P. 1
Sejarah Seni Rupa Venus. Yolanda 212170150

Sejarah Seni Rupa Venus. Yolanda 212170150

|Views: 159|Likes:
Published by yolanda아

More info:

Published by: yolanda아 on Oct 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

SEJARAH SENI RUPA VENUS OF WILLENDORF NAMA : Maria Yolanda NRP : 212170150 LUKMAN ZAMAN PCSW,S.Kom.,M.

Kom.

Venus dari Willendorf atau Venus of Willendorf adalah ukiran dari zaman Paleolitikum yang diukir dari batu gamping yang diperkirakan berasal dari 25.000-21.000 SM. Ukiran ini ditemukan di Willendorf, Austria. Walaupun berukuran sebesar tangan, karya seni ini dianggap monumental dan ekspresif dengan bentuk yang organik. Ukiran menampakkan bentuk oval bergelombang mereprenstasikan kepala, dada, torso dan paha. Bag ian wajah, leher dan kaki bagian bawah tampak dieliminasikan. Kedua tangannya berpangku di dada tidak begitu mudah dikenali karena tidak sempurna. Berdasarkan spekulasi, pengukiran hanya pada bagian-bagian tertentu karena berhubungan dengan fungsi menyusui dan reproduksi. Jika kedua sisi dibandingkan, maka bagian depan lebih diprioritaskan daripada bagian belakang yang menandakan bahwa benda ini memang untuk dilihat dari sisi depan. Karena frontalitas adalah karakter yang banyak ditampilkan dalam karya seni religius pada abad-abad berikutnya, kombinasi

frontalitas dan simbolis yang berlebihan ini disimpulkan oleh para ahli bahwa Venus of Willendorf merupakan dewi kesuburan. Temuan ini merupakan salah sekian dari figur wanita prasejarah yang diberi nama Venus (nama dewi cinta dan kecantikan Romawi), walaupun tiada bukti yang menunjukkan siapa yang diperlambangkan oleh ukiran tersebut. Artefak-artefak ini memiliki ukuran dada dan pinggul yang berlebihan, mengindikasikan bahwa adanya hubungan dengan kesuburan dimana pelestarian suatu spesies bergantung Teknik Pembuatan: Patung Venus of Willendorf tersebut terbuat dari ukiran darizaman Paleolitikumyang diukirdari batu gamping.

Teori-teori tentang tujuan pembuatan karya: Para arkeologi mengembangkan beberapa teori mengenai patung yang dibuat oleh sukupengembara tersebut. Teori pertama menduga bahwa patung tersebut adalah figur DewiVenus sebagai simbol kesuburan. Patung perempuan ini memiliki perut dan dada yang amatgendut, serta daerah kemaluan yang diperbesar (yang mungkin melambangkan penciptaan)dan memiliki pigmen pewarna merah di daerah tersebut yang menggambarkan menstruasisebagai lambang pemberi hidup. Teori kedua menduga bahwa figur ini merupakan jimat keberuntungan yang digunakan olehpara pemburu laki-laki supaya teringat akan pasangan yang mereka tinggalkan, selainberfungsi sebagai pembawa keberuntungan. Dugaan ini dikuatkan oleh tidak adanya wajahpada patung tersebut, yang memberi kesan anonim dan misterius, dimana patung tersebutlebih dilihat sebagai obyek daripada sebagai person.Kemungkinan ketiga adalah patung tersebut berfungsi sebagai penggambaran ibu bumi.Dugaan ini bertolak dari

kegendutan patung tersebut, mengingat bahwa kaum perempuandalam suku yang masih berburu tidak memiliki kesempatan banyak untuk menjadi gendut.Sebagai dewi, sudah tugasnya untuk menjamin kelancaran persediaan pangan, sehingga perburuan berjalan dengan baik. Pada jaman tersebut, kemampuan ibu yang memelihara kehidupan serta menyusui dianggap sangat penting, sehingga peran ibu menjadi menonjol. Simbiolisme: Temuan ini merupakan salah sekian dari figur wanita prasejarahyang diberi nama Venus (nama dewi cinta dan kecantikan Romawi), walaupun tiada bukti yang menunjukkan siapayang diperlambangkan oleh ukiran tersebut.Artefakartefak inimemiliki ukuran dada dan pinggul yang berlebihan,mengindikasikan bahwa adanya hubungan dengan kesuburan dimana pelestarian suatu spesies bergantung. Karena frontalitas adalah karakter yang banyak ditampilkan dalamkarya senireligiuspada abad-abad berikutnya, kombinasi frontalitas dan simbolis yang berlebihan ini disimpulkan oleh para ahli bahwa Venus of Willendorf merupakan dewi

kesuburan. Masyarakat pemburu tersebut mungkin menganut system matriarkal, di mana otoritas keluarga dan suku ada di tanganperempuan yang dihubungkan dengan kesuburan bumi. Venus dari Willendorf menunjukkan bahwa tubuh perempuan yangbesar dan gendut saat itu lebih disukai, karena selain membawa keberuntungan, juga berperan dalam memberi kesuburan dan kelancaran pangan. Pendapat pribadi saya mengenai karya ini adalah menarik,unik dan bagus. Karenabentuknya yang tidak biasa dan setiap detail bagian-bagian tubuhnya memiliki arti atau simbol tersendiri.Dapat dilihat kreativitas mereka pada jaman itu cukup tinggi karenamampu mendeskripsikan bentuk seorang wanita dengan bentuk yang unik dan belum tentu orang jaman sekarang mampu membuat karya yang penuh dengan makna seperti Venus of Willendorf ini. Teknik pembuatannya pun masih sederhana dengan hanya menggunakanbatu gamping,hasil ukirannya pun cukup terbentuk dan dapat dimengerti.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->