1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi dunia berdampak secara langsung terhadap sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, sehingga tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan semakin meningkat, baik di tatanan klinik maupun di komunitas. Mutu pelayanan kesehatan yang diberikan harus terjamin aman, tidak beresiko, dan dapat memberikan kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi standar mutu internasional, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan klien berserta keluarganya. Perawat dituntut untuk tampil professional yang memberikan asuhan keperawatan serta mampu menjalin kerjasamadengan berbagai pihak agar pelayanan yang diberikan dilakukan secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan dasar, meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio dan spiritual klien. Penyelenggaraan layanan keperawatan didasarkan pada kewenangan yang diberikan karena keahlian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Kesehatan no. 36 tahun 2009. Praktik keperawatan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam berbagai penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan, registrasi, sertifikasi, akreditasi, dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum Pendidikan Ners terdiri dari kurikulum tahap akademik dan kurikulum profesi yang menyatu sebagai satu kesatuan utuhdisusun setelah mempertimbangkan bahwa Kurikulm berbasis kompetensi (KBK) pendidikan Sarjana Keperawatan (2008) yang terpisah dengan KBK profesi akan dapat menimbulkan dampak yang tidak diiginkan sebagai akibat tenaga yang dihasilkan
AIPNI Page 1

pada tingkat sarjana belum memiliki kewenangan untuk melakukan praktik keperawatan. Terwujudnya KBK pendidikan ners adalaha merupakan konsekwensi terhadap Kurikulum Inti Program Pendidikan Ners (Sarjana Keperawatan dan Ners) yang disahkan pada tahun 1998 dan diberlakukan pada tahun 1999 dan tidak sesuai dengan perkembangan global. Dampak globalisasi, keterbukaan, rasionalisasi berfikir, dan budaya kompetisi / persaingan akhir-akhir ini telah mempengaruhi dunia pendidikan. Globalisasi akhirnya berdampak juga terhadap pendidikan keperawatan. Saat ini tuntutan terhadap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/keperawatan semaikn canggih, dan selain itu persyaratan dunia kerja semakin menuntut tenaga keperawatan yang kompeten, sehingga dunia pendidikan keperawatan harus mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk mampu berkompetisi baik nasional maupun global. Untuk mengantisipasi perkembangan global tersebut telah diadakan perubahanperubahan yang bersifat inovasi, reorientasi, reformasi di dalam penyusunan kurikulum Pendidikan Ners. Penyusunan kurikulum ini merujuk kepada misi Diknas unutk menciptakan Insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, dan komprehensif serta berakhlak mulia dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), dan tuntutan dari organisasi profesi. Kurikulum yang disusn menitik beratkan kepada proses pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa (student centered learning) dan beroerientasi kepada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan, sehingga kurikulum yang disusun adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang berstandar nasional maupun internasional. Penyusunan kurikulum tahun 2010 berlandaskan kepada peraturan-peraturan terkini yang ada di pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan, dan tuntutan dari organisasi profesi yang mengharapkan lulusan berstandar internasional. Secara nasional, aturan-aturan yang tertuang pada SK Mendiknas No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar SK Mendiknas No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, dan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 20 (3)
AIPNI Page 2

bahwa Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan.atau vokasi; PP RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP RI No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan, pasal 85 (3) bahwa Pendidikan tinggi dapat menyelenggarakan program diploma pada pendidikan vokasi, sarjaan, magister dan doktor pada pendidikan akademik dan spesialis dan atau profesi pada pendidikan profesi. Semua peraturan diatas menjadi pedoman umum penyusunan kurikulum Pendidikan Ners ini. Penyusunan materi berdasarkan hasil analisis dan studi banding keberbagai institusi penyelenggara pendidikan yang ada di luar negeri, bekerja sama dengan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Disamping itu, tuntutan dari stakeholder : masyarakat, rumah sakit, puskesmas, departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya terhadap tampilan perawat professional, digunakan oleh penyusun kurikulm sebagai landasan pengembangan profil Ners di masyarakat. Berdasarkan pertimbangan di atas dilaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya perbaikan kurikulum. Kegiatan dimulai di Jakarta pada tanggal 8 - 10 Oktober 2003 dengan hasil tersusunnya standar kompetensi perawat professional (ners). Selanjutnya kegiatan di Yogyakarta pada tanggal 22 - 24 Juli 2003, menghasilkan draft tentang penyelenggara pendidikan ners yang berkualitas menghasilkan ners yang kompeten. Kegiatan ke tiga di Malang pada tanggal 11-13 Maret menghasilkan kompetensi lulusan pendidikan DIII dan Ners. Pada tanggal 23-24 April 2004 di Jakarta membahas Sisdiknas dan implikasinya terhadap pendidikan tinggi keperawatan. Pada tanggal 23-25 Agustus 2004 di Makassar di bahas konsep LRAISE kualitas pendidikan Ners. Di Bandung pada tanggal 20-23 November 2005 membahas kesiapan institusi pendidikan ners untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di era global. Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 4-6 Mei 2006 dilaksanakan lokakarya Nasional AIPNI dan PPNI di Jakarta dengan agenda susunan kurikulum pendidikan Ners. Kegiatan lokakarya KBK bekerja sama dengan Tim KBK DIKTI Depdiknas telah dilaksanakan pada 20-23 Pebruari 2007 di Jakarta, selanjutnya dilaksanakan
AIPNI Page 3

kegiatan serupa dan pelatihan-pelatihan lainnya secara teratur dan berkesinambungan selama lebih dari dua tahun agar tersusun standar pendidikan utama dengan kemampuan minimal yang harus dicapai, baik hard skills maupun soft skills oleh Ners di Indonesia. Kompetensi yang harus dimiliki lulusan terdiri atas kompetensi hard skills dan soft skills. Kompetensi hard skills terkait penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan tehnis yang berhubungan dengan bidang ilmu keperawatan, sedangkan kompetensi sof skills yang harus dimiliki oleh seorang Ners adalah : tanggung jawab dan tanggung gugat, empati, berfikir kritis, disiplin, leadership (kepemimpinan), kreatif dan inovatif, inisiatif, komunikatif, dapat bekerja dalam tim, antusias, bersikap asertif, dapat mengambil keputusan dalam asuhan keperawatan, tanggap, ikhlas, teliti, percaya diri, berperilaku etis, mampu memecahkan permasalah keperawatan, mempunyai jiwa entrepreneurship, menghargai hasil karya orang lain, altruistik, lifelong, learning, conscience, dan mampu mengambil resiko (risk taking), dibawah bimbingan preceptor/mentor. Berdasarkan latar belakang di atas dan berbagi kegiatan yang telah dilaksanakan, tersusunlah kurikulum inti Pendidikan Ners berbasis kompetensi tahun 2010 yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum di berbagai institusi penyelenggara pendidikan Ners di seluruh Indonesia, dengan tahapan dan langkah yang diharapkan dapat menjamin kualitas lulusan sehingga mampu berkompetisi secara global. B. Tujuan Kurikulum ini disusun dengan tujuan memberikan pedoman dalam penyelenggaraan program pendidikan ners dengan pendekatan kurikulum berbasis kompetisi. Tujuan lain adalah untuk mengarahkan upaya para penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang benar untuk dapat menghasilkan ners yang cerdas, kompetitif dan komprehensif.

2
AIPNI

KERANGKA KONSEP PROGRAM PENDIDIKAN NERS

Page 4

Untuk dapat melangsungkan kehidupannya. Manusia beroerientasi kepada waktu. 1. mampu berjuang untuk mencapai tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri. Bertolak dari pandangan ini keperawatan meyakini paradigmadengan empat konsep dasar yaitu manusia. lingkungan. bernalar. a. psikologis. sehat dan keperawatan. dan kultural. Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminkan tiga komponen body. AIPNI Page 5 . Falsafah Keperawatan Dalam keperawatan. manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pelayanan kesehatan dengan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang 1945. Manusia mempunyai siklus kehidupan meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan. dan spirit yang salinbg berpengaruh. belajar. dan keperawatan sebagai pelayanan professional yang akan mempengaruhi isi kurikulum dan pendekatan utama dalam proses pembelajaran. sosial. mind. kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang mencakup biopsikososio-spritual-kultural. berkomunikasi. kapasitas berfikir.Pendidikan Ners merupakan pendidikan akademik-profesional dengan proses pembelajran yang menekankan pada tumbuh kembang kemampuan mahasiswa untuk menjadi seorangn ilmuwan pemula dan tenaga professional. spiritual. mengembangkan budaya dan nilai-nilai. Landasan tumbuh kembang kemampuan ini merupakan kerangka konsep pendidikan yang meliputi falsafah keperawatan sebagai profesi. kemampuan mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan berbagai mekanisme yang dibawa sejak lahir maupun didapat pada dasarnya bersifat biologis. selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan lingkungannya dan bersepon secara positifterhadap perubahan lingkungan melalui adaptasi dan memperbesar potensi untuk meningkatkan kapasitas kemampuannya.

maturasi biologi. b. untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Masyarakat adalah sistem social dimana semua orang berusaha untuk saling membantu dan saling melindungi agar kepentingan bersama dalam hubungannya dengan lingkungan dapat mencapai tingkat pemenuhan kebutuhan dasar secara optimal. emosi (psikologis). kultural dan spiritual. sosial. Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan secara dinamis dan mempunyai kemampuan berspon terhadap lingkungan yang akan mempengaruhi derajat kesehatannya. budaya dan aspek spiritual yang dinamis. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasaal dari dalam manusia itu sendiri mencakup. Lingkungan eksternal juga diartikan juga sebagai lingkungan masyarakat yang berarti: kumpulan individu yang terbentuk karena interaksi antar manusia. sosial dan tidak hanya terbebas dari AIPNI Page 6 . keluarga. menggali serta menggunakan sumbersumber yang diperlukan sesuai dengan potensi. Lingkungan eksternal antara lain terdiri dari masyarakat.Manusia selalau mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui serangkaian peristiwa antara lain belajar. biologic. dan predisposisi terhadap penyakit serta faktor perilaku. c. Dengan demikian manusia dalam keperawatannya menjadi sasaran pelayanan keperawatan yang disebut klien mencakup individu. jenis kelamin. keterbatasannya. factor genetic. mempunya tujuan dan sistem nilai serta berada dalam suatu hubungan yang bersifat saling bergantung yang terorganisir. Sehat Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat diartikan sebagai keadaan sejahtera fisik. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia mencakup lingkungan fisik. Lingkungan Lingkungan dalam keperawatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal. kelompok dan komunitas yang selalau dapat berubah untuk mencapai keseimbangan terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi . mental.

baik secara fisik. d. keluarga. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan masyarakat sejak fertilisasi samapai akhir hayat. Keperawatan Keperawatan adalah bentuk layanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi sesuai Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. di dasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya-upaya promotif. memberikan lingkungan yang aman. berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan kesehantan dan pendidikan. mencegah sakit. kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistic serta kemampuan untuk menggerakkan energi serta sumber-sumber yang tersedia dalam mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. mendefinisikan: “keperawatan sebagai suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Kesehatan adalah keadaan sehat. Sehat ditentukan oleh kemampuan individu. 1. dan kuratif.penyakit atau kelemahan. Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan. ditujukan kepada individu. mental. meningkatkan kemampuan professional melalui penelitian dan menggunakan hasil penelitian. dan yang mengalami ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan bermartabat. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cia bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. kelompok. keluarga. Keperawatan Sebagai Profesi Pada lokakarya Nasional (1983) yang merupakan awal diterimanya profesionalisme keperawatan di Indonesia. memberi asuhan kepada orang sakit. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi pada klien. ditujukan kepada AIPNI Page 7 . kelluarga. komunitas dan tingkat masyarakat. preventif. Sehat dilihat dari berbagai tingkat yaitu tingkat individu.

mendahulukan kepentingan kesehatan klien diatas kepentingannya sendiri. families. in the performance of those activities contributing to health or its recovery or to a peaceful death that the would perform unaided if he had the strength. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia”. dilaksanakan berdsarkan ilmu dan kiat keperawatan. Pernyataan tersebut diperjelas dengan pandangan berbagai pakar keilmuan keperawatan tentang pengertian keperawatan antara lain sebagai berikut : Virginia Handerson (1960) mendefinisikan keperawatan secara fungsional sebagai berikut. menggunakan pendekatan holistik. preventing illness.individu keluarga dan masyarakat. sick or well. This unique function of the nurse is a helping art. Nursing is a la learn profession that both a science and art” Selanjutnya Henderson (1978) menyatakan bahwa : “Nursing is primarily assisting the individual (sick or well) in the performance of those activities contributing to health. groups AIPNI Page 8 . It is likewisethe unique contributing of nursing to help the individual to be independent of such assistance as soon as possible” International Council of Nurses (2007) mendefinisikan. “Nursing is humanistic science dedicated to compassionate concern for maintining and promoting health. it is also a science” Martha E Roger (1970) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut . caring for rehabilitating the sick and disable. or is recoveryao to a peacefull death that he would perform unaided if he had the necessary strength. serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan. serta kurangnya kemuauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. suatu bentuk pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic. or knowledge. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. Keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan. “Nursing encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages. will. “The unique function of the nurse is to assist the individual. keterbatasan pengetahuan. or knowledge.

maupun pelayana/asuhan yang bersifat mandiri (independen) dapat dilaksanakan sesuai dengan hakikat keperawatan sebagai profesi. dan tersier. sekunder. Keperawatan sebagai Pelayanan Profesional Sifat dan hakikat pelayanan/asuhan keperawatan bertujuan untuk tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal. Para professional terikat dengan pekerjaan seumur hidup yang merupakan penghasilan sumber utama. keperawatan memiliki sifat unik dan berbeda dengan profesi kesehatan lainnya. berbagai sifat pelayana/asuhan keperawatan baik yang bersifat saling bergantung antara pelayanan/asuhan professional (interpenden). Berbagai jenjang pelayanan/asuhan keperawatan harus dikembangkan. Pelayanan keperawatan kepada klien dilaksanakan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan baik di klinik maupun di komunitas. promotion of safe environment. prevention of illness. Inti dari perbedaan ini adalah keyakinan bahwa profesi keperawatan melibatkan aspek kemanusiaan mendalam dan hakiki. keperawatan mempunyai karakteristik sebagai berikut (Schein E H 1972) : a. and the care of ill. Demikian pula. sebagai profesi. Dengan demikian. Advocacy. and education are also key nursing roles” Tingkat pemahaman tentang keperawatan sebagai profesi akan tercermin antara lain pada langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan dan pembinaan pelayanan/asuhan keperawatan kepada masyarakat. Sebagai pelayanan professional. sick or well and in all setting. 2. Nursing includes the promotion of health. disable and drying people. mencakup pelayanan/asuhan keperawatan primer.and communities. AIPNI Page 9 . Rujukan keperawatan dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketenagaan dan fasilitas kesehatan/keperawatan yang ada baik rujukan keperawatan yang bersifat inter institusi pelayanan kesehatan. research. participation in shaping health policy and in patient and health sistem management.

Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. Pelayanan yang diberikan kepada klien didasarkan pada kebutuhan objektif klien. f. serta menguasai IPTEK agat AIPNI Page 10 . j. Berorientasi kepada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien. Mempunyai motivasi kuata atau penggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya. Memiliki kelompok ilmu pengetahuan yang mantap dan kokoh serta ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan dan latihan yang lama. i. jalur karier dalam profesi dan batasan kewenangan profesi.b. c. Lebih mengetahui apa yang baik untuk klien dari pada klien sendiri. g. mempunyai otonom dalam mempertimbangkan tindakannya. e. Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahlian dan pengetahuan mereka dianggap khusus. Membentuk perkumpulan profesi yang menetapkan criteria penerimaan. dan individual melalui berbagai peran sebagai anggota profesi dan mengacu pada berbagai dan teori tentang manusia dan kemanusiaan serta kemandirian dalam mempertahankan etika dan standar profesi. unik. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. sikap dan perilaku professional. Berdasarkan hal diatas maka layanan yang diberikan oleh profesi keperawatan bersifat menyeluruh. 3. standar pendidikan. Konsep yang menjadi landasan dan akan mempengaruhi isi kurikulum Program pendidikan ners dikembangkan berlandaskan pada kegiatan dan proses pendidikan berbasis kompetensi dengan harapan menghasilkan ners yang memiliki pengetahuan. h. perizinan atau ujian masuk formal. Disamping itu juga berlandaskan pada aspek etik dan legal profesi. dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya. d.

Konsep yang menjadi landasan dan mempengaruhi isi dari kurikulum adalah: a. serta symbol. teknologi. Konsep etika keperawatan meliputi praktik keperawatan yang berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif mengenai tanggung jawab dan kewajiban ners terhadap klien. anatara yang baik dari yang buruk. pola dan arti dalam pengasuhan yang berhubungan dengan ekspresi terhadap pelayanan kesehatan kepada klien antara ners sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan. Cultural care diversity mengacu pada keberagamandan/atau perbedaan dalam gaya hidup. Dengan demikian. agama / kepercayaan. seorang ners haruslah memperhatikan aspek keberagamaan budaya. Paradigma Keperawatan Paradigma keperawatan sebagai keyakinan dan cara pandang berbagai konsep penting yang mendasari keperawatan. b. Budaya. hubungan yang AIPNI Page 11 . Hal ini menjadi dasar pemikiran bahwa setiap klien itu adalah individu yang unik. Keberagaman Budaya Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Etika Keperawatan Etika adalah suatu prinsip dan metode yang sistematik untuk membedakan antara yang benar dari yang salah. Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bagaimana selayaknya setiap lulusan pendidikan ners memahami paradigma sebagai pedoman dan pendekatan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pihak yang membutuhkan.dapat memenuhi kebutuhan pasien dan menjamin pelayanan aman serta akuntabel. c. kepercayaan yang dianut. Peran utama tim kesehatan adalah memfasilitasi untuk memberdayakan potensi internal klien. dan perbedaan ekonomi menjadi dasar untuk penetapan keputusan terkait dengan masalah etik. Hubungan Ners – Klien Hubungan ners-klien adalah suatu hubungan interpersonal yang professional dan terpeutik dengan tujuan memnuhi kebutuhan klien. d. Hubungan professional ners dank lien didsarkan pada pemahaman bahwa klien adalah orang yang paling tepat untuk membuat keputusan.

melaksanakan tindakan keperawatan. merencanakan tindakan keperawatan. Proses keperawatan merupakan salah satu metode pendekatan dalam penyelesaian masalah secara ilmiah. e. menetapkan diagnosa keperawatan. Caring (Pengasuhan) Caring adalah proses interpersonal yang menunjukkan pola atau bentuk yang berhubungan dengan oranng lain dalam memfasilitasi perkembangn seseorang. melalui proses pembelajaran menghadapi klien dengan sikap dan perilaku caring. Diharapkan. tingkat spiritual dan keyakinan terhadap aspek yang lebih tinggi dan yang diyakini telah menghidupinya. dan (d) Berorientasi ke masa depan. Menyelesaikan Masalah secara Ilmiah Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah (scientific problem solving) pada peserta didik ditumbuhkan dan dibina sejak dini melalui rangkaian berbagai bentuk pengalaman pembelajaran secara terintegrasi. 4. psikologis. Hal ini merupakan landasan utama untuk menumbuhkan dan membina kemampuan memahmi dan menerapkan proses keperawatan yang merupakan metode utama yang digunakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Sudut pandang peserta didik dilatih dan ditumbuhkan untuk menjadi lebih luas dalam memahami klien bukan hanya sekedar individu unik namun juga individu yang memiliki variasi individualitas secara fisik. Tema konseptual caring ini mengandung tingkat pemahaman peserta didik selam proses pendidikan terhadap keberadaan klien yang sedang mengalami satu atau beberapa masalahkesehatan. Pendekatan Utama dalam Proses Pembelajaran Untuk mencapai tujuan kurikuler. diperlukan beberapa pendekatan utama dalam proses pembelajaran yaitu : (a) Menyelesaikan masalah secara ilmiah (b) Pembelajaran berfokus pada peserta didik (c) Berorientasi pada kebutuhan masyarakat. yang mulai dari pengkajian. budaya. maka lulusan nantinya dapat memberikan pelayanan yanglwbih manusiawi dengan selalu memperhitungkan harga diri dan martabat klien.terjadi haruslah menguntungkan klien dan tidak memiliki efek yang negatif bagi klien. a. AIPNI Page 12 .

Melalui pengalaman belajar di tatanan dan pengalaman belajar lapangan di komunitas. penalaran ilmiah. d. peserta didik mendapat kesempatan untuk berlatih bekerja di masyarakat. trend dan isu kesehatan. Kemandirian dalam belajar dan kemampuan memutuskan kondisi belajar yang optimal senantias harus di fasilitasi dan ditingkatkan. Secara terintegrasi ditumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis. Berbagai bentuk pengalaman belajar dirangkai dan dilaksanakan secara terarah sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan belajar secara terus menerus sesuai asas belajar sepanjang hayat dan hakikat profesi keperawatan. sehingga mereka tidak tertinggal oleh perkembangan global. dan ditingkatkan secara bertahap sampai akhir pendidikan. berpikir alternative dan kemampuan pengambilan keputusan secara benar. serta memanfaatkan berbagai sumber dan kemampuan yang ada di masyarakat. b. Belajar Aktif dan Mandiri Kemauan dan kemampuan belajar aktif dan mandiri dibina sejak dini pada awal pendidikan guna meningkatkan kemampuan dalam mengarahkan belajar sendiri. dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Pengalaman Belajar di Masyarakat Pengalaman belajar di masyarakat merupakan masa adaptasi professional. Berorientasi ke Masa Depan Program pendidikan ners selalu mengorientasikan peserta didik pada perkembangan ke masa depan dengan mengikuti perkembangan profesi.sampai dengan evaluasi dan menetapkan tindak lanjut. mengambil keputusan klinik. ditumbuhkan dan dibina sepanjang proses pendidikannya melalu berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat. Kemampuan untuk berorientasi ke masa depan akan dapat membiasakan diri AIPNI Page 13 . Sikap dan kemauan professional seorang ners dituntut untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. melakukan sosialisasi professional. lebih peka dan mampu mengidentifikasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapi di masyarakat. perkembangan IPTEK. dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan maju. Disamping itu ia terlatih dalam menyelesaikan masalah keperawatan yang dihadapi klien. c.

maka diharapkan implementasi kurikulum berbasis kompetensi ini dapat menghasilkan lulusan ners yang kompeten dan berbudi luhur. Kurikulum ini menyatu dan hanya ditunjukkan untuk menghasilkan Ners sebagai luaran akhir dari sebuah proses pendidikan keperawatan tingkat profesional pertama. kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pada profil lulusan yang diharapkan.selanjtunya bahan kajian akan direspresentasikan AIPNI Page 14 . kompetisi yang harus dimiliki dan dilengkapi dengan bahan kajian yang terkandung dalam mencapai kompetensi tersebut.seorang peserta didik untuk siap dan terbuka menerima berbagai perubahan yang terjadi. Oleh karena itu. Berdasarkan pada berbagai konsep yang terdapat dalam falsafah dan paradigma keperawatan serta konsep tumbuh kembang manusia dan aspek kemanusiaannya. Disamping itu. pendekatan pola pembelajaran lebih memungkinkan peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri yang lebih mementingkan upaya pemenuhan kebutuhan pasien yang dilayaninya. 3 KURIKULUM INTI PROGRAM PENDIDIKAN NERS DI INDONESIA Kurikulum inti program pendidikan ners terdiri dari dua tahapan kurikulum akademik yang mengacu pada aturan pemerintahakan bergelar Sarjana Keperawatan dan tahapan kurikulun profesi yang setelah lulus akan memperoleh sebutan profesi ners.

keluarga) d. sehingga kurikulum tahap akademik pendidikan sarjana keperawatan dan tahap profesi merupakan satu kesatuan rangkaian kegiatan untuk mencapai kompetensi yang harus dimiliki oleh Kompetensi Dan Elemen Kompetensi Lulusan Progran Pendidikan AIPNI Page 15 . Care Provider (Pemberian asuhan keperawatan)* b. Tugas. Researcher (Peneliti Pemula) Keterangan : *Sarjana Keperawatan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan. Manager (Pengelola asuhan keperawatan) e. Profil lulusan pendidikan ners telah dibuat berdasarkan hasil lokakarya yang melibatkan stakeholder (masyarakat. rumah sakit. PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN NERS Profil luluan merupakan langkah dasar dalam menyusun sebuah kurikulum berbasis kompetensi. Profil lulusan Sarjana Keperawatan/Ners : a. Edocator (Pendidik kesehatan bagi klien. dan cara mengevaluasi hasil pembelajaran yang selalu diupayakan untuk mengukur kompetensi yang diharapkan.dalam bentuk mata kuliah. peran dan ruang lingkup pekerjaan menjadi pokok bahasan dalam penyusunan profil. disertai dengan metode atau model pembelajaran. Community leader (Pemimpin dalam kegiatan komunitas profesi maupun sosila) c. departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya. B. A. Ners Sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar. serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi. Termasuk organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap tampilan ners profesional yang diharapkan di masyarakat. puskesmas.

Kompetensi yang dimuat dalam buku kurikulum ini merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dan terstandarisasi diseluruh Indonesia.ners sebagai luaran dari program pendidikan ini. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Kelima elemen kompetensi ini merupakan hasil dari kegiatan belajar peserta didik dan mengacu pada konsep pembelajaran yang diterapkanoleh UNESCO (2000) untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna kelak. Kompetensi ini kemudian diuraikan kedalam elemen kompetensi sebagai berikut: 1. dan kompetensi lain. Landasan Kepribadian 2. Kompetensi yang perlu dimiliki oleh lulusan pendidikan ners terdiri dari kompetensi utama. pendukung. Kompetensi pendukung dan lainya merupakan kompetensi yang mencirikan institusi dan program studi dimana lulusan berasal. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. pendukung dan lainnya yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana Keperawatan sesuai yang tercantum pada tabel 1 : Tabel 1 Kompetensi Pengembangan Kurikulum Institusi Pendidikan Sarjana Keperawatan AIPNI Page 16 . Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Kemampuan berkarya 4. 4 KURIKULUM PENDIDIKAN tahap AKADEMIK (PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN) Pengembangan kurikulum pendidikan Sarjana keperawatan merupakan kurikulum tahap akademik yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusi dan memuat kompetensi utama.

dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi (± 20%.1 Kompetensi Utama Kompetensi utama merupakan kemampuan untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi. A. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Landasan kepribadian 2. sesuai isu global) B. Rumusan Kelompok Kompetensi A.30% Kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi.80% ditetepkan oleh kalangan perguruan tinggi.3 Kompetensi Lainnya Kemampuan yang ditambahkan agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. Sarjana keperawatan (144 – 160 SKS) dimana 60% diantaranya disediakan sebagai kurikulum inti (87 SKS). Kemampuan Berkarya 4. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan AIPNI Page 17 . Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3.2 Kompetensi Pendukung Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan (± 20%) A. Untuk mencapai kompetensi utama pendidikan tahap akademik / Sarjana Keperawatan diimplementasikan dalam komposisi pengembangan kurikulum institusi pendidikan. sehingga seluruh institusi pendidikan keperawatan mempunyai kurikulum inti yang sama. dengan memperhatikan masukan masyarakat profesi dan pengguna lulusan.KURIKULUM ELEMEN KOMPETENSI 1.40% 0% . A. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat 40% . KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Kompetensi Pendukung Lainnya INTI Kompetensi Utama 20% .

a. c. perlu ditentukan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Sarjana Keperawatan.Untuk mencapai profil lulusan Sarjana Keperawatan. Kompetensi Utama tahap akademik pendidikan Ners AIPNI Page 18 . a. b. Community (Pimpinan Komunitas) Leader a. a. b a. a. b. Kompetensi yang seharusnya dipunyai oleh lulusan Kompetensi Kompetensi Kompetensi Utama a. a. (Pemberi pendukung a. Dibawah ini diperlihatkan kaitan profil dengan kompetensi lulusan. di b. b. a. Profesional Provider pelayanan keperawatan) Care a. a. 5. Tabel 2. b. c. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan Profil 1. Manager (pengelola) a. b. b. Lainnya 2. b. C. Educator (pendidik) a. 4.Researcher (Penelitian a. 3. Pemula) b.

Kompetensi tahap akademik adalah serangkaian kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan pendidikan tahap akademik dan bergelar sarjana keperawatan. kerangka etik dan legal dalam sistem Mampu membuat keputusan etik Mampu memberikan asuhan peka baudaya dengan menghargai etnik. f. c. C. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik*) Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten*) Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien*) Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberikan asuhan kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan. e. c. skunder dan tertier. d. i. f. h. Mampu menerapkan pengetahuan. Kompetensi utama ini dijabarkan kedalam unit kompetensi. Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan a. e.2. AIPNI Page 19 b. b. Melakukan komunikasi secara efektif Melaksanakan pendididkan kesehatan Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan*) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas*) Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan*) Mampu menjalin hubungan interpersonal Mampu melakukan penelitian sebagai peneliti pemula Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. h.1. d. Kompetensi Utama Sarjana Keperawatan : a. Sebagai dasar untuk menjamin agar kualitas lulusan ners dapat berkompetisi secara global kelak maka diperlukan patokan dalam penentuan kompetisi utama yang harus dikuasai oleh sarjana keperawatan diberbagai institusi penyelenggara pendidikan di seluruh Indonesia. g. g. C. Mampu mengkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat .

s. y. q. k. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan*) Mampu mengembangkan pola piker kritis. Mampu merancang. x. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya*) Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesimambungan dalam praktik. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan. melaksanakan proses penelitian sederhana dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. l. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan*) Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan*) Mampu mengolaborasikan pelayanan keperawatan*) Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan*) Mapu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif*) t. r.j. v. AIPNI Page 20 Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan . w. p. o. u. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien*) n. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif*) m.

Komunikasi dalam Konteks Sosial dan Keanekaragaman Budaya serta Keyakinan 8. 5. Konsep Komunikasi Terapeutik. Trend dan issue Komunikasi dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan yang efektif dalam memberikan asuhan 2.Keterangan: *) belum memiliki kewenangan untuk melakukan. Hukum dan Perundang – undangan Kesehatan yang efektif dalam memberikan AIPNI Page 21 . Teknik Komunikasi Terapeutik. Pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 6. BAHAN KAJIAN SETIAP UNIT KOMPETENSI UNIT KOMPETENSI 1. 3. Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik. Kaitan antara Rumusan Kompetensi dengan Bahan Kajian Kompetensi yang akan dicapai memerlukan bahan kajian yang membahas pengetahuan dan keterampilan terkait yang yang sesuai. Komunikasi profesional dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 9. 2. Dibawah ini digambarkan bahan kajian berdasarkan unit kompetensi yang merupakan jabaran dari kompetensi utama lulusan pendidikan ners tahap akademik (sarjana keperawatan). Penggunaan Diri Secara Efektif dalam kominukasi Terapeutik. 4. mampu melakukan komunikasi BAHAN KAJIAN 1. D. Kewenangan akan dapat dimiliki setelah lulusan sarjana keperawatan menyelesaiakan tahap profesinya dan diberikan sebutan profesi Ners. mampu melakukan komunikasi 1. Penggunaan Komunikasi Terapeutik. Komunikasi dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan 7.

nilai dan norma masyarakat 9. non-maleficience. moral right.Penggambilan keputusan legal etis 15. Ethical issue dalam praktik keperawatan : 10. Sistem Kesehatan Nasional 3. karakteristik. 6. agama atau faktor lain dari setiap pasien yang unik*) 1. aborsi. 14.Malpraktek. justice. AIPNI Page 22 .asuhan 3. Perilaku Kesehatan Metode pengumpulan Data Antropologi dan Sosiologi Pendekatan holistic care pada klien : Pendekatan transcultural nursing Pendekatan agama. 7. Otonomi. beneficience.Prinsip – prinsip legal dalam praktik 12. Etika dan Hukum Keperawatan 4. Kebijakan Pelayanan Kesehatan 7. neglected.pertanggung jawaban dll 13. kepercayaan. Prinsip – prinsip etika keperawatan : 8. Profesionalisme keperawatan 6. dan tugas 4. Telaah etis dalam keputusan Manajemen Sistem Kesehatan Tradisional dan Modem 2. pertanggunggugatan (mandiri & limpahan). transplantasi organ. 3.Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan.Euthanasia. 5. supporting devices. tahap. Kode Etik Keperawatan 5. Nursing advocacy 16. dan spiritual dalam praktik keperawatan Konsep. dll 11. 4. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Mampu membuat keputusan etik 2.

Hak dan Kewajiban Pasien 14. Menajemen mutu 9. Biokimia. Gizi 12. Biologi. Komunikasi Terapeutik 16. Konsep Caring.Menggunakan perangkat komputer dan jarigan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan . Mampu menggunakan proses AIPNI Page 23 . 11. Patologi. Fisika. Teknologi Informasi dalam Keperawatan 8. Patofisiologi. Kimia. Ilmu – ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas 7. Psikologi Perkembangan 19. Fisiologi. Parasitologi. Anatomi. Metode Keperawatn 2. Konsep perubahan 20. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu konsisten*) perkembangan 1. Prosedur Keperawatan 15. Mikrobiologi. Keperawatan Lintas Budaya 5. 10. Ilmu keperawatan Dasar 4. Infection Control 18.5.Klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC) 1.Metodologi Pendidikan 13. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. Information Communication Technology in nursing : . Patient Safety 17. Perspektif Keperawatan Matenitas dalam 6.Konsep Kehilangan 1. Farmakologi. Holisme dan Humanisme 3. Spiritualitas / Religiusitas 6.

Issue dan kecenderungan Masalah Kesehatan Lansia 14. Faktor resiko yang Mempengaruhi kesehatan Maternal 4. Perspektif Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga 7. Pencegahan kecelakaan pada Anak 9. Lingkup Keperawatan Orang Dewasa 5. Upaya Prevektif dan Promotif untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Fisik dan Psikososial Lansia 17. Bimbingan dan penyuluhan pada orang tua 10. Dampak Sistem Pelayanan Kesehatan terhadap Praktek Keperawatan Orang Dewasa 6.keperawatn dalam menyelesaikan masalah klien*) konteks keluarga. Beberapa faktor yang mempengaruhi Kesehatan Lansia 15. Identifikasi Multiple Intelegence 12. batasan dan Teori Penuaan 13. 2.Pengeloloan Kesejahteraan Lansia diInstitusi dan Masyarakat 18.Askep Klien dg Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler 20. Bermain pada anak 8.Askep Klien dg Gawat Darurat pada AIPNI Page 24 . Perspektif Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat 19. Peran Perawat Maternitas dimasyarakat 3.Konsep sakit dan Hospitalis pada anak 11.

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana 22.Teori Model Keperawatan di keluarga 27.Upaya Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa 24.Strategi Pemecahan Masalah Kesehatan Komunitas 38. trend dan Issue Kesehatan keluarga 26.Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesja.Aspek Keterkinian dalam Praktek Keperawatan Komunitas 34.Masalah Kesehatan di Indonesia 33.Manajemen Sumber daya Keluarga 28.Proses Asuhan Keperawatan pada Keluarga 30.Proses Keperawatan Kmunitas 39.21.Konsep Home Health of Nursing (Home Care) 29. UKS) AIPNI Page 25 .Konsep Dasar Keluarga 25.Jenis – jenis Tindakan Keperawatan pada berbagai Kasus Resiko Tinggi di Keluarga 31. Konsep Dasar Kesehatan dan keperawatan Jiwa 23.Konsep MTBS 37.Konsep PHBS 36.Konsep Keperawatan Komunitas 32.Puskesmas 35.Konsep Keluarga.

preventif. Supervisi 10. Team Building 4. rehabilitatif. Metode pembelajaran 2.Epidemiologi dan Kependudukan 42. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) AIPNI Page 26 5.Aplikasi Teori Model dalam Berbagai Situasi Pelayanan 44. Metode Evaluasi 1. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Rancangan penyuluhan kesehatan 9. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer.karaktif. Konsep dasar kesehatan 5. Metode evaluasi 1. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat 7.promotif. Teori berubah 3.Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 45. 26ontrol26ive.40.Transisi pola penyakit 41. Pendekatan Moral right dalam pengambilan keputusan 2.Manajemen mutu dan manajemen resiko dalam asuhan keperawatan klien 43. Aspek 26ontro budaya serta hubungannya dalam ekologi 6.manajemen Asuhan : Pendekatan 26ontrol26.consolation of the dyin 8. Pendekatan etik dalam pengambilan keputusan . Konsep belajar sepanjang hayat 2. Teori pendekatan 26ontro dalam kesehatan 4. sekunder dan tertier 1.

Control kualitas asuhan keperawatan AIPNI Page 27 . Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif *) 13. Mengelola pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar 5. Keterapilan – keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus sesuai dengan tingkat usia disetiap tatanan pelayanan kesehatan 1. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 14. Pround to be nurse : confident. Team work building Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 1. doing the best to keep nursing respected 2.3. Fisika keperawatan 2. Konsep Collaborative 2. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 15. Anatomi fisiologi keperawatan 3. committed to. Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 7. Etika profesi 6. Otonomi dan 27ontrol profesi 5. Hak pasien dan keluarga dalam pelayanan 11. Mampu menggunakan prinsip – prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik keputusan Self manajement of learning 1. Kesiapan perawat dan pelayanan 1. Kajian situasi pelayanan keperawatan : manajemen asuhan 2. Domin profesi 3. Alur penaganan pasien 3. Standar profesi 12. Manajemen kasus (termasuk coordinating and collaborating care) 6. Pengorganisasian pelayanan 4. Kompetensi 4.

16. Obat – obatan tradisional 8. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *) AIPNI Page 28 . Penggolongan obat-obatan 2. Farmakodinamika dan farmakokinetik 3.Perumahan dan pemukiman sehat 16. Penyediaan air bersih 10.Angka kecukupan gizi yang dianjurkan 17.Pengelolaan limbah domestic dan medis 12. Biomonitoring 8.Toksikologi lingkungan 15. Bahaya lingkungan kerja dan evaluasinya 4. Indikasi dan kontra indikasi obat 4. Bahaya fisik dilingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 6. Undang – undang K3 di Indonesia 3. Zat gizi makro dan mikro 10.Manajemen pengendalian vector 13. Air buangan dan kesehatan 11. Pengertian dan luang lingkup K3 2. Dinamika kelompok dan team building 1. Interaksi obat 6. Konsep dasar kesehatan lingkungan 9. Toxicology obat 9.Intervensi Gizi Masyarakat 17.Sanitasi makanan 14. Efek / efek samping obat 5.Keterlibatan dan peran Tenaga Keperawatan dalam Kebijakan Pemerintah di bidang Gizi Masyarakat 1. Bahaya kimia di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 5. Ergonomic dan faal kerja 7. Cara pemberian dan perhitungan dosis 7. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 7.

Komunikasi organisasional 6.Pengorganisasian (struktur.Konsep dasar kajian situasi 11. Asertifitas 7. Penilaian status gizi individu 13. dan penapakan.Proses pengambilan waktu 16. karier) AIPNI Page 29 .Mampu memberikan dukungan Kesehatan Masyarakat 1. Perencanaan: konsep perencanaan strategis dan operasional 13. konsep. Manajemen keperawatan sebagai sistem kepada tim asuhan dengan mempertahankan skuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) dan proses. Konsep Dasar Ilmu gizi Masyarakat 17.11.Perencanaan ketenagaan dan financial 14.Kebutuhan Nutrisi pada Anak 16. orientasi. Gizi dan Pangan Menurut Pendekatan 18. Pengelolaan konflik 8. Pengelolaan staf (seleksi. kultur organisasi keperawatan serta model pengorganisasian. Kepemimpinan 4.Dasar – dasar Dietetika Klinik 14. Kebutuhan Gizi Individu 12. Directing 3.Pengelolaan waktu 15. Motivasi 5. Konsep dan proses berubah 9. 10. Dinamika kelompok (team building) 2.Kajian situasi dalam proses manajemen 12.Nutrisi pada Ibu Hamil 15. pelayanan keperawatan dan model penugasan) 17.

Penelitian Bidang Perawatan 15. Trend and issues in nursing 12. Mampu merancang. Pengumpulan data 7. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan 17. Interprestasi data 9. Pemasaran Keperawatan 5. Identifikasi dan merumuskan masalah penelitian 3. Kepuasan Pelanggan 4. Penulisan Karya Ilmiah 22. Konsep Kolaborasi. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 1. Ilmu Komunikasi 2. Rancangan Penelitian 14.19. Kemitraan dan kerja Tim 20. Analisa Data 8. Pengembangan instrument penelitian 6. Literature dan Critical Review 4. melaksanakan 1. Information Communication Technology in nursing : Menggunakan perangkat computer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan AIPNI Page 30 Klasifikasi intervensi dan outcome . Keperawatan sebagai ilmu dan seni 11. Mampu memanfaatkan hasil penelitan dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan 2. Rancangan penelitian 5. Pisikologi Konsumen 6.Konsep dasar Penelitian 13. Berpikir sistematis proses penelitian sederhana 21. Pengembangan Kepribadian 3. Desiminasi dan publikasi 10. Proses berubah 1. Pengumpulan Data dan Analisa Data 16.

dan belajar mandiri sehingga kelak dapat menjadi anggota profesi yang mandiri. Konsep kesejawatan E. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemapuan profesional keperawatan (NIC NOC) 1. Perawatan Trauma. Konsep berubah 3. Pengembangan kurikulum institusi disesualikan dengan visi dan misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut dengan memasukkan 20% isu global (yaitu : Perawatan HIV/AIDS. Marketing keperawatan (internal dan eksternal) 5. Enterpreneurship dan pengembangan praktik professional 4. IT.Dalam kurikulum terintegrasi AIPNI Page 31 . SARS. Bahasa Asing) dan muatan local 20% sesuai dengan keunggulan institusi. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Struktur Kurikulum Sarjana Keperawatan Kurikulum pendidikan ners tahap akademik (Sarjana Keperawatan) ditetapkan dengan mengacu kepada 60% kurikulum inti. mengkaji kemampuan diri sendiri. tatanan klinik dan komunitas). Konsep kepemimpinan dalam keperawatan 4. Kurikulum yang telah disusun ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). dengan pola struktur terintegrasi sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan.Flu Burung. dengan masa studi 4 tahun (8 semester).23. Tujuan struktur kurikulum terintegrasi adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi guru bagi dirinya. yaitu 87 SKS (dari 144 SKS ) terdiri dari 70% pengetahuan teori dan 30% penerapan praktik ( laboratorium. sikap dan keterampilan yang relevan dengan masalah kesehatan yang dihadapi. Standar profesi 2. Entrepreuner. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan keperawatan 1. Disaster. Perlindungan profesi (manajemen resiko dan asuransi profesi) 3. Issue terkini dalam pelayanan 24. belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri. membantu peserta didik belajar aktif.

kebutuhan dasar manusia. pararel atau kombinasi. Setiap sub unit kompetensi mempunyai bobot satu(1) satuan kredit semester (SKS) Upaya mengintegrasikan bahan kajian menjadi satuan mata kuliah dapat menggunakan berbagai cara pengelompokan. mata kuliah tersebut disusun secara seri. Selanjutnya. diantaranya berdasarkan sistem tubuh. respon atau tema. Berikut ini dipaparkan contoh pengembangan kurikulum terintegrasi: AIPNI Page 32 .beberapa bahan kajian dikelompokkan menjadi satuan mata kuliah untuk mencapai beberapa sub unit kompetensi.

Agama (2 SKS) IKD I (3 SKS) Semester 1 IKD II (3 SKS) IKD III (4 SKS) IDK II (4 SKS) IKD III (3 SKS) SIST.Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Inggris Semester 3 Semester 7 Kegawatan darurat sistem I (3 SKS) Page 33 Semester 8 Kegawat daruratan Sistem I (3 SKS) Skripsi (4 SKS) . Neuro behav (4 SKS) Sist. Kardiovaskuler (4SKS) Sist. Sensor Persepsi (2 SKS) Sist. Reproduksi (4 SKS) Sist. Pendekatan berdasarkan sistem tubuh pembahasan terintegrasi berdasarkan siklus kehidupan sejak pembentukan sampai dengan lansia (2 SKS) (2 SKS) ISD (2 SKS) (2 SKS) (4 SKS) Bahasa Inggris Riset Kep (2 SKS) (2 SKS) B. Imun Hematologi (3 SKS) Sist. Integumen (2 SKS) Sist. Perkemihan (2 SKS) Sist. Komunitas II(3 SKS) Sist. Endokrin (3 SKS) Sist. Komunitas III (3 SKS) Manajemen (2 SKS) Semester 6 Semester 5 Semester 4 Semester 2 AIPNI Kewarganegaraan MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM 1. Muskola skleletal (2 SKS) Sist. Komunitas (2 SKS) Sist. Pencernaan (3 SKS) Sist. Respirasi (4 SKS) Sist.

5 1.5 3.5 0.5 0.5 Ket SEMESTER III NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Respirasi Sistem Imun dan Hematologi Sistem Neurobehaviour Bahasa Inggris Jumlah jam/mg = 9 + 5 + 6 = 20 jam SKS 4 3 4 2 13 T 3 2 3 1 9 Lab 0.5 Ket SEMESTER V AIPNI Page 34 .5 0.5 K 0.5 Ket SEMESTER IV NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem sensor Persepsi Sistem Endokrin Sistem Pencernaan Keperawatan Komunitas I Jumlah jam/mg = 7 + 3 + 6 = 19 jam SKS 2 3 3 2 10 T 1 2 2 2 7 Lab 0.5 0.5 0.5 0.5 K 0.5 1.5 0.5 0.5 1.CONTOH STRUKTUR KURIKULUM BERDASARKAN PENDEKATAN BERDASARKAN SISTEM SEMESTER I NO 1 2 3 4 5 6 MATA AJAR Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan Dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu dasar Keperawatan I Jumlah jam/mg = 13 + 6 = 19 SKS 2 2 2 3 3 4 16 T 2 2 2 2 2 3 13 Lab 1 1 1 3 K Ket SEMESTER II NO 1 2 3 4 5 MATA AJAR Ilmu Sosial Dasar B.5 0.5 K 0.Inggris Ilmu Dasar Keperawatan II Ilmu Dasar Keperawatan III Sistem Kardiovaskuler Jumlah jam/mg = 11 + 7 + 2 = 20 SKS 2 2 4 3 4 15 T 2 1 3 2 3 11 Lab 1 1 1 0.5 1 2.

5 1 2 K 0.5 0.5 1 Ket SEMESTER VI NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Perkemihan Sistem Reproduksi Keperawatan Komunitas III Manejemen Keperawatan Jumlah jam/mg = 7 + 6 +4 = 17 jam SKS 2 4 3 2 11 T 1 3 2 1 7 Lab 0.5 0.5 1 1 2.5 Ket NO 1 2 Ket AIPNI Page 35 .5 0.NO 1 2 3 MATA AJAR Sistem Muskuloskeletal Sistem Integumen Keperawatan Komunitas II Jumlah jam/mg = 4 + 4 + 4 = 12 jam SKS 2 2 3 7 T 1 1 2 4 Lab 0.5 1 1 3 K 0.5 1 Ket SEMESTER VII NO 1 2 3 MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem I Riset Keperawatan Bahasa inggris Jumlah jam/mg = 6 + 5 + 2 = 13 jam SEMESTER VIII MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem II Skripsi Jumlah jam/mg = 1+ 1 + 18 = 20 jam SKS 3 4 2 9 SKS 2 4 6 T 2 3 1 6 T 1 1 Lab 0.5 4 4.5 0.5 K 0.5 K 0.5 0.5 0.5 Lab 0.

nursing advocacy. Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan 3. Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistic dalam konteks keperawatan AIPNI Page 36 .Deskripsi Mata Kuliah semester I Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir kritis dalam keperawatan. pendekatan holistic care (konsep Caring. prinsip-prinsip legal etis dan isu etik (ethical issue). holisme. perkembangan keperawatan. Menerapkan konsep berpikir kritis dalam keperawatan 2. termasuk teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. humanisme dan transcultural nursing).

4. Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan 5. AIPNI Page 37 . Manfaat teknologi komunikadi informasi dalam pembelajaran keperawatan.

small group discussion (SGD) 4 Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konsteks keperawatan Mini lecture. beneficience. Transcultural nursing/ (keperawatan lintas budaya) 1. small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) AIPNI Page 38 . Pertanggunggugatan (mandiri dan Metode Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Mini lecture. Konsep berubah 3. case study. humanisme 4. supporting 4. moral right. care study. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Konsep holistic care : caring. Isue estik dalam praktik keperawatan : Euthanasia. neglecten. Transplantasi organ. Keperawatan : Malpratik. nilai dan norma masyarakat 2. Teori sistem 2. Devices 5. non maleficience. Prinsip-prinsip legal dalam praktik 6. holisme. 7. aborsi 3. justice.No 1 2 3 Kompetensi blok 1 Bahan kajian Menerapkan konsep berpikir kritis dalam Konsep berpikir kritis dalam keperawatan keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional 1.

limpahan). mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet) Demontrasi. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan 9. PjBL AIPNI Page 39 . Pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer (membuat blog. pertanggungjawaban. mengirim tugas melalui email. Nursing advocacy 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan 10. dll 8.

tahap. Mener apkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi (K3AP) 2. Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. Menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4. Kompetensi Blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa mampu : 1. konsep.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar II Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang model konseptual keperawatan . teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. karakteristik. Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 40 .

Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning AIPNI Page 41 . Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 5. Betty Newman. Teori pendekatan sosial dalam Metode Mini lecture. case study.No 1 2 Kompetensi blok 2 Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. Komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta keyakinan 1. Konsep belajar sepanjang hayat 2. karakteristik. Komunikasi terapeutik 3. case studi. tahap. Teori komunikasi 2. Project Based learning(PjBL) Mini lecture. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. SGD Discovery learning (DL). Trend dan Issue komunikasi dalam pelayanan kesehatan/Keperawatan 7. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. Penggunaan komunikasi 4. dan tugas perkembangan 1. Roy. dll) Konsep. case study. Penerapan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 6. Orem.

Metode evaluasi (DL) PjBL AIPNI Page 42 . Konsep dasar kesehatan 5. Aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 6. Rancangan penyuluhan kesehatan 7.kesehatan 4.

anatomi. Mengenali proses pemenuhan kebutuhancairan dan elektrolit didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 4. Mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhankebutuhan oksigenasisesuai tumbuh kembang 3. Kompetensi Blok 3 Setelah mengikuti kegiatan proses pembelajaran pada blok IDK I mahasiswa mampu : 1. Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme 2. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang AIPNI Page 43 . fisiologi.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar I Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia mulai dari tingkat sel sampai dengan tingkat organisme untuk mempertahankan kehidupannya yang mencakup berbagai konsep dan prinsip biologi. biokimia dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai tumbuh kembang. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisididalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang 5.

Fungsi spesifik sel 5. Reproduksi sel 7. SGD. Ultra struktur sel 3. Transport trans membrane 6. case studi. tanda dan gejala kecukupan oksigen 1. SGD. case studi.No 1 Kompetensi blok 2 Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme Bahan kajian 1. project based learning (PjBL) 2 Mampu mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan oksigenasi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. anatomi sistem pernafasan 5. cairan dan gas dalam tubuh manusia Metode Mini lecture. anatomi sistem kardiovaskuler 3. project based learning (PjBL) 3 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit didalam Mini lecture. proses oksigenasi 2. benda cair. fisiologi sistem kardiovaskuler 4. benda cair. listrik dan magnet dalam sistem tubuh 7. SGD. fisiologi sistem pernafasan 6. Jenis-jenis sel 4. cairan dan gas dalam tubuh manusia 8. Genetika 8. case studi. AIPNI Page 44 . Introduksi sel 2. project based learning (PjBL). homeostasis 1.

project based learning (PjBL).sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 2. metobolisme karbo hidrat. anatomi sistem pencernaan 2. SGD. case studi. anatomi sistem urinari 2. tanda dan gejala kecukupan nutrisi 1. laboratorium activity AIPNI Page 45 . pirimidin. keseimbangan asam basah 5. proses pemenuhan 4. case studi. tanda dan gejala kecukupan cairan dan elektolit 1. project based learning (PjBL). hormon-hormon terkait dengan keseimbangan cairan dan elektrolit 4. fisiologi sistem pencernaan 3. porfirin 8. lemak dan protein 7. keadaan kenyang dan puasa 10. hormon-hormon terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro nutrien 6. pembentukan urea 9. SGD. anatomi sistem kardiovaskuler laboratorium activity 4 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. metabolisme purin. kebutuhan nutrisi sel 5. keseimbangan cairan dan elektrolit 3. fisiologi ginjal 3. laboratorium activities 5 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi kebutuhan tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan Mini lecture.

tanda dan gejala masalah eliminasi sisa metabolisme dan sisa pencernaan AIPNI Page 46 . proses eliminasi sisa pencernaan 10. hormon-hormon terkait dengan eliminasi 11. fisiologi sistem kardiovaskuler 5. anatomi fisiologi kulit 8. anatomi sistem pernafasan 6.kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang 4. fisiologi sistem pernafasan 7. proses eliminasi sisa metabolisme 9.

Tujuan Mata Kuliah : Setelah menyelesaikan mata kulah ini. Dimensi beragama 4. Bahan Kajian : 1. dan peran sebagai pendidik untuk memberikan pendidikan spiritualitas klien dalam melakukan pengelolaan kebutuhan spiritualitas klien baik diklinik maupun dimasyarakat.Mata kuliah : Agama Beban Studi Prasyarat : 2 SKS (2 teori) :- Deskripsi Mata Kuliah : Agama merupakan mata kuliah yang terkait dengan keyakinan yang melandasi manusia untuk bersikap dan bertintak toleran dalam kehidupan sosial khususnya kerjasama antar umat beragama dimasyarakat. Penekanannya pada nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan peran perawat sebagai pemberi asuhan. Nilai dan keyakinan beragama 3. Dimensi sosial keagamaan 5. peneliti untuk mengidentifikasi permasalahan nilai/keyakinan klien. mahasiswa mampu memahami konsep agama dan prinsip kehidupan beragama sebagai landasan dalam melaksanakan praktik profesi. Fokus dalam pemahan konsep-konsep agama dan kehidupan beragama di indonesia. pemenuhan kebutuhan spiritual klien. Spiritual care AIPNI Page 47 . Konsep agama dan kehidupan beragama 2.

Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami prinsip pendidikan kewarganegaraan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pratik profesi. Kebijakan publik AIPNI Page 48 . wawasan nusantara yang relevan dengan praktik keperewatan professional sebagai dasar perawat dalam menjalankan peranya dalam memberikan asuhan keperawatan profesional. mengidentifikasi permasalahan terkait dengan hak azasi manusia dan kebijakan publik. hubungan antar manusia.Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan Baban Studi Prasyarat : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Fokus dari mata kulia ini adalah pemahaman tentang kehidupan berdemokrasi. kebijakan publik. Bahan Kajian : 1. hubungan antar warganegara. Demokrasi 2.

Otonomi daerah 4. Politik strategi nasional 10. Wawasan nusantara 6. Geostrategi 9. AIPNI Page 49 . Negara dan konstitusi Mata Kulia Beban Studi Prasyarat : Bahasa Indonesia : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini mempelajari bahasa indonesia dalam ilmu keperawatan dengan menekankan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Hubungan antar manusia 5.3. berlandaskan pada konsep etika dalam berbahasa. Identitas nasional 7. Goog govenance 8.

politik ekonomi yang berkaitan dengan kesehatan. Membuat resume dalam bahasa indonesia dari satu topik bahasan Bahan Kajian : 1.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kulaih ini mahasiswa mampu : 1. Keterampilan menulis dalam bahasa indonesia 3. Mata kuliah ini membahas tentang disiplin sosial budaya. Membuat tulisan dengan tata bahasa indonesia yang baik dan benar 3. Tata bahasa indonesia 2. Menggunakann bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi 2. sistem pelayanan kesehatan dan kemajuan IPTEK dibidang kesehatan yang sesuai dengan berbagai sosial budaya ubtuk mempromosikan kesehatan yang akan digunakan dalam pengelolaan keperawatan. AIPNI Page 50 . Cara membuat resume bahasa indonesia Deskripsi Mata Kuliah semester II Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Sosial Budaya : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah menggambarkan sosial budaya dan pengaruhnya terhadap gaya hidup dan status kesehatan.

Perubahan sosial dan budaya. Memahami konsep dasar tentang masyarakat dan kebudayaan 3. 4. komunikasi antar bangsa. antropologi dan ilmu sosial lain seperti politik dan ekonomi 2. Nilai sosial budaya. politik dan implikasi privasi dan kerahasiaan 6. Konsep dasar sosial budaya masyarakat. Memahami konsep dasar kelompok sosial. Memahami disiplin ilmu sosial budaya dasar terutama ilmu sosiologi. Dasar-dasar ilmu sosial dan antropologi 2. Pengaruh sosial budaya dan ekonomi terhadap prilaku kesehatan. organisasi serta institusi sosial lain Bahan Kajian : 1. 3.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini peserta didik mampu : 1. Nilai keilmuan yang terkait kesehatan dan keperawatan Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Dasar Keperawatan II : 4 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : AIPNI Page 51 . 5.

Sistem kekebalan tubuh Mini lecture. case studi. fisiologi. Mengidentifikasi proses pemenuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang Bahan kajian 1. Body aligment 2 AIPNI Page 52 Metode Mini lecture. Jenis-jenis latihan 6. project based learning (PjBL). anatomi. . Mekanika gerak dan gaya 1. case studi. Mengidentifikasi proses pemenuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 3. lab aktivities Mengidentifikasi proses pemenuhan 9. dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang. Pengukuran ROM 7. Transport pasien 8. Kompetensi Blok 4 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IDK II mahasiswa mampu: 1.Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia dalam mempertahankan fungsi-fungsi kehidupannya. Mengidentifikasi proses pemenuhan istirahat daan tidur sesuai dengan tumbuh kembang 4. Fisiologi sistem muskuloskletal 3. SGD. Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang 2. Fisiologi sistem saraf 5. Anatomi sistem saraf 4. Anatomi sistem muskuloskletal 2. SGD. Didalamnya mencakup berbagai konsep biologi.

Irama sirkardian 1. project based learning (PjBL). Siklus tidur 4. case studi. project based learning (PjBL). Anatomi dan fisiologi sistem 3. lab aktivities 3 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. Anatomi sistem saraf 8. Bunyi dan cahaya 1. Nosokomial infection 5. Fisiologi sistem saraf 9. Transport pasien 6. self protection) 4. SGD. Body aligment 7. Anatomi sistem saraf 2. Mekanisme perubahan suhu tubuh 11. Fisiologi sistem reproduksi 3. Hormon-hormon terkait sistem reproduksi project based learning (PjBL). lab aktivities Mini lecture. Panas 12. SGD. lab aktivities 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 53 . Fisiologi sistem saraf 3. Anatomi sistem reproduksi 2. case studi.kebutuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 2. Mekanisme nyeri 10. Patient safety (Universal/isolated precoution : sterilisasi.

Penyimpangan-penyimpangan seksual AIPNI Page 54 . Pemenuhan kebutuhan seksual 5.4.

case studi. Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan No Kompetensi blok 5 1 Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien. SGD. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan. Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III . lab skill . orang dewasa. Kompetensi blok 5 (Ilmu keperawatan Dasar III) Setelah mengikuti pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa mampu : 1. project based learning (PjBL). Pelaksanaan AIPNI Page 55 Metode Mini lecture. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. 3 SKS (2-1) :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektif Keperawatan : maternitas. anak. 3. Diagnose keperawatan 3. Perencanaan 4. Pengkajian 2. Konsep proses keperawatan : 1. orang dewasa. anak. jiwa.

ruang lingkup keperawatan 3. antropologi dan sosiologi kesehatan 3. SGD. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 5. project Based learning (PjBL) demonstrasi . perspektif dan falsafah keperawatan 2. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan 3 kesehatan Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan 6. Pendokumentasian 1. tren dan isu keperawatan 4. Evaluasi 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. project based learning (PjBL). konsep belajar sepanjang hayat 2. konsep bermain pada anak. case studi.SGD. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. orang dewasa. reaksi hospitalisasi. lab skill Case studi. dll 1. rancangan penyuluhan kesehatan AIPNI Page 56 Mini lecture.5. anak.

Kompetensi Blok 6 (Sistem Kardiovaskuler) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem kardiovaskuler) mahasiswa akan mampu : 1. metode evaluasi Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Kardiovaskuler : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan berhubungan dengan sistem kardiovaskuler sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. melakukan simulasi pendidikan kesehatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem kardiovaskuler dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah melalui beberapa model belajar yang relevan dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler AIPNI Page 57 .6. Fokus mata kuliah ini meliputi sebagai aspek yang terkait dengan siklus jantuang dan sirkulasi dalam sel sampai organ.. melakukan simulasi asuhan keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kordiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2.

Gakin. sekunder. Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etispada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler. regional dan internasional) 2. Pengkajian sistem kardiovaskuler 3. Mmelaksanakan fungsi advokasipada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 6. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 5. o 1 Kompetensi blok 6 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. . Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 4. 5. Jamkesmas) Pencegahan primer. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler 2 AIPNI Page 58 Metode Mini lecture.4. SGD. tetsier pada Mini lecture. nasional. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. project based learning (PjBL). mapping based learning Melakukan simulasi pendidikan kesehatan (rujukan. case studi. Patofisiologi pada sistem kardiovaskuler (kasus-kasus kardiovaskuler yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia didaerah. case studi. SGD. lab skill.

non maleficience. supporting devices Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik. Prinsip-prinsip etika keperawatan . moral right. aborsi Transplantasi organ.dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 3 4 dengan memperhatikan aspek legal dan etis Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etik pada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler masalah sistem kardiovaskuler project based learning (PjBL). case study. non maleficience. 6. nilai dan norma masyarakat 2. justice. SGD 1. 5. SGD. justice. dll 4. otonomi. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan Pengambilan keputusan legal etis Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. pertanggungjawaban. beneficience. Isue etik dalam praktik keperawatan : euthanasia. problem based learning (PBL) 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada Case study. 3. Case study. lab skill Hasil-hasil penelitian terkait sistem kardiovaskuler Telaah jurnal. SGD. problem based learning (PBL) AIPNI Page 59 . beneficience. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). neglected.

Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. 4. dengan berfikir kreatif dan inofatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif moral right. 5.berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. nilai dan norma masyarakat 7. 2. 3. Pengkajian pada sistem kardiovaskuler Pemasangan infus EKG Terapi melalui intra vena Punksi vena Lab skills AIPNI Page 60 .

Kompetensi Blok 7 (Sistem Respirasi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem Respirasi) mahasiswa mampu : 1. 3. transportasi. melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. dan sistem respirasi sel. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Deskripsi Mata Kuliah Semester III Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Respirasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem respirasi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi 4. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia 6. difusi. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada kelompok klien dengan gangguan sistem respirsipada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Fokus mata kulia ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mendemonstrasikanintervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berrlaku dengan AIPNI Page 61 . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 62 .

kimia. Dokumentasi asuhan keperawatan 8. sekunder dan tertier pada masalah sistem respirasi SGD. Pengkajian sistem respirasi 4. Gakin. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem respirasi (rujukan. Perencanaan/implementasi 6. Anatomi. regional dan internasional) 3. Bahan kajian Metode 1.No 1 Kompetensi blok7 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. PMO. case studi. nasional. project based learning (PjBL). lab skill. Patofisiologi pada sistem respirasi (kasuskasus respirasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. lab skill AIPNI Page 63 . project based learning (PjBL). fisika dan biokimia Mini lecture. sytem respirasi 2. mapping based learning 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan Mini lecture. Jamkesmas) Pencegahan primer. case studi. fisiologi. SGD. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem respirasi 5. Evaluasi keperawatan pada gangguan sistem respirasi 7.

problem based learning (PBL) 6 Lab skill AIPNI Page 64 . Suctioning Case study. discovery learning. SGD. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi Melakukan simulasi pengelolaan aasuhan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasiMelaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasipada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. case study. nilai dan norma masyarakat 2. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus sistem respirasi dan prioritas 5 1. justice. SGD 4 Manajemen kasus pada sistem respirasi masalah sistem respirasi) Case study. beneficience. non meleficience. Terapi O2 4. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem pernafasan 2. moral right. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga Hasil-hasil penelitian terkait sistem respirasi Telaah jurnal. Fisiotrapi dada/ postural drainage 3.3 memperhatikan aspek legal dan etis.

trakheostomi AIPNI Page 65 .menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Nebulisasi 7. Perawatan WSD 6.

Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan hematologi. 2.sel darah dan mekanisme pembekuan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematolgi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. 4. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 66 . Kompetensi Blok 8 (Sistem Imun Dan Hematologi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 8 (sistem imun dan hematologi) mahasiswa mampu : 1.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Imun dan hematologi : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoiritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang sistem imun dan hematologi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi imun dan hematologi yaitu mekanisme pertahanan tubuh. sel . komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem imun dan hematologi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

AIPNI Page 67 .6. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 5. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 6. gakin. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem AIPNI Page 68 hematologi (rujukan. nasional.No 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Case study. SGD. sekunder dan tertier pada masalah sistem imun dan hematologi Mini Lecture. kimia. fisiologi. Patofisiologi pada sistem imun dan hematologi (kasus – kasus imun danhematologi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Project Based Learning (PjBL). Mapping based learning. Project Based Learning (PjBL). jamkesmas) Pencegahan primer. SGD. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Case study. Anatomi. Lab skill biokimia sistem imun dan hematologi. regional dan internasional) 3. 2. fisika dan Metoda Mini Lecture. .

Discovery Learning. Prinsip –prinsip etika keperawatan : otonomi. Case study. SGD Case study. SGD. justice. nilai dan norma masyarakat AIPNI Mapping based learning. beneficience. SGD Manajemen kasus pada sistem imun dan hematologi (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem imun dan hematologi) Case study. moral right.imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan 3 aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan 4 hematologi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia 1. Lab skill Hasil – hasil penelitian terkait sistem imun dan hematologi Telaah jurnal. non maleficience. Problem Based learning (PBL) Page 69 .

Nursing advocaxy Prosedur Keperawatan tentang : 1.6 1. Tourniket test AIPNI Page 70 . Mendemonstrasikan intervensi 2. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skill keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AGD/Analisa gas Darah 3. sistem imun dan hematologi 2.

Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku AIPNI Page 71 . Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia 6. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem neurobehavior dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar pemecahan masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. serebrovaskular. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour 4. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi Kompetensi blokm 9 (Sistem Neurobehaviour) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 9 (Sistem Neurobehaviour) mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Neurobehaviour : 5 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan keterampilan klinis tentang sistem neurobehaviour sesuai dengan tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. neurovaskuler dan neuropsikologi. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan gangguan umum neurologi.

AIPNI Page 72 .dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

gakin. Patofisiologi pada sistem neurobehaviour (kasus – kasus neurobehaviour yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Pengkajian sistem neurobehaviour 4. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 6. Project Based Learning (PjBL). SGD. Mapping based learning. . Project Based Learning (PjBL). Dokumentasi asuhan keperawatan 7. nasional. 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 73 Jamkesmas) Pencegahan primer. fisika dan biokimia sistem Metoda Mini Lecture. regional dan internasional) 3. Mapping based learning. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 5. kimia. SGD. Anatomi. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem neurobehaviour (rujukan. Case study. sekunder dan tertier pada masalah sistem neurobehaviour Mini Lecture. Case study. Lab skill neurobehaviour 2. fisiologi.No Kompetensi blok 9 1 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik Bahan kajian 1.

AIPNI Page 74 . moral righ.3 Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour Hasil hasil penelitian terkait sistem neurobehaviour Lab skill Telaah jurnal. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia Manajemen kasus pada sistem neurobehaviour (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem neurobehaviour) Case study. Case study. Problem Based learning (PBL) Lab skills 6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga 2. Discovery Learning. 3. Pemeriksaaan fisik sistem neurologi saraf cranial. SGD 5 1. Case study. 4. Pemeriksaan fisik khusus untuk dementia alzeimer. Pemeriksaan status mental. nilai dan norma masyarakat 2. SGD. Nursing advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. beneficience. Pemeriksaan tingkat kesadaran. non maleficience. justice.

Manajemen amuk/perilaku kekerasan. kepala dan MRI 8. 9. Pengukuran tekanan intracranial (TIC) 12. Penatalaksanaan Terapi perilaku 17. Penatalaksanaan Terapi kognitif 18. Managemen halusinasi/waham 15. Persiapan pemeriksaan laboratorium khusus kasus neurobehaviour. Penatalaksanaan Terapi bermain AIPNI Page 75 . Persiapan pemeriksaan Brain mapping 11.menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif epilepsy 5. Persiapan pemeriksaan ECT 10. Penatalaksanaan Terapi aktifitas kelompok 19. Penatalaksanaan pemberian psikofarmaka 20. 14. Persiapan pemeriksaan lumbal punksi 7. Persiapan pemeriksaan CT Scan. Penangan kejang pada anak dan dewasa 13. Pemeriksaaan EEG 6. Manajemen krisis 16.

Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 76 . Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi persepsi sensori yaitu penglihatan dan pendengaran. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. 2. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori 4. Kompetensi blok 10 (Sistem persepsi Sensori) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 10 (sistem Persep Sensori) mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi pendidikan keehatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem persepsi sensori dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Deskripsi Mata Kuliah semester IV Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Persepsi Sensori : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoristis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem persepsi sensori sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia.

jamkesmas) AIPNI Page 77 . kimia. SGD. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 5. Patofisiologi pada sistem persepsi Metoda Mini Lecture. Case study. Anatomi. fisika dan biokimia sistem respirasi. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan hematologi (rujukan. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 6. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 6. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. Lab skill sensori (kasus – kasus persepsi sensori yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Project Based Learning (PjBL). fisiologi. Mapping based learning. nasional. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. regional dan internasional) 3. no 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. gakin. 2.5.

Problem Based learning (PBL) AIPNI Page 78 . SGD. SGD 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 1. SGD. Mapping based learning. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Manajemen kasus pada sistem persepsi sensori (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem persepsi sensori) Case study. Discovery Learning.2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori Pencegahan primer. Nursing advocacy Case study. Case study. justice. beneficience. non maleficience. sekunder dan tertier pada masalah sistem persepsi sensori Mini Lecture. Case study. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. Project Based Learning (PjBL). moral righ. nilai dan norma masyarakat 2. Lab skill 3 Hasil – hasil penelitian terkait persepsi sensori Telaah jurnal.

Tetes mata 4. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skills sistem persepsi sensori 2.6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Irigasi mata 3. Tete telinga AIPNI Page 79 . Prosedur Keperawatan tentang : 1. Irigasi telinga 5.

Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 6. 2. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. AIPNI Page 80 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemanpuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem endrokin dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan proses belajar dan pencapaian kompetensi.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Endokrin (blok 11) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem endokrin sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem endokrin yang berfungsi sebagai sistem pengatur baik secara mandiri maupun bersama – sama dengan sistem saraf dalam pengaturan metabolisme. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5.

Page 81 . mapping based learning sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3 AIPNI Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil – hasil penelitian terkait sistem endrokrin Telaah jurnal. Sistem layanan kesehatan untuk pasien Project Based learning (PjBL). sekunder dan tertier pada Mini Lecture. nasional. mapping based learning keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2 Melakukan kesehatan simulasi dengan kasus dengan gangguan sistem endrokin pendidikan Pencegahan primer. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. regional dan internasional) 3. biokimia sistem endrokrin – kasus endrokrin yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. SGD. SGD.No 1 Kompetensi blok 11 Melakukan simulasi asuhan Bahan kajian Metoda 1. Pengkajian sistem endrokin 4. Case study. Lab 2. Lab skills. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem endrokin 5. Case study. Patofisiologi pada sistem endrokrin (kasus skills. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem endrokrin 6. fisika dan Mini Lecture. kimia. fisiologi. Anatomi. Discovery Learning. gangguan masalah sistem endrokrin Project Based learning (PjBL).

penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4 Melakukan asuhan simulasi Case study. GDS Lab skills beneficience. Problem Based otonomi. Nursing advocacy intervensi Prosedur Keperawatan tentang : dengan 1. justice. KH 3. nilai dan norma gangguan sistem endrokrin kreatif dan sehingga menghasilakan pelayanan yang efisien dan efektif AIPNI Page 82 . SGD pada aspek dan prioritas masalah kasus sistem endrokrin) keperawatan sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5 Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 1. moral right. Prinsip – prinsip etika keperawatan Case study. Pengkajian pada klien dengan masalah endrokrin 2. SGD pengelolaan Manajen kasus pada sistem endrokrin (klasifikasi Case study. masyarakat 6 Mendemonstrasikan keperawatan inovatif pada kasus 2. SGD. non learning (PBL) maleficience.

Injeksi sub kutan AIPNI Page 83 .4.

digesti. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. 2. dan absorpsi yang juga melibatkan kerja dari sistem saraf. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Penggunaan nutrien didalam sel dipengaruhi oleh keberadaan oksigen sehingga secara tidak langsung sistem pencernaan jjuga mempunyai peranan penting didalam pemanfaatan nutrien. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 84 . sistem pencernaan dan kardiovaskuler.Mata Kuliah Beban Study Prasyarat : Sistem Pencernaan (blok 12) : 2 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem pencernaan sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem pencernaan yaitu menyediakan nutrien bagi kehidupan melalui proses ingesti. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal 4.

AIPNI Page 85 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan n kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6.

mapping based learning pencernaan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 86 . SGD. dan tersier pada Mini Lecture. sekunder. Patofisiologi pada sistem pencernaan (kasus Mini Lecture. Jamkesmas) pendidikan Pencegahan primer. mapping based learning regional dan internasional) 2. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Pengkajian sistem pencernaan 3. Gakin. nasional. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem pencernaan 4. 2 Melakukan kesehatan sistem simulasi dengan kasus pada (rujukan. Lab berbagai tingkat usia di daerah.No 1 Kompetensi blok 12 Melakukan simulasi sistem pencernaan pada Bahan kajian Metoda asuhan 1. – kasus pencernaan yang sering terjadi pada Project Based learning (PjBL). SGD. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada gangguan sistem berbagai keperawatan dengan kasus gangguan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Lab skills. skills. Case study. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pencernaan 5. Case study. gangguan masalah sistem pencernaan berbagai Project Based learning (PjBL).

Nursing advocacy beneficience. SGD kasus sistem pencernaan dan sistem prioritas masalah sistem pencernaan) asuhan keperawatan padas ekelompok (klasifikasi gangguan pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan 5 etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia 1. non learning (PBL) maleficience. nilai dann norma 6 Mendemonstrasikan keperawatan gangguan pada kasus sistem intervensi dengan pada pencernaan Prosedur Keperawatan tentang : 1. moral right. Case study SGD 4 pengelolaan Manajemen kasus pada sistem pencernaan Case study. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study. juctice.3 Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil –hasil penelitian sistem pencernaan penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah pencernaan Melakukan simulasi klien dengan Telaah jurnal. SGD. Pemasangan Nasogastric (NGT) Lab skillsLab skillsLab skills berbagai tingkat usia sesuai dengan AIPNI Page 87 . masyarakat 2. Problem Based otonomi. Pengkajian pada klien dengan masalah sistem pencernaan 2.

Menentukan jenis dan jumlah kalori dalam diet 5. dengan berfikir kreatif efektif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan efisien dan 3.standar yang berlaku. Colostomy care AIPNI Page 88 . Wash-out/Enema 6. Bilas lambung (gastric Lavage) 4.

Melengkapi data kasus tersebut menggunakan format pengkajian keluarga yang sesuai 3. kesehatan keluarga. keluarga dengan anak usia sekolah. asuhan keperawatan keluarga pada tiap tahapan perkembangan keluarga yang meliputi pasangan keluarga yang baru menikah. konsep keluarga sejahtera. keluarga dewasa dan masalah – masalah keluarga yang terkaait dengan masalah kesehatan yang lazim di Indonesia. keluarga dengan balita. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan keluarga 9. AIPNI Page 89 . 4. Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai data tersebut 5. Menyusun tujuan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan keluarga tersebut 7. keluarga yang menanti kelahiran. Menyusun rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan tujuan tersebut menggunakan format yang sesuai 8. Mengelompokkan data adaptif dan maladaptif yang mendukung untuk merumuskan masalah keperawatan menggunakan format analisa data. Kegiatan belajar meliputi ceramah.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Komunitas I : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas I adalah pembahasan tentang konsep keluarga. Menjelaskan konsep keperawatan dan konsep terkait dan penerapannya pada asuhan keperawatan keluarga 2. Kompetensi blok 13 (Komunitas I) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 13 Komunitas I mahasiswa akan mampu : 1. Merumuskan dan menentukan prioritas diagnosa keperawatan keluarga menggunakan format prioritas masalah yang sesuai 6. diskusi dan pembahasan kasus. keluarga dengan remaja. Menghubungkan dampak isu tersebut pada perkembangan keperawatan keluarga.

Konsep kelurga penerapannya pada asuhan keperawatan 2. Diagnosis keperawatan keluarga 5. Konsep asuhan keperawatan keluarga mahasiswa mampu melakukan asuhan 2. Project Based learning )PjBL). Case studi. Konsep keperawatan keluarga 4. Prioritas diagnosis keperawatan keluarga 6. 1. Ruang lingkup keperawatan keluarga 5. Case studi. Trend dan isu keperawatan keluarga 6. Konsep keluarga sejahtera keluarga 3.No 1 Kompetensi blok 13 Bahan kajian Mampu menjelaskan konsep tersebut 1. Lab skills 2 Mini Lecture. SGD. Perencanaan kep. Project Based learning )PjBL). Asuhan keperawatan Keluarga dengan masalah kessehatan yang lazim di Indonesia Apabila diberi data kasus keluarga. Perumusan masalah keperawatan keluarga 4. Proses keperawatan keluarga 7. SGD. Keluarga Metoda Mini Lecture. Keluarga 7. Evaluasi kep. Pengkajian keluarga keperawatan keluaraga 3. Asuhan keperawatan Keluarga sesuai kebutuhan tumbuh kembang 8. Lab skills AIPNI Page 90 .

reservoir sel – sel darah merah matur. Kompetensi blok 14 (Sistem Muskuloskeletal) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (sistem muskuloskeletal) mahasiswa akan mampu : 1. 3. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal. memproduksi panas tubuh. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapain kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 4.Deskripsi Mata Kuliah semester V Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Muskuloskeletal (blok 14) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem muskuloskeletal sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai bayi baru lahir sampai lansia. dan melakukan fungsi pergerakan tubuh. reservoir mineral penting. AIPNI Page 91 . 5. paru). Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem muskuloskeletal dalam melindungi organ vital (otak. jantung. penyokong tubuh. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan standar yang berlaku dengan berfikir kratif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6. AIPNI Page 92 .

No 1 Kompetensi blok 13 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Lab . Lab muskuloskeletal yang sering terjadi pada skills berbagai tingkat usia di daerah. kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada pada masalah sistem muskuloskeletal AIPNI Page 93 Project Based learning )PjBL). Case studi. regional dan internasional) 2. PMO. sekunder. Gakin. Pengkajian sistem muskuloskeletal 3. Case studi. SGD. Sisitem layanan pasien dengan kesehatan gangguan untuk sistem muskuloskeletal (rujukan. SGD. kasus Project Based learning )PjBL). Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 4. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Jamkesmas) 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan Pencegahan primer. dan tersieer Mini Lecture. nasional. Patofisiologi pada muskuloskeletal (kasus – Metoda sistem Mini Lecture. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 5.

beneficien. neglected. Hasil – hasil penelitian terkait sistem muskuloskeletal 1. moral right. Pengertian masalah penelitian 2. Perlindungan hukum dalam praktik 5. 3.justice. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Pengambilan keputusan legal etis skills Telaah jurnal. Keperawatan 6.dll 4.SGD AIPNI Page 94 . non maleficien.berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek 3 legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil 4. Pertanggungjawaban. SGD Case study. Prinsip – prinsip legal dalam praktik keperawatan Malpraktik. Case study. – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskulosketeal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 1. nilai dan norma masyarakat 2.

Paint management 4. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Pengkajian pada sistem muskulosketal 2. Wound care 7. Problem Based learnig (PBL) 6.justice. Pijat bayi Case study. Fiksasi dan imobilisasi 6.5. Ambulasi dini 5. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia 1. Beneficien. Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskulosketal pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif Lab Skill AIPNI Page 95 . ROM exercise 8. Body movement / body mechanic 3. non maleficien. moral Right. nilai dan norma masyarakat 2.SGD.

4.Mata Kuliah : Komunitas II Beban study Prasyarat : 2 SKS :: Deskripsi Mata kuliah Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas II adalah membahas konsep dasar keperawatan gerontik. strategi promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia. sosial. AIPNI Page 96 . Kompetensi blok 16 (Komunitas II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 16 komunitas II mahasiswa akan mampu : 1. teori. kultural dan spritual yang lazim . Bila diberi data kasus lansia di keluarga.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. Bila ditempatkan di panti werdha. 2. psikososial.teori biologis. psikologis. Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah kesehatan fisik . kultural dan spritual pada proses penuaan dan standart keperawatan gerontik. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. asuhan keperawatan gerontik pada lanjut usia menjelang ajal . peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. 3. dukungan terhadap orang yang terlibat dalam perawatan lansia. Bila diberi data kasus lansia di panti. peserta didik mampu menganalisa program lansia di institusi. Bila diberi data kasus lansia di kelompok.

peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. Komunikasi terapeutik pada sasaran lansia 5.Case studi.No. Asuhan keperawatan lansia dengan gangguan biologis 6. pengkajian kelompok . Asuhan keperawatan kritikal pada lansia 9. Asuhan keperawatan lansia menjelang ajal 10. gangguan berkemih. peserta didik Page 97 di 1. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah psikososial 7. Terapi medik yang lazim digunakan pada lansia Khususnya terkait masalah hipertensi. Lab skills AIPNI orang yang 2. Bila diberi data kasus lansia kelompok. Konsep asuhan keperawatan kelompok Mini Lecture. Teori – teori penuaan 3.Project mampu 2.terapi Cairan sertta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk atau selama lansia menggunakan Program nasional kesehatan lansia 12. Osteoporosis/osteoarthritis.SGD.Project Based learning (PjBL). Perubahan bio-psiko-sosial-spritual-cultural yang Lazim terjadi pada proses menua 4. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah social cultural 8.Case studi. Bila diberi data kasus lansia di keluarga.SGD.gangguan Pernapasan (COPD/asma). Isu-isu strategi kegiatan untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia serta dukungan terhadap terlibat merawat lansia Metoda Mini Lecture.rasa sakit/nyeri. Bahan kajian 1. konsep dasar keperawatan gerontik 2. Program nasional kesehatan lansia 11. Kompetensi 16 1.

AIPNI Page 98 .

Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Perkemihan dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Perkemihan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Deskripsi Mata Kuliah semester VI Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Perkemihan (blok 17) : 2 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Perkemihan sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pada Perkemihan tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan AIPNI Page 99 . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Perkemihan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. 3. 5. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia. Kompetensi blok 17 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (Sistem Perkemihan) Mahasiswa akan mampu : 1. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Perkemihan. 6. 2. 4.

AIPNI Page 100 .berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan ef ektif.

SGD. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 5. Lab skills AIPNI Page 101 . Pengkajian Sistem Perkemihan 3. Pencegahan primer.regional dan internasional) 2. nasional.Case studi.dan tersier pada masalah Sistem Perkemihan Metoda Mini Lecture. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Perkemihan (rujukan.Project Based learning (PjBL).SGD.Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Patofisiologi pada Sitem Perkemihan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 4. Lab skills Mini Lecture.sekunder. Dokumentasi asuhan keperawatan 6.Case studi. Kompetensi blok 17 Bahan kajian 1.Project Based learning (PjBL). Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. (kasus-kasus Sistem Perkemihan yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Gakin.No.

3.

Mengidentifikasi berhubungan

masalah-masalah

penelitian

yang 1. Pengertian masalah penelitian 2. Hasil- hasil penelitian terkait Sistem Perkemihan Manajemen kasus pada Sistem Perkemihan (klasifikasi kasus Sistem Perkemihan dan Prioritas masalah Sistem Perkemihan)

Telaah

jurnal,

Case

study SGD Case study,SGD

4.

dengan Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis

5.

Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia

1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi,Beneficien,justice, non maleficien, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem Perkemihan 2. Kateterasi urin 3. Peritonial dialisa 4. Irigassi blas

Case study,SGD, Problem Based learning (PBL) Lab skills

6

Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku, dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif

AIPNI Page 102

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Sistem Reproduksi (blok 18) : 2 SKS ::

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Reproduksi sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Reproduksi (sikap terhadap kesehatan seksualitas dan reproduksi, anatomi fisiologi sistem reproduksi, perkembangan seksualitas dan reproduksi, kehamilan dan seksualitas, masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi). Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Reproduksi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kompetensi blok 18 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 18 (Sistem Reproduksi) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Reproduksi. 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia.

AIPNI Page 103

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif

AIPNI Page 104

No. Kompetensi blok 18 Bahan kajian 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Patofisiologi pada Sitem Reproduksi gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. (kasus-kasus Sistem Reproduksi yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah, nasional,regional dan internasional) 2. Pengkajian Sistem Reproduksi 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 4. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 5. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Reproduksi (rujukan, Gakin, PMO,Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pencegahan primer,sekunder,dan tersier pada masalah Sistem Reproduksi

Metoda Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

AIPNI Page 105

Pengertian masalah penelitian Reproduksi Manajemen kasus pada Sistem Reproduksi (klasifikasi kasus Sistem Reproduksi dan Prioritas masalah Sistem Reproduksi) Telaah jurnal. Mengidentifikasi hasil-hasil penelitian masalah-masalah penelitian yang 1. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. moral right. Prosedur menolong persalinan 4. Pengkajian pada sistem Reproduksi 2.Beneficien. non maleficien. Pemerikasaan fisik pasca persalinan : lochea Mamae.SGD 1.hasil penelitian terkait Sistem dalam mengatasi masalah Reproduksi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5.SGD. PP test 3. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. fundus uteri Case study. Hasil.justice. nilai dan norma masyarakat 2. Case study. Resusitasi bayi baru lahir 5.3. Problem Based learning (PBL) Lab skills Page 106 . Case berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan 2. dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien AIPNI study SGD 4. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku.

Senam hamil 7.dan efektif 6. Senam psot partum 8. Senam Kegel Exercise 9. Pemeriksaan payudara (sadari) AIPNI Page 107 .

program. Apabila dihadapkan pada situasi area khusus praktek keperawatan komunitas. keperawatan jiwa masyarakat. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan . mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komnitas dalam rentang sehat-sakit 2. Pengalaman belajar meliputi ceramah. keperawatan di rumah (“Homecare”). AIPNI Page 108 . Kompetensi Blok 19 (komunitas III) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 19 Komunitas III mahasiswa akan mampu : 1.mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas fokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit minimal pada area sekolah dan kesehatan kerja tersebut dengan menggunakan langkah proses keperawatan komunitas. dan memahami mekanisme jaminan layanan keperawatan komunitas. dan atau prasyarat untuk mengikuti mata ajar keperawatan komunitas III. dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. Mata ajar ini berguna dalam memahami berbagai area khusus dalam keperawatan komunitas terutama terkait dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi di Indonesia. pembahasan kasus dan praktikum.program kesehatan/kebijakan pemerintahan dalam menanggulangi masalah kesehatan prioritas di Indonesia.Mata Kuliah : Komunitas III Beban Studi Prasyarat : :: Deskripsi Mata Kuliah Fokus mata ajar ini membahas tentang konsep dasar kesehatan dan keperawatan komunitas. diskusi. asuhan keperawatan komunitas dan pembahasan yang terkait isu dan kecenderungan masalah kesehatan komunitas dalam konteks pelayananan kesehatan utama dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. Pada akhir pembelajaran. meliputi keperawatan kesehatan sekolah . pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. serta isu/kecenderungan yang terjadi. jaminan mutu pelayanan keperawatan komunitas. keperawatan kesehatan kerja . area-area khusus dalam keperawatan komunitas .

manfaat.Project Based learning (PjBL). Kesehatan komunitas 3. Proses keperawatan komunitas 3. Proses belajar mengajar di komunitas C. Program pembinaan kesehatan komunitas Metoda Mini Lecture. Karakteristik dan perilaku sehat 2. Pengantar kesehatan komunitas dan konsep Dasar keperawatan komunitas 1. Konsep dasar keperawatan komunitas B. Lab skills AIPNI Page 109 . metode/alat 4. Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 2.Case studi. Peran dan fungsi keperawatan komunitas 2.tujuan. Program-program kesehatan/kebijakan dalam menanggulangi masalah kesehatan utama di Indonesia 1.tahapan. Program evaluasi: definisi. Asuhan keperawatan komunitas 1. 1.No. Kompetensi blok 19 Pada akhir pembelajaran mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komunitas dalam rentang waktu sehat-akit Bahan kajian A.SGD. Pengertian kesehatan. indikator sehat.

Case studi. Program kesehatan jiwa masyarakat 14.2 Apabila dihadapkan pada situasi area 1. konsep promosi kesehatan khusus praktek keperawatan komunitas. Lab skills 3 Kesehatan kerja dan pencegahan dengan minimal pada area sekolah dan kesehatan 9. Program usaha Kesehatan Sekolah penyakit 8. langkah proses keperawatan komunitas. AIPNI Page 110 . 2. Konsep keperawatan kesehatan sekolah 6. Isu kecenderungan pada empat area/setting Praktek keperawatan komunitas. Asuhan keperawatan kesehatan kerja tersebut menggunakan 10. konsep kesehatan jiwa masyarakat 12. Asuhan keperawatan kesehatan sekolah 7. Konsep perawatan di rumah 5.SGD. Program promosi ksehatan mahasiswa peningkatan mampu menyusun rencana 3. Program kesehatan 11. Asuhan keperawatan jiwa masyarakat 13.Project Based learning (PjBL). Konsep keperawatan kesehatan kerja asuhan keperawatan komunitas fokus pada 4. Program perarawtan di rumah Mini Lecture.

Melakukan simulasi pada penerapan gaya kepemimpinan yang efektif saat memberikan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan 6. 7. Melakukan simulasi pengarahan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 2. Fokusnya pada penggunaan keterampilan manajeman dan kepemimpinan pada asuhan klien secara menyeluruh melalui manajemen pelayanan keperawatan dan memprakarsai perubahan yang efektif dalam sistem asuhan keperawatan. AIPNI Page 111 . Melakukan simulasi pengorganisasian pelayanan keperawatan maupun asuhan 4. Kompetensi blok 20 (Manajemen Keperawatan) Setelah menyelesaikan Mata kuliah ini. 5. 3. Melakukan simulasi pembuatan perencanaan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Manajemen Keperawatan : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini membahas manajemen keperawatan yang meliputi manajeman pelayanan keperawatan. Melakukan simulasi penyelesaian konflik pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. manajemen asuhan keperawatan. mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi penerapan teori perubahan pada pelayanan keperawatan.

filosofi.No. Melakukan simulasi pengorganisasian Mini Lecture. Teori kepemimpinan 4. SGD keperawatan maupun asuhan AIPNI Page 112 . 1 Melakukan kepemimpinan Kompetensi blok 20 simulasi pada penerapan yang efektif saat Bahan Kajian gaya 1. tujuan. job evaluasi 3. Case Study. Prinsip staffing 5. Konsep kepemimpinan 3. 2 Melakukan simulasi pembuatan Mini Lecture. SGD pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Pengembangan staf pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Standar keperawatan pelayanan Konsep pengorganisasian : 1.misi. Teori manajemen 3. job analisis. Job description. Karakteristik Kepemimpinan Metoda Mini Lecture. Gaya kepemimpinan perencanaan 1. SGD memberikan 2. Konsep perencanaan 2. sasaran 4. Analisa SWOT 5. Case Study. Visi. Case Study. Budgeting 6. 3. Struktur organisasi 2. Staffing 4.

Case study. SGD keperawatan maupun asuhan keperawatan 5 5. Quality improvement 3. Teknik. fungsi pengendalian 2. Komunikasi 4. Supervisi Mini Lecture.4 Melakukan simulasi pengarahan pelayanan Konsep pengarahan 1. SGD AIPNI Page 113 . Case Study. Pendelegasian 3. Performance Appraisal Mini Lecture. Pengarahan 2. Kepemimpinan Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan Konsep pengendalian keperawatan maupun asuhan keperawatan 1.

kedaruratan dan kegawat daruratan I. kedaruratan dan kegawat daruratan . 2. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi sistematis mengaplikasikan konsep kegawatan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. kegawat daruratan terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. kedaruratan dan . Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait berbagai sistem pada individu sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia.Deskripsi Mata Kuliah semester VII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat-daruratan multi sistem : 3 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Kegawatan. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan I pada berbagai tingkat usia. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang I berhubungan dengan kegawatan. 5. 4. 3. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi pada pencapaian kemampuan berfikir berbagai aspek yang terkait dengan dan komprehensif dalam dengan kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. AIPNI Page 114 kegawat daruratan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. kedaruratan dan Kompetensi blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan ) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan) Mahasiswa akan mampu : 1.

Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan I pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayana n yang efisien dan efektif AIPNI Page 115 .6.

Gakin. multi overdosis dan keracunan obat pada berbagai tingkat usia di daerah.regional dan internasional trauma dan Metoda Mini Lecture.Project Based learning (PjBL). nasional.multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 4. Pengkajian pada kasus syok. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 5.SGD. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 3.Jamkesmas) AIPNI Page 116 . Lab skills mapping based learning 2. Kompetensi blok 21 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Patofisiologi pada kasus syok.Case studi.No 1. Bahan kajian 1. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat (rujukan. Diagnosa keperawatan pada kasus syok.

kedaruratan dan kegawat daruratan terkait Pada kasus syok. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan Manajemen kasus pada kasus syok. usia overdosis dan keracunan obat (klasifikasi pada kasus kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi syok. Hasil. multi trauma dan pada sistem sekelompok pada klien dengan tingkat kegawatan.Project Based learning (PjBL). kedaruratan dan kegawat daruratan .SGD.dan tersier pada masalah kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. Case study.SGD AIPNI Page 117 . multi trauma dan overdosis dan keracunan obat berbagai dengan dan prioritas masalah pada kasus syok.Case study SGD 4. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus Pencegahan primer. Lab skills 3. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat Telaah jurnal.Case studi. multi trauma dan overdosis dan multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia keracunan obat dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mini Lecture.hasil penelitian terkait Pada kasus syok.2.sekunder. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat ) memperhatikan aspek legal dan etis. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan.

1. no maleficien.justice. kedaruratan dan Lab skills kegawat daruratan 1. Pengkajian daruratan 2.Beneficien. Nursing Advocacy Case study. kedaruratan dan kegawat AIPNI Page 118 . Problem Based Learning (PBL) 6 Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. Triase 3.moral right.5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan pada berbagai tingkat usia. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif Prosedur Keperawatan pada kegawatan. nilai dan norma masyarakat 2.SGD. BCLS kegawatan.

kedaruratan dan kegawatan darurat terkait berbagai sistem pada kelompok dan masyrakat sesuai tingkat usia manusia mulai dari bayi sampai dengan sampai lansia. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. 4. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat. kedaruratan dan kegawatan daruratan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. 3. kedaruratan dan kegawat daruratan II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. AIPNI Page 119 . Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. Kompetensi blok 22 (Keperawatan kegawat – daruratan II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 22 (Keperawatan kegawadaruratan II) mahasiswa akan mampu : 1. 2. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat darurat. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep kegawatan.Deskripsi Mata Kuliah semester VIII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat – darurat II : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang kegawatan.

AIPNI Page 120 .5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia 6.

kasus kegawatan. sistem pada kelompok dan masyarakat dengan henti nafas) stroke pada periode akut. Project Based learning kegawat daruratan II terkait multi sistem pada bakar). SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan Lukabakar). Head injury dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia (PjBL). stroke pada periode SGD. Case Study. Luka bakar). Head berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – injury hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. kedaruratan dan kegawat (DM. SGD kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi asidosis respiratorik (respiratory failure. asidosi respiratorik failure.No 1 Kompetensi blok 21 Bahan kajian Metoda Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan Patofisiologi pada kasus asidosis metabolik Mini Lecture. sekunder. asidosis metabolik (DM. 3 4 AIPNI Page 121 . dengan kasus kegawatan. mapping based learning 2 dengan memperhatikan aspek legal dan etis. henti nafas) stroke pada periode tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal akut. Luka SGD. Case Study. kedaruratan dan kegawat darurat Melakukan simulasi pengelolaan asuhan Manajemen kasus asidosis metabolik (DM. dan tersier Mini Lecture. Head injury dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian Hasil – hasil penelitian terkait kasus Telaah jurnal. Luka bakar). Lab skills. Case study. Project Based learning darurat II terkait multi sistem pada kelompok akut. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan Pencegahan primer. Lab skills kelompok dan masyarakat dengan berbagai failure. Case study. asidosis respiratorik (respiratory (PjBL). yang berhubungan dengan kegawatan. kedaruratan dan pada kasus asidosis metabolik (DM.

kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan henti nafas) stroke pada periode akut, Head terkait multi sistem pada kelompok dan injury masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan 5 memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat darurat pada berbagai tingkat usia 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study, SGD, Problem otonomi, beneficience, juctice, non Based learning (PBL) maleficience, moral right, nilai dan norma masyarakat. 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku, dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 2. Nursing advocacy 1. Pengkajian pada kasus asidosis Lab skills metabolik (DM, Luka bakar), asidosis respiratorik failure, henti nafas) stroke pada periode akut, Head injury 2. Manajemen klien dengan terpasang ventilator 3. Monitoring CVP

AIPNI Page 122

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Skripsi : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah implementasi dari riset keperawatan yang mewajibkan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang harus diselesaikan dengan penelitian, membuat proposal penelitian, melakukan penelitian dan membuat laporan penelitian dengan menggunakan metodologi penelitian. Tujuan Mata Kuliah : Peserta didik mampu : 1. Mengidentifikasi masalah penelitian 2. Membuat rancangan penelitian 3. Melakukan penelitian 4. Menyusun laporan penelitian dalam bentuk Skripsi 5. Mempertanggungjawabkan melalui uji sidang Skripsi Bahan Kajian 1. Metoda Penelitian kwantitatif dan kwalitatif 2. Metoda Penelitian Kesehatan 3. Statistik
4. Sumber – sumber yang berhubungan dengan topik penelitian baik dalam bentuk

buku teks ataupun jurnal dan website sesuai topik penelitian Daftar Pustaka Gunakan Referensi terkini dengan terbitan 5 tahun terakhir minimal 5 judul gunakan website sesuai dengan topik bahasan :
• • •

http://en.wikipedia.org http://yahoo.co.id http://google.com Proquest

AIPNI Page 123

IKD 1 (4SKS) Semester 1

Agama (2 SKS)

Kebut . oksigennasi (4 SKS)

Kewarganegaraan

B. Indonesia (2

ISD ( 2 SKS)

AIPNI

(2 SKS)

SKS) IKD II (4SKS) Semester 2 Kebut. Nutrisi ( 4 SKS) IKD III ( 4 SKS) Kebut cairan dan Elektrolit (4 sks) Kebut. Eliminasi ( 3 sks) Kebut. Istirahat dan Tidur ( 3 sks) Kebut. Aktivitas dan Mobilisasi (3 sks) Kebut. Aman dan Nyaman (4 sks) Kebut. Konsep diri ( 4 sks) Keperarawatan Komunitas I (2 sks) Kebut. Seksualitas ( 4 sks) Kebutuhan Komunikasi ( 3 sks) Kep. Komunitas II (3 sks) Semester 5 Semester 4 Semester 3 DENGAN PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kebut. Mekanisme Koping (3 sks)

Pendekatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia

Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa ( 2 SKS) Riset Kep Manajemen Keperawatan (2 sks) Kep. Komunitas III ( 3 sks) Komprehensif I ( 3 sks) Komprehensif II ( 3 sks)

(2 SKS) (2 SKS) Inggris SKS) (2 SKS)

MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA Semester 6 Semester 7

Page 124

Skripsi (4

Semester 8

CONTOH STRUKTUR KURIKULUM PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR SEMESTER I Agama Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu Sosial Dasar Jumlah jam/mg = 14 + 4 = 18 jam SEMESTER II Mata Ajar Kebutuhan Oksigenasi Kebutuhan Nutrisi Bahasa Inggris Ilmu Keperawatan Dasar III Jumlah jam = 11 + 4 + 4 = 19 jam SEMESTER III No 1 2 3 4 5 Mata Ajar Kebutuhan Cairan & Elekrolit Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Istirahat & Tidur Kebutuhan Aktivitas & Mobilisasi Bahasa Inggris Jumlah jam = 11 + 4 + 8 = 23 jam No 1 2 3 4 No 1 2 3 4 5 6 Mata Ajar SKS 2 2 2 4 4 2 16 SKS 4 4 2 4 14 SKS 4 3 3 3 2 15 T 2 2 2 2 2 2 14 T 3 3 2 3 11 T 3 2 2 2 2 11 Lab 1 1 2 Lab 0.5 0.5 1 2 Lab 0.5 0.5 0.5 0.5 2 K ket

K 0.5 0.5 1 K 0.5 0.5 0.5 0.5 2

ket

ket

Deskripsi mata kuliah pendekatan berdasarkan pendekatan kebutuhan Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir dalam keperawatan, perkembangan keperawatan ; pendekatan holistic care (konsep caring, holisme, humanisme dan transcultural nursing); prinsip-prindip legal etis dan isu etik (etical issue); nursing advocacy; termasuk, teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I
AIPNI Page 125

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. 2. 3. 4. 5. No 1 menerapkan konsep berfikir kritis dalam keperawatan menganalisis perkembangan sejarah keperawatan menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan menerapkan prinsip-prinsip legal etis paada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Menerapkan konsep berfikir kritis dalam 2 keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah 3 keperawatan Menganalisis prinsipprinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan 1. 2. 3. 4. 4 Menerapkan prinsipprinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatann Bahan kajian Konsep berfikir kritis dalam keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional teori sistem konsep berubah konsep holistic care : transcultural nursing Mini lecture, case study, small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Mini lecture, case study, small group discussion (SGD)

caring, holisme, humanisme dan (keperawatan lintas budaya) 1. prinsip-prinsip etika keperawatan : onotomi, beneficience, non maleficience, justice, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. isue etik dalam praktik keperawatan ; Euthanasia, transplantasi organ, supporting devices, aborsi 3. prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik, neglected, pertanggunggugatan

AIPNI Page 126

pertanggungjawaban. mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet ) Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar II : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : AIPNI Page 127 . Demonstrasi. PjBL mengirim tugas melalui email. 5. dll 4. 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan perlindungan hukum dalam nursing advocacy praktik keperawatan pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer ( membuat blok.(mandiri dan limpahan).

tahap.Mata kuliah ini membahas tentang konseptual keperawatan . dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia karakteristik. dan tugas perkembangan 1. SGD Betty Neuman. case study. menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. dll ) Menerapkan hal-hal yang terkait Konsep. case study. menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan kondep tumbuh kembang 4. menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok I Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi 2 Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. penggunaan komunikasi terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 4. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. karakteristik. ternd dan issue 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang AIPNI Page 128 . menerapkan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 5. project based learning(PjBL) Mini lecture. konsep. Dicovery learning (DL). teori komunikasi 2. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. menerapkan model konseptual keperawatann dalam berbagai situasi 2. Kompetensi blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa akan mampu : 1. tahap. Orem. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Mini lecture. Roy. komunikasi terapeutik 3.

anak. konsep belajar sepanjang hayat 2. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) PjBL Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektef keperawatan : maternitas. case study.komunikasi dalam pelayanan kesehatan / keperawatan 6. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi 5. metode evaluasi Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III : 2SKS(2-1) :Mini lecture. Kompetensi blok 3 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa akan mampu : AIPNI Page 129 . teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. orang dewasa. antropologi dan sosiologi budaya 3. komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuia dengan tumbuh kembang keyakinan 1. rancangan penyuluhan kesehatan 6. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan dan tantanan pelayanan kesehatan.

orang dewasa.1. mengaplikasikan prinsip pendidikan dan keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan AIPNI Page 130 . merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan 3. menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas . anak.

tren keperawatan d. reaksi hospitalisasi. evaluasi f.case studi. perencanaan d. antropologi dan sosiologi kesehatan c. Demonstrasi AIPNI Page 131 .No 1 Kompetensi blok I Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien Konsep proses keperawatan : a. SGD. SGD. pelaksanaan e. perspektif dan falsafah keperawatan b. teori pendekatan sosial dalam kesehatan Metode Mini lecture. project Based learning (PjBL) lab skills 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. project Based learning (PjBL) lab skills 3 Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dala sistem pelayanan kesehatan Case studi. orang dewasa. SGD. anak. konsep belajar sepanjang hayat b. project based learning (PjBL). diagnose keperawatan c. ruang lingkup keperawatan c. pendokumentasian a.case studi. dll) a. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. Mini lecture. pengkajian b. isu keperawatan (konsep bermain pada anak.

konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi e. rancangan penyuluhan kesehatan f.d. metode evaluasi AIPNI Page 132 .

Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Kebutuhan Oksigenasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang kebutuhan oksigenasi sesuai tingkat usia manusia melalui dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi AIPNI Page 133 . komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. 2. 3. Mengidentifikasi masalah oksigenasi 4. Kompetensi blok 6 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada kebutuhan oksigenasi mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada skelompok klien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. transportasi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. dan sistem respirasi sel. difusi. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

Project Based Learning (PjBL). Bahan kajian Anatomi. Lab skills AIPNI Page 134 . SGD. Lab skills. Project Based Learning (PjBL). 1. SGD. 7. Kompetensi blok 6 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan Mini Lecture. Gakin. Jamkesmas) 1. mapping based learning 3. fisiologi.No. Pengkajian kebutuhan oksigenasi Diagnosa keperawatan pada gangguan oksigenasi Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigenasi. 5. kimia. regional dan internasional) Metode Mini Lecture. Case Study. 4. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Case Study. Pencegahan primer dan sekunder pada masalah kebutuhan oksigenasi 2. Patofisiologi pada kebutuhan oksigenasi (kasus-kasus oksigenasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Dokumentasi asuhan keperawatan Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi (rujukan. PMO. nasional. fisika dan biokimia oksigenasi. 2. 6.

Manajemen kasus pada kebutuhan oksigenasi Case study. Problem Based learning (PBL) 6. non maleficience. SGD prioritas masalah sistem respirasi) keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus kebutuhan oksigenasi dan 5. Pencegahan tersier pada masalah Telaah Jurnal.oksigenasi pada berbagai tingkat usia 3. beneficience. 1. oksigenasi 4. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. justice. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbgai tingkat usia dengan memperhatikan aspek Melaksanakn fungsi advokasi pada kasus dengan oksigenasi pada berbagi tingkat usia. kebutuhan oksigenasi Mengidentifikasi masalah-masalah Hasil-hasil penelitian terkait kebutuhan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah oksigenasi. dengan berfikir Lab skills AIPNI Page 135 . nilai dan norma masyarakat 2. Case study. Pengkajian pada oksigenasi 2. SGD. Fisioterapi dada/postural drainage 3. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan oksigenasi pada berbagi tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Terapi O2 4. 2. SGD dengan memperhatikan aspek legal dan etis. moral right. Nursing advocacy 1. Suctioning Case study.

Perawatan WSD 6.kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Trakheostomi AIPNI Page 136 . Nebulisasi 7.

Dengan demikian. Selanjutnya.Kesimpulan Kedua model matriks dan rangkaian deskripsi mata kuliah yang disajikan diatas belum merupakan pencerminan kurikulum lengkap tetapi hanya berupa kurikulum inti (60%). seluruh deskripsi mata kuliah belum dijabarkan. Model Penyelenggara Pendidikan Sarjana Keperawatan Tahap Profesi 36 SKS S. Kep Praktik 30% Tahap Akademik 144-160 SKS Teori 70% Ners Pola Pendidikan Nerd an Sistem Uji Kompetensi sebelum kelulusan Tahap Profesi (internship) Uji Kompetensi (work entry / exit exam) STR (RN) AIPNI Tahap Akademik Page 137 . deskripsi mata kuliah yang belum diuraikan serta mata kuliah yang terdapat kurikulum institusi perlu dilengkapi oleh masing-masing institusi.

mengembangkan.Penamaan kelulusan : Setelah menyelesaikan tahap akademik. dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia No.Kep” dan setelah tahap profesi lulusan akan mendapat sebutan profesi “Ners” 5 KURIKULUM PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI Pendidikan profesi keperawatan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik untuk mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai ners. 232/U/2000 pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan. lulusan akan mendaptkan gelar Sarjana Keperawatan “S. AIPNI Page 138 .

Profil Lulusan Pendidikan Profesi Tahap pendidikan profesi lebih difokuskan pada profil sebagai : 1. Kompetensi ini dijabarkan kedalam unit kompetensi : 1. memberikan pendidikan kesehatan menjalankan fungsi advokasi pada klien. Kompetensi Lulusan Pendidikan Tahap Profesi Untuk menjamin kualitas lulusan agar dapat berkomunikasi secara global diperlukan patokan dalam penentuan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang ners di berbagai institusi penyelnggara pendidikan ners di seluruh Indonesia. Community Leader B.Program pendidikan ners merupakan lanjutan tahap akademik pada pendidikan sarjana keperawatan dengan beban studi minimal 36 SKS (mengacu pada PP no. 4 pendidikan kedinasan) atau setara magister (SK. Pendidikan tahap profesi keperawatan merupakan tahapan proses adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan. Kompetensi pendidikan profesi dapat dicapai dengan masa studi 2-3 semester dengan perhitungan 36 SKS x 16 minggi x 4 jam = 2304 jam. No. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal. Kurikulum institusi pendidikan tahap tinggi profesi terdiri dari 60% kurikulm inti (22 SKS) dan 40% kurikulm yang mencirikan institusi. Mendiknas. AIPNI Page 139 . Dengan demikian. Care Provider (Profil peneliti dan pendidik terintegrasi dalam profil Care Provider) 2. maka dibutuhkan masa studi 48 minggi (2304 : 48 jam) A. diharapkan seluruh institusi pendidikan profesi mempunyai kurikulum inti yang sama. Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi di fokuskan pada kemampuan: a. 3. Pengembangan kurikulum pendidikan tahap profesi terdiri dari kurikul inti dan kurikulum instirusi yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelnggarakan program pendidikan profesi. Jika dalam satu minggi 48 jam. 232/U/2000 pasal 5 ayat 2). Manajer asuhan klien.

Mampu membeikan asuhan yang berkualitas ecara holistis kontinyu dan konsisten k. d. Melaksanakan asuhan keperawtan profesional di tatanan klinik dan komunitas menggunakan hasil penelitian. Mampu menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim c. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. Unit Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi: a. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik g. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan. i. d. Mengaplikasikan fungsi kepimpinan manajemen keperawatan. b. 2. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan j.b. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien h. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. serta menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan. Manpu mengunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik AIPNI Page 140 . Mampu mendemonstrasikan ketrampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. c. Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dan komunitas e. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.

Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi ruangan untuk mengingkatkan kemampuan AIPNI Page 141 . Mampu melaksaanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien w. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan o. Mampu dalam mengembangkan profesi keperawatan s. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengguanan sstrategi manajemen kualitas dan manajemen resiko n. Mampu memberikan pengarahan pada anggota timnya bb. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawtan x. kuratif dan rehabilitatif v.m. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan p. Mampu mencegan dan menyelesaikan konflik aa. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan t. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas u. Mampu mengembangkan potensi diri professional r. Mampu mengorganisasikan mamajemen ruangan keperawatan secara berkelompok z. Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok y. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif q. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya cc. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif ditatanan komunitas dalam aspek promutif preventif.

area keperwatan medikal dan jiwa Mampu memberkan asuhan yang secara berkualitas secara bedah. Kaitan Kompetensi. KOMPETENSI Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan inter personal 2. dengan 1. Melaksanakan tatakan legal 3. klinik asuhan 1. 4. logis dan etis dalam mengembangkan keperawatan asuhan keperawatan holistik. AIPNI Page 142 . UNIT KOMPETENSI asuhan keperawatan Mampu menggunakan keterampilan inter personal yanf efektif dalam kerja tim Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan tanggung jawab Mampu menggunakan proses keperawatn dalam menyelesaikan Diseluruh masalah klien kritis. kontinyu dan konsisten Mampu mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mamapu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningakatan kualitas area prakik terutama AREA PENCAPAIAN area praktik keperawatan Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian Diseluruh keperawatan professional di menerapkan aspek etik dan 2. maternitas. 1.c. 5. anak. Unit Kmopetensi dan Area Pencapaian NO. 3. 2.

6. 11. Mampu mempertahakan lingkunagn yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko 8. 13. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan akontabilitas auhan keperawatan yang AIPNI Page 143 . 12. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan 9. Mampu memberikan dukungan kepeda tim asuhan dengan mempertahankan diberikan 10. Berkesinambungan dalam praktik 7.

berkelompok 2. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam komunitas 4. dan menyelesaikan masalah klien ditatanan kominitas menerapkan suhan komunitas 3. Mampu melaksanakan terapi modlitas / komplementasisesuai dengan kebutuhan klien gerontik. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota tinya 5. anak. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi AIPNI Page 144 .3 Melaksanakan asuhan keperawatan profesional ditatanan komunitas 1. Mampu memberikan pengarahan kepada angota tim nya 4. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam Di area keperawatan kelarga. Mampu mengorganisasikan menejemen ruangan keperawatan secara berkelompok mampu mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim 3. Mampu mengembangkan program yang kretif dan inofatif ditatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. Mampu merencanakan kebutuhan keperawatan secara Keperawatan medikal bedah. kuratif dan rehabilitatif 4. dan komunitas. 2. jiwa. Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajenen keperawatan 1.

pelaksanaan pendidikan terhadap proffesi harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip di bawah ini : 1. Matrik sebaran Mata kuliah pendidikan Profesi Stase Mata Kuliah Jumlah SKS Kurikulum Kurikulum inti institusi I Keperawatan Medikal Bedah 5 II Keperawatan Anak 2 III Keperawatan Maternitas 3 IV Keperawatan Jiwa 2 V Menejemen Keperawatan 2 VI Keperawatan Gadar 2 VII Keperawatan gerontik 2 VII Keperawatan Keluarga dan Komunitas 4 Jumlah 22 36 Penatalaksanaan : Stase I-VIII dapat dilaksanakan secara paralel dan tidak prasyarat karena diasumsikan setiap lilisan pendidikan tahap akademik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk tahap profesi. Tersedianya preseptor/mentor untuk menyelengarakan pendidikan profesi. buku log. Struktur Kurikulum Pendidikan Tahap Profesi Pendidikan tahap profesi merupakan kelajutan dari tahap pendidikan program sarjana keperawatan dimana tahap ini peserta didik mengaplikasikan teori dan konsep yang didapat selama proses pendidikan sarjana. kertampilandan sikap untuk mencapai kompetensi profesional seorang ners. Tersedianya buku pedoman pelaksanaan kegiatan pendidikan tahap profesi. 5.Lulus pendidikan sarjana keperawatan . Pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi berorentasi pada tahap pembelajaran sederhana ke kompleks dengan memfokuskan pada pengetahuan. 3.Lulus uji kompetensi (12 kompetensi inti dan kompetensi tambahan yang diperlukan untuk wahana praktik tertentu) 2. dan modul praktik. E. menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Deskripsi mata kuliah .D. Oleh karena itu. Calon peserta pendidikan tahap profesi : . Tersedianya wahana praktek yang kondusif (sarana dan prasarana) untuk menumbuh kembangkan kemampuan berfikir kritis. 4.

d. Stroke. Hepatitis. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien dewasa ditatanan klinik dengan gangguan : . Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang dewasa. Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah mencakup asuhan keperawatan pada klien dewasa dalam konteks keluarga yang mengalami masalah pemenuhan daarnya akibat gangguan satu sistem (organ) atau beberapa sistem (organ) tubuhnya. .Nutrisi : DM. . .Mobilitas fisik : Fraktur. Kompetensi : Setelah mengikuti praktik profesi Keperawatan Medikal Bedah mahasiswa mampu : a. Anemia.Keamanan fisik : Leukimia. Cirhep. Hipo/hipertiroid. memberikan pendidikan kesehatan. HIV/AIDS. Mata Kuliah Beban Studi : Keperawatan Medikal Bedah : 5 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan medikal bedah merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap ketika melakukan asuhan keperawatan profesional. e. Asma. c. . Ca paru . DHF.Eliminasi : Ileus Ca saluran cerna. Dekompesasio cordis.Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. BPH. b. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dal ilegal . Pankreatitis akut.1.Oksigenasi akibat ARDS. ARF/CRF. Pneuminia. Koleliasis akut. menjalankan fungsi advokasi pada klien.Termoregulasi : Thypoid . membuat keputusan legal dan etik serta mengunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada orang dewasa.

Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. p. Problem solving for better health (PSBH) 8. Case report dan overan dinas 5. l. Diskusi kasus 4. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Mengembangkan pola pikir kritis.f. q. k. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan kliean dewasa Mendemonstrasikan ketrampilan teknik keperawatan yang sesuai dengan standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif i. logis dan etis dala mengembangkan asuhan keperawatan oramh dewasa Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. o. j. . Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metoda Pembelajaran 1. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Pre dan post conference 2. h. n. r. g. m. kontinyu dan konsisten Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik.

Case test / uji kasus (SOCA.Student Oral Case Analysis) 4. Log book 2. Problem solving skill 7. Critical insidence report 5. Kasus lengkap. Direct Observasional of prosedure skill 3. menjalankan fungsi advokasi pada klien anak dan keluarganya. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. kasus singkat 8. OSCE 6. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Mata Kuliah Beban Studi Deskripsi Mata Kuliah : : Keperawatan Anak : 2 SKS Praktik profesi keperawatan anak merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional yang aman dan efektif. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada anak.Metoda evaluasi : 1. memberikan pendidikan kesehatan. .

Bayi dan anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. BBLR. Juvenile DM. pra sekolah. NS .Bayi dan anak dengan gangguan termoregulasi : MAS. d.Bayi dan anak dengan gagguan keamanan fisik : Leukimia. Thalasemia . Hypospadia. sekolah dan remaja) dalam knteks keluarga yang bertujuan untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehat. f. dengan anak masalah pediatric sosial dan manajemen terpadu balita sakit. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien anak dalam konteks keluarga Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien ank dalam konteks keluarga . Labiopalatoschiziz . toddler. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan anak dengan berbagai tingkat usia dalam konteks keluarg Menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien aanak pada berbagai tingkat usia dalam konteks keluarga ditatanan klinik . anak sakit akut dan sakit yang mengancam kehidupan. Kejang e. Pneumonia. Kompetensi : Setelah menyelesaikan praktik profesi keperawatan anak mahasiswa mampu : a. b. c. RDS. Anemia. obesitas . dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan ditatanan klinik.Bayi dan anak dengan gangguan oksigenerasi akibat RDS. Thypoid. morbili .Bayi dan anak dengan gangguan pertubuhan dan perkembangan . Trombositopenia. Hyperbilirubinemia.Bayi dan anak dengan nutrisi : KEP/ malnutrisi. bayi. Atresia Anni. meningitis / Enchepalitis. Asma. DHF.Praktik profesi keperawatan anak mencakup anak dengan berbagai tingkat usia (neonatus. ITP.Bayi dan anak dengan gangguan eliminasi akibat kelainan congenital : Hirschprung.

l.g. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. o. Menggembangkan popla pikir kritis. Metoda evaluasi : . logis. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Case report dan overan dinas 5. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. p. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Membuat klasifikasi dan tindakan dari kasus yang diperoleh di Pukesmas. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keprawatan yang diberiakan n. dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sehat di masyarakat m. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan pada klien anak dalam konteks keluarga Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien dan keluarga agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan stratedi manejemen kualitas dan manajemen resiko pada klien anak dalam konteks keluarga k. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. j. Diskusi kasus 4. q. Pre dan post conference 2. Problem solving for better health (PSBH) 8. Mendemonstrasikan keterampilan tekniskeperawatan yang sesuai dengan standarta yang berlakuatau secara kreatif dan inivatif agar pelayanan yang diberika efisien dan efektif pada klien anak h. i.

St. (8th ed. J. 1996. S. S. M. Problem solving skill 7. S. Pediatric nursing : caring for Children.). Al. Connecticut : Appleton dan Lange. W. Hay. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing. et.. OSCE 6. Jakarta: fakultas Ilmu Kedokteran Unuversitas Indonesia . (2008). Wellness Nursing Diagnosis for Health Promotion. Mott.(1999). Nursing Care of Children and Families. Canada : Mosby Company. Maryland : Aspen publication Bowden. (2003).R. Case test / uji kasus (SOCA. Philadelphia: W. Current pediatric Diagnosis and Treadment. (1998). Wong’s Nursing Care of Infants and Children“. Jilid 1. Hockenberry. M.. Daftar Pustaka Ball. (8th edition). & Greenberg. W. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Nursing Care of the General pediatric Surgisal Patient. Louis: Mosby Elseiver Karen. C. R.Student Oral Case Analysis) 4.E.. Critical insidence report 5.B. Readwood City : Addison Wesley Muscari. W. Philadelphia: Lippincot Markum.H. Children and their families : The continuum of care. SR. Buku ajar ilmu kesehatan anak. James.. V. Direct Observasional of prosedure skill 3. Dickey. Log book 2. Hockenberry.S. Saunders Company. & Bindler. Philadelphian :Lippincott. 1997. D. A. R. C. M. kasus singkat 8. et. V. Al. 2000. & Sperhac.M 1990. Advanced pediatricclinical assessment: Skills and procedures. New Jersey : prentice hall Barbara.. J & Wilson. (2001).Wilson. Kasus lengkap. (2007). B.1. A.

Clinical manual of pediatric nursing. (1996). Louis : Mosby. c. (2003). D. b. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mengguanakan proses keperawatan pada ibu hamil melahirkan dan paska melahirkan serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan .. St. C. melahirkan dan paska melahiran serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan dan keluarganya. Nursing Care of Infants and Children“. 1996. intranatal dan post natal serta yang mengalami masalah pada sistem reproduksi dan pengaturan kehamilan. Wong. Louis : Mosby Year Book Wong. Kasprisin C & Hess. memberikan pendidikan kesehatan. Louis : Mosby.L. St. Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas Beban : 3 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan maternitas merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. (7th edition)St. D. 1. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Clinical Manual of Pediatric Nursing.Wong and Whaley. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada ibu hamil. J. M. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a.I. & Hockenberry.. menjalankan fungsi advokasi pada klien. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan Maternitas dalam konteks keluarga Praktik profesi keperawatan maternitas dilakukan secara bertahap dimulai dari prenatal..

Diskusi kasus 4. Case report dan overan dinas 5. kontinyu dan konsisten. Metode Pembelajaran 1. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan maternitas. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. melahirkan. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif o. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal : merencanakan program keluarga berencana. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. paska melahirkan. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan. k. j. i. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. n. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan maternitas. Problem solving for better health (PSBH) . Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontbilitas asuhan keperawatan yang diberikan. f. Pre dan post conference 2. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Pendelegasian kewenangan bertahap 6.e. h.

Moorhouse Mary Frances. United stated of Amerika. J. Perry Shannon.A. Person Education. St. Philadelphia. Jensen Margaret Duncan dan Bobak Irene M. Tokyo. 7th Edition. St. 6th Edition. Manual of Obstetri Diagnosis and Therapy. Berman Audrey.V. Erb Glenora. San Francisco. St. Little. Comprehensive Maternity Nursing Nursing Process and Childbearing Family. 2004 Fundamentals of Nursing Concepts. 1983. Louis. Neeson Jean D dan May Katharyn A. Newyork. Philadelphia Gulanick Meg. Brown and Company. Mosby. Kozier Barbara. Toronto. Lippincott Company Philadelphia. Toronto May katharyn Antle and Mahlmeister laura Rose.Student Oral Case Analysis) 4. Problem solving skill 7.8. kasus singkat 8. 1990. Second Edition. Sydney. Process. Portfolio Daftar Pustaka Doenges Marilynn E. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- . 2007.B. Nursing Care Plans : Nursing diagnosis and Intervension. Maternity and Gynecology care The Nurse ang the family. St. The C. Nursing plans Guidelines for Individualizing Client Care Across The Life Span. Log book 2. Direct Observasional of prosedure skill 3. Louis . 7th Edition. Inc. Comprehensitive Maternity Nursing Process and Childbearninf Family . Bobak Irene m. 1985. Louis. J. F. Lippincott Company Philadelphia. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Snyder Shirlee J. Murr Alice C. Tokyo. 1999. Critical insidence report 5. Louis Sao Paolo Sydney. Myers Judits L. Metoda evaluasi : 1. Newyork. Kasus lengkap. Lowdermik Deitra Leonard. Upper Saddle River. London. Sydney. Case test / uji kasus (SOCA. 2006. E. Davis Company. Maternity Nursing. St. Grand Rapids. New Jersey. Fight edition. Mosby Company. 1986. Mosby. Boston Medical Science International. Louis London. Niswander Kenneth R. London Mexico City.b. OSCE 6. Ltd. and Practice. Princeton.

2. Praktik profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal. arthritis. − Oksigenasi akibat COPD. − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. − Keamanan fisik dan mobilitas fisik : Fraktur. e. − Eliminasi : BPH. hipertensi. resiko dan potensial serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. c. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien usia lanjut. f. Mengguanakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien usia lanjut. Mata ajar Beban Studi Prasyarat : Keperawatan Gerontik : 2 SKS : Telah melalui praktek Deskripsi Mata Ajar : Praktik profesi keperawatan gerontik merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. agama atau factor lain dari setiap klien lanjut yang unik . Dekompensasio cordis. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. memberikan pendidikan kesehatan. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan gerontik. b. menjalankan fungsi advokasi pada klien. − Nutrisi : KEP. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik mahasiswa mampu: a. Pneumonia Hipostatik.

Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. OSCE 6. Log book 2. Problem solving skill 7. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Metoda evaluasi : 1.g. Kasus lengkap. Program Pemerintah Tentang Kesehatan Gerontik . k. i. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif p. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan usia lanjut. Critical insidence report 5. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien usia lanjut. Case test / uji kasus (SOCA. n.Student Oral Case Analysis) 4. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. j. h. Direct Observasional of prosedure skill 3. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. o. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional q. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. kontinyu dan konsisten. kasus singkat 8. Portfolio Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan r.

Praktik profesi keperawatan jiwa berfokus pada penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dalam konteks keluarga dan masyarakat melalui penerapan terapi modalitas keperawatan. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. Inc. dengan gangguan jiwa. G.. Philadelphia: J. S.Lueckenotte (1996). Lippincott company. Philadelphia: W. Carrol et all.B. Lippincott company. Miller. St. Wold. Philadelphia: J. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Louis: Mosby Book. Taylor. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. (2004). Tyson. Second edition. Basic geriatric nursing.sosio-spiritual terutama masakah gangguan . theory and practice. Nursing care of older adult. Second edition. Fundamental of Nursing. promotif. kuratif dan rehabilitatif serta memberikan pendidikan kesehatan. (1999). b. keluarga dan masyarakat baik yang sifatnya preventif. anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko. Gerontological nursing care.B. (1999). Toronto: Mosby. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Gerontologic nursing. (1995). C. Saunders company.H.B. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan jiwa. c.R. Memberikan asuhan keperawatan kepada individu. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------3. Mata Ajar Beban Studi Deskripsi Mata Ajar : Keperawatan Jiwa : 2 SKS Praktik profesi keperawatan jiwa merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa ketika adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan kepada individu.

n. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. perilaku Kekerasan dan dan Definsit Perawat Diri. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Tutorial individual yang diberikan preceptor 3. kontinyu dan kosisten. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan jiwa. Hallusinasi. Harga Diri Rendah. Pre dan post conference 2. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhann keperawatan yang diberikan. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Isolasi Sosial. Bunuh Diri. e. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. k. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. o. m. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Diskusi kasus 4.jiwa dengan cora problem. Peerta praktik melakukan proseskeperawatan jiwa. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. j. Berlaku h. Case report dan overan dinas 5. Waham. Pendelegasian kewenangan bertahap . l. i. logis. Mengembangkan pola pikir kritis.

Stuart S. Clinical Manual of Psychiatric nursing.E (1993). Mosby. Addison Wesley California. Essential of Mental Healt Nursing.. St. Psychiatric Care plans Guidelines for Individualizing Care Ed.A Davis Company Fortinash. Psychiatric Nursing. R. Case test / uji kasus (SOCA. 7 edition. Louis : Mosby Fountainne. Schewecke. California. Fifth Edition.C and Moorhouse. Direct Observasional of prosedure skill 3. Problem solving skill 1. Prosess and Practice. OSCE 6.E. Taylor C (1997). Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. …………………………………………………………………………………………. Metoda evaluasi : 1. Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat th . Bostrom. Foundamental of Nursing. B (1997). Philadelphia : F.. 3. 6. M and Holloday. Fletcher (1995). Louis. Problem solving for better health (PSBH) 8. (1999). P (1997). Keltner.A (1991). St. Townsend. Log book 2.. Potter. M. Laraia (2003). Conceps. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7.Louis. kasus singkat 2.P and and Heacock. Mosby. Critical insidence report 5. Kozier. M. St..6.F (1998). Conceps. Lippincontt. Addison Publising Company. Psychiatric Nursing Care Plan St.. Prosess and Practice. Portfolio Daftar Pustaka Doenges M. Kasus lengkap. Principles and practice of Psychiatric Nursing. Louis Rawlin. St. P. P. C. Mosby. Foundamentals of Nursing. The Art and Science of Nursing Care Philadelphia. Founth Edition. Foundamentals of Nursing.Student Oral Case Analysis) 4.

b. Praktik profesi keperawatan gawat darurat mencakup asuhan keperawatan dalam konteks keluarga pada klien dengan berbagai tingkat usia yang mengalami masalah pemenuhan kebutuhan dasarnya akibat gangguan salah satu sistem (organ) ataupun beberapa sistem (organ) tubuhnya dalam keadaan gawat darurat. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gaswat darurat. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. trauma thoraks − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : DM dengan ketoasidosis. berbisa. . − Keamanan fisik : keracunan. Gagal nafas. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. c. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaiakan masalah klien pada berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat akibat gangguan : − Termoregulasi : Trauma kapitis − Oksigenasi : Infark Miokard. e.Beban : 2 SKS Praktik profesi keperawatan gawat darurat merupakan program yang Deskripsi Mati Kuliah menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. f. krisis tiroid. memberikan pendidikan kesehatan. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan menggunakan salah satu referensi dari hasil penelitian yang berkaitan dengan keperawatan gawat darurat. sengatan binatang. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien.

Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan p. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat h.g. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional o. logis. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan m. Case report dan overan dinas 5. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Diskusi kasus 4. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Menjalankan fungsi advokasi pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat untuk mempertahankan klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Metoda evaluasi : . Mengembangkan pola pikir kritis. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif n. j. Problem solving for better health (PSBH) 8. Pre dan post conference 2. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan pada klien denagan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat (Triage) i. l. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. k. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.

Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. kasus singkat 8. OSCE 6. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------7. Selama praktek mahasiswa memprakarsai perubahan yang efektif dan inovatif dalam asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan. Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan Beban : 2 SKS Deskripsi Mati Kuliah Praktik profesi manajenen keperawatan merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerapkan konsep – konsep yang berhubungan dengan manajemen & kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan yang sesuai dengan keadaan saat ini. b. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan d.Student Oral Case Analysis) 4. pengorganisasian. Problem solving skill 7. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok . Case test / uji kasus (SOCA. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab c. Praktik profesi keperawatan manajenen keperawatan mencakup perencanaan. Critical insidence report 5. Kasus lengkap. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a.1. pengarahan dan pengendalian dengan menerapkan berbagai gaya kepemimpinan yang efektif. Direct Observasional of prosedure skill 3. Log book 2.

1. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko.e. 7. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 2. . 5. Melakukan supervisi terhadap anggota timnya i. Pre dan conference. 1. Log book. Pendelegasian kewenangan bertahap. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). 5. n. Problem solving skill. 4. Memberikan pengarahan kepada anggota timnya h. Tutorial individual yang diberikan preceptor. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. kasus singkat. OSCE. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. Diskusi kasus. Melaksanakan perubahan dalam asuhan dan pelayanan perawatan. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pengelolaan klien. Case report dan overan dinas. p. Melakukan evaluasi terhadap timnya j. o. 6. 2. q. m. l. Direct Observasional of Prosedure skill. 4. 8. Metode pembelajaran. Kasus lengkap. 3. 7. Mengembangakan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. 6. Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan kondisi ruangan k. 3. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Critical insindence report. Mencegah dan menyelesaiakan konflik didalam timnya g. Mengorganisasikan manjemen ruangan keperawatan secara berkelompok f. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.

dan komunitas dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. (2000). R.. (1994). risiko dan potensial. Philadelphia: Lippincott.Her Ladership Role Gilliies. Roussel.. J.Mata ajar Beban Studi : Keperawatan keluarga dan komunitas : 4 SKS Deskripsi Mata Kuliah : Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan untuk pencegahan primer. menjalankann fungsi advokasi. D. R. London : Jones and Bartlett Publisher. Swansburg. WB Saunders Marriner AT (1996) Nursing Management and Leadership. Swansburg. L. Philadelphia: W. Daftar Pustaka Sullivan. Sudbury: Jones and Bartlett Publisherrs 8..et all (2001) Effective leadership and management in nursing . R. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktek profesi keperawatan keluarga dan komunitas mahasiswa memiliki kemampuan : . St.J.. Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas berfokus kepada kebijakan dan program pemerintahan tentang kesehatan masyarakat. Louis: The CV Mosby Marquis. C. L. (1998).E. Introductory management and Leadership for Nurses. pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui kerjasama dengan lintas program dan sektoral. C. sekunder dan tersier kepada individu.B Kron (1981). . Nursing management and leadership.New Jersey:Prentice-Hall Barret Jean et all (1975). Nursing management: A System approach. kelompok.& Swansburg. R. The Head Nurse.A. The Manegement of Patient Care. Putting Leadership Skills to Work. B. J (2006).8. & Swansburg. Portfolio. keluarga. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini terkait dengan keperawatan keluarga dan komunitas. Leadership roles and management functions nursing.

n. keluarga. Bekerjasama dengan unsur keperawatan komunitas. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan secara individu. masyarakat dan komunitas klien yang unik. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. masyarakat dan komunitas agar dapat mengambil keputusan. kelompok dan komunitas. h. keluarga. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan individu. kontinyu dan konsisten. Mengembangkan pola pikir kritis. Melakukan kmunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada individu. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. . Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. k. Mengembangkan program yang kreatif dan inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. kuratif dan rehabilitative melalui pemberdayaan masyarakat. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas. e. c. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. f. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak individu. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. agama atau faktor lain dari setiap individu. l. p. g. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. m. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. d. terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan j. keluarga. kelompok dan komunitas. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab.langkah pengambilan keputusan etis dan legal. keluarga. Menggunakan langkah. q. keluarga. masyarakat dan komunitas. b.a. r. o. i. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik.

7. Jakarta: EGC Freeman. Edsi 2. R. (2003) Ilmu kesehatan masyarakat: Prinsip. Louis: Mosby years books Metode pembelajaran 1. (2007). Lancaster. Pre dan post conference. t. California: Appleton & Lange. B. Log book. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan..(1981) Community nursing practice. M. M.. Tutorial individual yang diberikna preceptor. Philadelphia: W... 4.s. Mampu melaksanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. Saunders Luan. Stanhope. Third edition. Heirinch. J.B.(1999) Nursing in the community: dimensions of community health nursing. Community health nursing: Process and practice for promoting health. S. 8.M. 6. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperwatan. 2. N. St.. (1998) Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 1. Daftar Pustaka : Clark. Direct Observasional of Prosedure skill.prinsip dasar. Critical insindence report. J. 5. 2.J. Case report dan overan dinas. (1995). Pendelegasian kewenangan bertahap. Diskusi kasus. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis).Rencana Asuhan Keperawatan Komunitas. 3. 4. 3. . Jakarta: Rieka Cipta. Jakarta: STIK Sint Carolus Notoatmodjo. Effendy.

Problem solving skill. Daftar Referensi:. 6.5. OSCE. Portfolio. 8. 7. . Kasus lengkap. kasus singkat. Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini.

Self –Directed melaksanakan. d. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada tahap akademik pendidikan Sarjana Keperawatan 1. mengkumpulkan. Discovery informasi yang ada untuk mendiskripsikan suatu pengetahuan e. mempraktekan / mencoba berbagai model Case Study : mengkaji kasus dengan mencermati karakteristik kondisi kasus tersebut Learning (DL) : mencari.6 Pembelajaran pada METODE DAN EVALUASI PEMBELAJARAN pendidikan ners dengan kurikulum Berbasis Kompetensi menggunakan berbagai metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa / Student Centered Learning (SCL). Collaborative Learning (CbL) : Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas serta membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri h. Cooperative Learning (CL) : Membahas dan menyimpulkan masalah/tugas yang diberikan dosen secara berkelompok g. Contextual Instruction (CL) : Membahas konsep (teori) kaitanya dengan situasi nyata dan melakukan studi lapang / terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesenian teori . dan menyusun Learning (SDL) : merencanakan kegiatan belajar.Metode pembelajaran pada pendidikan Sarjana Keperawatan di antaranya : a. Small Group Discussion : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau mempraktekan /mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan b. A. Metode pembelajaran pada program pendidikan Sarjana Keperawatan dan program pendidikan profesi. dan menilai pengalaman belajarnya sendiri f. Role-Play & Simulation : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau (komputer) yang telah disiapkan c.

dan sebagainya) Skor 2 Pernah melihat atau pernah melihat atau pernah mendemontrasikan . Sebagai umpan balik peserta didik dalam meningkatkan usaha belajarnya b. salah satunya dengan mengukur tingkat kemampuan peserta didik (Miller’s Pyramid): Skor 1 Mengetahui dan menjelaskan (Pengetahuan teoristis mengenai keterampilan ini. baik konsep.2 Metode Penilaian a. Untuk mendiagnosis kekuatan dan kekurangan peserta didik 2.Evaluasi Pembelajaran pada tahap akademik Pendidikan Sarjana Keperawatan Evaluasi merupakan penilaian yang menunjukan keadaan atau kondisi akhir saat ini (Brown & Knight. cara melakukan. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan dengan tujuan : a. Untuk menjamin akuntabilitas proses pembelajaran d. 1994). Project Based Learning (PjBL) : Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis dengan menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum j. teori. maupun indikasi. prinsip. Evaluasi Kompetensi Beberapa metode evaluasi kompetensi yang dapat dilakukan. Problem Based Learning and Inquiry (PBL) : Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen 2.1 Tujuan Evaluasi. Sebagai umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya c. 2.i. Materi evaluasi disusun berdasarkan tujuan belajar dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Untuk memotivasi peserta didik e. komplikasi.

Laporan c. Test Tertulis (Esay. OSCE (Objective Stuctured Clinical Examination) b. Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa 3. Skor 4 Mampu melakukan secara mandiri (memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini dan memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan secara mandiri. Reflective Learning e. Strategi Evaluasi Penilaian Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi : a. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada Program Profesi Keperawatan Metode pembelajaran pada tahap profesi berfokus pada pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preceptor kepada peserta didiknya. Short Answer Question) c.Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahap profesi ini lebih terfokus pada pembuktian bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai dengan . Observasi f. b. Oral Test g. Projek i. Permasalahan (Case Study) d. Evaluasi Pelaksaan 2. Presentasi h. MCQs.(Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah melihat demonstrasi) Skor 3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervise (Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali dibawah supervise. Evaluasi Proses 1. Evaluasi Dosen oleh Dosen B.

Portfolio. - . Problem solving skill. Metode pembelajaran pada pendidikan program profesi Metode belajar peserta didik pada tahap profesi ini meliputi: - Diskusi kasus Presentasi Kasus Seminar ilmiah kecil Kegiatan procedural keperawatan Asuhan keperawatan klien (bertahap) Rotasi tugas sesuai preceptor Evaluasi Pendidikan Program Profesi Log book. OSCE. Kasus lengkap. Critical insindence report. Direct Observasional of Prosedure skill. kasus singkat. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis).kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan kewenangan telah dimiliki.

Laporan pendahuluan: Penguasa tentang kasus yang akan dikelola 2. Kemampuan berkomunikasi terapeutik a. Mampu memperlihatka n sikap empati b. Mampu memberikan respon verbal dan non verbal 1 4 KETERANGAN C1-C6 . Mampu mendengarkan secara aktif c.EVALUASI PELAKSANAAN BIMBINGAN KEGIATAN PROFESI NERS PADA TIAP AREA KEPERAWATAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 ITEM PENILAIAN Prerequisite : 1.

(sentuhan. bahasa tubuh) berdasarkan kebutuhan klien 3. Mampu mempersiapkan Ruang dan Alat dan Tempat S1-S4 ITEM PENILAIAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .

b. Melakukan pengkajian secara holistic. Melakukan anamnesa untuk mendapatkan riwayat kesehatan c. tepat dan akurat pada klien pada berbagai tingkat usia melalui pendekatan sistematik. Pengkajian: a.Komponen Kemampuan Klinik: Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Klinik 1. Melakukan pemeriksaan fisik dengan .

tepat d. Mengenali abnormalitas hasil pemeriksaan penunjang untuk mendukung menetapkan masalah keperawatan sebagai landasan dalam merumuskan diagnosa keperawatan ITEM PENILAIAN 2. Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .

b. Mengenal masalah b. c. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan a. Menetapkan tindakan dan .keperawatan sesuai dengan hasil pengkajian a. Merumuskan masalah factor resiko 3. Menganalisa data c. Menentukan prioritas masalah Menentukan tujuan Menentukan criteria keberhasilan d.

dan legal baik mandiri dapat .keperawatan yang mengatasi masalah bersifat maupun kolaboratif dengan mempertimbangk an aspek budaya etik.

Menyampaikan pesan dengan tepat dan jelas c. Melakukan tindakan melalui kegiatan . Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai prosedur (SOP) prioritas patient pada dengan dan safety klien memperhatikan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 2 SIKAP 3 4 KETERANGAN dengan berbagai b.ITEM PENILAIAN 4. Melakukan kolaborasi dengan tim kes d. Implementasi a.

Memberikan pendidikan dan kesehatan sesuai masalah klien 5. e. mandiri. merubah intervensi keperawatan sesuai kebutuhan klien kondisi . Melakukan evaluasi keperawatan menilai 1) Perkembang an klien 2) Memodifika si.observasi. Evaluasi a.

ITEM PENILAIAN b. Mendokumentasik an asuhan keperawatan 1) Menuliskan data jelas n pasien secara yang kondisi yang sistematis dan mengambarka LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 KETERANGAN 4 sesungguhnya 2) Mendokument asikan dengan menggunakan .

IT 3) Membuat catatan tentang perkembanga n pasien rencana tindak lanjut untuk pasien keadaan dan menuliskan Komponen Kemampuan Manajerial/Management Ruangan 1. Perencanaan a. Pengkajian a. Melakukan situasi 2. Menyusun Kajian .

1) Perencanaan sumber daya 2) Merencanakan sarana prasarana 3) Merencanakn pembiayaan dan ITEM PENILAIAN 3. Implementasi a. Pengorganisasian 1) Pembagian deskripsi tugas LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .perencanaan.

Pengendalian 1) Mampu melakukan supervisi 4.2) Terbentuk Struktural b. motivasi. dan . pada keluarga. Melakukan Evaluasi 1) Menilai proses 2) Memberikan umpan balik Komponen Kemampuan Asuhan Keperawatan komunitas 1. konsultasi delegasi c. Pengarahan Melakukan negoisasi. Pengkajian a. 1) Kolaborasi. dan kelompok. Melakukan pengkajian kes. Evaluasi a.

masyarakat .

kelompok. factor penyebab dan factor khusus dan yang tersedia pada keluarga. dan masyarakat Mengkaji kelompok masyarakat 2. kelompok khusus dan masyarakat 1) Mengenali masalah kesehatan/keperawatan pada keluarga.ITEM PENILAIAN 1) Menyusun pada 2) instrument dan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN mengidebtifikasi perilaku kes keluarga sumberkhusus kelompok sumber dan tertentu. . kelompok masyarakat 2) Merumuskan masalah. Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga. kelompok.

Menentukan intervensi d. kelompok.resiko LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN ITEM PENILAIAN 3. kelompok khusus. dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. a. kelompok masyarakat etik dan legal khusus dan dengan pertimbangan aspek budaya. Menentukan sesuai dengan intervensi sumberstrategi indicator 1 sumber kekuatan yang ada pada keluarga. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan keluarga. Menentukan tujuan b. . kelompok. Menentukan keberhasilan c.

Implementasi Melakukan implementasi dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan keluarga. kelompok khusus dan masyarakat (patient safety) ITEM PENILAIAN 5. LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN sesuai kebutuhan keluarga. kelompok. dan perilaku keluarga. kelompok. kelompok khusus. Evaluasi Melakukan evaluasi a. dan masyarakat . kelompok.4. intervensi merubah keperawatan perkembangan khusus. Memodifikasi. Menilai kelompok masyarakat b.

diagnose 2. Proses Keperawatan Indikator Mahasiswa menyelesaikan masalah klien (individu. 7.Proses Bimbingan diawali dengan : 1 : Bimbingan penuh dan supervise ketat 2 : Supervise ketat 3 : Bimbingan minimal 4 : Mandiri PROSES KEGIATAN DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kegiatan dalam tahap profesi dilaksanakan dalam program internsif meliputi tahap obsevasi. perencanaan. evaluasi. masyarakat) dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. 6. tahap bimbingan. sekunder. dan tertier Mahasiswa memilih tindakan sesuai dengan SOP. implementasi. tanggung jawab. dan kewenangannya Mahasiswa dapat bertindak untuk membela kepentingan (hak –hak) pasien Mahasiswa mengidentifikasi masalah klien yang terkait dengan budaya serta penyelesaiannya Mahasiswa melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SOP Mahasiswa mampu melakukan minimal satu jenis terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan klien . 4. 3.dan tahap mandiri berfokus pada : No Penilaian Kompetensi 1. 5. keluarga. dan dokumentasi Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan klien untuk melakukan pencegahan primer. Pendidikan Kesehatan Legal – Etik Fungsi Advokasi Lintas Budaya Keterampilan Teknis Melakukan terapi modalitas atau komplementer keperawatan.

Program profesi dengan KBK 2010 ini berbeda dengan pelaksanaan program profesi pada kurikulum konvensional (1998) saat tahap profesi peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai prosedur keperawatan dan belajar memberikan asuhan. pelaksanaan. Oleh karena itu. konsep dan keterampilan teknis yang telah dikuasai pada program akademik pada klien langsung melalui program internship dimana peserta didik dicangkokkan pada seorang perawat senior yang berfungsi sebagai PRESEPTOR/ MENTOR. Yang terakhir.7 PEDOMAN IMPLEMENTASI KBK PROFESI PENDIDIKAN NERS Pengantar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada program profesi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KBK pada program akademik. Sebaliknya. pada KBK program profesi ners ini para peserta didik menerapkan ilmu pengetahuan teori. Penerapan KBK profesi menjadi berkesinambungan dengan KBK akademik. sampai dengan mengevaluasi dan membuat keputusan . Keberadaan preseptor /mentor sangat diperlukan oleh peserta didik terutama dalam menjamin keterlaksanaan layanan pasien yang berkualitas serta menjamin keberadaan peserta didik bukan merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. penerapan KBK profesi merupakan proses memantapkan semua kompetensi yang telah dimiliki pada pogram akademik dan memverifikasinya dengan memberikan kewenangan untuk melaksanakan kompetensi tersebut. Disamping itu preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stress yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya serta untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Beban studi pada program profesi ini adalah 36 sks (dari yang sebelumnya hanya 25 sks (kurikulum 1998)) Dalam menerapkan KBK profesi. tentu saja mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks.seluruh komponen profesi (staf akademik dan staf dari wahana praktik) harus terlibat secara aktif dan melakukan berbagai kegiatan mulai dari tahap persiapan.

Tahap persiapan terdiri dari ketentuan pelaksanaan praktik. A. persyaratan pelaksanaan praktik.tentang kompetensi dan kewenangan yang dijlankan peserta didik.pasal 1&2 tentang pendidikan profesi serta pasal 5 ayat 2&3). karena pendekatan proses bimbingan masih merupakan metoda atau model yang baru dalam pendidikan keperawatan. Dengan penetapan keputusan tersebut peserta didik dinyatakan layak atau tidak layak mengemban peran dan fungsi dengan sebutan profesi ners. Beban studi : 36 sks (PP no 14 / 2010 tentang pendidikan kedinasan.1 Ketentuan pelaksanaan praktik − − Fokus implementasi pada pencapaian kompetensi peserta didik. FASE PERSIAPAN Tahap ini merupakan priode dimana pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan program profesi harus tumbuh sebelum tahap implementasi program profesi dijalankan. Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan kegiatan program profesi. flu baby (H1N1). Selanjutnya. maka bahasan tentang model bimbingan diberikan secara rinci.Flu Burung (H1N5). − Kompetensi global meliputi kemampuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS.mata kuliah yang harus dilaksanakan pada program profesi. profil yang harus dimiliki oleh lulusan program profesi. maka dilakukan uji jompetensi (exit exam) sebelum peserta didik dip roses dalam yudisium kelulusan sebagai ners. trauma.asuhan keperawatan pada kondisi emergensidan darurat masal. Selain itu. setelah dinyatakan selesai dan menemui syarat sebagai ners. serta . Beban studi yang dirancang secara nasional adalah 60% dari 36 sks= 22 1ayat − sks untuk kompetensi utama dan 20% untuk kompetensi global serta 20% untuk kompetensi pendukung (penciri institusi). mulai dari tahap persiapan.kompetensi yang harus dicapai selama program profesi. berbahasa Inggris dengan lancer. wahana praktik dan pencapaian kompetensi. penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. Disamping itu. kemampuan menggunakan teknologi informasi terkini. Tujuannya agar terdapat pemahaman yang sama dari seluruh pengelola dan pelaksana program profesi tentang bagaimana model bimbingan harus diberikan agar tujuan pelaksanaan kompetensi yang disertai dengan kewenangan dari peserta didik dapat dicapai. A. implementasi dan proses bimbingan yang sesuai dalam KBK profesi sampai pada kgiatan mengevaluasi kompetensi.

misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut. vii. Demikian juga kompetensi penciri institusi seandainya dapat terakomodasi kedalam MK yang sudah ada. iv. x. Resusitasi Jantung Paru (basic life support = BLS). Prosedur pemasangan infus dan enteral. v. viii. ANAK. Materi ini dapat dimasukan pada MK tertentu seperti KBM. vi. maka beberapa kompetensi seperti berkomunikasi terapeutik dan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) harus dimiliki terlebih dahulu sebelum masuk wahana praktik tersebut. Prosedur pemasangan kateter urin. diadakan oleh institusi pendidikan berkerjasama dengan RS terkait. Sebagai contoh : peserta didik di RS bersalin. Prosedur pencegahan infeksi nosokomial. − − − Terbagi menjadi 2 semester (ditambah 1 semester yang terintegrasipada Penerapan KBK profesi disesuaikan dengan upaya pencapaian visi dan Mahasiswa yang akan masuk klinik telah lulus uji masuk klinik yang Minimal ketrampilan klinik yang harus lulus adalah : i. Pendokumentasian dan pelaporan. Perawatan luka. Ketrampilan tambahan lain yang diujikan berdasarkan kebutuhan RS atau jika akan menempatkan semester 8 program akademik). fisioterapi dada dan postural drainage. Pemberian transfusi darah dan produksi. Prosedur pemberian obat secara 12 benar. Prosedur pencegahan cedera. ii. GAWAT DARURAT/ EMERGENSI dengan menambahkan beban studi. maka kompetensi pemasangan kateter urin untuk memicu kontraksi uterus dan pemeriksaan Leopold harus lulus dan dimiliki oleh peserta didik. Pemeriksaan fisik. xii.memiliki kemampuan enterpreuner. Pemberian oksigen. xi. − − ruangan setempat yang spesifik. suksion. . Prosedur pemasangan selang naso gastrik (NGT). nebulisasi. sedangkan jika akan menempatkan peserta didik di RS jiwa. KOMUNITAS. ix. iii.

Manager (pengelola asuhan) e. . Community Leader (pemimpin komunitas dimanapun beraktifitas) c. b. e. A. serta presentasi kasus. Profil lain yang mendukung visi / penciri institusi. Researcher (peneliti pemula) f. 4 Kompetensi yang harus dicapai selama program profesi a. Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan. Melakukan berkomunikasi efektif. . A. 3 Profil yang harus dimiliki lulusan program profesi a. A. Mengelola administrasi keperawatan. d. − Selama periode program profesi. Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan. 2 Persyaratan pelaksanaan praktik . Educator (pendidik kesehatan kepada sistem klien) d. semua penugasan yang sifatnya tertulis diminimalisasi sehingga penugasan tertulis hanya ditujukan untuk kepentingan langsung kegiatan klien seperti pendokumentasian dan laporan.Setiap mahasiswa memiliki “nursing kit” .Tersedia buku log untuk mahasiswa. .Setiap ruangan tempat mahasiswa praktik tersedia pembimbing klinik atau prawat senior untuk menjadi PRESEPTOR / MENTOR.− Kompetensi utama dapat dicapai di RS tipe A. c.Pembimbing klinik yang berfungsi sebagai preseptor / mentor sudah memiliki sertifikat pelatihan Clinikal Instruktur (CI) dan preseptor. Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim.Tersedia buku prosedur tindakan keperawatan. .Tersedia uraian tugas dan kewenangan Preseptor / Mentor.Wahana praktik memiliki kasus yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi. B. . Care Provider (pemberi asuhan keperawatan) b. . . dan B pendidikan dan sedangkan kompetensi pendukung dan lainnya dapat dilaksanakan di RS tipe C atau tatanan layanan kesehatan lain yang sesuai.Tersedia pedoman praktik di setiap stase. .

Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten *) 6. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik *) 5. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 13. g. Mampu menerapkan pengetahuan. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP*) 11. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan di komunitas dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 3. h. Mampu memberikn asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. Sub-kompetensi / unit kompetensi 1. k. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan menejemen resiko . i. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 8. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik 10. Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula. Mampu menjalin hubungan interpersonal. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 9. Mampu me mberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber –sumber etnik.f. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan 2. Mampu berkolaborasi dalam berbagai aspek untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. j. Mampu membuat keputusan etik 4. Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan.

Mampu mengembangkan pola pikir kritis. Mampu berkonstribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. FOKUS MATERI PEMBELAJARANPRAKTIK Penggunaan Diri Secara Efektif dalam Komunikasi Terapeutik Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik . Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif) Keterangan : *) menerapkan kewenangan melakukan. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 20. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik *) 18. 5 Kegiatan focus mata kuliah yang diberikan untuk mencapai unit kompetensi UNIT KOMPETENSI 1.14. 1. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam member asuhan 2. Mampu berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan keperawatan *) 16. 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 23. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 17. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman 19. 25. A. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 24. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. diperoleh secara bertahap sesuai dengan program mentoring dan preseptoring. Mampu merancang. melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. 22. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 15.

kerangkah etik danlegal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 1. 7. Menggunakan pendekatan agama. 6. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). ii. neglected. dll 3. Budaya dan Keyakinan Komunikasi Profesional dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan Berkomunikasi dalam bahasa inggris secara tulisan dan verbal formal (presentasi) 2. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. pertanggung jawaban. Mampu membuat keputusan etik 7. Mampu menerapkan pengetahuan. Teknik Komunikasi Terapeutik Penggunaan Komunikasi Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan Komunikasi Sosial. etika profesi Penerapan Kode etik keperawatan Profesionalisme keperawatan Hukum kesehatan Pengambilan keputusan etik terkait pasien Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : Malpraktik.3. Fungsi advokasi Mempertimbangkan latar belakang pasien dan menyesuaikan dalam asuhan yang diberikan. 8. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. 4. 4. Penerapan etika RS. 6. etika layanan keperawatan. *) v. 2. 5. 3. Menerapkan transcultural nursing iv. dan spiritual dalam praktik keperawatan Menghargai keinginan pasien dalam terapi alternatif atau pelengkap (complementary nursing) . Menerapkan holistic care pada klien i. 4. iii. kepercayaan. 5.

Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten *) 1. Holism. 3. dan 3. Melakukan Posedur Keperawatan dengan 11. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 2. 8. Menerapkan konsep Caring. 9. Penerapan Keperawatan Maternitas dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan Medikal Bedah Penerapan Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan pada lansia Penerapan Keperawatan Kritis dan Gawat . Mempertahankan Infection Control. 4. 7. Mempertimbangkan keperawatan lintas budaya Mempertahankan Spiritualitas / Religiositas Menerapkan ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas Menggunakan Teknologi Informasi dsalam keperawata Mempertahankan kualitas Melakukan pendidikan kesehatan Mempertahankan Hak dan Kewajiban Pasien handal 10. sMenggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan. 5.5. Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC-NOC atau lainnya) 7. 5. 6. 2. 1. 4. 6. Menerspkan proses keperawatan Humanism 2. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 1. Menerapkan komunikasi Terapeutik 12. Mempertahankan Patient Safety 13.

Penerapan Keperawatan Komunitas 13. Menerapkan terapi modalitas keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer. kuratif. promotif. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 3. 16. 2. Penerapan Keperawatan Keluarga 11. UKS) 14. 9. 1. 7. 8.Darurat 6. preventif. Menggunakan hak moral dalam pengambilan keputusan Menerapkan pendekatan etik dalam pengambilan keputusan Mempertimbangkan hak pasien dan keluarga dalam pelayanan kesehatan . consolation of the dying. Mengelola mutu dan resiko asuhan keperawatan 15. rehabilitatif. Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesehatan Kerja. restorative. Aspek klien dengan Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler Askep klien dengan Gawat Darurat pada Shock dan Trauma Multisistem Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana Penerapan Keperawatan Kesehatan Jiwa 10. Mengelola asuhan menggunakan pendekatan holistic. Penerapan Keperawatan Home Care 12. 8.

9.

Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas praktik

Self management of learning 1. Terlibat aktif dalam diskusi kasus klien 2. Aktif dalam kegiatan ilmiah Membaca artikel ilmiah keperawatan Mengikuti kursus, pelatihan tentang asuhan keperawatan. 4.

berkesinambungan dalam 3.

10. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP *) 11. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)

Menerapkan keterampilan-keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus) sesuai dengan tingkat usia di setiap tatanan pelayanan kesehatan. 1. Membahas secara ilmiah tentang kondisi klien dengan profesi lain. 2. Memberikan asupan dan saran kepada profesi lain terkait kondisi pasien. 1. Menerapkan terapi komplementer seperti massage, terapi sentuhan, pernapasan efektif, herbal.
2. Menerapkan terapi keperawatan holistic seperti

13. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *)

yoga pranayama, meditasi 1. Mengkaji situasi pelayanan / asuhan keperawatan. 2. Mengikuti alur penanganan pasien 3. Mengorganisasikan kegiatan layanan 4. Menerapkan pengelolaan kasus 5. Mengendalikan kualitas asuhan keperawatan 1. Mempertahankan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2. Melaksanakan kegiatan berdasarkan SOP 3. Menerapkan prinsip bekerja dengan benar dalam asuhan keperawatan 4. Memberikan tindakan keperawatan yang

diperlukan dalam mempertahankan K3 15. Mampu berkolaborasikan pelayanan keperawatan *) 1. Membahas tentang terapi klien dengan tim medik. 2. Mempertahankan kepentingan klien jika terdapat dilemma tentang terapi 3. Membahas tentang diet dan nilai2 lab yang relevan. 4. Mempertimbangkan kebutuhan gizi untuk 16. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 4. 3. 2.
1.

anak, klien dewasa, ibu hamil, dan masyarakat. Menerapkan dinamika kelompok (team building) Memberikan pengarahan pada bawahan atau anggota tim. Menggunakn gaya kepemimpinan yang sesuai untuk klien, keluarga, sejawat, dan masyarakat. Menggunakan pendekatan sistematis dalam mengelola konflik, memperkenalkan

17. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman

perubahan. 1. Berkomunikasi Profesional dan kaitanya dngan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 2. Berkomunikasi dalam konteks social dan keaneka ragaman Budaya serta Keyakinan 3. Mempertahankan K3 4. Berkolaborasi dengan sejawat, senior,atau profesi lain 1. Menerapkan pola komunikasi efektif untuk kepentingan keouasan pelanggan, dalam berkolaborasi dan kerja tim. 2. Membina hubungan kerja secara baik dengan pihak lain yang terkait.

18. Mampu menggunakan keterampilan interpersional yang efektif alam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif

19. Mampu merancang, melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mengidentifikasi fenomena klien dan lingkungan Menyusun rumsan masalah dan tujuan penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Malakukan pengumpulan data Menganilisis data Mendesiminasi dan publikasi hasil penelitian. Menyelesaikan masalah klien secara efektif dan efisien serta sistematis Menindak lanjut hasil dari penyelesaian masalah klien

20. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis, dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 22. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 23. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan 24. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif)

1. 2.

1.

Menggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan

2.

Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC atau lainnya)

1.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah keperawatan

2. Terlibat dalam diskusi tentang layanan

kesehatan dan keperawatan

1. 2.

Melakukan proses pembelajaran sepanjang hayat Mewujudkan perubahan yang positif untuk kepentingan klien, layanan, dan profesi

6 Penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. - Melakukan berkomunikasi efektif - Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan - Mengelola administrasi keperawatan - Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim - Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan - Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan dikomunitas - Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan - Mampu menjalin hubungan interpersonal - Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula Dilakukan untuk kegiatan : (24 sks-kurikulum inti) - Keperawatan Medikal Bedah (5 sks) - Keperawatan anak (2 sks) - Keperawatan jiwa (2 sks) - Keperawatan Maternitas (3 sks) - Keperawatan Kedarurat-gawatan (2 sks) - Keperawatan Komunitas / kelg (4 sks) - Keperawatan Gerontik (2 sks) - Penerapan manajemen kepr (2 sks) Beban studi yang dimuat dalam kurikulum ini adalah 60% (inti), sedangkan sisanya 20% materi isu global (dapat dimasukkan dalam beban studi MK KMB, Anak, atau lainnya) serta 20% penciri institusi dapat dimasukan kedalam MK yang ada atau membuat MK baru yang sesuai).

B pendidikan. pengumpulan data dilakukan untuk dianalisis oleh kedua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini. Pada pelaksanaan Tridarma kedua penelitian. Pengembangan model pendekatan pada pasien yang . kegiatan ilmiah seperti diskusi kasus.Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat A. meliputi kegiatan Tridarma. B. tetapi juga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan layanan yang berkualitas sebagai hasil kontribusi dari peserta didik. pihak pendidikan dan peserta didik mengidentifikasi fenomena pasien atau klinik yang terjadi dan harus segera dicari solusinya. Pelaksanaan Tridarma ketiga yaitu pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan oleh pihak pendidikan bersama pelayanan dengan mengembangkan program-program pelatihan untuk para perawat. dan keluarga pasien atau pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga. pembimbing akademik. Kegiatan Tridarma dalam pendidikan dilaksanakan melalui pelibatan aktif kedua pihak dalam proses belajar peserta didik baik pemberian asuhan. dan para preseptor / mentor. C Sesuai kebutuhan Semua wahana praktik yang digunakan harus dilandasi oleh kesepakatan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan. Kemudian disusun dalam bentuk proposal penelitian atau proyek dengan melibatkan pihak pelayanan. Setelah itu. seminar kecil tentang pasien atau ilmu dan teknologi kesehatan / keperawatan terkini. presentasi kasus. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan proses belajar peserta didik di wahana praktik. Selain itu. B pendidikan dan wahana di komunitas RS tipe A. 7 Wahana praktik dan pencapaian kompetensi Kompetensi Utama Pendukung / isu global Lain2 (penciri institusi) Wahana praktik RS tipe A.. B.

B. Perbedaannya adalah. 5 8 III IV V VI VII VIII IX X XI __________________ ___________________ _____________ dst dst Semester 1 Semester 2 Semester 3 Matrix diatas merupakan contoh blok praktik. 3 II U K 1.2. proses pembimbingan berlangsung lama sedangkan pada preceptoring berdurasi pendek dan pembimbingan diberikan secara intens.kemudian diterapkan secara terrencana dan sistematis dapat menjadi sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang bermakna dari pihak pendidikan kepada pihak pelayanan. 4. 2. Sedangkan stase IX sd XI merupakan tambahan stase untuk mengakomodasi kompetensi pendukung dan lain2 apabila tidak dapat diintegrasikan kedalam 8 stase.2 Model bimbingan B. 1 Komposisi stase : I U K 1. Pelaksanaan stase lengkap diselesaikan dalam 3 semester. Stase I sd VIII merupakan kegiatan praktik mentoring / preseptoring untuk kurikulum inti program studi pendidikan profesi ners. FASE PELAKSANAAN B. pada program mentoring. namun pada pelaksananaanya. . semester pertama program profesi dapat diintegrasikan kedalam semester VIII program pendidikan sarjana keperawatan. B.1 Preceptoring / mentoring Istilah preceptoring dan mentoring sering digunakan untuk maksud yang hampir sama (interchangeably).

sehingga dapat berfungsi sebagai praktisi yang akuntabel. Tujuannya adalah agar peserta didik menjadi dewasa dan matang dalam profesionalisme keperawatan sehingga ketika lulus mampu menjadi profesional sejati. tentu saja untuk mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stres yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya. Disamping itu. Sebaliknya. B.Model bimbingan ini merupakan sistem dan proses melimpahkan kewenangan secara bertahap dari para preseptor / mentor. Oleh karena itu. Pada program pendidikan ners ini lebih sesuai dengan menggunakan istilah preseptor karena durasi hanya kurang lebih satu tahun dan berlangsung secara intensif.2 Presetee (peserta didik) Peserta didik harus merupakan seseorang yang telah dibekali dengan kompetensi yang diperlukan dan mahir untuk menjalankannya. . semua peserta didik yang akan berperan sebagai preseptee adalah individu yang baru akan memasuki dunia nyata dan memerlukan bimbingan namun telah memiliki seluruh kompetensi yang diperlukan Kebutuahan akan preseptor terjadi karena upaya untuk mempertahankan layanan pasien yang berkualitas dan keberadaan peserta didik tidak merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. Proses belajar merupakan proses dua arah. Tujuan ini dapat dicapai dengan membekali peserta didik suatu program “ ANTARA “ yang terstruktur dan mendukung sebagai jembatan menuju upaya menghasilkan praktisi yang handal dan kompeten terutama untuk mampu bekerja dalam situasi layanan yang bertingkat tinggi.2. Yang terakhir. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. keberadaan preseptor juga untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. Peserta didik memiliki akontabilitas sendiri karena preseptor tidak memiliki akuntabilitas untuk mewakili peserta didik.

konsep.3 Definisi tentang preseptor : Preseptor / mentor dapat merupakan seorang dosen yang ditempatkan di tatanan klinik atau perawat senior yang bekerja ditatanan layanan dan ditetapkan sebagai preseptor. biasanya seorang perawat praktisi yang bekerja dan berpengalaman di suatu area keperawatan tertentu. B.Pada program preseptoring / mentoring. Oleh karena itu. Telah berpengalaman minimal 2 tahun berturut-turut ditempatnya bekerja dimana ybs ditunjuk sebagai preseptor / mentor sehingga dapat membimbing peserta didik dengan baik.4 Kriteria preseptor / mentor 1.2.2. pasal 36 ayat 1).19/2005 tentang standar nasional pendidikan. minimal merupakan seorang ners tercatat (STR) / memiliki lisensi (SIP/SIK) yang berpengalaman klinik minimal 5 tahun. Memiliki sertifikat kompetensi sesuai keahlian dibidangnya (PP no. 4. menginspirasi. Preseptor atau mentor pada pendidikan ners ini seharusnya berpendidikan lebih tinggi dari peserta didik (PP no. 2. 19/2005. sikap. yang mampu mengajarkan. keberadaan seseorang yang bertindak sebagai pembimbing dan preseptor bukan hanya memberikan bimbingan tetapi juga melimpahkan sebagaian kewenangan yang dimilikinya dalam memberikan asuhan klien kepada peserta didik. teori. memberikan konseling. dan ketrampilan kedalam tatanan nyata dengan subyek klien nyata / riil bukan pasien simulasi. 3. 5. pasal 31 ayat 3 dan pasal 36 ayat 1). kemampuan profesionalnya diatas rata-rata. Merupakan model peran ners yang baik dan layak dicontoh karena sikap. Ia harus seorang ahli atau berpengalaman dalam memberiakan pelatihan dan pengalaman praktik kepada peserta didik. perilaku. proses mempelajari suatu kompetensi sudah diminimalisasi. serta bersikap dan bertindak sebagai “ model peran “ untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu pemula dalam periode tertentu dengan tujuan tertentu mensosialisasikan pemula kedalam peran baru sebagai profesional” B. sebaliknya pada pendidikan ini difokuskan pada penerapan pengetahuan. Telah mengikuti pelatihan pendidik klinik yang memahami tentang kebutuhan .

Membantu peserta didik dalam mengkaji. Cukup mengenali dan terbiasa dengan teori dan praktik terkini.6 Tugas pokok preseptor / mentor melalui silabus / Course Study Guide / modul praktik dari institusi pendidikan.2. Membantu menyelesaikan masalah yang bersifat transisi peran dari peserta didik menjadi ners kompeten yang dihadapi oleh peserta didik.5 Kemampuan preseptor / mentor • • • • • • • • • • • Berkomunikasi secara baik dan benar. membantu membuat keputusan dan menumbuhkan akuntabilitas peserta didik selama proses belajar. Model peran profesional. Cukup berpengalaman dan kompeten untuk membantu peserta didik menerapkan pengetahuan teoritis kedalam praktik. Kompeten dan percaya diri dalam peran sebagai preseptor / mentor. upaya pencapaian tujuan. • • • • • • Bersama peserta didik memformulasikan tujuan belajar untuk menjembatani masalah transisional tersebut diatas.6. Peserta didik akan dukungan. Menyelesaikan masalah. Pendengar yang baik dan mampu menyelesaikan masalah.2. Memberikan umpan balik secara terus menerus dan periodik pada peserta didik terkait kemajuan atau kelemahan peserta didik selama belajar diklinik. Memperlihatkan komitmen tinggi untuk membimbing peserta didik selama proses belajar klinik berlangsung. . serta mencatat pencampaian kompetensi klinik peserta didik. memvalidasi. Berkeinginan memberikan waktu yang cukup untuk peserta didik. B. Preseptor / mentor mengidentifikasi kebutuhan belajar klinik peserta didik B. Berperan sebagai narasumber dalam memberikan dukungan personal dan profesional kepada peserta didik. Tanggap terhadap kebutuhan dan ketidak-berpengalaman peserta didik. Memfasilitasi sosialisasi profesional peserta didik kedalam peran profesi ners peserta didik. perencanaan kegiatan dan cara mengevaluasinya.

5. . 2. seperti berikut : 1. B.Melakukan pertemuan formal dengan preseptor dan manajer ruang rawat. 3. dll. salah memberikan obat. Pelatihan informal ini meliputi diseminasi informasi terkait berbagai hal. Kedudukan dan posisi preseptor dan peserta didik.7 Metode pembelajaran peserta didik Beberapa metode pembelajaran peserta didik diinisiasi dan fasilitasi oleh preceptor / mentor di setiap stase.B. Pelaksanaan kegiatan program mentoring / preseptoring a.2.8. kebakaran. untuk : • Mendiskusikan peran preseptor dan harapan peserta didik . meliputi : - Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preseptor Diskusi kasus Seminar kecil tentang kasus atau IPTEK kesehatan atau keperawatan terkini Pendelegasian kewenangan bertahap (lampiran 1) Problem Sorving for Better Health (PSBH) Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan Laporan kasus dan overan dinas - Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan pencapaian kompetensi dan lama waktu program preseptoring sudah berlangsung.2. Jenis dan kriteria pasien yang dirawat. Menjalani latihan yang diadakan oleh institusi pendidikan bekerjasama dengan RS selama 2 hari. Sifat layanan yang diberikan. Memberi waktu pada peserta didik untuk mendalami ruang rawat dan kliennya pada saat orientasi. Persiapan sebelum melakukan program preseptor Setiap peserta didik yang ditempatkan di RS tertentu sebagai wahana praktik harus menjalani beberapa hal yang merupakan kegiatan wajib yaitu : Melakukan kegiatan orientasi RS dan ruang rawat dan menerima buku pedoman preseptorship dan program kegiatannya. 4. Aturan dan ketentuan apabila menghadapi situasi tidak diharapkan seperti klien jatuh. Kebijakan yang berlaku di RS dan ruang rawat dimana peserta didik ditempatkan.

Mengikuti preseptor dalam mengkaji klie. c. mengantarkan dimana peserta didik ditempatkan. Lazimnya. untuk menyakini bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan melaksanakan prosedur sesuai dengan tingkat kemahiran ketrampilan .• • • • • Berbagi informasi tentang tujuan dan luaran proses belajar peserta didik Berdasarkan pengalaman lalu. setiap preseptor / mentor memiliki 4 sd 6 klien yang menjadi tanggung jawabnya. menghadiri pertemuan tim asuhan. Pelaksanaan kegiatan program preseptorship Sebelum peserta didik memulai kegiatan praktiknya. Memperkenalkan secara extensive pada komunitas klien yang berada di ruangan dimana peserta didik ditempatkan. mengoperasionalkan komputer. kualifikasi preseptor dan kemampuan belajar Menetapkan jumlah jam tatap muka untuk berdiskusi antara preseptor dan peserta didik Menetapkan kesepakatan periode dan tanggal evaluasi / review peserta didik Menyepakati kontrak belajar b. manajer ruangan memberikan kepada setiap preseptor / mentor beberapa kasus klien dengan berbagai tingkat ketergantungan dan tingkat kebutuhan dasar yang berbeda. mendokumentasikan. walaupun ia harus memiliki asumsi bahwa setiap peserta didik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang ners dan telah lulus uji masuk klinik. Pelimpahan kewenagan dilakukan bertahap melalui : Pemberian tugas prosedural. Setiap preseptor / mentor memiliki 2 sampai dengan 3 orang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Preseptor / mentor harus memahami karakteristik setiap peserta didik agar ketika melimpahkan sebagian kewenangan yang dimilikinya tidak menyama – ratakan tingkat kemampuan menjalankan kompetensi dari masing – masing peserta didik. Secara teratur menghadiri pertemuan dengan perawat ruangan ketika diadakan diskusi kasus. Mendengarkan ners spesialis atau konsultan ketika memberikan ceramah atau pencerahan perawat.

apabila peserta didik dinilai belum mampu menerima pendelegasian kewenangan pada tingkat yang lebih sulit. Pemberian klien secara utuh untuk diberikan asuhan oleh peserta didik dimulai dengan klien yang memiliki tingkat ketergantungan yang paling rendah (misal . meminta saran. dan hasil tindakan untuk kemudian dievaluasi oleh preseptor / mentor.masing sehingga setiap peserta didik mengetahui kemana harus pergi jika mau bertanya. melaporkan. Pelimpahan kewenangan prosedural dapat diberikan selama minggu pertama dan maksimal sampai minggu kedua. dan mendiskusikan hal-hal tentang kliennya. Kewenangan melaporkan lisan kemudian secara bertahap dilanjutkan dengan melaporkan tertulis dalam bentuk menulis laporan di kartu pasien / kardex dan selalu ditanda tangani oleh preseptor / mentor berdampingan dengan tanda tangan peserta didik. Preseptor / mentor harus memahami dan meyakini kemampuan peserta didik dalam menerima kewenangan. d.yang diharapkan. Kemudian secara bertahap diberikan klien dengan tingkatan ketergantungan lebih tinggi. Pelimpahan kewenangan melaporkan lisan ditumbuh kembangkan dari awal sejak peserta didikmenjalani program internship. Pelimpahan kewenangan memberikan asuhan dengan tingkat ketergantungan yang paling rendah ini dapat diberikan selama minggu kedua atau maksimal minggu ketiga. Hal lain yang harus diperhatikan pada program preseptoring / mentoring.masing sesuai dengan kmpetensi dan kewenangan yang harus diperolehnya melalui klien masing2. Setiap setelah melakukan tindakan prosedural atau asuhan. respon klien.format penilaian proses belajar. Setiap preseptor/ mentor memiliki catatan riwayat proses pembelajaran peserta didik. dan critical indence report book untuk mencatat setiap kejadian yang dianggap luar biasa baik atau jelek. diskusi kasus. seminar kecil diruangan masing. Peserta didik difasilitasi untuk melakukan presentasi. kesalahan yang . peserta didik diminta untuk selalu melaporkan secara lisan tentang cara melakukan. Peserta didik mengikuti jadwal dinas dari mentor / preseptornya masing. mandiri). maka ia tidak diperkenankan menerima pendelegasian berikutnya sampai ia dianggap sudah mampu untuk menerima kewenangan pada tingkat berikutnya. Setiap peserta didik tidak selalu harus memiliki klien dengan jenis ketergantungan yang sama.

maka tanggung jawab dan tanggung gugat tentang klien tetep berada pada mentor / preseptor. B. klien. Disamping itu. Namun. Pencapaian kompetensi berkomunikasi berbahaa Inggris dilakukan dengan memfalisitasi peserta didik untuk melakukan komunikasi berbahasa Inggris baik ketika presentasi. . case test/ uji kasus) Student Oral Case Analyses ( SOCA) Critical incindence report Dalam proses belajar. 3 Evaluasi kompetensi Setiap kompetensi dievaluasi melalui beberapa cara yaitu : - Log book Laporan pada preseptor / mentor Proses pelaporan pada dinas berikut Format evaluasi resmi dari pendidikan (direct observasional procedure skills test. maka dilakukan penilaian / umpan balik tentang peran preseptor oleh peseta didik. Preseptor melakukan penilaian kegiatan peserta didik pertengahan proses belajar dan di akhir proses belajar di suatu ruang rawat. kemampuan mengembangkan diri dan orang lain (kliaen). atau orang lain. ada beberapa kompetensi ambahan yang harus juga dipertimbangkan untuk dimiliki oleh peserta didik karena ybs akan menjadi praktisi. kemampuan melakukan secara berkualitas. meningkatkan layanan. ekualitas dan perbedaan. apabila peserta didik sudah memperoleh kewenangan secara utuh dan menyeluruh terkait klien yang telah didilegasikan. Selama preseptor / mentor melimpahkan sebagian kewenangan tentang asuhan klien kepada peserta didik. aman dan keselamatan. Kompetensi itu adalah berkomunikasi. kemampuan mempertahankan lingkungan bekerja yang sehat. maka tanggung jawab dan tanggung gugat secara internal ruangan telah dimiliki oleh peserta didik. fokus penekanan penguasaan kompetensi ini adalah melalui - - pendelegasian kewenangan. Sebelum berpindah ruang rawat / blok / stase.dibuat peserta didik atau kelemahan peserta didik yang mengakibatkan kecelakaan pada diri sendiri. diskusi kasus atau seminar kecil.

Namun. .Evaluasi kompetensi untuk menetapkan kelulusan dari Program Studi dilakukan dalam bentuk uji kompetensi sebelum yudisium. jika ternyata peserta didik tidak lulus. maka seyogya yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mendapatkan remedial dan diuji kembali setelah program remedial selesai. Ketika peserta didik program profesi dinyatak lulus maka ia diberi sebutan Ners dan kemudian memiliki hak untuk mendapatkan Surat Tanda Regristasi (STR).

di telaah dan ditata kembali agar institusi pendidikan berjalan dengan sehat. Kesepakatan bersama dengan seluruh anggota dalam menyusun dan mengimplementasikan isi kurikulum KBK program pendidikan ners adalah kurikulum inti sebanyak 60%. dan sesuai tujuan yang diharapkan dengan senatiasa menyesuaikan perkembangan IPTEK sehingga lulusan pendidikan profesi Ners memiliki kemampuan memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. Harapan kami dengan adanya buku Implementasi Kurikulum KBK Program Pendidikan Ners maka dapat memandu setiap institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dapat melaksanakan pembelajaran dengan baim dan benar sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi maksimal dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan keperawatan di masyarakat.PENUTUP 8 Kurikulum adalah jantung penyelenggara pendidikan. Tujuannya adalah agar ketatalaksanaan. . Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang merupakan satu – satunya wadah bagi penyelenggara pendidikan Ners di Indonesia serta merupakan representasi dari institusi pendidikan keperawatan Indonesia secara terus menerus mengupdate kurikulum yang ada. Semenjak adanya himbauan dan tuntutan dari pemerintah tentang penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disetiap satuan pendidikan maka AIPNI terus menerus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan KBK tersebut. AIPNI telah menyusun rancangan buku kurikulum berbasis kompetensi pendidikan sarjana keperawatan tahun 2006 dan telah di sempurnaan untuk digunakan pada tahun 2008. dan dampak dari penyelenggaraan pendidikan tersebut dapat optimal. Hingga saat ini kurikulum tersebut telah digunakan secara luas oleh Institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dan di sempurnakan kembali tahun 2010 ini dengan sebutan Kurikulum Pendidikan Ners. oleh karena itu bagian yang sangat vital ini perlu terus di kaji. keterlaksanaan. kurikulum penciri institusi (unggulan) 20% dan kurikulum global 20%.

K.. in Kramer. (1993). . (1984). M. (2002). Preceptorship in nursing staff development. 274-276 NMC.London : NMC Gaberson. K. New York : Springer Publishing Company. M.H. Supporting nurse and midwives through lifelong learning. B. Preceptorship ploicy : a tool for success.(1999) Clinical Teaching Strategies in Nursing Teaching of nursing. & Oermann. 24 (6).DAFTAR PUSTAKA Morrow. Jounal of Continuing Education in Nursing.

Berikut ini dijelaskan tahapan pendelegasian kewenangan yang sifatnya sangat flexibel dan individual dimana peserta didik yang dianggap tidak dipaksakan untuk menerima pendelegasian tersebut.Lampiran 1 TATA KELOLA PENDELEGASIAN KEWENANGAN DARI PRESEPTOR KEPADA PESERTA DIDIK Pendelegasian kewenangan dari preseptor kepada peserta didik merupakan fokus dari proses belajar sehingga kegiatan belajar diarahkan pada penumbuh kembangan peserta didik untuk menjadi ners profesional. Waktu /mggu 1–2 2–3 dst Komponen pendelegasian kewenangan asuhan klien pada setiap stase Tindakan Ketergantungan prosedural mandiri Ketergantungan minimal Ketergantunga n sedang Ketergantun gan tinggi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful