Al Quran menurut arti istilah (terminologi) yaitu 1.

Alquran adalah firman Allah SWT, yang merupakan mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir dengan perantaraan Malaikat Jibril yang tertulis di dalam mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir yang diperintahkan membacanya, yang dimulai dengan surat Al fatihah dan ditutup dengan Surat Annas 2. Alquran adalah lafal berbahasa Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, yang diperintahkan membacanya yang menantang setiap orang (untuk menyusun walaupun) dengan (membuat) surat yang terpendek dari pada surat-surat yang ada di dalamnya. 3. Alquran diperintahkan untuk dibaca (selain dipelajari dan diamalkan) karena membaca Alquran merupakan ibadah. 4. Alquran ditulis di dalam mushaf, bahwa Alquran ini ditulis sejak masa turun (Nabi Muhammad SAW). Karena selalu ditulis inilah Alquran juga disebut “Alkitab”. Dewasa ini mushaf Alquran disebut “Mushaf Usmani” karena penulisannya mengikuti metode usman Bin Affan.

Nama-nama Lain Al Qur’an
Diposkan oleh Rudiharto on Rabu, 27 April 2011 Sesuai dengan keanekaragaman Al Qur’an yang menyentuh segala macam sisi-sisi kehidupan manusia. Berikut adalah nama –nama lain Al Qur’an yang diturunkan Malaikat JIbril kepada Rasulullah SAW: 1. Al Kitaab. Al Qur‟an disebut juga dengan Al Kitaab karena merupakan sinonim baginya.

Artinya: “Kitab (Al Qur‟an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS Al Baqarah [2] : 2) 2. Al Furqaan. Al Qur‟an disebut juga Al Furqaan karena memiliki fungsi sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah.

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqaan (Al Qur‟an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (QS Al Furqaan [25] : 1) 3. Az Zikr. Al Qur‟an disebut juga Al Zikr karena memiliki funsi sebagai pemberi peringatan.

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur‟an dan pasti Kami (pula) yang memeliaranya.” (QS Al Hijr [15] : 9) 4. Al Mau‟izah. Al Qur‟an disebut juga Al Mu‟izah karena ia merupakan pelajaran atau nasihat.

Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur‟an) dari Tuhanmu penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yuunus [10] : 57) 5. Al Hikmah. Al Qur‟an disebut juga Al Hikmah karena segala yang terkandung di dalam Al Qur‟an adalah kebijaksanaan.

Artinya: “Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS Al Israa [17] : 39) 6. Asy Syifa‟. Al Qur‟an disebut juga Asy Syifa‟ karena mampu mengobati atau menyembuhkan penyakit baik lahir maupun batin.

Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur‟an) daru Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS Yuunus [10] : 57)

7. Al Hudaa. Al Qur‟an disebut juga Al Hudaa karena ia juga berfungsi sebagai petunjuk.

Artinya: “Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al Qur‟an), kami beriman kepadany. Maka barangsiapa beriman kepadaTuhan maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.” (QS Al Jin [72] : 13) 8. Al Tanziil. Al Qur‟an disebut juga Al Tanziil karena ia adalah kitab suci yang diturunkan.

Artinya: ”Dan sungguh, (Al Qur‟an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam.” (QS Asy Syu‟araa [26] : 192) 9. Ar Rahmah. Al Qur‟an disebut juga Al Rahman karena ia berfungsi sebagai petunjuk dan karunia bagi umat manusia dan alam semesta.

Artinya: “Dan sungguh, (Al Qur‟an) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS An Naml [27] : 77) 10. Ar Ruuh. Al Qur‟an disebut juga Ar Ruuh karena ia mampu menghidupkan akal pikiran dan membimbing manusia kepada jalan yang lurus.

maka lindungilah agar dia dapar mendengar firman Allah. kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya.” (QS Ali Imraan [3] : 138) 12. Artinya: “Inilah (Al Qur‟an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia. tetapi Kami jadikan Al Qur‟an itu cahaya.” (QS An Nahl [16] : 102) 14. Al Qur‟an disebut juga Al Bayaan karena ia berfungsi sebagai penjelas dan penerang kebenaran dari Tuhan. engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus. dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang berserah diri (kepada Allah). An Nuur. Al Qur‟an disebut juga Al Kalaam karena ia adalah firman Allah dan merupakan kitab suci yang diucapkan.” (QS At Taubah [9] :6) 13. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui. Dan sungguh. da menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Artinya: “Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadanmu. Artinya: “Katakanlah. dengan itu Kami member petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.Artinya: “Dan demikianlah Kami wahyulan kepadamu (Muhammad) ruh (Al Qur‟an) dengan perintah Kami. ka Bayaan. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al Qur‟an dan apakah iman itu. Al Qur‟an disebut juga An Nuur karena ia mapu membawa manusia memperoleh cahaya ketuhanan. .” (QS Asy Syuuraa [42] : 52) 11. Al Kalaam. Al Busyraa. “Rohulkudus (Jibril) menurunkan Al Qur‟an itu dari Tuhanmu dengan kebenaran untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman. Al Qur‟an disebut juga Al Busyraa karena ia berfungsi sebagai pembawa kabar gembira.

” (QS Al Jaasiyah [45] : 20) 16. agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran. Al Balaag.” (QS Ibraahiim [14] : 52) 17. Artinya: “(Al Qur‟an) ini adalah pedoman bagi manusia. agar mereka diberi peringatan dengannya. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur‟an). Al Qaul. Al Qur‟an disebut juga Al Basaa‟ir karena ia berfungsi sebagai pedoman. Artinya: “(Al Qur‟an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia. Al Qur‟an disebut juga Al Balaag karena ia berfungsi sebagai penyampai kabar atau penjelasan bagi manusia. petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. Al Qur‟an disebut juga Al Qaul karena ia merupakan perkataan atau ucapan yang dapat menjadi pelajaran bagi manusia.” (QS Al Qasas [28] 51) . Kami telah menyampaikan perkataan ini (Al Qur‟an) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya. Artinya: “Dan sungguh. Al Basaa‟ir.” (QS An Nisaa [4] : 174) 15.Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti dari Tuhanmu.

Artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi Maha mengetahui. Allah SWT memberi anjuran kepada manusia untuk setiap saat membaca Al Qur'an karena keutamannya. melalui perantaraan Malaikat Jibril. Setidaknya ada 4 buah ayat yang menganjurkan agar kita membaca Al Qur'an. Al-Ahzab: 34). Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. dan bagian dari rukun iman. mendirikan shalat dan bernafkah di jalan Allah SWT itulah orang yang mengharap pahala kekal." (QS. Arab: ‫ )ال ﻘسآﻥ‬adalah kitab suci agama Islam.perbuatan) keji dan mungkar. yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa sallam." (Al-'Ankabuut: 45) Artinya: "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (sunnah nabimu). . Hanya orang-orang yang memahami ktab Allah SWT. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.Al-Qur'an Al-Qur’ān (ejaan KBBI: Alquran.[1] Anjuran Untuk Selalu Membaca Al Quran Al Qur'an itu bisa mensucikan jiwa apabila dibaca. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.

Mohon penjelasan dr Ustadz apakah ada dalil tentang keutaman membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya serta membaca namun tidak mengamalkannya? Karena pertanyaan itu teman ana sering mikir sepertinya percuma kalau baca Al-Qur'an sudah tertatih-tatih tidak tahu artinya dan tak mengamalkannya. lalu juga . Al-A'laa: 6).rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan. namun tidak mengamalkan isinya.Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi" (QS. Setahu ana perbuatan membaca dan mengamalkan isi Al-Qur'an itu memang yang paling afdhol namun kedua hal itu kan terpisah dalam melakukannya. Al-Faathir: 29). Yang paling baik tentu rajin baca Al-Quran dengan bacaan yang baik. Syukron Wassalamu 'alaikumwr wb Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. All | qrn | edit Rajin Baca Al-Quran Tapi Tidak Mengamalkannya Pertanyaan Assalamu 'alaikumwr wb Ada teman ana yang menanyakan dalil mengenai rajin membaca Al-Qur'an sudah terbatabata maupun lancar bahkan tahu artinya. Artinya: "Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa" (QS.

Dan masalah itu nanti akan dibahas pada bab fiqih. Al-Quran adalah petunjuk hidup. Allah SWT berfirman: Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab. di dalamnya sebahagian dari ancaman. rasanya sedikit sekali wilayah perbedaan pendapatnya.Jadi kami batasi dulu saja. tetapi juga ada wilayah yang bersifat anjuran. Kalau kita pinjam istilah para ahli fiqih. supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura dan penduduk sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya. Namun karena jumlah ayat Al-Quran sangat terbatas. Di tataran aqidah. Jadi yang harus dijalankan terutama pada bagian yang paling esensial. Di antara hadits yang menjadi dasar anjuran dan keutamaan kita membaca Al-Quran adalah: . yaitu aqidah dan syariah. Membaca Al-Quran Seorang muslim wajib bisa membaca Al-Quran. maka shalatnya tidak sah. bahwa mengamalkan isi Al-Quranadalah sesuatu yang mutlak wajibdijalankan. agar mereka bertakwa atau Al-Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. tapi mencakup semua ajaran Allah SWT. Tentu saja isi Al-Quran bukan hanya aqidah dan syariah saja. tentu urusan mengamalkan isi Al-Quran sudah menjadi harga mati. Boleh dibilang yang ada di dalam Al-Quran baru sebatas prinsip-prinsip dasarnya. As-Syura: 7) Menjalankan Isi Al-Quran Namun kita juga perlu tahu bahwa isi Al-Quran itu sangat luas.(QS. mencakup wilayah yang menjadi pokok agama. yaitu berkisar hanya 6000an ayat lebih saja. Sebab Al-Quran bukan sekedar kitab untuk dibaca saja. Beda dengan tataran syariah yang agak lebih beragam teknis pelaksanaannya. Segolongan masuk surga. Sebagai seorang muslim. Sebab lafadz ini menjadi rukun shalat 5 waktu. pendeknya membaca Al-Quran sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim. terutamapada wilayah yang paling esensial. setidaknya mengucapkan lafadz surat AlFatihah.(QS. Namun lepas dari urusan wajib. baik di dalam shalat atau di luar shalat. seperti urusan dasar aqidah dan syariah. ada wajib dan ada sunnah. tetapi lebih dari itu.mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. dan segolongan masuk Jahannam. Tanpa membaca surat ini dengan benar. Ada haram dan ada makruh. Thaha: 113) Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur'an dalam bahasa Arab. maka tentu saja detail-detail isi dan teknisnya nanti dijelaskan lewat haditshadits nabawi. Sebagai muslim kita tidak memilah-milah antara keduanya. dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali.

"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda. tetapi alif adalah satu huruf. Atau bahkan melakukan syirik karena datang ke dukun. Menjadi Syafaat di Hari Kiamat Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu berkata. Ada orang yang bahkan sudah jadi Qari'. Mendapat Ketenangan. "Orang yang membaca al-Quran dan ia sudah mahir dengan bacaannya itu. Tapi kadang kelakuannya masih saja terbawa arus jahili. tetapi rajin juga mengerjakan kemungkaran dan maksiat. sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Sehingga muncullah orang yang pandai baca Al-Quran tapi tidak paham makna dan tafsirnya. percaya kepada hari naas. "Orang yangmembaca sebuah huruf dari kitabullah (Al-Quran). Rahmat. atau malah ikut kegiatan yang berlawanan dengan syariat Islam." (HR Bukhari Muslim) 3. sedang orang yang membacanya alQuran dan iaterbata-bata dalam bacaannya (tidak lancar) juga merasa kesukaran di waktu membacanya itu. Ilmunya boleh dibilang sepotong-sepotong. akan dilingkari oleh para malaikat dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yang ada di dekat-Nya.1. buka aurat. peramal.“ (HR Muslim) Membaca Al-Quran Tapi Melanggar Larangan Yang paling parah dan harus segera dicegah adalah orang yang pandai membaca Al-Quran. ."(HR Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih) 4. Hidup Bersama Para Malaikat Dari Aisyah radhiallahu 'anha berkata bahwa RasulullahSAW bersabda. di mana ilmu tilawah dibuat terpisah dengan ilmu tafsir. bertathayyur. Pemandangan ini sesekali bisa kita saksikan di tengah kerancuan beragama di negeri kita. memelihara dan menghamba kepada jin. maka ia memperoleh suatu kebaikan. "Bacalah Al-Quran sebab Al-Quranakan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat (pertolongan) kepada orang-orang yang mempunyainya. "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci al-Qur‟an dan mempelajarinya. akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat. fasih dan lancar. dalam arti pandaibaca Quran dengan merdu. Entah dia pacaran. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf. melainkan akan turun kepada mereka ketenangan. Akibat pemilahan mata pelajaran Al-Quran. maka ia dapat memperoleh dua pahala. Membaca Satu Huruf Mendapat 10 Kebajikan Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Ini semua karena pengajaran Al-Quran tidak seimbang dengan pegajaran isi ajarannya. bahkan rajin membacanya. Malaikat dan Disebut-sebut Namanya Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda." (HR Muslim) 2. lam satu huruf dan mim juga satu huruf. maka ia adalah beserta para malaikat utusan Allah yang mulia lagi sangat berbakti.

Oleh karena itu. lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka selain kita wajib belajar membaca Al-Quran. bisa jadi dia adalah pelaku kemungkaran dan maksiat. kita juga wajib mempelajari isi dan tafsirnya. Al-Qur`an adalah kalamullah. yang sebenarnya bertentangan dengan esensi ajaran Islam. . sahabat dan orang-orang yang tetap istiqamah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. yang diajarkan hanya urusan bacaan Quran saja. kalau murid seperti sudah jadi guru ngaji. merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan al-Qur`an. karena hal itu merupakan salah satu bukti nyata bahwa Allah SWT berjanji akan menjaga al-Qur`an dari perubahan dan penyimpangan seperti kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Di samping itu. berpikir dan bertindak. Wallahu a'lam bishshawab. yaitu dengan merenungkan dan memahami maknanya sesuai petunjuk salafus shalih. Dan salah satu bukti terjaganya al-Qur'an adalah tersimpannya di dada para penghapal al-Qur'an dari berbagai penjuru dunia. bangsa arah dan ajam (non arab). kemudian dilanjutkan dengan mengajarkannya. KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGHAPAL AL-QUR`AN Muhammad Iqbal Ahmad Gazali Segala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam. firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi kita Muhammad selama 23 tahun. kita juga dianjurkan menghapalnya dan menjaga hapalan tersebut agar jangan terlupakan. Dan kalau tidak diimbangi dengan kekuatan pribadi muslim yang baik. Ia adalah kitab suci umat Islam yang merupakan sumber petunjuk dalam beragama dan pembimbing dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.Nantinya. beserta para keluarga. Membaca al-Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya. Tentu saja juga wajib mengamalkannya dengan benar. shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah SAW. menjadikannya sebagai sumber inspirasi. sedangkan urusan tafsir dan maknanya boleh jadi dia awam. kemudian diteruskan dengan tadabbur.

an-Naml:91-92) Adapun di antara keutamaan membaca al-Qur`an dari sunnah Rasulullah SAW adalah: 1. ". beliau bersabda: . Al-Bukhari. yaitu kitab Rabbmu (al-Qur'an). ٔأٌَ أَتهُٕا انقُزْ ءا‬ َ َ ْ َ ْ ْ َ َ ِ ْ ُْ Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu. dari Nabi.. dari Nabi saw. baik dari alQur'an maupun as-Sunnah." HR. dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". beliau bersabda: ًَُّّ‫خٍزكى يٍ تَعهَّى ْانقُزْ آٌ ٔعه‬ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُْ ُ َْ 'Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya. * Dan supaya aku membacakan al-Qur'an (kepada manusia). Menjadi manusia yang terbaik: "Dari Utsman bin 'Affan rad.Banyak sekali anjuran dan keutamaan membaca al-Qur'an. Dan firman-Nya: ‫اتم يآأُٔحً إِنٍَْك يٍ انكتَاب‬ ِ ِْ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. al-Kahfi:27). 2. (QS. al-'Ankabut:45) Dan firman-Nya: ٍ‫إًََِّآ أُيزْ ث أٌَ أَعبُد ربَّ َْذِ انبَ ْهدة انَّذي حزيَٓا ٔنَُّ كمُّ شىء ٔأُيزث أٌَ أَكٌٕ ي‬ َ ِ َ ُ ْ ُ ٍ ِ َ ٍ ْ َ ُ َ َ َّ َ ِ ِ َ ْ ِ ِ َ َ ْ ْ ُ ِ َ ٌ‫انًسهًٍٍِ . di antara perintah membaca al-Qur`an adalah: firman Allah swt: ‫ٔاتم يآأُٔحً إِنٍَْك يٍ كتَاب ربِّك‬ َ َ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ُ ْ َ Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu. (QS. Kenikmatan yang tiada bandingnya: Dari Abdullah bin Umar RA. yaitu Al-Kitab (alQur'an). (QS.

Dikumpulkan bersama para malaikat: dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Ketinggian Al-Qur’an.‫ٔنكٍ أَنِف حزْ ف ٔالَو حزْ ف ٔيٍى حزْ ف‬ "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur`an maka dengan untuknya satu kebaikan." HR. 5. 'Nabi Muhammad SAW bersabda: ٍَّ‫انًاْز بِانقُزْ آٌ يع انسفَز انكزاو انبَزرة." HR. sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membacanya. Dan seorang yang diberi oleh Allah harta. Cara mempelajari dan Mengamalkan Al-Qur’an . الَأَقُٕل أنى حزْ ف‬ ُ ْ َ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ِ ٌ َ ٌِْ َ ٌ َ ٌ َ ٌ َ ٌ ِْ َ . 'Rasulullah SAW bersabda: ٌ َ ‫يٍ قَزأَ حزْ فًا يٍ كتَاب هللاِ فَهَُّ بِّ حسَُتٌ ٔانحسَُتُ بِعشز أَيثَانَِٓا. 4. 'Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: ْ َ ِ َ ْ َْ ِّ‫اِقزإٔا انقُزْ آٌ فَإََُِّّ ٌَؤْتًِ ٌَٕو انقٍَِايت شفٍِعًا ِألَصْ حاب‬ َ ْ ُْ َ ْ ِ َ "Bacalah al-Qur`an. 3."Muttafaqun alaih. kekayaan maka dia melaksanakannya ia infakkan (membaca hari dan dan mengamalkannya) malam dan siang hari. akan tetapi alif adalah satu huruf. Muslim. Pahala berlipat ganda: dari Ibnu Mas'ud rad. dan satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali lipat. ia berkata. ia berkata.ٌ ُ َ َ ِ ٌ ُ َ ِ ْ ْ ‫الَحسد إِالَّ فِى اثٍٍَُ رجم آتَاُِ هللاُ انقُزْ آٌ فَُٕٓ ٌَقُٕو بِّ آََاء انهٍَّْم ٔآَاء انََُّٓار ٔرجم‬ ََ َ َ ِ َ ِ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ‫آتَاُِ هللاُ ياالً فَُٕٓ ٌُُفِقُُّ آَاَء انهٍَّم ٔآَاَء انََُّٓار‬ َ َ ِ ْ َ َ ِ 'Tidak boleh ghibthah (menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain) kecuali dalam dua hal: (pertama) orang yang diberikan Allah SWT keahlian tentang SWT al-Qur`an. laam satu huruf dan miim satu huruf. ia berkata. ٔانَّذي ٌَقزأُ انقُزْ آٌ ٌَٔتَتَعتَع فٍِّ ُْٕٔ عه‬ ِ ْ َ َ َ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ َّ َ َ ِ ْ ُ ِ َ ٌّ َ ٌ‫شاق نَُّ أَجْ زا‬ ِ َ Kedudukan. mempelajari dan mengamalkannya). al-Qur`an memberi syafaat di hari kiamat: dari Abu Umamah al-Bahili RA. maka sepanjang malam. Saya tidak mengatakan 'alif laam miim' satu huruf. AtTirmidzi.

dan yang membaca tetapi sulit dan terbata-bata maka dia mendapat dua pahala. (Ad-Dailami dan Al-Baihaqi) Orang yang pandai membaca Al Qur‟an akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti. Ahmad) Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur‟an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat. Musa dan Isa. ibadah.” (Q. serta tanpa akal dan naqal yang benar. sebagaimana yangtertera dalam agama-agama lain yang bersumber dari wahyu Allah swt. yaitu Kitabullah (Al Qur‟an) dan sunnah Rasulullah Saw. (HR. Bahkan sebagaipemeriksa. (HR.penyimpangan dan pertukaran dari yang murni dan asli. adab. (HR. (yang semua serupa saja)yakni hendaklah kamu semua menegakkan agama yang benar dan janganlahkamu sekalian berpecahbelah. (Mashabih Assunnah) Barangsiapa mengulas Al Qur‟an tanpa ilmu pengetahuan maka bersiaplah menduduki neraka. maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan. (HR.tetapi juga menjelaskan mana yang merupakan pengubahan. Bukhari dan Muslim) Sebaik-baik kamu ialah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya. diberikan syariatdan jalan dalam hukumhukum amaliah yang sesuai dengan persiapan sertakemampuan mereka. Oleh sebab itu Alqurandengan terus terang dan tanpa ragu-ragu menetapkan mana yang benar.Allah Taala berfirman. baik orang-orang yang beragama Islam atau pungolongan ahlul kitab (kaum Nasrani dan Yahudi) dan jangan sampaimengikuti hawa nafsu mereka sendiri saja. Tirmidzi) Sesungguhnya Allah. pergantian. Muslim) Penjelasan : Maksudnya: Barangsiapa yang berpedoman dan mengamalkan isi Al Qur’an maka Allah akan meninggikan derajatnya.Selanjutnya dalam ayat di atas disebutkan pula bahwa Allah Taalamemerintahkan kepada nabi supaya dalam memutuskan segala persoalanyang timbul di antara seluruh umat manusia ini dengan menggunakanhukum dari Alquran. Asy-Syura:13)Seterusnya lalu dibuang beberapa hukum yang berhubungan denganamaliah yang dahulu dan diganti dengan syariat Islam yang . (HR. peneliti. Abu Dawud) Penjelasan : Maksud hadits ini adalah menterjemah. Bukhari) Orang yang dalam benaknya tidak ada sedikitpun dari Al Qur‟an ibarat rumah yang bobrok.S. dengan kitab ini (Al Qur‟an) meninggikan derajat kaum-kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain. menafsirkan atau menguraikan Al Qur‟an hanya dengan akal pikirannya sendiri tanpa panduan dari hadits Rasulullah. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya. panduan dari para sahabat dan ulama yang shaleh. penyelidik dari semuanya.Adapun yang berhubungan dengan persoalan akidah. (HR.sopan santun serta halal dan haram.Dijelaskan pula bahwa setiap umat oleh Allah swt. makasemuanya dijadikan seragam dan hanya satu macam.    yang diberikan kepada para nabi sebelum Rasulullah saw. tapi barangsiapa yang tidak beriman kepada Al Qur‟an maka Allah akan menghinakannya dan merendahkan derajatnya. “Allah telah menetapkan agama untukmusemua yang telah diwasiatkan oleh-Nya kepada Nuh dan apa yang telahKami wahyukan kepada Ibrahim. Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. (HR. juga yang ada hubungannya dengansesuatu yang tidak akan berbeda karena perubahan masa dan tempat. Muslim) Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan benar.         Apabila seorang ingin berdialog dengan Robbnya maka hendaklah dia membaca Al Qur’an.

sehingga menjadisuatu kenyataan dan perbuatan. Dari sudut inilah. Itulah wahyu yang turun dari Tuhan yang MahaBijaksana lagi Terpuji. Maka dari itu jagalah kitabAlquran agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotorikesuciannya.merupakansyariat terakhir yang kekal serta sesuai untuk diterapkan dalam segala waktudan tempat.” (Q. baik dari hadapanatau pun dari belakangnya.Allah Taala berfirman.” (Q. anak-anak. maka akidah pun menjadi satu macam. Ajaranajaran yang termuat dalam Alquran adalah kalam Allah yangterakhir untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepadaumat manusia. Allah swt. sehingga Allah Taala dapatmewarisi bumi ini dan siapa yang ada di atas permukaannya. Tetapi adakah orang yangmengambil pelajaran?” (Q.kepalsuan dan pengubahan tidak lain hanya agar supaya hujah Allah akantetap tegak di hadapan seluruh manusia. baik dari kaum lelaki. Kehendak semacam ini tidak mungkin berhasil. Fushshilat:41-42)     4 Allah Taala berfirman pula. Oleh karena itu Alquran sengaja diturunkan olehAllah Taala dengan suatu gaya bahasa yang istimewa. “Akan Kami (Allah)perlihatkan kepada mereka kelak bukti-bukti kekuasaan Kami disegenappenjuru dunia ini dan bahkan pada diri mereka sendiri. orang kaya atau miskin dan lain- . orang-orang tua. Dapatdipastikan bahwa firman dan amal perbuatan Allah tidak mungkin bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Tidak akan dihinggapi oleh kebatilan (kepalsuan). berkehendak supaya kalimat-Nya disiarkan dandisampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran. sampai jelas kepadamereka bahwa Alquran adalah benar.Allah Taala berfirman.S. tidak sukar bagi siapa pun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya.sedangkan syariat berbeda disesuaikan dengan kondisi zaman masing-masing umat. hendak mengganti isi yangsebenarnya atau pun hendak menyusupkan sesuatu dari luar ataumengurangi kelengkapannya.dihafal serta dipahami. Oleh sebab itu. “Sungguh Kami (Allah) telah membuat mudahpada Alquran untuk diingat dan dipahami. Sebabnya tidak lain karenaAlquran adalah firman Allah Taala. Bahkan yang dapat terjadiialah bahwa yang satu akan membenarkan yang lain. Kitab Suci Alquran yang dikehendaki oleh Allah Taala akankekekalannya.S. tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa suatuilmu pengetahuan akan mencapai titik hakikat yang bertentangan denganhakikat yang tercantum di dalam ayat Alquran. AlHijr:9)Adapun tujuan menjaga dan melindungi Alquran dari kebatilan. “Sesungguhnya Alquran adalah kitab yangmulia. mudah. hendak mengubah kemurniannya. kecuali jika kalimat-kalimat itu sendiri benar-benar mudah diingat.2. “Sesungguhnya Kami (Allah) menurunkanperingatan (Alquran) dan sesungguhnya Kami pasti melindunginya (darikepalsuan).sendiri. makakita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan olehilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yangterkandung dalam Alquran. kekal untuk selamalamanya.wanita. Belum cukupkah bahwa TuhanmuMaha Menyaksikan segala sesuatu?” (Q.asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.3.Dalam hal ini baiklah kita ambil firman-Nya.S.S. Jadi apa yang ditemukan adalah memperkokohdan merealisir kebenaran dari apa yang sudah difirmankan oleh Allah swt. sedang keadaan yang terjadi di dalamalam semesta ini semuanya merupakan karya Allah Taala pula. Al-Qamar:17)Di antara bukti kemudahan bahasa yang digunakan oleh Alquran ialah banyak sekali orang-orang yang hafal di luar kepala. inilah yang dikehendaki oleh Allah Taala supaya tetapsepanjang masa. Fushshilat:53)4.

Bahkan dengan berbagai keistimewaan di atas. kami dengan banggamempersembahkan kepada Anda sebuah kitab besar Al-Adzkaar lin Nawawidan At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran .lainsebagainya.Adapun kesembilan bagian yang menjadi inti kitab ini adalah: • KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL-QUR‟AN • KELEBIHAN ORANG YANG MEMBACA AL-QUR‟AN • MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN GOLONGAN AL-QUR‟AN • PANDUAN MENGAJAR DAN BELAJAR AL-QUR‟AN • PANDUAN MENGHAFAZ AL-QUR‟AN • ADAB DAN ETIKA MEMBACA AL-QUR‟AN • ADAB BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR‟AN • AYAT DAN SURAT YANG DIUTAMAKAN MEMBACANYAPADA WAKTUWAKTU TERTENTU • RIWAYAT PENULISAN MUSHAF AL-QUR‟ANDengan pengantar yang amat singkat ini. juga tidak dapat dicarikanpersamaan dalam hal kandungan serta kemuliaan tujuannya. Oleh sebab itudapat diyakini bahwa Alquran adalah mutlak sebaik-baik kitab yang ada. Sudah barang tentu tidak ada satukitab pun yang mendapatkan keistimewaan melebihi Alquran.karya ulama besar - .Kitab ini ini membahas perkara-perkara yang sangat penting diketahuioleh setiap orang Islam karena kitab ini membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan adab kita menjalin interaksi dengan kitab suci kita -Al-Qur‟an al-Karim. jelas Alquran tidak ada bandingannya dalam hal pengaruhnya terhadap hati atau kehebatanpimpinan dan cara memberikan petunjuknya. Mereka mengulang-ulangi bacaannya di rumah atau mesjid. Kemudian diteruskan denganriwayat hidup Imam Nawawi. kitab ini mengandung sembilan bagiandan sebuah mukadimah yang menjelaskan secara ringkas latar-belakang dankandungan kitab ini secara keseluruhan.Tidak henti-hentinya suara orang-orang yang mencintai Alquran                                  5 berkumandang di seluruh penjuru bumi.Dalam garis besarnya.

ada MTQ ataupun tidak. kita harus bisa membaca al-Quran dengan fasih dan bertajwid. Perlu saya sampaikan bahwa lagu-lagu yang dianggap sebagai lagu pokok dalam seni baca alQuran ini ada tujuh jenis. . Kita harus bersabar. baiklah kita mulai saja pelajaran kita pada seri yang pertama ini. Yang ketiga. B. bagaimana seluk-beluk lagu.  Abu ZakariyaYahya Muhyiddin bin Syaraf bin Hizam An-Nawawi atau yang amat dikenalsebagai Iman Nawawi. Ikhlas dalam arti betul-betul memelajari seni baca al-Quran ini karena Allah semata. Kita perlu memelajari bagaimana pernafasan yang baik. dari lagu A. Dengan dasar inilah.A. hanya sekadar mengejar karir. yang tidak kurang pentingnya. Kalau kita mempunyai hobi untuk membaca al-Quran. membaca dengan fasih. Muammar Z. dalam kaset pelajaran seni baca al-Quran bagian I yang berisi pelajaran lagu bayyâtî. Baik dari segi tajwidnya ataupun qiraatnya. Dalam memelajari seni baca al-Quran ini. Para pendengar dan adik-adik sekalian para peserta yang terhormat. coba canangkan ini. Semua itu betul-betul memerlukan kesabaran. kita akan banyak menghadapi kesulitan-kesulitan. kita senantiasa memelajari al-Quran. kita harus mempunyai bakat dan juga hobi. ataupun tujuan-tujuan yang lain. itu dapat memberikan satu jaminan bahwa kita dapat berlatih secara kontinyu (istiqamah). Para pendengar sekalian. Selamat membaca. Sebabnya adalah bahwa dalam seni baca al-Quran banyak hal-hal yang terkait di dalamnya. Pelajaran ini betul-betul memerlukan kesabaran. kemudian dilagukan secara harmonis. Jangan sekali-kali punya tujuan memelajari seni baca al-Quran ini hanya secara keduniawian. Misalnya hanya karena ingin menang dalam MTQ. Saya buatkan transkripnya untuk siapa saja yang menggemari seni baca al-Quran. ini merupakan satu kesalahan yang sangat besar. Sedangkan dengan bakat yang kita miliki. Kedua-duanya harus berjalan secara harmonis. dan juga kita memiliki pernafasan yang cukup. Membaca dengan bertajwid. Yang pertama. dan sebagainya. C. sabar dan ikhlas. Kalau kita hanya mengejar lagu tanpa memerhatikan tajwid. Semoga Anda menjadi insan kamil – insan Belajar Seni Baca al-Quran OPINI | 04 August 2011 | 11:46 Dibaca: 706 Komentar: 0 Nihil Tulisan di bawah ini adalah salinan dari suara H. Yang kedua. di mana kita berada dan kapan saja. Perlu disampaikan bahwa ada beberapa hal yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian kita sebelum kita melangkah lebih jauh dalam pelajaran seni baca al-Quran ini. Sebab hal ini merupakan masalah yang pokok. berarti kita memiliki suara yang bisa dibutuhkan dalam memelajari al-Quran ini. Kemudian juga kita harus ikhlas. Dari mulai sekarang. karena karir ataupun tidak. Marilah sejenak kita pusatkan perhatian kita untuk mengikuti program pembinaan tilawatil Quran.

dll. dan lagu-lagu lain. (3) jawab (tinggi). karqouk. lagu bayyâtî biasanya dibawakan dalam beberapa tahap tingkatan nada. dari mulai nada yang paling rendah sampai nada yang paling tinggi. datangnya utusan Allah. tentang orang-orang yang masuk surga. juga bisa diterapkan dalam bacaan TARTIL (bacaan sedang. lagu-lagu cabangnya maupun panjang pendek bacaannya. siksa. Untuk memberikan gambaran bagaimana jenis lagu bayyâtî. lagu-lagu 2. bahkan bacaan-bacaan yang lebih cepat lagi dari keduanya seperti bacaan TADWIR atau HADR. Dalam tatanan seni baca al-Quran. misalnya lagu Nakriz. Sedang 1. antara lain: Nahawand adalah: Jiharka bernada Shoba Kegunaan lain lagu-lagu tilawatil Qur’an selain bisa diterapkan dengan bacaan TAHQIQ (bacaan lambat/pelan seperti dalam aturan MTQ). maka seyogyanya lagu-lagu yang dibawakan harus bernadakan gembira juga. maka lagu-lagu tilawatil Qur’an pun demikian. bernadakan alan gembira nawa 3. raml. Caranya cukup dengan suara yang sedangsaja tidak perlu memakai nada tinggi. 6. tingkatan nada dikenal ada empat tahap. selain lagu-lagu yang tujuh jenis ini dianggap sebagai lagu cabang. atau azab neraka. (2) nawa (sedang). 5. Misalnya kalau kebetulan ayat-ayat yang dibaca menceritakan tentang kabar gembira seperti mendapat nikmat. sedih 4. yang nantinya akan dipergunakan sebagai variasi dalam membentuk susunan atau komposisi lagu. (4) jawabul jawab (sangat tinggi). juga mengurangi fariasi-fariasinya. 2. Manakala bayyâtî ini diterapkan sebagai lagu yang pertama dan dalam susunan yang biasa atau susunan formal. yaitu lagu Bayyâtî. bilamana ayat-ayat yang dibaca menerangkan tentang ancaman. yang Rosta yang Hijaz 3. (1) qarar (rendah). maka lagu-lagu yang dibawakan harus bernadakan sedih. diterapkan dalam syair (taushih). Penerapan Lagu-lagu Tilawatil Qur'an Posted by QIRA'AT MAN 12 JAKARTA 12:22. marilah kita menginjak pada lagu yang pertama. . bagaimana jenis lagu shâba. 3. 4. 7. under Kiat Sukses Tilawatil Qur'an | No comments Seperti juga lagu-lagu lainnya yang bisa digunakan untuk hal-hal yang bersifat gembira atau yang bernadakan sedih.1. Sebaliknya. awsaq. Di antara lagu-lagu yang dianggap sebagai lagu cabang. zinjiran. Adapun 1. Sekarang. Sika lagu-lagu Bayyati 2. seperti yang dipakai dalam tadarrus maupun shalat). Bayyâtî Shâba Hijâz Nahâwand Ra`ts Jiharkah Sika Dengan demikian.

Perlunya kita terapkan lagu-lagu tilawatil Qur’an ke dalam bacaan-bacaan semacam tartil dan sebagainya. Tarjim. BA menambah wawasan ane dengan mengenalkan tingkatan-tingkatan nada dan praktek standar nada pada Surat Maryam. bahwa keberadaan atau fungsi lagu hanyalah untuk memperindah bacaan Al-Qur’an saja. Kadir). Sahabat ane yang baik Juara I Dewasa Tingkat Kabupaten dan Propinsi Jambi Asmal Jaya Jazakallah untuk bimbingan tambahan standar lagu pada surat Al-Insan. Semoga sahabat ane seperjuangan sepengajian Rudianto.Bayati Ashli Tingkatan Nada Qarar ‫ى لى ا‬ .Bayati Nawa Tingkatan Nada Qarar ‫ان يدي بين وو‬ ‫د‬ . maka kita bisa lebih bebas membawakan fariasi maupun hoya lagu yang bermacam-macam dan tidak banyak terikat sebagaimana lagu-lagu tilawatil Qur’an yang harus mengikuti aturan tajwidnya. saat diperkenalkan oleh Buya (Ustadz) Drs. bahkan lagulah yang harus mengikuti pada aturan-aturan tajwid. Tafsir dan Tilawatil. syair-syair qasidah. sedangkan bacaan-bacaan Al-Qur’an itu sendiri mempunyai aturan-aturan yang wajib diikuti dan tidak boleh dikalahkan oleh lagu. Syamsu Bahri di Mushalla Awaliyah tempat dimana ane mengenal dan belajar Al-Qur’an dari nol persen di bawah bimbingan Buya Pak Murna (Alm. Setelahnya Bimbingan Ustadz Darul Ulum dari LPTQ Kab. M. Amir Syarifudin (saat itu sbg KUAKEC) memberikan standar surat Al-Mukminun dan As-Syu’ara. Lagu-lagu tersebut bisa juga diterapkan ke dalam bacaan-bacaan seperti adzan. Khususnya untuk keperluan lagu-lagu tausyih. tetapi bisa memakai semua lagu yang ada dengan cara berganti-ganti misalnya hari ini membaca Al-Quran dengan memakai lagu bayyati besok lagu hijaz. Kerinci atas fasilitas Bapak Drs. maka gaya lagunya harus disederhanakan . berdo’a. Jelasnya apabila lagu-lagu tersebut dipakai untuk keperluan bacaan-bacaan yang lebih cepat. Agar dalam membaca Al-Qur’an kita bisa lebih berfariasi dan tidak cepat jemu dengan hanya memakai satu atau dua lagu daja. dan seterusnya. Jazakumullah khairan katsira untuk Ustadz dan Ustadzah dari Lembaga Tahsin Al-Qur’an An-Nur.Tentunya harus sesuai dengan aturan Ilmu Tajwid. Tausyih lagu-lagu Tilawah Al-Qur’an Tausyih lagu-lagu Tilawah Al-Qur’an ‫ال دي ن ال ب س تان ب ن دي ان ي ول ف ك ل ك سى‬ Bacaan Mujawwad Tahun 1993 ane bersyukur mengenal lebih dekat salah satu cara membaca Al-Qur’an yaitu dengan bacaan Mujawwad. sebab perlu diketahui. Tausyih Lagu Bayati . Buya Syahrimal. Sekolah Tinggi Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (STAIPIQ) Padang atas bimbingan intensifnya tahun 2005 dalam Tahsin. Buya Syamsu sebagai pelanjut Buya Kadir mengenalkan irama pada surat AlHijr. Tahfidz. Syafriadi dan yang lain masih hafal. Berikut Tingkatan Nada yang masih ane simpan dalam pelajaran program Tilawatil di LTA An-Nur STAIPIQ : 1.

Bayati Jawab III. Tingkatan Jawabul Jawab ‫ي او ي ا‬ .ال د با‬ ‫د‬ ‫د‬ ‫و . Tingkatan Nada Jawab ‫باي‬ .Hijaz Kard Maqthu’ ‫ل ال يا‬ ‫ا ا‬ .Bayati Jawab II.ال د با‬ ‫وا ت ي‬ ‫بس‬ ‫و لوا . Tingkatan Nada Jawab ‫و‬ . tingkatan Nada Jawabul Jawab ‫ي او ي ا‬ 2.‫سيد‬ . Tausyih Lagu Shaba . 3 و ا ال باب‬ ‫ا‬ ‫لى ال‬ ‫ال د‬ ‫ا با‬ ‫ال‬ ‫ال ا ب‬ ‫لى وال‬ ‫ال د‬ .Shaba ‘Ajam dan Bastanjar ‫ات‬ ‫و ب‬ ‫ى لي ب د‬ ‫ال اد ل‬ ‫و ا ا‬ ‫و ب‬ ‫( ال اد ل‬x2) ‫( ي اد‬x2) ‫د‬ ‫ا با‬ ‫ال‬ ‫ال ا ب‬ ‫واد ك ى س ودا كو ا‬ 3.Bayati Syuri Tingkatan Nada Qarar ‫.بال سن د ب ال‬ ‫وو‬ ‫و اب‬ ‫وال‬ .Bayati Syuri.Bayati Jawab I. Tausyih Lagu Hijaz .Bayati Syuri Jawab/ syuri al-bayati/ bayati Mumtaz.Hijaz Ashli/ Hijaz Muqaddimah ‫واس -ياو د‬ ‫ا بو د ت د‬ .Shaba Ashli ‫ى لى ي ا ا‬ . Tingkatan Nada Jawab ‫د و‬ ‫ا .Shaba ‘Iraqi ‫ت ا‬ .

mp3) ‫والد ا‬ .mp3) ‫الد ك الى‬ .mp3) ‫يا‬ .Rast Salalin Nuzul (Rast4.Rast Rausan ‘Ani (Rast6.Rast Salalin Su’ud (Rast3.mp3) ‫وا ا‬ ‫دا‬ ‫ا ال‬ ‫د‬ ‫سا و لك ى ال‬ ‫ت با ى ك‬ ‫ال دو ى ال‬ ‫سا ى ي‬ ‫ال ا ى يو الو ى ى‬ ‫الي ا ى السي ى‬ . Tausyih Lagu Nahawan .Rast Muthawasith (Rast2.mp3) ‫ا وا ا‬ 5.Nahawan Ashli (nahawan1.Hijaz Kard Maushul/ Kard Kurd ‫اد اي ا‬ .mp3) ‫و لي‬ .mp3) ‫ل‬ .Hijaz Kurd ‫لي ا ى‬ 4.Nahawan ‘Ajam (nahawan4.Rast Zinjiran (Syabir) (Rast5.mp3) ‫و كان ال د ى و ى‬ .mp3) ‫ي ال وان ال‬ ‫و‬ ‫ال كان‬ ‫د ى ى ال اد‬ ‫ي ا ى ال‬ ‫بو‬ ‫ى لى ل ي‬ ‫ا ى ال ل‬ ‫و سا ى‬ .Nahawan Muthawasith (nahawan2.mp3) ‫ب وا س‬ ‫ان ال‬ ‫اى‬ ‫ا‬ ‫دا ى ا ل الى تى ا‬ ‫ن يا يك ي ا ا و الت ن‬ ‫التسان‬ ‫لو ا – لو ا لي ا ت‬ ‫ان‬ ‫ا‬ ‫و د‬ ‫الد ان‬ ‫ي ى يوف ل ا ا د ى‬ ‫واس ا ى اس يا ى‬ .Rast Ashli (Rast1.‫ى ا‬ . Tausyih Lagu Rast .Nahawan ‘Iraqi/Nakriz (nahawan3.

Tausyih Lagu Jiharaka ..mp3) ‫ا‬ .mp3) ‫..Jiharaka Tariqah Pertama (Jiharaka1.ي‬ .6.mp3) ‫.mp3) ‫الى‬ .mp3) ‫ىل د ا‬ 7..Sika Turki (Sika3.Sika ‘Iraqi (Sika4.ت ي ا‬ ‫ن‬ ‫ي ا لد‬ ‫ان يدي بين وا تد‬ ‫د‬ ‫يا‬ ‫..Sika Rassanjani (Sika5.ي‬ ..mp3) ‫و ت‬ ‫كلي ا ال سلين‬ ‫ين ا‬ ‫ي ا بال‬ ‫و با .mp3) ‫دا اد‬ .Sika Ashli (Sika1.Jiharaka Tariqah Kedua (Jiharaka2.Sika Misri (Sika2.ال ا الك‬ ‫ال سا ال ن ووا‬ .ال ا الك‬ ‫ال سا ال ن ووا‬ ‫ي ل‬ ‫لي ل ل‬ ‫ا د ب‬ ‫لي ولك وال ا ال‬ ‫و‬ ‫يا‬ ‫. Tausyih Lagu Sika .

mengurangi dan merubah ayat-ayatnya. Akan datang saatnya nanti manusia akan menghapal dan membacanya. Kemudian usaha pemeliharaan Alquran ini dilanjutkan oleh para sahabat.S As Shaf ayat 8) Mengenai jaminan Allah terhadap kesucian dan kemurnian Alquran itu serta penegasan bahwa Allah sendirilah yang memeliharanya akan terbukti jika diperhatikan dan dipelajari sejarah turunnya Alquran. mempelajari dan menggali isinya. cara-cara yang dilakukan Nabi saw menyiarkan memelihara dan membetulkan bacaan para sahabat. mereka tidak percaya bahwa Alquran itu diturunkan Allah kepada Rasul Nya Muhammad. (Q. seakan-akan Tuhan menegaskan kepada mereka: “Kamu ini hai orang-orang kafir sebenarnya adalah orang-orang yang sesat yang memperolok-olokan Nabi dan Rasul yang telah Kami utus menyampaikan agama Islam kepadamu. serta petunjuk ke jalan hidup di dunia dan di akhirat nanti”.S. Jaminan Allah SWT terhadap pemeliharaan Alquran itu ditegaskan lagi dalam firman Nya: ) 8 Artinya: “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. agar mereka memperoleh dari Alquran itu petunjuk dan hikmah. Al-Hijr ayat 9 innaa nahnu nazzalnaa aldzdzikra wa-innaa lahu lahaafizhuuna Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur‟an.Q. Kami akan memeliharanya dari segala macam bentuk campur tangan manusia terhadapnya. . tabiin dan oleh setiap generasi kaum Muslimin yang datang sesudahnya. karena Kamilah yang menurunkannya. tuntunan akhlak dan budi pekerti yang baik. sampai kepada masa kini. melarang menulis selain ayat-ayat Alquran ini dilanjutkan dan sebagainya. Kamu menuduh Muhammad seorang yang gila tetapi Kami menegaskan bahwa Kami sendirilah yang melihat Alquran itu dari segala macam usaha untuk mengotorinya dan usaha untuk menambah. ilmu pengetahuan dan pedoman berpikir bagi para ahli dan cerdik pandai. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (793). dan Allah tetap menyempurnakan cahaya Nya meskipun orang-orang kafir benci”. Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Hijr 9 (9 Ayat ini merupakan peringatan yang keras bagi orang-orang yang mengabaikan Alquran. Sesungguhnya sikap kamu yang demikian itu tidak akan mempengaruhi sedikitpun terhadap kemurnian dan kesucian Alquran.

Usman bin Affan. Penulis-penulis beliau yang terkenal ialah Ali bin Abu Talib. selain dari Alquran itu. dan banyaklah pula orang-orang yang menulis ayat-ayat yang telah diturunkan. zaman sahabat dan usaha kaum Muslimin memeliharanya pada saat ini serta sejarah penulisan dan bacaannya: Pertama: Alquran diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari.Untuk mengetahui dan membuktikan bahwa Alquran yang sampai kepada kita sekarang adalah murni dan terpelihara. maka Nabi sangat menghargai kepandaian menulis dan membaca. Nabi baru wafat di waktu Alquran itu telah cukup diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia dan telah ditulis dengan lengkap ayat-ayatnya. Nabi sendiri mempunyai beberapa orang penulis yang bertugas menuliskan Alquran untuk beliau. Larangan ini ialah dengan maksud supaya Alquran Karim itu terpelihara. jangan bercampur aduk dengan yang lain yang juga di dengar dari Nabi saw. maka sahabatsahabatnya itu disuruhnya membacakan Alquran di hadapannya. Zaid bin Sabit dan Muawiah. Dalam pada itu tidak satu ayatpun yang tidak dituliskan. Nabi sendiri sering pula mengadakan ulangan itu terhadap sahabat-sahabatnya. Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masing-masing. Naskah-naskah yang ditulis untuk Nabi. 3. seperti hadis atau pelajaran yang mereka terima dari mulut Nabi dilarang menulisnya. untuk membetulkan hafalan dan bacaan mereka. Nabi menerangkan bagaimana ayat-ayat itu disusun dalam surah. akan diterangkan sejarah Alquran di masa Rasulullah. Hafalan dari mereka yang hafal Alquran 2. Waktu ulangan itu Nabi disuruh mengulang. mana yang dahulu dan mana yang kemudian. Setiap ayat-ayat yang diturunkan Nabi menyuruh menghafal dan menulisnya di batu. Pada perang Badar orang-orang musyrikin yang ditawan oleh Nabi. Surah yang satu macam dihafal oleh ribuan manusia dan yang hafal seluruh Alquran pun banyak. Untuk mendorong usaha menulis Alquran. masing-masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. Ubay bin Kaab. Ayat-ayatnya dalam suatu surah telah . Di samping menulis Nabi menganjurkan supaya Alquran itu dibaca dan dihafal dan diwajibkan membacanya dalam salat. kulit binatang. yang tidak mampu menebus dirinya dengan uang. Karena itu bertambahlah keyakinan untuk belajar menulis dan membaca dan bertambah banyaklah yang pandai menulis dan membaca. Dengan demikian terdapatlah di masa Nabi tiga unsur yang tolong menolong memelihara Alquran yang telah diturunkan itu. Nabi mengadakan peraturan. Yang terbanyak menuliskan ialah Zaid bin Sabit dan Muawiah. Dalam pada itu oleh Jibril diadakan ulangan (repitisi) sekali setahun. Di tahun beliau wafat ulangan itu diadakan oleh Jibril dua kali. Dengan jalan demikian banyaklah orang yang hafal Alquran. yaitu: 1. memperdengarkan Alquran yang telah diturunkan. pelepah tamar dan apa saja yang dapat dipakai untuk ditulis. tetapi pandai tulis baca. yaitu Alquran sajalah yang boleh ditulis.

Syria. Beliau ikut dalam peperangan menaklukkan Armenia dan Azerbaijan. Irak. kemudian diserahkan kepada Aba Bakar. tersusun menurut urutan yang telah ditetapkan Rasulullah. Pada permulaan masa pemerintahannya banyak di antara orang-orang Islam yang belum kuat imannya menjadi murtad dan ada pula di antara mereka mendakwakan menjadi Nabi. Tetapi kemudian kelihatan tanda-tanda bahwa pertikaian tentang bacaan Alquran ini kalau dibiarkan saja akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan di kalangan kaum Muslimin. Atas anjuran Umar bin Khattab dan anjuran itu diterima pula oleh Aba Bakar. Sesudah Rasulullah saw wafat. selama dalam perjalanan ia pernah mendengar kaum Muslimin bertikai tentang bacaan beberapa ayat Alquran dan pernah mendengar perkataan seorang muslim kepada temannya: “bacaan saya lebih baik dari bacaanmu”. Di masa Khalifah Usman bin Affan daerah pemerintahan Islam telah sampai ke Armenia dan Azarbaijan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Oleh Usman dimintalah kepada Hafsah mushaf yang disimpannya dahulu. Orang yang mula-mula menghadapkan perhatiannya kepada hal ini seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. di kala Alquran itu telah cukup diturunkan.disusun menurut tertib urut yang ditunjukkan sendiri oleh Nabi. dalam pidato-pidato beliau dalam pelajaran-pelajaran dan lain-lain sebagaimana Nabi sendiripun telah mendengar pula dari mereka. Karena itu Abu Bakar memerangi mereka dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Alquran dan sebelum itu telah gugur pula beberapa orang. Dengan demikian kelihatanlah kaum Muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir. sampai kepada masa pembukuan Alquran di masa khalifah Usman bin Affan. Kelonggaran ini diberikan Nabi supaya mereka mudah menghafal Alquran. Suatu hal yang menarik perhatian ialah Nabi baru wafat sebagai disebutkan di atas. Setelah Aba Bakar meninggal mushaf ini diserahkan kepada penggantinya Umar bin Khattab. Pada mereka ada naskah-naskah Alquran. maka ditugaskan Zaid bin Sabit menulis kembali Alquran yang naskahnya ditulis pada masa Nabi dan dibetulkan dengan ayat-ayat Alquran yang berada dalam hafalan para sahabat yang masih hidup. tetapi naskah-naskah yang mereka punyai itu tidak sama susunan surah-surahnya. untuk membacakan dan melafalkan Alquran itu menurut dialek mereka masing-masing. melainkan telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Hal ini bukanlah suatu kebetulan saja. Begitu juga terjadi di antara mereka pertikaian tentang bacaan Alquran itu. Pendeknya Alquranul Karim telah dijaga dan dipelihara dengan baik dan Nabi telah menjalani suatu cara yang amat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Alquran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Para sahabat telah mendengar Alquran itu dari mulut Nabi berkali-kali dalam salat. Asal mulanya perbedaan bacaan ini ialah karena Rasulullah sendiripun memberi kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya. Said bin As dan Abdurrahman bin . dan dibentuklah panitia terdiri dari Zaid bin Sabit sebagai ketua. Ke mana mereka pergi dan di mana mereka tinggal Alquranul Karim itu tetap jadi imam mereka. para sahabat sepakat memilih Abu Bakar sebagai khalifah. Persia dan Afrika. Abdullah bin Zubair. putri Umar dan istri Rasulullah. Setelah selesai menulisnya dalam lembaran-lembaran. diikat pula dengan benang. Hal ini disampaikan oleh Huzaifah kepada khalifah Usman bin Affan. Setelah Umar meninggal mushaf ini disimpan di rumah Hafsah. di antara mereka banyak yang hafal Alquran itu.

Mengadakan “Lajnah Pentashih Mushaf Alquran” yang bertugas antara lain meneliti semua mushaf sebelum mushaf itu diedarkan ke tengah masyarakat. Panitia ini langsung dibiayai oleh pemerintah Republik Indonesia dan berada di bawah Menteri Agama. Dalam melaksanakan tugas ini Usman menasihatkan supaya: a. Maka dikerjakanlah oleh panitia sebagaimana yang ditugaskan kepada mereka. Alquran yang telah dibukukan ini dinamakan “Al Mushaf‟ dan oleh panitia ditulis lima buah “Al Mushaf‟. Mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran setiap tahun yang langsung yang diurus oleh negara. Basrah dan Kufah. agar di tempat-tempat itu disalin pula mushaf yang dapat dibaca oleh kaum Muslimin. Kalau ada pertikaian mereka tentang bacaan. Semua mushaf yang diterbitkan kemudian harus disesuaikan dengan mushaf Al Imam. Tajwīd (‫ )ديوجﺕ‬secara harfiah mengandung arti melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan. 3. sampai kepada generasi yang sekarang ini. Usaha-usaha yang lain yang dilakukan oleh segenap kaum Muslimin. Tugas panitia ini ialah membukukan Alquran.Haris bin Hisyam. 2. Sebuah ditinggalkan di Madinah untuk Usman sendiri dan itulah yang dinamai “mushaf Al Imam”. Pemerintah telah mempunyai Naskah Alquran dan merupakan standard dalam penerbitan Alquran di Indonesia yang telah disesuaikan dengan Mushaf Al Imam. Usaha-usaha menjaga kemurnian Alquran itu di Indonesia dilakukan dalam bermacammacam usaha. yakni menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. maka harus ditulis menurut dialek suku Quraisy sebab Alquran itu diturunkan menurut dialek mereka. dan setelah tugas itu selesai. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang .د. b. Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Alquran. Dalam ilmu Qiraah. 4. membaca dan memahami isi dan makna dari tiap ayat Al-Quran yang kita baca. seperti mengadakan sekolah hafal Alquran. tajwid berasal dari kata a ada (‫دا(. di antaranya jalan: 1. Guna tajwid ialah sebagai alat untuk mempermudah. mengetahui panjang pendek. taman pendidikan Alquran perguruan tinggi Alquran dan sebagainya. maka lembaran-lembaran Alquran yang dipinjam dari Hafsah itu dibakar. Kemudian usaha menjaga kemurnian Alquran itu tetap dilakukan oleh kaum Muslimin di seluruh dunia. melafazkan dan hukum dalam membaca Al-Quran. tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Syria.د‬ ‫ ت‬dalam bahasa Arab. Demikianlah Alquran itu dibukukan pada masa sahabat. tentunya kita perlu mengenal. mempelajari ilmu tajwid yakni tanda-tanda baca dalam tiap huruf ayat Al-Quran. Empat buah di antaranya dikirim ke Mekah. Membaca Al-Quran Dengan Tajwid Posted by Belajar Membaca Alquran Dalam membaca Al-Quran agar dapat mempelajari.

maka beliau menjawab: ”Ketahuilah bahwa Baginda S. Mengenal. Ahkamul huruf. Shifatul huruf. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca Al-Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil. diantaranya : 1.W. . kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. yakni hubungan antara huruf d. Allah SWT berfirman dalam ayatNya yang artinya “Dan bacalah Al-Qur‟an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil (73): 4]. Berikut ini ada dalil atau pernyataan shahih dari Allah SWT yang mewajibkan setiap HambaNya untuk membaca Al-Quran dengan memahami tajwid. yakni cara melafalkan atau mengucapkan huruf c. diantaranya : a.A. Dalil kedua diambil dari As-Sunnah ( Hadist ) yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah r. Dalam ilmu tajwid dikenal beberapa istilah yang harus diperhatikan dan diketahui dalam pembacaan Al-Quran. yakni tempat keluar masuknya huruf b. membunyikan dan menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan dalam ayat Al-Quran. Menurut para Ulama besar menyatakan bahwa hukum bagi seseorang yang mempelajari tajwid adalah Fardhu Kifayah. Ahkamul maddi wal qasr. Dalil pertama di ambil dari Al-Quran. ketika beliau ditanya tentang bagaimana bacaan Al-Quran dan sholat Rasulullah SAW.A. untuk menghindari kesalahan dalam membaca ayat suci Al-Quran dan melafazkannya dengan baik dan benar sehingga tiap ayat-ayat yang dilantunkan terdengar indah dan sempurna. kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah S.mempelajari bagaimana cara melafazkan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran maupun Hadist dan lainnya. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu. Makharijul huruf.W. dan Al-Khat dan Al-Utsmani Arti lainnya dari ilmu tajwid adalah melafazkan. yakni mengetahui huruf yang harus mulai dibaca dan berhenti pada bacaan bila ada tanda huruf tajwid f. 2. yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).(istri Nabi Muhammad SAW). Sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi.a. Ahkamul waqaf wal ibtida‟. yakni panjang dan pendeknya dalam melafazkan ucapan dalam tiap ayat Al-Quran e.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi). mempelajari dan mengamalkan ilmu tajwid berserta pemahaman akan ilmu tajwid itu sendiri merupakan hukum wajib suatu ilmu yang harus dipelajari. yakni dengan mengamalkan ilmu tajwd ketika memabaca Al-Quran dan Fardhu „Ain atau wajib hukumnya baik laki-laki atau perempuan yang mu‟allaf atau seseorang yang baru masuk dan mempelajari Islam dan KitabNya.

dipahami serta diamalkan dalam membaca Al-Quran. c. membaca isti‟azah dan basmalah terus-menerus tanpa henti. yang menyatakan bahwa membaca Al-Quran dengan ber-Tajwid merupakan hukum atau sesuatu yang fardhu dan wajib. Walau bagaimana pun. membaca isti‟azah. Menghubungkan akhir surat dengan basamalah. lalu berhenti. basmalah dan surat : a. Namun basamalah tidak selalu menjadi surat awal yang harus terus dibaca untuk melanjutkan surat berikutnya. menyambungkan basmalah dengan surah tanpa berhenti. Hukum-hukum dalam tajwid beserta komponen ilmu tajwid yang harus dikenal dipelajari. Membaca basmalah adalah tanda awal dimulai suatu bacaan dalam surat Al-Quran. memutuskan isti‟azah (berhenti) kemudian baru membaca basmalah. Yakni kesepakatan para ulama yang dilihat dari zaman Rasulullah SAW hingga sampai saat ini. Dalil ketiga diambil dari Ijma atau pendapat para ulama besar Islam.)ﻢﻴﺤسلا ﻦﻤﺤسلا ﻪﻠلا ﻢﺴﺑ‬ Terdapat 4 cara membaca iati’azah. antara lain : . d. tidak harus membaca demikian karena dikhawatirkan ada yang mengganggap basmalah merupakan salah satu ayat daripada surat yang sebelumnya. Dalam ilmu tajwid juga dikenal ada 9 hukum bacaan yang isinya menjelaskan bagianbagian tanda baca dan cara melafazkannya atau pengucapannya. antara lain : 1.3. Sebagai penghubung dari kesemua surat Al-Quran d. basmalah dan awal surat terus-menerus tanpa berhenti. Hukum Ta‟awuz dan Basmalah Isti‟azah atau taawuz adalah melafazkan atau membunyikannya : “A’uzubillahi minasy syaitaanir rajiim (‫)ﻢﻴ سلا ﻥﻄﻴﺸلا ﻦﻣ ﻪﻠلﺎﺑ ر ﻋا‬ cara melafazkan basmalah adalah bunyinya: “Bismillahir rahmaanir rahiim (‫. b. Basmalah sebagai pemisah dengan surat Al-Quran yang lain b. Terdapat 4 cara membaca basmalah di antara dua surat. Sebagai penghubung dengan awal surat Al-Quran c. Guna dari membaca basmalah suatu keharusan dengan tujuan : a.

( ungu : iqlab). ( biru : ikhfa haqiqi). 1. (hijau : idgham).A. Hukum nun mati dan tanwin. Izhar Halqi . huruf yang diberi warna (merah : izhar halqi). terdiri dari : Contoh : ayat diatas merupakan surat Al-Quran ( QS: Al-Baqarah ayat 145 ).

yaitu: Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti: mim (‫ .)ﻕ‬dan kaf (‫ .)ل‬maka ia harus dibaca lebur tanpa dengung. seperti ‫ .)ع‬ghain (‫ . Hukum mim mati Selain hukum nun mati dan tanwin adapula hukum lainnya dalam mempelajari dan membaca Al-Quran yakni Hukum mim mati. Idgham Hukum bacaan ini terbagi menjadi dua bagian.)ش‬sod (‫ .)ث‬jim (‫ .)ﮬ‬Izhar Halqi yang artinya dibaca jelas.)م‬ Contoh: ‫ لﻴﻨﺒرﻥ‬harus dibaca Layumbażanna 5.ﺑﻨﻴﺎﻥ.)ب‬Dalam bacaan ini. yang disebut hukum mim mati jika bertemu dengan huruf mim mati ( ) yang bertemu dengan huruf-huruf arab tertentu.)و‬dan ya‟ (‫.)د‬ dzal (‫ .)ش‬sin (‫ . bacaan nun mati atau tanwin berbah menjadi bunyi mim (‫.)ي‬ maka ia harus dibaca lebur dengan dengung.)م‬nun (‫ .)ض‬tho (‫ .)ﻙ‬maka ia harus dibaca samar-samar (antara Izhar dan Idgham) Contoh: ‫ﻄﻦﻧﻘ ﺎ ﻓ‬ B. ادﻧﻴﺎ. 4.)ء‬ha‟ (‫ . Contoh: ‫ ﻣﻦ لﻢ‬harus dibaca Mal lam Pengecualian Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan keenam huruf idgam tersebut tetapi ditemukan dalam satu kata. Iqlab Hukum ini terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba‟ (‫ . Contoh: ‫ ﻓ ﻋﻤد ﻣﻤددﺓ‬harus dibaca Fī ʿamadim mumaddadah. Ikhfa‟ haqiqi Jika nan mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf seperti ta‟(‫ .Izhar halqi bila bertemu dengan huruf izhar maka cara melafazkan atau mengucapkannya harus “jelas” Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf Halqi (tenggorokan) seperti: alif/hamzah(‫ .)ظ‬fa‟ (‫ . ﻗﻨ اﻥ‬dan ‫ . Contoh : ‫ﻧﺎز ﺎﻣﻴﺔ‬ 2.)ﺹ‬dhod (‫ .)ﻥ‬wau (‫ .)خ‬ain (‫ .)غ‬dan ha‟ (‫ .)ج‬dal (‫.)س‬syin (‫ .)ذ‬zai (‫ .)ﻑ‬qof (‫ . Idgham Bilaghunnah Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti ra‟ (‫ )ز‬dan lam (‫ . ﻨ اﻥ‬maka nun mati atau tanwin tersebut dibaca jelas. 3.)ح‬kha‟ (‫„ .)ﺕ‬tha‟ (‫ .)ط‬zho (‫ . .

)ب‬maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan dibaca didengungkan. Hukum mim dan nun tasydid Hukum mim dan nun tasydid juga disebut sebagai wajib al-ghunnah (‫ )ﻪﻨﻐلا ﺐ او‬yang bermakna bahwa pembaca wajib untuk mendengungkan bacaan. Hukum mim mati memiliki 3 jenis. Contoh : (‫) م ﻣﻦ( ) ﻢ ﻣﻦ ﻓ ﺔ‬ 3. Hukum alif lam ma’rifah .)ﻥم‬ Contoh: ‫ﻣﻦ ال ﻨﺔ والﻨﺎس‬ D. Contoh: (‫)ل ﻠ ﻢ ت ﻘ ﻥ( )تﻤﺴ ﻥ‬ C. Izhar Syafawi (‫)ي ﻔﺷ زﺎ ﻇﺇ‬ Apabila mim mati (‫ )م‬bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (‫ )م‬dan ba (‫ .)م‬maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung. Ikhfa Syafawi (‫)ي ﻔﺷ ﺀﺎﻔﺧﺇ‬ Apabila mim mati (‫ )م‬bertemu dengan ba (‫ . Contoh: ( ‫)ﻓﺎ ﻢ ﺑﻴﻨ ﻢ( )تسﻣﻴ ﻢ ﺑﺤ ﺎزﺓ( )و ﻠﺒ ﻢ ﺑﺎ‬ 2. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. ( merah : idgham mimi). Idgham Mimi ( ‫)ىميم ماغدﺇ‬ Apabila mim mati (‫ )م‬bertemu dengan mim (‫ . (hijau : izhar syafawi).Contoh bacaan diatas diambil dari (QS: Al-Mu’minun :55-59) yang diberi tanda warna (biru : ikhfa syafawi). Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain. Hukum ini berlaku bagi setiap huruf mim dan nun yang memiliki tanda syadda atau bertasydid ( nad ‫. yang diantaranya adalah : 1.)ب‬maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.

Terdapat tiga huruf mad yaitu alif. dan ya‟ dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah. halus atau tipis. qaf bertemu kaf dan tha‟ bertemu dzal. Setiap ra‟ yang berharakat atas atau fathah.)ظ‬lam (‫)ل‬ dan nun (‫ .)ع‬ghain (‫ .)ء‬ba‟ (‫ . seperti ba‟ bertemu mim.)ط‬zho (‫ .)ي‬Hukum alif lam qamariah diambil dari bahasa arab yaitu al-qamar (‫)سﻤﻘلا‬ yang artinya adalah bulan. Terdapat tiga jenis idgham: .)غ‬fa‟ (‫ .)ب‬jim (‫ .)ﺹ‬dhod (‫ .)ﺕ‬tha‟ (‫ . Panjang pendeknya bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.Idgham mutaqaribain (‫ – ﺇدﻏﺎم ﻣ ﻘﺎزﺑﻴﻦ‬yang hampir) ialah pertemuan dua huruf yang sifat dan makhrajnya hampir sama. cara membaca alif lam ini adalah dibacakan secara jelas tanpa meleburkan bacaannya. Contoh: ‫.)م‬wau (‫.)ذ‬ra‟ (‫ .)ز‬zai (‫ . Terdapat dua bagian mad. Contoh: ‫ﻗ زب‬ F.)ض‬tho (‫ . atau harus dikasarkan dan ditipiskan.)د‬dzal (‫ .)و‬ ha‟ (‫ )ﮬ‬dan ya‟ (‫ . Hukum ra’ Hukum ra‟ adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra‟ dalam bacaan. .)ش‬sod (‫ . Maka dari itu.)ح‬kha‟ (‫„ . E.Alif lam qamariah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah. . mad bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Contoh: ‫ﻢ ﻧ ﻠﻘ‬ .)ﻥ‬Nama asy-syamsiah diambil dari bahasa Arab (‫ )ﻪﻴﺴﻤﺸلا‬yang artinya adalah matahari.)ﻑ‬qaf (‫ .اﻗد د ﻠ‬ .Idgham mutamathilain (‫ – ﺇدﻏﺎم ﻣ ﻤﺎﺛﻠﻴﻦ‬yang serupa) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya.)س‬syin (‫ .)خ‬ain (‫ .)ﻙ‬mim (‫ . lam dan ra‟ serta dzal dan zha.Alif lam syamsiah ialah lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah seperti: ta‟ (‫ . Maka dari itu. Hukum mad Mad yang artinya yaitu melanjutkan atau melebihkan. Terdapat tiga cara yaitu kasar atau tebal. wau. Maka dari itu. .)ث‬dal (‫ .)ج‬ha‟ (‫ . Hukum idgham Idgham (‫ )مﺎﻏدﺇ‬adalah berpadu atau bercampur antara dua huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yang lain. yaitu mad asli dan mad far‟i.Alif lam ma‟rifah adalah dua huruf yang ditambah pada pangkal atau awal dari kata yang bermakna nama atau isim. seperti: alif/hamzah(‫ .)ش‬sin (‫ . Terdapat dua jenis alif lam ma‟rifah yaitu qamariah dan syamsiah. cara membaca alif lam ini tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya.Idgham mutajanisain (‫ – ﺇدﻏﺎم ﻣ ﺎﻧﺴﻴﻦ‬yang sejenis) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti ta‟ dan tha. Hukum adalah wajib diidghamkan. G. Dari segi istilah Ulama tajwid dan ahli bacaan. bacaan idgham harus dilafazkan dengan cara meleburkan suatu huruf kepada huruf setelahnya.)ﻕ‬kaf (‫ . * Bacaan ra‟ harus dikasarkan apabila: 1.

Ra‟ berbaris mati dan sebelumnya huruf yang berbaris bawah atau kasrah tetapi ra‟ tadi berjumpa dengan huruf isti‟la‟. Contoh: ‫ﻴﻄﻤ ﻥ.)ﻕ‬tha (‫ . Qalqalah Qalqalah (‫ )ﻪﻠﻘﻠﻗ‬adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul.)خ‬sod (‫ . Contoh: ‫ﻓسﻋ ﻦ‬ * Bacaan ra‟ yang harus dikasarkan dan ditipiskan adalah apabila setiap ra‟ yang berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah dan kemudian berjumpa dengan salah satu huruf isti‟la‟.Contoh: ‫زﺑﻨﺎ‬ 2. Setiap ra‟ yang berbaris bawah atau kasrah.)ط‬qaf (‫ .)د‬ Qalqalah terbagi menjadi dua jenis: . Contoh: ‫ﻓسﻕ‬ Isti‟la‟ (‫ا‬ zha (‫. Contoh: ‫ﻣس ﺎد‬ * Bacaan ra‟ yang ditipiskan adalah apabila: 1. Setiap ra‟ yang sebelumnya terdapat mad lain Contoh: ‫ﺧﻴس‬ 3. Contoh: ‫ز ﺎل‬ 2.)ظ‬ ‫ :)ﺀ ﻼ‬terdapat tujuh huruf yaitu kha‟ (‫ . Ra‟ berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah atau kasrah.)ب‬jim (‫ .)ج‬dan dal (‫.)ط‬ba‟ (‫ .Qalqalah kecil yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.)ﺹ‬dhad (‫ . Contoh: ‫وا زض‬ 3.)ﻕ‬dan H. Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (‫ . Ra‟ mati yang sebelumnya juga huruf berbaris bawah atau kasrah tetapi tidak berjumpa dengan huruf isti‟la‟.)ض‬tha (‫ . Setiap ra‟ yang berbaris mati atau berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris atas atau fathah. ﻴدﻋ ﻥ‬ . Contoh: ‫ا‬ ‫ز‬ 4.

tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan. Dalam keadaan ini. tanda sad ( ‫ ) ﺹ‬disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas.‫( ﻗﺒﻴﺢ‬Qabiih) – waqaf buruk – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat. manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan.Qalqalah besar yaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. tanda tho ( ‫ ) ط‬adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti. namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya . Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya. Tanda mim ( ‫ ) ـم‬disebut juga dengan Waqaf Lazim. menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad . namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya. dan tidak mempengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya .) م‬ memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab. tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan. namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya . Waqaf (‫)ﻑﻕو‬ Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan.‫( ﺴﻦ‬Hasan) – waqaf baik – yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi makna atau arti. Tanda-tanda waqaf lainnya : 1. 3. 2. 4. ﻋلﻖ‬ I. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti. Contoh: ‫لﻔلﻖ. qalqalah dilakukan apabila bacaan diwaqafkan tetapi tidak diqalqalahkan apabila bacaan diteruskan. wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.. tanda zha ( ‫ ) ﻇ‬bermaksud lebih baik tidak berhenti 5. Terdapat empat jenis waqaf yaitu: .‫( ﺎﻒ‬kaaf) – waqaf memadai – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya.tanda jim ( ‫ ) ج‬adalah Waqaf Jaiz. Tanda mim ( ‫.‫( ت م‬taamm) – waqaf sempurna – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna.

.. tanda Waqfah ( ‫ ) ﻪﻔﻗو‬bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ‫ . yaitu: . Nun sukun adalah Nun yang berharakat mati / sukun. tanda sin ( ‫ ) س‬atau tanda Saktah ( ‫ ) ﻪ ﮑ‬menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. tanda bertitik tiga ( … …) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta‟anuq (Terikat). Jika ia muncul di pertengahan ayat. melafazkan dan pengucapan harakat (panjang-pendeknya suatu bacaan). maka hukum bacaannya terbagi menjadi 4 macam. maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan 8. Dengan kata lain. Jika Nun sukun / Nun mati bertemu dengan huruf hijaiyyah. tanda kaf ( ‫ ) ﻙ‬merupakan singkatan dari “Kadzaalik” yang bermakna “serupa”.. tanda sad-lam ( ‫ ) ﺼ‬merupakan singkatan dari “Qad yuushalu” yang bermakna “kadang kala boleh diwasalkan”. maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik. makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul 14. Dengan kata lain. 7. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti 10. tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya. Lebih baik lagi apabila mempelajari kitab Iqro (kitab kecil ). Pengertian Nun Mati / Nun Sukun Nun mati sama dengan nun sukun . pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan 11.. 1 Nun Mati/Sukun NUN MATI/SUKUN. tajwid lainnya yang harus dipelajari dan dipahami. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung maupun pertengahan ayat. 1. maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan 9.. tanda Qif ( ‫ ) ﻒﻴﻗ‬bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat. Sebenarnya masih banyak hukum bacaan dan tanda bacaan dalam Al-Quran bila dipelajari memerlukan waktu pemahaman yang cukup lama agar fasih dan benar dalam membaca. pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak 13. tanda sad-lam-ya‟ ( ‫ ) ﮯﻠ‬merupakan singkatan dari “Al-washl Awlaa” yang bermakna “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”. Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama.6. tanda qaf ( ‫ ) ﻕ‬merupakan singkatan dari “Qiila alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”. tanda Laa ( ) bermaksud “Jangan berhenti!”.) ﻪ ﮑ‬namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas 12.

dan ghunnah artinya dengung. ada tiga hal yang menyebabkan hukum bacaan Iqlab terjadi. terang. Sedangkan menurut istilah. Iqlab d. yaitu: Cara membacanya adalah tidak didengungkan. Cara membaca bacaan idgham adalah jika ada nun mati / sukun bertemu dengan salah satu huruf idgham diatas. o IDGHAM BILAGHUNNAH Idgham Bilaghunnah menurut bahasa artinya tidak berdengung. yaitu: Ba’ Iqlab juga dapat diartikan menukar bunyi nun mati dengan mim ketika bertemu dengan huruf ba. Huruf Idgham Bighunnah ada empat. Waw. yaitu: 1. Ikhfa’ 2. Mim. b. transparan. yaitu: Ya’. IQLAB. Huruf Iqlam hanya ada satu. Ha’ Cara membaca bacaan izhar adalah jika nun sukun/mati bertemu dengan salah satu huruf tersebut harus dibaca jelas dan terang. Ghoin. maka bunyi nun mati harus dimasukkan atau disatukan dengan bunyi huruf idgham sehingga kadang terdengar mendengung dan kadang pula tidak. Menurut para ulama’. Hukum Bacaan Nun Mati / Nun Sukun a. maka dibaca dengung. namun bunyi nun mati tetap hilang dan yang terdengar hanya bunyi huruf Idgham Bilaghunnah. Izhar b. Lam. Idgham Idgham menurut bahasa artinya memasukkan sesuatu kepada sesuatu yang lain. ‘Ain. dan nyata. Kha. izhar artinya bacaan yang jelas dan terang tanpa dengung apabila nun sukun/mati bertemu dengan salah satu huruf izhar yang berjumlah enam huruf. idgham artinya memasukkan. Iqlab ialah bertemunya nun mati dengan huruf Iqlab. baik dalam satu kalimat atau dua kalimat. sehingga bunyi nun mati tersebut tidak lagi terdengar jelas. Sedangkan menurut istilah. Nun. Mim. Idgham Bighunnah (dibaca dengan dengung) 2.. Idgham ialah memasukkan bunyi nun mati kedalam bunyi huruf yang mengikutinya. Wau. Sedangkan menurut istilah. o IDGHAM BIGHUNNAH Menurut bahasa. Ra’. Keenam huruf izhar yaitu: Alif. yaitu:Ya’. Iqlab menurut bahasa artinya menukar atau membalikkan sesuatu... yaitu: Huruf nun mengandung ghunnah (dengung). Idgham c. sedangkan huruf Iqlab tidak bisa dengung . Idgham Bilaghunnah adalah bacaan tidak dengung apabila nun mati bertemu dengan salah satu huruf Idgham Bilaghunnah. Cara membaca bacaan idgham adalah tergantung jenis idghamnya.a. Sedangkan menurut istilah. pada bacaan Idgham Bilaghunnah meskipun tidak berbunyi dengung tetap saja bunyi nun mati tidak boleh dibaca jelas dan harus dipadukan bunyinya dengan huruf idgham yang menyertainya. Huruf Idgham Bilaghunnah ada dua. Idgham Bilaghunnah (dibaca dengan tidak dengung) Akan tetapi. Bunyi yang terdengar jelas adalah bunyi huruf-huruf idgham itu sendiri. tidak mendengung atau mendesis sehingga bunyi nun terdengar jelas. Oleh karena itu. Huruf Idgham ada enam. Nun Cara membaca bacaan Idgham Bighunnah ialah dengan melebur bunyi nun mati kedalam huruf idgham yang mengiringinya. Nun mati yang bertemu dengan huruf-huruf idgham dibagi menjadi dua macam. bunyi nun mati menjadi tidak jelas dan bercampur dengan huruf yang mengikutinya. Kho’.. Izhar Izhar menurut bahasa berarti jelas. Sedangkan menurut istilah. Idgham Bighunnah adalah apabila nun mati bertemu dengan salah satu huruf Idgham Bighunnah.

. harus dibaca samar-samar antara bunyi izhar dan idgham. Sedangkan menurut istilah.. Zai. dhlodh 3. Dal. Syin. Ikhfa’ A’la Ikhfa’ A’la adalah ikhfa’ yang cara membacanya lebih dekat kepada bunyi nun mati atau bacaan ikhfa’nya lebih lama dari ghunnahnya. sin. Hurufhuruf Ikhfa’ Adna adalah: Qaf. Qaf. Huruf ikhfa’ ada 15. Ikhfa’ Adna Ikhfa’ Adna adalah ikhfa’ yang bunyinya sama sekali tidak serupa dengan bunyi nun mati. Tsa’. Kha’.. sehingga tidak bisa didengungkan  Pertemuan nun mati dengan huruf Iqlab juga tidak bisa dibaca jelas (izhar) atau samara-samar mendengung (ikhfa’) melainkan masih antara izhar dengan idgham IKHFA’. atau bacaan ikhfa’-nya dan ghunnah-nya sama-sama sedang. atau tersembunyi. Fa’. Ikhfa’ Ausat Ikhfa’ Ausat adalah ikhfa’ yang cara membacanya antara dengung dan tidak.. Zai. Dhlodh. Dzal. tidak jelas. yaitu: Ta’. Ikhfa’ menurut bahasa artinya samar-samar. Tsa’. Kaf . Huruf-huruf ikhfa’ A’la adalah: Tho. Syin. Dhlodhl. Huruf-huruf Ikhfa’ Ausat adalah: Shod. Tho’. Dhodhl. Jim. Shad. atas bertemunya nun mati dengan salah satu huruf ikhfa’. Dzal. Dal. Ta’ 2. Bacaan ikhfa’ terbagi menjadi tiga macam. yaitu: 1. Kaf Jika nun mati bertemu dengan salah satu huruf ikhfa’ tersebut. Fa. ikhfa’ ialah membaca samar antara dengung dan tidak. Sin.Antara nun dengan huruf Iqlab memiliki perbedaan sifat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful