P. 1
Laporan Praktikum Lalat Buah

Laporan Praktikum Lalat Buah

3.0

|Views: 851|Likes:
Published by Soewanda Gie

More info:

Published by: Soewanda Gie on Oct 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Drosophila melanogaster adalah serangga bersayap yang masuk keordo dipetera.

Drosophila ini merupakan jenis serangga yang satu ordo dengan drosophila ananase. Spesies ini umumnya diketahui sebagai lalat buah umum dan merupakan organisme yang paling banyak digunakan dalam penelitian genetika. Drosophila monogaster merupakan jenis lalat buah, dimasukkan dalam filum atropoda kelas insekta bangsa dipteral. Jenis Drosophila monagaster di Indonesia terdapat sekitar 600 jenis, pulau Jawa sekitar 129 jenis dari suku drosophila. Drosophila monagaster yang sering ditemukan di Indonesia dan Asia adalah Drosophila monagaster ananasae, kikawai, malerkotliana, replete, hypocousta dan imigran. Lalat buah dan atrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular, suatu seri segmen yang teratur. Segmen ini menusun tiga bagian tubuh utama. Seperti hewan semetris bilateral lainnya, Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior dan poros dorsopentral. Orang yang pertama yang menggunakan lalat buah sebagai objek penelitian genetika adalah Thomas Hunt Margon (1990) yang berhasil menemukan penemuan patuan seks. Spesies lalat buah, Drosophila melanogaster, sejenis serangga biasa yang umumnya tidak berbahaya yang merupakan pemakan jamur yang tumbuh pada buah. Lalat buah adalah serangga yang mudah berkembang biak. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan keturunan, dan generasi yang baru dapat

dikembangbiakkan setiap dua minggu. Karakteristik ini menjadikan lalat buah menjadi organisme yang cocok sekali untuk kajian-kajian genetika.

1

B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu : a. b. c. Untuk dapat membedakan jenis kelamin pada lalat buah Dapat mengetahui cara mengamati kromosom lalat buah Dapat mengetahui siklus hidup lalat buah

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Lalat buah adalah organisme yang memiliki ciri yang sudah dikenal dan sesuai untuk penyelidikan genetika karena mudah berkembang biak dan memiliki siklus hidup singkat. Sepasang lalat buah dapat menghasilkan 300-400 butir telur. Siklus hidup Drosophila terdiri atas stadium telur, larva, pupa, dan imago. Telur Drosophila sp. Telur Drosophila berukuran kira-kira 0,5 mm berbentuk lonjong, permukaan dorsal agak mendatar, sedangkan permukaan ventral agak membulat. Pada bagian anterodorsal terdapat sepasang filament yang fungsinya yang melekatkan diri pada permukaan, agar telur tidak tenggelam pada medium. Pada bagian ujung anterior terdapat lubang kecil yang disebut micropyle, yaitu tempat masuknya spermatozoa. Telur yang dikeluarkan dari tubuh biasanya sudah dalam tahap blastula. Dalam waktu 24 jam telur akan menetas menjadi larva. Larva yang menetas ini akan mengalami 2 kali pergantian kulit, sehingga periode stadium yang paling aktif. Larva kemudian menjadi pupa yang melekat pada permukaan yang relative kering, yaitu pada dinding botol kultur atau pada kertas saring. Pupa akan menetas menjadi imago setelah berumur 8-11 hari bergantung pada spesies dan suhu lingkungan (Kimbal, 1990). Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular, suatu seri segmen yang teratur. segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama, yaitu; kepala, thoraks, dan abdomen. seperti hewan simetris bilateral lainnya, Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Pada Drosophila, determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi. setelah fertilisasi, informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen (Kimbal, 1990).

3

Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – pupa – imago. Perkembangan dimulai segera setelah terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Pertama, periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhenti-berhenti untuk makan (Iqbal, 2007). Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupa, dan imago (fase seksual dengan perkembangan pada sayap). Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa (Anonim, 2011). Telur Drosophila berbentuk benda kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan. Betina dewasa mulai bertelur pada hari kedua setelah menjadi lalat dewasa dan meningkat hingga seminggu sampai betina meletakkan 50-75 telur perhari dan mungkin maksimum 400-500 buah dalam 10 hari. Telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan, yaitu satu selaput vitellin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan suatu selaput tipis tapi kuat (Khorion) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangkai.tipis. Korion mempunyai kulit bagian luar yang keras dari telur tersebut (Anonim, 20110). Larva Drosophila berwarna putih, bersegmen, berbentuk seperti cacing, dan menggali dengan mulut berwarna hitam di dekat kepala. Untuk pernafasan pada trakea, terdapat sepasang spirakel yang keduanya berada pada ujung anterior dan posterior.Saat kutikula tidak lunak lagi, larva muda secara periodik berganti kulit untuk mencapai ukuran dewasa. Kutikula lama dibuang dan integumen baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi. Selama periode pergantian kulit, larva disebut instar. Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya. Sesudah pergantian kulit yang kedua, larva (instar ketiga)

4

makan hingga siap untuk membentuk pupa. Pada tahap terakhir, larva instar ketiga merayap ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak. Dan jika dapat diringkas, pada Drosophila, destruksi sel-sel larva terjadi pada prose pergantian kulit (molting) yang berlangsung empat kali dengan tiga stadia instar : dari larva instar 1 ke instar II, dari larva instar II ke instar III, dari instar III ke pupa, dan dari pupa ke imago (Anonim, 2011). Selama makan, larva membuat saluran-saluran di dalam medium, dan jika terdapat banyak saluran maka pertumbuhan biakan dapat dikatakan berlangsung baik. Larva yang dewasa biasanya merayap naik pada dinding botol atau pada kertas tissue dalam botol. Dan disini larva akan melekatkan diri pada tempat kering dengan cairan seperti lem yang dihasilkan oleh kelenjar ludah dan kemudian membentuk pupa (Anonim, 2011). Saat larva Drosophila membentuk cangkang pupa, tubuhnya memendek, kutikula menjadi keras dan berpigmen, tanpa kepala dan sayap disebut larva instar 4. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala, bantalan sayap, dan kaki. Puparium (bentuk terluar pupa) menggunakan kutikula pada instar ketiga. Pada stadium pupa ini, larva dalam keadaan tidak aktif, dan dalam keadaan ini, larva berganti menjadi lalat dewasa.Struktur dewasa tampak jelas selama periode pupa pada bagian kecil jaringan dorman yang sama seperti pada tahap embrio. Pembatasan jaringan preadult (sebelum dewasa) disebut anlagen. Fungsi utama dari pupa adalah untuk perkembangan luar dari anlagen ke bentuk dewasa (Anonim, 2011). Dewasa pada Drosophila melanogaster dalam satu siklus hidupnya berusia sekitar 9 hari. Setelah keluar dari pupa, lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya belum terbentang. Sementara itu, lalat betina akan kawin setelah berumur 8 jam dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan (Anonim, 2011).

5

BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu Dan Tempat Hari/Tanggal : Rabu, 15 juni 2011 Waktu Tempat : 11.00 – 13.30 WITA : Laboratorium Animals Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. B. Alat dan bahan a. Alat Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah jarum, mikroskpop, objek gelas, pipet dan tissu. b. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah acetic acid, aquadest, Drosophila melanogaster, larutan osein dan larutan ringer. C. Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: a. Mengeluarkan larva Drosophila dari media kultur dan meletakkan dalam cawan petri berisi aquadest b. Mengambil larva dan meletakkan diatas objek glass yang telah ditetesi larutan ringer. c. Dengan menggunakan dua jarum yangt dipegang dengan kedua tangan, menusuk bagian anterior dan posterior larva kemudian menarik secara berlawanan arah d. Mendapatkan kelenjar ludah dari bagian anterior larva. Membersihkan lemak yang menempel pada kelenjar ludah, bila ada dengan menggunakan jarum e. Meletakkan kelenjar ludah diatas objek glass yang telah ditetesi acetic acid dan mendiamkan selama 2-3 menit dalam keadaan tertutup cover glass. f. Memegang objek glass dengan satu tangan dan ketukkan tangan dengan tangan sebelahnya. Lalu meletakkan objek

6

glass pada meja dan mengetuk ngetukkan tepi objek glass dengan pinset. g. Menaruh objek glass diselopan tisu untuk mengeringkan larutan yang keluar. h. Dengan tissue pada ujung objek glass, menetesi objek glass dengan larutan osein pada ujung lainnya. Lalu mendiamkan selama 30-60 menit. i. Mengamati kromosom dibawah mikroskop, dan selanjutnya kita mengamati jenis kelamin lalat buah.

7

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan dalam praktikum ini yaitu cara membedakan lalat buah jantan dan betina yaitu Lalat buah betina memiliki ukuran panjang sekitar 2,5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina.Pada lalat buah jantan bagian tubuh belakang lebih gelap, Sayap pada lalat buah jantan sayapnya membuka sedangkan pada betina tertutup. B. Pembahasan Drosophila memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam dibagian tubuh belakang. Betina memiliki ukuran panjang sekitar 2,5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina. Pada jantan, bagian tubuh belakang lebih gelap. Sayap pada lalat buah jantan membuka sedangkan pada betina tertutup. Kromosom raksasa yng terdapat pada kelenjar ludah Drosophila melanogaster terbentuk karena proses endomitosis dimana strand kromosom mereplikasi terus menerus tanpa terjadi pembelahan inti. Untuk mendapatkan kromosom raksasa ini perlu didapatkan terlebih dahulu kelenjar ludah larva insttar 3 drosophila melanogaster. Kelenjar ludah ini
8

terletak didaerah antara kepala dengan leher. Warna kelenjar ludah adalah transparan dan akan berubah menjadi keruh saat dittesi larutan fiksatif FAA. Kelenjar ludah Drosophila melanogaster berjumlah sepasang dengan bentuk seperti ginjal. Jumlah kromosom relatif sedikit, yaitu 4 pasang dan memiliki “Giant Chromosme”. kromosom ini terdapat dalam sel-sel kelenjar ludah yang besarnya 100 kali lipat dari kromosom biasa, sehingga mudah diamati di bawah mikroskop cahaya. Gambar siklus hidup lalat buah

Siklus hidup lalat buah yaitu pada telur lalat buah yang dewasa akan bertelur pada hari kedua dari pupa dan berkembang selama lebih kurang 1 minggu. pada larva, Larva berwarna putih keruh atau putih kekuning kuningan, berbentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing. Larva lalat buah terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, toraks (3 ruas), dan abdomen (8 ruas). Ketika pupa bagian kepala terbentuk, pupa seperti ini biasanya disebut dengan instar keempat. Kemudian menjadi susunan yang lebih sempurna dengan bagian kepala, susunan kepala dan kaki kakinya. Imago lalat buah rata-rata berukuran 0,7 mm x 0,3 mm terdiri atas kepala, toraks dada dan abdomen.

9

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu : a. Dalam membedakan jenis kelamin lalat buah yaitu lalat buah betina memiliki ukuran panjang sekitar 2,5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina. Pada lalat buah jantan bagian tubuh belakang lebih gelap, sayap pada lalat buah jantan sayapnya membuka sedangkan pada betina tertutup. b. Kromosom raksasa yng terdapat pada kelenjar ludah Drosophila melanogaster terbentuk karena proses endomitosis. Untuk

mendapatkan kromosom raksasa ini perlu didapatkan terlebih dahulu kelenjar ludah larva insttar 3 Drosophila melanogaster. Kelenjar ludah Drosophila melanogaster berjumlah sepasang dengan bentuk seperti ginjal. c. Siklus hidup lalat buah pada tahap pertama yaitu telur, kemudian tahap kedua yaitu larva, selanjutnya pada tahap tiga yaitu pupa dan tahap terakhirnya yaitu imago. B. Saran Adapun saran kami yaitu seharusnya bahan yang digunakan dalam praktikum disediakan oleh laboratorium sehingga praktikan tidak kesusahan untuk menyediakan bahan yang diperlukan dan sebelum pembuatan laporan asisten harus asistensi laporan supaya praktikan biasa lebih muda mengerjakan laporan.

10

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. Lalat Buah, http//www. Lalat buah. Com. Diakses 15 juni 2011 Cambel. 2001. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Iqbal, Muhammad. 2007. Pengamatan Kromoson Raksasa pada Drosophila Melanogaster. http://www. Bio_um.blogostpot. com. Diakses 16 juni 2011. Manning. 2006. A Quick and Simple Introducton to Drosophila Melanogaster. www.ceols.org/fly/intro.html. Diakses 16 juni 20011. Kimbal, W. 1990. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

.

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->