P. 1
PENENTUAN DESAIN PERTANYAAN, SKALA, DAN ALAT(5)

PENENTUAN DESAIN PERTANYAAN, SKALA, DAN ALAT(5)

|Views: 147|Likes:
Ini adalah materi pertemuan ke 4, mata kuliah riset pemasaran yang akan membhas desain pertanyaan, skala dan alat. silahkan dipelajari !!
Ini adalah materi pertemuan ke 4, mata kuliah riset pemasaran yang akan membhas desain pertanyaan, skala dan alat. silahkan dipelajari !!

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Gilang Pandu Palagan on Oct 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

PENENTUAN DESAIN PERTANYAAN, SKALA, DAN ALAT ANALISIS

PREPARED BY LIZA NORA

DESAIN PERTANYAAN (KUESIONER)
Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh periset untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses komunikasi atau dengan mengajukan pertanyaan. Untuk riset eksploratori kuesioner yang akan diajukan oleh periset berfungsi sebagai pedolman untuk mengarahkan jalannya pembicaraan atas masalah riset yang sedang diteliti. Untuk riset deskriptif seperti survei, peranan kuesioner sangat besar karena semua pertanyaan yang diajukan periset termuat dalam kuesioner secara eksplisit, responden hanya perlu menjawab pertanyaan yang diajukan tanpa perlu memberi penjelasan lebih dalam kalau tidak diminta.

JENIS PERTANYAAN
a. Pertanyaan terbuka : tidak diberikan pilihan jawaban atas pertanyaan yang diajukan sehingga responden memiliki kebebasan dalam mengungkapkan pendapat atau pandangannya. Umumnya digunakan untuk riset eksploratori, Contoh : apa yang anda pikirkan ketika anda sedang antre di depan loket bank? Mengapa anda memikirkan hal itu? b. Pertanyaan tertutup: Responden diberi alternatif jawaban sehingga responden cukup memilih alternatif jawaban yang dianggap paling cocok dengan pendapatnya. Contoh: apakah anda merasa nyaman dengan sistem antrean nasabah di bank kredibel saat ini? Ya Tidak

MENGEMBANGKAN PERTANYAAN DALAM KUESIONER
hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh periset antara lain: a. Menyusun daftar pertanyaan yang sesuai dengan tujuan riset b. Membuat kalimat pertanyaan yang dapat dimengerti dan diinterpretasikan oleh responden dengan benar sesuai dengan harapan periset. c. Membuat pertanyaan yang mampu dijawab oleh responden. d. Menyusun pertanyaan yang dapat diterima secara sosial dan tidak menyinggung perasaan responden e. Menyusun pertanyaan dengan urutan yang logis. f. Mempertimbangkan jenis pertanyaan yang akan digunakan berupa pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup g. Memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas.

KLASIFIKASI RESPONDEN
Karakteristik yang bisa digunakan untuk mengklasifikasi responden:
 Usia  Jenis kelamin  Penghasilan  Tingkat pendidikan  Status pernikahan  Jarak atau radius tempat tinggal responden ke perusahaan  Jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah  Jumlah anak yang dimiliki  Suku, agama, dan asal daerah  karakteristik lain yang secara spesifik dimiliki suatu populasi. Contoh: responden mahasiswa, maka bisa dibagi berdasarkan fakultas, besarnya indeks prestasi, atau lama belajar.

 Pekerjaan

FORMAT KUESIONER
Pada dasarnya, kuesioner memuat empat bagian, yaitu: 1. Pengantar yang menjelaskan tujuan riset, identitas periset, cara menjawab, dan permohonan responden untuk berpartisipasi dalam riset. 2. Pertanyaan-pertanyaan utama yang berisi daftar pertanyaan yang berhubungan dengan masalah riset 3. Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan karakteristik atau identitas responden. 4. Penutup yang berisi ucapan terima kasih dan cara mengembalikan kuesioner.

• Continue… Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam format kuesioner: 1. Menggunakan format yang dijilid 2. Memuat identitas tentang riset 3. Menggunakan ukuran dan jenis huruf yang mudah dibaca serta desain yang menarik dan profesional. 4. Mencantumkan nomor urut untuk setiap pertanyaan. 5. Memberikan petunjuk cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.

DESAIN SKALA
Skala Pengukuran

Skala nominal

Skala interval

Skala ordinal

Skala rasio

• Continue…. Skala nominal : skala yang digunakan sekedar untuk memberi label atau nama suatu kategori. Misalnya 1,2 3 dst nya. contoh: jenis kelamin anda, pria diberi angka 1 dan wanita angka 2. Skala interval : merupakan skala yang memiliki urutan interval atau jarak yang sama di antara kategori atau titik-titik terdekatnya. Ilustrasi skala interval : 1, 2, 3, 4, 5 . Angka tersebut mempunyai makna, yaitu urutan seperti lebih besar atau lebih kecil Contoh: menurut anda, pelayana yang diberikan para teller bank X terhadap anda adalah : sangat Puas cukup tidak Sangat puas puas puas tdk puas

• Continue… Skala ordinal : skala yang memiliki urutan tetapi jarak di antara titik-titik atau kategori terdekatnya tidak perlu menunjukkan rentang yang sama. Ilustrasi skala ordinal: 1,2,3,4,5. Contoh: silahkan anda beri nomor urut (1 s/d 5) menurut kesukaan anda terhadap rasa merek-merek minuman ringan berikut. Nomor 1 berarti anda paling menyukai, 2 urutan kedua anda sukai dst nya. --- Febsi ---- Panta ---- coca cola ---- Seger ---- Soda soda

• Continue…. Skala ratio : memiliki urutan, interval yang sama di antara titik-titik yang berdekatan, dan memiliki nilai absolut nol. Ilustrasi skala rasio: 0,1,2,3,4,5. Contoh: Berapakah uang yang anda belanjakan untuk membeli BBM selama sebulan? Rp …………., bila ada seorang responden menjawab Rp 500.000,-, dan responden yang lain menjawab Rp 250.000,-, artinya orang yang membelanjakan Rp 500.000,- untuk BBM mengeluarkan uang dua kali lebih banyak daripada orang yang mengeluarkan Rp 250.000,- orang yang pengeluarannya Rp 0,- (nilai absolut nol) berarti tidak memiliki pengeluaran untuk BBM.

• Continue… Perbandingan Karakteristik Skala
Jenis Skala Fungsi sbg deskripsi atau label Memiliki urutan seperti lebih dari, sama, atau kurang dari Tidak Ya Jarak di antara Memiliki titik titik-titik original yaitu nilai tersekatnya absolut diketahui Tidak Tidak Tidak Tidak

Nominal Original

Ya Ya

Interval
Rasio

Ya
Ya

Ya
Ya

Ya
Ya

Tidak
Ya

SKALA DALAM RISET PEMASARAN
Skala dalam pemasaran

Skala pembanding

Skala bukan pembanding

Paired compariso n

Rank order

Canstant sum

Likert

Semantik diferensial

Stapel

SKALA PEMBANDING (COMPERATIVE SCALE)
Skala untuk membandingkan secara langsung obyek-obyek yang diteliti. Terdiri dari: a. Skala perbandingan berpasangan (paired comparison scaling): skala yang membandingkan dua buah objek secara berpasangan. Misalnya: responden diminta untuk memilih salah saru diantara dua merek pasta gigi yangpaling disukai. b. Skala urutan bertingkat (rank order scaling): skala yang membandingkan lebih dari dua objek, lalu diminta untuk merangking obyek-obyek menurut kriteria tertentu. c. Skala jumlah tetap (constant sum scaling): responden diminta untuk mengalokasikan sejumlah poin tertentu untuk setiap obyek dari total semua obyek yang ditampilkan.

• Continue… Contoh : responden diminta untuk mengalokasikan nilai 100 poin terhadap atribut-atribut yang dipandang penting dimiliki suatu deterjen. Atribut-atribut tsb adalah:  Keharuman ….. poin  Kelembutan di kulit ….. Poin  Kemampuan membersihkan noda …… poin  Kemampuan pewarnaan ……. poin  Tidak membuat kusut kain ……. poin Total 100 poin

SKALA BUKAN PEMBANDING (NON COMPARATIVE SCALE)
Dalam skala ini, pengukuran hanya dilakukan pada satu obyek saja , tanpa memperhatikan obyek yang lain. Skala yang populer dalam kategori ini adalah: 1. Skala Likert: memiliki 5 atau 7 kategori dari sangat setuju s/d tidak setuju. Digunakan metode survei dan dikategorikan sebagai skala interval. Contoh : Harga produk di super market Mentari adalah murah Sangat Setuju Ragu-ragu Tidak Sangat Setuju Setuju tdk setuju

• Continue… 2. Skala semantik diferensial : berkisar antara 5 sampai 7 poin di antara dua kutub yang memiliki perbedaan secara ekstrem. Contoh: konsumen diminta memberi penilaian terhadap film yang baru saja ditontonnya dengan menanyakan bahwa film tersebut:
Menarik Keras Kronologis Monoton Nyata Membosankan Lembut Membingungkan Penuh kejutan Fiktif

• Continue… 3. Skala Stapel : hampir sama dengan skala semantik diferensial. Perbedaannya, dalam skala ini digunakan kategori yang diberi nilai negatif dan positif misalnya {dari -5 ( tidak bagus) sampai +5 (sangat bagus)}, contoh dengan kasus penonton bioskop di atas, skala stapelnya dapat disusun sebagai berikut: +5 kualitas cerita film - 5 +4 -4 +3 -3 +2 -2 +1 -1

METODE ANALISIS
Riset eksploratori cenderung menggunakan kualitatif, sedangkan riset deskriptif dan kausal relatif banyak menggunakan analisis kuantitatif. 1. Analisis kualitatif bersifat memaparkan secara mendalam hasil riset melalui pendekatan bukan angka atau nonstatistik.Contoh: dalam wawancara, data yang dihimpun berupa atau kalimat yang disampaikan oleh peserta. 2. Analisis kuantitatif, yakni mengandung makna bilangan atau angka, analisis kuantitatif mencoba mengolah data menjadi informasi dalam ujud angka. Analisis kuantitatif yg paling banyak digunakan dalam praktek adalah analisis statistik.

METODE-METODE ANALISIS STATISTIK
Metode analisis statistik 5 macam, yaitu: 1. Analisis deskriptif : mengubah kumpulan data mentah menjadi bentuk atau gambaran yang mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas. Dalam riset ini cenderung digunakan nilai sentral yang mewakili semua observasi. Dalam analisis deskriptif, nilai ini bisa diwakili oleh mean (rata-rata), median, modus, tabel frekuensi, atau persentase.

• Continue… a. Mean : nilai rata-rata dari hasil observasi terhadap variabel. Rumus : x = Σ x/ n x adalah nilai rata-rata observasi Σ x adalah nilai rata-rata observasi n adalah jumlah observasi Contoh: 10 responden diminta memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan bank A dengan salah nilai : 1 (sangat tdk puas) 2 (tidak puas) 3 (sedang saja) 4 (puas) 5 (sangat puas). Data yang terkumpul adalah 3,4,4,5,3,2,5,4,4,4. maka x = Σ x/n = 38/10 = 3,8 Jadi nilai kepuasan nasabah terhadap pelayanan yang diberikan bank A rata-rata 3,8 dari skala 5. yang berarti mendekati puas

• Continue…
b. Modus : menggambarkan nilai yang paling sering muncul atau memiliki frekuensi terbanyak. Contoh: 10 orang ditanya, Apakah anda mengetahui adanya bank A di Jakarta? Ke 10 responden menjawab : Ya, Tidak, Ya, Tidak, Ya, Ya, Ya, Tidak, Ya, Ya. Karena jawaban yang paling sering muncul adalah Ya, maka dapat dikatakan bahwa sebagain besar responden mengetahui keberadaan bank A di Jakarta.

• Continue…
c. Median: mengukur nilai tengah dengan membagi jumlah observasi secara seimbang dari atas ke bawah. Contoh : jika ada urutan data: 4 5 6 6 6 6 7 8 8 , maka besarnya median yang mewakili nilai observasi adalah 6. d. Angka indeks : untuk mengetahui urutan preferensi konsumen terhadap suatu merek dari yang paling disukai sampai yang tidak disukai. Contoh: 10 responden diminta memberikan nomor urut (dari 1 s/d 5) menurut kesukaannya terhadap rasa merek-merek minuman ringan berikut: --- Fepsi --- Panta --- Koka kola --- Seger --- Soda soda

• Continue… Jawaban kesepuluh responden tersebut sbb:
Responden
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Fepsi 2 Fepsi 3 Fepsi 4 Fepsi 1 Fepsi 2 Fepsi 3 Fepsi 2 Fepsi 2 Fepsi 3 Fepsi 4 Panta 3 Panta 2 Panta 1 Panta 4 Panta 3 Panta 2 Panta 3 Panta 1 Panta 1 Panta 2

Jawaban
Koka kola 1 Koka kola 1 Koka kola 2 Koka kola 1 Koka kola 1 Koka kola 1 Koka kola 1 Koka kola 3 Koka kola 2 Koka kola 1 Seger 5 Seger 5 Seger 3 Seger 2 Seger 5 Seger 4 Seger 5 Seger 5 Seger 5 Seger 5 Soda soda 4 Soda soda 4 Soda soda 5 Soda soda 3 Soda soda 4 Soda soda 5 Soda soda 4 Soda soda 4 Soda soda 4 Soda soda 3

• Continue…
Jumlah rangking untuk masing-masing merek yang disukai
Merek Jumlah sbg rangking ke 1 Jumlah sbg rangking ke 2 Jumlah sbg rangking ke 3 Jumlah sbg rangking ke 4 Jumlah sbg rangking ke 5

Fepsi Panta

1 3

4 3

3 2

2 1

0 0

Koka kola
Seger Soda soda

7
0 0

2
1 0

1
1 2

0
1 6

0
7 2

• Continue… Setiap rangking diberi bobot. Rangking ke 1 diberi bobot 5, rangking ke 2 berbobot 4, rangking ke 3 berbobot 3, renking ke 4 berbobot 2, dan rengking ke5 berbobot 1. maka penyelesaiannya sbb: Fepsi =(5x1)+(4x4)+(3x3)+(2x2)+(1x0) = 34 Panta=(5x3)+(4+3)+(3x2)+(2x1)+(1x0) = 35 Koka kola = (5x7)+(4x2)+(3x1)+(2x0)+(1x0) =46 Seger = (5x0)+(4x1)+(3x1)+(2x1)+(1x7) = 15 Soda-soda = (5x0)+(4x0)+(3x2)+(2x6)+(1x2) = 20 Dari hasil di atas merek minuman yang paling disukai adalah Koka kola, diikuti panta, fepsi, soda-soda dan terakhir seger.

• Continue… e. Tabel frekuensi Contoh dalam menampilkan komposisi responden atas dasar jenis kelamin sbb: Jenis kelamin Laki-laki Wanita Total Frekuensi 96 104 200 Persentasi 96 % 52% 100%

• Continue…
f. Persentase : persentase memberikan gambaran yang mudah dalam membandingkan atau untu mengetahui data yang terbanyak dalam satuan perseratus (%). g. Diagram lingkaran Analisis deskriptif sering dilengkapi dengan diagram yang memberikan visualisasi yang lebih mudah dipahami. h. Diagram batang : untuk melihat perbandingan antar sub kelompok dalam kelompok yang lebih besar, sehingga memudahkan pembaca mengetahui komposisi tiap bagian dan sub bagiannya.

• Continue… i. Diagram garis : digunakan untuk melihat pola atau kecenderungan yang terjadi pada suatu kelompok. Diagram ini sering digunakan untuk melihat perkembangan berdasarkan waktu. j. Diagram ular : digunakan untuk memberi gambaran dari dua titik ekstrim yang berbeda

• Continue… 2. Analisis inferial : bertujuan untuk
a. Menguji nilai hipotesis suatu variabel. Hipotesis adalah proposisi atau dugaan yang menjelaskan suatu fenomena yang belum terbukti kebenarannya sehingga perlu diuji secara empiris untuk membuktikan kebenarannya b. Membuktikan kebermaknaan atau signifikansi suatu nilai, ataupun kebalikkannya, dalam ujud angka. Contoh: 2 responden A dan B masing-masing memiliki penghasilan Rp 999.900,- dan Rp 1.000.000,-. Dapatkah disimpulkan A lebih tinggi penghasilannya dari B? untuk itu perlu dilakukan pengujian

• Continue… Analisis inferial yang dibahas di sini berhubungan dengan satu variabel dan digunakan uji t.
 Uji t untuk rata-rata satu sampel (one sample t test) Merupakan uji statistik terhadap signifikansi nilai rata-rata suatu sampel terhadap nilai yang akan diuji. Analisis ini cocok digunakan jika skalanya merupakan skala interval atau nominal. Nilai rata-rata sampel dilambangkan denga µ . Hipotesis yang akan diuji (ho) dan hipotesis alternatif (h1) sering dilambangkan dalam bentuk: ho:µ = nilai yang diuji hi: µ ≠ nilai yang diuji

• Continue… 3. Analisis perbandingan Analisis ini bertujuan menguji ada tidaknya perbedaan nilai di antara kelompok yang diteliti.
 Uji t untuk beda dua rata-rata sampel independen Ini merupakan uji statistik terhadap signifikan tidaknya perbedaan nilai rata-rata dari dua sampel yang berbeda, misalnya antara pria dan wanita. Dalam pengujian statistik sering dilambangkan dalam notasi: Ho : µ1 = µ2 H1 : µ1 ≠ µ2 analisis ini cocok digunakan untuk data yang memiliki skala interval dan rasio.

• Continue…
 Uji t untuk beda dua rata-rata sampel berpasangan (paired samples t test) Uni ini bertujuan menguji signifikan tidaknya perbedaan nilai rata-rata dari sampel yang berpasangan. Sering dilambangkan dalam notasi: Ho : µ1 = µ1 H1 : µ2 ≠ µ2 Analisis ini cocok digunakan untuk data yang memiliki skala interval dan rasio. Contoh: suatu survei bertujuan mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk dan cara mendapatkan produk tersebut. Disini periset ingin mengetahui apakah responden yang puas/tidak puas terhadap kualitas produk memberikan jawaban yang sama/tidak sama terhadap kepuasan cara mendapatkan produk tersebut.

• Continue…  Analisis varians (ANOVA) analisis ini merupakan uji statistik terhadap signifikan tidaknya perbedaan nilai rata-rata lebih dari dua sampel. Jenis skala yang paling sesuai dengan ANOVA adalah skala interval dan rasio. Uji statistik ini sering dilambangkan dalam notasi: H0 : µ1 = µ2 = µ3 …. = µn H1 : µ 1≠ µ2 ≠ µ3 …. ≠ µn

• Continue… 4. Analisis asosiatif : untuk menganalisis ada tidaknya asosiasi atau ketergantungan diantara dua variabel yang diteliti. Analisis ini biasa dilakukan dengan :
 tabulasi silang (cross tabulation): merupakan tabel yang mengorganisasikan data dalam kelompok atau kategori yang memungkinkan periset melakukan perbandingan. Kelompok atau kategori ini dalam tabel ditampilkan dalam bentuk baris dan kolom. Jenis skala yang cocok untuk analisis ini adalah skala nominal. Contoh: suatu penelitian bertujuan mengukur ada tidaknya interdependensi atau keterkaitan antara jenis kelamin dengan kesukaan suatu produk. Dua kategori kelamin (pria dan wanita) ditabulasi silangkan dengan kategori kesukaan terhadap produk (dengan kategori ya dan tidak), hasil tabulasi adalah sbb:

• Continue… Tabulasi silang kesukaan
Jenis kelamin Pria Wanita 40 80 60 20

Ya

Tidak

• Continue… Selanjutnya untuk mengetahui interdependensi antara dua variabel tersebut digunakan uji kai skwer (chi- squared) dgn lambang χ2. ada tidaknya interdependensi antara dua variabel yang diteliti, dilihat dari signifikan tidaknya nilai χ2 , bila signifikan maka terdapat asosiasi di antara kedua variabel yang diteliti, atau sebaliknya. 5. Metode analisis lainnya alat analisis yang lain seperti berbagai macam regresi, korelasi, factor analysis dll.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->