Pengertian Etika dan Moral (Dalam Kebidanan

)
Posted on 00:46 No Comments http://kumpulan-segalamacam.blogspot.com/2008/07/pengertian-etika-dan-moral-dalam.html Label: Makalah 1. PENGERTIAN ETIKA DAN MORAL 2. SISTEMATIKA ETIKA (ETIKA UMUM DAN ETIKA SOSIAUETIKA PROFESI) 3. FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 4. HAK, KEWAJIBAN, TANGGUNGJAWAB 5. KODE ETIK PROFESI BIDAN
Materi ini sangat penting bagi mahasiswa bidan untuk mengetahui tentang apa itu etika, apa itu moral dan bagaimana menerapkannya dalam parktik kebidanan sehingga seorang bidan akan terlindung dari kegiatan pelanggaran etik ataupun pelanggaran moral yang sedang berkembang di hadapan publik dan erat kaitannya dengan pelayanan kebidanan sehingga seorang bidan sebagai provider kesehatan harus kompeten dalam menyikapi dan mengambil keputusan yang tepat untuk bahan tindakan selanjutnya sesuai standar asuhan dan kewenangan bidan. Pengkajian dan pembahasan tentang etika tidak selalu -hubungannya dengan moral dan norma. Kadang etika diidentikan dengan moral, walaupun sebenamya terdapat perbedaan dalam aplikasinya. Moral lebih menunjuk pads perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan Etika dipakai sebagai kajian terhadap sistem nilai yang berlaku. Etika jugs sering dinamakan filsafat moral yaitu cabang filsafat sistematis yang membahas dan mengkaji nilai baik buruknya tindakan manusia yang dilaksanakan dengan sadar serta menyoroti kewajiban-kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Perbuatan yang dilakukan sesuai dengan norma moral maka akan memperoleh pujian sebagai rewardnya, namun perbuatan yang melanggar norma moral, maka si pelaku akan memperoleh celaan sebagai punishmentnya. Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral yaitu mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarak at dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan/perkembangan norma/nilai. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu. Pada zaman sekarang ini etik perlu dipertahankan karena tanpa etik dan tanpa diperkuat oleh hukum, manusia yang satu dapat dianggap sebagai saingan oleh sesama yang lain. Saingan yang dalam arti lain harus dihilangkan sebagai akibat timbulnya nafsu keserakahan manusia. Kalau tidak ada etik yang mengekang maka pihak yang satu bisa tidak segansegan untuk melawannya dengan segala cara. Segala cara akan ditempuh untuk menjatuhkan dan mengalahkan lawannya sekadar dapat tercapai tujuan.

Dr. Sedangkan dalam konteks lain secara luas dinyatakan bahwa: ETIK adalah aplikasi dari proses & teori filsafat moral terhadap kenyataan yg sebenarnya. kebiasaan atau tingkah laku INGGRIS  Ethis. (Shirley R Jones. dan penyelesaiannya baik atau tidak (Jones. 1. Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan. Menurut kamus lenqkap Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena). tingkah laku/prilaku manusia yg baik –> tindakan yg harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik atau buruk sikap tindakan manusia. Etik diartikan sebagai: YUNANI  Ethos.Ethics in Midwifery) TEORI MORAL Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik. . Terdapat beberapa pendapat apa yang dimaksud dengan moral.  Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak. Hal ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar & konsep yg membimbing makhluk hidup dalam berpikir & bertindak serta menekankan nilai-nilai mereka. dll. disiplin. berani. Soeganda Poerbacaraka). 1994) Menurut bahasa. Ensiklopedia Pendidikan (Prof.  Akhlak dan budi pekerti  Kondisi mental yang mempengaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat. 2. apakah benar atau salah.PENGERTIAN ETIKA Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan". Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat.

Bagi kits umat beragama. 2004). baik/buruk) "Pada hakikatnya moral menunjuk pada ukuran–ukuran yang telah diterima oleh suatu komunitas dan moral jugs bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada slam pikiran" (Maman Rachman. Suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat-sifat.  Lawannya amoral  Suatu istilah untuk menyatakan bahwa baik/benar itu lebih daripada yang buruk/salah. Bila dilihat dari sumber dan sifatnya. Karma etik berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai filsafat moral. baik atau buruk. . etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang apa yang benar atau salah. atau perbuatan-perbuatan yang layak dapat dinyatakan baik/buruk. melainkan lebih terkait dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari. sebab untuk hal ini orang tinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki di bidang moral. benar/salah. Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pads ajaran agama dan hanya bersifat duniawi semata-mata. Oleh karma itu etik p rofesi sebaiknya jugs berbentuk normatif. tentu moral keagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler. Moral tidak hanya berhubungan dengan larangan seksual. Dan moral diartikan mengenai apa yang dinialinya seharusnya oleh masyarakat dan etik dapat diartikan pula sebagai moral yang ditujukan kepada profesi. ada moral keagamaan dan moral sekuler. Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang. maksud-maksud. Hubungan antara filsafat. corak-corak. etika dan moral sebagai berikut: Filsafat Agama Etika Moral Agama Etika Kedokteran 9Studi maoralitas manusia dalam profesi kesehatan Etika Kebidanan Hati nurani  memutuskan moralitas tindakan manusia Tindakan sebagai bidan (benar/salah. yang secara umum dapat dipaka i sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tindakan manusia. pertimbangan-pertimbangan.

SISTEMATIKA ETIKA Sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam jenis dan ragamnya antara lain: 1. Menjaga otonomi dari setiap individu khususnya Bidan dan Klien 2. Etika kehidupan bangsa bersumber pada agama yang universal dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yaitu Pancasila. Etika Kedokteran dan Etika Kebidanan. Mengatur manusia untuk berbuat adil dan bijaksana sesuai dengan porsinya 5. Mengarahkan pola pikir seseorang dalam bertindak atau dalam menganalisis suatu masalah 7.mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat. 2. b. yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingakh laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hai. Etika Penegakkan Hukum yang Berkeadilan. Etika individu dan Etika Terapan. Menjaga kita untuk melakukan tindakan kebaikan dan mencegah tindakan yg merugikan/membahayakan orang lain 3.  Etika terapan adalah etika yang diterapkan pada profesi Pada tahun 2001 ditetapkan oleh MPR-RI dengan ketetapan MPR-RI No. yang membahas berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil kebijakan berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral.  Etika individu lebih menekankan pada kewajiban-kewajiban manusia sebagai pribadi. Etika Keilmuan. membahas dan mengkaji ukuran baik buruk tindakan manusia. Etika Politik dan Pemerintahan. Menjaga privacy setiap individu 4. Mendapatkan informasi tenfang hal yg sebenarnya . Etika Normatif.  Etika sosial menekankan tanggungjawab sosial dan hubungan antarsesama manusia dalam aktivitasnya. Etika deskriptif. yang biasanya dikelompokkan menjadi-. Etika Lingkungan. Etika khusus. Dengan etik kita mengatahui apakah suatu tindakan itu dapat diterima dan apa alasannya 6. a. Menghasilkan tindakan yg benar 8. Etika kehidupan berbangsa antara lain meliputi: Etika Sosial Budaya. Etika umum.VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Bangsa. FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 1. terdiri dari Etika sosial. Etika Ekonomi dan Bisnis.

Mengatur tata cara pergaulan baik di dalam tata tertib masyarakat maupun tata cara di dalam organisasi profesi 14. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi. Pasien berhak mendapatkan . benar atau salah sesuai dengan moral yg berlaku pada umumnya 10. Pasien berhak mendapat pendampingan suami atau keluarga selama proses persalinan berlangsung. Mengatur hal-hal yang bersifat praktik 13. Berhubungan dengans pengaturan hal-hal yg bersifat abstrak 11. yaitu pasien. buruk. 8). 5).nformasi yang meliputi kehamilan. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan seuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit. adil dan jujur. nifas dan bayinya yang baru dilahirkan. 4). HAK KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial sehari-hari. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit atau instusi pelayanan kesehatan. persalinan. 3). Pasien memiliki hak terhadap bidan atas pelayanan yang diterimanya. A. Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut ( second opin ion) t er hadap penyak it yang d i d e r i t a n ya . Hak pasti berhubungan dengan individu. Mengatur sikap. 7). Memberikan petunjuk terhadap tingkah laku/perilaku manusia antara baik. Sedangkan bidan mempunyai kewajiban/keharusan untuk pasien. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien. Memfasilitasi proses pemecahan masalah etik 12. Sedang kewajiban adalah suatu yang diberikan oleh bidan.9. . Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dad pihak luar. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya. Hak Pasien Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien/klien: 1). s e p e n g at a h u a n d ok t e r ya n g merawat. 9). jadi hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien. tindak tanduk orang dalam menjalankan tugas profesinya yg biasa disebut kode etik profesi. 2). 6). Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi.

C. perawat yang merawatnya. Tindakan kebidanan yang akan dilakukan c. 3). Perkiraan biaya pengobatan 12). bidan dan perawat. 15). Alternatif terapi lainnya d. dokter. Penyakit yang diderita b. Kewaiiban Pasien 1). Hak Bidan . 17). 11). Pasien dan atau penangggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati/perjanjian yang telah dibuatnya. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi: a. Pasien berhak meminta atas privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter. 13). bidan.10). Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan moril maupun spiritual. 2). Prognosisnya e. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit. B. Pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum atas terjadinya kasus malpraktek. 16). Pasien berhak men yetujui/mem berikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tat tertib rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. 18). Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis. 14). Pasien dan atau penangungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggungjawab sendiri sesuadah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya. 4).

Bidan berhak atas privasi dan menuntut apabila nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien. 2). 6). 5). Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. 3). 2). D. . 3). Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang akan dilakukan serta risiko yang mungkiri dapat timbul. Bidan wajib mematuhi peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan hukum antara bidan tersebut dengan rumah sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekerja. Kewaiiban Bidan 1). 9). Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk didampingi suami atau keluarga. 7). Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter yang mempunyai kemampuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasien. Bidan wajib mendokumentasikan asuhan kebidanan yang diberikan. Bidan berhak menolak keinginan pasien/klien dan keluarga yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan kode etik profesi. 4). Bidan wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. 4). Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap tingkat jenjang pelayanan kesehatan. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien. 5). Bidan berhak mendapat kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai. 7). Bidan wajib meminta persetujuan tertulis (informed consent) atas tindakan yang akan dilakukan. 6). Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan. Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Bidan berhak memperoleh kesempatan untuk mmingkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai. keluarga maupun profesi lain. 8).1).

Dengan demikian dokter. kode etik tidak dapat lagi dipakai sebagai pegangan satu–satunya dalam menyelesaikan masalah etik. Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. TUJUAN KODE ETIK Pada dasarnya tujuan menciptakan atau merumuskan kode etik suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi. profesi dan dirinya sendin". Bidan wajib bekerja sama dengan profesi lain dan pihak yang terkait secra timbal balik dalam memberikan asuhan kebidanan. Secara umum tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut: 1). BidanwajibmengikutiperkembanganIPTEKdanmenambahilmupengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal.bidan. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunia luar. KODE ETIK PROFESI BIDAN Setiap profesi mutlak mengenal atau mempunyai kode etik. Oleh karena itu. Dalam hal kesejahteraan materil angota profesi kode etik umumnya menerapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan. 11). Kode etik profesi merupakan "suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi angotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yang berhubungan dengan klien /pasien. Dari segi ini kode etik juga disebut kode kehormatan.. Untuk menjaga dan memelihara kesejahtraan para anggota Yang dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. teman sejawat. masyarakat. guru dan sebagainya yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik. 2). Namun dikatakan bahwa kode etik pada zaman dimana nilai–nilai perada ban semakin kompleks. . Benar atau salah pada penerapan kode etik. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Dalam hal ini yang dijaga adalah image dad pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi. perawat.10). ketentuan/nilai moral yang berlaku terpulang kepada profesi. untuk itu dibutuhkan juga suatu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum. keluarga. Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi.

4. Menepati janji yang telah disepakati. kode etik bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah. 2). Memberlakukan manisia dengan adil. Melakukan tindakan yang benar 3. 4). 6. Anggota profesi dan sistem kesehatan. Menghargai otonomi 2. Untuk meningkatkan mutu profesi Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya. KODE ETIK BIDAN Kode etik bidan di Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988. 2. Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. SECARA UMUM KODE ETIK TERSEBUT BERISI 7 BAB YAITU: 1. Selain itu kode etik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. kemudian disempurnakan dan disyahkan pada kongres nasional IBI XII tahun 1998. Anggota profesi dan sesama anggota profesi Prinsip Kode Etik 1. 4). 3. Anggota profesi dan Klien/ Pasien. Sebagai pedoman dalam berperilaku. tujuan dan bab. Penetapan kode etik IBI harus dilakukan dalam kongres IBI. Dimensi Kode Etik 1. 3). Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu.3). sedang petunjuk pelaksanaanya disyahkan dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. Anggota profesi dan profesi kesehatan 4. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) . 5. Menjelaskan dengan benar. 7. Mencegah tindakan yang dapat merugikan. sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. 1). Menjaga kerahasiaan Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya.

keluarga dan masyarakat. 5). Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan . Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal. 4. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien. kecuali bila diminta oleh pengadilan atau dipedukan sehubungan kepentingan klien. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan. Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) 1). Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) 1). keluarga dan masyarakat. Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien.1). 2. 3). . Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien. 2). 3. 3). keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai d engan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.tugasnya. 2). menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. 2). menghormati hak klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. 4). Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) 1). 6). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien.

. 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) MYARCHIVE  ▼ 2008 (19) o ▼ Juli (19)  Khasiat Buah Semangka  Menghilang Bau Kaki  Mencegah Tumbuhnya Uban  Peran Pesantren Dalam Menjawab Dinamika Masyarakat.  Pengertian Etika dan Moral (Dalam Kebidanan)  Makalah Fungsi Keperawatan  Kopi Sebagai Obat Kuat Syahwat Lelaki  Cara Mengatasi Kulit Berminyak . 3).. Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) 1). 2). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya. Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. 6. 5. 7. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan did dan meningkatkan kemampuan profesinya seuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat. Kewajiban bidan terhadap pemerintah. 2). Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenis yang dapat meningkatkan mute dan citra profesinya.2).meningkatkan mutu jangakauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. Penutup (1 butir) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia. bangsa dan tanah air (2 butir) 1). Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk.

.           Menghilangkan Bau Badan Atau Mulut Adem Ati Adas Cara Memperkecil Rahim Cacing Tanah Sebagai Penurun Panas Obat Pegel Linu Obat Sakit Gigi Memperlancar Kelahiran Obat Kuat Untuk Pria (Mengatasi Lemah Syahwat) Resep Agar Wanita Mudah Mencapai Orgasme Resep Obat Untuk Suami Istri Chat With Me.shoutmix.com/?reseptradisional">View shoutbox</a> Free chat widget @ ShoutMix .!! Kategori    Makalah (3) Obat Tradisional (14) Tanaman Obat (2) Link    Arrifai Doa Kita Assameha Silaturahim <a href="http://www4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful