1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi dunia berdampak secara langsung terhadap sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, sehingga tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan semakin meningkat, baik di tatanan klinik maupun di komunitas. Mutu pelayanan kesehatan yang diberikan harus terjamin aman, tidak beresiko, dan dapat memberikan kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi standar mutu internasional, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan klien berserta keluarganya. Perawat dituntut untuk tampil professional yang memberikan asuhan keperawatan serta mampu menjalin kerjasamadengan berbagai pihak agar pelayanan yang diberikan dilakukan secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan dasar, meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio dan spiritual klien. Penyelenggaraan layanan keperawatan didasarkan pada kewenangan yang diberikan karena keahlian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Kesehatan no. 36 tahun 2009. Praktik keperawatan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam berbagai penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan, registrasi, sertifikasi, akreditasi, dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum Pendidikan Ners terdiri dari kurikulum tahap akademik dan kurikulum profesi yang menyatu sebagai satu kesatuan utuhdisusun setelah mempertimbangkan bahwa Kurikulm berbasis kompetensi (KBK) pendidikan Sarjana Keperawatan (2008) yang terpisah dengan KBK profesi akan dapat menimbulkan dampak yang tidak diiginkan sebagai akibat tenaga yang dihasilkan
AIPNI Page 1

pada tingkat sarjana belum memiliki kewenangan untuk melakukan praktik keperawatan. Terwujudnya KBK pendidikan ners adalaha merupakan konsekwensi terhadap Kurikulum Inti Program Pendidikan Ners (Sarjana Keperawatan dan Ners) yang disahkan pada tahun 1998 dan diberlakukan pada tahun 1999 dan tidak sesuai dengan perkembangan global. Dampak globalisasi, keterbukaan, rasionalisasi berfikir, dan budaya kompetisi / persaingan akhir-akhir ini telah mempengaruhi dunia pendidikan. Globalisasi akhirnya berdampak juga terhadap pendidikan keperawatan. Saat ini tuntutan terhadap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/keperawatan semaikn canggih, dan selain itu persyaratan dunia kerja semakin menuntut tenaga keperawatan yang kompeten, sehingga dunia pendidikan keperawatan harus mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk mampu berkompetisi baik nasional maupun global. Untuk mengantisipasi perkembangan global tersebut telah diadakan perubahanperubahan yang bersifat inovasi, reorientasi, reformasi di dalam penyusunan kurikulum Pendidikan Ners. Penyusunan kurikulum ini merujuk kepada misi Diknas unutk menciptakan Insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, dan komprehensif serta berakhlak mulia dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), dan tuntutan dari organisasi profesi. Kurikulum yang disusn menitik beratkan kepada proses pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa (student centered learning) dan beroerientasi kepada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan, sehingga kurikulum yang disusun adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang berstandar nasional maupun internasional. Penyusunan kurikulum tahun 2010 berlandaskan kepada peraturan-peraturan terkini yang ada di pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan, dan tuntutan dari organisasi profesi yang mengharapkan lulusan berstandar internasional. Secara nasional, aturan-aturan yang tertuang pada SK Mendiknas No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar SK Mendiknas No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, dan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 20 (3)
AIPNI Page 2

bahwa Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan.atau vokasi; PP RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP RI No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan, pasal 85 (3) bahwa Pendidikan tinggi dapat menyelenggarakan program diploma pada pendidikan vokasi, sarjaan, magister dan doktor pada pendidikan akademik dan spesialis dan atau profesi pada pendidikan profesi. Semua peraturan diatas menjadi pedoman umum penyusunan kurikulum Pendidikan Ners ini. Penyusunan materi berdasarkan hasil analisis dan studi banding keberbagai institusi penyelenggara pendidikan yang ada di luar negeri, bekerja sama dengan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Disamping itu, tuntutan dari stakeholder : masyarakat, rumah sakit, puskesmas, departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya terhadap tampilan perawat professional, digunakan oleh penyusun kurikulm sebagai landasan pengembangan profil Ners di masyarakat. Berdasarkan pertimbangan di atas dilaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya perbaikan kurikulum. Kegiatan dimulai di Jakarta pada tanggal 8 - 10 Oktober 2003 dengan hasil tersusunnya standar kompetensi perawat professional (ners). Selanjutnya kegiatan di Yogyakarta pada tanggal 22 - 24 Juli 2003, menghasilkan draft tentang penyelenggara pendidikan ners yang berkualitas menghasilkan ners yang kompeten. Kegiatan ke tiga di Malang pada tanggal 11-13 Maret menghasilkan kompetensi lulusan pendidikan DIII dan Ners. Pada tanggal 23-24 April 2004 di Jakarta membahas Sisdiknas dan implikasinya terhadap pendidikan tinggi keperawatan. Pada tanggal 23-25 Agustus 2004 di Makassar di bahas konsep LRAISE kualitas pendidikan Ners. Di Bandung pada tanggal 20-23 November 2005 membahas kesiapan institusi pendidikan ners untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di era global. Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 4-6 Mei 2006 dilaksanakan lokakarya Nasional AIPNI dan PPNI di Jakarta dengan agenda susunan kurikulum pendidikan Ners. Kegiatan lokakarya KBK bekerja sama dengan Tim KBK DIKTI Depdiknas telah dilaksanakan pada 20-23 Pebruari 2007 di Jakarta, selanjutnya dilaksanakan
AIPNI Page 3

kegiatan serupa dan pelatihan-pelatihan lainnya secara teratur dan berkesinambungan selama lebih dari dua tahun agar tersusun standar pendidikan utama dengan kemampuan minimal yang harus dicapai, baik hard skills maupun soft skills oleh Ners di Indonesia. Kompetensi yang harus dimiliki lulusan terdiri atas kompetensi hard skills dan soft skills. Kompetensi hard skills terkait penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan tehnis yang berhubungan dengan bidang ilmu keperawatan, sedangkan kompetensi sof skills yang harus dimiliki oleh seorang Ners adalah : tanggung jawab dan tanggung gugat, empati, berfikir kritis, disiplin, leadership (kepemimpinan), kreatif dan inovatif, inisiatif, komunikatif, dapat bekerja dalam tim, antusias, bersikap asertif, dapat mengambil keputusan dalam asuhan keperawatan, tanggap, ikhlas, teliti, percaya diri, berperilaku etis, mampu memecahkan permasalah keperawatan, mempunyai jiwa entrepreneurship, menghargai hasil karya orang lain, altruistik, lifelong, learning, conscience, dan mampu mengambil resiko (risk taking), dibawah bimbingan preceptor/mentor. Berdasarkan latar belakang di atas dan berbagi kegiatan yang telah dilaksanakan, tersusunlah kurikulum inti Pendidikan Ners berbasis kompetensi tahun 2010 yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum di berbagai institusi penyelenggara pendidikan Ners di seluruh Indonesia, dengan tahapan dan langkah yang diharapkan dapat menjamin kualitas lulusan sehingga mampu berkompetisi secara global. B. Tujuan Kurikulum ini disusun dengan tujuan memberikan pedoman dalam penyelenggaraan program pendidikan ners dengan pendekatan kurikulum berbasis kompetisi. Tujuan lain adalah untuk mengarahkan upaya para penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang benar untuk dapat menghasilkan ners yang cerdas, kompetitif dan komprehensif.

2
AIPNI

KERANGKA KONSEP PROGRAM PENDIDIKAN NERS

Page 4

sehat dan keperawatan. spiritual. berkomunikasi. Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminkan tiga komponen body. psikologis. bernalar. AIPNI Page 5 . dan keperawatan sebagai pelayanan professional yang akan mempengaruhi isi kurikulum dan pendekatan utama dalam proses pembelajaran. mind. kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang mencakup biopsikososio-spritual-kultural. manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pelayanan kesehatan dengan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang 1945. sosial. belajar. Bertolak dari pandangan ini keperawatan meyakini paradigmadengan empat konsep dasar yaitu manusia. Falsafah Keperawatan Dalam keperawatan. dan kultural. lingkungan. kemampuan mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan berbagai mekanisme yang dibawa sejak lahir maupun didapat pada dasarnya bersifat biologis.Pendidikan Ners merupakan pendidikan akademik-profesional dengan proses pembelajran yang menekankan pada tumbuh kembang kemampuan mahasiswa untuk menjadi seorangn ilmuwan pemula dan tenaga professional. 1. selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan lingkungannya dan bersepon secara positifterhadap perubahan lingkungan melalui adaptasi dan memperbesar potensi untuk meningkatkan kapasitas kemampuannya. kapasitas berfikir. Landasan tumbuh kembang kemampuan ini merupakan kerangka konsep pendidikan yang meliputi falsafah keperawatan sebagai profesi. a. Manusia beroerientasi kepada waktu. mengembangkan budaya dan nilai-nilai. Manusia mempunyai siklus kehidupan meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan. mampu berjuang untuk mencapai tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri. Untuk dapat melangsungkan kehidupannya. dan spirit yang salinbg berpengaruh.

dan predisposisi terhadap penyakit serta faktor perilaku. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasaal dari dalam manusia itu sendiri mencakup. Dengan demikian manusia dalam keperawatannya menjadi sasaran pelayanan keperawatan yang disebut klien mencakup individu.Manusia selalau mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui serangkaian peristiwa antara lain belajar. Lingkungan eksternal juga diartikan juga sebagai lingkungan masyarakat yang berarti: kumpulan individu yang terbentuk karena interaksi antar manusia. c. keterbatasannya. Sehat Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat diartikan sebagai keadaan sejahtera fisik. sosial. mental. Lingkungan eksternal antara lain terdiri dari masyarakat. kelompok dan komunitas yang selalau dapat berubah untuk mencapai keseimbangan terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi . kultural dan spiritual. Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan secara dinamis dan mempunyai kemampuan berspon terhadap lingkungan yang akan mempengaruhi derajat kesehatannya. untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. maturasi biologi. emosi (psikologis). Adapun yang dimaksud dengan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia mencakup lingkungan fisik. factor genetic. Lingkungan Lingkungan dalam keperawatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal. Masyarakat adalah sistem social dimana semua orang berusaha untuk saling membantu dan saling melindungi agar kepentingan bersama dalam hubungannya dengan lingkungan dapat mencapai tingkat pemenuhan kebutuhan dasar secara optimal. budaya dan aspek spiritual yang dinamis. b. keluarga. jenis kelamin. mempunya tujuan dan sistem nilai serta berada dalam suatu hubungan yang bersifat saling bergantung yang terorganisir. sosial dan tidak hanya terbebas dari AIPNI Page 6 . menggali serta menggunakan sumbersumber yang diperlukan sesuai dengan potensi. biologic.

Sehat dilihat dari berbagai tingkat yaitu tingkat individu. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan masyarakat sejak fertilisasi samapai akhir hayat. Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan. komunitas dan tingkat masyarakat. Kesehatan adalah keadaan sehat. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. dan kuratif. keluarga. memberikan lingkungan yang aman. mencegah sakit. mental. ditujukan kepada AIPNI Page 7 . Keperawatan Keperawatan adalah bentuk layanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan kesehantan dan pendidikan. Keperawatan Sebagai Profesi Pada lokakarya Nasional (1983) yang merupakan awal diterimanya profesionalisme keperawatan di Indonesia. Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cia bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. meningkatkan kemampuan professional melalui penelitian dan menggunakan hasil penelitian. preventif. di dasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. memberi asuhan kepada orang sakit. dan yang mengalami ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan bermartabat. spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi sesuai Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. d. ditujukan kepada individu. kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistic serta kemampuan untuk menggerakkan energi serta sumber-sumber yang tersedia dalam mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien.penyakit atau kelemahan. Sehat ditentukan oleh kemampuan individu. 1. keluarga. kelompok. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya-upaya promotif. mendefinisikan: “keperawatan sebagai suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. baik secara fisik. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi pada klien. kelluarga. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif.

or knowledge. it is also a science” Martha E Roger (1970) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut . dilaksanakan berdsarkan ilmu dan kiat keperawatan. mendahulukan kepentingan kesehatan klien diatas kepentingannya sendiri. or knowledge. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia”. families. in the performance of those activities contributing to health or its recovery or to a peaceful death that the would perform unaided if he had the strength. serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan. menggunakan pendekatan holistik. Pernyataan tersebut diperjelas dengan pandangan berbagai pakar keilmuan keperawatan tentang pengertian keperawatan antara lain sebagai berikut : Virginia Handerson (1960) mendefinisikan keperawatan secara fungsional sebagai berikut. “The unique function of the nurse is to assist the individual. caring for rehabilitating the sick and disable. Keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan. serta kurangnya kemuauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. will. Nursing is a la learn profession that both a science and art” Selanjutnya Henderson (1978) menyatakan bahwa : “Nursing is primarily assisting the individual (sick or well) in the performance of those activities contributing to health. “Nursing encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages.individu keluarga dan masyarakat. keterbatasan pengetahuan. groups AIPNI Page 8 . It is likewisethe unique contributing of nursing to help the individual to be independent of such assistance as soon as possible” International Council of Nurses (2007) mendefinisikan. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. or is recoveryao to a peacefull death that he would perform unaided if he had the necessary strength. “Nursing is humanistic science dedicated to compassionate concern for maintining and promoting health. sick or well. This unique function of the nurse is a helping art. suatu bentuk pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic. preventing illness.

berbagai sifat pelayana/asuhan keperawatan baik yang bersifat saling bergantung antara pelayanan/asuhan professional (interpenden). AIPNI Page 9 . sebagai profesi. Inti dari perbedaan ini adalah keyakinan bahwa profesi keperawatan melibatkan aspek kemanusiaan mendalam dan hakiki.and communities. dan tersier. research. Para professional terikat dengan pekerjaan seumur hidup yang merupakan penghasilan sumber utama. keperawatan memiliki sifat unik dan berbeda dengan profesi kesehatan lainnya. Nursing includes the promotion of health. and the care of ill. maupun pelayana/asuhan yang bersifat mandiri (independen) dapat dilaksanakan sesuai dengan hakikat keperawatan sebagai profesi. Pelayanan keperawatan kepada klien dilaksanakan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan baik di klinik maupun di komunitas. Demikian pula. disable and drying people. and education are also key nursing roles” Tingkat pemahaman tentang keperawatan sebagai profesi akan tercermin antara lain pada langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan dan pembinaan pelayanan/asuhan keperawatan kepada masyarakat. promotion of safe environment. 2. mencakup pelayanan/asuhan keperawatan primer. Berbagai jenjang pelayanan/asuhan keperawatan harus dikembangkan. prevention of illness. Rujukan keperawatan dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketenagaan dan fasilitas kesehatan/keperawatan yang ada baik rujukan keperawatan yang bersifat inter institusi pelayanan kesehatan. Keperawatan sebagai Pelayanan Profesional Sifat dan hakikat pelayanan/asuhan keperawatan bertujuan untuk tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal. Sebagai pelayanan professional. sekunder. keperawatan mempunyai karakteristik sebagai berikut (Schein E H 1972) : a. Advocacy. participation in shaping health policy and in patient and health sistem management. Dengan demikian. sick or well and in all setting.

dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya. Memiliki kelompok ilmu pengetahuan yang mantap dan kokoh serta ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan dan latihan yang lama. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. jalur karier dalam profesi dan batasan kewenangan profesi.b. d. Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahlian dan pengetahuan mereka dianggap khusus. mempunyai otonom dalam mempertimbangkan tindakannya. h. Disamping itu juga berlandaskan pada aspek etik dan legal profesi. Berorientasi kepada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien. g. perizinan atau ujian masuk formal. Membentuk perkumpulan profesi yang menetapkan criteria penerimaan. Berdasarkan hal diatas maka layanan yang diberikan oleh profesi keperawatan bersifat menyeluruh. Konsep yang menjadi landasan dan akan mempengaruhi isi kurikulum Program pendidikan ners dikembangkan berlandaskan pada kegiatan dan proses pendidikan berbasis kompetensi dengan harapan menghasilkan ners yang memiliki pengetahuan. Lebih mengetahui apa yang baik untuk klien dari pada klien sendiri. j. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. c. Mempunyai motivasi kuata atau penggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya. serta menguasai IPTEK agat AIPNI Page 10 . Pelayanan yang diberikan kepada klien didasarkan pada kebutuhan objektif klien. f. e. dan individual melalui berbagai peran sebagai anggota profesi dan mengacu pada berbagai dan teori tentang manusia dan kemanusiaan serta kemandirian dalam mempertahankan etika dan standar profesi. unik. standar pendidikan. sikap dan perilaku professional. 3. i.

dapat memenuhi kebutuhan pasien dan menjamin pelayanan aman serta akuntabel. Hubungan Ners – Klien Hubungan ners-klien adalah suatu hubungan interpersonal yang professional dan terpeutik dengan tujuan memnuhi kebutuhan klien. Konsep etika keperawatan meliputi praktik keperawatan yang berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif mengenai tanggung jawab dan kewajiban ners terhadap klien. serta symbol. Konsep yang menjadi landasan dan mempengaruhi isi dari kurikulum adalah: a. pola dan arti dalam pengasuhan yang berhubungan dengan ekspresi terhadap pelayanan kesehatan kepada klien antara ners sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan. Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bagaimana selayaknya setiap lulusan pendidikan ners memahami paradigma sebagai pedoman dan pendekatan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pihak yang membutuhkan. anatara yang baik dari yang buruk. Cultural care diversity mengacu pada keberagamandan/atau perbedaan dalam gaya hidup. Budaya. Dengan demikian. dan perbedaan ekonomi menjadi dasar untuk penetapan keputusan terkait dengan masalah etik. Peran utama tim kesehatan adalah memfasilitasi untuk memberdayakan potensi internal klien. kepercayaan yang dianut. d. hubungan yang AIPNI Page 11 . b. Hal ini menjadi dasar pemikiran bahwa setiap klien itu adalah individu yang unik. Hubungan professional ners dank lien didsarkan pada pemahaman bahwa klien adalah orang yang paling tepat untuk membuat keputusan. agama / kepercayaan. teknologi. Etika Keperawatan Etika adalah suatu prinsip dan metode yang sistematik untuk membedakan antara yang benar dari yang salah. Paradigma Keperawatan Paradigma keperawatan sebagai keyakinan dan cara pandang berbagai konsep penting yang mendasari keperawatan. seorang ners haruslah memperhatikan aspek keberagamaan budaya. Keberagaman Budaya Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. c.

Hal ini merupakan landasan utama untuk menumbuhkan dan membina kemampuan memahmi dan menerapkan proses keperawatan yang merupakan metode utama yang digunakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Menyelesaikan Masalah secara Ilmiah Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah (scientific problem solving) pada peserta didik ditumbuhkan dan dibina sejak dini melalui rangkaian berbagai bentuk pengalaman pembelajaran secara terintegrasi. budaya. melaksanakan tindakan keperawatan. yang mulai dari pengkajian. Diharapkan. Pendekatan Utama dalam Proses Pembelajaran Untuk mencapai tujuan kurikuler. merencanakan tindakan keperawatan. Proses keperawatan merupakan salah satu metode pendekatan dalam penyelesaian masalah secara ilmiah. a. AIPNI Page 12 . diperlukan beberapa pendekatan utama dalam proses pembelajaran yaitu : (a) Menyelesaikan masalah secara ilmiah (b) Pembelajaran berfokus pada peserta didik (c) Berorientasi pada kebutuhan masyarakat. psikologis. menetapkan diagnosa keperawatan. maka lulusan nantinya dapat memberikan pelayanan yanglwbih manusiawi dengan selalu memperhitungkan harga diri dan martabat klien. 4. dan (d) Berorientasi ke masa depan. Sudut pandang peserta didik dilatih dan ditumbuhkan untuk menjadi lebih luas dalam memahami klien bukan hanya sekedar individu unik namun juga individu yang memiliki variasi individualitas secara fisik.terjadi haruslah menguntungkan klien dan tidak memiliki efek yang negatif bagi klien. Tema konseptual caring ini mengandung tingkat pemahaman peserta didik selam proses pendidikan terhadap keberadaan klien yang sedang mengalami satu atau beberapa masalahkesehatan. Caring (Pengasuhan) Caring adalah proses interpersonal yang menunjukkan pola atau bentuk yang berhubungan dengan oranng lain dalam memfasilitasi perkembangn seseorang. tingkat spiritual dan keyakinan terhadap aspek yang lebih tinggi dan yang diyakini telah menghidupinya. e. melalui proses pembelajaran menghadapi klien dengan sikap dan perilaku caring.

Disamping itu ia terlatih dalam menyelesaikan masalah keperawatan yang dihadapi klien. Kemampuan untuk berorientasi ke masa depan akan dapat membiasakan diri AIPNI Page 13 . lebih peka dan mampu mengidentifikasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapi di masyarakat. dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Berbagai bentuk pengalaman belajar dirangkai dan dilaksanakan secara terarah sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan belajar secara terus menerus sesuai asas belajar sepanjang hayat dan hakikat profesi keperawatan. trend dan isu kesehatan. mengambil keputusan klinik. dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan maju. peserta didik mendapat kesempatan untuk berlatih bekerja di masyarakat. sehingga mereka tidak tertinggal oleh perkembangan global. Melalui pengalaman belajar di tatanan dan pengalaman belajar lapangan di komunitas. Secara terintegrasi ditumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis. serta memanfaatkan berbagai sumber dan kemampuan yang ada di masyarakat. b. dan ditingkatkan secara bertahap sampai akhir pendidikan. Pengalaman Belajar di Masyarakat Pengalaman belajar di masyarakat merupakan masa adaptasi professional. ditumbuhkan dan dibina sepanjang proses pendidikannya melalu berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat. melakukan sosialisasi professional. d. Belajar Aktif dan Mandiri Kemauan dan kemampuan belajar aktif dan mandiri dibina sejak dini pada awal pendidikan guna meningkatkan kemampuan dalam mengarahkan belajar sendiri. perkembangan IPTEK. Sikap dan kemauan professional seorang ners dituntut untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. penalaran ilmiah. Berorientasi ke Masa Depan Program pendidikan ners selalu mengorientasikan peserta didik pada perkembangan ke masa depan dengan mengikuti perkembangan profesi. Kemandirian dalam belajar dan kemampuan memutuskan kondisi belajar yang optimal senantias harus di fasilitasi dan ditingkatkan. c.sampai dengan evaluasi dan menetapkan tindak lanjut. berpikir alternative dan kemampuan pengambilan keputusan secara benar.

kompetisi yang harus dimiliki dan dilengkapi dengan bahan kajian yang terkandung dalam mencapai kompetensi tersebut. Kurikulum ini menyatu dan hanya ditunjukkan untuk menghasilkan Ners sebagai luaran akhir dari sebuah proses pendidikan keperawatan tingkat profesional pertama. Disamping itu. kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pada profil lulusan yang diharapkan. Oleh karena itu.selanjtunya bahan kajian akan direspresentasikan AIPNI Page 14 . pendekatan pola pembelajaran lebih memungkinkan peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri yang lebih mementingkan upaya pemenuhan kebutuhan pasien yang dilayaninya.seorang peserta didik untuk siap dan terbuka menerima berbagai perubahan yang terjadi. Berdasarkan pada berbagai konsep yang terdapat dalam falsafah dan paradigma keperawatan serta konsep tumbuh kembang manusia dan aspek kemanusiaannya. maka diharapkan implementasi kurikulum berbasis kompetensi ini dapat menghasilkan lulusan ners yang kompeten dan berbudi luhur. 3 KURIKULUM INTI PROGRAM PENDIDIKAN NERS DI INDONESIA Kurikulum inti program pendidikan ners terdiri dari dua tahapan kurikulum akademik yang mengacu pada aturan pemerintahakan bergelar Sarjana Keperawatan dan tahapan kurikulun profesi yang setelah lulus akan memperoleh sebutan profesi ners.

A. Edocator (Pendidik kesehatan bagi klien. Community leader (Pemimpin dalam kegiatan komunitas profesi maupun sosila) c. dan cara mengevaluasi hasil pembelajaran yang selalu diupayakan untuk mengukur kompetensi yang diharapkan. Researcher (Peneliti Pemula) Keterangan : *Sarjana Keperawatan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan. Care Provider (Pemberian asuhan keperawatan)* b. Termasuk organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap tampilan ners profesional yang diharapkan di masyarakat. departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya. B. Tugas.dalam bentuk mata kuliah. serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi. PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN NERS Profil luluan merupakan langkah dasar dalam menyusun sebuah kurikulum berbasis kompetensi. peran dan ruang lingkup pekerjaan menjadi pokok bahasan dalam penyusunan profil. Profil lulusan pendidikan ners telah dibuat berdasarkan hasil lokakarya yang melibatkan stakeholder (masyarakat. rumah sakit. Profil lulusan Sarjana Keperawatan/Ners : a. disertai dengan metode atau model pembelajaran. Manager (Pengelola asuhan keperawatan) e. sehingga kurikulum tahap akademik pendidikan sarjana keperawatan dan tahap profesi merupakan satu kesatuan rangkaian kegiatan untuk mencapai kompetensi yang harus dimiliki oleh Kompetensi Dan Elemen Kompetensi Lulusan Progran Pendidikan AIPNI Page 15 . keluarga) d. Ners Sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar. puskesmas.

Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. pendukung dan lainnya yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana Keperawatan sesuai yang tercantum pada tabel 1 : Tabel 1 Kompetensi Pengembangan Kurikulum Institusi Pendidikan Sarjana Keperawatan AIPNI Page 16 . Landasan Kepribadian 2. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Kelima elemen kompetensi ini merupakan hasil dari kegiatan belajar peserta didik dan mengacu pada konsep pembelajaran yang diterapkanoleh UNESCO (2000) untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna kelak. dan kompetensi lain. 4 KURIKULUM PENDIDIKAN tahap AKADEMIK (PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN) Pengembangan kurikulum pendidikan Sarjana keperawatan merupakan kurikulum tahap akademik yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusi dan memuat kompetensi utama. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. pendukung. Kompetensi pendukung dan lainya merupakan kompetensi yang mencirikan institusi dan program studi dimana lulusan berasal. Kompetensi ini kemudian diuraikan kedalam elemen kompetensi sebagai berikut: 1. Kemampuan berkarya 4.ners sebagai luaran dari program pendidikan ini. Kompetensi yang perlu dimiliki oleh lulusan pendidikan ners terdiri dari kompetensi utama. Kompetensi yang dimuat dalam buku kurikulum ini merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dan terstandarisasi diseluruh Indonesia.

80% ditetepkan oleh kalangan perguruan tinggi. Landasan kepribadian 2. sehingga seluruh institusi pendidikan keperawatan mempunyai kurikulum inti yang sama. Untuk mencapai kompetensi utama pendidikan tahap akademik / Sarjana Keperawatan diimplementasikan dalam komposisi pengembangan kurikulum institusi pendidikan.40% 0% . dengan memperhatikan masukan masyarakat profesi dan pengguna lulusan. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. Kemampuan Berkarya 4. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat 40% .2 Kompetensi Pendukung Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan (± 20%) A. KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Kompetensi Pendukung Lainnya INTI Kompetensi Utama 20% . sesuai isu global) B. A.KURIKULUM ELEMEN KOMPETENSI 1. A.30% Kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi.1 Kompetensi Utama Kompetensi utama merupakan kemampuan untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi.3 Kompetensi Lainnya Kemampuan yang ditambahkan agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Rumusan Kelompok Kompetensi A. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan AIPNI Page 17 . dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi (± 20%. Sarjana keperawatan (144 – 160 SKS) dimana 60% diantaranya disediakan sebagai kurikulum inti (87 SKS).

Researcher (Penelitian a. Educator (pendidik) a. 5. b. Lainnya 2. Tabel 2. a. Profesional Provider pelayanan keperawatan) Care a. Community (Pimpinan Komunitas) Leader a. b. a. b. a. c. b. c. Dibawah ini diperlihatkan kaitan profil dengan kompetensi lulusan. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan Profil 1. 3. Kompetensi Utama tahap akademik pendidikan Ners AIPNI Page 18 . Kompetensi yang seharusnya dipunyai oleh lulusan Kompetensi Kompetensi Kompetensi Utama a. b. b. a. (Pemberi pendukung a. b. Manager (pengelola) a. perlu ditentukan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Sarjana Keperawatan. C. a. a. 4. di b.Untuk mencapai profil lulusan Sarjana Keperawatan. b a. Pemula) b. a.

Melakukan komunikasi secara efektif Melaksanakan pendididkan kesehatan Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan*) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas*) Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan*) Mampu menjalin hubungan interpersonal Mampu melakukan penelitian sebagai peneliti pemula Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. h.2. e. b. C. Kompetensi utama ini dijabarkan kedalam unit kompetensi. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik*) Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten*) Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien*) Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. e. f. f. AIPNI Page 19 b. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberikan asuhan kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan. c. c. d. Kompetensi Utama Sarjana Keperawatan : a. C. g. i. h. Sebagai dasar untuk menjamin agar kualitas lulusan ners dapat berkompetisi secara global kelak maka diperlukan patokan dalam penentuan kompetisi utama yang harus dikuasai oleh sarjana keperawatan diberbagai institusi penyelenggara pendidikan di seluruh Indonesia. skunder dan tertier. g. Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan a.1. Mampu menerapkan pengetahuan.Kompetensi tahap akademik adalah serangkaian kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan pendidikan tahap akademik dan bergelar sarjana keperawatan. Mampu mengkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat . kerangka etik dan legal dalam sistem Mampu membuat keputusan etik Mampu memberikan asuhan peka baudaya dengan menghargai etnik. d.

Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan*) Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan*) Mampu mengolaborasikan pelayanan keperawatan*) Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan*) Mapu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif*) t. p. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. r. melaksanakan proses penelitian sederhana dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. s. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif*) m. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien*) n. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya*) Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesimambungan dalam praktik. o.j. l. u. q. Mampu merancang. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan*) Mampu mengembangkan pola piker kritis. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan. x. w. AIPNI Page 20 Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan . y. v. k.

Konsep Komunikasi Terapeutik.Keterangan: *) belum memiliki kewenangan untuk melakukan. Hukum dan Perundang – undangan Kesehatan yang efektif dalam memberikan AIPNI Page 21 . Komunikasi dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan 7. mampu melakukan komunikasi 1. Teknik Komunikasi Terapeutik. Penggunaan Komunikasi Terapeutik. Komunikasi dalam Konteks Sosial dan Keanekaragaman Budaya serta Keyakinan 8. 5. 2. Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik. Kaitan antara Rumusan Kompetensi dengan Bahan Kajian Kompetensi yang akan dicapai memerlukan bahan kajian yang membahas pengetahuan dan keterampilan terkait yang yang sesuai. Dibawah ini digambarkan bahan kajian berdasarkan unit kompetensi yang merupakan jabaran dari kompetensi utama lulusan pendidikan ners tahap akademik (sarjana keperawatan). BAHAN KAJIAN SETIAP UNIT KOMPETENSI UNIT KOMPETENSI 1. 4. Pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 6. Komunikasi profesional dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 9. mampu melakukan komunikasi BAHAN KAJIAN 1. 3. Penggunaan Diri Secara Efektif dalam kominukasi Terapeutik. Trend dan issue Komunikasi dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan yang efektif dalam memberikan asuhan 2. Kewenangan akan dapat dimiliki setelah lulusan sarjana keperawatan menyelesaiakan tahap profesinya dan diberikan sebutan profesi Ners. D.

aborsi.Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan.Prinsip – prinsip legal dalam praktik 12. Etika dan Hukum Keperawatan 4.Malpraktek. 14. AIPNI Page 22 . 4. dan spiritual dalam praktik keperawatan Konsep. Perilaku Kesehatan Metode pengumpulan Data Antropologi dan Sosiologi Pendekatan holistic care pada klien : Pendekatan transcultural nursing Pendekatan agama. dan tugas 4. justice.asuhan 3.pertanggung jawaban dll 13. moral right. pertanggunggugatan (mandiri & limpahan). non-maleficience. agama atau faktor lain dari setiap pasien yang unik*) 1. beneficience. Sistem Kesehatan Nasional 3. 7. 3. transplantasi organ. supporting devices. Nursing advocacy 16.Penggambilan keputusan legal etis 15. karakteristik. tahap. Kode Etik Keperawatan 5. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Prinsip – prinsip etika keperawatan : 8. Otonomi. neglected. Kebijakan Pelayanan Kesehatan 7. 6. 5. Profesionalisme keperawatan 6. Mampu membuat keputusan etik 2. nilai dan norma masyarakat 9. kepercayaan. Ethical issue dalam praktik keperawatan : 10. Telaah etis dalam keputusan Manajemen Sistem Kesehatan Tradisional dan Modem 2. dll 11.Euthanasia.

Mikrobiologi. Kimia. Spiritualitas / Religiusitas 6. Ilmu keperawatan Dasar 4. Patofisiologi. 10. Teknologi Informasi dalam Keperawatan 8. Parasitologi.Menggunakan perangkat komputer dan jarigan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan . Perspektif Keperawatan Matenitas dalam 6. 11. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu konsisten*) perkembangan 1. Patient Safety 17. Infection Control 18. Fisika. Komunikasi Terapeutik 16. Fisiologi.Metodologi Pendidikan 13. Farmakologi. Hak dan Kewajiban Pasien 14. Gizi 12. Information Communication Technology in nursing : .Klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC) 1.5. Ilmu – ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas 7. Keperawatan Lintas Budaya 5. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. Metode Keperawatn 2. Konsep Caring. Prosedur Keperawatan 15. Holisme dan Humanisme 3. Konsep perubahan 20. Patologi. Biokimia. Psikologi Perkembangan 19. Anatomi. Mampu menggunakan proses AIPNI Page 23 .Konsep Kehilangan 1. Menajemen mutu 9. Biologi.

Identifikasi Multiple Intelegence 12. Lingkup Keperawatan Orang Dewasa 5. Peran Perawat Maternitas dimasyarakat 3. batasan dan Teori Penuaan 13. Upaya Prevektif dan Promotif untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Fisik dan Psikososial Lansia 17. Beberapa faktor yang mempengaruhi Kesehatan Lansia 15. Bermain pada anak 8. Issue dan kecenderungan Masalah Kesehatan Lansia 14. Bimbingan dan penyuluhan pada orang tua 10. Perspektif Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga 7. Pencegahan kecelakaan pada Anak 9.Konsep sakit dan Hospitalis pada anak 11.Pengeloloan Kesejahteraan Lansia diInstitusi dan Masyarakat 18. 2. Perspektif Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat 19.keperawatn dalam menyelesaikan masalah klien*) konteks keluarga. Faktor resiko yang Mempengaruhi kesehatan Maternal 4.Askep Klien dg Gawat Darurat pada AIPNI Page 24 . Dampak Sistem Pelayanan Kesehatan terhadap Praktek Keperawatan Orang Dewasa 6.Askep Klien dg Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler 20.

Konsep Keperawatan Komunitas 32.21. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana 22.Konsep Keluarga.Masalah Kesehatan di Indonesia 33.Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesja.Proses Keperawatan Kmunitas 39. trend dan Issue Kesehatan keluarga 26.Proses Asuhan Keperawatan pada Keluarga 30.Jenis – jenis Tindakan Keperawatan pada berbagai Kasus Resiko Tinggi di Keluarga 31. UKS) AIPNI Page 25 .Teori Model Keperawatan di keluarga 27.Konsep Home Health of Nursing (Home Care) 29.Puskesmas 35.Konsep MTBS 37.Aspek Keterkinian dalam Praktek Keperawatan Komunitas 34.Strategi Pemecahan Masalah Kesehatan Komunitas 38. Konsep Dasar Kesehatan dan keperawatan Jiwa 23.Upaya Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa 24.Manajemen Sumber daya Keluarga 28.Konsep Dasar Keluarga 25.Konsep PHBS 36.

Teori berubah 3.karaktif. Pendekatan etik dalam pengambilan keputusan . Metode evaluasi 1. Aspek 26ontro budaya serta hubungannya dalam ekologi 6. Rancangan penyuluhan kesehatan 9. Metode pembelajaran 2.preventif. Pendekatan Moral right dalam pengambilan keputusan 2.Transisi pola penyakit 41. Metode Evaluasi 1. 26ontrol26ive. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer.Epidemiologi dan Kependudukan 42.40. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat 7. rehabilitatif. Konsep dasar kesehatan 5. Teori pendekatan 26ontro dalam kesehatan 4.Aplikasi Teori Model dalam Berbagai Situasi Pelayanan 44. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) AIPNI Page 26 5. sekunder dan tertier 1. Team Building 4.Manajemen mutu dan manajemen resiko dalam asuhan keperawatan klien 43. Supervisi 10.manajemen Asuhan : Pendekatan 26ontrol26.promotif.Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 45.consolation of the dyin 8.

3. Fisika keperawatan 2. Alur penaganan pasien 3. Etika profesi 6. doing the best to keep nursing respected 2. Mengelola pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar 5. Team work building Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 1. Mampu menggunakan prinsip – prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik keputusan Self manajement of learning 1. Control kualitas asuhan keperawatan AIPNI Page 27 . Otonomi dan 27ontrol profesi 5. Keterapilan – keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus sesuai dengan tingkat usia disetiap tatanan pelayanan kesehatan 1. Kompetensi 4. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif *) 13. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 14. Kesiapan perawat dan pelayanan 1. Domin profesi 3. Pround to be nurse : confident. Hak pasien dan keluarga dalam pelayanan 11. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 15. Standar profesi 12. Pengorganisasian pelayanan 4. Manajemen kasus (termasuk coordinating and collaborating care) 6. Anatomi fisiologi keperawatan 3. Kajian situasi pelayanan keperawatan : manajemen asuhan 2. committed to. Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 7. Konsep Collaborative 2.

Farmakodinamika dan farmakokinetik 3.Perumahan dan pemukiman sehat 16. Cara pemberian dan perhitungan dosis 7.16. Undang – undang K3 di Indonesia 3. Biomonitoring 8.Angka kecukupan gizi yang dianjurkan 17. Dinamika kelompok dan team building 1. Bahaya fisik dilingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 6. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 7. Obat – obatan tradisional 8. Toxicology obat 9.Intervensi Gizi Masyarakat 17.Keterlibatan dan peran Tenaga Keperawatan dalam Kebijakan Pemerintah di bidang Gizi Masyarakat 1. Bahaya lingkungan kerja dan evaluasinya 4.Sanitasi makanan 14.Pengelolaan limbah domestic dan medis 12. Penyediaan air bersih 10.Toksikologi lingkungan 15. Penggolongan obat-obatan 2. Ergonomic dan faal kerja 7. Zat gizi makro dan mikro 10. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *) AIPNI Page 28 . Efek / efek samping obat 5. Bahaya kimia di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 5. Interaksi obat 6. Indikasi dan kontra indikasi obat 4. Air buangan dan kesehatan 11. Pengertian dan luang lingkup K3 2.Manajemen pengendalian vector 13. Konsep dasar kesehatan lingkungan 9.

Konsep Dasar Ilmu gizi Masyarakat 17. Kepemimpinan 4.Kajian situasi dalam proses manajemen 12. Motivasi 5.11.Perencanaan ketenagaan dan financial 14. 10.Dasar – dasar Dietetika Klinik 14. karier) AIPNI Page 29 . Komunikasi organisasional 6. orientasi. Pengelolaan konflik 8. Gizi dan Pangan Menurut Pendekatan 18. Perencanaan: konsep perencanaan strategis dan operasional 13.Pengorganisasian (struktur.Proses pengambilan waktu 16. Pengelolaan staf (seleksi.Pengelolaan waktu 15. Manajemen keperawatan sebagai sistem kepada tim asuhan dengan mempertahankan skuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) dan proses.Nutrisi pada Ibu Hamil 15. konsep.Mampu memberikan dukungan Kesehatan Masyarakat 1. Konsep dan proses berubah 9.Konsep dasar kajian situasi 11. kultur organisasi keperawatan serta model pengorganisasian. dan penapakan.Kebutuhan Nutrisi pada Anak 16. Dinamika kelompok (team building) 2. Penilaian status gizi individu 13. Directing 3. pelayanan keperawatan dan model penugasan) 17. Asertifitas 7. Kebutuhan Gizi Individu 12.

Ilmu Komunikasi 2. Mampu memanfaatkan hasil penelitan dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan 2. Keperawatan sebagai ilmu dan seni 11. Desiminasi dan publikasi 10. Mampu merancang. Kepuasan Pelanggan 4.19. Interprestasi data 9. Konsep Kolaborasi. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 1. Pisikologi Konsumen 6. Pengumpulan data 7. Proses berubah 1. Pengembangan instrument penelitian 6. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan 17.Konsep dasar Penelitian 13. Berpikir sistematis proses penelitian sederhana 21. melaksanakan 1. Identifikasi dan merumuskan masalah penelitian 3. Pemasaran Keperawatan 5. Pengembangan Kepribadian 3. Analisa Data 8. Kemitraan dan kerja Tim 20. Penelitian Bidang Perawatan 15. Literature dan Critical Review 4. Penulisan Karya Ilmiah 22. Pengumpulan Data dan Analisa Data 16. Rancangan penelitian 5. Information Communication Technology in nursing : Menggunakan perangkat computer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan AIPNI Page 30 Klasifikasi intervensi dan outcome . Rancangan Penelitian 14. Trend and issues in nursing 12.

dengan masa studi 4 tahun (8 semester). dengan pola struktur terintegrasi sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan. Konsep kepemimpinan dalam keperawatan 4. Entrepreuner. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan keperawatan 1. sikap dan keterampilan yang relevan dengan masalah kesehatan yang dihadapi. Struktur Kurikulum Sarjana Keperawatan Kurikulum pendidikan ners tahap akademik (Sarjana Keperawatan) ditetapkan dengan mengacu kepada 60% kurikulum inti. SARS. dan belajar mandiri sehingga kelak dapat menjadi anggota profesi yang mandiri. tatanan klinik dan komunitas). belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri.Dalam kurikulum terintegrasi AIPNI Page 31 . Enterpreneurship dan pengembangan praktik professional 4. Tujuan struktur kurikulum terintegrasi adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi guru bagi dirinya. yaitu 87 SKS (dari 144 SKS ) terdiri dari 70% pengetahuan teori dan 30% penerapan praktik ( laboratorium. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemapuan profesional keperawatan (NIC NOC) 1. membantu peserta didik belajar aktif. Perlindungan profesi (manajemen resiko dan asuransi profesi) 3. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Disaster. Standar profesi 2. Pengembangan kurikulum institusi disesualikan dengan visi dan misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut dengan memasukkan 20% isu global (yaitu : Perawatan HIV/AIDS. Perawatan Trauma. mengkaji kemampuan diri sendiri. Issue terkini dalam pelayanan 24. Marketing keperawatan (internal dan eksternal) 5. Bahasa Asing) dan muatan local 20% sesuai dengan keunggulan institusi. Kurikulum yang telah disusun ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK).23. Konsep kesejawatan E.Flu Burung. IT. Konsep berubah 3.

beberapa bahan kajian dikelompokkan menjadi satuan mata kuliah untuk mencapai beberapa sub unit kompetensi. mata kuliah tersebut disusun secara seri. Selanjutnya. Setiap sub unit kompetensi mempunyai bobot satu(1) satuan kredit semester (SKS) Upaya mengintegrasikan bahan kajian menjadi satuan mata kuliah dapat menggunakan berbagai cara pengelompokan. respon atau tema. kebutuhan dasar manusia. Berikut ini dipaparkan contoh pengembangan kurikulum terintegrasi: AIPNI Page 32 . pararel atau kombinasi. diantaranya berdasarkan sistem tubuh.

Muskola skleletal (2 SKS) Sist. Komunitas II(3 SKS) Sist. Imun Hematologi (3 SKS) Sist. Pencernaan (3 SKS) Sist. Pendekatan berdasarkan sistem tubuh pembahasan terintegrasi berdasarkan siklus kehidupan sejak pembentukan sampai dengan lansia (2 SKS) (2 SKS) ISD (2 SKS) (2 SKS) (4 SKS) Bahasa Inggris Riset Kep (2 SKS) (2 SKS) B. Komunitas III (3 SKS) Manajemen (2 SKS) Semester 6 Semester 5 Semester 4 Semester 2 AIPNI Kewarganegaraan MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM 1. Kardiovaskuler (4SKS) Sist. Neuro behav (4 SKS) Sist.Agama (2 SKS) IKD I (3 SKS) Semester 1 IKD II (3 SKS) IKD III (4 SKS) IDK II (4 SKS) IKD III (3 SKS) SIST. Reproduksi (4 SKS) Sist. Sensor Persepsi (2 SKS) Sist. Komunitas (2 SKS) Sist. Integumen (2 SKS) Sist.Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Inggris Semester 3 Semester 7 Kegawatan darurat sistem I (3 SKS) Page 33 Semester 8 Kegawat daruratan Sistem I (3 SKS) Skripsi (4 SKS) . Respirasi (4 SKS) Sist. Perkemihan (2 SKS) Sist. Endokrin (3 SKS) Sist.

5 0.5 Ket SEMESTER V AIPNI Page 34 .5 3.5 K 0.5 K 0.5 1.5 0.Inggris Ilmu Dasar Keperawatan II Ilmu Dasar Keperawatan III Sistem Kardiovaskuler Jumlah jam/mg = 11 + 7 + 2 = 20 SKS 2 2 4 3 4 15 T 2 1 3 2 3 11 Lab 1 1 1 0.5 1 2.5 0.5 Ket SEMESTER IV NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem sensor Persepsi Sistem Endokrin Sistem Pencernaan Keperawatan Komunitas I Jumlah jam/mg = 7 + 3 + 6 = 19 jam SKS 2 3 3 2 10 T 1 2 2 2 7 Lab 0.CONTOH STRUKTUR KURIKULUM BERDASARKAN PENDEKATAN BERDASARKAN SISTEM SEMESTER I NO 1 2 3 4 5 6 MATA AJAR Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan Dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu dasar Keperawatan I Jumlah jam/mg = 13 + 6 = 19 SKS 2 2 2 3 3 4 16 T 2 2 2 2 2 3 13 Lab 1 1 1 3 K Ket SEMESTER II NO 1 2 3 4 5 MATA AJAR Ilmu Sosial Dasar B.5 0.5 0.5 0.5 0.5 1.5 0.5 1.5 Ket SEMESTER III NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Respirasi Sistem Imun dan Hematologi Sistem Neurobehaviour Bahasa Inggris Jumlah jam/mg = 9 + 5 + 6 = 20 jam SKS 4 3 4 2 13 T 3 2 3 1 9 Lab 0.5 K 0.5 0.

5 1 2 K 0.5 0.5 K 0.NO 1 2 3 MATA AJAR Sistem Muskuloskeletal Sistem Integumen Keperawatan Komunitas II Jumlah jam/mg = 4 + 4 + 4 = 12 jam SKS 2 2 3 7 T 1 1 2 4 Lab 0.5 1 1 2.5 0.5 Ket NO 1 2 Ket AIPNI Page 35 .5 1 Ket SEMESTER VII NO 1 2 3 MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem I Riset Keperawatan Bahasa inggris Jumlah jam/mg = 6 + 5 + 2 = 13 jam SEMESTER VIII MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem II Skripsi Jumlah jam/mg = 1+ 1 + 18 = 20 jam SKS 3 4 2 9 SKS 2 4 6 T 2 3 1 6 T 1 1 Lab 0.5 0.5 1 1 3 K 0.5 0.5 0.5 0.5 1 Ket SEMESTER VI NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Perkemihan Sistem Reproduksi Keperawatan Komunitas III Manejemen Keperawatan Jumlah jam/mg = 7 + 6 +4 = 17 jam SKS 2 4 3 2 11 T 1 3 2 1 7 Lab 0.5 Lab 0.5 4 4.5 K 0.

Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistic dalam konteks keperawatan AIPNI Page 36 . holisme. pendekatan holistic care (konsep Caring. humanisme dan transcultural nursing). Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan 3. nursing advocacy. prinsip-prinsip legal etis dan isu etik (ethical issue). termasuk teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1.Deskripsi Mata Kuliah semester I Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir kritis dalam keperawatan. Menerapkan konsep berpikir kritis dalam keperawatan 2. perkembangan keperawatan.

Manfaat teknologi komunikadi informasi dalam pembelajaran keperawatan. Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan 5.4. AIPNI Page 37 .

non maleficience. Transplantasi organ. Prinsip-prinsip legal dalam praktik 6. aborsi 3. beneficience. Isue estik dalam praktik keperawatan : Euthanasia. humanisme 4. Konsep holistic care : caring. Pertanggunggugatan (mandiri dan Metode Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Mini lecture. case study. small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) AIPNI Page 38 . Transcultural nursing/ (keperawatan lintas budaya) 1.No 1 2 3 Kompetensi blok 1 Bahan kajian Menerapkan konsep berpikir kritis dalam Konsep berpikir kritis dalam keperawatan keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional 1. neglecten. Teori sistem 2. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Konsep berubah 3. Keperawatan : Malpratik. 7. justice. care study. Devices 5. small group discussion (SGD) 4 Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konsteks keperawatan Mini lecture. nilai dan norma masyarakat 2. holisme. supporting 4. moral right.

PjBL AIPNI Page 39 . mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet) Demontrasi.limpahan). Pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer (membuat blog. mengirim tugas melalui email. Nursing advocacy 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan 10. pertanggungjawaban. dll 8. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan 9.

Menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4. konsep. tahap. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. Kompetensi Blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa mampu : 1. Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 40 . Mener apkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi (K3AP) 2. karakteristik.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar II Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang model konseptual keperawatan . Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3.

dll) Konsep. Komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta keyakinan 1. dan tugas perkembangan 1. case study. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Roy. karakteristik. Teori komunikasi 2. tahap. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning AIPNI Page 41 . Project Based learning(PjBL) Mini lecture. Trend dan Issue komunikasi dalam pelayanan kesehatan/Keperawatan 7.No 1 2 Kompetensi blok 2 Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. Penerapan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 6. SGD Discovery learning (DL). Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 5. case study. case studi. Teori pendekatan sosial dalam Metode Mini lecture. Betty Newman. Komunikasi terapeutik 3. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Orem. Penggunaan komunikasi 4.

Konsep dasar kesehatan 5.kesehatan 4. Metode evaluasi (DL) PjBL AIPNI Page 42 . Aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 6. Rancangan penyuluhan kesehatan 7.

Mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhankebutuhan oksigenasisesuai tumbuh kembang 3. Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme 2. biokimia dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai tumbuh kembang. Kompetensi Blok 3 Setelah mengikuti kegiatan proses pembelajaran pada blok IDK I mahasiswa mampu : 1. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang AIPNI Page 43 . Mengenali proses pemenuhan kebutuhancairan dan elektrolit didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 4. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisididalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang 5. anatomi. fisiologi.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar I Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia mulai dari tingkat sel sampai dengan tingkat organisme untuk mempertahankan kehidupannya yang mencakup berbagai konsep dan prinsip biologi.

case studi.No 1 Kompetensi blok 2 Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme Bahan kajian 1. Fungsi spesifik sel 5. cairan dan gas dalam tubuh manusia 8. fisiologi sistem pernafasan 6. project based learning (PjBL) 2 Mampu mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan oksigenasi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. Transport trans membrane 6. Reproduksi sel 7. Introduksi sel 2. SGD. anatomi sistem kardiovaskuler 3. cairan dan gas dalam tubuh manusia Metode Mini lecture. fisiologi sistem kardiovaskuler 4. case studi. Genetika 8. benda cair. project based learning (PjBL) 3 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit didalam Mini lecture. homeostasis 1. project based learning (PjBL). AIPNI Page 44 . anatomi sistem pernafasan 5. SGD. tanda dan gejala kecukupan oksigen 1. Jenis-jenis sel 4. Ultra struktur sel 3. benda cair. proses oksigenasi 2. SGD. case studi. listrik dan magnet dalam sistem tubuh 7.

case studi. tanda dan gejala kecukupan nutrisi 1. project based learning (PjBL). SGD. project based learning (PjBL). pembentukan urea 9. fisiologi ginjal 3. anatomi sistem urinari 2. proses pemenuhan 4. hormon-hormon terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro nutrien 6. laboratorium activity AIPNI Page 45 . keseimbangan cairan dan elektrolit 3. pirimidin. SGD. anatomi sistem pencernaan 2. case studi. lemak dan protein 7. keadaan kenyang dan puasa 10. tanda dan gejala kecukupan cairan dan elektolit 1. laboratorium activities 5 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi kebutuhan tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan Mini lecture. keseimbangan asam basah 5. kebutuhan nutrisi sel 5. anatomi sistem kardiovaskuler laboratorium activity 4 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. hormon-hormon terkait dengan keseimbangan cairan dan elektrolit 4. metabolisme purin. metobolisme karbo hidrat. fisiologi sistem pencernaan 3. porfirin 8.sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 2.

tanda dan gejala masalah eliminasi sisa metabolisme dan sisa pencernaan AIPNI Page 46 . fisiologi sistem pernafasan 7. anatomi sistem pernafasan 6. anatomi fisiologi kulit 8. proses eliminasi sisa metabolisme 9. hormon-hormon terkait dengan eliminasi 11.kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang 4. fisiologi sistem kardiovaskuler 5. proses eliminasi sisa pencernaan 10.

Dimensi sosial keagamaan 5. Spiritual care AIPNI Page 47 . Penekanannya pada nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan peran perawat sebagai pemberi asuhan. pemenuhan kebutuhan spiritual klien.Mata kuliah : Agama Beban Studi Prasyarat : 2 SKS (2 teori) :- Deskripsi Mata Kuliah : Agama merupakan mata kuliah yang terkait dengan keyakinan yang melandasi manusia untuk bersikap dan bertintak toleran dalam kehidupan sosial khususnya kerjasama antar umat beragama dimasyarakat. Dimensi beragama 4. Bahan Kajian : 1. mahasiswa mampu memahami konsep agama dan prinsip kehidupan beragama sebagai landasan dalam melaksanakan praktik profesi. peneliti untuk mengidentifikasi permasalahan nilai/keyakinan klien. Konsep agama dan kehidupan beragama 2. Tujuan Mata Kuliah : Setelah menyelesaikan mata kulah ini. dan peran sebagai pendidik untuk memberikan pendidikan spiritualitas klien dalam melakukan pengelolaan kebutuhan spiritualitas klien baik diklinik maupun dimasyarakat. Nilai dan keyakinan beragama 3. Fokus dalam pemahan konsep-konsep agama dan kehidupan beragama di indonesia.

mengidentifikasi permasalahan terkait dengan hak azasi manusia dan kebijakan publik. kebijakan publik. Demokrasi 2. wawasan nusantara yang relevan dengan praktik keperewatan professional sebagai dasar perawat dalam menjalankan peranya dalam memberikan asuhan keperawatan profesional.Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan Baban Studi Prasyarat : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Fokus dari mata kulia ini adalah pemahaman tentang kehidupan berdemokrasi. Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami prinsip pendidikan kewarganegaraan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pratik profesi. Bahan Kajian : 1. hubungan antar warganegara. Kebijakan publik AIPNI Page 48 . hubungan antar manusia.

berlandaskan pada konsep etika dalam berbahasa. Hubungan antar manusia 5.3. Goog govenance 8. Identitas nasional 7. Wawasan nusantara 6. Geostrategi 9. Negara dan konstitusi Mata Kulia Beban Studi Prasyarat : Bahasa Indonesia : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini mempelajari bahasa indonesia dalam ilmu keperawatan dengan menekankan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. AIPNI Page 49 . Otonomi daerah 4. Politik strategi nasional 10.

politik ekonomi yang berkaitan dengan kesehatan. sistem pelayanan kesehatan dan kemajuan IPTEK dibidang kesehatan yang sesuai dengan berbagai sosial budaya ubtuk mempromosikan kesehatan yang akan digunakan dalam pengelolaan keperawatan. Menggunakann bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi 2. Tata bahasa indonesia 2. Keterampilan menulis dalam bahasa indonesia 3. Membuat tulisan dengan tata bahasa indonesia yang baik dan benar 3. Membuat resume dalam bahasa indonesia dari satu topik bahasan Bahan Kajian : 1.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kulaih ini mahasiswa mampu : 1. Mata kuliah ini membahas tentang disiplin sosial budaya. AIPNI Page 50 . Cara membuat resume bahasa indonesia Deskripsi Mata Kuliah semester II Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Sosial Budaya : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah menggambarkan sosial budaya dan pengaruhnya terhadap gaya hidup dan status kesehatan.

Memahami disiplin ilmu sosial budaya dasar terutama ilmu sosiologi. Pengaruh sosial budaya dan ekonomi terhadap prilaku kesehatan. Nilai keilmuan yang terkait kesehatan dan keperawatan Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Dasar Keperawatan II : 4 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : AIPNI Page 51 . 5. Dasar-dasar ilmu sosial dan antropologi 2. Memahami konsep dasar kelompok sosial. antropologi dan ilmu sosial lain seperti politik dan ekonomi 2. 3. organisasi serta institusi sosial lain Bahan Kajian : 1. 4. Konsep dasar sosial budaya masyarakat. komunikasi antar bangsa. Memahami konsep dasar tentang masyarakat dan kebudayaan 3. Nilai sosial budaya.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini peserta didik mampu : 1. politik dan implikasi privasi dan kerahasiaan 6. Perubahan sosial dan budaya.

Transport pasien 8. Body aligment 2 AIPNI Page 52 Metode Mini lecture. case studi. dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang. anatomi. Fisiologi sistem saraf 5. Jenis-jenis latihan 6. case studi. Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang 2. Fisiologi sistem muskuloskletal 3. Sistem kekebalan tubuh Mini lecture. SGD. project based learning (PjBL). Anatomi sistem saraf 4. Kompetensi Blok 4 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IDK II mahasiswa mampu: 1.Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia dalam mempertahankan fungsi-fungsi kehidupannya. Didalamnya mencakup berbagai konsep biologi. Pengukuran ROM 7. Mengidentifikasi proses pemenuhan istirahat daan tidur sesuai dengan tumbuh kembang 4. Mengidentifikasi proses pemenuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 3. Mengidentifikasi proses pemenuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang Bahan kajian 1. Anatomi sistem muskuloskletal 2. Mekanika gerak dan gaya 1. SGD. lab aktivities Mengidentifikasi proses pemenuhan 9. fisiologi. .

project based learning (PjBL). Fisiologi sistem reproduksi 3. lab aktivities Mini lecture. Transport pasien 6. Anatomi dan fisiologi sistem 3. Nosokomial infection 5. Panas 12. self protection) 4. Hormon-hormon terkait sistem reproduksi project based learning (PjBL). Body aligment 7. SGD.kebutuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 2. SGD. Fisiologi sistem saraf 9. project based learning (PjBL). Fisiologi sistem saraf 3. Bunyi dan cahaya 1. Mekanisme nyeri 10. Siklus tidur 4. Anatomi sistem saraf 8. case studi. Patient safety (Universal/isolated precoution : sterilisasi. case studi. lab aktivities 3 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. Anatomi sistem saraf 2. Mekanisme perubahan suhu tubuh 11. Anatomi sistem reproduksi 2. lab aktivities 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 53 . Irama sirkardian 1.

4. Penyimpangan-penyimpangan seksual AIPNI Page 54 . Pemenuhan kebutuhan seksual 5.

Diagnose keperawatan 3. 3 SKS (2-1) :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektif Keperawatan : maternitas. Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan No Kompetensi blok 5 1 Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien. Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. Pelaksanaan AIPNI Page 55 Metode Mini lecture. anak. Pengkajian 2. Kompetensi blok 5 (Ilmu keperawatan Dasar III) Setelah mengikuti pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa mampu : 1. 3. orang dewasa. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan. case studi. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. SGD.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III . anak. Perencanaan 4. orang dewasa. Konsep proses keperawatan : 1. project based learning (PjBL). jiwa. lab skill .

konsep belajar sepanjang hayat 2. konsep bermain pada anak. case studi. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan 3 kesehatan Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan 6.5. tren dan isu keperawatan 4. dll 1. anak. project based learning (PjBL). SGD. ruang lingkup keperawatan 3. lab skill Case studi. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. orang dewasa. reaksi hospitalisasi. rancangan penyuluhan kesehatan AIPNI Page 56 Mini lecture. project Based learning (PjBL) demonstrasi . antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Evaluasi 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 5. perspektif dan falsafah keperawatan 2. Pendokumentasian 1.SGD.

Kompetensi Blok 6 (Sistem Kardiovaskuler) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem kardiovaskuler) mahasiswa akan mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem kardiovaskuler dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah melalui beberapa model belajar yang relevan dengan memperhatikan aspek legal dan etis. melakukan simulasi pendidikan kesehatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia. Fokus mata kuliah ini meliputi sebagai aspek yang terkait dengan siklus jantuang dan sirkulasi dalam sel sampai organ. melakukan simulasi asuhan keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kordiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi.. 3.6. Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler AIPNI Page 57 . metode evaluasi Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Kardiovaskuler : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan berhubungan dengan sistem kardiovaskuler sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia.

Dokumentasi asuhan keperawatan 6. regional dan internasional) 2. 5. SGD. Gakin. tetsier pada Mini lecture. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 4. lab skill. Pengkajian sistem kardiovaskuler 3. case studi. Mmelaksanakan fungsi advokasipada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 6. Jamkesmas) Pencegahan primer. . Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler 2 AIPNI Page 58 Metode Mini lecture. case studi. Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etispada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler. SGD. mapping based learning Melakukan simulasi pendidikan kesehatan (rujukan. o 1 Kompetensi blok 6 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. nasional. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 5. sekunder. Patofisiologi pada sistem kardiovaskuler (kasus-kasus kardiovaskuler yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia didaerah.4. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. project based learning (PjBL).

moral right. 6. SGD.dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 3 4 dengan memperhatikan aspek legal dan etis Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etik pada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler masalah sistem kardiovaskuler project based learning (PjBL). aborsi Transplantasi organ. lab skill Hasil-hasil penelitian terkait sistem kardiovaskuler Telaah jurnal. non maleficience. nilai dan norma masyarakat 2. SGD 1. Prinsip-prinsip etika keperawatan . 3. non maleficience. beneficience. problem based learning (PBL) AIPNI Page 59 . beneficience. otonomi. justice. Case study. pertanggungjawaban. supporting devices Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik. neglected. case study. Isue etik dalam praktik keperawatan : euthanasia. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan Pengambilan keputusan legal etis Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. justice. dll 4. SGD. problem based learning (PBL) 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada Case study. 5. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan).

4. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. 2.berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. nilai dan norma masyarakat 7. 5. dengan berfikir kreatif dan inofatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif moral right. Pengkajian pada sistem kardiovaskuler Pemasangan infus EKG Terapi melalui intra vena Punksi vena Lab skills AIPNI Page 60 . 3.

Fokus mata kulia ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. dan sistem respirasi sel.Deskripsi Mata Kuliah Semester III Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Respirasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem respirasi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi Blok 7 (Sistem Respirasi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem Respirasi) mahasiswa mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. transportasi. difusi. Mendemonstrasikanintervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berrlaku dengan AIPNI Page 61 . Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi 4. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia 6. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada kelompok klien dengan gangguan sistem respirsipada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. 2.

AIPNI Page 62 .berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Dokumentasi asuhan keperawatan 8. mapping based learning 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan Mini lecture. kimia. case studi. Pengkajian sistem respirasi 4. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem respirasi (rujukan. nasional. Gakin. Patofisiologi pada sistem respirasi (kasuskasus respirasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. case studi. Evaluasi keperawatan pada gangguan sistem respirasi 7. regional dan internasional) 3. sytem respirasi 2. project based learning (PjBL). lab skill AIPNI Page 63 . fisika dan biokimia Mini lecture. SGD. sekunder dan tertier pada masalah sistem respirasi SGD. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem respirasi 5. Anatomi. Jamkesmas) Pencegahan primer. PMO. Perencanaan/implementasi 6. fisiologi. Bahan kajian Metode 1. project based learning (PjBL).No 1 Kompetensi blok7 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. lab skill.

SGD 4 Manajemen kasus pada sistem respirasi masalah sistem respirasi) Case study.3 memperhatikan aspek legal dan etis. case study. Pengkajian pada sistem pernafasan 2. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. discovery learning. problem based learning (PBL) 6 Lab skill AIPNI Page 64 . Terapi O2 4. justice. Fisiotrapi dada/ postural drainage 3. non meleficience. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. SGD. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus sistem respirasi dan prioritas 5 1. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga Hasil-hasil penelitian terkait sistem respirasi Telaah jurnal. moral right. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi Melakukan simulasi pengelolaan aasuhan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasiMelaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasipada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. nilai dan norma masyarakat 2. Suctioning Case study. beneficience.

menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Perawatan WSD 6. trakheostomi AIPNI Page 65 . Nebulisasi 7.

4. sel .sel darah dan mekanisme pembekuan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 66 . Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan hematologi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem imun dan hematologi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Imun dan hematologi : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoiritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang sistem imun dan hematologi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Kompetensi Blok 8 (Sistem Imun Dan Hematologi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 8 (sistem imun dan hematologi) mahasiswa mampu : 1. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi imun dan hematologi yaitu mekanisme pertahanan tubuh. 2. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematolgi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

6. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 67 .

jamkesmas) Pencegahan primer. SGD. Case study. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem AIPNI Page 68 hematologi (rujukan. Case study. nasional. 2. SGD. fisika dan Metoda Mini Lecture.No 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Patofisiologi pada sistem imun dan hematologi (kasus – kasus imun danhematologi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Mapping based learning. regional dan internasional) 3. kimia. Lab skill biokimia sistem imun dan hematologi. sekunder dan tertier pada masalah sistem imun dan hematologi Mini Lecture. . Project Based Learning (PjBL). Project Based Learning (PjBL). Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 5. gakin. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 6. fisiologi. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. Anatomi.

Problem Based learning (PBL) Page 69 . Lab skill Hasil – hasil penelitian terkait sistem imun dan hematologi Telaah jurnal. nilai dan norma masyarakat AIPNI Mapping based learning. SGD. moral right. Case study. non maleficience. Discovery Learning.imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan 3 aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan 4 hematologi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia 1. SGD Manajemen kasus pada sistem imun dan hematologi (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem imun dan hematologi) Case study. beneficience. Prinsip –prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD Case study. justice.

sistem imun dan hematologi 2. Tourniket test AIPNI Page 70 . Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skill keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Nursing advocaxy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Mendemonstrasikan intervensi 2. AGD/Analisa gas Darah 3.6 1.

Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia 6. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik 2. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour 4. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan gangguan umum neurologi. neurovaskuler dan neuropsikologi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem neurobehavior dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar pemecahan masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku AIPNI Page 71 .Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Neurobehaviour : 5 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan keterampilan klinis tentang sistem neurobehaviour sesuai dengan tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi Kompetensi blokm 9 (Sistem Neurobehaviour) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 9 (Sistem Neurobehaviour) mahasiswa mampu : 1. serebrovaskular. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5.

AIPNI Page 72 .dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

. SGD. Patofisiologi pada sistem neurobehaviour (kasus – kasus neurobehaviour yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.No Kompetensi blok 9 1 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik Bahan kajian 1. Pengkajian sistem neurobehaviour 4. sekunder dan tertier pada masalah sistem neurobehaviour Mini Lecture. Project Based Learning (PjBL). Anatomi. fisiologi. SGD. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem neurobehaviour (rujukan. regional dan internasional) 3. Case study. Mapping based learning. Project Based Learning (PjBL). gakin. Lab skill neurobehaviour 2. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. nasional. kimia. fisika dan biokimia sistem Metoda Mini Lecture. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 6. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 5. Case study. Mapping based learning. 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 73 Jamkesmas) Pencegahan primer.

SGD 5 1. Problem Based learning (PBL) Lab skills 6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga 2. Pemeriksaaan fisik sistem neurologi saraf cranial. beneficience. non maleficience. Case study. Nursing advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. moral righ. SGD. justice. Pemeriksaan status mental. 3. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. Pemeriksaan tingkat kesadaran. nilai dan norma masyarakat 2. AIPNI Page 74 . SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia Manajemen kasus pada sistem neurobehaviour (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem neurobehaviour) Case study. Discovery Learning. Pemeriksaan fisik khusus untuk dementia alzeimer. Case study.3 Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour Hasil hasil penelitian terkait sistem neurobehaviour Lab skill Telaah jurnal. 4.

Pengukuran tekanan intracranial (TIC) 12. Persiapan pemeriksaan lumbal punksi 7. Persiapan pemeriksaan laboratorium khusus kasus neurobehaviour. kepala dan MRI 8. 14. Persiapan pemeriksaan CT Scan. Penatalaksanaan pemberian psikofarmaka 20. Penatalaksanaan Terapi bermain AIPNI Page 75 . Penatalaksanaan Terapi kognitif 18. Manajemen krisis 16. Penatalaksanaan Terapi aktifitas kelompok 19. Manajemen amuk/perilaku kekerasan. Penatalaksanaan Terapi perilaku 17.menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif epilepsy 5. Penangan kejang pada anak dan dewasa 13. 9. Persiapan pemeriksaan Brain mapping 11. Managemen halusinasi/waham 15. Persiapan pemeriksaan ECT 10. Pemeriksaaan EEG 6.

Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 76 . Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi persepsi sensori yaitu penglihatan dan pendengaran.Deskripsi Mata Kuliah semester IV Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Persepsi Sensori : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoristis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem persepsi sensori sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori 4. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem persepsi sensori dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan keehatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Kompetensi blok 10 (Sistem persepsi Sensori) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 10 (sistem Persep Sensori) mahasiswa mampu : 1.

nasional. Project Based Learning (PjBL). SGD. Patofisiologi pada sistem persepsi Metoda Mini Lecture. gakin. jamkesmas) AIPNI Page 77 . fisiologi. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. fisika dan biokimia sistem respirasi. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan hematologi (rujukan. Anatomi. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 6. kimia. Mapping based learning. Lab skill sensori (kasus – kasus persepsi sensori yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. regional dan internasional) 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 5. Dokumentasi asuhan keperawatan 7.5. Case study. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 6. no 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. 2.

Nursing advocacy Case study. Case study. Project Based Learning (PjBL). Mapping based learning. Case study.2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori Pencegahan primer. moral righ. Problem Based learning (PBL) AIPNI Page 78 . Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD. Lab skill 3 Hasil – hasil penelitian terkait persepsi sensori Telaah jurnal. non maleficience. nilai dan norma masyarakat 2. beneficience. SGD 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 1. sekunder dan tertier pada masalah sistem persepsi sensori Mini Lecture. Discovery Learning. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Manajemen kasus pada sistem persepsi sensori (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem persepsi sensori) Case study. justice. SGD.

Irigasi telinga 5. Prosedur Keperawatan tentang : 1. Tetes mata 4. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skills sistem persepsi sensori 2.6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Tete telinga AIPNI Page 79 . Irigasi mata 3.

Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 6. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemanpuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem endrokin dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan proses belajar dan pencapaian kompetensi. AIPNI Page 80 . Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Endokrin (blok 11) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem endokrin sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem endokrin yang berfungsi sebagai sistem pengatur baik secara mandiri maupun bersama – sama dengan sistem saraf dalam pengaturan metabolisme. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3.

Discovery Learning. Sistem layanan kesehatan untuk pasien Project Based learning (PjBL). Patofisiologi pada sistem endrokrin (kasus skills. Case study. Pengkajian sistem endrokin 4. gangguan masalah sistem endrokrin Project Based learning (PjBL). mapping based learning sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3 AIPNI Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil – hasil penelitian terkait sistem endrokrin Telaah jurnal. kimia. Case study. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. fisiologi. Page 81 . Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem endrokrin 6. mapping based learning keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. nasional. Anatomi. biokimia sistem endrokrin – kasus endrokrin yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. regional dan internasional) 3. SGD. sekunder dan tertier pada Mini Lecture.No 1 Kompetensi blok 11 Melakukan simulasi asuhan Bahan kajian Metoda 1. Lab 2. Lab skills. 2 Melakukan kesehatan simulasi dengan kasus dengan gangguan sistem endrokin pendidikan Pencegahan primer. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem endrokin 5. SGD. fisika dan Mini Lecture.

Prinsip – prinsip etika keperawatan Case study. Pengkajian pada klien dengan masalah endrokrin 2. GDS Lab skills beneficience. KH 3. Problem Based otonomi. Nursing advocacy intervensi Prosedur Keperawatan tentang : dengan 1. SGD pada aspek dan prioritas masalah kasus sistem endrokrin) keperawatan sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5 Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 1. justice. non learning (PBL) maleficience. moral right. masyarakat 6 Mendemonstrasikan keperawatan inovatif pada kasus 2.penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4 Melakukan asuhan simulasi Case study. nilai dan norma gangguan sistem endrokrin kreatif dan sehingga menghasilakan pelayanan yang efisien dan efektif AIPNI Page 82 . SGD. SGD pengelolaan Manajen kasus pada sistem endrokrin (klasifikasi Case study.

4. Injeksi sub kutan AIPNI Page 83 .

dan absorpsi yang juga melibatkan kerja dari sistem saraf. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Penggunaan nutrien didalam sel dipengaruhi oleh keberadaan oksigen sehingga secara tidak langsung sistem pencernaan jjuga mempunyai peranan penting didalam pemanfaatan nutrien. digesti. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5.Mata Kuliah Beban Study Prasyarat : Sistem Pencernaan (blok 12) : 2 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem pencernaan sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal 4. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem pencernaan yaitu menyediakan nutrien bagi kehidupan melalui proses ingesti. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 84 . Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. sistem pencernaan dan kardiovaskuler. 2.

6. AIPNI Page 85 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan n kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Lab berbagai tingkat usia di daerah. nasional. Pengkajian sistem pencernaan 3. mapping based learning regional dan internasional) 2. gangguan masalah sistem pencernaan berbagai Project Based learning (PjBL). mapping based learning pencernaan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 86 . Case study. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem pencernaan 4. 2 Melakukan kesehatan sistem simulasi dengan kasus pada (rujukan. – kasus pencernaan yang sering terjadi pada Project Based learning (PjBL). Lab skills.No 1 Kompetensi blok 12 Melakukan simulasi sistem pencernaan pada Bahan kajian Metoda asuhan 1. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pencernaan 5. skills. Jamkesmas) pendidikan Pencegahan primer. Patofisiologi pada sistem pencernaan (kasus Mini Lecture. SGD. Gakin. Case study. SGD. dan tersier pada Mini Lecture. sekunder. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada gangguan sistem berbagai keperawatan dengan kasus gangguan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Dokumentasi asuhan keperawatan 6.

Pemasangan Nasogastric (NGT) Lab skillsLab skillsLab skills berbagai tingkat usia sesuai dengan AIPNI Page 87 . Pengkajian pada klien dengan masalah sistem pencernaan 2. Case study SGD 4 pengelolaan Manajemen kasus pada sistem pencernaan Case study. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study. juctice. masyarakat 2.3 Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil –hasil penelitian sistem pencernaan penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah pencernaan Melakukan simulasi klien dengan Telaah jurnal. Nursing advocacy beneficience. SGD kasus sistem pencernaan dan sistem prioritas masalah sistem pencernaan) asuhan keperawatan padas ekelompok (klasifikasi gangguan pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan 5 etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia 1. Problem Based otonomi. SGD. non learning (PBL) maleficience. moral right. nilai dann norma 6 Mendemonstrasikan keperawatan gangguan pada kasus sistem intervensi dengan pada pencernaan Prosedur Keperawatan tentang : 1.

Menentukan jenis dan jumlah kalori dalam diet 5. Bilas lambung (gastric Lavage) 4. Colostomy care AIPNI Page 88 . dengan berfikir kreatif efektif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan efisien dan 3. Wash-out/Enema 6.standar yang berlaku.

Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai data tersebut 5. diskusi dan pembahasan kasus. keluarga dengan balita. konsep keluarga sejahtera. AIPNI Page 89 . Menyusun rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan tujuan tersebut menggunakan format yang sesuai 8. asuhan keperawatan keluarga pada tiap tahapan perkembangan keluarga yang meliputi pasangan keluarga yang baru menikah. Melengkapi data kasus tersebut menggunakan format pengkajian keluarga yang sesuai 3. keluarga dewasa dan masalah – masalah keluarga yang terkaait dengan masalah kesehatan yang lazim di Indonesia. keluarga yang menanti kelahiran. Kompetensi blok 13 (Komunitas I) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 13 Komunitas I mahasiswa akan mampu : 1.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Komunitas I : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas I adalah pembahasan tentang konsep keluarga. keluarga dengan remaja. kesehatan keluarga. Mengelompokkan data adaptif dan maladaptif yang mendukung untuk merumuskan masalah keperawatan menggunakan format analisa data. keluarga dengan anak usia sekolah. Menghubungkan dampak isu tersebut pada perkembangan keperawatan keluarga. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan keluarga 9. Menyusun tujuan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan keluarga tersebut 7. Menjelaskan konsep keperawatan dan konsep terkait dan penerapannya pada asuhan keperawatan keluarga 2. 4. Kegiatan belajar meliputi ceramah. Merumuskan dan menentukan prioritas diagnosa keperawatan keluarga menggunakan format prioritas masalah yang sesuai 6.

Asuhan keperawatan Keluarga sesuai kebutuhan tumbuh kembang 8. Perencanaan kep. Konsep keperawatan keluarga 4. Lab skills AIPNI Page 90 . Proses keperawatan keluarga 7. Konsep keluarga sejahtera keluarga 3. Konsep asuhan keperawatan keluarga mahasiswa mampu melakukan asuhan 2. Perumusan masalah keperawatan keluarga 4. Lab skills 2 Mini Lecture. Case studi. Konsep kelurga penerapannya pada asuhan keperawatan 2. Case studi. Asuhan keperawatan Keluarga dengan masalah kessehatan yang lazim di Indonesia Apabila diberi data kasus keluarga. Project Based learning )PjBL). Ruang lingkup keperawatan keluarga 5. Keluarga 7. Keluarga Metoda Mini Lecture. 1. Pengkajian keluarga keperawatan keluaraga 3. Prioritas diagnosis keperawatan keluarga 6.No 1 Kompetensi blok 13 Bahan kajian Mampu menjelaskan konsep tersebut 1. SGD. Project Based learning )PjBL). SGD. Evaluasi kep. Diagnosis keperawatan keluarga 5. Trend dan isu keperawatan keluarga 6.

Kompetensi blok 14 (Sistem Muskuloskeletal) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (sistem muskuloskeletal) mahasiswa akan mampu : 1. 3. paru). Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal. AIPNI Page 91 . jantung. dan melakukan fungsi pergerakan tubuh. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapain kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem muskuloskeletal dalam melindungi organ vital (otak. 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. reservoir mineral penting. reservoir sel – sel darah merah matur. memproduksi panas tubuh. penyokong tubuh. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Deskripsi Mata Kuliah semester V Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Muskuloskeletal (blok 14) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem muskuloskeletal sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai bayi baru lahir sampai lansia.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan standar yang berlaku dengan berfikir kratif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6. AIPNI Page 92 .

Lab . Patofisiologi pada muskuloskeletal (kasus – Metoda sistem Mini Lecture. kasus Project Based learning )PjBL). Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 4. SGD. nasional. Jamkesmas) 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan Pencegahan primer. dan tersieer Mini Lecture. Lab muskuloskeletal yang sering terjadi pada skills berbagai tingkat usia di daerah. regional dan internasional) 2.No 1 Kompetensi blok 13 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Case studi. Sisitem layanan pasien dengan kesehatan gangguan untuk sistem muskuloskeletal (rujukan. SGD. kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada pada masalah sistem muskuloskeletal AIPNI Page 93 Project Based learning )PjBL). sekunder. PMO. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 5. Case studi. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Gakin. Pengkajian sistem muskuloskeletal 3.

– hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskulosketeal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 1.SGD AIPNI Page 94 . Pertanggungjawaban. Case study. neglected. Hasil – hasil penelitian terkait sistem muskuloskeletal 1. Keperawatan 6. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Pengambilan keputusan legal etis skills Telaah jurnal. beneficien. Perlindungan hukum dalam praktik 5. nilai dan norma masyarakat 2. moral right.berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek 3 legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil 4. Pengertian masalah penelitian 2. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). 3. non maleficien. SGD Case study. Prinsip – prinsip legal dalam praktik keperawatan Malpraktik.dll 4.justice.

non maleficien. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pijat bayi Case study. moral Right.5. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia 1. Body movement / body mechanic 3. Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskulosketal pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Wound care 7. nilai dan norma masyarakat 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Paint management 4. Fiksasi dan imobilisasi 6. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif Lab Skill AIPNI Page 95 . Problem Based learnig (PBL) 6. Beneficien. Ambulasi dini 5.SGD.justice. ROM exercise 8. Pengkajian pada sistem muskulosketal 2.

teori biologis. Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah kesehatan fisik . asuhan keperawatan gerontik pada lanjut usia menjelang ajal . Bila ditempatkan di panti werdha. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. kultural dan spritual yang lazim . Kompetensi blok 16 (Komunitas II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 16 komunitas II mahasiswa akan mampu : 1. dukungan terhadap orang yang terlibat dalam perawatan lansia. sosial.Mata Kuliah : Komunitas II Beban study Prasyarat : 2 SKS :: Deskripsi Mata kuliah Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas II adalah membahas konsep dasar keperawatan gerontik. Bila diberi data kasus lansia di kelompok. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. psikologis. strategi promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. Bila diberi data kasus lansia di keluarga. teori. 3. kultural dan spritual pada proses penuaan dan standart keperawatan gerontik. Bila diberi data kasus lansia di panti. 2.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. peserta didik mampu menganalisa program lansia di institusi. 4. AIPNI Page 96 . psikososial.

gangguan Pernapasan (COPD/asma). Komunikasi terapeutik pada sasaran lansia 5.Project Based learning (PjBL). Lab skills AIPNI orang yang 2. Konsep asuhan keperawatan kelompok Mini Lecture. Terapi medik yang lazim digunakan pada lansia Khususnya terkait masalah hipertensi.rasa sakit/nyeri. Asuhan keperawatan lansia menjelang ajal 10. Asuhan keperawatan kritikal pada lansia 9. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah social cultural 8. Kompetensi 16 1. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah psikososial 7. Asuhan keperawatan lansia dengan gangguan biologis 6. Osteoporosis/osteoarthritis. Bila diberi data kasus lansia kelompok. Program nasional kesehatan lansia 11. Bahan kajian 1.No.Case studi. peserta didik Page 97 di 1.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. Bila diberi data kasus lansia di keluarga. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. konsep dasar keperawatan gerontik 2. gangguan berkemih. pengkajian kelompok . Teori – teori penuaan 3.SGD.terapi Cairan sertta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk atau selama lansia menggunakan Program nasional kesehatan lansia 12.Case studi. Isu-isu strategi kegiatan untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia serta dukungan terhadap terlibat merawat lansia Metoda Mini Lecture.SGD.Project mampu 2. Perubahan bio-psiko-sosial-spritual-cultural yang Lazim terjadi pada proses menua 4.

AIPNI Page 98 .

Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Perkemihan dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Perkemihan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Perkemihan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. 2. 6. 3. 5. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pada Perkemihan tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan AIPNI Page 99 . Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Perkemihan. Kompetensi blok 17 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (Sistem Perkemihan) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 4.Deskripsi Mata Kuliah semester VI Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Perkemihan (blok 17) : 2 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Perkemihan sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan ef ektif. AIPNI Page 100 .

No.dan tersier pada masalah Sistem Perkemihan Metoda Mini Lecture. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1.Jamkesmas) 2. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Kompetensi blok 17 Bahan kajian 1. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Perkemihan (rujukan. nasional.Case studi. Lab skills Mini Lecture. (kasus-kasus Sistem Perkemihan yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.sekunder.Case studi. Lab skills AIPNI Page 101 . Pencegahan primer. Patofisiologi pada Sitem Perkemihan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Project Based learning (PjBL).SGD. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 5. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pengkajian Sistem Perkemihan 3.regional dan internasional) 2. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 4.SGD.Project Based learning (PjBL). Gakin.

3.

Mengidentifikasi berhubungan

masalah-masalah

penelitian

yang 1. Pengertian masalah penelitian 2. Hasil- hasil penelitian terkait Sistem Perkemihan Manajemen kasus pada Sistem Perkemihan (klasifikasi kasus Sistem Perkemihan dan Prioritas masalah Sistem Perkemihan)

Telaah

jurnal,

Case

study SGD Case study,SGD

4.

dengan Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis

5.

Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia

1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi,Beneficien,justice, non maleficien, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem Perkemihan 2. Kateterasi urin 3. Peritonial dialisa 4. Irigassi blas

Case study,SGD, Problem Based learning (PBL) Lab skills

6

Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku, dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif

AIPNI Page 102

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Sistem Reproduksi (blok 18) : 2 SKS ::

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Reproduksi sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Reproduksi (sikap terhadap kesehatan seksualitas dan reproduksi, anatomi fisiologi sistem reproduksi, perkembangan seksualitas dan reproduksi, kehamilan dan seksualitas, masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi). Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Reproduksi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kompetensi blok 18 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 18 (Sistem Reproduksi) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Reproduksi. 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia.

AIPNI Page 103

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif

AIPNI Page 104

No. Kompetensi blok 18 Bahan kajian 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Patofisiologi pada Sitem Reproduksi gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. (kasus-kasus Sistem Reproduksi yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah, nasional,regional dan internasional) 2. Pengkajian Sistem Reproduksi 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 4. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 5. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Reproduksi (rujukan, Gakin, PMO,Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pencegahan primer,sekunder,dan tersier pada masalah Sistem Reproduksi

Metoda Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

AIPNI Page 105

non maleficien. Case berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan 2.hasil penelitian terkait Sistem dalam mengatasi masalah Reproduksi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Pemerikasaan fisik pasca persalinan : lochea Mamae. dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien AIPNI study SGD 4. nilai dan norma masyarakat 2. Mengidentifikasi hasil-hasil penelitian masalah-masalah penelitian yang 1. Pengertian masalah penelitian Reproduksi Manajemen kasus pada Sistem Reproduksi (klasifikasi kasus Sistem Reproduksi dan Prioritas masalah Sistem Reproduksi) Telaah jurnal.SGD. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku. Hasil. moral right.Beneficien. Case study. PP test 3. Pengkajian pada sistem Reproduksi 2. Problem Based learning (PBL) Lab skills Page 106 . Resusitasi bayi baru lahir 5. Prosedur menolong persalinan 4.3. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. fundus uteri Case study.SGD 1.justice. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1.

Senam hamil 7. Pemeriksaan payudara (sadari) AIPNI Page 107 . Senam Kegel Exercise 9.dan efektif 6. Senam psot partum 8.

diskusi. keperawatan di rumah (“Homecare”). dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. dan memahami mekanisme jaminan layanan keperawatan komunitas. serta isu/kecenderungan yang terjadi. keperawatan kesehatan kerja . area-area khusus dalam keperawatan komunitas . Kompetensi Blok 19 (komunitas III) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 19 Komunitas III mahasiswa akan mampu : 1. Pada akhir pembelajaran. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan . meliputi keperawatan kesehatan sekolah .Mata Kuliah : Komunitas III Beban Studi Prasyarat : :: Deskripsi Mata Kuliah Fokus mata ajar ini membahas tentang konsep dasar kesehatan dan keperawatan komunitas. mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komnitas dalam rentang sehat-sakit 2. Pengalaman belajar meliputi ceramah. keperawatan jiwa masyarakat. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan.mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas fokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit minimal pada area sekolah dan kesehatan kerja tersebut dengan menggunakan langkah proses keperawatan komunitas. asuhan keperawatan komunitas dan pembahasan yang terkait isu dan kecenderungan masalah kesehatan komunitas dalam konteks pelayananan kesehatan utama dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. Apabila dihadapkan pada situasi area khusus praktek keperawatan komunitas. pembahasan kasus dan praktikum. program.program kesehatan/kebijakan pemerintahan dalam menanggulangi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Mata ajar ini berguna dalam memahami berbagai area khusus dalam keperawatan komunitas terutama terkait dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi di Indonesia. dan atau prasyarat untuk mengikuti mata ajar keperawatan komunitas III. AIPNI Page 108 . jaminan mutu pelayanan keperawatan komunitas.

Program-program kesehatan/kebijakan dalam menanggulangi masalah kesehatan utama di Indonesia 1. metode/alat 4. Program evaluasi: definisi.Case studi. Pengertian kesehatan. Proses keperawatan komunitas 3.SGD. Peran dan fungsi keperawatan komunitas 2. Lab skills AIPNI Page 109 . 1. Kesehatan komunitas 3. Pengantar kesehatan komunitas dan konsep Dasar keperawatan komunitas 1. Karakteristik dan perilaku sehat 2. Konsep dasar keperawatan komunitas B.No. Program pembinaan kesehatan komunitas Metoda Mini Lecture. Proses belajar mengajar di komunitas C. indikator sehat. Asuhan keperawatan komunitas 1. Kompetensi blok 19 Pada akhir pembelajaran mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komunitas dalam rentang waktu sehat-akit Bahan kajian A.tahapan.manfaat.tujuan.Project Based learning (PjBL). Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 2.

Konsep perawatan di rumah 5. Asuhan keperawatan kesehatan sekolah 7.2 Apabila dihadapkan pada situasi area 1. konsep promosi kesehatan khusus praktek keperawatan komunitas. Program usaha Kesehatan Sekolah penyakit 8. AIPNI Page 110 . langkah proses keperawatan komunitas. Program kesehatan jiwa masyarakat 14.Project Based learning (PjBL). Asuhan keperawatan jiwa masyarakat 13.SGD. 2. Program promosi ksehatan mahasiswa peningkatan mampu menyusun rencana 3. konsep kesehatan jiwa masyarakat 12. Program kesehatan 11. Konsep keperawatan kesehatan sekolah 6. Program perarawtan di rumah Mini Lecture. Asuhan keperawatan kesehatan kerja tersebut menggunakan 10.Case studi. Isu kecenderungan pada empat area/setting Praktek keperawatan komunitas. Konsep keperawatan kesehatan kerja asuhan keperawatan komunitas fokus pada 4. Lab skills 3 Kesehatan kerja dan pencegahan dengan minimal pada area sekolah dan kesehatan 9.

Melakukan simulasi pengarahan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi pembuatan perencanaan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 5. Fokusnya pada penggunaan keterampilan manajeman dan kepemimpinan pada asuhan klien secara menyeluruh melalui manajemen pelayanan keperawatan dan memprakarsai perubahan yang efektif dalam sistem asuhan keperawatan. Kompetensi blok 20 (Manajemen Keperawatan) Setelah menyelesaikan Mata kuliah ini. Melakukan simulasi pengorganisasian pelayanan keperawatan maupun asuhan 4. 7. Melakukan simulasi penyelesaian konflik pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 2. Melakukan simulasi pada penerapan gaya kepemimpinan yang efektif saat memberikan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi penerapan teori perubahan pada pelayanan keperawatan. manajemen asuhan keperawatan. 3. AIPNI Page 111 . Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan 6.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Manajemen Keperawatan : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini membahas manajemen keperawatan yang meliputi manajeman pelayanan keperawatan.

Konsep kepemimpinan 3. SGD memberikan 2. Analisa SWOT 5. Teori manajemen 3. SGD pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan.No.misi. SGD keperawatan maupun asuhan AIPNI Page 112 . Prinsip staffing 5. Karakteristik Kepemimpinan Metoda Mini Lecture. Case Study. Job description. Case Study. 2 Melakukan simulasi pembuatan Mini Lecture. Struktur organisasi 2. 1 Melakukan kepemimpinan Kompetensi blok 20 simulasi pada penerapan yang efektif saat Bahan Kajian gaya 1. Konsep perencanaan 2. Visi. Budgeting 6. job evaluasi 3. Gaya kepemimpinan perencanaan 1. Pengembangan staf pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. job analisis. Teori kepemimpinan 4. sasaran 4. 3. Standar keperawatan pelayanan Konsep pengorganisasian : 1. Staffing 4. tujuan. Case Study. filosofi. Melakukan simulasi pengorganisasian Mini Lecture.

SGD keperawatan maupun asuhan keperawatan 5 5. Performance Appraisal Mini Lecture. Teknik. Case Study. fungsi pengendalian 2. Pengarahan 2. Quality improvement 3.4 Melakukan simulasi pengarahan pelayanan Konsep pengarahan 1. Case study. SGD AIPNI Page 113 . Pendelegasian 3. Komunikasi 4. Kepemimpinan Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan Konsep pengendalian keperawatan maupun asuhan keperawatan 1. Supervisi Mini Lecture.

Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang I berhubungan dengan kegawatan. kegawat daruratan terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. 3. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi sistematis mengaplikasikan konsep kegawatan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. 2. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait berbagai sistem pada individu sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I. kedaruratan dan kegawat daruratan . kedaruratan dan Kompetensi blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan ) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan) Mahasiswa akan mampu : 1. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5.Deskripsi Mata Kuliah semester VII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat-daruratan multi sistem : 3 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Kegawatan. AIPNI Page 114 kegawat daruratan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. kedaruratan dan . Fokus mata kuliah ini meliputi pada pencapaian kemampuan berfikir berbagai aspek yang terkait dengan dan komprehensif dalam dengan kegawatan. 4. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan I pada berbagai tingkat usia. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan I pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayana n yang efisien dan efektif AIPNI Page 115 .6.

No 1.multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 4. Kompetensi blok 21 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan.regional dan internasional trauma dan Metoda Mini Lecture. Pengkajian pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 5. Diagnosa keperawatan pada kasus syok. Lab skills mapping based learning 2.Jamkesmas) AIPNI Page 116 . Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan pada kasus syok.SGD. Gakin. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Project Based learning (PjBL).Case studi. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan pada kasus syok. Patofisiologi pada kasus syok. multi overdosis dan keracunan obat pada berbagai tingkat usia di daerah. Bahan kajian 1. nasional. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat (rujukan. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 3.

multi trauma dan pada sistem sekelompok pada klien dengan tingkat kegawatan. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat berbagai dengan dan prioritas masalah pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat ) memperhatikan aspek legal dan etis.Case study SGD 4.SGD.dan tersier pada masalah kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan.2. Hasil.Project Based learning (PjBL).SGD AIPNI Page 117 . Lab skills 3. multi trauma dan overdosis dan multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia keracunan obat dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mini Lecture. Case study.Case studi. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait Pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat daruratan .hasil penelitian terkait Pada kasus syok. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus Pencegahan primer. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat Telaah jurnal. usia overdosis dan keracunan obat (klasifikasi pada kasus kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi syok. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan Manajemen kasus pada kasus syok.sekunder. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan.

moral right. kedaruratan dan Lab skills kegawat daruratan 1. Nursing Advocacy Case study. Pengkajian daruratan 2. nilai dan norma masyarakat 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi.justice. Triase 3.Beneficien. Problem Based Learning (PBL) 6 Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. 1.SGD. kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif Prosedur Keperawatan pada kegawatan. BCLS kegawatan. no maleficien. kedaruratan dan kegawat AIPNI Page 118 .5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan pada berbagai tingkat usia.

kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. AIPNI Page 119 . kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. 4.Deskripsi Mata Kuliah semester VIII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat – darurat II : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang kegawatan. 2. kedaruratan dan kegawatan darurat terkait berbagai sistem pada kelompok dan masyrakat sesuai tingkat usia manusia mulai dari bayi sampai dengan sampai lansia. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat darurat. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan kegawatan. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. kedaruratan dan kegawat darurat. 3. kedaruratan dan kegawatan daruratan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Kompetensi blok 22 (Keperawatan kegawat – daruratan II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 22 (Keperawatan kegawadaruratan II) mahasiswa akan mampu : 1. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan.

Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan. AIPNI Page 120 . kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia 6.5.

Luka bakar). sistem pada kelompok dan masyarakat dengan henti nafas) stroke pada periode akut. kasus kegawatan. Case study. asidosis metabolik (DM. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan Pencegahan primer. Lab skills. Head injury dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia (PjBL). Case Study. Head injury dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian Hasil – hasil penelitian terkait kasus Telaah jurnal. asidosi respiratorik failure. yang berhubungan dengan kegawatan. Project Based learning darurat II terkait multi sistem pada kelompok akut. asidosis respiratorik (respiratory (PjBL). sekunder. stroke pada periode SGD. henti nafas) stroke pada periode tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal akut.No 1 Kompetensi blok 21 Bahan kajian Metoda Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan Patofisiologi pada kasus asidosis metabolik Mini Lecture. dengan kasus kegawatan. Head berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – injury hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. dan tersier Mini Lecture. Lab skills kelompok dan masyarakat dengan berbagai failure. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan Lukabakar). mapping based learning 2 dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Luka SGD. kedaruratan dan pada kasus asidosis metabolik (DM. Luka bakar). Case study. Project Based learning kegawat daruratan II terkait multi sistem pada bakar). 3 4 AIPNI Page 121 . Case Study. kedaruratan dan kegawat darurat Melakukan simulasi pengelolaan asuhan Manajemen kasus asidosis metabolik (DM. kedaruratan dan kegawat (DM. SGD kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi asidosis respiratorik (respiratory failure.

kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan henti nafas) stroke pada periode akut, Head terkait multi sistem pada kelompok dan injury masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan 5 memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat darurat pada berbagai tingkat usia 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study, SGD, Problem otonomi, beneficience, juctice, non Based learning (PBL) maleficience, moral right, nilai dan norma masyarakat. 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku, dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 2. Nursing advocacy 1. Pengkajian pada kasus asidosis Lab skills metabolik (DM, Luka bakar), asidosis respiratorik failure, henti nafas) stroke pada periode akut, Head injury 2. Manajemen klien dengan terpasang ventilator 3. Monitoring CVP

AIPNI Page 122

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Skripsi : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah implementasi dari riset keperawatan yang mewajibkan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang harus diselesaikan dengan penelitian, membuat proposal penelitian, melakukan penelitian dan membuat laporan penelitian dengan menggunakan metodologi penelitian. Tujuan Mata Kuliah : Peserta didik mampu : 1. Mengidentifikasi masalah penelitian 2. Membuat rancangan penelitian 3. Melakukan penelitian 4. Menyusun laporan penelitian dalam bentuk Skripsi 5. Mempertanggungjawabkan melalui uji sidang Skripsi Bahan Kajian 1. Metoda Penelitian kwantitatif dan kwalitatif 2. Metoda Penelitian Kesehatan 3. Statistik
4. Sumber – sumber yang berhubungan dengan topik penelitian baik dalam bentuk

buku teks ataupun jurnal dan website sesuai topik penelitian Daftar Pustaka Gunakan Referensi terkini dengan terbitan 5 tahun terakhir minimal 5 judul gunakan website sesuai dengan topik bahasan :
• • •

http://en.wikipedia.org http://yahoo.co.id http://google.com Proquest

AIPNI Page 123

IKD 1 (4SKS) Semester 1

Agama (2 SKS)

Kebut . oksigennasi (4 SKS)

Kewarganegaraan

B. Indonesia (2

ISD ( 2 SKS)

AIPNI

(2 SKS)

SKS) IKD II (4SKS) Semester 2 Kebut. Nutrisi ( 4 SKS) IKD III ( 4 SKS) Kebut cairan dan Elektrolit (4 sks) Kebut. Eliminasi ( 3 sks) Kebut. Istirahat dan Tidur ( 3 sks) Kebut. Aktivitas dan Mobilisasi (3 sks) Kebut. Aman dan Nyaman (4 sks) Kebut. Konsep diri ( 4 sks) Keperarawatan Komunitas I (2 sks) Kebut. Seksualitas ( 4 sks) Kebutuhan Komunikasi ( 3 sks) Kep. Komunitas II (3 sks) Semester 5 Semester 4 Semester 3 DENGAN PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kebut. Mekanisme Koping (3 sks)

Pendekatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia

Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa ( 2 SKS) Riset Kep Manajemen Keperawatan (2 sks) Kep. Komunitas III ( 3 sks) Komprehensif I ( 3 sks) Komprehensif II ( 3 sks)

(2 SKS) (2 SKS) Inggris SKS) (2 SKS)

MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA Semester 6 Semester 7

Page 124

Skripsi (4

Semester 8

CONTOH STRUKTUR KURIKULUM PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR SEMESTER I Agama Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu Sosial Dasar Jumlah jam/mg = 14 + 4 = 18 jam SEMESTER II Mata Ajar Kebutuhan Oksigenasi Kebutuhan Nutrisi Bahasa Inggris Ilmu Keperawatan Dasar III Jumlah jam = 11 + 4 + 4 = 19 jam SEMESTER III No 1 2 3 4 5 Mata Ajar Kebutuhan Cairan & Elekrolit Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Istirahat & Tidur Kebutuhan Aktivitas & Mobilisasi Bahasa Inggris Jumlah jam = 11 + 4 + 8 = 23 jam No 1 2 3 4 No 1 2 3 4 5 6 Mata Ajar SKS 2 2 2 4 4 2 16 SKS 4 4 2 4 14 SKS 4 3 3 3 2 15 T 2 2 2 2 2 2 14 T 3 3 2 3 11 T 3 2 2 2 2 11 Lab 1 1 2 Lab 0.5 0.5 1 2 Lab 0.5 0.5 0.5 0.5 2 K ket

K 0.5 0.5 1 K 0.5 0.5 0.5 0.5 2

ket

ket

Deskripsi mata kuliah pendekatan berdasarkan pendekatan kebutuhan Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir dalam keperawatan, perkembangan keperawatan ; pendekatan holistic care (konsep caring, holisme, humanisme dan transcultural nursing); prinsip-prindip legal etis dan isu etik (etical issue); nursing advocacy; termasuk, teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I
AIPNI Page 125

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. 2. 3. 4. 5. No 1 menerapkan konsep berfikir kritis dalam keperawatan menganalisis perkembangan sejarah keperawatan menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan menerapkan prinsip-prinsip legal etis paada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Menerapkan konsep berfikir kritis dalam 2 keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah 3 keperawatan Menganalisis prinsipprinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan 1. 2. 3. 4. 4 Menerapkan prinsipprinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatann Bahan kajian Konsep berfikir kritis dalam keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional teori sistem konsep berubah konsep holistic care : transcultural nursing Mini lecture, case study, small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Mini lecture, case study, small group discussion (SGD)

caring, holisme, humanisme dan (keperawatan lintas budaya) 1. prinsip-prinsip etika keperawatan : onotomi, beneficience, non maleficience, justice, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. isue etik dalam praktik keperawatan ; Euthanasia, transplantasi organ, supporting devices, aborsi 3. prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik, neglected, pertanggunggugatan

AIPNI Page 126

(mandiri dan limpahan). PjBL mengirim tugas melalui email. mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet ) Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar II : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : AIPNI Page 127 . dll 4. 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan perlindungan hukum dalam nursing advocacy praktik keperawatan pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer ( membuat blok. 5. Demonstrasi. pertanggungjawaban.

menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. case study. menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok I Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi 2 Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. tahap.Mata kuliah ini membahas tentang konseptual keperawatan . dll ) Menerapkan hal-hal yang terkait Konsep. penggunaan komunikasi terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 4. konsep. menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan kondep tumbuh kembang 4. menerapkan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 5. project based learning(PjBL) Mini lecture. Dicovery learning (DL). small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Mini lecture. komunikasi terapeutik 3. Orem. ternd dan issue 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang AIPNI Page 128 . Kompetensi blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa akan mampu : 1. teori komunikasi 2. dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia karakteristik. dan tugas perkembangan 1. tahap. case study. karakteristik. menerapkan model konseptual keperawatann dalam berbagai situasi 2. Roy. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. SGD Betty Neuman.

dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan dan tantanan pelayanan kesehatan. case study. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. metode evaluasi Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III : 2SKS(2-1) :Mini lecture. komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuia dengan tumbuh kembang keyakinan 1. rancangan penyuluhan kesehatan 6. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) PjBL Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektef keperawatan : maternitas. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi 5. Kompetensi blok 3 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa akan mampu : AIPNI Page 129 .komunikasi dalam pelayanan kesehatan / keperawatan 6. orang dewasa. konsep belajar sepanjang hayat 2. antropologi dan sosiologi budaya 3. anak.

mengaplikasikan prinsip pendidikan dan keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan AIPNI Page 130 . jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan 3. menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas . anak.1. orang dewasa. merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2.

project Based learning (PjBL) lab skills 3 Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dala sistem pelayanan kesehatan Case studi. teori pendekatan sosial dalam kesehatan Metode Mini lecture. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. project based learning (PjBL). tren keperawatan d. project Based learning (PjBL) lab skills 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. pengkajian b. anak. dll) a.case studi. Demonstrasi AIPNI Page 131 . SGD. Mini lecture. konsep belajar sepanjang hayat b. SGD. pendokumentasian a. pelaksanaan e. SGD. orang dewasa.No 1 Kompetensi blok I Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien Konsep proses keperawatan : a. isu keperawatan (konsep bermain pada anak. diagnose keperawatan c. antropologi dan sosiologi kesehatan c. perencanaan d. ruang lingkup keperawatan c. reaksi hospitalisasi.case studi. perspektif dan falsafah keperawatan b. evaluasi f.

d. rancangan penyuluhan kesehatan f. metode evaluasi AIPNI Page 132 . konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi e.

Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. difusi. Kompetensi blok 6 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada kebutuhan oksigenasi mahasiswa akan mampu : 1.Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Kebutuhan Oksigenasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang kebutuhan oksigenasi sesuai tingkat usia manusia melalui dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi AIPNI Page 133 . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. 2. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada skelompok klien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. transportasi. Mengidentifikasi masalah oksigenasi 4. 3. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. dan sistem respirasi sel.

6. Lab skills. Lab skills AIPNI Page 134 . regional dan internasional) Metode Mini Lecture. SGD. Jamkesmas) 1. Dokumentasi asuhan keperawatan Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi (rujukan. Bahan kajian Anatomi. Project Based Learning (PjBL). Pencegahan primer dan sekunder pada masalah kebutuhan oksigenasi 2. nasional. 4. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Case Study. Kompetensi blok 6 1. 7.No. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan Mini Lecture. Project Based Learning (PjBL). fisiologi. 5. Patofisiologi pada kebutuhan oksigenasi (kasus-kasus oksigenasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. kimia. mapping based learning 3. SGD. PMO. 1. Gakin. fisika dan biokimia oksigenasi. Pengkajian kebutuhan oksigenasi Diagnosa keperawatan pada gangguan oksigenasi Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigenasi. Case Study.

Fisioterapi dada/postural drainage 3. SGD. Pencegahan tersier pada masalah Telaah Jurnal.oksigenasi pada berbagai tingkat usia 3. beneficience. moral right. kebutuhan oksigenasi Mengidentifikasi masalah-masalah Hasil-hasil penelitian terkait kebutuhan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah oksigenasi. dengan berfikir Lab skills AIPNI Page 135 . 1. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbgai tingkat usia dengan memperhatikan aspek Melaksanakn fungsi advokasi pada kasus dengan oksigenasi pada berbagi tingkat usia. non maleficience. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan oksigenasi pada berbagi tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Manajemen kasus pada kebutuhan oksigenasi Case study. SGD dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Problem Based learning (PBL) 6. Case study. Nursing advocacy 1. justice. 2. oksigenasi 4. Terapi O2 4. Suctioning Case study. SGD prioritas masalah sistem respirasi) keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus kebutuhan oksigenasi dan 5. nilai dan norma masyarakat 2. Pengkajian pada oksigenasi 2.

kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Nebulisasi 7. Perawatan WSD 6. Trakheostomi AIPNI Page 136 .

seluruh deskripsi mata kuliah belum dijabarkan. Kep Praktik 30% Tahap Akademik 144-160 SKS Teori 70% Ners Pola Pendidikan Nerd an Sistem Uji Kompetensi sebelum kelulusan Tahap Profesi (internship) Uji Kompetensi (work entry / exit exam) STR (RN) AIPNI Tahap Akademik Page 137 .Kesimpulan Kedua model matriks dan rangkaian deskripsi mata kuliah yang disajikan diatas belum merupakan pencerminan kurikulum lengkap tetapi hanya berupa kurikulum inti (60%). deskripsi mata kuliah yang belum diuraikan serta mata kuliah yang terdapat kurikulum institusi perlu dilengkapi oleh masing-masing institusi. Selanjutnya. Dengan demikian. Model Penyelenggara Pendidikan Sarjana Keperawatan Tahap Profesi 36 SKS S.

Penamaan kelulusan : Setelah menyelesaikan tahap akademik.Kep” dan setelah tahap profesi lulusan akan mendapat sebutan profesi “Ners” 5 KURIKULUM PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI Pendidikan profesi keperawatan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik untuk mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai ners. lulusan akan mendaptkan gelar Sarjana Keperawatan “S. mengembangkan. dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. AIPNI Page 138 . Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan.

4 pendidikan kedinasan) atau setara magister (SK. AIPNI Page 139 . Mendiknas. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal. 232/U/2000 pasal 5 ayat 2). Manajer asuhan klien. Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi di fokuskan pada kemampuan: a. No. Care Provider (Profil peneliti dan pendidik terintegrasi dalam profil Care Provider) 2. Kompetensi Lulusan Pendidikan Tahap Profesi Untuk menjamin kualitas lulusan agar dapat berkomunikasi secara global diperlukan patokan dalam penentuan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang ners di berbagai institusi penyelnggara pendidikan ners di seluruh Indonesia. Kompetensi ini dijabarkan kedalam unit kompetensi : 1. maka dibutuhkan masa studi 48 minggi (2304 : 48 jam) A. Pengembangan kurikulum pendidikan tahap profesi terdiri dari kurikul inti dan kurikulum instirusi yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelnggarakan program pendidikan profesi. Profil Lulusan Pendidikan Profesi Tahap pendidikan profesi lebih difokuskan pada profil sebagai : 1. Dengan demikian. Kompetensi pendidikan profesi dapat dicapai dengan masa studi 2-3 semester dengan perhitungan 36 SKS x 16 minggi x 4 jam = 2304 jam. diharapkan seluruh institusi pendidikan profesi mempunyai kurikulum inti yang sama. Pendidikan tahap profesi keperawatan merupakan tahapan proses adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional. memberikan pendidikan kesehatan menjalankan fungsi advokasi pada klien. Kurikulum institusi pendidikan tahap tinggi profesi terdiri dari 60% kurikulm inti (22 SKS) dan 40% kurikulm yang mencirikan institusi. Community Leader B. 3. Jika dalam satu minggi 48 jam. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan.Program pendidikan ners merupakan lanjutan tahap akademik pada pendidikan sarjana keperawatan dengan beban studi minimal 36 SKS (mengacu pada PP no.

c. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Manpu mengunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik AIPNI Page 140 . Mampu menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim c. Mampu mendemonstrasikan ketrampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. d. Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. i. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan j.b. serta menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan. Unit Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi: a. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Mampu membeikan asuhan yang berkualitas ecara holistis kontinyu dan konsisten k. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. Mengaplikasikan fungsi kepimpinan manajemen keperawatan. d. Melaksanakan asuhan keperawtan profesional di tatanan klinik dan komunitas menggunakan hasil penelitian. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dan komunitas e. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. b. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik g. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien h. 2.

Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi ruangan untuk mengingkatkan kemampuan AIPNI Page 141 . Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif q. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawtan x. Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok y. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan o. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif ditatanan komunitas dalam aspek promutif preventif. Mampu mencegan dan menyelesaikan konflik aa. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan p. Mampu memberikan pengarahan pada anggota timnya bb. Mampu mengembangkan potensi diri professional r. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan t. Mampu mengorganisasikan mamajemen ruangan keperawatan secara berkelompok z. kuratif dan rehabilitatif v. Mampu melaksaanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien w. Mampu dalam mengembangkan profesi keperawatan s. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas u. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengguanan sstrategi manajemen kualitas dan manajemen resiko n. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya cc.m.

3. Unit Kmopetensi dan Area Pencapaian NO. dengan 1.c. KOMPETENSI Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan inter personal 2. klinik asuhan 1. 2. anak. logis dan etis dalam mengembangkan keperawatan asuhan keperawatan holistik. Melaksanakan tatakan legal 3. Kaitan Kompetensi. maternitas. 4. kontinyu dan konsisten Mampu mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mamapu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningakatan kualitas area prakik terutama AREA PENCAPAIAN area praktik keperawatan Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian Diseluruh keperawatan professional di menerapkan aspek etik dan 2. UNIT KOMPETENSI asuhan keperawatan Mampu menggunakan keterampilan inter personal yanf efektif dalam kerja tim Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan tanggung jawab Mampu menggunakan proses keperawatn dalam menyelesaikan Diseluruh masalah klien kritis. 5. AIPNI Page 142 . area keperwatan medikal dan jiwa Mampu memberkan asuhan yang secara berkualitas secara bedah. 1.

6. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan 9. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan akontabilitas auhan keperawatan yang AIPNI Page 143 . Mampu memberikan dukungan kepeda tim asuhan dengan mempertahankan diberikan 10. 12. Berkesinambungan dalam praktik 7. 13. 11. Mampu mempertahakan lingkunagn yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko 8.

dan menyelesaikan masalah klien ditatanan kominitas menerapkan suhan komunitas 3. kuratif dan rehabilitatif 4. Mampu merencanakan kebutuhan keperawatan secara Keperawatan medikal bedah. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam komunitas 4. 2. Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajenen keperawatan 1. berkelompok 2. jiwa. Mampu mengorganisasikan menejemen ruangan keperawatan secara berkelompok mampu mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim 3. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi AIPNI Page 144 . Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota tinya 5. Mampu melaksanakan terapi modlitas / komplementasisesuai dengan kebutuhan klien gerontik.3 Melaksanakan asuhan keperawatan profesional ditatanan komunitas 1. dan komunitas. Mampu memberikan pengarahan kepada angota tim nya 4. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam Di area keperawatan kelarga. anak. Mampu mengembangkan program yang kretif dan inofatif ditatanan komunitas dalam aspek promotif preventif.

3. buku log. Tersedianya preseptor/mentor untuk menyelengarakan pendidikan profesi. pelaksanaan pendidikan terhadap proffesi harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip di bawah ini : 1. Matrik sebaran Mata kuliah pendidikan Profesi Stase Mata Kuliah Jumlah SKS Kurikulum Kurikulum inti institusi I Keperawatan Medikal Bedah 5 II Keperawatan Anak 2 III Keperawatan Maternitas 3 IV Keperawatan Jiwa 2 V Menejemen Keperawatan 2 VI Keperawatan Gadar 2 VII Keperawatan gerontik 2 VII Keperawatan Keluarga dan Komunitas 4 Jumlah 22 36 Penatalaksanaan : Stase I-VIII dapat dilaksanakan secara paralel dan tidak prasyarat karena diasumsikan setiap lilisan pendidikan tahap akademik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk tahap profesi.Lulus pendidikan sarjana keperawatan . 5. 4. Tersedianya buku pedoman pelaksanaan kegiatan pendidikan tahap profesi. Deskripsi mata kuliah . menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.Lulus uji kompetensi (12 kompetensi inti dan kompetensi tambahan yang diperlukan untuk wahana praktik tertentu) 2.D. kertampilandan sikap untuk mencapai kompetensi profesional seorang ners. E. dan modul praktik. Calon peserta pendidikan tahap profesi : . Oleh karena itu. Pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi berorentasi pada tahap pembelajaran sederhana ke kompleks dengan memfokuskan pada pengetahuan. Struktur Kurikulum Pendidikan Tahap Profesi Pendidikan tahap profesi merupakan kelajutan dari tahap pendidikan program sarjana keperawatan dimana tahap ini peserta didik mengaplikasikan teori dan konsep yang didapat selama proses pendidikan sarjana. Tersedianya wahana praktek yang kondusif (sarana dan prasarana) untuk menumbuh kembangkan kemampuan berfikir kritis.

Mata Kuliah Beban Studi : Keperawatan Medikal Bedah : 5 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan medikal bedah merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap ketika melakukan asuhan keperawatan profesional.Eliminasi : Ileus Ca saluran cerna.Mobilitas fisik : Fraktur. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dal ilegal .Keamanan fisik : Leukimia. Cirhep. menjalankan fungsi advokasi pada klien.1. . b. c. .Nutrisi : DM.Termoregulasi : Thypoid . DHF. Kompetensi : Setelah mengikuti praktik profesi Keperawatan Medikal Bedah mahasiswa mampu : a. Pneuminia. HIV/AIDS. membuat keputusan legal dan etik serta mengunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada orang dewasa. Asma. memberikan pendidikan kesehatan. Anemia. Pankreatitis akut. Hipo/hipertiroid. Hepatitis. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien dewasa ditatanan klinik dengan gangguan : . Dekompesasio cordis. d. e. Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah mencakup asuhan keperawatan pada klien dewasa dalam konteks keluarga yang mengalami masalah pemenuhan daarnya akibat gangguan satu sistem (organ) atau beberapa sistem (organ) tubuhnya. .Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. Ca paru . . BPH.Oksigenasi akibat ARDS. Koleliasis akut. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang dewasa. Stroke. ARF/CRF.

o. Case report dan overan dinas 5. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metoda Pembelajaran 1. Mengembangkan pola pikir kritis. Pre dan post conference 2. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Diskusi kasus 4. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. l. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. logis dan etis dala mengembangkan asuhan keperawatan oramh dewasa Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. p. m.f. n. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik. k. j. . h. r. kontinyu dan konsisten Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Problem solving for better health (PSBH) 8. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. g. q. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan kliean dewasa Mendemonstrasikan ketrampilan teknik keperawatan yang sesuai dengan standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif i.

Student Oral Case Analysis) 4. Critical insidence report 5. Mata Kuliah Beban Studi Deskripsi Mata Kuliah : : Keperawatan Anak : 2 SKS Praktik profesi keperawatan anak merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional yang aman dan efektif. Log book 2. OSCE 6. Problem solving skill 7. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada anak. . ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Case test / uji kasus (SOCA. memberikan pendidikan kesehatan. menjalankan fungsi advokasi pada klien anak dan keluarganya.Metoda evaluasi : 1. kasus singkat 8. Kasus lengkap. Direct Observasional of prosedure skill 3. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini.

Anemia. Thalasemia .Bayi dan anak dengan gagguan keamanan fisik : Leukimia. Labiopalatoschiziz . NS . c. f. Pneumonia. Hypospadia.Bayi dan anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. BBLR. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien anak dalam konteks keluarga Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien ank dalam konteks keluarga . DHF. Trombositopenia.Bayi dan anak dengan gangguan eliminasi akibat kelainan congenital : Hirschprung.Bayi dan anak dengan nutrisi : KEP/ malnutrisi. obesitas . d. Kompetensi : Setelah menyelesaikan praktik profesi keperawatan anak mahasiswa mampu : a. Kejang e. b.Bayi dan anak dengan gangguan termoregulasi : MAS. Thypoid.Bayi dan anak dengan gangguan pertubuhan dan perkembangan . dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan ditatanan klinik.Praktik profesi keperawatan anak mencakup anak dengan berbagai tingkat usia (neonatus. bayi. meningitis / Enchepalitis. ITP. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan anak dengan berbagai tingkat usia dalam konteks keluarg Menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien aanak pada berbagai tingkat usia dalam konteks keluarga ditatanan klinik . dengan anak masalah pediatric sosial dan manajemen terpadu balita sakit. sekolah dan remaja) dalam knteks keluarga yang bertujuan untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehat. pra sekolah. Atresia Anni. toddler. Juvenile DM.Bayi dan anak dengan gangguan oksigenerasi akibat RDS. morbili . Hyperbilirubinemia. Asma. RDS. anak sakit akut dan sakit yang mengancam kehidupan.

Menggembangkan popla pikir kritis. logis. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. i. Membuat klasifikasi dan tindakan dari kasus yang diperoleh di Pukesmas. o. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Pre dan post conference 2. Case report dan overan dinas 5. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. l. p. dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sehat di masyarakat m. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keprawatan yang diberiakan n. Mendemonstrasikan keterampilan tekniskeperawatan yang sesuai dengan standarta yang berlakuatau secara kreatif dan inivatif agar pelayanan yang diberika efisien dan efektif pada klien anak h. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Diskusi kasus 4. Problem solving for better health (PSBH) 8. j. Metoda evaluasi : .g. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan pada klien anak dalam konteks keluarga Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien dan keluarga agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan stratedi manejemen kualitas dan manajemen resiko pada klien anak dalam konteks keluarga k. q.

(8th ed. Nursing Care of the General pediatric Surgisal Patient. Advanced pediatricclinical assessment: Skills and procedures. Jakarta: fakultas Ilmu Kedokteran Unuversitas Indonesia . & Sperhac. J & Wilson... J.). 1997. (2008). W. Jilid 1. (2003). Philadelphian :Lippincott. SR. 2000. A. Case test / uji kasus (SOCA. V. Log book 2.. Hockenberry. R. (2007). Wellness Nursing Diagnosis for Health Promotion. Direct Observasional of prosedure skill 3. Buku ajar ilmu kesehatan anak. Philadelphia: Lippincot Markum. C. Daftar Pustaka Ball. Al. Mott. W. New Jersey : prentice hall Barbara. et. Nursing Care of Children and Families.Student Oral Case Analysis) 4. Canada : Mosby Company. (2001).1. Children and their families : The continuum of care. Connecticut : Appleton dan Lange.. Readwood City : Addison Wesley Muscari. Saunders Company. et.H. Hay. Louis: Mosby Elseiver Karen.E. D.M 1990. R. OSCE 6. M.. Hockenberry. Maryland : Aspen publication Bowden. Current pediatric Diagnosis and Treadment. Philadelphia: W. Problem solving skill 7. M. 1996. C. Pediatric nursing : caring for Children. & Greenberg. A. (1998). (8th edition).Wilson. V. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini.B. St. B. James.(1999). & Bindler. W. Critical insidence report 5. Kasus lengkap. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing. Al. S.R. S. Dickey. kasus singkat 8. M. S. Wong’s Nursing Care of Infants and Children“.S.

Louis : Mosby. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. intranatal dan post natal serta yang mengalami masalah pada sistem reproduksi dan pengaturan kehamilan. St. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada ibu hamil. C.. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. St. c. D.. (7th edition)St. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. M. Mengguanakan proses keperawatan pada ibu hamil melahirkan dan paska melahirkan serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan . memberikan pendidikan kesehatan. Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas Beban : 3 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan maternitas merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. Nursing Care of Infants and Children“. b. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan Maternitas dalam konteks keluarga Praktik profesi keperawatan maternitas dilakukan secara bertahap dimulai dari prenatal. (2003). menjalankan fungsi advokasi pada klien. & Hockenberry. Louis : Mosby.L. Wong.Wong and Whaley. 1.I. melahirkan dan paska melahiran serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan dan keluarganya. (1996). D. J. Clinical manual of pediatric nursing. Clinical Manual of Pediatric Nursing. 1996. Kasprisin C & Hess.. Louis : Mosby Year Book Wong.

Pendelegasian kewenangan bertahap 6. j.e. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan maternitas. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. h. f. i. Pre dan post conference 2. Diskusi kasus 4. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. k. Case report dan overan dinas 5. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan maternitas. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. n. Problem solving for better health (PSBH) . masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontbilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. paska melahirkan. melahirkan. Metode Pembelajaran 1. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal : merencanakan program keluarga berencana. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif o. kontinyu dan konsisten.

Grand Rapids. 1999. 2006. 7th Edition. Mosby. Process. St. Little. Sydney.b. Maternity Nursing. Nursing Care Plans : Nursing diagnosis and Intervension. St. Boston Medical Science International. Louis . Critical insidence report 5. Lippincott Company Philadelphia. 1985. Metoda evaluasi : 1. Log book 2. Ltd. Louis. Lowdermik Deitra Leonard. Moorhouse Mary Frances. Sydney. Perry Shannon. Problem solving skill 7. Upper Saddle River. London Mexico City. kasus singkat 8. OSCE 6. 1990. Brown and Company. Manual of Obstetri Diagnosis and Therapy. 7th Edition. Neeson Jean D dan May Katharyn A. San Francisco. and Practice. Newyork. Philadelphia. Kasus lengkap.B. Comprehensitive Maternity Nursing Process and Childbearninf Family . Erb Glenora. Niswander Kenneth R. Princeton. Bobak Irene m. Philadelphia Gulanick Meg. Tokyo. Newyork. The C. Louis Sao Paolo Sydney.V. Nursing plans Guidelines for Individualizing Client Care Across The Life Span. Direct Observasional of prosedure skill 3. Person Education. J. 2004 Fundamentals of Nursing Concepts.A. St. Louis London.Student Oral Case Analysis) 4.8. Mosby Company. Inc. St. 2007. Lippincott Company Philadelphia. F. Case test / uji kasus (SOCA. E. St. Kozier Barbara. Murr Alice C. Second Edition. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Portfolio Daftar Pustaka Doenges Marilynn E. 6th Edition. Toronto May katharyn Antle and Mahlmeister laura Rose. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- . London. Tokyo. New Jersey. Louis. Davis Company. United stated of Amerika. J. Maternity and Gynecology care The Nurse ang the family. 1983. Myers Judits L. Toronto. Mosby. Snyder Shirlee J. Fight edition. Jensen Margaret Duncan dan Bobak Irene M. 1986. Berman Audrey. Comprehensive Maternity Nursing Nursing Process and Childbearing Family.

f. hipertensi. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. menjalankan fungsi advokasi pada klien. memberikan pendidikan kesehatan. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal.2. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan gerontik. − Nutrisi : KEP. agama atau factor lain dari setiap klien lanjut yang unik . Mengguanakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien usia lanjut. − Keamanan fisik dan mobilitas fisik : Fraktur. arthritis. − Oksigenasi akibat COPD. − Eliminasi : BPH. b. Praktik profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. c. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. e. resiko dan potensial serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien. Mata ajar Beban Studi Prasyarat : Keperawatan Gerontik : 2 SKS : Telah melalui praktek Deskripsi Mata Ajar : Praktik profesi keperawatan gerontik merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. Dekompensasio cordis. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien usia lanjut. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik mahasiswa mampu: a. Pneumonia Hipostatik. − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare.

Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Program Pemerintah Tentang Kesehatan Gerontik .Student Oral Case Analysis) 4. Metoda evaluasi : 1. n. k. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. h. i. OSCE 6. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional q. Portfolio Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI. o. Critical insidence report 5. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan usia lanjut. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.g. j. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan. Log book 2. kontinyu dan konsisten. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif p. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan r. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Case test / uji kasus (SOCA. kasus singkat 8. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien usia lanjut. Problem solving skill 7. Kasus lengkap. Direct Observasional of prosedure skill 3.

Second edition. Carrol et all. Philadelphia: W. Lippincott company. (2004). Second edition. (1995). Basic geriatric nursing. b. c. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien.B. keluarga dan masyarakat baik yang sifatnya preventif.sosio-spiritual terutama masakah gangguan . Philadelphia: J. Lippincott company. dengan gangguan jiwa. Praktik profesi keperawatan jiwa berfokus pada penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dalam konteks keluarga dan masyarakat melalui penerapan terapi modalitas keperawatan.Lueckenotte (1996). Inc. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan jiwa. Nursing care of older adult. Louis: Mosby Book. G. (1999). Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a.B. anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko. promotif. Miller. Fundamental of Nursing.. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Philadelphia: J. theory and practice. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------3. Memberikan asuhan keperawatan kepada individu. C.H. Gerontologic nursing. Gerontological nursing care. Tyson. kuratif dan rehabilitatif serta memberikan pendidikan kesehatan. (1999). Wold. Saunders company. St.B. Taylor. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Mata Ajar Beban Studi Deskripsi Mata Ajar : Keperawatan Jiwa : 2 SKS Praktik profesi keperawatan jiwa merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa ketika adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan kepada individu. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.R. Toronto: Mosby. S.

Harga Diri Rendah. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. k.jiwa dengan cora problem. Pendelegasian kewenangan bertahap . Case report dan overan dinas 5. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif. Hallusinasi. Isolasi Sosial. Bunuh Diri. l. Diskusi kasus 4. Waham. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Mengembangkan pola pikir kritis. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. kontinyu dan kosisten. Tutorial individual yang diberikan preceptor 3. i. o. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. m. Pre dan post conference 2. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhann keperawatan yang diberikan. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. perilaku Kekerasan dan dan Definsit Perawat Diri. j. logis. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan jiwa. Peerta praktik melakukan proseskeperawatan jiwa. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. n. Berlaku h. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. e.

Stuart S. kasus singkat 2. P (1997).. Louis : Mosby Fountainne. St. Mosby. Townsend. Psychiatric Nursing. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Psychiatric Nursing Care Plan St. P. 3.A (1991). Problem solving for better health (PSBH) 8. Foundamentals of Nursing. Conceps..P and and Heacock.F (1998). OSCE 6. Potter. 7 edition. Kasus lengkap. B (1997).C and Moorhouse. St. St. Louis. Keltner. Addison Publising Company. Problem solving skill 1. …………………………………………………………………………………………. Schewecke. Essential of Mental Healt Nursing. Principles and practice of Psychiatric Nursing. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7.. M and Holloday. Louis Rawlin. Conceps. Bostrom. Direct Observasional of prosedure skill 3. Philadelphia : F. Portfolio Daftar Pustaka Doenges M. Taylor C (1997). 6.A Davis Company Fortinash. Case test / uji kasus (SOCA. Mosby. Psychiatric Care plans Guidelines for Individualizing Care Ed. Prosess and Practice.Louis.. C.. R. Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat th . M. Kozier. St.6. California. Log book 2. Founth Edition.E.Student Oral Case Analysis) 4. Clinical Manual of Psychiatric nursing. M. Laraia (2003). Metoda evaluasi : 1.E (1993). Mosby. Fletcher (1995). Prosess and Practice. Critical insidence report 5. (1999). Fifth Edition. Lippincontt. P. Foundamental of Nursing. Foundamentals of Nursing. Addison Wesley California. The Art and Science of Nursing Care Philadelphia.

Praktik profesi keperawatan gawat darurat mencakup asuhan keperawatan dalam konteks keluarga pada klien dengan berbagai tingkat usia yang mengalami masalah pemenuhan kebutuhan dasarnya akibat gangguan salah satu sistem (organ) ataupun beberapa sistem (organ) tubuhnya dalam keadaan gawat darurat. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaiakan masalah klien pada berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat akibat gangguan : − Termoregulasi : Trauma kapitis − Oksigenasi : Infark Miokard. berbisa. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat.Beban : 2 SKS Praktik profesi keperawatan gawat darurat merupakan program yang Deskripsi Mati Kuliah menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan. e. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan menggunakan salah satu referensi dari hasil penelitian yang berkaitan dengan keperawatan gawat darurat. memberikan pendidikan kesehatan. . Gagal nafas. c. trauma thoraks − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : DM dengan ketoasidosis. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gaswat darurat. sengatan binatang. krisis tiroid. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. b. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. − Keamanan fisik : keracunan. f.

Case report dan overan dinas 5. Menjalankan fungsi advokasi pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat untuk mempertahankan klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. l. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. j.g. logis. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif n. Metoda evaluasi : . dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan pada klien denagan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat (Triage) i. Pre dan post conference 2. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat h. Problem solving for better health (PSBH) 8. Diskusi kasus 4. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan m. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan p. Mengembangkan pola pikir kritis. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional o. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. k.

Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan Beban : 2 SKS Deskripsi Mati Kuliah Praktik profesi manajenen keperawatan merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerapkan konsep – konsep yang berhubungan dengan manajemen & kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan yang sesuai dengan keadaan saat ini. Problem solving skill 7. Case test / uji kasus (SOCA. kasus singkat 8.1. Kasus lengkap. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan d. Log book 2.Student Oral Case Analysis) 4. Praktik profesi keperawatan manajenen keperawatan mencakup perencanaan. b. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok . OSCE 6. Selama praktek mahasiswa memprakarsai perubahan yang efektif dan inovatif dalam asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab c. pengorganisasian. pengarahan dan pengendalian dengan menerapkan berbagai gaya kepemimpinan yang efektif. Direct Observasional of prosedure skill 3. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------7. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Critical insidence report 5. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini.

Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Case report dan overan dinas. Diskusi kasus. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pengelolaan klien. 4. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. 7. 6. 5. Pendelegasian kewenangan bertahap. 1. Critical insindence report. 6. l. Log book. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 2. Problem solving skill. Melakukan supervisi terhadap anggota timnya i. p. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Mengorganisasikan manjemen ruangan keperawatan secara berkelompok f. o. Kasus lengkap. Metode pembelajaran. Pre dan conference. OSCE. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. 3. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. 4. Melaksanakan perubahan dalam asuhan dan pelayanan perawatan. 2. 8. Mengembangakan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. q. Memberikan pengarahan kepada anggota timnya h. 7. Tutorial individual yang diberikan preceptor. 1. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. m.e. n. . 3. Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan kondisi ruangan k. 5. Mencegah dan menyelesaiakan konflik didalam timnya g. Direct Observasional of Prosedure skill. Melakukan evaluasi terhadap timnya j. kasus singkat.

Kompetensi : Setelah melaksanakan praktek profesi keperawatan keluarga dan komunitas mahasiswa memiliki kemampuan : .New Jersey:Prentice-Hall Barret Jean et all (1975). membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini terkait dengan keperawatan keluarga dan komunitas. . Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas berfokus kepada kebijakan dan program pemerintahan tentang kesehatan masyarakat.. Daftar Pustaka Sullivan. & Swansburg. menjalankann fungsi advokasi. C. Leadership roles and management functions nursing. London : Jones and Bartlett Publisher.. (1998). (1994). sekunder dan tersier kepada individu. Putting Leadership Skills to Work. D. risiko dan potensial.8.. Introductory management and Leadership for Nurses. L. R.et all (2001) Effective leadership and management in nursing . Portfolio. L. Nursing management and leadership.E. J. Swansburg. The Manegement of Patient Care. J (2006). kelompok. Nursing management: A System approach.J. dan komunitas dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. B.A. keluarga.Her Ladership Role Gilliies.& Swansburg.B Kron (1981). R. St. C. Philadelphia: Lippincott. pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui kerjasama dengan lintas program dan sektoral. Roussel. Swansburg. R.Mata ajar Beban Studi : Keperawatan keluarga dan komunitas : 4 SKS Deskripsi Mata Kuliah : Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan untuk pencegahan primer. Philadelphia: W. Louis: The CV Mosby Marquis. WB Saunders Marriner AT (1996) Nursing Management and Leadership. (2000). Sudbury: Jones and Bartlett Publisherrs 8. R.. The Head Nurse.

Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. keluarga. r. masyarakat dan komunitas klien yang unik.a. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. b. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan secara individu. kelompok dan komunitas. Bekerjasama dengan unsur keperawatan komunitas. h. keluarga. q. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. f. o. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. keluarga. e. p. k. keluarga. masyarakat dan komunitas agar dapat mengambil keputusan. i. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. kontinyu dan konsisten. l. d. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mengembangkan program yang kreatif dan inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. kelompok dan komunitas. n. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan individu. Mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. kuratif dan rehabilitative melalui pemberdayaan masyarakat.langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak individu. g. Mengembangkan pola pikir kritis. Menggunakan langkah. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas. agama atau faktor lain dari setiap individu. Melakukan kmunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada individu. keluarga. c. m. . masyarakat dan komunitas. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan j.

Philadelphia: W. Community health nursing: Process and practice for promoting health.(1999) Nursing in the community: dimensions of community health nursing. Diskusi kasus. 6. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 1. Case report dan overan dinas. Third edition. St. Log book. Jakarta: EGC Freeman. Direct Observasional of Prosedure skill.. Effendy. 3. Tutorial individual yang diberikna preceptor. 2. (1998) Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. J. M. Daftar Pustaka : Clark. Saunders Luan. M.J. California: Appleton & Lange. 4.Rencana Asuhan Keperawatan Komunitas. Jakarta: Rieka Cipta. 3. 5. Edsi 2.B. N.s. (1995). 7. . Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperwatan. t. Heirinch. Lancaster. R. Mampu melaksanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien. Jakarta: STIK Sint Carolus Notoatmodjo. Critical insindence report. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. Louis: Mosby years books Metode pembelajaran 1. 2. S. Stanhope.(1981) Community nursing practice.. (2007).prinsip dasar. 8.M. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). Pre dan post conference. (2003) Ilmu kesehatan masyarakat: Prinsip. B.. 4. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. Pendelegasian kewenangan bertahap. J...

Portfolio. . kasus singkat. Problem solving skill. 6.5. Kasus lengkap. 8. OSCE. Daftar Referensi:. 7. Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini.

Contextual Instruction (CL) : Membahas konsep (teori) kaitanya dengan situasi nyata dan melakukan studi lapang / terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesenian teori . dan menilai pengalaman belajarnya sendiri f. Role-Play & Simulation : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau (komputer) yang telah disiapkan c.Metode pembelajaran pada pendidikan Sarjana Keperawatan di antaranya : a. A.6 Pembelajaran pada METODE DAN EVALUASI PEMBELAJARAN pendidikan ners dengan kurikulum Berbasis Kompetensi menggunakan berbagai metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa / Student Centered Learning (SCL). Small Group Discussion : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau mempraktekan /mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan b. Self –Directed melaksanakan. Cooperative Learning (CL) : Membahas dan menyimpulkan masalah/tugas yang diberikan dosen secara berkelompok g. Collaborative Learning (CbL) : Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas serta membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri h. d. Discovery informasi yang ada untuk mendiskripsikan suatu pengetahuan e. mempraktekan / mencoba berbagai model Case Study : mengkaji kasus dengan mencermati karakteristik kondisi kasus tersebut Learning (DL) : mencari. Metode pembelajaran pada program pendidikan Sarjana Keperawatan dan program pendidikan profesi. mengkumpulkan. dan menyusun Learning (SDL) : merencanakan kegiatan belajar. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada tahap akademik pendidikan Sarjana Keperawatan 1.

Evaluasi Pembelajaran pada tahap akademik Pendidikan Sarjana Keperawatan Evaluasi merupakan penilaian yang menunjukan keadaan atau kondisi akhir saat ini (Brown & Knight. Problem Based Learning and Inquiry (PBL) : Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen 2. salah satunya dengan mengukur tingkat kemampuan peserta didik (Miller’s Pyramid): Skor 1 Mengetahui dan menjelaskan (Pengetahuan teoristis mengenai keterampilan ini. Untuk menjamin akuntabilitas proses pembelajaran d. Sebagai umpan balik peserta didik dalam meningkatkan usaha belajarnya b. dan sebagainya) Skor 2 Pernah melihat atau pernah melihat atau pernah mendemontrasikan . prinsip. Sebagai umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya c. komplikasi. baik konsep.i. Materi evaluasi disusun berdasarkan tujuan belajar dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan dengan tujuan : a. 1994).2 Metode Penilaian a. maupun indikasi. Untuk mendiagnosis kekuatan dan kekurangan peserta didik 2.1 Tujuan Evaluasi. Project Based Learning (PjBL) : Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis dengan menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum j. Untuk memotivasi peserta didik e. cara melakukan. Evaluasi Kompetensi Beberapa metode evaluasi kompetensi yang dapat dilakukan. teori. 2.

Evaluasi Dosen oleh Dosen B. Evaluasi Proses 1. Strategi Evaluasi Penilaian Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi : a. Projek i.(Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah melihat demonstrasi) Skor 3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervise (Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali dibawah supervise. Permasalahan (Case Study) d. Observasi f. Oral Test g.Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahap profesi ini lebih terfokus pada pembuktian bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai dengan . b. Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa 3. Laporan c. Skor 4 Mampu melakukan secara mandiri (memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini dan memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan secara mandiri. Reflective Learning e. Evaluasi Pelaksaan 2. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada Program Profesi Keperawatan Metode pembelajaran pada tahap profesi berfokus pada pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preceptor kepada peserta didiknya. MCQs. Test Tertulis (Esay. OSCE (Objective Stuctured Clinical Examination) b. Short Answer Question) c. Presentasi h.

- . kasus singkat.kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan kewenangan telah dimiliki. OSCE. Portfolio. Problem solving skill. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). Metode pembelajaran pada pendidikan program profesi Metode belajar peserta didik pada tahap profesi ini meliputi: - Diskusi kasus Presentasi Kasus Seminar ilmiah kecil Kegiatan procedural keperawatan Asuhan keperawatan klien (bertahap) Rotasi tugas sesuai preceptor Evaluasi Pendidikan Program Profesi Log book. Critical insindence report. Kasus lengkap. Direct Observasional of Prosedure skill.

Mampu memperlihatka n sikap empati b.EVALUASI PELAKSANAAN BIMBINGAN KEGIATAN PROFESI NERS PADA TIAP AREA KEPERAWATAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 ITEM PENILAIAN Prerequisite : 1. Laporan pendahuluan: Penguasa tentang kasus yang akan dikelola 2. Mampu mendengarkan secara aktif c. Mampu memberikan respon verbal dan non verbal 1 4 KETERANGAN C1-C6 . Kemampuan berkomunikasi terapeutik a.

(sentuhan. Mampu mempersiapkan Ruang dan Alat dan Tempat S1-S4 ITEM PENILAIAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN . bahasa tubuh) berdasarkan kebutuhan klien 3.

Melakukan pemeriksaan fisik dengan . tepat dan akurat pada klien pada berbagai tingkat usia melalui pendekatan sistematik. Melakukan anamnesa untuk mendapatkan riwayat kesehatan c. Melakukan pengkajian secara holistic. Pengkajian: a.Komponen Kemampuan Klinik: Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Klinik 1. b.

Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN . Mengenali abnormalitas hasil pemeriksaan penunjang untuk mendukung menetapkan masalah keperawatan sebagai landasan dalam merumuskan diagnosa keperawatan ITEM PENILAIAN 2.tepat d.

Merumuskan masalah factor resiko 3. Menetapkan tindakan dan . Mengenal masalah b. Menentukan prioritas masalah Menentukan tujuan Menentukan criteria keberhasilan d. b.keperawatan sesuai dengan hasil pengkajian a. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan a. Menganalisa data c. c.

dan legal baik mandiri dapat .keperawatan yang mengatasi masalah bersifat maupun kolaboratif dengan mempertimbangk an aspek budaya etik.

ITEM PENILAIAN 4. Melakukan tindakan melalui kegiatan . Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai prosedur (SOP) prioritas patient pada dengan dan safety klien memperhatikan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 2 SIKAP 3 4 KETERANGAN dengan berbagai b. Implementasi a. Menyampaikan pesan dengan tepat dan jelas c. Melakukan kolaborasi dengan tim kes d.

observasi. Memberikan pendidikan dan kesehatan sesuai masalah klien 5. e. Melakukan evaluasi keperawatan menilai 1) Perkembang an klien 2) Memodifika si. mandiri. Evaluasi a. merubah intervensi keperawatan sesuai kebutuhan klien kondisi .

ITEM PENILAIAN b. Mendokumentasik an asuhan keperawatan 1) Menuliskan data jelas n pasien secara yang kondisi yang sistematis dan mengambarka LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 KETERANGAN 4 sesungguhnya 2) Mendokument asikan dengan menggunakan .

Menyusun Kajian .IT 3) Membuat catatan tentang perkembanga n pasien rencana tindak lanjut untuk pasien keadaan dan menuliskan Komponen Kemampuan Manajerial/Management Ruangan 1. Perencanaan a. Pengkajian a. Melakukan situasi 2.

Pengorganisasian 1) Pembagian deskripsi tugas LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN . 1) Perencanaan sumber daya 2) Merencanakan sarana prasarana 3) Merencanakn pembiayaan dan ITEM PENILAIAN 3. Implementasi a.perencanaan.

pada keluarga. konsultasi delegasi c. Pengarahan Melakukan negoisasi. motivasi. 1) Kolaborasi. dan . dan kelompok. Evaluasi a. Pengendalian 1) Mampu melakukan supervisi 4. Melakukan pengkajian kes.2) Terbentuk Struktural b. Pengkajian a. Melakukan Evaluasi 1) Menilai proses 2) Memberikan umpan balik Komponen Kemampuan Asuhan Keperawatan komunitas 1.

masyarakat .

kelompok. kelompok masyarakat 2) Merumuskan masalah. . Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga. factor penyebab dan factor khusus dan yang tersedia pada keluarga.ITEM PENILAIAN 1) Menyusun pada 2) instrument dan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN mengidebtifikasi perilaku kes keluarga sumberkhusus kelompok sumber dan tertentu. kelompok. kelompok khusus dan masyarakat 1) Mengenali masalah kesehatan/keperawatan pada keluarga. dan masyarakat Mengkaji kelompok masyarakat 2.

Menentukan intervensi d. kelompok. Menentukan tujuan b. a. Menentukan keberhasilan c. dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan.resiko LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN ITEM PENILAIAN 3. Menentukan sesuai dengan intervensi sumberstrategi indicator 1 sumber kekuatan yang ada pada keluarga. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan keluarga. kelompok. . kelompok masyarakat etik dan legal khusus dan dengan pertimbangan aspek budaya. kelompok khusus.

dan masyarakat . Evaluasi Melakukan evaluasi a. LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN sesuai kebutuhan keluarga. kelompok. Implementasi Melakukan implementasi dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan keluarga. kelompok. kelompok khusus. Memodifikasi. intervensi merubah keperawatan perkembangan khusus. dan perilaku keluarga. kelompok khusus dan masyarakat (patient safety) ITEM PENILAIAN 5. kelompok.4. Menilai kelompok masyarakat b.

implementasi. Pendidikan Kesehatan Legal – Etik Fungsi Advokasi Lintas Budaya Keterampilan Teknis Melakukan terapi modalitas atau komplementer keperawatan.dan tahap mandiri berfokus pada : No Penilaian Kompetensi 1. dan dokumentasi Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan klien untuk melakukan pencegahan primer. 5. 7. masyarakat) dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. perencanaan. 3. tahap bimbingan. diagnose 2. Proses Keperawatan Indikator Mahasiswa menyelesaikan masalah klien (individu. dan tertier Mahasiswa memilih tindakan sesuai dengan SOP. dan kewenangannya Mahasiswa dapat bertindak untuk membela kepentingan (hak –hak) pasien Mahasiswa mengidentifikasi masalah klien yang terkait dengan budaya serta penyelesaiannya Mahasiswa melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SOP Mahasiswa mampu melakukan minimal satu jenis terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan klien . evaluasi.Proses Bimbingan diawali dengan : 1 : Bimbingan penuh dan supervise ketat 2 : Supervise ketat 3 : Bimbingan minimal 4 : Mandiri PROSES KEGIATAN DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kegiatan dalam tahap profesi dilaksanakan dalam program internsif meliputi tahap obsevasi. keluarga. sekunder. tanggung jawab. 6. 4.

Oleh karena itu. penerapan KBK profesi merupakan proses memantapkan semua kompetensi yang telah dimiliki pada pogram akademik dan memverifikasinya dengan memberikan kewenangan untuk melaksanakan kompetensi tersebut. Beban studi pada program profesi ini adalah 36 sks (dari yang sebelumnya hanya 25 sks (kurikulum 1998)) Dalam menerapkan KBK profesi. pada KBK program profesi ners ini para peserta didik menerapkan ilmu pengetahuan teori. pelaksanaan. Penerapan KBK profesi menjadi berkesinambungan dengan KBK akademik. sampai dengan mengevaluasi dan membuat keputusan .seluruh komponen profesi (staf akademik dan staf dari wahana praktik) harus terlibat secara aktif dan melakukan berbagai kegiatan mulai dari tahap persiapan. konsep dan keterampilan teknis yang telah dikuasai pada program akademik pada klien langsung melalui program internship dimana peserta didik dicangkokkan pada seorang perawat senior yang berfungsi sebagai PRESEPTOR/ MENTOR. Yang terakhir. tentu saja mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks.7 PEDOMAN IMPLEMENTASI KBK PROFESI PENDIDIKAN NERS Pengantar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada program profesi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KBK pada program akademik. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Program profesi dengan KBK 2010 ini berbeda dengan pelaksanaan program profesi pada kurikulum konvensional (1998) saat tahap profesi peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai prosedur keperawatan dan belajar memberikan asuhan. Keberadaan preseptor /mentor sangat diperlukan oleh peserta didik terutama dalam menjamin keterlaksanaan layanan pasien yang berkualitas serta menjamin keberadaan peserta didik bukan merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. Disamping itu preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stress yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya serta untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. Sebaliknya.

− Kompetensi global meliputi kemampuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS.tentang kompetensi dan kewenangan yang dijlankan peserta didik. Tujuannya agar terdapat pemahaman yang sama dari seluruh pengelola dan pelaksana program profesi tentang bagaimana model bimbingan harus diberikan agar tujuan pelaksanaan kompetensi yang disertai dengan kewenangan dari peserta didik dapat dicapai. Dengan penetapan keputusan tersebut peserta didik dinyatakan layak atau tidak layak mengemban peran dan fungsi dengan sebutan profesi ners. FASE PERSIAPAN Tahap ini merupakan priode dimana pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan program profesi harus tumbuh sebelum tahap implementasi program profesi dijalankan. Disamping itu.pasal 1&2 tentang pendidikan profesi serta pasal 5 ayat 2&3). persyaratan pelaksanaan praktik. setelah dinyatakan selesai dan menemui syarat sebagai ners. A. berbahasa Inggris dengan lancer. Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan kegiatan program profesi. implementasi dan proses bimbingan yang sesuai dalam KBK profesi sampai pada kgiatan mengevaluasi kompetensi. kemampuan menggunakan teknologi informasi terkini. Selanjutnya. profil yang harus dimiliki oleh lulusan program profesi. A. penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. maka dilakukan uji jompetensi (exit exam) sebelum peserta didik dip roses dalam yudisium kelulusan sebagai ners. Beban studi : 36 sks (PP no 14 / 2010 tentang pendidikan kedinasan. flu baby (H1N1).kompetensi yang harus dicapai selama program profesi.Flu Burung (H1N5). Selain itu.1 Ketentuan pelaksanaan praktik − − Fokus implementasi pada pencapaian kompetensi peserta didik. mulai dari tahap persiapan. trauma. wahana praktik dan pencapaian kompetensi.asuhan keperawatan pada kondisi emergensidan darurat masal. Beban studi yang dirancang secara nasional adalah 60% dari 36 sks= 22 1ayat − sks untuk kompetensi utama dan 20% untuk kompetensi global serta 20% untuk kompetensi pendukung (penciri institusi).mata kuliah yang harus dilaksanakan pada program profesi. Tahap persiapan terdiri dari ketentuan pelaksanaan praktik. maka bahasan tentang model bimbingan diberikan secara rinci. serta . karena pendekatan proses bimbingan masih merupakan metoda atau model yang baru dalam pendidikan keperawatan.

Prosedur pemberian obat secara 12 benar. KOMUNITAS. − − − Terbagi menjadi 2 semester (ditambah 1 semester yang terintegrasipada Penerapan KBK profesi disesuaikan dengan upaya pencapaian visi dan Mahasiswa yang akan masuk klinik telah lulus uji masuk klinik yang Minimal ketrampilan klinik yang harus lulus adalah : i. vi. ANAK. ix. maka kompetensi pemasangan kateter urin untuk memicu kontraksi uterus dan pemeriksaan Leopold harus lulus dan dimiliki oleh peserta didik. Pemeriksaan fisik. misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut. Resusitasi Jantung Paru (basic life support = BLS). suksion. Pemberian transfusi darah dan produksi. Prosedur pencegahan cedera. Perawatan luka. xi. v. x. Prosedur pemasangan kateter urin. sedangkan jika akan menempatkan peserta didik di RS jiwa. Pemberian oksigen. nebulisasi. viii. Materi ini dapat dimasukan pada MK tertentu seperti KBM. Demikian juga kompetensi penciri institusi seandainya dapat terakomodasi kedalam MK yang sudah ada.memiliki kemampuan enterpreuner. Pendokumentasian dan pelaporan. vii. Ketrampilan tambahan lain yang diujikan berdasarkan kebutuhan RS atau jika akan menempatkan semester 8 program akademik). maka beberapa kompetensi seperti berkomunikasi terapeutik dan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) harus dimiliki terlebih dahulu sebelum masuk wahana praktik tersebut. fisioterapi dada dan postural drainage. − − ruangan setempat yang spesifik. Prosedur pemasangan infus dan enteral. diadakan oleh institusi pendidikan berkerjasama dengan RS terkait. . GAWAT DARURAT/ EMERGENSI dengan menambahkan beban studi. Prosedur pemasangan selang naso gastrik (NGT). xii. ii. Sebagai contoh : peserta didik di RS bersalin. Prosedur pencegahan infeksi nosokomial. iii. iv.

Care Provider (pemberi asuhan keperawatan) b.Wahana praktik memiliki kasus yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi. semua penugasan yang sifatnya tertulis diminimalisasi sehingga penugasan tertulis hanya ditujukan untuk kepentingan langsung kegiatan klien seperti pendokumentasian dan laporan. A. Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan. Community Leader (pemimpin komunitas dimanapun beraktifitas) c. Researcher (peneliti pemula) f. Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim. Educator (pendidik kesehatan kepada sistem klien) d. Melakukan berkomunikasi efektif. dan B pendidikan dan sedangkan kompetensi pendukung dan lainnya dapat dilaksanakan di RS tipe C atau tatanan layanan kesehatan lain yang sesuai. Manager (pengelola asuhan) e. . . 3 Profil yang harus dimiliki lulusan program profesi a. .Setiap ruangan tempat mahasiswa praktik tersedia pembimbing klinik atau prawat senior untuk menjadi PRESEPTOR / MENTOR. Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan. . .− Kompetensi utama dapat dicapai di RS tipe A. serta presentasi kasus. 2 Persyaratan pelaksanaan praktik .Setiap mahasiswa memiliki “nursing kit” . d. c.Pembimbing klinik yang berfungsi sebagai preseptor / mentor sudah memiliki sertifikat pelatihan Clinikal Instruktur (CI) dan preseptor.Tersedia buku prosedur tindakan keperawatan. Mengelola administrasi keperawatan.Tersedia pedoman praktik di setiap stase. Profil lain yang mendukung visi / penciri institusi. 4 Kompetensi yang harus dicapai selama program profesi a.Tersedia uraian tugas dan kewenangan Preseptor / Mentor. A. e. − Selama periode program profesi. B. . . A.Tersedia buku log untuk mahasiswa. b. .

f. j. i. Mampu menjalin hubungan interpersonal. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 9. kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 3. Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan 2. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan menejemen resiko . Mampu berkolaborasi dalam berbagai aspek untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu menerapkan pengetahuan. g. k. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan di komunitas dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Mampu membuat keputusan etik 4. Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan. Mampu memberikn asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. h. Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP*) 11. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 13. Sub-kompetensi / unit kompetensi 1. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik 10. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik *) 5. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. Mampu me mberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber –sumber etnik. Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten *) 6. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 8.

Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 20. Mampu merancang. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 23. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. 1. 5 Kegiatan focus mata kuliah yang diberikan untuk mencapai unit kompetensi UNIT KOMPETENSI 1. 22. diperoleh secara bertahap sesuai dengan program mentoring dan preseptoring. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam member asuhan 2. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. A.14. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif) Keterangan : *) menerapkan kewenangan melakukan. FOKUS MATERI PEMBELAJARANPRAKTIK Penggunaan Diri Secara Efektif dalam Komunikasi Terapeutik Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik . Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman 19. Mampu berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan keperawatan *) 16. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 17. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 15. 21. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 24. 25. Mampu berkonstribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik *) 18. melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

kerangkah etik danlegal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 1. Fungsi advokasi Mempertimbangkan latar belakang pasien dan menyesuaikan dalam asuhan yang diberikan. 4. Mampu membuat keputusan etik 7. etika profesi Penerapan Kode etik keperawatan Profesionalisme keperawatan Hukum kesehatan Pengambilan keputusan etik terkait pasien Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : Malpraktik.3. ii. 5. Mampu menerapkan pengetahuan. Menggunakan pendekatan agama. Teknik Komunikasi Terapeutik Penggunaan Komunikasi Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan Komunikasi Sosial. *) v. Budaya dan Keyakinan Komunikasi Profesional dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan Berkomunikasi dalam bahasa inggris secara tulisan dan verbal formal (presentasi) 2. iii. 8. 5. 6. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. dan spiritual dalam praktik keperawatan Menghargai keinginan pasien dalam terapi alternatif atau pelengkap (complementary nursing) . 6. 7. dll 3. pertanggung jawaban. etika layanan keperawatan. 4. 3. kepercayaan. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). Menerapkan holistic care pada klien i. neglected. 4. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. Penerapan etika RS. 2. Menerapkan transcultural nursing iv.

Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC-NOC atau lainnya) 7. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten *) 1. Mempertahankan Infection Control. 4.5. Mempertimbangkan keperawatan lintas budaya Mempertahankan Spiritualitas / Religiositas Menerapkan ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas Menggunakan Teknologi Informasi dsalam keperawata Mempertahankan kualitas Melakukan pendidikan kesehatan Mempertahankan Hak dan Kewajiban Pasien handal 10. 2. Penerapan Keperawatan Maternitas dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan Medikal Bedah Penerapan Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan pada lansia Penerapan Keperawatan Kritis dan Gawat . 9. dan 3. 3. Menerapkan komunikasi Terapeutik 12. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 2. Menerspkan proses keperawatan Humanism 2. Holism. 5. 8. sMenggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 1. 6. 7. 1. 4. Mempertahankan Patient Safety 13. Menerapkan konsep Caring. 6. Melakukan Posedur Keperawatan dengan 11. 5.

8. 7. 2. restorative. 1. Penerapan Keperawatan Komunitas 13. preventif. Mengelola asuhan menggunakan pendekatan holistic. kuratif. Penerapan Keperawatan Keluarga 11. 16. Mengelola mutu dan resiko asuhan keperawatan 15. rehabilitatif. Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesehatan Kerja. Penerapan Keperawatan Home Care 12. UKS) 14. 8. promotif. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 3. consolation of the dying. 9. Aspek klien dengan Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler Askep klien dengan Gawat Darurat pada Shock dan Trauma Multisistem Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana Penerapan Keperawatan Kesehatan Jiwa 10. Menerapkan terapi modalitas keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer.Darurat 6. Menggunakan hak moral dalam pengambilan keputusan Menerapkan pendekatan etik dalam pengambilan keputusan Mempertimbangkan hak pasien dan keluarga dalam pelayanan kesehatan .

9.

Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas praktik

Self management of learning 1. Terlibat aktif dalam diskusi kasus klien 2. Aktif dalam kegiatan ilmiah Membaca artikel ilmiah keperawatan Mengikuti kursus, pelatihan tentang asuhan keperawatan. 4.

berkesinambungan dalam 3.

10. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP *) 11. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)

Menerapkan keterampilan-keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus) sesuai dengan tingkat usia di setiap tatanan pelayanan kesehatan. 1. Membahas secara ilmiah tentang kondisi klien dengan profesi lain. 2. Memberikan asupan dan saran kepada profesi lain terkait kondisi pasien. 1. Menerapkan terapi komplementer seperti massage, terapi sentuhan, pernapasan efektif, herbal.
2. Menerapkan terapi keperawatan holistic seperti

13. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *)

yoga pranayama, meditasi 1. Mengkaji situasi pelayanan / asuhan keperawatan. 2. Mengikuti alur penanganan pasien 3. Mengorganisasikan kegiatan layanan 4. Menerapkan pengelolaan kasus 5. Mengendalikan kualitas asuhan keperawatan 1. Mempertahankan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2. Melaksanakan kegiatan berdasarkan SOP 3. Menerapkan prinsip bekerja dengan benar dalam asuhan keperawatan 4. Memberikan tindakan keperawatan yang

diperlukan dalam mempertahankan K3 15. Mampu berkolaborasikan pelayanan keperawatan *) 1. Membahas tentang terapi klien dengan tim medik. 2. Mempertahankan kepentingan klien jika terdapat dilemma tentang terapi 3. Membahas tentang diet dan nilai2 lab yang relevan. 4. Mempertimbangkan kebutuhan gizi untuk 16. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 4. 3. 2.
1.

anak, klien dewasa, ibu hamil, dan masyarakat. Menerapkan dinamika kelompok (team building) Memberikan pengarahan pada bawahan atau anggota tim. Menggunakn gaya kepemimpinan yang sesuai untuk klien, keluarga, sejawat, dan masyarakat. Menggunakan pendekatan sistematis dalam mengelola konflik, memperkenalkan

17. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman

perubahan. 1. Berkomunikasi Profesional dan kaitanya dngan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 2. Berkomunikasi dalam konteks social dan keaneka ragaman Budaya serta Keyakinan 3. Mempertahankan K3 4. Berkolaborasi dengan sejawat, senior,atau profesi lain 1. Menerapkan pola komunikasi efektif untuk kepentingan keouasan pelanggan, dalam berkolaborasi dan kerja tim. 2. Membina hubungan kerja secara baik dengan pihak lain yang terkait.

18. Mampu menggunakan keterampilan interpersional yang efektif alam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif

19. Mampu merancang, melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mengidentifikasi fenomena klien dan lingkungan Menyusun rumsan masalah dan tujuan penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Malakukan pengumpulan data Menganilisis data Mendesiminasi dan publikasi hasil penelitian. Menyelesaikan masalah klien secara efektif dan efisien serta sistematis Menindak lanjut hasil dari penyelesaian masalah klien

20. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis, dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 22. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 23. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan 24. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif)

1. 2.

1.

Menggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan

2.

Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC atau lainnya)

1.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah keperawatan

2. Terlibat dalam diskusi tentang layanan

kesehatan dan keperawatan

1. 2.

Melakukan proses pembelajaran sepanjang hayat Mewujudkan perubahan yang positif untuk kepentingan klien, layanan, dan profesi

6 Penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. - Melakukan berkomunikasi efektif - Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan - Mengelola administrasi keperawatan - Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim - Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan - Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan dikomunitas - Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan - Mampu menjalin hubungan interpersonal - Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula Dilakukan untuk kegiatan : (24 sks-kurikulum inti) - Keperawatan Medikal Bedah (5 sks) - Keperawatan anak (2 sks) - Keperawatan jiwa (2 sks) - Keperawatan Maternitas (3 sks) - Keperawatan Kedarurat-gawatan (2 sks) - Keperawatan Komunitas / kelg (4 sks) - Keperawatan Gerontik (2 sks) - Penerapan manajemen kepr (2 sks) Beban studi yang dimuat dalam kurikulum ini adalah 60% (inti), sedangkan sisanya 20% materi isu global (dapat dimasukkan dalam beban studi MK KMB, Anak, atau lainnya) serta 20% penciri institusi dapat dimasukan kedalam MK yang ada atau membuat MK baru yang sesuai).

C Sesuai kebutuhan Semua wahana praktik yang digunakan harus dilandasi oleh kesepakatan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan. Pada pelaksanaan Tridarma kedua penelitian. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan proses belajar peserta didik di wahana praktik. meliputi kegiatan Tridarma. pembimbing akademik. presentasi kasus.Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat A. Pelaksanaan Tridarma ketiga yaitu pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan oleh pihak pendidikan bersama pelayanan dengan mengembangkan program-program pelatihan untuk para perawat. B. B. kegiatan ilmiah seperti diskusi kasus. Pengembangan model pendekatan pada pasien yang . tetapi juga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan layanan yang berkualitas sebagai hasil kontribusi dari peserta didik. seminar kecil tentang pasien atau ilmu dan teknologi kesehatan / keperawatan terkini. pihak pendidikan dan peserta didik mengidentifikasi fenomena pasien atau klinik yang terjadi dan harus segera dicari solusinya. dan keluarga pasien atau pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga. dan para preseptor / mentor. Kegiatan Tridarma dalam pendidikan dilaksanakan melalui pelibatan aktif kedua pihak dalam proses belajar peserta didik baik pemberian asuhan. B pendidikan dan wahana di komunitas RS tipe A. Setelah itu. Kemudian disusun dalam bentuk proposal penelitian atau proyek dengan melibatkan pihak pelayanan.. B pendidikan. Selain itu. pengumpulan data dilakukan untuk dianalisis oleh kedua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini. 7 Wahana praktik dan pencapaian kompetensi Kompetensi Utama Pendukung / isu global Lain2 (penciri institusi) Wahana praktik RS tipe A.

proses pembimbingan berlangsung lama sedangkan pada preceptoring berdurasi pendek dan pembimbingan diberikan secara intens. 2. . pada program mentoring. namun pada pelaksananaanya.2 Model bimbingan B. 4. Pelaksanaan stase lengkap diselesaikan dalam 3 semester.1 Preceptoring / mentoring Istilah preceptoring dan mentoring sering digunakan untuk maksud yang hampir sama (interchangeably). semester pertama program profesi dapat diintegrasikan kedalam semester VIII program pendidikan sarjana keperawatan. Sedangkan stase IX sd XI merupakan tambahan stase untuk mengakomodasi kompetensi pendukung dan lain2 apabila tidak dapat diintegrasikan kedalam 8 stase. Perbedaannya adalah. 5 8 III IV V VI VII VIII IX X XI __________________ ___________________ _____________ dst dst Semester 1 Semester 2 Semester 3 Matrix diatas merupakan contoh blok praktik. B.kemudian diterapkan secara terrencana dan sistematis dapat menjadi sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang bermakna dari pihak pendidikan kepada pihak pelayanan. 1 Komposisi stase : I U K 1. B. Stase I sd VIII merupakan kegiatan praktik mentoring / preseptoring untuk kurikulum inti program studi pendidikan profesi ners. 3 II U K 1. FASE PELAKSANAAN B.2.

Pada program pendidikan ners ini lebih sesuai dengan menggunakan istilah preseptor karena durasi hanya kurang lebih satu tahun dan berlangsung secara intensif. keberadaan preseptor juga untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. Peserta didik memiliki akontabilitas sendiri karena preseptor tidak memiliki akuntabilitas untuk mewakili peserta didik. tentu saja untuk mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stres yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya. Oleh karena itu.Model bimbingan ini merupakan sistem dan proses melimpahkan kewenangan secara bertahap dari para preseptor / mentor. sehingga dapat berfungsi sebagai praktisi yang akuntabel. . Tujuan ini dapat dicapai dengan membekali peserta didik suatu program “ ANTARA “ yang terstruktur dan mendukung sebagai jembatan menuju upaya menghasilkan praktisi yang handal dan kompeten terutama untuk mampu bekerja dalam situasi layanan yang bertingkat tinggi. Tujuannya adalah agar peserta didik menjadi dewasa dan matang dalam profesionalisme keperawatan sehingga ketika lulus mampu menjadi profesional sejati. Proses belajar merupakan proses dua arah.2 Presetee (peserta didik) Peserta didik harus merupakan seseorang yang telah dibekali dengan kompetensi yang diperlukan dan mahir untuk menjalankannya. Yang terakhir. B. Disamping itu. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat.2. Sebaliknya. semua peserta didik yang akan berperan sebagai preseptee adalah individu yang baru akan memasuki dunia nyata dan memerlukan bimbingan namun telah memiliki seluruh kompetensi yang diperlukan Kebutuahan akan preseptor terjadi karena upaya untuk mempertahankan layanan pasien yang berkualitas dan keberadaan peserta didik tidak merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan.

Merupakan model peran ners yang baik dan layak dicontoh karena sikap.2.19/2005 tentang standar nasional pendidikan. Preseptor atau mentor pada pendidikan ners ini seharusnya berpendidikan lebih tinggi dari peserta didik (PP no. kemampuan profesionalnya diatas rata-rata. perilaku. B. keberadaan seseorang yang bertindak sebagai pembimbing dan preseptor bukan hanya memberikan bimbingan tetapi juga melimpahkan sebagaian kewenangan yang dimilikinya dalam memberikan asuhan klien kepada peserta didik. menginspirasi. serta bersikap dan bertindak sebagai “ model peran “ untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu pemula dalam periode tertentu dengan tujuan tertentu mensosialisasikan pemula kedalam peran baru sebagai profesional” B. Telah berpengalaman minimal 2 tahun berturut-turut ditempatnya bekerja dimana ybs ditunjuk sebagai preseptor / mentor sehingga dapat membimbing peserta didik dengan baik.3 Definisi tentang preseptor : Preseptor / mentor dapat merupakan seorang dosen yang ditempatkan di tatanan klinik atau perawat senior yang bekerja ditatanan layanan dan ditetapkan sebagai preseptor. proses mempelajari suatu kompetensi sudah diminimalisasi. pasal 36 ayat 1).Pada program preseptoring / mentoring. 3.4 Kriteria preseptor / mentor 1. Memiliki sertifikat kompetensi sesuai keahlian dibidangnya (PP no. dan ketrampilan kedalam tatanan nyata dengan subyek klien nyata / riil bukan pasien simulasi. 5. Oleh karena itu. 2. 4. teori. Ia harus seorang ahli atau berpengalaman dalam memberiakan pelatihan dan pengalaman praktik kepada peserta didik. biasanya seorang perawat praktisi yang bekerja dan berpengalaman di suatu area keperawatan tertentu. sikap. yang mampu mengajarkan. pasal 31 ayat 3 dan pasal 36 ayat 1). sebaliknya pada pendidikan ini difokuskan pada penerapan pengetahuan. konsep. minimal merupakan seorang ners tercatat (STR) / memiliki lisensi (SIP/SIK) yang berpengalaman klinik minimal 5 tahun. 19/2005. memberikan konseling. Telah mengikuti pelatihan pendidik klinik yang memahami tentang kebutuhan .2.

Berperan sebagai narasumber dalam memberikan dukungan personal dan profesional kepada peserta didik. Membantu peserta didik dalam mengkaji. Cukup mengenali dan terbiasa dengan teori dan praktik terkini.2.6.6 Tugas pokok preseptor / mentor melalui silabus / Course Study Guide / modul praktik dari institusi pendidikan. Memperlihatkan komitmen tinggi untuk membimbing peserta didik selama proses belajar klinik berlangsung. Kompeten dan percaya diri dalam peran sebagai preseptor / mentor. memvalidasi. Cukup berpengalaman dan kompeten untuk membantu peserta didik menerapkan pengetahuan teoritis kedalam praktik.2.5 Kemampuan preseptor / mentor • • • • • • • • • • • Berkomunikasi secara baik dan benar. Model peran profesional. Preseptor / mentor mengidentifikasi kebutuhan belajar klinik peserta didik B. perencanaan kegiatan dan cara mengevaluasinya. Membantu menyelesaikan masalah yang bersifat transisi peran dari peserta didik menjadi ners kompeten yang dihadapi oleh peserta didik. Pendengar yang baik dan mampu menyelesaikan masalah. Peserta didik akan dukungan. Berkeinginan memberikan waktu yang cukup untuk peserta didik. . B. Memberikan umpan balik secara terus menerus dan periodik pada peserta didik terkait kemajuan atau kelemahan peserta didik selama belajar diklinik. Menyelesaikan masalah. serta mencatat pencampaian kompetensi klinik peserta didik. • • • • • • Bersama peserta didik memformulasikan tujuan belajar untuk menjembatani masalah transisional tersebut diatas. Tanggap terhadap kebutuhan dan ketidak-berpengalaman peserta didik. membantu membuat keputusan dan menumbuhkan akuntabilitas peserta didik selama proses belajar. Memfasilitasi sosialisasi profesional peserta didik kedalam peran profesi ners peserta didik. upaya pencapaian tujuan.

8. salah memberikan obat. seperti berikut : 1. Menjalani latihan yang diadakan oleh institusi pendidikan bekerjasama dengan RS selama 2 hari. . 2. Kedudukan dan posisi preseptor dan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan program mentoring / preseptoring a. untuk : • Mendiskusikan peran preseptor dan harapan peserta didik . dll. 5.Melakukan pertemuan formal dengan preseptor dan manajer ruang rawat.7 Metode pembelajaran peserta didik Beberapa metode pembelajaran peserta didik diinisiasi dan fasilitasi oleh preceptor / mentor di setiap stase. Persiapan sebelum melakukan program preseptor Setiap peserta didik yang ditempatkan di RS tertentu sebagai wahana praktik harus menjalani beberapa hal yang merupakan kegiatan wajib yaitu : Melakukan kegiatan orientasi RS dan ruang rawat dan menerima buku pedoman preseptorship dan program kegiatannya.2. Sifat layanan yang diberikan. B.B. Memberi waktu pada peserta didik untuk mendalami ruang rawat dan kliennya pada saat orientasi. 4. Aturan dan ketentuan apabila menghadapi situasi tidak diharapkan seperti klien jatuh. kebakaran. meliputi : - Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preseptor Diskusi kasus Seminar kecil tentang kasus atau IPTEK kesehatan atau keperawatan terkini Pendelegasian kewenangan bertahap (lampiran 1) Problem Sorving for Better Health (PSBH) Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan Laporan kasus dan overan dinas - Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan pencapaian kompetensi dan lama waktu program preseptoring sudah berlangsung. Jenis dan kriteria pasien yang dirawat.2. 3. Kebijakan yang berlaku di RS dan ruang rawat dimana peserta didik ditempatkan. Pelatihan informal ini meliputi diseminasi informasi terkait berbagai hal.

menghadiri pertemuan tim asuhan. Pelaksanaan kegiatan program preseptorship Sebelum peserta didik memulai kegiatan praktiknya. kualifikasi preseptor dan kemampuan belajar Menetapkan jumlah jam tatap muka untuk berdiskusi antara preseptor dan peserta didik Menetapkan kesepakatan periode dan tanggal evaluasi / review peserta didik Menyepakati kontrak belajar b. mengantarkan dimana peserta didik ditempatkan. Memperkenalkan secara extensive pada komunitas klien yang berada di ruangan dimana peserta didik ditempatkan. Mengikuti preseptor dalam mengkaji klie. mengoperasionalkan komputer. Preseptor / mentor harus memahami karakteristik setiap peserta didik agar ketika melimpahkan sebagian kewenangan yang dimilikinya tidak menyama – ratakan tingkat kemampuan menjalankan kompetensi dari masing – masing peserta didik. c.• • • • • Berbagi informasi tentang tujuan dan luaran proses belajar peserta didik Berdasarkan pengalaman lalu. manajer ruangan memberikan kepada setiap preseptor / mentor beberapa kasus klien dengan berbagai tingkat ketergantungan dan tingkat kebutuhan dasar yang berbeda. Lazimnya. setiap preseptor / mentor memiliki 4 sd 6 klien yang menjadi tanggung jawabnya. untuk menyakini bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan melaksanakan prosedur sesuai dengan tingkat kemahiran ketrampilan . Secara teratur menghadiri pertemuan dengan perawat ruangan ketika diadakan diskusi kasus. Pelimpahan kewenagan dilakukan bertahap melalui : Pemberian tugas prosedural. mendokumentasikan. walaupun ia harus memiliki asumsi bahwa setiap peserta didik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang ners dan telah lulus uji masuk klinik. Setiap preseptor / mentor memiliki 2 sampai dengan 3 orang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Mendengarkan ners spesialis atau konsultan ketika memberikan ceramah atau pencerahan perawat.

kesalahan yang . maka ia tidak diperkenankan menerima pendelegasian berikutnya sampai ia dianggap sudah mampu untuk menerima kewenangan pada tingkat berikutnya. meminta saran. Pelimpahan kewenangan melaporkan lisan ditumbuh kembangkan dari awal sejak peserta didikmenjalani program internship. dan critical indence report book untuk mencatat setiap kejadian yang dianggap luar biasa baik atau jelek. Pelimpahan kewenangan prosedural dapat diberikan selama minggu pertama dan maksimal sampai minggu kedua.format penilaian proses belajar.masing sesuai dengan kmpetensi dan kewenangan yang harus diperolehnya melalui klien masing2. seminar kecil diruangan masing. respon klien. Pemberian klien secara utuh untuk diberikan asuhan oleh peserta didik dimulai dengan klien yang memiliki tingkat ketergantungan yang paling rendah (misal . Pelimpahan kewenangan memberikan asuhan dengan tingkat ketergantungan yang paling rendah ini dapat diberikan selama minggu kedua atau maksimal minggu ketiga.masing sehingga setiap peserta didik mengetahui kemana harus pergi jika mau bertanya. Peserta didik difasilitasi untuk melakukan presentasi. melaporkan. Setiap preseptor/ mentor memiliki catatan riwayat proses pembelajaran peserta didik.yang diharapkan. Setiap peserta didik tidak selalu harus memiliki klien dengan jenis ketergantungan yang sama. Kemudian secara bertahap diberikan klien dengan tingkatan ketergantungan lebih tinggi. Hal lain yang harus diperhatikan pada program preseptoring / mentoring. Peserta didik mengikuti jadwal dinas dari mentor / preseptornya masing. diskusi kasus. dan mendiskusikan hal-hal tentang kliennya. dan hasil tindakan untuk kemudian dievaluasi oleh preseptor / mentor. mandiri). Kewenangan melaporkan lisan kemudian secara bertahap dilanjutkan dengan melaporkan tertulis dalam bentuk menulis laporan di kartu pasien / kardex dan selalu ditanda tangani oleh preseptor / mentor berdampingan dengan tanda tangan peserta didik.apabila peserta didik dinilai belum mampu menerima pendelegasian kewenangan pada tingkat yang lebih sulit. peserta didik diminta untuk selalu melaporkan secara lisan tentang cara melakukan. Preseptor / mentor harus memahami dan meyakini kemampuan peserta didik dalam menerima kewenangan. d. Setiap setelah melakukan tindakan prosedural atau asuhan.

kemampuan mempertahankan lingkungan bekerja yang sehat. ekualitas dan perbedaan. Kompetensi itu adalah berkomunikasi. Namun. kemampuan melakukan secara berkualitas. kemampuan mengembangkan diri dan orang lain (kliaen). aman dan keselamatan. . meningkatkan layanan. Sebelum berpindah ruang rawat / blok / stase. apabila peserta didik sudah memperoleh kewenangan secara utuh dan menyeluruh terkait klien yang telah didilegasikan. Preseptor melakukan penilaian kegiatan peserta didik pertengahan proses belajar dan di akhir proses belajar di suatu ruang rawat. Pencapaian kompetensi berkomunikasi berbahaa Inggris dilakukan dengan memfalisitasi peserta didik untuk melakukan komunikasi berbahasa Inggris baik ketika presentasi. ada beberapa kompetensi ambahan yang harus juga dipertimbangkan untuk dimiliki oleh peserta didik karena ybs akan menjadi praktisi.dibuat peserta didik atau kelemahan peserta didik yang mengakibatkan kecelakaan pada diri sendiri. maka tanggung jawab dan tanggung gugat secara internal ruangan telah dimiliki oleh peserta didik. B. case test/ uji kasus) Student Oral Case Analyses ( SOCA) Critical incindence report Dalam proses belajar. 3 Evaluasi kompetensi Setiap kompetensi dievaluasi melalui beberapa cara yaitu : - Log book Laporan pada preseptor / mentor Proses pelaporan pada dinas berikut Format evaluasi resmi dari pendidikan (direct observasional procedure skills test. maka dilakukan penilaian / umpan balik tentang peran preseptor oleh peseta didik. atau orang lain. maka tanggung jawab dan tanggung gugat tentang klien tetep berada pada mentor / preseptor. klien. diskusi kasus atau seminar kecil. Selama preseptor / mentor melimpahkan sebagian kewenangan tentang asuhan klien kepada peserta didik. Disamping itu. fokus penekanan penguasaan kompetensi ini adalah melalui - - pendelegasian kewenangan.

Ketika peserta didik program profesi dinyatak lulus maka ia diberi sebutan Ners dan kemudian memiliki hak untuk mendapatkan Surat Tanda Regristasi (STR). .Evaluasi kompetensi untuk menetapkan kelulusan dari Program Studi dilakukan dalam bentuk uji kompetensi sebelum yudisium. Namun. maka seyogya yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mendapatkan remedial dan diuji kembali setelah program remedial selesai. jika ternyata peserta didik tidak lulus.

Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang merupakan satu – satunya wadah bagi penyelenggara pendidikan Ners di Indonesia serta merupakan representasi dari institusi pendidikan keperawatan Indonesia secara terus menerus mengupdate kurikulum yang ada. kurikulum penciri institusi (unggulan) 20% dan kurikulum global 20%. di telaah dan ditata kembali agar institusi pendidikan berjalan dengan sehat. oleh karena itu bagian yang sangat vital ini perlu terus di kaji. dan sesuai tujuan yang diharapkan dengan senatiasa menyesuaikan perkembangan IPTEK sehingga lulusan pendidikan profesi Ners memiliki kemampuan memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. Semenjak adanya himbauan dan tuntutan dari pemerintah tentang penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disetiap satuan pendidikan maka AIPNI terus menerus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan KBK tersebut. Tujuannya adalah agar ketatalaksanaan. dan dampak dari penyelenggaraan pendidikan tersebut dapat optimal. Harapan kami dengan adanya buku Implementasi Kurikulum KBK Program Pendidikan Ners maka dapat memandu setiap institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dapat melaksanakan pembelajaran dengan baim dan benar sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi maksimal dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan keperawatan di masyarakat. Kesepakatan bersama dengan seluruh anggota dalam menyusun dan mengimplementasikan isi kurikulum KBK program pendidikan ners adalah kurikulum inti sebanyak 60%. .PENUTUP 8 Kurikulum adalah jantung penyelenggara pendidikan. Hingga saat ini kurikulum tersebut telah digunakan secara luas oleh Institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dan di sempurnakan kembali tahun 2010 ini dengan sebutan Kurikulum Pendidikan Ners. keterlaksanaan. AIPNI telah menyusun rancangan buku kurikulum berbasis kompetensi pendidikan sarjana keperawatan tahun 2006 dan telah di sempurnaan untuk digunakan pada tahun 2008.

(2002). . in Kramer.DAFTAR PUSTAKA Morrow. (1993). Preceptorship ploicy : a tool for success. 274-276 NMC. B. Jounal of Continuing Education in Nursing. (1984). K. 24 (6). & Oermann. New York : Springer Publishing Company. M.London : NMC Gaberson. M.H. Supporting nurse and midwives through lifelong learning.(1999) Clinical Teaching Strategies in Nursing Teaching of nursing. K. Preceptorship in nursing staff development..

Berikut ini dijelaskan tahapan pendelegasian kewenangan yang sifatnya sangat flexibel dan individual dimana peserta didik yang dianggap tidak dipaksakan untuk menerima pendelegasian tersebut. Waktu /mggu 1–2 2–3 dst Komponen pendelegasian kewenangan asuhan klien pada setiap stase Tindakan Ketergantungan prosedural mandiri Ketergantungan minimal Ketergantunga n sedang Ketergantun gan tinggi .Lampiran 1 TATA KELOLA PENDELEGASIAN KEWENANGAN DARI PRESEPTOR KEPADA PESERTA DIDIK Pendelegasian kewenangan dari preseptor kepada peserta didik merupakan fokus dari proses belajar sehingga kegiatan belajar diarahkan pada penumbuh kembangan peserta didik untuk menjadi ners profesional.