Hukum Acara Perdata

Oleh Sanyoto

Bab I Pendahuluan : 1. Pengertian 2. Sejarah Hukum Acara Perdata 3. Sumber Hukum 4. Asas-asas Hukum Acara Perdata 5. Perbedaan Hukum Acara Perdata dengan Hukum Acara Pidana
Bab II Gugatan 1. Pengertian dan Isi Gugatan 2. Pencabutan dan Perubahan Gugatan 3. Penggabungan Gugatan 4. Kewenangan Mengadili atau kompetensi

Silabus Hukum Acara Perdata

Bab III Penyitaan • Pengertian dan dasar hukum • Conservatoir Beslag • Revindicatoir Beslag Bab IV Pemeriksaan Perkara : • Penetapan Hari Sidang • Proses Pemeriksaan Perkara • Peranan Hakim dalam Memeriksa Perkara • Perdamaian • Acara Verstek • Jawaban tergugat • Replik dan Duplik • Intervensi

Bab V Pembuktian 1. Pengertian dan dasar Hukum 2. Hal yang Dibuktikan dan Beban Pembuktian 3. Teori Pembuktian dan Kekuatan Alat Bukti 4. Macam-macam Alat Bukti Bab VI Putusan Hakim 1. Pengertian 2. Susunan dan Isi Putusan Hakim 3. Macam-macam Putusan Hakim 4. Kekuatan Putusan Hakim 5. Putusan Uitvoorbaar Bij Voorraad ( UBV/Serta Merta/ Dpt dilaksanakan Terlebih dulu )

Bab VII Upaya Hukum • Upaya Hukum Terhadap Putusan Hakim • Perlawanan • Banding • Kasasi • Peninjauan Kembali • Derdenverzet Bab VIII Eksekusi atau Pelaksaaan Putusan Hakim • Pegertian • Bentuk-bentuk Eksekusi

Literatur

1) Sudikno Mertokusumo, 2000, Hukum Acara Perdata Indonesia, Liberty, Yogyakarta. 2) Lilik Mulyadi, 1999, Hukum Acara Perdata menurut Teori dan Praktek Peradilan di Indonesia, Jembatan, Jakarta. 3) M.Yahya Harahap 2005 , Hukum Acara Perdata Tentang Gugatan,Persidangan, penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan Sinar Grafika , Jakarta, 4) Sri Wardah& Bambang Sutiyoso ,2007, Hukum Acara Perdata dan Perkembangannya di Indonesia,Gama Media, Yogyakarta. 5) Abdulkadir Muhammad, 2000, Hukum Acara Perdata Indonesia, Citra Aditya Bakti, Bandung 6) Mukti Arto, 1996, Praktek Perkara Perdata Pada Pengadilan Agama, Pustaka Pelajar, Yogyakarta 7) . Riduan Syahrani, 1988, Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Umum, Pustaka Kartini, Jakarta 8) Izaac.S.LeinisuFatimah Ahmad, 1982, Intisari Hukum Acara Perdata, Ghalia Indonesia 9) K Wantjik Saleh, 1979, Hukum Acara Perdata di Indonesia, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama.Hukum Acara Perdata Serta Susunan Kekuasaan Pengadilan. Pengantar Hukum Acara Perdata. Pradnya Paramita. Jakarta. Bandung. Sumur. Jakarta. 18) --------------. 1979. Bina Cipta. Jakarta. Subekti. 17) R. Hukum Pembuktian. . Pradnya Paramita. Jakarta. 11) Andi Tahir Hamid. 13) R. 1972. Hukum Acara Perdata Dalam Praktek dan Teori. Komentar HIR.2001. Alumni. 1974 . Soepomo. 1977. 16) R. 1969. 1993. 1982. Hukum Acara Perdata. 15) Retnowulan Sutantio Iskandar Oeripkartowinata. Pradnya Paramita. Hukum Acara Perdata. Wiryono Prodjodikoro. Alumni Bandung. Tresna. Surabaya 12) R. PT Bina Ilmu. Rubini.10) Abdul Manan. 14) R.1986. Bandung. yayasan Al Hikmah Jakarta. Hukum Acara Perdata di Indonesia.

e) Nilai mutu E untuk nilai <_ 46 .00--65. c) Nilai mutu C untuk nilai 56.00---56. d) Nilai mutu D untuk nilai 46.99.90. b) Nilai mutu B untuk nilai 66.00 --79.PENILAIAN ACUAN PATOKAN ( PAP ) a) Nilai mutu A untk nilai _> 80.99.

BAB I Pendahuluan .

dan sanksinya.Apa yg dibutuhkan oleh subj hk dlm kehidupan bermasyarakat  Norma2-Kaidah2 hk sbg pedoman dalam mengatur kehidupan bersama.hk yaitu apa yg seharusnya dilakukan.  Bentuknya kaidah hk dpt berupa peraturan hk materiil ( materiil recht/substantive law ) maupun hukum Formil ( Formil recht/adjective law ). yg dilarang.  Hk Mat ( Tertulis/tdk Tertulis ) mengatur ttg hak dan kewajiban subj. .

Kalau kaedah hukum perdata materiil dilanggar oleh salah satu pihak. tindakan apakah yg dpt ditempuh oleh salah satu pihak ? • Ia dapat menuntut haknya ke Suatu Badan peradilan ( Kekuasaan kehakiman ) yg tugasnya mempertahankan ketentuan hukum perdata materiil dengan cara memulihkan dalam keadaan semula( Rii) dalam hal ada pelanggaran dgn menggunakan perangkat ketentuan Hukum Perdata Formil atau Hukum Acara Perdata ( Burgerlijke Procesrecht/civil Law Prosedur ) .

Prof.Subekti HAP ad rangkaian peraturan hukum yg mengatur bgmn caranya menjamin ditaatinya hukum-hukum perdata materiil dengan perantaraan hakimDKTLmengatur bgmn caranya mengajukan tuntutan hak. memeriksa serta memutusnya dan melaksanakan putusannya. menetapkan apa yg ditentukan oleh hukum dalam suatu perkara Prof.Wirjono Projodikoro rangkaian peraturan-peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan harus bertindak satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturanperaturan hukum perdata.Dr.Pengertian hukum acara perdata menurut pendapat para ahli. 2. 3. Prof. .R.Soepomo dlm peradilan perdata tugas hakim ialah mempertahan tata hukum (Burgerlijke rechtorde ).Dr. 1.

Prof.Dr. 5. Lap. 4. Abdul Kadir Muhammad peraturan hukum yang mengatur proses penyelesaian perkara perdata melalui pengadilan (hakim). memeriksa serta memutusnya dan pelaksanaan daripada putusannya.hasil Simposium Pembaharuan Hukum Perdata Nasional yg diselenggarakan BPHN Depkeh di Yogyakarta 21-23 Des 1981 . . RMSudikno Mertokusumo  peraturan hukum yang mengatur bagaimana caranya menjamin ditaatinya hukum perdata materiil dengan perantaraan hakimhukum yang mengatur bagaimana caranya mengajukan tuntutan hak. HAP ad Hk yg mengatur bgmn cara menjamin ditegakannya atau dipertahankannya hukum perdata materiil . Prof. sejak diajukan gugatan sampai dengan pelaksanaan putusan hakim.3.

2. dll dikesampingkan para pihak Contoh dalam hal pilihan domisili dan juga pembuktian.• 1. • 1. 3. Tujuan : Mencegah terjadinya Tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) Mempertahankan hukum perdata materiil Memberikan kepastian hukum Tujuan dan sifat hukum acara perdata Sifat : Memaksa  mengikat para pihak yang berperkara dan ketentuan-ketentuan yang ada peraturan hukum acara perdata harus dipenuhi. Mengatur  peraturan-peraturan dalam hukum acara perdata dapat . contoh: gugatan harus diajukan di tempat atau domisili tergugat Jangka waktu untuk mengajukan permohonan banding adalah 14 hari setelah putusan hakim diberitahukan kpd para pihak. 2.

4) Bgmn cara melaksanakan put hakim.Kesimpulan HAP ad Hk 1) Bgmn caranya subj hk mengajukan perkara ke pengadilan. 3) Bgmn Hakim bertindak thd para pihak yg berperkara sekaligus memutus perk dgn adil. . 2) Bgmn caranya pihak yg terserang kepentingannya mempertahankan diri.

• Sebelum tanggal 5 April 1848 Hukum acara perdata yang digunakan di pengadilan Gubernemen bagi golongan Bumiputera untuk kota-kota besar di Jawa adalah BrV (hukum acara bagi golongan Eropa) Untuk luar kota-kota besar Jawa digunakan beberapa pasal dalam Stb 1819-20 Pada tahun 1846 Ketua Mahkamah Agung (Hooggrerechtshof) Mr H.J Rochussen menugaskan Wichers membuat rancangan Reglement tentang Administrasi Polisi dan Hukum Acara Perdata dan Pidana Bagi Bumiputera. Sejarah hukum acara perdata .L Wichers tidak setuju hukum acara perdata bagi golongan Eropa digunakan untuk golongan Bumiputera tanpa berdasarkan perintah Undang-undang. Gubenur Jendral J.

. 2.Tahun 1847 rancangan selesai dibuat tetapi JJ Rochussen mengajukan keberatan yaitu 1. Rancangan itu terlalu sederhana karena tidak dimasukkannya lembag-lembaga intervensi. Pasal 432 ayat (2) :membolehkan pengadilan yang memeriksa perkara perdata untuk golongan Bumiputera menggunakan hukum acara perdata yang diperuntukkan untuk golongan Eropa. penjaminan dan rekes civil seperti yang termuat dalam BRv • Tanggal 5 April 1848 setelah melakukan perubahan dan penambahan maka rancangan itu ditetapkan dengan nama Inlandsch Reglement (IR) yang ditetapak dengan Stb 1848-16 dan disahkan dengan firman Raja tanggal 29 September 1849 dengan Stb 1849-63. kumulasi gugatan.

Sebelumnya berlaku peraturan tentang susunan Kehakiman dan kebijaksanaan Pengadilan Stb 1847 -23 • Tahun 1941 terjadi perubahan nama Ir menjadi HIR (Herzeine Indlansch Reglement)dengan Stb 194144 yang berlaku untuk Jawa dan Madura.• Tahun 1927 diberlakukan RBg (Rechtsreglement voor de Buitengewesten) yaitu hukum acara perdata bagi golongan Bumiputera luar Jawa dan Madura. • Pada saat ini dengan Pasal II Peraturan Peralihan UUD 1945 yang telah diamandemen yg ke 4 HIR dan RBg masih berlaku sampai saat ini. .

Sumber hukum acara perdata • Saat Ini 1. UU No 20 Tahun 1947 tentang Peradilan Ulangan Jawa dan Madura. RBg (Reglement voor de Buitengewesten)- golongan Bumiputera luar Jawa dan Madura. HIR dan RBg 2. . HIR (Herzeine Indlandsch Reglement)-golongan Bumiputera daerah Jawa dan Madura 3. RV (reglement op de Burgerlijk Rechtsvordering) golongan Eropa 2.• Pada zaman Hindia Belanda: 1.

Yurisprudensi. UU 14/1970  UU 35 /99 UU No 4 Tahun 2004  UU 48/2009 Ttg Kekuasaan Kehakiman 5. UU 14/85 UU No 5 Tahun 2004  UU 3/2009 tentang Mahkamah Agung 6. UU No 1 Tahun 1974 tentang Pokok Perkawinan & PP. PERMA 11.PP 45/90 4. Doktrin ( Pendapat Sarjana ) . Kitab Undang-undang Hukum Perdata Buku ke-IV tentang Pembuktian dan Daluarsa 9.3. UU 2/1986 diganti UU 8/2004 diganti lagi dgn UU 49/2009 ttg Peradilan Umum 7. UU 7/1989 diganti UU 3/2006 diganti UU 50 /2009 ttg Peradilan Agama 8.9/75 . 10. Hukum Adat 12.

2.Pengad membantu para pencari keadilan dan berusaha mengatasi sgl hambatan & rintangan utk tercapainya peradilan yg sederhana cepat dan biaya ringan Ps 4 ayat 2 UU 48/2009. walaupun ada beberapa perkara yang dilakukan pemeriksaannya secara tertutup. Perk yg diajukan kpd hakim mk ia tdk buleh menolak utk memeriksa dan mengadilinya dgn alasan hknya tdk ada /krg jelas. Contoh dalam perkara perceraian.3 RBG ) Persidangan terbuka untuk umumPs 13 ayat 1 UU 48/2009 setiap orang dibolehkan hadir dan mendengarkan pemeriksaan perkara.1.(Ps 5 UU 48/2009 KK Hakim bersifat Pasif ruang lingkup atau luas sempitnya pokok perkara ditentukan para pihak berperkara bukan oleh hakim.3 HIR/189 ayat 2. 3. mengikuti dan memahami nilai2 hk dan rasa keadilan yg hdp dlm masy. Hakim bersifat menunggu inisiatif mengajukan tuntutan hak diserahkan sepenuhnya kepada yang berkepentingan (Pasal 118 HIR/142 RBg ). hakim wajib menggali. Hakim tidak boleh menjatuhkan putusan melebihi dari yang dituntut ( 178 ayat 2. Asas-asas Hukum Acara Perdata .

Tdk ada keharusan utk mewakilkan 9. Berperkara dikenai biaya 8. Beracara tidak harus diwakilkan bisa langsung pihak yang berperkara beracara di pengadilan atau dapat diwakilkan. 7. 10.5. Peradilan dilakukan “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan YME “ . Mendengar kedua belah pihak 6. Putusan harus disertai dengan alasan-alasan( motievering Plicht ).

kec UU menentukan lain. Tk Banding Apellate Jurisdiction ) Judex Fakctie.Tk pertama  Original Yurisdiction. 13.- Mahkamah Agung  judex Iuris : .Asas objektivitas Pengad mengadili menurut hk dgn tdk membedakan-bedakan orang ->ps 4 ayat 1 UU 49/2009 12.Asas Persidangan berbentuk Majelis ps 11 ayat 1 Pengadilan memeriksa dgn susunan majelis sekurang-kurangnya 3 org hakim.11.Pemeriksaan dalam Dua Tingkat .

c) Permohonan PK put pengad yg MKHT . b)Sengketa kewenangan mengadili.KEKUASAAN MAHKAMAH AGUNG PS 28 1) MA bertugas dan berwenang memeriksa perk dan memutus : a) Permohonan Kasasi.

Berkaitan dgn ps 28 ayat 1 huruf a. pasal 29 berbunyi : MA memutus permohonan Kasasi thd put pengad tingkat Banding atau tingkat terakhir dr semua lingkungan peradilan .

c) Lalai memenuhi syarat2 yg diwajibkan oleh peraturan perundangan yg mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yg bersangkutan .30 UU 3/2009 a) Tidak berwenang atau melampaui batas wewenang.Alasan Kasasi Ps. b) Salah menerapkan atau melanggar hukum yg berlaku.

b&C .MA menyerahkan perkara tsb ke Pengadilan lain yg berwenang memeriksa dan memutusnya ( ps 51 ayat 1) MA membatalkan put kmd memutus sendiri perkara yg dimohonkan kasasi itu yg isinya berbeda dgn isi putusan yg dimohonkan kasasi (ps 51 ayat 2 ) Bgmnkah isi putusan MA yg mengabulkan permohonan Kasasi atas dsr alasan ps 30 huruf a.

3.Macam Putusan MA dlm TK Kasasi Bukan Putusan Akhir • Mengembalikan berkas pd PN/PA utk dilakukan Pemeriksaan Tambahan krn Fakta blm jelas sdh ditentukan hknya tdk menurut hk Putusan Akhir 1. Membatalkan Put/Pen PN/PT krn : • Melanggar UU ( Scanding ) • Salah Menerapkan UU ( Verkerde toepasing ) • Melampaui wewenang • Menunjuk PN /PA yg berwenang .O). Menyatakan permoh Kasasi Tdk dpt Diterima ( N. Menguatkan PT/PN 2.

Perbedaan Hukum Acara Perdata dengan Hukum Acara Pidana 1. harta benda . Inisiatif berperkara Perdata : datang dari salah satu pihak yang merasa dirugikan Pidana : datang dr penguasa negara/pemerintah melalui aparat penegak hukum seperti polisi dan jaksaKepentingan Publik /Umum ( Nyawa. Dasar timbulnya Perkara Perdata :timbulnya perkara krn terjadi pelanggaran hak yang diatur dalam hukum perdata.Martabat ) . Pidana : timbulnya perkara krn terjadi pelanggaran terhadap perintah atau larangan yang diatur dlm hkm pidana 2.

. Harus diselidiki sampai latar belakang perbuatan terdakwa. Pidana :mencari kebenaran materiil  tidak terbatas apa saja yang telah dilakukan terdakwa melainkan lebih dari itu. Istilah yang digunakan Perdata : yang mengajukan gugatan Penggugat pihak lawannya/digugat  Tergugat Pidana : yang mengajukan perkara ke pengadilan  jaksa/penuntut umum pihak yang disangka  tersangka terdakwaterpidana 4.3. Tugas hakim dalam pembuktian Perdata : Tujuan Pembuktian adalah mencari kebenaran formil mencari kebenaran sesungguhnya yang didasarkan apa yang dikemukakan oleh para pihak dan tidak boleh melebihi dari itu. Hakim mencari kebenaran materiil secara mutlak dan tuntas.

. Hukuman Perdata : kewajiban untuk memenuhi prestasi (menyerahkan benda . menghentikan suatu perbuatan. Pidana : tidak dikenal sumpah decissoire. pembayaran sejumlah uang ) Restitue In Integrum (RII ). melakukan perbuatan tertentu. Perdamaian Perdata : dikenal adanya perdamaian ( Ps 130 HIR/154 RBG Perma 2/2003Perma 1/2008 ttg Mediasi Pidana : tidak dikenal perdamaian 6.mengosongkan.5. denda dan Pencabutan hak. kurungan. penjara . Pidana : hukuman badan (Mati. Alat bukti Sumpah decissoire Perdata : ada sumpah decissoire yaitu sumpah yang dimintakan oleh satu pihak kepada pihak lawannya tentang kebenaran suatu peristiwa. 7.

b.Petitum tdk boleh bersifat Compositur atau ex Aeque et bono .Bab II Perkara perdata di Pengadilan dibedakan menjadi 2 : 1. 2. d. Perkara contentiosa  perkara yang di dalamnya terdapat sengketa atau perselisihan.ttp bersifat Ex parte Petitum Permohonan hrs murni ttg permintaan penyelesaian kepentingan pemohon dgn acuan sbb : a. Petitum Tdk boleh melibatkan pihak lain yg tdk ikut sbg pemohon. Perkara voluntaria  perkara yang di dalamnya tidak terdapat sengketa atau perselisihanKepentingan yg bersifat sepihak semata ( For the benefit of one party only ).Harus terinci ttg hal-hal yg dikehendaki pemohon e. c. tdk ada org lain atau pihak ketiga yg ditarik sbg lawan .Petitum Tdk bersifat Comdemnatoir.Isi petitum brp permintaan yg bersifat Deklaratif.

. pembatalan perkawinan. ijin Kawin dlm masa idah. cerai talak( ijin penjatuhan Ikrar Talak) 2) Perbuatan hakim dlm peradilan mrpk perbuatan administratif PenetapanSyarat2 adm dipenuhi mk kemungkinan dikabulkan .Konsinyasi. ganti kelamin.pengesahan nikah ( Itsbat Nikah ).permohonan Dispensasi Kawin.Perwalian.Wali adhol ( enggan /tdk diketahui ( gaib ) . Ijin Poligami. ganti nama.pencegahan perkawinan. pengampuan. kewarganegaraan.Ciri Khas Permohonan 1) Bersifat Reflektif : hanya demi kepentingan pemohon sendiri tanpa melibatkan pihak lain.Contoh Permohonan : Adopsi.

Aktifitas hakim yang memeriksa perkara Contentiosa : terbatas yang dikemukakan dan diminta oleh pihak-pihak Voluntaria : hakim dapat melebihi apa yang dimohonkan krn tugas hakim bercorak administratif.Beda contentiosa dengan voluntaria 1. . Pihak yang berperkara Contentiosa : penggugat dan tergugat Voluntaria : pemohon 2.

Voluntaria : mengikat terhadap semua pihak. . 4) Kekuatan mengikat putusan hakim Contentiosa : hanya mengikat pihak-pihak yang bersengketa serta orang-orang yang telah didengar sebagai saksi.3) Kebebasan hakim Contentiosa : hakim hanya memperhatikan dan menerapkan apa yang telah ditentukan UU Voluntaria : hakim memiliki kebebasan menggunakan kebijaksanaannya.

Pengertian gugatan • Sudikno Mertokusumo : tuntutan hak adalah tindakan yang bertujuan memperoleh perlindungan yang diberikan oleh pengadilan untuk mencegah main Hakim sendiri (eigenrichting) • Darwan Prinst : suatu permohonan yang disampaikan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang berwenang mengenai suatu tuntutan terhadap pihak lainnya dan harus diperiksa menurut tata cara tertentu oleh pengadilan serta kemudian diambil putusan terhadap gugatan tersebut. . • Menurut RUU Hukum Acara Perdata pada Psl 1 angka 2  tuntutan hak yang mengandung sengketa dan diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan putusan.

oleh seseorang/pihak yang dirugikan. baik itu secara secara lisan (Pasal 120 HIR) ataupun tertulis (Pasal 118 HIR). • Gugatan dapat diajukan.• Gugatan pada prinsipnya didefinisikan merupakan tuntutan hukum guna pemenuhan hak dan kewajiban tertentu. yang diajukan oleh seseorang atau lebih (sebagai Penggugat) terhadap seseorang/suatu badan hukum atau lebih (sebagai Tergugat). .

Diajukan ke pengadilan yang berwenang memeriksa dan memutus • Isi gugatan : Menurut Pasal 8 ayat 3 Rv gugatan memuat : 1.Lisan ps 120 HIR/144 RBG ) Diajukan oleh orang yang berkepentingan hk. Identitas para pihak 2.( Point d’interes point d’ action asas Legitima persona standi in judicio . Tuntutan/petitum terdiri dari tuntutan primer dan tuntutan subsider/tambahan . 3. Dasar atau dalil gugatan/ posita /fundamentum petendi berisi tentang : 1). Syarat gugatan : Gugatan dalam bentuk tertulis( ps 118 ayat 1 HIR/142 ayat 1 RBG )G.Syarat dan isi gugatan • 1.kejadian2/peristiwanya ( feitelijke gronden )menjelaskan ddknya perk dan 2) menguraikan ttg hukumnya ( recht s gronden ) yi uraian ttg adanya hak atau hub. 3.hk yg menjadi dasar yuridis gugatan. 2.

Individualiserings theorie yaitu hanya memuat kejadian-kejadian yang cukup menunjukkan adanya hubungan hukum yang menjadi dasar gugatan . Substantieserings theorie yaitu membuat surat gugatan dengan menguraikan rentetan kejadian nyata yang mendahului peristiwa yang menjadi dasar gugatan.Teori pembuatan gugatan • Ada 2 teori tentang bagaimana menyusun sebuah surat gugatan yaitu : 1. 2.

Bgmn menurut Yurisprudensi MA ? • Menurut Yurisprudensi MA No.SYARAT MATERIIL HIR & RBG hanya mengatur cara mengajukan 118 &120 . asal cukup memberikan gambaran tentang kejadian materiil yg menjadi dsr tuntutan ( gugatan ) . Isinya tdk.547K/SIP/1972 pd dsrnya org bebas menyusun dan merumuskan SG.

• Bgmn kalau sy formil G tdk dipenuhi ? • Syarat Formil tdk dipenuhi maka akan Mengakibatkan gugatan tdk sah  Gugatan dinyatakan tdk dpt diterima ( Niet onvankelijke Verklaard ) atau Pengad tdk berwenang mengadili Syarat Formil yi syarat utk memenuhi ketentuan Tatib beracara yg ditentukan UU .

Contohnya : P tdk cakap / tdk punya kepentingan hk yg cukup.Tdk jelas obj G.petitum tdk terinci tp hanya Kompositur ( Ex aequo et bono ) .Syarat Formil yg harus dipenuhi : 1) Tdk melanggar Kompetensi Absolut & Relatif. posita bertentangan dgn petitum. 2) Gugatan tdk Error in Persona . yg ditarik sbg Pihak2 nya tdk lengkap Plurium litis consortium 3) Gugatan harus jelas dan tegas ( ps 8 RV ) tdk obscuur Libel .3.2.Posita tdk menjelaskan kejadian serta dasar hukum tuntutan dlm gugatan. Misalnya :1.4.

PK . 5) G tdk Prematur/ blm waktunya diajukan G.4) Tdk melanggar azas nebis in idem ( ps 1917 BW & yurisprudensi MA ( S.&Pokok Perkaranya sama dimana perk Pertama sdh ada put yg MKHT yg bersifat positif /negatif ( Mengabulkan/menolak G).O. ataupun krn Verjaring ( daluwarsa ) T. 6) Tdk menggugat sesuatu yg telah dihapuskan/dikesampingkan oleh P P telah menghapuskan sendiri haknya dgn cara penolakan.H yg bersifat perdata Verjaringnya 30 th 7) Aanhanging geding /Rei Judicata deductae apa yg digugat sekarang masih tergantung pemeriksaannya dlm proses peradilan banding. Kasasi.

Syarat Formil G menurut Ridwan halim : 1) 2) 3) 4) Diajukan scr tertulis dlm bentuk SG.kejadian materiil yg lengkap &inheren shg kebenarannya dpt dibuktikan dr seluruh bag G . b. Ditujukan Ke pengad yg berwenang Memuat identifikasi yg lengkap P & T Memuat dsr/alasan tuntutan ( Posita/FP) dan Petitum yg memenuhi syarat sbb : a.Jelas & Terang maksudnya. c.Rasional.dgn fakta & bukti2 yg autentik/asli d.

Dilandasi dgn dsr-dsr hk yg rasional dan bukan dibuat-buat atau dicari-cari sekenanya.• e).Tuntutan yg Layak/Wajar berdsrk bukti 2 yg tdk mengandung unsur pemerasan. tdk memuat unsur penipuan/pemalsuan bukti/pemutar balikan fakta. .kesewenang-wenangan. • G). • F).

Pok P adalah Pemenuhan perjanjian. Pet. .Pok tunt utama yg diminta oleh P utk diputuskan oleh Pengad yg berkaitan langsung dgn pokok perk yg disengketakan.Pok( Tunt. Misal : T hutang pd P belum mengembalikanmeski sdh ditagih dan sdh jatuh tempo ( WP ).Penggugat dlm Petitum selain mengajukan Petitum Pokok ( Primer ) dpt pula disertai dgn Petitum Tambahan/pelengkap ( acessoir ) dan Tunt Pengganti/subsider 1) Pet. Perkara Waris Membagi HW 2) Tunt Tambahan ( Acessoir ) ad Tunt yg sifatnya melengkapi atau sbg tambahan dr Tunt Pok.

e) Menghukum T membayar uang Nafkah idah sebesar 600 Jt dan Mutah sebesar 400 Jt Kpd Termohon yg dibayar setelah pemohon mengucapkan ikrar talak di muka persidangan.en interesten ) d) Menghukum T membayar Dwangsom/Astreinte tiap hari sebesar Rp.sejak put berkekuatan hk tetap.100.000.a) Menghukum T membayar biaya perkara. ( costen Schaden. f) Menghukum T untuk menyerahkan 1/2 Harta bersama Contoh yg Tunt Termasuk tuntutan Tambahan .. b) Menyatakan Put dpt dilaksanakan terlebih dulu ( serta Merta ) Uit Voerbaar bij voorraad c) Menghukum T membayar bunga ( moratoir ) sebesar 2 % perbulan.

Pengertian Tuntutan Pengganti • Ad Tunt yg fungsinya utk menggantikan tunt pokok. mohon putusan yg seadil-adilnya ( Ex aequo et bono ) . apabila Tun Pok ditolak oleh pengad sbg Tun Cadangan/alternatif • Tunt Sub  apbl majelis hakim berpendpt lain.

. 2. Penggabungan objektif tidak boleh dilakukan dalam hal: a) satu tuntutan tertentu diperlukan satu gugatan khusus sedangkan tuntutan lainnya diperiksa menurut acara biasa.• 1. b) Hakim tidak wenang secara relatif untuk memeriksa satu tuntutan yang diajukan secara bersama-sama dalam gugatan c) Tuntutan tentang bezit tidak boleh diajukan bersama-sama dengan tuntutan tentang eigendom dalam satu gugatan. Penggabungan gugatan atau kumulasi gugatan Kumulasi gugatan ada 2 yaitu : Kumulasi subjektif yaitu para pihak lebih dari satu orang (Pasal 127 HIR/151 RBg) Kumulasi objektif yaitu penggabungan beberapa tuntutan.

• Contoh : T pok Pemutusan/Pembatalan Perjanjian dgn Tuntutan GR.Bagaimana yurisprudensi MA tentang Tunt Sub saat ini • Tunt Subsider dpt dikabulkan Asal masih dalam kerangka yg serasi dengan petitum primer . . Tunt subs Menghukum T melaksanakan Perjanjian dgn dihukum uang paksa setiap kali keterlambatan dlm melaksanakan perjanjian.

Tujuan penggabungan gugatan : a. Untuk kepentingan beracara yang bersifat sederhana. Efisien . cepat dan biaya ringan. Menghindari kemungkinan putusan yang berbeda atau berlawan b.

( UU 7/89 ->UU 3/2006->UU 50/2009 3. Kompetensi adalah kewenangan mengadili Kompetensi ada 2 yaitu : Kompetensi Mutlak/Absolut : Pembagian kewenangan mengadili antar Peradilan dgn melihat jenis perkara dgn mendasarkan Ps 18 UU 48/2009 Kek Kehakiman (UU 14/70UU 35/99UU 4/2004 ) dilihat dari beban tugas masing-masing peradilan sbg pelaksana kekuasaan kehakiman ad MA & Bdn perad yg berada dibawahnya 1. KOMPETENSIdari badan peradilan. Dan sebuah Mahkamah Konstitusi .Peradilan Umum UU 2/1986->UU 8/2004->UU 49/2006 2.Peradilan Agama. 4.Peradilan Militer.• • 1.Peradilan Tata Usaha Negara( UU 5/2006->UU 9/20064->UU 51/2009.

.2) Kompetensi relatif yaitu pembagian kewenangan mengadili dari masing2 pengadilan atas dasar wilayah hukum tertentu . menjawab pertanyaan pengadilan Kabupaten/ Kodya / Kota apa yg berwenang memeriksa perkara Pasal 118 HIR/142 RBg mengatur kompetensi relatif Pengadilan 1. Jika T lebih dari seorang sdg mereka tdk tinggal di dlm itu. ( asas Actor Sequitor Forum Rei). yg pd tingk pertama masuk kekuasaan pengadilan negeri. Gugatan pdt. diajukan ke KPN yg dipilih oleh P. 2. kpd KPN di daerah hukum siapa T bertempat diam/jika tdk diketahui tempat diamnya. tempat tinggal sebetulnya . hrs dimasukan dgn surat permintaan yg ditdtgni oleh P /Wakilnya menurut ps 123.

atau jika SG ttg Brg Tetap . . mk P. jika ia suka dpt memasukan SG kpd KPN dlm daerah hk siapa terletak tempat kedudukan yg dipilih itu. 3) Blmn tempat diam dr T tdk dikenal & tempat tgl tdk diketahui atau T tdk dikenal.• Jika antara bbrp T hubungannya satu sama lain sbg Hoofdschuldenaar dan Borg  Kpd KPN tempat tinggal berutang utama. 4) Bila dgn Surat yg sah dipilih dan ditentukan suatu tempat berkedudukan. mk SG dimasukan kpd KPN drpd P . mk SG dimasukan kpd KPN dmn brg terletak.

Apabila tergugat lebih dari satu orang diajukan di tempat tinggal salah satunya sesuai pilihan P.Satu tergugat sebagai yang berhutang dan satu lagi penjamin diajukan di tempat tinggal yang berhutang.Jika tidak diketahui tempat tinggal dan kediaman tergugat diajukan di tempat tinggal penggugat.Diajukan di tempat kediaman tergugat apabila tidak diketahui tempat tinggalnya.• Pasal 118 HIR/142 RBg mengatur juga pengecualiannya yaitu : 1. 6.Jika ada tempat tinggal yang dipilih diajukan di tempat tinggal yang dipilih tersebut.Jika objeknya benda tetap diajukan di tempat benda tetap itu berada. 5. 3. 2. . 4.

Pihak ini dapat secara langsung berperkara di pengadilan dan dapat juga diwakilkan. sbg wali.tergugat mewakili anak yg blm dewasa. curator. Direktur Utama krn penunjukan oleh hk • Turut tergugat : pihak yang tidak menguasai objek perkara tetapi akan terikat dengan putusan hakim . • Untuk ini dapat dibedakan atas : 1. 2. Pihak formil : mereka yang beracara di pengadilan sbg penggugat. Pihak materiil : pihak yang mempunyai kepentingan langsung yaitu penggugat dan tergugat.Para Pihak Berperkara • • Ada 2 pihak yaitu penggugat dan tergugat.

Hukum Acara Perdata Positif mengenal Gugat perwakilan krn 2 Hal yakni 1) Penunjukan oleh yg berkepentingan . 2) Perwakilan krn Penunjukan oleh Hukum. .

Perwakilan dalam Perkara Perdata • Dalam sistim HIR/RBg beracara di muka pengadilan dapat diwakilkan kepada kuasa hukum dengan syarat dengan surat kuasa Khusus • Menurut UU No 18 Tahun 2003 tentang advokat . kuasa hukum itu diberikan kepada advokat. . • Advokat adalah orang yang mewakili kliennya untuk melakukan tindakan hukum berdasarkan surat kuasa yang diberikan untuk pembelaan atau penuntutan pada acara persidangan di pengadilan atau beracara di pengadilan.

Surat kuasa khusus: kuasa yang menerangkan bahwa pemberian kuasa hanya berlaku untuk hal-hal tertentu saja. artinya untuk segala hal atau segala perbuatan dengan titik berat pengurusan. Surat kuasa umum :surat yang menerangkan bahwa pemberian kuasa tersebut hanya untuk hal-hal yang bersifat umum saja.• Surat kuasa : suatu dokumen di mana isinya seseorang menunjuk dan memberikan wewenang pada orang lain untuk melakukan perbuatan hukum untuk dan atas namanya. Dalam beracara perdata digunakan surat kuasa khusus. . 2. • Macam-macam surat kuasa : 1.

Isi Surat Kuasa Khusus 1. 2. Apa yang menjadi pokok perkara. Identitas pemberi kuasa dan penerima kuasa. Pertelaan isi kuasa yang diberikan. Hak subsitusi /pengganti . 4. Dijelaskan tentang kekhususan isi kuasa. 3.

tentang Kehutanan. Pasal 46 • Undang-Undang nomor 41 tahun 1999. 1 tahun 2002 . Pasal 71 • PERMA NO. • Undangan – Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Pasal 37.DASAR HUKUM CLASS ACTIONS DI INDONESIA • Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

.Walaupun telah ada dasar hukum mengajukan gugatan perwakilan ke pengadilan tetapi belum ada hukum acara yang mengatur.

Pelanggaran hukum pada huruf c dapat diajukan dengan gugatan perwakilan kelompok. . Asas Peradilan sederhana. Pelanggaran Hukum yang merugikan secara serentak terhadap orang banyak. B. tetapi belum ada hukum acaranya. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. spt UU No.1 TAHUN 2002 A.Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. C. F.23 Tahun 1997 tentang Lingkungan hidup. Mengisi kekosongan hukum. D. Undang-undang yang mengatur gugatan perwakilan kelompok. E.cepat dan biaya ringan.LATAR BELAKANG LAHIRNYA PERMA NO. Tidak efektif penyelesaian pelanggaran hukum tersebut huruf b diselesaikan sendiri-sendiri.

surat gugatan perwakilan kelompok harus memuat : A. Harus memenuhi persyaratan-persyaratan formal surat gugatan sebagaimana diatur dalam Hukum Acara Perdata yang berlaku. Keterangan tentang anggota kelompok yang diperlukan dalam kaitan dengan kewajiban melakukan pemberitahuan.TATA CARA MENGAJUKAN GUGATAN PERWAKILAN (Pasal 3 PERMA No. Definisi kelompok secara rinci dan spesifik walaupun tanpa menyebutkan nama anggota kelompok satu persatu C. .1 Tahun 2002). Identitas lengkap dan jelas wakil kelompok B.

dapat dikelompokan beberapa bagian atau sub kelompok jika tuntutan tidak sama karena karena sifat dan kerugian yang berbeda. Posita dari seluruh kelompok baik wakil kelompok maupun anggota kelompok yang terindikasi maupun tidak terindikasi dikemukakan secara jelas dan terinci. Petitum ganti rugi harus jelas . F. Dalam satu gugatan perwakilan.D. E.

SURAT KUASA WAKIL KELOMPOK (PASAL 4 PERMA No.I/2002) Untuk kepentingan hukum anggota kelompok. wakil kelompok tidak disyaratkan memperoleh surat kuasa khusus dari anggota kelompok .

BAGAIMANA PADA SIDANG PERTAMA ADA PENARIKAN DARI WAKIL KELOMPOK? Tidak mengugurkan hak procedural maupun hak subjektif dari anggota kelompok yang pada saat gugatan didaftarkan tidak disebutkan. Pasal 3 PERMA tidak disyaratkan penyebutan nama anggota kelompok satu persatu. Pasal 7 PERMA didata ulang pada saat proses pemberitahuan (notification) pada tahan sertifikasi. Dalam Praktek Anggota Kelompok dapat memberi kuasa dan menunjuk anggota perwakilan baru dimuka persidangan. kedudukan wakil kelompok tidaklah harus permanen karena Pengadilan sewaktu-waktu dapat memerintahkan untuk mengganti anggota kelompoknya apabila wakil kelompok dinilai : “Tidak memperlihatkan kejujuran serta mengabaikan anggota kelompoknya. contohnya wakil kelompok telah mendapat uang kadeudeuh(pemberian atas dasar alasan kemanusiaan. dari tergugat. .

BAGAIMANA MENGUJI SYARAT YURIDIS DARI GUGATAN PERWAKILAN • Bahwa apabila terjadi peristiwa-peristiwa kegiatan-kegiatan atau suatu perkembangan dapat menimbulkan pelanggaran hukum yang merugikan secara serentak atau sekaligus dan massal terhadap orang banyak. sementara sangatlah tidak efektif dan efisien apabila penyelesaian pelanggaran hukum tersebut diselesaikan sendiri-sendiri dalam satu surat gugatan • Bahwa terdapat kesamaan fakta atau peristiwa dan kesamaan dasar hukum yang digunakan yang bersifat substansial.serta kesamaan jenis tuntutan diantara wakil kelompok dengan anggota kelompoknya. .

CONTOH KASUS LONGSOR DI HUTAN MANDALAWANGI: . maka sarana hukum yang paling effektif untuk menampung tuntutan kelompok masyarakat korban adalah melalui prosedur “ gugatan secara class-action”.• Peristiwa yang telah diketahui umum maka sifatnya “notoir feiten” (tidak perlu pembuktian) yang perlu pembuktian apakah peristiwa tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi orang banyak dan siapa yang paling bertanggung jawab.

Kelompok kerugian alat-alat rumah tangga . .Kelompok kerugian luka berat dan ringan .Tentang adanya kesamaan fakta dan kesamaan hukum.Kelompok kerugian hilangnya fasilitas umum .Kelompok kerugian harta benda rumah dan tanah .Kelompok kerugian harta benda rumah dan tanah desa .Kelompok kerugian peternakan dan pertanian . dapat dilihat dari hasil sertifikasi wakil kelompok diserahkan daftar mengenai fakta (adanya jumlah orang banyak yang menderita kerugian yang sejenis.Kelompok pembiayaan penghidupan dan pengajaran selama para anggota kelompok dalam pengungsian .

ius standi. . persona standi atau hak gugat. yaitu akses orang perorangan ataupun kelompok/organisasi di Pengadilan sebagai pihak penggugat..LEGAL STANDING Istilah legal standing disebut juga standing.

karena dalam praktek sering pemerintah mengabaikan kewajibannya untk berlanjutnya sumber daya alam. hutan dan mineral atau tambang) . Faktor kepentingan masyarakat luas Banyaknya kasus-kasus publik telah tumbuhnya organisasi advokasi antara lain : – Yayasan lembaga bantuan hukum Indonesia ( YLBHI) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) II.URGENSI LEGAL STANDING I. Faktor penguasaan sumber daya alam oleh negara Objek sumber daya alam ( sungai. .

masyarakat (WN )Tanpa hrs mrpk phk yg mengalami • Yg dituntut/Petitumnya adalah kepentingan yg kerugian. • AP yg berhak mengajukan • Hanya satu/Bbrp yg adalah setiap orang atas dsr mrpk anggota kelompok yg mengalami kerugian Ia adalah anggota scr langsung.Persamaan prinsip Actio Pop & CA Sama2 mrpk Gugatan yg melibatkan kepentingan sejumlah besar orang scr perwakilan oleh seorang /lebih. sama dlm satu • Yg dituntut/petitumnya permasalahan yg adalah utk Kepentingan menimpa kelompok. Umum yg mrpk kepentingan WN .

Di Belanda dikenal terminologi lain = Group Acties yg pengertiannya ad : • Sbg hak yg diberikan oleh suatu Badan Hukum utk mengajukan gugatan mewakili kepentingan orang banyak ( Other person’s interes ). namun tdk boleh menuntut ganti rugi misal kepentingan perlindungan konsumen. apa bila dlm ADnya mencantumkan kepentingan orang banyak ( Kepentingan Umum )yg serupa dgn yg diperjuangkan di Pengadilan. .

cukup AD mencantumnya perlindungan kepentingan masy yg diwakili • Yg dituntut kepentingan orang banyak tdk boleh menuntut GR • BH tdk hrs mengalami kerugian scr nyata. • G A ad mrpk perkembangan baru dlm hk terutama berkaitan dgn pemberian hak gugat ( LS ) bagi BH utk mewakili kepentingan orang banyak.tdk hrs bertempat tinggal satu daerah dgn masy yg diwakilinya.Apakah terdapat Perbedaan antara Group Acties dgn Class Action . • YG DITUNTUT ad kepentingan yg sama dr sekelompok orang yg bersifat individual brp tuntutan GR .BH tdk perlu satu tempat tinggal dlm satu daerah dgn masy yg diwakili. • Ad berkaitan dgn prosedur pengajuan perkara yg melibatkan sekelompok orang yg mempunyai kepentingan serta permasalahan yg sama .

UU No.8/1999 Tentang Perlindungan Konsumen. UU 41/1999 Tentang Kehutanan . B. PERMA 2/1999 Tentang Pengawasan MA thd Parpol .Apakah Indonesia mengadopsi hal tsb A. D. . C. UU No.23/ 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

2) Legal Standing ( ius Standing ). Ini semula tdk dikenal dlm HIR maupun RBG .Sistem hukum Kita Sekarang menjadi mengenal Gugatan dgn 2 model yakni : 1) Model Class Action.

5. 4.Bab III BESLAAG/PENYITAAN/SITA • 1. 2. 6. Pengertian : Tindakan hukum Tindakan hakim Bersifat eksepsional Adanya permohonan dr pihak bersengketa Mengamankan barang-barang sengketa Tujuan akhir menjamin pelaksanaan putusan hakim . 3.

ttp boleh juga benda yg akan dijadikan pembayaran uang sbg pelunasan utang dgn jalan penjualan scr Lelang MAKNA SITA/PENYITAAN .1) Tindakan menempatkan HK T scr paksa berada dlm Penjagaan ( to take into costudy the property of defendant ) 2) Tindakan Paksa Penjagaan( costudy ) dilakukan scr resmi berdsrk perintah Hakim 3) Benda yg ditempatkan dlm penjagaan mrpk benda yg disengketakan.

227 jo 195 HIR1.2.Penyitaan membenarkan put yg belum dijatuhkan.4) Penetapan dan penjagaan benda yg disita berlangsung slm proses pemeriksaan sd put pengadilan BKHT ( In Kracht van Gewijde)  Menyatakan Sah dan berharga atas tindakan penyitaan yg sdh dilakukan. b) Sita mrpk Tindakan Perampasan c) Penyitaan berdampak psikologis .penyitaan memaksakan kebenaran gugatan. 3 Essensi Fundamental dr penerapan penyitaan : a) Sita mrpk Tindakan Eksepsional ( ps 226.

• Dasar hukum : Pasal 227 HIR/261 RBg • Tujuan : untuk menjamin terlaksananya putusan pengadilan • Sita ini dapat dilakukan jika ada permintaan dr penggugat dgn mengemukakan alasan ada dugaan/sangkaan bahwa tergugat akan berusaha menghilangkan. memindahtangankan bendabenda HK milik nya. Conservatoir beslaag/sita jaminan yaitu penyitaan terhadap barang milik tergugat. • Benda-benda yang menjadi objek sita ini adalah benda bergerak dan benda tidak bergerak milik T . merusak.Bentuk-bentuk/Macam penyitaan • Ada 2 yaitu : 1.

. • Objeknya : benda bergerak • Sita ini hanya terbatas atas sengketa hak milik.2. • Dasar hukumnya Pasal 226 HIR/260 RBG • Tujuan : menjamin suatu hak kebendaan dari pemohon dan berakhir dengan penyerahan barang yang disita. Revindicatoir beslaag yaitu sita terhadap barang milik penggugat yang dikuasai oleh orang lain.

pengamanan harta perkawinan. Marital beslaag yaitu sita yang diletakkan atas harta perkawinan. Eksecutoir beslaag yaitu eksekusi dalam rangka pelaksanaan putusan hakim utk Eksekusi Verhaal . pembagian harta perkawinan. • Sita dapat dimohonkan dalam sengketa perceraian.3. 4.

3.TUJUAN PENYITAAN 1. . Objek eksekusi sdh pasti ada. Utk menghindari itikad bruk T dgn berusaha melepaskan TGJWB( Civil Liability ) yg mesti dipikulnya atas PMH /WP yg dilakukannya. Agar Gugatan tdk Illusoir  HK T tdk dialihkan atau dibebani dgn hak kebendaan 2. 4. Mrpk upaya bagi P untuk menjamin dan melindungi kepentingannya atas keutuhan HK T sd put BKHT( IVG ).

PERMOHONAN SITA JAMINAN • Sita jaminan (beslag) dapat dimohonkan oleh Penggugat dalam gugatannya atau secara terpisah dengan suatu permohonan tersendiri yang diajukan kepada Majelis Hakim yang memerika dan mengadili perkara. 85 . • Penyitaan pada prinsipnya dapat diletakan baik itu terhadap benda bergerak maupun tidak bergerak guna menjamin pelaksanaan putusan.

baik terhadap benda bergerak maupun tidak bergerak yang dimiliki atau berada dalam penguasaan suami. 227 HIR Revindicatoir Ps. misal dalam kasus wanprestasi sewa menyewa tanah atau bangunan. baik itu terhadap benda bergerak maupun tidak bergerak yang dimiliki atau berada dalam penguasaan Tergugat. Pandbeslag Sita yang diletakan. 86 Sita yang diletakan. baik itu terhadap benda bergerak maupun tidak milik Tergugat guna pemenuhan suatu kewajiban tertentu. 226 HIR Marital Sita yang dimohonkan oleh istri.JENIS SITA JAMINAN Conservatoir Ps. . Sita yang diletakan terhadap benda bergerak milik Penggugat yang berada dalam penguasaan Tergugat.

A. Sebutkan Macam Penyitaan dan tunjukan perbedaannya masing 2 C. Sebutkan syarat agar permohonan penyitaan agar dikabulkan ooleh hakim dan sebutkan 3 Essensi dr Penyitaan . Jelaskan pengertian.tujuan dan akibat penyitaan ? B.

Diajukan secara tertulis atau lisan 3. 6. Ketua pengadilan menetapkan majelis hakim . Bayar perskot biaya perkara 4. Panitera mendaftarkan dalam buku register perkara dan memberi nomor perkara 5.Pengajuan gugatan 1. Diajukan kepada ketua pengadilan negeri yang berwenang. 2. Gugatan akan disampaikan kepada ketua pengadilan negeri.

Pemangilan dengan surat panggilan dan salinan surat gugatan c. Bertemu langsung dengan orang yang dipanggil di tempat tinggal/kediamanan . Majelis hakim menentukan hari sidang 2. Dilakukan oleh juru sita/juru sita pengganti b.Penetapan hari sidang dan Pemanggilan para pihak 1. Pemanggilan para pihak : • Tenggang waktu antara pemanggilan dengan hari sidang tidak boleh kurang dari 3 hari • Tata cara melakukan pemaggilan : a.

Berlaku Pasal 125 HIR/150 RBG Akibatnya : verstek 3.126 HIR/. tergugat tidak hadir.Persidangan pertama 1. Penggugat hadir. tergugat hadir. Penggugat tidak hadir. Mediasi ( Ps 130 HIR/154 RBG jo Perma 1/2008 ttg Mediasi . Pasal 124 HIR/148 RBg: majelis dapat memanggil sekali pihak yang tidak hadir agar hadir pada sidang berikutnya ( Ps. Akibatnya : gugatan dinyatakan gugur 2.

Tidak boleh mengubah kejadian materil yang menjadi dasar gugatan. Bersifat mengurangi atau tidak menambah tuntutan. Tidak menyebabkan kepentingan kedua belah pihak dirugikan terutama tergugat. Kesempatan atau waktu melakukan perubahan gugatan dapat dibagi menjadi 2 tahap : 1) Sebelum tergugat mengajukan jawaban dapat dilakukan tanpa perlu izin tergugat.• Perubahan surat gugatan dapat dilakukan dengan syarat : 1. Tidak boleh menimbulkan keadaan baru dalam positanya. 2) Sesudah tergugat mengajukan jawaban harus dengan izin tergugat jika tidak disetujui perubahan tetap dapat dilakukan dengan ketentuan : a. b. . Tidak menyimpang dari kejadian materil sebagai penyebab timbulnya perkara. 2. c.

Dilakukan dalam proses pemeriksaan perkara dengan syarat disetujui oleh pihak tergugat. Sebelum pemeriksaan perkara oleh hakim 2.Pencabutan Gugatan Pencabutan gugatan dapat terjadi: 1. .

. 3) Ia/ Mereka kesemuanya telah dipanggil scr Patut.Pasal 125 ayat 1 Memuat syaratsyarat utk menjatuhkan Put. 2) Ia/ Mereka tdk mengirimkan Kuasanya yg sah utk datang. 4) Petitum tidak melawan hukum. . 5) Petitum Beralasan.Verstek : 1) T/Para T semuanya tdk datang pada hari sidang yg ditentukan.

3) Mengabulkan Gugatan P. 2) Menyatakan Gugatan P tidak dapat diterima ( Niet Onvankelijke Verklaard / N. .Ke 5 syarat tersebut adalah bersifat komulatif & Berkaitan dgn Isi dr Amar/diktum yg akan dijatuhkan hakim yakni 1) Menyatakan Gugatan P ditolak.O ).

2) Pada Sidang Kedua ( Ps 126 HIR.KAPAN HAKIM DPT MENJATUHKAN PUTUSAN VERSTEK ? 1) Pada Sidang Pertama ( Ps 125 ayat 1 HIR.150 RBG). Ps. Ps 149 ayat 1 RBG ). 3) Setelah Acara Sidang Pembuktian .

hrs membuktikan adanya hak atau peristiwa itu “ Ketentuan ini dihubungkan dgn ketentuan Ps 125 ayat 1 /Ps 149 ayat 1 RBg maka Gugatan hrs dibuktikan kebenarannya oleh P dipersidangan meskipun T tdk Hadlir - APAKAH DIPERLUKAN PEMBUKTIAN DLM HAKIM MENJATUHKAN PUTUSAN VERSTEK .1) Perlu Pembuktian argumentasinya Ps 163 HIR/Ps 283 RBG : Brg siapa yg mengaku mempunyai hak atau yg mendasarkan pd suatu peristiwa utk menguatkan haknya atau menyangkal hak org lain.

argumentasi dsrnya ad Lembaga Verstek mrpk acara istimewa dlm pemeriksaanperkara perdata krn mengesampingkan acara biasa /Contradictoir dan Azas Audi at alteram partem. beralasan atau tidak gugatan P adalah dari hasil pembuktian dari Penggugat dgn mengajukan alat-alat bukti menurut Hukum .Tujuannya utk mengetahui melawan hk atau tidak. 2) Tidak Perlu pembuktian. mk sifat istimewanya ini tetap perlu diperhatikan dgn mengingat kepentingan P & T scr Seimbang & Proporsional .

JAWABAN TERGUGAT DAPAT BRP : 1) 2) a) b) c) 3) PENGAKUAN UTK SELURUHNYA / SEBAGIAN. MEMBANTAH/MENYANGKAL : EKSEPSI. . POKOK PERKARA ( VERWEER TEN PRINCIPALE ). REKONVENSI REFERTE.

A &KR.EKSEPSI menurut Doktrin dibedakan menjadi 2 : A. Eksepsi Deklinatoir / sifatnya mengelak mendsrk pd ketentuan hk formal /acara : K. 3. EKSEPSI PLURIUM LITIS CONSORTIUM : Kurang Lengkapnya pr pihak / gugatan –error in subjekto/objekto .Prosessuil 1. Eksepsi Materiil Eks. Eksepsi Prosessuil yg diajukan T/Kuasanya yg hanya menyangkut dr segi acara macamnya ada 7 yaitu : B. Eksepsi Inkracht Van Gewijde zaak: Eksepsi Nebis in Idem 4. 2. Eksepsi Litis dependensi : Perkara msh dlm proses .

P tdk mempunyai kualifikasi utk mengajukan Gugatan /Tdk mempunyai Ls a).Eksepsi Koneksitas b).6) Eksepsi Diskualifikatoir .Eksepsi Van Beraad /perk blm waktunya diajukan/prematur .

.blm Jattemp.pembayaran/ada proses accord 2) Eksepsi Paremptoir : utk menggagalkan gugatan thd pokok perkara : Verjaring.Penund. Kwijtschelding (dihapuskan ).Ekspesi Materiil ada 2 Macam 1) Eksepsi Dilatoir : Sifatnya menunda agar perkara jangan diteruskan.

Menegakkan Asas Peradilan Sedehana 2.• Rekonvensi adalah gugatan yang diajukan tergugat sebagai gugat balasan (gugat balik) terhadap gugatan yang diajukan penggugat kepadanya [Pasal 132a ayat (1) HIR]. menghindari putusan yang saling bertentangan REKONVENSI 102 . • Pada dasarnya gugatan rekonvensi harus diajukan bersama-sama dengan jawaban tergugat (Pasal 132b HIR jo 158 RBg). mempermudah pemeriksaan 5. • Tujuan rekonvensi antara lain: 1. Menghemat biaya perkara 3. Mempercepat penyelesaian sengketa 4.

Komposisi para pihak dihubungkan dengan Gugatan Rekonvensi a. Komposisi Gugatan Gugatan Penggugat disebut gugatan konvensi (gugatan asal), sedangkan Gugatan tergugat disebut gugatan rekonvensi (gugatan balik) b. Komposisi para Pihak Penggugat asal sebagai Penggugat Konvensi pada saat yang bersamaan berkedudukan menjadi Tergugat Rekonvensi. Sedangkan Tergugat Asal sebagai Penggugat Rekonvensi pada saat yang bersamaan berkedudukan sebagai Tergugat Konvensi. Baik gugatan konvensi (gugat asal) maupun gugatan rekonvensi (gugat balasan) pada umumnya diperiksa bersama-sama dan diputus dalam satu putusan hakim. Pertimbangan hukumnya memuat dua hal, yaitu pertimbangan hukum dalam konvensi dan pertimbangan hukum dalam rekonvensi.

Tahap Persidangan Perk Pdt
1) Gugatan 2) Jawaban Tergugat { Mengakui,Membantah,G.rekonvensi,Referte. 3) Replik Penggugat 4) Duplik Tergugat 5) Pembuktian P 6) Pembuktian T 7) Kesimpulan Akhir P 8) Kesimpulan Akhir T 9) PUTUSAN

Perdamaian
• • • • • • 1. 2. 3. Jika pihak penggugat dan tergugat hadir Dasar hukum Pasal 130 HIR/154 RBg Upaya yang pertama kali dilakukan oleh hakim Dilakukan selama sebelum hakim menjatuhkan putusan Dapat menyelesaikan perkara Tujuannya : Mencegahnya timbulnya perselisihan di kemudian hari di antara para pihak. Menghindari biaya mahal Menghindari proses perkara dalam jangka waktu lama.


Perdamaian dituangkan dalam akta perdamaian (acte van vergelijk) di mana mempunyai kekuatan yang sama dengan putusan hakim. Tidak dapat dibanding kesepakatan para pihak/menurut kehendak para pihak.

Jika tidak ada koneksitas dapat diperiksa satu-satu/dipisah. 3. Dapat berupa jawaban tergugat tapi dapt juga dilakukan dalam dupliek. Batas waktunya sebelum proses pembuktian. Rekonvensi tidak dalam kompentensi yang sama. Rekonvensi tentang pelaksanaan putusan hakim .• • • • • Rekonvensidgn Stb 1927-300. 2. Jika ada koneksitas dapat diperiksa sekaligus/bersama-sama. • 1. Rekonvensi dapat diajukan baik yang ada koneksitas maupun tidak. Pasal 157Dasar hukum Pasal 132a dan Pasal 132b HIR disisip 158 RBg. Pengertian : gugatan yang diajukan oleh tergugat terhadap penggugat karena dianggap juga melakukan wanprestasi kepada tergugat. Rekonvensi tidak dapat diajukan dalam hal : Jika kedudukkan penggugat tidak dalam kualitas yang sama antara gugatan konvensi dengan rekonvensi.

Tussenkomst (menengahi) berdiri sendiri (tidak memihak salah satu pihak. Voeging (menyertai) dengan cara menggabungkan diri kepada salah satu pihak. 2. .Intervensi • • Dasar hukum Pasal 279-282 BRv Pengertian :masuknya pihak ketiga dalam suatu perkara perdata yang sedang berlangsung bila dia juga mempunyai kepentingan (interest). • Bentuknya : 1.

. .contoh dalam perkara warisan.dilakukan karena pihak tersebut tidak lengkap. Vrijwaring (penanggungan) : . . Exceptio Plurium Litis Consortium: .ikutsertanya karena diminta sebagai penjamin/pembebas oleh salah satu pihak yang berperkara. 4.1. .mirip tapi tidak sama dengan intervensi karena insiatifnya tidak dari pihak ketiga yang bersangkutan.masuknya pihak ketiga karena ditarik oleh salah satu pihak yang berperkara.

- Seseorang/suatu badan hukum masuk kedalam suatu perkara atas inisiatifnya sendiri dan bergabung dengan salah satu pihak guna membela kepentingan pihak tersebut. Bersifat aktif. 70-76 RV - Voeging Ps. ia ditarik sebagai penjamin bagi pihak itu. - Bersifat pasif. Bersifat aktif 109 - . 297 – 282 RV - Seseorang/suatu badan hukum ditarik masuk ke dalam perkara oleh salah satu pihak. 297 – 282 RV - Tussenkomst Ps. tanpa bergabung dengan salah satu pihak yang berperkara. seseorang masuk kedalam suatu perkara untuk membela kepentingan dirinya sendiri.BENTUK-BENTUK PENGIKUTSERTAAN PIHAK KETIGA Vrijwaring Ps.

. .. ..AND THE SHOW MUST GO ON .. TERIMA KASIH ..... 07/10/2012 110 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful