Pengertian Etika dan Moral (Dalam Kebidanan

)
Posted on 00:46 No Comments http://kumpulan-segalamacam.blogspot.com/2008/07/pengertian-etika-dan-moral-dalam.html Label: Makalah 1. PENGERTIAN ETIKA DAN MORAL 2. SISTEMATIKA ETIKA (ETIKA UMUM DAN ETIKA SOSIAUETIKA PROFESI) 3. FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 4. HAK, KEWAJIBAN, TANGGUNGJAWAB 5. KODE ETIK PROFESI BIDAN
Materi ini sangat penting bagi mahasiswa bidan untuk mengetahui tentang apa itu etika, apa itu moral dan bagaimana menerapkannya dalam parktik kebidanan sehingga seorang bidan akan terlindung dari kegiatan pelanggaran etik ataupun pelanggaran moral yang sedang berkembang di hadapan publik dan erat kaitannya dengan pelayanan kebidanan sehingga seorang bidan sebagai provider kesehatan harus kompeten dalam menyikapi dan mengambil keputusan yang tepat untuk bahan tindakan selanjutnya sesuai standar asuhan dan kewenangan bidan. Pengkajian dan pembahasan tentang etika tidak selalu -hubungannya dengan moral dan norma. Kadang etika diidentikan dengan moral, walaupun sebenamya terdapat perbedaan dalam aplikasinya. Moral lebih menunjuk pads perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan Etika dipakai sebagai kajian terhadap sistem nilai yang berlaku. Etika jugs sering dinamakan filsafat moral yaitu cabang filsafat sistematis yang membahas dan mengkaji nilai baik buruknya tindakan manusia yang dilaksanakan dengan sadar serta menyoroti kewajiban-kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Perbuatan yang dilakukan sesuai dengan norma moral maka akan memperoleh pujian sebagai rewardnya, namun perbuatan yang melanggar norma moral, maka si pelaku akan memperoleh celaan sebagai punishmentnya. Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral yaitu mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarak at dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan/perkembangan norma/nilai. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu. Pada zaman sekarang ini etik perlu dipertahankan karena tanpa etik dan tanpa diperkuat oleh hukum, manusia yang satu dapat dianggap sebagai saingan oleh sesama yang lain. Saingan yang dalam arti lain harus dihilangkan sebagai akibat timbulnya nafsu keserakahan manusia. Kalau tidak ada etik yang mengekang maka pihak yang satu bisa tidak segansegan untuk melawannya dengan segala cara. Segala cara akan ditempuh untuk menjatuhkan dan mengalahkan lawannya sekadar dapat tercapai tujuan.

Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat.  Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak. berani. Sedangkan dalam konteks lain secara luas dinyatakan bahwa: ETIK adalah aplikasi dari proses & teori filsafat moral terhadap kenyataan yg sebenarnya. (Shirley R Jones. Soeganda Poerbacaraka). Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan. apakah benar atau salah. Menurut kamus lenqkap Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena). Hal ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar & konsep yg membimbing makhluk hidup dalam berpikir & bertindak serta menekankan nilai-nilai mereka. .  Akhlak dan budi pekerti  Kondisi mental yang mempengaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat. dan penyelesaiannya baik atau tidak (Jones. disiplin.PENGERTIAN ETIKA Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan". Etik diartikan sebagai: YUNANI  Ethos. Dr. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik atau buruk sikap tindakan manusia. 1994) Menurut bahasa. 1. kebiasaan atau tingkah laku INGGRIS  Ethis.Ethics in Midwifery) TEORI MORAL Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik. tingkah laku/prilaku manusia yg baik –> tindakan yg harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya. 2. dll. Ensiklopedia Pendidikan (Prof. Terdapat beberapa pendapat apa yang dimaksud dengan moral.

2004). yang secara umum dapat dipaka i sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tindakan manusia. Karma etik berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai filsafat moral. Hubungan antara filsafat. etika dan moral sebagai berikut: Filsafat Agama Etika Moral Agama Etika Kedokteran 9Studi maoralitas manusia dalam profesi kesehatan Etika Kebidanan Hati nurani  memutuskan moralitas tindakan manusia Tindakan sebagai bidan (benar/salah. etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang apa yang benar atau salah. maksud-maksud. corak-corak. Dan moral diartikan mengenai apa yang dinialinya seharusnya oleh masyarakat dan etik dapat diartikan pula sebagai moral yang ditujukan kepada profesi. sebab untuk hal ini orang tinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki di bidang moral. baik/buruk) "Pada hakikatnya moral menunjuk pada ukuran–ukuran yang telah diterima oleh suatu komunitas dan moral jugs bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada slam pikiran" (Maman Rachman. Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pads ajaran agama dan hanya bersifat duniawi semata-mata. ada moral keagamaan dan moral sekuler. benar/salah.  Lawannya amoral  Suatu istilah untuk menyatakan bahwa baik/benar itu lebih daripada yang buruk/salah. pertimbangan-pertimbangan. atau perbuatan-perbuatan yang layak dapat dinyatakan baik/buruk. Suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat-sifat. Bagi kits umat beragama. Oleh karma itu etik p rofesi sebaiknya jugs berbentuk normatif. Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang. . tentu moral keagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler. Bila dilihat dari sumber dan sifatnya. Moral tidak hanya berhubungan dengan larangan seksual. baik atau buruk. melainkan lebih terkait dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari.

Etika khusus. a. Menjaga kita untuk melakukan tindakan kebaikan dan mencegah tindakan yg merugikan/membahayakan orang lain 3. 2. Mengarahkan pola pikir seseorang dalam bertindak atau dalam menganalisis suatu masalah 7. FUNGSI ETIKA DAN MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN 1.VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Bangsa. Etika Lingkungan.  Etika individu lebih menekankan pada kewajiban-kewajiban manusia sebagai pribadi. Etika Ekonomi dan Bisnis. b. Etika kehidupan berbangsa antara lain meliputi: Etika Sosial Budaya. yang membahas berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil kebijakan berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral. Etika Kedokteran dan Etika Kebidanan. Etika individu dan Etika Terapan. yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingakh laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hai. Etika Normatif. Mengatur manusia untuk berbuat adil dan bijaksana sesuai dengan porsinya 5. Etika Penegakkan Hukum yang Berkeadilan. Etika kehidupan bangsa bersumber pada agama yang universal dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yaitu Pancasila.SISTEMATIKA ETIKA Sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam jenis dan ragamnya antara lain: 1. membahas dan mengkaji ukuran baik buruk tindakan manusia.  Etika sosial menekankan tanggungjawab sosial dan hubungan antarsesama manusia dalam aktivitasnya. Menjaga privacy setiap individu 4. Etika Politik dan Pemerintahan. Menjaga otonomi dari setiap individu khususnya Bidan dan Klien 2. Mendapatkan informasi tenfang hal yg sebenarnya . Etika deskriptif. yang biasanya dikelompokkan menjadi-. terdiri dari Etika sosial. Menghasilkan tindakan yg benar 8. Etika umum.mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat.  Etika terapan adalah etika yang diterapkan pada profesi Pada tahun 2001 ditetapkan oleh MPR-RI dengan ketetapan MPR-RI No. Dengan etik kita mengatahui apakah suatu tindakan itu dapat diterima dan apa alasannya 6. Etika Keilmuan.

tindak tanduk orang dalam menjalankan tugas profesinya yg biasa disebut kode etik profesi. 5). Memberikan petunjuk terhadap tingkah laku/perilaku manusia antara baik. Mengatur sikap. Pasien memiliki hak terhadap bidan atas pelayanan yang diterimanya. jadi hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien. 4). Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut ( second opin ion) t er hadap penyak it yang d i d e r i t a n ya . . Sedang kewajiban adalah suatu yang diberikan oleh bidan. A. Mengatur tata cara pergaulan baik di dalam tata tertib masyarakat maupun tata cara di dalam organisasi profesi 14. s e p e n g at a h u a n d ok t e r ya n g merawat. 7). Pasien berhak mendapat pendampingan suami atau keluarga selama proses persalinan berlangsung. Mengatur hal-hal yang bersifat praktik 13. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi. HAK KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial sehari-hari. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi. Sedangkan bidan mempunyai kewajiban/keharusan untuk pasien. buruk. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien.nformasi yang meliputi kehamilan. adil dan jujur. 8). Hak Pasien Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien/klien: 1). 9). Memfasilitasi proses pemecahan masalah etik 12. persalinan. 6). Hak pasti berhubungan dengan individu. Pasien berhak mendapatkan . yaitu pasien. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dad pihak luar. nifas dan bayinya yang baru dilahirkan. 3). benar atau salah sesuai dengan moral yg berlaku pada umumnya 10. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan seuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Berhubungan dengans pengaturan hal-hal yg bersifat abstrak 11. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit atau instusi pelayanan kesehatan.9. 2).

11). Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tat tertib rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. 18). Penyakit yang diderita b. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter. 13). 14). perawat yang merawatnya. Perkiraan biaya pengobatan 12). 15). Tindakan kebidanan yang akan dilakukan c. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi: a. 3). Kewaiiban Pasien 1). Pasien dan atau penangggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati/perjanjian yang telah dibuatnya. C. Pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum atas terjadinya kasus malpraktek. B. Pasien berhak men yetujui/mem berikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. Prognosisnya e. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggungjawab sendiri sesuadah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya. Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan moril maupun spiritual.10). Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya. Pasien dan atau penangungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. 17). 16). bidan dan perawat. Pasien berhak meminta atas privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. Alternatif terapi lainnya d. Hak Bidan . 2). Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis. 4). dokter. bidan.

4).1). 7). Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap tingkat jenjang pelayanan kesehatan. Bidan berhak mendapat kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai. 8). 6). Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter yang mempunyai kemampuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasien. 3). Bidan berhak memperoleh kesempatan untuk mmingkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai. Kewaiiban Bidan 1). keluarga maupun profesi lain. 2). 9). 4). Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan. Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk didampingi suami atau keluarga. Bidan berhak menolak keinginan pasien/klien dan keluarga yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan kode etik profesi. Bidan wajib mematuhi peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan hukum antara bidan tersebut dengan rumah sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekerja. Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang akan dilakukan serta risiko yang mungkiri dapat timbul. Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. 5). 3). Bidan wajib meminta persetujuan tertulis (informed consent) atas tindakan yang akan dilakukan. D. Bidan berhak atas privasi dan menuntut apabila nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien. . 6). 5). Bidan wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. 2). Bidan wajib mendokumentasikan asuhan kebidanan yang diberikan. 7).

Bidan wajib bekerja sama dengan profesi lain dan pihak yang terkait secra timbal balik dalam memberikan asuhan kebidanan. . masyarakat. setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tanduk atau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunia luar. Namun dikatakan bahwa kode etik pada zaman dimana nilai–nilai perada ban semakin kompleks. Dalam hal kesejahteraan materil angota profesi kode etik umumnya menerapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesejahteraan. ketentuan/nilai moral yang berlaku terpulang kepada profesi. Untuk menjaga dan memelihara kesejahtraan para anggota Yang dimaksud kesejahteraan ialah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. Kode etik profesi merupakan "suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi angotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yang berhubungan dengan klien /pasien. guru dan sebagainya yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik. Benar atau salah pada penerapan kode etik. teman sejawat.10). profesi dan dirinya sendin".bidan. 11). perawat. 2). KODE ETIK PROFESI BIDAN Setiap profesi mutlak mengenal atau mempunyai kode etik. keluarga. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Dalam hal ini yang dijaga adalah image dad pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi. Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Dari segi ini kode etik juga disebut kode kehormatan. Dengan demikian dokter. untuk itu dibutuhkan juga suatu pengetahuan yang berhubungan dengan hukum. TUJUAN KODE ETIK Pada dasarnya tujuan menciptakan atau merumuskan kode etik suatu profesi adalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi. kode etik tidak dapat lagi dipakai sebagai pegangan satu–satunya dalam menyelesaikan masalah etik. Secara umum tujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut: 1). Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur para anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi. BidanwajibmengikutiperkembanganIPTEKdanmenambahilmupengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal.. Oleh karena itu.

kode etik bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah. tujuan dan bab. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) . kemudian disempurnakan dan disyahkan pada kongres nasional IBI XII tahun 1998. Menjaga kerahasiaan Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya. 6. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu. Mencegah tindakan yang dapat merugikan. 1). KODE ETIK BIDAN Kode etik bidan di Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988. 2. 4. 3). Anggota profesi dan Klien/ Pasien. Menepati janji yang telah disepakati. Penetapan kode etik IBI harus dilakukan dalam kongres IBI. 3. sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. Untuk meningkatkan mutu profesi Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidang pengabdiannya. SECARA UMUM KODE ETIK TERSEBUT BERISI 7 BAB YAITU: 1. 5. 2). 7. Selain itu kode etik juga mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Anggota profesi dan profesi kesehatan 4. 4). Anggota profesi dan sistem kesehatan. 4). Menghargai otonomi 2.3). sedang petunjuk pelaksanaanya disyahkan dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. Sebagai pedoman dalam berperilaku. Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya. Menjelaskan dengan benar. Memberlakukan manisia dengan adil. Anggota profesi dan sesama anggota profesi Prinsip Kode Etik 1. Melakukan tindakan yang benar 3. Dimensi Kode Etik 1.

2. . 4. keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai d engan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. 4). Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) 1). Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien.tugasnya. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. 2). 2). 3. 2). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. 3).1). kecuali bila diminta oleh pengadilan atau dipedukan sehubungan kepentingan klien. keluarga dan masyarakat. 5). Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan . Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) 1). 3). Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan. tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) 1). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. keluarga dan masyarakat. dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. menghormati hak klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. 6). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien.

Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) 1).2). Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenis yang dapat meningkatkan mute dan citra profesinya. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk. 2). Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. Kewajiban bidan terhadap pemerintah. khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat. senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan did dan meningkatkan kemampuan profesinya seuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3). 5. Penutup (1 butir) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia. 6. Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2).meningkatkan mutu jangakauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga.. 7.. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya.  Pengertian Etika dan Moral (Dalam Kebidanan)  Makalah Fungsi Keperawatan  Kopi Sebagai Obat Kuat Syahwat Lelaki  Cara Mengatasi Kulit Berminyak . bangsa dan tanah air (2 butir) 1). 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) MYARCHIVE  ▼ 2008 (19) o ▼ Juli (19)  Khasiat Buah Semangka  Menghilang Bau Kaki  Mencegah Tumbuhnya Uban  Peran Pesantren Dalam Menjawab Dinamika Masyarakat.

com/?reseptradisional">View shoutbox</a> Free chat widget @ ShoutMix ..shoutmix.!! Kategori    Makalah (3) Obat Tradisional (14) Tanaman Obat (2) Link    Arrifai Doa Kita Assameha Silaturahim <a href="http://www4.           Menghilangkan Bau Badan Atau Mulut Adem Ati Adas Cara Memperkecil Rahim Cacing Tanah Sebagai Penurun Panas Obat Pegel Linu Obat Sakit Gigi Memperlancar Kelahiran Obat Kuat Untuk Pria (Mengatasi Lemah Syahwat) Resep Agar Wanita Mudah Mencapai Orgasme Resep Obat Untuk Suami Istri Chat With Me.