MAKALAH MIKOLOGI “PIGMEN WARNA YANG DIHASILKAN FUNGI”

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 8 ARI NIDHI ASTUTI DESIANA NUR KHOLIDA APRILIA MEGA SARI AYU NARKAYATUN ADRIYANTO TRILAKSANA (09308141020) (09308141022) (09308141031) (09308141032) (09308141040)

PROGRAM STUDI BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

. kami membuat makalah ini yang bertujuan untuk mempelajari tentang zat warna yang dihasilkan fungi. di Asia. Umumnya bentuk yang terlihat tersebut adalah bagian dari koloni suatu fungi.benang putih halus sekali yang membentuk suatu jala. Untuk mengatahui macam. Warna merupakan faktor yang pertama kali menjadi pertimbangan utama manusia dalam menilai suatu produk makanan dan minuman. salah satu pewarna makanan yang sering digunakan adalah angkak (beras merah) yang diperoleh dari hasil pertumbuhan jamur Monascus pada butiran beras (Juzlova et al. Salah satu jenis mikroorganisme yang mampu menghasilkan pigmen alami adalah Monascuc purpureus. Apa sajakah contoh jenis fungi yang menghasilkan zat warna? 3. buah-buahan yang mulai membusuk. biru dan sebagainya). Pigmen warna fungi berasal dari metabolit sekunder.Pigmen Warna yang Dihasilkan Fungi A.dll). Bagaimana mekanisme pembentukan pigmen pada M. Oleh karena itu. Latar Belakang Di alam fungi dapat dilihat dan dikenal dengan meudah apabila kita memperhatikan tempat-tempat yang lembab misalnya pada substrat seresah. Untuk mengetahui contoh jenis fungi yang menghasilkan zat warna. Warna yang beredar di pasaran atau yang dipakai pada industri tradisional dan modern umumnya lebih banyak menggunakan warna sintesis daripada warna alami sehingga tidak heran bila warna sintesis tersebut jumlahnya lebih banyak daripada warna alami. Tujuan 1. atau berupa bercak-bercak dengan warna indah yang cerah (hijau. mikroorganisme ini telah digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman. Untuk mengetahui mekanisme pembentukan pigmen pada M.purpureus. yaitu berupa benang. atau pada batang tumbuhan. B. Di Jepang dan Cina. di Indonesia belum dikomersialkan dalam skala produksi. Namun.1996).tumor. Apa saja zat warna yang terdapat pada fungi? 2.purpureus? C. pemakaian warna sintesis ini akan merugikan bagi manusia sendiri (kanker.. Sebagai imbasnya. 3.macam zat warna pada fungi 2. jingga. Rumusan Masalah 1.

Peran penting karotenoid adalah sebagai agen antioksidan dan dalam sistem fotosintesis. Zat Warna pada Fungi Salah satu hasil metabolit sekunder kapang adalah pigmen (zat warna). Karotenoid termasuk kelompok senyawa terpenoid dimana warna yang ditimbulkan oleh senyawa ini sangat bervariasi tergantung dari panjangnya kromofor dan jenis ikatan oksigennya yang terkandung di dalamnya (Frengova et al. Melanin adalah senyawa hasil oksidasi dan polimerisasi senyawa-senyawa fenol. kuning. Selain itu. Karotenoid tidak hanya ditemukan pada buah dan sayuran (tumbuhan). Secara tradisional manusia sudah memanfaatkan zat warna asal fungi pada bahan pangan atau bahan lain agar lebih menarik agar dan dinilai tambahannya naik. tetapi juga pada organisme lain seperti ganggang dan beberapa jenis bakteri fotosintetik. Karena belum banyak penelitian mengenai pigmen organisme tersebut. serta pada beberapa jenis fungi dan bakteri nonfotosintetik. Melanin dapat juga ditemukan pada lapisan permukaan dinding sel.. Karotenoid adalah golongan senyawa kimia organik bernutrisi yang terdapat pada pigmen alami tumbuhan dan hewan.1997). Warna koloni kapang dapat berasal dari pigmentasi hifa. karotenoid juga dapat diubah menjadi vitamin esensial. Kedua jenis mikroorganisme ini dapat memproduksi pigmen menyerupai pigmen yang terdapat di dalam tanaman. Warna eksudat yang indah dan cerah banyak dapat ditemukan pada koloni. pigmen karotenoid dapat juga dihasilkan oleh beberapa mikroorganisme antara lain bakteri dan khamir. Karotenoid merupakan zat yang menyebabkan warna merah. . Selain itu. dan miselium. Dalam hal ini fungsinya untuk melindungi sitoplasma dari radiasi ultraviolet atau dapat juga terhadap enzim-enzim lisis dari organisme lain. karotenoid masuk ke dalam golongan terpenoid.D. oranye. dan hijau tua pada buah dan sayuran. maka produksi karoteniod dari mikroorganisme belum dilakukan secara komersial dalam skala industri. Lagi pula warna tersebut bisa bersifat racun bisa tidak. Berdasarkan struktur kimianya.koloni kapang. seperti halnya lignin pada tumbuhan tingi. Karotenoid adalah pigmen yang terdapat dalam bunga dan buah seperti warna merah pada tomat dan orange pada wortel. Selain dari tanaman. Senyawa tersebut termasuk dalam lapisan-lapisan dinding sel yang sudah ada. secara umum warna fungi dihasilkan dari produksi spora. tubuh buah. Warna tersebut juga terdapat pada konidia. Pembahasan 1. spora. contohnya: melanin.

khususnya Zn. Ion Zn2+ merupakan salah satu nutrien yang palaing penting bagi kehidupan organisme karena berperan dalam aktivitas beberapa enzim. dan di bawah mikroskop stereo dapat dilihat aneka bentuk kepala konidia. atau seperti butiran yang kasar menunjukkan keindahan warna. putih kekuningan (Mucor sp. maka Zn2+ dikelompokkan dalam mikronutrien (Gottschalk. dan sebagai stabilisator supaya enzim tetap aktif (Timotius. Kandungan nutrien organik. Contoh Fungi yang Menghasilkan Zat Warna Koloni. Pigmen kehijauan Di Eropa misalnya. Disamping berperan dalam aktivetas enzim. Warna-warni yang dapat dilihat antara lain. citrinum). Amylomyces rouxii). hijau dengan eksudat merah darah diantara miselium (Penicilium purpurogenum). antara lain sebagai kofaktor enzim karbonat anhidrase. Menurut Lin dan Demain (1993) kandungan fosfat yang tinggi (>70 mM) dapat menghambat pertumbuhan Monascus dan pembentukan pigmennya. Pembentukan pigmen ini dapat meningkat dengan penambahan logam-logam berat. dan komposisi medium. Penicillium roqueforti khusus diinokulasi kedalam keju . a. warna hitam kelam atau hitam kecoklatan (Aspergillus niger). warna hijau muda (Rhizopus sp. Ion logam ini berfungsi untuk mengikat substrat. Zn2+ dalam jumlah yang cukup akan mendukung perumbuahan organisme.bentuk bulat besar yang hitam atau ungu tua(tubuh buah seksual dari Chaetomium globosum. Chorosplenium aeroginascens sengaja diinokulasi kedalam kayu karena warna hijau yang khas akan timbul dalam kayu yang terinfeksi dan menghasilkan guratan sangat indah sehingga diminati oleh para kolektor barang seni. misalnya) dan lain sebagainya. Kofaktor adalah zat non protein tambahan pada enzim yang berupa ion logam/metal. warna biru kehijauan (Penicillium italicum. mungkin pula terlihat bentuk. logam dan mineral di dalam medium sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pembentukan pigmen oleh Monascus. sedangkan konsentrasi yang tinggi dari MgSO4 (16 mM) akan memacu pertumbuhan Monascus tetapi akan menghambat pertumbuhan pigmennya. cokelat oker muda (Paecilomyces varioti). Syncephalastrum racemosum). P. suhu. warna kuning cerah seperti belerang (Aspergillus sulphureus). warna coklat tua (Aspergillus tamarii).. Karena dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah yang relatif rendah. warna hijau pupus kekuningan (Aspergillus oryzae). 2. 1982). 1986).Pembentukan pigmen oleh jamur pada umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor: misalnya cahaya..koloni kapang dengan permukaan seperti beludru atau tepung halus.

Pigmen fungi yang lain Fungi juga menghasilkan pigmen yang belum dikembangkan secara industrial. mewarnai sosis. Cara tradisional adalah menumbuk kapang tersebut pada beras sehingga beras tersebut berwarna merah dan mereka menamakannya angkak. 3. dan stromata. c.. Pigmen alami berwarna merah tersebut adalah hasil metabolisme sekunder Monascus purpureus yang sejauh ini diketahui tidak bersifat racun. 1998). Peran karoten dalam fungi belum diketahui dengan pasti.garis biru dan aroma khas pada keju tersebut (Alexopoulos et al. Mekanisme Pembentukan Pigmen Angkak Angkak merupakan produk fermentasi kapang Monascus purpureus yang umumnya ditumbuhkan pada substrat beras. 1994. 1996) b. spora. Sun.. Leistner. Taiwan. tetapi ada dugaan kuat bahwa karoten merupakan precursor hormon seksual yang dibentuk dalam hifa strain-strain Mocorales yang heterotalik. Angkak sebenarnya telah digunkan oleh penduduk China. 1993. 1998. Chen & Johns. yaitu rubropunctatin dan monascorubrin yang menghasilkan warna orange. 1994: Martinkova et al. Pigmen merah Di Cina.agar diperoleh garis. Monascus purpureus tidak banyak . daging bebek. daging babi. 1995). Zat warna merah tersebut juga terbukti bersifat antibiotik bakteri Escherecia coli dan Bacillus subtilis. serta juga mengandung senyawa statin dengan beras sebagai substrat (Rahayu. antara lain terpene yang tediri atas melanin dan karoten. Melanin terdapat di dinding hifa. Juzlova et al. Statin adalah senyawa yang terbukti menurunkan kadar kolesterol dalam darah (Hai. monacin dan ankaflavin menghasilkan warna kuning. serta rubropunctamine dan monascorubria-mine menghasikan warna merah (Lin & Demain. Warna merah yang dihasilkan Monascus purpureus merupakan gabungan pigmen dari 6 senyawa yang dibagi menjadi 3 kelompok.. 2000). 1993). untuk menghias kue-kue khas Cina. mengingat banyak zat warna merah lain untuk pewarnaan bahan pangan (berupa senyawa kimia) tidak memenuhi persyaratan dari segi kesehatan. tofu dan anggur beras (Fabre et al. misalnya. Korea. sklerotium. Indonesia hingga kini masih mengimpor angkak dari Cina. Monascus purpureus khusus digunakan untuk memperoleh warna merah khas pada bahan makanan. Fungi juga sering menghasilkan pigmen penting bagi dirinya.. sedangakan warna kuning hingga jingga terdapat di vesikel dalam sitoplasma. 2001).

dan sebagainya (Hesseltine. 2001) Pertumbuhan jamur Monascus menjadi indikator kunci dalam sintesis metabolit pigmen dan lainnya. Angkak mengandung pigmen alami yang telah lama digunakan sebagai pewarna makanan di Cina. sebagian besar ditemukan pada produk makanan. Red Yeast Rice. Xue Zhi Kang. Angkak juga populer dengan berbagai nama seperti Beni-koju. Zhi Tai. red fermented rice atau red yeast rice (beberapa negara yang berbahasa Inggris) Red Leaven. Went. citrinin dan mevinolin dapat dideteksi setelah tahap pertama dari pertumbuhan jamur berakhir. daging . Oleh karena itu. Red Rice. pasta ikan. energi. Red Rice Yeast. Yongsmith (1999) menjelaskan bahwa selama tahap pertama periode fermentasi. Pada tahap terakhir. karbon dioksida. jamur memanfaatkan sumber karbon dan nitrogen dari substrat untuk metabolit primer. Monascus. Setelah fase pertumbuhan miselium berubah menjadi berwarna merah keunguan dan tumbuh dengan baik pada suhu 27-320C (INPR.1 Produk fermentasi kapang Monascus purpureus pada media beras (Angkak) (Anonim. Propagulnya tipis. biokonversi. jamur menggunakan produk yang dihasilkan pada tahap pertama untuk memproduksi metabolit sekunder. dan air. ang-quac. metabolit sekunder. Taiwan. seperti pigmen. 2006). Mikrobia ini menghasilkan warna yang khas. anggur. dan Filipina untuk mewarnai produk-produk seperti ikan. namun menjadi keabu-abuan jika konidia sedang tumbuh. Hong-Qu (Cina). 1965).1.ditemukan di alam. . keju. tumbuh menyebar dengan miselium yang berwarna merah atau ungu. Profil produk fermentasi ini dapat dilihat pada Gambar 2.. Gambar 2. bheni-koji Red Koji dan aga-koji (Jepang). acar. dan anka (Manjasari 2005).

Dimulai dengan tahap katabolisme substrat oleh mikroba dengan cara memecah senyawa-senyawa makromolekul yang terkandung dalam substrat. Tahap terakhir dari proses ini adalah pemindahan ikatan fosfat berenergi tinggi dari fosfoenol piruvat ke molekul ADP sehingga terbentuk satu molekul ATP dan asam piruvat (Rachman. Selanjutnya terjadi pemindahan ikatan fosfat ke molekul ADP sehingga terbentuk 1 molekul ATP dan asam 3-fosfogliserat.Pigmen angkak merupakan salah satu metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kapang berfilamen Monascus sp. Pemecahan fruktosa 1.3 difosfogliserat. Tahap pertama dari lintasan HDP adalah fosforilasi glukosa menjadi glukosa-6-fosfat yang dikatalisis oleh enzim heksokinase dan memerlukan satu molekul ATP dan ion magnesium. maka hasil dari glikolisis dialihkan untuk membentuk metabolit sekunder. Karbohidrat sebagai salah satu makromolekul merupakan sumber energi dominan bagi mikroba. Pada tahap selanjutnya terjadi oksidasi dan fosforilasi gliseraldehida-3-fosfat menjadi asam 1. 1989). Tahap berikutnya merupakan pemecahan menjadi senyawa dengan dua atau tiga atom karbon. Pemecahan glukosa menjadi asam piruvat terjadi melalui lintasan heksosa di fosfat (HDP). Fosforilasi fruktosa-6-fosfat menjadi fruktosa 1.2. Sumber energi kedua setelah karbohidrat adalah protein. 1989). Karbohidrat dalam bentuk polisakarida dipecah menjadi heksosa atau pentosa. Protein dipecah menjadi asam-asam amino.6-difosfat dikatalisis oleh enzim fosfofruktokinase dan memerlukan satu molekul ATP dan ion magnesium. Bila nitrogen yang terdapat dalam substrat habis. kemudian membentuk gugus poliketida yang dapat digunakan untuk pembentukan pigmen. Tahap selanjutnya dikatalisis oleh enzim fosfoglukoisomerase. Asam piruvat dari lintasan HDP mengalami dekarboksilasi oksidatif dengan bantuan enzim piruvat dehidrogenase dan koenzim A membentuk asetil koA dan malonil koA. Proses pembentukan metabolit pigmen tersebut melalui suatu jalur yang cukup panjang. Jalur yang umum dipakai oleh mikroorganisme untuk menghasilkan energi adalah jalur HDP (Fardiaz. Isomerasi dan pelepasan satu molekul air menghasilkan asam fosfoenol piruvat yang memiliki ikatan fosfat berenergi tinggi dalam molekulnya.6-difosfat menjadi senyawa triosa fosfat yaitu gliseraldehida-3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat. Skema pembentukan pigmen dapat dilihat pada gambar 2. .

proses fermentasi pada produksi pigmen angkak juga memerlukan karbon dan nitrogen. Ketika kultur masih . Pada skema ini pembentukan pigmen terkait dengan lintasan sintesis asam lemak.3.Glukosa Pentosa Glukosa-6-fosfat tetrosa Triosa Piruvat CO2 Asetaldehida Asetil KoA Koenzim A Poliketida Malonil KoA Pembentukan pigmen Gambar 2. atau N organik seperti protein dan urea. Cairan ini lalu pecah dan menyebarkan partikel-partikel bulat kecil ke ujung hifa. 2000) Hajjaj et al. Dengan adanya asetil koA. asam lemak yang terbentuk akan membentuk β-ketoacid. ammonia.2 Pembentukan metabolit sekunder pigmen (Turner. Melalui proses esterifikasi poliketida kemudian akan membentuk monaskorubrin dan oleh adanya asam glutamat akan terbentuk N-glutarilmonaskorubramin. sedangkan heksaketida selanjutnya akan membentuk poliketida kromofor. sedangkan sumber N dari udara tidak dapat dipakai. Seperti untuk pertumbuhan suatu makluk hidup. Sumber C berasal dari pati dan sumber N berasal dari nitrat. (2000) juga memberikan ilustrasi skema pembentukan pigmen seperti tersaji pada Gambar 2. Pada jenis kapang Monascus terjadi proses ekstrusi cairan melalui ujung hifa dan membentuk cairan seperti getah yang tidak beraturan. Satu molekul asetat dan 3 molekul malonat oleh adanya enzim asam lemak sintetase akan dibentuk asam oktanoat.. Satu molekul asetat dan 5 molekul malonat yang lain oleh adanya enzim poliketida sintetase akan dibentuk heksaketida.

Kestabilan mutu pigmen ini oleh pengaruh fisik dan kimia selama penyimpanan dapat dipertahankan sampai dua bulan. Komponen utama pigmen angkak terdiri dari pigmen orange yaitu rubropunktatin (C21 H22 O5) dan monaskorubrin (C23 H26 O5). dengan mengemas menggunakan kemasan gelas atau plastik berlapis alumunium foil. atau jingga jika kultur ditambahkan pada media PDA. MSG. Pigmen kuning (monaskin dan ankaflavin) merupakan turunan dari pigmen jingga. kuning. terjadi kerena pergantian atom oksigen piranoid pada pigmen jingga oleh gugus -NH pada keadaan basa sehinggga membentuk pigmen merah. Skema pembentukan pigmen pada kapang Monascus tersaji pada Gambar 2. Struktur dari komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.muda. bila bereaksi dengan molekul grup amino maka warnanya akan berubah menjadi merah. .4 Perubahan warna pada pigmen angkak dari warna jingga (monaskorubrin dan rubropunktatin) ke warna merah (monaskobramin dan rubropunktamin). Pigmen yang dihasilkan M. cairan ekstrusinya tidak berwarna.3. purpureus mempunyai kestabilan yang lebih baik bila disimpan pada pH netral atau alkali. glisin atau BSA yang mempunyai struktur kristal dan warnanya sangat merah. lama-kelamaan akan berubah menjadi merah. Pigmen ini juga mempunyai kemampuan membentuk komplek dengan arginin. 1994). serta merah yaitu rubropunktamin (C21H29NO4) dan monaskorubramin (C23 H29NO4). kuning yaitu monaskin (C21 H26 O5) dan ankaflavin (C23 H30 O5). serta dengan mengolah pigmen cair menjadi pigmen bubuk (Mitrajanty.

2000) .Gambar 2.3 Skema pembentukan pigmen pada Monascus ruber (Hajjaj et al.

sedangkan yang lebih panjang mempunyai 2-6 septat. tetapi lama kelamaan berubah menjadi kemerahan.4 mikron.Gambar 2. cairan tidak berwarna.5. anka Sato. Pada kelembaban dan suhu yang mendukung pertumbuhannya. M. Monascus purpureus adalah kapang sempurna karena dapat bereproduksi secara seksual dengan askospora maupun aseksual. ankanakazawa. merah atau jingga jika kultur ditumbuhkan pada PDA . Spesies yang paling umum digunakan sebagai penghasil angkak adalah M. 1965). M. Fenomena tidak umum yang terjadi pada kapang jenis Monascus adalah keluarnya cairan granular melalui ujung hifa. Ketika kultur masih muda. dan M. M. Menurut Yuan (1980). Rugriguosus Sato. kuning. Cairan ini kemudian pecah dan menyebarkan partikel-partikel bulat kecil ke ujung hifa. Menurut Pallo et al. Pada media PDA panjang miselium bervariasi antara 18-396 mikron dan lebarnya 3-5. 2001) Di alam terdapat berbagai spesies kapang penghasil angkak seperti Monascus bakeri. (1960) reproduksi secara aseksual ditandai dengan pembentukan konidiofora yang muncul dari miselium yang terendam dalam medium.4 Komponen utama pigmen angkak (Yuan. M. rubropunctatus Sato. purpureus West (Hesseltine. konidia dapat bergerminasi setelah 4-5 jam pada medium agar. Profil kapang Monascus sp dapat dilihat pada Gambar 2. Konidiofora yang pendek hanya mempunyai satu septat. purpureus Wentii. Konidiofora dapat dibedakan dari filamen yang lain dengan bentuk apeks yang berstruktur vesikuler. cairan yang keluar tersebut bersatu pada ujung hifa dan membentuk cairan seperti getah yang tidak beraturan bentuknya. Vesikel yang membesar dipisahkan oleh septat yang berada dibawahnya dan membentuk rantai.

putih kekuningan. hijau muda. dan ribonuklease (Steinkraus. Dalam proses fermentasi beras yang diinokulasi dengan Monascus sp mengalami proses sakarifikasi dan pemecahan proteolitik sejalan dengan pengeluaran enzim amilolitik dan protease. biru kehijauan. E.5 Penampang kapang Monascus sp (Anonim. Gambar 2. invertase. Pigmen merah yang dihasilkan tidak hanya dapat diamati pada kandungan bagian dalam hifa tetapi dapat berdifusi menembus bagian dalam substrat (Hesseltine. alfa-glukosidase.(Potato Dextrose Agar) atau agar Sabouraud. Pigmen ini paling cepat tampak setelah pertumbuhan 40-48 jam. ungu tua dan lain sebagainya. lipase. 2001) Media fermentasi yang umum digunakan untuk pertumbuhan Monascus adalah beras. coklat tua. warna hijau pupus kekuningan (Aspergillus oryzae). oksidase. Pigmen (zat warna) merupakan salah satu hasil dari metabolit sekunder. Enzim-enzim lain yang ditemukan dalam angkak adalah maltase. hitam kelam. Kesimpulan 1. 2. warna kuning cerah seperti belerang (Aspergillus sulphureus). kuning cerah. 1965). Macammacam zat warna pada fungi antara lain hijau pupus kekuningan. warna hitam kelam atau hitam kecoklatan (Aspergillus . Pigmentasi pada fungi dihasilkan oleh pigmentasi hifa dan karatenoid. 1983). Contoh jenis fungi yang menghasilkan zat warna antara lain. hijau eksudat merah muda.

warna hijau muda (Rhizopus sp. warna biru kehijauan (Penicillium italicum. warna coklat tua (Aspergillus tamarii). cokelat oker muda (Paecilomyces varioti). Mekanisme pembentukan pigmen pada M.bentuk bulat besar yang hitam atau ungu tua(tubuh buah seksual dari Chaetomium globosum. citrinum). mungkin pula terlihat bentuk.. P. Amylomyces rouxii).. Purpureus yaitu melalui pemecahan glukosa menjadi asam piruvat terjadi melalui lintasan heksosa di fosfat (HDP). . misalnya) dan lain sebagainya. Syncephalastrum racemosum). putih kekuningan (Mucor sp. Selanjutnya dibentuk poliketida yang digunakan pembentukan pigmen. 3.niger). hijau dengan eksudat merah darah diantara miselium (Penicilium purpurogenum).

K. Mikrobio Dasar. pp 868. Mikologi Dasar dan Terapan. Biotechnol. L.16:163-167 Lin.W.1996. Effect of Nutrition of Monascus sp on The Formation of Red Pigments. Appl. 2001.K. Hai. Bacterial Metabolism.1991. 1998. Blackwell. Industri.L. Timotius. Production Of Monacolin by Monascus purpureus on Rice Solid State Fermentation.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1998. Mima & M.2006. Microbiol.F. M 3090.Kren. France. C. Indrawati dkk. 1986.. H. July 8-10. Produksi Pigmen dari Senyawa Statin Melalui Fermentasi Substrat cair dan Substrat Padat oleh Monascus purpureus Went. C. Martinkova dan V.P. pp 74.36:70-75 Rahayu. J. Inc. 1982. Tesis Magister Sains Biologi. Toulouse. dan A. Introductory mycology. J.T. 4th ed JohnWiley& Sons. Secondary Metabolites of the Fungus Monascus: a review.Demain. New York: Springer-Verlag. Z. The Symposium on Monacus Culture and Aplication. Microbiol. FMIPA Universitas Indonesia. Depok. New York.L. Juslova.. Gottschalk. G. Gandjar. .DAFTAR PUSTAKA Alexopoulos.. Semarang: Satya Wacana. 1996.

Lampiran .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful