KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul Kebudayaan dan Persebaran Suku Bangsa di Provinsi Nusa Tenggara Timur. kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini amat penulis harapkan,dan tak lupa Penulis mengucapkan terima kasih.

Medan, juni 2012

Penulis

PENUTUP
Demikianlah makalah ini penulis buat ,semoga bermanfaat bagi kita semua. Demi untuk penyempurnaan makalah ini penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sekalian.

sehingga tidak akan adanya pengklaiman dari Negara lain.LATAR BELAKANG Indonesia sangat kaya akan seni dan budaya. bahkan pulau dari Indonesia sendiri yang diklaim oleh Negara tetangga. salah satu hal terkecil yang dapat dilakukan adalah dengan mengenali satu-persatu kebudayaan termasuk pulau-pulau yang dimiliki indonesia. . dan keseluruhan dari budaya tersebut berbeda-beda. sampai kebudayaan dan hasil kebudayaan indonesia hampir diambil oleh Negara lain. hal yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai kebudayaan di salah satu Provinsi di Indonesia yakni kebudayaan Nusa Tenggara Timur dan persebaran suku bangsa di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jadi. kejadian yang baru-baru ini terjadi mengenai lagu daerah. Jadi. Namun. banyak dari masyarakat Indonesia sendiri yang tidak mengetahui bahkan tidak menyadarinya. batik. Setiap suku di Indonesia memiliki budaya.BAB I PENDAHULUAN 1. Contohnya. hal ini membuktikan betapa masyarakat Indonesia tidak menyadari bahwa pulau tersebut adalah milik Negara Indonesia sampai pulau tersebut diklaim oleh Negara lain.

Untuk menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya untuk mengetahui kebudayaan dan persebaran suku yang ada di Nusa Tenggara Timur. 2. 3. 3. Agar masyarakat mengetahui kebudayaan dan persebaran suku yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. . Mempermudah peneliti ketika ingin meneliti kebudayaan suatu suku bangsa di Provinsi Nusa tenggara Timur dikarenakan adanya peta persebaran suku. TUJUAN 1. Agar budaya di Indonesia tidak mudah diklaim oleh Negara lain. Untuk membuat masyarakat Indonesia menjaga kebudayaan yang ada di Nusa Tenggara Timur. 2.2. MANFAAT 1.

Lembata. Alor. Komodo dan Palue. Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau. Sabu. Ibukota NTT adalah Kupang. tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Flores. 1. Sementara bagian timur pulau tersebut adalah bekas provinsi Indonesia yang ke-27. 803’ dan 1101’ Lintang Selatan. Timor. Rote.BAB II PEMBAHASAN NUSA TENGGARA TIMUR 1.3 Wilayah Kabupaten/kota Kabupaten Alor Kabupaten Belu Kabupaten Ende Kabupaten Flores Timur Ibu kota Kalabahi Atambua Ende Larantuka Kabupaten/kota Kabupaten Sumba Barat Kabupaten Sumba Barat Daya Kabupaten Sumba Tengah Kabupaten Sumba Timur Ibu kota Waikabubak Tambolaka Waibakul Waingapu . Adonara. Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau. dan hampir 70% wilayah NTT terdiri dari bukit-bukit. yaitu Timor Timur yang merdeka menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002. antara lain Flores. Provinsi ini menempati bagian barat pulau Timor.LOKASI 1. pegunungan dan dataran tinggi dengan beraneka ragam kemiringan tanahnya.1 Letak Secara astronomis Nusa Tenggara Timur terletak antara 118055’ dan 12501’ bujur timur.2 Keadaan geografis Daerah NTT yang terdiri dari kira-kira 100 buah pulau besar-kecil. Sumba dan Timor Barat. Solor. 1. Sumba.

2. Komodo  Untuk Pulau Sumba dan pualu-ulau kecil disekitarnya: Bahasanya menggunakan Kambera. Helong Rote. Aluru. Pura Kang Samila. Adeng. Manggarai. Kui. Rote. lio. Pui. Laratuka. Lamaholot. Naga Keo. Penduduk 2. Sabu. Kedang. Taangla.Kupang Tengah dan KupangBarat serta Semau) . Dawan Amarasi. Kolana. Kodi.2  Suku bangsa Suku Helong: Sebagian wilayah Kabupaten Kupang (Kec. bajo. Bural:  Untuk Pulau Alor dan pulau-pulau disekitarnya: Bahasanya menggunakan Tewo kedebang. Mamboro. Loli.Kabupaten Kupang Kupang Kabupaten Selatan Timor Tengah Soe Kabupaten Lembata Lewoleba Kabupaten Utara Timor Tengah Kefamenanu Kabupaten Manggarai Kabupaten Barat Kabupaten Timur Kabupaten Ngada Kabupaten Nagekeo Kabupaten Rote Ndao Kabupaten Sabu Raijua Kabupaten Sikka Ruteng Kota Kupang kupang Manggarai Labuan Bajo Manggarai Borong Bajawa Mbay Baa Seba Maumere 2. dan pulau-pulau kecil disekitarnya: Bahasanya menggunakan bahasa Kupang. Wewewa. Blagar. Ngada. Anakalang. Ramba. Lamboya. Lio Ende. Ruteng. Krawe. Katola. Sabu. Palue.1 Bahasa  Untuk Pulau Timor. Lamuan Abui. Melayu Kupang. Kayu Kaileso  Untuk Pulau Flores dan pulau-pulau disekitarnya: Bahasanya menggunakan melayu. Kule. Sikka. Tetun. Wanokaka.

kabupaten Sikka di barat utara dengan laut Flores dan selatan. Kab timor Tengah selatan.23 km2. berbatasan dengan kabupaten Alor di timur. Belu bagian utara dekat dengan perbatasan dengan Negara Timor Leste Suku Rote: Sebagian besar pulau rote dan sepanjang pantai utara Kab Kupang dan pulau Semau Suku Sabu / Do Hawu: Pulau Sabu dan Raijua serta beberapa daerah di Sumba Suku Sumba: Pulau Sumba Suku Manggarai Riung: Pulau Flores bagian barat terutama Kan Manggarai dan Manggarai Barat Suku Ngada: Sebagian besar Kab Ngada Suku Ende Lio: Kabupaten Ende Suku Sikka-Krowe Muhang: Kabupaten Sikka Suku Lamaholor: Kabupaten Flores Timur meliputi Pulau Adonara. Belu ( bagian perbatasan dengan TTU)               Suku Tetun: Sebagian besar Kab. Pulau Solor dan sebagian Pulau Lomblen Suku Kedang: Ujung Timur Pulau Lomblen Suku Labala: Ujung selatan Pulau Lomblen Suku Pulau Alor: Pulau Alor dan pulau Pantar. BUDAYA FLORES TIMUR Flotim merupakan wilayah kepulauan dengan luas 3079. laut Sawu. karena bahasa yang digunakan bahasa suku Lamaholot. Konsep rumah adat orang Flotim selalu dianggap sebagai pusat kegiatan ritual suku. Amarasi. Belu dan wilayah Negara Timor Leste Suku Marae: Sebagian kecil Kab. Orang yang berasal dari Flores Timur sering disebut orang Lamaholot. Suku Dawan: Sebagian wilayah Kupang (Kec. Rumah adat dijadikan tempat untuk menghormati Lera Wulan Tana Ekan (wujud tertinggi yang menciptakan dan mempunyai bumi) . Timor Tengah Utara. Amfoang. Belu dan wilayah Negara Timor Leste Suku Kemak: Sebagian kecil Kab. Kupang Timur. Kupang Tengah.

Mata pencaharian orang Flotim/Lamaholot yang utama terlihat dalam ungkapan sebagai berikut: Ola tugu. sebelah selatan dengan Laut Sabu. BUDAYA SIKKA Sikka berbatasan sebelah utara dengan laut Flores. disusul suku Ketawo yang memperoleh hak tinggal dan mengolah tanah dari suku Mehen. karena itu dikenal adanya tuan tanah yang memutuskan segala sesuatu. jadilah mereka pendekar-pendekar perang. membagi tanah kepada suku Mehen yang tiba kemudian. Mengiris tuak. Luas wilayah kabupaten Sikka 1731. Sikka dan dari sinilah kemungkinan bermula orang berimigrasi kewilayah nusantara menuju ke timur dan menetap disebuah desa pantai selatan yakni Sikka. Geleka lewo gewayan.9 km2. laut Flores. Artinya: Bekerja di ladang. Turunan ini bakal menjadi tuan tanah di wilayah ini. bagian barat dengan kabupaten Ende. melayani/memberi hidup keluarga (istri dan anak-anak) mengabdi kepada pertiwi/tanah air. berkarya di gunung. Nama ini Kemudian menjadi pemukiman pertama penduduk asli Sikka di kecamatan Lela sekarang. Konon nama Sikka berasal dari nama suatu tempat dikawasan Indocina.here happen. Ibu kota Sikka ialah Maumere yang terletak menghadap ke pantai utara. dan sebelah timur dengan kabupaten Flores Timur. yang dibantu suku Ketawo. Pau kewa heka ana. . menerima tamu asing. berkerang (mencari siput dilaut). Suku Mehen mempertahankan eksistensinya yang dinilainya sebagai tuan tanah. lLua watana. toran murin laran.Pelapisan sosial masyarakat tergantung pada awal mula kedatangan penduduk pertama. Gere Kiwan.

(10) ata Bura. (2) ata Krowe. Luas kabupaten Ende 2046.6 km2.Pelapisan sosial dari masyarakat Sikka. (9) ata Sabu/Rote. (3) ata Tana ai. Tanda umum pelapisan itu di zaman dahulu ialah memiliki warisan pemerintahan tradisional kemasyarakatan. menyusul di bulan Bleke Gete-Bleke Doi .Kowo (Januari. Lapisan atas disebut sebagai Ine Gete Ama Gahar yang terdiri para raja dan bangsawan. Mata pencaharian masyarakat Sikka umumnya pertanian. Detusoko.Balu Epan . Secara umum masyarakat kabupaten Sikka terinci atas beberapa nama suku. atau dalam literatur kuno menyebut Inde atau Ynde. (1) ata Sikka. Maret) masa untuk menyiangi kebun (padi dan jagung) serta memetik. Adapun kelender pertanian sbb: Bulan Wulan Waran . dalam bulan Balu Goit . Daerah yang paling terbanyak mendapat hujan adalah wilayah tengah seperti kawasan gunung Kalimutu. desamping itu dikenal juga suku-suku pendatang yaitu: (4) ata Goan. selatan dengan laut Sabu. (5) ata Lua. bagian barat dengan kabupaten Ngada. Ada dugaan yang kuat bahwa nama itu mungkin . iklim daerah ini pada umumnya tropis dengan curah hujan rata-rata 6096 mm/tahun dengan rata rata jumlah hari hujan terbanyak pada bulan November s/d Januari. Pebuari. di samping pemilikan harta warisa keluarga maupun nenek moyangnya. Nusa Ende. (6) ata Lio. (8) ata Sina. utara dengan laut Flores. BUDAYA ENDE Batas-batas wilayahnya yang membentang dari pantai utara ke selatan itu adalah dibagian timur dengan kabupaten Sikka. Welamosa yang berkisar antara 1700 mm s/d 4000 mm/tahun. (7) ata Ende.Blepo (April s/d Juni) masa untuk memetik dan menanam palawija /kacang-kacangan. Nama Ende sendiri konon ada yang menyebutkannya sebagai Endeh.More Duru (Okt-Nov) yaitu bulan untuk membersihkan kebun.September). Lapisan kedua ialah Ata Rinung dengan ciri pelapisan melaksanakan fungsi bantuan terhadap para bangsawan dan melanjutkan semua amanat terhadap masyarakat biasa/orang kebanyakan umumnya yang dikenal sebagai lapisan ketiga yakni Mepu atau Maha. menanam. Sedangkan pada akhir kelender kerja pertanian yaitu bulan Pupun Porun Blebe Oin Ali-Ilin (Agustus .

(4) Soa. turunan raja Ata Nggae Mere. lapisan bansawan menengah disebut Mosalaki puu dan Tuke sani untuk masyarakat biasa. Kesatuan adat tersebut adalah : (1) Nagekeo. Sedangkan masyarakat Ende bangsawan disebut Ata NggaE. Meskipun secara administrasi masyarakat yang disebut Ende/Lio bermukim dalam batas yang jelas seperti tersebut di atas tetapi dalam kenyataan wilayah kebudayaan (tereitorial kultur) nampaknya lebih luas Lio dari pada Ende. Bajawa ibu kotanya terletak di atas bukit kira-kira 1000 meter di atas permukaan laut. (2) Ngada. Ende/Lio sering disebut dalam satu kesatuan nama yang tidak dapat dipisahkan. Lapisan bangsawan masyarakat Lio disebut Mosalaki ria bewa. lapisan menegah disebut Ata Hoo dan budak dati Ata Hoo disebut Hoo Tai Manu. . Masyarakat ini dikenal empat kesatuan adat (kelompok etnis) yang memiliki pelbagai tanda-tanda kesatuan yang berbeda. Pola pemukiman masyarakat baik di Ende maupun Lio umumnya pada mula dari keluarga batih/inti baba (bapak). ine (mama) dan ana (anak-anak) kemudian diperluas sesudah menikah maka anak laki-laki tetap bermukim di rumah induk ataupun sekitar rumah induk.sekali diberikan sekitar abad ke 14 pada waktu orang-orang maleyu memperdagangkan tenunan besar nan mahal yakni Tjindai sejenis sarung patola dalam pelayaran perdagangan mereka ke Ende. Meskipun demikian sikap ego dalam menyebutkan diri sendiri seperti : Jao Ata Ende atau Aku ata Lio dapat menunjukan sebenarnya ada batas-batas yang jelas antara ciri khas kedua sebutan itu. BUDAYA NGADA Ngada merupakan kabupaten yang terletak diantara kabupaten Ende (di timur) dan Manggarai (di barat). (3) Riung. Rumah sendiri umumnya secara tradisional terbuat dari bambu beratap daun rumbia maupun alang-alang. Masing-masing kesatuan adat mempertahankan ciri kekrabatannya dengan mendukung semacam tanda kesatuan mereka.

berbatasan sebelah timur dengan kabupaten Ngada. Ikatan nama membawa hak-hak dan kewajiban tertentu. Sao Keka. terjadi pada sebagian kesatuan adat Nagekeo. BUDAYA MANGGARAI Manggarai terletak di ujung barat pulau Flores. Ukiran terdiri dari tingkatan-tingkatan misalnya Keka.Arti keluarga kekrabatan dalam masyarakat Ngada umumnya selain terdekat dalam bentuk keluarga inti Sao maka keluarga yang lebih luas satu simbol dalam pemersatu (satu Peo. satu Ngadhu. Pendukung kebudayaan bertani dalam arti yang lebih luas ialah Ngadhu/Peo. barat dengan Sealat sapepulau Sumbawa/kabupaten Bima. dan lantai /panggungnya). Sao Lipi Wisu. Sao Weti Sagere. Luas wilayah 7136. dan Bagha). Ada pula yang membagi atas empat strata. Secara tradisional rumah adat ditandai dengan Weti (ukiran). Gae (bangsawan). Soa dan Ngada. Gae Kisa = kuju. Masyarakat Nagekeo pendukung kebudayaan Paruwitu (kebudayaan berburu). Pati (bangsawan kedua) Baja (bangsawan ketiga). Riung. terutama atas tanah. bahan rumah terbuat seperti di Ende/Lio (dinding atap. utara dengan laut Flores dan selatan dengan laut Sabu. curah . Para istri dari setiap pelapisan terutama pelapisan atas dan menengah disebut saja Inegae/Finegae dengan tugas utama menjadi kepala rumah yang memutuskan segala sesuatu di rumah mulai pemasukan dan pengeluaran. Sao Rika Rapo. lapisan menengah disebut Gae Kisa. perkebunan kopi yang membentang disebahagian wilayahnya.14 km2. Contoh setiap anggota kekrabatan dari kesatuan adat istiadat harus taat kepada kepala suku. Setiap masyarakat pendukung mempunyai sebuah rumah pokok (rumah adat) dengan seorang yang mengepalai bagian pangkal Ngadhu ulu Sao Saka puu. Areal pertanian amat luas dan subur. dan pelapisan terbawah disebut Ata Hoo. wilayah ini dapat dikatakan paling subur di NTT. pesta panen). dan Bheku (bangsawan keempat). Rumah tradisional disebut juga Sao. Sumber lain menyebutkan pelapisan sosial biasa dibagi atas tiga. Sao Lia Roda. Gae (bangsawan pertama). dan golongan rendah (budak). Sao Dawu Ngongo. masyarakat Soa pendukung Reba (kebudayaan tahun baru. Pelapisan sosial teratas disebut Ata Gae.

Wae Koe (turunan dari adik). Perluasan Cak Kilo membentuk klen kecil Kilo. upeti yang tidak dapat dibayar oleh rakyat diharuskan bekerja rodi. pekerja rodi. Ase (adik). Ende (mama). Ema Koe (adik dari bapak). Strata masyarakat Manggarai terdiri atas 3 golongan. mama dan anak-anak yang disebut Cak Kilo. Ana Wina (turunan keluarga saudara perempuan).574 mm. kelas pertama disebut Kraeng (Raja/bangsawan). Amang (saudara lelaki mama). Pada masyarakat Lama Holot pakaian wanita disebut Kwatek dan pria disebut Howing. Kelompok ini harus selalu bayar pajak. Ende Koe (adik dari mama). Seni Budaya Nusa Tenggara Timur Nilai Budaya Pakaian tradisionil Nusa Tenggara Timur : Pakaian tradisionil Nusa Tenggara Timur mengenal 2 (dua) jenis pakaian yaitu pakaian yang dikenakan kaum laki dan wanita. Ema (bapak). Inang (saudara perempuan bapak). Pembentukan keluarga batih terdiri dari bapak. Kae (kakak). Kaum Gelarang ini merupakan penjaga tanah raja dan sebagai kaum penyambung lidah antara golongan Kraeng dengan Lengge. Ema Tua (kakak dari bapak). Ibu kota Manggarai terletak kira-kira 1200 meter di atas permukaan laut. 3. Beberapa istilah yang dikenal dalam sistim kekrabatan antara lain Wae Tua (turunan dari kakak). Status Lengge adalah status yang selalu terancam. dan berkemungkinan besar menjadi hamba sahaya yang sewaktu-waktu dapat dibawah ke Bima dan sangat kecil sekali dapat kembali melihat tempat kelahirannya.hujan yang tinggi yaitu dalam setahun mencapai 27. dan golongan ketiga Lengge (rakyat jelata). kemudian klen sedang Panga dan klen besar Wau. Ende Tua (kakak dari mama). Pakaian . Kaum Gelarang bertugas memungut upeti dari Lengge (rakyat jelata). di bawa kaki gunung Pocoranaka. Nana (saudara lelaki). Raja mempunyai kekuasaan yang absolut. Ana Rona (turunan keluarga mama). dan Enu (saudara wanita atau istri). kelas kedua Gelarang ( kelas menengah). sepertiga dari jumlah itu (lebih dari 7000mm) turun pada bulan Januari.

Di daerah Sabu dewa tertinggi sesuai dengan fungsinya dibagi menjadi tiga yaitu (1) Deo Wie yaitu Deo pengatur dan pemelihara segala yang diciptakan. (2) Deo Weru atau Pamugi yaitu Deo pencipta alam. Timor. sebuah tari yang menggambarkan rasa kasih sayang antara dua ikatan pria dan wanita. Alor dan Manggarai. di Manggarai dengan nama Mori Kraeng. Upacara adat yang masih dilestarikan masyarakat Nusa Tenggara Timur antara lain : Kelahiran Pada masa kehamilan di Tetum. (3) Deo menggarru yaitu Deo pengatur keturunan makhluk di dunia. tarian yang menunjukkan sifat-sifat perkotaan dan kepedulian mempermainkan senjata. Kepercayaan: Penduduk Nusa Tenggara Timur sebagian besar beragama Katholik dan selebihnya pemeluk agama Kristen. mengenakan mahkota dengan berbagai bentuk. merupakan tarian bagian dari upacara ritus. dan di Sikka dikenal dengan nama Niang Tana Lero Wulan. peristiwa kelahiran. Naga Golo atau Peo di Manggarai sedangkan makhluk halus yang bersifat jelek yang merugikan orang seperti Fenggeree di Ende. selain itu pakaian adat Rote untuk kaum prianya memakai topi dengan bentuk Samrero yang disebut Tiilanga dan kaum wanitanya memakai hiasan kepala yang berbentuk sabit. masih percaya kepada dewa-dewa.wanita di Sumba. yaitu upacara penyambutan terhadap arwah nenek moyang. Masyarakat daerah Nusa Tenggara Timur juga mengenal makhluk halus yang baik dan bersifat jahat. Tari Kataga. Hindu dan Budha. sebuah tarian yang dipertunjukan pada upacara Khitanan. Senjata Tradisional : Ciri khas senjata tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur disebut Subdu atau Sudu. profilnya seperti keris sebagai senjata tikam yang dianggap keramat. merupakan upacara yang bertujuan agar si ibu tetap sehat dan tidak dianggap roh jahat disebut upacara Keti Kebas Metan (mengikat dengan tali benang kitan). Tari Garong Lameng. di Dawan dengan nama Uis Nemo. Upacara Adat. dan sebagai kelengkapannya dikenakan perhiasan subang. Wango Madera Ai di Sabu dan sebagainya. pending dan gelang tangan. Makhluk halus yang baik tentu dari nenek moyang antara lain Embu Mamo di Ende. kalung. Kepercayaan Dinamisme yang menganggap sesuatu benda mempunyai kekuatan gaib. Sedangkan kaum prianya mengenakan destar. dukun beranak memegang peranan penting pada peristiwa tersebut ada dua upcara yang penting yaitu pengurusan ari-ari dan pemberian nama bayi. Tari Cerana merupakan tarian upacara penyambutan tamu dengan membawa tempat sirih. kain tenun yang menyelempang di bahu. misalnya di Tetum dikenal dengan nama Hot Esen atau Maromak. Masa Remaja Setelah anak menjelang dewasa biasanya diadakan serangkaian upacara yaitu cukuran rambut pada masa anak-anak dan sunat . Tari Higimitan. Kesenian : Masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki berbagai bentuk kesenian antara lain yang menonjol : Tari Perang. Meskipun demikian penduduk yang sudah memeluk agama. Islam. Sabu. Dewa tersebut namanya berlainan di setiap daerah.

Belis (maskawin) Setelah pinangan diterima dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu Belis (maskawin). 3. lalu diadakan upacara perkawinan. perak. tempatnya didekat rumah. Upacara Kematian Menurut kepercayaan mereka kematian adalah berpindahnya dari dunia ramai kekehidupan gaib. dilanjutkan melalui beberapa tahap. pembayaran belis. dan upacara perkawinan. yang di rate disebut Natu Du Sasaok (terang kampung) pada malam biasanya diadakan upacara Nasasu Kak. Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Untuk pesta kematian ini dikorbankan sajian berpuluh-puluh ekor sapi. Upacara setelah penguburan. kemudian diberi pakaian yang bagus atau pakaian kebesaran. Hal ini merupakan hal penting dari lembaga perkawinan. Lalu pada bagian tengah. uang dan hewan. biola. di Flores Timur dan Maumere (Sikka) berupa Gading Gajah.1 alat musik  Sasando Sasando adalah Sebuah alat musik petik asal Pulau Rote. melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung. Ganjalan-ganjalan . yaitu penukaran. keduan tidur bersama diatas rumah yang dihiasi dengan selimut. untuk laki disebelah barat dan perempuan disebelah timur. yaitu memakan mayat selama beberapa hari sebelum dikubur. Nusa Tenggara Timur. Perkawinan Setelah ada pesuntingan kedua belah pihak. malam harinya diadakan pesta besar-besaran dengan membunyikan bunyi-bunyian dan tari-tarian. Upacara waktu penguburan. bentuk sasando serupa dengan instrumen petik lainnya seperti gitar. yaitu menangis dimuka mayat yang dilakukan oleh wanita. Merawat mayat. karena dianggap sebagai Na Buah Ma An Mone (suatu simbul untuk menyerahkan laki dan perempuan sebagai suami istri) macam Belis dapat berupa emas.bagi laki dan potong gigi untuk wanita. Upacara perkawinan Setelah belis terbayar semua. dari atas ke bawah bertumpu. Adat memakan mayat. di Sabu disebut Mone Opo Li atas Mone dan di dawan. Pada waktu peminang petugas peminang yang disebut Wuna (Wunang) di Sumba. dan kecapi. sebelum dikubur mayat dimandikan terlebih dahulu. Secara umum. Di Alor belis biasanya berupa Moko (makanan kecil). kerbau dan babi Rangkaian upacara meliputi beberapa tahap : Adat meratap.

Teda Gaiparona harus memberikan pertanggung jawaban. satu dari tiga bersaudara pemimpin warga Waiwuang. Sasando memang punya banyak senar. Bahkan ada yang 84 senar. Cara memainkan sasando dengan dipetik. Rabu Kaba adalah isteri sah dari Umbu Dula. Sasando Dobel namanya. Pemantul bunyi dari daun gebang sudah diganti dengan spul gitar listrik yang ditempelkan pada batang bambu ditengah sasando. dengan media pemantul suara terbuat dari daun Pohon Gebang (sejenis Pohon Lontar yang banyak tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Rote) yang dilekuk menjadi setengah melingkar. Menurut cerita setempat tradisi ini laihir dari kisah percintaan janda cantik bernama Rabu Kaba. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Mirip dengan gitar. Jenis lain. Konon sebelum menerima status janda. Saat ini sasando sudah mulai di modifikasi.ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando. Bagian utama dari sasando berbentuk seperti harpa. sehingga lebih mirip Harpa. Tentu sasando model ini hanya bisa mengeluarkan bunyi keras dengan bantuan sound system . yaitu semacam upacara untuk meminta restu dari para dewa dan leluhur supaya panen tahun itu berhasil. Rabu Kaba menjadi janda karena mengira suami beserta dua saudaranya meninggal saat melaut. . Suami dan dua saudara Rabu Kaba yang ternyata belum meninggal mendapati isteri Umbu Dula sudah kawin lari dengan orang lain. Teda Gaiparona berpesan supaya warga melaksanakan Pasola. Untuk mereka bisa terus menikah bersama. Batang bambu itu lalu diikat menyatu dengan daun Gebang yang dibuat melingkar tadi. Permainan Pasola biasanya diadakan sebagai puncak dari Pesta Adat Nyale.  Pasola Pasola adalah permainan perang dua kelompok pasukan berkuda yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebuah padang savana. Seusai menyelesaikan perselisihan. Hanya saja sasando tanpa chord (kunci) dan senarnya harus dipetik dengan dua tangan. punya 56 senar. Tempat senar-senar diikat terbuat dari bambu yang keras. Dengan demikian diharapkan dendam kedua kampung dapat dilepaskan dengan permainan perang-perangan dan adu ketangkasan melempar lembing di atas kuda. Sasando dengan 28 senar ini diistilahkan dengan Sasando Engkel. Rabu Kabua kemudian menikah kembali dengan seorang pemuda tampan dari Kampung Kodi bernama Teda Gaiparona. penahan senar yang sekaligus sebagai pengatur nada senar juga terbuat dari bambu.

TARI PEMINANGAN Asal tarian : Kabupaten TTU Tarian ini menggambarkan bentuk peminangan ala orang dawan di Kabupaten Timor Tengah Utara.2 Tarian Daerah TARI HOPONG Asal tarian : Helong Hopong adalah sebuah upacara tradisional masyarakat Helong yang mengijinkan para petani untuk menuai atau panen di ladang pertanian. Salah satu tanda ketepatan itu adalah pada setiap penyelenggaraan Pasola. TARI MANEKAT (TEMPAT SIRI) Asal tarian : Kabupaten TTS Menurut masyarakat Dawan dalam kehidupan adat istiadatnya sapaan selalu ditandai dengan siri pinang. Peminangan dapat juga diartikan sebagai suatu ungkapan perasaan cinta yang . 3. Pasola memiliki nilai sakral karena adanya ritual-ritual yang harus dilakukan oleh para tetua adat terhadap para peserta sekaligus ritual permohonan restu. Permainan Pasola diselenggarakan di empat kampung di Kabupaten Sumba Barat yaitu Kampung Kodi. di pantai selalu sedang terdapat banyak cacing laut. Upacara Hopong dilakukan pada masa panen disuatu rumah yang ditentukan bersama dan dihadiri oleh tua-tua adat serta lapisan masyarakat. Tarian ini juga menggambarkan kehidupan bersama nilai religius. Selain nilai sakralnya. Laboya.Waktu penyelenggaraan Pasola bergantung pada perhitungan hari para tetua adat yang rupanya tidak pernah meleset. gotong royong. Upacara Hopong adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh para petani dalam bentuk doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan nenek moyang. dan Gaura. Siri pinang merupakan lambang penghormatan untuk memberikan harkat dan martabat seseorang. Pasola juga merupakan elemen pemersatu masyarakat Sumba. Wanokaka.

dengan maksud mengusir setan ditengah jalan. Tarian ini juga melambangkan penyambutan.Suatu ungkapan bahwa kehadiran dari seseorang diterima dengan sepenuh hati. agar perjalanan arwah kehadapan pencipta tidak dihalangi.ungkapan kepolosan hati antara sepasang kekasih yang hendak mengikat kasih. dengan tangan terbuka. TARI TEOTONA Asal tarian : Kabupaten Rote Ndao Tarian ini berasal dari kerajaan Oenale di Rote. . TARI DODAKADO Asal tarian : Kabupaten Alor Tarian yang berasal dari permainan rakyat ini Alor ini menggambarkan keceriaan muda-mudi pada saat acara-acara pesta adat. TARI LIKURAI Asal tarian : Kabupaten Belu Dalam masyarakat Belu tari Likurai merupakan tari yang dibawakan oleh gadis-gadis / ibuibu untuk menyambut tamu-tamu terhormat atau pahlawan yang pulang dari medan perang.tulus. Yang menarik dari tarian ini adalah ketangkasan muda-mudi dalam berlompat-lompat diatas permainan bambu. penghormatan atas kehadiran seorang tamu istimewa yang mendatangi tempat mereka. Tarian ini termasuk tarian sacral dalam menyambut kaum pria yang kembali dari medan perang. Istilah lain dari tari ini dapat dikatakn sebagai penyapu ranjau. Pria dan wanita bersama-sama menunjukan kegembiraannya dengan menari secara ekspresif. TARI LEDO HAWU Asal tarian : Kabupaten Kupang/ Sabu Tarian ini biasa dibawakan pada saat upacara kematian kepala adat.

dengan meilhat bulir-bulir padi lading yang menjanjikan dan sebagi ungkapan terimakasih kepada pencipta dan sekaligus memohon agar panen tidak gagal akibat bencana alam dan ancaman hama.TARI LEKE Asal tarian : Kabupaten Sikka Tari ini mengambarkan pesta para masyarakat etnis Sikka Krowe sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan. TARI POTO WOLO Asal tarian : Kabupaten Ende Fungsi tari ini biasa digunakan untuk menjemput para tamu agung. . Poto artinya mengangkat atau menjunjung kebesarannya. atau seorang kepala suku yang diangkat secara adat. TARI TOGADU Asal tarian : Kabupaten Ngada Todagu menggambarkan keperkasaan pemuda Nage Keo dalam berperang dan membangkitkan senmangat patriotisme. Biasanya ditarikan pada waktu malam hari yang diiringi musik gong waning dengan lantunan syair-syair adat. WASA WOJORANA Asal tarian : Kabupaten Manggarai Tarian ini biasanya dilaksanakan pada upacara adat menjelang padi lading menguning. Tarian ini ditampilkan ditampilkan dengan irama pelan dan cepat . Tarian ini diiringi oleh bambu dan tambur. Wolo artinya gunung atau bukit. Wasa Wojarana menggambarkan luapan rasa gembira .

baik itu ibu-ibu maupun gadis-gadis dan aktivitas ini merupakan suatu kerajinan rumah tangga. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh perempuan.TARI KANDINGANGU Asal tarian : Kabupaten Sumba Timur Pada zaman dahulu Kandingangu ditarikan pada upacara adata tradisional untuk memohon kehadiran pencipta alam semesta (dewa-dewi). TARI HEDUNG BUHU LELU Asal tarian : Kabupaten Lembata Suatu kegiatan kekerabatan penghalusan kapas yang telah dipisahkan dari bijinya. . TARI YAPPA IYA Asal tarian : Kabupaten Sumba Barat Tari ini menggambarkan kegiatan masyarakat Mbarambanja dalam kegiaatanya menangkap ikan. Namun masa kini tari ini biasa dipentaskan saat menyambut tamu agung atau dalam acara ramah tamah.

1985.Upacara Tradisional yang Berkaitan dengan Peristiwa Alam dan Kepercayaan Nusa Tenggara Timur. dkk.Daftar Pustaka Soh Z Andre. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful