1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi dunia berdampak secara langsung terhadap sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, sehingga tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan semakin meningkat, baik di tatanan klinik maupun di komunitas. Mutu pelayanan kesehatan yang diberikan harus terjamin aman, tidak beresiko, dan dapat memberikan kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi standar mutu internasional, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan klien berserta keluarganya. Perawat dituntut untuk tampil professional yang memberikan asuhan keperawatan serta mampu menjalin kerjasamadengan berbagai pihak agar pelayanan yang diberikan dilakukan secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan dasar, meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio dan spiritual klien. Penyelenggaraan layanan keperawatan didasarkan pada kewenangan yang diberikan karena keahlian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Kesehatan no. 36 tahun 2009. Praktik keperawatan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam berbagai penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan, registrasi, sertifikasi, akreditasi, dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum Pendidikan Ners terdiri dari kurikulum tahap akademik dan kurikulum profesi yang menyatu sebagai satu kesatuan utuhdisusun setelah mempertimbangkan bahwa Kurikulm berbasis kompetensi (KBK) pendidikan Sarjana Keperawatan (2008) yang terpisah dengan KBK profesi akan dapat menimbulkan dampak yang tidak diiginkan sebagai akibat tenaga yang dihasilkan
AIPNI Page 1

pada tingkat sarjana belum memiliki kewenangan untuk melakukan praktik keperawatan. Terwujudnya KBK pendidikan ners adalaha merupakan konsekwensi terhadap Kurikulum Inti Program Pendidikan Ners (Sarjana Keperawatan dan Ners) yang disahkan pada tahun 1998 dan diberlakukan pada tahun 1999 dan tidak sesuai dengan perkembangan global. Dampak globalisasi, keterbukaan, rasionalisasi berfikir, dan budaya kompetisi / persaingan akhir-akhir ini telah mempengaruhi dunia pendidikan. Globalisasi akhirnya berdampak juga terhadap pendidikan keperawatan. Saat ini tuntutan terhadap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/keperawatan semaikn canggih, dan selain itu persyaratan dunia kerja semakin menuntut tenaga keperawatan yang kompeten, sehingga dunia pendidikan keperawatan harus mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk mampu berkompetisi baik nasional maupun global. Untuk mengantisipasi perkembangan global tersebut telah diadakan perubahanperubahan yang bersifat inovasi, reorientasi, reformasi di dalam penyusunan kurikulum Pendidikan Ners. Penyusunan kurikulum ini merujuk kepada misi Diknas unutk menciptakan Insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, dan komprehensif serta berakhlak mulia dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), dan tuntutan dari organisasi profesi. Kurikulum yang disusn menitik beratkan kepada proses pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa (student centered learning) dan beroerientasi kepada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan, sehingga kurikulum yang disusun adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang berstandar nasional maupun internasional. Penyusunan kurikulum tahun 2010 berlandaskan kepada peraturan-peraturan terkini yang ada di pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan, dan tuntutan dari organisasi profesi yang mengharapkan lulusan berstandar internasional. Secara nasional, aturan-aturan yang tertuang pada SK Mendiknas No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar SK Mendiknas No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, dan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 20 (3)
AIPNI Page 2

bahwa Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan.atau vokasi; PP RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP RI No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan, pasal 85 (3) bahwa Pendidikan tinggi dapat menyelenggarakan program diploma pada pendidikan vokasi, sarjaan, magister dan doktor pada pendidikan akademik dan spesialis dan atau profesi pada pendidikan profesi. Semua peraturan diatas menjadi pedoman umum penyusunan kurikulum Pendidikan Ners ini. Penyusunan materi berdasarkan hasil analisis dan studi banding keberbagai institusi penyelenggara pendidikan yang ada di luar negeri, bekerja sama dengan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Disamping itu, tuntutan dari stakeholder : masyarakat, rumah sakit, puskesmas, departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya terhadap tampilan perawat professional, digunakan oleh penyusun kurikulm sebagai landasan pengembangan profil Ners di masyarakat. Berdasarkan pertimbangan di atas dilaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya perbaikan kurikulum. Kegiatan dimulai di Jakarta pada tanggal 8 - 10 Oktober 2003 dengan hasil tersusunnya standar kompetensi perawat professional (ners). Selanjutnya kegiatan di Yogyakarta pada tanggal 22 - 24 Juli 2003, menghasilkan draft tentang penyelenggara pendidikan ners yang berkualitas menghasilkan ners yang kompeten. Kegiatan ke tiga di Malang pada tanggal 11-13 Maret menghasilkan kompetensi lulusan pendidikan DIII dan Ners. Pada tanggal 23-24 April 2004 di Jakarta membahas Sisdiknas dan implikasinya terhadap pendidikan tinggi keperawatan. Pada tanggal 23-25 Agustus 2004 di Makassar di bahas konsep LRAISE kualitas pendidikan Ners. Di Bandung pada tanggal 20-23 November 2005 membahas kesiapan institusi pendidikan ners untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di era global. Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 4-6 Mei 2006 dilaksanakan lokakarya Nasional AIPNI dan PPNI di Jakarta dengan agenda susunan kurikulum pendidikan Ners. Kegiatan lokakarya KBK bekerja sama dengan Tim KBK DIKTI Depdiknas telah dilaksanakan pada 20-23 Pebruari 2007 di Jakarta, selanjutnya dilaksanakan
AIPNI Page 3

kegiatan serupa dan pelatihan-pelatihan lainnya secara teratur dan berkesinambungan selama lebih dari dua tahun agar tersusun standar pendidikan utama dengan kemampuan minimal yang harus dicapai, baik hard skills maupun soft skills oleh Ners di Indonesia. Kompetensi yang harus dimiliki lulusan terdiri atas kompetensi hard skills dan soft skills. Kompetensi hard skills terkait penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan tehnis yang berhubungan dengan bidang ilmu keperawatan, sedangkan kompetensi sof skills yang harus dimiliki oleh seorang Ners adalah : tanggung jawab dan tanggung gugat, empati, berfikir kritis, disiplin, leadership (kepemimpinan), kreatif dan inovatif, inisiatif, komunikatif, dapat bekerja dalam tim, antusias, bersikap asertif, dapat mengambil keputusan dalam asuhan keperawatan, tanggap, ikhlas, teliti, percaya diri, berperilaku etis, mampu memecahkan permasalah keperawatan, mempunyai jiwa entrepreneurship, menghargai hasil karya orang lain, altruistik, lifelong, learning, conscience, dan mampu mengambil resiko (risk taking), dibawah bimbingan preceptor/mentor. Berdasarkan latar belakang di atas dan berbagi kegiatan yang telah dilaksanakan, tersusunlah kurikulum inti Pendidikan Ners berbasis kompetensi tahun 2010 yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum di berbagai institusi penyelenggara pendidikan Ners di seluruh Indonesia, dengan tahapan dan langkah yang diharapkan dapat menjamin kualitas lulusan sehingga mampu berkompetisi secara global. B. Tujuan Kurikulum ini disusun dengan tujuan memberikan pedoman dalam penyelenggaraan program pendidikan ners dengan pendekatan kurikulum berbasis kompetisi. Tujuan lain adalah untuk mengarahkan upaya para penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang benar untuk dapat menghasilkan ners yang cerdas, kompetitif dan komprehensif.

2
AIPNI

KERANGKA KONSEP PROGRAM PENDIDIKAN NERS

Page 4

AIPNI Page 5 . sosial. kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang mencakup biopsikososio-spritual-kultural. lingkungan. 1. Falsafah Keperawatan Dalam keperawatan. mind. bernalar. belajar. psikologis. berkomunikasi.Pendidikan Ners merupakan pendidikan akademik-profesional dengan proses pembelajran yang menekankan pada tumbuh kembang kemampuan mahasiswa untuk menjadi seorangn ilmuwan pemula dan tenaga professional. dan keperawatan sebagai pelayanan professional yang akan mempengaruhi isi kurikulum dan pendekatan utama dalam proses pembelajaran. Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminkan tiga komponen body. dan kultural. Landasan tumbuh kembang kemampuan ini merupakan kerangka konsep pendidikan yang meliputi falsafah keperawatan sebagai profesi. a. mengembangkan budaya dan nilai-nilai. sehat dan keperawatan. manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pelayanan kesehatan dengan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang 1945. Manusia beroerientasi kepada waktu. Manusia mempunyai siklus kehidupan meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan. Bertolak dari pandangan ini keperawatan meyakini paradigmadengan empat konsep dasar yaitu manusia. spiritual. kapasitas berfikir. kemampuan mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan berbagai mekanisme yang dibawa sejak lahir maupun didapat pada dasarnya bersifat biologis. mampu berjuang untuk mencapai tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri. dan spirit yang salinbg berpengaruh. Untuk dapat melangsungkan kehidupannya. selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan lingkungannya dan bersepon secara positifterhadap perubahan lingkungan melalui adaptasi dan memperbesar potensi untuk meningkatkan kapasitas kemampuannya.

budaya dan aspek spiritual yang dinamis. keterbatasannya. Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan secara dinamis dan mempunyai kemampuan berspon terhadap lingkungan yang akan mempengaruhi derajat kesehatannya. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasaal dari dalam manusia itu sendiri mencakup. dan predisposisi terhadap penyakit serta faktor perilaku. keluarga. factor genetic. b. menggali serta menggunakan sumbersumber yang diperlukan sesuai dengan potensi. Lingkungan eksternal antara lain terdiri dari masyarakat. mempunya tujuan dan sistem nilai serta berada dalam suatu hubungan yang bersifat saling bergantung yang terorganisir. maturasi biologi. kultural dan spiritual. mental. Dengan demikian manusia dalam keperawatannya menjadi sasaran pelayanan keperawatan yang disebut klien mencakup individu. kelompok dan komunitas yang selalau dapat berubah untuk mencapai keseimbangan terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi . Masyarakat adalah sistem social dimana semua orang berusaha untuk saling membantu dan saling melindungi agar kepentingan bersama dalam hubungannya dengan lingkungan dapat mencapai tingkat pemenuhan kebutuhan dasar secara optimal. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia mencakup lingkungan fisik. jenis kelamin. biologic. emosi (psikologis). Lingkungan Lingkungan dalam keperawatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal. untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. sosial dan tidak hanya terbebas dari AIPNI Page 6 . Sehat Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat diartikan sebagai keadaan sejahtera fisik. c. sosial. Lingkungan eksternal juga diartikan juga sebagai lingkungan masyarakat yang berarti: kumpulan individu yang terbentuk karena interaksi antar manusia.Manusia selalau mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui serangkaian peristiwa antara lain belajar.

Keperawatan Sebagai Profesi Pada lokakarya Nasional (1983) yang merupakan awal diterimanya profesionalisme keperawatan di Indonesia. dan kuratif.penyakit atau kelemahan. Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan masyarakat sejak fertilisasi samapai akhir hayat. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. ditujukan kepada AIPNI Page 7 . di dasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. preventif. ditujukan kepada individu. komunitas dan tingkat masyarakat. Kesehatan adalah keadaan sehat. mental. dan yang mengalami ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan bermartabat. keluarga. Keperawatan Keperawatan adalah bentuk layanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. keluarga. mencegah sakit. baik secara fisik. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi pada klien. kelluarga. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cia bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. 1. kelompok. memberi asuhan kepada orang sakit. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya-upaya promotif. meningkatkan kemampuan professional melalui penelitian dan menggunakan hasil penelitian. memberikan lingkungan yang aman. spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi sesuai Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistic serta kemampuan untuk menggerakkan energi serta sumber-sumber yang tersedia dalam mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan kesehantan dan pendidikan. d. mendefinisikan: “keperawatan sebagai suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Sehat ditentukan oleh kemampuan individu. Sehat dilihat dari berbagai tingkat yaitu tingkat individu.

preventing illness. caring for rehabilitating the sick and disable. menggunakan pendekatan holistik. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia”. “Nursing is humanistic science dedicated to compassionate concern for maintining and promoting health. groups AIPNI Page 8 .individu keluarga dan masyarakat. it is also a science” Martha E Roger (1970) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut . will. Keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan. or is recoveryao to a peacefull death that he would perform unaided if he had the necessary strength. Pernyataan tersebut diperjelas dengan pandangan berbagai pakar keilmuan keperawatan tentang pengertian keperawatan antara lain sebagai berikut : Virginia Handerson (1960) mendefinisikan keperawatan secara fungsional sebagai berikut. in the performance of those activities contributing to health or its recovery or to a peaceful death that the would perform unaided if he had the strength. keterbatasan pengetahuan. Nursing is a la learn profession that both a science and art” Selanjutnya Henderson (1978) menyatakan bahwa : “Nursing is primarily assisting the individual (sick or well) in the performance of those activities contributing to health. families. It is likewisethe unique contributing of nursing to help the individual to be independent of such assistance as soon as possible” International Council of Nurses (2007) mendefinisikan. serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan. dilaksanakan berdsarkan ilmu dan kiat keperawatan. mendahulukan kepentingan kesehatan klien diatas kepentingannya sendiri. sick or well. or knowledge. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. “The unique function of the nurse is to assist the individual. suatu bentuk pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic. “Nursing encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages. serta kurangnya kemuauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. This unique function of the nurse is a helping art. or knowledge.

sebagai profesi. participation in shaping health policy and in patient and health sistem management. sekunder. 2. disable and drying people. Advocacy. maupun pelayana/asuhan yang bersifat mandiri (independen) dapat dilaksanakan sesuai dengan hakikat keperawatan sebagai profesi. sick or well and in all setting. Demikian pula. Pelayanan keperawatan kepada klien dilaksanakan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan baik di klinik maupun di komunitas. research. and education are also key nursing roles” Tingkat pemahaman tentang keperawatan sebagai profesi akan tercermin antara lain pada langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan dan pembinaan pelayanan/asuhan keperawatan kepada masyarakat. dan tersier. Keperawatan sebagai Pelayanan Profesional Sifat dan hakikat pelayanan/asuhan keperawatan bertujuan untuk tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal. and the care of ill. prevention of illness. keperawatan memiliki sifat unik dan berbeda dengan profesi kesehatan lainnya. Nursing includes the promotion of health. AIPNI Page 9 . Para professional terikat dengan pekerjaan seumur hidup yang merupakan penghasilan sumber utama. Rujukan keperawatan dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketenagaan dan fasilitas kesehatan/keperawatan yang ada baik rujukan keperawatan yang bersifat inter institusi pelayanan kesehatan. Dengan demikian. berbagai sifat pelayana/asuhan keperawatan baik yang bersifat saling bergantung antara pelayanan/asuhan professional (interpenden). keperawatan mempunyai karakteristik sebagai berikut (Schein E H 1972) : a. Inti dari perbedaan ini adalah keyakinan bahwa profesi keperawatan melibatkan aspek kemanusiaan mendalam dan hakiki. Berbagai jenjang pelayanan/asuhan keperawatan harus dikembangkan. mencakup pelayanan/asuhan keperawatan primer. promotion of safe environment. Sebagai pelayanan professional.and communities.

Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. Disamping itu juga berlandaskan pada aspek etik dan legal profesi. Mempunyai motivasi kuata atau penggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya. Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahlian dan pengetahuan mereka dianggap khusus. 3. g. d. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya. Lebih mengetahui apa yang baik untuk klien dari pada klien sendiri. unik. standar pendidikan. c. Pelayanan yang diberikan kepada klien didasarkan pada kebutuhan objektif klien. Berorientasi kepada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien. mempunyai otonom dalam mempertimbangkan tindakannya. jalur karier dalam profesi dan batasan kewenangan profesi. Membentuk perkumpulan profesi yang menetapkan criteria penerimaan. dan individual melalui berbagai peran sebagai anggota profesi dan mengacu pada berbagai dan teori tentang manusia dan kemanusiaan serta kemandirian dalam mempertahankan etika dan standar profesi. Konsep yang menjadi landasan dan akan mempengaruhi isi kurikulum Program pendidikan ners dikembangkan berlandaskan pada kegiatan dan proses pendidikan berbasis kompetensi dengan harapan menghasilkan ners yang memiliki pengetahuan. f. e. i. sikap dan perilaku professional. serta menguasai IPTEK agat AIPNI Page 10 . perizinan atau ujian masuk formal. j. Memiliki kelompok ilmu pengetahuan yang mantap dan kokoh serta ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan dan latihan yang lama. Berdasarkan hal diatas maka layanan yang diberikan oleh profesi keperawatan bersifat menyeluruh.b. h.

serta symbol. Keberagaman Budaya Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. b. Dengan demikian. Konsep yang menjadi landasan dan mempengaruhi isi dari kurikulum adalah: a. pola dan arti dalam pengasuhan yang berhubungan dengan ekspresi terhadap pelayanan kesehatan kepada klien antara ners sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan. Etika Keperawatan Etika adalah suatu prinsip dan metode yang sistematik untuk membedakan antara yang benar dari yang salah. hubungan yang AIPNI Page 11 . Peran utama tim kesehatan adalah memfasilitasi untuk memberdayakan potensi internal klien. Hubungan Ners – Klien Hubungan ners-klien adalah suatu hubungan interpersonal yang professional dan terpeutik dengan tujuan memnuhi kebutuhan klien. kepercayaan yang dianut. Paradigma Keperawatan Paradigma keperawatan sebagai keyakinan dan cara pandang berbagai konsep penting yang mendasari keperawatan. agama / kepercayaan. Budaya. teknologi. Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bagaimana selayaknya setiap lulusan pendidikan ners memahami paradigma sebagai pedoman dan pendekatan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pihak yang membutuhkan. Konsep etika keperawatan meliputi praktik keperawatan yang berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif mengenai tanggung jawab dan kewajiban ners terhadap klien.dapat memenuhi kebutuhan pasien dan menjamin pelayanan aman serta akuntabel. dan perbedaan ekonomi menjadi dasar untuk penetapan keputusan terkait dengan masalah etik. Hal ini menjadi dasar pemikiran bahwa setiap klien itu adalah individu yang unik. d. c. Hubungan professional ners dank lien didsarkan pada pemahaman bahwa klien adalah orang yang paling tepat untuk membuat keputusan. anatara yang baik dari yang buruk. Cultural care diversity mengacu pada keberagamandan/atau perbedaan dalam gaya hidup. seorang ners haruslah memperhatikan aspek keberagamaan budaya.

Pendekatan Utama dalam Proses Pembelajaran Untuk mencapai tujuan kurikuler. psikologis. tingkat spiritual dan keyakinan terhadap aspek yang lebih tinggi dan yang diyakini telah menghidupinya. melaksanakan tindakan keperawatan. yang mulai dari pengkajian. diperlukan beberapa pendekatan utama dalam proses pembelajaran yaitu : (a) Menyelesaikan masalah secara ilmiah (b) Pembelajaran berfokus pada peserta didik (c) Berorientasi pada kebutuhan masyarakat. AIPNI Page 12 . Sudut pandang peserta didik dilatih dan ditumbuhkan untuk menjadi lebih luas dalam memahami klien bukan hanya sekedar individu unik namun juga individu yang memiliki variasi individualitas secara fisik. 4. Diharapkan. e. dan (d) Berorientasi ke masa depan. Caring (Pengasuhan) Caring adalah proses interpersonal yang menunjukkan pola atau bentuk yang berhubungan dengan oranng lain dalam memfasilitasi perkembangn seseorang. Hal ini merupakan landasan utama untuk menumbuhkan dan membina kemampuan memahmi dan menerapkan proses keperawatan yang merupakan metode utama yang digunakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan. menetapkan diagnosa keperawatan. budaya. Menyelesaikan Masalah secara Ilmiah Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah (scientific problem solving) pada peserta didik ditumbuhkan dan dibina sejak dini melalui rangkaian berbagai bentuk pengalaman pembelajaran secara terintegrasi.terjadi haruslah menguntungkan klien dan tidak memiliki efek yang negatif bagi klien. merencanakan tindakan keperawatan. melalui proses pembelajaran menghadapi klien dengan sikap dan perilaku caring. a. Proses keperawatan merupakan salah satu metode pendekatan dalam penyelesaian masalah secara ilmiah. Tema konseptual caring ini mengandung tingkat pemahaman peserta didik selam proses pendidikan terhadap keberadaan klien yang sedang mengalami satu atau beberapa masalahkesehatan. maka lulusan nantinya dapat memberikan pelayanan yanglwbih manusiawi dengan selalu memperhitungkan harga diri dan martabat klien.

Berorientasi ke Masa Depan Program pendidikan ners selalu mengorientasikan peserta didik pada perkembangan ke masa depan dengan mengikuti perkembangan profesi. peserta didik mendapat kesempatan untuk berlatih bekerja di masyarakat. mengambil keputusan klinik. Kemampuan untuk berorientasi ke masa depan akan dapat membiasakan diri AIPNI Page 13 . trend dan isu kesehatan. dan ditingkatkan secara bertahap sampai akhir pendidikan. Pengalaman Belajar di Masyarakat Pengalaman belajar di masyarakat merupakan masa adaptasi professional.sampai dengan evaluasi dan menetapkan tindak lanjut. perkembangan IPTEK. penalaran ilmiah. d. b. Sikap dan kemauan professional seorang ners dituntut untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Disamping itu ia terlatih dalam menyelesaikan masalah keperawatan yang dihadapi klien. serta memanfaatkan berbagai sumber dan kemampuan yang ada di masyarakat. Secara terintegrasi ditumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis. Kemandirian dalam belajar dan kemampuan memutuskan kondisi belajar yang optimal senantias harus di fasilitasi dan ditingkatkan. dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan maju. melakukan sosialisasi professional. lebih peka dan mampu mengidentifikasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapi di masyarakat. dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Melalui pengalaman belajar di tatanan dan pengalaman belajar lapangan di komunitas. c. Belajar Aktif dan Mandiri Kemauan dan kemampuan belajar aktif dan mandiri dibina sejak dini pada awal pendidikan guna meningkatkan kemampuan dalam mengarahkan belajar sendiri. sehingga mereka tidak tertinggal oleh perkembangan global. Berbagai bentuk pengalaman belajar dirangkai dan dilaksanakan secara terarah sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan belajar secara terus menerus sesuai asas belajar sepanjang hayat dan hakikat profesi keperawatan. ditumbuhkan dan dibina sepanjang proses pendidikannya melalu berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat. berpikir alternative dan kemampuan pengambilan keputusan secara benar.

seorang peserta didik untuk siap dan terbuka menerima berbagai perubahan yang terjadi. 3 KURIKULUM INTI PROGRAM PENDIDIKAN NERS DI INDONESIA Kurikulum inti program pendidikan ners terdiri dari dua tahapan kurikulum akademik yang mengacu pada aturan pemerintahakan bergelar Sarjana Keperawatan dan tahapan kurikulun profesi yang setelah lulus akan memperoleh sebutan profesi ners. pendekatan pola pembelajaran lebih memungkinkan peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri yang lebih mementingkan upaya pemenuhan kebutuhan pasien yang dilayaninya. kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pada profil lulusan yang diharapkan. Kurikulum ini menyatu dan hanya ditunjukkan untuk menghasilkan Ners sebagai luaran akhir dari sebuah proses pendidikan keperawatan tingkat profesional pertama. Disamping itu. kompetisi yang harus dimiliki dan dilengkapi dengan bahan kajian yang terkandung dalam mencapai kompetensi tersebut. maka diharapkan implementasi kurikulum berbasis kompetensi ini dapat menghasilkan lulusan ners yang kompeten dan berbudi luhur. Oleh karena itu.selanjtunya bahan kajian akan direspresentasikan AIPNI Page 14 . Berdasarkan pada berbagai konsep yang terdapat dalam falsafah dan paradigma keperawatan serta konsep tumbuh kembang manusia dan aspek kemanusiaannya.

Termasuk organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap tampilan ners profesional yang diharapkan di masyarakat. dan cara mengevaluasi hasil pembelajaran yang selalu diupayakan untuk mengukur kompetensi yang diharapkan. serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi. B. Researcher (Peneliti Pemula) Keterangan : *Sarjana Keperawatan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan. puskesmas. Profil lulusan pendidikan ners telah dibuat berdasarkan hasil lokakarya yang melibatkan stakeholder (masyarakat. peran dan ruang lingkup pekerjaan menjadi pokok bahasan dalam penyusunan profil. A. Care Provider (Pemberian asuhan keperawatan)* b. Profil lulusan Sarjana Keperawatan/Ners : a. Community leader (Pemimpin dalam kegiatan komunitas profesi maupun sosila) c. departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya. Tugas. keluarga) d. sehingga kurikulum tahap akademik pendidikan sarjana keperawatan dan tahap profesi merupakan satu kesatuan rangkaian kegiatan untuk mencapai kompetensi yang harus dimiliki oleh Kompetensi Dan Elemen Kompetensi Lulusan Progran Pendidikan AIPNI Page 15 . rumah sakit.dalam bentuk mata kuliah. disertai dengan metode atau model pembelajaran. Edocator (Pendidik kesehatan bagi klien. PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN NERS Profil luluan merupakan langkah dasar dalam menyusun sebuah kurikulum berbasis kompetensi. Ners Sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar. Manager (Pengelola asuhan keperawatan) e.

Kompetensi ini kemudian diuraikan kedalam elemen kompetensi sebagai berikut: 1. Landasan Kepribadian 2. Kompetensi yang perlu dimiliki oleh lulusan pendidikan ners terdiri dari kompetensi utama. Kompetensi yang dimuat dalam buku kurikulum ini merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dan terstandarisasi diseluruh Indonesia. pendukung.ners sebagai luaran dari program pendidikan ini. 4 KURIKULUM PENDIDIKAN tahap AKADEMIK (PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN) Pengembangan kurikulum pendidikan Sarjana keperawatan merupakan kurikulum tahap akademik yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusi dan memuat kompetensi utama. dan kompetensi lain. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Kelima elemen kompetensi ini merupakan hasil dari kegiatan belajar peserta didik dan mengacu pada konsep pembelajaran yang diterapkanoleh UNESCO (2000) untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna kelak. Kompetensi pendukung dan lainya merupakan kompetensi yang mencirikan institusi dan program studi dimana lulusan berasal. Kemampuan berkarya 4. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. pendukung dan lainnya yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana Keperawatan sesuai yang tercantum pada tabel 1 : Tabel 1 Kompetensi Pengembangan Kurikulum Institusi Pendidikan Sarjana Keperawatan AIPNI Page 16 .

Landasan kepribadian 2.80% ditetepkan oleh kalangan perguruan tinggi. dengan memperhatikan masukan masyarakat profesi dan pengguna lulusan. Kemampuan Berkarya 4. A. sehingga seluruh institusi pendidikan keperawatan mempunyai kurikulum inti yang sama. Rumusan Kelompok Kompetensi A. A.3 Kompetensi Lainnya Kemampuan yang ditambahkan agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. Untuk mencapai kompetensi utama pendidikan tahap akademik / Sarjana Keperawatan diimplementasikan dalam komposisi pengembangan kurikulum institusi pendidikan. Sarjana keperawatan (144 – 160 SKS) dimana 60% diantaranya disediakan sebagai kurikulum inti (87 SKS). sesuai isu global) B. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3.40% 0% . Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat 40% .KURIKULUM ELEMEN KOMPETENSI 1.30% Kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan AIPNI Page 17 . dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi (± 20%. KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Kompetensi Pendukung Lainnya INTI Kompetensi Utama 20% .2 Kompetensi Pendukung Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan (± 20%) A.1 Kompetensi Utama Kompetensi utama merupakan kemampuan untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi.

Educator (pendidik) a. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan Profil 1. perlu ditentukan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Sarjana Keperawatan. Tabel 2. c. C. b.Untuk mencapai profil lulusan Sarjana Keperawatan. b. 3. a. a. b. di b. Profesional Provider pelayanan keperawatan) Care a. b. a. Kompetensi Utama tahap akademik pendidikan Ners AIPNI Page 18 . a. Kompetensi yang seharusnya dipunyai oleh lulusan Kompetensi Kompetensi Kompetensi Utama a. 4.Researcher (Penelitian a. b a. Pemula) b. c. a. Lainnya 2. b. Community (Pimpinan Komunitas) Leader a. Dibawah ini diperlihatkan kaitan profil dengan kompetensi lulusan. b. b. 5. a. a. (Pemberi pendukung a. Manager (pengelola) a.

skunder dan tertier. Kompetensi Utama Sarjana Keperawatan : a. d. h. f. g.Kompetensi tahap akademik adalah serangkaian kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan pendidikan tahap akademik dan bergelar sarjana keperawatan. AIPNI Page 19 b.2.1. g. C. f. e. Mampu mengkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat . c. Sebagai dasar untuk menjamin agar kualitas lulusan ners dapat berkompetisi secara global kelak maka diperlukan patokan dalam penentuan kompetisi utama yang harus dikuasai oleh sarjana keperawatan diberbagai institusi penyelenggara pendidikan di seluruh Indonesia. b. Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan a. c. kerangka etik dan legal dalam sistem Mampu membuat keputusan etik Mampu memberikan asuhan peka baudaya dengan menghargai etnik. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberikan asuhan kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik*) Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten*) Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien*) Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. C. Melakukan komunikasi secara efektif Melaksanakan pendididkan kesehatan Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan*) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas*) Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan*) Mampu menjalin hubungan interpersonal Mampu melakukan penelitian sebagai peneliti pemula Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. i. h. d. Mampu menerapkan pengetahuan. Kompetensi utama ini dijabarkan kedalam unit kompetensi. e.

x. Mampu merancang. u. w. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya*) Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesimambungan dalam praktik. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan*) Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan*) Mampu mengolaborasikan pelayanan keperawatan*) Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan*) Mapu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif*) t. l. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan*) Mampu mengembangkan pola piker kritis. q. AIPNI Page 20 Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan . o. r.j. melaksanakan proses penelitian sederhana dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. y. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien*) n. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif*) m. s. v. p. k.

5. 3. Kewenangan akan dapat dimiliki setelah lulusan sarjana keperawatan menyelesaiakan tahap profesinya dan diberikan sebutan profesi Ners. 2. Komunikasi profesional dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 9. mampu melakukan komunikasi 1. Komunikasi dalam Konteks Sosial dan Keanekaragaman Budaya serta Keyakinan 8. Komunikasi dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan 7. Kaitan antara Rumusan Kompetensi dengan Bahan Kajian Kompetensi yang akan dicapai memerlukan bahan kajian yang membahas pengetahuan dan keterampilan terkait yang yang sesuai. Dibawah ini digambarkan bahan kajian berdasarkan unit kompetensi yang merupakan jabaran dari kompetensi utama lulusan pendidikan ners tahap akademik (sarjana keperawatan). Hukum dan Perundang – undangan Kesehatan yang efektif dalam memberikan AIPNI Page 21 . D. Penggunaan Diri Secara Efektif dalam kominukasi Terapeutik. Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik. Penggunaan Komunikasi Terapeutik. 4. mampu melakukan komunikasi BAHAN KAJIAN 1. Konsep Komunikasi Terapeutik.Keterangan: *) belum memiliki kewenangan untuk melakukan. Trend dan issue Komunikasi dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan yang efektif dalam memberikan asuhan 2. Pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 6. Teknik Komunikasi Terapeutik. BAHAN KAJIAN SETIAP UNIT KOMPETENSI UNIT KOMPETENSI 1.

Penggambilan keputusan legal etis 15. agama atau faktor lain dari setiap pasien yang unik*) 1. 3. 6. Kode Etik Keperawatan 5. dll 11. aborsi. Etika dan Hukum Keperawatan 4. beneficience. dan tugas 4. non-maleficience. Perilaku Kesehatan Metode pengumpulan Data Antropologi dan Sosiologi Pendekatan holistic care pada klien : Pendekatan transcultural nursing Pendekatan agama. moral right. pertanggunggugatan (mandiri & limpahan). Telaah etis dalam keputusan Manajemen Sistem Kesehatan Tradisional dan Modem 2.Euthanasia. kepercayaan. karakteristik. 7. Profesionalisme keperawatan 6. Kebijakan Pelayanan Kesehatan 7. neglected. 5. 14.Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan.Malpraktek. tahap. transplantasi organ. Nursing advocacy 16. 4. Prinsip – prinsip etika keperawatan : 8. AIPNI Page 22 . Sistem Kesehatan Nasional 3.asuhan 3. dan spiritual dalam praktik keperawatan Konsep.Prinsip – prinsip legal dalam praktik 12.pertanggung jawaban dll 13. justice. supporting devices. Mampu membuat keputusan etik 2. Ethical issue dalam praktik keperawatan : 10. Otonomi. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. nilai dan norma masyarakat 9.

Hak dan Kewajiban Pasien 14. Fisika. Infection Control 18. Ilmu keperawatan Dasar 4. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu konsisten*) perkembangan 1. Farmakologi. Teknologi Informasi dalam Keperawatan 8. Gizi 12. Kimia. Holisme dan Humanisme 3. Komunikasi Terapeutik 16. Ilmu – ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas 7. Spiritualitas / Religiusitas 6. Patient Safety 17. 11. Parasitologi. Mikrobiologi.Menggunakan perangkat komputer dan jarigan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan . Konsep perubahan 20. Patofisiologi.Klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC) 1. Perspektif Keperawatan Matenitas dalam 6. Prosedur Keperawatan 15. Anatomi. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. Mampu menggunakan proses AIPNI Page 23 . Information Communication Technology in nursing : . Menajemen mutu 9.Konsep Kehilangan 1. Metode Keperawatn 2. Biologi.5. Biokimia. Keperawatan Lintas Budaya 5. Konsep Caring. 10. Fisiologi.Metodologi Pendidikan 13. Psikologi Perkembangan 19. Patologi.

Dampak Sistem Pelayanan Kesehatan terhadap Praktek Keperawatan Orang Dewasa 6. Beberapa faktor yang mempengaruhi Kesehatan Lansia 15. Issue dan kecenderungan Masalah Kesehatan Lansia 14. Bimbingan dan penyuluhan pada orang tua 10. Faktor resiko yang Mempengaruhi kesehatan Maternal 4. Lingkup Keperawatan Orang Dewasa 5. 2. batasan dan Teori Penuaan 13. Upaya Prevektif dan Promotif untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Fisik dan Psikososial Lansia 17. Pencegahan kecelakaan pada Anak 9. Identifikasi Multiple Intelegence 12. Bermain pada anak 8.Askep Klien dg Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler 20. Peran Perawat Maternitas dimasyarakat 3.Pengeloloan Kesejahteraan Lansia diInstitusi dan Masyarakat 18.keperawatn dalam menyelesaikan masalah klien*) konteks keluarga.Askep Klien dg Gawat Darurat pada AIPNI Page 24 .Konsep sakit dan Hospitalis pada anak 11. Perspektif Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat 19. Perspektif Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga 7.

Konsep Dasar Kesehatan dan keperawatan Jiwa 23. UKS) AIPNI Page 25 .Manajemen Sumber daya Keluarga 28.Konsep Keluarga.Aspek Keterkinian dalam Praktek Keperawatan Komunitas 34. trend dan Issue Kesehatan keluarga 26.Konsep Keperawatan Komunitas 32.Upaya Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa 24.Proses Asuhan Keperawatan pada Keluarga 30.Proses Keperawatan Kmunitas 39.Konsep Dasar Keluarga 25. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana 22.Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesja.Konsep MTBS 37.Konsep PHBS 36.Puskesmas 35.Teori Model Keperawatan di keluarga 27.Strategi Pemecahan Masalah Kesehatan Komunitas 38.21.Jenis – jenis Tindakan Keperawatan pada berbagai Kasus Resiko Tinggi di Keluarga 31.Konsep Home Health of Nursing (Home Care) 29.Masalah Kesehatan di Indonesia 33.

sekunder dan tertier 1. rehabilitatif. Konsep belajar sepanjang hayat 2.preventif. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) AIPNI Page 26 5.Epidemiologi dan Kependudukan 42. Pendekatan etik dalam pengambilan keputusan . Teori berubah 3. 26ontrol26ive. Pendekatan Moral right dalam pengambilan keputusan 2. Supervisi 10.karaktif. Metode Evaluasi 1. Rancangan penyuluhan kesehatan 9.Transisi pola penyakit 41. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat 7.40.consolation of the dyin 8. Metode evaluasi 1.Manajemen mutu dan manajemen resiko dalam asuhan keperawatan klien 43.Aplikasi Teori Model dalam Berbagai Situasi Pelayanan 44. Teori pendekatan 26ontro dalam kesehatan 4.manajemen Asuhan : Pendekatan 26ontrol26.promotif. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer.Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 45. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Aspek 26ontro budaya serta hubungannya dalam ekologi 6. Team Building 4. Konsep dasar kesehatan 5. Metode pembelajaran 2.

Kesiapan perawat dan pelayanan 1. Pengorganisasian pelayanan 4. Domin profesi 3. Control kualitas asuhan keperawatan AIPNI Page 27 . Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 15. Etika profesi 6. Team work building Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 1. Alur penaganan pasien 3. Manajemen kasus (termasuk coordinating and collaborating care) 6. Konsep Collaborative 2. Mampu menggunakan prinsip – prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik keputusan Self manajement of learning 1. Kompetensi 4. Keterapilan – keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus sesuai dengan tingkat usia disetiap tatanan pelayanan kesehatan 1.3. doing the best to keep nursing respected 2. Otonomi dan 27ontrol profesi 5. Mengelola pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar 5. Kajian situasi pelayanan keperawatan : manajemen asuhan 2. Hak pasien dan keluarga dalam pelayanan 11. Standar profesi 12. Pround to be nurse : confident. Fisika keperawatan 2. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 14. Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 7. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif *) 13. committed to. Anatomi fisiologi keperawatan 3.

Angka kecukupan gizi yang dianjurkan 17. Bahaya lingkungan kerja dan evaluasinya 4. Indikasi dan kontra indikasi obat 4.Manajemen pengendalian vector 13.Toksikologi lingkungan 15. Undang – undang K3 di Indonesia 3.Perumahan dan pemukiman sehat 16. Konsep dasar kesehatan lingkungan 9.16.Intervensi Gizi Masyarakat 17. Dinamika kelompok dan team building 1.Keterlibatan dan peran Tenaga Keperawatan dalam Kebijakan Pemerintah di bidang Gizi Masyarakat 1.Sanitasi makanan 14. Cara pemberian dan perhitungan dosis 7. Air buangan dan kesehatan 11. Interaksi obat 6. Obat – obatan tradisional 8. Pengertian dan luang lingkup K3 2. Farmakodinamika dan farmakokinetik 3. Penyediaan air bersih 10. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 7. Bahaya kimia di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 5. Biomonitoring 8. Toxicology obat 9. Penggolongan obat-obatan 2. Zat gizi makro dan mikro 10. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *) AIPNI Page 28 .Pengelolaan limbah domestic dan medis 12. Bahaya fisik dilingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 6. Efek / efek samping obat 5. Ergonomic dan faal kerja 7.

Konsep dasar kajian situasi 11. Pengelolaan konflik 8. dan penapakan.11. Gizi dan Pangan Menurut Pendekatan 18.Mampu memberikan dukungan Kesehatan Masyarakat 1. kultur organisasi keperawatan serta model pengorganisasian. Pengelolaan staf (seleksi.Dasar – dasar Dietetika Klinik 14. Kebutuhan Gizi Individu 12. Konsep Dasar Ilmu gizi Masyarakat 17.Perencanaan ketenagaan dan financial 14. Manajemen keperawatan sebagai sistem kepada tim asuhan dengan mempertahankan skuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) dan proses. Directing 3. Komunikasi organisasional 6.Pengorganisasian (struktur. karier) AIPNI Page 29 . Motivasi 5.Pengelolaan waktu 15. konsep.Proses pengambilan waktu 16. Kepemimpinan 4. Perencanaan: konsep perencanaan strategis dan operasional 13. Asertifitas 7.Kebutuhan Nutrisi pada Anak 16. Konsep dan proses berubah 9. Dinamika kelompok (team building) 2. orientasi.Kajian situasi dalam proses manajemen 12. pelayanan keperawatan dan model penugasan) 17.Nutrisi pada Ibu Hamil 15. 10. Penilaian status gizi individu 13.

Penelitian Bidang Perawatan 15. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 1. Desiminasi dan publikasi 10. Berpikir sistematis proses penelitian sederhana 21. Kemitraan dan kerja Tim 20. Penulisan Karya Ilmiah 22. Trend and issues in nursing 12. Pengembangan Kepribadian 3. Rancangan Penelitian 14. Pemasaran Keperawatan 5. Pengumpulan Data dan Analisa Data 16. Proses berubah 1. Pisikologi Konsumen 6.Konsep dasar Penelitian 13. Ilmu Komunikasi 2. Pengembangan instrument penelitian 6. Identifikasi dan merumuskan masalah penelitian 3. Mampu merancang. Interprestasi data 9. Analisa Data 8. Kepuasan Pelanggan 4. Konsep Kolaborasi. Mampu memanfaatkan hasil penelitan dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan 2. Rancangan penelitian 5. Information Communication Technology in nursing : Menggunakan perangkat computer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan AIPNI Page 30 Klasifikasi intervensi dan outcome .19. Pengumpulan data 7. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan 17. Keperawatan sebagai ilmu dan seni 11. melaksanakan 1. Literature dan Critical Review 4.

sikap dan keterampilan yang relevan dengan masalah kesehatan yang dihadapi. IT. Tujuan struktur kurikulum terintegrasi adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi guru bagi dirinya. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemapuan profesional keperawatan (NIC NOC) 1. Perlindungan profesi (manajemen resiko dan asuransi profesi) 3. Issue terkini dalam pelayanan 24. dengan masa studi 4 tahun (8 semester). yaitu 87 SKS (dari 144 SKS ) terdiri dari 70% pengetahuan teori dan 30% penerapan praktik ( laboratorium. Pengembangan kurikulum institusi disesualikan dengan visi dan misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut dengan memasukkan 20% isu global (yaitu : Perawatan HIV/AIDS. membantu peserta didik belajar aktif. Konsep berubah 3. Kurikulum yang telah disusun ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Marketing keperawatan (internal dan eksternal) 5. Konsep kesejawatan E. SARS. Disaster. Standar profesi 2.Dalam kurikulum terintegrasi AIPNI Page 31 . Struktur Kurikulum Sarjana Keperawatan Kurikulum pendidikan ners tahap akademik (Sarjana Keperawatan) ditetapkan dengan mengacu kepada 60% kurikulum inti. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Enterpreneurship dan pengembangan praktik professional 4. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan keperawatan 1. belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri. Entrepreuner. dan belajar mandiri sehingga kelak dapat menjadi anggota profesi yang mandiri. mengkaji kemampuan diri sendiri. Konsep kepemimpinan dalam keperawatan 4. dengan pola struktur terintegrasi sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan. Perawatan Trauma. tatanan klinik dan komunitas).Flu Burung. Bahasa Asing) dan muatan local 20% sesuai dengan keunggulan institusi.23.

mata kuliah tersebut disusun secara seri. Selanjutnya.beberapa bahan kajian dikelompokkan menjadi satuan mata kuliah untuk mencapai beberapa sub unit kompetensi. Berikut ini dipaparkan contoh pengembangan kurikulum terintegrasi: AIPNI Page 32 . pararel atau kombinasi. respon atau tema. Setiap sub unit kompetensi mempunyai bobot satu(1) satuan kredit semester (SKS) Upaya mengintegrasikan bahan kajian menjadi satuan mata kuliah dapat menggunakan berbagai cara pengelompokan. diantaranya berdasarkan sistem tubuh. kebutuhan dasar manusia.

Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Inggris Semester 3 Semester 7 Kegawatan darurat sistem I (3 SKS) Page 33 Semester 8 Kegawat daruratan Sistem I (3 SKS) Skripsi (4 SKS) . Endokrin (3 SKS) Sist. Pendekatan berdasarkan sistem tubuh pembahasan terintegrasi berdasarkan siklus kehidupan sejak pembentukan sampai dengan lansia (2 SKS) (2 SKS) ISD (2 SKS) (2 SKS) (4 SKS) Bahasa Inggris Riset Kep (2 SKS) (2 SKS) B. Neuro behav (4 SKS) Sist. Reproduksi (4 SKS) Sist. Komunitas (2 SKS) Sist. Respirasi (4 SKS) Sist. Kardiovaskuler (4SKS) Sist. Komunitas II(3 SKS) Sist. Komunitas III (3 SKS) Manajemen (2 SKS) Semester 6 Semester 5 Semester 4 Semester 2 AIPNI Kewarganegaraan MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM 1. Muskola skleletal (2 SKS) Sist. Sensor Persepsi (2 SKS) Sist. Pencernaan (3 SKS) Sist. Perkemihan (2 SKS) Sist.Agama (2 SKS) IKD I (3 SKS) Semester 1 IKD II (3 SKS) IKD III (4 SKS) IDK II (4 SKS) IKD III (3 SKS) SIST. Integumen (2 SKS) Sist. Imun Hematologi (3 SKS) Sist.

5 0.CONTOH STRUKTUR KURIKULUM BERDASARKAN PENDEKATAN BERDASARKAN SISTEM SEMESTER I NO 1 2 3 4 5 6 MATA AJAR Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan Dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu dasar Keperawatan I Jumlah jam/mg = 13 + 6 = 19 SKS 2 2 2 3 3 4 16 T 2 2 2 2 2 3 13 Lab 1 1 1 3 K Ket SEMESTER II NO 1 2 3 4 5 MATA AJAR Ilmu Sosial Dasar B.5 K 0.5 0.5 0.5 Ket SEMESTER III NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Respirasi Sistem Imun dan Hematologi Sistem Neurobehaviour Bahasa Inggris Jumlah jam/mg = 9 + 5 + 6 = 20 jam SKS 4 3 4 2 13 T 3 2 3 1 9 Lab 0.5 1 2.5 Ket SEMESTER IV NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem sensor Persepsi Sistem Endokrin Sistem Pencernaan Keperawatan Komunitas I Jumlah jam/mg = 7 + 3 + 6 = 19 jam SKS 2 3 3 2 10 T 1 2 2 2 7 Lab 0.5 1.Inggris Ilmu Dasar Keperawatan II Ilmu Dasar Keperawatan III Sistem Kardiovaskuler Jumlah jam/mg = 11 + 7 + 2 = 20 SKS 2 2 4 3 4 15 T 2 1 3 2 3 11 Lab 1 1 1 0.5 Ket SEMESTER V AIPNI Page 34 .5 0.5 3.5 0.5 0.5 K 0.5 K 0.5 0.5 1.5 0.5 1.5 0.

5 0.NO 1 2 3 MATA AJAR Sistem Muskuloskeletal Sistem Integumen Keperawatan Komunitas II Jumlah jam/mg = 4 + 4 + 4 = 12 jam SKS 2 2 3 7 T 1 1 2 4 Lab 0.5 1 Ket SEMESTER VI NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Perkemihan Sistem Reproduksi Keperawatan Komunitas III Manejemen Keperawatan Jumlah jam/mg = 7 + 6 +4 = 17 jam SKS 2 4 3 2 11 T 1 3 2 1 7 Lab 0.5 1 1 3 K 0.5 0.5 Ket NO 1 2 Ket AIPNI Page 35 .5 0.5 1 2 K 0.5 4 4.5 0.5 K 0.5 0.5 K 0.5 Lab 0.5 1 Ket SEMESTER VII NO 1 2 3 MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem I Riset Keperawatan Bahasa inggris Jumlah jam/mg = 6 + 5 + 2 = 13 jam SEMESTER VIII MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem II Skripsi Jumlah jam/mg = 1+ 1 + 18 = 20 jam SKS 3 4 2 9 SKS 2 4 6 T 2 3 1 6 T 1 1 Lab 0.5 0.5 1 1 2.

Deskripsi Mata Kuliah semester I Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir kritis dalam keperawatan. Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistic dalam konteks keperawatan AIPNI Page 36 . termasuk teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. nursing advocacy. Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan 3. Menerapkan konsep berpikir kritis dalam keperawatan 2. perkembangan keperawatan. humanisme dan transcultural nursing). prinsip-prinsip legal etis dan isu etik (ethical issue). pendekatan holistic care (konsep Caring. holisme.

4. Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan 5. Manfaat teknologi komunikadi informasi dalam pembelajaran keperawatan. AIPNI Page 37 .

Prinsip-prinsip legal dalam praktik 6. holisme. beneficience. Teori sistem 2. Konsep holistic care : caring. Devices 5. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. care study. aborsi 3. moral right. neglecten. small group discussion (SGD) 4 Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konsteks keperawatan Mini lecture. Pertanggunggugatan (mandiri dan Metode Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Mini lecture. 7. humanisme 4. Konsep berubah 3. nilai dan norma masyarakat 2. Transplantasi organ. Isue estik dalam praktik keperawatan : Euthanasia. Transcultural nursing/ (keperawatan lintas budaya) 1. Keperawatan : Malpratik. justice. small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) AIPNI Page 38 . case study. non maleficience. supporting 4.No 1 2 3 Kompetensi blok 1 Bahan kajian Menerapkan konsep berpikir kritis dalam Konsep berpikir kritis dalam keperawatan keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional 1.

dll 8. pertanggungjawaban. mengirim tugas melalui email. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan 9.limpahan). Pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer (membuat blog. Nursing advocacy 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan 10. PjBL AIPNI Page 39 . mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet) Demontrasi.

karakteristik.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar II Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang model konseptual keperawatan . teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. tahap. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. Kompetensi Blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa mampu : 1. Menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4. konsep. Mener apkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi (K3AP) 2. Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 40 .

Trend dan Issue komunikasi dalam pelayanan kesehatan/Keperawatan 7. Penerapan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 6. SGD Discovery learning (DL). dan tugas perkembangan 1. Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 5.No 1 2 Kompetensi blok 2 Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. case studi. case study. case study. Teori komunikasi 2. tahap. dll) Konsep. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning AIPNI Page 41 . Teori pendekatan sosial dalam Metode Mini lecture. Komunikasi terapeutik 3. Project Based learning(PjBL) Mini lecture. Betty Newman. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Orem. Komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta keyakinan 1. Penggunaan komunikasi 4. karakteristik. Roy. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture.

Konsep dasar kesehatan 5. Rancangan penyuluhan kesehatan 7. Metode evaluasi (DL) PjBL AIPNI Page 42 . Aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 6.kesehatan 4.

Mengenali proses pemenuhan kebutuhancairan dan elektrolit didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 4. biokimia dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai tumbuh kembang. Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme 2. Kompetensi Blok 3 Setelah mengikuti kegiatan proses pembelajaran pada blok IDK I mahasiswa mampu : 1. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang AIPNI Page 43 . fisiologi. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisididalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang 5.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar I Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia mulai dari tingkat sel sampai dengan tingkat organisme untuk mempertahankan kehidupannya yang mencakup berbagai konsep dan prinsip biologi. anatomi. Mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhankebutuhan oksigenasisesuai tumbuh kembang 3.

Introduksi sel 2. Fungsi spesifik sel 5. case studi. project based learning (PjBL). homeostasis 1. proses oksigenasi 2. project based learning (PjBL) 3 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit didalam Mini lecture. case studi. listrik dan magnet dalam sistem tubuh 7. SGD. tanda dan gejala kecukupan oksigen 1. anatomi sistem kardiovaskuler 3. Jenis-jenis sel 4. case studi. Genetika 8. AIPNI Page 44 . fisiologi sistem kardiovaskuler 4. SGD.No 1 Kompetensi blok 2 Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme Bahan kajian 1. anatomi sistem pernafasan 5. benda cair. Reproduksi sel 7. fisiologi sistem pernafasan 6. Transport trans membrane 6. benda cair. SGD. project based learning (PjBL) 2 Mampu mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan oksigenasi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. Ultra struktur sel 3. cairan dan gas dalam tubuh manusia Metode Mini lecture. cairan dan gas dalam tubuh manusia 8.

sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 2. pirimidin. keadaan kenyang dan puasa 10. project based learning (PjBL). laboratorium activity AIPNI Page 45 . fisiologi sistem pencernaan 3. anatomi sistem urinari 2. SGD. kebutuhan nutrisi sel 5. porfirin 8. hormon-hormon terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro nutrien 6. metabolisme purin. lemak dan protein 7. case studi. SGD. anatomi sistem kardiovaskuler laboratorium activity 4 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. anatomi sistem pencernaan 2. fisiologi ginjal 3. tanda dan gejala kecukupan cairan dan elektolit 1. metobolisme karbo hidrat. keseimbangan asam basah 5. keseimbangan cairan dan elektrolit 3. tanda dan gejala kecukupan nutrisi 1. laboratorium activities 5 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi kebutuhan tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan Mini lecture. proses pemenuhan 4. project based learning (PjBL). hormon-hormon terkait dengan keseimbangan cairan dan elektrolit 4. case studi. pembentukan urea 9.

proses eliminasi sisa pencernaan 10. tanda dan gejala masalah eliminasi sisa metabolisme dan sisa pencernaan AIPNI Page 46 . anatomi sistem pernafasan 6. fisiologi sistem kardiovaskuler 5. proses eliminasi sisa metabolisme 9. anatomi fisiologi kulit 8. hormon-hormon terkait dengan eliminasi 11. fisiologi sistem pernafasan 7.kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang 4.

Dimensi sosial keagamaan 5. Spiritual care AIPNI Page 47 . Penekanannya pada nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan peran perawat sebagai pemberi asuhan. pemenuhan kebutuhan spiritual klien. peneliti untuk mengidentifikasi permasalahan nilai/keyakinan klien. dan peran sebagai pendidik untuk memberikan pendidikan spiritualitas klien dalam melakukan pengelolaan kebutuhan spiritualitas klien baik diklinik maupun dimasyarakat. Dimensi beragama 4. Bahan Kajian : 1. Tujuan Mata Kuliah : Setelah menyelesaikan mata kulah ini. mahasiswa mampu memahami konsep agama dan prinsip kehidupan beragama sebagai landasan dalam melaksanakan praktik profesi. Fokus dalam pemahan konsep-konsep agama dan kehidupan beragama di indonesia. Nilai dan keyakinan beragama 3.Mata kuliah : Agama Beban Studi Prasyarat : 2 SKS (2 teori) :- Deskripsi Mata Kuliah : Agama merupakan mata kuliah yang terkait dengan keyakinan yang melandasi manusia untuk bersikap dan bertintak toleran dalam kehidupan sosial khususnya kerjasama antar umat beragama dimasyarakat. Konsep agama dan kehidupan beragama 2.

Demokrasi 2. Kebijakan publik AIPNI Page 48 .Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan Baban Studi Prasyarat : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Fokus dari mata kulia ini adalah pemahaman tentang kehidupan berdemokrasi. Bahan Kajian : 1. hubungan antar manusia. mengidentifikasi permasalahan terkait dengan hak azasi manusia dan kebijakan publik. hubungan antar warganegara. Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami prinsip pendidikan kewarganegaraan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pratik profesi. kebijakan publik. wawasan nusantara yang relevan dengan praktik keperewatan professional sebagai dasar perawat dalam menjalankan peranya dalam memberikan asuhan keperawatan profesional.

Negara dan konstitusi Mata Kulia Beban Studi Prasyarat : Bahasa Indonesia : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini mempelajari bahasa indonesia dalam ilmu keperawatan dengan menekankan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Politik strategi nasional 10. Otonomi daerah 4. Wawasan nusantara 6. Identitas nasional 7. Goog govenance 8.3. Geostrategi 9. AIPNI Page 49 . Hubungan antar manusia 5. berlandaskan pada konsep etika dalam berbahasa.

Mata kuliah ini membahas tentang disiplin sosial budaya. Menggunakann bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi 2. Keterampilan menulis dalam bahasa indonesia 3. Membuat tulisan dengan tata bahasa indonesia yang baik dan benar 3. politik ekonomi yang berkaitan dengan kesehatan. AIPNI Page 50 . Tata bahasa indonesia 2. Membuat resume dalam bahasa indonesia dari satu topik bahasan Bahan Kajian : 1. sistem pelayanan kesehatan dan kemajuan IPTEK dibidang kesehatan yang sesuai dengan berbagai sosial budaya ubtuk mempromosikan kesehatan yang akan digunakan dalam pengelolaan keperawatan.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kulaih ini mahasiswa mampu : 1. Cara membuat resume bahasa indonesia Deskripsi Mata Kuliah semester II Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Sosial Budaya : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah menggambarkan sosial budaya dan pengaruhnya terhadap gaya hidup dan status kesehatan.

5. Memahami konsep dasar tentang masyarakat dan kebudayaan 3. Memahami konsep dasar kelompok sosial. 4.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini peserta didik mampu : 1. komunikasi antar bangsa. Perubahan sosial dan budaya. Dasar-dasar ilmu sosial dan antropologi 2. Konsep dasar sosial budaya masyarakat. Nilai keilmuan yang terkait kesehatan dan keperawatan Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Dasar Keperawatan II : 4 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : AIPNI Page 51 . antropologi dan ilmu sosial lain seperti politik dan ekonomi 2. politik dan implikasi privasi dan kerahasiaan 6. 3. Nilai sosial budaya. Pengaruh sosial budaya dan ekonomi terhadap prilaku kesehatan. Memahami disiplin ilmu sosial budaya dasar terutama ilmu sosiologi. organisasi serta institusi sosial lain Bahan Kajian : 1.

Pengukuran ROM 7. Mengidentifikasi proses pemenuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 3. Transport pasien 8. Jenis-jenis latihan 6. . Mengidentifikasi proses pemenuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang Bahan kajian 1. Sistem kekebalan tubuh Mini lecture. Anatomi sistem saraf 4.Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia dalam mempertahankan fungsi-fungsi kehidupannya. lab aktivities Mengidentifikasi proses pemenuhan 9. Mekanika gerak dan gaya 1. Mengidentifikasi proses pemenuhan istirahat daan tidur sesuai dengan tumbuh kembang 4. Anatomi sistem muskuloskletal 2. Fisiologi sistem saraf 5. Body aligment 2 AIPNI Page 52 Metode Mini lecture. project based learning (PjBL). dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang. SGD. case studi. Didalamnya mencakup berbagai konsep biologi. SGD. Fisiologi sistem muskuloskletal 3. Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang 2. case studi. Kompetensi Blok 4 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IDK II mahasiswa mampu: 1. fisiologi. anatomi.

Siklus tidur 4. Anatomi sistem saraf 2. lab aktivities Mini lecture. project based learning (PjBL). lab aktivities 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 53 . Anatomi dan fisiologi sistem 3. project based learning (PjBL). Anatomi sistem reproduksi 2. self protection) 4. Nosokomial infection 5. lab aktivities 3 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. case studi.kebutuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 2. Transport pasien 6. Bunyi dan cahaya 1. Mekanisme perubahan suhu tubuh 11. Hormon-hormon terkait sistem reproduksi project based learning (PjBL). Patient safety (Universal/isolated precoution : sterilisasi. Mekanisme nyeri 10. Fisiologi sistem saraf 9. Panas 12. SGD. Body aligment 7. Fisiologi sistem reproduksi 3. SGD. Irama sirkardian 1. case studi. Anatomi sistem saraf 8. Fisiologi sistem saraf 3.

4. Pemenuhan kebutuhan seksual 5. Penyimpangan-penyimpangan seksual AIPNI Page 54 .

3. Kompetensi blok 5 (Ilmu keperawatan Dasar III) Setelah mengikuti pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa mampu : 1. case studi. Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. Perencanaan 4. Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan No Kompetensi blok 5 1 Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien. anak. orang dewasa. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. 3 SKS (2-1) :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektif Keperawatan : maternitas. orang dewasa. Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. lab skill . SGD. project based learning (PjBL). dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan. Pelaksanaan AIPNI Page 55 Metode Mini lecture. jiwa. Pengkajian 2. Diagnose keperawatan 3. anak. Konsep proses keperawatan : 1.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III .

reaksi hospitalisasi. perspektif dan falsafah keperawatan 2. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan 3 kesehatan Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan 6. anak. project based learning (PjBL).SGD. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 5. SGD. lab skill Case studi. dll 1. ruang lingkup keperawatan 3. rancangan penyuluhan kesehatan AIPNI Page 56 Mini lecture. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. project Based learning (PjBL) demonstrasi . antropologi dan sosiologi kesehatan 3. konsep belajar sepanjang hayat 2. orang dewasa. case studi. Evaluasi 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. Pendokumentasian 1.5. tren dan isu keperawatan 4. konsep bermain pada anak.

melakukan simulasi pendidikan kesehatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia. melakukan simulasi asuhan keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kordiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi.. Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler AIPNI Page 57 .6. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. metode evaluasi Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Kardiovaskuler : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan berhubungan dengan sistem kardiovaskuler sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. 3. Fokus mata kuliah ini meliputi sebagai aspek yang terkait dengan siklus jantuang dan sirkulasi dalam sel sampai organ. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem kardiovaskuler dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah melalui beberapa model belajar yang relevan dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi Blok 6 (Sistem Kardiovaskuler) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem kardiovaskuler) mahasiswa akan mampu : 1.

SGD. SGD. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Pengkajian sistem kardiovaskuler 3. o 1 Kompetensi blok 6 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 5. lab skill. case studi. 5. Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etispada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler. regional dan internasional) 2. Patofisiologi pada sistem kardiovaskuler (kasus-kasus kardiovaskuler yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia didaerah. . sekunder. nasional. project based learning (PjBL). Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 4. mapping based learning Melakukan simulasi pendidikan kesehatan (rujukan. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler 2 AIPNI Page 58 Metode Mini lecture. Jamkesmas) Pencegahan primer. tetsier pada Mini lecture. Gakin.4. case studi. Mmelaksanakan fungsi advokasipada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 6.

beneficience. SGD. problem based learning (PBL) AIPNI Page 59 . beneficience. justice. Isue etik dalam praktik keperawatan : euthanasia. dll 4. 5. pertanggungjawaban. moral right. SGD. otonomi. 6. nilai dan norma masyarakat 2. SGD 1. neglected. lab skill Hasil-hasil penelitian terkait sistem kardiovaskuler Telaah jurnal. Prinsip-prinsip etika keperawatan . 3.dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 3 4 dengan memperhatikan aspek legal dan etis Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etik pada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler masalah sistem kardiovaskuler project based learning (PjBL). non maleficience. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). Case study. aborsi Transplantasi organ. justice. non maleficience. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan Pengambilan keputusan legal etis Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. problem based learning (PBL) 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada Case study. supporting devices Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik. case study.

dengan berfikir kreatif dan inofatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif moral right. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. 4.berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. 3. nilai dan norma masyarakat 7. Pengkajian pada sistem kardiovaskuler Pemasangan infus EKG Terapi melalui intra vena Punksi vena Lab skills AIPNI Page 60 . 5. 2.

Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. 3. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia 6. 2. melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mendemonstrasikanintervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berrlaku dengan AIPNI Page 61 . transportasi. Kompetensi Blok 7 (Sistem Respirasi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem Respirasi) mahasiswa mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. dan sistem respirasi sel. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada kelompok klien dengan gangguan sistem respirsipada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Fokus mata kulia ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. difusi. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi 4.Deskripsi Mata Kuliah Semester III Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Respirasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem respirasi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 62 .

Jamkesmas) Pencegahan primer. lab skill. Gakin.No 1 Kompetensi blok7 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem respirasi 5. case studi. fisika dan biokimia Mini lecture. regional dan internasional) 3. Anatomi. Pengkajian sistem respirasi 4. SGD. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem respirasi (rujukan. fisiologi. Bahan kajian Metode 1. project based learning (PjBL). mapping based learning 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan Mini lecture. Perencanaan/implementasi 6. PMO. sytem respirasi 2. nasional. lab skill AIPNI Page 63 . sekunder dan tertier pada masalah sistem respirasi SGD. case studi. project based learning (PjBL). Evaluasi keperawatan pada gangguan sistem respirasi 7. Patofisiologi pada sistem respirasi (kasuskasus respirasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Dokumentasi asuhan keperawatan 8. kimia.

discovery learning. Fisiotrapi dada/ postural drainage 3. justice. SGD 4 Manajemen kasus pada sistem respirasi masalah sistem respirasi) Case study. Terapi O2 4.3 memperhatikan aspek legal dan etis. Suctioning Case study. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga Hasil-hasil penelitian terkait sistem respirasi Telaah jurnal. moral right. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi Melakukan simulasi pengelolaan aasuhan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasiMelaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasipada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. non meleficience. nilai dan norma masyarakat 2. case study. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. beneficience. SGD. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus sistem respirasi dan prioritas 5 1. Pengkajian pada sistem pernafasan 2. problem based learning (PBL) 6 Lab skill AIPNI Page 64 .

Perawatan WSD 6. trakheostomi AIPNI Page 65 .menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Nebulisasi 7.

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Imun dan hematologi : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoiritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang sistem imun dan hematologi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia.sel darah dan mekanisme pembekuan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Kompetensi Blok 8 (Sistem Imun Dan Hematologi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 8 (sistem imun dan hematologi) mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. sel . 4. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi imun dan hematologi yaitu mekanisme pertahanan tubuh. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematolgi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan hematologi. 2. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem imun dan hematologi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 66 .

AIPNI Page 67 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6.

. Mapping based learning.No 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. kimia. gakin. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem AIPNI Page 68 hematologi (rujukan. Patofisiologi pada sistem imun dan hematologi (kasus – kasus imun danhematologi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Anatomi. regional dan internasional) 3. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 6. Project Based Learning (PjBL). sekunder dan tertier pada masalah sistem imun dan hematologi Mini Lecture. Lab skill biokimia sistem imun dan hematologi. 2. nasional. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. SGD. fisiologi. fisika dan Metoda Mini Lecture. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 5. SGD. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. Case study. Case study. jamkesmas) Pencegahan primer. Project Based Learning (PjBL).

non maleficience. Lab skill Hasil – hasil penelitian terkait sistem imun dan hematologi Telaah jurnal. SGD Manajemen kasus pada sistem imun dan hematologi (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem imun dan hematologi) Case study. nilai dan norma masyarakat AIPNI Mapping based learning. Problem Based learning (PBL) Page 69 .imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan 3 aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan 4 hematologi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia 1. SGD Case study. Prinsip –prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD. Discovery Learning. Case study. moral right. justice. beneficience.

Tourniket test AIPNI Page 70 . Nursing advocaxy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skill keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AGD/Analisa gas Darah 3. Mendemonstrasikan intervensi 2.6 1. sistem imun dan hematologi 2.

Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku AIPNI Page 71 . Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour 4. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi Kompetensi blokm 9 (Sistem Neurobehaviour) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 9 (Sistem Neurobehaviour) mahasiswa mampu : 1. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia 6.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Neurobehaviour : 5 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan keterampilan klinis tentang sistem neurobehaviour sesuai dengan tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem neurobehavior dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar pemecahan masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. neurovaskuler dan neuropsikologi. serebrovaskular. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik 2. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan gangguan umum neurologi.

dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 72 .

Pengkajian sistem neurobehaviour 4. Mapping based learning. Mapping based learning. fisiologi. regional dan internasional) 3. Lab skill neurobehaviour 2. gakin. fisika dan biokimia sistem Metoda Mini Lecture. Anatomi. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 6. . SGD. Project Based Learning (PjBL). kimia. Project Based Learning (PjBL).No Kompetensi blok 9 1 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik Bahan kajian 1. sekunder dan tertier pada masalah sistem neurobehaviour Mini Lecture. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem neurobehaviour (rujukan. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Case study. nasional. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 5. Case study. Patofisiologi pada sistem neurobehaviour (kasus – kasus neurobehaviour yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. SGD. 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 73 Jamkesmas) Pencegahan primer.

beneficience. SGD. Nursing advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pemeriksaaan fisik sistem neurologi saraf cranial. AIPNI Page 74 . Problem Based learning (PBL) Lab skills 6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga 2. Discovery Learning. Case study. SGD 5 1. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia Manajemen kasus pada sistem neurobehaviour (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem neurobehaviour) Case study. non maleficience. Pemeriksaan status mental.3 Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour Hasil hasil penelitian terkait sistem neurobehaviour Lab skill Telaah jurnal. Case study. 3. nilai dan norma masyarakat 2. Pemeriksaan fisik khusus untuk dementia alzeimer. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. Pemeriksaan tingkat kesadaran. justice. 4. moral righ.

Penatalaksanaan Terapi kognitif 18. Persiapan pemeriksaan laboratorium khusus kasus neurobehaviour. Manajemen amuk/perilaku kekerasan. Persiapan pemeriksaan Brain mapping 11. Penangan kejang pada anak dan dewasa 13. Pemeriksaaan EEG 6. Penatalaksanaan Terapi perilaku 17. kepala dan MRI 8. Manajemen krisis 16. Penatalaksanaan Terapi bermain AIPNI Page 75 . Persiapan pemeriksaan ECT 10. Persiapan pemeriksaan CT Scan. Persiapan pemeriksaan lumbal punksi 7. Penatalaksanaan Terapi aktifitas kelompok 19.menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif epilepsy 5. 14. 9. Managemen halusinasi/waham 15. Penatalaksanaan pemberian psikofarmaka 20. Pengukuran tekanan intracranial (TIC) 12.

Melakukan simulasi pendidikan keehatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Kompetensi blok 10 (Sistem persepsi Sensori) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 10 (sistem Persep Sensori) mahasiswa mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis.Deskripsi Mata Kuliah semester IV Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Persepsi Sensori : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoristis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem persepsi sensori sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 76 . Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori 4. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem persepsi sensori dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi persepsi sensori yaitu penglihatan dan pendengaran.

Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Project Based Learning (PjBL). 2. SGD.5. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. fisika dan biokimia sistem respirasi. Lab skill sensori (kasus – kasus persepsi sensori yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. gakin. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. regional dan internasional) 3. Case study. Anatomi. Patofisiologi pada sistem persepsi Metoda Mini Lecture. no 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. fisiologi. nasional. Mapping based learning. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 5. kimia. jamkesmas) AIPNI Page 77 . Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan hematologi (rujukan. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 6.

Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. non maleficience. sekunder dan tertier pada masalah sistem persepsi sensori Mini Lecture. Case study. beneficience. Problem Based learning (PBL) AIPNI Page 78 . moral righ. SGD. SGD 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 1. Case study. nilai dan norma masyarakat 2. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Manajemen kasus pada sistem persepsi sensori (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem persepsi sensori) Case study. Nursing advocacy Case study. Discovery Learning. SGD. Lab skill 3 Hasil – hasil penelitian terkait persepsi sensori Telaah jurnal. justice. Project Based Learning (PjBL).2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori Pencegahan primer. Mapping based learning.

6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Irigasi mata 3. Tetes mata 4. Irigasi telinga 5. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skills sistem persepsi sensori 2. Tete telinga AIPNI Page 79 . Prosedur Keperawatan tentang : 1.

Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem endokrin yang berfungsi sebagai sistem pengatur baik secara mandiri maupun bersama – sama dengan sistem saraf dalam pengaturan metabolisme. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 6. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. AIPNI Page 80 . 2. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemanpuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem endrokin dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan proses belajar dan pencapaian kompetensi.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Endokrin (blok 11) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem endokrin sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia.

Page 81 . Anatomi. gangguan masalah sistem endrokrin Project Based learning (PjBL). Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem endrokin 5. Pengkajian sistem endrokin 4. Sistem layanan kesehatan untuk pasien Project Based learning (PjBL). Lab 2.No 1 Kompetensi blok 11 Melakukan simulasi asuhan Bahan kajian Metoda 1. SGD. fisika dan Mini Lecture. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. fisiologi. Case study. SGD. mapping based learning keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. biokimia sistem endrokrin – kasus endrokrin yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. mapping based learning sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3 AIPNI Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil – hasil penelitian terkait sistem endrokrin Telaah jurnal. Lab skills. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem endrokrin 6. kimia. regional dan internasional) 3. sekunder dan tertier pada Mini Lecture. Case study. Patofisiologi pada sistem endrokrin (kasus skills. Discovery Learning. nasional. 2 Melakukan kesehatan simulasi dengan kasus dengan gangguan sistem endrokin pendidikan Pencegahan primer.

SGD pengelolaan Manajen kasus pada sistem endrokrin (klasifikasi Case study. Prinsip – prinsip etika keperawatan Case study. Nursing advocacy intervensi Prosedur Keperawatan tentang : dengan 1. moral right. SGD. justice. KH 3. nilai dan norma gangguan sistem endrokrin kreatif dan sehingga menghasilakan pelayanan yang efisien dan efektif AIPNI Page 82 . SGD pada aspek dan prioritas masalah kasus sistem endrokrin) keperawatan sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5 Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 1.penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4 Melakukan asuhan simulasi Case study. non learning (PBL) maleficience. masyarakat 6 Mendemonstrasikan keperawatan inovatif pada kasus 2. Problem Based otonomi. GDS Lab skills beneficience. Pengkajian pada klien dengan masalah endrokrin 2.

4. Injeksi sub kutan AIPNI Page 83 .

Penggunaan nutrien didalam sel dipengaruhi oleh keberadaan oksigen sehingga secara tidak langsung sistem pencernaan jjuga mempunyai peranan penting didalam pemanfaatan nutrien. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal 4. sistem pencernaan dan kardiovaskuler. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem pencernaan yaitu menyediakan nutrien bagi kehidupan melalui proses ingesti. 2. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 84 . dan absorpsi yang juga melibatkan kerja dari sistem saraf.Mata Kuliah Beban Study Prasyarat : Sistem Pencernaan (blok 12) : 2 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem pencernaan sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. digesti.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan n kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6. AIPNI Page 85 .

dan tersier pada Mini Lecture. Jamkesmas) pendidikan Pencegahan primer. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada gangguan sistem berbagai keperawatan dengan kasus gangguan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Case study. Patofisiologi pada sistem pencernaan (kasus Mini Lecture. mapping based learning regional dan internasional) 2. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem pencernaan 4. SGD. – kasus pencernaan yang sering terjadi pada Project Based learning (PjBL). SGD. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. mapping based learning pencernaan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 86 . 2 Melakukan kesehatan sistem simulasi dengan kasus pada (rujukan. Gakin. Pengkajian sistem pencernaan 3. gangguan masalah sistem pencernaan berbagai Project Based learning (PjBL). Case study.No 1 Kompetensi blok 12 Melakukan simulasi sistem pencernaan pada Bahan kajian Metoda asuhan 1. nasional. skills. sekunder. Lab berbagai tingkat usia di daerah. Lab skills. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pencernaan 5.

juctice. moral right. Pengkajian pada klien dengan masalah sistem pencernaan 2. non learning (PBL) maleficience. nilai dann norma 6 Mendemonstrasikan keperawatan gangguan pada kasus sistem intervensi dengan pada pencernaan Prosedur Keperawatan tentang : 1. SGD kasus sistem pencernaan dan sistem prioritas masalah sistem pencernaan) asuhan keperawatan padas ekelompok (klasifikasi gangguan pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan 5 etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia 1. SGD. Nursing advocacy beneficience. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study.3 Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil –hasil penelitian sistem pencernaan penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah pencernaan Melakukan simulasi klien dengan Telaah jurnal. masyarakat 2. Problem Based otonomi. Pemasangan Nasogastric (NGT) Lab skillsLab skillsLab skills berbagai tingkat usia sesuai dengan AIPNI Page 87 . Case study SGD 4 pengelolaan Manajemen kasus pada sistem pencernaan Case study.

dengan berfikir kreatif efektif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan efisien dan 3. Wash-out/Enema 6. Menentukan jenis dan jumlah kalori dalam diet 5.standar yang berlaku. Bilas lambung (gastric Lavage) 4. Colostomy care AIPNI Page 88 .

Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai data tersebut 5. keluarga dengan balita. keluarga dewasa dan masalah – masalah keluarga yang terkaait dengan masalah kesehatan yang lazim di Indonesia. AIPNI Page 89 . kesehatan keluarga. Menjelaskan konsep keperawatan dan konsep terkait dan penerapannya pada asuhan keperawatan keluarga 2. asuhan keperawatan keluarga pada tiap tahapan perkembangan keluarga yang meliputi pasangan keluarga yang baru menikah. diskusi dan pembahasan kasus. keluarga dengan anak usia sekolah. keluarga dengan remaja. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan keluarga 9. Merumuskan dan menentukan prioritas diagnosa keperawatan keluarga menggunakan format prioritas masalah yang sesuai 6. 4. Kegiatan belajar meliputi ceramah. konsep keluarga sejahtera.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Komunitas I : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas I adalah pembahasan tentang konsep keluarga. Mengelompokkan data adaptif dan maladaptif yang mendukung untuk merumuskan masalah keperawatan menggunakan format analisa data. Kompetensi blok 13 (Komunitas I) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 13 Komunitas I mahasiswa akan mampu : 1. Menyusun tujuan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan keluarga tersebut 7. keluarga yang menanti kelahiran. Melengkapi data kasus tersebut menggunakan format pengkajian keluarga yang sesuai 3. Menyusun rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan tujuan tersebut menggunakan format yang sesuai 8. Menghubungkan dampak isu tersebut pada perkembangan keperawatan keluarga.

Asuhan keperawatan Keluarga dengan masalah kessehatan yang lazim di Indonesia Apabila diberi data kasus keluarga. Prioritas diagnosis keperawatan keluarga 6. Perumusan masalah keperawatan keluarga 4. Project Based learning )PjBL). Konsep keluarga sejahtera keluarga 3. SGD. SGD. Pengkajian keluarga keperawatan keluaraga 3. Keluarga 7. 1. Konsep asuhan keperawatan keluarga mahasiswa mampu melakukan asuhan 2. Trend dan isu keperawatan keluarga 6. Case studi. Konsep kelurga penerapannya pada asuhan keperawatan 2. Lab skills AIPNI Page 90 .No 1 Kompetensi blok 13 Bahan kajian Mampu menjelaskan konsep tersebut 1. Konsep keperawatan keluarga 4. Case studi. Project Based learning )PjBL). Proses keperawatan keluarga 7. Diagnosis keperawatan keluarga 5. Perencanaan kep. Keluarga Metoda Mini Lecture. Ruang lingkup keperawatan keluarga 5. Asuhan keperawatan Keluarga sesuai kebutuhan tumbuh kembang 8. Evaluasi kep. Lab skills 2 Mini Lecture.

Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. paru). 4.Deskripsi Mata Kuliah semester V Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Muskuloskeletal (blok 14) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem muskuloskeletal sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal. jantung. penyokong tubuh. 5. Kompetensi blok 14 (Sistem Muskuloskeletal) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (sistem muskuloskeletal) mahasiswa akan mampu : 1. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem muskuloskeletal dalam melindungi organ vital (otak. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia. 3. memproduksi panas tubuh. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapain kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. AIPNI Page 91 . Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. reservoir sel – sel darah merah matur. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. reservoir mineral penting. dan melakukan fungsi pergerakan tubuh.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan standar yang berlaku dengan berfikir kratif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6. AIPNI Page 92 .

Jamkesmas) 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan Pencegahan primer. SGD. Gakin. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 4. Sisitem layanan pasien dengan kesehatan gangguan untuk sistem muskuloskeletal (rujukan. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. sekunder. kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada pada masalah sistem muskuloskeletal AIPNI Page 93 Project Based learning )PjBL). Lab muskuloskeletal yang sering terjadi pada skills berbagai tingkat usia di daerah. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 5. Case studi. nasional. Lab . regional dan internasional) 2. PMO. Patofisiologi pada muskuloskeletal (kasus – Metoda sistem Mini Lecture. SGD.No 1 Kompetensi blok 13 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. dan tersieer Mini Lecture. kasus Project Based learning )PjBL). Case studi. Pengkajian sistem muskuloskeletal 3.

pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan).justice. – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskulosketeal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 1.dll 4.berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek 3 legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil 4. Keperawatan 6. SGD Case study. nilai dan norma masyarakat 2. Pengambilan keputusan legal etis skills Telaah jurnal. beneficien. Case study. Pertanggungjawaban. neglected. moral right. Pengertian masalah penelitian 2. Hasil – hasil penelitian terkait sistem muskuloskeletal 1. Perlindungan hukum dalam praktik 5. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Prinsip – prinsip legal dalam praktik keperawatan Malpraktik.SGD AIPNI Page 94 . 3. non maleficien.

Body movement / body mechanic 3. Wound care 7. Ambulasi dini 5. ROM exercise 8. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi.SGD.5.justice. non maleficien. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Beneficien. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia 1. Paint management 4. Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskulosketal pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Pijat bayi Case study. Fiksasi dan imobilisasi 6. Problem Based learnig (PBL) 6. moral Right. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif Lab Skill AIPNI Page 95 . Pengkajian pada sistem muskulosketal 2. nilai dan norma masyarakat 2.

Bila diberi data kasus lansia di keluarga. peserta didik mampu menganalisa program lansia di institusi. asuhan keperawatan gerontik pada lanjut usia menjelang ajal . teori. psikologis. sosial. Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah kesehatan fisik . dukungan terhadap orang yang terlibat dalam perawatan lansia. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. strategi promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia. 2. 3. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. 4.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. Bila ditempatkan di panti werdha. kultural dan spritual yang lazim .teori biologis. psikososial.Mata Kuliah : Komunitas II Beban study Prasyarat : 2 SKS :: Deskripsi Mata kuliah Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas II adalah membahas konsep dasar keperawatan gerontik. AIPNI Page 96 . peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. kultural dan spritual pada proses penuaan dan standart keperawatan gerontik. Kompetensi blok 16 (Komunitas II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 16 komunitas II mahasiswa akan mampu : 1. Bila diberi data kasus lansia di panti. Bila diberi data kasus lansia di kelompok.

SGD.SGD. Osteoporosis/osteoarthritis. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah psikososial 7. Asuhan keperawatan kritikal pada lansia 9. peserta didik Page 97 di 1.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. pengkajian kelompok . Lab skills AIPNI orang yang 2. Kompetensi 16 1. Perubahan bio-psiko-sosial-spritual-cultural yang Lazim terjadi pada proses menua 4. gangguan berkemih.Case studi. Bila diberi data kasus lansia kelompok. Bila diberi data kasus lansia di keluarga. Asuhan keperawatan lansia dengan gangguan biologis 6. Isu-isu strategi kegiatan untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia serta dukungan terhadap terlibat merawat lansia Metoda Mini Lecture. konsep dasar keperawatan gerontik 2.Project Based learning (PjBL).rasa sakit/nyeri. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. Bahan kajian 1. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah social cultural 8.No.gangguan Pernapasan (COPD/asma). Teori – teori penuaan 3. Terapi medik yang lazim digunakan pada lansia Khususnya terkait masalah hipertensi. Komunikasi terapeutik pada sasaran lansia 5.Case studi. Asuhan keperawatan lansia menjelang ajal 10. Program nasional kesehatan lansia 11.Project mampu 2.terapi Cairan sertta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk atau selama lansia menggunakan Program nasional kesehatan lansia 12. Konsep asuhan keperawatan kelompok Mini Lecture.

AIPNI Page 98 .

2. Kompetensi blok 17 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (Sistem Perkemihan) Mahasiswa akan mampu : 1. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Perkemihan dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Perkemihan. 3. 6. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Perkemihan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pada Perkemihan tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan AIPNI Page 99 . 4. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia. 5.Deskripsi Mata Kuliah semester VI Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Perkemihan (blok 17) : 2 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Perkemihan sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Perkemihan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan ef ektif. AIPNI Page 100 .

nasional. Pengkajian Sistem Perkemihan 3. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 5. Kompetensi blok 17 Bahan kajian 1. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 4.SGD. Pencegahan primer.No. Gakin. (kasus-kasus Sistem Perkemihan yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.Case studi.dan tersier pada masalah Sistem Perkemihan Metoda Mini Lecture.Project Based learning (PjBL).Case studi.regional dan internasional) 2. Lab skills Mini Lecture.Project Based learning (PjBL). Patofisiologi pada Sitem Perkemihan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Perkemihan (rujukan.Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.SGD. Lab skills AIPNI Page 101 . Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1.sekunder.

3.

Mengidentifikasi berhubungan

masalah-masalah

penelitian

yang 1. Pengertian masalah penelitian 2. Hasil- hasil penelitian terkait Sistem Perkemihan Manajemen kasus pada Sistem Perkemihan (klasifikasi kasus Sistem Perkemihan dan Prioritas masalah Sistem Perkemihan)

Telaah

jurnal,

Case

study SGD Case study,SGD

4.

dengan Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis

5.

Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia

1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi,Beneficien,justice, non maleficien, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem Perkemihan 2. Kateterasi urin 3. Peritonial dialisa 4. Irigassi blas

Case study,SGD, Problem Based learning (PBL) Lab skills

6

Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku, dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif

AIPNI Page 102

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Sistem Reproduksi (blok 18) : 2 SKS ::

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Reproduksi sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Reproduksi (sikap terhadap kesehatan seksualitas dan reproduksi, anatomi fisiologi sistem reproduksi, perkembangan seksualitas dan reproduksi, kehamilan dan seksualitas, masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi). Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Reproduksi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kompetensi blok 18 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 18 (Sistem Reproduksi) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Reproduksi. 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia.

AIPNI Page 103

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif

AIPNI Page 104

No. Kompetensi blok 18 Bahan kajian 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Patofisiologi pada Sitem Reproduksi gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. (kasus-kasus Sistem Reproduksi yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah, nasional,regional dan internasional) 2. Pengkajian Sistem Reproduksi 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 4. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 5. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Reproduksi (rujukan, Gakin, PMO,Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pencegahan primer,sekunder,dan tersier pada masalah Sistem Reproduksi

Metoda Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

AIPNI Page 105

moral right. Resusitasi bayi baru lahir 5. Pengertian masalah penelitian Reproduksi Manajemen kasus pada Sistem Reproduksi (klasifikasi kasus Sistem Reproduksi dan Prioritas masalah Sistem Reproduksi) Telaah jurnal.3. fundus uteri Case study. nilai dan norma masyarakat 2.Beneficien. Hasil.SGD 1. Mengidentifikasi hasil-hasil penelitian masalah-masalah penelitian yang 1. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku. Case berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan 2.hasil penelitian terkait Sistem dalam mengatasi masalah Reproduksi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Prosedur menolong persalinan 4. Pemerikasaan fisik pasca persalinan : lochea Mamae. dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien AIPNI study SGD 4. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1.SGD. Case study. Pengkajian pada sistem Reproduksi 2. PP test 3. Problem Based learning (PBL) Lab skills Page 106 . Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi.justice. non maleficien.

Senam Kegel Exercise 9. Pemeriksaan payudara (sadari) AIPNI Page 107 .dan efektif 6. Senam psot partum 8. Senam hamil 7.

Pengalaman belajar meliputi ceramah. keperawatan kesehatan kerja . pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan.mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas fokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit minimal pada area sekolah dan kesehatan kerja tersebut dengan menggunakan langkah proses keperawatan komunitas. Apabila dihadapkan pada situasi area khusus praktek keperawatan komunitas. mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komnitas dalam rentang sehat-sakit 2. diskusi. Kompetensi Blok 19 (komunitas III) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 19 Komunitas III mahasiswa akan mampu : 1. dan memahami mekanisme jaminan layanan keperawatan komunitas. serta isu/kecenderungan yang terjadi. Pada akhir pembelajaran. Mata ajar ini berguna dalam memahami berbagai area khusus dalam keperawatan komunitas terutama terkait dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi di Indonesia. keperawatan jiwa masyarakat. area-area khusus dalam keperawatan komunitas . program.program kesehatan/kebijakan pemerintahan dalam menanggulangi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. asuhan keperawatan komunitas dan pembahasan yang terkait isu dan kecenderungan masalah kesehatan komunitas dalam konteks pelayananan kesehatan utama dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. jaminan mutu pelayanan keperawatan komunitas. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan . dan atau prasyarat untuk mengikuti mata ajar keperawatan komunitas III. meliputi keperawatan kesehatan sekolah . AIPNI Page 108 .Mata Kuliah : Komunitas III Beban Studi Prasyarat : :: Deskripsi Mata Kuliah Fokus mata ajar ini membahas tentang konsep dasar kesehatan dan keperawatan komunitas. dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. keperawatan di rumah (“Homecare”). pembahasan kasus dan praktikum.

Pengantar kesehatan komunitas dan konsep Dasar keperawatan komunitas 1.No. Peran dan fungsi keperawatan komunitas 2. Konsep dasar keperawatan komunitas B. Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 2. Asuhan keperawatan komunitas 1. Program evaluasi: definisi. Lab skills AIPNI Page 109 . Program pembinaan kesehatan komunitas Metoda Mini Lecture. Pengertian kesehatan. 1.tahapan. Program-program kesehatan/kebijakan dalam menanggulangi masalah kesehatan utama di Indonesia 1.manfaat.Case studi. Proses keperawatan komunitas 3.Project Based learning (PjBL). Kompetensi blok 19 Pada akhir pembelajaran mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komunitas dalam rentang waktu sehat-akit Bahan kajian A. metode/alat 4.tujuan. indikator sehat.SGD. Karakteristik dan perilaku sehat 2. Proses belajar mengajar di komunitas C. Kesehatan komunitas 3.

Program kesehatan 11. Program promosi ksehatan mahasiswa peningkatan mampu menyusun rencana 3. Konsep perawatan di rumah 5.2 Apabila dihadapkan pada situasi area 1. Lab skills 3 Kesehatan kerja dan pencegahan dengan minimal pada area sekolah dan kesehatan 9. Program usaha Kesehatan Sekolah penyakit 8.Project Based learning (PjBL).Case studi. Program perarawtan di rumah Mini Lecture. langkah proses keperawatan komunitas.SGD. 2. AIPNI Page 110 . Asuhan keperawatan kesehatan sekolah 7. konsep kesehatan jiwa masyarakat 12. Asuhan keperawatan jiwa masyarakat 13. Asuhan keperawatan kesehatan kerja tersebut menggunakan 10. konsep promosi kesehatan khusus praktek keperawatan komunitas. Program kesehatan jiwa masyarakat 14. Isu kecenderungan pada empat area/setting Praktek keperawatan komunitas. Konsep keperawatan kesehatan sekolah 6. Konsep keperawatan kesehatan kerja asuhan keperawatan komunitas fokus pada 4.

AIPNI Page 111 . 3. Melakukan simulasi pengorganisasian pelayanan keperawatan maupun asuhan 4. Melakukan simulasi pengarahan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi penyelesaian konflik pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 7. mahasiswa mampu : 1. 2. Melakukan simulasi pembuatan perencanaan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan 6. Melakukan simulasi penerapan teori perubahan pada pelayanan keperawatan.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Manajemen Keperawatan : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini membahas manajemen keperawatan yang meliputi manajeman pelayanan keperawatan. manajemen asuhan keperawatan. Fokusnya pada penggunaan keterampilan manajeman dan kepemimpinan pada asuhan klien secara menyeluruh melalui manajemen pelayanan keperawatan dan memprakarsai perubahan yang efektif dalam sistem asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pada penerapan gaya kepemimpinan yang efektif saat memberikan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 5. Kompetensi blok 20 (Manajemen Keperawatan) Setelah menyelesaikan Mata kuliah ini.

Gaya kepemimpinan perencanaan 1. filosofi. sasaran 4. Budgeting 6. Case Study.misi. Case Study. 2 Melakukan simulasi pembuatan Mini Lecture. Struktur organisasi 2. Case Study. Job description. Karakteristik Kepemimpinan Metoda Mini Lecture. Prinsip staffing 5. Teori kepemimpinan 4.No. Visi. job analisis. Teori manajemen 3. job evaluasi 3. Analisa SWOT 5. SGD pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pengorganisasian Mini Lecture. 1 Melakukan kepemimpinan Kompetensi blok 20 simulasi pada penerapan yang efektif saat Bahan Kajian gaya 1. Pengembangan staf pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Staffing 4. SGD keperawatan maupun asuhan AIPNI Page 112 . tujuan. Konsep perencanaan 2. Konsep kepemimpinan 3. Standar keperawatan pelayanan Konsep pengorganisasian : 1. SGD memberikan 2. 3.

Teknik. SGD AIPNI Page 113 . Case study. Performance Appraisal Mini Lecture. fungsi pengendalian 2.4 Melakukan simulasi pengarahan pelayanan Konsep pengarahan 1. Case Study. Pendelegasian 3. Kepemimpinan Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan Konsep pengendalian keperawatan maupun asuhan keperawatan 1. Komunikasi 4. SGD keperawatan maupun asuhan keperawatan 5 5. Supervisi Mini Lecture. Pengarahan 2. Quality improvement 3.

4. kegawat daruratan terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang I berhubungan dengan kegawatan. kedaruratan dan Kompetensi blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan ) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan) Mahasiswa akan mampu : 1. 3. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan I pada berbagai tingkat usia. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi sistematis mengaplikasikan konsep kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait berbagai sistem pada individu sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. kedaruratan dan kegawat daruratan I. AIPNI Page 114 kegawat daruratan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2.Deskripsi Mata Kuliah semester VII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat-daruratan multi sistem : 3 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Kegawatan. Fokus mata kuliah ini meliputi pada pencapaian kemampuan berfikir berbagai aspek yang terkait dengan dan komprehensif dalam dengan kegawatan. kedaruratan dan . Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat daruratan .

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan I pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayana n yang efisien dan efektif AIPNI Page 115 .

Patofisiologi pada kasus syok. Kompetensi blok 21 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. multi overdosis dan keracunan obat pada berbagai tingkat usia di daerah. Lab skills mapping based learning 2. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 5.No 1. Pengkajian pada kasus syok. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Diagnosa keperawatan pada kasus syok. Bahan kajian 1.Jamkesmas) AIPNI Page 116 . multi trauma dan overdosis dan keracunan obat (rujukan.multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 4.Project Based learning (PjBL).SGD.regional dan internasional trauma dan Metoda Mini Lecture. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 3. Gakin. nasional.Case studi. Dokumentasi asuhan keperawatan 6.

Case study SGD 4. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat berbagai dengan dan prioritas masalah pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat darurat terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat Telaah jurnal.Project Based learning (PjBL). kedaruratan dan kegawat daruratan terkait Pada kasus syok. Lab skills 3.sekunder. Hasil.2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus Pencegahan primer. kedaruratan dan kegawat daruratan . Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan Manajemen kasus pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia keracunan obat dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mini Lecture.hasil penelitian terkait Pada kasus syok. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. usia overdosis dan keracunan obat (klasifikasi pada kasus kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi syok.SGD.SGD AIPNI Page 117 . multi trauma dan overdosis dan keracunan obat ) memperhatikan aspek legal dan etis. Case study. multi trauma dan pada sistem sekelompok pada klien dengan tingkat kegawatan.dan tersier pada masalah kegawatan.Case studi.

kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif Prosedur Keperawatan pada kegawatan.Beneficien.SGD. Nursing Advocacy Case study. no maleficien. nilai dan norma masyarakat 2. Problem Based Learning (PBL) 6 Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan.5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan pada berbagai tingkat usia. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi.justice. 1. Pengkajian daruratan 2. kedaruratan dan Lab skills kegawat daruratan 1.moral right. kedaruratan dan kegawat AIPNI Page 118 . BCLS kegawatan. Triase 3.

kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan kegawatan. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat.Deskripsi Mata Kuliah semester VIII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat – darurat II : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang kegawatan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. 3. Kompetensi blok 22 (Keperawatan kegawat – daruratan II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 22 (Keperawatan kegawadaruratan II) mahasiswa akan mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 4. kedaruratan dan kegawat darurat. AIPNI Page 119 . kedaruratan dan kegawatan daruratan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. kedaruratan dan kegawatan darurat terkait berbagai sistem pada kelompok dan masyrakat sesuai tingkat usia manusia mulai dari bayi sampai dengan sampai lansia. kedaruratan dan kegawat daruratan II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep kegawatan. 2. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan.5. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia 6. AIPNI Page 120 .

stroke pada periode SGD. asidosi respiratorik failure. Project Based learning darurat II terkait multi sistem pada kelompok akut. Case Study. Lab skills. Project Based learning kegawat daruratan II terkait multi sistem pada bakar). asidosis respiratorik (respiratory (PjBL). sistem pada kelompok dan masyarakat dengan henti nafas) stroke pada periode akut. dengan kasus kegawatan. yang berhubungan dengan kegawatan. Head injury dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia (PjBL). asidosis metabolik (DM. 3 4 AIPNI Page 121 . Case study. SGD kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi asidosis respiratorik (respiratory failure. Luka bakar). Head berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – injury hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. Case Study. kedaruratan dan kegawat (DM. kedaruratan dan kegawat darurat Melakukan simulasi pengelolaan asuhan Manajemen kasus asidosis metabolik (DM. kasus kegawatan.No 1 Kompetensi blok 21 Bahan kajian Metoda Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan Patofisiologi pada kasus asidosis metabolik Mini Lecture. Case study. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan Pencegahan primer. henti nafas) stroke pada periode tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal akut. mapping based learning 2 dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Luka bakar). kedaruratan dan pada kasus asidosis metabolik (DM. Lab skills kelompok dan masyarakat dengan berbagai failure. Luka SGD. dan tersier Mini Lecture. Head injury dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian Hasil – hasil penelitian terkait kasus Telaah jurnal. sekunder. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan Lukabakar).

kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan henti nafas) stroke pada periode akut, Head terkait multi sistem pada kelompok dan injury masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan 5 memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat darurat pada berbagai tingkat usia 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study, SGD, Problem otonomi, beneficience, juctice, non Based learning (PBL) maleficience, moral right, nilai dan norma masyarakat. 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku, dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 2. Nursing advocacy 1. Pengkajian pada kasus asidosis Lab skills metabolik (DM, Luka bakar), asidosis respiratorik failure, henti nafas) stroke pada periode akut, Head injury 2. Manajemen klien dengan terpasang ventilator 3. Monitoring CVP

AIPNI Page 122

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Skripsi : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah implementasi dari riset keperawatan yang mewajibkan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang harus diselesaikan dengan penelitian, membuat proposal penelitian, melakukan penelitian dan membuat laporan penelitian dengan menggunakan metodologi penelitian. Tujuan Mata Kuliah : Peserta didik mampu : 1. Mengidentifikasi masalah penelitian 2. Membuat rancangan penelitian 3. Melakukan penelitian 4. Menyusun laporan penelitian dalam bentuk Skripsi 5. Mempertanggungjawabkan melalui uji sidang Skripsi Bahan Kajian 1. Metoda Penelitian kwantitatif dan kwalitatif 2. Metoda Penelitian Kesehatan 3. Statistik
4. Sumber – sumber yang berhubungan dengan topik penelitian baik dalam bentuk

buku teks ataupun jurnal dan website sesuai topik penelitian Daftar Pustaka Gunakan Referensi terkini dengan terbitan 5 tahun terakhir minimal 5 judul gunakan website sesuai dengan topik bahasan :
• • •

http://en.wikipedia.org http://yahoo.co.id http://google.com Proquest

AIPNI Page 123

IKD 1 (4SKS) Semester 1

Agama (2 SKS)

Kebut . oksigennasi (4 SKS)

Kewarganegaraan

B. Indonesia (2

ISD ( 2 SKS)

AIPNI

(2 SKS)

SKS) IKD II (4SKS) Semester 2 Kebut. Nutrisi ( 4 SKS) IKD III ( 4 SKS) Kebut cairan dan Elektrolit (4 sks) Kebut. Eliminasi ( 3 sks) Kebut. Istirahat dan Tidur ( 3 sks) Kebut. Aktivitas dan Mobilisasi (3 sks) Kebut. Aman dan Nyaman (4 sks) Kebut. Konsep diri ( 4 sks) Keperarawatan Komunitas I (2 sks) Kebut. Seksualitas ( 4 sks) Kebutuhan Komunikasi ( 3 sks) Kep. Komunitas II (3 sks) Semester 5 Semester 4 Semester 3 DENGAN PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kebut. Mekanisme Koping (3 sks)

Pendekatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia

Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa ( 2 SKS) Riset Kep Manajemen Keperawatan (2 sks) Kep. Komunitas III ( 3 sks) Komprehensif I ( 3 sks) Komprehensif II ( 3 sks)

(2 SKS) (2 SKS) Inggris SKS) (2 SKS)

MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA Semester 6 Semester 7

Page 124

Skripsi (4

Semester 8

CONTOH STRUKTUR KURIKULUM PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR SEMESTER I Agama Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu Sosial Dasar Jumlah jam/mg = 14 + 4 = 18 jam SEMESTER II Mata Ajar Kebutuhan Oksigenasi Kebutuhan Nutrisi Bahasa Inggris Ilmu Keperawatan Dasar III Jumlah jam = 11 + 4 + 4 = 19 jam SEMESTER III No 1 2 3 4 5 Mata Ajar Kebutuhan Cairan & Elekrolit Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Istirahat & Tidur Kebutuhan Aktivitas & Mobilisasi Bahasa Inggris Jumlah jam = 11 + 4 + 8 = 23 jam No 1 2 3 4 No 1 2 3 4 5 6 Mata Ajar SKS 2 2 2 4 4 2 16 SKS 4 4 2 4 14 SKS 4 3 3 3 2 15 T 2 2 2 2 2 2 14 T 3 3 2 3 11 T 3 2 2 2 2 11 Lab 1 1 2 Lab 0.5 0.5 1 2 Lab 0.5 0.5 0.5 0.5 2 K ket

K 0.5 0.5 1 K 0.5 0.5 0.5 0.5 2

ket

ket

Deskripsi mata kuliah pendekatan berdasarkan pendekatan kebutuhan Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir dalam keperawatan, perkembangan keperawatan ; pendekatan holistic care (konsep caring, holisme, humanisme dan transcultural nursing); prinsip-prindip legal etis dan isu etik (etical issue); nursing advocacy; termasuk, teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I
AIPNI Page 125

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. 2. 3. 4. 5. No 1 menerapkan konsep berfikir kritis dalam keperawatan menganalisis perkembangan sejarah keperawatan menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan menerapkan prinsip-prinsip legal etis paada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Menerapkan konsep berfikir kritis dalam 2 keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah 3 keperawatan Menganalisis prinsipprinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan 1. 2. 3. 4. 4 Menerapkan prinsipprinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatann Bahan kajian Konsep berfikir kritis dalam keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional teori sistem konsep berubah konsep holistic care : transcultural nursing Mini lecture, case study, small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Mini lecture, case study, small group discussion (SGD)

caring, holisme, humanisme dan (keperawatan lintas budaya) 1. prinsip-prinsip etika keperawatan : onotomi, beneficience, non maleficience, justice, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. isue etik dalam praktik keperawatan ; Euthanasia, transplantasi organ, supporting devices, aborsi 3. prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik, neglected, pertanggunggugatan

AIPNI Page 126

dll 4. Demonstrasi.(mandiri dan limpahan). pertanggungjawaban. 5. 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan perlindungan hukum dalam nursing advocacy praktik keperawatan pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer ( membuat blok. mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet ) Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar II : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : AIPNI Page 127 . PjBL mengirim tugas melalui email.

dll ) Menerapkan hal-hal yang terkait Konsep. Dicovery learning (DL). Roy. Kompetensi blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa akan mampu : 1. tahap. menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan kondep tumbuh kembang 4. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. SGD Betty Neuman. komunikasi terapeutik 3. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Mini lecture. Orem. dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia karakteristik. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. ternd dan issue 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang AIPNI Page 128 .Mata kuliah ini membahas tentang konseptual keperawatan . case study. case study. menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok I Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi 2 Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. teori komunikasi 2. menerapkan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 5. menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. project based learning(PjBL) Mini lecture. menerapkan model konseptual keperawatann dalam berbagai situasi 2. karakteristik. konsep. penggunaan komunikasi terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 4. tahap. dan tugas perkembangan 1.

rancangan penyuluhan kesehatan 6. antropologi dan sosiologi budaya 3.komunikasi dalam pelayanan kesehatan / keperawatan 6. komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuia dengan tumbuh kembang keyakinan 1. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan dan tantanan pelayanan kesehatan. Kompetensi blok 3 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa akan mampu : AIPNI Page 129 . case study. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi 5. anak. metode evaluasi Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III : 2SKS(2-1) :Mini lecture. konsep belajar sepanjang hayat 2. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) PjBL Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektef keperawatan : maternitas. orang dewasa.

menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas . merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. mengaplikasikan prinsip pendidikan dan keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan AIPNI Page 130 . orang dewasa. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan 3. anak.1.

diagnose keperawatan c. pendokumentasian a. anak. antropologi dan sosiologi kesehatan c. pelaksanaan e. tren keperawatan d. evaluasi f. project Based learning (PjBL) lab skills 3 Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dala sistem pelayanan kesehatan Case studi. SGD. Mini lecture. pengkajian b. project based learning (PjBL). ruang lingkup keperawatan c. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. teori pendekatan sosial dalam kesehatan Metode Mini lecture. reaksi hospitalisasi. SGD. perspektif dan falsafah keperawatan b.case studi. isu keperawatan (konsep bermain pada anak. perencanaan d.case studi. Demonstrasi AIPNI Page 131 . project Based learning (PjBL) lab skills 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. orang dewasa. konsep belajar sepanjang hayat b. dll) a. SGD.No 1 Kompetensi blok I Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien Konsep proses keperawatan : a.

metode evaluasi AIPNI Page 132 .d. rancangan penyuluhan kesehatan f. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi e.

melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi blok 6 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada kebutuhan oksigenasi mahasiswa akan mampu : 1. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi AIPNI Page 133 . komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. dan sistem respirasi sel. difusi. Mengidentifikasi masalah oksigenasi 4. 2. transportasi. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Kebutuhan Oksigenasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang kebutuhan oksigenasi sesuai tingkat usia manusia melalui dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. 3. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada skelompok klien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi.

7. Case Study. mapping based learning 3. 2. Pencegahan primer dan sekunder pada masalah kebutuhan oksigenasi 2. SGD.No. Dokumentasi asuhan keperawatan Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi (rujukan. Jamkesmas) 1. fisiologi. Pengkajian kebutuhan oksigenasi Diagnosa keperawatan pada gangguan oksigenasi Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigenasi. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan Mini Lecture. SGD. Kompetensi blok 6 1. Gakin. Project Based Learning (PjBL). Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Lab skills AIPNI Page 134 . 1. regional dan internasional) Metode Mini Lecture. Lab skills. Bahan kajian Anatomi. fisika dan biokimia oksigenasi. Project Based Learning (PjBL). kimia. nasional. Case Study. 5. Patofisiologi pada kebutuhan oksigenasi (kasus-kasus oksigenasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. 4. PMO. 6.

moral right. SGD prioritas masalah sistem respirasi) keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus kebutuhan oksigenasi dan 5. SGD dengan memperhatikan aspek legal dan etis. non maleficience. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbgai tingkat usia dengan memperhatikan aspek Melaksanakn fungsi advokasi pada kasus dengan oksigenasi pada berbagi tingkat usia. kebutuhan oksigenasi Mengidentifikasi masalah-masalah Hasil-hasil penelitian terkait kebutuhan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah oksigenasi. Manajemen kasus pada kebutuhan oksigenasi Case study. Nursing advocacy 1. beneficience. Problem Based learning (PBL) 6. justice. Pencegahan tersier pada masalah Telaah Jurnal. 2. Fisioterapi dada/postural drainage 3.oksigenasi pada berbagai tingkat usia 3. 1. SGD. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan oksigenasi pada berbagi tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Terapi O2 4. dengan berfikir Lab skills AIPNI Page 135 . Pengkajian pada oksigenasi 2. nilai dan norma masyarakat 2. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. oksigenasi 4. Case study. Suctioning Case study.

Perawatan WSD 6. Nebulisasi 7.kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Trakheostomi AIPNI Page 136 .

Selanjutnya.Kesimpulan Kedua model matriks dan rangkaian deskripsi mata kuliah yang disajikan diatas belum merupakan pencerminan kurikulum lengkap tetapi hanya berupa kurikulum inti (60%). Model Penyelenggara Pendidikan Sarjana Keperawatan Tahap Profesi 36 SKS S. deskripsi mata kuliah yang belum diuraikan serta mata kuliah yang terdapat kurikulum institusi perlu dilengkapi oleh masing-masing institusi. Kep Praktik 30% Tahap Akademik 144-160 SKS Teori 70% Ners Pola Pendidikan Nerd an Sistem Uji Kompetensi sebelum kelulusan Tahap Profesi (internship) Uji Kompetensi (work entry / exit exam) STR (RN) AIPNI Tahap Akademik Page 137 . seluruh deskripsi mata kuliah belum dijabarkan. Dengan demikian.

dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. lulusan akan mendaptkan gelar Sarjana Keperawatan “S. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan. mengembangkan. AIPNI Page 138 .Kep” dan setelah tahap profesi lulusan akan mendapat sebutan profesi “Ners” 5 KURIKULUM PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI Pendidikan profesi keperawatan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik untuk mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai ners.Penamaan kelulusan : Setelah menyelesaikan tahap akademik.

Kompetensi Lulusan Pendidikan Tahap Profesi Untuk menjamin kualitas lulusan agar dapat berkomunikasi secara global diperlukan patokan dalam penentuan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang ners di berbagai institusi penyelnggara pendidikan ners di seluruh Indonesia. Kompetensi ini dijabarkan kedalam unit kompetensi : 1. 3. Jika dalam satu minggi 48 jam. Profil Lulusan Pendidikan Profesi Tahap pendidikan profesi lebih difokuskan pada profil sebagai : 1. No. Kompetensi pendidikan profesi dapat dicapai dengan masa studi 2-3 semester dengan perhitungan 36 SKS x 16 minggi x 4 jam = 2304 jam. Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi di fokuskan pada kemampuan: a. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal. Mendiknas. Manajer asuhan klien. maka dibutuhkan masa studi 48 minggi (2304 : 48 jam) A. Pengembangan kurikulum pendidikan tahap profesi terdiri dari kurikul inti dan kurikulum instirusi yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelnggarakan program pendidikan profesi. AIPNI Page 139 . 4 pendidikan kedinasan) atau setara magister (SK. Kurikulum institusi pendidikan tahap tinggi profesi terdiri dari 60% kurikulm inti (22 SKS) dan 40% kurikulm yang mencirikan institusi. Care Provider (Profil peneliti dan pendidik terintegrasi dalam profil Care Provider) 2. Dengan demikian.Program pendidikan ners merupakan lanjutan tahap akademik pada pendidikan sarjana keperawatan dengan beban studi minimal 36 SKS (mengacu pada PP no. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan. memberikan pendidikan kesehatan menjalankan fungsi advokasi pada klien. 232/U/2000 pasal 5 ayat 2). diharapkan seluruh institusi pendidikan profesi mempunyai kurikulum inti yang sama. Community Leader B. Pendidikan tahap profesi keperawatan merupakan tahapan proses adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional.

Mampu mendemonstrasikan ketrampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Unit Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi: a. 2. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik g. i. d.b. Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. Mengaplikasikan fungsi kepimpinan manajemen keperawatan. d. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan j. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan. b. Manpu mengunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik AIPNI Page 140 . Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dan komunitas e. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. Mampu menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim c. Mampu membeikan asuhan yang berkualitas ecara holistis kontinyu dan konsisten k. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien h. c. Melaksanakan asuhan keperawtan profesional di tatanan klinik dan komunitas menggunakan hasil penelitian. serta menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan.

Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi ruangan untuk mengingkatkan kemampuan AIPNI Page 141 . Mampu memberikan pengarahan pada anggota timnya bb. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawtan x. kuratif dan rehabilitatif v. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya cc. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas u. Mampu mengorganisasikan mamajemen ruangan keperawatan secara berkelompok z. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan o. Mampu dalam mengembangkan profesi keperawatan s. Mampu melaksaanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien w. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif ditatanan komunitas dalam aspek promutif preventif.m. Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok y. Mampu mengembangkan potensi diri professional r. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan p. Mampu mencegan dan menyelesaikan konflik aa. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan t. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengguanan sstrategi manajemen kualitas dan manajemen resiko n. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif q.

Melaksanakan tatakan legal 3. maternitas. klinik asuhan 1. 3. KOMPETENSI Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan inter personal 2. 4. AIPNI Page 142 . logis dan etis dalam mengembangkan keperawatan asuhan keperawatan holistik. 5. 1. Unit Kmopetensi dan Area Pencapaian NO. area keperwatan medikal dan jiwa Mampu memberkan asuhan yang secara berkualitas secara bedah. anak. UNIT KOMPETENSI asuhan keperawatan Mampu menggunakan keterampilan inter personal yanf efektif dalam kerja tim Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan tanggung jawab Mampu menggunakan proses keperawatn dalam menyelesaikan Diseluruh masalah klien kritis.c. Kaitan Kompetensi. kontinyu dan konsisten Mampu mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mamapu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningakatan kualitas area prakik terutama AREA PENCAPAIAN area praktik keperawatan Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian Diseluruh keperawatan professional di menerapkan aspek etik dan 2. 2. dengan 1.

Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan akontabilitas auhan keperawatan yang AIPNI Page 143 . Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan 9.6. Mampu memberikan dukungan kepeda tim asuhan dengan mempertahankan diberikan 10. 13. Berkesinambungan dalam praktik 7. Mampu mempertahakan lingkunagn yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko 8. 12. 11.

dan menyelesaikan masalah klien ditatanan kominitas menerapkan suhan komunitas 3. jiwa. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi AIPNI Page 144 .3 Melaksanakan asuhan keperawatan profesional ditatanan komunitas 1. kuratif dan rehabilitatif 4. Mampu merencanakan kebutuhan keperawatan secara Keperawatan medikal bedah. berkelompok 2. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota tinya 5. dan komunitas. 2. Mampu melaksanakan terapi modlitas / komplementasisesuai dengan kebutuhan klien gerontik. Mampu mengorganisasikan menejemen ruangan keperawatan secara berkelompok mampu mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim 3. anak. Mampu memberikan pengarahan kepada angota tim nya 4. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam komunitas 4. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam Di area keperawatan kelarga. Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajenen keperawatan 1. Mampu mengembangkan program yang kretif dan inofatif ditatanan komunitas dalam aspek promotif preventif.

Deskripsi mata kuliah . Tersedianya preseptor/mentor untuk menyelengarakan pendidikan profesi.Lulus pendidikan sarjana keperawatan .D. menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. E. 4. pelaksanaan pendidikan terhadap proffesi harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip di bawah ini : 1.Lulus uji kompetensi (12 kompetensi inti dan kompetensi tambahan yang diperlukan untuk wahana praktik tertentu) 2. buku log. 5. Tersedianya wahana praktek yang kondusif (sarana dan prasarana) untuk menumbuh kembangkan kemampuan berfikir kritis. Matrik sebaran Mata kuliah pendidikan Profesi Stase Mata Kuliah Jumlah SKS Kurikulum Kurikulum inti institusi I Keperawatan Medikal Bedah 5 II Keperawatan Anak 2 III Keperawatan Maternitas 3 IV Keperawatan Jiwa 2 V Menejemen Keperawatan 2 VI Keperawatan Gadar 2 VII Keperawatan gerontik 2 VII Keperawatan Keluarga dan Komunitas 4 Jumlah 22 36 Penatalaksanaan : Stase I-VIII dapat dilaksanakan secara paralel dan tidak prasyarat karena diasumsikan setiap lilisan pendidikan tahap akademik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk tahap profesi. Pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi berorentasi pada tahap pembelajaran sederhana ke kompleks dengan memfokuskan pada pengetahuan. kertampilandan sikap untuk mencapai kompetensi profesional seorang ners. Tersedianya buku pedoman pelaksanaan kegiatan pendidikan tahap profesi. Oleh karena itu. dan modul praktik. Struktur Kurikulum Pendidikan Tahap Profesi Pendidikan tahap profesi merupakan kelajutan dari tahap pendidikan program sarjana keperawatan dimana tahap ini peserta didik mengaplikasikan teori dan konsep yang didapat selama proses pendidikan sarjana. Calon peserta pendidikan tahap profesi : . 3.

Keamanan fisik : Leukimia. Hepatitis. Pankreatitis akut. e. Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah mencakup asuhan keperawatan pada klien dewasa dalam konteks keluarga yang mengalami masalah pemenuhan daarnya akibat gangguan satu sistem (organ) atau beberapa sistem (organ) tubuhnya. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien dewasa ditatanan klinik dengan gangguan : . Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dal ilegal .Nutrisi : DM. d. BPH. HIV/AIDS. Cirhep. . Mata Kuliah Beban Studi : Keperawatan Medikal Bedah : 5 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan medikal bedah merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap ketika melakukan asuhan keperawatan profesional. Ca paru . menjalankan fungsi advokasi pada klien.Termoregulasi : Thypoid . Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang dewasa. memberikan pendidikan kesehatan. .Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. Koleliasis akut. Kompetensi : Setelah mengikuti praktik profesi Keperawatan Medikal Bedah mahasiswa mampu : a.Eliminasi : Ileus Ca saluran cerna. ARF/CRF. Stroke. Hipo/hipertiroid.Oksigenasi akibat ARDS. c. DHF.1. Pneuminia. membuat keputusan legal dan etik serta mengunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada orang dewasa. Anemia. Asma. Dekompesasio cordis. . . b.Mobilitas fisik : Fraktur.

j. Problem solving for better health (PSBH) 8. Diskusi kasus 4. g. Pre dan post conference 2. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan kliean dewasa Mendemonstrasikan ketrampilan teknik keperawatan yang sesuai dengan standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif i. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan yang berlaku dalam bidang kesehatan. k. l. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik. kontinyu dan konsisten Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. n. . Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. r. p. Mengembangkan pola pikir kritis. h. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metoda Pembelajaran 1. logis dan etis dala mengembangkan asuhan keperawatan oramh dewasa Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan.f. Case report dan overan dinas 5. o. q. m.

. Log book 2. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. kasus singkat 8. Direct Observasional of prosedure skill 3. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. menjalankan fungsi advokasi pada klien anak dan keluarganya.Student Oral Case Analysis) 4. Mata Kuliah Beban Studi Deskripsi Mata Kuliah : : Keperawatan Anak : 2 SKS Praktik profesi keperawatan anak merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional yang aman dan efektif. Critical insidence report 5. OSCE 6. Case test / uji kasus (SOCA. Kasus lengkap. memberikan pendidikan kesehatan.Metoda evaluasi : 1. Problem solving skill 7. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada anak.

Bayi dan anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. Anemia. morbili . BBLR. dengan anak masalah pediatric sosial dan manajemen terpadu balita sakit.Bayi dan anak dengan gangguan oksigenerasi akibat RDS. Trombositopenia. RDS.Bayi dan anak dengan gangguan pertubuhan dan perkembangan . Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien anak dalam konteks keluarga Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien ank dalam konteks keluarga . c. Kompetensi : Setelah menyelesaikan praktik profesi keperawatan anak mahasiswa mampu : a. b. Atresia Anni.Bayi dan anak dengan gangguan eliminasi akibat kelainan congenital : Hirschprung. Hyperbilirubinemia. Kejang e. sekolah dan remaja) dalam knteks keluarga yang bertujuan untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehat. obesitas . ITP. Thalasemia . Thypoid. bayi. Labiopalatoschiziz .Bayi dan anak dengan gangguan termoregulasi : MAS. NS . d.Bayi dan anak dengan gagguan keamanan fisik : Leukimia. meningitis / Enchepalitis. dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan ditatanan klinik. toddler. anak sakit akut dan sakit yang mengancam kehidupan. pra sekolah. Pneumonia. Hypospadia.Bayi dan anak dengan nutrisi : KEP/ malnutrisi. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan anak dengan berbagai tingkat usia dalam konteks keluarg Menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien aanak pada berbagai tingkat usia dalam konteks keluarga ditatanan klinik . f. DHF.Praktik profesi keperawatan anak mencakup anak dengan berbagai tingkat usia (neonatus. Asma. Juvenile DM.

Pre dan post conference 2. logis. o. Diskusi kasus 4. i.g. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Mendemonstrasikan keterampilan tekniskeperawatan yang sesuai dengan standarta yang berlakuatau secara kreatif dan inivatif agar pelayanan yang diberika efisien dan efektif pada klien anak h. Menggembangkan popla pikir kritis. Membuat klasifikasi dan tindakan dari kasus yang diperoleh di Pukesmas. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Case report dan overan dinas 5. p. Metoda evaluasi : . Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keprawatan yang diberiakan n. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. j. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Problem solving for better health (PSBH) 8. l. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan pada klien anak dalam konteks keluarga Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien dan keluarga agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan stratedi manejemen kualitas dan manajemen resiko pada klien anak dalam konteks keluarga k. q. dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sehat di masyarakat m.

Philadelphia: Lippincot Markum. Saunders Company. Maryland : Aspen publication Bowden. Hockenberry. & Bindler. 1996. Nursing Care of the General pediatric Surgisal Patient. Readwood City : Addison Wesley Muscari.. C.B. Al. Case test / uji kasus (SOCA. Kasus lengkap. Wellness Nursing Diagnosis for Health Promotion. S. 2000. SR. Direct Observasional of prosedure skill 3. et. OSCE 6.. Children and their families : The continuum of care. M.. C. Dickey. Hockenberry. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing.. S.). Hay. Philadelphia: W. (8th edition). R. Pediatric nursing : caring for Children.(1999). Louis: Mosby Elseiver Karen.. Wong’s Nursing Care of Infants and Children“. Advanced pediatricclinical assessment: Skills and procedures. kasus singkat 8. & Sperhac. James. A. Al. W. (2008).E.1. J. New Jersey : prentice hall Barbara. Critical insidence report 5. Problem solving skill 7. V. Log book 2. (2007). R. Canada : Mosby Company. Nursing Care of Children and Families. Jakarta: fakultas Ilmu Kedokteran Unuversitas Indonesia . (1998). (2003).S. Daftar Pustaka Ball. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. B. 1997.M 1990. (8th ed.Wilson. W. M. (2001). W. St. M. et.Student Oral Case Analysis) 4. Current pediatric Diagnosis and Treadment. Jilid 1. Mott. J & Wilson.H. Connecticut : Appleton dan Lange. S. Buku ajar ilmu kesehatan anak. Philadelphian :Lippincott. & Greenberg. D. A. V.R.

Louis : Mosby. Louis : Mosby Year Book Wong. menjalankan fungsi advokasi pada klien. c. Clinical Manual of Pediatric Nursing. (1996). melahirkan dan paska melahiran serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan dan keluarganya. C. Louis : Mosby. Kasprisin C & Hess. Clinical manual of pediatric nursing.L. (2003).. 1. St. & Hockenberry. J. Mengguanakan proses keperawatan pada ibu hamil melahirkan dan paska melahirkan serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan . Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d..I. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas Beban : 3 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan maternitas merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. D.. intranatal dan post natal serta yang mengalami masalah pada sistem reproduksi dan pengaturan kehamilan. memberikan pendidikan kesehatan. St. 1996. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada ibu hamil. M. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan Maternitas dalam konteks keluarga Praktik profesi keperawatan maternitas dilakukan secara bertahap dimulai dari prenatal. (7th edition)St. b. D. Wong.Wong and Whaley. Nursing Care of Infants and Children“.

agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Metode Pembelajaran 1. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. kontinyu dan konsisten. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan maternitas. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif o. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan maternitas. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Diskusi kasus 4. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Case report dan overan dinas 5.e. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. n. melahirkan. k. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil. h. f. Problem solving for better health (PSBH) . masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal : merencanakan program keluarga berencana. i. Pre dan post conference 2. paska melahirkan. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. j. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontbilitas asuhan keperawatan yang diberikan.

Louis. Fight edition. 1986. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Newyork. New Jersey. Tokyo. The C. Boston Medical Science International. Myers Judits L. 2006. 6th Edition. Davis Company. Murr Alice C. Kozier Barbara. St. 1985. Maternity and Gynecology care The Nurse ang the family. Lippincott Company Philadelphia. St. Toronto May katharyn Antle and Mahlmeister laura Rose. Nursing Care Plans : Nursing diagnosis and Intervension. Berman Audrey. Toronto. 2007. Log book 2. E. 1990. Louis. Bobak Irene m.A. Direct Observasional of prosedure skill 3. London. St. Moorhouse Mary Frances. Problem solving skill 7. Upper Saddle River. Case test / uji kasus (SOCA. Niswander Kenneth R. Snyder Shirlee J. Metoda evaluasi : 1. 7th Edition. Lippincott Company Philadelphia. Mosby. kasus singkat 8. Tokyo. Princeton. United stated of Amerika. Inc. Kasus lengkap.b. Lowdermik Deitra Leonard. Comprehensitive Maternity Nursing Process and Childbearninf Family . Mosby Company. 1999. Louis Sao Paolo Sydney. Louis . London Mexico City. Nursing plans Guidelines for Individualizing Client Care Across The Life Span. St. Erb Glenora. 7th Edition. Jensen Margaret Duncan dan Bobak Irene M. Maternity Nursing.8. Mosby. 2004 Fundamentals of Nursing Concepts. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- . Manual of Obstetri Diagnosis and Therapy. 1983. J. Sydney. Little. Perry Shannon. OSCE 6. St. Portfolio Daftar Pustaka Doenges Marilynn E. Process. Louis London. Grand Rapids. Person Education. Critical insidence report 5. Ltd. Philadelphia.Student Oral Case Analysis) 4.V. Newyork. Sydney. and Practice. Brown and Company. San Francisco.B. Neeson Jean D dan May Katharyn A. J. Comprehensive Maternity Nursing Nursing Process and Childbearing Family. Philadelphia Gulanick Meg. F. Second Edition.

Pneumonia Hipostatik. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. − Keamanan fisik dan mobilitas fisik : Fraktur. − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. − Eliminasi : BPH. resiko dan potensial serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien. arthritis. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Praktik profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan gerontik. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. memberikan pendidikan kesehatan. Mengguanakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien usia lanjut. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien usia lanjut. e.2. menjalankan fungsi advokasi pada klien. − Oksigenasi akibat COPD. Mata ajar Beban Studi Prasyarat : Keperawatan Gerontik : 2 SKS : Telah melalui praktek Deskripsi Mata Ajar : Praktik profesi keperawatan gerontik merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. b. f. − Nutrisi : KEP. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik mahasiswa mampu: a. c. agama atau factor lain dari setiap klien lanjut yang unik . Dekompensasio cordis. hipertensi.

Log book 2. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan usia lanjut. Program Pemerintah Tentang Kesehatan Gerontik . Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. o. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien usia lanjut. kontinyu dan konsisten. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Problem solving skill 7. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan r. n. h. i. kasus singkat 8. Metoda evaluasi : 1. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif.g. Portfolio Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI.Student Oral Case Analysis) 4. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. k. OSCE 6. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional q. Case test / uji kasus (SOCA. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif p. Kasus lengkap. Direct Observasional of prosedure skill 3. j. Critical insidence report 5.

Lippincott company. (1999). b. Carrol et all. S. Wold.sosio-spiritual terutama masakah gangguan . Tyson. Praktik profesi keperawatan jiwa berfokus pada penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dalam konteks keluarga dan masyarakat melalui penerapan terapi modalitas keperawatan. Gerontological nursing care. Taylor. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------3.B. theory and practice. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Fundamental of Nursing. Second edition. Philadelphia: J. Gerontologic nursing. Basic geriatric nursing.H. kuratif dan rehabilitatif serta memberikan pendidikan kesehatan.B.. Philadelphia: W. Mata Ajar Beban Studi Deskripsi Mata Ajar : Keperawatan Jiwa : 2 SKS Praktik profesi keperawatan jiwa merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa ketika adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan kepada individu.B. c. Toronto: Mosby. keluarga dan masyarakat baik yang sifatnya preventif. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko. St. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Philadelphia: J.Lueckenotte (1996). Louis: Mosby Book. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan jiwa. Nursing care of older adult. Saunders company. promotif. Inc. Second edition. Miller. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. dengan gangguan jiwa. (2004). Lippincott company. Memberikan asuhan keperawatan kepada individu. C. (1995). G. (1999).R.

m. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. Mengembangkan pola pikir kritis. n. Tutorial individual yang diberikan preceptor 3. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Bunuh Diri.jiwa dengan cora problem. Pre dan post conference 2. Harga Diri Rendah. k. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. l. Diskusi kasus 4. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. perilaku Kekerasan dan dan Definsit Perawat Diri. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. kontinyu dan kosisten. Isolasi Sosial. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Hallusinasi. o. Waham. e. i. Pendelegasian kewenangan bertahap . Berlaku h. j. Peerta praktik melakukan proseskeperawatan jiwa. Case report dan overan dinas 5. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhann keperawatan yang diberikan. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. logis. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan jiwa.

Lippincontt.A (1991). …………………………………………………………………………………………. Bostrom. St. Keltner. Louis Rawlin. Laraia (2003). Portfolio Daftar Pustaka Doenges M. Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat th . Fifth Edition. C.E (1993). 7 edition. Conceps. Psychiatric Nursing Care Plan St. The Art and Science of Nursing Care Philadelphia. Conceps. Direct Observasional of prosedure skill 3. California. Essential of Mental Healt Nursing. Potter. R. M. St. Louis. Prosess and Practice. P. Foundamentals of Nursing. Louis : Mosby Fountainne. Prosess and Practice. Psychiatric Nursing. OSCE 6. Problem solving for better health (PSBH) 8. Taylor C (1997). Problem solving skill 1. Clinical Manual of Psychiatric nursing. Kasus lengkap. Case test / uji kasus (SOCA. Addison Wesley California. Townsend. Schewecke.F (1998). Log book 2. Kozier. Metoda evaluasi : 1. M and Holloday. Mosby.E.. M. Psychiatric Care plans Guidelines for Individualizing Care Ed.. Mosby. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Foundamental of Nursing.P and and Heacock. Foundamentals of Nursing. St. St.Student Oral Case Analysis) 4.C and Moorhouse. Fletcher (1995). Addison Publising Company.. 3.. Philadelphia : F. Stuart S.6. P (1997). Critical insidence report 5.Louis. kasus singkat 2. Principles and practice of Psychiatric Nursing. P. (1999). 6. B (1997). Mosby. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. Founth Edition..A Davis Company Fortinash.

. b. e. sengatan binatang.Beban : 2 SKS Praktik profesi keperawatan gawat darurat merupakan program yang Deskripsi Mati Kuliah menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan. trauma thoraks − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : DM dengan ketoasidosis. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. berbisa. Praktik profesi keperawatan gawat darurat mencakup asuhan keperawatan dalam konteks keluarga pada klien dengan berbagai tingkat usia yang mengalami masalah pemenuhan kebutuhan dasarnya akibat gangguan salah satu sistem (organ) ataupun beberapa sistem (organ) tubuhnya dalam keadaan gawat darurat. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan menggunakan salah satu referensi dari hasil penelitian yang berkaitan dengan keperawatan gawat darurat. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaiakan masalah klien pada berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat akibat gangguan : − Termoregulasi : Trauma kapitis − Oksigenasi : Infark Miokard. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gaswat darurat. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. menjalankan fungsi advokasi pada klien. − Keamanan fisik : keracunan. Gagal nafas. krisis tiroid. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. c. memberikan pendidikan kesehatan. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. f.

Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. j. Mengembangkan pola pikir kritis. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan p. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan m. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional o. Pre dan post conference 2. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat h. l. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif n. Metoda evaluasi : . Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan pada klien denagan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat (Triage) i.g. Problem solving for better health (PSBH) 8. Diskusi kasus 4. Menjalankan fungsi advokasi pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat untuk mempertahankan klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. logis. k. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Case report dan overan dinas 5.

pengorganisasian.Student Oral Case Analysis) 4. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Critical insidence report 5. Direct Observasional of prosedure skill 3. OSCE 6. b. Selama praktek mahasiswa memprakarsai perubahan yang efektif dan inovatif dalam asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan. Problem solving skill 7. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok . Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab c. Case test / uji kasus (SOCA. pengarahan dan pengendalian dengan menerapkan berbagai gaya kepemimpinan yang efektif. Praktik profesi keperawatan manajenen keperawatan mencakup perencanaan. Kasus lengkap. Log book 2.1. Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan Beban : 2 SKS Deskripsi Mati Kuliah Praktik profesi manajenen keperawatan merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerapkan konsep – konsep yang berhubungan dengan manajemen & kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan yang sesuai dengan keadaan saat ini. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan d. kasus singkat 8. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------7.

1. 7. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. 3. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Critical insindence report. Melakukan supervisi terhadap anggota timnya i. m. Diskusi kasus. 4. Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan kondisi ruangan k. Case report dan overan dinas. Direct Observasional of Prosedure skill.e. 1. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). p. 4. Pre dan conference. Mengembangakan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. l. OSCE. 5. Melaksanakan perubahan dalam asuhan dan pelayanan perawatan. q. 5. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 2. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. n. Metode pembelajaran. Tutorial individual yang diberikan preceptor. 2. Melakukan evaluasi terhadap timnya j. Mencegah dan menyelesaiakan konflik didalam timnya g. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Log book. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. . Memberikan pengarahan kepada anggota timnya h. 6. Problem solving skill. 7. 6. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pengelolaan klien. o. Kasus lengkap. Mengorganisasikan manjemen ruangan keperawatan secara berkelompok f. Pendelegasian kewenangan bertahap. kasus singkat. 3. 8.

Louis: The CV Mosby Marquis. Philadelphia: Lippincott.E. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktek profesi keperawatan keluarga dan komunitas mahasiswa memiliki kemampuan : .B Kron (1981).. menjalankann fungsi advokasi. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini terkait dengan keperawatan keluarga dan komunitas. Swansburg. Philadelphia: W. The Head Nurse..et all (2001) Effective leadership and management in nursing . J.New Jersey:Prentice-Hall Barret Jean et all (1975). Introductory management and Leadership for Nurses. London : Jones and Bartlett Publisher. R.& Swansburg.. Roussel. (1994).. (2000). sekunder dan tersier kepada individu. (1998). The Manegement of Patient Care. Leadership roles and management functions nursing. L.Her Ladership Role Gilliies. Swansburg. R.A. Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas berfokus kepada kebijakan dan program pemerintahan tentang kesehatan masyarakat. pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui kerjasama dengan lintas program dan sektoral. & Swansburg. L. St. kelompok. WB Saunders Marriner AT (1996) Nursing Management and Leadership. J (2006). R. Nursing management: A System approach. Sudbury: Jones and Bartlett Publisherrs 8. risiko dan potensial. dan komunitas dengan masalah kesehatan yang bersifat actual.8. Nursing management and leadership. R. C. Daftar Pustaka Sullivan. . Portfolio.J. B. C. keluarga. Putting Leadership Skills to Work. D.Mata ajar Beban Studi : Keperawatan keluarga dan komunitas : 4 SKS Deskripsi Mata Kuliah : Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan untuk pencegahan primer.

r. keluarga. masyarakat dan komunitas agar dapat mengambil keputusan. n. Mengembangkan program yang kreatif dan inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. . b. kuratif dan rehabilitative melalui pemberdayaan masyarakat. p. Melakukan kmunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada individu. o. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan secara individu. keluarga. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. d. masyarakat dan komunitas klien yang unik. e. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas. kontinyu dan konsisten. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. f. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. kelompok dan komunitas. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan individu. c. keluarga. l. terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan j. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. g. Mengembangkan pola pikir kritis. q. masyarakat dan komunitas. keluarga. h. i. k. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak individu. kelompok dan komunitas.langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Bekerjasama dengan unsur keperawatan komunitas. Menggunakan langkah.a. agama atau faktor lain dari setiap individu. m. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. keluarga. Mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.

Jakarta: Rieka Cipta. St. Log book. . 4.(1999) Nursing in the community: dimensions of community health nursing. Philadelphia: W. Mampu melaksanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien. 3. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 1. (1998) Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat.. J. M. Direct Observasional of Prosedure skill. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. M. Pendelegasian kewenangan bertahap. 3. 5. 7. R. Saunders Luan. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. Pre dan post conference. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). J. Jakarta: EGC Freeman.prinsip dasar. Effendy. Daftar Pustaka : Clark. 6. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperwatan. 2. (1995). Heirinch.J. N. Stanhope. Diskusi kasus.(1981) Community nursing practice..Rencana Asuhan Keperawatan Komunitas. California: Appleton & Lange.B. t. Case report dan overan dinas. 4. B. (2007). Lancaster. Third edition. Edsi 2..M.. Community health nursing: Process and practice for promoting health. (2003) Ilmu kesehatan masyarakat: Prinsip. Critical insindence report. 2. S.. Louis: Mosby years books Metode pembelajaran 1.s. Jakarta: STIK Sint Carolus Notoatmodjo. 8. Tutorial individual yang diberikna preceptor.

Daftar Referensi:. Problem solving skill. Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. kasus singkat. Kasus lengkap. 7. OSCE.5. Portfolio. 8. 6. .

Metode pembelajaran pada pendidikan Sarjana Keperawatan di antaranya : a. Discovery informasi yang ada untuk mendiskripsikan suatu pengetahuan e. Collaborative Learning (CbL) : Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas serta membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri h. A. Small Group Discussion : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau mempraktekan /mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan b. Metode pembelajaran pada program pendidikan Sarjana Keperawatan dan program pendidikan profesi. mempraktekan / mencoba berbagai model Case Study : mengkaji kasus dengan mencermati karakteristik kondisi kasus tersebut Learning (DL) : mencari. Cooperative Learning (CL) : Membahas dan menyimpulkan masalah/tugas yang diberikan dosen secara berkelompok g. dan menyusun Learning (SDL) : merencanakan kegiatan belajar. dan menilai pengalaman belajarnya sendiri f. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada tahap akademik pendidikan Sarjana Keperawatan 1. Self –Directed melaksanakan. mengkumpulkan. d. Contextual Instruction (CL) : Membahas konsep (teori) kaitanya dengan situasi nyata dan melakukan studi lapang / terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesenian teori . Role-Play & Simulation : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau (komputer) yang telah disiapkan c.6 Pembelajaran pada METODE DAN EVALUASI PEMBELAJARAN pendidikan ners dengan kurikulum Berbasis Kompetensi menggunakan berbagai metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa / Student Centered Learning (SCL).

Project Based Learning (PjBL) : Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis dengan menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum j. Sebagai umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya c.Evaluasi Pembelajaran pada tahap akademik Pendidikan Sarjana Keperawatan Evaluasi merupakan penilaian yang menunjukan keadaan atau kondisi akhir saat ini (Brown & Knight. 1994). Materi evaluasi disusun berdasarkan tujuan belajar dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Untuk mendiagnosis kekuatan dan kekurangan peserta didik 2. 2. salah satunya dengan mengukur tingkat kemampuan peserta didik (Miller’s Pyramid): Skor 1 Mengetahui dan menjelaskan (Pengetahuan teoristis mengenai keterampilan ini. dan sebagainya) Skor 2 Pernah melihat atau pernah melihat atau pernah mendemontrasikan . teori. cara melakukan. maupun indikasi. Untuk menjamin akuntabilitas proses pembelajaran d. Sebagai umpan balik peserta didik dalam meningkatkan usaha belajarnya b.1 Tujuan Evaluasi. Problem Based Learning and Inquiry (PBL) : Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen 2.2 Metode Penilaian a. komplikasi. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan dengan tujuan : a. baik konsep. Evaluasi Kompetensi Beberapa metode evaluasi kompetensi yang dapat dilakukan. prinsip.i. Untuk memotivasi peserta didik e.

Short Answer Question) c. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada Program Profesi Keperawatan Metode pembelajaran pada tahap profesi berfokus pada pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preceptor kepada peserta didiknya. Test Tertulis (Esay. Evaluasi Proses 1. b. Evaluasi Dosen oleh Dosen B. Presentasi h. Strategi Evaluasi Penilaian Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi : a. MCQs. Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa 3. Reflective Learning e. Evaluasi Pelaksaan 2.Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahap profesi ini lebih terfokus pada pembuktian bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai dengan . Skor 4 Mampu melakukan secara mandiri (memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini dan memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan secara mandiri.(Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah melihat demonstrasi) Skor 3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervise (Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali dibawah supervise. Projek i. Permasalahan (Case Study) d. Oral Test g. Laporan c. Observasi f. OSCE (Objective Stuctured Clinical Examination) b.

Portfolio. Problem solving skill. kasus singkat. Direct Observasional of Prosedure skill. - . Metode pembelajaran pada pendidikan program profesi Metode belajar peserta didik pada tahap profesi ini meliputi: - Diskusi kasus Presentasi Kasus Seminar ilmiah kecil Kegiatan procedural keperawatan Asuhan keperawatan klien (bertahap) Rotasi tugas sesuai preceptor Evaluasi Pendidikan Program Profesi Log book. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). OSCE. Kasus lengkap. Critical insindence report.kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan kewenangan telah dimiliki.

Laporan pendahuluan: Penguasa tentang kasus yang akan dikelola 2. Kemampuan berkomunikasi terapeutik a.EVALUASI PELAKSANAAN BIMBINGAN KEGIATAN PROFESI NERS PADA TIAP AREA KEPERAWATAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 ITEM PENILAIAN Prerequisite : 1. Mampu memperlihatka n sikap empati b. Mampu mendengarkan secara aktif c. Mampu memberikan respon verbal dan non verbal 1 4 KETERANGAN C1-C6 .

(sentuhan. bahasa tubuh) berdasarkan kebutuhan klien 3. Mampu mempersiapkan Ruang dan Alat dan Tempat S1-S4 ITEM PENILAIAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .

Pengkajian: a. Melakukan pemeriksaan fisik dengan . b. Melakukan anamnesa untuk mendapatkan riwayat kesehatan c. Melakukan pengkajian secara holistic.Komponen Kemampuan Klinik: Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Klinik 1. tepat dan akurat pada klien pada berbagai tingkat usia melalui pendekatan sistematik.

Mengenali abnormalitas hasil pemeriksaan penunjang untuk mendukung menetapkan masalah keperawatan sebagai landasan dalam merumuskan diagnosa keperawatan ITEM PENILAIAN 2. Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .tepat d.

c. b. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan a. Menganalisa data c. Mengenal masalah b. Menetapkan tindakan dan .keperawatan sesuai dengan hasil pengkajian a. Merumuskan masalah factor resiko 3. Menentukan prioritas masalah Menentukan tujuan Menentukan criteria keberhasilan d.

keperawatan yang mengatasi masalah bersifat maupun kolaboratif dengan mempertimbangk an aspek budaya etik. dan legal baik mandiri dapat .

Melakukan kolaborasi dengan tim kes d. Implementasi a.ITEM PENILAIAN 4. Menyampaikan pesan dengan tepat dan jelas c. Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai prosedur (SOP) prioritas patient pada dengan dan safety klien memperhatikan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 2 SIKAP 3 4 KETERANGAN dengan berbagai b. Melakukan tindakan melalui kegiatan .

Melakukan evaluasi keperawatan menilai 1) Perkembang an klien 2) Memodifika si. e.observasi. Memberikan pendidikan dan kesehatan sesuai masalah klien 5. mandiri. merubah intervensi keperawatan sesuai kebutuhan klien kondisi . Evaluasi a.

ITEM PENILAIAN b. Mendokumentasik an asuhan keperawatan 1) Menuliskan data jelas n pasien secara yang kondisi yang sistematis dan mengambarka LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 KETERANGAN 4 sesungguhnya 2) Mendokument asikan dengan menggunakan .

Menyusun Kajian . Melakukan situasi 2.IT 3) Membuat catatan tentang perkembanga n pasien rencana tindak lanjut untuk pasien keadaan dan menuliskan Komponen Kemampuan Manajerial/Management Ruangan 1. Perencanaan a. Pengkajian a.

Pengorganisasian 1) Pembagian deskripsi tugas LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN . Implementasi a.perencanaan. 1) Perencanaan sumber daya 2) Merencanakan sarana prasarana 3) Merencanakn pembiayaan dan ITEM PENILAIAN 3.

konsultasi delegasi c. 1) Kolaborasi. dan . Pengendalian 1) Mampu melakukan supervisi 4. dan kelompok. pada keluarga. motivasi. Melakukan pengkajian kes.2) Terbentuk Struktural b. Pengarahan Melakukan negoisasi. Pengkajian a. Evaluasi a. Melakukan Evaluasi 1) Menilai proses 2) Memberikan umpan balik Komponen Kemampuan Asuhan Keperawatan komunitas 1.

masyarakat .

Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga. kelompok khusus dan masyarakat 1) Mengenali masalah kesehatan/keperawatan pada keluarga.ITEM PENILAIAN 1) Menyusun pada 2) instrument dan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN mengidebtifikasi perilaku kes keluarga sumberkhusus kelompok sumber dan tertentu. kelompok. dan masyarakat Mengkaji kelompok masyarakat 2. . kelompok. factor penyebab dan factor khusus dan yang tersedia pada keluarga. kelompok masyarakat 2) Merumuskan masalah.

Menentukan tujuan b. .resiko LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN ITEM PENILAIAN 3. kelompok khusus. Menentukan keberhasilan c. kelompok. kelompok masyarakat etik dan legal khusus dan dengan pertimbangan aspek budaya. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan keluarga. Menentukan sesuai dengan intervensi sumberstrategi indicator 1 sumber kekuatan yang ada pada keluarga. dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. Menentukan intervensi d. kelompok. a.

dan masyarakat . kelompok. Evaluasi Melakukan evaluasi a. kelompok khusus dan masyarakat (patient safety) ITEM PENILAIAN 5. LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN sesuai kebutuhan keluarga.4. kelompok. dan perilaku keluarga. Menilai kelompok masyarakat b. kelompok. Memodifikasi. Implementasi Melakukan implementasi dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan keluarga. kelompok khusus. intervensi merubah keperawatan perkembangan khusus.

Proses Bimbingan diawali dengan : 1 : Bimbingan penuh dan supervise ketat 2 : Supervise ketat 3 : Bimbingan minimal 4 : Mandiri PROSES KEGIATAN DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kegiatan dalam tahap profesi dilaksanakan dalam program internsif meliputi tahap obsevasi. dan kewenangannya Mahasiswa dapat bertindak untuk membela kepentingan (hak –hak) pasien Mahasiswa mengidentifikasi masalah klien yang terkait dengan budaya serta penyelesaiannya Mahasiswa melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SOP Mahasiswa mampu melakukan minimal satu jenis terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan klien . diagnose 2. keluarga. sekunder. implementasi. Pendidikan Kesehatan Legal – Etik Fungsi Advokasi Lintas Budaya Keterampilan Teknis Melakukan terapi modalitas atau komplementer keperawatan. tahap bimbingan. Proses Keperawatan Indikator Mahasiswa menyelesaikan masalah klien (individu. tanggung jawab. evaluasi. 3. dan dokumentasi Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan klien untuk melakukan pencegahan primer. dan tertier Mahasiswa memilih tindakan sesuai dengan SOP. masyarakat) dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. 7. 4.dan tahap mandiri berfokus pada : No Penilaian Kompetensi 1. 5. perencanaan. 6.

tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. sampai dengan mengevaluasi dan membuat keputusan . Beban studi pada program profesi ini adalah 36 sks (dari yang sebelumnya hanya 25 sks (kurikulum 1998)) Dalam menerapkan KBK profesi. konsep dan keterampilan teknis yang telah dikuasai pada program akademik pada klien langsung melalui program internship dimana peserta didik dicangkokkan pada seorang perawat senior yang berfungsi sebagai PRESEPTOR/ MENTOR. Oleh karena itu. tentu saja mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. Penerapan KBK profesi menjadi berkesinambungan dengan KBK akademik. Sebaliknya. pelaksanaan. Program profesi dengan KBK 2010 ini berbeda dengan pelaksanaan program profesi pada kurikulum konvensional (1998) saat tahap profesi peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai prosedur keperawatan dan belajar memberikan asuhan.seluruh komponen profesi (staf akademik dan staf dari wahana praktik) harus terlibat secara aktif dan melakukan berbagai kegiatan mulai dari tahap persiapan. Keberadaan preseptor /mentor sangat diperlukan oleh peserta didik terutama dalam menjamin keterlaksanaan layanan pasien yang berkualitas serta menjamin keberadaan peserta didik bukan merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. Yang terakhir. penerapan KBK profesi merupakan proses memantapkan semua kompetensi yang telah dimiliki pada pogram akademik dan memverifikasinya dengan memberikan kewenangan untuk melaksanakan kompetensi tersebut.7 PEDOMAN IMPLEMENTASI KBK PROFESI PENDIDIKAN NERS Pengantar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada program profesi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KBK pada program akademik. pada KBK program profesi ners ini para peserta didik menerapkan ilmu pengetahuan teori. Disamping itu preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stress yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya serta untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik.

implementasi dan proses bimbingan yang sesuai dalam KBK profesi sampai pada kgiatan mengevaluasi kompetensi.pasal 1&2 tentang pendidikan profesi serta pasal 5 ayat 2&3). Selanjutnya.mata kuliah yang harus dilaksanakan pada program profesi. Beban studi yang dirancang secara nasional adalah 60% dari 36 sks= 22 1ayat − sks untuk kompetensi utama dan 20% untuk kompetensi global serta 20% untuk kompetensi pendukung (penciri institusi). Selain itu. profil yang harus dimiliki oleh lulusan program profesi. persyaratan pelaksanaan praktik. Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan kegiatan program profesi. trauma. flu baby (H1N1). FASE PERSIAPAN Tahap ini merupakan priode dimana pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan program profesi harus tumbuh sebelum tahap implementasi program profesi dijalankan. penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi.asuhan keperawatan pada kondisi emergensidan darurat masal. kemampuan menggunakan teknologi informasi terkini. berbahasa Inggris dengan lancer. setelah dinyatakan selesai dan menemui syarat sebagai ners. wahana praktik dan pencapaian kompetensi. Tahap persiapan terdiri dari ketentuan pelaksanaan praktik. Disamping itu. Dengan penetapan keputusan tersebut peserta didik dinyatakan layak atau tidak layak mengemban peran dan fungsi dengan sebutan profesi ners. Tujuannya agar terdapat pemahaman yang sama dari seluruh pengelola dan pelaksana program profesi tentang bagaimana model bimbingan harus diberikan agar tujuan pelaksanaan kompetensi yang disertai dengan kewenangan dari peserta didik dapat dicapai. karena pendekatan proses bimbingan masih merupakan metoda atau model yang baru dalam pendidikan keperawatan. maka dilakukan uji jompetensi (exit exam) sebelum peserta didik dip roses dalam yudisium kelulusan sebagai ners. Beban studi : 36 sks (PP no 14 / 2010 tentang pendidikan kedinasan. serta . A. A. mulai dari tahap persiapan. maka bahasan tentang model bimbingan diberikan secara rinci. − Kompetensi global meliputi kemampuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS.1 Ketentuan pelaksanaan praktik − − Fokus implementasi pada pencapaian kompetensi peserta didik.tentang kompetensi dan kewenangan yang dijlankan peserta didik.kompetensi yang harus dicapai selama program profesi.Flu Burung (H1N5).

Prosedur pemberian obat secara 12 benar. sedangkan jika akan menempatkan peserta didik di RS jiwa. Prosedur pencegahan infeksi nosokomial. maka beberapa kompetensi seperti berkomunikasi terapeutik dan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) harus dimiliki terlebih dahulu sebelum masuk wahana praktik tersebut. vii. v. nebulisasi. xi. ii. Perawatan luka. GAWAT DARURAT/ EMERGENSI dengan menambahkan beban studi. x.memiliki kemampuan enterpreuner. xii. Pemberian oksigen. vi. Demikian juga kompetensi penciri institusi seandainya dapat terakomodasi kedalam MK yang sudah ada. Prosedur pemasangan kateter urin. fisioterapi dada dan postural drainage. KOMUNITAS. Sebagai contoh : peserta didik di RS bersalin. Resusitasi Jantung Paru (basic life support = BLS). Prosedur pemasangan selang naso gastrik (NGT). suksion. ix. Ketrampilan tambahan lain yang diujikan berdasarkan kebutuhan RS atau jika akan menempatkan semester 8 program akademik). iii. Prosedur pencegahan cedera. maka kompetensi pemasangan kateter urin untuk memicu kontraksi uterus dan pemeriksaan Leopold harus lulus dan dimiliki oleh peserta didik. ANAK. diadakan oleh institusi pendidikan berkerjasama dengan RS terkait. − − ruangan setempat yang spesifik. Materi ini dapat dimasukan pada MK tertentu seperti KBM. Pendokumentasian dan pelaporan. Pemeriksaan fisik. . misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut. − − − Terbagi menjadi 2 semester (ditambah 1 semester yang terintegrasipada Penerapan KBK profesi disesuaikan dengan upaya pencapaian visi dan Mahasiswa yang akan masuk klinik telah lulus uji masuk klinik yang Minimal ketrampilan klinik yang harus lulus adalah : i. iv. Prosedur pemasangan infus dan enteral. Pemberian transfusi darah dan produksi. viii.

Pembimbing klinik yang berfungsi sebagai preseptor / mentor sudah memiliki sertifikat pelatihan Clinikal Instruktur (CI) dan preseptor. A. 4 Kompetensi yang harus dicapai selama program profesi a.Tersedia buku log untuk mahasiswa. Care Provider (pemberi asuhan keperawatan) b. Mengelola administrasi keperawatan. semua penugasan yang sifatnya tertulis diminimalisasi sehingga penugasan tertulis hanya ditujukan untuk kepentingan langsung kegiatan klien seperti pendokumentasian dan laporan. A. Melakukan berkomunikasi efektif. Profil lain yang mendukung visi / penciri institusi.Tersedia buku prosedur tindakan keperawatan. 2 Persyaratan pelaksanaan praktik . Community Leader (pemimpin komunitas dimanapun beraktifitas) c. . Researcher (peneliti pemula) f. .− Kompetensi utama dapat dicapai di RS tipe A. − Selama periode program profesi. .Setiap ruangan tempat mahasiswa praktik tersedia pembimbing klinik atau prawat senior untuk menjadi PRESEPTOR / MENTOR.Tersedia pedoman praktik di setiap stase. A. Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan. Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan. b. .Tersedia uraian tugas dan kewenangan Preseptor / Mentor. dan B pendidikan dan sedangkan kompetensi pendukung dan lainnya dapat dilaksanakan di RS tipe C atau tatanan layanan kesehatan lain yang sesuai.Setiap mahasiswa memiliki “nursing kit” . . serta presentasi kasus.Wahana praktik memiliki kasus yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi. B. e. Educator (pendidik kesehatan kepada sistem klien) d. Manager (pengelola asuhan) e. c. . . . Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim. 3 Profil yang harus dimiliki lulusan program profesi a. d.

Sub-kompetensi / unit kompetensi 1. kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 3. i. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan menejemen resiko . Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 8. Mampu menerapkan pengetahuan. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan 2.f. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik 10. Mampu menjalin hubungan interpersonal. g. Mampu membuat keputusan etik 4. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik *) 5. Mampu me mberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber –sumber etnik. Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula. Mampu memberikn asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan. Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Mampu berkolaborasi dalam berbagai aspek untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP*) 11. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 13. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 9. j. Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten *) 6. h. k. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan di komunitas dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7.

Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 23. 1. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 17. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam member asuhan 2. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif) Keterangan : *) menerapkan kewenangan melakukan. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 15. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 24. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. 5 Kegiatan focus mata kuliah yang diberikan untuk mencapai unit kompetensi UNIT KOMPETENSI 1. Mampu merancang. melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. diperoleh secara bertahap sesuai dengan program mentoring dan preseptoring. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman 19.14. A. 21. FOKUS MATERI PEMBELAJARANPRAKTIK Penggunaan Diri Secara Efektif dalam Komunikasi Terapeutik Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik . Mampu berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan keperawatan *) 16. 25. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik *) 18. Mampu berkonstribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 20. 22. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan.

dll 3. 2. 6. pertanggung jawaban.3. 5. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). 7. 5. Penerapan etika RS. Mampu membuat keputusan etik 7. dan spiritual dalam praktik keperawatan Menghargai keinginan pasien dalam terapi alternatif atau pelengkap (complementary nursing) . Mampu menerapkan pengetahuan. 4. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. etika layanan keperawatan. 3. Budaya dan Keyakinan Komunikasi Profesional dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan Berkomunikasi dalam bahasa inggris secara tulisan dan verbal formal (presentasi) 2. 8. Menerapkan holistic care pada klien i. 4. iii. ii. Teknik Komunikasi Terapeutik Penggunaan Komunikasi Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan Komunikasi Sosial. etika profesi Penerapan Kode etik keperawatan Profesionalisme keperawatan Hukum kesehatan Pengambilan keputusan etik terkait pasien Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : Malpraktik. 4. Fungsi advokasi Mempertimbangkan latar belakang pasien dan menyesuaikan dalam asuhan yang diberikan. Menerapkan transcultural nursing iv. 6. kepercayaan. kerangkah etik danlegal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 1. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. *) v. Menggunakan pendekatan agama. neglected.

Menerapkan komunikasi Terapeutik 12. 5. Mempertahankan Patient Safety 13. 4. Menerapkan konsep Caring. Holism. Melakukan Posedur Keperawatan dengan 11. Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC-NOC atau lainnya) 7. Mempertahankan Infection Control. 6. 2. 6. Penerapan Keperawatan Maternitas dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan Medikal Bedah Penerapan Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan pada lansia Penerapan Keperawatan Kritis dan Gawat .5. 4. 1. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten *) 1. Mempertimbangkan keperawatan lintas budaya Mempertahankan Spiritualitas / Religiositas Menerapkan ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas Menggunakan Teknologi Informasi dsalam keperawata Mempertahankan kualitas Melakukan pendidikan kesehatan Mempertahankan Hak dan Kewajiban Pasien handal 10. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 1. 8. 3. sMenggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 2. 7. 9. 5. dan 3. Menerspkan proses keperawatan Humanism 2.

Menerapkan terapi modalitas keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer. Aspek klien dengan Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler Askep klien dengan Gawat Darurat pada Shock dan Trauma Multisistem Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana Penerapan Keperawatan Kesehatan Jiwa 10. promotif. Penerapan Keperawatan Keluarga 11.Darurat 6. consolation of the dying. 1. preventif. 8. Penerapan Keperawatan Komunitas 13. Mengelola asuhan menggunakan pendekatan holistic. 8. Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesehatan Kerja. Mengelola mutu dan resiko asuhan keperawatan 15. rehabilitatif. 2. Menggunakan hak moral dalam pengambilan keputusan Menerapkan pendekatan etik dalam pengambilan keputusan Mempertimbangkan hak pasien dan keluarga dalam pelayanan kesehatan . restorative. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 3. 9. kuratif. Penerapan Keperawatan Home Care 12. UKS) 14. 16. 7.

9.

Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas praktik

Self management of learning 1. Terlibat aktif dalam diskusi kasus klien 2. Aktif dalam kegiatan ilmiah Membaca artikel ilmiah keperawatan Mengikuti kursus, pelatihan tentang asuhan keperawatan. 4.

berkesinambungan dalam 3.

10. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP *) 11. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)

Menerapkan keterampilan-keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus) sesuai dengan tingkat usia di setiap tatanan pelayanan kesehatan. 1. Membahas secara ilmiah tentang kondisi klien dengan profesi lain. 2. Memberikan asupan dan saran kepada profesi lain terkait kondisi pasien. 1. Menerapkan terapi komplementer seperti massage, terapi sentuhan, pernapasan efektif, herbal.
2. Menerapkan terapi keperawatan holistic seperti

13. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *)

yoga pranayama, meditasi 1. Mengkaji situasi pelayanan / asuhan keperawatan. 2. Mengikuti alur penanganan pasien 3. Mengorganisasikan kegiatan layanan 4. Menerapkan pengelolaan kasus 5. Mengendalikan kualitas asuhan keperawatan 1. Mempertahankan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2. Melaksanakan kegiatan berdasarkan SOP 3. Menerapkan prinsip bekerja dengan benar dalam asuhan keperawatan 4. Memberikan tindakan keperawatan yang

diperlukan dalam mempertahankan K3 15. Mampu berkolaborasikan pelayanan keperawatan *) 1. Membahas tentang terapi klien dengan tim medik. 2. Mempertahankan kepentingan klien jika terdapat dilemma tentang terapi 3. Membahas tentang diet dan nilai2 lab yang relevan. 4. Mempertimbangkan kebutuhan gizi untuk 16. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 4. 3. 2.
1.

anak, klien dewasa, ibu hamil, dan masyarakat. Menerapkan dinamika kelompok (team building) Memberikan pengarahan pada bawahan atau anggota tim. Menggunakn gaya kepemimpinan yang sesuai untuk klien, keluarga, sejawat, dan masyarakat. Menggunakan pendekatan sistematis dalam mengelola konflik, memperkenalkan

17. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman

perubahan. 1. Berkomunikasi Profesional dan kaitanya dngan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 2. Berkomunikasi dalam konteks social dan keaneka ragaman Budaya serta Keyakinan 3. Mempertahankan K3 4. Berkolaborasi dengan sejawat, senior,atau profesi lain 1. Menerapkan pola komunikasi efektif untuk kepentingan keouasan pelanggan, dalam berkolaborasi dan kerja tim. 2. Membina hubungan kerja secara baik dengan pihak lain yang terkait.

18. Mampu menggunakan keterampilan interpersional yang efektif alam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif

19. Mampu merancang, melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mengidentifikasi fenomena klien dan lingkungan Menyusun rumsan masalah dan tujuan penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Malakukan pengumpulan data Menganilisis data Mendesiminasi dan publikasi hasil penelitian. Menyelesaikan masalah klien secara efektif dan efisien serta sistematis Menindak lanjut hasil dari penyelesaian masalah klien

20. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis, dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 22. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 23. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan 24. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif)

1. 2.

1.

Menggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan

2.

Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC atau lainnya)

1.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah keperawatan

2. Terlibat dalam diskusi tentang layanan

kesehatan dan keperawatan

1. 2.

Melakukan proses pembelajaran sepanjang hayat Mewujudkan perubahan yang positif untuk kepentingan klien, layanan, dan profesi

6 Penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. - Melakukan berkomunikasi efektif - Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan - Mengelola administrasi keperawatan - Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim - Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan - Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan dikomunitas - Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan - Mampu menjalin hubungan interpersonal - Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula Dilakukan untuk kegiatan : (24 sks-kurikulum inti) - Keperawatan Medikal Bedah (5 sks) - Keperawatan anak (2 sks) - Keperawatan jiwa (2 sks) - Keperawatan Maternitas (3 sks) - Keperawatan Kedarurat-gawatan (2 sks) - Keperawatan Komunitas / kelg (4 sks) - Keperawatan Gerontik (2 sks) - Penerapan manajemen kepr (2 sks) Beban studi yang dimuat dalam kurikulum ini adalah 60% (inti), sedangkan sisanya 20% materi isu global (dapat dimasukkan dalam beban studi MK KMB, Anak, atau lainnya) serta 20% penciri institusi dapat dimasukan kedalam MK yang ada atau membuat MK baru yang sesuai).

B.Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat A. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan proses belajar peserta didik di wahana praktik. kegiatan ilmiah seperti diskusi kasus. presentasi kasus. dan keluarga pasien atau pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga. B pendidikan. Pelaksanaan Tridarma ketiga yaitu pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan oleh pihak pendidikan bersama pelayanan dengan mengembangkan program-program pelatihan untuk para perawat. meliputi kegiatan Tridarma. tetapi juga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan layanan yang berkualitas sebagai hasil kontribusi dari peserta didik. seminar kecil tentang pasien atau ilmu dan teknologi kesehatan / keperawatan terkini. pembimbing akademik. B pendidikan dan wahana di komunitas RS tipe A. Kemudian disusun dalam bentuk proposal penelitian atau proyek dengan melibatkan pihak pelayanan. pengumpulan data dilakukan untuk dianalisis oleh kedua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini. Setelah itu. C Sesuai kebutuhan Semua wahana praktik yang digunakan harus dilandasi oleh kesepakatan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan. Pengembangan model pendekatan pada pasien yang . B. Selain itu. dan para preseptor / mentor. 7 Wahana praktik dan pencapaian kompetensi Kompetensi Utama Pendukung / isu global Lain2 (penciri institusi) Wahana praktik RS tipe A. Pada pelaksanaan Tridarma kedua penelitian. pihak pendidikan dan peserta didik mengidentifikasi fenomena pasien atau klinik yang terjadi dan harus segera dicari solusinya.. Kegiatan Tridarma dalam pendidikan dilaksanakan melalui pelibatan aktif kedua pihak dalam proses belajar peserta didik baik pemberian asuhan.

B. pada program mentoring. Pelaksanaan stase lengkap diselesaikan dalam 3 semester. namun pada pelaksananaanya.kemudian diterapkan secara terrencana dan sistematis dapat menjadi sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang bermakna dari pihak pendidikan kepada pihak pelayanan.1 Preceptoring / mentoring Istilah preceptoring dan mentoring sering digunakan untuk maksud yang hampir sama (interchangeably). 5 8 III IV V VI VII VIII IX X XI __________________ ___________________ _____________ dst dst Semester 1 Semester 2 Semester 3 Matrix diatas merupakan contoh blok praktik. Perbedaannya adalah. 4. 3 II U K 1. 2. Sedangkan stase IX sd XI merupakan tambahan stase untuk mengakomodasi kompetensi pendukung dan lain2 apabila tidak dapat diintegrasikan kedalam 8 stase. semester pertama program profesi dapat diintegrasikan kedalam semester VIII program pendidikan sarjana keperawatan. B. FASE PELAKSANAAN B.2 Model bimbingan B. . Stase I sd VIII merupakan kegiatan praktik mentoring / preseptoring untuk kurikulum inti program studi pendidikan profesi ners.2. proses pembimbingan berlangsung lama sedangkan pada preceptoring berdurasi pendek dan pembimbingan diberikan secara intens. 1 Komposisi stase : I U K 1.

Yang terakhir. tentu saja untuk mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. Pada program pendidikan ners ini lebih sesuai dengan menggunakan istilah preseptor karena durasi hanya kurang lebih satu tahun dan berlangsung secara intensif. Sebaliknya. . Disamping itu. Peserta didik memiliki akontabilitas sendiri karena preseptor tidak memiliki akuntabilitas untuk mewakili peserta didik.2 Presetee (peserta didik) Peserta didik harus merupakan seseorang yang telah dibekali dengan kompetensi yang diperlukan dan mahir untuk menjalankannya. Tujuannya adalah agar peserta didik menjadi dewasa dan matang dalam profesionalisme keperawatan sehingga ketika lulus mampu menjadi profesional sejati.2. B. keberadaan preseptor juga untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. sehingga dapat berfungsi sebagai praktisi yang akuntabel. Oleh karena itu. Tujuan ini dapat dicapai dengan membekali peserta didik suatu program “ ANTARA “ yang terstruktur dan mendukung sebagai jembatan menuju upaya menghasilkan praktisi yang handal dan kompeten terutama untuk mampu bekerja dalam situasi layanan yang bertingkat tinggi. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat.Model bimbingan ini merupakan sistem dan proses melimpahkan kewenangan secara bertahap dari para preseptor / mentor. preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stres yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya. Proses belajar merupakan proses dua arah. semua peserta didik yang akan berperan sebagai preseptee adalah individu yang baru akan memasuki dunia nyata dan memerlukan bimbingan namun telah memiliki seluruh kompetensi yang diperlukan Kebutuahan akan preseptor terjadi karena upaya untuk mempertahankan layanan pasien yang berkualitas dan keberadaan peserta didik tidak merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan.

konsep. 4. Preseptor atau mentor pada pendidikan ners ini seharusnya berpendidikan lebih tinggi dari peserta didik (PP no. teori. memberikan konseling. Oleh karena itu. sebaliknya pada pendidikan ini difokuskan pada penerapan pengetahuan. perilaku. menginspirasi. kemampuan profesionalnya diatas rata-rata.4 Kriteria preseptor / mentor 1. 2. sikap. dan ketrampilan kedalam tatanan nyata dengan subyek klien nyata / riil bukan pasien simulasi. proses mempelajari suatu kompetensi sudah diminimalisasi.Pada program preseptoring / mentoring. biasanya seorang perawat praktisi yang bekerja dan berpengalaman di suatu area keperawatan tertentu. minimal merupakan seorang ners tercatat (STR) / memiliki lisensi (SIP/SIK) yang berpengalaman klinik minimal 5 tahun. keberadaan seseorang yang bertindak sebagai pembimbing dan preseptor bukan hanya memberikan bimbingan tetapi juga melimpahkan sebagaian kewenangan yang dimilikinya dalam memberikan asuhan klien kepada peserta didik. Telah mengikuti pelatihan pendidik klinik yang memahami tentang kebutuhan . 5.19/2005 tentang standar nasional pendidikan. Ia harus seorang ahli atau berpengalaman dalam memberiakan pelatihan dan pengalaman praktik kepada peserta didik. serta bersikap dan bertindak sebagai “ model peran “ untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu pemula dalam periode tertentu dengan tujuan tertentu mensosialisasikan pemula kedalam peran baru sebagai profesional” B. 3. Merupakan model peran ners yang baik dan layak dicontoh karena sikap.2. 19/2005. Memiliki sertifikat kompetensi sesuai keahlian dibidangnya (PP no. pasal 31 ayat 3 dan pasal 36 ayat 1). Telah berpengalaman minimal 2 tahun berturut-turut ditempatnya bekerja dimana ybs ditunjuk sebagai preseptor / mentor sehingga dapat membimbing peserta didik dengan baik.2. B.3 Definisi tentang preseptor : Preseptor / mentor dapat merupakan seorang dosen yang ditempatkan di tatanan klinik atau perawat senior yang bekerja ditatanan layanan dan ditetapkan sebagai preseptor. yang mampu mengajarkan. pasal 36 ayat 1).

membantu membuat keputusan dan menumbuhkan akuntabilitas peserta didik selama proses belajar. B. Membantu peserta didik dalam mengkaji.5 Kemampuan preseptor / mentor • • • • • • • • • • • Berkomunikasi secara baik dan benar. . Tanggap terhadap kebutuhan dan ketidak-berpengalaman peserta didik. Membantu menyelesaikan masalah yang bersifat transisi peran dari peserta didik menjadi ners kompeten yang dihadapi oleh peserta didik. upaya pencapaian tujuan. serta mencatat pencampaian kompetensi klinik peserta didik. Berkeinginan memberikan waktu yang cukup untuk peserta didik. perencanaan kegiatan dan cara mengevaluasinya.6 Tugas pokok preseptor / mentor melalui silabus / Course Study Guide / modul praktik dari institusi pendidikan. Berperan sebagai narasumber dalam memberikan dukungan personal dan profesional kepada peserta didik. • • • • • • Bersama peserta didik memformulasikan tujuan belajar untuk menjembatani masalah transisional tersebut diatas. Preseptor / mentor mengidentifikasi kebutuhan belajar klinik peserta didik B. Peserta didik akan dukungan. Memfasilitasi sosialisasi profesional peserta didik kedalam peran profesi ners peserta didik.2. Menyelesaikan masalah. memvalidasi. Cukup berpengalaman dan kompeten untuk membantu peserta didik menerapkan pengetahuan teoritis kedalam praktik. Model peran profesional. Pendengar yang baik dan mampu menyelesaikan masalah. Kompeten dan percaya diri dalam peran sebagai preseptor / mentor. Cukup mengenali dan terbiasa dengan teori dan praktik terkini.2.6. Memperlihatkan komitmen tinggi untuk membimbing peserta didik selama proses belajar klinik berlangsung. Memberikan umpan balik secara terus menerus dan periodik pada peserta didik terkait kemajuan atau kelemahan peserta didik selama belajar diklinik.

Jenis dan kriteria pasien yang dirawat. 2. dll. Pelaksanaan kegiatan program mentoring / preseptoring a. Persiapan sebelum melakukan program preseptor Setiap peserta didik yang ditempatkan di RS tertentu sebagai wahana praktik harus menjalani beberapa hal yang merupakan kegiatan wajib yaitu : Melakukan kegiatan orientasi RS dan ruang rawat dan menerima buku pedoman preseptorship dan program kegiatannya. salah memberikan obat. kebakaran. Kebijakan yang berlaku di RS dan ruang rawat dimana peserta didik ditempatkan. Pelatihan informal ini meliputi diseminasi informasi terkait berbagai hal.8.7 Metode pembelajaran peserta didik Beberapa metode pembelajaran peserta didik diinisiasi dan fasilitasi oleh preceptor / mentor di setiap stase. . 3. Kedudukan dan posisi preseptor dan peserta didik. 4. seperti berikut : 1. Memberi waktu pada peserta didik untuk mendalami ruang rawat dan kliennya pada saat orientasi.Melakukan pertemuan formal dengan preseptor dan manajer ruang rawat.B. untuk : • Mendiskusikan peran preseptor dan harapan peserta didik . meliputi : - Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preseptor Diskusi kasus Seminar kecil tentang kasus atau IPTEK kesehatan atau keperawatan terkini Pendelegasian kewenangan bertahap (lampiran 1) Problem Sorving for Better Health (PSBH) Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan Laporan kasus dan overan dinas - Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan pencapaian kompetensi dan lama waktu program preseptoring sudah berlangsung.2. Sifat layanan yang diberikan. Menjalani latihan yang diadakan oleh institusi pendidikan bekerjasama dengan RS selama 2 hari. 5. B.2. Aturan dan ketentuan apabila menghadapi situasi tidak diharapkan seperti klien jatuh.

manajer ruangan memberikan kepada setiap preseptor / mentor beberapa kasus klien dengan berbagai tingkat ketergantungan dan tingkat kebutuhan dasar yang berbeda. Lazimnya. mengoperasionalkan komputer.• • • • • Berbagi informasi tentang tujuan dan luaran proses belajar peserta didik Berdasarkan pengalaman lalu. menghadiri pertemuan tim asuhan. walaupun ia harus memiliki asumsi bahwa setiap peserta didik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang ners dan telah lulus uji masuk klinik. kualifikasi preseptor dan kemampuan belajar Menetapkan jumlah jam tatap muka untuk berdiskusi antara preseptor dan peserta didik Menetapkan kesepakatan periode dan tanggal evaluasi / review peserta didik Menyepakati kontrak belajar b. c. Preseptor / mentor harus memahami karakteristik setiap peserta didik agar ketika melimpahkan sebagian kewenangan yang dimilikinya tidak menyama – ratakan tingkat kemampuan menjalankan kompetensi dari masing – masing peserta didik. mendokumentasikan. Setiap preseptor / mentor memiliki 2 sampai dengan 3 orang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Pelimpahan kewenagan dilakukan bertahap melalui : Pemberian tugas prosedural. mengantarkan dimana peserta didik ditempatkan. Secara teratur menghadiri pertemuan dengan perawat ruangan ketika diadakan diskusi kasus. Memperkenalkan secara extensive pada komunitas klien yang berada di ruangan dimana peserta didik ditempatkan. untuk menyakini bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan melaksanakan prosedur sesuai dengan tingkat kemahiran ketrampilan . Mengikuti preseptor dalam mengkaji klie. Pelaksanaan kegiatan program preseptorship Sebelum peserta didik memulai kegiatan praktiknya. setiap preseptor / mentor memiliki 4 sd 6 klien yang menjadi tanggung jawabnya. Mendengarkan ners spesialis atau konsultan ketika memberikan ceramah atau pencerahan perawat.

meminta saran. dan mendiskusikan hal-hal tentang kliennya. respon klien. Setiap setelah melakukan tindakan prosedural atau asuhan. Pelimpahan kewenangan melaporkan lisan ditumbuh kembangkan dari awal sejak peserta didikmenjalani program internship. Pelimpahan kewenangan memberikan asuhan dengan tingkat ketergantungan yang paling rendah ini dapat diberikan selama minggu kedua atau maksimal minggu ketiga. dan critical indence report book untuk mencatat setiap kejadian yang dianggap luar biasa baik atau jelek. peserta didik diminta untuk selalu melaporkan secara lisan tentang cara melakukan. mandiri). Hal lain yang harus diperhatikan pada program preseptoring / mentoring. Pelimpahan kewenangan prosedural dapat diberikan selama minggu pertama dan maksimal sampai minggu kedua. diskusi kasus.masing sehingga setiap peserta didik mengetahui kemana harus pergi jika mau bertanya. Pemberian klien secara utuh untuk diberikan asuhan oleh peserta didik dimulai dengan klien yang memiliki tingkat ketergantungan yang paling rendah (misal . Setiap preseptor/ mentor memiliki catatan riwayat proses pembelajaran peserta didik.apabila peserta didik dinilai belum mampu menerima pendelegasian kewenangan pada tingkat yang lebih sulit.yang diharapkan. melaporkan. Kewenangan melaporkan lisan kemudian secara bertahap dilanjutkan dengan melaporkan tertulis dalam bentuk menulis laporan di kartu pasien / kardex dan selalu ditanda tangani oleh preseptor / mentor berdampingan dengan tanda tangan peserta didik. seminar kecil diruangan masing.masing sesuai dengan kmpetensi dan kewenangan yang harus diperolehnya melalui klien masing2. Peserta didik mengikuti jadwal dinas dari mentor / preseptornya masing. d. dan hasil tindakan untuk kemudian dievaluasi oleh preseptor / mentor. Peserta didik difasilitasi untuk melakukan presentasi.format penilaian proses belajar. Preseptor / mentor harus memahami dan meyakini kemampuan peserta didik dalam menerima kewenangan. kesalahan yang . Kemudian secara bertahap diberikan klien dengan tingkatan ketergantungan lebih tinggi. Setiap peserta didik tidak selalu harus memiliki klien dengan jenis ketergantungan yang sama. maka ia tidak diperkenankan menerima pendelegasian berikutnya sampai ia dianggap sudah mampu untuk menerima kewenangan pada tingkat berikutnya.

Preseptor melakukan penilaian kegiatan peserta didik pertengahan proses belajar dan di akhir proses belajar di suatu ruang rawat. aman dan keselamatan. ekualitas dan perbedaan. . meningkatkan layanan. atau orang lain. kemampuan mempertahankan lingkungan bekerja yang sehat. case test/ uji kasus) Student Oral Case Analyses ( SOCA) Critical incindence report Dalam proses belajar. ada beberapa kompetensi ambahan yang harus juga dipertimbangkan untuk dimiliki oleh peserta didik karena ybs akan menjadi praktisi. Pencapaian kompetensi berkomunikasi berbahaa Inggris dilakukan dengan memfalisitasi peserta didik untuk melakukan komunikasi berbahasa Inggris baik ketika presentasi. Selama preseptor / mentor melimpahkan sebagian kewenangan tentang asuhan klien kepada peserta didik. maka dilakukan penilaian / umpan balik tentang peran preseptor oleh peseta didik. Namun.dibuat peserta didik atau kelemahan peserta didik yang mengakibatkan kecelakaan pada diri sendiri. Sebelum berpindah ruang rawat / blok / stase. kemampuan melakukan secara berkualitas. klien. 3 Evaluasi kompetensi Setiap kompetensi dievaluasi melalui beberapa cara yaitu : - Log book Laporan pada preseptor / mentor Proses pelaporan pada dinas berikut Format evaluasi resmi dari pendidikan (direct observasional procedure skills test. B. Kompetensi itu adalah berkomunikasi. Disamping itu. maka tanggung jawab dan tanggung gugat secara internal ruangan telah dimiliki oleh peserta didik. maka tanggung jawab dan tanggung gugat tentang klien tetep berada pada mentor / preseptor. kemampuan mengembangkan diri dan orang lain (kliaen). apabila peserta didik sudah memperoleh kewenangan secara utuh dan menyeluruh terkait klien yang telah didilegasikan. diskusi kasus atau seminar kecil. fokus penekanan penguasaan kompetensi ini adalah melalui - - pendelegasian kewenangan.

. maka seyogya yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mendapatkan remedial dan diuji kembali setelah program remedial selesai. jika ternyata peserta didik tidak lulus. Ketika peserta didik program profesi dinyatak lulus maka ia diberi sebutan Ners dan kemudian memiliki hak untuk mendapatkan Surat Tanda Regristasi (STR).Evaluasi kompetensi untuk menetapkan kelulusan dari Program Studi dilakukan dalam bentuk uji kompetensi sebelum yudisium. Namun.

PENUTUP 8 Kurikulum adalah jantung penyelenggara pendidikan. AIPNI telah menyusun rancangan buku kurikulum berbasis kompetensi pendidikan sarjana keperawatan tahun 2006 dan telah di sempurnaan untuk digunakan pada tahun 2008. di telaah dan ditata kembali agar institusi pendidikan berjalan dengan sehat. dan sesuai tujuan yang diharapkan dengan senatiasa menyesuaikan perkembangan IPTEK sehingga lulusan pendidikan profesi Ners memiliki kemampuan memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. . keterlaksanaan. Kesepakatan bersama dengan seluruh anggota dalam menyusun dan mengimplementasikan isi kurikulum KBK program pendidikan ners adalah kurikulum inti sebanyak 60%. Harapan kami dengan adanya buku Implementasi Kurikulum KBK Program Pendidikan Ners maka dapat memandu setiap institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dapat melaksanakan pembelajaran dengan baim dan benar sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi maksimal dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan keperawatan di masyarakat. dan dampak dari penyelenggaraan pendidikan tersebut dapat optimal. kurikulum penciri institusi (unggulan) 20% dan kurikulum global 20%. oleh karena itu bagian yang sangat vital ini perlu terus di kaji. Hingga saat ini kurikulum tersebut telah digunakan secara luas oleh Institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dan di sempurnakan kembali tahun 2010 ini dengan sebutan Kurikulum Pendidikan Ners. Semenjak adanya himbauan dan tuntutan dari pemerintah tentang penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disetiap satuan pendidikan maka AIPNI terus menerus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan KBK tersebut. Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang merupakan satu – satunya wadah bagi penyelenggara pendidikan Ners di Indonesia serta merupakan representasi dari institusi pendidikan keperawatan Indonesia secara terus menerus mengupdate kurikulum yang ada. Tujuannya adalah agar ketatalaksanaan.

(1993). New York : Springer Publishing Company. & Oermann. 24 (6). 274-276 NMC.(1999) Clinical Teaching Strategies in Nursing Teaching of nursing.London : NMC Gaberson. Preceptorship in nursing staff development.. Jounal of Continuing Education in Nursing.DAFTAR PUSTAKA Morrow. (1984). M. B.H. (2002). Preceptorship ploicy : a tool for success. K. Supporting nurse and midwives through lifelong learning. M. in Kramer. K. .

Berikut ini dijelaskan tahapan pendelegasian kewenangan yang sifatnya sangat flexibel dan individual dimana peserta didik yang dianggap tidak dipaksakan untuk menerima pendelegasian tersebut.Lampiran 1 TATA KELOLA PENDELEGASIAN KEWENANGAN DARI PRESEPTOR KEPADA PESERTA DIDIK Pendelegasian kewenangan dari preseptor kepada peserta didik merupakan fokus dari proses belajar sehingga kegiatan belajar diarahkan pada penumbuh kembangan peserta didik untuk menjadi ners profesional. Waktu /mggu 1–2 2–3 dst Komponen pendelegasian kewenangan asuhan klien pada setiap stase Tindakan Ketergantungan prosedural mandiri Ketergantungan minimal Ketergantunga n sedang Ketergantun gan tinggi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful