MAKALAH MIKOLOGI “PIGMEN WARNA YANG DIHASILKAN FUNGI”

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 8 ARI NIDHI ASTUTI DESIANA NUR KHOLIDA APRILIA MEGA SARI AYU NARKAYATUN ADRIYANTO TRILAKSANA (09308141020) (09308141022) (09308141031) (09308141032) (09308141040)

PROGRAM STUDI BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

B. atau pada batang tumbuhan. Warna merupakan faktor yang pertama kali menjadi pertimbangan utama manusia dalam menilai suatu produk makanan dan minuman. . Untuk mengetahui mekanisme pembentukan pigmen pada M. Bagaimana mekanisme pembentukan pigmen pada M.dll).tumor. di Asia. Sebagai imbasnya. buah-buahan yang mulai membusuk.macam zat warna pada fungi 2. Apa sajakah contoh jenis fungi yang menghasilkan zat warna? 3. biru dan sebagainya). kami membuat makalah ini yang bertujuan untuk mempelajari tentang zat warna yang dihasilkan fungi. Warna yang beredar di pasaran atau yang dipakai pada industri tradisional dan modern umumnya lebih banyak menggunakan warna sintesis daripada warna alami sehingga tidak heran bila warna sintesis tersebut jumlahnya lebih banyak daripada warna alami.benang putih halus sekali yang membentuk suatu jala. di Indonesia belum dikomersialkan dalam skala produksi.1996). Untuk mengetahui contoh jenis fungi yang menghasilkan zat warna.purpureus? C. salah satu pewarna makanan yang sering digunakan adalah angkak (beras merah) yang diperoleh dari hasil pertumbuhan jamur Monascus pada butiran beras (Juzlova et al. Umumnya bentuk yang terlihat tersebut adalah bagian dari koloni suatu fungi. pemakaian warna sintesis ini akan merugikan bagi manusia sendiri (kanker. Di Jepang dan Cina. Latar Belakang Di alam fungi dapat dilihat dan dikenal dengan meudah apabila kita memperhatikan tempat-tempat yang lembab misalnya pada substrat seresah.Pigmen Warna yang Dihasilkan Fungi A. Oleh karena itu. mikroorganisme ini telah digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman. Salah satu jenis mikroorganisme yang mampu menghasilkan pigmen alami adalah Monascuc purpureus. atau berupa bercak-bercak dengan warna indah yang cerah (hijau. 3.. Tujuan 1.purpureus. Apa saja zat warna yang terdapat pada fungi? 2. yaitu berupa benang. Untuk mengatahui macam. jingga. Pigmen warna fungi berasal dari metabolit sekunder. Namun. Rumusan Masalah 1.

secara umum warna fungi dihasilkan dari produksi spora. Pembahasan 1. Warna eksudat yang indah dan cerah banyak dapat ditemukan pada koloni. Melanin adalah senyawa hasil oksidasi dan polimerisasi senyawa-senyawa fenol. Karotenoid merupakan zat yang menyebabkan warna merah. Karotenoid adalah pigmen yang terdapat dalam bunga dan buah seperti warna merah pada tomat dan orange pada wortel. Karena belum banyak penelitian mengenai pigmen organisme tersebut. tubuh buah.. kuning. Karotenoid tidak hanya ditemukan pada buah dan sayuran (tumbuhan). karotenoid masuk ke dalam golongan terpenoid. Dalam hal ini fungsinya untuk melindungi sitoplasma dari radiasi ultraviolet atau dapat juga terhadap enzim-enzim lisis dari organisme lain. tetapi juga pada organisme lain seperti ganggang dan beberapa jenis bakteri fotosintetik. maka produksi karoteniod dari mikroorganisme belum dilakukan secara komersial dalam skala industri. Selain dari tanaman. Lagi pula warna tersebut bisa bersifat racun bisa tidak. Secara tradisional manusia sudah memanfaatkan zat warna asal fungi pada bahan pangan atau bahan lain agar lebih menarik agar dan dinilai tambahannya naik. Senyawa tersebut termasuk dalam lapisan-lapisan dinding sel yang sudah ada. Selain itu. Karotenoid adalah golongan senyawa kimia organik bernutrisi yang terdapat pada pigmen alami tumbuhan dan hewan. oranye. pigmen karotenoid dapat juga dihasilkan oleh beberapa mikroorganisme antara lain bakteri dan khamir. Peran penting karotenoid adalah sebagai agen antioksidan dan dalam sistem fotosintesis. spora. dan hijau tua pada buah dan sayuran. Warna tersebut juga terdapat pada konidia. Kedua jenis mikroorganisme ini dapat memproduksi pigmen menyerupai pigmen yang terdapat di dalam tanaman. Warna koloni kapang dapat berasal dari pigmentasi hifa. Selain itu. karotenoid juga dapat diubah menjadi vitamin esensial. serta pada beberapa jenis fungi dan bakteri nonfotosintetik. Karotenoid termasuk kelompok senyawa terpenoid dimana warna yang ditimbulkan oleh senyawa ini sangat bervariasi tergantung dari panjangnya kromofor dan jenis ikatan oksigennya yang terkandung di dalamnya (Frengova et al. contohnya: melanin.D. .1997). Zat Warna pada Fungi Salah satu hasil metabolit sekunder kapang adalah pigmen (zat warna). dan miselium.koloni kapang. seperti halnya lignin pada tumbuhan tingi. Berdasarkan struktur kimianya. Melanin dapat juga ditemukan pada lapisan permukaan dinding sel.

warna biru kehijauan (Penicillium italicum. Syncephalastrum racemosum). khususnya Zn. putih kekuningan (Mucor sp. 1982). atau seperti butiran yang kasar menunjukkan keindahan warna. sedangkan konsentrasi yang tinggi dari MgSO4 (16 mM) akan memacu pertumbuhan Monascus tetapi akan menghambat pertumbuhan pigmennya. suhu.koloni kapang dengan permukaan seperti beludru atau tepung halus. cokelat oker muda (Paecilomyces varioti). Ion logam ini berfungsi untuk mengikat substrat. 1986). warna hitam kelam atau hitam kecoklatan (Aspergillus niger). P.bentuk bulat besar yang hitam atau ungu tua(tubuh buah seksual dari Chaetomium globosum. Menurut Lin dan Demain (1993) kandungan fosfat yang tinggi (>70 mM) dapat menghambat pertumbuhan Monascus dan pembentukan pigmennya. dan di bawah mikroskop stereo dapat dilihat aneka bentuk kepala konidia. Pigmen kehijauan Di Eropa misalnya. Kofaktor adalah zat non protein tambahan pada enzim yang berupa ion logam/metal. logam dan mineral di dalam medium sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pembentukan pigmen oleh Monascus. Contoh Fungi yang Menghasilkan Zat Warna Koloni. dan sebagai stabilisator supaya enzim tetap aktif (Timotius. hijau dengan eksudat merah darah diantara miselium (Penicilium purpurogenum). antara lain sebagai kofaktor enzim karbonat anhidrase. warna hijau pupus kekuningan (Aspergillus oryzae). Disamping berperan dalam aktivetas enzim. Pembentukan pigmen ini dapat meningkat dengan penambahan logam-logam berat. Penicillium roqueforti khusus diinokulasi kedalam keju . dan komposisi medium. Karena dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah yang relatif rendah. maka Zn2+ dikelompokkan dalam mikronutrien (Gottschalk. a. misalnya) dan lain sebagainya. mungkin pula terlihat bentuk. Kandungan nutrien organik.. warna kuning cerah seperti belerang (Aspergillus sulphureus).Pembentukan pigmen oleh jamur pada umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor: misalnya cahaya. warna coklat tua (Aspergillus tamarii). citrinum).. warna hijau muda (Rhizopus sp. Zn2+ dalam jumlah yang cukup akan mendukung perumbuahan organisme. Warna-warni yang dapat dilihat antara lain. Chorosplenium aeroginascens sengaja diinokulasi kedalam kayu karena warna hijau yang khas akan timbul dalam kayu yang terinfeksi dan menghasilkan guratan sangat indah sehingga diminati oleh para kolektor barang seni. Ion Zn2+ merupakan salah satu nutrien yang palaing penting bagi kehidupan organisme karena berperan dalam aktivitas beberapa enzim. Amylomyces rouxii). 2.

serta rubropunctamine dan monascorubria-mine menghasikan warna merah (Lin & Demain. Monascus purpureus khusus digunakan untuk memperoleh warna merah khas pada bahan makanan. dan stromata. Sun. Statin adalah senyawa yang terbukti menurunkan kadar kolesterol dalam darah (Hai. serta juga mengandung senyawa statin dengan beras sebagai substrat (Rahayu. 2000). sedangakan warna kuning hingga jingga terdapat di vesikel dalam sitoplasma. 2001). Monascus purpureus tidak banyak . Angkak sebenarnya telah digunkan oleh penduduk China. Pigmen fungi yang lain Fungi juga menghasilkan pigmen yang belum dikembangkan secara industrial. 1998). c. Indonesia hingga kini masih mengimpor angkak dari Cina.. spora. 1995).agar diperoleh garis. mewarnai sosis. 1993). antara lain terpene yang tediri atas melanin dan karoten. Zat warna merah tersebut juga terbukti bersifat antibiotik bakteri Escherecia coli dan Bacillus subtilis. daging bebek. misalnya. Warna merah yang dihasilkan Monascus purpureus merupakan gabungan pigmen dari 6 senyawa yang dibagi menjadi 3 kelompok. yaitu rubropunctatin dan monascorubrin yang menghasilkan warna orange. daging babi. Taiwan. Melanin terdapat di dinding hifa. Pigmen merah Di Cina. monacin dan ankaflavin menghasilkan warna kuning. 1994. Cara tradisional adalah menumbuk kapang tersebut pada beras sehingga beras tersebut berwarna merah dan mereka menamakannya angkak. 1994: Martinkova et al. Pigmen alami berwarna merah tersebut adalah hasil metabolisme sekunder Monascus purpureus yang sejauh ini diketahui tidak bersifat racun. untuk menghias kue-kue khas Cina.. mengingat banyak zat warna merah lain untuk pewarnaan bahan pangan (berupa senyawa kimia) tidak memenuhi persyaratan dari segi kesehatan. Juzlova et al.. sklerotium. Mekanisme Pembentukan Pigmen Angkak Angkak merupakan produk fermentasi kapang Monascus purpureus yang umumnya ditumbuhkan pada substrat beras. 3. Fungi juga sering menghasilkan pigmen penting bagi dirinya. Leistner. 1996) b. Korea. tofu dan anggur beras (Fabre et al. 1998. Chen & Johns. 1993. tetapi ada dugaan kuat bahwa karoten merupakan precursor hormon seksual yang dibentuk dalam hifa strain-strain Mocorales yang heterotalik.garis biru dan aroma khas pada keju tersebut (Alexopoulos et al.. Peran karoten dalam fungi belum diketahui dengan pasti.

sebagian besar ditemukan pada produk makanan. Mikrobia ini menghasilkan warna yang khas. acar. citrinin dan mevinolin dapat dideteksi setelah tahap pertama dari pertumbuhan jamur berakhir. Red Rice Yeast. Gambar 2. 2006). ang-quac. Angkak mengandung pigmen alami yang telah lama digunakan sebagai pewarna makanan di Cina.1 Produk fermentasi kapang Monascus purpureus pada media beras (Angkak) (Anonim. pasta ikan. Red Yeast Rice. 1965). Taiwan. Oleh karena itu. jamur menggunakan produk yang dihasilkan pada tahap pertama untuk memproduksi metabolit sekunder. Monascus. energi. Pada tahap terakhir. metabolit sekunder.1. anggur. namun menjadi keabu-abuan jika konidia sedang tumbuh. Propagulnya tipis. red fermented rice atau red yeast rice (beberapa negara yang berbahasa Inggris) Red Leaven. 2001) Pertumbuhan jamur Monascus menjadi indikator kunci dalam sintesis metabolit pigmen dan lainnya. Profil produk fermentasi ini dapat dilihat pada Gambar 2. Yongsmith (1999) menjelaskan bahwa selama tahap pertama periode fermentasi.. keju. biokonversi. Xue Zhi Kang. . dan anka (Manjasari 2005). Red Rice. karbon dioksida.ditemukan di alam. Setelah fase pertumbuhan miselium berubah menjadi berwarna merah keunguan dan tumbuh dengan baik pada suhu 27-320C (INPR. Went. Hong-Qu (Cina). dan sebagainya (Hesseltine. dan Filipina untuk mewarnai produk-produk seperti ikan. Zhi Tai. Angkak juga populer dengan berbagai nama seperti Beni-koju. jamur memanfaatkan sumber karbon dan nitrogen dari substrat untuk metabolit primer. bheni-koji Red Koji dan aga-koji (Jepang). seperti pigmen. daging . tumbuh menyebar dengan miselium yang berwarna merah atau ungu. dan air.

Karbohidrat dalam bentuk polisakarida dipecah menjadi heksosa atau pentosa. kemudian membentuk gugus poliketida yang dapat digunakan untuk pembentukan pigmen.2. 1989). Isomerasi dan pelepasan satu molekul air menghasilkan asam fosfoenol piruvat yang memiliki ikatan fosfat berenergi tinggi dalam molekulnya. Proses pembentukan metabolit pigmen tersebut melalui suatu jalur yang cukup panjang. Fosforilasi fruktosa-6-fosfat menjadi fruktosa 1. Pada tahap selanjutnya terjadi oksidasi dan fosforilasi gliseraldehida-3-fosfat menjadi asam 1. Skema pembentukan pigmen dapat dilihat pada gambar 2. Tahap terakhir dari proses ini adalah pemindahan ikatan fosfat berenergi tinggi dari fosfoenol piruvat ke molekul ADP sehingga terbentuk satu molekul ATP dan asam piruvat (Rachman. Tahap selanjutnya dikatalisis oleh enzim fosfoglukoisomerase. Protein dipecah menjadi asam-asam amino. maka hasil dari glikolisis dialihkan untuk membentuk metabolit sekunder. 1989). Selanjutnya terjadi pemindahan ikatan fosfat ke molekul ADP sehingga terbentuk 1 molekul ATP dan asam 3-fosfogliserat.3 difosfogliserat. Dimulai dengan tahap katabolisme substrat oleh mikroba dengan cara memecah senyawa-senyawa makromolekul yang terkandung dalam substrat. . Karbohidrat sebagai salah satu makromolekul merupakan sumber energi dominan bagi mikroba. Sumber energi kedua setelah karbohidrat adalah protein.6-difosfat dikatalisis oleh enzim fosfofruktokinase dan memerlukan satu molekul ATP dan ion magnesium. Pemecahan glukosa menjadi asam piruvat terjadi melalui lintasan heksosa di fosfat (HDP). Tahap berikutnya merupakan pemecahan menjadi senyawa dengan dua atau tiga atom karbon. Pemecahan fruktosa 1. Asam piruvat dari lintasan HDP mengalami dekarboksilasi oksidatif dengan bantuan enzim piruvat dehidrogenase dan koenzim A membentuk asetil koA dan malonil koA.6-difosfat menjadi senyawa triosa fosfat yaitu gliseraldehida-3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat. Tahap pertama dari lintasan HDP adalah fosforilasi glukosa menjadi glukosa-6-fosfat yang dikatalisis oleh enzim heksokinase dan memerlukan satu molekul ATP dan ion magnesium. Bila nitrogen yang terdapat dalam substrat habis. Jalur yang umum dipakai oleh mikroorganisme untuk menghasilkan energi adalah jalur HDP (Fardiaz.Pigmen angkak merupakan salah satu metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kapang berfilamen Monascus sp.

. Dengan adanya asetil koA. Satu molekul asetat dan 3 molekul malonat oleh adanya enzim asam lemak sintetase akan dibentuk asam oktanoat. Ketika kultur masih . atau N organik seperti protein dan urea. ammonia.2 Pembentukan metabolit sekunder pigmen (Turner. Melalui proses esterifikasi poliketida kemudian akan membentuk monaskorubrin dan oleh adanya asam glutamat akan terbentuk N-glutarilmonaskorubramin. Seperti untuk pertumbuhan suatu makluk hidup. Sumber C berasal dari pati dan sumber N berasal dari nitrat. 2000) Hajjaj et al. Pada jenis kapang Monascus terjadi proses ekstrusi cairan melalui ujung hifa dan membentuk cairan seperti getah yang tidak beraturan. Pada skema ini pembentukan pigmen terkait dengan lintasan sintesis asam lemak.3. Satu molekul asetat dan 5 molekul malonat yang lain oleh adanya enzim poliketida sintetase akan dibentuk heksaketida. Cairan ini lalu pecah dan menyebarkan partikel-partikel bulat kecil ke ujung hifa. asam lemak yang terbentuk akan membentuk β-ketoacid. sedangkan heksaketida selanjutnya akan membentuk poliketida kromofor. proses fermentasi pada produksi pigmen angkak juga memerlukan karbon dan nitrogen. (2000) juga memberikan ilustrasi skema pembentukan pigmen seperti tersaji pada Gambar 2.Glukosa Pentosa Glukosa-6-fosfat tetrosa Triosa Piruvat CO2 Asetaldehida Asetil KoA Koenzim A Poliketida Malonil KoA Pembentukan pigmen Gambar 2. sedangkan sumber N dari udara tidak dapat dipakai.

Skema pembentukan pigmen pada kapang Monascus tersaji pada Gambar 2. 1994). bila bereaksi dengan molekul grup amino maka warnanya akan berubah menjadi merah. . dengan mengemas menggunakan kemasan gelas atau plastik berlapis alumunium foil. Pigmen ini juga mempunyai kemampuan membentuk komplek dengan arginin. serta dengan mengolah pigmen cair menjadi pigmen bubuk (Mitrajanty. Pigmen yang dihasilkan M. atau jingga jika kultur ditambahkan pada media PDA. cairan ekstrusinya tidak berwarna. Kestabilan mutu pigmen ini oleh pengaruh fisik dan kimia selama penyimpanan dapat dipertahankan sampai dua bulan. MSG. terjadi kerena pergantian atom oksigen piranoid pada pigmen jingga oleh gugus -NH pada keadaan basa sehinggga membentuk pigmen merah. Komponen utama pigmen angkak terdiri dari pigmen orange yaitu rubropunktatin (C21 H22 O5) dan monaskorubrin (C23 H26 O5). lama-kelamaan akan berubah menjadi merah. kuning yaitu monaskin (C21 H26 O5) dan ankaflavin (C23 H30 O5).4 Perubahan warna pada pigmen angkak dari warna jingga (monaskorubrin dan rubropunktatin) ke warna merah (monaskobramin dan rubropunktamin). serta merah yaitu rubropunktamin (C21H29NO4) dan monaskorubramin (C23 H29NO4). purpureus mempunyai kestabilan yang lebih baik bila disimpan pada pH netral atau alkali. Pigmen kuning (monaskin dan ankaflavin) merupakan turunan dari pigmen jingga. kuning. glisin atau BSA yang mempunyai struktur kristal dan warnanya sangat merah.3.muda. Struktur dari komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.

2000) .Gambar 2.3 Skema pembentukan pigmen pada Monascus ruber (Hajjaj et al.

5. Menurut Pallo et al. merah atau jingga jika kultur ditumbuhkan pada PDA . kuning. (1960) reproduksi secara aseksual ditandai dengan pembentukan konidiofora yang muncul dari miselium yang terendam dalam medium. Pada kelembaban dan suhu yang mendukung pertumbuhannya. Fenomena tidak umum yang terjadi pada kapang jenis Monascus adalah keluarnya cairan granular melalui ujung hifa.4 Komponen utama pigmen angkak (Yuan. 2001) Di alam terdapat berbagai spesies kapang penghasil angkak seperti Monascus bakeri. 1965). tetapi lama kelamaan berubah menjadi kemerahan. Spesies yang paling umum digunakan sebagai penghasil angkak adalah M. cairan tidak berwarna. purpureus West (Hesseltine. Konidiofora yang pendek hanya mempunyai satu septat. sedangkan yang lebih panjang mempunyai 2-6 septat. anka Sato. dan M. M. rubropunctatus Sato. M. Menurut Yuan (1980). Cairan ini kemudian pecah dan menyebarkan partikel-partikel bulat kecil ke ujung hifa. M. cairan yang keluar tersebut bersatu pada ujung hifa dan membentuk cairan seperti getah yang tidak beraturan bentuknya. Profil kapang Monascus sp dapat dilihat pada Gambar 2. Konidiofora dapat dibedakan dari filamen yang lain dengan bentuk apeks yang berstruktur vesikuler. Rugriguosus Sato. Pada media PDA panjang miselium bervariasi antara 18-396 mikron dan lebarnya 3-5. Ketika kultur masih muda. ankanakazawa. purpureus Wentii.4 mikron. Vesikel yang membesar dipisahkan oleh septat yang berada dibawahnya dan membentuk rantai. konidia dapat bergerminasi setelah 4-5 jam pada medium agar.Gambar 2. Monascus purpureus adalah kapang sempurna karena dapat bereproduksi secara seksual dengan askospora maupun aseksual. M.

alfa-glukosidase. hijau eksudat merah muda. 1965). dan ribonuklease (Steinkraus. invertase. Gambar 2. ungu tua dan lain sebagainya. warna hijau pupus kekuningan (Aspergillus oryzae). hitam kelam. Macammacam zat warna pada fungi antara lain hijau pupus kekuningan. Pigmen ini paling cepat tampak setelah pertumbuhan 40-48 jam. warna kuning cerah seperti belerang (Aspergillus sulphureus).(Potato Dextrose Agar) atau agar Sabouraud. Enzim-enzim lain yang ditemukan dalam angkak adalah maltase. Pigmen merah yang dihasilkan tidak hanya dapat diamati pada kandungan bagian dalam hifa tetapi dapat berdifusi menembus bagian dalam substrat (Hesseltine. Contoh jenis fungi yang menghasilkan zat warna antara lain. warna hitam kelam atau hitam kecoklatan (Aspergillus . Pigmentasi pada fungi dihasilkan oleh pigmentasi hifa dan karatenoid.5 Penampang kapang Monascus sp (Anonim. hijau muda. kuning cerah. Dalam proses fermentasi beras yang diinokulasi dengan Monascus sp mengalami proses sakarifikasi dan pemecahan proteolitik sejalan dengan pengeluaran enzim amilolitik dan protease. Pigmen (zat warna) merupakan salah satu hasil dari metabolit sekunder. putih kekuningan. oksidase. coklat tua. 2001) Media fermentasi yang umum digunakan untuk pertumbuhan Monascus adalah beras. 1983). 2. Kesimpulan 1. E. lipase. biru kehijauan.

Amylomyces rouxii). mungkin pula terlihat bentuk.bentuk bulat besar yang hitam atau ungu tua(tubuh buah seksual dari Chaetomium globosum. warna biru kehijauan (Penicillium italicum.. warna coklat tua (Aspergillus tamarii). cokelat oker muda (Paecilomyces varioti). hijau dengan eksudat merah darah diantara miselium (Penicilium purpurogenum). citrinum). 3. misalnya) dan lain sebagainya. Syncephalastrum racemosum). putih kekuningan (Mucor sp. warna hijau muda (Rhizopus sp. P.niger). Selanjutnya dibentuk poliketida yang digunakan pembentukan pigmen. Mekanisme pembentukan pigmen pada M. . Purpureus yaitu melalui pemecahan glukosa menjadi asam piruvat terjadi melalui lintasan heksosa di fosfat (HDP)..

Blackwell. Industri. Appl. Produksi Pigmen dari Senyawa Statin Melalui Fermentasi Substrat cair dan Substrat Padat oleh Monascus purpureus Went.36:70-75 Rahayu. L.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.F.. The Symposium on Monacus Culture and Aplication. Bacterial Metabolism.W. C. Production Of Monacolin by Monascus purpureus on Rice Solid State Fermentation. New York. 2001.Demain. Microbiol.. K. dan A.1996. 4th ed JohnWiley& Sons. Inc. Mima & M. M 3090. Mikologi Dasar dan Terapan. July 8-10. Z. Secondary Metabolites of the Fungus Monascus: a review. Effect of Nutrition of Monascus sp on The Formation of Red Pigments. 1986.1991.Kren. G. Gandjar. J.16:163-167 Lin. . New York: Springer-Verlag. Biotechnol. Hai. Martinkova dan V. Timotius.DAFTAR PUSTAKA Alexopoulos. 1998. France. Juslova. 1998.L. Microbiol. pp 868. 1996. Toulouse.T. Mikrobio Dasar. 1982. FMIPA Universitas Indonesia.2006. J. Gottschalk..L. Depok.K. H. pp 74. Tesis Magister Sains Biologi. Introductory mycology. Indrawati dkk. Semarang: Satya Wacana. C.P.

Lampiran .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful