BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Bab 1 Pendahuluan paya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan kualitas manusia seutuhnya, adalah misi

pendidikan yang menjadi tanggung jawab professional setiap guru. Gu ru tidak cukup hanya menyampaikan materi pengetahuan kepada siswa di kelas tetap i dituntut untuk meningkatkan kemampuan guna mendapatkan dan mengelola informasi yang sesuai dengan kebutuhan profesinya. Mengajar bukan lagi usaha untuk menyam paikan ilmu pengetahuan, melainkan juga usaha menciptakan system lingkungan yang membelajarkan subjek didik agar tujuan pengajaran dapat tercapai secara optimal . Mengajar dalam pemahaman ini memerlukan suatu strategi belajar mengajar yang s esuai. Mutu pengajaran tergantung pada pemilihan strategi yang tepat dalam upaya mengembangkan kreativitas dan sikap inovatif subjek didik. Untuk itu perlu dibi na dan dikembangkan kemampuan professional guru untuk mengelola program pengajar an dengan strategi belajar yang kaya dengan variasi. U A. PENGERTIAN Strategi belajar-mengajar, menurut J.R. David dalam Teaching Strategies for Coll ege Class Room (1976) ialah aplan, method, or series of activities designe to ac hicves a particular educational goal (P3G, 1980). Menurut pengertian ini strateg i belajar-mengajar meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncan akan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tert entu diperlukan seperangkat metode pengajaran. Strategi dapat diartikan sebagai aplan of operation achieving something “rencana kegiatan untuk mencapai sesuatu”. Se dangkan metode ialah a way in achieving something “cara untuk mencapai sesuatu”. Unt uk melaksanakan suatu strategi digunakan seperangkat metode pengajaran tertentu. Dalam pengertian demikian maka metode pengajaran menjadi salah satu unsur dalam strategi belajar mengajar. Unsur seperti sumber belajar, kemampuan guru dan sis wa, media pendidikan, materi pengajaran, organisasi adalah: waktu tersedia, kond isi kelas dan lingkungan merupakan unsur-unsur yang mendukung strategi belajar-m engajar. B. KOMPONEN STRATEGI BELAJAR-MENGAJAR Komponen-komponen tersebut adalah: 1. Tujuan pengajaran Tujuan pengajaran merupa kan acuan yang dipertimbangkan untuk memilih strategi belajar mengajar. 2. Guru Masing-masing guru berbeda dalam pengalaman, pengetahuan, kemampuan menyajikan p elajaran, gaya mengajar, pandangan hidup dan wawasan. Perbedaan ini mengakibatka n adanya perbedaan dalam pemilihan strategi belajar mengajar yang digunakan dala m program pengajaran. 3. Peserta didik Dalam kegiatan belajar mengajar peserta d idik mempunyai latarbelakang yang berbeda-beda, hal ini perlu dipertimbangkan da lam menyusun strategi belajar mengajar yang tepat 4. Materi pelajaran Materi pel ajaran dapat dibedakan antara materi formal (isi pelajaran dalam buku teks resmi /buku paket di sekolah) dan materi informal (bahan-bahan pelajaran yang bersumbe r dari lingkungan sekolah) 5. Metode pengajaran Ada berbagai metode pengajaran y ang perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar mengajar 6. Media pengajaran STRATEGI

BELAJAR MENGAJAR 1

BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Keberhasilan program belajar mengajar tidak tergantung dari canggih atau tidakny a media yang digunakan, tetapi dari ketepatan dan keefektifan media yang digunak an. 7. Faktor administrasi dan finansial Terdiri dari jadwal pelajaran, kondisi gedung dan ruang belajar. C. JENIS-JENIS STRATEGI BELAJAR-MENGAJAR Dalam hal ini dikenal tiga macam strategi belajar mengajar yaitu: 1. Strategi be lajar mengajar yang berpusat pada guru 2. Strategi belajar mengajar yang berpusa t pada peserta didik 3. Strategi belajar mengajar yang berpusat pada materi peng ajaran Dilihat dari kegiatan pengolahan pesan atau materi, maka strategi belajar mengajar dibedakan dalam dua jenis, yaitu: 1. Strategi belajar mengajar eksposi tori dimana guru mengolah secara tuntas pesan/materi sebelum disampaikan di kela s sehingga peserta didik tinggal menerima saja. 2. Strategi belajar mengajar heu ristik atau kuriorstik, dimana peserta didik mengolah sendiri pesan/materi denga n pengarahan dari guru. Strategi belajar mengajar dilihat dari cara pengolahan a tau memproses pesan atau materi dibedakan dalam dua jenis yaitu: 1. Strategi bel ajar mengajar deduksi yaitu pesan diolah mulai dari umum menuju kepada yang khus us, dari hal-hal yang abstrak kepada hal-hal yang konkrit. 2. Strategi belajar m engajar induksi yaitu pengolahan pesan yang dimulai dari hal-hal yang khusus men uju ke hal-hal umum, dari peristiwa-peristiwa yang bersifat induvidual menuju ke generalisasi. STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 2

Pelaksanaan program bersifat fleksibel dalam arti mengutamakan exit requiremen t. Pendidika n berdasarkan kompetensi dilakukan dengan pendekatan system. Pengembangan program bertitik tolak dari perangkat kompetensi 3 .BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Bab 2 Tujuan Pengajaran A. 2. pe makai lulusan. pengalaman belajar disajikan dalam bentuk satuan-satuan yang utuh masing-masing terarah pada pembentukan kompetensi terte ntu. keluaran. peserta didik dan orang tua mereka. 5. MODEL PENDIDIKAN BERDASARKAN KOMPETENSI BALIKAN SUMATIF MASUKAN Kompetensi yang diharapkan PROSES Proses Belajar Mengajar KELUARAN Ferformance BALIKAN FORMATIF Pendidikan berdasarkan kompetensi dibandingkan dengan pendidikan secara konvensi onal menunjukkan perbedaan-perbedaan yang esensial sebagai berikut: 1. Artinya. penilaian pada pendidikan berd asarkan kompetensi didasarkan tingkat kompetensi yang dapat dipertanggungjawabka n (criteria) yang harus dikuasai oleh siswa. pendidikan berdasarkan ko mpetensi ini berusaha mengembangkan kemampuan dengan pendekatan system. Berbeda dengan pend idikan konvensional bercirikan transformasi informasi. proses. dan umpan balik sebagaimana digam barkan pada bagan di bawah. Konsekuensi dari pendidikan kompe tensi ialah bahwa penilaian hasil belajar dilakukan dengan system penilaian acua n patokan atau PAP (criterion referenced assessment)). Peserta didik secara individual dituntut untuk memenuhi tingkat kompetensi te rtentu yang telah ditentukan sebelumnya. KOMPETENSI Pendidikan berdasarkan kompetensi adalah suatu system dengan komponen-komponenny a yang terdiri atas masukan. Pendidikan konvensional tujuan pengajarannya tidak dinyatakan dalam b entuk perilaku yang dapat didemonstrasikan. Ciri-cirinya sebagai suatu system dapat kita catat s ebagai berikut: 1. Berbeda dengan penilaian acuan norma atau PAN (norn reference assessment). Pendi dikan berdasarkan kompetensi tujuannya diarahkan pada perilaku yang dapat didemo strasikan. Mementingkan balikan sebagai esensi dari accountability. Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dilakukan dengan pende katan system. Misalnya ditentukan bahwa paling se dikit 70% dari STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 3 . Accountability adalah pertanggungjawaban pendidikan terhadap lembaga pendidikan itu sendiri. 2. 4. anggota masyarakat. kelompok profesi yang terkait. 3. Penyajian pengalaman belajar dilakuk an dengan pendekatan modular. dan terhadap Tuhan sendiri.

P ada pendidikan konvensional hanya balikan sumatif yang dipentingkan. Melaks anakan program belajar mengajar 2.3. IPS) Menguasai bahan biang studi dalam kurikulum SPG b. ia menghayati keterlibatannya di dalam proses itu. MENGUASAI BAHAN 1. 6. Pendidikan ber dasarkan kompetensi memberi tekanan pada penguasaan secara individual.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K kompetensi yang telah dimasukkan dalam proses belajar harus dikuasai oleh siswa bisa lulus pada program pengajaran yang bersangkutan. Merencanakan dan melaksanakan program remedial 3. Mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran 3. bahwa siswa tidak suka menghindari tugas-tugas. Mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar 2. Matematika. balikan for matif walaupun ada tetapi fungsinya kurang mendapat perhatian yang penting. 5.1. Maksudnya. MENGELOLA PROGRAM BELAJAR MENGAJAR 2. MENGELOLA KELAS 3. Siswa live in proses belajar mengajar y ang diikutinya. yaitu : PROFIL KEMAMPUAN DASAR GURU 1.2. 2. sebaliknya ia mencari tugas-tugas yang terkait den gan pelajarannya. baik tugas yang diberikan oleh guru maupun tugas yang diciptak annya sendiri.1. 4. Ciri lain dari belajar tuntas ini ialah proses belajar mengajar s ama pentingnya dengan tujuan pengajaran. Menguasai bahan dari metodologi pengajaran 4 (empat) bidang studi di SD (Bahasa Indonesia. Pendidikan berdasarkan kompetensi mementingkan balikan.2. baik balikan formatif maupun balikan sumatif.4. Memilih dan menyusun prosedur instruksional yang tepat 2. karena itu ia mendapatkan sendiri nilai-nilai tertentu di dalam proses belajar mengajar yang tidak mungkin diperoleh kalau tidak ikut terlibat di dalamnya. Menciptakan iklim belajar m engajar yang serasi STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 4 .1. P enyajian pengajaran pada pendidikan berdasarkan kompetensi dilaksanakan dengan m enerapkan belajar tuntas (mastery learning). IPA. Kompetensi Guru Pedoman Pelaksanaan Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan (P4SPTK) di Indonesia mengemu kakan 10 kemampuan dasar bagi guru yang professional. Dalam hubungan ini orientasi belaja r siswa adalah on the task dan bukan off the task. Pendidika n konvensional lebih bersifat klasikal. Merumuskan tujuan instruksional 2. Mengenal kemampuan (entering behavior) anak didik 2.6. Menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah a.5.

4. ialah: 5 STRATEGI BELAJAR MENGAJAR .1. Menyelenggarakan adminis trasi sekolah 10. MENGGUNAKAN MEDIA/SUMBER 4.1.2.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K 4. MENGUASAI LANDASANLANDASAN KEPENDIDIKAN MENGELOLA INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR MEN ILAI PRESTASI SISWA UNTUK KEPENDIDIKAN PENGAJARAN MENGENAL FUNGSI DAN PROGRAM PE LAYANAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN MENGENAL DAN MENYELENGGARAKAN ADMINISTRASI SEKO LAH 8. Men yelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah 6. Menggunakan microteaching unit dalam program peng alaman lapangan 5.5. membuat alat-alat Bantu pelajar an sederhana 4. Tujuan pendidikan pra sekolah menurut PP No. 2 tahun 1989 dirumuskan sebagai beri kut: “Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Mengenal memilih dan menggunakan media 4. 9.3. Tujuan pendidikan nsional menurut UU No. 9. MEMAHAMI DAN MENAFSIRKAN HASIL-HASIL PENELITIAN PENDIDIKAN GUNA KEPERLUAN PE NGAJARAN B.2.6. 7. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah 9. 27 tahun 1990. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses bel ajar mengajar 4. Mengembangkan laboratorium 4.1. 2.2. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jaw ab kemasyarakatan dan kebangsaan”. TUJUAN PENDIDIKAN 1. 8. Menggunakan perpustakaan dala m proses belajar mengajar 4. Mengenal fungsi dari program layanan dan penyuluhan di sekolah 8. kesehatan jasmani dan rohani. yaitu manusia beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.

dan a lam sekitarnya. warga negara dan anggota umat manusia serta memper siapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. Tujuan pendidikan tinggi menurut PP No. yaitu: 1. atau Satpel) atau satuan acara pengajaran (SAP). atau lebih dikenal dengan nama satuan program p engajaran (SPP). Tujuan pendidikan pada lembaga pendidikan menengah menurut PP No. keterampilan. 30 tahun 1990 ialah: a. Meningka tkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih ting gi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Metode pengajaran 7. Karena penyel enggaraan pengajaran di sekolah dilakukan dalam system semester. Tujuan yang diharapkan. Program pengajaran yang disusun untuk setiap tatap muka merupak an penjabaran secara lebih terperinci dan konkret dari SPP dan disebut satuan pe lajaran (SP. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyaraka t dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan social. mengembangkan. Program semester 2. 6 STRATEGI BELAJAR MENGAJAR . teknologi dan/atau seni. dan keterampilan serta kemampuan intelektual. TUJUAN PENGAJARAN Program pengajaran adalah perangkat kegiatan belajar mengajar yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang kita sebut dengan tujuan instruksional. maka program pe ngajaran disusun dalam dua tahap. 29 tahun 1990 ialah: a. Tujuan yang menjadi sasaran kegiatan belajar mengajar dal am setiap pertemuan tatap muka itu disebut tujuan instruksional khusus sebagai p enjabaran dari tujuan instruksional umum. Menur ut Bloom. budaya. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan a kademik dan/atau professional yang dapat menerapkan. Kemampuanpeserta didik (entering behavior) 3. b. Program tatap mu ka (penjabaran dari program semester) Program pengajaran untuk satu semester dis ebut juga silabi mata pelajaran. dan kesenian.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap. 5. pengetahuan. Isi atau materi pelajaran 2. anggota masyarakat. Kemampuan guru 4. 4. Mengembangkan dan menyeba rluaskan ilmu pengetahuan teknologi. 3. Tujuan pen didikan pada pendidikan dasar menurut PP No. C. te knologi. Kegiatan belajar m engajar yang operasional terjadi dalam setiap tatap muka antara guru dan peserta didik di dalam kelas. dan/atau kesenian serta mengupayakan penggu naannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan l ingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. taksonomi tujuan pengajaran dapat dibedakan dalam tiga kawasan (domain ) yaitu: 1. Media dan bahan pengaja ran 6. Komponenkomponen dari system itu ia lah: 1. Sumber belajar 8. Program pengajaran yang dirancang untu k mencapai tujuan ini terdiri atas seperangkat komponen yang saling berinteraksi sehingga merupakan suatu system tersendiri. Analisis hasil sebagai balikan. b. dan/atau men ciptakan ilmu pengetahuan. Kawasan kognitif adalah tujuan yang berhubungan dengan pengetahuan p engenalan. Ruang kelas dengan segala perlengk apannya 9. dan 10. Bentuk kegiatan belajar mengajar 5. 28 tahun 1990 ialah: Memberikan bek al kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi.

baik sy mbol verbal maupun yang non verbal. prinsip. Inter pretasi yaitu kemampuan menjelaskan makna yang terdapat di dalam simbol. tontonan). Analisis (Analysis) adalah kemamp uan untuk menguraikan suatu bahan (fenomena atau bahan pelajaran) ke dalam unsur -unsurnya. 3. 2. Dapat menginterpretasikan konsep atau prinsi p dan dapat menjelaskan secara rinci makna. diperinci dalam tig a tahap a. Menerima nilai (Acceptance Of Value) b. memahami ya ng telah dikuasai antara lain ialah dapat menjelaskan dengan kata-kata sendiri. membedakan. Penan ggapan (Responding). prosedur atau teori tertentu pada situasi tertentu. Evaluasi (Evaluation) adalah kemampuan untuk mengambil keputus an. 4. Pene rapan (Application) adalah kemampuan untuk menggunakan konsep. prosedur. 2. Pengetahuan (knowledge) adala h kemampuan untuk mengenal atau mengingat kembali sesuatu objek. Kepuasan menanggapi (Satisfaction In Response) 3. Ekstrapolasi yaitu kemampuan untuk melihat kecenderungan atau arah atau kelanjutan dari suatu temuan. perilaku y ang dapat didemontrasikan yang menunjukkan bahwa kemampuan mengerti. Proses ini terbagi atas empat tahap sebagai berikut: a.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K 2. Dengan kata lain. ide. Syntesis (Synthesis) adalah kemampuan untuk mengumpulkan dan mengorganisasikan semua unsur atau bagian sehingga membentuk satu keseluruhan se cara utuh. b. Kawasan efektif adalah tujuan yang berhubungan dengan perubahan sikap. Pemahaman (comprehension) adalah kegiatan m ental intelektual yang mengorganisasikan materi yang telah diketahui. ata u mempertentangkannya dengan sesuatu yang lain. Kesiapan untuk menerima (awarness) yaitu adanya kesiapan untuk berint eraksi dengan stimulus (program pengajaran. kemampuan untuk menampilkan pikiran secara orisinil atau inovatif 6. kemudian menghubung hubungkan bagian dengan bagian lain disusun dan d iorganisasikan. Translasi. 3. dapat membandingkan. Taksonomi tujuan pengajaran pada kawas an afektif penggolongannya dikategorikan dalam lima jenis taksonomi yang terurut secara bertahap yaitu: 1. bahan bacaan. saling berinterpenetrasi sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh . yaitu kemampuan un tuk mengikuti symbol tertentu menjadi symbol lain tanpa perubahan makna b. Ketiga kawasan tujuan tersebut pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan satu denga n yang lain. Kemauan untuk menerima (Willingness To Receives) yaitu usaha untuk mengalokasikan perhat ian pada stimulus yang bersangkutan. Taksanomi tujuan pengajaran pada kawasan kognitif menurut Bloom terdiri atas e nam tingkatan yang susunannya sebagai berikut : 1. Penerimaan (Receiving/Attending). adalah: a. menyatakan pendapat atau memberi penilaian berdasarkan kriteria-kriteria ter tentu baik kualitatif maupun kuantitatif. prinsip atau teori yang pernah ditemukan dalam pengalaman tanpa memanipulasikann ya dalam bentuk atau symbol lain. Kesiapan Menan ggapi ( Acquiescence Of Responding) b. nilai dan perkembangan moral dan keyakinan Kawasan psikomotorik adalah tujuan yang berhub ungan dengan keterampilan motorik. dapat membedakan dan dapat mempertimbangkan kemampuankemamp uan yang tergolong dalam taksonomi ini. dapat membandingkan. c. Menyeleksi nil ai yang lebih disenangi (Preference For A Value) STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 7 . proses ini terdiri atas tiga tahap yaitu: a. c. Menghususkan perhatian (Controlled Or Se lected Attention) pada bagian tertentu dari stimulus yang diperhatikan. 5. Kemauan Menanggapi ( Willingness To Respo nd) c. Penilaian (Valuing) pad a tahap ini sudah mulai timbul proses internalisasi yaitu proses untuk memiliki dan menghayati nilai dari stimulus yang dihadapi.

.

Menciptakan (Origination) STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 8 . Meniru (Imitation) 3. Membiasakan (Habitual) 4. a. Komitmen yaitu kesetujuan terhadap suatu nilai dengan alasan-alasan tertentu yang muncul dari rangkaian pengalaman. Taksonomi Psikomotorik dapat disederhanakan dalam lima tahap yatu: 1. tahap ini tidak hanya menginternalisasi satu nilai tertentu tetapi mulai melihat bebe rapa nilai yang relevan untuk disusun menjadi satu system nilai. Proses ini terd iri dari dua tahapan yaitu. Generalisasi yaitu kemampuan untuk melihat suatu masalah dari suatu sudut pandang tertentu b. terdiri dari du a tahapan sebagai berikut.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K c. a. Pengorganisasian system nilai. Konseptualisasi nilai yaitu keinginan untuk menila i hasil karya orang lain atau menemukan asumsi-asumsi yang mendasari suatu kebia saan b. 4. menyusun perangkat nilai dalam suatu syst em nilai berdasarkan tingkat preferensinya 5. Pengorganisasian (Organization). Karakterisasi (Characterization) y aitu kemampuan untuk menghayati atau mempribadikan system nilai. Kesiapan (Set) 2. Menyesuaikan (Adaptatio n) 5. Karakteristik yaitu mengembangkan p andangan hidup tertentu yang memberi corak tersendiri pada kepribadian diri yang bersangkutan Taksonomi Tujuan Pengajaran pada Kawasan Psikomotorik adalah penga jaran pada kawasan ini menuntut pengembangan keterampilan dalam bidang tertentu.

antara lain: 1. Prinsip perbedaan perorangan. Materi disajikan secara merangsang. mengendalikan Variabel. Menurut Conny Seniawan. 1. Prinsip menemukan. Prinsip pemecahan masalah. menerapkan dan mengkomunikasikan. Mengajar dalam pendekatan ini. yaitu: · Fakta. Prinsip latar atau kon teks. Prinsip belajar sambil bekerja. Pengalam belajar yang telah dikembangkan didalam kelas akan diterus kan diluar kelas. membuat hipotesis. men ciptakan system lingkungan yang memungkinan semua kemampuan siswa dapat dikemban gkan dalam proses belajar. CBSA ya ng dipraktekkan adalah cara belajar siswa aktif yang mengembangkan keterampilan memproseskan perolehan. shingga mereka tidak diperlakukan secara klasika l 6. membua t prediksi. yaitu mengarahkan siswa untuk peka pada masalah dan mempunyai keterampilan untuk mempu menyelesaikannya B. yaitu mengintegrasik an pengalaman dengan kegiatan fisik dan pengalaman dengan kegiatan intelektual 5 . yaitu membiarkan sendiri siswa menemukan informasi yang dibutuhkan dengan pengarahan seperlunya dari guru 7. Materi pelajaran dapat digolongkan dalam empat kategori. baik dalam arti pengalaman belajar terstruktur maupun pengalam an belajar mandiri. kegiatan emosional. Menurut Conny Semiawan. yaitu prinsip keterhubungan bahan baru dengan apa yang telah diperoleh sis wa sebelumnya. prinsip-prinsip yang perlu diperhati kan dalam usaha menciptakan kondisi belajar supaya siswa dapat mengoptimalkan ak tivitasnya dalam proses belajar mengajar. Siswa live-in didalam proses belajar mengajar sehingga mereka minikmati pengalam belajar yang asyik 2. maupun kegiatan fisik secara terpadu. STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 9 . menafsirkan data. pengarah dan medi a pengajaran yang cukup komunikatif. Keterampilan memproseskan perolehan pada siswa meliputi keterampilan-keterampilan mengamati/observasi. menyusun kesimpulan. guru berfungsi sebagai motivator.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Bab 3 Cara Belajar Siswa Aktif A. CBSA DAN MATERI PENGAJARAN Salah satu unsur penting dalam pengalaman belajar ialah isi atau materi pelajara n. Prinsip motivasi. Kegia tan belajar berjalam secara antusias 3. kemampuan siswa d iperhitungkan. Dengan perolehan yang ada inilah siswa dapat memproses bahan baru 3. Ada rasa penasaran diikuti dengan sikap on the task. merencanakan p enelitian. Prinsip Keterarahan. Di dalam sisten ini. yaitu kenyataan bahwa ada perbedaan-perbedaan te rtentu di antara setiapa siswa. organisation. PENGERTIAN Cara Belajar Siswa Aktif adalah cara mengajar dengan melibatkan aktivitas siswa secara maksimal dalam proses belajar baik kegiatan mental intelektual. yaitu adanya pola pengajaran yang menghubung-hubungkan seluruh aspek pengajaran 4. dima na guru berperan sebagai motivator yang merangsang dan membangkitkan motif-motif yang positif dari siswa dalam proses belajar mengajar 2. siswa memperoleh penga laman belajar dengan cirri-ciri sebagai berikut.

Aktivita s belajar yang dominan dalam modus ini ialah: mendengar. m odus belajar ini merupakan pengembangan dari belajar reseptif dan belajar dengan penemuan terpimpin. mengola h informasi. Apabila modus kegiatan belajar tersebut dihubungkan dengan kebermanaan belajar. Belaj ar dalam pengertian ini terarah pada usaha menemukan konsep atau prosedur atau p rinsip di bawah bimbingan guru. CBSA DAN KEBERMAKNAAN BELAJAR Aktivitas yang dimaksud dalam konsep CBSA ialah aktivitas yang bermakna. dan Prinsip C. kadar CBSA ditentukan oleh modus kegiatan belajar yang digolongkan dalam tiga kategori yaitu: a. b. dan mengkaji informasi. Di sini sisw a berusaha menemukan sendiri tanpa bimbingan langsung dari guru. Belajar reseptif adalah usaha untuk menerima informasi. dan mengkaji. Disampi ng kebermaknaan kegiatan. Kebermaknaan Belajar Rote learning Belajar agak bermakna Meaningful learning Modus Kegiatan Belajar Reseptif Penemuan Penemuan terpimpin mandiri Tabel Menggu nakan Menyelesaikan perkalian rumus untuk dengan coba-coba menyelesaikan masalah Ceramah teks Kerja Penelitian atau karya laboratorik intelektual yang sekolah b ersifat rutin Klarifikasi Pengajaran Penelitian ilmiah hubungan auditorial yang gubahan musik antarkonsep baik STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 10 . maka diperoleh sembilan jenis kegiatan belajar-mengajar den gan kadar CBSA yang berbeda-beda seperti tampak pada bagan di bawah. Pada umumnya. Belajar dengan penemuan mandiri. Belajar reseptif (menerima). Belajar dengan penemuan terpimpin. Konsep. c. memperhatikan. mengamat i.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K · · · Prosedur.

BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 11 .

· Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran · Mengemb angkan sikap percaya pada diri sendiri (selfbelief) pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri. Motivator. maka peranan guru sangat menentukan. Guru tida k lagi berperan sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi. waktu. Hal ini menuntut adanya suasana bebas di dalam kelas. 1. yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan 6. Sehubungan adanya berbagai sudut pandang yang berbeda diantara siswa . yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa 3. PENGERTIAN Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan kegiatan belajar yang melibatk an secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis. Aspek social didalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang si swa berdiskusi. sehingga mereka dapat merumuskan sendiri pe nemuannya denga penuh percaya diri. K egiatan belajar di sini adalah kegiatan mental intelektual dan social emosional. Fasilisator. dan organisasi kelas 7. Untuk menciptakan kondisi diatas. yang memberi rangsangan supaya si swa aktif dan gairah berpikir 2. dan sebagainya. terutama cara berpikirnya . Untuk menyusun strategi yang terarah perlu diperhatikan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa dapat berinkuiri secara mak simal. logis. STRATEGI INKUIRI DAN DIMENSI BERPIKIR .BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Bab 4 Strategi INKUIRI A. B. Pengarah. Peranan utama gurudalam menciptakan kondisi inkuiri adalah sebagai berikut. Penggunaan fakta sebagai evidensi. Penanya. setiap sis wa tidak merasakan adanya tekanan/hambatan untuk mengemukakan pendapatnya. 4. tidak ada kebenaran yang bersi fat mutlak. 3. 5. Siswa perlu menyadari bahwa ada dasarnya semua pengetahuan bersifat tentatif. Disamping INKUIRI terbuka dikenal juga INKUIRI tertutup y aitu jika hanya ada satu-satunya kesimpulan yang benar sebagai hasil proses INKU IRI. yang memberi penhargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada siswa Supaya guru dapat melakukan perananya secara efek tif maka pengenalan kemampuan siswa sangat diperlukan. Kebeb asan berbicara dan penghargaan terhadap pendapat yang berbeda walaupun pendapat itu tidak relevan. yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas. ada berbagai kesimpulan yang berbeda dari masing-masing siswa deng an argumen yang benar. Didalam kelas dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta sebagimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada um umnya. sekalipun hal itu sangat diperlukan. Ad ministrator. cara mereka menanggapi. kritis. yang mengelola sumber belajar. Manajer. INKUIRI berfokus pada hipotesis. maka dimungkinkan adanya variasi penyelesaian masalah sehingga INKUIRI bersifa t open ended. Sasaran utama kegiatan mengajar pada strateg i ini ialah: · Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar. analitis. 2. untuk menyadarkan siswa da ri kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri. Rewar der. Kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya inkuiri bagi si swa adalah: 1.

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 12 .

ber titik tolak dari suatu peristiwa menuju ke berbagai kemungkinan Berfikir Silogis me. sedangkan pada INKUIRI dilakukan oleh s iswa. 6 maka siswa dapat menyebut tiga bilangan pad a urutan ke-4 adalah 8 dan ke-5 adalah 10. Jika kep ada siswa dihadapkan pasangan kata-kata rajin-pandai. maka diketahui semua unsur mengarah pada satu titik tertentu. berpangkal dari unsur-unsur yang terpisah-pisa h. Berpikir konvergen. bertitik tolak pada premis mayor yang tidak diragukan kebenarannya dan ada p remis minor yang sifatnya lebih khusus dengan menghadapkan premis minor terhadap premis mayor maka dapat diperoleh suatu kesimpulan. berat-…….. Berpikir bertentangan. fasilitator dan pengarah. Berpikir Asosias i. Berfikir Divergen. Dengan mempelajari karakteristik dari kecenderungan masing-masing unsur. mendunghujan maka ia dapat menyebut pasangan kata menganggur………. maka perlu diketahui apa yang dia ketahui dan bagaimana cara ia berpikir untuk menganal berbagai cara berpikir siswa. Berpikir konsentris.. C. 6. maka ia da pat menyebut pasangan dari kata murid-…… dengan benar. 4. Apabila misalnya guru menghadapkan kepada sisw a tiga bilangan berurut-urut 2.dengan benar. 2. PROSES INKUIRI Pada hakekatnya INKUIRI merupakan suatu proses PROSES INKUIRI MERUMUSKAN MASALAH MENARIK KESIMPULAN SEMENTARA MERUMUSKAN HIPOTESIS MENGUJI HIPOTESIS MENGUMPULKAN BUKTI Semua tahap dalam proses INKUIRI tersebut di atas merupakan kegiatan belajar dar i siswa. 3 . Berpikir ko nsentris menuntut kemampuan intelektual yang lebih tinggi dari keempat cara berf ikir di atas. semua tahap dilakukan sendiri oleh guru. 5.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Untuk merangsang kegiatan berpikir peserta didik. Jika pada sisw a dihdapkan pasangan kata-kata panas-dingin. Jika siswa dihadapkan pasangan kata-kata besi-berat. Kemampuan-kemampuan yang dituntut pada setiap tahap proses INKUIRI: STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 13 . 4. Guru berperan untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut pada proses belaja r sebagai motivator. 7. dan seterusnya yang benar. 8. maka ia dapat menyebut pasangan dari kata-kata siang-……. kapas-ringan. kecil-besar. Pada strategi ekspositori murni. Berpikir urutan. terutama dalam INKUIRI. perlu dikenal cara berpikir antara lain: 1. Berpikir Kausalitas.

Tahap Ketiga Merumuskan tugas yang dipelajari dan mengorganisasik an kelas (merumuskan masalah. SKENARIO KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR INKUIRI Sintaks untuk Model INKUIRI Kelompok 1. peranan.Melihat hubungan . Mencari pola dan makna hub ungan b. Menyusun data . tugas kelas. Merumuskan masalah a. Menguji dan menggolongkan jenis data yang dapat dipe roleh b. Tahap Keli ma Menganalisis proses dan kemajuan kegiatan belajar 6. Tahap Keenam Evaluasi da n tindak lanjut Sintaks dapat juga dirinci dengan model belajar kelompok sebagai berikut: STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 14 . Merumuskan jawaban sementara (hipotesis) 3. Merumuskan mas alah 2. Melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis c. Tahap Pertama Menghadapi stimulus (teren cana atau tidak terencana) 2.Mengidentifikasikan peristiwa yang dibutuhkan . Menarik kesimpulan 5.Me nginterpretasikan data . Merumuskan kesimpulan D. Merumuskan hip otesis a.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K KEMAMPUAN YANG DIKEMBANGKAN DALAM PROSES INKUIRI Tahap Inkuiri 1. dan sebagainya) 4. Analisis data . Menguji jawaban tentative Ke mampuan yang dintuntut a. Kesadaran terhadap masalah b. sekuensi dan keteraturan a.Mengevaluasi data b.Mengklasifikasikan c. Menerpkan kesimpulan dan generalisasi Mengidentifikasikan tren. Tahap Kedua Menjajaki reaksi terhadap situasi yang merangsang 3. Melihat pentingnya masal ah c.Mencatat persamaan dan perbedaan 4.Me ngumpulkan data . Merakit peristiwa .Mentranslasikan data . Tahap Kee mpat Belajar menyelesaikan masalah secara independen atau kelompok 5.

2. meneliti.1. Memberi penjelasan singkat dan menyeluruh tentang konten dan prosedur kerj a 4. bertanya.1 Analisis data. membuat catatan. kesimpulan individual Laporan pada kelompok 6. Menentukan 1.1.1. kritik.1 Sharing penemuan. Menentukan waktu batas 3. Urutan tugas Klarifikasi tujuan 5. mengambil catatan. Masuk ke dalam kelompok Membentuk kelompok 3. Mendengar. Mengusulkan SINTAKS ALIRAN KEGI ATAN KEGIATAN GURU KETERANGAN Menentukan tujuan pengajaran 1. mengorganisa si d ata Kerja individual 5. Membanca. membantu. Guru mempersiapkan entry hand outs tentang behaviour materi d an yang berhubungan dengan 1. Merumuskan. dan bimbingan 5. Mengamati.1. mengarahkan 2.1. Menjelaskan konten tujuan pengajaran Pengantar singkat tentang konten dan prosedur 2.2. kesimpulan pendahuluan .1.2. Mnganjurkan. Saling membantu antar siswa 7. memberi fasilitas.1.1.1. Mengerjakan pre-test 1. Menunjukkan kebutuhan masalah dan minta informasi 2.1 Menganjurkan memberi fasilitas dan bimbingan 6. mengamati.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Pengajaran INKUIRI dengan Model Kerja Kelompok KEGIATAN SISWA 1. Saling membantu antar siswa 6. Memberi penjelasan singkat dan menyeluruh tentang konten dan prosedur kerja 3.1. Menjajaki cara pembentukan kelompok 4. mengklarifikasi kan tujuan 4. Mempertanya kan.

Tanya jawab. Memimpin diskusi STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 15 .1 Memantau membantu mengelola kelas 10.Diskusi kelompok 7.1 Memberi bantuan 8.1 Menanggapi dan bertanya Diskusi kelas 9.1. menyimpul kan 9. Saling membantu 9.1 Menganjur7.1 Sistesis. Saling membantu antar kan memberi siswa fasilitas dan bimbinga 8. Memimpin diskusi 10.1 Menulis laporan kelompok antar siswa Laporan kelompok 8. catat Rangkuman 10.

Melengkapi kemampuan berceramah STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 16 . Pengembangan daya kreatif 3. Tahap pemahaman secar a individual Pada saat yang sama guru sebagai instruktur harus dapat: 1. penelitian mand iri dan sebagainya. Tahap p roblem solving atau tugas 2. mengidentifikasikan variable. 1. pentingnya bertanya dapat dilihat dalam pertanyaan berikut ini a . Memimpin diskusi tindaklanjut berdasarkan hasil diskusi Prinsip-prinsip tentang respoms Guru dalam mengembangkan sikap INKUIRI di kelas mempunyai peranan sebagai konselor. Jantung strategi belajar yang efektif terletak pada pertanyaan yang diajukan o leh guru (Fraenkel) b. Dari sekian banyak metode pengajaran yang paling banyak d ipakai ialah bertanya (Bank) c. konsultan dan teman yang kritis. dapat juga memberi tujuan ringan (nutrunant effect) sebagai berikut: 1. Mengajar itu adalah bertanya (Dewey) e. Memberi kemudahan bagi kerja kelompok 2. Harus dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok melalui tiga tahap: 1. merupakan kunci permain an bahasa dalam pengajaran (hyam) 2.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K 11. problem solving. Mengelola kegiata n pengajaran Strategi belajar mengajar INKUIRI di samping strategi belajar menga jar inkuiri di samping mengantarkan siswa pada tujuan instruksional tingkat ting gi. Pentingnya bertanya Dalam hubungannya dengan proses belajar. Fungsi bertanya Pentingnya bertanya dalam k egiatan belajar mengajar dapat kita pahami kalau diperhatikan peranannya sebagai berikut: a. mengumpulkan dan mengorganisasikan data. Mem ahami hal-hal yang mendua 5. diskusi. Sikap terhadap ilmu pengetahuan yang menerimanya se cara tentatif E. Pertanyaanpertanyaan adalah unsur utama dalam strategi pengajaran. merumuskan.Memberi saran Tindak lanjut 11. Tahap pengelolaan kelompok 3. dan menguji hipotesis. Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam berbagai metode mengajar ialah teknik bertanya.1. studi kasus. STRATEGI INKUIRI DAN TEKNIK BERTANYA Strategi belajar mengajar inkuiri dapat dilaksanakan dengan berbagai metode meng ajar seperti Tanya jawab. serta men gambil kesimpulan) 2. Kete rampilan memproses secara ilmiah (mengamati. Belajar secara mandiri 4.1 Menentukan 11. Intervensi dalam kelompok 3. Bertanya adalah salah satu teknik yang paling tu a dan paling baik (Clark) d.

kemampuan dasar ini terdir i atas pengetahuan knowledge). STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 17 . bertanya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif-inovatif. Kemampuan mengemukakan pendapat g. Bertanya dasar. dan evaluasi. Meningkatkan kadar CBSA e. bertanya untuk mengembangkan kemampua n berpikir dasar. Dihubungkan dengan teksonomi Bloom.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K b. Meningkatkan kadar CBSA d. Mendiagn osis kesulitan belajar d. Kem ampuan ini meliputi analisis. Sikap inkuiri ber titik tolak pada bertanya e. Mengukur hasil belajar. Mengubah kemampuan berceramah c. Mengubah persepsi yang keliru terhadap bertanya Dal am peranan yang demikian itu kegiatan bertanya berfungsi untuk : a. yaitu: a. sintesis. Bertan ya lanjut. dan aplikasi b. Kemampuan memahami informas i f. Mengembangka n minat dan keingintahuan b. pemahaman (comprehension). Memusatkan perhatian pada pokok masalah c. Prinsip-prins ip bertanya Bertanya sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan dapat dibagi dal am dua kelompok. 3.

Merumuskan masalah Keampuan yang diperlukan Mengetahui dan merumu skan masalah secara jelas STRATEGI BELAJAR MENGAJAR . 3. 2. KARAKTERISTIK PENYELESAIAN MASALAH Penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain : 1. Dewey Penyelesaian masalah menurut model ini dilakukan dalam enam t ahap. Penyelesaian masalah secara otoritas. mulai dari menerima stimulus dari lingkungan sampai pada memberi respons yang tepat t erhadapnya B. Bahan tersebut mencakup kepentingan orang ban yak dalam masyarakat 4. 6. Penyelesaian masalah dilakukan ber dasarkan kewenangan seseorang 5. PENGERTIAN Strategi belajar mengajar penyelesaian masalah memberi tekanan pada terselesaika nnya suatu masalah secara menalar. Bahan tersebut merangsang perkembangan kelas yan g mengarah pada tujuan yang dikehendaki 6. Penye lesaian masalah berdasarkan pengalaman masa lampau. Masalah -masalah yang dihadapi dalam dunia empirik diselesaikan dengan prinsip-prinsip y ang bersumber pada dunia supranatural/dunia mistik/dunia gaib. Penyelesaian masalah dalam strategi belajar mengajar disini ialah penyelesaian masalah secara ilmiah atau semi ilmiah. BEBERAPA MODEL PENYELESAIAN MASALAH Proses penyelesaian masalah dapat dilakukan dalam beberapa model. Pemilihan materi seperti itu memerlukan beberapa criteria sebagai berikut: 1. Bahan yang dipilih bersifat umum sehingga tidak terlalu asing bagi siswa 3. Beberapa di an tara model penyelesaian masalah tersebut sebagai berikut: 1. dalam hal ini penyelesaian m asalah kurang (tidak) rasional. penyelesaian masalah dilakukan de ngan coba-coba. Proses ini berlangsung secara bertahap. Bahan tersebut mendukung tujuan pengajaran dan pokok bah asan dalam kurikulum sekolah 5. Bahan tersebut menjamin kesinambungan pengalaman belajar siswa. Penyelesaian masalah secara intuitif masalah diselesaikan tidak berdasarkan akal. materi pelajaran tidak terbatas hanya pada b uku teks disekolah tetapi dapat diambil dari sumber-sumber lingkungan yang ada. Penyelesaian masalah dengan cara trial error. tetapi berdasarkan intuisi atau firasat. Ba han yang dipilih bersifat conflict issue atau controversial. percobaan yang dlakukan tidak berdasar hipotesis tetapi secara a cak. Penyelesaian masalah secara meta fisik. Bahan seperti itu d apat direkam dari peristiwa-peristiwa konkret dalam bentuk audo visual atau klip ing atau disusun sendiri oleh guru. Guru memilih bahan pe lajaran yang memiliki permasalahan. Penyelesaian masala h menurut J. C. 4. Penyelesaian m asalah secara ilmiah ialah penyelesaian masalah secara rasional melalui proses d eduksi dan induksi. 2.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Bab 5 Strategi Penyelesaian Masalah (PROBLEM SOLVING) A. yaitu: Tahap-tahap 1.

18 .

Kecakapan menelaah dan membahas data. Dengan demikian dapat dicoret beberapa rumusan yang kurang relevan. masalahn ya dianggap penting. b. Menelaah masalah Menggunakan pengetahuan untuk memperinci. Merumuskan hipotesis Mengumpulkan dan mengelompokkan data sebagai bahan pembukti an hipotesis Pembuktian hipotesis 5. Mendiagnosis Masalah . Ia mengemukakan tiga tahap dalam proses penyelesaiaan maslaah ekonomi. Menentukan ru ang lingkup permasalahan (scope of he problem) e. Kemukakan kepada siswa peristiwa yang be rmasalah. Suatu isu yang berkiatan dengan pokok bahasan dalam pelajaran diberikan kepada siswa untuk diselesaikan. sebab akibat dan alternatif penyel esaian Kecakapan mencari dan menyusun data. Senesh adalah seorang guru besa r ekonomi yang mengemukakan tahap-tahap penyelesaian masalah dalam pengajaran ek onomi. 2. Prosedur penyelesaia nnya dilakukan sebagai berikut: a. 4. Keterampilan mengambil keputusan dan kesimpulan Kecakapan membuat alternati f penyelesaian. Kecakapan menghubung-hubungkan dan menghit ung. tabel 3. Setiap pendapat ditinjau kembali dengan meminta penjelasan dari siswa yang bersangkuta n. dan · tahap kulminasi Penyelesaian masalah itu sendiri berada dalam tahap yang kedua yaitu tahap pengembangan dengan langk ah-langkah penyelesaiannya sebagai berikut: a. benar atau salah pendapat tersebut. Kecakapan menilai pilihan dengan menghitungkan akibat yang akan terjadi pada setiap pilihan 6. atau dirumuskan kembali (rephrase. Menganalisis sebab-sebab masal ah (causes of the problem) f. Tampunglah setiap pendapat mereka dengan menulisnya di papan tulis tanpa mempersoalkan tepat atau tidaknya. Bahan-bahan dapat diambil dar i kliping-kliping atau peristiwa-peristiwa disekitar siswa. ya itu: · tahap motivasi · tahap pengembangan. restate) perumusanpe rumusan yang kurang tepat. Dipilih r umusan yang lebih tepat. Kemudian minta kepada s etiap siswa untuk merumuskan masalahnya dalam satu kalimat sederhana (brain stro ming). menganalisis masalah dari berbagai sud ut Berimajinasi dan menghayati ruang lingkup. Mendefinisikan masalah (definition of problem) d. Penyelesaian masalah menurut Lawrence Senesh. Penyelesaian masalah menurut David Johnson & Johnson. Menyelesaikan masalah (solution of the problem) 3. Menentukan pilihan penyelesaian 2. Menentukan gejala-gejala problema tic (symptus of the problem) b. gambar. Akhirnya.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K 2. Mempelajari aspek-aspek permasalahan (aspects of the problem) c. baikmelalui bahan tertulis mapun secara lisan. kelas memilih satu perumusan yang paling te pat yang dapat dipakai oleh semua. urgen dan dapat diselesaikan. Mendefinisikan Masalah Perumusan masalah dida lam kelas dilakukan sebagai berikut: 1. Menyajikan data dalam bentuk diagram . Masalah yang dipilih mempunyai sifat Conflict Issue atau controversial.

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 19 .

dst. …………… 2. ……………………. Pilih beberapa ang diangap paling memberi harapan. ……… an tindakan peningkatannya iala: a. ……………………………………. orang atau s umber (fasilitas) yang digunakan untuk mengubah itu. 2. 6. ……………………. …………………………………… STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 20 .BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Setelah berhasil merumuskan masalah. Menurut Johnson & Johnson m asalah muncul karena dua factor yaitu factor pendukung/pendorong dan factor peng hambat. langkah berikutnya membentuk kelompok kecil dengan mendiskusikan sebab-sebab timbulnya masalah. …………………………………………. Kemungkina n tindakan untuk menanggulanginya ialah: a. ……………… 4. ……………………………………. · Sumber yang tersedia 1. Kemungkinan tindakan untuk menanggulanginya ialah: a.buah). ……………………. Adakan brain stroming supaya setiap anggota k elompok mengidentifikasikan faktor pendukung dan factor penghambat.. 3. Suatu masalah dapat teratasi jika factor penghambat dihilangkan/dikurangi dan faktor pendukungnya ditingkatkan. Faktor Pendukung 1. …………………………………………. b. Analisis terhadap kedua factor disebut Analisis kekuatan lapangan (AKL) d engan prosedur sebagai berikut: 1. Selanjutnya kelompok menentukan jumlah kekuatan pendukung dan penghambat yang paling berpengaruh (3. 1:……………. Susunlah factor-faktor secara berurutan manurut kuat pengarahnya terhadap per istiwa yangaktual. Disusun urutannya menurut mudah s ukarnya diselesaikan. Kemudian susun kembali langkah-langkah tinda kan yang sudah dipilih itu. Munculnya masalah disebabkan kedua kekuatan itu berada dalam keadaan sei mbang. ……………………. Terhadap factor-faktor pendukung d a: · Faktor pendukung no. …………… c. 2. …………………………………………. ……………… 2. Contoh: · Langkah-langkah keg iatan 1. b. ……………………………………. ……………… dst Faktor Penghambat 1. Faktor Pendukung 4. ……………… dst Faktor Penghambat 3. dst. …………………………………………. ………………………………………….1. dst. 5. b. Misalnya : · Kekuatan penghambat no.1: ………………. · Kekuatan nginya ialah: a. Untuk setiap tindakan disebutkan bahan.

tenaga. masalah-masalah yang mungkin timbul k emudian.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Pelajari kembali langkah-langkah egiatan pada butir (5) untuk mengetahui seberap a jauh masing-masing langkah itu dapat dipakai dalam perencanan penyelesaian mas alah secara menyeluruh. Catat bahan-bahan dan sumber-sumber lainnya yang diperlukan dalam p enggunaan strategi itu. den gan berpikir konvergen. Perkirakan kemungkinan hambatan yang akan dihadapi dalam pelaksanaan dan baga imana menanganinya. yaitu: a. Apakah strategi itu berhasil diterapkan (evaluasi proses)? b. memahami pertentangan di antara berbagai ide. Penerapan keputusan (decision impleentation). dampak positif dan dampak negatifnya. Adakan pembagian tanggung jawab untuk setiap anggo ta dalam kelompok h. maka dipilih alternatif mana yang akan dipakai. dan lain-lainnya harus diperi nci. maka selain keberhasil annya. Penyelesaian masalah pada tahap ini memiliki dua aspek. Hal serupa dilakukan juga bagi alternatif B. Untuk itu kelompok harus kreatif. Menurut teori ini. Pengambilan keputusan (decision mak ing). Untuk itu. Pada dasarnya ada tiga cara untuk mengubah titik keseimbangan itu. Mengurangi kekuatan pada factor penghambat. Dalam hubungan ini adabeberapa hal yang perlu diperhatik an. Setiap alternatif harus dapat diperinci dengan jelas. b. diperkirakan juga mengorbanan yang digunakan untuk mencapai keberhasilan itu. d. 4. a. kelompok menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang cukup kritis. Keluarkan butir-butir yang dianggap tidak sesuai. Menambah kekuata n pada faktorpendukung b. yaitu suatu proses untuk menentukan suatu pilihan dari berbagai alternatif yang ada. dan c. 3. perubahan-perubahan pada sit uasi yang aktual dapat terjadi jika kekuatan-kekuatan yang mendukung dan mengham bat mengalami perubahan. dan set erusnya. Merumuskan Alterantif Strategi Pada tahap ini. Rencanakan cara mengevaluasi keefektifan program penerapannya dan kemun gkinan yang dapat dilakukan dalam prosedur evaluasinya. Pemikiran tentang tindakan-tindakan yang berhubungan deng an penerapan strategi supaya disusun dalam suatu urutan waktu dan perkiraan wakt u bilamana hal itu terjadi g. kelompok mencari dan menemukan berbagai alternatif ten tang cara menyelesaikan masalah. Mulai dengan langkah pertama. Pengorbanan waktu. dan memiliki daya tem u yang tinggi. Perhatikan urutan tind akannya. dapat dipakai teori AKL di muka. Pilih alternatif yang tampaknya terbaik dengan mengemukakan tiga nilai po sitifnya. Apa akibat dari penerapan strategi itu (evaluasi hasil)? STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 21 . dan sebagainya. Alternatif yang menjadi pilihan ialah alternatif dengan risiko yang pal ing kecil. Jika alternatif A menjadi pilihan. C. Kedelapan factor ini terarah pada perkiraan-perkiraan keberhasilan dan ketakberhasilan untuk setiap alternati f yang akan dilakukan. yaitu: a. selektif. Kalau perlu ditambahkan langkah-langkah dan sumber-sumber baru. sehingga tingkat keseimbangannya berubah. f. Menentukan dan Menerapkan Strategi Setelah berbagai alternatif ditemukan oleh kelompok. c. berpikir seca ra divergen. Mengevaluasi keberhasilan Strategi Dalam langkah terakhir ini kelo mpok mempelajari: a. Men gubah factor penghambat menjadi factor pendukung. Penilaian tentang realistisnya strategi yang dipilih. Perhitungan ten tang kemungkinan keberhasilannya dibandingkan dengan pengorbanannya (efisiensi) e. yaitu proses untuk m enentukan tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan keputusan Dalam tahap ini. b. 5.

6. embagi tugas kelompok 6. Masalah apa yang muncul sebagai akibat penyelesaian itu? Akhirnya evaluasi harus menghas ilkan definisi tentang masalah baru. Klasifikasi pendapat anggota kelompok Langkah Kegiatan 1. mencatat pendapat siswa 4. Criteria utama dalam penilaian hasil ialah apakah situa si yang actual lebih mendekati keadaan yang ideal sesudah strategi itu diterapka n. Masalah apa yang sudah diselesaikan? b. Jika strategi itu berhasil diterapkan tetapi tidak banyak mengubah keadaan. Merumuskan alterna tifalternatif 7. Menyatakan rumu san masalah 4. Dikusi kelo mpok 4. isu. hipotesis STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 22 . mendiagnosanya. Seberapa jauh penyelesaiannya? c. Masalah apa yang masih belum diselesaikan? d. Menjajaki berbagai alternatif 7. Memantau kelompok 6. Memantau kelompok 7. m aka harus dikembangkan strategi baru yang lebih efektif. alternatif. Menanggapi 2. mencatat 3. Menjeaskan 2. Memimpin pemben tukan kelompok 5. Hasil akhir dari proses evaluasi dapat menunjukkan: a. Mengarahkan Hand out Masalah. Mendengar. Menjelaskan prosedur C atatan Hand out Hand out 3. Mengemu kakan masalah masalah. Membentuk kelompok 5.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Dalam perencanaan harus dibuat criteria untuk menentukan keefektifan tindakan da lam menerapkan strategi. Skenario Kegiatan belajar Mengajar Penyelesaian masalah dalam kegiatan belaja r mengajar dapat dilakukan dengan scenario berikut: Tujuan pengajaran : Siswa da pat memperkirakan atau siswa dapat menyusun Strategi belajar mengajar : Penyeles aian masalah Kegiatan belajar mengajar : Kegiatan Siswa 1. Perumusan 3. Pemben tukan kelompok 5. dan mulai lagi proses penye lesaian baru. Kerja kelompok 6. bertanya. Perum usan 2. Penjelasan singkat Kegiatan Guru 1.

Membandingkan 8. Pendapat rata-rata 9. Mengarah kan pendapat kelompk Metode pengambilan keputusan: a. Otoritas. Kelompok minoritas d. dan e. Suara terbanyak c.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K 8. Diskusi kelas 8. Partisipasi sumbang pendapat 9. Tindak lanjut Mencatat dan merumuskan keputusan STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 23 . Disetujui semua kelompok b.

Emosi. Di dalam diskusi kelompok siswa belajar mengharg ai pendapat orang lain. PENGERTIAN Cara belajar siswa aktif berperan dalam strategi belajar mengajar. surat kabar. Pendapat. percaya diri. Standar. indicator ter hadap tinggi rendahnya kadar CBSA dalam kegiatan belajar mengajar ialah: 1. 5. mengemukakan tolok ukur atau patokan untuk mengidentifikasikan kualitas dari urunan pendapat dan partisipasi anggota g. menjaga adanya giliran berbicara yang telah merata di antara anggota kelompo k. Belajar dari pengalaman l angsung (experiental learning) 4. dan sebagainya. baik secara intelektual maupun secara social emosional. Menyumbangkan informasi. memperjelas dan mempe rtegas kembali pendapat anggota lain sehingga setiap anggota memahami dengan jel as e. Norma. 4. rekaa atau nara sumber 2. Peran gkuman. bersikap terbuka. Kontrol. Regula si. Variasi bentuk dan alat kegiatan belajar mengajar 6. Suatu kelompok diskusi mempunyai tujuan bersama yang jelas 3. maka diskusikelompok merupakan pilihan yang tepat pada strategi belajar mengajar. Tingkah laku yang t ampak dalam fungsi kepemimpinan itu ialah: a. Dilihat dari indicator yang terakhir ini. B. memberi informasi yang relevan guna membant u kelompok menyelesaikan masalah c. Klarifikasi. mengemukakan p endapat tentang apa yang perlu dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya di dalam kelompok b. Diskusi dalam kelompok berjalan lancar dan bermutu jika ditunjang dengan sumber-sumber inform asi seperti buku. Untu k membina perasaan-perasaan positif setiap anggota harus mengakui kehadiran sesa manya. Kepemimpinan. Har monisasi. Kualitas interaksi antarsiswa. Tujuan. Anggota-anggota kelompok terikat pada pokok pembicaraan tertentu. Kefasilitatoran guru dalam proses belajar meng ajar 5. yaitu memberi pendapat tentang ses uatu yang dibicarakan atau yang dikerjakan d. CIRI-CIRI KELOMPOK Kelompok yang dimaksud dalam strategi belajar mengajar ini adalah dynamic group (kelompok dinamik) yang mempunyai lima ciri pokok sebagai berikut: 1. Prakarsa insentif). mengaktualisasikan diri. Keterikatan siswa pada tugas (on the task) sebagai lawan dari off the task (kecenderungan menghindari tugas) 3. yaitu meninjau ulang dan menyimpulkan apa yang telah dilakukan i. meyakinkan bahwa pekerjaan telah terlaksana sebagaimana mestinya pada tahaptahap tertentu f. Interaksi. Setiap anggota kelompok terikat pada norma-norma tertentu. STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 24 . Prak arsa siswa secara spontan dalam mengemukakan pendapat secara berani dalam kegiat an belajar mengajar 2. ketaatan pada normanorma akan membuat kelompok lebih kohesif dan efisien. mengurangi ketegangan atau konflik yang muncul dalam kelompok h.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Bab 6 Diskusi Kelompok A.

BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K C. 6. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELOMPOK Dari pemahaman cirri-ciri kelompok di atas ada beberapa factor yang mempengaruhi kelompok. Kepopuleran anggota. Sehingga mudah tersinggung j ika dikritik 7. scenario kegiatan belajar mengajar dapat disusun sebaga i berikut: Tujuan pengjaran. DISKUSI KELOMPOK DALAM PBM Menurut Joyce Cs. D. digambarkan sebagai berikut: Penghargaan terhadap martabat manusia dan komitmen terhadap kemajemukan Diskusi Kelompok Pandangan yang konstruktif terhadap pengetahuan Kebebasan sebagai siswa Komitmen terhadap inkuiri sosial Kedisiplinan berinkuiri Afiliasi kehangatan hubungan antar pribadi Kefektifan memproses dan memimpin kelompok Tahapan Instruksional Tujuan Ingin (nutrunant) Untuk mengoptimalkan ketercapaian tujuan-tujuan tersebut. Perasa an Ragu. saran atau tenaga yang diperlukan 8. antara lain: 1. Interaksi antar anggota dapat terhambat jika ada anggota yang ragu meng emukakan pendapatnya karena terlalu memperhitungkan reaksi orang lain terhadap a pa yang akan dikemukakannya. Anggota yang selalu siap membantu baik dalam memberikan informas i. Anggota yang suka bica ra terlalu banyak sehingga anggota lain bersifat pasif dan hanya berfungsi sebag ai pendengar 3. Anggota yang popular paling sedikit dikalan gan anggota kelompok yang menjadi favorit anggota kelompok 4. Merasa rendah diri. Perlu dikembangkan sikap saling menghargai dan saling mempercayai 5. Anggota yang sok tahu yang selalu tidak setuju dan ti dak menyetujui pendapat orang lain dan suka memerintah 2. Besarnya kelompok. Metode diskusi kelompok kecil Kegiatan Siswa Syntax (Aliran Kegiatan) Kegiatan Guru Catatan STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 25 . Interaksi dalam kelom pok dipengaruhi juga oleh banyaknya anggota dalam kelompok. tujuan-tujuan pengajaran yang dapat dicapai melalui diskusi ke lompok. Status social angg ota.

kesimpulan sementara STRATEGI BELAJAR 4. Nasihat. Menentukan singkat tinjauan batas waktu (tentang menyeluruh konten dan tentang teknis konten dan pelaksana aturan annya) diskusi 2. Klasifikasi mengklarifika tujuan sikan. individual pengamatan. Kegiatan wawancara. Siswa salin g kemudahan.2. oleh guru sendiri. dan sebagainya 4. membantu pengarahan Laporan pada kelompok 6. Menganalisis data. mengambil catatan. Mengatur urutan tugas 5.1 Mendengar. Sharing temuan. meneliti mengorganisasi data 6. menyusun berbagai tujuan. iden MENGAJAR 26 .BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K 1.1. Idem Diskusi kelompok 7. Melaksanakan pretes 1. membantu. memberi kemudahan dan pengarahan 5. Menyatakan kebutuhan. Memberikan 2. oleh sisw a sendiri. Merumuskan. Membaca. Mencatat ide-ide kunci 3. Mengamati. me ngambil catatan. Menentukan 1. Masuk ke kelompok Pembentuk 3. masalah dan kepentingan nya 2.1. Mengorgani an sasikan kelompok fasilitas dan memimpin pebentukan ke lompok Menjajaki berbagai cara pembentukan kelompok (acak.2. membuat kesi mpulan secara individual dan menyiapkan laporan 7.2. bertanya mengusulkan dan mencatat Penentuan 1. Mengklasiberhubungan fikasikan dengan dan kantor menetapkan tujuan pengajaran Pengantar 2. Hand out tujuan entry tentang pengajaran behavior m ateri dan yang 1. saling mengkr itik.1.

Keputusan hanya ditentukan oleh kelompok minoritas. idem Di dalam usaha kelompok atau kelas mengambil kesimpulan. Mengajukan pertanyaan dan kesimpulan tanggapa n tinjauan mengambil ulang catatan 11. Mengemukakan Tindak 11. Partisipasi. Sintesis 10. kemudian ditawarkan kepada anggota d engan cara sedemikian sehingga anggota tidak bisa menolaknya. Secara aklamasi. perlu diperlukan bebera pa cara pengambilan keputusan sebagai berikut: a. Ada juga pengambilan keputusan dengan otoritas yang dimanipulasikan. STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 27 . Dengan metode disk usi kelompok sebagai salah satu metode pengajaran. Pengalaman belajar ya ng demikian tidak akan terjadi jika guru menyajikan pelajaran dengan metode cera mah. bertanya. bagaimana menanggapi pendapat orang lain. berdasarkan kesimpulan tadi Laporan kelompok Diskusi kelas 8. e. Secara otorit er. d. c. Secara dem okratis. siswa dan guru mengarah kan diskusi Rangkuman 10. bagaimana memeliha ra kesatuan kelompok. D i sini pimpinan sudah menentukan keputusan.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K 8. Di sini tidak semua menyatakan persetujuannya. sharing. menulis laporan 9. Pimpinan kelompok sendiri yang mengambil keputusan tanpa melibatkan anggota kelompok. dan belajar tentang teknik-teknik pengambilan keputusan ya ng amat berguna bagi mereka dalam kehidupan bermasyarakat. T idak semua anggota terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Menentukan saran dan lanjut kegiatan kegiatan selanjutnya lanjutan. Mengambil keput usan dengan memperhitungkan pendapat rata-rata semua anggota. b. Di sini setia p anggota memberi suara setuju kepada keputusan yang akan diambil. siswa belajar bagaimana belaj ar dari orang lain. menanggapi 9 Memantau Pimpinan memberi diskusi oleh kemudahan. tetapi terbanyak dari me reka menyatakan setuju.

Pertama. STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 28 . Untuk mengurangi kesalahan tersebut. PENGERTIAN Ceramah merupakan satu-satunya metode yang konversional dan masih tetap digunaka n dalam strategi belajar mengajar dan metode pengajaran yang sangat sederhana. Penceramah. mendengar proyektif yaitu menden gar denganmenempatkan diri pada jalan pikiran sipembaca sehingga informasi yang didengar diterima dan dipahami dari sudut si pembicara 4. Membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan mendengarnya. P ada dasarnya ceramah murni cenderung pada bentuk komunikasi satu arah. dalam hal ini guru. misal mendengar sambil membaca Koran b. Mendengar dapat terjadi dalam tiga bentuk: a. mendengar evaluatif yaitu mendengar sambil menilai informasi yang dide ngar menurut sudut pandang pendengar c. Kelemahan-kelemahan Metode Ceramah a. Jika pesan diterima tidak sesuai dengan apa y ang dimaksud oleh transmitter. Metode ceramah cenderung menempatkan posisi siswa sebagai pendengar dan pencatat. Penyampaian bahan secara jelas. harus menguasai d engan sungguh-sungguh bahan ceramahnya 2. Merangsang kemampuan s iswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber 5. Mampu membangkitkan minat dan intusi as siswa 3. B. Ketiga. Kedua. Sistematika ceramah mempunyai urutan y ang logis 3. Hemat dalam penggunaan waktu dan alat 2. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN CERAMAH SEBAGAI METODE PENGAJARAN 1. Ceramah cenderung pada pola strategis eksp esitorik yang berpusat pada guru b. maka ceramah dilakukan sebagai berikut: 1. antara lain dengan komunikasi dua a rah 4.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K Bab 7 Ceramah Bervariasi A. Dikatakan terjadi communication gap (kesenj angan komunikasi) jika pesan tidak diterima sama sekali oleh receiver dan miscom munication (kesalahan komunikasi). Mampu menyampaikan pengetah uan yang belum pernah diketahui siswa. Pola dasa r dari komunikasi itu dapat dinyatakan pada bagan sebagai berikut: Pesan yang dkirim Pesan yang diterima Apabila guru menyampaikan informasi kepada siswa maka guru berfungsi sebagai tra nsmitter dan siswa sebagai receiver. mendengar secara marginal yaitu me ndengar sambil memperhatikan hal-hal lain. Kemampuan menggunakan bahasa yang tepat.

C. Variasi Media Alat indera siswa dilibatkan sebanyak mungkin dalam proses bela jar mengajar. Untuk itu media pengajaran divariasikan sehingga fungsi melihat (v isual). fungsi mendengar (audio) dan fungsi meraba dan mencium diaktifkan pada h al-hal tertentu. Medi a audio – media visual-media audio b. Media visual-medi a audio-media visual STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 29 . UNSUR-UNSUR CERAMAH BERVARIASI Disebut ceramah bervariasi karena dalam strategi ini terdapat beberapa komponen yaitu: 1. Jawab Diskusi Diksusi Kelompok G Ceramah M M:murid G: guru Tanya Jawab G M M M M M M M Urutan kegiatan dalam proses belajar mengajar tampak sebagai berikut: 15’ CERAMAH 15’ 15’ 15’ 15’ TANYA JAWAB CERAMAH DISKUSI KELOMPOK CERAMAH 2. Dengan demikian intera ksi belajar mengajar menjadi bervariasi (lihat gambar di bawah ini) tidak membos ankan. Variasi Metode Ceramah murni hanya efektif 15 menit setelah itu digant i dengan metode Tanya jawab atau metode diskusi kelompok. Keterbatasan kemampuan pada tingkat rendah. G Daya Serap M waktu M M M 15’ 15’ 15’ Ceramah T. Alternatif variasi media dapat disusun sebagai berikut: a.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K c. Media audio-psychomotor c.

Dalam menyampaikan ceramah perlu diberi kesempatan kep ada siswa untuk meresapkan makna ceramah e. Contoh-contoh verbal b. Variasi tinggi rendahnya suara. V ariasi suara. Variasi Penampilan a. Variasi gerak. Media visual-perabaan-penciuman 3. Isi ceram ah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata tetapi juga melalui mimik guru c. Strategi Belajar Mengajar. Gulo. Kontak pandang f. Pemusatan perhatia n 4. d.BAB 6 : DISKUSI KE L O M P O K d. Grasindo. Anekdot Daftar Pustaka : W. gerakannya disesu aikan dengan bahan ceramah dan situasi kelas b. Jakarta Tahun 200 2 STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 30 . Variasi isyarat/mimik. Dalam menyampaikan ceramah guru tidak terpaku pada tempat tertentu. Variasi Bahan Sajian a. Selingan diam. cepat lambatnya diucapkan setiap k ata dan keras lemahnya memberikan nilai tersendiri dalam berkomunikasi melalui c eramah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful