Pengertian Etika dan Moral (Dalam Kebidanan

)
Posted on 00:46 No Comments http://kumpulan-segalamacam.blogspot.com/2008/07/pengertian-etika-dan-moral-dalam.html Label: Makalah 1. PENGERTIAN ETIKA DAN MORAL 2. SISTEMATIKA ETIKA (ETIKA UMUM DAN ETIKA SOSIAUETIKA PROFESI) 3. FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 4. HAK, KEWAJIBAN, TANGGUNGJAWAB 5. KODE ETIK PROFESI BIDAN
Materi ini sangat penting bagi mahasiswa bidan untuk mengetahui tentang apa itu etika, apa itu moral dan bagaimana menerapkannya dalam parktik kebidanan sehingga seorang bidan akan terlindung dari kegiatan pelanggaran etik ataupun pelanggaran moral yang sedang berkembang di hadapan publik dan erat kaitannya dengan pelayanan kebidanan sehingga seorang bidan sebagai provider kesehatan harus kompeten dalam menyikapi dan mengambil keputusan yang tepat untuk bahan tindakan selanjutnya sesuai standar asuhan dan kewenangan bidan. Pengkajian dan pembahasan tentang etika tidak selalu -hubungannya dengan moral dan norma. Kadang etika diidentikan dengan moral, walaupun sebenamya terdapat perbedaan dalam aplikasinya. Moral lebih menunjuk pads perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan Etika dipakai sebagai kajian terhadap sistem nilai yang berlaku. Etika jugs sering dinamakan filsafat moral yaitu cabang filsafat sistematis yang membahas dan mengkaji nilai baik buruknya tindakan manusia yang dilaksanakan dengan sadar serta menyoroti kewajiban-kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Perbuatan yang dilakukan sesuai dengan norma moral maka akan memperoleh pujian sebagai rewardnya, namun perbuatan yang melanggar norma moral, maka si pelaku akan memperoleh celaan sebagai punishmentnya. Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral yaitu mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarak at dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan/perkembangan norma/nilai. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu. Pada zaman sekarang ini etik perlu dipertahankan karena tanpa etik dan tanpa diperkuat oleh hukum, manusia yang satu dapat dianggap sebagai saingan oleh sesama yang lain. Saingan yang dalam arti lain harus dihilangkan sebagai akibat timbulnya nafsu keserakahan manusia. Kalau tidak ada etik yang mengekang maka pihak yang satu bisa tidak segansegan untuk melawannya dengan segala cara. Segala cara akan ditempuh untuk menjatuhkan dan mengalahkan lawannya sekadar dapat tercapai tujuan.

PENGERTIAN ETIKA Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan". 1994) Menurut bahasa. Terdapat beberapa pendapat apa yang dimaksud dengan moral. Dr. 2.  Akhlak dan budi pekerti  Kondisi mental yang mempengaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat. Etik diartikan sebagai: YUNANI  Ethos. tingkah laku/prilaku manusia yg baik –> tindakan yg harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya. Hal ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar & konsep yg membimbing makhluk hidup dalam berpikir & bertindak serta menekankan nilai-nilai mereka. apakah benar atau salah. Soeganda Poerbacaraka). (Shirley R Jones. 1.  Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak. Sedangkan dalam konteks lain secara luas dinyatakan bahwa: ETIK adalah aplikasi dari proses & teori filsafat moral terhadap kenyataan yg sebenarnya. Menurut kamus lenqkap Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena). kebiasaan atau tingkah laku INGGRIS  Ethis.Ethics in Midwifery) TEORI MORAL Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik. berani. Ensiklopedia Pendidikan (Prof. disiplin. . Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik atau buruk sikap tindakan manusia. dll. dan penyelesaiannya baik atau tidak (Jones. Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan.

Karma etik berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai filsafat moral. tentu moral keagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler. baik/buruk) "Pada hakikatnya moral menunjuk pada ukuran–ukuran yang telah diterima oleh suatu komunitas dan moral jugs bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada slam pikiran" (Maman Rachman. Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang. pertimbangan-pertimbangan. ada moral keagamaan dan moral sekuler.  Lawannya amoral  Suatu istilah untuk menyatakan bahwa baik/benar itu lebih daripada yang buruk/salah. 2004). Bagi kits umat beragama. Bila dilihat dari sumber dan sifatnya. maksud-maksud. Dan moral diartikan mengenai apa yang dinialinya seharusnya oleh masyarakat dan etik dapat diartikan pula sebagai moral yang ditujukan kepada profesi. . melainkan lebih terkait dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari. etika dan moral sebagai berikut: Filsafat Agama Etika Moral Agama Etika Kedokteran 9Studi maoralitas manusia dalam profesi kesehatan Etika Kebidanan Hati nurani  memutuskan moralitas tindakan manusia Tindakan sebagai bidan (benar/salah. Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pads ajaran agama dan hanya bersifat duniawi semata-mata. sebab untuk hal ini orang tinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki di bidang moral. benar/salah. etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang apa yang benar atau salah. atau perbuatan-perbuatan yang layak dapat dinyatakan baik/buruk. corak-corak. Moral tidak hanya berhubungan dengan larangan seksual. yang secara umum dapat dipaka i sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tindakan manusia. baik atau buruk. Oleh karma itu etik p rofesi sebaiknya jugs berbentuk normatif. Hubungan antara filsafat. Suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat-sifat.

Etika umum. Mendapatkan informasi tenfang hal yg sebenarnya . FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 1. Menghasilkan tindakan yg benar 8. Etika khusus. terdiri dari Etika sosial.VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Bangsa. Etika Penegakkan Hukum yang Berkeadilan. Etika kehidupan berbangsa antara lain meliputi: Etika Sosial Budaya.mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat. Mengatur manusia untuk berbuat adil dan bijaksana sesuai dengan porsinya 5. Etika Kedokteran dan Etika Kebidanan. yang biasanya dikelompokkan menjadi-. a. Etika Normatif. Mengarahkan pola pikir seseorang dalam bertindak atau dalam menganalisis suatu masalah 7. Etika Lingkungan. Menjaga otonomi dari setiap individu khususnya Bidan dan Klien 2. membahas dan mengkaji ukuran baik buruk tindakan manusia.  Etika terapan adalah etika yang diterapkan pada profesi Pada tahun 2001 ditetapkan oleh MPR-RI dengan ketetapan MPR-RI No.  Etika individu lebih menekankan pada kewajiban-kewajiban manusia sebagai pribadi. Menjaga privacy setiap individu 4. Etika individu dan Etika Terapan. Etika deskriptif. Etika Ekonomi dan Bisnis. Etika Keilmuan. b. Etika Politik dan Pemerintahan.SISTEMATIKA ETIKA Sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam jenis dan ragamnya antara lain: 1. Etika kehidupan bangsa bersumber pada agama yang universal dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yaitu Pancasila. yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingakh laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hai. yang membahas berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil kebijakan berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral.  Etika sosial menekankan tanggungjawab sosial dan hubungan antarsesama manusia dalam aktivitasnya. Dengan etik kita mengatahui apakah suatu tindakan itu dapat diterima dan apa alasannya 6. 2. Menjaga kita untuk melakukan tindakan kebaikan dan mencegah tindakan yg merugikan/membahayakan orang lain 3.

Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut ( second opin ion) t er hadap penyak it yang d i d e r i t a n ya . persalinan. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien. adil dan jujur. Memberikan petunjuk terhadap tingkah laku/perilaku manusia antara baik. Pasien berhak mendapat pendampingan suami atau keluarga selama proses persalinan berlangsung. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi. Memfasilitasi proses pemecahan masalah etik 12. 7). Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan seuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dad pihak luar. Berhubungan dengans pengaturan hal-hal yg bersifat abstrak 11. Mengatur sikap.nformasi yang meliputi kehamilan. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya. 2). . nifas dan bayinya yang baru dilahirkan. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit atau instusi pelayanan kesehatan. Sedangkan bidan mempunyai kewajiban/keharusan untuk pasien. benar atau salah sesuai dengan moral yg berlaku pada umumnya 10. 6). yaitu pasien. Pasien memiliki hak terhadap bidan atas pelayanan yang diterimanya. A. buruk. HAK KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial sehari-hari. 9). s e p e n g at a h u a n d ok t e r ya n g merawat.9. Pasien berhak mendapatkan . Mengatur hal-hal yang bersifat praktik 13. 4). Mengatur tata cara pergaulan baik di dalam tata tertib masyarakat maupun tata cara di dalam organisasi profesi 14. Hak Pasien Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien/klien: 1). tindak tanduk orang dalam menjalankan tugas profesinya yg biasa disebut kode etik profesi. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi. 8). 3). Sedang kewajiban adalah suatu yang diberikan oleh bidan. jadi hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien. Hak pasti berhubungan dengan individu. 5).

4). Pasien dan atau penangungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. 2). Alternatif terapi lainnya d. Pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum atas terjadinya kasus malpraktek. Tindakan kebidanan yang akan dilakukan c. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi: a. perawat yang merawatnya. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggungjawab sendiri sesuadah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya. Perkiraan biaya pengobatan 12).10). 17). Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tat tertib rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit. Penyakit yang diderita b. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis. B. 3). 14). Prognosisnya e. 11). Pasien dan atau penangggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati/perjanjian yang telah dibuatnya. Hak Bidan . 13). bidan. Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan moril maupun spiritual. C. dokter. Pasien berhak meminta atas privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. Pasien berhak men yetujui/mem berikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. 18). bidan dan perawat. 16). Kewaiiban Pasien 1). Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter. 15).

Bidan wajib mendokumentasikan asuhan kebidanan yang diberikan. 2). 4). Bidan berhak memperoleh kesempatan untuk mmingkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai. 9). . 7). Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Bidan berhak atas privasi dan menuntut apabila nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien. 7). Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap tingkat jenjang pelayanan kesehatan. 5). 6). Bidan berhak menolak keinginan pasien/klien dan keluarga yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan kode etik profesi. keluarga maupun profesi lain.1). Bidan berhak mendapat kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai. D. Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter yang mempunyai kemampuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasien. Bidan wajib meminta persetujuan tertulis (informed consent) atas tindakan yang akan dilakukan. 2). 6). Bidan wajib mematuhi peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan hukum antara bidan tersebut dengan rumah sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekerja. Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk didampingi suami atau keluarga. Bidan wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien. 3). 8). 4). Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. 3). Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang akan dilakukan serta risiko yang mungkiri dapat timbul. Kewaiiban Bidan 1). 5).

KODE ETIK PROFESI BIDAN Setiap profesi mutlak mengenal atau mempunyai kode etik. teman sejawat. Bidan wajib bekerja sama dengan profesi lain dan pihak yang terkait secra timbal balik dalam memberikan asuhan kebidanan. untuk itu dibutuhkan juga suatu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum. Kode etik profesi merupakan "suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi angotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yang berhubungan dengan klien /pasien. Dari segi ini kode etik juga disebut kode kehormatan. BidanwajibmengikutiperkembanganIPTEKdanmenambahilmupengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal. profesi dan dirinya sendin". Secara umum tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut: 1). 11). TUJUAN KODE ETIK Pada dasarnya tujuan menciptakan atau merumuskan kode etik suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi. Untuk menjaga dan memelihara kesejahtraan para anggota Yang dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunia luar. guru dan sebagainya yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik. ketentuan/nilai moral yang berlaku terpulang kepada profesi.10). keluarga.. . masyarakat. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Dalam hal ini yang dijaga adalah image dad pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi. perawat. Namun dikatakan bahwa kode etik pada zaman dimana nilai–nilai perada ban semakin kompleks. Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi. Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Dalam hal kesejahteraan materil angota profesi kode etik umumnya menerapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan. Dengan demikian dokter.bidan. kode etik tidak dapat lagi dipakai sebagai pegangan satu–satunya dalam menyelesaikan masalah etik. Oleh karena itu. Benar atau salah pada penerapan kode etik. 2).

2.3). KODE ETIK BIDAN Kode etik bidan di Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988. 4). sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. SECARA UMUM KODE ETIK TERSEBUT BERISI 7 BAB YAITU: 1. kemudian disempurnakan dan disyahkan pada kongres nasional IBI XII tahun 1998. 7. Menjaga kerahasiaan Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya. Sebagai pedoman dalam berperilaku. 2). Untuk meningkatkan mutu profesi Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya. Melakukan tindakan yang benar 3. sedang petunjuk pelaksanaanya disyahkan dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. 5. Anggota profesi dan profesi kesehatan 4. Anggota profesi dan Klien/ Pasien. Penetapan kode etik IBI harus dilakukan dalam kongres IBI. 4. Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. 3). Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) . tujuan dan bab. Selain itu kode etik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Anggota profesi dan sesama anggota profesi Prinsip Kode Etik 1. Mencegah tindakan yang dapat merugikan. Anggota profesi dan sistem kesehatan. Menepati janji yang telah disepakati. 3. 6. Dimensi Kode Etik 1. kode etik bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah. Menjelaskan dengan benar. Menghargai otonomi 2. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu. 4). 1). Memberlakukan manisia dengan adil.

Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien. 6). Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan . Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. keluarga dan masyarakat. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. 3). 2. menghormati hak klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.1). keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai d engan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. 2). 4). 5). tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien. 3). dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) 1). Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya. menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. kecuali bila diminta oleh pengadilan atau dipedukan sehubungan kepentingan klien. Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi.tugasnya. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien. 3. Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) 1). keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. 4. . 2). 2). keluarga dan masyarakat. Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) 1).

 Pengertian Etika dan Moral (Dalam Kebidanan)  Makalah Fungsi Keperawatan  Kopi Sebagai Obat Kuat Syahwat Lelaki  Cara Mengatasi Kulit Berminyak . 2). Penutup (1 butir) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia..2). senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) 1). Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan did dan meningkatkan kemampuan profesinya seuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenis yang dapat meningkatkan mute dan citra profesinya. 7. 5.. Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2). Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. bangsa dan tanah air (2 butir) 1). Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk. 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) MYARCHIVE  ▼ 2008 (19) o ▼ Juli (19)  Khasiat Buah Semangka  Menghilang Bau Kaki  Mencegah Tumbuhnya Uban  Peran Pesantren Dalam Menjawab Dinamika Masyarakat. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya. 6. Kewajiban bidan terhadap pemerintah.meningkatkan mutu jangakauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat. 3).

!! Kategori    Makalah (3) Obat Tradisional (14) Tanaman Obat (2) Link    Arrifai Doa Kita Assameha Silaturahim <a href="http://www4.shoutmix..com/?reseptradisional">View shoutbox</a> Free chat widget @ ShoutMix .           Menghilangkan Bau Badan Atau Mulut Adem Ati Adas Cara Memperkecil Rahim Cacing Tanah Sebagai Penurun Panas Obat Pegel Linu Obat Sakit Gigi Memperlancar Kelahiran Obat Kuat Untuk Pria (Mengatasi Lemah Syahwat) Resep Agar Wanita Mudah Mencapai Orgasme Resep Obat Untuk Suami Istri Chat With Me.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful