AIR SEBAGAI SUMBERDAYA ALAM DAN ASPEK EKONOMINYA

Januari 11, 2008 in umum

1 Votes

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di | tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Wan Usman Universitas Terbuka

Air sebagai sumberdaya alam dapat berupa persediaan dan sekaligus sebagai aliran. Air tanah misalnya merupakan persediaan, yang biasanya memerlukan aliran dan pengisian kembali oleh air hujan. Salah satu sifat penting air ialah stokastik, artinya ia diatur oleh proses fisik yang berdistribusi kemungkinan (ranttom). Sumberdaya air bervariasi secara luas dari daerah ke daerah. Pemasokan air tergantung pada topografi dan kondisi meteorologi, karena mereka mempengaruhi peresapan dan penguapan air. Oleh karena sifat stokastik air ini, maka pengambilan keputusan dalam mengembangkan sumberdaya air, didasarkan atas distribusi kemungkinan. Proyek pengembangan air, bermaksud untuk memodifikasikan atau mentransformasikan distribusi kemungkinan aliran air ini ke dalam pohyang lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia. Ekonomi sumberdaya air, adalah suatu studi tentang proses bagaimana manusia mengambil keputusan, sehingga sumberdaya air yang langka dapat dimanfaatkan secara optimal. Persediaan

sehingga pola pemasokan air memenuhi pola permintaan di seluruh ruang dan waktu. maka aliran mantap (stable run-off) adalah sekitar 25 – 35 persen dari rerata aliran setahun. Keseimbangan perdagangan misalnya. pelayaran. apakah ekonomi sumberdaya alam (khususnya air) termasuk di dalam “ekonomi positif” yakni ilmu ekonomi yang menjelaskan bagaimana sesuatu itu terjadi how thing actually happen. Setelah memperhatikan kehilangan dan penguapan.194.implikasi bagi kebijaksanaan alternatif Proyek-proyek. Charles Howe. pengawasan kualitas lingkungan. dan untuk konservasi binatang di hutan. Amerika Serikat. Atau apakah ia termasuk ilmu “ekonomi normatif” yakni bagaimana sesuatu itu seharusnya terjadi to design how thing should be.223 maka potensi air per jiwa per tahun ada sekitar 15. maka limpahan efektif yang tersedia sekitar 55 persen dari itu yakni sekitar 1. Dengan tidak ingin memasukkan ke dalam salah satu dari kedua khasanah tersebut. dalam arti hasil analisis tersebut diharapkan memberikan informasi terhadap implikasi. Guru Besar Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan pada University of Colorado. menyelamatkan sekelompok masyarakat tertentu yang bermukim di suatu daerah. Oleh karena itu pengembangan dan manajemennya meliputi beberapa tujuan nasional yakni: efsiensi ekonomi.963.517. Dengan demikian untuk Indonesia aliran mantapnya tersedia sebesar 3. Pemanfaatan sumberdaya air terutama ditujukan untuk memasok keperluan kota.523 m3 (angka ini didapat dari perhitungan sebagai berikut: 1. dan Guru Besar tamu pada Program Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (1981) yang menyatakan: “Ekonomi Sumberdaya Alam merupakan suatu analisis ekonomi. Karena aliran sungai berfluktuasi sepanjang tahun. Suatu pertanyaan dapat diajukan.dan biaya-biaya untuk mengeksploitasi sumberdaya air akan mempengaruhi ekonomi makro suatu negara. meskipun dengan proyek yang sekecil munglkin. pengawasan pencemaran.200 mm setahun. rekreasi. Ancaman Krisis Air di Indonesia Indonesia dengan luas daratan sekitar 1. perikanan. dan mungkin juga untuk tujuan-tujuan khusus seperti.880 m3 per jiwa per tahun. irigasi.918. pembangkit tenaga listrik pengawasan banjir. Untuk pulau Jawa dengan memperhatikan luas dataran sekitar 132. atau pekerjaan.410 km’ memiliki curah hujan rata-rata sebesar 2.918. Mengingat pentingnya pemanfaatan sumberdaya air ini secara optimal. Atas dasar data ini dan dikaitkan dengan jumlah penduduk Indonesia dalam tahun 1990 sebanyak 179. distribusi pendapatan antar daerah. maka pertimbangan untuk penggunaan ganda harus dilakukan.194. penulis lebih cenderung untuk menerima pendapat Prof. Sebagaimana diketahui penanganan sumberdaya air biasanya dilakukan oleh pemerintah.pekerjaan praktis” Pengembangan sumberdaya air meliputi pengawasan aliran air.620 mm setahun. curah hujan efektif 1. sedangkan dalam tahun 1990 jumlah penduduk sekitar 107. ikut dipengaruhi oleh sumber daya air terutama untuk ekspor hasil-hasil pertanian.450 mm/179.450 mm.410 km’ x 1.223).200 km2. maka .

sedang di tempat lain menderita kekurangan air. terlebih-lebih untuk keperluan kota. kualitas dan modus pemakaian yang sangat bervariasi dari suatu lokasi ke lokasi lainnya. dibatasi oleh kendala alam dan dana. Antara tahun 1978-1984 penggunaan air tanah sekitar 52 persen sebagai bahan baku air PAM. rumah sakit. perkantoran. Bahan Baku Produksi Air Bersih Penanganan air minum/air bersih di kota-kota di Indonesia dilakukan oleh pemerintah (PAM).U. L Dep.879. Hasil analisis statistik air minum yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik 1987 menunjukkan bahwa kuantitas penyediaan air bersih terus meningkat dari tahun ketahun. 1972). Masalah yang muncul banyak terletak pada bagaimana manajemen sumberdaya air harus dioptimalkan dengan terbatasnya segala sumberdaya yang ada.potensi air per jiwa per tahun tersedia adalah 1. maka ancaman akan defisit air di dalam kota betul-betul meresahkan. Perubahan tersebut merupakan suatu penurunan yang cukup drastis. Dengan demikian sering terjadi di suatu lokasi terdapat kelebihan air.475 m3. dan danau). 1980). rumahrumah ibadat dan sebagainya. Aliran mantap air tersedia sekitar 368.285 1/detik. Dengan produksi itu DKI Jakarta paling banyak hanya mampu melayani sekitar 30-40 persen penduduk Jakarta yang ada sekarang yakni sekitar delapan juta jiwa lebih. Kemampuan untuk menyediakan kebutuhan air bersih yang cukup. Bahan baku produksi air minum/air bersih berasal dari air tanah termasuk air sumber dan air permukaan (sungai.884500 m3 per hari pada tahun 1970. Apabila dimasukkan juga kebutuhan air bersih bagi hotel. Kebutuhan akan air bersih terutama di kota-kota terus meningkat.75 m3 per jiwa per tahun. pertamanan.180 m3per hari dalam tahun 1990 Ini berarti selama 20 tahun ini kebutuhan akan air bersih naik sekitar 50 persen.4 persen. Erat kaitannya dengan itu masalah yang sering muncul ialah distribusi kuantitas. Untuk DKI Jakarta kapasitas produksi air bersih di tahun 1987 hanya sekitar 17. Angka ini jauh di atas pemakaian sungai yang hanya 23 persen digunakan sebagai sumber bahan . maka dalam tahun 1970 tersedia sekitar 500 m3 air per jiwa per tahun. Dengan memperhitungkan aliran mantapnya. Peningkatan kebutuhan ini akan tampak lebih gawat lagi apabila dilihat kemampuan produksi PAM (Perusahaan Air Minum) dalam melayani kebutuhan air bersih amat terbatas. Dengan demikian setelah 20 tahun terdapat penurunan aliran mantap sekitar 26. maka dibutuhkan air bersih dari 17. Tahun 1970 potensi air per jiwa per tahun di Jawa sekitar 200 m (Doelhamid. naik menjadi 26. industri. terutama di kota-kota besar sebagai akibat laju urbanisasi dan aktivitas ekonomi yang meningkat. Sebagai contoh dalam tahun 1970 apabila diasumsikan kebutuhan orang akan air bersih di kota sebanyak 150 liter/hari/orang (Ditjen Cipta Karya. Meskipun demikian masib belum cukup untuk memasok kebutuhan penduduk kota. P.

dan dalam jangka panjang akan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja penduduk akibat terkontaminasi dengan air yang tercemar. Langkahlangkah untuk mempertahankan kualitas air. tetapi juga harus memperhatikan pertimbangan ekonomi. Air sumur mudah tercemar dan pemilikan tanah yang sempit di kota menyebabkan jarak ideal antara sumur dan sumur peresap minimal 15 m sulit dipenuhi. Pengendalian sumberdaya air meliputi kuantitas dan kualitas. Sementara itu penduduk yang menggunakan sumur didapat dari air tanah menghadapi beberapa aspek negatif. tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi. Cukup banyak bukti menunjukkan adanya pencemaran sungai di kota-kota besar di Indonesia sehingga perlu ditanggulangi segera seperti kasus sungai Ciliwung di Jakarta.baku. biasanya memakan biaya yang besar. (b)Sistem pembuangan air limbah industri di sepanjang sungai sehingga terjadi pencemaran. maka pemerintah harus mengambil langkah pengamanan terhadap sungai sebagai sumber air PAM agar tidak tercemar. Mengingat kecenderungan penggunaan air sungai sebagai bahan baku air PAM tampak naik dengan tajam setelah tahun 1984. Selain itu pengggunaan sumur yang berlebihan akan mengganggu stabilitas tanah. Kasus Ciliwung dan Cisadane di DKI Jakarta. Akan tetapi apabila pertimbangan untuk mendapatkan strategi biaya yang efsien dilakukan. sungai Garang di Semarang dan sungai Brantas di Surabaya ). mandi/cuci juga mempunyai masalah yang berkaitan dengan sungai sebagai tempat pembuangan limbah industri. dan terus meningkat sampai tahun 1990. Ini disebabkan karena para konsumen air tidak hanya menginginkan jumlah yang cukup. Pertumbuhan industri yang semakin meningkat dan peningkatan intensifikasi pertanian dengan pemakaian lebih banyak . maka air sungai menunjukkan kenaikan yang lebih tajam dari pada kecenderungan pemakaian air tanah (mata air) sebagai bahan baku PAM. dan mudah menjadi isu politik (ingat kasus fungsi hidrologis kawasan Puncak. Apabila dilihat kecenderungan pemakaian. Timbulnya masalah kualitas air di cekungan (basin) sungai antara lain disebabkan oleh: (a) Meningkatnya kandungan sedimen dalam air sungai. Sejak tahun 1984 pemakaian air sungai oleh PAM sebagai bahan baku air bersih mengalami kenaikan tajam dari 28 unit pada tahun 1978 menjadi 100 unit pada tahun 1984. sungai Brantas di Surabaya dan beberapa sungai tertentu di luar Jawa. Konflik kepentingan antara para pemakai sungai akan muncul dimana-mana. tentu akan menjadi lebih baik. sungai Garang di Semarang. Langkah-langkah untuk mempertahankan kualitas air bukan saja untuk mencapai standar kualitas air yang dikehendaki dari sudut ekologi. (d) Akibat negatif intensifikasi pertanian (pestisida). Kualitas air merupakan salah satu aspek yang makin banyak mendapat perhatian dalam pengelolaan sumberdaya air. tetapi juga kualitas yang sesuai dengan keperluan mereka. Untuk itu adalah logis penelitian/pemantauan mengenai strategi tersebut perlu dilakukan. Dalam jangka pendek pencemaran membawa dampak negatif terhadap biaya produksi air bersih. Sungai sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan minum. karena terjadinya erosi di daerah hulu sungai. misalnya sampai seberapa besar biaya untuk mencapai standar tersebut. (c) Limbah rumah tangga yang ikut mempengaruhi kualitas air.

karena sektor pertanian telah jenuh. Dengan memperhatikan semua jenis sikap masyarakat ini. Model Matematika . Bersamaan dengan itu masyarakat juga memuntut adanya kualitas hidup dan lingkungan yang baik. akan memberi pengaruh buruk kepada tingkat pencemaran air. Pengembangan sumberdaya air memainkan peranan yang kompleks dalam proses pengambilan keputusan. Keadaan berubah dengan cepat setelah adanya perkembangan industri. Para pekerja dari sektor pertanian tertarik untuk berpindah ke sektor industri. Disamping itu limbah rumah tangga ikut juga dibuang ke sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan melalui berbagai pendekatan dan analisis. maka pengembangan sumberdaya air dan proses manajemennya menjadi lebih kompleks dari pada sebelumnya. maka sisa produk atau limbah ikut bertambah tekanannya terhadap lingkungan. Berikut ini disajikan teknik-teknik yang berhubungan dengan pendekatan antar disiplin. tetapi juga pembangunan regional. sebagai suatu alat untuk memecahkan masalah dengan pendekatan antar disiplin. Oleh karena bertambahnya penduduk. demikian juga dengan meningkatnya pemakaian air per kapita. Dari sekarang perlu diambil langkah-langkah untuk menyelamatkan air baik untuk generasi sekarang maupun bagi generasi di masa depan. Oleh karena itu informasi yang lengkap dengan analisis yang tajam dan terpadu perlu disampaikan kepada para pengambil keputusan. Salah satu dari alat baru itu ialah analisis sistem. sehingga menambah beban polusi pada air di aliran sungai. migrasi dari daerah pedesaan terus bertambah dan ini akan merangsang terus pertumbuhan industri. serta lain-lain dimensi kesejahteraan manusia dijadikan tujuan yang eksplisit. distribusi manfaat dan biaya. Ini disebabkan karena penduduk masih relatif sedikit dan kuantitas air berlimpah. Dengan berkembangnya industri di daerah kota. Pendekatan Antar Disiplin untuk Perencanaan dan Manajemen Sumberdaya Air Pada mulanya masalah manajemen sumberdaya air dan lingkungan tidaklah terlalu kompleks. ditambah lagi dengan berkembangnya penduduk kota. Sangat disayangkan industri-industri ini kebanyakan didirikan berdekatan dengan daerah aliran sungai. Tidak saja efisiensi ekonomi yang harus diperhatikan. kualitas lingkungan.pestisida. yang harus dicapai oleh pengambil keputusan. Proses perencanaan sumberdaya air menjadi sangat kompleks sekarang ini dan akan bertambah lagi dimasa depan. oleh karena itu para perencana dan pengambil keputusan harus melengkapi diri dengan beberapa konsep dan alat analisis baru yang muncul beberapa dekade terakhir. Usaha mencegah pencemaran air sebagai baian dari penyediaan air bersih secara efisien perlu dilakukan. termasuk analisis ekonomi. dengan tujuan untuk memudahkan membuang limbah produksi tanpa biaya ekonomi. serta perkembangan teknologi dan industri. Dengan demikian migrasi dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan mulai terjadi dan kecenderungan ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan demikian antara migrasi dan pertumbuhan industri di kota merupakan lingkaran setan.

Ini berarti dibuat suatu model sistem sumberdaya air yang akan menguji dan menilai alternatif yang ada. riset operasi. Penggunaan komputer disini tidaklah terlalu penting. umumnya dilakukan tahaptahap sebagai berikut: 1. Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai suatu studi analitik untuk membantu pengambil keputusan memilih tindakan yang lebih disukai diantara beberapa alternatif yang ada. programasi linier. Untuk menerapkan analisis sistem pada manajemen sumberdaya air. 4.Berkembangnya komputer dan matematika lanjutan. 5. teknik simulasi dan lain sebagainya. Ia dapat membantu pengambil keputusan sampai pada keputusan yang terbaik dengan cara memperluas dasar informasinya. Mereka dapat mengembangkan kebijakan yang rasional dalam beberapa bidang yang menjadi perhatian nasional. Dengan berhasilnya jenis analisis ini untuk pemecahan masalah. Meskipun metode kuantitatif lebih banyak digunakan dalam analisis sistem. tujuan. kecuali sistem yang telah dimodelkan amat kompleks serta berdimensi banyak. Sistem ini dinyatakan dengan sederetan hubungan-hubungan matematika sedemikian rupa sehingga hubungan yang ada itu menggambarkan fenomena nyata yang ditelaah itu. sehingga dapat digunakan untuk menilai sampai berapa jauh tujuan itu dapat dicapai. Identifikasi dan pernyataan secara eksplisit tujuan yang ingin dicapai. Penerjemahan tujuan itu ke dalam kriteria yang dapat diukur. serta industri angkasa. dan kriteria. Model . Penentuan konsekwensi yang timbul dari masing-masing alternatif yang ada. Ia merupakan pendekatan yang logik dan sistematik dimana asumsi. dengan nama: analisis sistem. telah menciptakan suatu bidang analisis baru yang dikenal dengan mathematical model building. namun analisis kualitatif dapat dimasukkan di dalam prosesnya. barulah komputer digunakan. secara jelas didefinisikan. Sesudah tahun 1950-an pemakaian model untuk pembuatan kebijakan dan teknik pemecahan masalah. Perbandingan penilaian alternatif konsekwensi yang ada dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pada hakekatnya analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah dengan cara membuat duplikat (model) sistem dari fenomena nyata yang sesungguhnya. Variabel-variabel yang mempengaruhi sistem itu dimasukkan sebagaimana juga parameter yang mempengaruhi variabel itu. Sebelum tahun 1950-an pemakaian model di bidang lingkungan dan manajemen sumberdaya alam amat terbatas. berkembang pesat khususnya dibidang pertahanan dan keamanan. 3. Identifikasi beberapa alternatif cara yang akan memenuhi kriteria dimaksud. maka hubungan yang sehat antara para perencana dan para pengambil keputusan dapat tercipta. 2. termasuk manajemen sumberdaya alam dan lingkungan.

yang harus dicapai oleh pengambil keputusan. Telah disadari bahwa pengembangan sumberdaya air memainkanl peranan yang kompleks dalam proses pengambilan keputusan politik. tujuan ganda ini antara lain sebagai berikut: 1. evaluasi ekonomi. dimana tidak saja efisiensi ekonomi yang harus diperhatikan. dijadikan tujuan yang eksplisit. Perencanaan Dengan Tujuan Ganda: Suatu Proses Optimasi Sejak dua puluh tahun yang lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menaruh perhatian terhadap sumberdaya air. Secara teoritik manajer sumber daya air harus mengkonstruksi suatu model programasi yang sesuai sebagai alat bantu untuk pengambilan keputusan. keragaman species. … xm). tetapi juga pembangunan regional. Dalam publikasi ini dimuat masalah besar tentang perencanaan. yang tak dapat dinilai dengan uang seperti. yakni dengan cara memberikan bobot tertentu W1. yang diukur dengan indeks kualitas air. pemerataan kesehatan. tujuan perencanaan tidak akan dapat diukur hanya dengan monetary cost and benefit semata-mata. keindahan alam dan sebagainya. 2. Ini disebabkan karena ia ingin mengetahui kebijaksanaan optimal baik langsung atau tak langsung. Model programasi. masalah pembiayaan. melestarikan nilai-nilai budaya. maka perencanaan dengan tujuan ganda dapat dirumuskan sebagai memilih x1*. Model deskriptif digunakan untuk menjelaskan struktur suatu sistem atas dasar variabel endogen dan eksogen. estetika. Yang dimaksud dengan perencanaan dengan tujuan ganda adalah suatu perencanaan untuk mencapai beberapa tujuan (multiple objectives). Seandainya pihak pengambil keputusan telah mempunyai pandangan tertentu kepada tiga tujuan tersebut. model diskriptif dan model predikti£ Pemakaiannya tergantung pada bagaimana hubungannya dengan penyelesaian masalah. mengurangi penyakit.Pada umumnya model dapat dibagi dalam tiga bagian besar yaitu model programasi. distribusi manfaat dan biayal serta lain-lain dimensi kesejahteraan manusia.hubungan linier antar variabel. Menambah pendapatan nasional yang diukur dengan manfaat ekonomi dari proyek yang dibangun. Memenuhi tujuan-tujuan sosial. Programasi linier kebanyakan valid untuk sistem yang telah disederhanakan seperti hubungan. kualitas udara. Salah satu publikasi yang ditulis mengenai air ialah Integrated River Basin Development. dan kerja sama internasional. … xm) dan net social benefit sebagai NB3 (x1. kita definisikan net economic benefit sebagai NB1 (x1. Menjaga kemampuan pemulihan kelestarian lingkungan. W2 dan W3. kesempatan kerja dan sebagainya. partisipasi masyarakat. Dengan mengadakan suatu abstraksi. Dalam hal pengembangan dan manajemen sumberdaya air. Model prediktif digunakan untuk meramalkan akibat-akibat yang mungkin terjadi disebabkan kita mengasumsikan adanya variabel eksogen dan alternatif kebijaksanaan tertentu yang diambil. … xm* sehingga tujuannya diformulasikan sebagai: . … xm) net environmental benefit sebagai NB2 (x1. Oleh karena itu. apabila fungsi tujuan telah ditentukan. 3. digunakan untuk menentukan kebijaksanaan yang optimal. dan manajemen proyek air dalam konteks basin suatu sungai yakni: interdepedensi hidrologi. kualitas lingkungan. pelaksanaan.

. serta terbatasnya fasilitas komputer yang ada pada waktu itu. terdapat konsentrasi oksigen terlarut (DO) yang amat rendah sehingga mengancam dan menurunkan hasil perikanan di daerah muara. masalah kesehatan penduduk yang memanfaatkan air sungai secara langsung untuk mandi dan mencuci. bertambahnya biaya pengolahan sir (water intake treatment) oleh perusahaan air minum (PAM) untuk pemasokan air bersih bagi kota Semarang. NB1.. Penerapan Model Pengendalian Kualitas Air di Basin Sungai: Hasil Studi Empirik untuk Kasus Sungai Garang di Jawa Tengah Kemungkinan dan kegunaan mengkonstruksi suatu model pengendalian kualitas air di daerah cekungan (basin) suatu sungai di Indonesia telah dipertanyakan oleh penulis sejak tahun 1982/1983. … xm) > a2 al: indeks lingkungan a2: indeks sosial Dalam praktek. kurangnya pengalaman dalam pembentukan model yang sifatnya antar disiplin. Di teluk Jakarta pencemaran mercuri bagi kehidupan kerang. yang dimaksimumkan biasanya manfaat ekonomi (sebagai fungsi obyektif). Menurunnya kualitas air di basin sungai ini menyebabkan beberapa masalah yakni: kerusakan keseimbangan ekologi di aliran sungai. sedang manfaat lingkungan dan manfaat sosial dianggap sebagai kendala.. xm)] dengan kendala: NB2 (x1. daerah pemukiman penduduk dan dibagian tengah dipadati oleh aktivitas industri (pabrik). Sungai ini mengalir mulai dari gunung Ungaran ke arah Utara. Salah satu sebabnya ialah kondisi khusus yang ada di Indonesia yakni: terbatasnya data hidrologi dan data aktivitas ekonomi di suatu basin sungai. Meskipun demikian pekerjaan ini harus dilakukan. serta kerusakan perikanan di daerah muara. … xm* sehingga: (2) Memaksimumkan [NB1 (x1. . Secara matematika masalah ini dapat dimodelkan sebagai memilih nilai x1*. (x1. yang barus mencapai tingkat indeks tertentu. xm) + W2.. . karena kerusakan-kerusakan oleh pencemaran air sering terjadi. xm) + W3. Model matematika ini akan menjamin adanya “kepuasan” bagi tujuan lingkungan dan tujuan sosial. Formulasi lain dari masalah ini juga dapat disajikan sebagai memaksimalkan satu tujuan dengan kendala tujuan-tujuan lainnya.NB2 (x1. . Sedangkan manfaat ekonomi dapat dibuat semaksimal mungkin. sedangkan di sungai Garang di Jawa Tengah. … xm) > al NB3 (x1.. melalui daerah pertanian. .. karena di basin sungai ini terdapat berbagai macam aktivitas ekonomi yang memanfaatkan sungai itu.NB3 (x2.. xm)] dengan kendala: teknologi dan hidrologi. akhirnya melewati kota Semarang hingga ke muara di laut Jawa.(1) Memaksimumkan [W1... Sungai Garang merupakan suatu kasus yang menarik untuk diteliti pada waktu itu.

Keluaran (output) produksi bagi tiap pabrik diketahui (baik sekarang maupun yang akan datang). dapat menghilangkan 30 persen BOD. Dengan adanya data dan asumsi-asumsi tersebut di atas.Penerapan model programasi.580 penduduk bermukim di basin tersebut. termasuk artificial variables. Untuk melihat perilaku kerendahan oksigen terlarut di dalam air dari noktah ke noktah. Matriks struktural ini berisi 1. COD dan SS dari permulaan. Pengolahan air limbah pabrik (treatment) menunjukkan bahwa alternatif teknologi yang dipakai adalah pengolahan tingkat satu (primary treatment).149 elemen yang tidak nol. kali Garang dibagi atas 5 zone. Pengolahan tingkat dua (Secondary treatment) dapat menghilangkan 70 persen BOD. dan 60 persen SS (Suspended Solid) yakni zat tersuspensi. Jumlah beban BOD. Hasil penelitian kualitas air di aliran sungai menunjukkan bahwa kerendahan oksigen terlarut didalam air dissolved oxygen (DO) disebabkan karena beban kebutuhan oksigen biologi biochemical oxygen demand (BOD) dari aktivitas pabrik dan penduduk. baik data ekonomi maupun data lingkungan. yakni titik dimana limbah pabrik terpusat (Gambar 1). Konsentrasi DO. sehingga matriks terdiri dari 210 x 242. yakni saat penelitian dilakukan. . masing-masing untuk musim kemarau dan musim hujan. COD dan SS yang dihasilkan per unit keluaran produksi. Ini berarti koefisien transfer.08 kg (Reid. dan lagoon atau kolam stabilisasi dapat menghilangkan BOD 80 – 90 persen. Standar disusun untuk BOD dan D0 sedangkan SS diperhitungkan pengaruhnya terhadap biaya memproduksi air minum pada Perusahaan Air Minum yang berlokasi di zone bagian tengah. Kolam stabilisasi memungkinkan bagi daerah yang mempunyai cukup luas tanah dan di luar kota (misalnya di daerah muara). yang tiap zone diwakili oleh satu noktah. Model programasi linier ini terdiri atas 210 persamaan dan pertidaksamaan. ternyata ikut sebagai sumber pencemaran. Adapun limbah penduduk. serta harga satuan diukur untuk tahun 1982. guna menemukan suatu strategi biaya total minimum untuk pengolahan air limbah. Untuk keperluan konstruksi model programasi ini. BOD. yakni angka yang menunjukkan pengurangan konsentrasi BOD adalah tetap untuk masing-masing zone. 1 perusahaan air minum. 1982). alternatif teknologi yang dipakai adalah septic tank atau langsung ke sungai. 60 persen COD. maka telah berhasil dikonstruksi model ekonomi terpadu dengan bantuan model programasi linier. Pengolahan tingkat dua harus didahului oleh pengolahan tingkat satu. Noktah keenam ditetapkan pada muara sungai di laut Jawa. sedangkan pemakaian lagoon diasumsikan tanpa melalui pengolahan tingkat satu maupun tingkat dua. Penduduk ditiap zone diketahui jumlahnya (baik sekarang maupun ditahun-tahun mendatang). digunakan model BOD-DO dari Streeter-Phelps (dengan asumsi steady-state untuk musim kemarau dan musim hujan). serta chemical oxygen demand (COD) dari pabrik. perlu dilakukan agar air sungai tidak tercemar. Septic tank yang baik umumnya dapat menghilangkan BOD sekitar 40 persen. 26 desa dengan 144. dengan kepadatan 2. sehingga standar-standar kualitas air dikenakan pada tiap noktah tersebut. dengan 242 variabel keputusan.26 persen. dengan BOD per kapita per hari 0. Terdapat 20 aktivitas ekonomi yang ada di basin tersebut. COD biasa digunakan sebagai kriteria untuk menentukan kualitas air di aliran sungai.

Apabila standar dinaikkan. di semua zone. tak ada satupun pabrik terkena kewajiban untuk melakukan pengolahan air limbah sebelum dibuang ke sungai. upah tenaga kerja. Model ini juga dapat dioperasikan untuk menunjukkan bahwa penyelesaian dengan strategi biaya total minimum.. 2. pompa sirkulasi. 5. X = Beban BOD (kg/hari) NPS = Non Point Source Pollution” (sumber polusi yang tak terditeksi). Model ini juga dapat meneliti secara hipotetik lokasi industri (pabrik) sebagai alat yang mungkin untuk mengatur kualitas air.060.000. Untuk standar DO : 3 mg/l. kemikalium. Strategi biaya total minimum. menghasilkan setengah sampai dua pertiga dari biaya pengurangan persentase limbah secara seragam (uniform percentage cut-back). (2) Jumlah penduduk. Akan tetapi pada solusi ini menuntut pengolahan secara luas limbah penduduk (di zone dimana kota Semarang terletak) dengan menggunakan “septic tank”. 4. Biaya total minimum Rp 707. dan lain-lain pengeluaran yang berhubungan dengan pengolahan air limbah. listrik/disel. 3. debit air menjadi besar. Dengan kendala: (1) Keluaran (output) produksi pabrik. (6) Skala ekonomi (economics of scale Keterangan: Cs = Konsentrasi kejenuhan oksigen di dalam air. di aliran sungai.hingga Rpl. (3) Model BOD-DO yang ditulis dalam bentuk matriks sebagai berikut: Cs – AX – NPS > Standar DO yang ditetapkan oleh Menteri KLH. A = Matriks koefisien transfer. maka standar DO dan BOD mudah dicapai. Biaya Total Minimum pengolahan air limbah per hari naik dengan tajam (yakni: Rp 741. gas. minyak. tetapi komposisi teknik pengolahan juga berubah. suatu standar yang dikehendaki olch ahli kesehatan lingkungan (Iihat Tabel 1). Kenaikan SS ini mengakibatkan tambahan biaya pengolahan per hari bagi PAM Semarang untuk memproduksi air minum. Untuk standar oksigen terlarut DO = 2 mgll. pusat perdagangan dan pelayanan. Komponen biaya untuk pengolahan air limbah antara lain adalah: biaya konstruksi.. Namun demikian konsentrasi zat tersuspensi SS menjadi naik.per hari. gelas ukur.-) untuk mencapai standar oksigen terlarut (DO) 5-6 mg/l.Bentuk model tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut: Minimumkan fungsi obyektif: Biaya pengolahan air limbah industri dan penduduk. (5) Zat tersuspensi SS. bukan saja biaya pengolahan akan naik. Ini disebabkan karena pada musim hujan. . serta tambahan biaya pengolahan pengambilan air untuk produksi air minum bagi PAM. maka solusi optimal menunjukkan bahwa kolam stabilisasi (lagoon) diperlukan pada zone di daerah muara.854. Apabila model ini dioperasikan pada musim hujan. model ini berbasil dioperasikan dengan basil sebagai berikut: 1. lebih murah jika dibandingkan dengan cara pengurangan persentase air limbah secara seragam. karena kadar Iumpur di musim hujan berkorelasi positif dengan kadar SS. Dengan bantuan komputer Universitas Gadjah Mada. 6.000. (4) BOD + NPS < Standar BOD yang ditetapkan oleh Menteri KLH. Biaya satuan (unit cost) bagi tiap alternatif pengolahan dinyatakan dalam rupiah per kg BOD. penyampur.

Pengembangan dan manajemen sumberdaya air meliputi beberapa tujuan nasional yakni: efisiensi ekonomi. sistem pembuangan limbah industri di sepanjang sungai sehingga terjadi pencemaran. sangat mungkin dilakukan. Salah satu alat baru itu ialah analisis sistem yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah dengan. serta untuk memenuhi tujuan-tujuan khusus lainnya termasuk menyelamatkan sekelompok masyarakat tertentu yang bermukim di suatu daerah. akibat negatif intensifikasi pertanian yakni pemakaian obat anti hama (pestisida).4 persen. dalam kurun waktu yang sama kebutuhan akan air bersih naik sekitar 50 persen. 5. Kesimpulan 1. Timbulnya masalah kualitas air di basin sungai bagi beberapa sungai Indonesia antara lain disebabkan karena: terjadinya erosi di daerah hulu sungai. Berbagai peraturan perundang-undangan dikeluarkan seperti “Ketentuanketentuan Payung”. distribusi pendapatan antar daerah. limbah rumah tangga yang ikut mempengaruhi kualitas air. UU No. Dilain pihak. di masing-masing zone (lihat Tabel 5). 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. . oleh karena itu para perencana dan pengambil keputusan harus melengkapi diri dengan beberapa konsep dan alat analisis yang baru muncul beberapa dekade terakhir. 2. saat ini mendapatkan perhatian yang cukup serius dari pemerintah. Oleh karena itu pengendalian air permukaan menjadi semakin penting. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pengoperasian model ini untuk kasus sungai Garang dan sungai-sungai lain yang kondisinya sama. 41/1999 tentang Kehutanan. UU No. pengendalian kualitas lingkungan.7. Upaya Melindungi Sumber Air Upaya melindungi sumber air. yang dituangkan dalam Undang-undang No. Indonesia telah mengalami penurunan aliran mantap air sebanyak 26. serta komposisi pengolahan masing-masing industri dan penduduk. UU No. Pengendalian sumberdaya air meliputi kuantitas dan kualitas. 3. dan akan bertambah lagi dimasa depan. Selama duapuluh tahun terakhir ini. pendekatan antar disiplin. 7/2004 tentang Sumber Daya Air. Proses perencanaan sumberdaya air menjadi sangat kompleks sekarang ini. Penerapan analisis sistem berupa pembentukan model programasi linier untuk menangani masalah pencemaran air di basin kali Garang di Jawa Tengah telah berhasil dilakukan (1983). suatu penurunan yang cukup drastis. model ini dapat mengestimasi struktur biaya pengolahan limbah industri dan penduduk. Apabila diproyeksikan pada tahun-tahun PELITA IV dan V. Hal ini berangkat dari kesadaran masyarakat dan pemerintah bahwa sumber air sebagai unsur lingkungan yang vital merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat menjamin berlanjutnya kehidupan. 4.

PP 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. limbah padat dan limbah cair yang berbahaya terhadap lingkungan. Pemanfaatan lahan di daerah sempadan dapat dilakukan untuk kegiatan-kegiatan : . 2/2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat. pengaturan bangunan di pinggir garis sempadan. antara lain Perda No. Perda No. Untuk mendukung upaya-upaya hukum tersebut. Pembangunan dan/atau bangunan di pinggir sumber air wajib memerhatikan kaidah-kaidah ketertiban. penataan dan pemanfaatan daerah sempadan. pemerintah daerah dapat bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya. Fungsi sumber air tidak terganggung oleh aktivitas yang berkembang di sekitarnya. dan fungsi sumber air. penataan lingkungan. PP 35/1991 tentang Sungai. Dengan kata lain. yang memperbarui perda-perda yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat ini. dan pengendalian sumber daya air. Seoptimal mungkin digunakan untuk jalur hijau. Para penghuni dan/atau pemanfaat bangunan serta lahan di pinggir sumber air. penetapan daerah sempadan sumber air bertujuan agar : 1. 5. keamanan. Pemda. Sedangkan dalam hal penataan dan pemanfaatannya dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga. 2. 3/2001 tentang Pola Induk Pengelolaan Sumber daya Air di Provinsi Jawa Barat. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. 4. 20/1995 tentang Garis Sempadan Sungai dan Sumber Air dan Perda No. Jabar menindaklanjuti dengan mengeluarkan beberapa perda. antara lain Perda No. wajib berperan aktif dalam memelihara kelestarian sumber air. Tidak mengganggu kelangsungan daya dukung. perlindungan masyarakat dari daya rusak air. Oleh karena itu. Bebas dari bangunan permanen. keserasian. kebersihan dan keindahan daerah sempadan sumber air. Perda No. Prov. 2. pembinaan dan pengawasan. 4.Peraturan-peraturan pelaksanaannya antara lain dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No. 3. daya tampung. merupakan upaya komprehensif dalam melakukan perlindungan. Penataan daerah sempadan sumber air air harus memerhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. 22/1982 tentang Tata Pengaturan Air. pengembangan pemanfaatan. PP 27/1991 tentang Rawa. semipermanen dan permukiman. meliputi penetapan garis sempadan. Perda No. Kegiatan pemanfaatan dan upaya peningkatan nilai manfaat sumber air dapat memberikan hasil secara optimal. 3. dan pengembangan potensi ekonomi agar dapat dilaksanakan sesuai tujuannya. perda ini dimaksudkan untuk penataan bangunan di pinggir sumber air. 12/1997 tentang Pembangunan di Pinggir Sungai dan Sumber Air. 8/2005 tentang Sempadan Sumber Air. Ruang lingkup pengaturan daerah sempadan sumber air lintas kabupaten/kota yang dikelola oleh pemerintah daerah. Perda No. Bebas pembuangan sampah. Daya rusak air pada sumber air dan lingkungannya dapat dibatasi dan dikendalikan. PP 16/2004 tentang Penatagunaan Tanah dan Keppres No. 3/2004 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. sekaligus menjaga kelestarian fisik dan kelangsungan fungsi sumber air. Dalam hal pengelolaan daerah sempadan sumber air tersebut. 1/2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur dapat menetapkan suatu ruas di daerah sempadan yang merupakan lahan masyarakat untuk membangun jalan inspeksi dan/atau bangunan pengairan yang diperlukan. jika tindak pidananya mengakibatkan rusaknya sumber air dan prasarananya. Pemancangan tiang fondasi prasarana transportasi. Khusus untuk mata air. yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sumber air. Pembangunan prasarana lalulintas air. 6. rawa. harus mempunyai penampang muka atau bagian muka yang menghadap ke sumber air. bangunan perlindungan tebing sumber air. Pemasangan papan reklame. dan peringatan. Pembangunan bangunan hunian dan/atau sarana pelayanan umum yang didirikan di luar batas garis sempadan sumber air. terhitung diberlakukannya tanggal 9 September 2005. dengan ketentuan lahan tersebut dibebaskan. harus mempertimbangkan ruang bebas di atas permukaan air tertinggi serta dasar sumber air yang terdalam. dikenakan ancaman pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 8/2005 memberikan toleransi waktu untuk menyesuaikan paling lambat dalam jangka waktu 5 tahun.000. maka Perda No. jalur lintasan pemeliharaan sumber air dan pengaruh surut air laut. papan penyuluhan. 7.1. 8/2005. Batas garis sempadan sumber air yang diatur di dalam pasal-pasal Perda No. Mata air ditetapkan sekurang-kurangnya dengan radius 200 meter di sekitar mata air. 3. 5. Budi daya perikanan dan pertanian dengan jenis tanaman tertentu. kondisi tanah tebing sumber air. Sungai bertanggul di kawasan perkotaan sekurang-kurangnya 3 meter diukur dari sebelah luar kaki tanggul. 3. mengganggu upaya pengawetan air dan/atau mengakibatkan pencemaran lingkungan. dengan mempertimbangkan perencanaan kapasitas daya tampung sumber air. Penetapan garis sempadan Gubernur menetapkan garis sempadan di sekeliling dan di sepanjang kirin kanan sumber air. 4. Kedalaman tidak lebih dari 3 meter. serta rambu-rambu pekerjaan. 2. Sungai tidak bertanggul dilakukan ruas per ruas dengan mempertimbangkan luas daerah tangkapan air. Sungai bertanggul di kawasan pedesaan sekurang-kurangnya 5 meter diukur dari sebelah luar sepanjang kaki tanggung. Pemasangan jaringan kabel dan jaringan perpipaan. Apabila melanggar ketentuan tentang perizinan. Apabila bangunan yang sudah terbangun tidak sesuai dengan persyaratan tersebut. waduk. baik pada lokasi yang telah terbangun maupun yang belum terbangun. dan pantai pada lokasi yang belum terbangun harus mempertimbangkan hal-hal tersebut. danau. Pembangunan tersebut harus mendapatkan izin dari pihak berwenang. serta batas minimal garis sempadannya.00. Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomi dan sosial kemasyarakatan lainnya. garis sempadan sekurang-kurangnya 10 meter dari tepi sungai. maka pelanggar diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling tinggi Rp 50. baik di atas maupun di dalam tanah. 4. sungai. Sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan : a. . antara lain : 1. Pembangunan bangunan pengambilan dan pembuangan air. 2. Akan tetapi. 5. Pembangunan fasilitas umum dan/atau yang melintas di atas maupun di bawah dasar sumber air.000.

c. Situ. 6. yang telah dikeluarkan sebelumnya. waduk. 8/2005.000. mengganggu upaya pengawetan air dan/atau mengakibatkan pencemaran lingkungan. daerah . 8. serta mengeksploitasi dan mengeksplorasi di luar kepentingan konservasi sumber daya air. maka Perda No. 11. 20/1995 tentang Garis Sempadan Sungai dan Sumber Air dan Perda No. Daerah sempadan pantai lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai.daerah sempadan sumber air tersebut dilarang untuk dimanfaatkan membuang sampah domestik. sampah industri. Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 22 merupakan tindak pidana yang diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda tinggi banyak Rp 50. garis sempadan sekurang-kurangnya 30 meter dari tepi sungai. danau. 24 June 2011 02:29 . 12/1997 tentang Pembangunan di Pinggir Sungai dan Sumber Air. diberikan kesempatan untuk menyesuaikan paling lama dalam jangka waktu 5 tahun terhitung sejak berlakunya Perda No.b. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. ditetapkan sekurang-kurangnya 100 meter dari tepi rawa ke arah darat dan berfungsi sebagai jalur hijau.00. limbah padat dan limbah cair. 10. sepanjang tidak bertentangan. garis sempadan sekurang-kurangnya 15 meter dari tepi sungai. Apabila tindak pidana tersebut mengakibatkan rusaknya sumber air dan prasarananya. Rawa yang terpengaruh pasang surut air laut. Kedalaman lebih dari 3 meter sampai dengan 20 meter. ditetapkan sekurang-kurangnya 100 meter dari titik pasak tertinggi ke arah darat. dinyatakan tetap belaku. garis sempadan adalah tepi bahu jalan yang bersangkutan. dan rawa ditetapkan sekurang-kurangnya 50 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. 9. 7. Bagian atas dan bawah sumber air ditetapkan oleh gubernur dengan mempertimbangkan ruas bebas di atas permukaan tertinggi serta dasar sumber air terdalam. 8/2005. mendirikan bangunan semipermanen dan permanen. Berdasarkan Pasal 22 Perda No. Sedangkan izin-izin yang berkaitan dengan hal tersebut. Sungai tidak bertanggul yang berbatasan dengan jalan. Pada saat Perda No. maka akan dikenakan ancaman pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal-hal yang berkaitan dengan izin-izin pemanfaatan daerah sempadan yang dikeluarkan sebelum Perda ini.000. Kedalaman maksimum lebih dari 20 meter. 8/2005 mulai berlaku. (Sumber : Biro Hukum Pemprov Jabar)Oleh KARTONO SARKIM HUTAN SEBAGAI HABITAT MANUSIA Friday. Sungai yang terpengaruh pasang surut air laut ditetapkan sekurang-kurangnya 100 meter dari tepi sungai dan berfungsi sebagai jalur hijau.

Hutan yang kita umpamakan adalah hutan hujan tropis yang ideal. Keempat ciri pokok dimiliki suatu wilayah yang dinamakan hutan. Eksistensi hutan sebagai subekosistem global menenpatikan posisi penting sebagai paru-paru dunia.sebagai habitat flora dan fauna. . merupakan rangkaian kesatuan komponen yang utuh dan saling ketergantungan terhadap fungsi ekosistem di bumi. selanjutnya larangan pengurangan areal hutan juga dibatasi. Hutan sebagai mesin pendingin panasnya iklim bumi telah terdegradasi.sebagai sumber air (fungsi hidrologi) . penebangan kayu di di hutan dituding sebagai penyebab utama. dll. Adanya peristiwa pemanasan global. yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.Sebagai satu kesatuan ekosistem. dimana biodiversitasnya tinggi. banyak sebutan yang diberikan pada peranan hutan bagi manusia dan lingunngannya maka tidak salah kalau ada orang yang mengatakan “jalmo moro jalmo mulyo” ( maknanya secara umum yaitu orang yang datang ke hutan akan sejahtera). yang mempunyai nilai ekonomi dan sosial. fungsi hutan tidak dapat dibagi menurut daerah admisnistrasi sehingga hal tersebut kadang menyulitkan dalam pengelolaannya. (d) Mampu memberi manfaat secara lestari. Pemanasan global.( UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan) Dari definisi hutan yang disebutkan.sebagai paru-paru dunia . hutan . Sehingga fungsi hutan dapat mempunyai fungsi yang ideal seperti: .sebagai sumber daya alam.Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparanlahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungan. terdapat unsur-unsur yang meliputi: (a) Suatu kesatuan ekosistem(b) Berupa hamparan lahan (c) Berisi sumberdaya alam hayati beserta alam lingkungannya yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. India.”. Sejumlah penerbangan dihentikan. Jawa Tengah menolak penebangan hutan jati di sekitar Sendang Coyo karena akan mematikan sumber-sumber air untuk kecamatan Pulokulon dan Kradenan. Kecamatan Pulokulon. hingga kini ikut rusak akibat amukan gajah (27/05/2011). Keyakinan bahwa hutan berfungsi sebagai sumber air juga diyakini oleh warga masyarakat Desa Mlowo Karangtalun. Dahlan. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Kabid Pemulihan Lingkungan dan Pelestarian Sumber Daya Alam Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar. Gas CO2 dianggap sebagai penyebab utama naiknya suhu bumi. Pembukaan lahan dengan pembakaran secara besar-besaran untuk kebutuhan hutan tanaman industri. Grobogan. Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Kabupaten Aceh Barat.dianalogikan dengan paru-paru. Endes N. Ini bukti adanya masalah terhadap rantai maknanan yang terputus akibat makin berkurangnya hutan sebagai habitat hutan atau hutan telah kehilangan fungsi . mampu mengurangi gas CO2. kasus kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan menjadikan protes negara Malaysia dan Singapura. Pohon Trembesi (Albizia saman) disebut juga sebagai Pohon Hujan atau Ki Hujan lantaran air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Kebakaran hutan menjadi persoalan asap. Gajah mengamuk. Kecamatan Pante Ceureumen.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya. “Sebagian besar karena penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab dan alih fungsi lahan yang semula ditanami tanaman keras menjadi tanaman berakar pendek seperti sayur-sayuran. Gajah-gajah liar tersebut memasuki kota sekitar 06:00 pagi dari hutan terdekat (8/6/2011). Pohon Trembesi dianggap sebagai tanaman yang mampu menyerap CO2 terbanyak diantara tanaman lain. Sri Sukapti. Ir. Kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan Tengah sudah menjadi kado tahunan yang rutin terjadi. gerakan menanam tanaman dilakukan. satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28. perkebunan sawit dan proyek lahan gambut sejuta hektar yang mengakibatkan kerusakan parah menjadi penyebab utama tak terkendalinya kebakaran hutan di Kalteng. Beberapa penyebab turunnya debit sumber air ini ditengarai sebagai akibat dari rusaknya lingkungan hutan di wilayah lereng Gunung Lawu. menginjakinjak seorang warga hingga tewas dan menyebabkan kepanikan kota tersebut. dua gajah liar mengamuk dan menyerbu kota Mysore. selain karena alasan kesehatan. juga menggangu aktivitas perekonomian. Sebanyak 15 hektar lahan perkebunan sawit milik masyarakat di Desa Pulo Teungoh.

Lebih jauh lagi (padangan ”Deep Ecology”) yaitu apabila hutan dipandang oleh manusia sebagai bagian dalam hidupnya. Masyarakatpun secara tidak resmi juga ikut ambil bagian dalam degradasi hutan misalnya kasus illegal logging oleh warga Dusun Losari. maka usaha menuju hutan lestari akan terwujud. sebab hutan sebagai sumber daya alam yang mempunyai nilai ekonomi. Sudah banyak permasalahan hutan yang kita jumpai saat ini.(26/5/2011). Aspek ekologi hutan yaitu kemampuan hutan dalam melestarikan fungsinya sebagai habitat flora dan fauna serta manusia. Kecamatan Brangsong. Hutan apabila telah menjadi tujuan habitat manusia yang aman dan nyaman. ekonomi dan ekologi/ ekosistem. Aspek sosial hutan adalah. Kendal. sebagai sumber pendapatanyang bisa dieksploitasi untuk kepentingan politikdan keuntungan pribadi. ditangkap petugas setelah kedapatan memikul kayu hasil curian dari tengah hutan. dengan demikian kondisi hutan akan terjamin fungsinya secara lestari sepanjang masa.sebagai habitat gajah. khususnya hutan. baik yang mengarah pada kerusakan dan akibatnya. Pengambilan kayu hutan secara resmi melalui HPH dan HTI tidak dapat terpenuhi persyatannya untuk mengembalikan kayu ke alam. maka kerusakan hutan adalah kerusakan dirinya. Desa Sumur. Dalam pembangunan berkelanjutan pengembangan hutan dapat diperhatian memperhatikan tiga aspek yaitu sosial. Aspek ekonomi hutan yaitu hutan mampu menggerakkan roda perkonomian masyarakat. . tentang Keadaan Hutan Indonesia. Menurut laporan Indonesia tahun 2001. hutan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. bahwa deforestasi di Indonesia sebagian besar merupakan akibat dari suatu sistem politik dan ekonomi yang menganggap sumber daya alam. Jawa Tengah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful