PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM PERAWATAN POMPA GEAR

PROYEK AKHIR Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) Program Studi DIII Teknik Mesin

Disusun oleh:

AGUNG PAMBUDI I 8107030

PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK MESIN PRODUKSI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010
i

HALAMAN PERSETUJUAN
Proyek Akhir ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Proyek Akhir Program Studi D III Teknik Mesin Produksi Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Surakarta, Pembimbing I

Juli 2010 Pembimbing II

Zainal Arifin, ST, MT NIP. 19730308 200003 1 001

Didik Djoko Susilo, ST, MT NIP. 19720313 199702 1 001

ii

HALAMAN PENGESAHAN
Proyek Akhir ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim penguji Proyek Akhir Program Studi D III Teknik Mesin Produksi Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi persyaratan mendapat gelar Ahli Madya.

Pada hari Tanggal

: :

Tim Penguji Proyek Akhir 1. Zainal Arifin, ST, MT NIP. 19730308 200003 1 001 ………………………………

2. Didik Djoko Susilo, ST, MT NIP. 19720313 199702 1 001

………………………………

3. Purwadi Joko W.,ST.,MT NIP. 19730126 199702 1 001

………………………………

4. Rendhy Adhy Rachmanto,ST.,MT NIP. 19710119 200012 1 006

………………………………

Mengetahui, Ketua Program D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Mesin UNS

Disahkan Oleh: Koordinator Proyek Akhir

Zainal Arifin, ST, MT. NIP. 197303082000031001

Jaka Sulistya Budi , ST NIP. 196710191999031001

iii

karena segala sesuatu berawal dari mimpi kita. Bermimpilah. · · Kegagalan merupakan sebuah proses menuju keberhasilan. namun tantangan yang wajib kita hadapi. tetapi Tuhan yang menentukan.HALAMAN MOTTO · · · · Manusia sepantasnya berusaha dan berdoa. Apa yang kita cita-citakan tidak akan terwujud tanpa disertai tekad dan usaha yang keras. iv . Masalah bukanlah cobaan yang harus dihindari. Tiada hidup tanpa perjuangan dan tiada perjuangan tanpa pengorbanan.

Para Dosen. Kekasihku yang aku cintai dan sayangi yang selalu mendukungku dalam suka maupun duka. sabar mengajar dan membimbing kami sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik. jangan patah semangat dan terus berusaha demi masa depan. karena dengan rahmad serta hidayah-Nya saya dapat melaksanakan `Tugas Akhir’ dengan baik serta dapat menyelesaikan laporan ini dengan lancar Orang Tua yang aku sayangi yang telah memberi dorongan moril maupun meteriil serta semangat yang tinggi sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir ini. serta tak pernah lelah memberikan motivasi.PERSEMBAHAN Sebuah hasil karya yang kami buat demi menggapai sebuah cita-cita. Ade`-ade`ku yang aku sayangi. tingkatkan mutu dan kualitas diri. khususnya dosen jurusan teknik mesin yang dengan semangat. Ade’-ade’ angkatanku. Vega R ku yang selalu setia menemaniku sampai akhir masa kuliahku. jangan pernah menyerah!!! v . ayo kejar cita-citamu dengan penuh perjuangan dan tekad. yang ingin ku-persembahkan kepada: Allah SWT. D III Produksi dan Otomotif angkatan 07’ yang masih berjuang.

PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM PERAWATAN POMPA GEAR. Proyek akhir ini menghasilkan alat praktikum perawatan pompa gear dengan spesifikasi sebagai berikut Biaya produksi total Rp.ABSTRAKSI Agung Pambudi . menentukan material. 4.500. Proses pembuatan di mulai dengan mendesain gambar alat. Dengan peralatan ini. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kapasitas pompa yang digunakan adalah 60 liter / menit. kemudian proses pengerjaan. kita mampu melakukan praktek pengoperasian pompa gear dengan benar dan aman. Untuk memberikan pengetahuan tentang pompa kepada mahasiswa. Serta mampu melakukan praktek perawatan pompa gear. Hal tersebut dapat diperoleh melalui pengalaman kerja dilapangan maupun praktek di laboratorium. Proses pengerjaan awal adalah membuat meja sebagai tempat rangkaian alat. vi . 2010. Agar pompa mampu bekerja secara maksimal kembali dan untuk memperpanjang usia pompa maka perlu adanya proses perawatan. maka diperlukan sebuah alat praktikum perawatan pompa gear. Setelah proses perakitan di lakukan proses pengujian alat. Program studi diploma III Mesin Produksi. Motor listrik yang di gunakan 1 phase 2 HP dengan putaran 1440 rpm. Fakultas Teknik. Komponen utama dalam proses perakitan adalah motor dan pompa yang di hubungkan dengan poros. Pengetahuan tentang pompa sangat diperlukan untuk dapat melakukan proses perawatan. Pompa gear merupakan peralatan yang tergolong penting dalam dunia industri. melakukan perhitungan. menggambar mesin.00.846. Dalam penggunaanya semakin lama pompa akan mengalami penurunan performance yang di pengaruhi oleh berbagai faktor.

4. sehingga laporan ini dapat disusun. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca bagi pada umumnya. sehingga laporan Proyek Akhir dengan judul PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM PERAWATAN POMPA GEAR ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa halangan suatu apapun. yang memberikan limpahan rahmat. ST. Bapak Jaka Sulistya Budi. 5. Bapak Zainal Arifin. ST. Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Bapak Didik Djoko Susilo. Berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Juli 2010 Penulis vii . Surakarta. 6. Bapak dan Ibu di rumah atas segala bentuk dukungan dan doanya.MT Selaku ketua program DIII Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret serta Selaku pembimbing Proyek Akhir I. 3. Dalam laporan ini.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT. MT Selaku pembimbing Proyek Akhir II. Selaku koordinator Proyek Akhir.. Amin. penulis menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan semua pihak. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan. karunia dan hidayah-Nya. Proyek Akhir ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan bagi mahasiswa DIII Teknik Mesin Produksi Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2. Penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. ST. Rekan-rekan mahasiswa D III Produksi dan Otomotif angkatan 2007 .

....... 9 2... 1......... ii Halaman Pengesahan ...........1 Karakterisrik pompa roda gigi luar ..............4 Kopling .......................................................................... 15 2............2 Pompa perpindahan positif.............................1............................................................................................................................ xiv BAB I PENDAHULUAN 1........................................2..19 viii .........2 Perumusan Masalah ............................................. 9 2........................ 8 2........................ Poros ................ 1............................................................................................................................................................2............................................................................................................1...........6 Kerangka Pemikiran................2 Cara kerja .....................17 2..........................................1 Latar Balakang .......................................1...........................................2....................................... iii Halaman Motto ............................................................... 1................. 7 2............................................................................................................................................................................................. v Abstraksi ............................................. x Daftar Notasi ........................... 1 1 1 2 2 3 6 BAB II DASAR TEORI 2............................................................................................................. i Halaman Persetujuan ................................................................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul ............................ 1....... 16 2..................................2 Pompa Gear ..................3 Tujuan Proyek Akhir ........................ vii Daftar Isi ....................................... Statika ........... 11 2........................................................................... 14 2.................................... Tinjaua n Umum ............................1 Pompa dinamik................................................ 1...................6......................................................................... viii Daftar Gambar .........................................................5........................................................... Cara Pengoperasian Pompa Gear ...................3........ 12 2............................... vi Kata Pengantar ...........5 Pembatasan Masalah ............................................................................. xii Daftar Tabel ......... iv Persembahan ................................................................................7 Sitematika Penulisan ......................................................................4 Manfaat Proyek Akhir ................................... 1..............................................................................................................................3 Rumus perhitungan pompa ..

..............5............................ 5........................... 4.................... Perakitan..... 23 2.....................3....................................................3...........................4......6............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 60 60 31 33 48 49 52 52 53 54 54 54 55 55 55 56 ix .......................3.............................................3..............2...............8..................................................2 Rangka ...7.............................. 20 2....... 19 2....... Proses Pengelasan ....1 Proses pemotongan plat ...........4 Proses pemasangan plat. 4............................... Waktu Permesinan ......3.................................... 4. 24 2.....6.... Kesimpulan....... Pemilih an Mur dan Baut...1 Sambungan las .................................................... Membuat Rangka .........................3........ 22 2...........................................2 Gaya dalam ........................................1......................................................................2 Proses pengelasan.................................................. 25 2..........3......................................7.......2.3.............. 21 2........9...........3...................................................... Pembuatan Poros.... 22 2.....................1......................5 Proses pengecatan ......................................... 28 BAB III DATA DAN ANALISA 3.....1 Perhitungan Poros ... Saran…… ............1 Gaya luar .............7...... 4.............2 Proses penekukan plat........3 Rumus yang digunakan dalam perhitungan las.........1 Proses pemotongan besi hollow ....... 4.6...............7.................3................................................3 Proses pengerjaan plat .6. BAB IV PROSES PRODUKSI 4............. BAB V PENUTUP 5......................... Estimasi Biaya.................................................. 4.................................................... 3.................................... 4.. Proses Permesinan .......................................................................... 4.....2 Memilih besarnya arus ........................ 26 2................................................3 Tumpuan ..............................................................4 Diagram gaya dalam .............2.............................. 4........... 4.... 4.........................

................................................................................... Gambar 2...................... 34 Potongan kiri (x-x) batang C-D..................................................... 16 Diagram Pembebanan dan Gaya Bebas Statika Kesetimbangan .................10.........................................10..13.................................................14...................................... 36 Reaksi Gaya Luar Batang D-E ...........13............ 37 Potongan kiri (x-x) batang D-E ...... Dan Momen Lentur Batang D-E ....................6...............4.......18.................15........... Gambar 3...................................16..... Gambar 2.......................... Gambar 3.... 40 Potongan kiri (x-x) batang A-B.......................................... Gambar 2...... 20 Tanda untuk Gaya Geser ....................5.... Gambar 3...............4... 36 Reaksi Gaya Dalam Batang D-E ................................ Gambar 3........ 31 Diagram Momen Lentur Roda Gigi .... Gambar 2.....7.. Gambar 2............. 8 Rotari Roda Gigi Luar............. Gambar 3...... Gambar 3...................................................................14...... 22 Tumpuan Jepit ........ Gambar 2........................................................... Gambar 3.........................................................Joint....................8.....17............ Gaya Geser.........................11...................................... 24 Sambungan Las Edge Joint ................. 30 Sketsa Tumpuan Roda Gigi Pompa...........12................. Gambar 2............... Gambar 3.... Gambar 3.................... 21 Tumpuan Sendi...2...... Gambar 2. 40 Potongan kiri (y-y) batang A-B......9.................................. Gambar 3.... 21 Tanda untuk Momen Lentur....... Gambar 2........ Gambar 3....... Gambar 3... Gambar 3.....3.....1.2..................................... Gambar 3........ Gambar 2. 35 Diagram Gaya Normal..... Gambar 3.. 33 Sketsa Pembebanan Rangka ..................... Gambar 2.......................................................... Gambar 3............. 19 Tanda Gaya Normal ........ Gambar 2............................5...............1...................... 41 x .................... 38 Diagram Gaya Normal. Gaya Geser...12..................................... 24 Sambungan Las T............9.. 24 Sketsa Alat Perawatan Pompa Gear ....... 34 Reaksi Gaya Dalam Batang C-D....8.............. 12 Fleksibel Kopling Elastomer ........ 10 Karakteristik Kapasitas dan Daya Kuda Pompa Roda Gigi Luar...................................Daftar Gambar Gambar 2.....6....................... 22 Sambungan Las Butt Joint............. 21 Tumpuan Rol.. Gambar 2............................................... 33 Reaksi Gaya Luar Batang C-D ....................... 23 Sambungan Las Lap Joint ........ Halaman Klasifikasi Pompa....................... 37 Potongan kiri (y-y) batang D-E ...............3....................................................... 39 Reaksi Gaya Luar Batang A-B ........... Gambar 3..... Dan Momen Lentur Batang C-D............. 34 Potongan kiri (y-y) batang C-D..................................... Gambar 2.........11..... 39 Reaksi Gaya Dalam Batang A-B..............15....... Gambar 3......7.

... Potongan kiri (z-z) batang A-B . Gaya Geser........... Gambar 4.....................................Gambar 3......... Gambar 4.........1............. Penampang Besi Hollow ................................................ Diagram Gaya Normal.............................. Dan Momen Lentur Batang A-B ....22.20.............................................2......19................... 42 43 44 46 48 52 xi ............. Konstruksi Rangka ... Sketsa Pengelasan Rangka .................. Gambar 3.............................21.... Gambar 3. Gambar 3............................ Poros Gompa Gear ................................

m) = Diameter poros (mm) = Diameter poros mula-mula (mm) = Diameter poros akhir (mm) = Momen (N.m) = Tegangan tarik maksimum (kg/cm2) = Gaya (kg.m/s) = Torsi (kg.m/s2 atau N) = Gaya bekerja pada sumbu (x) atau horizontal (N) = Gaya bekerja pada sumbu (y) atau vertical (N) = Luas penampang (cm) = Seksion modulus (mm3) = Tegangan lentur (N/mm2) = Lebar gerigi las (mm) = Tebal gerigi las (mm) = Lebar luar hollow (mm) = Jarak las dengan beban (mm) xii .Daftar Notasi H p ρ P T N Dp Q η Te d d0 d1 M τs τ Me σb F Fx Fy A Z σb s t l e = Head/ketinggian (m) = Tekanan (kg/m2) = Massa jenis oli/specific gravity (kg/m3) = Daya (Watt atau kg.m) = Tegangan geser (kg/cm2) = Tegangan tarik (kg/cm2) = Momen ekuivalen (kg.m) = Kecepatan putaran (rpm) = Beda tekanan antara in dan out (kg/m2) = Debit/flowrate (m3/s) = Efisiensi pompa (%) = Torsi ekuivalen (kg.

V D Tm ts tu L l0 l1 S r dc V I Y = Kecepatan pemotongan (m/menit) = Diameter poros (mm) = Waktu permesinan memanjang (menit) = Waktu setting (menit) = Waktu pengukuran (menit) = Panjang pemakanan (mm) = Panjang poros mula-mula (mm) = Panjang poros akhir (mm) = Pemakanan (mm/put) = Jari-jari (mm) = Diameter baut (mm) = Tegangan (volt) = Arus (ampere) = Jarak titik pusat beban (mm) xiii .

...............1.......Daftar Tabel Tabel 4............ Tabel 4.............. Tabel 4...... 49 Kecepatan Pemakanan Pahat ( mm/rev ) ......... Tabel 4................................................... Halaman Kecepatan Pahat HSS ( mm/menit ).............. Tabel 4................... 58 xiv ............................4.......... 56 Daftar Harga Komponen Cat ..2................................................ 58 Daftar Harga Pengerjaan .....3... 49 Daftar Harga Komponen Mesin ..5.

Dalam penggunaanya semakin lama pompa akan mengalami penurunan performance yang di pengaruhi oleh berbagai faktor. 1. arus dan tegangan serta kesumbuan poros antara motor dan pompa. tekanan.BAB I PENDAHULUAN 1. Proses perawatan yang dilakukan antara lain meliputi pengukuran putaran. penyetelan yang telah berubah dari spesifikasinya dan kerusakan komponen-komponen pompa itu sendiri. sehingga mahasiswa dapat mengetahui komponen – komponen praktikum 7 . maka diperlukan pengetahuan tentang pompa tersebut. Agar pompa mampu bekerja secara maksimal kembali sesuai dengan spesifikasi pompa itu sendiri dan untuk memperpanjang usia pompa maka perlu adanya proses perawatan. Perumusan Masalah Bagaimana merancang dan membuat alat perawatan pompa gear sebagai alat praktikum perawatan dasar. Pengetahuan tentang pompa dapat diperoleh melalui pengalaman kerja dilapangan maupun praktek di laboratorium. Untuk dapat melakukan proses perawatan yang mencakup hal-hal tersebut diatas.1. maka diperlukan sebuah alat perawatan pompa gear. Tujuan Proyek Akhir Tujuan dari proyek akhir ini adalah merancang dan membuat alat perawatan pompa gear. 1.2.3. Untuk memberikan pengetahuan tentang pompa kepada mahasiswa. debit. Latar Belakang Pompa gear merupakan peralatan yang tergolong penting dalam dunia industri yang digunakan untuk memindahkan fluida cair dari satu tempat ketempat yang lain dengan cara menaikkan tekanannya. Misalnya karena keausan pompa. Selain itu juga perlu dilakukan perawatan dengan membongkar pompa untuk dapat memperbaiki ataupun mengganti komponen yang rusak.

pengelasan dan permesinan. 2. 1.8 secara langsung dengan membongkar pasang pompa gear.4. putaran. Manfaat Proyek Akhir Proyek akhir ini mempunyai manfaat sebagai berikut : 1. serta kesumbuan pompa terhadap motor. Motor yang di gunakan adalah motor 1 fase 2 HP. 1. 3. Pompa yang digunakan adalah pompa rotary roda gigi luar yang termasuk jenis pompa positif displacement. Secara Teoritis Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam perancangan serta membuat peralatan baru yang inovatif dari peralatan yang telah ada.5. Perhitungan di batasi hanya pada perhitungan efisiensi pompa. Pengujian peralatan pompa gear meliputi debit. tekanan. 8 . 4. Pembatasan Masalah Dalam penulisan laporan proyek akhir ini penulis mengambil batasan masalah sebagai berikut : 1. kekuatan las serta kekuatan rangka. 2. mampu menganalisa kerusakan yang terjadi serta mampu memperbaikinya. Secara Praktis Diperoleh sebuah alat perawatan pompa gear yang berguna untuk kelangsungan praktikum perawatan selama masa perkuliahan dan melatih keterampilan dalam bidang perancangan.

1 Diagram alur Mulai Membuat Proposal Mencari Data Menggambar Desain Analisa / Perhitungan Menggambar Mesin Menentukan Material Membeli Komponen Perakitan Membuat Komponen Pengujian alat YA TIDAK Pembuatan Laporan Pembuatan Modul Selesai 9 .6.6. Kerangka Pemikiran 1.9 1.

Analisa / Perhitungan Analisa / perhitungan dilakukan sebelum mulai pengerjaan untuk dapat menentukan dimensi alat dari segi kekuatan keamanan. Mulai Proyek akhir ini adalah salah satu syarat untuk menunjang kelulusan dan mendapatkan gelar Ahli Madya (Amd). 7. Pembuatan Proposal Pembuatan proposal adalah syarat untuk dapat melaksanakan dan mengerjakan proyek akhir. Menentukan Material Penentuan material adalah pemilihan bahan dari komponen alat yang akan dibuat yang berpengaruh terhadap keamanan dan proses pengerjaan. Menggambar Mesin Setelah desain alat kita peroleh selanjutnya adalah menggambar alat yang akan dibuat dalam bentuk 3D. Membuat Desain Membuat desain adalah membuat gambaran awal bentuk dasar dari proyek akhir dengan sketsa dari alat yang akan di buat. 2. Mencari data diawali dengan survey harga alat dan bahan yang akan digunakan dalam membuat proyek akhir dan lain sebagainya. 10 .10 Keterangan Dari kerangka pemikiran diatas dapat kami jelaskan secara singkat bahwa proyek akhir ini memiliki beberapa langkah dari awal sampai akhir yaitu : 1. 3. 6. ergonomis. Dengan hal tersebut akan mempermudah dalam proses pengerjaan. efisien dan nilai estetika. Pengumpulan Data Mencari data adalah langkah untuk mengetahui data awal yang harus dilengkapi sehingga dapat menyelesaikan proyek akhir dengan baik. 4. Setelah didapat judul dari proyek akhir kemudian diteruskan dengan pembuatan proposal. 5. Proyek akhir ini dimulai dengan pengambilan mata kuliah tugas akhir yang bernilai 4 sks dan menentukan judul dari proyek akhir.

14. Perakitan Setelah pembuatan dan pembelian alat selesai maka dapat dilakukan perakitan alat praktikum perawatan yang sesuai dengan perhitungan dan gambar. Perbaikan Alat Perbaikan alat ini dilakukan apabila setelah diuji ternyata masih ada komponen dari proyek akhir yang harus diganti. alat ukur dan sebagainya. pembuatan dudukan dan sebagainya. 11 . 10. Membeli Komponen Pembelian komponen – komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan alat praktikum perawatan seperti pompa. dibeli maupun di buat sendiri untuk tercapainya kesempurnaan proyek akhir. Pembuatan modul ini bertujuan agar praktikan dapat memahami bagaimana cara merawat pompa pada saat melakukan praktikum perawatan dasar. 13. Membuat Komponen Pembuatan komponen melalui proses permesinan maupun pengelasan seperti pembubutan poros. Selesai Proses pengerjaan proyek akhir dinyatakan selesai. Pengujian alat Beberapa pengujian alat dilakukan sehingga dapat menganalisa dan dapat membandingkan antar pompa baru dengan pompa yang lama agar dapat membuat modul praktikum.11 8. Penyusunan laporan proyek akhir dilakukan setelah alat selesai dibuat dan diuji dengan baik. motor listik. 9. pembuatan rangka. Pembuatan modul Pembuatan modul dapat dilaksanakan setelah pengujian alat dilakukan. 15. 11. Pembuatan laporan Penyusunan laporan dari pengerjaan alat proyek akhir. 12.

BAB IV PROSES PENGERJAAN Berisi tentang proses pengerjaan meliputi proses permesinan. metodologi penelitian. BAB II DASAR TEORI Berisi tentang teori dasar yang berhubungan dengan pompa pada umumnya serta pompa gear pada khususnya.7. dan sistematika penulisan.12 1. Sistematika Penulisan Untuk mempermudah dan memahami penulisan tugas akhir ini perlu dibuat sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang penulisan. BAB III ANALISA DATA PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN Berisi tentang analisa dari data yang diperoleh dari pengujian alat dan pembahasan untuk dapat menarik kesimpulan. BAB V PENUTUP Berisi tentang kesimpulan dari hasil pengujian dan saran-saran yang dapat mendukung pengembangan dalam penelitian selanjutnya. perumusan masalah. 12 . pembatasan masalah. tujuan penulisan. pengelasan maupun perakitan alat perawatan pompa gear.

13 . Proses kerja ini akan berlangsung terus selama pompa beroperasi. Dari keterangan diatas maka dapat disimpulkan fungsi pompa adalah untuk mengubah energi mekanis dari pengerak pompa menjadi energi tekan dalam fluida sehingga akan menjadi aliran fluida atau perpindahan fluida melalui saluran tertutup. Fluida yang dipindahkan adalah fluida incompresibel atau fluida yang tidak dapat dimampatkan. Dan kemudian menghasilkan suatu tekanan untuk mengalirkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang lain yang lebih tinggi atau yang lebih rendah. Energi mekanis dari pengerak pompa oleh elemen pompa akan diubah menjadi energi tekan pada fluida sehingga fluida akan memiliki daya alir. Energi dari pengerak pompa selain untuk memberi daya alir pada fluida juga digunakan untuk melawan perbedaan energi potensial. Atas dasar kenyataan tersebut maka pompa harus mampu membangkitkan tekanan fluida sehingga dapat mengalir atau berpindah.1. Prinsip kerja pompa adalah menghisap dan melakukan penekanan terhadap fluida. Tinjauan Umum Pompa merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindahkan zat cair melalui saluran tertutup. Untuk melakukan kerja hisap dan menekan pompa membutuhkan energi yang berasal dari pengerak pompa. Pada sisi hisap (suction) elemen pompa akan menurunkan tekanan dalam ruang pompa sehingga akan terjadi perbedaan tekanan antara ruang pompa dengan permukaan fluida yang dihisap. Oleh elemen pompa fluida ini akan didorong atau diberikan tekanan sehingga fluida akan mengalir ke dalam saluran tekan / buang (discharge) melalui lubang tekan.13 BAB II DASAR TEORI 2. Akibatnya fluida akan mengalir ke ruang pompa. Energi yang digunakan untuk mengatasi hambatan dan yang diubah menjadi panas merupakan kerugian energi bagi pompa. Dalam kondisi tertentu pompa dapat digunakan untuk memindahkan zat padat yang berbentuk bubukan atau tepung. mengatasi hambatan dalam saluran yang diubah menjadi panas.

pemilihan penggeraknya. Klasifikasi Pompa 2. jenis dan sifat fluida yang dipompa. Memindahkan fluida ke tempat lain dengan jarak tertentu.14 Penggunaan pompa yang demikian luas dengan berbagai macam jenis dan bentuknya.1.1 sebagai berikut Gambar 2. keadaan lingkungan. membuat. Memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain yang bertekanan lebih tinggi. 4. 2.1. secara umum pompa berfungsi untuk: 1. Sirkulasi pada suatu proses di industri. 14 . Mulai dari tujuan penggunaannya. maupun memilih tipe pompa yang tepat sesuai dengan kondisi dan lingkungan operasi yang dilayaninya. 3.1 Pompa dinamik Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh cara pompa tersebut beroperasi yaitu impeler yang berputar mengubah energi kinetik menjadi tekanan atau kecepatan yang diperlukan untuk memompa fluida. head dan kapasitasnya. Pompa dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis seperti yang diperlihatkan pada diagram dalam gambar 2. Memindahkan fluida dari tempat yang berkedudukan rendah ke tempat yang berkedudukan tinggi. bahkan sampai instalasi dan perawatannya. memerlukan pengetahuan yang cukup untuk merancang.

Biasanya lebih dari 75% pompa yang dipasang di sebuah industri adalah pompa sentrifugal. air tebu dan banyak lagi. Pompa dengan efek khusus terutama digunakan untuk kondisi khusus di lokasi industri. Pompa perpindahan positif digunakan secara luas untuk pemompaan fluida selain air.1.2. 2. Pompa sentrifugal merupakan pompa yang sangat umum digunakan untuk pemompaan air dalam berbagai penggunaan industri. Pompa reciprocating hanya digunakan untuk pemompaan cairan kental dan sumur minyak. Pompa pompa tersebut digunakan untuk layanan khusus dengan kondisi khusus yang ada dilokasi industri.15 Terdapat dua jenis pompa dinamik: 1. lem. 2. Pompa Gear Gear pump (pompa roda gigi) adalah pompa yang dirancang secara khusus untuk memompa cairan dengan nilai kekentalan tertentu. lobe. sejumlah cairan yang sudah ditetapkan dipompa setelah setiap putarannya. Pompa Reciprocating Jika perpindahan dilakukan oleh maju mundurnya jarum piston. 2. Pompa rotary selanjutnya digolongkan sebagai gir dalam. Pompa roda gigi termasuk jenis pompa positive displacement berarti pompa tersebut menghisap sejumlah 15 . Pompa perpindahan positif selanjutnya digolongkan berdasarkan cara perpindahannya: 1. Umumnya digunakan untuk cairan seperti oli. Pada seluruh pompa jenis perpindahan positif.2 Pompa perpindahan positif Pompa perpindahan positif dikenal dengan caranya beroperasi yaitu cairan diambil dari salah satu ujung dan pada ujung lainnya dialirkan secara positif untuk setiap putarannya. cam atau baling-baling dalam sebuah ruangan bersekat pada casing yang tetap. dan baling-baling dorong dll. biasanya fluida kental. 2. Pompa Rotary Jika perpindahan dilakukan oleh gaya putaran sebuah gir. gir luar.

kam (cam). Beberapa desain mempunyai lubang fluida yang radial pada roda gigi bebas dari bagian atas dan akar gerigi sampai ke lubang dalam roda gigi. Sebagai ganti “pelewatan” cairan pada pompa sentrifugal. sekrup. yang beroperasi dalam ruang bebas (cleareance) yang sempit. Gambar 2. Pompa roda gigi dapat dipasang langsung dengan kopling atau menggunakan puli. pompa rotari mengeluarkan cairan dengan aliran yang lancar (smooth). mendorongnya melalui rumah pompa yang tertutup. Sering dianggap sebagai pompa untuk cairan kental atau pompa rotari. Pompa roda gigi terdiri dari rumah pompa diam yang mempunyai roda gigi. pompa roda gigi akan menghisap cairan. Ini akan memungkinkan cairan melakukan jalan pintas (by-pass) dari satu gigi ke gigi yang lainnya.16 fluida yang terjebak yang kemudian ditekan dan dipindahkan ke arah keluaran (outlet) dimana fluida akan mengalir melalui celah-celah roda gigi dengan dinding rumahnya. segmen.2 ) cairan akan mengisi ruang yang ada diantara gerigi tersebut. baling-baling. Dimana kopling atau puli tersebut berfungsi meneruskan putaran dari motor ke pompa. Akan tetapi. piston. tidak seperti pompa piston.2. hampir sama dengan piston pompa torak. sehingga pompa dapat memindahkan fluida dengan cara menghisap dan mengeluarkan dari satu tempat ke tempat yang lain. dan lain-lain. Rotari Roda Gigi Luar Pompa roda gigi merupakan pompa rotari yang paling sederhana. Apabila gerigi roda gigi berpisah pada sisi hisap ( gambar 2. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan keluar apabila geriginya bersatu lagi. yaitu menghindarkan terjadinya tekanan 16 . Roda gigi itu dapat berupa gigi heliks-ganda atau gigi lurus.

yaitu menghindarkan terjadinya tekanan berlebih yang akan membebani bantalan dan menimbulkan kebisingan.3). Sebuah sekat yang berbentuk bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan yang kembali ke sisi pompa. 2. pompa rotari memompakan kapasitas yang hampir konstan pada tekanan buang yang bervariasi. Beberapa desain mempunyai lubang fluida yang radial pada roda gigi bebas dari bagian atas dan akar gerigi sampai ke lubang dalam roda gigi. Pompa roda gigi-dalam (Internal-Gear Pump) Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam berpasangan dengan roda gigi-luar yang bebas (idler). Pompa roda gigi-luar (External-Gear Pump) Pompa roda gigi merupakan jenis pompa rotari yang paling sederhana. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan keluar apabila geriginya bersatu lagi. Ini memungkinkan cairan melakukan jalan pintas (by-pass) dari satu gigi ke gigi lainnya. Roda gigi itu dapat berupa gigi heliks-tunggal.1 Karakteristik pompa roda gigi luar Dengan mengabaikan kebocoran.17 berlebihan yang akan membebani bantalan secara berlebihan dan menimbulkan kebisingan. Jadi kurva HQ yang biasa hampir menggunakan garis mendatar (gambar 2. Perpindahan (displacement) pompa rotari bervariasi langsung dengan kepekatannya. heliks-ganda atau gigi lurus. 2. Apabila gerigi roda gigi pada sisi hisap cairan akan mengisi ruangan yang ada diantara gerigi tersebut. Cairan yang kental dapat membatasi kapasitas pompa pada kepekatan yang lebih tinggi sebab cairan tidak dapat mengalir dengan cepat ke dalam rumah pompa untuk mengisi ruangan sepenuhnya. dengan menganggap kekentalan (viskositas) konstan akan bervariasi menurut tekanan buangnya. Terdapat dua jenis pompa gear yaitu external gear pump dan internal gear pump : 1. 17 . kecuali kapasitas dapat dipengaruhi oleh kekentalan dan faktor-faktor lainnya. Slip atau kerugian kapasitas pemompaan melalui ruang bebas antara rumah pompa elemen yang berputar.2.

Sebagian vakum (ruang hampa) yang ditimbulkan inlet pompa selama roda gigi tidak berhubungan / bertautan. adalah slip atau kerugian (gambar 2. Gambar 2. akan bertambah besar dengan bertambahnya kekentalan cairan. Efisiensi akan menurun dengan membesarnya kekentalan. Karakteristik Kapasitas dan Daya Kuda Pompa Roda Gigi-Luar Masukan daya ke pompa rotari. kapasitasnya sebesar 92 gpm.3.3). Satu roda gigi digerakan oleh poros yang berputar dan memutarkan idler gear.2 Cara kerja Pompa roda gigi menghasilkan aliran dengan mengangkat cairan diantara dua roda gigi yang saling berhubungan / bertautan. merupakan hal yang penting untuk mengingat karakteristik ini. Dalam 18 . kapasitas 108 gpm. Selama gigi – gigi bertautan lagi outlet pompa. Tetapi pada tekanan 300 psi dan pada putaran yang sama.18 Misalnya. Fluida mengalir mengisi ruang pompa dan kemudian terbawa ke sekeliling sisi luar roda gigi – roda gigi. Akan tetapi pompa rotari banyak dipakai untuk cairan yang kental. Perbedaannya. 2. Ini juga berlaku untuk kelas-kelas pompa lainnya. 16 gpm. Ruang – ruang yang terbentuk antara roda gigi – roda gigi yang berdekatan yang tertutup oleh blok pompa dan plat samping. maka menimbulkan fluida keluar.2. pada putaran 600 rpm dan tekanan buang 0 psi. kurva karakteristik HQ.

Pompa dengan pengigian luar banyak dipergunakan sebagai pompa minyak pelumas. butana. pendingin. Ketika roda gigi sedang berputar. Pompa roda gigi mempunyai dua buah roda gigi dengan pengigian luar. Kebanyakan pompa bersifat mampu memancing sendiri (self-priming) dan akan dapat memompakan gas atau air yang terjebak. gas-gas dicairkan (propana.19 keadaan optimal. pembongkaran muatan dibidang kelautan (marine). dan lain-lain). pencegahan kebakaran. dan pegukuran cairan-cairan yang bermacam-macam kekenta1annya. pada zat cair yang masuk dapat mengalir antara gigi-gigi. makanan. Zat cair tersebut dibawa dalam rongga gigi dan dikempakan terus ke luar. keperluan pembakaran minyak (oil burner). Kebanyakan pompa roda gigi menurut prinsip ini mempunyai dua buah roda gigi. efisiensi volume dari pompa roda gigi mampu mencapai hingga 90 %. maka zat cair itu setidak-tidaknya memiliki sifat seperti pelumas yang baik. Pada tekanan yang meningkat aliran volume memang sedikit berkurang. Jumlah putarannya 1ebih rendah dari pada pompa roda gigi 19 . pemompaan minyak gemuk. seperti tetes sirup dan bituma. Untuk mencegah arus atau kemacetan. sedangkan poros dari roda yang ditengah sebagai penggerak. zat cair tidak boleh mengandung bagian-bagian yang dapat mengauskan atau bagian yang padat. Ukuran kejadian ini tergantung dari ruang main antara berbagai alat bagian dan viskositas zat cair. pelumas paksa. transmisi daya hidrolik. penggunaannya juga harus memenuhi petunjuk yang ada. proses kimia. penyemprotan cat. Freon. pengisian dan pengeluaran ketangki atau dari tangki. pengedaran. amoniak. Aliran volume boleh dikatakan tidak tergantung dari tekanan yang dibangkitkan dalam pompa. Contoh penggunaan termasuk pemindahan. Salah satu dari kedua poros yang dipasangi roda gigi digerakkan dan ia menggerakkan poros dengan roda gigi yang lainnya. dan sejumlah industri lainnya. karena meningkatnya rugi bocor. Bi1a cairan yang temperaturnya diatas 180°F hendak dipompakan. mesinmesin perkakas. Jika pompa ini harus memompa zat cair yang lain. Pompa dengan rotor dan roda pinion digunakan untuk memindahkan zat cair yang lebih berat. oleh karena sebuah gigi dari roda yang satu selalu membebaskan rongga gigi dari roda yang lainnya. Kadang-kadang terlihat pula pompa itu dengan tiga buah roda gigi atau lebih.

yang juga disebut “head”.20 dengan pengigian luar dan harus disesuaikan dengan sifat zat cair tersebut. Head P Densitas oli g = ketinggian (m) = tekanan pada sisi hisap (kg/m2) = massa jenis oli (kg/m3) = gravitasi (m/s2) Perhitungan daya pada gear pump. daya yang dihasilkan oleh poros (Pin) adalah : P in = T x N dimana: T : torsi (kgm) N : putaran (rpm) Akibat adanya jarak antara roda gigi dengan dinding. Sedangkan jika jarak terlalu besar maka pompa ini akan kehilangan kemampuannya untuk menahan perbedaan tekanan antara outler dan inlet. terdapat sebagian fluida yang meresap melewati jarak tersebut. 2. Daya yang dihasilkan oleh pompa dinyatakan dalam persamaan di bawah ini : Pout = Dp x Q 20 .3 Rumus perhitungan pompa Tekanan diperlukan untuk memompa cairan melewati sistim pada laju tertentu. Bila kita bandingkan dengan pompa torak (diafragma) maupun dengan pompa sentrifugal maka pompa ini memiliki batas tekanan buang yang menengah.2. Untuk mendapatkan batas tekanan buang yang tinggi kita dapat memakai jenis pompa torak.0005 in.999 = P gxρ Dimana. jarak ini dibuat sangat kecil yang biasanya bernilai 0. Tekanan ini harus cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistim. Karena itu. Jarak yang kecil akan meningkatkan tekanan yang dapat dihasilkan oleh gear pump. Head = P g x RD x 0.

21 . Menutup kran oli yang berhubungan dengan pompa untuk mencegah terjadinya kebocoran. Langkah persiapan. Cara Pengoperasian Pompa Gear Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pengoperasian pompa gear adalah : a. Langkah pelaksanaan. Adapun langkah yang dilakukan setelah pengoperasian adalah : · · · Mematikan motor penggerak pompa dengan menekan tombol stop atau off. Langkah setelah pengoperasian. Pemberian minyak pelumas pada bagian-bagian pompa yang bergerak b. Pengecekan motor penggerak pompa. Pengecekan bagian-bagian pompa dari adanya kebocoran.3. Pengecekan alat ukur yang terdapat pada sistem pompa. c.21 dimana : Dp : perbedaan tekanan antara outlet dan inlet (kg/m2) Q : flowrate (m3/s) Persamaan di atas juga dapat dinyatakan dalam bentuk efisiensi yaitu : Efisiensi pompa = x 100 % 2. Adapun langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah : · · · Pengecekan secara fisik dari pompa roda gigi. Membersihkan bagian-bagian pompa yang kotor pada saat pengoperasian. Adapun langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah : · · · Menghidupkan motor penggerak pompa dengan menekan tombol start atau on.

Kopling rigi 22 .4. Kopling Fluid 3. shaft yang digerakan dan shaft yang menggerakan dihubungkan pada ujung kopling. Menurut sifat-sifatnya kopilng ini digolongkan : 1. kopling universal. Kopling fleksibel 2. Kopling Kopling adalah suatu elemen dari mesin yang berguna sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan agar tidak terjadi slip. saat awal shaft penggerak mulai bekerja (berputar). 2. 5. Cara kerja kopling ialah sederhana. Kopling Clutch 4. pada awalnya kedua shaft diam. terjadi hentakan di kopling. Secara sederhana kopling berfungsi sebagai sambungan. untuk meredam hentakan ini maka digunakanlah komponen peredam di dalam kopling yang terbuat dari karet (sering disebut dengan karet coupling).22 · Membersihkan dan mengembalikan kunci-kunci yang digunakan pada tempatnya setelah melaksanakan pengoperasian.

Ringkas dan ringan. Poros ini akan mentransmisikan daya meliputi kopling. Pemasangan yang mudah dan cepat. bantalan dan lain-lain. tekan atau puntiran yang bekerja sendiri-sendiri maupun gabungan satu dengan yang lainnya. sabuk. Terdapat sedikit kemungkinan gerakan aksial pada poros sekiranya terjadi pemuaian karena panas. 2. dan tumbukan yang kecil.Kopling Fleksibel adalah sebuah kopling yang menghubungkan kedua atau lebih poros mesin yang dikonstruksi sedemikian rupa sehingga mempunyai fleksibilitas mampu memberikan kompensasi (meski sangat terbatas ) pada masalah gerak radial dan axial. ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan diantaranya : 1. 2002). Jenis poros yang lain (Sularso dan Suga. atau misalignment dari mesin2 yang dihubungkan. 2.5. Poros Poros merupakan bagian yang berputar. atau sesedikit mungkin. Shaft merupakan poros yang berputar dimana akan menerima beban puntir. Kata poros mencakup beberapa variasi seperti shaft atau axle (as). Sedangkan axle (as) merupakan poros yang diam atau berputar yang tidak menerima beban puntir (Khurmi dan Gupta. getaran. Fleksibel Kopling Elastomer Dalam merencanakan kopling.4. 4. seperti roda gigi. dimana terpasang elemen pemindah gaya. Aman pada putaran tinggi. 1987) adalah jenis poros transmisi. puli. 6. atau 30 . Poros bisa menerima beban-beban tarikan. lenturan atau puntiran yang bekerja sendiri maupun secara gabungan. Tidak ada bagian yang menjorok (menonjol). Gambar 2. lenturan. roda gigi. 5. Dapat mencegah pembebanan lebih. 3.

Untuk merencanakan suatu poros maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut (Sularso dan Suga. Kekuatan Poros. b. 2002): a. bahan ini kelurusannya agak kurang tetap dan dapat mengalami deformasi karena tegangan yang kurang seimbang. Bila terjadi kontak fluida yang korosif maka perlu diadakan perlindungan terhadap poros supaya tidak terjadi korosi yang dapat menyebabkan kekuatan poros menjadi berkurang. Bahan Poros. baja konstruksi mesin yang dihasilkan dari baja yang dideoksidasikan dengan ferrosilikon dan dicor. Kekakuan Poros. Korosi. d. Meskipun suatu poros mempunyai kekuatan cukup tetapi jika lenturan puntirnya terlalu besar akan mengakibatkan ketidaktelitian atau getaran dan suara. c. karena itu disamping kekuatan poros. Poros jenis ini memperoleh beban puntir murni atau puntir dan lentur. Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau gabungan antara puntir dan lentur. 1987): a. Porosporos untuk meneruskan putaran tinggi dan beban berat umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang tahan terhadap keausan. Pertimbangan-pertimbangan yang digunakan untuk poros menggunakan persamaan sebagai berikut (Khurmi dan Gupta. Torsi 30 . juga ada poros yang mendapatkan beban tarik atau tekan. Poros untuk mesin biasanya dibuat dari baja batang yang ditarik dingin dan finishing. Baja tahan korosi dipilih untuk poros. kadar karbon terjamin. Meskipun demikian. suatu poros harus direncanakan hingga cukup kuat untuk menahan beban-beban di atas.30 sproket rantai dan lain-lain. Oleh karena itu. kekakuannya juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan macam mesin yang akan dilayani poros tersebut.

m).m). Momen ekivalen Me = 1 M + 2 [ M2 + T2 ] Diameter poros : d =3 32 x M e p xs b Keterangan : Me = Momen ekivalen (kg. b. Torsi ekivalen Te = M2 + T2 Diameter poros : d =3 16 x Te p .m).31 T = 60 x P 2 xp x N Keterangan : T = Torsi maksimum yang terjadi (kg. 2. = Diameter poros (cm). = Torsi maksimum yang terjadi (kg.m). s b = Tegangan tarik maksimum yang terjadi (kg/cm2). Dalam ilmu statika keberadaan gaya-gaya yang mempengaruhi sistem menjadi 31 . = Tegangan geser maksimum yang terjadi (kg/cm2). N = Kecepatan putaran poros (rpm). = Momen maksimum yang terjadi (kg.x t s Keterangan : Te T M = Torsi ekivalen (kg. Statika Statika adalah ilmu yang mempelajari tentang statika dari suatu beban terhadap gaya-gaya dan juga beban yang mungkin ada pada bahan tersebut.m).6. P = Daya motor (W). t d s c.

Gaya dalam dapat dibedakan menjadi : 1.2 Gaya dalam Gaya dalam adalah gaya yang bekerja di dalam konstruksi sebagai reaksi terhadap gaya luar.5 Diagram Pembebanan Dan Gaya Bebas Statika Kesetimbangan 2. Gaya luar dapat berupa gaya vertikal. Gaya normal (Normal force) adalah gaya yang bekerja sejajar sumbu batang. horizontal dan momen puntir. Sedangkan dalam perhitungan kekuatan rangka. Pada persamaan statis tertentu untuk menghitung besarnya gaya yang bekerja harus memenuhi syarat dari kesetimbangan : ΣFx = 0 ΣFy = 0 ΣM = 0 Beban RAH A B RAV RBV Gambar 2. gaya-gaya yang diperhitungkan adalah gaya luar dan gaya dalam. 32 . 2.32 suatu obyek tinjauan utama.6.6.1 Gaya luar Gaya luar adalah gaya yang diakibatkan oleh beban berasal dari luar system yang pada umumnya menciptakan kestabilan konstruksi.

33 Gambar 2.6 Tanda Gaya Normal Perjanjian tanda : N (-) jika sebagai gaya desak N (+) jika sebagai gaya tarik Rumus tegangan normal: s= N æ kg ö ç 2÷ è cm ø A Dimana: s = tegangan tarik (kg/cm2) N = gaya normal (kg) A = luas penampang (cm2) 2. Gaya lintang / geser (shearing force) adalah gaya yeng bekerja tegak lurus sumbu batang.Berlawanan Jarum Jam(-) t= P æ kg ö ç 2÷ Aè m ø Dimana: t = tegangan tarik (kg/m2) P = gaya normal (kg) A = luas penampang (m2) 3.Searah Jarum Jam(+) B. Gambar 2.7 Tanda Untuk Gaya Geser A. Momen lentur ( bending momen) 33 .

Gambar 2. Tumpuan Sendi 3.Momen Lentur Negatif 2. Tanda Untuk Momen Lentur A.8. Tumpuan Jepit 34 . Tumpuan Rol Tumpuan ini dapat menahan satu buah gaya pada arah tegak lurus penumpu. Gambar 2. Tumpuan Sendi Tumpuan ini dapat menahan dua buah gaya dalam arah yang tegak lurus terhadap sumbu sendinya.10.34 Gambar 2.Momen Lentur Positif B.3 Tumpuan 1. Tumpuan Rol 2.9.6.

Sumber daya. jenis las yang digunakan adalah las listrik DC dengan pertimbangan akan mendapatkan sambungan las yang kuat. c. Kabel timbel las dan pemegang elektroda. Hubungan ke tanah. diagram yang menggambarkan besarnya gaya geser yang terjadi pada suatu konstruksi.P. Diagram gaya geser (SFD).11 Tumpuan Jepit 2. yang bisa berupa arus bolak balik (ac) atau arus searah (dc). b. Diagram gaya normal (NFD). diagram yang menggambarkan besarnya gaya normal yang terjadi pada suatu konstruksi. Pada dasarnya instalasi pengelasan busur logam terdiri dari bagian–bagian penting sebagai berikut (Kenyon. Gambar 2. Sedang macam-macam diagram gaya dalam itu sendiri adalah sebagai berikut (E. Diagram moment (BMD).35 Tumpuan ini dapat menahan dua buah gaya dalam segala arah yang tegak lurus dengan sumbu jepitnya dan dapat menahan momen. 1996) : 1.7. diagram yang menggambarkan besarnya momen lentur yang terjadi pada suatu konstruksi. 1985): a. Proses Pengelasan Dalam proses pengelasan rangka. Fungsi lapisan elektroda dapat diringkaskan sebagai berikut : 35 . Kabel balik las (bukan timbel hubungan ke tanah) dan penjepit.Popov.6.4 Diagram gaya dalam Diagram gaya dalam adalah diagram yang menggambarkan besarnya gaya dalam yang terjadi pada suatu konstruksi. 2. 2. 3. d.

yaitu: 1. Membantu mengontrol (bersama-sama dengan arus las) ukuran dan frekuensi tetesan logam cair. Elektroda ini terpasang pada pegangan atau holder las dan didekatkan pada benda kerja hingga busur listrik terjadi.1 Sambungan las Ada beberapa jenis sambungan las. 2. Lap joint Yaitu dimana kedua benda kerja yang dilas berada pada bidang yang pararel. Sambungan Las Butt Joint 2. Mengisi kembali setiap kekurangan yang disebabkan oksidasi elemen– elemen tertentu dari genangan las selama pengelasan dan menjamin las mempunyai sifat–sifat mekanis yang memuaskan. Dalam las listrik. 36 .36 a.7. Menyediakan suatu perisai yang melindungi gas sekeliling busur api dan logam cair. Karena busur listrik itu. f. Gambar 2. b. maka timbul panas dengan temperatur maksimal 3450oC yang dapat mencairkan logam (Kenyon. c. panas yang akan digunakan untuk mencairkan logam diperoleh dari busur listrik yang timbul antara benda kerja yang dilas dan kawat logam yang disebut elektroda. Butt joint Yaitu dimana kedua benda kerja yang dilas berada pada bidang yang sama. 1985). Memungkinkan dipergunakannya posisi yang berbeda.12. e. Membuat busur api stabil dan mudah dikontrol. d. Menyediakan suatu terak pelindung yang juga menurunkan kecepatan pendinginan logam las dan dengan demikian menurunkan kerapuhan akibat pendinginan.

Gambar 2.2 Memilih besarnya arus Besarnya arus listrik untuk pengelasan tergantung pada diameter elektroda dan jenis elektroda.15. 60 menyatakan kekuatan tarik terendah setelah dilaskan adalah 60.14. T.7.joint Yaitu dimana kedua benda kerja yang dilas tegak lurus satu sama lain.Joint 2. tetapi sambungan las dilakukan pada ujungnya. Gambar 2. Tipe atau jenis elektroda tersebut misalnya: E 6010.13.000 kg/mm2. Sambungan Las Lap Joint 3.37 Gambar 2. angka 1 menyatakan posisi pengelasan 37 . Sambungan Las T. Sambungan Las Edge Joint 4. huruf E tersebut singkatan dari elektroda. Edge joint Yaitu dimana kedua benda kerja yang dilas berada pada bidang paparel.

..........7............ Panas yang terjadi tidak cukup untuk melelehkan elektroda dan kerja........ 2.......38 segala posisi dan angka 0 untuk pengelasan datar dan horisontal.............. .. 3... ...Mo men lentur las 4..Teg angan lentur 38 ....................... .........Teg angan geser las 3... Menentukan luas penampang las benda 2........................................ Elektroda mencair terlalu cepat................... ............. 4............................ 2....... Angka keempat adalah menyatakan jenis selaput elektroda dan jenis arus (Kenyon........ 2002) 1......... Hasil pengelasan atau rigi-rigi las tidak rata dan penetrasi kurang dalam................................ bila arus listrik terlalu kecil......................................................................... 1985) Besar arus listrik harus sesuai dengan elektroda..... Pengelasan sukar dilaksanakan.. maka: 1.............. Hasil pengelasan atau rigi-rigi las menjadi lebih besar permukaannya dan penetrasi terlalu dalam...... Apabila arus terlalu besar maka: 1..................... 2....3 Rumus yang digunakan dalam perhitungan las (Sumber Khurmi dan Gupta.......................................Sect ion modulus 5. Busur listrik tidak stabil........

39

6. ....................................................................................................Teg angan geser maksimal

Dimana: A : luas pengelasan (mm2)

τ

: tegangan geser (N/mm2)

Z : seksion modulus (mm3) P : beban (N) : tegangan lentur (N/mm2) s t b l : lebar gerigi las (mm) : tebal gerigi las (mm) : tinggi dalam hollow (mm) : lebar luar hollow (mm)

e : jarak las dengan beban (mm) 2.8. Proses Permesinan Proses permesinan adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan elemen-elemen mesin, yang meliputi proses kerja mesin dan waktu pemasangan. Pada umumnya mesin-mesin perkakas mempunyai bagian utama sebagai berikut (Scharkus dan Jutz, 1996): a. Motor penggerak (sumber tenaga). b. Kotak transmisi (roda-roda gigi pengatur putaran). c. Pemegang benda kerja. d. Pemegang pahat/alat potong. Macam-macam gerak yang terdapat pada mesin perkakas sebagai berikut (Scharkus dan Jutz, 1996) : a. Gerak utama (gerak pengirisan). Adalah gerak yang menyebabkan mengirisnya alat pengiris pada benda kerja. Gerak utama dapat dibagi : 39

40

1) Gerak utama berputar Misalnya pada mesin bubut, mesin frais, dan mesin drill. Mesin perkakas dengan gerak utama berputar biasanya mempunyai gerak pemakanan yang kontinyu. 2) Gerak utama lurus Misalnya pada mesin sekrap. Mesin perkakas dengan gerak utama lurus biasanya mempunyai gerak pemakanan yang periodik. b. Gerak pemakanan. Gerak yang memindahkan benda kerja atau pahat tegak lurus pada gerak utama. c. Gerak penyetelan. Menyetel atau mengatur tebal tipisnya pemakanan, mengatur dalamnya pahat masuk dalam benda kerja. Adapun macam-macam mesin perkakas yang digunakan antar lain: a. Mesin bubut Prinsip kerja mesin mesin bubut adalah benda kerja yang berputar dan pahat yang menyayat baik memanjang maupun melintang. Benda kerja yang dapat dikerjakan pada mesin bubut adalah benda kerja yang silindris, sedangkan macam-macam pekerjaan yang dapat dikerjakan dengan mesin ini adalah antara lain (Scharkus dan Jutz, 1996): a) b) c) d) Pembubutan memanjang dan melintang Pengeboran Pembubutan dalam atau memperbesar lubang Membubut ulir luar dan dalam

Perhitungan waktu kerja mesin bubut adalah: 1. Kecepatan pemotongan (v). V= π.D.N dimana : D = Diameter banda kerja (mm). N = Kecepatan putaran (rpm). 2. Pemakanan memanjang 40

41

waktu permesinan pada pemakanan memenjang adalah : n=

v .1000 p .d L Sr .n

Tm =

Dimana : Tm = Waktu permesinan memanjang (menit) L = Panjang pemakanan (mm) S = Pemakanan (mm/put) N = Putaran mesin (rpm) d = Diameter benda kerja (mm) v = Kecepatan pemakanan (m/menit) 3. Pada pembubutan melintang waktu permesinan yang dibutuhkan pada waktu pembubutan melitang adalah : Tm =

r Sr . n

Dimana : r = Jari-jari bahan (mm) b. Mesin Bor Mesin bor digunakan untuk membuat lubang (driling) serta

memperbesar lubang (boring) pada benda kerja. Jenis mesin bor adalah sebagai berikut (Scharkus dan Jutz, 1996): a) b) c) Mesin bor tembak Mesin bor vertikal Mesin bor horisontal Pahat bor memiliki dua sisi potong, proses pemotongan dilakukan dengan cara berputar. Putaran tersebut dapat disesuaikan atau diatur sesuai dengan bahan pahat bor dan bahan benda kerja yang dibor.

41

Baut berbentuk panjang bulat berulir. 2. pemilihan baut dan mur sebagai alat pengikat harus dilakukan secara teliti dan direncanakan dengan matang di lapangan. Sebagai pemindah tenaga Contoh ulir sebagian pemindah tenaga adalah dongkrak ulir. Baut pemasangan untuk bagian-bagian yang berputar dibuat ulir berlawanan dengan arah putaran dari bagian yang berputar. Tegangan maksium pada baut dihitung dengan persamaan di bawah ini (Khurmi dan Gupta. mempunyai fungsi antara lain (Khurmi dan Gupta. 1980): σ maks = F A F p x d 2 4 Dimana : σ maks : Tegangan tarik maksimum (N/mm2) F A : Beban yang diterima (N) : Luas baut (mm2) Bila tegangan yang terjadi lebih kecil dari tegangan geser dan tarik bahan. atau kerusakan pada mesin. 2. Untuk mencegah kecelakaan. Sebagai pengikat Baut sebagai pengikat dan pemasang yang banyak digunakan ialah ulir profil segitiga (dengan pengencangan searah putaran jarum jam). maka penggunaan mur-baut aman. transportir mesin bubut. berbagai alat pengendali pada mesin-mesin. Tegangan geser maksimum pada baut tmax = F p x dc 2 x n 4 42 . sehingga tidak akan terlepas pada saat berputar. Pemilihan Mur dan Baut Pemilihan mur dan baut merupakan pengikat yang sangat penting.9. 2002): 1.42 Gerakan pemakanan pahat bor terhadap benda kerja dilakukan dengan menurunkan pahat hingga menyayat benda kerja. Batang ulir seperti ini disebut ulir tenaga (power screw).

43 Dimana : tmax F dc r n = Tegangan geser maksimum (N/mm2) = Beban yang diterima (N) = Diameter baut (mm) = Jari-jari baut (mm) = Jumlah baut 43 .

Motor Listrik 1 fase 3. Pressure Gauge 44 7. Kopel 4. Panel Box 2. Meja 9.1 Sketsa Alat Perawatan Pompa Gear Keterangan Gambar : 1. Pompa Gear 6. Poros 5.44 BAB III DATA DAN ANALISA Gambar 3. Selang 8. Bak Penampung .

dan diameter poros 20 mm daya yang ditransmisikan pompa 1.1 Perhitungan Poros Bahan poros yang digunakan ST-42. sudut tekan roda gigi (α = . diketahui tegangan ijin ( =250 .5 x 746 = 1119 watt.42 Nm = 7420 Nmm Tegangan geser yang terjadi pada poros : Maka : T = 7420 = τ= τ= τijin = 250 ( lampiran 1 ) τporos = 48 . lampiran 1).3. lampiran 7). Torsi yang ditransmisikan poros : T = = = = 7. Putaran mesin 1440 rpm.

2 Sketsa Tumpuan Roda Gigi Pompa Gaya tangensial pada roda gigi. Me = . [M ]= . W = = = 218.49 Karena τporos < τijin. M + Te = .91 + 9.49 = 12.49 Nm Berdasarkan teori tegangan normal maksimum. Ft = = = 212 N Beban normal yang bekerja pada gerigi roda gigi. maka bending moment maksimum berada di senter roda gigi. bending moment ekivalen. 5.42 Nm Diagaram bending moment pada poros 49 .91 Nm Torsi ekivalen.97 N Karena roda gigi berada ditengah poros. Te = = = 9. maka poros AMAN. Diketahui : Gambar 3. M = = = 5.

50 Gambar 3.81 : 15 kg x 9. Sketsa pembebanan pada rangka Gambar 3.4 Sketsa Pembebanan Rangka Batang (C – D) 50 .2 Rangka Data berat komponen Motor listrik (beserta dudukan) Pompa gear (poros dan couple) Tangki (beserta oli) : 45 kg x 9.15 N = 196.20 N Berdasarkan ilmu statika yang di peroleh dari bangku kuliah.81 : 20 kg x 9.3 Diagram Momen Lentur Roda Gigi 3.45 N = 147.81 = 441. beban pada rangka di asumsikan beban statis tertentu.

51 Gambar 3.01 N Gambar 3.45 N =0 ∑Mc = 0 = 132.01 . x 51 .15 Nx Vx Mx =0 = 309.5 – 441.44 N = 309.D) =0 = 441.6 Reaksi Gaya Dalam Batang C-D Potongan (x – x) kiri Gambar 3.15 RDV = RCV = 441.5 – 132.4 Reaksi Gaya Dalam Batang (C .5 Reaksi Gaya Luar Batang C-D Reaksi Gaya Luar ∑Fx ∑Fy =0 =0 RCH RCV + RDV RDV x 0.7 Potongan kiri (x-x) batang C-D 0 ≤ X ≤ 0.01 = 309.45 x 0.

35 Nm Titik D (x = 0.45 (0.01 .01 .5 Nx Vx Mx =0 = 309.5) ND VD MD =0N = -132.15.35 Nm Potongan (y – y) kiri Gambar 3.44 N = 309.15 ≤ X ≤ 0.15) NG VG MG =0N = -132.45 = -132.5 . (0.52 Titik C (x = 0) NC VC MC =0N = 309.5) – 441.0.441.45 (x-0.44 N = 309.8 Potongan kiri (y-y) batang C-D 0.15) – 441.01 .01 N = 309. (0.01 N = 0 Nm Titik G (x = 0.44 N = 309.15) = 0 Nm 52 .15) Titik G (x = 0.01.15) = 46.45 (0.0.15) NG VG MG =0N = 309.15 = 46.01 x 0. x – 441.

9 Diagram Gaya Normal.15 – 103.53 Gambar 3.35 ∑Md = 0 REV RDV = = 147.15 x 0. Gaya Geser.10 Reaksi Gaya Luar Batang D-E Reaksi Gaya Luar ∑Fx ∑Fy =0 =0 REH RDV + REV REV x 0.15 = 147.01 N = 44.01 =103.5 =0 = 147. Dan Momen Lentur Batang C-D Batang (D – E) Gambar 3.14 N 53 .

14 = 44.54 Reaksi Gaya Dalam Batang (D – E) Gambar 3. x Titik D (x = 0) ND VD MD =0N = 44.14 x 0.11 Reaksi Gaya Dalam Batang D-E Potongan (x-x) kiri Gambar 3.35 = 15.14 .14 N = 0 Nm Titik H (x = 0.35 Nx Vx Mx =0 = 44.14 N = 44.45 Nm Potongan (y-y) kiri 54 .12 Potongan kiri (x-x) batang D-E 0 ≤ x ≤ 0.35) NH VH MH =0N = 44.

17 = .147.35) Titik H (x = 0.35 ≤ x ≤ 0.35) = 15.35) NH VH MH =0N = -103.01 N = 44.35 .35 . x – 147.13 Potongan kiri (y-y) batang D-E 0.15 (x – 0.45 Nm Titik E (x = 0.5) NE VE ME =0N = -103.14 .01 N = 44.14 .14 .15 (0. 0.147.5 Nx Vx Mx =0 = 44.0.35 .5 .01 = 44.0.15 (0.35) = 0 Nm 55 .103.55 Gambar 3. 0.14 – 147.

15 Reaksi Gaya Luar Batang A-B ∑Fx ∑Fy =0 =0 RAH RAV + RBV =0 = 309.58 + 103.56 Gambar 3. Gaya Geser.B Gambar 3.20 56 .01 +196. Dan Momen Lentur Batang D-E Reaksi Gaya Luar Batang A .01 + 176.14 Diagram Gaya Normal.

5 +196.5 + = 88.20 x (0.45 = 446.45 N = 784.01 57 .15 +103.B Gambar 3.RBV = 176.80 = 784.5 Nx Vx =0 = 446.80 .57 RAV + RBV RAV ∑MA = 0 RBV x 1 RBV RAV = 784.01 = 338.58 x 0.01 x 1 Reaksi Gaya Dalam Batang A .80 – 338.17 Potongan kiri (x-x) batang A-B 0 ≤ x ≤ 0.35 – 309.35 N ) + 103.x) kiri Gambar 3.16 Reaksi Gaya Dalam Batang A-B Potongan (x .29 + 147.

35 .18 Potongan kiri (y-y) batang A-B 0.24 Mx = 446.5 ≤ x ≤ 0.01 . x – 301. x Titik A (x = 0) NA VA MA =0N = 137.34 N =446. 0 = 0 Nm Titik F (x = 0.5) Titik F (x = 0.01 – 176.24 N 58 .67 Nm Potongan (y . 0.5) NF VF MF =0 N =137.34 N = 446.01 . x -309.35 . 0 – 301.01 .5 =68.35 . 0.58 = -39.58(x .y) kiri Gambar 3.75 Nx Vx =0N = 446.0.34 Mx = 446.35 – 309.5 – 301. x – 176.01 .58 = 137.35 .5) NF VF =0N = -39.

5) = 68.35 – 309. 0. 0. 0.01 .0.0.59 MF = 446.35 .75) NI VI =0N = -235.40 0.58(0.20(x .35 .75 ≤ x ≤ 1 Nx Vx =0 = 446.24 N = 446.5 .75 -309.75) Titik I (x = 0.86 Nm Potongan (z .58 – 392.01 .44 Mx = 446.5 = -235. x -176.0.5 -309.35 .0.75 .75) NI VI MI =0N = -39. 0.5) – 196.44 N 59 .5 – 176.75 – 176. x – 309.z) kiri Gambar 3.58(x .58(0.01 -176.67 Nm Titik I (x = 0.01 .19 Potongan kiri (z-z) batang A-B 0.5) = 58.

5) – 196.0.35 .75) = 58. 1 -176.20 Diagram Gaya Normal. 1 – 309.44 N = 446.58(1 .35 .60 MI = 446.75 .0.75 – 309.58(0. 0.5) – 196.75) = 0 Nm Gambar 3.0.20(1 .75 . Dan Momen Lentur Batang A-B 60 .20(0.75 -176. Gaya Geser.01 .0.01 . 0.86 Nm Titik B (x = 1) NB VB MB =0N = -235.

21 Penampang Besi Hollow Penampang utuh A1 Y1 = 30 x 60 = 60/2 = 1800 mm2 = 30 mm (dari bawah) Penampang rongga A2 Y2 = 26 x 56 = 56/2 + 2 = 1456 mm2 = 30 mm (dari bawah) Penampang komplek Y = = = 30 mm (dari bawah) 61 . Tegangan maksimum rangka Gambar 3.61 Dari analisa di atas dapat di ketahui momen terbesar pada rangka terjadi pada titik F yaitu sebesar 68.67 Nm.

= 4500 mm Luas penampang baja hollow A = t ( 2b + 2h ) = 3 mm (2. 62 .62 Momen Inersia Iz IO Io Io Io = Io + Ad2 = = = mm 1 5400 mm 12 dimana.60 + 2. 30 ) mm = 540 m d d d2 Iz = = 15 mm = 225 m = Io + Ad2 = 4500 – (540 mm2 x 225 m ` = 126000 mm4 ) Ditinjau dari tegangan tarik: Jadi karena tegangan akibat beban ( bahan ) < dari tegangan ijin (lampiran 1) maka desain AMAN.

...................1 kg/mm2 = 462.................... 05 N /mm2 ( Lampiran 3) Tegangan geser ijin (τ) = = = : 441..................... ....... Menentukan luas penampang las 8.................63 Perhitungan kekuatan sambungan las Gambar 3....45 N (Beban motor) : 30 mm : 60 mm – 2 x Tebal hollow = 54 mm : 150 mm : 2 mm 7......Teg angan geser las 63 .22 Sketsa Pengelasan Rangka Diketahui: Jenis elektroda : E6013 Tegangan tarik ijin (σ) = 47............

............................................................................. ........ ........................................................Teg angan lentur 12............................ 64 ................................................................64 9............................Teg angan geser maksimal Jadi karena tegangan geser las akibat beban ( geser ijin elektroda setelah pengelasan ) < dari tegangan maka desain AMAN.......................................Mo men lentur las 10................................................. ..................Sect ion modulus 11................ .....................

Proses kerja setelah dilakukan persiapan di atas adalah sebagai berikut. 65 . Poros pompa gear Pengerjaan poros sepanjang (L0) = 400 mm diameter (d0) = 35 mm bahan poros ST-42. diameter (d0) sebesar 35 mm. dan Bahan dari jenis baja ST. Poros dibubut dengan mesin bubut. 3. 5. 6. Penitik. 2. Kecepatan pemakanan disesuaikan dengan benda kerja. Center drill. Gerinda untuk mengasah pahat. d0 d1 L1 L0 Gambar 4. 7. Alat ukur seperti jangka sorong. Pembuatan Poros Dari perencanaan poros gear pump memiliki panjang (L0) = 400 mm. Bahan yang dipergunakan sebagai poros adalah baja ST-42 dengan kekuatan tarik sebesar 250 N/mm2. Bahan dibubut dari diameter mula – mula (d0) = 35 mm.42. Dial indicator untuk menentukan titik pusat. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam proses pembubutan adalah : 1. 4. Pahat yang digunakan adalah pahat HSS untuk baja dengan kecepatan tinggi.1. menjadi diameter (d1) = 20 mm dengan panjang (L1) = 380 mm.65 BAB IV PROSES PRODUKSI 4. Kunci–kunci untuk penyetelan chuck dan pahat.1.

1.25 0. Waktu Permesinan Bahan poros dari ST-42 (d0) (d1) = 35 mm = 20 mm 66 . dibuat lubang kecil pada center sebagai pegangan kepala lepas. Banyu Media Malang ) Tabel 4.50 0.13 – 0. Pemasangan bahan poros pada chuck kepala tetap.25 0.25 – 0. 4.25 Langkah-langkah pembubutan: 1. Kecepatan Pahat HSS (mm/menit) Bahan benda kerja Baja mesin Baja perkakas Besi tuang Perunggu Alumunium Bubut kasar 27 21 18 27 61 Bubut halus 30 27 24 30 93 Bubut ulir 11 9 8 8 18 ( Mesin perkakas pemotongan logam. 2.40 – 0.65 Bubut halus 0.65 0.25 – 0.2003. 3. 4. pahat dipasang secara benar dengan pengaturan letak ketinggian supaya center dengan bantuan kepala lepas pada bagian mesin bubut. Setelah itu benda kerja yang sudah jadi dilepas.07 – 0. Kecepatan Pemakanan Pahat (mm/rev) Bahan benda kerja Baja mesin Besi tuang Baja perkakas Perunggu Bubut kasar 0.50 0.2.07 – 0. dengan bantuan dial indicator kita dapat menentukan letak center yang tepat pada benda kerja. Proses pertama yakni pemasangan pahat.2. Eko Marsyahyo. Membubut benda kerja sampai ukuran yang diinginkan.30 0.66 Tabel 4.07 – 0.40 – 0.

25 x 300 = 5.L1 t 400 .d 1 21 .000 p .20 334.33 menit Waktu setting (ts) Waktu pengukuran (tu) Waktu total = 5 menit = 5 menit = Tm + ts + tu = 5. Waktu pembubutan muka : Tm = LxI Sr x n dimana : t = 1 mm I= I= L 0 .25 mm/put (lampiran 4) Putaran permesinan yang digunakan : n= = = Vc.33 + 5 + 5 67 .1000 p .380 1 I = 20 kali pemakanan Tm = 20 x 20 0.67 (Lo) (L1) Vc Sr = 400 mm = 380 mm = 21 m/menit (lampiran 4) = 0.39 rpm Putaran yang tersedia pada mesin Hight Low 1255 190 200 300 755 115 460 50 Putaran yang digunakan adalah 300 rpm Pembubutan muka a.

t 35 .53 menit Total waktu pembubutan keseluruhan : = 15.500 sehingga biaya pembubutan yang dikeluarkan : Dibulatkan menjadi Rp.33 + 60. 43.d1 2 .53 menit Waktu setting (ts) Waktu pengukuran (tu) Waktu total = 15 menit = 5 menit = Tm + ts + tu = 40.53 = 75.00 68 .68 = 15. Pembubutan memanjang Pemakanan dari (L0) ø 35 x 400 mm menjadi (L1) ø 20 x 380 mm Tm = LxI Sr x n dimana: t = 1 mm I= I= d 0 . 55.33 menit b.20 2 .86 menit Biaya pembubutan perjam adalah Rp.1 = 8 kali pemakanan Tm1 = 380 x 8 0.25 x 300 = 40.53+ 15 + 5 = 60.000.

3.2.1 Proses pemotongan besi hollow Gambar 4.3 Membuat Rangka 4.4. Konstruksi rangka Bahan yang digunakan adalah : Besi hollow ( 60x30x2 )mm Langkah pengerjaan : 1) Memotong besi hollow 60x30x2 sepanjang 75 cm sebanyak 4 buah (untuk kaki meja) 2) Memotong besi hollow 60x30x2 sepanjang 94 cm sebanyak 4 buah (untuk rangka panjang) 3) Memotong besi hollow 60x30x2 sepanjang 55 cm sebanyak 2 buah (untuk rangka lebar atas) 4) Memotong besi hollow 60x30x2 sepanjang 43 cm sebanyak 2 buah (Untuk rangka lebar bawah) 5) Memotong besi hollow 60x30x2 sepanjang 43 cm sebanyak 2 buah (untuk rangka laci) .

penetrasi kurang dan percikan kerak kasar dan berbentuk bola. 2. Elektroda ini terpasang pada pegangan atau holder las dan didekatkan pada benda kerja hingga busur listrik terjadi atau timbul panas antara ujung elektroda dan benda kerja yang dapat mencairkan logam. Gerak ayunan turun sepanjang sumbu elektroda digunakan untuk mengatur jarak busur las ke benda kerja supaya panjang busur las sama dengan diameter elektroda. Gerak ayunan dari elektroda untuk mengatur kampuh las. sedang pada pesawat las DC busur dinyalakan dengan cara menyentuhkan elektroda dari atas ke bawah pada benda kerja. Dan bila L < d. Bila L > d. 1.3. yaitu jarak elektroda dengan benda kerja = L. Gerak ayunan turun sepanjang sumbu elektroda. Mengatur gerak elektroda Gerak elektoda dapat diatur sebagai berikut : a.2 Proses pengelasan Dalam proses pengelasan rangka. Mengatur busur listrik Pada pesawat las AC busur dinyalakan dengan menggoreskan elektroda pada benda kerja. b. penetrasi dangkal dan percikan kerak keluar dari jalur las.6) Memotong besi hollow 60x30x2 sepanjang 43 cm sebanyak 1 buah (untuk rangka sekat tengah meja) 7) Memotong besi hollow 60x30x2 sepanjang 43 cm sebanyak 2 buah (untuk rangka bak oli) 4. Bila diameter elektroda = d dan panjang busur. Dalam las listrik panas yang digunakan untuk mencairkan logam diperoleh dari busur listrik yang timbul antara benda kerja yang dilas dengan kawat logam yang disebut elektroda. jenis las yang digunakan adalah las listrik dengan mempertimbangkan akan mendapatkan sambungan las yang kuat. Agar hasil yang baik maka harus diatur panjang busur las. alur rigi tidak merata. maka pengelasan harus diatur supaya L – d sehingga diperoleh alur rigi-rigi yang baik dan halus. . maka alur rigi-rigi las kasar. maka biasanya tejadi pembekuan pada ujung elektroda dan banda kerja.

3.5 cm sebanyak 2 (untuk plat .Gerakan ayunan elektroda dilakukan untuk mengatur lebar las yang dikehandaki atau kampuh las. Menjepit dan mengencangkan penjepit plat dengan ukuran 55x45. Menyiku antara permukaan yang akan dilas agar tegak lurus. e. Memotong plat dengan ukuran 57x14 cm sebanyak 1 lembar (untuk tutup laci belakang) e.3 Proses pengerjaan plat besi 1 mm (120x240) mm 4.3. Memotong plat dengan ukuan 45x59 cm sebanyak 3 lembar (untuk tutup samping dan sekat tengah meja) c. c. Menyalakan las listrik dan mengatur kuat arus serta tegangannya d.1 Proses pemotongan plat a. Memotong plat dengan ukuan 57x65 cm sebanyak 1 lembar (untuk laci meja) f.3. Menggambar bukaan yang akan ditekuk pada plat dengan penggores b. b. Langkah pengerjaan dalam proses pengelasan yaitu : a.2 Proses penekukan plat Dalam langkah proses penekukan plat meliputi : a. Memotong plat dengan ukuan 59x60 cm sebanyak 1 lembar (untuk pintu almari meja) 4. Membersihkan bagian besi hollow yang akan di las dengan sikat baja. Memotong plat dengan ukuran 45x59 cm sebanyak 1 lembar (untuk tutup bawah meja) d. Menggunting dan memotong tiap sudut plat agar dapat ditekuk c. Mengelas titik pada ujung besi hollow sebelum dilas. Memotong plat belakang meja) b.3. f. Mengelas rangka g. Membersihkan hasil pengelasan 4. Memotong 45o pada ujung besi hollow untuk siku sudut meja. Memasukkan plat pada bibir penekuk plat d.3.

Menarik tuas penekuk hingga tegak lurus sehingga digasilkan tekukan plat yang diinginkan 4.5 Proses pengecatan Langkah pengerjaan dalam proses pengecatan yaitu : a. Melakukan penyesuaikan kedudukan antara posisi plat dengan rangka b. 4.4 Proses pemasangan plat a. sehingga akan menjadi perakitan mesin yang siap digunakan sesuai dengan fungsi yang direncanakan. Komponen-komponen standart siap pakai ataupun dipasangkan. Melakukan penyambungan keling (rivet) dengan mesin keling 4.e. telah selesai dikerjakan dan telah siap ukuran sesuai perencanaan. Mengetahui jumlah yang akan dirakit dan mengetahui cara pemasangannya. c.3. Membersihkan seluruh permukaan benda dengan amplas dan air untuk menghilangkan korosi. Mengamplas kembali permukaan yang telah diberi cat dasar sampai benar-benar halus dan rata. . Memberikan cat dasar ke seluruh bagian yang akan dicat. e. b.3. 3. Sebelum melakukan perakitan hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1.4 Perakitan Perakitan merupakan tahap terakhir dalam proses perancangan dan pembuatan suatu mesin atau alat. Pengamplasan dilakukan beberapa kali sampai permukaan benda luar dan dalam benar-benar bersih dari korosi. dimana suatu cara atau tindakan untuk menempatkan dan memasang bagian-bagian dari suatu mesin yang digabung dari satu kesatuan menurut pasangannya. 2. Komponen-komponen yang akan dirakit. d. Melakukan pengecatan warna. Melakukan pelubangan antara plat dan rangka menggunakan bor tangan c.

komponen dari mesin ini adalah : 1. 2. 3.4.3. Komponen. Menyetel kesumbuan poros antara motor dengan pompa menggunakan alat dial indikator i.400 . Daftar harga komponen mesin No 1 2 3 4 Nama Barang Ball valve kits 1'' Dobel nopel besi 1'' Baut 10x30 Baut 10X45 Jumlah Harga Barang 1 Rp. Memasang pompa gear pada dudukan d. 60. Rangka Papan kayu Motor listrik Pompa Gear Poros Dudukan motor dan pompa Coupling flexible Langkah-langkah perakitan : a. 4. 60.100 Total Rp.5 Estimasi Biaya Tabel 4. 3. 6. Memasang motor pada dudukannya e. 4. Menyiapkan papan kayu di atas rangka b. 5. 5. 6.000 Rp.200 Rp. Merangkai motor dengan pompa gear yang dihubungkan oleh poros dan flexible coupling f.000 Rp.000 2 Rp. Menyiapkan semua alat-alat bantu untuk proses perakitan. 7. 1. Mengencangkan pengunci (mur-baut) pada pompa gear dan motor pada dudukannya g. Siap melakukan test pengujian alat 4. Memasang rel atau dudukan motor dan pompa gear c. 900 4 Rp. Memasang rangkaian pipa dan alat ukur pada inlet dan outlet pompa h.000 4 Rp. Mengetahui tempat dan urutan pemasangan dari masing-masing komponen yang tersedia. 12.

200 Rp. 1. 300 Rp.475. 3.000 Rp.000 Rp.500 Rp.000 Rp. 3.1. 2. 1. 6. 15. 1.750 Rp. 9. 85.000 Rp.000 Rp. 15. 34. 620. 7.000 Rp.000 . 1. 15.500 Rp.000 Rp.000 Rp.000 Rp. 125. 40.000 Rp.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 Seal Tape Baut Plat M16 Mur NC 5/8 Mur 4x20 Mur 3x20 Baut 10x45 Rol Kacles Baut 10x120 Ring Amplas "600" Tarikan Pintu Skun Garpu 1. 14. 3.000 Rp. 7.000 Rp. 2.500 Rp.475. 30. 22. 5. 15.900 Rp.200 Rp.000 Rp.000 Rp. 5.000 Rp.000 Rp. 200 Rp. 3. 900 Rp.000 Rp. 18. 34. 150 Rp. 750 Rp. 2.000 Rp.000 Rp. 34.100 Rp. 15. 620. 85.000 Rp.000 Rp. 34.500 Rp. 30.000 Rp. 1. 375 Rp.000 Rp. 11.000 Rp. 10.800 Rp.400 Rp. 6.050.5 Kabel NYAF 2X5 Klem "9" Baut 10x40 Baut 10x70 Doble Nepel 1" Sok 1" V Tee 1"x1/2 Knei 1" Nepel Kuningan Pressure Gauge Selang Tebal Klem Selang Pipa Besi Besi AS Besi Profil "U" Flexible Coupling Paku Rivet Engsel Viola Rel Laci Gear Pump Pressure gage negative Waterpast Slide Guide Seb13-245 Motor 1 phase 2hp 2 4 2 2 8 6 2 8 16 2 1 10 2m 2 10 1 1 1 2. 250 Rp.600 Rp. 7. 45. 40.000 Rp. 4.600 Rp.500 Rp.000 Rp. 45.000 Rp.750 Rp.500 Rp. 125. 3.750 Rp.000 Rp.000 Rp.000 Rp. 1.000 Rp.000 Rp.400 Rp. 1.000 Rp.000 Rp. 15. 2.500 Rp.600 Rp.900 Rp. 1.25 Saklar BS HY Ampere Meter Volt Meter Kabel NYY 2X2. 3. 75 Rp. 15.5 m 3 kg 9 kg 1 50 1 1 2 1 1 1 1 Rp.000 Rp.500 Rp.500 Rp.000 Rp. 3.5 m 2 1. 1. 1. 9.000 Rp. 1. 100.000 Rp.500 Rp. 200 Rp.500 Rp.000 Rp. 24.5 m 2m 1 16 8 4 1 1 2 2 1 1 .800 Rp. 2.500 Rp.750 Rp. 525. 4. 6. 10. 250 Rp.000 Rp.000 Rp.25 Kabel NYM 2x2.000 Rp. 14. 15.000 Rp. 6. 4.5 Lampu Pilot Skun Ring 1.000 Rp. 45.000 Rp. 19.000 Rp. 6.500 Rp. 45.

500. 55. 590.187.000 Rp.00 .000 Rp.12. Daftar harga pengerjaan Jenis pengerjaan Pemotongan Pengelasan Penekukan Plat Pengecatan Perakitan Pembubutan Pembuatan ulir preasure gage Jumlah Biaya Rp.069. 25.000 Rp.25. 25. 4.000 Rp. 2.000 Rp.000 Rp. 140. 45. 25. 25. 60.000/kaleng Rp. 150.000/kaleng Rp.000/kaleng Rp.000 Rp.4. 75.000 Rp.500/lembar Rp.00 Jumlah Tabel 4.000 Rp.000 Rp.000 Rp.500/lembar Rp. Daftar Harga Komponen Cat No 1 2 3 4 5 6 Komponen Amplas 1000 Amplas 400 Thiner ND Dempul merk SanPolac Cat dasar Cat Fitalit Jml 10 10 3 1 1 1 Harga Rp.4.30. 85. 45. 2.500 Rp. 30.500/liter Rp.000.000.Jumlah Tabel 4. 37.00 Total harga Rp.000 Rp.

00 Rp. Rp 187.500.00 + . 4. Rp.846.069.000.000.00 590.500.Biaya total pembuatan alat praktikum perwatan pompa gear : Biaya komponen mesin Biaya komponen cat Biaya pengerjaan Total Rp.00 4.

Pemberian waktu khusus pemakaian bengkel dalam pengerjaan untuk mempercepat proses pembuatan.03 N/mm2) 3. .BAB V PENUTUP 5. 2. 4. Dinyatakan aman karena τporos (4. τijin (231.2. serta alat penekukan plat untuk memperlancar proses produksi. untuk mengetahui secara langsung komponen pompa gear.500. 5.00 5.72 N/mm2) < τijin (250 N/mm2). agar tidak terlalu lama masa tunggu barang datang. Diameter poros 20 mm untuk mentransmisikan daya 1119 watt. Total biaya untuk pembuatan 1 unit mesin ini adalah Rp. Kesimpulan Dari pembuatan alat praktikum perawatan pompa gear dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Poros yang di gunakan dengan bahan ST 42. Saran Penambahan unit peralatan las.8 N/mm2 ). Di hasilkan sebuah alat praktikum perawatan pompa gear dengan kapasitas pompa 60 liter / menit.1. 4. Mempercepat proses pemesanan material pembuatan alat.846. Kekuatan las di nyatakan aman karena > τmaksimum (3. Dengan adanya alat ini dapat dilakukan pembongkaran dan pemasangan dari pompa.

J. Mekanika Teknik. K. Malang.45 DAFTAR PUSTAKA Eko Marsyahyo. Khurmi. 1985. Ram Nagar-New Delhi. Mesin perkakas pemotongan logam.Dines Ginting. 45 . C Had & Company LTD. Sularso dan Suga. S.R. Erlangga. Cetakan keenam. Jakarta. W Kenyon.S. Banyu Media. Jakarta. Popov. Pradnya Paramitha. Dasar dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta. & Gupta.1996.K. Machine Design. Dasar-dasar Pengelasan.. 1987. 2003. Erlangga. 2002.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful