P. 1
Kurikulum Aipni

Kurikulum Aipni

|Views: 1,877|Likes:
Published by king_arejuna
Kurikulum KBK
Kurikulum KBK

More info:

Published by: king_arejuna on Oct 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi dunia berdampak secara langsung terhadap sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, sehingga tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan semakin meningkat, baik di tatanan klinik maupun di komunitas. Mutu pelayanan kesehatan yang diberikan harus terjamin aman, tidak beresiko, dan dapat memberikan kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi standar mutu internasional, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan klien berserta keluarganya. Perawat dituntut untuk tampil professional yang memberikan asuhan keperawatan serta mampu menjalin kerjasamadengan berbagai pihak agar pelayanan yang diberikan dilakukan secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan dasar, meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio dan spiritual klien. Penyelenggaraan layanan keperawatan didasarkan pada kewenangan yang diberikan karena keahlian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Kesehatan no. 36 tahun 2009. Praktik keperawatan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam berbagai penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan, registrasi, sertifikasi, akreditasi, dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum Pendidikan Ners terdiri dari kurikulum tahap akademik dan kurikulum profesi yang menyatu sebagai satu kesatuan utuhdisusun setelah mempertimbangkan bahwa Kurikulm berbasis kompetensi (KBK) pendidikan Sarjana Keperawatan (2008) yang terpisah dengan KBK profesi akan dapat menimbulkan dampak yang tidak diiginkan sebagai akibat tenaga yang dihasilkan
AIPNI Page 1

pada tingkat sarjana belum memiliki kewenangan untuk melakukan praktik keperawatan. Terwujudnya KBK pendidikan ners adalaha merupakan konsekwensi terhadap Kurikulum Inti Program Pendidikan Ners (Sarjana Keperawatan dan Ners) yang disahkan pada tahun 1998 dan diberlakukan pada tahun 1999 dan tidak sesuai dengan perkembangan global. Dampak globalisasi, keterbukaan, rasionalisasi berfikir, dan budaya kompetisi / persaingan akhir-akhir ini telah mempengaruhi dunia pendidikan. Globalisasi akhirnya berdampak juga terhadap pendidikan keperawatan. Saat ini tuntutan terhadap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/keperawatan semaikn canggih, dan selain itu persyaratan dunia kerja semakin menuntut tenaga keperawatan yang kompeten, sehingga dunia pendidikan keperawatan harus mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk mampu berkompetisi baik nasional maupun global. Untuk mengantisipasi perkembangan global tersebut telah diadakan perubahanperubahan yang bersifat inovasi, reorientasi, reformasi di dalam penyusunan kurikulum Pendidikan Ners. Penyusunan kurikulum ini merujuk kepada misi Diknas unutk menciptakan Insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, dan komprehensif serta berakhlak mulia dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), dan tuntutan dari organisasi profesi. Kurikulum yang disusn menitik beratkan kepada proses pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa (student centered learning) dan beroerientasi kepada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan, sehingga kurikulum yang disusun adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang berstandar nasional maupun internasional. Penyusunan kurikulum tahun 2010 berlandaskan kepada peraturan-peraturan terkini yang ada di pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan, dan tuntutan dari organisasi profesi yang mengharapkan lulusan berstandar internasional. Secara nasional, aturan-aturan yang tertuang pada SK Mendiknas No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar SK Mendiknas No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, dan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 20 (3)
AIPNI Page 2

bahwa Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan.atau vokasi; PP RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP RI No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan, pasal 85 (3) bahwa Pendidikan tinggi dapat menyelenggarakan program diploma pada pendidikan vokasi, sarjaan, magister dan doktor pada pendidikan akademik dan spesialis dan atau profesi pada pendidikan profesi. Semua peraturan diatas menjadi pedoman umum penyusunan kurikulum Pendidikan Ners ini. Penyusunan materi berdasarkan hasil analisis dan studi banding keberbagai institusi penyelenggara pendidikan yang ada di luar negeri, bekerja sama dengan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Disamping itu, tuntutan dari stakeholder : masyarakat, rumah sakit, puskesmas, departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya terhadap tampilan perawat professional, digunakan oleh penyusun kurikulm sebagai landasan pengembangan profil Ners di masyarakat. Berdasarkan pertimbangan di atas dilaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya perbaikan kurikulum. Kegiatan dimulai di Jakarta pada tanggal 8 - 10 Oktober 2003 dengan hasil tersusunnya standar kompetensi perawat professional (ners). Selanjutnya kegiatan di Yogyakarta pada tanggal 22 - 24 Juli 2003, menghasilkan draft tentang penyelenggara pendidikan ners yang berkualitas menghasilkan ners yang kompeten. Kegiatan ke tiga di Malang pada tanggal 11-13 Maret menghasilkan kompetensi lulusan pendidikan DIII dan Ners. Pada tanggal 23-24 April 2004 di Jakarta membahas Sisdiknas dan implikasinya terhadap pendidikan tinggi keperawatan. Pada tanggal 23-25 Agustus 2004 di Makassar di bahas konsep LRAISE kualitas pendidikan Ners. Di Bandung pada tanggal 20-23 November 2005 membahas kesiapan institusi pendidikan ners untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di era global. Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 4-6 Mei 2006 dilaksanakan lokakarya Nasional AIPNI dan PPNI di Jakarta dengan agenda susunan kurikulum pendidikan Ners. Kegiatan lokakarya KBK bekerja sama dengan Tim KBK DIKTI Depdiknas telah dilaksanakan pada 20-23 Pebruari 2007 di Jakarta, selanjutnya dilaksanakan
AIPNI Page 3

kegiatan serupa dan pelatihan-pelatihan lainnya secara teratur dan berkesinambungan selama lebih dari dua tahun agar tersusun standar pendidikan utama dengan kemampuan minimal yang harus dicapai, baik hard skills maupun soft skills oleh Ners di Indonesia. Kompetensi yang harus dimiliki lulusan terdiri atas kompetensi hard skills dan soft skills. Kompetensi hard skills terkait penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan tehnis yang berhubungan dengan bidang ilmu keperawatan, sedangkan kompetensi sof skills yang harus dimiliki oleh seorang Ners adalah : tanggung jawab dan tanggung gugat, empati, berfikir kritis, disiplin, leadership (kepemimpinan), kreatif dan inovatif, inisiatif, komunikatif, dapat bekerja dalam tim, antusias, bersikap asertif, dapat mengambil keputusan dalam asuhan keperawatan, tanggap, ikhlas, teliti, percaya diri, berperilaku etis, mampu memecahkan permasalah keperawatan, mempunyai jiwa entrepreneurship, menghargai hasil karya orang lain, altruistik, lifelong, learning, conscience, dan mampu mengambil resiko (risk taking), dibawah bimbingan preceptor/mentor. Berdasarkan latar belakang di atas dan berbagi kegiatan yang telah dilaksanakan, tersusunlah kurikulum inti Pendidikan Ners berbasis kompetensi tahun 2010 yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum di berbagai institusi penyelenggara pendidikan Ners di seluruh Indonesia, dengan tahapan dan langkah yang diharapkan dapat menjamin kualitas lulusan sehingga mampu berkompetisi secara global. B. Tujuan Kurikulum ini disusun dengan tujuan memberikan pedoman dalam penyelenggaraan program pendidikan ners dengan pendekatan kurikulum berbasis kompetisi. Tujuan lain adalah untuk mengarahkan upaya para penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang benar untuk dapat menghasilkan ners yang cerdas, kompetitif dan komprehensif.

2
AIPNI

KERANGKA KONSEP PROGRAM PENDIDIKAN NERS

Page 4

manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pelayanan kesehatan dengan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang 1945. Bertolak dari pandangan ini keperawatan meyakini paradigmadengan empat konsep dasar yaitu manusia. Manusia beroerientasi kepada waktu. dan spirit yang salinbg berpengaruh. bernalar. dan keperawatan sebagai pelayanan professional yang akan mempengaruhi isi kurikulum dan pendekatan utama dalam proses pembelajaran. psikologis. spiritual. a. sehat dan keperawatan. Untuk dapat melangsungkan kehidupannya. kapasitas berfikir. Falsafah Keperawatan Dalam keperawatan. Manusia mempunyai siklus kehidupan meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan. mind. berkomunikasi. sosial. Landasan tumbuh kembang kemampuan ini merupakan kerangka konsep pendidikan yang meliputi falsafah keperawatan sebagai profesi.Pendidikan Ners merupakan pendidikan akademik-profesional dengan proses pembelajran yang menekankan pada tumbuh kembang kemampuan mahasiswa untuk menjadi seorangn ilmuwan pemula dan tenaga professional. lingkungan. mengembangkan budaya dan nilai-nilai. 1. selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan lingkungannya dan bersepon secara positifterhadap perubahan lingkungan melalui adaptasi dan memperbesar potensi untuk meningkatkan kapasitas kemampuannya. mampu berjuang untuk mencapai tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri. belajar. AIPNI Page 5 . kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang mencakup biopsikososio-spritual-kultural. dan kultural. kemampuan mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan berbagai mekanisme yang dibawa sejak lahir maupun didapat pada dasarnya bersifat biologis. Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminkan tiga komponen body.

jenis kelamin. biologic. factor genetic. Lingkungan eksternal antara lain terdiri dari masyarakat. Lingkungan eksternal juga diartikan juga sebagai lingkungan masyarakat yang berarti: kumpulan individu yang terbentuk karena interaksi antar manusia. emosi (psikologis). keluarga. budaya dan aspek spiritual yang dinamis. Masyarakat adalah sistem social dimana semua orang berusaha untuk saling membantu dan saling melindungi agar kepentingan bersama dalam hubungannya dengan lingkungan dapat mencapai tingkat pemenuhan kebutuhan dasar secara optimal. c. mempunya tujuan dan sistem nilai serta berada dalam suatu hubungan yang bersifat saling bergantung yang terorganisir. kultural dan spiritual. kelompok dan komunitas yang selalau dapat berubah untuk mencapai keseimbangan terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi .Manusia selalau mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui serangkaian peristiwa antara lain belajar. dan predisposisi terhadap penyakit serta faktor perilaku. Sehat Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat diartikan sebagai keadaan sejahtera fisik. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia mencakup lingkungan fisik. menggali serta menggunakan sumbersumber yang diperlukan sesuai dengan potensi. maturasi biologi. b. Dengan demikian manusia dalam keperawatannya menjadi sasaran pelayanan keperawatan yang disebut klien mencakup individu. sosial. sosial dan tidak hanya terbebas dari AIPNI Page 6 . untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. keterbatasannya. mental. Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan secara dinamis dan mempunyai kemampuan berspon terhadap lingkungan yang akan mempengaruhi derajat kesehatannya. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasaal dari dalam manusia itu sendiri mencakup. Lingkungan Lingkungan dalam keperawatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal.

berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan kesehantan dan pendidikan. ditujukan kepada individu. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya-upaya promotif. dan kuratif. komunitas dan tingkat masyarakat. Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan. mendefinisikan: “keperawatan sebagai suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. ditujukan kepada AIPNI Page 7 . memberikan lingkungan yang aman. 1. baik secara fisik. d. di dasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cia bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan masyarakat sejak fertilisasi samapai akhir hayat. Keperawatan Sebagai Profesi Pada lokakarya Nasional (1983) yang merupakan awal diterimanya profesionalisme keperawatan di Indonesia. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Kesehatan adalah keadaan sehat. Sehat ditentukan oleh kemampuan individu. spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi sesuai Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. preventif. keluarga. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi pada klien. kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistic serta kemampuan untuk menggerakkan energi serta sumber-sumber yang tersedia dalam mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. Sehat dilihat dari berbagai tingkat yaitu tingkat individu. mental. keluarga. memberi asuhan kepada orang sakit. meningkatkan kemampuan professional melalui penelitian dan menggunakan hasil penelitian. dan yang mengalami ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan bermartabat. Keperawatan Keperawatan adalah bentuk layanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. mencegah sakit. kelompok. kelluarga. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan.penyakit atau kelemahan.

or knowledge. keterbatasan pengetahuan. Nursing is a la learn profession that both a science and art” Selanjutnya Henderson (1978) menyatakan bahwa : “Nursing is primarily assisting the individual (sick or well) in the performance of those activities contributing to health. caring for rehabilitating the sick and disable. or knowledge. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia”. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. menggunakan pendekatan holistik. in the performance of those activities contributing to health or its recovery or to a peaceful death that the would perform unaided if he had the strength. serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut diperjelas dengan pandangan berbagai pakar keilmuan keperawatan tentang pengertian keperawatan antara lain sebagai berikut : Virginia Handerson (1960) mendefinisikan keperawatan secara fungsional sebagai berikut. it is also a science” Martha E Roger (1970) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut . “Nursing encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages. “The unique function of the nurse is to assist the individual. suatu bentuk pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic. preventing illness. It is likewisethe unique contributing of nursing to help the individual to be independent of such assistance as soon as possible” International Council of Nurses (2007) mendefinisikan. families. or is recoveryao to a peacefull death that he would perform unaided if he had the necessary strength. sick or well. This unique function of the nurse is a helping art.individu keluarga dan masyarakat. will. dilaksanakan berdsarkan ilmu dan kiat keperawatan. mendahulukan kepentingan kesehatan klien diatas kepentingannya sendiri. “Nursing is humanistic science dedicated to compassionate concern for maintining and promoting health. serta kurangnya kemuauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. groups AIPNI Page 8 . Keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan.

prevention of illness. Pelayanan keperawatan kepada klien dilaksanakan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan baik di klinik maupun di komunitas. keperawatan memiliki sifat unik dan berbeda dengan profesi kesehatan lainnya. Demikian pula. research. Para professional terikat dengan pekerjaan seumur hidup yang merupakan penghasilan sumber utama. mencakup pelayanan/asuhan keperawatan primer. Nursing includes the promotion of health. AIPNI Page 9 . Rujukan keperawatan dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketenagaan dan fasilitas kesehatan/keperawatan yang ada baik rujukan keperawatan yang bersifat inter institusi pelayanan kesehatan. sick or well and in all setting. Inti dari perbedaan ini adalah keyakinan bahwa profesi keperawatan melibatkan aspek kemanusiaan mendalam dan hakiki. disable and drying people. Advocacy. sekunder. Dengan demikian. Sebagai pelayanan professional. sebagai profesi. and the care of ill. 2.and communities. promotion of safe environment. Keperawatan sebagai Pelayanan Profesional Sifat dan hakikat pelayanan/asuhan keperawatan bertujuan untuk tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal. berbagai sifat pelayana/asuhan keperawatan baik yang bersifat saling bergantung antara pelayanan/asuhan professional (interpenden). Berbagai jenjang pelayanan/asuhan keperawatan harus dikembangkan. keperawatan mempunyai karakteristik sebagai berikut (Schein E H 1972) : a. maupun pelayana/asuhan yang bersifat mandiri (independen) dapat dilaksanakan sesuai dengan hakikat keperawatan sebagai profesi. and education are also key nursing roles” Tingkat pemahaman tentang keperawatan sebagai profesi akan tercermin antara lain pada langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan dan pembinaan pelayanan/asuhan keperawatan kepada masyarakat. participation in shaping health policy and in patient and health sistem management. dan tersier.

Lebih mengetahui apa yang baik untuk klien dari pada klien sendiri. j. h. Membentuk perkumpulan profesi yang menetapkan criteria penerimaan. Disamping itu juga berlandaskan pada aspek etik dan legal profesi. dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya. d. Berdasarkan hal diatas maka layanan yang diberikan oleh profesi keperawatan bersifat menyeluruh. Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahlian dan pengetahuan mereka dianggap khusus. unik. Konsep yang menjadi landasan dan akan mempengaruhi isi kurikulum Program pendidikan ners dikembangkan berlandaskan pada kegiatan dan proses pendidikan berbasis kompetensi dengan harapan menghasilkan ners yang memiliki pengetahuan. 3. jalur karier dalam profesi dan batasan kewenangan profesi. Berorientasi kepada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien. serta menguasai IPTEK agat AIPNI Page 10 . f. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. Memiliki kelompok ilmu pengetahuan yang mantap dan kokoh serta ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan dan latihan yang lama.b. i. Mempunyai motivasi kuata atau penggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya. sikap dan perilaku professional. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. perizinan atau ujian masuk formal. e. Pelayanan yang diberikan kepada klien didasarkan pada kebutuhan objektif klien. dan individual melalui berbagai peran sebagai anggota profesi dan mengacu pada berbagai dan teori tentang manusia dan kemanusiaan serta kemandirian dalam mempertahankan etika dan standar profesi. mempunyai otonom dalam mempertimbangkan tindakannya. g. c. standar pendidikan.

anatara yang baik dari yang buruk. pola dan arti dalam pengasuhan yang berhubungan dengan ekspresi terhadap pelayanan kesehatan kepada klien antara ners sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan. d. Paradigma Keperawatan Paradigma keperawatan sebagai keyakinan dan cara pandang berbagai konsep penting yang mendasari keperawatan. hubungan yang AIPNI Page 11 . Hal ini menjadi dasar pemikiran bahwa setiap klien itu adalah individu yang unik. Cultural care diversity mengacu pada keberagamandan/atau perbedaan dalam gaya hidup.dapat memenuhi kebutuhan pasien dan menjamin pelayanan aman serta akuntabel. Etika Keperawatan Etika adalah suatu prinsip dan metode yang sistematik untuk membedakan antara yang benar dari yang salah. Peran utama tim kesehatan adalah memfasilitasi untuk memberdayakan potensi internal klien. Dengan demikian. Konsep etika keperawatan meliputi praktik keperawatan yang berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif mengenai tanggung jawab dan kewajiban ners terhadap klien. Keberagaman Budaya Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Hubungan professional ners dank lien didsarkan pada pemahaman bahwa klien adalah orang yang paling tepat untuk membuat keputusan. Budaya. dan perbedaan ekonomi menjadi dasar untuk penetapan keputusan terkait dengan masalah etik. serta symbol. agama / kepercayaan. Konsep yang menjadi landasan dan mempengaruhi isi dari kurikulum adalah: a. b. Hubungan Ners – Klien Hubungan ners-klien adalah suatu hubungan interpersonal yang professional dan terpeutik dengan tujuan memnuhi kebutuhan klien. Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bagaimana selayaknya setiap lulusan pendidikan ners memahami paradigma sebagai pedoman dan pendekatan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pihak yang membutuhkan. kepercayaan yang dianut. teknologi. seorang ners haruslah memperhatikan aspek keberagamaan budaya. c.

tingkat spiritual dan keyakinan terhadap aspek yang lebih tinggi dan yang diyakini telah menghidupinya. Proses keperawatan merupakan salah satu metode pendekatan dalam penyelesaian masalah secara ilmiah. Pendekatan Utama dalam Proses Pembelajaran Untuk mencapai tujuan kurikuler. Menyelesaikan Masalah secara Ilmiah Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah (scientific problem solving) pada peserta didik ditumbuhkan dan dibina sejak dini melalui rangkaian berbagai bentuk pengalaman pembelajaran secara terintegrasi. menetapkan diagnosa keperawatan. Hal ini merupakan landasan utama untuk menumbuhkan dan membina kemampuan memahmi dan menerapkan proses keperawatan yang merupakan metode utama yang digunakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan. dan (d) Berorientasi ke masa depan. melaksanakan tindakan keperawatan. maka lulusan nantinya dapat memberikan pelayanan yanglwbih manusiawi dengan selalu memperhitungkan harga diri dan martabat klien. e. budaya. Diharapkan. 4. a. melalui proses pembelajaran menghadapi klien dengan sikap dan perilaku caring. diperlukan beberapa pendekatan utama dalam proses pembelajaran yaitu : (a) Menyelesaikan masalah secara ilmiah (b) Pembelajaran berfokus pada peserta didik (c) Berorientasi pada kebutuhan masyarakat. psikologis. Caring (Pengasuhan) Caring adalah proses interpersonal yang menunjukkan pola atau bentuk yang berhubungan dengan oranng lain dalam memfasilitasi perkembangn seseorang. merencanakan tindakan keperawatan.terjadi haruslah menguntungkan klien dan tidak memiliki efek yang negatif bagi klien. Sudut pandang peserta didik dilatih dan ditumbuhkan untuk menjadi lebih luas dalam memahami klien bukan hanya sekedar individu unik namun juga individu yang memiliki variasi individualitas secara fisik. yang mulai dari pengkajian. Tema konseptual caring ini mengandung tingkat pemahaman peserta didik selam proses pendidikan terhadap keberadaan klien yang sedang mengalami satu atau beberapa masalahkesehatan. AIPNI Page 12 .

Disamping itu ia terlatih dalam menyelesaikan masalah keperawatan yang dihadapi klien. melakukan sosialisasi professional. ditumbuhkan dan dibina sepanjang proses pendidikannya melalu berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat. penalaran ilmiah.sampai dengan evaluasi dan menetapkan tindak lanjut. perkembangan IPTEK. mengambil keputusan klinik. c. Berbagai bentuk pengalaman belajar dirangkai dan dilaksanakan secara terarah sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan belajar secara terus menerus sesuai asas belajar sepanjang hayat dan hakikat profesi keperawatan. peserta didik mendapat kesempatan untuk berlatih bekerja di masyarakat. b. dan tuntutan kebutuhan masyarakat. dan ditingkatkan secara bertahap sampai akhir pendidikan. sehingga mereka tidak tertinggal oleh perkembangan global. serta memanfaatkan berbagai sumber dan kemampuan yang ada di masyarakat. Pengalaman Belajar di Masyarakat Pengalaman belajar di masyarakat merupakan masa adaptasi professional. Sikap dan kemauan professional seorang ners dituntut untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Kemandirian dalam belajar dan kemampuan memutuskan kondisi belajar yang optimal senantias harus di fasilitasi dan ditingkatkan. dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan maju. d. Melalui pengalaman belajar di tatanan dan pengalaman belajar lapangan di komunitas. trend dan isu kesehatan. Secara terintegrasi ditumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis. berpikir alternative dan kemampuan pengambilan keputusan secara benar. Kemampuan untuk berorientasi ke masa depan akan dapat membiasakan diri AIPNI Page 13 . Belajar Aktif dan Mandiri Kemauan dan kemampuan belajar aktif dan mandiri dibina sejak dini pada awal pendidikan guna meningkatkan kemampuan dalam mengarahkan belajar sendiri. lebih peka dan mampu mengidentifikasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapi di masyarakat. Berorientasi ke Masa Depan Program pendidikan ners selalu mengorientasikan peserta didik pada perkembangan ke masa depan dengan mengikuti perkembangan profesi.

Berdasarkan pada berbagai konsep yang terdapat dalam falsafah dan paradigma keperawatan serta konsep tumbuh kembang manusia dan aspek kemanusiaannya. kompetisi yang harus dimiliki dan dilengkapi dengan bahan kajian yang terkandung dalam mencapai kompetensi tersebut. Kurikulum ini menyatu dan hanya ditunjukkan untuk menghasilkan Ners sebagai luaran akhir dari sebuah proses pendidikan keperawatan tingkat profesional pertama.selanjtunya bahan kajian akan direspresentasikan AIPNI Page 14 . 3 KURIKULUM INTI PROGRAM PENDIDIKAN NERS DI INDONESIA Kurikulum inti program pendidikan ners terdiri dari dua tahapan kurikulum akademik yang mengacu pada aturan pemerintahakan bergelar Sarjana Keperawatan dan tahapan kurikulun profesi yang setelah lulus akan memperoleh sebutan profesi ners. pendekatan pola pembelajaran lebih memungkinkan peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri yang lebih mementingkan upaya pemenuhan kebutuhan pasien yang dilayaninya. maka diharapkan implementasi kurikulum berbasis kompetensi ini dapat menghasilkan lulusan ners yang kompeten dan berbudi luhur. Disamping itu. Oleh karena itu.seorang peserta didik untuk siap dan terbuka menerima berbagai perubahan yang terjadi. kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pada profil lulusan yang diharapkan.

Manager (Pengelola asuhan keperawatan) e. B. peran dan ruang lingkup pekerjaan menjadi pokok bahasan dalam penyusunan profil.dalam bentuk mata kuliah. serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi. rumah sakit. puskesmas. keluarga) d. departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya. Profil lulusan pendidikan ners telah dibuat berdasarkan hasil lokakarya yang melibatkan stakeholder (masyarakat. Ners Sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar. A. dan cara mengevaluasi hasil pembelajaran yang selalu diupayakan untuk mengukur kompetensi yang diharapkan. PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN NERS Profil luluan merupakan langkah dasar dalam menyusun sebuah kurikulum berbasis kompetensi. Researcher (Peneliti Pemula) Keterangan : *Sarjana Keperawatan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan. Tugas. Termasuk organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap tampilan ners profesional yang diharapkan di masyarakat. sehingga kurikulum tahap akademik pendidikan sarjana keperawatan dan tahap profesi merupakan satu kesatuan rangkaian kegiatan untuk mencapai kompetensi yang harus dimiliki oleh Kompetensi Dan Elemen Kompetensi Lulusan Progran Pendidikan AIPNI Page 15 . Community leader (Pemimpin dalam kegiatan komunitas profesi maupun sosila) c. disertai dengan metode atau model pembelajaran. Care Provider (Pemberian asuhan keperawatan)* b. Edocator (Pendidik kesehatan bagi klien. Profil lulusan Sarjana Keperawatan/Ners : a.

Kompetensi yang perlu dimiliki oleh lulusan pendidikan ners terdiri dari kompetensi utama. 4 KURIKULUM PENDIDIKAN tahap AKADEMIK (PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN) Pengembangan kurikulum pendidikan Sarjana keperawatan merupakan kurikulum tahap akademik yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusi dan memuat kompetensi utama. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Kelima elemen kompetensi ini merupakan hasil dari kegiatan belajar peserta didik dan mengacu pada konsep pembelajaran yang diterapkanoleh UNESCO (2000) untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna kelak. pendukung dan lainnya yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana Keperawatan sesuai yang tercantum pada tabel 1 : Tabel 1 Kompetensi Pengembangan Kurikulum Institusi Pendidikan Sarjana Keperawatan AIPNI Page 16 . Kemampuan berkarya 4. Kompetensi yang dimuat dalam buku kurikulum ini merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dan terstandarisasi diseluruh Indonesia. Kompetensi ini kemudian diuraikan kedalam elemen kompetensi sebagai berikut: 1. dan kompetensi lain. pendukung. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Landasan Kepribadian 2. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. Kompetensi pendukung dan lainya merupakan kompetensi yang mencirikan institusi dan program studi dimana lulusan berasal.ners sebagai luaran dari program pendidikan ini.

Landasan kepribadian 2. Sarjana keperawatan (144 – 160 SKS) dimana 60% diantaranya disediakan sebagai kurikulum inti (87 SKS). dengan memperhatikan masukan masyarakat profesi dan pengguna lulusan. KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Kompetensi Pendukung Lainnya INTI Kompetensi Utama 20% . Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat 40% . Untuk mencapai kompetensi utama pendidikan tahap akademik / Sarjana Keperawatan diimplementasikan dalam komposisi pengembangan kurikulum institusi pendidikan. A.1 Kompetensi Utama Kompetensi utama merupakan kemampuan untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi. A. Rumusan Kelompok Kompetensi A. sehingga seluruh institusi pendidikan keperawatan mempunyai kurikulum inti yang sama. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan AIPNI Page 17 .KURIKULUM ELEMEN KOMPETENSI 1. dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi (± 20%. Kemampuan Berkarya 4.30% Kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. sesuai isu global) B.40% 0% .2 Kompetensi Pendukung Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan (± 20%) A. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5.80% ditetepkan oleh kalangan perguruan tinggi.3 Kompetensi Lainnya Kemampuan yang ditambahkan agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.

b. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan Profil 1. perlu ditentukan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Sarjana Keperawatan. Manager (pengelola) a. 3. a.Researcher (Penelitian a. 5. Lainnya 2. b. 4. Pemula) b. Dibawah ini diperlihatkan kaitan profil dengan kompetensi lulusan. b a. (Pemberi pendukung a.Untuk mencapai profil lulusan Sarjana Keperawatan. Community (Pimpinan Komunitas) Leader a. a. a. b. a. Educator (pendidik) a. b. c. a. b. C. c. Kompetensi Utama tahap akademik pendidikan Ners AIPNI Page 18 . Tabel 2. Kompetensi yang seharusnya dipunyai oleh lulusan Kompetensi Kompetensi Kompetensi Utama a. b. b. di b. a. a. Profesional Provider pelayanan keperawatan) Care a.

C. Kompetensi utama ini dijabarkan kedalam unit kompetensi. Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan a. g. i. Sebagai dasar untuk menjamin agar kualitas lulusan ners dapat berkompetisi secara global kelak maka diperlukan patokan dalam penentuan kompetisi utama yang harus dikuasai oleh sarjana keperawatan diberbagai institusi penyelenggara pendidikan di seluruh Indonesia. Mampu mengkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat . Mampu menerapkan pengetahuan. b. c. d. Kompetensi Utama Sarjana Keperawatan : a. skunder dan tertier. f. f. Melakukan komunikasi secara efektif Melaksanakan pendididkan kesehatan Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan*) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas*) Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan*) Mampu menjalin hubungan interpersonal Mampu melakukan penelitian sebagai peneliti pemula Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. h.Kompetensi tahap akademik adalah serangkaian kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan pendidikan tahap akademik dan bergelar sarjana keperawatan. h. d. AIPNI Page 19 b. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberikan asuhan kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan. kerangka etik dan legal dalam sistem Mampu membuat keputusan etik Mampu memberikan asuhan peka baudaya dengan menghargai etnik. e. C. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik*) Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten*) Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien*) Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. c.1.2. g. e.

s. melaksanakan proses penelitian sederhana dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. y. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan*) Mampu mengembangkan pola piker kritis.j. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan. p. Mampu merancang. w. v. l. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif*) m. AIPNI Page 20 Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan . r. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan*) Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan*) Mampu mengolaborasikan pelayanan keperawatan*) Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan*) Mapu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif*) t. o. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. q. u. k. x. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya*) Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesimambungan dalam praktik. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien*) n.

mampu melakukan komunikasi 1. Konsep Komunikasi Terapeutik. Komunikasi dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan 7. 4. Kewenangan akan dapat dimiliki setelah lulusan sarjana keperawatan menyelesaiakan tahap profesinya dan diberikan sebutan profesi Ners. Teknik Komunikasi Terapeutik. 2. Komunikasi dalam Konteks Sosial dan Keanekaragaman Budaya serta Keyakinan 8. Penggunaan Diri Secara Efektif dalam kominukasi Terapeutik. 3. Kaitan antara Rumusan Kompetensi dengan Bahan Kajian Kompetensi yang akan dicapai memerlukan bahan kajian yang membahas pengetahuan dan keterampilan terkait yang yang sesuai. BAHAN KAJIAN SETIAP UNIT KOMPETENSI UNIT KOMPETENSI 1. mampu melakukan komunikasi BAHAN KAJIAN 1.Keterangan: *) belum memiliki kewenangan untuk melakukan. 5. Trend dan issue Komunikasi dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan yang efektif dalam memberikan asuhan 2. Hukum dan Perundang – undangan Kesehatan yang efektif dalam memberikan AIPNI Page 21 . Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik. D. Komunikasi profesional dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 9. Pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 6. Penggunaan Komunikasi Terapeutik. Dibawah ini digambarkan bahan kajian berdasarkan unit kompetensi yang merupakan jabaran dari kompetensi utama lulusan pendidikan ners tahap akademik (sarjana keperawatan).

Mampu membuat keputusan etik 2. Profesionalisme keperawatan 6. moral right. Kebijakan Pelayanan Kesehatan 7. Nursing advocacy 16. AIPNI Page 22 . Telaah etis dalam keputusan Manajemen Sistem Kesehatan Tradisional dan Modem 2.asuhan 3. aborsi. 7. beneficience. dan tugas 4. Prinsip – prinsip etika keperawatan : 8. 4. Otonomi. tahap. 5.pertanggung jawaban dll 13. Sistem Kesehatan Nasional 3. karakteristik. Kode Etik Keperawatan 5.Euthanasia. 14. dll 11. justice.Prinsip – prinsip legal dalam praktik 12. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. nilai dan norma masyarakat 9. neglected. agama atau faktor lain dari setiap pasien yang unik*) 1.Penggambilan keputusan legal etis 15. 3. kepercayaan.Malpraktek. Etika dan Hukum Keperawatan 4. 6. Ethical issue dalam praktik keperawatan : 10. non-maleficience. dan spiritual dalam praktik keperawatan Konsep. supporting devices. pertanggunggugatan (mandiri & limpahan). Perilaku Kesehatan Metode pengumpulan Data Antropologi dan Sosiologi Pendekatan holistic care pada klien : Pendekatan transcultural nursing Pendekatan agama. transplantasi organ.Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan.

5. 11. 10. Biologi. Konsep Caring. Farmakologi. Menajemen mutu 9. Metode Keperawatn 2. Prosedur Keperawatan 15. Psikologi Perkembangan 19. Komunikasi Terapeutik 16. Mampu menggunakan proses AIPNI Page 23 . Biokimia. Keperawatan Lintas Budaya 5. Infection Control 18. Konsep perubahan 20.Klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC) 1.Menggunakan perangkat komputer dan jarigan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan .Metodologi Pendidikan 13. Patologi. Holisme dan Humanisme 3. Ilmu – ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas 7. Fisiologi. Hak dan Kewajiban Pasien 14. Patofisiologi. Gizi 12. Anatomi. Mikrobiologi. Patient Safety 17. Parasitologi. Ilmu keperawatan Dasar 4. Information Communication Technology in nursing : .Konsep Kehilangan 1. Perspektif Keperawatan Matenitas dalam 6. Spiritualitas / Religiusitas 6. Fisika. Kimia. Teknologi Informasi dalam Keperawatan 8. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu konsisten*) perkembangan 1. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7.

Perspektif Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga 7. Bermain pada anak 8.Pengeloloan Kesejahteraan Lansia diInstitusi dan Masyarakat 18. Lingkup Keperawatan Orang Dewasa 5.Konsep sakit dan Hospitalis pada anak 11. Beberapa faktor yang mempengaruhi Kesehatan Lansia 15. Peran Perawat Maternitas dimasyarakat 3. Perspektif Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat 19.Askep Klien dg Gawat Darurat pada AIPNI Page 24 . Dampak Sistem Pelayanan Kesehatan terhadap Praktek Keperawatan Orang Dewasa 6. batasan dan Teori Penuaan 13. Faktor resiko yang Mempengaruhi kesehatan Maternal 4.keperawatn dalam menyelesaikan masalah klien*) konteks keluarga. Identifikasi Multiple Intelegence 12.Askep Klien dg Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler 20. Pencegahan kecelakaan pada Anak 9. Bimbingan dan penyuluhan pada orang tua 10. Upaya Prevektif dan Promotif untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Fisik dan Psikososial Lansia 17. 2. Issue dan kecenderungan Masalah Kesehatan Lansia 14.

Puskesmas 35.Teori Model Keperawatan di keluarga 27.21.Strategi Pemecahan Masalah Kesehatan Komunitas 38.Konsep Dasar Keluarga 25. UKS) AIPNI Page 25 .Proses Asuhan Keperawatan pada Keluarga 30.Masalah Kesehatan di Indonesia 33.Konsep Keperawatan Komunitas 32.Jenis – jenis Tindakan Keperawatan pada berbagai Kasus Resiko Tinggi di Keluarga 31.Upaya Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa 24.Manajemen Sumber daya Keluarga 28. trend dan Issue Kesehatan keluarga 26.Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesja.Konsep MTBS 37.Konsep PHBS 36.Aspek Keterkinian dalam Praktek Keperawatan Komunitas 34. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana 22.Proses Keperawatan Kmunitas 39. Konsep Dasar Kesehatan dan keperawatan Jiwa 23.Konsep Keluarga.Konsep Home Health of Nursing (Home Care) 29.

Konsep dasar kesehatan 5. Team Building 4. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. rehabilitatif.Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 45. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) AIPNI Page 26 5. Konsep belajar sepanjang hayat 2.40. Rancangan penyuluhan kesehatan 9. Teori berubah 3.preventif.Transisi pola penyakit 41. Metode Evaluasi 1. Pendekatan etik dalam pengambilan keputusan .manajemen Asuhan : Pendekatan 26ontrol26. Teori pendekatan 26ontro dalam kesehatan 4.consolation of the dyin 8. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Pendekatan Moral right dalam pengambilan keputusan 2. sekunder dan tertier 1.promotif. Aspek 26ontro budaya serta hubungannya dalam ekologi 6.Aplikasi Teori Model dalam Berbagai Situasi Pelayanan 44. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat 7. Supervisi 10. 26ontrol26ive.Epidemiologi dan Kependudukan 42.Manajemen mutu dan manajemen resiko dalam asuhan keperawatan klien 43.karaktif. Metode evaluasi 1. Metode pembelajaran 2.

Manajemen kasus (termasuk coordinating and collaborating care) 6. Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 7. Fisika keperawatan 2. Otonomi dan 27ontrol profesi 5. Keterapilan – keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus sesuai dengan tingkat usia disetiap tatanan pelayanan kesehatan 1. Control kualitas asuhan keperawatan AIPNI Page 27 . Kesiapan perawat dan pelayanan 1. Pengorganisasian pelayanan 4. Anatomi fisiologi keperawatan 3. Pround to be nurse : confident. Etika profesi 6. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 15. Kajian situasi pelayanan keperawatan : manajemen asuhan 2. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 14. Mengelola pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar 5. Alur penaganan pasien 3. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif *) 13. Team work building Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 1. committed to. Standar profesi 12. Konsep Collaborative 2. Mampu menggunakan prinsip – prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik keputusan Self manajement of learning 1. Domin profesi 3. doing the best to keep nursing respected 2.3. Hak pasien dan keluarga dalam pelayanan 11. Kompetensi 4.

Penyediaan air bersih 10. Air buangan dan kesehatan 11. Efek / efek samping obat 5.Pengelolaan limbah domestic dan medis 12. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *) AIPNI Page 28 .Manajemen pengendalian vector 13.Intervensi Gizi Masyarakat 17. Biomonitoring 8.Perumahan dan pemukiman sehat 16. Penggolongan obat-obatan 2. Toxicology obat 9. Undang – undang K3 di Indonesia 3.Toksikologi lingkungan 15.16. Ergonomic dan faal kerja 7.Sanitasi makanan 14. Indikasi dan kontra indikasi obat 4. Obat – obatan tradisional 8. Zat gizi makro dan mikro 10. Bahaya kimia di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 5. Bahaya lingkungan kerja dan evaluasinya 4. Interaksi obat 6. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 7.Keterlibatan dan peran Tenaga Keperawatan dalam Kebijakan Pemerintah di bidang Gizi Masyarakat 1. Pengertian dan luang lingkup K3 2.Angka kecukupan gizi yang dianjurkan 17. Farmakodinamika dan farmakokinetik 3. Cara pemberian dan perhitungan dosis 7. Konsep dasar kesehatan lingkungan 9. Bahaya fisik dilingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 6. Dinamika kelompok dan team building 1.

dan penapakan.Pengorganisasian (struktur.11. 10. konsep. Motivasi 5. Directing 3. Komunikasi organisasional 6.Mampu memberikan dukungan Kesehatan Masyarakat 1.Dasar – dasar Dietetika Klinik 14. karier) AIPNI Page 29 .Konsep dasar kajian situasi 11. Gizi dan Pangan Menurut Pendekatan 18. Pengelolaan konflik 8. Kebutuhan Gizi Individu 12. orientasi. Kepemimpinan 4. Manajemen keperawatan sebagai sistem kepada tim asuhan dengan mempertahankan skuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) dan proses.Kajian situasi dalam proses manajemen 12. Asertifitas 7.Pengelolaan waktu 15. kultur organisasi keperawatan serta model pengorganisasian.Kebutuhan Nutrisi pada Anak 16.Proses pengambilan waktu 16. Dinamika kelompok (team building) 2. Konsep dan proses berubah 9. Perencanaan: konsep perencanaan strategis dan operasional 13.Perencanaan ketenagaan dan financial 14. Pengelolaan staf (seleksi. Penilaian status gizi individu 13. Konsep Dasar Ilmu gizi Masyarakat 17. pelayanan keperawatan dan model penugasan) 17.Nutrisi pada Ibu Hamil 15.

Identifikasi dan merumuskan masalah penelitian 3. Trend and issues in nursing 12. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 1. Rancangan penelitian 5. Kemitraan dan kerja Tim 20. melaksanakan 1. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan 17. Information Communication Technology in nursing : Menggunakan perangkat computer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan AIPNI Page 30 Klasifikasi intervensi dan outcome .19. Analisa Data 8. Penelitian Bidang Perawatan 15. Pengembangan instrument penelitian 6. Pengumpulan data 7. Literature dan Critical Review 4. Desiminasi dan publikasi 10. Pengumpulan Data dan Analisa Data 16. Kepuasan Pelanggan 4. Rancangan Penelitian 14. Pengembangan Kepribadian 3. Proses berubah 1. Interprestasi data 9. Mampu merancang. Pemasaran Keperawatan 5. Keperawatan sebagai ilmu dan seni 11. Ilmu Komunikasi 2. Penulisan Karya Ilmiah 22. Konsep Kolaborasi.Konsep dasar Penelitian 13. Berpikir sistematis proses penelitian sederhana 21. Mampu memanfaatkan hasil penelitan dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan 2. Pisikologi Konsumen 6.

membantu peserta didik belajar aktif. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemapuan profesional keperawatan (NIC NOC) 1. Tujuan struktur kurikulum terintegrasi adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi guru bagi dirinya. Issue terkini dalam pelayanan 24. Marketing keperawatan (internal dan eksternal) 5. dengan pola struktur terintegrasi sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan. Enterpreneurship dan pengembangan praktik professional 4. Disaster. yaitu 87 SKS (dari 144 SKS ) terdiri dari 70% pengetahuan teori dan 30% penerapan praktik ( laboratorium. Pengembangan kurikulum institusi disesualikan dengan visi dan misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut dengan memasukkan 20% isu global (yaitu : Perawatan HIV/AIDS. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Konsep kepemimpinan dalam keperawatan 4.Dalam kurikulum terintegrasi AIPNI Page 31 . Perawatan Trauma. Struktur Kurikulum Sarjana Keperawatan Kurikulum pendidikan ners tahap akademik (Sarjana Keperawatan) ditetapkan dengan mengacu kepada 60% kurikulum inti. IT. Bahasa Asing) dan muatan local 20% sesuai dengan keunggulan institusi. Entrepreuner. dengan masa studi 4 tahun (8 semester). belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri. dan belajar mandiri sehingga kelak dapat menjadi anggota profesi yang mandiri. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan keperawatan 1. SARS. Konsep berubah 3.23. mengkaji kemampuan diri sendiri. sikap dan keterampilan yang relevan dengan masalah kesehatan yang dihadapi.Flu Burung. Kurikulum yang telah disusun ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). tatanan klinik dan komunitas). Konsep kesejawatan E. Standar profesi 2. Perlindungan profesi (manajemen resiko dan asuransi profesi) 3.

Berikut ini dipaparkan contoh pengembangan kurikulum terintegrasi: AIPNI Page 32 . pararel atau kombinasi. diantaranya berdasarkan sistem tubuh. mata kuliah tersebut disusun secara seri. Selanjutnya.beberapa bahan kajian dikelompokkan menjadi satuan mata kuliah untuk mencapai beberapa sub unit kompetensi. respon atau tema. kebutuhan dasar manusia. Setiap sub unit kompetensi mempunyai bobot satu(1) satuan kredit semester (SKS) Upaya mengintegrasikan bahan kajian menjadi satuan mata kuliah dapat menggunakan berbagai cara pengelompokan.

Pendekatan berdasarkan sistem tubuh pembahasan terintegrasi berdasarkan siklus kehidupan sejak pembentukan sampai dengan lansia (2 SKS) (2 SKS) ISD (2 SKS) (2 SKS) (4 SKS) Bahasa Inggris Riset Kep (2 SKS) (2 SKS) B. Komunitas (2 SKS) Sist. Kardiovaskuler (4SKS) Sist. Muskola skleletal (2 SKS) Sist. Imun Hematologi (3 SKS) Sist.Agama (2 SKS) IKD I (3 SKS) Semester 1 IKD II (3 SKS) IKD III (4 SKS) IDK II (4 SKS) IKD III (3 SKS) SIST. Neuro behav (4 SKS) Sist. Perkemihan (2 SKS) Sist. Sensor Persepsi (2 SKS) Sist. Endokrin (3 SKS) Sist. Integumen (2 SKS) Sist. Komunitas III (3 SKS) Manajemen (2 SKS) Semester 6 Semester 5 Semester 4 Semester 2 AIPNI Kewarganegaraan MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM 1. Pencernaan (3 SKS) Sist. Reproduksi (4 SKS) Sist. Komunitas II(3 SKS) Sist.Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Inggris Semester 3 Semester 7 Kegawatan darurat sistem I (3 SKS) Page 33 Semester 8 Kegawat daruratan Sistem I (3 SKS) Skripsi (4 SKS) . Respirasi (4 SKS) Sist.

5 0.5 0.5 0.5 0.5 1.5 1.5 K 0.5 0.5 K 0.5 Ket SEMESTER V AIPNI Page 34 .5 1 2.5 0.Inggris Ilmu Dasar Keperawatan II Ilmu Dasar Keperawatan III Sistem Kardiovaskuler Jumlah jam/mg = 11 + 7 + 2 = 20 SKS 2 2 4 3 4 15 T 2 1 3 2 3 11 Lab 1 1 1 0.5 Ket SEMESTER IV NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem sensor Persepsi Sistem Endokrin Sistem Pencernaan Keperawatan Komunitas I Jumlah jam/mg = 7 + 3 + 6 = 19 jam SKS 2 3 3 2 10 T 1 2 2 2 7 Lab 0.5 Ket SEMESTER III NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Respirasi Sistem Imun dan Hematologi Sistem Neurobehaviour Bahasa Inggris Jumlah jam/mg = 9 + 5 + 6 = 20 jam SKS 4 3 4 2 13 T 3 2 3 1 9 Lab 0.5 K 0.CONTOH STRUKTUR KURIKULUM BERDASARKAN PENDEKATAN BERDASARKAN SISTEM SEMESTER I NO 1 2 3 4 5 6 MATA AJAR Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan Dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu dasar Keperawatan I Jumlah jam/mg = 13 + 6 = 19 SKS 2 2 2 3 3 4 16 T 2 2 2 2 2 3 13 Lab 1 1 1 3 K Ket SEMESTER II NO 1 2 3 4 5 MATA AJAR Ilmu Sosial Dasar B.5 3.5 0.5 1.5 0.5 0.

5 1 1 3 K 0.5 0.5 K 0.NO 1 2 3 MATA AJAR Sistem Muskuloskeletal Sistem Integumen Keperawatan Komunitas II Jumlah jam/mg = 4 + 4 + 4 = 12 jam SKS 2 2 3 7 T 1 1 2 4 Lab 0.5 1 Ket SEMESTER VI NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Perkemihan Sistem Reproduksi Keperawatan Komunitas III Manejemen Keperawatan Jumlah jam/mg = 7 + 6 +4 = 17 jam SKS 2 4 3 2 11 T 1 3 2 1 7 Lab 0.5 0.5 K 0.5 4 4.5 0.5 Ket NO 1 2 Ket AIPNI Page 35 .5 0.5 0.5 1 2 K 0.5 1 1 2.5 0.5 Lab 0.5 1 Ket SEMESTER VII NO 1 2 3 MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem I Riset Keperawatan Bahasa inggris Jumlah jam/mg = 6 + 5 + 2 = 13 jam SEMESTER VIII MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem II Skripsi Jumlah jam/mg = 1+ 1 + 18 = 20 jam SKS 3 4 2 9 SKS 2 4 6 T 2 3 1 6 T 1 1 Lab 0.

Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistic dalam konteks keperawatan AIPNI Page 36 . perkembangan keperawatan. humanisme dan transcultural nursing). Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan 3. termasuk teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. holisme. pendekatan holistic care (konsep Caring. prinsip-prinsip legal etis dan isu etik (ethical issue). Menerapkan konsep berpikir kritis dalam keperawatan 2.Deskripsi Mata Kuliah semester I Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir kritis dalam keperawatan. nursing advocacy.

AIPNI Page 37 . Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan 5. Manfaat teknologi komunikadi informasi dalam pembelajaran keperawatan.4.

Isue estik dalam praktik keperawatan : Euthanasia. 7. non maleficience. Teori sistem 2. small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) AIPNI Page 38 . Transplantasi organ. supporting 4. holisme. Konsep berubah 3. aborsi 3. justice. Prinsip-prinsip legal dalam praktik 6. humanisme 4. Keperawatan : Malpratik. care study. neglecten. beneficience. Devices 5. nilai dan norma masyarakat 2. small group discussion (SGD) 4 Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konsteks keperawatan Mini lecture. moral right. Konsep holistic care : caring. Pertanggunggugatan (mandiri dan Metode Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Mini lecture. case study. Transcultural nursing/ (keperawatan lintas budaya) 1.No 1 2 3 Kompetensi blok 1 Bahan kajian Menerapkan konsep berpikir kritis dalam Konsep berpikir kritis dalam keperawatan keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional 1. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi.

Pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer (membuat blog. PjBL AIPNI Page 39 . Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan 9. mengirim tugas melalui email.limpahan). Nursing advocacy 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan 10. pertanggungjawaban. mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet) Demontrasi. dll 8.

prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 40 . konsep. karakteristik. Kompetensi Blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa mampu : 1. Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. Menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. Mener apkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi (K3AP) 2. tahap.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar II Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang model konseptual keperawatan .

Project Based learning(PjBL) Mini lecture. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning AIPNI Page 41 . Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 5. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. SGD Discovery learning (DL).No 1 2 Kompetensi blok 2 Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. karakteristik. Roy. Penggunaan komunikasi 4. case study. case studi. Orem. Konsep belajar sepanjang hayat 2. tahap. dll) Konsep. Teori pendekatan sosial dalam Metode Mini lecture. Betty Newman. Penerapan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 6. case study. Trend dan Issue komunikasi dalam pelayanan kesehatan/Keperawatan 7. dan tugas perkembangan 1. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Teori komunikasi 2. Komunikasi terapeutik 3. Komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta keyakinan 1.

Metode evaluasi (DL) PjBL AIPNI Page 42 . Aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 6.kesehatan 4. Rancangan penyuluhan kesehatan 7. Konsep dasar kesehatan 5.

Mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang AIPNI Page 43 . Mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhankebutuhan oksigenasisesuai tumbuh kembang 3. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisididalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang 5. biokimia dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai tumbuh kembang.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar I Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia mulai dari tingkat sel sampai dengan tingkat organisme untuk mempertahankan kehidupannya yang mencakup berbagai konsep dan prinsip biologi. Mengenali proses pemenuhan kebutuhancairan dan elektrolit didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 4. anatomi. fisiologi. Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme 2. Kompetensi Blok 3 Setelah mengikuti kegiatan proses pembelajaran pada blok IDK I mahasiswa mampu : 1.

cairan dan gas dalam tubuh manusia Metode Mini lecture. Introduksi sel 2. project based learning (PjBL) 2 Mampu mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan oksigenasi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. AIPNI Page 44 . listrik dan magnet dalam sistem tubuh 7. benda cair. SGD. SGD. benda cair. homeostasis 1. Transport trans membrane 6. anatomi sistem kardiovaskuler 3. anatomi sistem pernafasan 5. project based learning (PjBL) 3 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit didalam Mini lecture. case studi. Fungsi spesifik sel 5. Reproduksi sel 7. project based learning (PjBL). tanda dan gejala kecukupan oksigen 1. fisiologi sistem kardiovaskuler 4. case studi.No 1 Kompetensi blok 2 Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme Bahan kajian 1. case studi. Jenis-jenis sel 4. fisiologi sistem pernafasan 6. proses oksigenasi 2. SGD. cairan dan gas dalam tubuh manusia 8. Genetika 8. Ultra struktur sel 3.

metabolisme purin. tanda dan gejala kecukupan cairan dan elektolit 1. kebutuhan nutrisi sel 5. hormon-hormon terkait dengan keseimbangan cairan dan elektrolit 4.sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 2. keadaan kenyang dan puasa 10. case studi. proses pemenuhan 4. metobolisme karbo hidrat. fisiologi sistem pencernaan 3. lemak dan protein 7. laboratorium activity AIPNI Page 45 . keseimbangan cairan dan elektrolit 3. anatomi sistem kardiovaskuler laboratorium activity 4 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. pembentukan urea 9. anatomi sistem urinari 2. project based learning (PjBL). keseimbangan asam basah 5. tanda dan gejala kecukupan nutrisi 1. project based learning (PjBL). laboratorium activities 5 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi kebutuhan tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan Mini lecture. case studi. pirimidin. SGD. hormon-hormon terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro nutrien 6. SGD. porfirin 8. anatomi sistem pencernaan 2. fisiologi ginjal 3.

tanda dan gejala masalah eliminasi sisa metabolisme dan sisa pencernaan AIPNI Page 46 . anatomi sistem pernafasan 6. fisiologi sistem pernafasan 7. hormon-hormon terkait dengan eliminasi 11. fisiologi sistem kardiovaskuler 5.kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang 4. proses eliminasi sisa pencernaan 10. proses eliminasi sisa metabolisme 9. anatomi fisiologi kulit 8.

Fokus dalam pemahan konsep-konsep agama dan kehidupan beragama di indonesia. dan peran sebagai pendidik untuk memberikan pendidikan spiritualitas klien dalam melakukan pengelolaan kebutuhan spiritualitas klien baik diklinik maupun dimasyarakat. Spiritual care AIPNI Page 47 . Bahan Kajian : 1. Tujuan Mata Kuliah : Setelah menyelesaikan mata kulah ini. Konsep agama dan kehidupan beragama 2. Penekanannya pada nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan peran perawat sebagai pemberi asuhan. Nilai dan keyakinan beragama 3. mahasiswa mampu memahami konsep agama dan prinsip kehidupan beragama sebagai landasan dalam melaksanakan praktik profesi. pemenuhan kebutuhan spiritual klien. Dimensi beragama 4. Dimensi sosial keagamaan 5.Mata kuliah : Agama Beban Studi Prasyarat : 2 SKS (2 teori) :- Deskripsi Mata Kuliah : Agama merupakan mata kuliah yang terkait dengan keyakinan yang melandasi manusia untuk bersikap dan bertintak toleran dalam kehidupan sosial khususnya kerjasama antar umat beragama dimasyarakat. peneliti untuk mengidentifikasi permasalahan nilai/keyakinan klien.

wawasan nusantara yang relevan dengan praktik keperewatan professional sebagai dasar perawat dalam menjalankan peranya dalam memberikan asuhan keperawatan profesional. hubungan antar warganegara. Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami prinsip pendidikan kewarganegaraan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pratik profesi. Demokrasi 2. kebijakan publik. Bahan Kajian : 1.Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan Baban Studi Prasyarat : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Fokus dari mata kulia ini adalah pemahaman tentang kehidupan berdemokrasi. hubungan antar manusia. Kebijakan publik AIPNI Page 48 . mengidentifikasi permasalahan terkait dengan hak azasi manusia dan kebijakan publik.

berlandaskan pada konsep etika dalam berbahasa. Geostrategi 9. AIPNI Page 49 . Politik strategi nasional 10.3. Negara dan konstitusi Mata Kulia Beban Studi Prasyarat : Bahasa Indonesia : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini mempelajari bahasa indonesia dalam ilmu keperawatan dengan menekankan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Wawasan nusantara 6. Identitas nasional 7. Goog govenance 8. Hubungan antar manusia 5. Otonomi daerah 4.

Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kulaih ini mahasiswa mampu : 1. AIPNI Page 50 . Mata kuliah ini membahas tentang disiplin sosial budaya. Menggunakann bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi 2. Keterampilan menulis dalam bahasa indonesia 3. politik ekonomi yang berkaitan dengan kesehatan. Cara membuat resume bahasa indonesia Deskripsi Mata Kuliah semester II Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Sosial Budaya : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah menggambarkan sosial budaya dan pengaruhnya terhadap gaya hidup dan status kesehatan. Membuat tulisan dengan tata bahasa indonesia yang baik dan benar 3. sistem pelayanan kesehatan dan kemajuan IPTEK dibidang kesehatan yang sesuai dengan berbagai sosial budaya ubtuk mempromosikan kesehatan yang akan digunakan dalam pengelolaan keperawatan. Tata bahasa indonesia 2. Membuat resume dalam bahasa indonesia dari satu topik bahasan Bahan Kajian : 1.

Nilai sosial budaya. 3. Memahami disiplin ilmu sosial budaya dasar terutama ilmu sosiologi. Konsep dasar sosial budaya masyarakat. 4. komunikasi antar bangsa. Memahami konsep dasar kelompok sosial. Pengaruh sosial budaya dan ekonomi terhadap prilaku kesehatan. 5.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini peserta didik mampu : 1. Perubahan sosial dan budaya. Nilai keilmuan yang terkait kesehatan dan keperawatan Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Dasar Keperawatan II : 4 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : AIPNI Page 51 . Dasar-dasar ilmu sosial dan antropologi 2. Memahami konsep dasar tentang masyarakat dan kebudayaan 3. politik dan implikasi privasi dan kerahasiaan 6. organisasi serta institusi sosial lain Bahan Kajian : 1. antropologi dan ilmu sosial lain seperti politik dan ekonomi 2.

Mengidentifikasi proses pemenuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang Bahan kajian 1. fisiologi. Kompetensi Blok 4 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IDK II mahasiswa mampu: 1. Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang 2. case studi. Body aligment 2 AIPNI Page 52 Metode Mini lecture. Anatomi sistem muskuloskletal 2. Mengidentifikasi proses pemenuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 3. SGD.Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia dalam mempertahankan fungsi-fungsi kehidupannya. Didalamnya mencakup berbagai konsep biologi. Fisiologi sistem muskuloskletal 3. anatomi. lab aktivities Mengidentifikasi proses pemenuhan 9. Fisiologi sistem saraf 5. case studi. . Sistem kekebalan tubuh Mini lecture. Mengidentifikasi proses pemenuhan istirahat daan tidur sesuai dengan tumbuh kembang 4. Transport pasien 8. Pengukuran ROM 7. Jenis-jenis latihan 6. Mekanika gerak dan gaya 1. SGD. Anatomi sistem saraf 4. dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang. project based learning (PjBL).

Mekanisme perubahan suhu tubuh 11. Transport pasien 6. Anatomi sistem saraf 2. lab aktivities 3 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. lab aktivities 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 53 . Irama sirkardian 1. project based learning (PjBL). Fisiologi sistem saraf 9. Hormon-hormon terkait sistem reproduksi project based learning (PjBL). Nosokomial infection 5. Body aligment 7. Bunyi dan cahaya 1. SGD. case studi. project based learning (PjBL). Mekanisme nyeri 10. Panas 12. Fisiologi sistem reproduksi 3. SGD. Siklus tidur 4. Anatomi sistem saraf 8. lab aktivities Mini lecture. Patient safety (Universal/isolated precoution : sterilisasi. self protection) 4. case studi.kebutuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 2. Fisiologi sistem saraf 3. Anatomi dan fisiologi sistem 3. Anatomi sistem reproduksi 2.

Penyimpangan-penyimpangan seksual AIPNI Page 54 .4. Pemenuhan kebutuhan seksual 5.

Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III . case studi. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. anak. Pelaksanaan AIPNI Page 55 Metode Mini lecture. project based learning (PjBL). jiwa. 3 SKS (2-1) :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektif Keperawatan : maternitas. orang dewasa. Kompetensi blok 5 (Ilmu keperawatan Dasar III) Setelah mengikuti pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa mampu : 1. Perencanaan 4. Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan No Kompetensi blok 5 1 Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien. 3. lab skill . SGD. Diagnose keperawatan 3. Konsep proses keperawatan : 1. anak. Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. Pengkajian 2. Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. orang dewasa.

project Based learning (PjBL) demonstrasi . project based learning (PjBL).5. reaksi hospitalisasi. perspektif dan falsafah keperawatan 2. konsep bermain pada anak. rancangan penyuluhan kesehatan AIPNI Page 56 Mini lecture. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan 3 kesehatan Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan 6. konsep belajar sepanjang hayat 2. antropologi dan sosiologi kesehatan 3. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. lab skill Case studi.SGD. tren dan isu keperawatan 4. SGD. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 5. case studi. anak. orang dewasa. Pendokumentasian 1. Evaluasi 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. ruang lingkup keperawatan 3. dll 1.

Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. melakukan simulasi asuhan keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kordiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler AIPNI Page 57 . melakukan simulasi pendidikan kesehatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia. 3. Kompetensi Blok 6 (Sistem Kardiovaskuler) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem kardiovaskuler) mahasiswa akan mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem kardiovaskuler dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah melalui beberapa model belajar yang relevan dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi sebagai aspek yang terkait dengan siklus jantuang dan sirkulasi dalam sel sampai organ.. metode evaluasi Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Kardiovaskuler : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan berhubungan dengan sistem kardiovaskuler sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia.6.

4. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etispada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler. project based learning (PjBL). regional dan internasional) 2. case studi. o 1 Kompetensi blok 6 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Jamkesmas) Pencegahan primer. nasional. lab skill. Gakin. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 4. Pengkajian sistem kardiovaskuler 3. Patofisiologi pada sistem kardiovaskuler (kasus-kasus kardiovaskuler yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia didaerah. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 5. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. tetsier pada Mini lecture. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler 2 AIPNI Page 58 Metode Mini lecture. mapping based learning Melakukan simulasi pendidikan kesehatan (rujukan. 5. case studi. SGD. sekunder. SGD. . Mmelaksanakan fungsi advokasipada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 6.

Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan Pengambilan keputusan legal etis Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. lab skill Hasil-hasil penelitian terkait sistem kardiovaskuler Telaah jurnal. pertanggungjawaban. dll 4. SGD. 6. 5. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). beneficience. neglected.dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 3 4 dengan memperhatikan aspek legal dan etis Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etik pada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler masalah sistem kardiovaskuler project based learning (PjBL). Prinsip-prinsip etika keperawatan . non maleficience. aborsi Transplantasi organ. Isue etik dalam praktik keperawatan : euthanasia. SGD 1. beneficience. supporting devices Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik. nilai dan norma masyarakat 2. Case study. otonomi. problem based learning (PBL) AIPNI Page 59 . justice. SGD. problem based learning (PBL) 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada Case study. justice. non maleficience. case study. 3. moral right.

nilai dan norma masyarakat 7. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1.berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. dengan berfikir kreatif dan inofatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif moral right. 5. 2. 3. Pengkajian pada sistem kardiovaskuler Pemasangan infus EKG Terapi melalui intra vena Punksi vena Lab skills AIPNI Page 60 . 4.

Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia 6. melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. difusi.Deskripsi Mata Kuliah Semester III Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Respirasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem respirasi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi 4. dan sistem respirasi sel. Mendemonstrasikanintervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berrlaku dengan AIPNI Page 61 . Fokus mata kulia ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi Blok 7 (Sistem Respirasi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem Respirasi) mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada kelompok klien dengan gangguan sistem respirsipada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. 2. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. 3. transportasi.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 62 .

nasional. Gakin. Anatomi. sytem respirasi 2. project based learning (PjBL). Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem respirasi (rujukan. Dokumentasi asuhan keperawatan 8. project based learning (PjBL).No 1 Kompetensi blok7 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. PMO. Perencanaan/implementasi 6. kimia. case studi. sekunder dan tertier pada masalah sistem respirasi SGD. fisiologi. case studi. regional dan internasional) 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem respirasi 5. Bahan kajian Metode 1. Evaluasi keperawatan pada gangguan sistem respirasi 7. fisika dan biokimia Mini lecture. Pengkajian sistem respirasi 4. mapping based learning 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan Mini lecture. SGD. Jamkesmas) Pencegahan primer. lab skill. lab skill AIPNI Page 63 . Patofisiologi pada sistem respirasi (kasuskasus respirasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.

SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus sistem respirasi dan prioritas 5 1. problem based learning (PBL) 6 Lab skill AIPNI Page 64 . SGD 4 Manajemen kasus pada sistem respirasi masalah sistem respirasi) Case study. Terapi O2 4. SGD. Pengkajian pada sistem pernafasan 2. moral right. Suctioning Case study. discovery learning. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. Fisiotrapi dada/ postural drainage 3. case study. non meleficience. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi Melakukan simulasi pengelolaan aasuhan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasiMelaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasipada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga Hasil-hasil penelitian terkait sistem respirasi Telaah jurnal. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. beneficience.3 memperhatikan aspek legal dan etis. nilai dan norma masyarakat 2. justice.

Perawatan WSD 6. Nebulisasi 7.menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. trakheostomi AIPNI Page 65 .

komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem imun dan hematologi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis.sel darah dan mekanisme pembekuan. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. sel . Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan hematologi. 4. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 66 . Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Imun dan hematologi : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoiritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang sistem imun dan hematologi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. 2. Kompetensi Blok 8 (Sistem Imun Dan Hematologi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 8 (sistem imun dan hematologi) mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematolgi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi imun dan hematologi yaitu mekanisme pertahanan tubuh. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5.

6. AIPNI Page 67 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Case study. jamkesmas) Pencegahan primer. Lab skill biokimia sistem imun dan hematologi. nasional. SGD. Patofisiologi pada sistem imun dan hematologi (kasus – kasus imun danhematologi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. SGD. Mapping based learning. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 6. sekunder dan tertier pada masalah sistem imun dan hematologi Mini Lecture. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem AIPNI Page 68 hematologi (rujukan. fisika dan Metoda Mini Lecture. gakin. regional dan internasional) 3. Case study. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 5. Anatomi.No 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Project Based Learning (PjBL). Project Based Learning (PjBL). kimia. 2. . fisiologi.

Problem Based learning (PBL) Page 69 . Lab skill Hasil – hasil penelitian terkait sistem imun dan hematologi Telaah jurnal. Prinsip –prinsip etika keperawatan : otonomi. Discovery Learning. non maleficience. Case study.imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan 3 aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan 4 hematologi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia 1. beneficience. SGD. SGD Case study. moral right. SGD Manajemen kasus pada sistem imun dan hematologi (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem imun dan hematologi) Case study. justice. nilai dan norma masyarakat AIPNI Mapping based learning.

Nursing advocaxy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Tourniket test AIPNI Page 70 . AGD/Analisa gas Darah 3. sistem imun dan hematologi 2. Mendemonstrasikan intervensi 2. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skill keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6 1.

Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku AIPNI Page 71 . Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi Kompetensi blokm 9 (Sistem Neurobehaviour) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 9 (Sistem Neurobehaviour) mahasiswa mampu : 1. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan gangguan umum neurologi. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem neurobehavior dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar pemecahan masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. neurovaskuler dan neuropsikologi. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik 2. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour 4. serebrovaskular. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia 6.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Neurobehaviour : 5 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan keterampilan klinis tentang sistem neurobehaviour sesuai dengan tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia.

AIPNI Page 72 .dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 6. nasional. Anatomi. . Project Based Learning (PjBL). fisika dan biokimia sistem Metoda Mini Lecture. sekunder dan tertier pada masalah sistem neurobehaviour Mini Lecture. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. regional dan internasional) 3. Case study. SGD. kimia. Mapping based learning. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem neurobehaviour (rujukan. fisiologi. Patofisiologi pada sistem neurobehaviour (kasus – kasus neurobehaviour yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 73 Jamkesmas) Pencegahan primer. Pengkajian sistem neurobehaviour 4. Case study. Mapping based learning. Project Based Learning (PjBL). Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 5.No Kompetensi blok 9 1 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik Bahan kajian 1. Lab skill neurobehaviour 2. SGD. gakin.

non maleficience. 4. justice. SGD. moral righ. beneficience.3 Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour Hasil hasil penelitian terkait sistem neurobehaviour Lab skill Telaah jurnal. Case study. 3. Pemeriksaan tingkat kesadaran. Discovery Learning. Pemeriksaan status mental. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. Pemeriksaan fisik khusus untuk dementia alzeimer. Case study. nilai dan norma masyarakat 2. AIPNI Page 74 . SGD 5 1. Problem Based learning (PBL) Lab skills 6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga 2. Nursing advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pemeriksaaan fisik sistem neurologi saraf cranial. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia Manajemen kasus pada sistem neurobehaviour (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem neurobehaviour) Case study.

Penangan kejang pada anak dan dewasa 13. 14. Penatalaksanaan Terapi bermain AIPNI Page 75 . Penatalaksanaan Terapi kognitif 18. kepala dan MRI 8. Persiapan pemeriksaan ECT 10. Pengukuran tekanan intracranial (TIC) 12. Penatalaksanaan pemberian psikofarmaka 20. Manajemen krisis 16. Persiapan pemeriksaan Brain mapping 11. Penatalaksanaan Terapi perilaku 17. Managemen halusinasi/waham 15. Pemeriksaaan EEG 6. Persiapan pemeriksaan CT Scan.menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif epilepsy 5. Manajemen amuk/perilaku kekerasan. Persiapan pemeriksaan lumbal punksi 7. Penatalaksanaan Terapi aktifitas kelompok 19. Persiapan pemeriksaan laboratorium khusus kasus neurobehaviour. 9.

komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem persepsi sensori dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. 2. Kompetensi blok 10 (Sistem persepsi Sensori) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 10 (sistem Persep Sensori) mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Deskripsi Mata Kuliah semester IV Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Persepsi Sensori : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoristis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem persepsi sensori sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Melakukan simulasi pendidikan keehatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi persepsi sensori yaitu penglihatan dan pendengaran. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori 4. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 76 .

Lab skill sensori (kasus – kasus persepsi sensori yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 6. Patofisiologi pada sistem persepsi Metoda Mini Lecture. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 5. Case study. jamkesmas) AIPNI Page 77 . fisiologi. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. SGD. Mapping based learning. no 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. nasional. gakin.5. Project Based Learning (PjBL). 2. Anatomi. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. regional dan internasional) 3. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan hematologi (rujukan. fisika dan biokimia sistem respirasi. kimia. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 6.

Mapping based learning. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. nilai dan norma masyarakat 2. Lab skill 3 Hasil – hasil penelitian terkait persepsi sensori Telaah jurnal. sekunder dan tertier pada masalah sistem persepsi sensori Mini Lecture. Problem Based learning (PBL) AIPNI Page 78 . Discovery Learning.2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori Pencegahan primer. moral righ. Case study. Project Based Learning (PjBL). beneficience. Case study. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Manajemen kasus pada sistem persepsi sensori (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem persepsi sensori) Case study. Nursing advocacy Case study. justice. SGD. non maleficience. SGD 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 1. SGD.

Irigasi mata 3. Tetes mata 4.6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Tete telinga AIPNI Page 79 . Prosedur Keperawatan tentang : 1. Irigasi telinga 5. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skills sistem persepsi sensori 2.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem endokrin yang berfungsi sebagai sistem pengatur baik secara mandiri maupun bersama – sama dengan sistem saraf dalam pengaturan metabolisme. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4. AIPNI Page 80 . Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemanpuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem endrokin dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan proses belajar dan pencapaian kompetensi. 2. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 6. Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Endokrin (blok 11) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem endokrin sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia.

SGD.No 1 Kompetensi blok 11 Melakukan simulasi asuhan Bahan kajian Metoda 1. gangguan masalah sistem endrokrin Project Based learning (PjBL). Dokumentasi asuhan keperawatan 7. sekunder dan tertier pada Mini Lecture. nasional. fisiologi. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem endrokin 5. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem endrokrin 6. kimia. Anatomi. mapping based learning keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pengkajian sistem endrokin 4. fisika dan Mini Lecture. Case study. regional dan internasional) 3. mapping based learning sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3 AIPNI Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil – hasil penelitian terkait sistem endrokrin Telaah jurnal. SGD. Case study. Discovery Learning. biokimia sistem endrokrin – kasus endrokrin yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Lab skills. Sistem layanan kesehatan untuk pasien Project Based learning (PjBL). Lab 2. Patofisiologi pada sistem endrokrin (kasus skills. Page 81 . 2 Melakukan kesehatan simulasi dengan kasus dengan gangguan sistem endrokin pendidikan Pencegahan primer.

KH 3. SGD pada aspek dan prioritas masalah kasus sistem endrokrin) keperawatan sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5 Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 1. SGD pengelolaan Manajen kasus pada sistem endrokrin (klasifikasi Case study. masyarakat 6 Mendemonstrasikan keperawatan inovatif pada kasus 2. GDS Lab skills beneficience. Pengkajian pada klien dengan masalah endrokrin 2. moral right.penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4 Melakukan asuhan simulasi Case study. SGD. Prinsip – prinsip etika keperawatan Case study. Problem Based otonomi. non learning (PBL) maleficience. justice. nilai dan norma gangguan sistem endrokrin kreatif dan sehingga menghasilakan pelayanan yang efisien dan efektif AIPNI Page 82 . Nursing advocacy intervensi Prosedur Keperawatan tentang : dengan 1.

Injeksi sub kutan AIPNI Page 83 .4.

2. sistem pencernaan dan kardiovaskuler. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. dan absorpsi yang juga melibatkan kerja dari sistem saraf. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 84 . Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem pencernaan yaitu menyediakan nutrien bagi kehidupan melalui proses ingesti.Mata Kuliah Beban Study Prasyarat : Sistem Pencernaan (blok 12) : 2 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem pencernaan sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Penggunaan nutrien didalam sel dipengaruhi oleh keberadaan oksigen sehingga secara tidak langsung sistem pencernaan jjuga mempunyai peranan penting didalam pemanfaatan nutrien. digesti.

6. AIPNI Page 85 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan n kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada gangguan sistem berbagai keperawatan dengan kasus gangguan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Lab berbagai tingkat usia di daerah. – kasus pencernaan yang sering terjadi pada Project Based learning (PjBL). Jamkesmas) pendidikan Pencegahan primer. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem pencernaan 4. SGD. dan tersier pada Mini Lecture. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pencernaan 5. sekunder. SGD. nasional. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. 2 Melakukan kesehatan sistem simulasi dengan kasus pada (rujukan. Lab skills. Gakin. Patofisiologi pada sistem pencernaan (kasus Mini Lecture. Pengkajian sistem pencernaan 3. skills.No 1 Kompetensi blok 12 Melakukan simulasi sistem pencernaan pada Bahan kajian Metoda asuhan 1. mapping based learning regional dan internasional) 2. Case study. mapping based learning pencernaan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 86 . gangguan masalah sistem pencernaan berbagai Project Based learning (PjBL). Case study.

Case study SGD 4 pengelolaan Manajemen kasus pada sistem pencernaan Case study. masyarakat 2.3 Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil –hasil penelitian sistem pencernaan penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah pencernaan Melakukan simulasi klien dengan Telaah jurnal. nilai dann norma 6 Mendemonstrasikan keperawatan gangguan pada kasus sistem intervensi dengan pada pencernaan Prosedur Keperawatan tentang : 1. non learning (PBL) maleficience. Nursing advocacy beneficience. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study. Pemasangan Nasogastric (NGT) Lab skillsLab skillsLab skills berbagai tingkat usia sesuai dengan AIPNI Page 87 . SGD kasus sistem pencernaan dan sistem prioritas masalah sistem pencernaan) asuhan keperawatan padas ekelompok (klasifikasi gangguan pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan 5 etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia 1. Pengkajian pada klien dengan masalah sistem pencernaan 2. juctice. Problem Based otonomi. SGD. moral right.

standar yang berlaku. Wash-out/Enema 6. Colostomy care AIPNI Page 88 . Bilas lambung (gastric Lavage) 4. Menentukan jenis dan jumlah kalori dalam diet 5. dengan berfikir kreatif efektif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan efisien dan 3.

Mengelompokkan data adaptif dan maladaptif yang mendukung untuk merumuskan masalah keperawatan menggunakan format analisa data. Menjelaskan konsep keperawatan dan konsep terkait dan penerapannya pada asuhan keperawatan keluarga 2. 4. keluarga dewasa dan masalah – masalah keluarga yang terkaait dengan masalah kesehatan yang lazim di Indonesia. Menghubungkan dampak isu tersebut pada perkembangan keperawatan keluarga. keluarga dengan balita.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Komunitas I : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas I adalah pembahasan tentang konsep keluarga. keluarga dengan anak usia sekolah. Melengkapi data kasus tersebut menggunakan format pengkajian keluarga yang sesuai 3. Menyusun rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan tujuan tersebut menggunakan format yang sesuai 8. Menyusun tujuan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan keluarga tersebut 7. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan keluarga 9. AIPNI Page 89 . Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai data tersebut 5. kesehatan keluarga. Kegiatan belajar meliputi ceramah. asuhan keperawatan keluarga pada tiap tahapan perkembangan keluarga yang meliputi pasangan keluarga yang baru menikah. Kompetensi blok 13 (Komunitas I) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 13 Komunitas I mahasiswa akan mampu : 1. keluarga yang menanti kelahiran. keluarga dengan remaja. Merumuskan dan menentukan prioritas diagnosa keperawatan keluarga menggunakan format prioritas masalah yang sesuai 6. diskusi dan pembahasan kasus. konsep keluarga sejahtera.

Konsep asuhan keperawatan keluarga mahasiswa mampu melakukan asuhan 2. Prioritas diagnosis keperawatan keluarga 6. Konsep keluarga sejahtera keluarga 3. Project Based learning )PjBL). Keluarga Metoda Mini Lecture. Lab skills AIPNI Page 90 . Case studi. Diagnosis keperawatan keluarga 5. Asuhan keperawatan Keluarga sesuai kebutuhan tumbuh kembang 8. Proses keperawatan keluarga 7. Konsep kelurga penerapannya pada asuhan keperawatan 2. Pengkajian keluarga keperawatan keluaraga 3. Perencanaan kep. SGD. Asuhan keperawatan Keluarga dengan masalah kessehatan yang lazim di Indonesia Apabila diberi data kasus keluarga. Case studi.No 1 Kompetensi blok 13 Bahan kajian Mampu menjelaskan konsep tersebut 1. Evaluasi kep. Lab skills 2 Mini Lecture. 1. Trend dan isu keperawatan keluarga 6. Konsep keperawatan keluarga 4. SGD. Perumusan masalah keperawatan keluarga 4. Keluarga 7. Project Based learning )PjBL). Ruang lingkup keperawatan keluarga 5.

Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapain kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. memproduksi panas tubuh. penyokong tubuh. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia. dan melakukan fungsi pergerakan tubuh. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem muskuloskeletal dalam melindungi organ vital (otak. AIPNI Page 91 . reservoir mineral penting. Kompetensi blok 14 (Sistem Muskuloskeletal) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (sistem muskuloskeletal) mahasiswa akan mampu : 1. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal.Deskripsi Mata Kuliah semester V Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Muskuloskeletal (blok 14) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem muskuloskeletal sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. jantung. reservoir sel – sel darah merah matur. 3. 5. paru). 4. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

6. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan standar yang berlaku dengan berfikir kratif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 92 .

Lab muskuloskeletal yang sering terjadi pada skills berbagai tingkat usia di daerah. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 4. sekunder. Jamkesmas) 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan Pencegahan primer. Case studi. Gakin. nasional. Lab . Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 5. kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada pada masalah sistem muskuloskeletal AIPNI Page 93 Project Based learning )PjBL). regional dan internasional) 2. PMO. SGD. SGD. kasus Project Based learning )PjBL). Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sisitem layanan pasien dengan kesehatan gangguan untuk sistem muskuloskeletal (rujukan.No 1 Kompetensi blok 13 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Patofisiologi pada muskuloskeletal (kasus – Metoda sistem Mini Lecture. Case studi. dan tersieer Mini Lecture. Pengkajian sistem muskuloskeletal 3.

non maleficien.dll 4. SGD Case study. – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskulosketeal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 1. Pertanggungjawaban. Pengambilan keputusan legal etis skills Telaah jurnal. Case study. Keperawatan 6. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). beneficien. Prinsip – prinsip legal dalam praktik keperawatan Malpraktik. Hasil – hasil penelitian terkait sistem muskuloskeletal 1. neglected. Pengertian masalah penelitian 2.justice. Perlindungan hukum dalam praktik 5. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. moral right.berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek 3 legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil 4. 3.SGD AIPNI Page 94 . nilai dan norma masyarakat 2.

5. Fiksasi dan imobilisasi 6. Pengkajian pada sistem muskulosketal 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Problem Based learnig (PBL) 6. nilai dan norma masyarakat 2. ROM exercise 8. Beneficien. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia 1. Wound care 7. Ambulasi dini 5. Body movement / body mechanic 3.justice. Paint management 4. non maleficien. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif Lab Skill AIPNI Page 95 . Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskulosketal pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku.SGD. Pijat bayi Case study. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. moral Right.

4. Bila diberi data kasus lansia di kelompok.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. asuhan keperawatan gerontik pada lanjut usia menjelang ajal . 2. 3. kultural dan spritual pada proses penuaan dan standart keperawatan gerontik. teori. psikososial. dukungan terhadap orang yang terlibat dalam perawatan lansia. sosial. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. Kompetensi blok 16 (Komunitas II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 16 komunitas II mahasiswa akan mampu : 1. Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah kesehatan fisik . AIPNI Page 96 . peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. Bila diberi data kasus lansia di keluarga.teori biologis. kultural dan spritual yang lazim . Bila diberi data kasus lansia di panti. Bila ditempatkan di panti werdha. strategi promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia.Mata Kuliah : Komunitas II Beban study Prasyarat : 2 SKS :: Deskripsi Mata kuliah Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas II adalah membahas konsep dasar keperawatan gerontik. peserta didik mampu menganalisa program lansia di institusi. psikologis.

terapi Cairan sertta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk atau selama lansia menggunakan Program nasional kesehatan lansia 12. Bila diberi data kasus lansia kelompok. gangguan berkemih. Teori – teori penuaan 3. Asuhan keperawatan kritikal pada lansia 9.SGD.Project Based learning (PjBL). Perubahan bio-psiko-sosial-spritual-cultural yang Lazim terjadi pada proses menua 4.rasa sakit/nyeri. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah psikososial 7.Case studi. Komunikasi terapeutik pada sasaran lansia 5. Bila diberi data kasus lansia di keluarga. konsep dasar keperawatan gerontik 2.gangguan Pernapasan (COPD/asma).Project mampu 2. Program nasional kesehatan lansia 11. Isu-isu strategi kegiatan untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia serta dukungan terhadap terlibat merawat lansia Metoda Mini Lecture. Asuhan keperawatan lansia dengan gangguan biologis 6. Osteoporosis/osteoarthritis. Asuhan keperawatan lansia menjelang ajal 10.No. pengkajian kelompok .konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. Lab skills AIPNI orang yang 2. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah social cultural 8. peserta didik Page 97 di 1. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. Terapi medik yang lazim digunakan pada lansia Khususnya terkait masalah hipertensi. Kompetensi 16 1. Bahan kajian 1.SGD.Case studi. Konsep asuhan keperawatan kelompok Mini Lecture.

AIPNI Page 98 .

2. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Perkemihan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Perkemihan dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Perkemihan. Kompetensi blok 17 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (Sistem Perkemihan) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pada Perkemihan tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan AIPNI Page 99 . Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia. 6. 4. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Perkemihan. 3.Deskripsi Mata Kuliah semester VI Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Perkemihan (blok 17) : 2 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Perkemihan sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan ef ektif. AIPNI Page 100 .

Kompetensi blok 17 Bahan kajian 1.sekunder.Jamkesmas) 2. Patofisiologi pada Sitem Perkemihan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pencegahan primer.No.regional dan internasional) 2.Project Based learning (PjBL). Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 4.Project Based learning (PjBL).Case studi. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. nasional. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1.SGD. Lab skills AIPNI Page 101 .dan tersier pada masalah Sistem Perkemihan Metoda Mini Lecture. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Perkemihan (rujukan. Gakin. Pengkajian Sistem Perkemihan 3. Dokumentasi asuhan keperawatan 6.SGD.Case studi. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 5. Lab skills Mini Lecture. (kasus-kasus Sistem Perkemihan yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.

3.

Mengidentifikasi berhubungan

masalah-masalah

penelitian

yang 1. Pengertian masalah penelitian 2. Hasil- hasil penelitian terkait Sistem Perkemihan Manajemen kasus pada Sistem Perkemihan (klasifikasi kasus Sistem Perkemihan dan Prioritas masalah Sistem Perkemihan)

Telaah

jurnal,

Case

study SGD Case study,SGD

4.

dengan Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis

5.

Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia

1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi,Beneficien,justice, non maleficien, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem Perkemihan 2. Kateterasi urin 3. Peritonial dialisa 4. Irigassi blas

Case study,SGD, Problem Based learning (PBL) Lab skills

6

Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku, dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif

AIPNI Page 102

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Sistem Reproduksi (blok 18) : 2 SKS ::

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Reproduksi sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Reproduksi (sikap terhadap kesehatan seksualitas dan reproduksi, anatomi fisiologi sistem reproduksi, perkembangan seksualitas dan reproduksi, kehamilan dan seksualitas, masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi). Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Reproduksi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kompetensi blok 18 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 18 (Sistem Reproduksi) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Reproduksi. 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia.

AIPNI Page 103

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif

AIPNI Page 104

No. Kompetensi blok 18 Bahan kajian 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Patofisiologi pada Sitem Reproduksi gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. (kasus-kasus Sistem Reproduksi yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah, nasional,regional dan internasional) 2. Pengkajian Sistem Reproduksi 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 4. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 5. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Reproduksi (rujukan, Gakin, PMO,Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pencegahan primer,sekunder,dan tersier pada masalah Sistem Reproduksi

Metoda Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

AIPNI Page 105

3. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku. moral right.hasil penelitian terkait Sistem dalam mengatasi masalah Reproduksi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5.SGD 1. Case study. Pengkajian pada sistem Reproduksi 2. Resusitasi bayi baru lahir 5. nilai dan norma masyarakat 2. fundus uteri Case study. Case berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan 2. Prosedur menolong persalinan 4. Hasil. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Pemerikasaan fisik pasca persalinan : lochea Mamae. Mengidentifikasi hasil-hasil penelitian masalah-masalah penelitian yang 1.Beneficien. Problem Based learning (PBL) Lab skills Page 106 .SGD.justice. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien AIPNI study SGD 4. non maleficien. Pengertian masalah penelitian Reproduksi Manajemen kasus pada Sistem Reproduksi (klasifikasi kasus Sistem Reproduksi dan Prioritas masalah Sistem Reproduksi) Telaah jurnal. PP test 3.

Senam hamil 7.dan efektif 6. Pemeriksaan payudara (sadari) AIPNI Page 107 . Senam psot partum 8. Senam Kegel Exercise 9.

keperawatan kesehatan kerja . Mata ajar ini berguna dalam memahami berbagai area khusus dalam keperawatan komunitas terutama terkait dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi di Indonesia. mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komnitas dalam rentang sehat-sakit 2. jaminan mutu pelayanan keperawatan komunitas. dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. area-area khusus dalam keperawatan komunitas . pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan . Pengalaman belajar meliputi ceramah. dan memahami mekanisme jaminan layanan keperawatan komunitas. dan atau prasyarat untuk mengikuti mata ajar keperawatan komunitas III. Pada akhir pembelajaran. Apabila dihadapkan pada situasi area khusus praktek keperawatan komunitas.mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas fokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit minimal pada area sekolah dan kesehatan kerja tersebut dengan menggunakan langkah proses keperawatan komunitas. serta isu/kecenderungan yang terjadi. Kompetensi Blok 19 (komunitas III) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 19 Komunitas III mahasiswa akan mampu : 1. pembahasan kasus dan praktikum. keperawatan jiwa masyarakat. keperawatan di rumah (“Homecare”).Mata Kuliah : Komunitas III Beban Studi Prasyarat : :: Deskripsi Mata Kuliah Fokus mata ajar ini membahas tentang konsep dasar kesehatan dan keperawatan komunitas. AIPNI Page 108 . diskusi. asuhan keperawatan komunitas dan pembahasan yang terkait isu dan kecenderungan masalah kesehatan komunitas dalam konteks pelayananan kesehatan utama dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. meliputi keperawatan kesehatan sekolah . program.program kesehatan/kebijakan pemerintahan dalam menanggulangi masalah kesehatan prioritas di Indonesia.

Proses keperawatan komunitas 3.manfaat. Kompetensi blok 19 Pada akhir pembelajaran mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komunitas dalam rentang waktu sehat-akit Bahan kajian A. Proses belajar mengajar di komunitas C. Program-program kesehatan/kebijakan dalam menanggulangi masalah kesehatan utama di Indonesia 1. Peran dan fungsi keperawatan komunitas 2. Program evaluasi: definisi. Karakteristik dan perilaku sehat 2.SGD. indikator sehat. 1. Pengantar kesehatan komunitas dan konsep Dasar keperawatan komunitas 1.Project Based learning (PjBL). Program pembinaan kesehatan komunitas Metoda Mini Lecture. Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 2. Konsep dasar keperawatan komunitas B. metode/alat 4.tahapan.tujuan. Asuhan keperawatan komunitas 1. Lab skills AIPNI Page 109 .Case studi. Pengertian kesehatan. Kesehatan komunitas 3.No.

Program perarawtan di rumah Mini Lecture. Program promosi ksehatan mahasiswa peningkatan mampu menyusun rencana 3. konsep promosi kesehatan khusus praktek keperawatan komunitas.2 Apabila dihadapkan pada situasi area 1. Asuhan keperawatan jiwa masyarakat 13. Program kesehatan jiwa masyarakat 14. AIPNI Page 110 . Lab skills 3 Kesehatan kerja dan pencegahan dengan minimal pada area sekolah dan kesehatan 9. konsep kesehatan jiwa masyarakat 12.Project Based learning (PjBL). langkah proses keperawatan komunitas. Program kesehatan 11. Konsep keperawatan kesehatan kerja asuhan keperawatan komunitas fokus pada 4. Asuhan keperawatan kesehatan sekolah 7. 2. Asuhan keperawatan kesehatan kerja tersebut menggunakan 10. Program usaha Kesehatan Sekolah penyakit 8.Case studi. Isu kecenderungan pada empat area/setting Praktek keperawatan komunitas. Konsep keperawatan kesehatan sekolah 6.SGD. Konsep perawatan di rumah 5.

manajemen asuhan keperawatan. mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi pengarahan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pengorganisasian pelayanan keperawatan maupun asuhan 4. Melakukan simulasi penyelesaian konflik pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Manajemen Keperawatan : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini membahas manajemen keperawatan yang meliputi manajeman pelayanan keperawatan. Melakukan simulasi penerapan teori perubahan pada pelayanan keperawatan. AIPNI Page 111 . 3. Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan 6. 2. 7. Melakukan simulasi pembuatan perencanaan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Fokusnya pada penggunaan keterampilan manajeman dan kepemimpinan pada asuhan klien secara menyeluruh melalui manajemen pelayanan keperawatan dan memprakarsai perubahan yang efektif dalam sistem asuhan keperawatan. Kompetensi blok 20 (Manajemen Keperawatan) Setelah menyelesaikan Mata kuliah ini. Melakukan simulasi pada penerapan gaya kepemimpinan yang efektif saat memberikan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 5.

Case Study. Prinsip staffing 5. Case Study. sasaran 4. Case Study. Struktur organisasi 2. Teori kepemimpinan 4. Budgeting 6. 1 Melakukan kepemimpinan Kompetensi blok 20 simulasi pada penerapan yang efektif saat Bahan Kajian gaya 1. Pengembangan staf pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Analisa SWOT 5.misi. 2 Melakukan simulasi pembuatan Mini Lecture. Staffing 4. Teori manajemen 3.No. job analisis. filosofi. Konsep kepemimpinan 3. Konsep perencanaan 2. SGD memberikan 2. tujuan. job evaluasi 3. Karakteristik Kepemimpinan Metoda Mini Lecture. Standar keperawatan pelayanan Konsep pengorganisasian : 1. 3. SGD keperawatan maupun asuhan AIPNI Page 112 . Melakukan simulasi pengorganisasian Mini Lecture. Job description. SGD pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Visi. Gaya kepemimpinan perencanaan 1.

SGD keperawatan maupun asuhan keperawatan 5 5. Supervisi Mini Lecture. Performance Appraisal Mini Lecture. SGD AIPNI Page 113 . Pendelegasian 3. Kepemimpinan Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan Konsep pengendalian keperawatan maupun asuhan keperawatan 1. Komunikasi 4. Case study. Quality improvement 3. Pengarahan 2.4 Melakukan simulasi pengarahan pelayanan Konsep pengarahan 1. Case Study. Teknik. fungsi pengendalian 2.

kedaruratan dan kegawat daruratan terkait berbagai sistem pada individu sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. kedaruratan dan . Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Deskripsi Mata Kuliah semester VII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat-daruratan multi sistem : 3 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Kegawatan. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan I pada berbagai tingkat usia. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi pada pencapaian kemampuan berfikir berbagai aspek yang terkait dengan dan komprehensif dalam dengan kegawatan. 4. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang I berhubungan dengan kegawatan. kegawat daruratan terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. 5. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi sistematis mengaplikasikan konsep kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan . 2. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. AIPNI Page 114 kegawat daruratan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. kedaruratan dan Kompetensi blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan ) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan) Mahasiswa akan mampu : 1.

Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan I pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayana n yang efisien dan efektif AIPNI Page 115 .6.

nasional. Kompetensi blok 21 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Pengkajian pada kasus syok. Lab skills mapping based learning 2.Case studi. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat (rujukan. multi overdosis dan keracunan obat pada berbagai tingkat usia di daerah. Bahan kajian 1.No 1. Patofisiologi pada kasus syok. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 3. Gakin. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Diagnosa keperawatan pada kasus syok.SGD.Jamkesmas) AIPNI Page 116 . multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 5.multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 4.regional dan internasional trauma dan Metoda Mini Lecture.Project Based learning (PjBL). Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan pada kasus syok.

Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan.Case studi. usia overdosis dan keracunan obat (klasifikasi pada kasus kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi syok. Case study. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat berbagai dengan dan prioritas masalah pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait Pada kasus syok. Lab skills 3. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan Manajemen kasus pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat ) memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus Pencegahan primer.hasil penelitian terkait Pada kasus syok.sekunder. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat Telaah jurnal. Hasil.Project Based learning (PjBL).2. kedaruratan dan kegawat darurat terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan .dan tersier pada masalah kegawatan. multi trauma dan overdosis dan multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia keracunan obat dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mini Lecture. multi trauma dan pada sistem sekelompok pada klien dengan tingkat kegawatan.Case study SGD 4.SGD.SGD AIPNI Page 117 .

5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan pada berbagai tingkat usia. nilai dan norma masyarakat 2. 1.justice.Beneficien. no maleficien. Nursing Advocacy Case study. Problem Based Learning (PBL) 6 Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. kedaruratan dan Lab skills kegawat daruratan 1. kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif Prosedur Keperawatan pada kegawatan. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Pengkajian daruratan 2. Triase 3.SGD. BCLS kegawatan.moral right. kedaruratan dan kegawat AIPNI Page 118 .

kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep kegawatan. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Kompetensi blok 22 (Keperawatan kegawat – daruratan II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 22 (Keperawatan kegawadaruratan II) mahasiswa akan mampu : 1. 3. kedaruratan dan kegawatan darurat terkait berbagai sistem pada kelompok dan masyrakat sesuai tingkat usia manusia mulai dari bayi sampai dengan sampai lansia. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. AIPNI Page 119 . kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat daruratan II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan kegawatan.Deskripsi Mata Kuliah semester VIII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat – darurat II : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawatan daruratan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. 4. 2. kedaruratan dan kegawat darurat.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia 6. AIPNI Page 120 . Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan.5.

Case Study. asidosis respiratorik (respiratory (PjBL).No 1 Kompetensi blok 21 Bahan kajian Metoda Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan Patofisiologi pada kasus asidosis metabolik Mini Lecture. Lab skills kelompok dan masyarakat dengan berbagai failure. Luka bakar). Head injury dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian Hasil – hasil penelitian terkait kasus Telaah jurnal. yang berhubungan dengan kegawatan. Head berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – injury hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. Lab skills. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan Lukabakar). kedaruratan dan pada kasus asidosis metabolik (DM. dengan kasus kegawatan. stroke pada periode SGD. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan Pencegahan primer. sekunder. kasus kegawatan. 3 4 AIPNI Page 121 . Luka bakar). Case study. sistem pada kelompok dan masyarakat dengan henti nafas) stroke pada periode akut. dan tersier Mini Lecture. Case Study. kedaruratan dan kegawat darurat Melakukan simulasi pengelolaan asuhan Manajemen kasus asidosis metabolik (DM. henti nafas) stroke pada periode tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal akut. Head injury dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia (PjBL). mapping based learning 2 dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Case study. SGD kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi asidosis respiratorik (respiratory failure. kedaruratan dan kegawat (DM. Project Based learning darurat II terkait multi sistem pada kelompok akut. asidosi respiratorik failure. asidosis metabolik (DM. Luka SGD. Project Based learning kegawat daruratan II terkait multi sistem pada bakar).

kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan henti nafas) stroke pada periode akut, Head terkait multi sistem pada kelompok dan injury masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan 5 memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat darurat pada berbagai tingkat usia 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study, SGD, Problem otonomi, beneficience, juctice, non Based learning (PBL) maleficience, moral right, nilai dan norma masyarakat. 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku, dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 2. Nursing advocacy 1. Pengkajian pada kasus asidosis Lab skills metabolik (DM, Luka bakar), asidosis respiratorik failure, henti nafas) stroke pada periode akut, Head injury 2. Manajemen klien dengan terpasang ventilator 3. Monitoring CVP

AIPNI Page 122

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Skripsi : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah implementasi dari riset keperawatan yang mewajibkan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang harus diselesaikan dengan penelitian, membuat proposal penelitian, melakukan penelitian dan membuat laporan penelitian dengan menggunakan metodologi penelitian. Tujuan Mata Kuliah : Peserta didik mampu : 1. Mengidentifikasi masalah penelitian 2. Membuat rancangan penelitian 3. Melakukan penelitian 4. Menyusun laporan penelitian dalam bentuk Skripsi 5. Mempertanggungjawabkan melalui uji sidang Skripsi Bahan Kajian 1. Metoda Penelitian kwantitatif dan kwalitatif 2. Metoda Penelitian Kesehatan 3. Statistik
4. Sumber – sumber yang berhubungan dengan topik penelitian baik dalam bentuk

buku teks ataupun jurnal dan website sesuai topik penelitian Daftar Pustaka Gunakan Referensi terkini dengan terbitan 5 tahun terakhir minimal 5 judul gunakan website sesuai dengan topik bahasan :
• • •

http://en.wikipedia.org http://yahoo.co.id http://google.com Proquest

AIPNI Page 123

IKD 1 (4SKS) Semester 1

Agama (2 SKS)

Kebut . oksigennasi (4 SKS)

Kewarganegaraan

B. Indonesia (2

ISD ( 2 SKS)

AIPNI

(2 SKS)

SKS) IKD II (4SKS) Semester 2 Kebut. Nutrisi ( 4 SKS) IKD III ( 4 SKS) Kebut cairan dan Elektrolit (4 sks) Kebut. Eliminasi ( 3 sks) Kebut. Istirahat dan Tidur ( 3 sks) Kebut. Aktivitas dan Mobilisasi (3 sks) Kebut. Aman dan Nyaman (4 sks) Kebut. Konsep diri ( 4 sks) Keperarawatan Komunitas I (2 sks) Kebut. Seksualitas ( 4 sks) Kebutuhan Komunikasi ( 3 sks) Kep. Komunitas II (3 sks) Semester 5 Semester 4 Semester 3 DENGAN PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kebut. Mekanisme Koping (3 sks)

Pendekatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia

Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa ( 2 SKS) Riset Kep Manajemen Keperawatan (2 sks) Kep. Komunitas III ( 3 sks) Komprehensif I ( 3 sks) Komprehensif II ( 3 sks)

(2 SKS) (2 SKS) Inggris SKS) (2 SKS)

MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA Semester 6 Semester 7

Page 124

Skripsi (4

Semester 8

CONTOH STRUKTUR KURIKULUM PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR SEMESTER I Agama Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu Sosial Dasar Jumlah jam/mg = 14 + 4 = 18 jam SEMESTER II Mata Ajar Kebutuhan Oksigenasi Kebutuhan Nutrisi Bahasa Inggris Ilmu Keperawatan Dasar III Jumlah jam = 11 + 4 + 4 = 19 jam SEMESTER III No 1 2 3 4 5 Mata Ajar Kebutuhan Cairan & Elekrolit Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Istirahat & Tidur Kebutuhan Aktivitas & Mobilisasi Bahasa Inggris Jumlah jam = 11 + 4 + 8 = 23 jam No 1 2 3 4 No 1 2 3 4 5 6 Mata Ajar SKS 2 2 2 4 4 2 16 SKS 4 4 2 4 14 SKS 4 3 3 3 2 15 T 2 2 2 2 2 2 14 T 3 3 2 3 11 T 3 2 2 2 2 11 Lab 1 1 2 Lab 0.5 0.5 1 2 Lab 0.5 0.5 0.5 0.5 2 K ket

K 0.5 0.5 1 K 0.5 0.5 0.5 0.5 2

ket

ket

Deskripsi mata kuliah pendekatan berdasarkan pendekatan kebutuhan Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir dalam keperawatan, perkembangan keperawatan ; pendekatan holistic care (konsep caring, holisme, humanisme dan transcultural nursing); prinsip-prindip legal etis dan isu etik (etical issue); nursing advocacy; termasuk, teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I
AIPNI Page 125

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. 2. 3. 4. 5. No 1 menerapkan konsep berfikir kritis dalam keperawatan menganalisis perkembangan sejarah keperawatan menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan menerapkan prinsip-prinsip legal etis paada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Menerapkan konsep berfikir kritis dalam 2 keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah 3 keperawatan Menganalisis prinsipprinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan 1. 2. 3. 4. 4 Menerapkan prinsipprinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatann Bahan kajian Konsep berfikir kritis dalam keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional teori sistem konsep berubah konsep holistic care : transcultural nursing Mini lecture, case study, small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Mini lecture, case study, small group discussion (SGD)

caring, holisme, humanisme dan (keperawatan lintas budaya) 1. prinsip-prinsip etika keperawatan : onotomi, beneficience, non maleficience, justice, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. isue etik dalam praktik keperawatan ; Euthanasia, transplantasi organ, supporting devices, aborsi 3. prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik, neglected, pertanggunggugatan

AIPNI Page 126

pertanggungjawaban. 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan perlindungan hukum dalam nursing advocacy praktik keperawatan pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer ( membuat blok.(mandiri dan limpahan). mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet ) Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar II : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : AIPNI Page 127 . PjBL mengirim tugas melalui email. dll 4. 5. Demonstrasi.

project based learning(PjBL) Mini lecture. case study. karakteristik. ternd dan issue 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang AIPNI Page 128 . Roy. dan tugas perkembangan 1. menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. Kompetensi blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa akan mampu : 1. Dicovery learning (DL). Orem. SGD Betty Neuman. dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia karakteristik. tahap. konsep. teori komunikasi 2. menerapkan model konseptual keperawatann dalam berbagai situasi 2.Mata kuliah ini membahas tentang konseptual keperawatan . tahap. menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan kondep tumbuh kembang 4. menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok I Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi 2 Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. dll ) Menerapkan hal-hal yang terkait Konsep. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Mini lecture. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. case study. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. penggunaan komunikasi terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 4. komunikasi terapeutik 3. menerapkan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 5.

orang dewasa. Kompetensi blok 3 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa akan mampu : AIPNI Page 129 . teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. anak. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi 5. rancangan penyuluhan kesehatan 6. metode evaluasi Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III : 2SKS(2-1) :Mini lecture. case study.komunikasi dalam pelayanan kesehatan / keperawatan 6. konsep belajar sepanjang hayat 2. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) PjBL Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektef keperawatan : maternitas. antropologi dan sosiologi budaya 3. komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuia dengan tumbuh kembang keyakinan 1. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan dan tantanan pelayanan kesehatan.

mengaplikasikan prinsip pendidikan dan keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan AIPNI Page 130 .1. orang dewasa. anak. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan 3. menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas . merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2.

jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. dll) a. Mini lecture. pengkajian b. konsep belajar sepanjang hayat b. perencanaan d.No 1 Kompetensi blok I Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien Konsep proses keperawatan : a. reaksi hospitalisasi.case studi. project Based learning (PjBL) lab skills 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. perspektif dan falsafah keperawatan b. anak. isu keperawatan (konsep bermain pada anak.case studi. SGD. ruang lingkup keperawatan c. tren keperawatan d. teori pendekatan sosial dalam kesehatan Metode Mini lecture. antropologi dan sosiologi kesehatan c. evaluasi f. project Based learning (PjBL) lab skills 3 Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dala sistem pelayanan kesehatan Case studi. SGD. diagnose keperawatan c. pendokumentasian a. orang dewasa. project based learning (PjBL). pelaksanaan e. SGD. Demonstrasi AIPNI Page 131 .

d. rancangan penyuluhan kesehatan f. metode evaluasi AIPNI Page 132 . konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi e.

Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada skelompok klien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi AIPNI Page 133 . komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Mengidentifikasi masalah oksigenasi 4.Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Kebutuhan Oksigenasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang kebutuhan oksigenasi sesuai tingkat usia manusia melalui dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi blok 6 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada kebutuhan oksigenasi mahasiswa akan mampu : 1. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. dan sistem respirasi sel. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. difusi. 3. transportasi. 2.

Project Based Learning (PjBL). Pengkajian kebutuhan oksigenasi Diagnosa keperawatan pada gangguan oksigenasi Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigenasi. 6. Patofisiologi pada kebutuhan oksigenasi (kasus-kasus oksigenasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Bahan kajian Anatomi. Dokumentasi asuhan keperawatan Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi (rujukan. fisiologi. Kompetensi blok 6 1. nasional. regional dan internasional) Metode Mini Lecture. Gakin. 5. Case Study. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan Mini Lecture. 4. mapping based learning 3.No. Pencegahan primer dan sekunder pada masalah kebutuhan oksigenasi 2. fisika dan biokimia oksigenasi. Lab skills. 1. SGD. kimia. PMO. SGD. 2. Project Based Learning (PjBL). Jamkesmas) 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 7. Case Study. Lab skills AIPNI Page 134 .

kebutuhan oksigenasi Mengidentifikasi masalah-masalah Hasil-hasil penelitian terkait kebutuhan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah oksigenasi. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan oksigenasi pada berbagi tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. nilai dan norma masyarakat 2. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD prioritas masalah sistem respirasi) keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus kebutuhan oksigenasi dan 5. Terapi O2 4. justice. Case study. non maleficience. moral right. Problem Based learning (PBL) 6. Nursing advocacy 1. Pencegahan tersier pada masalah Telaah Jurnal. SGD. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbgai tingkat usia dengan memperhatikan aspek Melaksanakn fungsi advokasi pada kasus dengan oksigenasi pada berbagi tingkat usia. Manajemen kasus pada kebutuhan oksigenasi Case study. oksigenasi 4.oksigenasi pada berbagai tingkat usia 3. Pengkajian pada oksigenasi 2. dengan berfikir Lab skills AIPNI Page 135 . Suctioning Case study. 1. beneficience. 2. Fisioterapi dada/postural drainage 3. SGD dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

Perawatan WSD 6.kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Trakheostomi AIPNI Page 136 . Nebulisasi 7.

Kep Praktik 30% Tahap Akademik 144-160 SKS Teori 70% Ners Pola Pendidikan Nerd an Sistem Uji Kompetensi sebelum kelulusan Tahap Profesi (internship) Uji Kompetensi (work entry / exit exam) STR (RN) AIPNI Tahap Akademik Page 137 . deskripsi mata kuliah yang belum diuraikan serta mata kuliah yang terdapat kurikulum institusi perlu dilengkapi oleh masing-masing institusi.Kesimpulan Kedua model matriks dan rangkaian deskripsi mata kuliah yang disajikan diatas belum merupakan pencerminan kurikulum lengkap tetapi hanya berupa kurikulum inti (60%). seluruh deskripsi mata kuliah belum dijabarkan. Selanjutnya. Model Penyelenggara Pendidikan Sarjana Keperawatan Tahap Profesi 36 SKS S. Dengan demikian.

Kep” dan setelah tahap profesi lulusan akan mendapat sebutan profesi “Ners” 5 KURIKULUM PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI Pendidikan profesi keperawatan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik untuk mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai ners. AIPNI Page 138 . dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. 232/U/2000 pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia No.Penamaan kelulusan : Setelah menyelesaikan tahap akademik. mengembangkan. lulusan akan mendaptkan gelar Sarjana Keperawatan “S.

maka dibutuhkan masa studi 48 minggi (2304 : 48 jam) A. Mendiknas. Care Provider (Profil peneliti dan pendidik terintegrasi dalam profil Care Provider) 2. Kompetensi pendidikan profesi dapat dicapai dengan masa studi 2-3 semester dengan perhitungan 36 SKS x 16 minggi x 4 jam = 2304 jam. Jika dalam satu minggi 48 jam. memberikan pendidikan kesehatan menjalankan fungsi advokasi pada klien. No. Kompetensi Lulusan Pendidikan Tahap Profesi Untuk menjamin kualitas lulusan agar dapat berkomunikasi secara global diperlukan patokan dalam penentuan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang ners di berbagai institusi penyelnggara pendidikan ners di seluruh Indonesia. Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi di fokuskan pada kemampuan: a. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan. Pendidikan tahap profesi keperawatan merupakan tahapan proses adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional. 4 pendidikan kedinasan) atau setara magister (SK. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal. 232/U/2000 pasal 5 ayat 2). Community Leader B. Manajer asuhan klien. Kurikulum institusi pendidikan tahap tinggi profesi terdiri dari 60% kurikulm inti (22 SKS) dan 40% kurikulm yang mencirikan institusi. AIPNI Page 139 . diharapkan seluruh institusi pendidikan profesi mempunyai kurikulum inti yang sama. Kompetensi ini dijabarkan kedalam unit kompetensi : 1. Dengan demikian. 3. Pengembangan kurikulum pendidikan tahap profesi terdiri dari kurikul inti dan kurikulum instirusi yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelnggarakan program pendidikan profesi. Profil Lulusan Pendidikan Profesi Tahap pendidikan profesi lebih difokuskan pada profil sebagai : 1.Program pendidikan ners merupakan lanjutan tahap akademik pada pendidikan sarjana keperawatan dengan beban studi minimal 36 SKS (mengacu pada PP no.

Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan. Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. d. Unit Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi: a.b. Mengaplikasikan fungsi kepimpinan manajemen keperawatan. Melaksanakan asuhan keperawtan profesional di tatanan klinik dan komunitas menggunakan hasil penelitian. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dan komunitas e. i. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. Mampu membeikan asuhan yang berkualitas ecara holistis kontinyu dan konsisten k. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. 2. c. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien h. d. Manpu mengunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik AIPNI Page 140 . Mampu menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim c. Mampu mendemonstrasikan ketrampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. b. serta menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan j. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik g.

Mampu mencegan dan menyelesaikan konflik aa. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan t. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif q. Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok y. kuratif dan rehabilitatif v. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan p.m. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengguanan sstrategi manajemen kualitas dan manajemen resiko n. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawtan x. Mampu mengorganisasikan mamajemen ruangan keperawatan secara berkelompok z. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas u. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan o. Mampu dalam mengembangkan profesi keperawatan s. Mampu mengembangkan potensi diri professional r. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya cc. Mampu melaksaanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien w. Mampu memberikan pengarahan pada anggota timnya bb. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif ditatanan komunitas dalam aspek promutif preventif. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi ruangan untuk mengingkatkan kemampuan AIPNI Page 141 .

3. Unit Kmopetensi dan Area Pencapaian NO. 2. area keperwatan medikal dan jiwa Mampu memberkan asuhan yang secara berkualitas secara bedah. Kaitan Kompetensi. 4. KOMPETENSI Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan inter personal 2. UNIT KOMPETENSI asuhan keperawatan Mampu menggunakan keterampilan inter personal yanf efektif dalam kerja tim Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan tanggung jawab Mampu menggunakan proses keperawatn dalam menyelesaikan Diseluruh masalah klien kritis. 1. klinik asuhan 1. logis dan etis dalam mengembangkan keperawatan asuhan keperawatan holistik. Melaksanakan tatakan legal 3. maternitas.c. AIPNI Page 142 . anak. dengan 1. kontinyu dan konsisten Mampu mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mamapu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningakatan kualitas area prakik terutama AREA PENCAPAIAN area praktik keperawatan Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian Diseluruh keperawatan professional di menerapkan aspek etik dan 2. 5.

Berkesinambungan dalam praktik 7. Mampu memberikan dukungan kepeda tim asuhan dengan mempertahankan diberikan 10. 12. Mampu mempertahakan lingkunagn yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko 8. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan 9. 11. 13.6. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan akontabilitas auhan keperawatan yang AIPNI Page 143 .

dan komunitas. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota tinya 5. jiwa. Mampu mengorganisasikan menejemen ruangan keperawatan secara berkelompok mampu mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim 3. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam Di area keperawatan kelarga. Mampu mengembangkan program yang kretif dan inofatif ditatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. kuratif dan rehabilitatif 4. anak. berkelompok 2. 2. dan menyelesaikan masalah klien ditatanan kominitas menerapkan suhan komunitas 3. Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajenen keperawatan 1. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi AIPNI Page 144 . Mampu merencanakan kebutuhan keperawatan secara Keperawatan medikal bedah. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam komunitas 4. Mampu melaksanakan terapi modlitas / komplementasisesuai dengan kebutuhan klien gerontik.3 Melaksanakan asuhan keperawatan profesional ditatanan komunitas 1. Mampu memberikan pengarahan kepada angota tim nya 4.

E. Calon peserta pendidikan tahap profesi : .Lulus pendidikan sarjana keperawatan . Tersedianya buku pedoman pelaksanaan kegiatan pendidikan tahap profesi. buku log. Tersedianya preseptor/mentor untuk menyelengarakan pendidikan profesi. dan modul praktik. Matrik sebaran Mata kuliah pendidikan Profesi Stase Mata Kuliah Jumlah SKS Kurikulum Kurikulum inti institusi I Keperawatan Medikal Bedah 5 II Keperawatan Anak 2 III Keperawatan Maternitas 3 IV Keperawatan Jiwa 2 V Menejemen Keperawatan 2 VI Keperawatan Gadar 2 VII Keperawatan gerontik 2 VII Keperawatan Keluarga dan Komunitas 4 Jumlah 22 36 Penatalaksanaan : Stase I-VIII dapat dilaksanakan secara paralel dan tidak prasyarat karena diasumsikan setiap lilisan pendidikan tahap akademik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk tahap profesi. Struktur Kurikulum Pendidikan Tahap Profesi Pendidikan tahap profesi merupakan kelajutan dari tahap pendidikan program sarjana keperawatan dimana tahap ini peserta didik mengaplikasikan teori dan konsep yang didapat selama proses pendidikan sarjana. kertampilandan sikap untuk mencapai kompetensi profesional seorang ners.D. Deskripsi mata kuliah .Lulus uji kompetensi (12 kompetensi inti dan kompetensi tambahan yang diperlukan untuk wahana praktik tertentu) 2. 5. 4. Pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi berorentasi pada tahap pembelajaran sederhana ke kompleks dengan memfokuskan pada pengetahuan. menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. 3. pelaksanaan pendidikan terhadap proffesi harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip di bawah ini : 1. Oleh karena itu. Tersedianya wahana praktek yang kondusif (sarana dan prasarana) untuk menumbuh kembangkan kemampuan berfikir kritis.

Koleliasis akut. Ca paru . Anemia. Asma. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien dewasa ditatanan klinik dengan gangguan : . Dekompesasio cordis. .Nutrisi : DM. e.1. . Mata Kuliah Beban Studi : Keperawatan Medikal Bedah : 5 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan medikal bedah merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap ketika melakukan asuhan keperawatan profesional.Keamanan fisik : Leukimia. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dal ilegal . Hipo/hipertiroid. membuat keputusan legal dan etik serta mengunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada orang dewasa. . Stroke. BPH. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang dewasa. Kompetensi : Setelah mengikuti praktik profesi Keperawatan Medikal Bedah mahasiswa mampu : a. HIV/AIDS.Eliminasi : Ileus Ca saluran cerna. Hepatitis. ARF/CRF. c. menjalankan fungsi advokasi pada klien. . Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah mencakup asuhan keperawatan pada klien dewasa dalam konteks keluarga yang mengalami masalah pemenuhan daarnya akibat gangguan satu sistem (organ) atau beberapa sistem (organ) tubuhnya.Oksigenasi akibat ARDS. Cirhep. d.Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. DHF. b. Pneuminia.Mobilitas fisik : Fraktur.Termoregulasi : Thypoid . Pankreatitis akut. memberikan pendidikan kesehatan.

Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. q. l. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik. Mengembangkan pola pikir kritis. . Problem solving for better health (PSBH) 8. r. kontinyu dan konsisten Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. h. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metoda Pembelajaran 1. p. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. j. Diskusi kasus 4. Pre dan post conference 2. n. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan kliean dewasa Mendemonstrasikan ketrampilan teknik keperawatan yang sesuai dengan standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif i. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Case report dan overan dinas 5. g. logis dan etis dala mengembangkan asuhan keperawatan oramh dewasa Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. m. o. k.f.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Problem solving skill 7. Critical insidence report 5. Log book 2. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Direct Observasional of prosedure skill 3. Mata Kuliah Beban Studi Deskripsi Mata Kuliah : : Keperawatan Anak : 2 SKS Praktik profesi keperawatan anak merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional yang aman dan efektif.Metoda evaluasi : 1. Kasus lengkap. menjalankan fungsi advokasi pada klien anak dan keluarganya.Student Oral Case Analysis) 4. Case test / uji kasus (SOCA. . memberikan pendidikan kesehatan. OSCE 6. kasus singkat 8. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada anak.

Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien anak dalam konteks keluarga Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien ank dalam konteks keluarga .Bayi dan anak dengan nutrisi : KEP/ malnutrisi.Bayi dan anak dengan gangguan oksigenerasi akibat RDS.Bayi dan anak dengan gagguan keamanan fisik : Leukimia. Thypoid. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan anak dengan berbagai tingkat usia dalam konteks keluarg Menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien aanak pada berbagai tingkat usia dalam konteks keluarga ditatanan klinik . Juvenile DM.Bayi dan anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. c. sekolah dan remaja) dalam knteks keluarga yang bertujuan untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehat. ITP.Praktik profesi keperawatan anak mencakup anak dengan berbagai tingkat usia (neonatus. f. pra sekolah. meningitis / Enchepalitis. dengan anak masalah pediatric sosial dan manajemen terpadu balita sakit.Bayi dan anak dengan gangguan pertubuhan dan perkembangan . Asma. toddler. bayi. RDS. Trombositopenia. Kompetensi : Setelah menyelesaikan praktik profesi keperawatan anak mahasiswa mampu : a. b.Bayi dan anak dengan gangguan termoregulasi : MAS. d. NS . Kejang e. Pneumonia. Atresia Anni. Anemia. Labiopalatoschiziz . obesitas . anak sakit akut dan sakit yang mengancam kehidupan. DHF.Bayi dan anak dengan gangguan eliminasi akibat kelainan congenital : Hirschprung. morbili . Hyperbilirubinemia. BBLR. Hypospadia. dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan ditatanan klinik. Thalasemia .

dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sehat di masyarakat m. q. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. l. Mendemonstrasikan keterampilan tekniskeperawatan yang sesuai dengan standarta yang berlakuatau secara kreatif dan inivatif agar pelayanan yang diberika efisien dan efektif pada klien anak h. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Metoda evaluasi : . Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Membuat klasifikasi dan tindakan dari kasus yang diperoleh di Pukesmas. Case report dan overan dinas 5.g. Problem solving for better health (PSBH) 8. p. Menggembangkan popla pikir kritis. Pre dan post conference 2. i. o. logis. Diskusi kasus 4. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keprawatan yang diberiakan n. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan pada klien anak dalam konteks keluarga Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien dan keluarga agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan stratedi manejemen kualitas dan manajemen resiko pada klien anak dalam konteks keluarga k. j.

E. Advanced pediatricclinical assessment: Skills and procedures. & Sperhac.H. J & Wilson. A. & Greenberg. OSCE 6. Children and their families : The continuum of care. Direct Observasional of prosedure skill 3. C. Saunders Company. (8th edition). Jakarta: fakultas Ilmu Kedokteran Unuversitas Indonesia . (8th ed... Hockenberry. B. Louis: Mosby Elseiver Karen. et. (2003). (1998). M. New Jersey : prentice hall Barbara. S. M. (2007). Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. James. V.R. (2008). R. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing. Log book 2. Jilid 1. 1997. Wellness Nursing Diagnosis for Health Promotion.Wilson.. 2000. & Bindler. Wong’s Nursing Care of Infants and Children“.Student Oral Case Analysis) 4.(1999). R. Problem solving skill 7. S.M 1990. Readwood City : Addison Wesley Muscari. Maryland : Aspen publication Bowden. Al. Canada : Mosby Company.B. (2001). SR. kasus singkat 8.). Nursing Care of Children and Families. Hockenberry. Daftar Pustaka Ball. Al. J. A. Nursing Care of the General pediatric Surgisal Patient. Pediatric nursing : caring for Children. Current pediatric Diagnosis and Treadment. Connecticut : Appleton dan Lange. Critical insidence report 5. C.. D.1. Case test / uji kasus (SOCA.S. Philadelphia: W. Hay. 1996. M. Buku ajar ilmu kesehatan anak. W. Philadelphia: Lippincot Markum. S.. V. et. St. Dickey. Kasus lengkap. Mott. Philadelphian :Lippincott. W. W.

Clinical Manual of Pediatric Nursing.. Clinical manual of pediatric nursing.I. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan Maternitas dalam konteks keluarga Praktik profesi keperawatan maternitas dilakukan secara bertahap dimulai dari prenatal. (2003). Kasprisin C & Hess. memberikan pendidikan kesehatan. Mengguanakan proses keperawatan pada ibu hamil melahirkan dan paska melahirkan serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan . St. & Hockenberry. D.. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. (7th edition)St. Louis : Mosby Year Book Wong. b. c.Wong and Whaley. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. intranatal dan post natal serta yang mengalami masalah pada sistem reproduksi dan pengaturan kehamilan. (1996). St. Wong. J. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas Beban : 3 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan maternitas merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional.. Louis : Mosby. menjalankan fungsi advokasi pada klien. melahirkan dan paska melahiran serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan dan keluarganya. Nursing Care of Infants and Children“. C. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada ibu hamil. M. 1. 1996. D. Louis : Mosby.L.

Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. Case report dan overan dinas 5. paska melahirkan. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan maternitas. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g.e. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal : merencanakan program keluarga berencana. Metode Pembelajaran 1. j. h. k. Diskusi kasus 4. Problem solving for better health (PSBH) . Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Pre dan post conference 2. i. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil. kontinyu dan konsisten. f. n. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. melahirkan. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontbilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif o. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan maternitas.

London Mexico City. Problem solving skill 7. Maternity and Gynecology care The Nurse ang the family. Niswander Kenneth R. E. Mosby.Student Oral Case Analysis) 4. 2006. 1983. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Maternity Nursing. kasus singkat 8. Tokyo. Newyork. Perry Shannon. The C. Boston Medical Science International. Nursing Care Plans : Nursing diagnosis and Intervension. Bobak Irene m. Tokyo. Philadelphia Gulanick Meg. 1985. St. J. Kozier Barbara. 1990. New Jersey. Jensen Margaret Duncan dan Bobak Irene M. 7th Edition.8. London. 2007. Snyder Shirlee J. Mosby. Lowdermik Deitra Leonard. Kasus lengkap. 2004 Fundamentals of Nursing Concepts. St. Grand Rapids. J. 7th Edition. Upper Saddle River. Philadelphia. and Practice. St. Critical insidence report 5. Louis. Newyork. Inc. 1999. Ltd. 1986. United stated of Amerika. Lippincott Company Philadelphia.B. F. Sydney. Process. Moorhouse Mary Frances. Sydney. Direct Observasional of prosedure skill 3. Nursing plans Guidelines for Individualizing Client Care Across The Life Span. Comprehensitive Maternity Nursing Process and Childbearninf Family . OSCE 6.b. Person Education. Louis . Berman Audrey. Mosby Company. Little. Neeson Jean D dan May Katharyn A. Case test / uji kasus (SOCA. St.A. St. Comprehensive Maternity Nursing Nursing Process and Childbearing Family. Louis. San Francisco. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- . Toronto May katharyn Antle and Mahlmeister laura Rose. Toronto. Portfolio Daftar Pustaka Doenges Marilynn E. Fight edition. Louis London. Myers Judits L. Log book 2.V. Brown and Company. Princeton. 6th Edition. Louis Sao Paolo Sydney. Erb Glenora. Davis Company. Metoda evaluasi : 1. Lippincott Company Philadelphia. Manual of Obstetri Diagnosis and Therapy. Second Edition. Murr Alice C.

− Eliminasi : BPH. Pneumonia Hipostatik. hipertensi. Mata ajar Beban Studi Prasyarat : Keperawatan Gerontik : 2 SKS : Telah melalui praktek Deskripsi Mata Ajar : Praktik profesi keperawatan gerontik merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. memberikan pendidikan kesehatan. menjalankan fungsi advokasi pada klien. − Nutrisi : KEP.2. agama atau factor lain dari setiap klien lanjut yang unik . membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan gerontik. arthritis. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. − Keamanan fisik dan mobilitas fisik : Fraktur. resiko dan potensial serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien. Dekompensasio cordis. Praktik profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik mahasiswa mampu: a. − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. c. e. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien usia lanjut. f. − Oksigenasi akibat COPD. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Mengguanakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien usia lanjut. b.

Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional q. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien usia lanjut. kontinyu dan konsisten. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. h. Log book 2. Metoda evaluasi : 1. j. n. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Direct Observasional of prosedure skill 3. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan r. Program Pemerintah Tentang Kesehatan Gerontik . Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Critical insidence report 5. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Kasus lengkap. OSCE 6. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan usia lanjut. Portfolio Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI. i.Student Oral Case Analysis) 4. kasus singkat 8.g. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif p. o. Case test / uji kasus (SOCA. k. Problem solving skill 7.

Philadelphia: J. anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko. Second edition. c. Carrol et all. Louis: Mosby Book. kuratif dan rehabilitatif serta memberikan pendidikan kesehatan. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Lippincott company. G. Nursing care of older adult. promotif. S. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan jiwa. C. Saunders company. Philadelphia: W. b. Second edition. Toronto: Mosby. keluarga dan masyarakat baik yang sifatnya preventif. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d.B. (1999).R. Fundamental of Nursing. St. Mata Ajar Beban Studi Deskripsi Mata Ajar : Keperawatan Jiwa : 2 SKS Praktik profesi keperawatan jiwa merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa ketika adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan kepada individu. (2004).Lueckenotte (1996).H. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------3. (1999).. Memberikan asuhan keperawatan kepada individu. Philadelphia: J. Gerontological nursing care. dengan gangguan jiwa. Gerontologic nursing. Wold. Tyson. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a.B. Lippincott company. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. Basic geriatric nursing. Miller.B. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Taylor. Praktik profesi keperawatan jiwa berfokus pada penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dalam konteks keluarga dan masyarakat melalui penerapan terapi modalitas keperawatan. Inc. (1995).sosio-spiritual terutama masakah gangguan . theory and practice.

i. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. Isolasi Sosial. Peerta praktik melakukan proseskeperawatan jiwa. kontinyu dan kosisten. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Hallusinasi. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. Pendelegasian kewenangan bertahap . Harga Diri Rendah. k. l. Mengembangkan pola pikir kritis. Berlaku h. Case report dan overan dinas 5. Tutorial individual yang diberikan preceptor 3. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif. e. perilaku Kekerasan dan dan Definsit Perawat Diri. Bunuh Diri. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. n. j. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhann keperawatan yang diberikan. Waham. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan jiwa. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1.jiwa dengan cora problem. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Pre dan post conference 2. o. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Diskusi kasus 4. m. logis.

A (1991). Foundamental of Nursing. Philadelphia : F. C. 3. Townsend.. Addison Publising Company. Keltner. R.6. Log book 2. P (1997). Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat th . Mosby.. Clinical Manual of Psychiatric nursing. Psychiatric Nursing Care Plan St. P.. California. Problem solving for better health (PSBH) 8.E (1993).A Davis Company Fortinash. Stuart S. Critical insidence report 5. Prosess and Practice. M and Holloday. Kasus lengkap. M. …………………………………………………………………………………………. Kozier. Foundamentals of Nursing. Mosby. Conceps. 6. Louis. The Art and Science of Nursing Care Philadelphia. Laraia (2003). Addison Wesley California.F (1998). Lippincontt.. Mosby. Conceps. Founth Edition. Direct Observasional of prosedure skill 3. Bostrom. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. St. Prosess and Practice. St. Fifth Edition. Schewecke. 7 edition.C and Moorhouse. Louis : Mosby Fountainne.P and and Heacock. B (1997).Louis. St.Student Oral Case Analysis) 4. Metoda evaluasi : 1. OSCE 6. Principles and practice of Psychiatric Nursing. M. Problem solving skill 1. Taylor C (1997). Foundamentals of Nursing. Potter. St. (1999). Louis Rawlin.. Fletcher (1995). P. Portfolio Daftar Pustaka Doenges M.E. Essential of Mental Healt Nursing. Case test / uji kasus (SOCA. Psychiatric Care plans Guidelines for Individualizing Care Ed. kasus singkat 2. Psychiatric Nursing.

Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaiakan masalah klien pada berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat akibat gangguan : − Termoregulasi : Trauma kapitis − Oksigenasi : Infark Miokard. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. memberikan pendidikan kesehatan. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan menggunakan salah satu referensi dari hasil penelitian yang berkaitan dengan keperawatan gawat darurat. sengatan binatang. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. krisis tiroid. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gaswat darurat.Beban : 2 SKS Praktik profesi keperawatan gawat darurat merupakan program yang Deskripsi Mati Kuliah menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. b. . − Keamanan fisik : keracunan. c. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Praktik profesi keperawatan gawat darurat mencakup asuhan keperawatan dalam konteks keluarga pada klien dengan berbagai tingkat usia yang mengalami masalah pemenuhan kebutuhan dasarnya akibat gangguan salah satu sistem (organ) ataupun beberapa sistem (organ) tubuhnya dalam keadaan gawat darurat. f. trauma thoraks − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : DM dengan ketoasidosis. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. menjalankan fungsi advokasi pada klien. e. berbisa. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Gagal nafas.

j. Metoda evaluasi : . Menjalankan fungsi advokasi pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat untuk mempertahankan klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya.g. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif n. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan p. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Problem solving for better health (PSBH) 8. Case report dan overan dinas 5. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional o. Diskusi kasus 4. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan m. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat h. k. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan pada klien denagan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat (Triage) i. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. logis. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. l. Pre dan post conference 2. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Mengembangkan pola pikir kritis.

pengarahan dan pengendalian dengan menerapkan berbagai gaya kepemimpinan yang efektif. Praktik profesi keperawatan manajenen keperawatan mencakup perencanaan. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok . Case test / uji kasus (SOCA. Critical insidence report 5.1. Kasus lengkap.Student Oral Case Analysis) 4. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------7. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan d. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan Beban : 2 SKS Deskripsi Mati Kuliah Praktik profesi manajenen keperawatan merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerapkan konsep – konsep yang berhubungan dengan manajemen & kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan yang sesuai dengan keadaan saat ini. OSCE 6. Direct Observasional of prosedure skill 3. kasus singkat 8. Selama praktek mahasiswa memprakarsai perubahan yang efektif dan inovatif dalam asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab c. Log book 2. pengorganisasian. Problem solving skill 7. b.

Problem solving skill. 1. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). OSCE. Mencegah dan menyelesaiakan konflik didalam timnya g. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. l. Memberikan pengarahan kepada anggota timnya h. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pengelolaan klien. 3. . Kasus lengkap. Mengembangakan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. n. p. Diskusi kasus. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. 5. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. q. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 2. 6. 4. Case report dan overan dinas. Tutorial individual yang diberikan preceptor. Log book. m. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Melakukan evaluasi terhadap timnya j. o. Pre dan conference. Melakukan supervisi terhadap anggota timnya i. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. 6. 1. 7. Direct Observasional of Prosedure skill. Pendelegasian kewenangan bertahap. Metode pembelajaran. kasus singkat. Mengorganisasikan manjemen ruangan keperawatan secara berkelompok f. 4. 8. 2. 5. 3. Critical insindence report.e. Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan kondisi ruangan k. 7. Melaksanakan perubahan dalam asuhan dan pelayanan perawatan.

(1998). Sudbury: Jones and Bartlett Publisherrs 8. C. Nursing management and leadership. sekunder dan tersier kepada individu. R.. Swansburg. L.. dan komunitas dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. Roussel. D.E. risiko dan potensial. The Manegement of Patient Care.et all (2001) Effective leadership and management in nursing . London : Jones and Bartlett Publisher.J. Putting Leadership Skills to Work. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini terkait dengan keperawatan keluarga dan komunitas. (2000). J (2006).. Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas berfokus kepada kebijakan dan program pemerintahan tentang kesehatan masyarakat. & Swansburg. (1994). Kompetensi : Setelah melaksanakan praktek profesi keperawatan keluarga dan komunitas mahasiswa memiliki kemampuan : . R. R. Daftar Pustaka Sullivan. kelompok. .Mata ajar Beban Studi : Keperawatan keluarga dan komunitas : 4 SKS Deskripsi Mata Kuliah : Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan untuk pencegahan primer.. WB Saunders Marriner AT (1996) Nursing Management and Leadership.8. menjalankann fungsi advokasi. Portfolio. Philadelphia: Lippincott. B. L. Louis: The CV Mosby Marquis. Leadership roles and management functions nursing.New Jersey:Prentice-Hall Barret Jean et all (1975). J. St. keluarga.A. Swansburg. pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui kerjasama dengan lintas program dan sektoral. Philadelphia: W. C. R.& Swansburg.Her Ladership Role Gilliies.B Kron (1981). The Head Nurse. Introductory management and Leadership for Nurses. Nursing management: A System approach.

d. e. kelompok dan komunitas. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan secara individu. Menggunakan langkah. keluarga. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas. agama atau faktor lain dari setiap individu. masyarakat dan komunitas. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. masyarakat dan komunitas klien yang unik. . keluarga. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. p. kelompok dan komunitas. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan individu. keluarga. b. l. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. keluarga. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. Bekerjasama dengan unsur keperawatan komunitas.langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Mengembangkan pola pikir kritis. kontinyu dan konsisten. i. Mengembangkan program yang kreatif dan inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak individu. kuratif dan rehabilitative melalui pemberdayaan masyarakat. f. q. g. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. keluarga. k. r. masyarakat dan komunitas agar dapat mengambil keputusan. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. m. n. c. terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan j. o.a. Mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. Melakukan kmunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada individu. h.

(2007).Rencana Asuhan Keperawatan Komunitas. 4. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperwatan. Direct Observasional of Prosedure skill. t. Critical insindence report. 2.. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan.B. Case report dan overan dinas. J. B. (2003) Ilmu kesehatan masyarakat: Prinsip. St. 4. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 1. M. Pendelegasian kewenangan bertahap.(1999) Nursing in the community: dimensions of community health nursing. 8. California: Appleton & Lange. Lancaster. 7. Jakarta: STIK Sint Carolus Notoatmodjo. N. R. Third edition.J. (1998) Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat.s. Stanhope. 6. J. Jakarta: EGC Freeman. Heirinch. Community health nursing: Process and practice for promoting health.M. S. 5. Pre dan post conference. Louis: Mosby years books Metode pembelajaran 1. 3. M. Log book. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. Saunders Luan. Philadelphia: W. Effendy. 3.. (1995). Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). Daftar Pustaka : Clark.prinsip dasar. Tutorial individual yang diberikna preceptor.. Diskusi kasus.. Mampu melaksanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien. Edsi 2..(1981) Community nursing practice. 2. Jakarta: Rieka Cipta. .

8. Portfolio. Problem solving skill.5. Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. 7. 6. . Daftar Referensi:. kasus singkat. Kasus lengkap. OSCE.

A.6 Pembelajaran pada METODE DAN EVALUASI PEMBELAJARAN pendidikan ners dengan kurikulum Berbasis Kompetensi menggunakan berbagai metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa / Student Centered Learning (SCL). Small Group Discussion : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau mempraktekan /mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan b. Metode pembelajaran pada program pendidikan Sarjana Keperawatan dan program pendidikan profesi.Metode pembelajaran pada pendidikan Sarjana Keperawatan di antaranya : a. mengkumpulkan. Self –Directed melaksanakan. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada tahap akademik pendidikan Sarjana Keperawatan 1. Cooperative Learning (CL) : Membahas dan menyimpulkan masalah/tugas yang diberikan dosen secara berkelompok g. Role-Play & Simulation : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau (komputer) yang telah disiapkan c. dan menilai pengalaman belajarnya sendiri f. Contextual Instruction (CL) : Membahas konsep (teori) kaitanya dengan situasi nyata dan melakukan studi lapang / terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesenian teori . Discovery informasi yang ada untuk mendiskripsikan suatu pengetahuan e. d. Collaborative Learning (CbL) : Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas serta membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri h. mempraktekan / mencoba berbagai model Case Study : mengkaji kasus dengan mencermati karakteristik kondisi kasus tersebut Learning (DL) : mencari. dan menyusun Learning (SDL) : merencanakan kegiatan belajar.

i. Untuk mendiagnosis kekuatan dan kekurangan peserta didik 2. 2. 1994).2 Metode Penilaian a. Untuk menjamin akuntabilitas proses pembelajaran d. baik konsep. Evaluasi Kompetensi Beberapa metode evaluasi kompetensi yang dapat dilakukan. teori. Sebagai umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya c. salah satunya dengan mengukur tingkat kemampuan peserta didik (Miller’s Pyramid): Skor 1 Mengetahui dan menjelaskan (Pengetahuan teoristis mengenai keterampilan ini. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan dengan tujuan : a. komplikasi.1 Tujuan Evaluasi. Project Based Learning (PjBL) : Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis dengan menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum j.Evaluasi Pembelajaran pada tahap akademik Pendidikan Sarjana Keperawatan Evaluasi merupakan penilaian yang menunjukan keadaan atau kondisi akhir saat ini (Brown & Knight. maupun indikasi. dan sebagainya) Skor 2 Pernah melihat atau pernah melihat atau pernah mendemontrasikan . Untuk memotivasi peserta didik e. Sebagai umpan balik peserta didik dalam meningkatkan usaha belajarnya b. cara melakukan. Problem Based Learning and Inquiry (PBL) : Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen 2. prinsip. Materi evaluasi disusun berdasarkan tujuan belajar dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik.

Short Answer Question) c. Reflective Learning e. Test Tertulis (Esay. Observasi f. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada Program Profesi Keperawatan Metode pembelajaran pada tahap profesi berfokus pada pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preceptor kepada peserta didiknya. Strategi Evaluasi Penilaian Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi : a. Evaluasi Proses 1. Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa 3. Permasalahan (Case Study) d. OSCE (Objective Stuctured Clinical Examination) b. Evaluasi Pelaksaan 2. Evaluasi Dosen oleh Dosen B. MCQs. b.(Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah melihat demonstrasi) Skor 3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervise (Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali dibawah supervise. Laporan c.Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahap profesi ini lebih terfokus pada pembuktian bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai dengan . Oral Test g. Skor 4 Mampu melakukan secara mandiri (memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini dan memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan secara mandiri. Projek i. Presentasi h.

Problem solving skill. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). - . Critical insindence report. OSCE. Portfolio. Kasus lengkap. Metode pembelajaran pada pendidikan program profesi Metode belajar peserta didik pada tahap profesi ini meliputi: - Diskusi kasus Presentasi Kasus Seminar ilmiah kecil Kegiatan procedural keperawatan Asuhan keperawatan klien (bertahap) Rotasi tugas sesuai preceptor Evaluasi Pendidikan Program Profesi Log book.kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan kewenangan telah dimiliki. Direct Observasional of Prosedure skill. kasus singkat.

Mampu memperlihatka n sikap empati b. Laporan pendahuluan: Penguasa tentang kasus yang akan dikelola 2.EVALUASI PELAKSANAAN BIMBINGAN KEGIATAN PROFESI NERS PADA TIAP AREA KEPERAWATAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 ITEM PENILAIAN Prerequisite : 1. Mampu mendengarkan secara aktif c. Mampu memberikan respon verbal dan non verbal 1 4 KETERANGAN C1-C6 . Kemampuan berkomunikasi terapeutik a.

bahasa tubuh) berdasarkan kebutuhan klien 3.(sentuhan. Mampu mempersiapkan Ruang dan Alat dan Tempat S1-S4 ITEM PENILAIAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .

tepat dan akurat pada klien pada berbagai tingkat usia melalui pendekatan sistematik. Pengkajian: a. b. Melakukan anamnesa untuk mendapatkan riwayat kesehatan c.Komponen Kemampuan Klinik: Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Klinik 1. Melakukan pengkajian secara holistic. Melakukan pemeriksaan fisik dengan .

Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .tepat d. Mengenali abnormalitas hasil pemeriksaan penunjang untuk mendukung menetapkan masalah keperawatan sebagai landasan dalam merumuskan diagnosa keperawatan ITEM PENILAIAN 2.

Menetapkan tindakan dan . Mengenal masalah b. Menentukan prioritas masalah Menentukan tujuan Menentukan criteria keberhasilan d. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan a.keperawatan sesuai dengan hasil pengkajian a. Merumuskan masalah factor resiko 3. c. Menganalisa data c. b.

dan legal baik mandiri dapat .keperawatan yang mengatasi masalah bersifat maupun kolaboratif dengan mempertimbangk an aspek budaya etik.

Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai prosedur (SOP) prioritas patient pada dengan dan safety klien memperhatikan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 2 SIKAP 3 4 KETERANGAN dengan berbagai b. Menyampaikan pesan dengan tepat dan jelas c. Implementasi a.ITEM PENILAIAN 4. Melakukan tindakan melalui kegiatan . Melakukan kolaborasi dengan tim kes d.

merubah intervensi keperawatan sesuai kebutuhan klien kondisi . e.observasi. Memberikan pendidikan dan kesehatan sesuai masalah klien 5. mandiri. Melakukan evaluasi keperawatan menilai 1) Perkembang an klien 2) Memodifika si. Evaluasi a.

ITEM PENILAIAN b. Mendokumentasik an asuhan keperawatan 1) Menuliskan data jelas n pasien secara yang kondisi yang sistematis dan mengambarka LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 KETERANGAN 4 sesungguhnya 2) Mendokument asikan dengan menggunakan .

Melakukan situasi 2. Perencanaan a. Pengkajian a. Menyusun Kajian .IT 3) Membuat catatan tentang perkembanga n pasien rencana tindak lanjut untuk pasien keadaan dan menuliskan Komponen Kemampuan Manajerial/Management Ruangan 1.

1) Perencanaan sumber daya 2) Merencanakan sarana prasarana 3) Merencanakn pembiayaan dan ITEM PENILAIAN 3. Pengorganisasian 1) Pembagian deskripsi tugas LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .perencanaan. Implementasi a.

1) Kolaborasi. pada keluarga. motivasi. Melakukan Evaluasi 1) Menilai proses 2) Memberikan umpan balik Komponen Kemampuan Asuhan Keperawatan komunitas 1. dan kelompok.2) Terbentuk Struktural b. Pengkajian a. dan . konsultasi delegasi c. Melakukan pengkajian kes. Pengarahan Melakukan negoisasi. Pengendalian 1) Mampu melakukan supervisi 4. Evaluasi a.

masyarakat .

kelompok. kelompok masyarakat 2) Merumuskan masalah. . kelompok. kelompok khusus dan masyarakat 1) Mengenali masalah kesehatan/keperawatan pada keluarga. dan masyarakat Mengkaji kelompok masyarakat 2. Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga.ITEM PENILAIAN 1) Menyusun pada 2) instrument dan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN mengidebtifikasi perilaku kes keluarga sumberkhusus kelompok sumber dan tertentu. factor penyebab dan factor khusus dan yang tersedia pada keluarga.

. a. Menentukan keberhasilan c. Menentukan intervensi d. Menentukan sesuai dengan intervensi sumberstrategi indicator 1 sumber kekuatan yang ada pada keluarga. kelompok khusus.resiko LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN ITEM PENILAIAN 3. dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. kelompok. kelompok masyarakat etik dan legal khusus dan dengan pertimbangan aspek budaya. kelompok. Menentukan tujuan b. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan keluarga.

kelompok. LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN sesuai kebutuhan keluarga. dan masyarakat . Evaluasi Melakukan evaluasi a. Memodifikasi. kelompok. kelompok khusus dan masyarakat (patient safety) ITEM PENILAIAN 5. kelompok khusus. Menilai kelompok masyarakat b. kelompok.4. dan perilaku keluarga. Implementasi Melakukan implementasi dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan keluarga. intervensi merubah keperawatan perkembangan khusus.

implementasi. 4. dan dokumentasi Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan klien untuk melakukan pencegahan primer. 6. perencanaan. diagnose 2. dan tertier Mahasiswa memilih tindakan sesuai dengan SOP. Proses Keperawatan Indikator Mahasiswa menyelesaikan masalah klien (individu. masyarakat) dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. Pendidikan Kesehatan Legal – Etik Fungsi Advokasi Lintas Budaya Keterampilan Teknis Melakukan terapi modalitas atau komplementer keperawatan. 7. keluarga. 5. 3. tanggung jawab. tahap bimbingan. dan kewenangannya Mahasiswa dapat bertindak untuk membela kepentingan (hak –hak) pasien Mahasiswa mengidentifikasi masalah klien yang terkait dengan budaya serta penyelesaiannya Mahasiswa melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SOP Mahasiswa mampu melakukan minimal satu jenis terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan klien . evaluasi. sekunder.Proses Bimbingan diawali dengan : 1 : Bimbingan penuh dan supervise ketat 2 : Supervise ketat 3 : Bimbingan minimal 4 : Mandiri PROSES KEGIATAN DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kegiatan dalam tahap profesi dilaksanakan dalam program internsif meliputi tahap obsevasi.dan tahap mandiri berfokus pada : No Penilaian Kompetensi 1.

tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Keberadaan preseptor /mentor sangat diperlukan oleh peserta didik terutama dalam menjamin keterlaksanaan layanan pasien yang berkualitas serta menjamin keberadaan peserta didik bukan merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. tentu saja mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. Beban studi pada program profesi ini adalah 36 sks (dari yang sebelumnya hanya 25 sks (kurikulum 1998)) Dalam menerapkan KBK profesi. pelaksanaan. Program profesi dengan KBK 2010 ini berbeda dengan pelaksanaan program profesi pada kurikulum konvensional (1998) saat tahap profesi peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai prosedur keperawatan dan belajar memberikan asuhan. Oleh karena itu. sampai dengan mengevaluasi dan membuat keputusan . penerapan KBK profesi merupakan proses memantapkan semua kompetensi yang telah dimiliki pada pogram akademik dan memverifikasinya dengan memberikan kewenangan untuk melaksanakan kompetensi tersebut.seluruh komponen profesi (staf akademik dan staf dari wahana praktik) harus terlibat secara aktif dan melakukan berbagai kegiatan mulai dari tahap persiapan. Yang terakhir. Disamping itu preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stress yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya serta untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. Sebaliknya.7 PEDOMAN IMPLEMENTASI KBK PROFESI PENDIDIKAN NERS Pengantar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada program profesi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KBK pada program akademik. pada KBK program profesi ners ini para peserta didik menerapkan ilmu pengetahuan teori. konsep dan keterampilan teknis yang telah dikuasai pada program akademik pada klien langsung melalui program internship dimana peserta didik dicangkokkan pada seorang perawat senior yang berfungsi sebagai PRESEPTOR/ MENTOR. Penerapan KBK profesi menjadi berkesinambungan dengan KBK akademik.

wahana praktik dan pencapaian kompetensi. maka bahasan tentang model bimbingan diberikan secara rinci. penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. kemampuan menggunakan teknologi informasi terkini. Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan kegiatan program profesi. − Kompetensi global meliputi kemampuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS. trauma.tentang kompetensi dan kewenangan yang dijlankan peserta didik. FASE PERSIAPAN Tahap ini merupakan priode dimana pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan program profesi harus tumbuh sebelum tahap implementasi program profesi dijalankan. profil yang harus dimiliki oleh lulusan program profesi.pasal 1&2 tentang pendidikan profesi serta pasal 5 ayat 2&3). Disamping itu. A. flu baby (H1N1). implementasi dan proses bimbingan yang sesuai dalam KBK profesi sampai pada kgiatan mengevaluasi kompetensi.mata kuliah yang harus dilaksanakan pada program profesi. Beban studi yang dirancang secara nasional adalah 60% dari 36 sks= 22 1ayat − sks untuk kompetensi utama dan 20% untuk kompetensi global serta 20% untuk kompetensi pendukung (penciri institusi). berbahasa Inggris dengan lancer.asuhan keperawatan pada kondisi emergensidan darurat masal. setelah dinyatakan selesai dan menemui syarat sebagai ners. Dengan penetapan keputusan tersebut peserta didik dinyatakan layak atau tidak layak mengemban peran dan fungsi dengan sebutan profesi ners. mulai dari tahap persiapan. Selanjutnya. persyaratan pelaksanaan praktik. maka dilakukan uji jompetensi (exit exam) sebelum peserta didik dip roses dalam yudisium kelulusan sebagai ners. A.1 Ketentuan pelaksanaan praktik − − Fokus implementasi pada pencapaian kompetensi peserta didik. Tujuannya agar terdapat pemahaman yang sama dari seluruh pengelola dan pelaksana program profesi tentang bagaimana model bimbingan harus diberikan agar tujuan pelaksanaan kompetensi yang disertai dengan kewenangan dari peserta didik dapat dicapai. serta . Tahap persiapan terdiri dari ketentuan pelaksanaan praktik. Beban studi : 36 sks (PP no 14 / 2010 tentang pendidikan kedinasan. Selain itu.Flu Burung (H1N5). karena pendekatan proses bimbingan masih merupakan metoda atau model yang baru dalam pendidikan keperawatan.kompetensi yang harus dicapai selama program profesi.

xi. ix. vii. x. v. fisioterapi dada dan postural drainage. diadakan oleh institusi pendidikan berkerjasama dengan RS terkait. − − − Terbagi menjadi 2 semester (ditambah 1 semester yang terintegrasipada Penerapan KBK profesi disesuaikan dengan upaya pencapaian visi dan Mahasiswa yang akan masuk klinik telah lulus uji masuk klinik yang Minimal ketrampilan klinik yang harus lulus adalah : i. Prosedur pemberian obat secara 12 benar. Pemeriksaan fisik. Pendokumentasian dan pelaporan. Resusitasi Jantung Paru (basic life support = BLS). Pemberian oksigen. iv. KOMUNITAS. GAWAT DARURAT/ EMERGENSI dengan menambahkan beban studi. ii. Prosedur pemasangan kateter urin. maka beberapa kompetensi seperti berkomunikasi terapeutik dan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) harus dimiliki terlebih dahulu sebelum masuk wahana praktik tersebut. iii. ANAK. Prosedur pencegahan cedera. Demikian juga kompetensi penciri institusi seandainya dapat terakomodasi kedalam MK yang sudah ada. Pemberian transfusi darah dan produksi. maka kompetensi pemasangan kateter urin untuk memicu kontraksi uterus dan pemeriksaan Leopold harus lulus dan dimiliki oleh peserta didik. Prosedur pemasangan selang naso gastrik (NGT). Perawatan luka. Prosedur pemasangan infus dan enteral. suksion. xii. misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut. Materi ini dapat dimasukan pada MK tertentu seperti KBM. Prosedur pencegahan infeksi nosokomial. nebulisasi. vi. viii.memiliki kemampuan enterpreuner. sedangkan jika akan menempatkan peserta didik di RS jiwa. . − − ruangan setempat yang spesifik. Ketrampilan tambahan lain yang diujikan berdasarkan kebutuhan RS atau jika akan menempatkan semester 8 program akademik). Sebagai contoh : peserta didik di RS bersalin.

. 4 Kompetensi yang harus dicapai selama program profesi a. Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan. b. . Community Leader (pemimpin komunitas dimanapun beraktifitas) c.Setiap ruangan tempat mahasiswa praktik tersedia pembimbing klinik atau prawat senior untuk menjadi PRESEPTOR / MENTOR. semua penugasan yang sifatnya tertulis diminimalisasi sehingga penugasan tertulis hanya ditujukan untuk kepentingan langsung kegiatan klien seperti pendokumentasian dan laporan. d.Tersedia pedoman praktik di setiap stase.Setiap mahasiswa memiliki “nursing kit” . Profil lain yang mendukung visi / penciri institusi. . Melakukan berkomunikasi efektif. . A. A. c. e. B. − Selama periode program profesi.Pembimbing klinik yang berfungsi sebagai preseptor / mentor sudah memiliki sertifikat pelatihan Clinikal Instruktur (CI) dan preseptor.Tersedia buku prosedur tindakan keperawatan. . Mengelola administrasi keperawatan.Tersedia buku log untuk mahasiswa.− Kompetensi utama dapat dicapai di RS tipe A. dan B pendidikan dan sedangkan kompetensi pendukung dan lainnya dapat dilaksanakan di RS tipe C atau tatanan layanan kesehatan lain yang sesuai. . . Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim. A. 3 Profil yang harus dimiliki lulusan program profesi a. Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan.Tersedia uraian tugas dan kewenangan Preseptor / Mentor. Researcher (peneliti pemula) f. Educator (pendidik kesehatan kepada sistem klien) d. Care Provider (pemberi asuhan keperawatan) b. 2 Persyaratan pelaksanaan praktik . serta presentasi kasus. .Wahana praktik memiliki kasus yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi. Manager (pengelola asuhan) e.

g. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik.f. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 9. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan menejemen resiko . Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 3. j. Mampu memberikn asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. Mampu menerapkan pengetahuan. Mampu membuat keputusan etik 4. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 13. k. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP*) 11. Mampu menjalin hubungan interpersonal. i. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan di komunitas dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik 10. Mampu me mberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber –sumber etnik. h. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 8. Mampu berkolaborasi dalam berbagai aspek untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten *) 6. Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan 2. Sub-kompetensi / unit kompetensi 1. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik *) 5.

Mampu merancang. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 15. 21. 5 Kegiatan focus mata kuliah yang diberikan untuk mencapai unit kompetensi UNIT KOMPETENSI 1. 25. 22.14. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif) Keterangan : *) menerapkan kewenangan melakukan. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam member asuhan 2. 1. FOKUS MATERI PEMBELAJARANPRAKTIK Penggunaan Diri Secara Efektif dalam Komunikasi Terapeutik Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik . Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman 19. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik *) 18. Mampu berkonstribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. A. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. diperoleh secara bertahap sesuai dengan program mentoring dan preseptoring. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 23. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 20. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 17. Mampu berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan keperawatan *) 16. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 24. melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). kerangkah etik danlegal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 1. iii. dll 3. etika profesi Penerapan Kode etik keperawatan Profesionalisme keperawatan Hukum kesehatan Pengambilan keputusan etik terkait pasien Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : Malpraktik. Budaya dan Keyakinan Komunikasi Profesional dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan Berkomunikasi dalam bahasa inggris secara tulisan dan verbal formal (presentasi) 2. Mampu menerapkan pengetahuan. kepercayaan. neglected. 3. Menggunakan pendekatan agama. Fungsi advokasi Mempertimbangkan latar belakang pasien dan menyesuaikan dalam asuhan yang diberikan. *) v. 6. Penerapan etika RS. Teknik Komunikasi Terapeutik Penggunaan Komunikasi Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan Komunikasi Sosial.3. Mampu membuat keputusan etik 7. 7. Menerapkan transcultural nursing iv. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. 4. 4. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. etika layanan keperawatan. ii. 2. 5. 4. Menerapkan holistic care pada klien i. 6. dan spiritual dalam praktik keperawatan Menghargai keinginan pasien dalam terapi alternatif atau pelengkap (complementary nursing) . pertanggung jawaban. 8. 5.

sMenggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan. Menerapkan komunikasi Terapeutik 12. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 2. 6. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten *) 1.5. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 1. 6. Holism. Penerapan Keperawatan Maternitas dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan Medikal Bedah Penerapan Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan pada lansia Penerapan Keperawatan Kritis dan Gawat . Mempertahankan Infection Control. 4. 9. Menerspkan proses keperawatan Humanism 2. 7. 5. Mempertimbangkan keperawatan lintas budaya Mempertahankan Spiritualitas / Religiositas Menerapkan ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas Menggunakan Teknologi Informasi dsalam keperawata Mempertahankan kualitas Melakukan pendidikan kesehatan Mempertahankan Hak dan Kewajiban Pasien handal 10. 1. Mempertahankan Patient Safety 13. 4. 5. 3. Melakukan Posedur Keperawatan dengan 11. dan 3. Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC-NOC atau lainnya) 7. 8. Menerapkan konsep Caring. 2.

2. rehabilitatif. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 3.Darurat 6. Penerapan Keperawatan Keluarga 11. UKS) 14. Menggunakan hak moral dalam pengambilan keputusan Menerapkan pendekatan etik dalam pengambilan keputusan Mempertimbangkan hak pasien dan keluarga dalam pelayanan kesehatan . 16. kuratif. consolation of the dying. promotif. Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesehatan Kerja. Mengelola asuhan menggunakan pendekatan holistic. 9. preventif. Penerapan Keperawatan Komunitas 13. Menerapkan terapi modalitas keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer. Penerapan Keperawatan Home Care 12. restorative. 8. 7. Mengelola mutu dan resiko asuhan keperawatan 15. 8. 1. Aspek klien dengan Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler Askep klien dengan Gawat Darurat pada Shock dan Trauma Multisistem Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana Penerapan Keperawatan Kesehatan Jiwa 10.

9.

Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas praktik

Self management of learning 1. Terlibat aktif dalam diskusi kasus klien 2. Aktif dalam kegiatan ilmiah Membaca artikel ilmiah keperawatan Mengikuti kursus, pelatihan tentang asuhan keperawatan. 4.

berkesinambungan dalam 3.

10. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP *) 11. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)

Menerapkan keterampilan-keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus) sesuai dengan tingkat usia di setiap tatanan pelayanan kesehatan. 1. Membahas secara ilmiah tentang kondisi klien dengan profesi lain. 2. Memberikan asupan dan saran kepada profesi lain terkait kondisi pasien. 1. Menerapkan terapi komplementer seperti massage, terapi sentuhan, pernapasan efektif, herbal.
2. Menerapkan terapi keperawatan holistic seperti

13. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *)

yoga pranayama, meditasi 1. Mengkaji situasi pelayanan / asuhan keperawatan. 2. Mengikuti alur penanganan pasien 3. Mengorganisasikan kegiatan layanan 4. Menerapkan pengelolaan kasus 5. Mengendalikan kualitas asuhan keperawatan 1. Mempertahankan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2. Melaksanakan kegiatan berdasarkan SOP 3. Menerapkan prinsip bekerja dengan benar dalam asuhan keperawatan 4. Memberikan tindakan keperawatan yang

diperlukan dalam mempertahankan K3 15. Mampu berkolaborasikan pelayanan keperawatan *) 1. Membahas tentang terapi klien dengan tim medik. 2. Mempertahankan kepentingan klien jika terdapat dilemma tentang terapi 3. Membahas tentang diet dan nilai2 lab yang relevan. 4. Mempertimbangkan kebutuhan gizi untuk 16. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 4. 3. 2.
1.

anak, klien dewasa, ibu hamil, dan masyarakat. Menerapkan dinamika kelompok (team building) Memberikan pengarahan pada bawahan atau anggota tim. Menggunakn gaya kepemimpinan yang sesuai untuk klien, keluarga, sejawat, dan masyarakat. Menggunakan pendekatan sistematis dalam mengelola konflik, memperkenalkan

17. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman

perubahan. 1. Berkomunikasi Profesional dan kaitanya dngan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 2. Berkomunikasi dalam konteks social dan keaneka ragaman Budaya serta Keyakinan 3. Mempertahankan K3 4. Berkolaborasi dengan sejawat, senior,atau profesi lain 1. Menerapkan pola komunikasi efektif untuk kepentingan keouasan pelanggan, dalam berkolaborasi dan kerja tim. 2. Membina hubungan kerja secara baik dengan pihak lain yang terkait.

18. Mampu menggunakan keterampilan interpersional yang efektif alam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif

19. Mampu merancang, melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mengidentifikasi fenomena klien dan lingkungan Menyusun rumsan masalah dan tujuan penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Malakukan pengumpulan data Menganilisis data Mendesiminasi dan publikasi hasil penelitian. Menyelesaikan masalah klien secara efektif dan efisien serta sistematis Menindak lanjut hasil dari penyelesaian masalah klien

20. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis, dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 22. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 23. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan 24. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif)

1. 2.

1.

Menggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan

2.

Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC atau lainnya)

1.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah keperawatan

2. Terlibat dalam diskusi tentang layanan

kesehatan dan keperawatan

1. 2.

Melakukan proses pembelajaran sepanjang hayat Mewujudkan perubahan yang positif untuk kepentingan klien, layanan, dan profesi

6 Penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. - Melakukan berkomunikasi efektif - Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan - Mengelola administrasi keperawatan - Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim - Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan - Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan dikomunitas - Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan - Mampu menjalin hubungan interpersonal - Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula Dilakukan untuk kegiatan : (24 sks-kurikulum inti) - Keperawatan Medikal Bedah (5 sks) - Keperawatan anak (2 sks) - Keperawatan jiwa (2 sks) - Keperawatan Maternitas (3 sks) - Keperawatan Kedarurat-gawatan (2 sks) - Keperawatan Komunitas / kelg (4 sks) - Keperawatan Gerontik (2 sks) - Penerapan manajemen kepr (2 sks) Beban studi yang dimuat dalam kurikulum ini adalah 60% (inti), sedangkan sisanya 20% materi isu global (dapat dimasukkan dalam beban studi MK KMB, Anak, atau lainnya) serta 20% penciri institusi dapat dimasukan kedalam MK yang ada atau membuat MK baru yang sesuai).

Setelah itu. Kegiatan Tridarma dalam pendidikan dilaksanakan melalui pelibatan aktif kedua pihak dalam proses belajar peserta didik baik pemberian asuhan. B pendidikan. Pengembangan model pendekatan pada pasien yang . 7 Wahana praktik dan pencapaian kompetensi Kompetensi Utama Pendukung / isu global Lain2 (penciri institusi) Wahana praktik RS tipe A. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan proses belajar peserta didik di wahana praktik. tetapi juga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan layanan yang berkualitas sebagai hasil kontribusi dari peserta didik. pihak pendidikan dan peserta didik mengidentifikasi fenomena pasien atau klinik yang terjadi dan harus segera dicari solusinya. seminar kecil tentang pasien atau ilmu dan teknologi kesehatan / keperawatan terkini. meliputi kegiatan Tridarma. B. B pendidikan dan wahana di komunitas RS tipe A. Pada pelaksanaan Tridarma kedua penelitian. dan para preseptor / mentor. Kemudian disusun dalam bentuk proposal penelitian atau proyek dengan melibatkan pihak pelayanan. dan keluarga pasien atau pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga.Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat A. presentasi kasus. C Sesuai kebutuhan Semua wahana praktik yang digunakan harus dilandasi oleh kesepakatan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan. Pelaksanaan Tridarma ketiga yaitu pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan oleh pihak pendidikan bersama pelayanan dengan mengembangkan program-program pelatihan untuk para perawat. kegiatan ilmiah seperti diskusi kasus. Selain itu. pengumpulan data dilakukan untuk dianalisis oleh kedua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini.. B. pembimbing akademik.

proses pembimbingan berlangsung lama sedangkan pada preceptoring berdurasi pendek dan pembimbingan diberikan secara intens. pada program mentoring. Stase I sd VIII merupakan kegiatan praktik mentoring / preseptoring untuk kurikulum inti program studi pendidikan profesi ners. . FASE PELAKSANAAN B. Sedangkan stase IX sd XI merupakan tambahan stase untuk mengakomodasi kompetensi pendukung dan lain2 apabila tidak dapat diintegrasikan kedalam 8 stase. 3 II U K 1. B.kemudian diterapkan secara terrencana dan sistematis dapat menjadi sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang bermakna dari pihak pendidikan kepada pihak pelayanan. Pelaksanaan stase lengkap diselesaikan dalam 3 semester. 4.1 Preceptoring / mentoring Istilah preceptoring dan mentoring sering digunakan untuk maksud yang hampir sama (interchangeably). 2. Perbedaannya adalah.2.2 Model bimbingan B. 1 Komposisi stase : I U K 1. 5 8 III IV V VI VII VIII IX X XI __________________ ___________________ _____________ dst dst Semester 1 Semester 2 Semester 3 Matrix diatas merupakan contoh blok praktik. semester pertama program profesi dapat diintegrasikan kedalam semester VIII program pendidikan sarjana keperawatan. namun pada pelaksananaanya. B.

B.Model bimbingan ini merupakan sistem dan proses melimpahkan kewenangan secara bertahap dari para preseptor / mentor. . sehingga dapat berfungsi sebagai praktisi yang akuntabel. Disamping itu. tentu saja untuk mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks.2 Presetee (peserta didik) Peserta didik harus merupakan seseorang yang telah dibekali dengan kompetensi yang diperlukan dan mahir untuk menjalankannya. Oleh karena itu. Peserta didik memiliki akontabilitas sendiri karena preseptor tidak memiliki akuntabilitas untuk mewakili peserta didik. semua peserta didik yang akan berperan sebagai preseptee adalah individu yang baru akan memasuki dunia nyata dan memerlukan bimbingan namun telah memiliki seluruh kompetensi yang diperlukan Kebutuahan akan preseptor terjadi karena upaya untuk mempertahankan layanan pasien yang berkualitas dan keberadaan peserta didik tidak merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. Proses belajar merupakan proses dua arah. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Sebaliknya. Tujuan ini dapat dicapai dengan membekali peserta didik suatu program “ ANTARA “ yang terstruktur dan mendukung sebagai jembatan menuju upaya menghasilkan praktisi yang handal dan kompeten terutama untuk mampu bekerja dalam situasi layanan yang bertingkat tinggi.2. Tujuannya adalah agar peserta didik menjadi dewasa dan matang dalam profesionalisme keperawatan sehingga ketika lulus mampu menjadi profesional sejati. preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stres yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya. Pada program pendidikan ners ini lebih sesuai dengan menggunakan istilah preseptor karena durasi hanya kurang lebih satu tahun dan berlangsung secara intensif. Yang terakhir. keberadaan preseptor juga untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik.

5.2. 2. sikap. Oleh karena itu. 4. teori.2. Telah berpengalaman minimal 2 tahun berturut-turut ditempatnya bekerja dimana ybs ditunjuk sebagai preseptor / mentor sehingga dapat membimbing peserta didik dengan baik.Pada program preseptoring / mentoring. serta bersikap dan bertindak sebagai “ model peran “ untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu pemula dalam periode tertentu dengan tujuan tertentu mensosialisasikan pemula kedalam peran baru sebagai profesional” B. perilaku. Preseptor atau mentor pada pendidikan ners ini seharusnya berpendidikan lebih tinggi dari peserta didik (PP no. proses mempelajari suatu kompetensi sudah diminimalisasi. dan ketrampilan kedalam tatanan nyata dengan subyek klien nyata / riil bukan pasien simulasi. pasal 31 ayat 3 dan pasal 36 ayat 1).4 Kriteria preseptor / mentor 1. memberikan konseling. pasal 36 ayat 1). yang mampu mengajarkan. 3. menginspirasi. Merupakan model peran ners yang baik dan layak dicontoh karena sikap. sebaliknya pada pendidikan ini difokuskan pada penerapan pengetahuan. biasanya seorang perawat praktisi yang bekerja dan berpengalaman di suatu area keperawatan tertentu. keberadaan seseorang yang bertindak sebagai pembimbing dan preseptor bukan hanya memberikan bimbingan tetapi juga melimpahkan sebagaian kewenangan yang dimilikinya dalam memberikan asuhan klien kepada peserta didik. Telah mengikuti pelatihan pendidik klinik yang memahami tentang kebutuhan . 19/2005. Memiliki sertifikat kompetensi sesuai keahlian dibidangnya (PP no. Ia harus seorang ahli atau berpengalaman dalam memberiakan pelatihan dan pengalaman praktik kepada peserta didik.3 Definisi tentang preseptor : Preseptor / mentor dapat merupakan seorang dosen yang ditempatkan di tatanan klinik atau perawat senior yang bekerja ditatanan layanan dan ditetapkan sebagai preseptor.19/2005 tentang standar nasional pendidikan. konsep. minimal merupakan seorang ners tercatat (STR) / memiliki lisensi (SIP/SIK) yang berpengalaman klinik minimal 5 tahun. B. kemampuan profesionalnya diatas rata-rata.

memvalidasi.2. Membantu menyelesaikan masalah yang bersifat transisi peran dari peserta didik menjadi ners kompeten yang dihadapi oleh peserta didik. Berperan sebagai narasumber dalam memberikan dukungan personal dan profesional kepada peserta didik.2. • • • • • • Bersama peserta didik memformulasikan tujuan belajar untuk menjembatani masalah transisional tersebut diatas. Preseptor / mentor mengidentifikasi kebutuhan belajar klinik peserta didik B. Memperlihatkan komitmen tinggi untuk membimbing peserta didik selama proses belajar klinik berlangsung. Berkeinginan memberikan waktu yang cukup untuk peserta didik. Pendengar yang baik dan mampu menyelesaikan masalah. B. Tanggap terhadap kebutuhan dan ketidak-berpengalaman peserta didik.6 Tugas pokok preseptor / mentor melalui silabus / Course Study Guide / modul praktik dari institusi pendidikan. perencanaan kegiatan dan cara mengevaluasinya. Cukup berpengalaman dan kompeten untuk membantu peserta didik menerapkan pengetahuan teoritis kedalam praktik. Peserta didik akan dukungan. Memberikan umpan balik secara terus menerus dan periodik pada peserta didik terkait kemajuan atau kelemahan peserta didik selama belajar diklinik. . serta mencatat pencampaian kompetensi klinik peserta didik. Membantu peserta didik dalam mengkaji. Cukup mengenali dan terbiasa dengan teori dan praktik terkini. Model peran profesional. Memfasilitasi sosialisasi profesional peserta didik kedalam peran profesi ners peserta didik. membantu membuat keputusan dan menumbuhkan akuntabilitas peserta didik selama proses belajar. upaya pencapaian tujuan.6. Kompeten dan percaya diri dalam peran sebagai preseptor / mentor. Menyelesaikan masalah.5 Kemampuan preseptor / mentor • • • • • • • • • • • Berkomunikasi secara baik dan benar.

. 2. salah memberikan obat.B. 4. Persiapan sebelum melakukan program preseptor Setiap peserta didik yang ditempatkan di RS tertentu sebagai wahana praktik harus menjalani beberapa hal yang merupakan kegiatan wajib yaitu : Melakukan kegiatan orientasi RS dan ruang rawat dan menerima buku pedoman preseptorship dan program kegiatannya. Menjalani latihan yang diadakan oleh institusi pendidikan bekerjasama dengan RS selama 2 hari.8. Memberi waktu pada peserta didik untuk mendalami ruang rawat dan kliennya pada saat orientasi. 5.7 Metode pembelajaran peserta didik Beberapa metode pembelajaran peserta didik diinisiasi dan fasilitasi oleh preceptor / mentor di setiap stase.Melakukan pertemuan formal dengan preseptor dan manajer ruang rawat. untuk : • Mendiskusikan peran preseptor dan harapan peserta didik . Pelaksanaan kegiatan program mentoring / preseptoring a. Kebijakan yang berlaku di RS dan ruang rawat dimana peserta didik ditempatkan. seperti berikut : 1. 3. Aturan dan ketentuan apabila menghadapi situasi tidak diharapkan seperti klien jatuh.2. dll. B.2. Sifat layanan yang diberikan. meliputi : - Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preseptor Diskusi kasus Seminar kecil tentang kasus atau IPTEK kesehatan atau keperawatan terkini Pendelegasian kewenangan bertahap (lampiran 1) Problem Sorving for Better Health (PSBH) Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan Laporan kasus dan overan dinas - Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan pencapaian kompetensi dan lama waktu program preseptoring sudah berlangsung. Jenis dan kriteria pasien yang dirawat. kebakaran. Pelatihan informal ini meliputi diseminasi informasi terkait berbagai hal. Kedudukan dan posisi preseptor dan peserta didik.

mengoperasionalkan komputer. Setiap preseptor / mentor memiliki 2 sampai dengan 3 orang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. mengantarkan dimana peserta didik ditempatkan. mendokumentasikan. kualifikasi preseptor dan kemampuan belajar Menetapkan jumlah jam tatap muka untuk berdiskusi antara preseptor dan peserta didik Menetapkan kesepakatan periode dan tanggal evaluasi / review peserta didik Menyepakati kontrak belajar b. untuk menyakini bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan melaksanakan prosedur sesuai dengan tingkat kemahiran ketrampilan . Secara teratur menghadiri pertemuan dengan perawat ruangan ketika diadakan diskusi kasus.• • • • • Berbagi informasi tentang tujuan dan luaran proses belajar peserta didik Berdasarkan pengalaman lalu. c. Pelaksanaan kegiatan program preseptorship Sebelum peserta didik memulai kegiatan praktiknya. Memperkenalkan secara extensive pada komunitas klien yang berada di ruangan dimana peserta didik ditempatkan. Pelimpahan kewenagan dilakukan bertahap melalui : Pemberian tugas prosedural. Lazimnya. menghadiri pertemuan tim asuhan. setiap preseptor / mentor memiliki 4 sd 6 klien yang menjadi tanggung jawabnya. Mengikuti preseptor dalam mengkaji klie. Preseptor / mentor harus memahami karakteristik setiap peserta didik agar ketika melimpahkan sebagian kewenangan yang dimilikinya tidak menyama – ratakan tingkat kemampuan menjalankan kompetensi dari masing – masing peserta didik. walaupun ia harus memiliki asumsi bahwa setiap peserta didik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang ners dan telah lulus uji masuk klinik. manajer ruangan memberikan kepada setiap preseptor / mentor beberapa kasus klien dengan berbagai tingkat ketergantungan dan tingkat kebutuhan dasar yang berbeda. Mendengarkan ners spesialis atau konsultan ketika memberikan ceramah atau pencerahan perawat.

Pelimpahan kewenangan prosedural dapat diberikan selama minggu pertama dan maksimal sampai minggu kedua. Pelimpahan kewenangan memberikan asuhan dengan tingkat ketergantungan yang paling rendah ini dapat diberikan selama minggu kedua atau maksimal minggu ketiga. mandiri).apabila peserta didik dinilai belum mampu menerima pendelegasian kewenangan pada tingkat yang lebih sulit. Peserta didik mengikuti jadwal dinas dari mentor / preseptornya masing. respon klien.masing sehingga setiap peserta didik mengetahui kemana harus pergi jika mau bertanya. Hal lain yang harus diperhatikan pada program preseptoring / mentoring. peserta didik diminta untuk selalu melaporkan secara lisan tentang cara melakukan. Kewenangan melaporkan lisan kemudian secara bertahap dilanjutkan dengan melaporkan tertulis dalam bentuk menulis laporan di kartu pasien / kardex dan selalu ditanda tangani oleh preseptor / mentor berdampingan dengan tanda tangan peserta didik. Kemudian secara bertahap diberikan klien dengan tingkatan ketergantungan lebih tinggi. dan hasil tindakan untuk kemudian dievaluasi oleh preseptor / mentor. dan critical indence report book untuk mencatat setiap kejadian yang dianggap luar biasa baik atau jelek. maka ia tidak diperkenankan menerima pendelegasian berikutnya sampai ia dianggap sudah mampu untuk menerima kewenangan pada tingkat berikutnya.yang diharapkan. Setiap preseptor/ mentor memiliki catatan riwayat proses pembelajaran peserta didik. diskusi kasus. kesalahan yang . d.masing sesuai dengan kmpetensi dan kewenangan yang harus diperolehnya melalui klien masing2.format penilaian proses belajar. Pemberian klien secara utuh untuk diberikan asuhan oleh peserta didik dimulai dengan klien yang memiliki tingkat ketergantungan yang paling rendah (misal . meminta saran. Pelimpahan kewenangan melaporkan lisan ditumbuh kembangkan dari awal sejak peserta didikmenjalani program internship. seminar kecil diruangan masing. Setiap peserta didik tidak selalu harus memiliki klien dengan jenis ketergantungan yang sama. Setiap setelah melakukan tindakan prosedural atau asuhan. Preseptor / mentor harus memahami dan meyakini kemampuan peserta didik dalam menerima kewenangan. Peserta didik difasilitasi untuk melakukan presentasi. dan mendiskusikan hal-hal tentang kliennya. melaporkan.

Selama preseptor / mentor melimpahkan sebagian kewenangan tentang asuhan klien kepada peserta didik. maka dilakukan penilaian / umpan balik tentang peran preseptor oleh peseta didik. maka tanggung jawab dan tanggung gugat tentang klien tetep berada pada mentor / preseptor. ekualitas dan perbedaan. fokus penekanan penguasaan kompetensi ini adalah melalui - - pendelegasian kewenangan. B.dibuat peserta didik atau kelemahan peserta didik yang mengakibatkan kecelakaan pada diri sendiri. maka tanggung jawab dan tanggung gugat secara internal ruangan telah dimiliki oleh peserta didik. kemampuan mempertahankan lingkungan bekerja yang sehat. diskusi kasus atau seminar kecil. ada beberapa kompetensi ambahan yang harus juga dipertimbangkan untuk dimiliki oleh peserta didik karena ybs akan menjadi praktisi. atau orang lain. . Namun. Pencapaian kompetensi berkomunikasi berbahaa Inggris dilakukan dengan memfalisitasi peserta didik untuk melakukan komunikasi berbahasa Inggris baik ketika presentasi. klien. apabila peserta didik sudah memperoleh kewenangan secara utuh dan menyeluruh terkait klien yang telah didilegasikan. kemampuan melakukan secara berkualitas. Sebelum berpindah ruang rawat / blok / stase. Kompetensi itu adalah berkomunikasi. kemampuan mengembangkan diri dan orang lain (kliaen). Disamping itu. aman dan keselamatan. Preseptor melakukan penilaian kegiatan peserta didik pertengahan proses belajar dan di akhir proses belajar di suatu ruang rawat. case test/ uji kasus) Student Oral Case Analyses ( SOCA) Critical incindence report Dalam proses belajar. meningkatkan layanan. 3 Evaluasi kompetensi Setiap kompetensi dievaluasi melalui beberapa cara yaitu : - Log book Laporan pada preseptor / mentor Proses pelaporan pada dinas berikut Format evaluasi resmi dari pendidikan (direct observasional procedure skills test.

Namun. maka seyogya yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mendapatkan remedial dan diuji kembali setelah program remedial selesai. Ketika peserta didik program profesi dinyatak lulus maka ia diberi sebutan Ners dan kemudian memiliki hak untuk mendapatkan Surat Tanda Regristasi (STR).Evaluasi kompetensi untuk menetapkan kelulusan dari Program Studi dilakukan dalam bentuk uji kompetensi sebelum yudisium. jika ternyata peserta didik tidak lulus. .

PENUTUP 8 Kurikulum adalah jantung penyelenggara pendidikan. AIPNI telah menyusun rancangan buku kurikulum berbasis kompetensi pendidikan sarjana keperawatan tahun 2006 dan telah di sempurnaan untuk digunakan pada tahun 2008. di telaah dan ditata kembali agar institusi pendidikan berjalan dengan sehat. Hingga saat ini kurikulum tersebut telah digunakan secara luas oleh Institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dan di sempurnakan kembali tahun 2010 ini dengan sebutan Kurikulum Pendidikan Ners. oleh karena itu bagian yang sangat vital ini perlu terus di kaji. dan sesuai tujuan yang diharapkan dengan senatiasa menyesuaikan perkembangan IPTEK sehingga lulusan pendidikan profesi Ners memiliki kemampuan memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. Kesepakatan bersama dengan seluruh anggota dalam menyusun dan mengimplementasikan isi kurikulum KBK program pendidikan ners adalah kurikulum inti sebanyak 60%. . Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang merupakan satu – satunya wadah bagi penyelenggara pendidikan Ners di Indonesia serta merupakan representasi dari institusi pendidikan keperawatan Indonesia secara terus menerus mengupdate kurikulum yang ada. Harapan kami dengan adanya buku Implementasi Kurikulum KBK Program Pendidikan Ners maka dapat memandu setiap institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dapat melaksanakan pembelajaran dengan baim dan benar sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi maksimal dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan keperawatan di masyarakat. kurikulum penciri institusi (unggulan) 20% dan kurikulum global 20%. Tujuannya adalah agar ketatalaksanaan. Semenjak adanya himbauan dan tuntutan dari pemerintah tentang penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disetiap satuan pendidikan maka AIPNI terus menerus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan KBK tersebut. dan dampak dari penyelenggaraan pendidikan tersebut dapat optimal. keterlaksanaan.

London : NMC Gaberson. Preceptorship in nursing staff development. .H. M. (1984). & Oermann. 24 (6). (2002). (1993). Preceptorship ploicy : a tool for success.DAFTAR PUSTAKA Morrow. M.(1999) Clinical Teaching Strategies in Nursing Teaching of nursing. New York : Springer Publishing Company. K. Jounal of Continuing Education in Nursing.. B. in Kramer. 274-276 NMC. K. Supporting nurse and midwives through lifelong learning.

Berikut ini dijelaskan tahapan pendelegasian kewenangan yang sifatnya sangat flexibel dan individual dimana peserta didik yang dianggap tidak dipaksakan untuk menerima pendelegasian tersebut. Waktu /mggu 1–2 2–3 dst Komponen pendelegasian kewenangan asuhan klien pada setiap stase Tindakan Ketergantungan prosedural mandiri Ketergantungan minimal Ketergantunga n sedang Ketergantun gan tinggi .Lampiran 1 TATA KELOLA PENDELEGASIAN KEWENANGAN DARI PRESEPTOR KEPADA PESERTA DIDIK Pendelegasian kewenangan dari preseptor kepada peserta didik merupakan fokus dari proses belajar sehingga kegiatan belajar diarahkan pada penumbuh kembangan peserta didik untuk menjadi ners profesional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->