1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi dunia berdampak secara langsung terhadap sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, sehingga tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan semakin meningkat, baik di tatanan klinik maupun di komunitas. Mutu pelayanan kesehatan yang diberikan harus terjamin aman, tidak beresiko, dan dapat memberikan kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi standar mutu internasional, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan klien berserta keluarganya. Perawat dituntut untuk tampil professional yang memberikan asuhan keperawatan serta mampu menjalin kerjasamadengan berbagai pihak agar pelayanan yang diberikan dilakukan secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan dasar, meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio dan spiritual klien. Penyelenggaraan layanan keperawatan didasarkan pada kewenangan yang diberikan karena keahlian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Kesehatan no. 36 tahun 2009. Praktik keperawatan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam berbagai penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan, registrasi, sertifikasi, akreditasi, dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum Pendidikan Ners terdiri dari kurikulum tahap akademik dan kurikulum profesi yang menyatu sebagai satu kesatuan utuhdisusun setelah mempertimbangkan bahwa Kurikulm berbasis kompetensi (KBK) pendidikan Sarjana Keperawatan (2008) yang terpisah dengan KBK profesi akan dapat menimbulkan dampak yang tidak diiginkan sebagai akibat tenaga yang dihasilkan
AIPNI Page 1

pada tingkat sarjana belum memiliki kewenangan untuk melakukan praktik keperawatan. Terwujudnya KBK pendidikan ners adalaha merupakan konsekwensi terhadap Kurikulum Inti Program Pendidikan Ners (Sarjana Keperawatan dan Ners) yang disahkan pada tahun 1998 dan diberlakukan pada tahun 1999 dan tidak sesuai dengan perkembangan global. Dampak globalisasi, keterbukaan, rasionalisasi berfikir, dan budaya kompetisi / persaingan akhir-akhir ini telah mempengaruhi dunia pendidikan. Globalisasi akhirnya berdampak juga terhadap pendidikan keperawatan. Saat ini tuntutan terhadap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/keperawatan semaikn canggih, dan selain itu persyaratan dunia kerja semakin menuntut tenaga keperawatan yang kompeten, sehingga dunia pendidikan keperawatan harus mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk mampu berkompetisi baik nasional maupun global. Untuk mengantisipasi perkembangan global tersebut telah diadakan perubahanperubahan yang bersifat inovasi, reorientasi, reformasi di dalam penyusunan kurikulum Pendidikan Ners. Penyusunan kurikulum ini merujuk kepada misi Diknas unutk menciptakan Insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, dan komprehensif serta berakhlak mulia dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), dan tuntutan dari organisasi profesi. Kurikulum yang disusn menitik beratkan kepada proses pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa (student centered learning) dan beroerientasi kepada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan, sehingga kurikulum yang disusun adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang berstandar nasional maupun internasional. Penyusunan kurikulum tahun 2010 berlandaskan kepada peraturan-peraturan terkini yang ada di pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan, dan tuntutan dari organisasi profesi yang mengharapkan lulusan berstandar internasional. Secara nasional, aturan-aturan yang tertuang pada SK Mendiknas No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar SK Mendiknas No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, dan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 20 (3)
AIPNI Page 2

bahwa Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan.atau vokasi; PP RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP RI No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan, pasal 85 (3) bahwa Pendidikan tinggi dapat menyelenggarakan program diploma pada pendidikan vokasi, sarjaan, magister dan doktor pada pendidikan akademik dan spesialis dan atau profesi pada pendidikan profesi. Semua peraturan diatas menjadi pedoman umum penyusunan kurikulum Pendidikan Ners ini. Penyusunan materi berdasarkan hasil analisis dan studi banding keberbagai institusi penyelenggara pendidikan yang ada di luar negeri, bekerja sama dengan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Disamping itu, tuntutan dari stakeholder : masyarakat, rumah sakit, puskesmas, departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya terhadap tampilan perawat professional, digunakan oleh penyusun kurikulm sebagai landasan pengembangan profil Ners di masyarakat. Berdasarkan pertimbangan di atas dilaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya perbaikan kurikulum. Kegiatan dimulai di Jakarta pada tanggal 8 - 10 Oktober 2003 dengan hasil tersusunnya standar kompetensi perawat professional (ners). Selanjutnya kegiatan di Yogyakarta pada tanggal 22 - 24 Juli 2003, menghasilkan draft tentang penyelenggara pendidikan ners yang berkualitas menghasilkan ners yang kompeten. Kegiatan ke tiga di Malang pada tanggal 11-13 Maret menghasilkan kompetensi lulusan pendidikan DIII dan Ners. Pada tanggal 23-24 April 2004 di Jakarta membahas Sisdiknas dan implikasinya terhadap pendidikan tinggi keperawatan. Pada tanggal 23-25 Agustus 2004 di Makassar di bahas konsep LRAISE kualitas pendidikan Ners. Di Bandung pada tanggal 20-23 November 2005 membahas kesiapan institusi pendidikan ners untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di era global. Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 4-6 Mei 2006 dilaksanakan lokakarya Nasional AIPNI dan PPNI di Jakarta dengan agenda susunan kurikulum pendidikan Ners. Kegiatan lokakarya KBK bekerja sama dengan Tim KBK DIKTI Depdiknas telah dilaksanakan pada 20-23 Pebruari 2007 di Jakarta, selanjutnya dilaksanakan
AIPNI Page 3

kegiatan serupa dan pelatihan-pelatihan lainnya secara teratur dan berkesinambungan selama lebih dari dua tahun agar tersusun standar pendidikan utama dengan kemampuan minimal yang harus dicapai, baik hard skills maupun soft skills oleh Ners di Indonesia. Kompetensi yang harus dimiliki lulusan terdiri atas kompetensi hard skills dan soft skills. Kompetensi hard skills terkait penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan tehnis yang berhubungan dengan bidang ilmu keperawatan, sedangkan kompetensi sof skills yang harus dimiliki oleh seorang Ners adalah : tanggung jawab dan tanggung gugat, empati, berfikir kritis, disiplin, leadership (kepemimpinan), kreatif dan inovatif, inisiatif, komunikatif, dapat bekerja dalam tim, antusias, bersikap asertif, dapat mengambil keputusan dalam asuhan keperawatan, tanggap, ikhlas, teliti, percaya diri, berperilaku etis, mampu memecahkan permasalah keperawatan, mempunyai jiwa entrepreneurship, menghargai hasil karya orang lain, altruistik, lifelong, learning, conscience, dan mampu mengambil resiko (risk taking), dibawah bimbingan preceptor/mentor. Berdasarkan latar belakang di atas dan berbagi kegiatan yang telah dilaksanakan, tersusunlah kurikulum inti Pendidikan Ners berbasis kompetensi tahun 2010 yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum di berbagai institusi penyelenggara pendidikan Ners di seluruh Indonesia, dengan tahapan dan langkah yang diharapkan dapat menjamin kualitas lulusan sehingga mampu berkompetisi secara global. B. Tujuan Kurikulum ini disusun dengan tujuan memberikan pedoman dalam penyelenggaraan program pendidikan ners dengan pendekatan kurikulum berbasis kompetisi. Tujuan lain adalah untuk mengarahkan upaya para penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang benar untuk dapat menghasilkan ners yang cerdas, kompetitif dan komprehensif.

2
AIPNI

KERANGKA KONSEP PROGRAM PENDIDIKAN NERS

Page 4

Untuk dapat melangsungkan kehidupannya. selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan lingkungannya dan bersepon secara positifterhadap perubahan lingkungan melalui adaptasi dan memperbesar potensi untuk meningkatkan kapasitas kemampuannya. dan spirit yang salinbg berpengaruh. mampu berjuang untuk mencapai tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri. berkomunikasi. Landasan tumbuh kembang kemampuan ini merupakan kerangka konsep pendidikan yang meliputi falsafah keperawatan sebagai profesi. dan keperawatan sebagai pelayanan professional yang akan mempengaruhi isi kurikulum dan pendekatan utama dalam proses pembelajaran.Pendidikan Ners merupakan pendidikan akademik-profesional dengan proses pembelajran yang menekankan pada tumbuh kembang kemampuan mahasiswa untuk menjadi seorangn ilmuwan pemula dan tenaga professional. kemampuan mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan berbagai mekanisme yang dibawa sejak lahir maupun didapat pada dasarnya bersifat biologis. bernalar. mengembangkan budaya dan nilai-nilai. lingkungan. dan kultural. manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pelayanan kesehatan dengan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang 1945. Manusia beroerientasi kepada waktu. sosial. Falsafah Keperawatan Dalam keperawatan. Manusia mempunyai siklus kehidupan meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan. a. psikologis. belajar. mind. AIPNI Page 5 . Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminkan tiga komponen body. kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang mencakup biopsikososio-spritual-kultural. kapasitas berfikir. spiritual. Bertolak dari pandangan ini keperawatan meyakini paradigmadengan empat konsep dasar yaitu manusia. sehat dan keperawatan. 1.

Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasaal dari dalam manusia itu sendiri mencakup. Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan secara dinamis dan mempunyai kemampuan berspon terhadap lingkungan yang akan mempengaruhi derajat kesehatannya. c. maturasi biologi. Lingkungan eksternal antara lain terdiri dari masyarakat. sosial. emosi (psikologis). jenis kelamin. kelompok dan komunitas yang selalau dapat berubah untuk mencapai keseimbangan terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi . Lingkungan Lingkungan dalam keperawatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal. untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. mempunya tujuan dan sistem nilai serta berada dalam suatu hubungan yang bersifat saling bergantung yang terorganisir. mental. menggali serta menggunakan sumbersumber yang diperlukan sesuai dengan potensi. biologic. b. Lingkungan eksternal juga diartikan juga sebagai lingkungan masyarakat yang berarti: kumpulan individu yang terbentuk karena interaksi antar manusia. kultural dan spiritual. sosial dan tidak hanya terbebas dari AIPNI Page 6 .Manusia selalau mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui serangkaian peristiwa antara lain belajar. factor genetic. Dengan demikian manusia dalam keperawatannya menjadi sasaran pelayanan keperawatan yang disebut klien mencakup individu. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia mencakup lingkungan fisik. Masyarakat adalah sistem social dimana semua orang berusaha untuk saling membantu dan saling melindungi agar kepentingan bersama dalam hubungannya dengan lingkungan dapat mencapai tingkat pemenuhan kebutuhan dasar secara optimal. Sehat Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat diartikan sebagai keadaan sejahtera fisik. keluarga. keterbatasannya. dan predisposisi terhadap penyakit serta faktor perilaku. budaya dan aspek spiritual yang dinamis.

1. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. preventif. Keperawatan Keperawatan adalah bentuk layanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. memberikan lingkungan yang aman. keluarga. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan masyarakat sejak fertilisasi samapai akhir hayat. keluarga. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya-upaya promotif. memberi asuhan kepada orang sakit. Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cia bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. meningkatkan kemampuan professional melalui penelitian dan menggunakan hasil penelitian. kelompok. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. mencegah sakit. Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan. mendefinisikan: “keperawatan sebagai suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Keperawatan Sebagai Profesi Pada lokakarya Nasional (1983) yang merupakan awal diterimanya profesionalisme keperawatan di Indonesia. dan yang mengalami ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan bermartabat. kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistic serta kemampuan untuk menggerakkan energi serta sumber-sumber yang tersedia dalam mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. Sehat ditentukan oleh kemampuan individu. kelluarga. baik secara fisik. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi pada klien. ditujukan kepada individu. Kesehatan adalah keadaan sehat. ditujukan kepada AIPNI Page 7 .penyakit atau kelemahan. di dasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. komunitas dan tingkat masyarakat. d. spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi sesuai Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Sehat dilihat dari berbagai tingkat yaitu tingkat individu. dan kuratif. berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan kesehantan dan pendidikan. mental.

menggunakan pendekatan holistik. sick or well. or is recoveryao to a peacefull death that he would perform unaided if he had the necessary strength. it is also a science” Martha E Roger (1970) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut . families. It is likewisethe unique contributing of nursing to help the individual to be independent of such assistance as soon as possible” International Council of Nurses (2007) mendefinisikan. suatu bentuk pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic. Keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan. keterbatasan pengetahuan. Pernyataan tersebut diperjelas dengan pandangan berbagai pakar keilmuan keperawatan tentang pengertian keperawatan antara lain sebagai berikut : Virginia Handerson (1960) mendefinisikan keperawatan secara fungsional sebagai berikut. “Nursing is humanistic science dedicated to compassionate concern for maintining and promoting health.individu keluarga dan masyarakat. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia”. will. “Nursing encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages. dilaksanakan berdsarkan ilmu dan kiat keperawatan. groups AIPNI Page 8 . preventing illness. This unique function of the nurse is a helping art. serta kurangnya kemuauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. caring for rehabilitating the sick and disable. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. “The unique function of the nurse is to assist the individual. mendahulukan kepentingan kesehatan klien diatas kepentingannya sendiri. Nursing is a la learn profession that both a science and art” Selanjutnya Henderson (1978) menyatakan bahwa : “Nursing is primarily assisting the individual (sick or well) in the performance of those activities contributing to health. or knowledge. in the performance of those activities contributing to health or its recovery or to a peaceful death that the would perform unaided if he had the strength. serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan. or knowledge.

Pelayanan keperawatan kepada klien dilaksanakan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan baik di klinik maupun di komunitas. participation in shaping health policy and in patient and health sistem management. Rujukan keperawatan dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketenagaan dan fasilitas kesehatan/keperawatan yang ada baik rujukan keperawatan yang bersifat inter institusi pelayanan kesehatan. keperawatan mempunyai karakteristik sebagai berikut (Schein E H 1972) : a. sekunder. maupun pelayana/asuhan yang bersifat mandiri (independen) dapat dilaksanakan sesuai dengan hakikat keperawatan sebagai profesi. mencakup pelayanan/asuhan keperawatan primer. Sebagai pelayanan professional. 2. Berbagai jenjang pelayanan/asuhan keperawatan harus dikembangkan. Keperawatan sebagai Pelayanan Profesional Sifat dan hakikat pelayanan/asuhan keperawatan bertujuan untuk tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal. sebagai profesi. promotion of safe environment. sick or well and in all setting. berbagai sifat pelayana/asuhan keperawatan baik yang bersifat saling bergantung antara pelayanan/asuhan professional (interpenden).and communities. dan tersier. keperawatan memiliki sifat unik dan berbeda dengan profesi kesehatan lainnya. research. prevention of illness. Nursing includes the promotion of health. Dengan demikian. and the care of ill. Demikian pula. and education are also key nursing roles” Tingkat pemahaman tentang keperawatan sebagai profesi akan tercermin antara lain pada langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan dan pembinaan pelayanan/asuhan keperawatan kepada masyarakat. Advocacy. AIPNI Page 9 . Inti dari perbedaan ini adalah keyakinan bahwa profesi keperawatan melibatkan aspek kemanusiaan mendalam dan hakiki. disable and drying people. Para professional terikat dengan pekerjaan seumur hidup yang merupakan penghasilan sumber utama.

3. i. c. d. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. perizinan atau ujian masuk formal.b. Konsep yang menjadi landasan dan akan mempengaruhi isi kurikulum Program pendidikan ners dikembangkan berlandaskan pada kegiatan dan proses pendidikan berbasis kompetensi dengan harapan menghasilkan ners yang memiliki pengetahuan. dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya. Membentuk perkumpulan profesi yang menetapkan criteria penerimaan. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahlian dan pengetahuan mereka dianggap khusus. Disamping itu juga berlandaskan pada aspek etik dan legal profesi. e. sikap dan perilaku professional. h. standar pendidikan. Mempunyai motivasi kuata atau penggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya. Lebih mengetahui apa yang baik untuk klien dari pada klien sendiri. serta menguasai IPTEK agat AIPNI Page 10 . mempunyai otonom dalam mempertimbangkan tindakannya. Memiliki kelompok ilmu pengetahuan yang mantap dan kokoh serta ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan dan latihan yang lama. dan individual melalui berbagai peran sebagai anggota profesi dan mengacu pada berbagai dan teori tentang manusia dan kemanusiaan serta kemandirian dalam mempertahankan etika dan standar profesi. Pelayanan yang diberikan kepada klien didasarkan pada kebutuhan objektif klien. jalur karier dalam profesi dan batasan kewenangan profesi. f. Berdasarkan hal diatas maka layanan yang diberikan oleh profesi keperawatan bersifat menyeluruh. g. j. Berorientasi kepada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien. unik.

anatara yang baik dari yang buruk. Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bagaimana selayaknya setiap lulusan pendidikan ners memahami paradigma sebagai pedoman dan pendekatan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pihak yang membutuhkan. seorang ners haruslah memperhatikan aspek keberagamaan budaya. Cultural care diversity mengacu pada keberagamandan/atau perbedaan dalam gaya hidup. teknologi. dan perbedaan ekonomi menjadi dasar untuk penetapan keputusan terkait dengan masalah etik. Hubungan Ners – Klien Hubungan ners-klien adalah suatu hubungan interpersonal yang professional dan terpeutik dengan tujuan memnuhi kebutuhan klien. hubungan yang AIPNI Page 11 . pola dan arti dalam pengasuhan yang berhubungan dengan ekspresi terhadap pelayanan kesehatan kepada klien antara ners sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan. Paradigma Keperawatan Paradigma keperawatan sebagai keyakinan dan cara pandang berbagai konsep penting yang mendasari keperawatan. b. Hal ini menjadi dasar pemikiran bahwa setiap klien itu adalah individu yang unik.dapat memenuhi kebutuhan pasien dan menjamin pelayanan aman serta akuntabel. Konsep etika keperawatan meliputi praktik keperawatan yang berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif mengenai tanggung jawab dan kewajiban ners terhadap klien. Keberagaman Budaya Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Hubungan professional ners dank lien didsarkan pada pemahaman bahwa klien adalah orang yang paling tepat untuk membuat keputusan. d. Budaya. agama / kepercayaan. Konsep yang menjadi landasan dan mempengaruhi isi dari kurikulum adalah: a. Dengan demikian. serta symbol. kepercayaan yang dianut. Etika Keperawatan Etika adalah suatu prinsip dan metode yang sistematik untuk membedakan antara yang benar dari yang salah. c. Peran utama tim kesehatan adalah memfasilitasi untuk memberdayakan potensi internal klien.

Tema konseptual caring ini mengandung tingkat pemahaman peserta didik selam proses pendidikan terhadap keberadaan klien yang sedang mengalami satu atau beberapa masalahkesehatan. melalui proses pembelajaran menghadapi klien dengan sikap dan perilaku caring. Diharapkan. tingkat spiritual dan keyakinan terhadap aspek yang lebih tinggi dan yang diyakini telah menghidupinya. psikologis. Sudut pandang peserta didik dilatih dan ditumbuhkan untuk menjadi lebih luas dalam memahami klien bukan hanya sekedar individu unik namun juga individu yang memiliki variasi individualitas secara fisik. AIPNI Page 12 .terjadi haruslah menguntungkan klien dan tidak memiliki efek yang negatif bagi klien. yang mulai dari pengkajian. dan (d) Berorientasi ke masa depan. Caring (Pengasuhan) Caring adalah proses interpersonal yang menunjukkan pola atau bentuk yang berhubungan dengan oranng lain dalam memfasilitasi perkembangn seseorang. Menyelesaikan Masalah secara Ilmiah Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah (scientific problem solving) pada peserta didik ditumbuhkan dan dibina sejak dini melalui rangkaian berbagai bentuk pengalaman pembelajaran secara terintegrasi. merencanakan tindakan keperawatan. Hal ini merupakan landasan utama untuk menumbuhkan dan membina kemampuan memahmi dan menerapkan proses keperawatan yang merupakan metode utama yang digunakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan. e. Pendekatan Utama dalam Proses Pembelajaran Untuk mencapai tujuan kurikuler. maka lulusan nantinya dapat memberikan pelayanan yanglwbih manusiawi dengan selalu memperhitungkan harga diri dan martabat klien. diperlukan beberapa pendekatan utama dalam proses pembelajaran yaitu : (a) Menyelesaikan masalah secara ilmiah (b) Pembelajaran berfokus pada peserta didik (c) Berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 4. a. menetapkan diagnosa keperawatan. Proses keperawatan merupakan salah satu metode pendekatan dalam penyelesaian masalah secara ilmiah. melaksanakan tindakan keperawatan. budaya.

Berbagai bentuk pengalaman belajar dirangkai dan dilaksanakan secara terarah sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan belajar secara terus menerus sesuai asas belajar sepanjang hayat dan hakikat profesi keperawatan. Kemampuan untuk berorientasi ke masa depan akan dapat membiasakan diri AIPNI Page 13 . dan ditingkatkan secara bertahap sampai akhir pendidikan. peserta didik mendapat kesempatan untuk berlatih bekerja di masyarakat. Berorientasi ke Masa Depan Program pendidikan ners selalu mengorientasikan peserta didik pada perkembangan ke masa depan dengan mengikuti perkembangan profesi. dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan maju. Secara terintegrasi ditumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis. Disamping itu ia terlatih dalam menyelesaikan masalah keperawatan yang dihadapi klien. mengambil keputusan klinik. Melalui pengalaman belajar di tatanan dan pengalaman belajar lapangan di komunitas. b. penalaran ilmiah. melakukan sosialisasi professional.sampai dengan evaluasi dan menetapkan tindak lanjut. Pengalaman Belajar di Masyarakat Pengalaman belajar di masyarakat merupakan masa adaptasi professional. dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Kemandirian dalam belajar dan kemampuan memutuskan kondisi belajar yang optimal senantias harus di fasilitasi dan ditingkatkan. c. ditumbuhkan dan dibina sepanjang proses pendidikannya melalu berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat. lebih peka dan mampu mengidentifikasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapi di masyarakat. Sikap dan kemauan professional seorang ners dituntut untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. serta memanfaatkan berbagai sumber dan kemampuan yang ada di masyarakat. d. Belajar Aktif dan Mandiri Kemauan dan kemampuan belajar aktif dan mandiri dibina sejak dini pada awal pendidikan guna meningkatkan kemampuan dalam mengarahkan belajar sendiri. berpikir alternative dan kemampuan pengambilan keputusan secara benar. perkembangan IPTEK. trend dan isu kesehatan. sehingga mereka tidak tertinggal oleh perkembangan global.

pendekatan pola pembelajaran lebih memungkinkan peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri yang lebih mementingkan upaya pemenuhan kebutuhan pasien yang dilayaninya. Disamping itu. 3 KURIKULUM INTI PROGRAM PENDIDIKAN NERS DI INDONESIA Kurikulum inti program pendidikan ners terdiri dari dua tahapan kurikulum akademik yang mengacu pada aturan pemerintahakan bergelar Sarjana Keperawatan dan tahapan kurikulun profesi yang setelah lulus akan memperoleh sebutan profesi ners. kompetisi yang harus dimiliki dan dilengkapi dengan bahan kajian yang terkandung dalam mencapai kompetensi tersebut.selanjtunya bahan kajian akan direspresentasikan AIPNI Page 14 . maka diharapkan implementasi kurikulum berbasis kompetensi ini dapat menghasilkan lulusan ners yang kompeten dan berbudi luhur. kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pada profil lulusan yang diharapkan. Kurikulum ini menyatu dan hanya ditunjukkan untuk menghasilkan Ners sebagai luaran akhir dari sebuah proses pendidikan keperawatan tingkat profesional pertama.seorang peserta didik untuk siap dan terbuka menerima berbagai perubahan yang terjadi. Oleh karena itu. Berdasarkan pada berbagai konsep yang terdapat dalam falsafah dan paradigma keperawatan serta konsep tumbuh kembang manusia dan aspek kemanusiaannya.

Profil lulusan pendidikan ners telah dibuat berdasarkan hasil lokakarya yang melibatkan stakeholder (masyarakat. PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN NERS Profil luluan merupakan langkah dasar dalam menyusun sebuah kurikulum berbasis kompetensi. Termasuk organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap tampilan ners profesional yang diharapkan di masyarakat. B. Tugas. serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi. Edocator (Pendidik kesehatan bagi klien. sehingga kurikulum tahap akademik pendidikan sarjana keperawatan dan tahap profesi merupakan satu kesatuan rangkaian kegiatan untuk mencapai kompetensi yang harus dimiliki oleh Kompetensi Dan Elemen Kompetensi Lulusan Progran Pendidikan AIPNI Page 15 . Manager (Pengelola asuhan keperawatan) e. rumah sakit. Community leader (Pemimpin dalam kegiatan komunitas profesi maupun sosila) c. disertai dengan metode atau model pembelajaran. Profil lulusan Sarjana Keperawatan/Ners : a. departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya. peran dan ruang lingkup pekerjaan menjadi pokok bahasan dalam penyusunan profil. Researcher (Peneliti Pemula) Keterangan : *Sarjana Keperawatan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan. Care Provider (Pemberian asuhan keperawatan)* b. A. keluarga) d.dalam bentuk mata kuliah. puskesmas. dan cara mengevaluasi hasil pembelajaran yang selalu diupayakan untuk mengukur kompetensi yang diharapkan. Ners Sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar.

Kompetensi yang dimuat dalam buku kurikulum ini merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dan terstandarisasi diseluruh Indonesia. Kemampuan berkarya 4. Landasan Kepribadian 2. Kompetensi yang perlu dimiliki oleh lulusan pendidikan ners terdiri dari kompetensi utama. pendukung dan lainnya yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana Keperawatan sesuai yang tercantum pada tabel 1 : Tabel 1 Kompetensi Pengembangan Kurikulum Institusi Pendidikan Sarjana Keperawatan AIPNI Page 16 . Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. 4 KURIKULUM PENDIDIKAN tahap AKADEMIK (PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN) Pengembangan kurikulum pendidikan Sarjana keperawatan merupakan kurikulum tahap akademik yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusi dan memuat kompetensi utama. Kompetensi pendukung dan lainya merupakan kompetensi yang mencirikan institusi dan program studi dimana lulusan berasal. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3.ners sebagai luaran dari program pendidikan ini. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Kelima elemen kompetensi ini merupakan hasil dari kegiatan belajar peserta didik dan mengacu pada konsep pembelajaran yang diterapkanoleh UNESCO (2000) untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna kelak. dan kompetensi lain. pendukung. Kompetensi ini kemudian diuraikan kedalam elemen kompetensi sebagai berikut: 1.

A. dengan memperhatikan masukan masyarakat profesi dan pengguna lulusan.3 Kompetensi Lainnya Kemampuan yang ditambahkan agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.1 Kompetensi Utama Kompetensi utama merupakan kemampuan untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi. Sarjana keperawatan (144 – 160 SKS) dimana 60% diantaranya disediakan sebagai kurikulum inti (87 SKS). Untuk mencapai kompetensi utama pendidikan tahap akademik / Sarjana Keperawatan diimplementasikan dalam komposisi pengembangan kurikulum institusi pendidikan. dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi (± 20%. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat 40% . A. KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Kompetensi Pendukung Lainnya INTI Kompetensi Utama 20% .40% 0% . Kaitan profil dengan kompetensi lulusan AIPNI Page 17 . Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. sesuai isu global) B.80% ditetepkan oleh kalangan perguruan tinggi.KURIKULUM ELEMEN KOMPETENSI 1. Kemampuan Berkarya 4. Landasan kepribadian 2.2 Kompetensi Pendukung Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan (± 20%) A.30% Kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi. Rumusan Kelompok Kompetensi A. sehingga seluruh institusi pendidikan keperawatan mempunyai kurikulum inti yang sama. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5.

C. b. di b. Lainnya 2. Dibawah ini diperlihatkan kaitan profil dengan kompetensi lulusan. a. b. c. b. b. b. a. a. a. c.Untuk mencapai profil lulusan Sarjana Keperawatan. 5. Tabel 2. 4. 3. perlu ditentukan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Sarjana Keperawatan. Pemula) b. Profesional Provider pelayanan keperawatan) Care a. a.Researcher (Penelitian a. a. b. Kompetensi Utama tahap akademik pendidikan Ners AIPNI Page 18 . b a. (Pemberi pendukung a. b. Community (Pimpinan Komunitas) Leader a. Manager (pengelola) a. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan Profil 1. Educator (pendidik) a. a. Kompetensi yang seharusnya dipunyai oleh lulusan Kompetensi Kompetensi Kompetensi Utama a.

e. Melakukan komunikasi secara efektif Melaksanakan pendididkan kesehatan Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan*) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas*) Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan*) Mampu menjalin hubungan interpersonal Mampu melakukan penelitian sebagai peneliti pemula Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. i.1. f. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberikan asuhan kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan. c. C. AIPNI Page 19 b. C. Kompetensi Utama Sarjana Keperawatan : a. d. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik*) Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten*) Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien*) Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. b. h. f. Mampu menerapkan pengetahuan. e. g. Kompetensi utama ini dijabarkan kedalam unit kompetensi. Mampu mengkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat . Sebagai dasar untuk menjamin agar kualitas lulusan ners dapat berkompetisi secara global kelak maka diperlukan patokan dalam penentuan kompetisi utama yang harus dikuasai oleh sarjana keperawatan diberbagai institusi penyelenggara pendidikan di seluruh Indonesia.2. g. Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan a.Kompetensi tahap akademik adalah serangkaian kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan pendidikan tahap akademik dan bergelar sarjana keperawatan. h. d. c. skunder dan tertier. kerangka etik dan legal dalam sistem Mampu membuat keputusan etik Mampu memberikan asuhan peka baudaya dengan menghargai etnik.

Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya*) Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesimambungan dalam praktik. Mampu merancang. p. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan*) Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan*) Mampu mengolaborasikan pelayanan keperawatan*) Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan*) Mapu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif*) t. o. s. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan. w. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan*) Mampu mengembangkan pola piker kritis. r. v.j. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. y. k. l. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien*) n. AIPNI Page 20 Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan . u. melaksanakan proses penelitian sederhana dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif*) m. q. x.

Komunikasi dalam Konteks Sosial dan Keanekaragaman Budaya serta Keyakinan 8. Komunikasi dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan 7. 4. BAHAN KAJIAN SETIAP UNIT KOMPETENSI UNIT KOMPETENSI 1. Kewenangan akan dapat dimiliki setelah lulusan sarjana keperawatan menyelesaiakan tahap profesinya dan diberikan sebutan profesi Ners. 2.Keterangan: *) belum memiliki kewenangan untuk melakukan. Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik. Penggunaan Diri Secara Efektif dalam kominukasi Terapeutik. Trend dan issue Komunikasi dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan yang efektif dalam memberikan asuhan 2. Konsep Komunikasi Terapeutik. mampu melakukan komunikasi BAHAN KAJIAN 1. 3. Kaitan antara Rumusan Kompetensi dengan Bahan Kajian Kompetensi yang akan dicapai memerlukan bahan kajian yang membahas pengetahuan dan keterampilan terkait yang yang sesuai. Dibawah ini digambarkan bahan kajian berdasarkan unit kompetensi yang merupakan jabaran dari kompetensi utama lulusan pendidikan ners tahap akademik (sarjana keperawatan). Hukum dan Perundang – undangan Kesehatan yang efektif dalam memberikan AIPNI Page 21 . Teknik Komunikasi Terapeutik. Komunikasi profesional dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 9. mampu melakukan komunikasi 1. D. Pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 6. Penggunaan Komunikasi Terapeutik. 5.

pertanggung jawaban dll 13. aborsi.Malpraktek.asuhan 3.Euthanasia.Prinsip – prinsip legal dalam praktik 12. kepercayaan. Profesionalisme keperawatan 6. 6. nilai dan norma masyarakat 9. Nursing advocacy 16. 7. tahap.Penggambilan keputusan legal etis 15. Telaah etis dalam keputusan Manajemen Sistem Kesehatan Tradisional dan Modem 2. Kebijakan Pelayanan Kesehatan 7. Mampu membuat keputusan etik 2. AIPNI Page 22 . Otonomi. Etika dan Hukum Keperawatan 4. karakteristik. dll 11. Prinsip – prinsip etika keperawatan : 8.Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan. pertanggunggugatan (mandiri & limpahan). moral right. dan spiritual dalam praktik keperawatan Konsep. 4. Sistem Kesehatan Nasional 3. 14. non-maleficience. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. beneficience. agama atau faktor lain dari setiap pasien yang unik*) 1. Kode Etik Keperawatan 5. dan tugas 4. supporting devices. Ethical issue dalam praktik keperawatan : 10. transplantasi organ. neglected. justice. 5. 3. Perilaku Kesehatan Metode pengumpulan Data Antropologi dan Sosiologi Pendekatan holistic care pada klien : Pendekatan transcultural nursing Pendekatan agama.

Patofisiologi. Perspektif Keperawatan Matenitas dalam 6. Information Communication Technology in nursing : .Konsep Kehilangan 1. Menajemen mutu 9. Gizi 12.Menggunakan perangkat komputer dan jarigan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan . Psikologi Perkembangan 19. Biokimia.Metodologi Pendidikan 13. 11. Mampu menggunakan proses AIPNI Page 23 . Parasitologi. Fisika.Klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC) 1. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu konsisten*) perkembangan 1. Komunikasi Terapeutik 16. Ilmu keperawatan Dasar 4. Prosedur Keperawatan 15. Farmakologi. Ilmu – ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas 7. Patient Safety 17. Anatomi. Hak dan Kewajiban Pasien 14. Patologi. Mikrobiologi. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. Metode Keperawatn 2. Infection Control 18. Keperawatan Lintas Budaya 5. Konsep Caring.5. Biologi. Holisme dan Humanisme 3. Teknologi Informasi dalam Keperawatan 8. Fisiologi. Spiritualitas / Religiusitas 6. Konsep perubahan 20. Kimia. 10.

Faktor resiko yang Mempengaruhi kesehatan Maternal 4.keperawatn dalam menyelesaikan masalah klien*) konteks keluarga. Perspektif Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat 19. Identifikasi Multiple Intelegence 12. Peran Perawat Maternitas dimasyarakat 3. batasan dan Teori Penuaan 13. Dampak Sistem Pelayanan Kesehatan terhadap Praktek Keperawatan Orang Dewasa 6.Pengeloloan Kesejahteraan Lansia diInstitusi dan Masyarakat 18. Upaya Prevektif dan Promotif untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Fisik dan Psikososial Lansia 17. Bermain pada anak 8. Lingkup Keperawatan Orang Dewasa 5.Askep Klien dg Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler 20. Beberapa faktor yang mempengaruhi Kesehatan Lansia 15.Askep Klien dg Gawat Darurat pada AIPNI Page 24 . 2. Pencegahan kecelakaan pada Anak 9.Konsep sakit dan Hospitalis pada anak 11. Perspektif Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga 7. Issue dan kecenderungan Masalah Kesehatan Lansia 14. Bimbingan dan penyuluhan pada orang tua 10.

Manajemen Sumber daya Keluarga 28.Konsep Keperawatan Komunitas 32.Strategi Pemecahan Masalah Kesehatan Komunitas 38.Teori Model Keperawatan di keluarga 27. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana 22. UKS) AIPNI Page 25 .Proses Asuhan Keperawatan pada Keluarga 30. Konsep Dasar Kesehatan dan keperawatan Jiwa 23.Proses Keperawatan Kmunitas 39.Konsep Home Health of Nursing (Home Care) 29.Konsep PHBS 36.Konsep Keluarga. trend dan Issue Kesehatan keluarga 26.Aspek Keterkinian dalam Praktek Keperawatan Komunitas 34.21.Masalah Kesehatan di Indonesia 33.Konsep Dasar Keluarga 25.Puskesmas 35.Konsep MTBS 37.Jenis – jenis Tindakan Keperawatan pada berbagai Kasus Resiko Tinggi di Keluarga 31.Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesja.Upaya Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa 24.

Metode Evaluasi 1. sekunder dan tertier 1. rehabilitatif.preventif. Konsep dasar kesehatan 5. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. Metode evaluasi 1. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat 7. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) AIPNI Page 26 5.karaktif.40.Transisi pola penyakit 41. Metode pembelajaran 2. Konsep belajar sepanjang hayat 2.consolation of the dyin 8. Pendekatan etik dalam pengambilan keputusan . Pendekatan Moral right dalam pengambilan keputusan 2. Team Building 4.Manajemen mutu dan manajemen resiko dalam asuhan keperawatan klien 43. Teori pendekatan 26ontro dalam kesehatan 4. 26ontrol26ive.Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 45.Epidemiologi dan Kependudukan 42. Supervisi 10.promotif.manajemen Asuhan : Pendekatan 26ontrol26. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Rancangan penyuluhan kesehatan 9.Aplikasi Teori Model dalam Berbagai Situasi Pelayanan 44. Teori berubah 3. Aspek 26ontro budaya serta hubungannya dalam ekologi 6.

committed to. Mampu menggunakan prinsip – prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik keputusan Self manajement of learning 1. Domin profesi 3. Hak pasien dan keluarga dalam pelayanan 11. Fisika keperawatan 2. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 15. Alur penaganan pasien 3. Control kualitas asuhan keperawatan AIPNI Page 27 . Mengelola pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar 5. Manajemen kasus (termasuk coordinating and collaborating care) 6. Anatomi fisiologi keperawatan 3. Pround to be nurse : confident. Konsep Collaborative 2. Etika profesi 6. Kompetensi 4. Keterapilan – keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus sesuai dengan tingkat usia disetiap tatanan pelayanan kesehatan 1. Kajian situasi pelayanan keperawatan : manajemen asuhan 2. Otonomi dan 27ontrol profesi 5. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 14. doing the best to keep nursing respected 2.3. Team work building Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 1. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif *) 13. Kesiapan perawat dan pelayanan 1. Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 7. Pengorganisasian pelayanan 4. Standar profesi 12.

Toksikologi lingkungan 15. Zat gizi makro dan mikro 10. Efek / efek samping obat 5. Toxicology obat 9.Perumahan dan pemukiman sehat 16. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 7. Biomonitoring 8. Interaksi obat 6.Angka kecukupan gizi yang dianjurkan 17.Intervensi Gizi Masyarakat 17.Sanitasi makanan 14. Indikasi dan kontra indikasi obat 4. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *) AIPNI Page 28 . Obat – obatan tradisional 8. Konsep dasar kesehatan lingkungan 9. Penyediaan air bersih 10. Bahaya kimia di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 5. Air buangan dan kesehatan 11. Bahaya fisik dilingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 6. Ergonomic dan faal kerja 7. Dinamika kelompok dan team building 1. Undang – undang K3 di Indonesia 3. Farmakodinamika dan farmakokinetik 3.Manajemen pengendalian vector 13. Bahaya lingkungan kerja dan evaluasinya 4.Pengelolaan limbah domestic dan medis 12. Cara pemberian dan perhitungan dosis 7.16.Keterlibatan dan peran Tenaga Keperawatan dalam Kebijakan Pemerintah di bidang Gizi Masyarakat 1. Pengertian dan luang lingkup K3 2. Penggolongan obat-obatan 2.

Pengelolaan konflik 8. Kepemimpinan 4.Kajian situasi dalam proses manajemen 12. pelayanan keperawatan dan model penugasan) 17.Nutrisi pada Ibu Hamil 15.Perencanaan ketenagaan dan financial 14. Gizi dan Pangan Menurut Pendekatan 18.Kebutuhan Nutrisi pada Anak 16. Konsep dan proses berubah 9.11. karier) AIPNI Page 29 . Asertifitas 7. Konsep Dasar Ilmu gizi Masyarakat 17. Dinamika kelompok (team building) 2. konsep.Konsep dasar kajian situasi 11.Pengelolaan waktu 15.Pengorganisasian (struktur. Komunikasi organisasional 6. Kebutuhan Gizi Individu 12. Pengelolaan staf (seleksi. Manajemen keperawatan sebagai sistem kepada tim asuhan dengan mempertahankan skuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) dan proses. orientasi. 10. Directing 3.Mampu memberikan dukungan Kesehatan Masyarakat 1.Proses pengambilan waktu 16. kultur organisasi keperawatan serta model pengorganisasian. Perencanaan: konsep perencanaan strategis dan operasional 13. dan penapakan.Dasar – dasar Dietetika Klinik 14. Penilaian status gizi individu 13. Motivasi 5.

Pengumpulan Data dan Analisa Data 16. Pemasaran Keperawatan 5. Penelitian Bidang Perawatan 15. Penulisan Karya Ilmiah 22. Identifikasi dan merumuskan masalah penelitian 3. Literature dan Critical Review 4.19. Mampu merancang. Information Communication Technology in nursing : Menggunakan perangkat computer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan AIPNI Page 30 Klasifikasi intervensi dan outcome . Keperawatan sebagai ilmu dan seni 11. Mampu memanfaatkan hasil penelitan dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan 2. melaksanakan 1. Rancangan penelitian 5. Pengembangan instrument penelitian 6. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 1. Rancangan Penelitian 14. Berpikir sistematis proses penelitian sederhana 21. Kemitraan dan kerja Tim 20. Analisa Data 8. Proses berubah 1. Pengumpulan data 7. Pengembangan Kepribadian 3. Interprestasi data 9. Konsep Kolaborasi. Desiminasi dan publikasi 10. Ilmu Komunikasi 2.Konsep dasar Penelitian 13. Pisikologi Konsumen 6. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan 17. Kepuasan Pelanggan 4. Trend and issues in nursing 12.

SARS. Konsep kepemimpinan dalam keperawatan 4. yaitu 87 SKS (dari 144 SKS ) terdiri dari 70% pengetahuan teori dan 30% penerapan praktik ( laboratorium. Disaster. mengkaji kemampuan diri sendiri. Enterpreneurship dan pengembangan praktik professional 4. Struktur Kurikulum Sarjana Keperawatan Kurikulum pendidikan ners tahap akademik (Sarjana Keperawatan) ditetapkan dengan mengacu kepada 60% kurikulum inti. Marketing keperawatan (internal dan eksternal) 5. sikap dan keterampilan yang relevan dengan masalah kesehatan yang dihadapi. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan keperawatan 1. dengan masa studi 4 tahun (8 semester).Dalam kurikulum terintegrasi AIPNI Page 31 . dan belajar mandiri sehingga kelak dapat menjadi anggota profesi yang mandiri.Flu Burung. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemapuan profesional keperawatan (NIC NOC) 1. Konsep berubah 3. Issue terkini dalam pelayanan 24. Kurikulum yang telah disusun ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Konsep belajar sepanjang hayat 2. Pengembangan kurikulum institusi disesualikan dengan visi dan misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut dengan memasukkan 20% isu global (yaitu : Perawatan HIV/AIDS. Konsep kesejawatan E. tatanan klinik dan komunitas). dengan pola struktur terintegrasi sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan. membantu peserta didik belajar aktif.23. Bahasa Asing) dan muatan local 20% sesuai dengan keunggulan institusi. belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri. Entrepreuner. Perlindungan profesi (manajemen resiko dan asuransi profesi) 3. IT. Perawatan Trauma. Standar profesi 2. Tujuan struktur kurikulum terintegrasi adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi guru bagi dirinya.

Berikut ini dipaparkan contoh pengembangan kurikulum terintegrasi: AIPNI Page 32 . Setiap sub unit kompetensi mempunyai bobot satu(1) satuan kredit semester (SKS) Upaya mengintegrasikan bahan kajian menjadi satuan mata kuliah dapat menggunakan berbagai cara pengelompokan. Selanjutnya. respon atau tema. pararel atau kombinasi. mata kuliah tersebut disusun secara seri.beberapa bahan kajian dikelompokkan menjadi satuan mata kuliah untuk mencapai beberapa sub unit kompetensi. diantaranya berdasarkan sistem tubuh. kebutuhan dasar manusia.

Pendekatan berdasarkan sistem tubuh pembahasan terintegrasi berdasarkan siklus kehidupan sejak pembentukan sampai dengan lansia (2 SKS) (2 SKS) ISD (2 SKS) (2 SKS) (4 SKS) Bahasa Inggris Riset Kep (2 SKS) (2 SKS) B.Agama (2 SKS) IKD I (3 SKS) Semester 1 IKD II (3 SKS) IKD III (4 SKS) IDK II (4 SKS) IKD III (3 SKS) SIST. Integumen (2 SKS) Sist. Komunitas (2 SKS) Sist. Muskola skleletal (2 SKS) Sist. Reproduksi (4 SKS) Sist. Neuro behav (4 SKS) Sist. Komunitas II(3 SKS) Sist. Kardiovaskuler (4SKS) Sist. Perkemihan (2 SKS) Sist. Sensor Persepsi (2 SKS) Sist. Respirasi (4 SKS) Sist. Komunitas III (3 SKS) Manajemen (2 SKS) Semester 6 Semester 5 Semester 4 Semester 2 AIPNI Kewarganegaraan MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM 1. Endokrin (3 SKS) Sist. Imun Hematologi (3 SKS) Sist.Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Inggris Semester 3 Semester 7 Kegawatan darurat sistem I (3 SKS) Page 33 Semester 8 Kegawat daruratan Sistem I (3 SKS) Skripsi (4 SKS) . Pencernaan (3 SKS) Sist.

5 0.5 0.5 Ket SEMESTER IV NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem sensor Persepsi Sistem Endokrin Sistem Pencernaan Keperawatan Komunitas I Jumlah jam/mg = 7 + 3 + 6 = 19 jam SKS 2 3 3 2 10 T 1 2 2 2 7 Lab 0.5 0.CONTOH STRUKTUR KURIKULUM BERDASARKAN PENDEKATAN BERDASARKAN SISTEM SEMESTER I NO 1 2 3 4 5 6 MATA AJAR Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan Dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu dasar Keperawatan I Jumlah jam/mg = 13 + 6 = 19 SKS 2 2 2 3 3 4 16 T 2 2 2 2 2 3 13 Lab 1 1 1 3 K Ket SEMESTER II NO 1 2 3 4 5 MATA AJAR Ilmu Sosial Dasar B.Inggris Ilmu Dasar Keperawatan II Ilmu Dasar Keperawatan III Sistem Kardiovaskuler Jumlah jam/mg = 11 + 7 + 2 = 20 SKS 2 2 4 3 4 15 T 2 1 3 2 3 11 Lab 1 1 1 0.5 1.5 0.5 K 0.5 0.5 1.5 Ket SEMESTER V AIPNI Page 34 .5 K 0.5 0.5 0.5 0.5 Ket SEMESTER III NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Respirasi Sistem Imun dan Hematologi Sistem Neurobehaviour Bahasa Inggris Jumlah jam/mg = 9 + 5 + 6 = 20 jam SKS 4 3 4 2 13 T 3 2 3 1 9 Lab 0.5 3.5 1 2.5 K 0.5 0.5 1.

5 Lab 0.5 1 Ket SEMESTER VI NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Perkemihan Sistem Reproduksi Keperawatan Komunitas III Manejemen Keperawatan Jumlah jam/mg = 7 + 6 +4 = 17 jam SKS 2 4 3 2 11 T 1 3 2 1 7 Lab 0.5 1 1 3 K 0.5 0.5 K 0.5 0.5 K 0.5 0.NO 1 2 3 MATA AJAR Sistem Muskuloskeletal Sistem Integumen Keperawatan Komunitas II Jumlah jam/mg = 4 + 4 + 4 = 12 jam SKS 2 2 3 7 T 1 1 2 4 Lab 0.5 1 2 K 0.5 Ket NO 1 2 Ket AIPNI Page 35 .5 0.5 1 1 2.5 0.5 0.5 4 4.5 1 Ket SEMESTER VII NO 1 2 3 MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem I Riset Keperawatan Bahasa inggris Jumlah jam/mg = 6 + 5 + 2 = 13 jam SEMESTER VIII MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem II Skripsi Jumlah jam/mg = 1+ 1 + 18 = 20 jam SKS 3 4 2 9 SKS 2 4 6 T 2 3 1 6 T 1 1 Lab 0.

Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistic dalam konteks keperawatan AIPNI Page 36 . humanisme dan transcultural nursing). prinsip-prinsip legal etis dan isu etik (ethical issue). pendekatan holistic care (konsep Caring. termasuk teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. nursing advocacy. perkembangan keperawatan. Menerapkan konsep berpikir kritis dalam keperawatan 2.Deskripsi Mata Kuliah semester I Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir kritis dalam keperawatan. Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan 3. holisme.

AIPNI Page 37 .4. Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan 5. Manfaat teknologi komunikadi informasi dalam pembelajaran keperawatan.

Transplantasi organ. aborsi 3. Pertanggunggugatan (mandiri dan Metode Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Mini lecture. 7. nilai dan norma masyarakat 2. Isue estik dalam praktik keperawatan : Euthanasia. small group discussion (SGD) 4 Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konsteks keperawatan Mini lecture. Devices 5. supporting 4. humanisme 4. Konsep berubah 3. moral right. non maleficience. case study. Prinsip-prinsip legal dalam praktik 6. Transcultural nursing/ (keperawatan lintas budaya) 1. beneficience. Teori sistem 2. Konsep holistic care : caring. small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) AIPNI Page 38 .No 1 2 3 Kompetensi blok 1 Bahan kajian Menerapkan konsep berpikir kritis dalam Konsep berpikir kritis dalam keperawatan keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional 1. holisme. justice. care study. Keperawatan : Malpratik. neglecten. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi.

Nursing advocacy 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan 10. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan 9.limpahan). Pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer (membuat blog. mengirim tugas melalui email. dll 8. pertanggungjawaban. PjBL AIPNI Page 39 . mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet) Demontrasi.

Kompetensi Blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa mampu : 1. Mener apkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi (K3AP) 2. tahap. Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. Menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4. konsep. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 40 . teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar II Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang model konseptual keperawatan . karakteristik.

Betty Newman. Project Based learning(PjBL) Mini lecture. Penggunaan komunikasi 4. case study. Teori pendekatan sosial dalam Metode Mini lecture. Teori komunikasi 2.No 1 2 Kompetensi blok 2 Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. Orem. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning AIPNI Page 41 . Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. karakteristik. tahap. dan tugas perkembangan 1. Penerapan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 6. case study. Komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta keyakinan 1. Trend dan Issue komunikasi dalam pelayanan kesehatan/Keperawatan 7. Roy. dll) Konsep. case studi. Komunikasi terapeutik 3. Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 5. Konsep belajar sepanjang hayat 2. SGD Discovery learning (DL).

kesehatan 4. Aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 6. Metode evaluasi (DL) PjBL AIPNI Page 42 . Rancangan penyuluhan kesehatan 7. Konsep dasar kesehatan 5.

Mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang AIPNI Page 43 . biokimia dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai tumbuh kembang. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisididalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang 5. Mengenali proses pemenuhan kebutuhancairan dan elektrolit didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 4. Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme 2. Mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhankebutuhan oksigenasisesuai tumbuh kembang 3. fisiologi. anatomi. Kompetensi Blok 3 Setelah mengikuti kegiatan proses pembelajaran pada blok IDK I mahasiswa mampu : 1.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar I Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia mulai dari tingkat sel sampai dengan tingkat organisme untuk mempertahankan kehidupannya yang mencakup berbagai konsep dan prinsip biologi.

cairan dan gas dalam tubuh manusia 8. SGD. Transport trans membrane 6. cairan dan gas dalam tubuh manusia Metode Mini lecture. homeostasis 1. fisiologi sistem pernafasan 6. project based learning (PjBL) 2 Mampu mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan oksigenasi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. Jenis-jenis sel 4. case studi. project based learning (PjBL) 3 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit didalam Mini lecture. Ultra struktur sel 3. fisiologi sistem kardiovaskuler 4. SGD. anatomi sistem pernafasan 5. case studi. listrik dan magnet dalam sistem tubuh 7. Reproduksi sel 7. benda cair. project based learning (PjBL). Fungsi spesifik sel 5. anatomi sistem kardiovaskuler 3. AIPNI Page 44 . Genetika 8.No 1 Kompetensi blok 2 Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme Bahan kajian 1. case studi. benda cair. Introduksi sel 2. proses oksigenasi 2. SGD. tanda dan gejala kecukupan oksigen 1.

SGD.sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 2. hormon-hormon terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro nutrien 6. anatomi sistem pencernaan 2. lemak dan protein 7. tanda dan gejala kecukupan nutrisi 1. project based learning (PjBL). case studi. keseimbangan asam basah 5. proses pemenuhan 4. SGD. pirimidin. anatomi sistem kardiovaskuler laboratorium activity 4 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. case studi. kebutuhan nutrisi sel 5. keseimbangan cairan dan elektrolit 3. hormon-hormon terkait dengan keseimbangan cairan dan elektrolit 4. porfirin 8. fisiologi sistem pencernaan 3. laboratorium activity AIPNI Page 45 . fisiologi ginjal 3. laboratorium activities 5 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi kebutuhan tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan Mini lecture. project based learning (PjBL). anatomi sistem urinari 2. keadaan kenyang dan puasa 10. tanda dan gejala kecukupan cairan dan elektolit 1. pembentukan urea 9. metobolisme karbo hidrat. metabolisme purin.

fisiologi sistem pernafasan 7. anatomi fisiologi kulit 8. hormon-hormon terkait dengan eliminasi 11. fisiologi sistem kardiovaskuler 5. proses eliminasi sisa metabolisme 9. anatomi sistem pernafasan 6. tanda dan gejala masalah eliminasi sisa metabolisme dan sisa pencernaan AIPNI Page 46 . proses eliminasi sisa pencernaan 10.kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang 4.

Spiritual care AIPNI Page 47 . dan peran sebagai pendidik untuk memberikan pendidikan spiritualitas klien dalam melakukan pengelolaan kebutuhan spiritualitas klien baik diklinik maupun dimasyarakat. Konsep agama dan kehidupan beragama 2. Fokus dalam pemahan konsep-konsep agama dan kehidupan beragama di indonesia. Nilai dan keyakinan beragama 3. mahasiswa mampu memahami konsep agama dan prinsip kehidupan beragama sebagai landasan dalam melaksanakan praktik profesi.Mata kuliah : Agama Beban Studi Prasyarat : 2 SKS (2 teori) :- Deskripsi Mata Kuliah : Agama merupakan mata kuliah yang terkait dengan keyakinan yang melandasi manusia untuk bersikap dan bertintak toleran dalam kehidupan sosial khususnya kerjasama antar umat beragama dimasyarakat. Tujuan Mata Kuliah : Setelah menyelesaikan mata kulah ini. Dimensi beragama 4. peneliti untuk mengidentifikasi permasalahan nilai/keyakinan klien. Bahan Kajian : 1. Dimensi sosial keagamaan 5. Penekanannya pada nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan peran perawat sebagai pemberi asuhan. pemenuhan kebutuhan spiritual klien.

wawasan nusantara yang relevan dengan praktik keperewatan professional sebagai dasar perawat dalam menjalankan peranya dalam memberikan asuhan keperawatan profesional. Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami prinsip pendidikan kewarganegaraan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pratik profesi. mengidentifikasi permasalahan terkait dengan hak azasi manusia dan kebijakan publik. hubungan antar manusia. kebijakan publik. Kebijakan publik AIPNI Page 48 . hubungan antar warganegara. Bahan Kajian : 1. Demokrasi 2.Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan Baban Studi Prasyarat : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Fokus dari mata kulia ini adalah pemahaman tentang kehidupan berdemokrasi.

Geostrategi 9.3. AIPNI Page 49 . Negara dan konstitusi Mata Kulia Beban Studi Prasyarat : Bahasa Indonesia : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini mempelajari bahasa indonesia dalam ilmu keperawatan dengan menekankan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Politik strategi nasional 10. Identitas nasional 7. Hubungan antar manusia 5. Goog govenance 8. Otonomi daerah 4. berlandaskan pada konsep etika dalam berbahasa. Wawasan nusantara 6.

politik ekonomi yang berkaitan dengan kesehatan. Keterampilan menulis dalam bahasa indonesia 3. sistem pelayanan kesehatan dan kemajuan IPTEK dibidang kesehatan yang sesuai dengan berbagai sosial budaya ubtuk mempromosikan kesehatan yang akan digunakan dalam pengelolaan keperawatan. AIPNI Page 50 . Mata kuliah ini membahas tentang disiplin sosial budaya. Tata bahasa indonesia 2. Cara membuat resume bahasa indonesia Deskripsi Mata Kuliah semester II Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Sosial Budaya : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah menggambarkan sosial budaya dan pengaruhnya terhadap gaya hidup dan status kesehatan. Membuat tulisan dengan tata bahasa indonesia yang baik dan benar 3.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kulaih ini mahasiswa mampu : 1. Menggunakann bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi 2. Membuat resume dalam bahasa indonesia dari satu topik bahasan Bahan Kajian : 1.

Nilai sosial budaya. Dasar-dasar ilmu sosial dan antropologi 2. antropologi dan ilmu sosial lain seperti politik dan ekonomi 2. 4. komunikasi antar bangsa. Memahami disiplin ilmu sosial budaya dasar terutama ilmu sosiologi. 5. Perubahan sosial dan budaya. Konsep dasar sosial budaya masyarakat. Memahami konsep dasar tentang masyarakat dan kebudayaan 3. Nilai keilmuan yang terkait kesehatan dan keperawatan Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Dasar Keperawatan II : 4 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : AIPNI Page 51 .Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini peserta didik mampu : 1. Memahami konsep dasar kelompok sosial. organisasi serta institusi sosial lain Bahan Kajian : 1. Pengaruh sosial budaya dan ekonomi terhadap prilaku kesehatan. 3. politik dan implikasi privasi dan kerahasiaan 6.

anatomi. Sistem kekebalan tubuh Mini lecture. SGD. fisiologi. Transport pasien 8. Body aligment 2 AIPNI Page 52 Metode Mini lecture. Mekanika gerak dan gaya 1. SGD. Didalamnya mencakup berbagai konsep biologi. Mengidentifikasi proses pemenuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang Bahan kajian 1. case studi. Anatomi sistem saraf 4. . dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang. Pengukuran ROM 7. Anatomi sistem muskuloskletal 2. Mengidentifikasi proses pemenuhan istirahat daan tidur sesuai dengan tumbuh kembang 4. Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang 2.Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia dalam mempertahankan fungsi-fungsi kehidupannya. Jenis-jenis latihan 6. Kompetensi Blok 4 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IDK II mahasiswa mampu: 1. lab aktivities Mengidentifikasi proses pemenuhan 9. Fisiologi sistem saraf 5. Fisiologi sistem muskuloskletal 3. Mengidentifikasi proses pemenuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 3. project based learning (PjBL). case studi.

SGD. Irama sirkardian 1. Siklus tidur 4. Fisiologi sistem saraf 3. Mekanisme nyeri 10. Anatomi sistem saraf 2. Anatomi sistem reproduksi 2.kebutuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 2. Nosokomial infection 5. lab aktivities 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 53 . Fisiologi sistem saraf 9. lab aktivities Mini lecture. case studi. case studi. Fisiologi sistem reproduksi 3. Hormon-hormon terkait sistem reproduksi project based learning (PjBL). Patient safety (Universal/isolated precoution : sterilisasi. Mekanisme perubahan suhu tubuh 11. project based learning (PjBL). Panas 12. Anatomi dan fisiologi sistem 3. Body aligment 7. Bunyi dan cahaya 1. Transport pasien 6. lab aktivities 3 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. SGD. Anatomi sistem saraf 8. project based learning (PjBL). self protection) 4.

Penyimpangan-penyimpangan seksual AIPNI Page 54 . Pemenuhan kebutuhan seksual 5.4.

Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III . Diagnose keperawatan 3. anak. anak. lab skill . Pelaksanaan AIPNI Page 55 Metode Mini lecture. jiwa. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan. 3. Kompetensi blok 5 (Ilmu keperawatan Dasar III) Setelah mengikuti pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa mampu : 1. case studi. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. Perencanaan 4. orang dewasa. 3 SKS (2-1) :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektif Keperawatan : maternitas. Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. Konsep proses keperawatan : 1. Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. orang dewasa. project based learning (PjBL). Pengkajian 2. Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan No Kompetensi blok 5 1 Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien. SGD.

antropologi dan sosiologi kesehatan 3. tren dan isu keperawatan 4. Evaluasi 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. anak. SGD. project Based learning (PjBL) demonstrasi . konsep belajar sepanjang hayat 2. project based learning (PjBL). case studi. reaksi hospitalisasi.SGD. rancangan penyuluhan kesehatan AIPNI Page 56 Mini lecture. perspektif dan falsafah keperawatan 2. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 5.5. lab skill Case studi. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan 3 kesehatan Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan 6. ruang lingkup keperawatan 3. dll 1. Pendokumentasian 1. orang dewasa. konsep bermain pada anak.

Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler AIPNI Page 57 . metode evaluasi Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Kardiovaskuler : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan berhubungan dengan sistem kardiovaskuler sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Kompetensi Blok 6 (Sistem Kardiovaskuler) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem kardiovaskuler) mahasiswa akan mampu : 1.. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem kardiovaskuler dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah melalui beberapa model belajar yang relevan dengan memperhatikan aspek legal dan etis. melakukan simulasi asuhan keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kordiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Fokus mata kuliah ini meliputi sebagai aspek yang terkait dengan siklus jantuang dan sirkulasi dalam sel sampai organ. 3. melakukan simulasi pendidikan kesehatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia.6.

mapping based learning Melakukan simulasi pendidikan kesehatan (rujukan. tetsier pada Mini lecture. . SGD. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 5. lab skill. nasional. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 4. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler 2 AIPNI Page 58 Metode Mini lecture. Patofisiologi pada sistem kardiovaskuler (kasus-kasus kardiovaskuler yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia didaerah. 5. regional dan internasional) 2. case studi.4. project based learning (PjBL). Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Gakin. Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etispada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler. o 1 Kompetensi blok 6 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. SGD. Pengkajian sistem kardiovaskuler 3. Mmelaksanakan fungsi advokasipada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 6. Jamkesmas) Pencegahan primer. sekunder. case studi. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

beneficience. justice. Prinsip-prinsip etika keperawatan . nilai dan norma masyarakat 2. non maleficience.dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 3 4 dengan memperhatikan aspek legal dan etis Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etik pada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler masalah sistem kardiovaskuler project based learning (PjBL). non maleficience. neglected. 5. SGD 1. otonomi. justice. 6. moral right. Case study. dll 4. problem based learning (PBL) 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada Case study. lab skill Hasil-hasil penelitian terkait sistem kardiovaskuler Telaah jurnal. aborsi Transplantasi organ. supporting devices Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik. problem based learning (PBL) AIPNI Page 59 . beneficience. case study. Isue etik dalam praktik keperawatan : euthanasia. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan Pengambilan keputusan legal etis Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD. pertanggungjawaban. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). SGD. 3.

5. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. 4. 2. dengan berfikir kreatif dan inofatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif moral right. 3. nilai dan norma masyarakat 7.berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Pengkajian pada sistem kardiovaskuler Pemasangan infus EKG Terapi melalui intra vena Punksi vena Lab skills AIPNI Page 60 .

Mendemonstrasikanintervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berrlaku dengan AIPNI Page 61 . dan sistem respirasi sel. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. 3. transportasi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi 4. melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi Blok 7 (Sistem Respirasi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem Respirasi) mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada kelompok klien dengan gangguan sistem respirsipada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi.Deskripsi Mata Kuliah Semester III Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Respirasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem respirasi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Fokus mata kulia ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia 6. difusi.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 62 .

fisika dan biokimia Mini lecture. Gakin. Bahan kajian Metode 1. Pengkajian sistem respirasi 4. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem respirasi (rujukan. sytem respirasi 2. lab skill AIPNI Page 63 . PMO. case studi. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem respirasi 5. kimia. sekunder dan tertier pada masalah sistem respirasi SGD. project based learning (PjBL). case studi. fisiologi. Dokumentasi asuhan keperawatan 8. Evaluasi keperawatan pada gangguan sistem respirasi 7. Perencanaan/implementasi 6. regional dan internasional) 3. project based learning (PjBL). Anatomi. mapping based learning 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan Mini lecture. Jamkesmas) Pencegahan primer. Patofisiologi pada sistem respirasi (kasuskasus respirasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. nasional. SGD.No 1 Kompetensi blok7 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. lab skill.

nilai dan norma masyarakat 2. SGD. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga Hasil-hasil penelitian terkait sistem respirasi Telaah jurnal. discovery learning. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi Melakukan simulasi pengelolaan aasuhan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasiMelaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasipada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Fisiotrapi dada/ postural drainage 3. case study.3 memperhatikan aspek legal dan etis. moral right. non meleficience. problem based learning (PBL) 6 Lab skill AIPNI Page 64 . justice. beneficience. Pengkajian pada sistem pernafasan 2. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Terapi O2 4. SGD 4 Manajemen kasus pada sistem respirasi masalah sistem respirasi) Case study. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus sistem respirasi dan prioritas 5 1. Suctioning Case study.

trakheostomi AIPNI Page 65 .menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Perawatan WSD 6. Nebulisasi 7.

Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi imun dan hematologi yaitu mekanisme pertahanan tubuh. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematolgi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Kompetensi Blok 8 (Sistem Imun Dan Hematologi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 8 (sistem imun dan hematologi) mahasiswa mampu : 1. 4. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. 2. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem imun dan hematologi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. sel .sel darah dan mekanisme pembekuan.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Imun dan hematologi : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoiritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang sistem imun dan hematologi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 66 . Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan hematologi.

AIPNI Page 67 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6.

Project Based Learning (PjBL). Mapping based learning. nasional. fisiologi. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 6. Case study. Lab skill biokimia sistem imun dan hematologi. . jamkesmas) Pencegahan primer. gakin. kimia. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem AIPNI Page 68 hematologi (rujukan. regional dan internasional) 3. fisika dan Metoda Mini Lecture. Patofisiologi pada sistem imun dan hematologi (kasus – kasus imun danhematologi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. sekunder dan tertier pada masalah sistem imun dan hematologi Mini Lecture.No 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. 2. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Case study. SGD. SGD. Project Based Learning (PjBL). Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 5. Anatomi.

SGD. SGD Manajemen kasus pada sistem imun dan hematologi (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem imun dan hematologi) Case study. SGD Case study. non maleficience. Discovery Learning. Problem Based learning (PBL) Page 69 . Lab skill Hasil – hasil penelitian terkait sistem imun dan hematologi Telaah jurnal. nilai dan norma masyarakat AIPNI Mapping based learning.imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan 3 aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan 4 hematologi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia 1. moral right. Prinsip –prinsip etika keperawatan : otonomi. Case study. justice. beneficience.

Mendemonstrasikan intervensi 2. Tourniket test AIPNI Page 70 . Nursing advocaxy Prosedur Keperawatan tentang : 1. AGD/Analisa gas Darah 3.6 1. sistem imun dan hematologi 2. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skill keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

serebrovaskular. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik 2. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan gangguan umum neurologi. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour 4. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem neurobehavior dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar pemecahan masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia 6. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Neurobehaviour : 5 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan keterampilan klinis tentang sistem neurobehaviour sesuai dengan tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi Kompetensi blokm 9 (Sistem Neurobehaviour) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 9 (Sistem Neurobehaviour) mahasiswa mampu : 1. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku AIPNI Page 71 . neurovaskuler dan neuropsikologi.

AIPNI Page 72 .dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Project Based Learning (PjBL). nasional. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 6. . fisika dan biokimia sistem Metoda Mini Lecture.No Kompetensi blok 9 1 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik Bahan kajian 1. Mapping based learning. regional dan internasional) 3. SGD. 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 73 Jamkesmas) Pencegahan primer. Mapping based learning. Lab skill neurobehaviour 2. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Anatomi. sekunder dan tertier pada masalah sistem neurobehaviour Mini Lecture. Case study. Case study. Project Based Learning (PjBL). Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem neurobehaviour (rujukan. gakin. Pengkajian sistem neurobehaviour 4. kimia. Patofisiologi pada sistem neurobehaviour (kasus – kasus neurobehaviour yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 5. SGD. fisiologi.

Case study. 4. non maleficience. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia Manajemen kasus pada sistem neurobehaviour (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem neurobehaviour) Case study. Pemeriksaan status mental. 3. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. Case study. Pemeriksaaan fisik sistem neurologi saraf cranial. Pemeriksaan fisik khusus untuk dementia alzeimer.3 Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour Hasil hasil penelitian terkait sistem neurobehaviour Lab skill Telaah jurnal. justice. Problem Based learning (PBL) Lab skills 6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga 2. beneficience. nilai dan norma masyarakat 2. moral righ. AIPNI Page 74 . SGD. Discovery Learning. SGD 5 1. Nursing advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pemeriksaan tingkat kesadaran.

9. Penatalaksanaan pemberian psikofarmaka 20. Persiapan pemeriksaan CT Scan. Pemeriksaaan EEG 6.menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif epilepsy 5. 14. Manajemen amuk/perilaku kekerasan. Persiapan pemeriksaan ECT 10. Manajemen krisis 16. Managemen halusinasi/waham 15. Penangan kejang pada anak dan dewasa 13. Pengukuran tekanan intracranial (TIC) 12. Persiapan pemeriksaan laboratorium khusus kasus neurobehaviour. Persiapan pemeriksaan Brain mapping 11. Penatalaksanaan Terapi perilaku 17. Penatalaksanaan Terapi bermain AIPNI Page 75 . Persiapan pemeriksaan lumbal punksi 7. Penatalaksanaan Terapi kognitif 18. kepala dan MRI 8. Penatalaksanaan Terapi aktifitas kelompok 19.

Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi persepsi sensori yaitu penglihatan dan pendengaran. 2. Kompetensi blok 10 (Sistem persepsi Sensori) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 10 (sistem Persep Sensori) mahasiswa mampu : 1.Deskripsi Mata Kuliah semester IV Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Persepsi Sensori : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoristis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem persepsi sensori sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Melakukan simulasi pendidikan keehatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem persepsi sensori dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 76 . Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis.

fisiologi. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. gakin. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 6. no 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. 2. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 6. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 5. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan hematologi (rujukan. Mapping based learning. regional dan internasional) 3. Anatomi. Patofisiologi pada sistem persepsi Metoda Mini Lecture. Lab skill sensori (kasus – kasus persepsi sensori yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.5. Project Based Learning (PjBL). SGD. nasional. jamkesmas) AIPNI Page 77 . Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. fisika dan biokimia sistem respirasi. Case study. kimia.

2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori Pencegahan primer. SGD 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 1. SGD. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD. Case study. Lab skill 3 Hasil – hasil penelitian terkait persepsi sensori Telaah jurnal. moral righ. Project Based Learning (PjBL). non maleficience. Problem Based learning (PBL) AIPNI Page 78 . nilai dan norma masyarakat 2. Mapping based learning. sekunder dan tertier pada masalah sistem persepsi sensori Mini Lecture. beneficience. justice. Nursing advocacy Case study. Discovery Learning. Case study. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Manajemen kasus pada sistem persepsi sensori (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem persepsi sensori) Case study.

Tetes mata 4. Tete telinga AIPNI Page 79 . Irigasi telinga 5. Prosedur Keperawatan tentang : 1. Irigasi mata 3.6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skills sistem persepsi sensori 2.

Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. AIPNI Page 80 . Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 6.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Endokrin (blok 11) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem endokrin sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem endokrin yang berfungsi sebagai sistem pengatur baik secara mandiri maupun bersama – sama dengan sistem saraf dalam pengaturan metabolisme. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemanpuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem endrokin dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan proses belajar dan pencapaian kompetensi. 2.

Pengkajian sistem endrokin 4. SGD. fisika dan Mini Lecture. Lab skills. 2 Melakukan kesehatan simulasi dengan kasus dengan gangguan sistem endrokin pendidikan Pencegahan primer. mapping based learning sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3 AIPNI Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil – hasil penelitian terkait sistem endrokrin Telaah jurnal. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem endrokrin 6. gangguan masalah sistem endrokrin Project Based learning (PjBL). Anatomi. kimia. Patofisiologi pada sistem endrokrin (kasus skills.No 1 Kompetensi blok 11 Melakukan simulasi asuhan Bahan kajian Metoda 1. regional dan internasional) 3. biokimia sistem endrokrin – kasus endrokrin yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. fisiologi. nasional. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Lab 2. Sistem layanan kesehatan untuk pasien Project Based learning (PjBL). Case study. SGD. Discovery Learning. sekunder dan tertier pada Mini Lecture. Page 81 . Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem endrokin 5. Case study. mapping based learning keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

nilai dan norma gangguan sistem endrokrin kreatif dan sehingga menghasilakan pelayanan yang efisien dan efektif AIPNI Page 82 . justice. Pengkajian pada klien dengan masalah endrokrin 2. non learning (PBL) maleficience. SGD pada aspek dan prioritas masalah kasus sistem endrokrin) keperawatan sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5 Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 1. masyarakat 6 Mendemonstrasikan keperawatan inovatif pada kasus 2. GDS Lab skills beneficience.penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4 Melakukan asuhan simulasi Case study. Prinsip – prinsip etika keperawatan Case study. moral right. Nursing advocacy intervensi Prosedur Keperawatan tentang : dengan 1. SGD. SGD pengelolaan Manajen kasus pada sistem endrokrin (klasifikasi Case study. KH 3. Problem Based otonomi.

4. Injeksi sub kutan AIPNI Page 83 .

Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. sistem pencernaan dan kardiovaskuler. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. dan absorpsi yang juga melibatkan kerja dari sistem saraf. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 84 . digesti. Penggunaan nutrien didalam sel dipengaruhi oleh keberadaan oksigen sehingga secara tidak langsung sistem pencernaan jjuga mempunyai peranan penting didalam pemanfaatan nutrien. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem pencernaan yaitu menyediakan nutrien bagi kehidupan melalui proses ingesti. 2.Mata Kuliah Beban Study Prasyarat : Sistem Pencernaan (blok 12) : 2 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem pencernaan sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan n kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6. AIPNI Page 85 .

No 1 Kompetensi blok 12 Melakukan simulasi sistem pencernaan pada Bahan kajian Metoda asuhan 1. sekunder. 2 Melakukan kesehatan sistem simulasi dengan kasus pada (rujukan. Pengkajian sistem pencernaan 3. Case study. mapping based learning regional dan internasional) 2. Patofisiologi pada sistem pencernaan (kasus Mini Lecture. dan tersier pada Mini Lecture. mapping based learning pencernaan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 86 . – kasus pencernaan yang sering terjadi pada Project Based learning (PjBL). Case study. Lab skills. Gakin. Jamkesmas) pendidikan Pencegahan primer. nasional. SGD. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem pencernaan 4. gangguan masalah sistem pencernaan berbagai Project Based learning (PjBL). Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada gangguan sistem berbagai keperawatan dengan kasus gangguan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. SGD. Lab berbagai tingkat usia di daerah. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. skills. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pencernaan 5.

Nursing advocacy beneficience. moral right. Problem Based otonomi. non learning (PBL) maleficience. Case study SGD 4 pengelolaan Manajemen kasus pada sistem pencernaan Case study. SGD. masyarakat 2. SGD kasus sistem pencernaan dan sistem prioritas masalah sistem pencernaan) asuhan keperawatan padas ekelompok (klasifikasi gangguan pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan 5 etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia 1. juctice. Pemasangan Nasogastric (NGT) Lab skillsLab skillsLab skills berbagai tingkat usia sesuai dengan AIPNI Page 87 . Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study. nilai dann norma 6 Mendemonstrasikan keperawatan gangguan pada kasus sistem intervensi dengan pada pencernaan Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada klien dengan masalah sistem pencernaan 2.3 Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil –hasil penelitian sistem pencernaan penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah pencernaan Melakukan simulasi klien dengan Telaah jurnal.

standar yang berlaku. Colostomy care AIPNI Page 88 . Menentukan jenis dan jumlah kalori dalam diet 5. Wash-out/Enema 6. Bilas lambung (gastric Lavage) 4. dengan berfikir kreatif efektif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan efisien dan 3.

4. keluarga dengan remaja. Kompetensi blok 13 (Komunitas I) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 13 Komunitas I mahasiswa akan mampu : 1. kesehatan keluarga. keluarga dengan anak usia sekolah. Melengkapi data kasus tersebut menggunakan format pengkajian keluarga yang sesuai 3. AIPNI Page 89 . Merumuskan dan menentukan prioritas diagnosa keperawatan keluarga menggunakan format prioritas masalah yang sesuai 6. asuhan keperawatan keluarga pada tiap tahapan perkembangan keluarga yang meliputi pasangan keluarga yang baru menikah. konsep keluarga sejahtera. keluarga yang menanti kelahiran. Mengelompokkan data adaptif dan maladaptif yang mendukung untuk merumuskan masalah keperawatan menggunakan format analisa data.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Komunitas I : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas I adalah pembahasan tentang konsep keluarga. diskusi dan pembahasan kasus. Menghubungkan dampak isu tersebut pada perkembangan keperawatan keluarga. Menyusun tujuan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan keluarga tersebut 7. Menjelaskan konsep keperawatan dan konsep terkait dan penerapannya pada asuhan keperawatan keluarga 2. Kegiatan belajar meliputi ceramah. keluarga dewasa dan masalah – masalah keluarga yang terkaait dengan masalah kesehatan yang lazim di Indonesia. keluarga dengan balita. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan keluarga 9. Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai data tersebut 5. Menyusun rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan tujuan tersebut menggunakan format yang sesuai 8.

Lab skills 2 Mini Lecture. Ruang lingkup keperawatan keluarga 5. Asuhan keperawatan Keluarga dengan masalah kessehatan yang lazim di Indonesia Apabila diberi data kasus keluarga. Lab skills AIPNI Page 90 . SGD. Case studi. Project Based learning )PjBL). 1. Project Based learning )PjBL). SGD. Diagnosis keperawatan keluarga 5. Prioritas diagnosis keperawatan keluarga 6. Konsep kelurga penerapannya pada asuhan keperawatan 2. Keluarga Metoda Mini Lecture. Konsep asuhan keperawatan keluarga mahasiswa mampu melakukan asuhan 2. Konsep keluarga sejahtera keluarga 3. Asuhan keperawatan Keluarga sesuai kebutuhan tumbuh kembang 8. Proses keperawatan keluarga 7. Perumusan masalah keperawatan keluarga 4. Case studi. Evaluasi kep. Konsep keperawatan keluarga 4. Keluarga 7.No 1 Kompetensi blok 13 Bahan kajian Mampu menjelaskan konsep tersebut 1. Pengkajian keluarga keperawatan keluaraga 3. Trend dan isu keperawatan keluarga 6. Perencanaan kep.

Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem muskuloskeletal dalam melindungi organ vital (otak. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. memproduksi panas tubuh. jantung. penyokong tubuh. AIPNI Page 91 . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapain kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah.Deskripsi Mata Kuliah semester V Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Muskuloskeletal (blok 14) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem muskuloskeletal sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. 3. reservoir sel – sel darah merah matur. 5. dan melakukan fungsi pergerakan tubuh. 4. Kompetensi blok 14 (Sistem Muskuloskeletal) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (sistem muskuloskeletal) mahasiswa akan mampu : 1. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal. reservoir mineral penting. paru).

AIPNI Page 92 .6. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan standar yang berlaku dengan berfikir kratif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Lab . SGD. regional dan internasional) 2. PMO. Pengkajian sistem muskuloskeletal 3. sekunder. SGD. Patofisiologi pada muskuloskeletal (kasus – Metoda sistem Mini Lecture. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 4. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 5. Lab muskuloskeletal yang sering terjadi pada skills berbagai tingkat usia di daerah. Gakin. Jamkesmas) 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan Pencegahan primer. Case studi. dan tersieer Mini Lecture. kasus Project Based learning )PjBL). Sisitem layanan pasien dengan kesehatan gangguan untuk sistem muskuloskeletal (rujukan.No 1 Kompetensi blok 13 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. nasional. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada pada masalah sistem muskuloskeletal AIPNI Page 93 Project Based learning )PjBL). Case studi.

Perlindungan hukum dalam praktik 5.berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek 3 legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil 4. Hasil – hasil penelitian terkait sistem muskuloskeletal 1. – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskulosketeal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 1. Pertanggungjawaban.dll 4. Prinsip – prinsip legal dalam praktik keperawatan Malpraktik. beneficien. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). Keperawatan 6.justice. non maleficien. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. neglected. 3. moral right. Pengambilan keputusan legal etis skills Telaah jurnal.SGD AIPNI Page 94 . nilai dan norma masyarakat 2. Pengertian masalah penelitian 2. SGD Case study. Case study.

Ambulasi dini 5. Paint management 4. Body movement / body mechanic 3. Wound care 7. non maleficien. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif Lab Skill AIPNI Page 95 . Fiksasi dan imobilisasi 6. nilai dan norma masyarakat 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Pijat bayi Case study. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia 1.SGD. Pengkajian pada sistem muskulosketal 2. Problem Based learnig (PBL) 6.justice. ROM exercise 8. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Beneficien. Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskulosketal pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku.5. moral Right.

3. sosial. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. 4.teori biologis. Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah kesehatan fisik . kultural dan spritual pada proses penuaan dan standart keperawatan gerontik.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. Bila diberi data kasus lansia di kelompok. strategi promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia. Kompetensi blok 16 (Komunitas II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 16 komunitas II mahasiswa akan mampu : 1.Mata Kuliah : Komunitas II Beban study Prasyarat : 2 SKS :: Deskripsi Mata kuliah Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas II adalah membahas konsep dasar keperawatan gerontik. teori. Bila diberi data kasus lansia di keluarga. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. psikologis. asuhan keperawatan gerontik pada lanjut usia menjelang ajal . AIPNI Page 96 . psikososial. 2. dukungan terhadap orang yang terlibat dalam perawatan lansia. Bila diberi data kasus lansia di panti. kultural dan spritual yang lazim . peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. peserta didik mampu menganalisa program lansia di institusi. Bila ditempatkan di panti werdha.

Komunikasi terapeutik pada sasaran lansia 5. Isu-isu strategi kegiatan untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia serta dukungan terhadap terlibat merawat lansia Metoda Mini Lecture. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah social cultural 8. peserta didik Page 97 di 1. Perubahan bio-psiko-sosial-spritual-cultural yang Lazim terjadi pada proses menua 4. Asuhan keperawatan kritikal pada lansia 9.rasa sakit/nyeri. Asuhan keperawatan lansia menjelang ajal 10.Case studi. Kompetensi 16 1. Teori – teori penuaan 3. konsep dasar keperawatan gerontik 2.Case studi.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. gangguan berkemih.Project Based learning (PjBL). Konsep asuhan keperawatan kelompok Mini Lecture.gangguan Pernapasan (COPD/asma).No.SGD. Program nasional kesehatan lansia 11. Osteoporosis/osteoarthritis.SGD. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah psikososial 7. Terapi medik yang lazim digunakan pada lansia Khususnya terkait masalah hipertensi.Project mampu 2. pengkajian kelompok . Bila diberi data kasus lansia di keluarga. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. Bahan kajian 1. Bila diberi data kasus lansia kelompok.terapi Cairan sertta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk atau selama lansia menggunakan Program nasional kesehatan lansia 12. Lab skills AIPNI orang yang 2. Asuhan keperawatan lansia dengan gangguan biologis 6.

AIPNI Page 98 .

Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Perkemihan. 5. 2.Deskripsi Mata Kuliah semester VI Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Perkemihan (blok 17) : 2 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Perkemihan sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Perkemihan dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Perkemihan. 4. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi blok 17 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (Sistem Perkemihan) Mahasiswa akan mampu : 1. 6. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pada Perkemihan tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan AIPNI Page 99 . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Perkemihan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan ef ektif. AIPNI Page 100 .

Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 5. Pengkajian Sistem Perkemihan 3. Gakin.Project Based learning (PjBL). (kasus-kasus Sistem Perkemihan yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.SGD. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Lab skills AIPNI Page 101 . Pencegahan primer. Kompetensi blok 17 Bahan kajian 1. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 4.Jamkesmas) 2. Dokumentasi asuhan keperawatan 6.SGD. nasional.regional dan internasional) 2. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Perkemihan (rujukan.No. Lab skills Mini Lecture.Case studi. Patofisiologi pada Sitem Perkemihan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.sekunder.Case studi.Project Based learning (PjBL).dan tersier pada masalah Sistem Perkemihan Metoda Mini Lecture.

3.

Mengidentifikasi berhubungan

masalah-masalah

penelitian

yang 1. Pengertian masalah penelitian 2. Hasil- hasil penelitian terkait Sistem Perkemihan Manajemen kasus pada Sistem Perkemihan (klasifikasi kasus Sistem Perkemihan dan Prioritas masalah Sistem Perkemihan)

Telaah

jurnal,

Case

study SGD Case study,SGD

4.

dengan Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis

5.

Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia

1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi,Beneficien,justice, non maleficien, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem Perkemihan 2. Kateterasi urin 3. Peritonial dialisa 4. Irigassi blas

Case study,SGD, Problem Based learning (PBL) Lab skills

6

Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku, dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif

AIPNI Page 102

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Sistem Reproduksi (blok 18) : 2 SKS ::

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Reproduksi sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Reproduksi (sikap terhadap kesehatan seksualitas dan reproduksi, anatomi fisiologi sistem reproduksi, perkembangan seksualitas dan reproduksi, kehamilan dan seksualitas, masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi). Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Reproduksi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kompetensi blok 18 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 18 (Sistem Reproduksi) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Reproduksi. 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia.

AIPNI Page 103

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif

AIPNI Page 104

No. Kompetensi blok 18 Bahan kajian 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Patofisiologi pada Sitem Reproduksi gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. (kasus-kasus Sistem Reproduksi yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah, nasional,regional dan internasional) 2. Pengkajian Sistem Reproduksi 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 4. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 5. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Reproduksi (rujukan, Gakin, PMO,Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pencegahan primer,sekunder,dan tersier pada masalah Sistem Reproduksi

Metoda Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

AIPNI Page 105

justice.SGD 1. Problem Based learning (PBL) Lab skills Page 106 . PP test 3.hasil penelitian terkait Sistem dalam mengatasi masalah Reproduksi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku. moral right. Resusitasi bayi baru lahir 5. Case study. Prosedur menolong persalinan 4. Pemerikasaan fisik pasca persalinan : lochea Mamae. fundus uteri Case study.SGD.Beneficien. Hasil. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien AIPNI study SGD 4. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Pengertian masalah penelitian Reproduksi Manajemen kasus pada Sistem Reproduksi (klasifikasi kasus Sistem Reproduksi dan Prioritas masalah Sistem Reproduksi) Telaah jurnal.3. Case berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan 2. non maleficien. Pengkajian pada sistem Reproduksi 2. Mengidentifikasi hasil-hasil penelitian masalah-masalah penelitian yang 1. nilai dan norma masyarakat 2.

Pemeriksaan payudara (sadari) AIPNI Page 107 .dan efektif 6. Senam Kegel Exercise 9. Senam hamil 7. Senam psot partum 8.

keperawatan kesehatan kerja . Kompetensi Blok 19 (komunitas III) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 19 Komunitas III mahasiswa akan mampu : 1.mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas fokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit minimal pada area sekolah dan kesehatan kerja tersebut dengan menggunakan langkah proses keperawatan komunitas. keperawatan di rumah (“Homecare”). dan atau prasyarat untuk mengikuti mata ajar keperawatan komunitas III. dan memahami mekanisme jaminan layanan keperawatan komunitas. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan . mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komnitas dalam rentang sehat-sakit 2. area-area khusus dalam keperawatan komunitas . Pada akhir pembelajaran.Mata Kuliah : Komunitas III Beban Studi Prasyarat : :: Deskripsi Mata Kuliah Fokus mata ajar ini membahas tentang konsep dasar kesehatan dan keperawatan komunitas. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. program. Mata ajar ini berguna dalam memahami berbagai area khusus dalam keperawatan komunitas terutama terkait dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi di Indonesia. asuhan keperawatan komunitas dan pembahasan yang terkait isu dan kecenderungan masalah kesehatan komunitas dalam konteks pelayananan kesehatan utama dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. keperawatan jiwa masyarakat. serta isu/kecenderungan yang terjadi. pembahasan kasus dan praktikum.program kesehatan/kebijakan pemerintahan dalam menanggulangi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Apabila dihadapkan pada situasi area khusus praktek keperawatan komunitas. jaminan mutu pelayanan keperawatan komunitas. Pengalaman belajar meliputi ceramah. AIPNI Page 108 . meliputi keperawatan kesehatan sekolah . dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. diskusi.

Kompetensi blok 19 Pada akhir pembelajaran mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komunitas dalam rentang waktu sehat-akit Bahan kajian A. Pengertian kesehatan.Case studi. metode/alat 4. Pengantar kesehatan komunitas dan konsep Dasar keperawatan komunitas 1. Lab skills AIPNI Page 109 . indikator sehat. Karakteristik dan perilaku sehat 2. Proses keperawatan komunitas 3.manfaat. Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 2.No. Kesehatan komunitas 3. Konsep dasar keperawatan komunitas B. 1. Program pembinaan kesehatan komunitas Metoda Mini Lecture. Proses belajar mengajar di komunitas C. Asuhan keperawatan komunitas 1. Program-program kesehatan/kebijakan dalam menanggulangi masalah kesehatan utama di Indonesia 1.Project Based learning (PjBL). Program evaluasi: definisi.tahapan. Peran dan fungsi keperawatan komunitas 2.SGD.tujuan.

konsep kesehatan jiwa masyarakat 12. Program kesehatan 11. Lab skills 3 Kesehatan kerja dan pencegahan dengan minimal pada area sekolah dan kesehatan 9. 2.Project Based learning (PjBL). Konsep keperawatan kesehatan sekolah 6.2 Apabila dihadapkan pada situasi area 1. Asuhan keperawatan kesehatan sekolah 7. Program promosi ksehatan mahasiswa peningkatan mampu menyusun rencana 3.Case studi. Program perarawtan di rumah Mini Lecture. Program usaha Kesehatan Sekolah penyakit 8. langkah proses keperawatan komunitas. Isu kecenderungan pada empat area/setting Praktek keperawatan komunitas. konsep promosi kesehatan khusus praktek keperawatan komunitas. AIPNI Page 110 .SGD. Program kesehatan jiwa masyarakat 14. Asuhan keperawatan kesehatan kerja tersebut menggunakan 10. Konsep keperawatan kesehatan kerja asuhan keperawatan komunitas fokus pada 4. Asuhan keperawatan jiwa masyarakat 13. Konsep perawatan di rumah 5.

5. Kompetensi blok 20 (Manajemen Keperawatan) Setelah menyelesaikan Mata kuliah ini. manajemen asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan 6. Melakukan simulasi pengarahan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 3. AIPNI Page 111 . Melakukan simulasi penerapan teori perubahan pada pelayanan keperawatan. Melakukan simulasi pengorganisasian pelayanan keperawatan maupun asuhan 4. Fokusnya pada penggunaan keterampilan manajeman dan kepemimpinan pada asuhan klien secara menyeluruh melalui manajemen pelayanan keperawatan dan memprakarsai perubahan yang efektif dalam sistem asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pada penerapan gaya kepemimpinan yang efektif saat memberikan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 7. 2. mahasiswa mampu : 1.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Manajemen Keperawatan : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini membahas manajemen keperawatan yang meliputi manajeman pelayanan keperawatan. Melakukan simulasi pembuatan perencanaan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi penyelesaian konflik pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan.

Analisa SWOT 5. tujuan. Standar keperawatan pelayanan Konsep pengorganisasian : 1. Teori kepemimpinan 4. Melakukan simulasi pengorganisasian Mini Lecture. SGD memberikan 2. Karakteristik Kepemimpinan Metoda Mini Lecture. Case Study. Prinsip staffing 5. Teori manajemen 3. Visi. 1 Melakukan kepemimpinan Kompetensi blok 20 simulasi pada penerapan yang efektif saat Bahan Kajian gaya 1. 2 Melakukan simulasi pembuatan Mini Lecture. Budgeting 6. Konsep perencanaan 2.No. Struktur organisasi 2. filosofi. sasaran 4. Gaya kepemimpinan perencanaan 1. SGD pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Staffing 4. Konsep kepemimpinan 3. job evaluasi 3. SGD keperawatan maupun asuhan AIPNI Page 112 . Pengembangan staf pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Case Study. job analisis. Case Study. Job description.misi. 3.

Teknik. SGD AIPNI Page 113 . Pendelegasian 3. Komunikasi 4. Kepemimpinan Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan Konsep pengendalian keperawatan maupun asuhan keperawatan 1.4 Melakukan simulasi pengarahan pelayanan Konsep pengarahan 1. Case Study. fungsi pengendalian 2. SGD keperawatan maupun asuhan keperawatan 5 5. Performance Appraisal Mini Lecture. Pengarahan 2. Case study. Quality improvement 3. Supervisi Mini Lecture.

Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang I berhubungan dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat daruratan . 4. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kegawat daruratan terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan . Fokus mata kuliah ini meliputi pada pencapaian kemampuan berfikir berbagai aspek yang terkait dengan dan komprehensif dalam dengan kegawatan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait berbagai sistem pada individu sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. kedaruratan dan kegawat daruratan I. 3. 5.Deskripsi Mata Kuliah semester VII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat-daruratan multi sistem : 3 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Kegawatan. AIPNI Page 114 kegawat daruratan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi sistematis mengaplikasikan konsep kegawatan. 2. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan I pada berbagai tingkat usia. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. kedaruratan dan Kompetensi blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan ) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan) Mahasiswa akan mampu : 1.

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan I pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayana n yang efisien dan efektif AIPNI Page 115 .

Lab skills mapping based learning 2. Diagnosa keperawatan pada kasus syok.regional dan internasional trauma dan Metoda Mini Lecture.multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 4. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 5. multi overdosis dan keracunan obat pada berbagai tingkat usia di daerah.No 1.Case studi.SGD. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 3.Project Based learning (PjBL). Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Pengkajian pada kasus syok. Kompetensi blok 21 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Bahan kajian 1. Patofisiologi pada kasus syok. Gakin. nasional. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat (rujukan.Jamkesmas) AIPNI Page 116 .

2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus Pencegahan primer. kedaruratan dan kegawat daruratan .sekunder.hasil penelitian terkait Pada kasus syok. multi trauma dan pada sistem sekelompok pada klien dengan tingkat kegawatan. Lab skills 3.dan tersier pada masalah kegawatan. Case study.SGD.Case studi. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat berbagai dengan dan prioritas masalah pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait Pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia keracunan obat dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mini Lecture.Project Based learning (PjBL).Case study SGD 4.SGD AIPNI Page 117 . Hasil. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat Telaah jurnal. kedaruratan dan kegawat darurat terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. usia overdosis dan keracunan obat (klasifikasi pada kasus kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi syok. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan Manajemen kasus pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat ) memperhatikan aspek legal dan etis.

1. kedaruratan dan Lab skills kegawat daruratan 1. Problem Based Learning (PBL) 6 Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. no maleficien. Triase 3. nilai dan norma masyarakat 2.justice. Nursing Advocacy Case study. kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif Prosedur Keperawatan pada kegawatan. Pengkajian daruratan 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. kedaruratan dan kegawat AIPNI Page 118 .moral right.5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan pada berbagai tingkat usia. BCLS kegawatan.SGD.Beneficien.

AIPNI Page 119 . Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawatan darurat terkait berbagai sistem pada kelompok dan masyrakat sesuai tingkat usia manusia mulai dari bayi sampai dengan sampai lansia. kedaruratan dan kegawat darurat. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawatan daruratan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. kedaruratan dan kegawat daruratan II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan.Deskripsi Mata Kuliah semester VIII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat – darurat II : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. Kompetensi blok 22 (Keperawatan kegawat – daruratan II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 22 (Keperawatan kegawadaruratan II) mahasiswa akan mampu : 1. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan kegawatan. 4. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. 2. 3.

AIPNI Page 120 . kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia 6. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan.5.

yang berhubungan dengan kegawatan. Project Based learning darurat II terkait multi sistem pada kelompok akut. Head injury dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia (PjBL). asidosi respiratorik failure. Luka bakar). 3 4 AIPNI Page 121 . sistem pada kelompok dan masyarakat dengan henti nafas) stroke pada periode akut. Head injury dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian Hasil – hasil penelitian terkait kasus Telaah jurnal. Case Study. henti nafas) stroke pada periode tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal akut. asidosis respiratorik (respiratory (PjBL). Melakukan simulasi pendidikan kesehatan Pencegahan primer. Case study. mapping based learning 2 dengan memperhatikan aspek legal dan etis. asidosis metabolik (DM. kedaruratan dan kegawat (DM. kasus kegawatan. Project Based learning kegawat daruratan II terkait multi sistem pada bakar). Lab skills kelompok dan masyarakat dengan berbagai failure. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan Lukabakar). Luka bakar). dan tersier Mini Lecture. sekunder.No 1 Kompetensi blok 21 Bahan kajian Metoda Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan Patofisiologi pada kasus asidosis metabolik Mini Lecture. Case study. Lab skills. stroke pada periode SGD. kedaruratan dan kegawat darurat Melakukan simulasi pengelolaan asuhan Manajemen kasus asidosis metabolik (DM. dengan kasus kegawatan. Head berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – injury hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. Luka SGD. SGD kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi asidosis respiratorik (respiratory failure. kedaruratan dan pada kasus asidosis metabolik (DM. Case Study.

kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan henti nafas) stroke pada periode akut, Head terkait multi sistem pada kelompok dan injury masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan 5 memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat darurat pada berbagai tingkat usia 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study, SGD, Problem otonomi, beneficience, juctice, non Based learning (PBL) maleficience, moral right, nilai dan norma masyarakat. 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku, dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 2. Nursing advocacy 1. Pengkajian pada kasus asidosis Lab skills metabolik (DM, Luka bakar), asidosis respiratorik failure, henti nafas) stroke pada periode akut, Head injury 2. Manajemen klien dengan terpasang ventilator 3. Monitoring CVP

AIPNI Page 122

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Skripsi : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah implementasi dari riset keperawatan yang mewajibkan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang harus diselesaikan dengan penelitian, membuat proposal penelitian, melakukan penelitian dan membuat laporan penelitian dengan menggunakan metodologi penelitian. Tujuan Mata Kuliah : Peserta didik mampu : 1. Mengidentifikasi masalah penelitian 2. Membuat rancangan penelitian 3. Melakukan penelitian 4. Menyusun laporan penelitian dalam bentuk Skripsi 5. Mempertanggungjawabkan melalui uji sidang Skripsi Bahan Kajian 1. Metoda Penelitian kwantitatif dan kwalitatif 2. Metoda Penelitian Kesehatan 3. Statistik
4. Sumber – sumber yang berhubungan dengan topik penelitian baik dalam bentuk

buku teks ataupun jurnal dan website sesuai topik penelitian Daftar Pustaka Gunakan Referensi terkini dengan terbitan 5 tahun terakhir minimal 5 judul gunakan website sesuai dengan topik bahasan :
• • •

http://en.wikipedia.org http://yahoo.co.id http://google.com Proquest

AIPNI Page 123

IKD 1 (4SKS) Semester 1

Agama (2 SKS)

Kebut . oksigennasi (4 SKS)

Kewarganegaraan

B. Indonesia (2

ISD ( 2 SKS)

AIPNI

(2 SKS)

SKS) IKD II (4SKS) Semester 2 Kebut. Nutrisi ( 4 SKS) IKD III ( 4 SKS) Kebut cairan dan Elektrolit (4 sks) Kebut. Eliminasi ( 3 sks) Kebut. Istirahat dan Tidur ( 3 sks) Kebut. Aktivitas dan Mobilisasi (3 sks) Kebut. Aman dan Nyaman (4 sks) Kebut. Konsep diri ( 4 sks) Keperarawatan Komunitas I (2 sks) Kebut. Seksualitas ( 4 sks) Kebutuhan Komunikasi ( 3 sks) Kep. Komunitas II (3 sks) Semester 5 Semester 4 Semester 3 DENGAN PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kebut. Mekanisme Koping (3 sks)

Pendekatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia

Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa ( 2 SKS) Riset Kep Manajemen Keperawatan (2 sks) Kep. Komunitas III ( 3 sks) Komprehensif I ( 3 sks) Komprehensif II ( 3 sks)

(2 SKS) (2 SKS) Inggris SKS) (2 SKS)

MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA Semester 6 Semester 7

Page 124

Skripsi (4

Semester 8

CONTOH STRUKTUR KURIKULUM PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR SEMESTER I Agama Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu Sosial Dasar Jumlah jam/mg = 14 + 4 = 18 jam SEMESTER II Mata Ajar Kebutuhan Oksigenasi Kebutuhan Nutrisi Bahasa Inggris Ilmu Keperawatan Dasar III Jumlah jam = 11 + 4 + 4 = 19 jam SEMESTER III No 1 2 3 4 5 Mata Ajar Kebutuhan Cairan & Elekrolit Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Istirahat & Tidur Kebutuhan Aktivitas & Mobilisasi Bahasa Inggris Jumlah jam = 11 + 4 + 8 = 23 jam No 1 2 3 4 No 1 2 3 4 5 6 Mata Ajar SKS 2 2 2 4 4 2 16 SKS 4 4 2 4 14 SKS 4 3 3 3 2 15 T 2 2 2 2 2 2 14 T 3 3 2 3 11 T 3 2 2 2 2 11 Lab 1 1 2 Lab 0.5 0.5 1 2 Lab 0.5 0.5 0.5 0.5 2 K ket

K 0.5 0.5 1 K 0.5 0.5 0.5 0.5 2

ket

ket

Deskripsi mata kuliah pendekatan berdasarkan pendekatan kebutuhan Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir dalam keperawatan, perkembangan keperawatan ; pendekatan holistic care (konsep caring, holisme, humanisme dan transcultural nursing); prinsip-prindip legal etis dan isu etik (etical issue); nursing advocacy; termasuk, teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I
AIPNI Page 125

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. 2. 3. 4. 5. No 1 menerapkan konsep berfikir kritis dalam keperawatan menganalisis perkembangan sejarah keperawatan menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan menerapkan prinsip-prinsip legal etis paada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Menerapkan konsep berfikir kritis dalam 2 keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah 3 keperawatan Menganalisis prinsipprinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan 1. 2. 3. 4. 4 Menerapkan prinsipprinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatann Bahan kajian Konsep berfikir kritis dalam keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional teori sistem konsep berubah konsep holistic care : transcultural nursing Mini lecture, case study, small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Mini lecture, case study, small group discussion (SGD)

caring, holisme, humanisme dan (keperawatan lintas budaya) 1. prinsip-prinsip etika keperawatan : onotomi, beneficience, non maleficience, justice, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. isue etik dalam praktik keperawatan ; Euthanasia, transplantasi organ, supporting devices, aborsi 3. prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik, neglected, pertanggunggugatan

AIPNI Page 126

dll 4. mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet ) Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar II : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : AIPNI Page 127 . Demonstrasi.(mandiri dan limpahan). 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan perlindungan hukum dalam nursing advocacy praktik keperawatan pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer ( membuat blok. PjBL mengirim tugas melalui email. pertanggungjawaban. 5.

dan tugas perkembangan 1. case study. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. menerapkan model konseptual keperawatann dalam berbagai situasi 2. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Mini lecture. Kompetensi blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa akan mampu : 1. menerapkan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 5. Roy. menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan kondep tumbuh kembang 4. case study. Orem. dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia karakteristik.Mata kuliah ini membahas tentang konseptual keperawatan . menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. dll ) Menerapkan hal-hal yang terkait Konsep. tahap. Dicovery learning (DL). konsep. ternd dan issue 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang AIPNI Page 128 . project based learning(PjBL) Mini lecture. teori komunikasi 2. penggunaan komunikasi terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 4. menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok I Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi 2 Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. SGD Betty Neuman. karakteristik. komunikasi terapeutik 3. tahap. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia.

konsep belajar sepanjang hayat 2. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi 5. anak. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan dan tantanan pelayanan kesehatan. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) PjBL Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektef keperawatan : maternitas. komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuia dengan tumbuh kembang keyakinan 1. rancangan penyuluhan kesehatan 6. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. case study. Kompetensi blok 3 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa akan mampu : AIPNI Page 129 . orang dewasa. metode evaluasi Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III : 2SKS(2-1) :Mini lecture.komunikasi dalam pelayanan kesehatan / keperawatan 6. antropologi dan sosiologi budaya 3.

anak. orang dewasa. menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas .1. mengaplikasikan prinsip pendidikan dan keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan AIPNI Page 130 . merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan 3.

Mini lecture. pendokumentasian a. dll) a. project based learning (PjBL). perencanaan d.No 1 Kompetensi blok I Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien Konsep proses keperawatan : a. teori pendekatan sosial dalam kesehatan Metode Mini lecture. orang dewasa. pengkajian b.case studi. pelaksanaan e. tren keperawatan d. SGD. Demonstrasi AIPNI Page 131 . ruang lingkup keperawatan c. reaksi hospitalisasi. diagnose keperawatan c. isu keperawatan (konsep bermain pada anak. evaluasi f. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. konsep belajar sepanjang hayat b. perspektif dan falsafah keperawatan b. SGD. anak. antropologi dan sosiologi kesehatan c. project Based learning (PjBL) lab skills 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. project Based learning (PjBL) lab skills 3 Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dala sistem pelayanan kesehatan Case studi. SGD.case studi.

metode evaluasi AIPNI Page 132 . rancangan penyuluhan kesehatan f. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi e.d.

Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi AIPNI Page 133 . melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mengidentifikasi masalah oksigenasi 4. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. 3. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. difusi. Kompetensi blok 6 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada kebutuhan oksigenasi mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada skelompok klien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. transportasi. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. dan sistem respirasi sel.Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Kebutuhan Oksigenasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang kebutuhan oksigenasi sesuai tingkat usia manusia melalui dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. 2.

7. 5. Gakin. fisiologi. 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan Mini Lecture. Lab skills. fisika dan biokimia oksigenasi. Kompetensi blok 6 1.No. Case Study. SGD. PMO. mapping based learning 3. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. regional dan internasional) Metode Mini Lecture. Patofisiologi pada kebutuhan oksigenasi (kasus-kasus oksigenasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. 6. Project Based Learning (PjBL). 4. nasional. Project Based Learning (PjBL). 2. Lab skills AIPNI Page 134 . Pencegahan primer dan sekunder pada masalah kebutuhan oksigenasi 2. Case Study. kimia. Dokumentasi asuhan keperawatan Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi (rujukan. SGD. Bahan kajian Anatomi. Pengkajian kebutuhan oksigenasi Diagnosa keperawatan pada gangguan oksigenasi Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigenasi. Jamkesmas) 1.

nilai dan norma masyarakat 2. SGD dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. 1. Pengkajian pada oksigenasi 2.oksigenasi pada berbagai tingkat usia 3. Problem Based learning (PBL) 6. Nursing advocacy 1. non maleficience. moral right. justice. Terapi O2 4. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan oksigenasi pada berbagi tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Fisioterapi dada/postural drainage 3. dengan berfikir Lab skills AIPNI Page 135 . Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Manajemen kasus pada kebutuhan oksigenasi Case study. oksigenasi 4. SGD prioritas masalah sistem respirasi) keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus kebutuhan oksigenasi dan 5. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbgai tingkat usia dengan memperhatikan aspek Melaksanakn fungsi advokasi pada kasus dengan oksigenasi pada berbagi tingkat usia. SGD. Suctioning Case study. Pencegahan tersier pada masalah Telaah Jurnal. beneficience. Case study. kebutuhan oksigenasi Mengidentifikasi masalah-masalah Hasil-hasil penelitian terkait kebutuhan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah oksigenasi.

Trakheostomi AIPNI Page 136 .kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Perawatan WSD 6. Nebulisasi 7.

Model Penyelenggara Pendidikan Sarjana Keperawatan Tahap Profesi 36 SKS S. seluruh deskripsi mata kuliah belum dijabarkan.Kesimpulan Kedua model matriks dan rangkaian deskripsi mata kuliah yang disajikan diatas belum merupakan pencerminan kurikulum lengkap tetapi hanya berupa kurikulum inti (60%). Kep Praktik 30% Tahap Akademik 144-160 SKS Teori 70% Ners Pola Pendidikan Nerd an Sistem Uji Kompetensi sebelum kelulusan Tahap Profesi (internship) Uji Kompetensi (work entry / exit exam) STR (RN) AIPNI Tahap Akademik Page 137 . deskripsi mata kuliah yang belum diuraikan serta mata kuliah yang terdapat kurikulum institusi perlu dilengkapi oleh masing-masing institusi. Selanjutnya. Dengan demikian.

dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. AIPNI Page 138 . lulusan akan mendaptkan gelar Sarjana Keperawatan “S. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia No.Kep” dan setelah tahap profesi lulusan akan mendapat sebutan profesi “Ners” 5 KURIKULUM PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI Pendidikan profesi keperawatan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik untuk mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai ners. 232/U/2000 pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan.Penamaan kelulusan : Setelah menyelesaikan tahap akademik. mengembangkan.

Care Provider (Profil peneliti dan pendidik terintegrasi dalam profil Care Provider) 2. Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi di fokuskan pada kemampuan: a. AIPNI Page 139 . memberikan pendidikan kesehatan menjalankan fungsi advokasi pada klien. diharapkan seluruh institusi pendidikan profesi mempunyai kurikulum inti yang sama. Kompetensi Lulusan Pendidikan Tahap Profesi Untuk menjamin kualitas lulusan agar dapat berkomunikasi secara global diperlukan patokan dalam penentuan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang ners di berbagai institusi penyelnggara pendidikan ners di seluruh Indonesia. Pendidikan tahap profesi keperawatan merupakan tahapan proses adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional. Kompetensi pendidikan profesi dapat dicapai dengan masa studi 2-3 semester dengan perhitungan 36 SKS x 16 minggi x 4 jam = 2304 jam. Kompetensi ini dijabarkan kedalam unit kompetensi : 1. 232/U/2000 pasal 5 ayat 2). Pengembangan kurikulum pendidikan tahap profesi terdiri dari kurikul inti dan kurikulum instirusi yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelnggarakan program pendidikan profesi. Dengan demikian. 3. Kurikulum institusi pendidikan tahap tinggi profesi terdiri dari 60% kurikulm inti (22 SKS) dan 40% kurikulm yang mencirikan institusi. Mendiknas.Program pendidikan ners merupakan lanjutan tahap akademik pada pendidikan sarjana keperawatan dengan beban studi minimal 36 SKS (mengacu pada PP no. No. 4 pendidikan kedinasan) atau setara magister (SK. Jika dalam satu minggi 48 jam. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan. maka dibutuhkan masa studi 48 minggi (2304 : 48 jam) A. Manajer asuhan klien. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal. Community Leader B. Profil Lulusan Pendidikan Profesi Tahap pendidikan profesi lebih difokuskan pada profil sebagai : 1.

Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan j. b. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien h. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik g. d. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Mampu mengembangkan pola pikir kritis.b. i. c. Mengaplikasikan fungsi kepimpinan manajemen keperawatan. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. 2. d. serta menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan. Mampu mendemonstrasikan ketrampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dan komunitas e. Mampu menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim c. Manpu mengunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik AIPNI Page 140 . Mampu membeikan asuhan yang berkualitas ecara holistis kontinyu dan konsisten k. Unit Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi: a. Melaksanakan asuhan keperawtan profesional di tatanan klinik dan komunitas menggunakan hasil penelitian.

Mampu melaksaanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien w. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi ruangan untuk mengingkatkan kemampuan AIPNI Page 141 . Mampu mencegan dan menyelesaikan konflik aa. Mampu mengorganisasikan mamajemen ruangan keperawatan secara berkelompok z. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif q. Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok y.m. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya cc. Mampu memberikan pengarahan pada anggota timnya bb. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif ditatanan komunitas dalam aspek promutif preventif. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengguanan sstrategi manajemen kualitas dan manajemen resiko n. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan p. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan t. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan o. Mampu mengembangkan potensi diri professional r. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas u. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawtan x. Mampu dalam mengembangkan profesi keperawatan s. kuratif dan rehabilitatif v.

Kaitan Kompetensi. kontinyu dan konsisten Mampu mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mamapu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningakatan kualitas area prakik terutama AREA PENCAPAIAN area praktik keperawatan Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian Diseluruh keperawatan professional di menerapkan aspek etik dan 2. 2. anak. 3. UNIT KOMPETENSI asuhan keperawatan Mampu menggunakan keterampilan inter personal yanf efektif dalam kerja tim Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan tanggung jawab Mampu menggunakan proses keperawatn dalam menyelesaikan Diseluruh masalah klien kritis. logis dan etis dalam mengembangkan keperawatan asuhan keperawatan holistik. dengan 1. Melaksanakan tatakan legal 3. 5. area keperwatan medikal dan jiwa Mampu memberkan asuhan yang secara berkualitas secara bedah. klinik asuhan 1. 4. AIPNI Page 142 . Unit Kmopetensi dan Area Pencapaian NO. KOMPETENSI Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan inter personal 2.c. maternitas. 1.

Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan akontabilitas auhan keperawatan yang AIPNI Page 143 . 12. Berkesinambungan dalam praktik 7. Mampu mempertahakan lingkunagn yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko 8. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan 9. 13. Mampu memberikan dukungan kepeda tim asuhan dengan mempertahankan diberikan 10. 11.6.

berkelompok 2. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam Di area keperawatan kelarga. Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajenen keperawatan 1. Mampu mengembangkan program yang kretif dan inofatif ditatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. dan menyelesaikan masalah klien ditatanan kominitas menerapkan suhan komunitas 3. anak. kuratif dan rehabilitatif 4. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota tinya 5. Mampu memberikan pengarahan kepada angota tim nya 4. Mampu melaksanakan terapi modlitas / komplementasisesuai dengan kebutuhan klien gerontik. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam komunitas 4. jiwa. 2. Mampu merencanakan kebutuhan keperawatan secara Keperawatan medikal bedah. Mampu mengorganisasikan menejemen ruangan keperawatan secara berkelompok mampu mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim 3.3 Melaksanakan asuhan keperawatan profesional ditatanan komunitas 1. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi AIPNI Page 144 . dan komunitas.

Pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi berorentasi pada tahap pembelajaran sederhana ke kompleks dengan memfokuskan pada pengetahuan. menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. 4. Oleh karena itu. 3. buku log. pelaksanaan pendidikan terhadap proffesi harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip di bawah ini : 1.Lulus pendidikan sarjana keperawatan . Tersedianya buku pedoman pelaksanaan kegiatan pendidikan tahap profesi. E. kertampilandan sikap untuk mencapai kompetensi profesional seorang ners. Calon peserta pendidikan tahap profesi : . Struktur Kurikulum Pendidikan Tahap Profesi Pendidikan tahap profesi merupakan kelajutan dari tahap pendidikan program sarjana keperawatan dimana tahap ini peserta didik mengaplikasikan teori dan konsep yang didapat selama proses pendidikan sarjana.Lulus uji kompetensi (12 kompetensi inti dan kompetensi tambahan yang diperlukan untuk wahana praktik tertentu) 2. 5. Tersedianya wahana praktek yang kondusif (sarana dan prasarana) untuk menumbuh kembangkan kemampuan berfikir kritis.D. dan modul praktik. Matrik sebaran Mata kuliah pendidikan Profesi Stase Mata Kuliah Jumlah SKS Kurikulum Kurikulum inti institusi I Keperawatan Medikal Bedah 5 II Keperawatan Anak 2 III Keperawatan Maternitas 3 IV Keperawatan Jiwa 2 V Menejemen Keperawatan 2 VI Keperawatan Gadar 2 VII Keperawatan gerontik 2 VII Keperawatan Keluarga dan Komunitas 4 Jumlah 22 36 Penatalaksanaan : Stase I-VIII dapat dilaksanakan secara paralel dan tidak prasyarat karena diasumsikan setiap lilisan pendidikan tahap akademik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk tahap profesi. Deskripsi mata kuliah . Tersedianya preseptor/mentor untuk menyelengarakan pendidikan profesi.

Kompetensi : Setelah mengikuti praktik profesi Keperawatan Medikal Bedah mahasiswa mampu : a. Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah mencakup asuhan keperawatan pada klien dewasa dalam konteks keluarga yang mengalami masalah pemenuhan daarnya akibat gangguan satu sistem (organ) atau beberapa sistem (organ) tubuhnya. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang dewasa. BPH. DHF. HIV/AIDS. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dal ilegal .Oksigenasi akibat ARDS. Cirhep. . Dekompesasio cordis. membuat keputusan legal dan etik serta mengunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada orang dewasa. memberikan pendidikan kesehatan. Ca paru .Nutrisi : DM. Koleliasis akut. menjalankan fungsi advokasi pada klien.Termoregulasi : Thypoid . d. b.Keamanan fisik : Leukimia. Hipo/hipertiroid. Mata Kuliah Beban Studi : Keperawatan Medikal Bedah : 5 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan medikal bedah merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap ketika melakukan asuhan keperawatan profesional.Mobilitas fisik : Fraktur. . .1.Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. Hepatitis. e. . Stroke. c. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien dewasa ditatanan klinik dengan gangguan : . Anemia. Asma. Pankreatitis akut. ARF/CRF. Pneuminia.Eliminasi : Ileus Ca saluran cerna.

logis dan etis dala mengembangkan asuhan keperawatan oramh dewasa Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. kontinyu dan konsisten Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. o. h. Pre dan post conference 2. Case report dan overan dinas 5. k. Problem solving for better health (PSBH) 8. n. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metoda Pembelajaran 1. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. p. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan yang berlaku dalam bidang kesehatan. g. l. Diskusi kasus 4. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik. r. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan kliean dewasa Mendemonstrasikan ketrampilan teknik keperawatan yang sesuai dengan standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif i. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. m. Mengembangkan pola pikir kritis. . q. j.f.

Metoda evaluasi : 1. menjalankan fungsi advokasi pada klien anak dan keluarganya. Direct Observasional of prosedure skill 3. Critical insidence report 5. Log book 2. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada anak. . memberikan pendidikan kesehatan. Case test / uji kasus (SOCA. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Kasus lengkap. Mata Kuliah Beban Studi Deskripsi Mata Kuliah : : Keperawatan Anak : 2 SKS Praktik profesi keperawatan anak merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional yang aman dan efektif.Student Oral Case Analysis) 4. Problem solving skill 7. kasus singkat 8. OSCE 6. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2.

Bayi dan anak dengan gangguan pertubuhan dan perkembangan . NS . pra sekolah. obesitas . Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien anak dalam konteks keluarga Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien ank dalam konteks keluarga .Praktik profesi keperawatan anak mencakup anak dengan berbagai tingkat usia (neonatus. Hyperbilirubinemia. Juvenile DM. f.Bayi dan anak dengan gangguan oksigenerasi akibat RDS. Thypoid. Atresia Anni. Kejang e. Anemia. morbili . c. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan anak dengan berbagai tingkat usia dalam konteks keluarg Menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien aanak pada berbagai tingkat usia dalam konteks keluarga ditatanan klinik . bayi.Bayi dan anak dengan gangguan termoregulasi : MAS. Kompetensi : Setelah menyelesaikan praktik profesi keperawatan anak mahasiswa mampu : a. meningitis / Enchepalitis. DHF. sekolah dan remaja) dalam knteks keluarga yang bertujuan untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehat. dengan anak masalah pediatric sosial dan manajemen terpadu balita sakit. toddler. Thalasemia . Asma. Labiopalatoschiziz . d. RDS.Bayi dan anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare.Bayi dan anak dengan nutrisi : KEP/ malnutrisi. Pneumonia. BBLR. Hypospadia. ITP. anak sakit akut dan sakit yang mengancam kehidupan. b. dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan ditatanan klinik. Trombositopenia.Bayi dan anak dengan gagguan keamanan fisik : Leukimia.Bayi dan anak dengan gangguan eliminasi akibat kelainan congenital : Hirschprung.

Pre dan post conference 2. j. q. p. Diskusi kasus 4. o. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Mendemonstrasikan keterampilan tekniskeperawatan yang sesuai dengan standarta yang berlakuatau secara kreatif dan inivatif agar pelayanan yang diberika efisien dan efektif pada klien anak h.g. Case report dan overan dinas 5. i. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Problem solving for better health (PSBH) 8. Membuat klasifikasi dan tindakan dari kasus yang diperoleh di Pukesmas. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keprawatan yang diberiakan n. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan pada klien anak dalam konteks keluarga Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien dan keluarga agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan stratedi manejemen kualitas dan manajemen resiko pada klien anak dalam konteks keluarga k. Menggembangkan popla pikir kritis. dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sehat di masyarakat m. logis. l. Metoda evaluasi : . Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1.

S. J. Hay.Student Oral Case Analysis) 4. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing.. 1997. Canada : Mosby Company.Wilson. & Greenberg. Current pediatric Diagnosis and Treadment. kasus singkat 8. Louis: Mosby Elseiver Karen. (2007). M. 2000. et. & Sperhac.. Wellness Nursing Diagnosis for Health Promotion. Pediatric nursing : caring for Children. New Jersey : prentice hall Barbara. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. R. Advanced pediatricclinical assessment: Skills and procedures. et.E. Philadelphia: Lippincot Markum. Al.1. Nursing Care of Children and Families. Philadelphian :Lippincott. (2008).. Children and their families : The continuum of care. R. Al. M. C. S. B.R. & Bindler. Critical insidence report 5. Log book 2.M 1990. 1996. C.H. Problem solving skill 7. Maryland : Aspen publication Bowden. OSCE 6. Philadelphia: W. SR. Connecticut : Appleton dan Lange. V. Mott. S.. Kasus lengkap. Nursing Care of the General pediatric Surgisal Patient. (8th edition). (8th ed. Readwood City : Addison Wesley Muscari. Daftar Pustaka Ball. A.(1999).. Saunders Company. Buku ajar ilmu kesehatan anak.). M. Jilid 1.B. S. D. Jakarta: fakultas Ilmu Kedokteran Unuversitas Indonesia . Hockenberry. Hockenberry. W. (1998). W. (2001). A. Wong’s Nursing Care of Infants and Children“. Case test / uji kasus (SOCA. (2003). St. Dickey. Direct Observasional of prosedure skill 3. J & Wilson. James. W. V.

(1996)... Kasprisin C & Hess. (2003). Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada ibu hamil. Louis : Mosby. & Hockenberry. melahirkan dan paska melahiran serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan dan keluarganya. M.L.. D. Mengguanakan proses keperawatan pada ibu hamil melahirkan dan paska melahirkan serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan . D. 1. intranatal dan post natal serta yang mengalami masalah pada sistem reproduksi dan pengaturan kehamilan. Clinical Manual of Pediatric Nursing. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan Maternitas dalam konteks keluarga Praktik profesi keperawatan maternitas dilakukan secara bertahap dimulai dari prenatal.I. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. C. J. Nursing Care of Infants and Children“. Wong. St. St. (7th edition)St. memberikan pendidikan kesehatan. Clinical manual of pediatric nursing. Louis : Mosby Year Book Wong. b. menjalankan fungsi advokasi pada klien. 1996. Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas Beban : 3 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan maternitas merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional.Wong and Whaley. c. Louis : Mosby.

Case report dan overan dinas 5. melahirkan. f. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontbilitas asuhan keperawatan yang diberikan. h. kontinyu dan konsisten. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil. Problem solving for better health (PSBH) . Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. k. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan. n. paska melahirkan. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. i. Metode Pembelajaran 1. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. j. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan maternitas. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan maternitas.e. Diskusi kasus 4. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal : merencanakan program keluarga berencana. Pre dan post conference 2. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif o.

Louis. Portfolio Daftar Pustaka Doenges Marilynn E. Philadelphia Gulanick Meg. Grand Rapids.V. Jensen Margaret Duncan dan Bobak Irene M. 2007. kasus singkat 8. Brown and Company. St. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- . Sydney.B. 1983. Louis London. Boston Medical Science International. Direct Observasional of prosedure skill 3. Upper Saddle River. Inc. Nursing Care Plans : Nursing diagnosis and Intervension. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan.Student Oral Case Analysis) 4. Mosby Company. Mosby. Kasus lengkap. Sydney. OSCE 6. Myers Judits L. London. and Practice. 7th Edition. New Jersey. Case test / uji kasus (SOCA. Lippincott Company Philadelphia.b. St. Newyork. Erb Glenora. St. Perry Shannon. 2006. Toronto May katharyn Antle and Mahlmeister laura Rose. Neeson Jean D dan May Katharyn A.A. 1986.8. 6th Edition. Maternity Nursing. Comprehensitive Maternity Nursing Process and Childbearninf Family . J. 7th Edition. Little. Philadelphia. Log book 2. F. San Francisco. Toronto. 1999. 1990. Niswander Kenneth R. Louis . Comprehensive Maternity Nursing Nursing Process and Childbearing Family. Tokyo. London Mexico City. Fight edition. J. Murr Alice C. Kozier Barbara. Lippincott Company Philadelphia. Maternity and Gynecology care The Nurse ang the family. Mosby. Lowdermik Deitra Leonard. Berman Audrey. 1985. Tokyo. Bobak Irene m. St. Louis. Problem solving skill 7. Manual of Obstetri Diagnosis and Therapy. Newyork. Ltd. United stated of Amerika. 2004 Fundamentals of Nursing Concepts. Snyder Shirlee J. St. Person Education. Moorhouse Mary Frances. Process. The C. E. Metoda evaluasi : 1. Second Edition. Critical insidence report 5. Princeton. Davis Company. Louis Sao Paolo Sydney. Nursing plans Guidelines for Individualizing Client Care Across The Life Span.

− Keamanan fisik dan mobilitas fisik : Fraktur. − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. Pneumonia Hipostatik. arthritis. resiko dan potensial serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien. c. − Nutrisi : KEP. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien usia lanjut. e. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik mahasiswa mampu: a. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan gerontik. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. agama atau factor lain dari setiap klien lanjut yang unik . f. memberikan pendidikan kesehatan. Mengguanakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien usia lanjut. hipertensi. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Praktik profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. − Oksigenasi akibat COPD. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. menjalankan fungsi advokasi pada klien. − Eliminasi : BPH. Mata ajar Beban Studi Prasyarat : Keperawatan Gerontik : 2 SKS : Telah melalui praktek Deskripsi Mata Ajar : Praktik profesi keperawatan gerontik merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. b.2. Dekompensasio cordis.

Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional q. k. j.g. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif p. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Problem solving skill 7. i. Program Pemerintah Tentang Kesehatan Gerontik . Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan r. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Direct Observasional of prosedure skill 3. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan. h. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Case test / uji kasus (SOCA. kasus singkat 8. Portfolio Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI. Kasus lengkap.Student Oral Case Analysis) 4. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien usia lanjut. Metoda evaluasi : 1. OSCE 6. n. o. Critical insidence report 5. kontinyu dan konsisten. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Log book 2. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan usia lanjut.

Nursing care of older adult.R. Gerontological nursing care. Second edition. Fundamental of Nursing. (1999). St. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Second edition. (1995).B. G. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Miller. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. keluarga dan masyarakat baik yang sifatnya preventif. Lippincott company. S. Saunders company. Wold. Gerontologic nursing. c. Philadelphia: W.Lueckenotte (1996). b. kuratif dan rehabilitatif serta memberikan pendidikan kesehatan. Mata Ajar Beban Studi Deskripsi Mata Ajar : Keperawatan Jiwa : 2 SKS Praktik profesi keperawatan jiwa merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa ketika adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan kepada individu. Toronto: Mosby. Memberikan asuhan keperawatan kepada individu. (2004). menjalankan fungsi advokasi pada klien.. promotif.B. dengan gangguan jiwa. Lippincott company. Praktik profesi keperawatan jiwa berfokus pada penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dalam konteks keluarga dan masyarakat melalui penerapan terapi modalitas keperawatan. Louis: Mosby Book. Carrol et all. Philadelphia: J. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.B.H. Inc. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan jiwa. (1999). Philadelphia: J. Taylor. anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko. C. Tyson. Basic geriatric nursing. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------3.sosio-spiritual terutama masakah gangguan . theory and practice.

k. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. l. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Berlaku h. Mengembangkan pola pikir kritis. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. Pre dan post conference 2. perilaku Kekerasan dan dan Definsit Perawat Diri. Diskusi kasus 4. Tutorial individual yang diberikan preceptor 3. o. Case report dan overan dinas 5. logis. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhann keperawatan yang diberikan. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien.jiwa dengan cora problem. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. j. Bunuh Diri. m. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Waham. Isolasi Sosial. kontinyu dan kosisten. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan jiwa. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Hallusinasi. Harga Diri Rendah. n. i. Peerta praktik melakukan proseskeperawatan jiwa. e. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Pendelegasian kewenangan bertahap . Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik.

Louis : Mosby Fountainne. Psychiatric Care plans Guidelines for Individualizing Care Ed.P and and Heacock. Metoda evaluasi : 1. Kozier.A (1991). Addison Wesley California. Prosess and Practice. Taylor C (1997). Direct Observasional of prosedure skill 3. Principles and practice of Psychiatric Nursing. 6. The Art and Science of Nursing Care Philadelphia.. Case test / uji kasus (SOCA. Mosby. Addison Publising Company. Foundamentals of Nursing. P. OSCE 6. 7 edition. Conceps. Psychiatric Nursing Care Plan St. Founth Edition. Keltner. B (1997). Bostrom. Townsend. Louis Rawlin.E (1993). Kasus lengkap.. Log book 2.A Davis Company Fortinash. kasus singkat 2. P (1997). Critical insidence report 5. St. Louis. California. P. Lippincontt. M. Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat th . Potter. Problem solving skill 1. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. Problem solving for better health (PSBH) 8. (1999)... St. Prosess and Practice. Essential of Mental Healt Nursing.E.Louis. Laraia (2003). M. R..6. Foundamentals of Nursing. Clinical Manual of Psychiatric nursing. Portfolio Daftar Pustaka Doenges M.C and Moorhouse. Philadelphia : F.F (1998). Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. St. Fifth Edition. Conceps. M and Holloday.Student Oral Case Analysis) 4. …………………………………………………………………………………………. Schewecke. 3. Stuart S. St. Foundamental of Nursing. Mosby. Psychiatric Nursing. Mosby. Fletcher (1995). C.

trauma thoraks − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : DM dengan ketoasidosis. krisis tiroid. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan menggunakan salah satu referensi dari hasil penelitian yang berkaitan dengan keperawatan gawat darurat. e. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gaswat darurat. Gagal nafas. c. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaiakan masalah klien pada berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat akibat gangguan : − Termoregulasi : Trauma kapitis − Oksigenasi : Infark Miokard. f. Praktik profesi keperawatan gawat darurat mencakup asuhan keperawatan dalam konteks keluarga pada klien dengan berbagai tingkat usia yang mengalami masalah pemenuhan kebutuhan dasarnya akibat gangguan salah satu sistem (organ) ataupun beberapa sistem (organ) tubuhnya dalam keadaan gawat darurat. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. b. memberikan pendidikan kesehatan. berbisa. − Keamanan fisik : keracunan. sengatan binatang. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. .Beban : 2 SKS Praktik profesi keperawatan gawat darurat merupakan program yang Deskripsi Mati Kuliah menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan.

Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional o. logis. Case report dan overan dinas 5. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. j. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan p. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif n.g. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan pada klien denagan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat (Triage) i. l. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Pre dan post conference 2. k. Problem solving for better health (PSBH) 8. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Diskusi kasus 4. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan m. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat h. Mengembangkan pola pikir kritis. Metoda evaluasi : . Menjalankan fungsi advokasi pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat untuk mempertahankan klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7.

Student Oral Case Analysis) 4. Case test / uji kasus (SOCA.1. Log book 2. kasus singkat 8. b. Kasus lengkap. Selama praktek mahasiswa memprakarsai perubahan yang efektif dan inovatif dalam asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok . ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------7. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab c. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Direct Observasional of prosedure skill 3. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. pengorganisasian. Critical insidence report 5. Praktik profesi keperawatan manajenen keperawatan mencakup perencanaan. pengarahan dan pengendalian dengan menerapkan berbagai gaya kepemimpinan yang efektif. OSCE 6. Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan Beban : 2 SKS Deskripsi Mati Kuliah Praktik profesi manajenen keperawatan merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerapkan konsep – konsep yang berhubungan dengan manajemen & kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan yang sesuai dengan keadaan saat ini. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan d. Problem solving skill 7.

3. 3. 2. Mencegah dan menyelesaiakan konflik didalam timnya g. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. 5. Critical insindence report. Kasus lengkap. Memberikan pengarahan kepada anggota timnya h. Direct Observasional of Prosedure skill. Mengorganisasikan manjemen ruangan keperawatan secara berkelompok f. 1. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). Problem solving skill. kasus singkat. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Melakukan evaluasi terhadap timnya j. q. m. Diskusi kasus. Case report dan overan dinas. Metode pembelajaran. Mengembangakan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. Pendelegasian kewenangan bertahap. . Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan kondisi ruangan k. 4.e. 8. 6. Pre dan conference. 5. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 2. Log book. 7. l. o. Melakukan supervisi terhadap anggota timnya i. Tutorial individual yang diberikan preceptor. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. n. 7. 1. OSCE. 6. p. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pengelolaan klien. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Melaksanakan perubahan dalam asuhan dan pelayanan perawatan. 4. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini.

St. (1998). Philadelphia: W. Philadelphia: Lippincott. Louis: The CV Mosby Marquis. R. B. Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas berfokus kepada kebijakan dan program pemerintahan tentang kesehatan masyarakat.. R. & Swansburg. London : Jones and Bartlett Publisher. C.. WB Saunders Marriner AT (1996) Nursing Management and Leadership. Swansburg. Sudbury: Jones and Bartlett Publisherrs 8. Nursing management and leadership. (1994). Roussel.et all (2001) Effective leadership and management in nursing . The Manegement of Patient Care. kelompok.J. Introductory management and Leadership for Nurses. dan komunitas dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. Daftar Pustaka Sullivan. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini terkait dengan keperawatan keluarga dan komunitas..& Swansburg.. . J. R.E. Swansburg. C. risiko dan potensial. pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui kerjasama dengan lintas program dan sektoral. Leadership roles and management functions nursing. L.New Jersey:Prentice-Hall Barret Jean et all (1975). keluarga. Putting Leadership Skills to Work. sekunder dan tersier kepada individu.Mata ajar Beban Studi : Keperawatan keluarga dan komunitas : 4 SKS Deskripsi Mata Kuliah : Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan untuk pencegahan primer.Her Ladership Role Gilliies.8. The Head Nurse. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktek profesi keperawatan keluarga dan komunitas mahasiswa memiliki kemampuan : . J (2006). Nursing management: A System approach. R.A. menjalankann fungsi advokasi. (2000). L. D.B Kron (1981). Portfolio.

masyarakat dan komunitas agar dapat mengambil keputusan. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak individu. k. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Melakukan kmunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada individu. m. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas. keluarga. n. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. l. keluarga. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. kuratif dan rehabilitative melalui pemberdayaan masyarakat. Bekerjasama dengan unsur keperawatan komunitas. kelompok dan komunitas. i. kelompok dan komunitas. kontinyu dan konsisten. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. q. o. Mengembangkan program yang kreatif dan inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. f. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. h. masyarakat dan komunitas. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan secara individu. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan individu. keluarga. Menggunakan langkah. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. c. . Mengembangkan pola pikir kritis. e. r. masyarakat dan komunitas klien yang unik. b. g. Mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.a.langkah pengambilan keputusan etis dan legal. terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan j. agama atau faktor lain dari setiap individu. d. keluarga. p. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. keluarga.

prinsip dasar. St. (1995). M. t.. Critical insindence report.. Direct Observasional of Prosedure skill. R. Jakarta: EGC Freeman. Pre dan post conference.. 8.s. Effendy. Tutorial individual yang diberikna preceptor.M.B.. 6.Rencana Asuhan Keperawatan Komunitas.J. Jakarta: Rieka Cipta. 2. 4. Lancaster.(1981) Community nursing practice. Mampu melaksanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien. 4.. (1998) Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. 3. 3. J. Edsi 2. S. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. Third edition. (2007). 7. . Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). M. 2. Louis: Mosby years books Metode pembelajaran 1. N. Pendelegasian kewenangan bertahap. Case report dan overan dinas. Stanhope. Heirinch. Community health nursing: Process and practice for promoting health. Log book. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperwatan. California: Appleton & Lange. B. (2003) Ilmu kesehatan masyarakat: Prinsip.(1999) Nursing in the community: dimensions of community health nursing. 5. Saunders Luan. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 1. Daftar Pustaka : Clark. Philadelphia: W. J. Diskusi kasus. Jakarta: STIK Sint Carolus Notoatmodjo.

6. Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. . 8.5. kasus singkat. OSCE. 7. Kasus lengkap. Daftar Referensi:. Portfolio. Problem solving skill.

mempraktekan / mencoba berbagai model Case Study : mengkaji kasus dengan mencermati karakteristik kondisi kasus tersebut Learning (DL) : mencari. Collaborative Learning (CbL) : Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas serta membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri h. Metode pembelajaran pada program pendidikan Sarjana Keperawatan dan program pendidikan profesi. A. Small Group Discussion : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau mempraktekan /mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan b. d. dan menyusun Learning (SDL) : merencanakan kegiatan belajar.6 Pembelajaran pada METODE DAN EVALUASI PEMBELAJARAN pendidikan ners dengan kurikulum Berbasis Kompetensi menggunakan berbagai metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa / Student Centered Learning (SCL).Metode pembelajaran pada pendidikan Sarjana Keperawatan di antaranya : a. Contextual Instruction (CL) : Membahas konsep (teori) kaitanya dengan situasi nyata dan melakukan studi lapang / terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesenian teori . Discovery informasi yang ada untuk mendiskripsikan suatu pengetahuan e. Cooperative Learning (CL) : Membahas dan menyimpulkan masalah/tugas yang diberikan dosen secara berkelompok g. Self –Directed melaksanakan. mengkumpulkan. Role-Play & Simulation : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau (komputer) yang telah disiapkan c. dan menilai pengalaman belajarnya sendiri f. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada tahap akademik pendidikan Sarjana Keperawatan 1.

2 Metode Penilaian a. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan dengan tujuan : a. salah satunya dengan mengukur tingkat kemampuan peserta didik (Miller’s Pyramid): Skor 1 Mengetahui dan menjelaskan (Pengetahuan teoristis mengenai keterampilan ini. Project Based Learning (PjBL) : Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis dengan menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum j. Untuk mendiagnosis kekuatan dan kekurangan peserta didik 2. baik konsep. Sebagai umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya c. Untuk menjamin akuntabilitas proses pembelajaran d. Materi evaluasi disusun berdasarkan tujuan belajar dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. 1994).1 Tujuan Evaluasi. teori. 2. maupun indikasi. Problem Based Learning and Inquiry (PBL) : Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen 2. dan sebagainya) Skor 2 Pernah melihat atau pernah melihat atau pernah mendemontrasikan .i. Sebagai umpan balik peserta didik dalam meningkatkan usaha belajarnya b. komplikasi.Evaluasi Pembelajaran pada tahap akademik Pendidikan Sarjana Keperawatan Evaluasi merupakan penilaian yang menunjukan keadaan atau kondisi akhir saat ini (Brown & Knight. prinsip. Untuk memotivasi peserta didik e. Evaluasi Kompetensi Beberapa metode evaluasi kompetensi yang dapat dilakukan. cara melakukan.

Reflective Learning e.(Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah melihat demonstrasi) Skor 3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervise (Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali dibawah supervise. Short Answer Question) c. Permasalahan (Case Study) d. b. Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa 3. Strategi Evaluasi Penilaian Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi : a. Projek i. OSCE (Objective Stuctured Clinical Examination) b. Evaluasi Pelaksaan 2. Test Tertulis (Esay. Laporan c. Evaluasi Dosen oleh Dosen B. Evaluasi Proses 1. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada Program Profesi Keperawatan Metode pembelajaran pada tahap profesi berfokus pada pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preceptor kepada peserta didiknya. Presentasi h. Skor 4 Mampu melakukan secara mandiri (memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini dan memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan secara mandiri. Observasi f.Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahap profesi ini lebih terfokus pada pembuktian bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai dengan . MCQs. Oral Test g.

Critical insindence report. - . Problem solving skill. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). Direct Observasional of Prosedure skill. Kasus lengkap. OSCE.kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan kewenangan telah dimiliki. kasus singkat. Metode pembelajaran pada pendidikan program profesi Metode belajar peserta didik pada tahap profesi ini meliputi: - Diskusi kasus Presentasi Kasus Seminar ilmiah kecil Kegiatan procedural keperawatan Asuhan keperawatan klien (bertahap) Rotasi tugas sesuai preceptor Evaluasi Pendidikan Program Profesi Log book. Portfolio.

Laporan pendahuluan: Penguasa tentang kasus yang akan dikelola 2. Kemampuan berkomunikasi terapeutik a. Mampu memperlihatka n sikap empati b.EVALUASI PELAKSANAAN BIMBINGAN KEGIATAN PROFESI NERS PADA TIAP AREA KEPERAWATAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 ITEM PENILAIAN Prerequisite : 1. Mampu memberikan respon verbal dan non verbal 1 4 KETERANGAN C1-C6 . Mampu mendengarkan secara aktif c.

bahasa tubuh) berdasarkan kebutuhan klien 3.(sentuhan. Mampu mempersiapkan Ruang dan Alat dan Tempat S1-S4 ITEM PENILAIAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .

Melakukan pemeriksaan fisik dengan . Pengkajian: a. Melakukan pengkajian secara holistic. tepat dan akurat pada klien pada berbagai tingkat usia melalui pendekatan sistematik.Komponen Kemampuan Klinik: Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Klinik 1. Melakukan anamnesa untuk mendapatkan riwayat kesehatan c. b.

Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .tepat d. Mengenali abnormalitas hasil pemeriksaan penunjang untuk mendukung menetapkan masalah keperawatan sebagai landasan dalam merumuskan diagnosa keperawatan ITEM PENILAIAN 2.

Menetapkan tindakan dan . b. Menganalisa data c.keperawatan sesuai dengan hasil pengkajian a. Menentukan prioritas masalah Menentukan tujuan Menentukan criteria keberhasilan d. Mengenal masalah b. Merumuskan masalah factor resiko 3. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan a. c.

dan legal baik mandiri dapat .keperawatan yang mengatasi masalah bersifat maupun kolaboratif dengan mempertimbangk an aspek budaya etik.

Menyampaikan pesan dengan tepat dan jelas c. Melakukan kolaborasi dengan tim kes d. Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai prosedur (SOP) prioritas patient pada dengan dan safety klien memperhatikan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 2 SIKAP 3 4 KETERANGAN dengan berbagai b. Implementasi a.ITEM PENILAIAN 4. Melakukan tindakan melalui kegiatan .

Melakukan evaluasi keperawatan menilai 1) Perkembang an klien 2) Memodifika si. merubah intervensi keperawatan sesuai kebutuhan klien kondisi . e.observasi. Evaluasi a. Memberikan pendidikan dan kesehatan sesuai masalah klien 5. mandiri.

Mendokumentasik an asuhan keperawatan 1) Menuliskan data jelas n pasien secara yang kondisi yang sistematis dan mengambarka LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 KETERANGAN 4 sesungguhnya 2) Mendokument asikan dengan menggunakan .ITEM PENILAIAN b.

Pengkajian a. Melakukan situasi 2. Menyusun Kajian . Perencanaan a.IT 3) Membuat catatan tentang perkembanga n pasien rencana tindak lanjut untuk pasien keadaan dan menuliskan Komponen Kemampuan Manajerial/Management Ruangan 1.

Pengorganisasian 1) Pembagian deskripsi tugas LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .perencanaan. 1) Perencanaan sumber daya 2) Merencanakan sarana prasarana 3) Merencanakn pembiayaan dan ITEM PENILAIAN 3. Implementasi a.

Pengkajian a. Pengendalian 1) Mampu melakukan supervisi 4. konsultasi delegasi c. Pengarahan Melakukan negoisasi. dan kelompok. 1) Kolaborasi. dan . pada keluarga.2) Terbentuk Struktural b. motivasi. Evaluasi a. Melakukan pengkajian kes. Melakukan Evaluasi 1) Menilai proses 2) Memberikan umpan balik Komponen Kemampuan Asuhan Keperawatan komunitas 1.

masyarakat .

kelompok. kelompok. factor penyebab dan factor khusus dan yang tersedia pada keluarga. kelompok khusus dan masyarakat 1) Mengenali masalah kesehatan/keperawatan pada keluarga.ITEM PENILAIAN 1) Menyusun pada 2) instrument dan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN mengidebtifikasi perilaku kes keluarga sumberkhusus kelompok sumber dan tertentu. . Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga. kelompok masyarakat 2) Merumuskan masalah. dan masyarakat Mengkaji kelompok masyarakat 2.

a. kelompok. dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. kelompok khusus. Menentukan sesuai dengan intervensi sumberstrategi indicator 1 sumber kekuatan yang ada pada keluarga. . Menentukan intervensi d. Menentukan tujuan b. Menentukan keberhasilan c. kelompok. kelompok masyarakat etik dan legal khusus dan dengan pertimbangan aspek budaya.resiko LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN ITEM PENILAIAN 3. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan keluarga.

dan masyarakat . Menilai kelompok masyarakat b. Implementasi Melakukan implementasi dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan keluarga.4. kelompok. intervensi merubah keperawatan perkembangan khusus. dan perilaku keluarga. Evaluasi Melakukan evaluasi a. kelompok. LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN sesuai kebutuhan keluarga. kelompok. kelompok khusus. kelompok khusus dan masyarakat (patient safety) ITEM PENILAIAN 5. Memodifikasi.

7. dan tertier Mahasiswa memilih tindakan sesuai dengan SOP. 3. dan kewenangannya Mahasiswa dapat bertindak untuk membela kepentingan (hak –hak) pasien Mahasiswa mengidentifikasi masalah klien yang terkait dengan budaya serta penyelesaiannya Mahasiswa melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SOP Mahasiswa mampu melakukan minimal satu jenis terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan klien . Proses Keperawatan Indikator Mahasiswa menyelesaikan masalah klien (individu. dan dokumentasi Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan klien untuk melakukan pencegahan primer. tahap bimbingan. perencanaan. masyarakat) dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. implementasi. tanggung jawab. 6. Pendidikan Kesehatan Legal – Etik Fungsi Advokasi Lintas Budaya Keterampilan Teknis Melakukan terapi modalitas atau komplementer keperawatan. sekunder. diagnose 2. 4.Proses Bimbingan diawali dengan : 1 : Bimbingan penuh dan supervise ketat 2 : Supervise ketat 3 : Bimbingan minimal 4 : Mandiri PROSES KEGIATAN DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kegiatan dalam tahap profesi dilaksanakan dalam program internsif meliputi tahap obsevasi.dan tahap mandiri berfokus pada : No Penilaian Kompetensi 1. evaluasi. 5. keluarga.

Disamping itu preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stress yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya serta untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. pada KBK program profesi ners ini para peserta didik menerapkan ilmu pengetahuan teori. Oleh karena itu. tentu saja mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks.7 PEDOMAN IMPLEMENTASI KBK PROFESI PENDIDIKAN NERS Pengantar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada program profesi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KBK pada program akademik. pelaksanaan. Sebaliknya. Penerapan KBK profesi menjadi berkesinambungan dengan KBK akademik. sampai dengan mengevaluasi dan membuat keputusan . penerapan KBK profesi merupakan proses memantapkan semua kompetensi yang telah dimiliki pada pogram akademik dan memverifikasinya dengan memberikan kewenangan untuk melaksanakan kompetensi tersebut. Yang terakhir. konsep dan keterampilan teknis yang telah dikuasai pada program akademik pada klien langsung melalui program internship dimana peserta didik dicangkokkan pada seorang perawat senior yang berfungsi sebagai PRESEPTOR/ MENTOR. Beban studi pada program profesi ini adalah 36 sks (dari yang sebelumnya hanya 25 sks (kurikulum 1998)) Dalam menerapkan KBK profesi.seluruh komponen profesi (staf akademik dan staf dari wahana praktik) harus terlibat secara aktif dan melakukan berbagai kegiatan mulai dari tahap persiapan. Keberadaan preseptor /mentor sangat diperlukan oleh peserta didik terutama dalam menjamin keterlaksanaan layanan pasien yang berkualitas serta menjamin keberadaan peserta didik bukan merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Program profesi dengan KBK 2010 ini berbeda dengan pelaksanaan program profesi pada kurikulum konvensional (1998) saat tahap profesi peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai prosedur keperawatan dan belajar memberikan asuhan.

persyaratan pelaksanaan praktik. berbahasa Inggris dengan lancer.mata kuliah yang harus dilaksanakan pada program profesi. Tujuannya agar terdapat pemahaman yang sama dari seluruh pengelola dan pelaksana program profesi tentang bagaimana model bimbingan harus diberikan agar tujuan pelaksanaan kompetensi yang disertai dengan kewenangan dari peserta didik dapat dicapai.kompetensi yang harus dicapai selama program profesi. maka bahasan tentang model bimbingan diberikan secara rinci. − Kompetensi global meliputi kemampuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS. Beban studi yang dirancang secara nasional adalah 60% dari 36 sks= 22 1ayat − sks untuk kompetensi utama dan 20% untuk kompetensi global serta 20% untuk kompetensi pendukung (penciri institusi). maka dilakukan uji jompetensi (exit exam) sebelum peserta didik dip roses dalam yudisium kelulusan sebagai ners. Dengan penetapan keputusan tersebut peserta didik dinyatakan layak atau tidak layak mengemban peran dan fungsi dengan sebutan profesi ners. Beban studi : 36 sks (PP no 14 / 2010 tentang pendidikan kedinasan. A. FASE PERSIAPAN Tahap ini merupakan priode dimana pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan program profesi harus tumbuh sebelum tahap implementasi program profesi dijalankan. Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan kegiatan program profesi. implementasi dan proses bimbingan yang sesuai dalam KBK profesi sampai pada kgiatan mengevaluasi kompetensi. penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi.1 Ketentuan pelaksanaan praktik − − Fokus implementasi pada pencapaian kompetensi peserta didik.tentang kompetensi dan kewenangan yang dijlankan peserta didik. Selain itu. trauma. Disamping itu. profil yang harus dimiliki oleh lulusan program profesi.asuhan keperawatan pada kondisi emergensidan darurat masal. kemampuan menggunakan teknologi informasi terkini.Flu Burung (H1N5). mulai dari tahap persiapan. setelah dinyatakan selesai dan menemui syarat sebagai ners. serta . A. flu baby (H1N1). Selanjutnya. karena pendekatan proses bimbingan masih merupakan metoda atau model yang baru dalam pendidikan keperawatan. Tahap persiapan terdiri dari ketentuan pelaksanaan praktik.pasal 1&2 tentang pendidikan profesi serta pasal 5 ayat 2&3). wahana praktik dan pencapaian kompetensi.

iii. xii. Ketrampilan tambahan lain yang diujikan berdasarkan kebutuhan RS atau jika akan menempatkan semester 8 program akademik). − − ruangan setempat yang spesifik. Prosedur pemasangan infus dan enteral. ix. iv. vi. suksion. ANAK. Resusitasi Jantung Paru (basic life support = BLS). Prosedur pencegahan infeksi nosokomial. vii. . KOMUNITAS. ii. Pemberian oksigen. v. Demikian juga kompetensi penciri institusi seandainya dapat terakomodasi kedalam MK yang sudah ada. GAWAT DARURAT/ EMERGENSI dengan menambahkan beban studi. Prosedur pemasangan kateter urin. Prosedur pemasangan selang naso gastrik (NGT). Pendokumentasian dan pelaporan. x. Pemberian transfusi darah dan produksi. Perawatan luka. sedangkan jika akan menempatkan peserta didik di RS jiwa. Materi ini dapat dimasukan pada MK tertentu seperti KBM. Sebagai contoh : peserta didik di RS bersalin. diadakan oleh institusi pendidikan berkerjasama dengan RS terkait. xi. viii. Prosedur pencegahan cedera. Pemeriksaan fisik. maka kompetensi pemasangan kateter urin untuk memicu kontraksi uterus dan pemeriksaan Leopold harus lulus dan dimiliki oleh peserta didik. Prosedur pemberian obat secara 12 benar. fisioterapi dada dan postural drainage. maka beberapa kompetensi seperti berkomunikasi terapeutik dan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) harus dimiliki terlebih dahulu sebelum masuk wahana praktik tersebut. − − − Terbagi menjadi 2 semester (ditambah 1 semester yang terintegrasipada Penerapan KBK profesi disesuaikan dengan upaya pencapaian visi dan Mahasiswa yang akan masuk klinik telah lulus uji masuk klinik yang Minimal ketrampilan klinik yang harus lulus adalah : i. nebulisasi.memiliki kemampuan enterpreuner. misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut.

. Manager (pengelola asuhan) e. Educator (pendidik kesehatan kepada sistem klien) d. serta presentasi kasus.Setiap mahasiswa memiliki “nursing kit” . Community Leader (pemimpin komunitas dimanapun beraktifitas) c. Mengelola administrasi keperawatan. A. d.Setiap ruangan tempat mahasiswa praktik tersedia pembimbing klinik atau prawat senior untuk menjadi PRESEPTOR / MENTOR. . Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan. Melakukan berkomunikasi efektif. . . Researcher (peneliti pemula) f.Tersedia buku log untuk mahasiswa. . . A.Tersedia pedoman praktik di setiap stase. semua penugasan yang sifatnya tertulis diminimalisasi sehingga penugasan tertulis hanya ditujukan untuk kepentingan langsung kegiatan klien seperti pendokumentasian dan laporan. − Selama periode program profesi. c.Pembimbing klinik yang berfungsi sebagai preseptor / mentor sudah memiliki sertifikat pelatihan Clinikal Instruktur (CI) dan preseptor. 4 Kompetensi yang harus dicapai selama program profesi a. Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan. dan B pendidikan dan sedangkan kompetensi pendukung dan lainnya dapat dilaksanakan di RS tipe C atau tatanan layanan kesehatan lain yang sesuai.Tersedia buku prosedur tindakan keperawatan. Profil lain yang mendukung visi / penciri institusi. e. . Care Provider (pemberi asuhan keperawatan) b.Wahana praktik memiliki kasus yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi.Tersedia uraian tugas dan kewenangan Preseptor / Mentor. A. 2 Persyaratan pelaksanaan praktik . 3 Profil yang harus dimiliki lulusan program profesi a.− Kompetensi utama dapat dicapai di RS tipe A. B. . b. Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim.

Mampu me mberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber –sumber etnik. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 13. Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 3. Mampu berkolaborasi dalam berbagai aspek untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. g. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 9. k. Mampu memberikn asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik.f. Mampu menerapkan pengetahuan. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan menejemen resiko . Sub-kompetensi / unit kompetensi 1. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik *) 5. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 8. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan di komunitas dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. i. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik 10. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. h. Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan 2. Mampu menjalin hubungan interpersonal. Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten *) 6. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP*) 11. j. Mampu membuat keputusan etik 4. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula.

A. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 24. FOKUS MATERI PEMBELAJARANPRAKTIK Penggunaan Diri Secara Efektif dalam Komunikasi Terapeutik Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik . diperoleh secara bertahap sesuai dengan program mentoring dan preseptoring. Mampu merancang. 21.14. Mampu berkonstribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Mampu berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan keperawatan *) 16. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 20. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. 1. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman 19. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 17. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif) Keterangan : *) menerapkan kewenangan melakukan. 25. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam member asuhan 2. 22. melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 23. 5 Kegiatan focus mata kuliah yang diberikan untuk mencapai unit kompetensi UNIT KOMPETENSI 1. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 15. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik *) 18.

pertanggung jawaban. etika profesi Penerapan Kode etik keperawatan Profesionalisme keperawatan Hukum kesehatan Pengambilan keputusan etik terkait pasien Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : Malpraktik. kerangkah etik danlegal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 1. Fungsi advokasi Mempertimbangkan latar belakang pasien dan menyesuaikan dalam asuhan yang diberikan. Menggunakan pendekatan agama. ii. etika layanan keperawatan. dan spiritual dalam praktik keperawatan Menghargai keinginan pasien dalam terapi alternatif atau pelengkap (complementary nursing) . *) v. 4. Budaya dan Keyakinan Komunikasi Profesional dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan Berkomunikasi dalam bahasa inggris secara tulisan dan verbal formal (presentasi) 2. 6. Penerapan etika RS. 2. iii. 8. Teknik Komunikasi Terapeutik Penggunaan Komunikasi Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan Komunikasi Sosial. dll 3. neglected. 6. Menerapkan transcultural nursing iv. 7. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. 3. Mampu membuat keputusan etik 7. 5. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). kepercayaan.3. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. 4. Menerapkan holistic care pada klien i. Mampu menerapkan pengetahuan. 5. 4.

6. Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC-NOC atau lainnya) 7. 4. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 2. Menerapkan komunikasi Terapeutik 12. 4. Mempertahankan Patient Safety 13. 5. Holism. 3. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 1. 5. 7. 6. Menerapkan konsep Caring. 2. Mempertimbangkan keperawatan lintas budaya Mempertahankan Spiritualitas / Religiositas Menerapkan ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas Menggunakan Teknologi Informasi dsalam keperawata Mempertahankan kualitas Melakukan pendidikan kesehatan Mempertahankan Hak dan Kewajiban Pasien handal 10. Melakukan Posedur Keperawatan dengan 11. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten *) 1. dan 3. 1. Penerapan Keperawatan Maternitas dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan Medikal Bedah Penerapan Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan pada lansia Penerapan Keperawatan Kritis dan Gawat . 9. 8. Mempertahankan Infection Control. sMenggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan. Menerspkan proses keperawatan Humanism 2.5.

7. Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesehatan Kerja. restorative. rehabilitatif. 9.Darurat 6. UKS) 14. 8. 2. Mengelola asuhan menggunakan pendekatan holistic. Penerapan Keperawatan Komunitas 13. Menerapkan terapi modalitas keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer. 16. 8. preventif. Penerapan Keperawatan Home Care 12. consolation of the dying. 1. Aspek klien dengan Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler Askep klien dengan Gawat Darurat pada Shock dan Trauma Multisistem Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana Penerapan Keperawatan Kesehatan Jiwa 10. Menggunakan hak moral dalam pengambilan keputusan Menerapkan pendekatan etik dalam pengambilan keputusan Mempertimbangkan hak pasien dan keluarga dalam pelayanan kesehatan . promotif. kuratif. Mengelola mutu dan resiko asuhan keperawatan 15. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 3. Penerapan Keperawatan Keluarga 11.

9.

Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas praktik

Self management of learning 1. Terlibat aktif dalam diskusi kasus klien 2. Aktif dalam kegiatan ilmiah Membaca artikel ilmiah keperawatan Mengikuti kursus, pelatihan tentang asuhan keperawatan. 4.

berkesinambungan dalam 3.

10. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP *) 11. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)

Menerapkan keterampilan-keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus) sesuai dengan tingkat usia di setiap tatanan pelayanan kesehatan. 1. Membahas secara ilmiah tentang kondisi klien dengan profesi lain. 2. Memberikan asupan dan saran kepada profesi lain terkait kondisi pasien. 1. Menerapkan terapi komplementer seperti massage, terapi sentuhan, pernapasan efektif, herbal.
2. Menerapkan terapi keperawatan holistic seperti

13. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *)

yoga pranayama, meditasi 1. Mengkaji situasi pelayanan / asuhan keperawatan. 2. Mengikuti alur penanganan pasien 3. Mengorganisasikan kegiatan layanan 4. Menerapkan pengelolaan kasus 5. Mengendalikan kualitas asuhan keperawatan 1. Mempertahankan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2. Melaksanakan kegiatan berdasarkan SOP 3. Menerapkan prinsip bekerja dengan benar dalam asuhan keperawatan 4. Memberikan tindakan keperawatan yang

diperlukan dalam mempertahankan K3 15. Mampu berkolaborasikan pelayanan keperawatan *) 1. Membahas tentang terapi klien dengan tim medik. 2. Mempertahankan kepentingan klien jika terdapat dilemma tentang terapi 3. Membahas tentang diet dan nilai2 lab yang relevan. 4. Mempertimbangkan kebutuhan gizi untuk 16. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 4. 3. 2.
1.

anak, klien dewasa, ibu hamil, dan masyarakat. Menerapkan dinamika kelompok (team building) Memberikan pengarahan pada bawahan atau anggota tim. Menggunakn gaya kepemimpinan yang sesuai untuk klien, keluarga, sejawat, dan masyarakat. Menggunakan pendekatan sistematis dalam mengelola konflik, memperkenalkan

17. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman

perubahan. 1. Berkomunikasi Profesional dan kaitanya dngan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 2. Berkomunikasi dalam konteks social dan keaneka ragaman Budaya serta Keyakinan 3. Mempertahankan K3 4. Berkolaborasi dengan sejawat, senior,atau profesi lain 1. Menerapkan pola komunikasi efektif untuk kepentingan keouasan pelanggan, dalam berkolaborasi dan kerja tim. 2. Membina hubungan kerja secara baik dengan pihak lain yang terkait.

18. Mampu menggunakan keterampilan interpersional yang efektif alam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif

19. Mampu merancang, melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mengidentifikasi fenomena klien dan lingkungan Menyusun rumsan masalah dan tujuan penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Malakukan pengumpulan data Menganilisis data Mendesiminasi dan publikasi hasil penelitian. Menyelesaikan masalah klien secara efektif dan efisien serta sistematis Menindak lanjut hasil dari penyelesaian masalah klien

20. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis, dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 22. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 23. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan 24. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif)

1. 2.

1.

Menggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan

2.

Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC atau lainnya)

1.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah keperawatan

2. Terlibat dalam diskusi tentang layanan

kesehatan dan keperawatan

1. 2.

Melakukan proses pembelajaran sepanjang hayat Mewujudkan perubahan yang positif untuk kepentingan klien, layanan, dan profesi

6 Penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. - Melakukan berkomunikasi efektif - Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan - Mengelola administrasi keperawatan - Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim - Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan - Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan dikomunitas - Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan - Mampu menjalin hubungan interpersonal - Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula Dilakukan untuk kegiatan : (24 sks-kurikulum inti) - Keperawatan Medikal Bedah (5 sks) - Keperawatan anak (2 sks) - Keperawatan jiwa (2 sks) - Keperawatan Maternitas (3 sks) - Keperawatan Kedarurat-gawatan (2 sks) - Keperawatan Komunitas / kelg (4 sks) - Keperawatan Gerontik (2 sks) - Penerapan manajemen kepr (2 sks) Beban studi yang dimuat dalam kurikulum ini adalah 60% (inti), sedangkan sisanya 20% materi isu global (dapat dimasukkan dalam beban studi MK KMB, Anak, atau lainnya) serta 20% penciri institusi dapat dimasukan kedalam MK yang ada atau membuat MK baru yang sesuai).

Pengembangan model pendekatan pada pasien yang . Kegiatan Tridarma dalam pendidikan dilaksanakan melalui pelibatan aktif kedua pihak dalam proses belajar peserta didik baik pemberian asuhan. C Sesuai kebutuhan Semua wahana praktik yang digunakan harus dilandasi oleh kesepakatan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan. Pada pelaksanaan Tridarma kedua penelitian. Kemudian disusun dalam bentuk proposal penelitian atau proyek dengan melibatkan pihak pelayanan. B.Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat A. Pelaksanaan Tridarma ketiga yaitu pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan oleh pihak pendidikan bersama pelayanan dengan mengembangkan program-program pelatihan untuk para perawat. pihak pendidikan dan peserta didik mengidentifikasi fenomena pasien atau klinik yang terjadi dan harus segera dicari solusinya. B pendidikan dan wahana di komunitas RS tipe A. pengumpulan data dilakukan untuk dianalisis oleh kedua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini. meliputi kegiatan Tridarma. kegiatan ilmiah seperti diskusi kasus. tetapi juga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan layanan yang berkualitas sebagai hasil kontribusi dari peserta didik. presentasi kasus. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan proses belajar peserta didik di wahana praktik. B. dan keluarga pasien atau pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga. B pendidikan. dan para preseptor / mentor. 7 Wahana praktik dan pencapaian kompetensi Kompetensi Utama Pendukung / isu global Lain2 (penciri institusi) Wahana praktik RS tipe A. Selain itu.. pembimbing akademik. seminar kecil tentang pasien atau ilmu dan teknologi kesehatan / keperawatan terkini. Setelah itu.

kemudian diterapkan secara terrencana dan sistematis dapat menjadi sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang bermakna dari pihak pendidikan kepada pihak pelayanan. proses pembimbingan berlangsung lama sedangkan pada preceptoring berdurasi pendek dan pembimbingan diberikan secara intens. 1 Komposisi stase : I U K 1. pada program mentoring. 2. namun pada pelaksananaanya. Perbedaannya adalah. semester pertama program profesi dapat diintegrasikan kedalam semester VIII program pendidikan sarjana keperawatan. 3 II U K 1.2. Sedangkan stase IX sd XI merupakan tambahan stase untuk mengakomodasi kompetensi pendukung dan lain2 apabila tidak dapat diintegrasikan kedalam 8 stase. B. 4. . B. FASE PELAKSANAAN B. 5 8 III IV V VI VII VIII IX X XI __________________ ___________________ _____________ dst dst Semester 1 Semester 2 Semester 3 Matrix diatas merupakan contoh blok praktik. Stase I sd VIII merupakan kegiatan praktik mentoring / preseptoring untuk kurikulum inti program studi pendidikan profesi ners.2 Model bimbingan B. Pelaksanaan stase lengkap diselesaikan dalam 3 semester.1 Preceptoring / mentoring Istilah preceptoring dan mentoring sering digunakan untuk maksud yang hampir sama (interchangeably).

Yang terakhir. semua peserta didik yang akan berperan sebagai preseptee adalah individu yang baru akan memasuki dunia nyata dan memerlukan bimbingan namun telah memiliki seluruh kompetensi yang diperlukan Kebutuahan akan preseptor terjadi karena upaya untuk mempertahankan layanan pasien yang berkualitas dan keberadaan peserta didik tidak merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. Tujuan ini dapat dicapai dengan membekali peserta didik suatu program “ ANTARA “ yang terstruktur dan mendukung sebagai jembatan menuju upaya menghasilkan praktisi yang handal dan kompeten terutama untuk mampu bekerja dalam situasi layanan yang bertingkat tinggi. sehingga dapat berfungsi sebagai praktisi yang akuntabel. preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stres yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya. Pada program pendidikan ners ini lebih sesuai dengan menggunakan istilah preseptor karena durasi hanya kurang lebih satu tahun dan berlangsung secara intensif. Disamping itu. .Model bimbingan ini merupakan sistem dan proses melimpahkan kewenangan secara bertahap dari para preseptor / mentor. Oleh karena itu. Peserta didik memiliki akontabilitas sendiri karena preseptor tidak memiliki akuntabilitas untuk mewakili peserta didik. Proses belajar merupakan proses dua arah. Sebaliknya. Tujuannya adalah agar peserta didik menjadi dewasa dan matang dalam profesionalisme keperawatan sehingga ketika lulus mampu menjadi profesional sejati. B. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat.2. keberadaan preseptor juga untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik.2 Presetee (peserta didik) Peserta didik harus merupakan seseorang yang telah dibekali dengan kompetensi yang diperlukan dan mahir untuk menjalankannya. tentu saja untuk mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks.

3 Definisi tentang preseptor : Preseptor / mentor dapat merupakan seorang dosen yang ditempatkan di tatanan klinik atau perawat senior yang bekerja ditatanan layanan dan ditetapkan sebagai preseptor. konsep. serta bersikap dan bertindak sebagai “ model peran “ untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu pemula dalam periode tertentu dengan tujuan tertentu mensosialisasikan pemula kedalam peran baru sebagai profesional” B. Ia harus seorang ahli atau berpengalaman dalam memberiakan pelatihan dan pengalaman praktik kepada peserta didik. biasanya seorang perawat praktisi yang bekerja dan berpengalaman di suatu area keperawatan tertentu. Oleh karena itu. teori. menginspirasi.Pada program preseptoring / mentoring. dan ketrampilan kedalam tatanan nyata dengan subyek klien nyata / riil bukan pasien simulasi. kemampuan profesionalnya diatas rata-rata. B. 2. 4. sikap. pasal 31 ayat 3 dan pasal 36 ayat 1). keberadaan seseorang yang bertindak sebagai pembimbing dan preseptor bukan hanya memberikan bimbingan tetapi juga melimpahkan sebagaian kewenangan yang dimilikinya dalam memberikan asuhan klien kepada peserta didik. sebaliknya pada pendidikan ini difokuskan pada penerapan pengetahuan. 3. 5. Telah berpengalaman minimal 2 tahun berturut-turut ditempatnya bekerja dimana ybs ditunjuk sebagai preseptor / mentor sehingga dapat membimbing peserta didik dengan baik. Memiliki sertifikat kompetensi sesuai keahlian dibidangnya (PP no.19/2005 tentang standar nasional pendidikan. pasal 36 ayat 1).2.4 Kriteria preseptor / mentor 1.2. yang mampu mengajarkan. Telah mengikuti pelatihan pendidik klinik yang memahami tentang kebutuhan . minimal merupakan seorang ners tercatat (STR) / memiliki lisensi (SIP/SIK) yang berpengalaman klinik minimal 5 tahun. perilaku. Merupakan model peran ners yang baik dan layak dicontoh karena sikap. memberikan konseling. 19/2005. proses mempelajari suatu kompetensi sudah diminimalisasi. Preseptor atau mentor pada pendidikan ners ini seharusnya berpendidikan lebih tinggi dari peserta didik (PP no.

2. Memperlihatkan komitmen tinggi untuk membimbing peserta didik selama proses belajar klinik berlangsung.6. Memberikan umpan balik secara terus menerus dan periodik pada peserta didik terkait kemajuan atau kelemahan peserta didik selama belajar diklinik. Berkeinginan memberikan waktu yang cukup untuk peserta didik. Kompeten dan percaya diri dalam peran sebagai preseptor / mentor. Peserta didik akan dukungan. Cukup mengenali dan terbiasa dengan teori dan praktik terkini. memvalidasi.2. Berperan sebagai narasumber dalam memberikan dukungan personal dan profesional kepada peserta didik. Membantu menyelesaikan masalah yang bersifat transisi peran dari peserta didik menjadi ners kompeten yang dihadapi oleh peserta didik. . Tanggap terhadap kebutuhan dan ketidak-berpengalaman peserta didik. Pendengar yang baik dan mampu menyelesaikan masalah. membantu membuat keputusan dan menumbuhkan akuntabilitas peserta didik selama proses belajar. Model peran profesional. upaya pencapaian tujuan. • • • • • • Bersama peserta didik memformulasikan tujuan belajar untuk menjembatani masalah transisional tersebut diatas.6 Tugas pokok preseptor / mentor melalui silabus / Course Study Guide / modul praktik dari institusi pendidikan. Membantu peserta didik dalam mengkaji. B.5 Kemampuan preseptor / mentor • • • • • • • • • • • Berkomunikasi secara baik dan benar. perencanaan kegiatan dan cara mengevaluasinya. Cukup berpengalaman dan kompeten untuk membantu peserta didik menerapkan pengetahuan teoritis kedalam praktik. Memfasilitasi sosialisasi profesional peserta didik kedalam peran profesi ners peserta didik. serta mencatat pencampaian kompetensi klinik peserta didik. Menyelesaikan masalah. Preseptor / mentor mengidentifikasi kebutuhan belajar klinik peserta didik B.

2. Persiapan sebelum melakukan program preseptor Setiap peserta didik yang ditempatkan di RS tertentu sebagai wahana praktik harus menjalani beberapa hal yang merupakan kegiatan wajib yaitu : Melakukan kegiatan orientasi RS dan ruang rawat dan menerima buku pedoman preseptorship dan program kegiatannya. Sifat layanan yang diberikan. meliputi : - Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preseptor Diskusi kasus Seminar kecil tentang kasus atau IPTEK kesehatan atau keperawatan terkini Pendelegasian kewenangan bertahap (lampiran 1) Problem Sorving for Better Health (PSBH) Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan Laporan kasus dan overan dinas - Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan pencapaian kompetensi dan lama waktu program preseptoring sudah berlangsung. 3. Aturan dan ketentuan apabila menghadapi situasi tidak diharapkan seperti klien jatuh.Melakukan pertemuan formal dengan preseptor dan manajer ruang rawat. Kebijakan yang berlaku di RS dan ruang rawat dimana peserta didik ditempatkan. .8. Memberi waktu pada peserta didik untuk mendalami ruang rawat dan kliennya pada saat orientasi. kebakaran. dll. 4. untuk : • Mendiskusikan peran preseptor dan harapan peserta didik . Pelaksanaan kegiatan program mentoring / preseptoring a. Jenis dan kriteria pasien yang dirawat.7 Metode pembelajaran peserta didik Beberapa metode pembelajaran peserta didik diinisiasi dan fasilitasi oleh preceptor / mentor di setiap stase. 2. Menjalani latihan yang diadakan oleh institusi pendidikan bekerjasama dengan RS selama 2 hari. salah memberikan obat. Kedudukan dan posisi preseptor dan peserta didik.2. B. seperti berikut : 1. 5. Pelatihan informal ini meliputi diseminasi informasi terkait berbagai hal.B.

Setiap preseptor / mentor memiliki 2 sampai dengan 3 orang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. mendokumentasikan. Preseptor / mentor harus memahami karakteristik setiap peserta didik agar ketika melimpahkan sebagian kewenangan yang dimilikinya tidak menyama – ratakan tingkat kemampuan menjalankan kompetensi dari masing – masing peserta didik. menghadiri pertemuan tim asuhan. Mendengarkan ners spesialis atau konsultan ketika memberikan ceramah atau pencerahan perawat. mengantarkan dimana peserta didik ditempatkan. c. manajer ruangan memberikan kepada setiap preseptor / mentor beberapa kasus klien dengan berbagai tingkat ketergantungan dan tingkat kebutuhan dasar yang berbeda. kualifikasi preseptor dan kemampuan belajar Menetapkan jumlah jam tatap muka untuk berdiskusi antara preseptor dan peserta didik Menetapkan kesepakatan periode dan tanggal evaluasi / review peserta didik Menyepakati kontrak belajar b. mengoperasionalkan komputer. Mengikuti preseptor dalam mengkaji klie.• • • • • Berbagi informasi tentang tujuan dan luaran proses belajar peserta didik Berdasarkan pengalaman lalu. Pelaksanaan kegiatan program preseptorship Sebelum peserta didik memulai kegiatan praktiknya. Secara teratur menghadiri pertemuan dengan perawat ruangan ketika diadakan diskusi kasus. setiap preseptor / mentor memiliki 4 sd 6 klien yang menjadi tanggung jawabnya. Memperkenalkan secara extensive pada komunitas klien yang berada di ruangan dimana peserta didik ditempatkan. walaupun ia harus memiliki asumsi bahwa setiap peserta didik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang ners dan telah lulus uji masuk klinik. Lazimnya. Pelimpahan kewenagan dilakukan bertahap melalui : Pemberian tugas prosedural. untuk menyakini bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan melaksanakan prosedur sesuai dengan tingkat kemahiran ketrampilan .

Pemberian klien secara utuh untuk diberikan asuhan oleh peserta didik dimulai dengan klien yang memiliki tingkat ketergantungan yang paling rendah (misal . maka ia tidak diperkenankan menerima pendelegasian berikutnya sampai ia dianggap sudah mampu untuk menerima kewenangan pada tingkat berikutnya. Peserta didik difasilitasi untuk melakukan presentasi.format penilaian proses belajar. dan hasil tindakan untuk kemudian dievaluasi oleh preseptor / mentor. peserta didik diminta untuk selalu melaporkan secara lisan tentang cara melakukan. d. kesalahan yang . Peserta didik mengikuti jadwal dinas dari mentor / preseptornya masing. Pelimpahan kewenangan melaporkan lisan ditumbuh kembangkan dari awal sejak peserta didikmenjalani program internship. Setiap peserta didik tidak selalu harus memiliki klien dengan jenis ketergantungan yang sama.masing sehingga setiap peserta didik mengetahui kemana harus pergi jika mau bertanya. seminar kecil diruangan masing. dan mendiskusikan hal-hal tentang kliennya.masing sesuai dengan kmpetensi dan kewenangan yang harus diperolehnya melalui klien masing2. Kewenangan melaporkan lisan kemudian secara bertahap dilanjutkan dengan melaporkan tertulis dalam bentuk menulis laporan di kartu pasien / kardex dan selalu ditanda tangani oleh preseptor / mentor berdampingan dengan tanda tangan peserta didik. meminta saran. diskusi kasus. Pelimpahan kewenangan memberikan asuhan dengan tingkat ketergantungan yang paling rendah ini dapat diberikan selama minggu kedua atau maksimal minggu ketiga. Kemudian secara bertahap diberikan klien dengan tingkatan ketergantungan lebih tinggi. melaporkan.apabila peserta didik dinilai belum mampu menerima pendelegasian kewenangan pada tingkat yang lebih sulit. Pelimpahan kewenangan prosedural dapat diberikan selama minggu pertama dan maksimal sampai minggu kedua. respon klien.yang diharapkan. Hal lain yang harus diperhatikan pada program preseptoring / mentoring. Preseptor / mentor harus memahami dan meyakini kemampuan peserta didik dalam menerima kewenangan. Setiap setelah melakukan tindakan prosedural atau asuhan. Setiap preseptor/ mentor memiliki catatan riwayat proses pembelajaran peserta didik. dan critical indence report book untuk mencatat setiap kejadian yang dianggap luar biasa baik atau jelek. mandiri).

maka tanggung jawab dan tanggung gugat tentang klien tetep berada pada mentor / preseptor. Kompetensi itu adalah berkomunikasi. maka tanggung jawab dan tanggung gugat secara internal ruangan telah dimiliki oleh peserta didik. ada beberapa kompetensi ambahan yang harus juga dipertimbangkan untuk dimiliki oleh peserta didik karena ybs akan menjadi praktisi. aman dan keselamatan.dibuat peserta didik atau kelemahan peserta didik yang mengakibatkan kecelakaan pada diri sendiri. kemampuan melakukan secara berkualitas. meningkatkan layanan. Namun. . klien. fokus penekanan penguasaan kompetensi ini adalah melalui - - pendelegasian kewenangan. atau orang lain. Disamping itu. Sebelum berpindah ruang rawat / blok / stase. kemampuan mempertahankan lingkungan bekerja yang sehat. ekualitas dan perbedaan. diskusi kasus atau seminar kecil. Preseptor melakukan penilaian kegiatan peserta didik pertengahan proses belajar dan di akhir proses belajar di suatu ruang rawat. kemampuan mengembangkan diri dan orang lain (kliaen). B. maka dilakukan penilaian / umpan balik tentang peran preseptor oleh peseta didik. Pencapaian kompetensi berkomunikasi berbahaa Inggris dilakukan dengan memfalisitasi peserta didik untuk melakukan komunikasi berbahasa Inggris baik ketika presentasi. case test/ uji kasus) Student Oral Case Analyses ( SOCA) Critical incindence report Dalam proses belajar. Selama preseptor / mentor melimpahkan sebagian kewenangan tentang asuhan klien kepada peserta didik. 3 Evaluasi kompetensi Setiap kompetensi dievaluasi melalui beberapa cara yaitu : - Log book Laporan pada preseptor / mentor Proses pelaporan pada dinas berikut Format evaluasi resmi dari pendidikan (direct observasional procedure skills test. apabila peserta didik sudah memperoleh kewenangan secara utuh dan menyeluruh terkait klien yang telah didilegasikan.

jika ternyata peserta didik tidak lulus.Evaluasi kompetensi untuk menetapkan kelulusan dari Program Studi dilakukan dalam bentuk uji kompetensi sebelum yudisium. maka seyogya yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mendapatkan remedial dan diuji kembali setelah program remedial selesai. Ketika peserta didik program profesi dinyatak lulus maka ia diberi sebutan Ners dan kemudian memiliki hak untuk mendapatkan Surat Tanda Regristasi (STR). Namun. .

Kesepakatan bersama dengan seluruh anggota dalam menyusun dan mengimplementasikan isi kurikulum KBK program pendidikan ners adalah kurikulum inti sebanyak 60%. di telaah dan ditata kembali agar institusi pendidikan berjalan dengan sehat. Hingga saat ini kurikulum tersebut telah digunakan secara luas oleh Institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dan di sempurnakan kembali tahun 2010 ini dengan sebutan Kurikulum Pendidikan Ners. keterlaksanaan. Tujuannya adalah agar ketatalaksanaan. AIPNI telah menyusun rancangan buku kurikulum berbasis kompetensi pendidikan sarjana keperawatan tahun 2006 dan telah di sempurnaan untuk digunakan pada tahun 2008. . kurikulum penciri institusi (unggulan) 20% dan kurikulum global 20%. Harapan kami dengan adanya buku Implementasi Kurikulum KBK Program Pendidikan Ners maka dapat memandu setiap institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dapat melaksanakan pembelajaran dengan baim dan benar sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi maksimal dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan keperawatan di masyarakat. dan sesuai tujuan yang diharapkan dengan senatiasa menyesuaikan perkembangan IPTEK sehingga lulusan pendidikan profesi Ners memiliki kemampuan memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. oleh karena itu bagian yang sangat vital ini perlu terus di kaji.PENUTUP 8 Kurikulum adalah jantung penyelenggara pendidikan. Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang merupakan satu – satunya wadah bagi penyelenggara pendidikan Ners di Indonesia serta merupakan representasi dari institusi pendidikan keperawatan Indonesia secara terus menerus mengupdate kurikulum yang ada. Semenjak adanya himbauan dan tuntutan dari pemerintah tentang penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disetiap satuan pendidikan maka AIPNI terus menerus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan KBK tersebut. dan dampak dari penyelenggaraan pendidikan tersebut dapat optimal.

(1984).DAFTAR PUSTAKA Morrow. Supporting nurse and midwives through lifelong learning. in Kramer. Jounal of Continuing Education in Nursing. Preceptorship in nursing staff development. New York : Springer Publishing Company. 24 (6). M. K.London : NMC Gaberson. (1993).H. M.. (2002). .(1999) Clinical Teaching Strategies in Nursing Teaching of nursing. 274-276 NMC. K. & Oermann. Preceptorship ploicy : a tool for success. B.

Waktu /mggu 1–2 2–3 dst Komponen pendelegasian kewenangan asuhan klien pada setiap stase Tindakan Ketergantungan prosedural mandiri Ketergantungan minimal Ketergantunga n sedang Ketergantun gan tinggi .Lampiran 1 TATA KELOLA PENDELEGASIAN KEWENANGAN DARI PRESEPTOR KEPADA PESERTA DIDIK Pendelegasian kewenangan dari preseptor kepada peserta didik merupakan fokus dari proses belajar sehingga kegiatan belajar diarahkan pada penumbuh kembangan peserta didik untuk menjadi ners profesional. Berikut ini dijelaskan tahapan pendelegasian kewenangan yang sifatnya sangat flexibel dan individual dimana peserta didik yang dianggap tidak dipaksakan untuk menerima pendelegasian tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful