bahwa selanjutnya saksi Lia Waroka mengajak anaknya untuk pulang karena sudah 4 bulan berada di rumah terdakwa. Sudibyo alias Kris  Bahwa pada hari kamis tanggal 5 Mei 2009 sekitar jam 09. selanjutnya anaknya teriak dan papa.sehat aja kok ma”. saksi Lia lalu tanya kepada anaknya kamu sakit dan dijawab anaknya “aku sehat. terdakwa menunggu dengan jarak 2 meter. dan Lia berusaha menarik juga. Saksi Ratna Sari  Bahwa pada hari kamis tanggal 5 Mei 2009 sekitar jam 09.teriak dan papa. lalu saksi Lia meminta agar dipanggilkan anaknya. 2.  Bahwa terdakwa meludahi dan mengatakan lonte dan sampah lu kepada saksi Lia Waroka dan meludahi kena badan saksi Lia. langsung terdakwa menghampiri dan menarik tangan Asyil.2 Rt.00 Wib saksi Lia Waroka bermaksud untuk menjemput anaknya bernama Muhammad Asyil Azim dari SD Yakorbi Pancoran dan sesampainya disekolah dikatakan bahwa Asyil tidak masuk sekolah karena sakit. sesampainya ditujuan lalu membunyikan klason dan kemudian pembantu terdakwa bernama Kristina menghampiri saksi Lia Waroka.  Bahwa setelah mendapat keterangan tersebut saksi Lia Waroka lalu mennuju rumah mantan suaminya di Jl. dan Lia berusaha menarik juga.

tidak lama kemudian anaknya dan terdakwa keluar menemui Lia Waroka. sesampainya ditujuan lalu membunyikan klason dan kemudian pembantu terdakwa bernama Kristina menghampiri saksi Lia Waroka.  Bahwa setelah mendapat keterangan tersebut saksi Lia Waroka lalu menuju rumah mantan suaminya di Jl. Permata Hijau Blok A. sesampainya ditujuan lalu membunyikan klason dan kemudian pembantu terdakwa bernama Kristina menghampiri saksi Lia Waroka. Permata Hijau Blok A. lalu saksi Lia meminta agar dipanggilkan anaknya.  Bahwa pada hari kamis tanggal 5 Mei 2009 sekitar jam 09.007/009 Grogol Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan. langsung terdakwa menghampiri dan menarik tangan Asyil.007/009 Grogol Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan.  Bahwa setelah mendapat keterangan tersebut saksi Lia Waroka lalu menuju rumah mantan suaminya di Jl.  Bahwa selanjutnya saksi Lia Waroka mengajak anaknya untuk pulang karena sudah 4 bulan berada di rumah terdakwa.2 Rt. 24 . tidak lama kemudian anaknya dan terdakwa keluar menemui Lia Waroka. Saksi Mariman Karso Suwito.MuhammadAsyil Azim dari SD Yakorbi Pancoran dan sesampainya disekolahdikatakan bahwa Asyil tidak masuk sekolah karena sakit. selanjutnya anaknya teriak dan papa.2 Rt. 4. terdakwa menunggu dengan jarak 2 meter.  Keterangan saksi dibenarkan oleh terdakwa.00 Wib saksi Lia Waroka bermaksud untuk menjemput anaknya bernama Muhammad Asyil Azim dari SD Yakorbi Pancoran dan sesampainya disekolah dikatakan bahwa Asyil tidak masuk sekolah karena sakit. dan Lia berusaha menarik juga. lalu saksi Lia meminta agar dipanggilkan anaknya. saksi Lia lalu tanyakepada anaknya kamu sakit dan dijawab anaknya “aku sehat.sehat aja kok ma”.

hal yang memberatkan:  Perbuatan terdakwa membuat tidak nyaman saksi Lia Waroka Hal. guna menyingkat putusan ini dianggap menjadi satu kesatuan dengan putusan ini:  Bahwa terdakwa menerangkan keterangan yang ada di BAP adalah benar semua.hal yang meringankan:  Terdakwa belum pernah dihukum.  bahwa benar terdakwa tidak memberi nafkah kepada Lia Waroka selaku mantan istri karena anaknya ikut dengan terdakwa. dan kena di pagar. dan najis lu kepada saksi Lia Waroka. perlu pula mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan pidana bagi terdakwa yaitu: Hal.  bahwa benar terdakwa meludah tetapi tidak mengenai Lia Waroka.  Bahwa terdakwa tidak pernah mengatakan lonte lu. 25 .  Bahwa saksi mengetahui tapi tidak tahu masalahnya. dan Lia berusaha menarik juga.  Terdakwa mengaku terus terang dan berlaku sopan. langsung terdakwa menghampiri dan menarik tangan Asyil. saksi Lia lalu tanya kepada anaknya kamu sakit dan dijawab anaknya “aku sehat.  Bahwa selanjutnya saksi Lia Waroka mengajak anaknya untuk pulang karena sudah 4 bulan berada di rumah terdakwa. selanjutnya anaknya teriak dan papa.  bahwa terdakwa tidak pernah berkata kotor kepada Lia Waroka sebagai ibu dari anaknya bernama Muhamad Asyil Azim. Menimbang bahwa dalam persidangan memberikan keterangan terdakwa sebagaimana tercantum dalam Berita Acara Persidangan. sampah lu. Menimbang.  Keterangan saksi dibenarkan oleh terdakwa.sehat aja kok ma”. bahwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan pidana atas diri terdakwa.terdakwa menunggu dengan jarak 2 meter.  Terdakwa menyesali perbuatannya.

yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum.000.Jkt. 2. Memerintahkan bahwa hukuman tersebut tidak akan dijalani. Majelis Hakim menjatuhkan putusan bahwa terdakwa telah terbukti bersalah dan melanggar Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berbunyi: 1) Barangsiapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang. kecuali ada perintah lain dalam putusan Hakim.2. oleh karena terhukum melakukan perbuatan tindak pidana sebelum masa percobaan selama 10 (sepuluh) bulan terakhir. Analisis Kasus Dalam perkara pidana Nomor 1220/Pid. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan.(dua ribu rupiah).2. 1. Pasal 14 a KUHP dan pasal. telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pencemaran Nama Baik”. 3.Mengingat Pasal 310 ayat (1) KUHP. 4. 26 . Barang Siapa. Dengan sengaja merusak kehormatan atau nama baik dengan jalan menuduh melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu. 2.. III. dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau denda paling banyak tiga ratus ribu rupiah. Menyatakan terdakwa Hendri Prestoe Pringgodigdo dengan identitas tersebut diatas. Untuk memperkuat putusan Majelis Hakim. diperlukan mempertimbangkan unsur-unsur tindak pidana yang terkandung di dalam Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana yaitu: 1.Sel. dengan menuduh sesuatu hal. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp.B/2009/PN.pasal lainnya yang bersangkutan. karena pencemaran. diancam.

00 Wib saksi Lia Waroka bermaksud untuk menjemput anaknya bernama Muhammad Asyil Azim dari SD Yakorbi Pancoran dan sesampainya disekolah dikatakan bahwa Asyil tidak masuk sekolah karena sakit. Permata Hijau Blok A.007/009 Grogol Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan. 1. bahwa dalam persidangan terungkap dari keterangan saksi dan terdakwa bahwa Bahwa pada hari kamis tanggal 5 Mei 2009 sekitar jam 09. Ad. Unsur Barang Siapa Menimbang. Menimbang.sehat aja kok ma”.Ad. 2. sesampainya ditujuan lalu membunyikan klason dan kemudian pembantu terdakwa bernama Kristina menghampiri saksi Lia Waroka. Dengan sengaja Merusak kehormatan atau nama baik dengan jalan menuduh melakukan suatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu. bahwa yang dimaksud dengan unsur Barang Siapa adalah setiap orang sebagai pendukung hak dan kewajiban yang terhadapnya dapat dimintakan pertanggungjawaban hukum yang dalam hal ini adalah terdakwa Hendri Restoe Pringgodigdo. bahwa selanjutnya saksi Lia Waroka mengajak anaknya untuk pulang karena sudah 4 bulan berada di rumah terdakwa. terdakwa menunggu dengan jarak 2 meter.2 Rt.alasan pemaaf maupun alasanalasan pembenar yang dapat menghapuskan pertanggung jawaban hukum terhadapnya. saksi Lia lalu tanya kepada anaknya kamu sakit dan dijawab anaknya “aku sehat. bahwa setelah mendapat keterangan tersebut saksi Lia Waroka lalu mennuju rumah mantan suaminya di Jl. 27 . selain itu Majelis Hakim telah menanyakan identitas terdakwa yang sesuai dalam surat dakwaan sehingga dengan demikian unsur tersebut terpenuhi. tidak lama kemudian anaknya dan terdakwa keluar menemui Lia Waroka. lalu saksi Lia meminta agar dipanggilkan anaknya. sebagaimana fakta yang terungkap dipersidangan tidaklah menemukan alasan.

Sel. yaitu apabila seorang dihukum penjara selama-lamanya satu tahun atau kurungan. apabila si terhukum dalam tenggang waktu percobaan melakukan tindak pidana lagi apabila si terhukum tidak memenuhi syarat tertentu. maka hakim dapat menentukan bahwa hukuman itu tidak dijalankan.B/2009/PN. dikarenakan ketentuan pidana terhadap tindak pidana pencemaran nama baik tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak Rp. tercemar. tidak termasuk kurungan pengganti. Adapun ketentuan pidana ini merupakan sanksi pidana singkat yang diatur dalam ketentuan Pasal 14 a Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Adapun sanksi pidana singkat yang diberikan terhadap pelaku tindak pidana pencemaran nama baik belum bisa dikatakan efektif dan tidak menimbulkan efek jera. kecuali kemudian ditentukan lain oleh hakim. bahwa terdakwa meludahi saksi Lia Waroka dan mengatakan yang tidak pantas diucapkan. misalnya tidak membayar ganti kerugian kepada si korban dalam waktu tertentu. disebabkan karena terpidana melakukan suatu perbuatan pidana sebelum masa percobaan yang ditentukan dalam perintah tersebut di atas habis. maka dalam putusannya dapat memerintahkan pula bahwa pidana tidak usah dijalani.Selanjutnya anaknya teriak papa. Majelis Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 5 (lima) bulan dengan ketentuan bahwa hukuman tersebut tidak akan dijalani. dan Lia berusaha menarik juga. yaitu: “Apabila Hakim menjatuhkan pidana penjara paling lama satu tahun atau kurungan. kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain.Jkt. 300 (tiga ratus rupiah). 1220/PID. 28 . kecuali ada perintah lain dalam putusan Hakim. Terhadap pasal di atas adapun penjelasannya. akan tetapi ada perdebatan dan membuat saksi Lia Waroka terhina. langsung terdakwa menghampiri dan menarik tangan Asyil. atau karena terpidana selama masa percobaan tidak memenuhi syarat khusus yang mungkin ditentukan dalam perintah itu”. dengan demikian unsur tersebut terpenuhi. Sedangkan dalam Putusan Perkara No.

menyelesaikan konflik yang ditimbulkan oleh tindak pidana. Hal ini dikarenakan unsur-unsur dalam Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana telah terbukti secara sah dan meyakinkan dilakukan terdakwa. Barang Siapa. Seharusnya menurut penulis pidana penjara 5 (lima) bulan yang diberikan Majelis Hakim terhadap terdakwa Hendri Prestoe Pringgodigdo harus dijalani terdakwa di dalam penjara sehingga dapat mencegah dilakukannya kembali tindak pidana tersebut dengan menegakkan norma hukum demi pengayoman masyarakat. Pembalasan merupakan doktrin yang memandang bahwa manusia dinyatakan jahat dianggap sebagai sampah masyarakat bahkan sebagai binatang buas. Apabilaterdakwa sudah menjalani hukuman pidana penjara tersebut maka tujuan dari pemidanaan telah tercapai yaitu : 1. sebagai musuh masyarakat. Adapun unsur-unsur dalam Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana yaitu: 1. Dengan sengaja merusak kehormatan atau nama baik dengan jalan menuduh melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu. Adapun penulis tidak sependapat dengan Majelis Hakim dalam hal pemberian hukuman terhadap terdakwa Hendri Prestoe Pringgodigdo sebagai pelaku tindak pidana pencemaran nama baik karena tidak menimbulkan efek jera serta tidak memberikan rasa keadilan terhadap korban pencemaran nama baik. 2. Pembalasan Hal yang paling ditekanankan dalam tujuan pemidanaan ini adalah unsur pembalasan. terhadap terdakwa sebagai pelaku tindak pidana pencemaran nama baik berdasarkan Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. memulihkan keseimbangan dan mendatangkan rasa damai dalam masyarakat. 29 .Oleh karena terhukum melakukan perbuatan tindak pidana sebelum masa percobaan selama 10 (sepuluh) bulan terakhir.

4. sehingga tidak akan mengulangi lagi perbuatannya yang melanggar hukum.Oleh karena itu kekuatan phisiknya perlu dipatahkan dengan cara yang menyakitkan. Perlindungan terhadap masyarakat Dengan mengisolasi atau mengasingkan penjahat dari anggota masyarakat yang taat pada hukum. dengan demikian terjadi suatu keseimbangan. 2. sehingga tidak jarang ia menderita cacat badan untuk selama-lamanya. 3. Penjeraan Dimana ancaman pidana yang dibuat oleh negara akan berhasil mencegah atau membatasi terjadinya kejahatan di dalam masyarakat karena tujuan dari hukuman ini untuk menjerakan para pelanggarnya. Memperbaiki penjahat Pidana harus diusahakan agar dapat mengubah pendangan dan sikap dari penjahat sehingga tidak melakukan kejahatan di kemudian hari. dimana merupakan penghapusan suatu kesalahan dengan penderitaan. Tujuan penghapusan dosa Merupakan tujuan pemidanaan yang berakar pada pemikiran yang bersifat religius. Doktrin ini dianut oleh aliran pra klasik (sebelum abad ke-18). 6. maka dengan jalan tersebut diperkirakan kejahatan dalam masyarakat akan menurun. Penutupan Setelah penjeraan mengalami kegagalan dicoba sistem penutupan sebagai usaha perlakuan terhadap terpidana penutupan yang merupakan doktrin yang memandang penutupan bagi si pelanggar hukum itu sebagai usaha perlindungan terhadap masyarakat dari dilakukannya kembali pelanggaran hukum oleh si pelaku atau si pelanggar. 30 . 5. menyiksa badan.

7. Reformasi. 31 . Ini didasarkan pada pendapat bahwa manusia pelanggar hukum mempunyai kelainankelainan dari manusia biasa yang menyebabkan mereka berbuat jahat. Rehabilitasi. dan Resosialisasi Tujuan pemidanaan ini merupakan tujuan yang lebih maju karena dalam tujuan pemidanaan ini terpidana harus diperbaiki.

1. Penerapan sanksi tindak pidana pencemaran nama baik tidak memberikan perlindungan dan kepastian hukum yang adil dikarnakan menyangkut kehormatan dan nama adalah rezim privasi . 4. 32 . Hal ini seyogianya persoalan kehormatan nama baik baik diselesaikan lewat rezim hukum perdata karna sanksi pidana dinilai tidak proporsional dan berlebihan untuk menghukum suatu tindak pidana pencemaran nama baik 2. 2. IV. Saran 1. 2.Tujuan pemidanaan ini terhadap si pelaku dan dalam menjalani hukumannya tersebut si pelaku dapat menyesali perbuatannya melanggar ketentuan perundang-undangan dengan tidak akan melakukan lagi perbuatannya setelah menjalani hukumannya. Kesimpulan 1.500. Diharapkan system hukum Indonesia memungkinkan Majelis Hakim dalam memutuskan pidana bersyarat bagi seseorang dengan syarat khusus dengan melakukan pelayanan masyarakat untuk suatu waktu tertentu selama percobaan. Hal ini dikarenakan sanksi pidana maksimal kasus-kasus pencemaran nama baik adalah 4 (empat) bulan 2 (dua) minggu untuk penghinaan ringan sampai dengan 4 (empat) tahun untuk tindakan fitnah yang dianggap berat.BAB IV PENUTUP IV. Sanksi terhadap pelaku tindak pidana pencemaran nama baik dihubungkan dengan tujuan pemidanaan yaitu lebih ditujukan pada resosialisasi terhadap pelaku tindak pidana dari pada pembalasan terhadap perbuatanya. dikarenakan ketentuan pidana terhadap tindak pidana pencemaran nama baik tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak Rp. Pemerintah diharapkan agar melakukan revisi khususnya terhadap sanksi pidana yang mengatur mengenai tindak pidana pencemaran nama baik.

Jakarta: Yarsif Witampone. Jakarta: Storia Grafika. Achmad. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1998. 2005. Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Leden. 1997. Semarang: Universitas Dipenogoro. Kapita Selekta Hukum Pidana. Ujung Pandang: Hasanudin University Press.  Arief. 2004. Jakarta: Pena. 2004. Pengadilan dan Masyarakat. Bandung: Refika Aditama. Bunga Rampai Hukum Pidana Khusus. 2008. Sudrajat M. 1999.  Bassar. Barda Nawawi. Tindak-tindak Pidana Tertentu di Indonesia di Dalam KUHP. Bandung: Armico. Teori-teori dan Kebijakan Pidana.  Prodjodikoro.  Muladi. Penelitian Hukum. Moch. Cetakan I. Hukum Pidana Bagian Khusus (KUHP Buku II).  Anwar. Bandung: Alumni. Sianturi.  Lamintang. 2002.  Kanter. Hukum Penitensier Indonesia.  Marpaung. Lembaga Pidana Bersyarat. 33 . Bandung: Refika Aditama.  2003. Asas-asas Hukum Pidana. Asas-asas Hukum Pidana.  1995. 2003. PAF. Tindak Pidana Terhadap Kehormatan. E. Asas-asas Hukuman Pidana di Indonesia..  Hamzah. 2005. Jakarta: Bumi Aksara. Bandung: Remaja Karya. Surabaya: Kencana Prenada Media Group. Bandung: Alumni.  Moeljatno. 1984. Eddy OS. Buku  Ali. Tindak-tindak Pidana Tertentu di Indonesia.DAFTAR PUSTAKA A. 2002. Bandung: Alumni. Andi.  Marzuki. 2006. Wirjono.  Hiarej. Peter Mahmud.Y dan SR.

Jakarta: Bina Aksara.  Soehuddin. R. 1997. Cet. Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri. Pengantar Ilmu Hukum. 2. Sistem Sanksi Dalam Hukum Pidana.  Waluyo. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentarkomentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Hukum Acara Pidana.R. Jakarta: Ind-Hill-Co. LN No. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1996. UU No. Jakarta: Sinar Grafika. Cet. Tindak Pidana Korupsi dan Suap.  2001. 2007. Dedi. Pengantar Hukum Indonesia. Perundang-undangan  Indonesia. 1990. 76 Tahun 1981. TerjemahanMoeljatno.  Soesilo. 3209. Bambang. Rony Hanitijo. Penelitian Hukum Normatif.  Sugandhi.  Sianturi.  Soeroso. R. 3. 1996. Jakarta: Paramestika. Jakarta: Pressindo. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht). Soerjono dan Sri Mamudji. M. Bogor: Politeia.  Sudjono. Jakarta: Ghalia Indonesia. 34 . 8. Jakarta: Percetakan BPK Gunung Mulia. Pengantar Penelitian Hukum. Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Saleh. 1981.  Soemitro. Jakarta: Penerbit UI Press. Tanya Jawab Pidana. Jakarta: Raja Grafindo Persada. KUHP dan Penjelasannya. 1994. Surabaya: Usaha Nasional. Jakarta: Sinar Grafika. 2004. B. IV.  2008. Ide Dasar Double Track System dan Implementasinya.  1996.  Soekanto. 1996. Cet. Hukuman Dalam Perkembangan Hukum Pidana. R. 4. Pidana dan Pemidanaan. 2001.  Soemardi. 2003. Wantjik K. TLN No. S. Cet. Bandung: Tarsito.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful