Pengertian Etika dan Moral (Dalam Kebidanan

)
Posted on 00:46 No Comments http://kumpulan-segalamacam.blogspot.com/2008/07/pengertian-etika-dan-moral-dalam.html Label: Makalah 1. PENGERTIAN ETIKA DAN MORAL 2. SISTEMATIKA ETIKA (ETIKA UMUM DAN ETIKA SOSIAUETIKA PROFESI) 3. FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 4. HAK, KEWAJIBAN, TANGGUNGJAWAB 5. KODE ETIK PROFESI BIDAN
Materi ini sangat penting bagi mahasiswa bidan untuk mengetahui tentang apa itu etika, apa itu moral dan bagaimana menerapkannya dalam parktik kebidanan sehingga seorang bidan akan terlindung dari kegiatan pelanggaran etik ataupun pelanggaran moral yang sedang berkembang di hadapan publik dan erat kaitannya dengan pelayanan kebidanan sehingga seorang bidan sebagai provider kesehatan harus kompeten dalam menyikapi dan mengambil keputusan yang tepat untuk bahan tindakan selanjutnya sesuai standar asuhan dan kewenangan bidan. Pengkajian dan pembahasan tentang etika tidak selalu -hubungannya dengan moral dan norma. Kadang etika diidentikan dengan moral, walaupun sebenamya terdapat perbedaan dalam aplikasinya. Moral lebih menunjuk pads perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan Etika dipakai sebagai kajian terhadap sistem nilai yang berlaku. Etika jugs sering dinamakan filsafat moral yaitu cabang filsafat sistematis yang membahas dan mengkaji nilai baik buruknya tindakan manusia yang dilaksanakan dengan sadar serta menyoroti kewajiban-kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Perbuatan yang dilakukan sesuai dengan norma moral maka akan memperoleh pujian sebagai rewardnya, namun perbuatan yang melanggar norma moral, maka si pelaku akan memperoleh celaan sebagai punishmentnya. Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral yaitu mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarak at dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan/perkembangan norma/nilai. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu. Pada zaman sekarang ini etik perlu dipertahankan karena tanpa etik dan tanpa diperkuat oleh hukum, manusia yang satu dapat dianggap sebagai saingan oleh sesama yang lain. Saingan yang dalam arti lain harus dihilangkan sebagai akibat timbulnya nafsu keserakahan manusia. Kalau tidak ada etik yang mengekang maka pihak yang satu bisa tidak segansegan untuk melawannya dengan segala cara. Segala cara akan ditempuh untuk menjatuhkan dan mengalahkan lawannya sekadar dapat tercapai tujuan.

. Sedangkan dalam konteks lain secara luas dinyatakan bahwa: ETIK adalah aplikasi dari proses & teori filsafat moral terhadap kenyataan yg sebenarnya. disiplin. Ensiklopedia Pendidikan (Prof. 2. kebiasaan atau tingkah laku INGGRIS  Ethis. dan penyelesaiannya baik atau tidak (Jones. Menurut kamus lenqkap Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik atau buruk sikap tindakan manusia. 1. (Shirley R Jones. Etik diartikan sebagai: YUNANI  Ethos. Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat. tingkah laku/prilaku manusia yg baik –> tindakan yg harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya. dll. 1994) Menurut bahasa. Dr. Hal ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar & konsep yg membimbing makhluk hidup dalam berpikir & bertindak serta menekankan nilai-nilai mereka. apakah benar atau salah.  Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak. Soeganda Poerbacaraka). Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan.PENGERTIAN ETIKA Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan". berani.Ethics in Midwifery) TEORI MORAL Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik.  Akhlak dan budi pekerti  Kondisi mental yang mempengaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat. Terdapat beberapa pendapat apa yang dimaksud dengan moral.

Hubungan antara filsafat. Moral tidak hanya berhubungan dengan larangan seksual. atau perbuatan-perbuatan yang layak dapat dinyatakan baik/buruk. melainkan lebih terkait dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari. Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pads ajaran agama dan hanya bersifat duniawi semata-mata. 2004). Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang. corak-corak. tentu moral keagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler. yang secara umum dapat dipaka i sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tindakan manusia. pertimbangan-pertimbangan. Dan moral diartikan mengenai apa yang dinialinya seharusnya oleh masyarakat dan etik dapat diartikan pula sebagai moral yang ditujukan kepada profesi.  Lawannya amoral  Suatu istilah untuk menyatakan bahwa baik/benar itu lebih daripada yang buruk/salah. Suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat-sifat. sebab untuk hal ini orang tinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki di bidang moral. Bagi kits umat beragama. Oleh karma itu etik p rofesi sebaiknya jugs berbentuk normatif. maksud-maksud. Bila dilihat dari sumber dan sifatnya. baik/buruk) "Pada hakikatnya moral menunjuk pada ukuran–ukuran yang telah diterima oleh suatu komunitas dan moral jugs bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada slam pikiran" (Maman Rachman. . ada moral keagamaan dan moral sekuler. etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang apa yang benar atau salah. benar/salah. Karma etik berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai filsafat moral. etika dan moral sebagai berikut: Filsafat Agama Etika Moral Agama Etika Kedokteran 9Studi maoralitas manusia dalam profesi kesehatan Etika Kebidanan Hati nurani  memutuskan moralitas tindakan manusia Tindakan sebagai bidan (benar/salah. baik atau buruk.

Etika Lingkungan. b. Menjaga privacy setiap individu 4. Etika Penegakkan Hukum yang Berkeadilan. Mengarahkan pola pikir seseorang dalam bertindak atau dalam menganalisis suatu masalah 7. Etika Politik dan Pemerintahan.  Etika terapan adalah etika yang diterapkan pada profesi Pada tahun 2001 ditetapkan oleh MPR-RI dengan ketetapan MPR-RI No. Mendapatkan informasi tenfang hal yg sebenarnya . Etika deskriptif. yang biasanya dikelompokkan menjadi-. Menjaga otonomi dari setiap individu khususnya Bidan dan Klien 2. yang membahas berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil kebijakan berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral. FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 1.VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Bangsa.mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat. Etika umum. Mengatur manusia untuk berbuat adil dan bijaksana sesuai dengan porsinya 5. a. membahas dan mengkaji ukuran baik buruk tindakan manusia. Dengan etik kita mengatahui apakah suatu tindakan itu dapat diterima dan apa alasannya 6.  Etika individu lebih menekankan pada kewajiban-kewajiban manusia sebagai pribadi. Etika kehidupan bangsa bersumber pada agama yang universal dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yaitu Pancasila. Menghasilkan tindakan yg benar 8. Etika Normatif. Menjaga kita untuk melakukan tindakan kebaikan dan mencegah tindakan yg merugikan/membahayakan orang lain 3. 2.  Etika sosial menekankan tanggungjawab sosial dan hubungan antarsesama manusia dalam aktivitasnya. Etika khusus.SISTEMATIKA ETIKA Sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam jenis dan ragamnya antara lain: 1. terdiri dari Etika sosial. Etika Ekonomi dan Bisnis. Etika individu dan Etika Terapan. Etika Keilmuan. Etika Kedokteran dan Etika Kebidanan. yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingakh laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hai. Etika kehidupan berbangsa antara lain meliputi: Etika Sosial Budaya.

Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi. jadi hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien. Hak Pasien Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien/klien: 1). Sedangkan bidan mempunyai kewajiban/keharusan untuk pasien. Mengatur sikap. 2). 3). Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya. Pasien berhak mendapat pendampingan suami atau keluarga selama proses persalinan berlangsung. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit atau instusi pelayanan kesehatan. A. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien. . Memberikan petunjuk terhadap tingkah laku/perilaku manusia antara baik. Mengatur tata cara pergaulan baik di dalam tata tertib masyarakat maupun tata cara di dalam organisasi profesi 14. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan seuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Berhubungan dengans pengaturan hal-hal yg bersifat abstrak 11. Memfasilitasi proses pemecahan masalah etik 12. s e p e n g at a h u a n d ok t e r ya n g merawat. 8). Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi.9. yaitu pasien. tindak tanduk orang dalam menjalankan tugas profesinya yg biasa disebut kode etik profesi.nformasi yang meliputi kehamilan. 6). persalinan. Hak pasti berhubungan dengan individu. 9). adil dan jujur. HAK KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial sehari-hari. buruk. Mengatur hal-hal yang bersifat praktik 13. Pasien memiliki hak terhadap bidan atas pelayanan yang diterimanya. 4). 7). 5). Sedang kewajiban adalah suatu yang diberikan oleh bidan. nifas dan bayinya yang baru dilahirkan. benar atau salah sesuai dengan moral yg berlaku pada umumnya 10. Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut ( second opin ion) t er hadap penyak it yang d i d e r i t a n ya . Pasien berhak mendapatkan . Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dad pihak luar.

Kewaiiban Pasien 1). 18).10). 17). 2). Pasien dan atau penangungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. Prognosisnya e. Perkiraan biaya pengobatan 12). bidan. Pasien dan atau penangggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati/perjanjian yang telah dibuatnya. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis. Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan moril maupun spiritual. Tindakan kebidanan yang akan dilakukan c. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi: a. 16). bidan dan perawat. Pasien berhak men yetujui/mem berikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggungjawab sendiri sesuadah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya. Pasien berhak meminta atas privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. 11). C. Hak Bidan . Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tat tertib rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. Alternatif terapi lainnya d. B. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter. 15). Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya. dokter. 4). Pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum atas terjadinya kasus malpraktek. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit. 3). perawat yang merawatnya. 13). 14). Penyakit yang diderita b.

. Bidan wajib mendokumentasikan asuhan kebidanan yang diberikan. Bidan berhak menolak keinginan pasien/klien dan keluarga yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan kode etik profesi. 3). Bidan berhak atas privasi dan menuntut apabila nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien. 5). Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap tingkat jenjang pelayanan kesehatan. 6). Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk didampingi suami atau keluarga. 3). Bidan wajib mematuhi peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan hukum antara bidan tersebut dengan rumah sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekerja. D. 2). 5). 6). 4). 2). Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Bidan wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. 4). Kewaiiban Bidan 1). Bidan berhak memperoleh kesempatan untuk mmingkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien.1). Bidan berhak mendapat kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai. Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang akan dilakukan serta risiko yang mungkiri dapat timbul. 7). keluarga maupun profesi lain. Bidan wajib meminta persetujuan tertulis (informed consent) atas tindakan yang akan dilakukan. 9). 8). Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter yang mempunyai kemampuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasien. 7). Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan.

2). Dalam hal kesejahteraan materil angota profesi kode etik umumnya menerapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan. masyarakat. perawat. Oleh karena itu. Dari segi ini kode etik juga disebut kode kehormatan. Kode etik profesi merupakan "suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi angotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yang berhubungan dengan klien /pasien. Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi. BidanwajibmengikutiperkembanganIPTEKdanmenambahilmupengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal. Benar atau salah pada penerapan kode etik. untuk itu dibutuhkan juga suatu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum. kode etik tidak dapat lagi dipakai sebagai pegangan satu–satunya dalam menyelesaikan masalah etik. keluarga. profesi dan dirinya sendin".bidan. 11). Untuk menjaga dan memelihara kesejahtraan para anggota Yang dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunia luar. . Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Secara umum tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut: 1). Dengan demikian dokter. Bidan wajib bekerja sama dengan profesi lain dan pihak yang terkait secra timbal balik dalam memberikan asuhan kebidanan. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Dalam hal ini yang dijaga adalah image dad pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi.. Namun dikatakan bahwa kode etik pada zaman dimana nilai–nilai perada ban semakin kompleks. teman sejawat. guru dan sebagainya yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik.10). ketentuan/nilai moral yang berlaku terpulang kepada profesi. KODE ETIK PROFESI BIDAN Setiap profesi mutlak mengenal atau mempunyai kode etik. TUJUAN KODE ETIK Pada dasarnya tujuan menciptakan atau merumuskan kode etik suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi.

Anggota profesi dan sistem kesehatan. kemudian disempurnakan dan disyahkan pada kongres nasional IBI XII tahun 1998. 4). Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) . 3. Menepati janji yang telah disepakati. Anggota profesi dan profesi kesehatan 4. 6. tujuan dan bab. 4. 3). Dimensi Kode Etik 1. 4). sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. Penetapan kode etik IBI harus dilakukan dalam kongres IBI. Melakukan tindakan yang benar 3. Anggota profesi dan Klien/ Pasien. 2. Memberlakukan manisia dengan adil. Anggota profesi dan sesama anggota profesi Prinsip Kode Etik 1. 2). Menghargai otonomi 2. KODE ETIK BIDAN Kode etik bidan di Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988. Selain itu kode etik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. SECARA UMUM KODE ETIK TERSEBUT BERISI 7 BAB YAITU: 1. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu. Menjelaskan dengan benar. 7. 5. Untuk meningkatkan mutu profesi Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya.3). Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. sedang petunjuk pelaksanaanya disyahkan dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. Mencegah tindakan yang dapat merugikan. Sebagai pedoman dalam berperilaku. 1). kode etik bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah. Menjaga kerahasiaan Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya.

. Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai d engan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. 3). Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) 1). Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya. 2). 6). kecuali bila diminta oleh pengadilan atau dipedukan sehubungan kepentingan klien. Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) 1). keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan. menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya.tugasnya. 5). 2). 2).1). Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien. dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan . 4. keluarga dan masyarakat. 3). 4). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien. 2. 3. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. menghormati hak klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) 1). tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien. keluarga dan masyarakat.

. senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya. Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik.  Pengertian Etika dan Moral (Dalam Kebidanan)  Makalah Fungsi Keperawatan  Kopi Sebagai Obat Kuat Syahwat Lelaki  Cara Mengatasi Kulit Berminyak . 5. Penutup (1 butir) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) 1). 2). Kewajiban bidan terhadap pemerintah.2). 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) MYARCHIVE  ▼ 2008 (19) o ▼ Juli (19)  Khasiat Buah Semangka  Menghilang Bau Kaki  Mencegah Tumbuhnya Uban  Peran Pesantren Dalam Menjawab Dinamika Masyarakat. Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi..meningkatkan mutu jangakauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat. 6. 3). Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenis yang dapat meningkatkan mute dan citra profesinya. 7. bangsa dan tanah air (2 butir) 1). 2). Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan did dan meningkatkan kemampuan profesinya seuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

.           Menghilangkan Bau Badan Atau Mulut Adem Ati Adas Cara Memperkecil Rahim Cacing Tanah Sebagai Penurun Panas Obat Pegel Linu Obat Sakit Gigi Memperlancar Kelahiran Obat Kuat Untuk Pria (Mengatasi Lemah Syahwat) Resep Agar Wanita Mudah Mencapai Orgasme Resep Obat Untuk Suami Istri Chat With Me.shoutmix.com/?reseptradisional">View shoutbox</a> Free chat widget @ ShoutMix .!! Kategori    Makalah (3) Obat Tradisional (14) Tanaman Obat (2) Link    Arrifai Doa Kita Assameha Silaturahim <a href="http://www4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful