1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi dunia berdampak secara langsung terhadap sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, sehingga tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan semakin meningkat, baik di tatanan klinik maupun di komunitas. Mutu pelayanan kesehatan yang diberikan harus terjamin aman, tidak beresiko, dan dapat memberikan kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi standar mutu internasional, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan klien berserta keluarganya. Perawat dituntut untuk tampil professional yang memberikan asuhan keperawatan serta mampu menjalin kerjasamadengan berbagai pihak agar pelayanan yang diberikan dilakukan secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan dasar, meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio dan spiritual klien. Penyelenggaraan layanan keperawatan didasarkan pada kewenangan yang diberikan karena keahlian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Kesehatan no. 36 tahun 2009. Praktik keperawatan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam berbagai penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan, registrasi, sertifikasi, akreditasi, dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum Pendidikan Ners terdiri dari kurikulum tahap akademik dan kurikulum profesi yang menyatu sebagai satu kesatuan utuhdisusun setelah mempertimbangkan bahwa Kurikulm berbasis kompetensi (KBK) pendidikan Sarjana Keperawatan (2008) yang terpisah dengan KBK profesi akan dapat menimbulkan dampak yang tidak diiginkan sebagai akibat tenaga yang dihasilkan
AIPNI Page 1

pada tingkat sarjana belum memiliki kewenangan untuk melakukan praktik keperawatan. Terwujudnya KBK pendidikan ners adalaha merupakan konsekwensi terhadap Kurikulum Inti Program Pendidikan Ners (Sarjana Keperawatan dan Ners) yang disahkan pada tahun 1998 dan diberlakukan pada tahun 1999 dan tidak sesuai dengan perkembangan global. Dampak globalisasi, keterbukaan, rasionalisasi berfikir, dan budaya kompetisi / persaingan akhir-akhir ini telah mempengaruhi dunia pendidikan. Globalisasi akhirnya berdampak juga terhadap pendidikan keperawatan. Saat ini tuntutan terhadap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/keperawatan semaikn canggih, dan selain itu persyaratan dunia kerja semakin menuntut tenaga keperawatan yang kompeten, sehingga dunia pendidikan keperawatan harus mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk mampu berkompetisi baik nasional maupun global. Untuk mengantisipasi perkembangan global tersebut telah diadakan perubahanperubahan yang bersifat inovasi, reorientasi, reformasi di dalam penyusunan kurikulum Pendidikan Ners. Penyusunan kurikulum ini merujuk kepada misi Diknas unutk menciptakan Insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, dan komprehensif serta berakhlak mulia dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), dan tuntutan dari organisasi profesi. Kurikulum yang disusn menitik beratkan kepada proses pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa (student centered learning) dan beroerientasi kepada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan, sehingga kurikulum yang disusun adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang berstandar nasional maupun internasional. Penyusunan kurikulum tahun 2010 berlandaskan kepada peraturan-peraturan terkini yang ada di pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan, dan tuntutan dari organisasi profesi yang mengharapkan lulusan berstandar internasional. Secara nasional, aturan-aturan yang tertuang pada SK Mendiknas No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar SK Mendiknas No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, dan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 20 (3)
AIPNI Page 2

bahwa Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan.atau vokasi; PP RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP RI No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan, pasal 85 (3) bahwa Pendidikan tinggi dapat menyelenggarakan program diploma pada pendidikan vokasi, sarjaan, magister dan doktor pada pendidikan akademik dan spesialis dan atau profesi pada pendidikan profesi. Semua peraturan diatas menjadi pedoman umum penyusunan kurikulum Pendidikan Ners ini. Penyusunan materi berdasarkan hasil analisis dan studi banding keberbagai institusi penyelenggara pendidikan yang ada di luar negeri, bekerja sama dengan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Disamping itu, tuntutan dari stakeholder : masyarakat, rumah sakit, puskesmas, departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya terhadap tampilan perawat professional, digunakan oleh penyusun kurikulm sebagai landasan pengembangan profil Ners di masyarakat. Berdasarkan pertimbangan di atas dilaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya perbaikan kurikulum. Kegiatan dimulai di Jakarta pada tanggal 8 - 10 Oktober 2003 dengan hasil tersusunnya standar kompetensi perawat professional (ners). Selanjutnya kegiatan di Yogyakarta pada tanggal 22 - 24 Juli 2003, menghasilkan draft tentang penyelenggara pendidikan ners yang berkualitas menghasilkan ners yang kompeten. Kegiatan ke tiga di Malang pada tanggal 11-13 Maret menghasilkan kompetensi lulusan pendidikan DIII dan Ners. Pada tanggal 23-24 April 2004 di Jakarta membahas Sisdiknas dan implikasinya terhadap pendidikan tinggi keperawatan. Pada tanggal 23-25 Agustus 2004 di Makassar di bahas konsep LRAISE kualitas pendidikan Ners. Di Bandung pada tanggal 20-23 November 2005 membahas kesiapan institusi pendidikan ners untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di era global. Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 4-6 Mei 2006 dilaksanakan lokakarya Nasional AIPNI dan PPNI di Jakarta dengan agenda susunan kurikulum pendidikan Ners. Kegiatan lokakarya KBK bekerja sama dengan Tim KBK DIKTI Depdiknas telah dilaksanakan pada 20-23 Pebruari 2007 di Jakarta, selanjutnya dilaksanakan
AIPNI Page 3

kegiatan serupa dan pelatihan-pelatihan lainnya secara teratur dan berkesinambungan selama lebih dari dua tahun agar tersusun standar pendidikan utama dengan kemampuan minimal yang harus dicapai, baik hard skills maupun soft skills oleh Ners di Indonesia. Kompetensi yang harus dimiliki lulusan terdiri atas kompetensi hard skills dan soft skills. Kompetensi hard skills terkait penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan tehnis yang berhubungan dengan bidang ilmu keperawatan, sedangkan kompetensi sof skills yang harus dimiliki oleh seorang Ners adalah : tanggung jawab dan tanggung gugat, empati, berfikir kritis, disiplin, leadership (kepemimpinan), kreatif dan inovatif, inisiatif, komunikatif, dapat bekerja dalam tim, antusias, bersikap asertif, dapat mengambil keputusan dalam asuhan keperawatan, tanggap, ikhlas, teliti, percaya diri, berperilaku etis, mampu memecahkan permasalah keperawatan, mempunyai jiwa entrepreneurship, menghargai hasil karya orang lain, altruistik, lifelong, learning, conscience, dan mampu mengambil resiko (risk taking), dibawah bimbingan preceptor/mentor. Berdasarkan latar belakang di atas dan berbagi kegiatan yang telah dilaksanakan, tersusunlah kurikulum inti Pendidikan Ners berbasis kompetensi tahun 2010 yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum di berbagai institusi penyelenggara pendidikan Ners di seluruh Indonesia, dengan tahapan dan langkah yang diharapkan dapat menjamin kualitas lulusan sehingga mampu berkompetisi secara global. B. Tujuan Kurikulum ini disusun dengan tujuan memberikan pedoman dalam penyelenggaraan program pendidikan ners dengan pendekatan kurikulum berbasis kompetisi. Tujuan lain adalah untuk mengarahkan upaya para penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang benar untuk dapat menghasilkan ners yang cerdas, kompetitif dan komprehensif.

2
AIPNI

KERANGKA KONSEP PROGRAM PENDIDIKAN NERS

Page 4

mengembangkan budaya dan nilai-nilai. sehat dan keperawatan. mampu berjuang untuk mencapai tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri. mind. Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminkan tiga komponen body. Falsafah Keperawatan Dalam keperawatan. 1. spiritual. manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pelayanan kesehatan dengan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang 1945.Pendidikan Ners merupakan pendidikan akademik-profesional dengan proses pembelajran yang menekankan pada tumbuh kembang kemampuan mahasiswa untuk menjadi seorangn ilmuwan pemula dan tenaga professional. Manusia beroerientasi kepada waktu. belajar. psikologis. dan spirit yang salinbg berpengaruh. selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan lingkungannya dan bersepon secara positifterhadap perubahan lingkungan melalui adaptasi dan memperbesar potensi untuk meningkatkan kapasitas kemampuannya. sosial. a. Landasan tumbuh kembang kemampuan ini merupakan kerangka konsep pendidikan yang meliputi falsafah keperawatan sebagai profesi. kapasitas berfikir. Bertolak dari pandangan ini keperawatan meyakini paradigmadengan empat konsep dasar yaitu manusia. dan kultural. berkomunikasi. Untuk dapat melangsungkan kehidupannya. AIPNI Page 5 . Manusia mempunyai siklus kehidupan meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan. lingkungan. kemampuan mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan berbagai mekanisme yang dibawa sejak lahir maupun didapat pada dasarnya bersifat biologis. bernalar. kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang mencakup biopsikososio-spritual-kultural. dan keperawatan sebagai pelayanan professional yang akan mempengaruhi isi kurikulum dan pendekatan utama dalam proses pembelajaran.

Lingkungan eksternal juga diartikan juga sebagai lingkungan masyarakat yang berarti: kumpulan individu yang terbentuk karena interaksi antar manusia. sosial dan tidak hanya terbebas dari AIPNI Page 6 . Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan secara dinamis dan mempunyai kemampuan berspon terhadap lingkungan yang akan mempengaruhi derajat kesehatannya. factor genetic. untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. budaya dan aspek spiritual yang dinamis. jenis kelamin. Lingkungan eksternal antara lain terdiri dari masyarakat. mempunya tujuan dan sistem nilai serta berada dalam suatu hubungan yang bersifat saling bergantung yang terorganisir. b. biologic. emosi (psikologis). Dengan demikian manusia dalam keperawatannya menjadi sasaran pelayanan keperawatan yang disebut klien mencakup individu. dan predisposisi terhadap penyakit serta faktor perilaku. menggali serta menggunakan sumbersumber yang diperlukan sesuai dengan potensi. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia mencakup lingkungan fisik. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasaal dari dalam manusia itu sendiri mencakup. keluarga. Masyarakat adalah sistem social dimana semua orang berusaha untuk saling membantu dan saling melindungi agar kepentingan bersama dalam hubungannya dengan lingkungan dapat mencapai tingkat pemenuhan kebutuhan dasar secara optimal. kelompok dan komunitas yang selalau dapat berubah untuk mencapai keseimbangan terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi . Sehat Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat diartikan sebagai keadaan sejahtera fisik. maturasi biologi. sosial.Manusia selalau mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui serangkaian peristiwa antara lain belajar. kultural dan spiritual. c. mental. keterbatasannya. Lingkungan Lingkungan dalam keperawatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal.

kelompok. mental. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. meningkatkan kemampuan professional melalui penelitian dan menggunakan hasil penelitian. memberi asuhan kepada orang sakit. Kesehatan adalah keadaan sehat. ditujukan kepada AIPNI Page 7 . baik secara fisik. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan masyarakat sejak fertilisasi samapai akhir hayat. di dasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan. keluarga. preventif. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi pada klien. berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan kesehantan dan pendidikan. Sehat dilihat dari berbagai tingkat yaitu tingkat individu. Keperawatan Keperawatan adalah bentuk layanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi sesuai Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. mendefinisikan: “keperawatan sebagai suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. d. komunitas dan tingkat masyarakat. keluarga.penyakit atau kelemahan. kelluarga. dan yang mengalami ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan bermartabat. kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistic serta kemampuan untuk menggerakkan energi serta sumber-sumber yang tersedia dalam mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. 1. Sehat ditentukan oleh kemampuan individu. ditujukan kepada individu. dan kuratif. memberikan lingkungan yang aman. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya-upaya promotif. Keperawatan Sebagai Profesi Pada lokakarya Nasional (1983) yang merupakan awal diterimanya profesionalisme keperawatan di Indonesia. mencegah sakit. Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cia bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945.

will. menggunakan pendekatan holistik. dilaksanakan berdsarkan ilmu dan kiat keperawatan. Pernyataan tersebut diperjelas dengan pandangan berbagai pakar keilmuan keperawatan tentang pengertian keperawatan antara lain sebagai berikut : Virginia Handerson (1960) mendefinisikan keperawatan secara fungsional sebagai berikut. it is also a science” Martha E Roger (1970) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut .individu keluarga dan masyarakat. keterbatasan pengetahuan. “The unique function of the nurse is to assist the individual. or knowledge. or is recoveryao to a peacefull death that he would perform unaided if he had the necessary strength. This unique function of the nurse is a helping art. serta kurangnya kemuauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. “Nursing is humanistic science dedicated to compassionate concern for maintining and promoting health. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. Nursing is a la learn profession that both a science and art” Selanjutnya Henderson (1978) menyatakan bahwa : “Nursing is primarily assisting the individual (sick or well) in the performance of those activities contributing to health. or knowledge. groups AIPNI Page 8 . preventing illness. caring for rehabilitating the sick and disable. mendahulukan kepentingan kesehatan klien diatas kepentingannya sendiri. serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan. in the performance of those activities contributing to health or its recovery or to a peaceful death that the would perform unaided if he had the strength. “Nursing encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages. suatu bentuk pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic. families. sick or well. Keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia”. It is likewisethe unique contributing of nursing to help the individual to be independent of such assistance as soon as possible” International Council of Nurses (2007) mendefinisikan.

participation in shaping health policy and in patient and health sistem management. disable and drying people. Sebagai pelayanan professional. AIPNI Page 9 . and education are also key nursing roles” Tingkat pemahaman tentang keperawatan sebagai profesi akan tercermin antara lain pada langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan dan pembinaan pelayanan/asuhan keperawatan kepada masyarakat. mencakup pelayanan/asuhan keperawatan primer. maupun pelayana/asuhan yang bersifat mandiri (independen) dapat dilaksanakan sesuai dengan hakikat keperawatan sebagai profesi. Keperawatan sebagai Pelayanan Profesional Sifat dan hakikat pelayanan/asuhan keperawatan bertujuan untuk tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal. and the care of ill. promotion of safe environment. 2. keperawatan mempunyai karakteristik sebagai berikut (Schein E H 1972) : a. Demikian pula. prevention of illness. Inti dari perbedaan ini adalah keyakinan bahwa profesi keperawatan melibatkan aspek kemanusiaan mendalam dan hakiki. dan tersier. sekunder.and communities. keperawatan memiliki sifat unik dan berbeda dengan profesi kesehatan lainnya. Berbagai jenjang pelayanan/asuhan keperawatan harus dikembangkan. Dengan demikian. Pelayanan keperawatan kepada klien dilaksanakan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan baik di klinik maupun di komunitas. research. Advocacy. Para professional terikat dengan pekerjaan seumur hidup yang merupakan penghasilan sumber utama. Rujukan keperawatan dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketenagaan dan fasilitas kesehatan/keperawatan yang ada baik rujukan keperawatan yang bersifat inter institusi pelayanan kesehatan. Nursing includes the promotion of health. berbagai sifat pelayana/asuhan keperawatan baik yang bersifat saling bergantung antara pelayanan/asuhan professional (interpenden). sick or well and in all setting. sebagai profesi.

i. perizinan atau ujian masuk formal. Mempunyai motivasi kuata atau penggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya. mempunyai otonom dalam mempertimbangkan tindakannya. 3. Konsep yang menjadi landasan dan akan mempengaruhi isi kurikulum Program pendidikan ners dikembangkan berlandaskan pada kegiatan dan proses pendidikan berbasis kompetensi dengan harapan menghasilkan ners yang memiliki pengetahuan. j. jalur karier dalam profesi dan batasan kewenangan profesi. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. c. Disamping itu juga berlandaskan pada aspek etik dan legal profesi. serta menguasai IPTEK agat AIPNI Page 10 . Berorientasi kepada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. g.b. Memiliki kelompok ilmu pengetahuan yang mantap dan kokoh serta ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan dan latihan yang lama. sikap dan perilaku professional. standar pendidikan. Berdasarkan hal diatas maka layanan yang diberikan oleh profesi keperawatan bersifat menyeluruh. Pelayanan yang diberikan kepada klien didasarkan pada kebutuhan objektif klien. f. dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya. h. Lebih mengetahui apa yang baik untuk klien dari pada klien sendiri. unik. d. e. Membentuk perkumpulan profesi yang menetapkan criteria penerimaan. dan individual melalui berbagai peran sebagai anggota profesi dan mengacu pada berbagai dan teori tentang manusia dan kemanusiaan serta kemandirian dalam mempertahankan etika dan standar profesi. Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahlian dan pengetahuan mereka dianggap khusus.

kepercayaan yang dianut. agama / kepercayaan. Budaya. anatara yang baik dari yang buruk. seorang ners haruslah memperhatikan aspek keberagamaan budaya. Paradigma Keperawatan Paradigma keperawatan sebagai keyakinan dan cara pandang berbagai konsep penting yang mendasari keperawatan. pola dan arti dalam pengasuhan yang berhubungan dengan ekspresi terhadap pelayanan kesehatan kepada klien antara ners sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan. Peran utama tim kesehatan adalah memfasilitasi untuk memberdayakan potensi internal klien. Dengan demikian. serta symbol. d. Etika Keperawatan Etika adalah suatu prinsip dan metode yang sistematik untuk membedakan antara yang benar dari yang salah. Hubungan professional ners dank lien didsarkan pada pemahaman bahwa klien adalah orang yang paling tepat untuk membuat keputusan. Konsep yang menjadi landasan dan mempengaruhi isi dari kurikulum adalah: a. hubungan yang AIPNI Page 11 . c. Hal ini menjadi dasar pemikiran bahwa setiap klien itu adalah individu yang unik.dapat memenuhi kebutuhan pasien dan menjamin pelayanan aman serta akuntabel. Hubungan Ners – Klien Hubungan ners-klien adalah suatu hubungan interpersonal yang professional dan terpeutik dengan tujuan memnuhi kebutuhan klien. Cultural care diversity mengacu pada keberagamandan/atau perbedaan dalam gaya hidup. teknologi. Keberagaman Budaya Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bagaimana selayaknya setiap lulusan pendidikan ners memahami paradigma sebagai pedoman dan pendekatan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pihak yang membutuhkan. Konsep etika keperawatan meliputi praktik keperawatan yang berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif mengenai tanggung jawab dan kewajiban ners terhadap klien. b. dan perbedaan ekonomi menjadi dasar untuk penetapan keputusan terkait dengan masalah etik.

diperlukan beberapa pendekatan utama dalam proses pembelajaran yaitu : (a) Menyelesaikan masalah secara ilmiah (b) Pembelajaran berfokus pada peserta didik (c) Berorientasi pada kebutuhan masyarakat. a. menetapkan diagnosa keperawatan. Hal ini merupakan landasan utama untuk menumbuhkan dan membina kemampuan memahmi dan menerapkan proses keperawatan yang merupakan metode utama yang digunakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan. budaya. merencanakan tindakan keperawatan. yang mulai dari pengkajian. e. Caring (Pengasuhan) Caring adalah proses interpersonal yang menunjukkan pola atau bentuk yang berhubungan dengan oranng lain dalam memfasilitasi perkembangn seseorang. psikologis. melalui proses pembelajaran menghadapi klien dengan sikap dan perilaku caring. AIPNI Page 12 . 4.terjadi haruslah menguntungkan klien dan tidak memiliki efek yang negatif bagi klien. melaksanakan tindakan keperawatan. Tema konseptual caring ini mengandung tingkat pemahaman peserta didik selam proses pendidikan terhadap keberadaan klien yang sedang mengalami satu atau beberapa masalahkesehatan. Proses keperawatan merupakan salah satu metode pendekatan dalam penyelesaian masalah secara ilmiah. maka lulusan nantinya dapat memberikan pelayanan yanglwbih manusiawi dengan selalu memperhitungkan harga diri dan martabat klien. Menyelesaikan Masalah secara Ilmiah Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah (scientific problem solving) pada peserta didik ditumbuhkan dan dibina sejak dini melalui rangkaian berbagai bentuk pengalaman pembelajaran secara terintegrasi. Pendekatan Utama dalam Proses Pembelajaran Untuk mencapai tujuan kurikuler. Sudut pandang peserta didik dilatih dan ditumbuhkan untuk menjadi lebih luas dalam memahami klien bukan hanya sekedar individu unik namun juga individu yang memiliki variasi individualitas secara fisik. Diharapkan. tingkat spiritual dan keyakinan terhadap aspek yang lebih tinggi dan yang diyakini telah menghidupinya. dan (d) Berorientasi ke masa depan.

peserta didik mendapat kesempatan untuk berlatih bekerja di masyarakat. Sikap dan kemauan professional seorang ners dituntut untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. b. d. melakukan sosialisasi professional. sehingga mereka tidak tertinggal oleh perkembangan global. Berbagai bentuk pengalaman belajar dirangkai dan dilaksanakan secara terarah sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan belajar secara terus menerus sesuai asas belajar sepanjang hayat dan hakikat profesi keperawatan. dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan maju. serta memanfaatkan berbagai sumber dan kemampuan yang ada di masyarakat. berpikir alternative dan kemampuan pengambilan keputusan secara benar. Disamping itu ia terlatih dalam menyelesaikan masalah keperawatan yang dihadapi klien. perkembangan IPTEK. Secara terintegrasi ditumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis. Melalui pengalaman belajar di tatanan dan pengalaman belajar lapangan di komunitas. Pengalaman Belajar di Masyarakat Pengalaman belajar di masyarakat merupakan masa adaptasi professional. dan ditingkatkan secara bertahap sampai akhir pendidikan. Berorientasi ke Masa Depan Program pendidikan ners selalu mengorientasikan peserta didik pada perkembangan ke masa depan dengan mengikuti perkembangan profesi. penalaran ilmiah. Kemampuan untuk berorientasi ke masa depan akan dapat membiasakan diri AIPNI Page 13 . mengambil keputusan klinik. Kemandirian dalam belajar dan kemampuan memutuskan kondisi belajar yang optimal senantias harus di fasilitasi dan ditingkatkan. dan tuntutan kebutuhan masyarakat. lebih peka dan mampu mengidentifikasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapi di masyarakat. Belajar Aktif dan Mandiri Kemauan dan kemampuan belajar aktif dan mandiri dibina sejak dini pada awal pendidikan guna meningkatkan kemampuan dalam mengarahkan belajar sendiri.sampai dengan evaluasi dan menetapkan tindak lanjut. trend dan isu kesehatan. ditumbuhkan dan dibina sepanjang proses pendidikannya melalu berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat. c.

Disamping itu. Oleh karena itu.selanjtunya bahan kajian akan direspresentasikan AIPNI Page 14 . Kurikulum ini menyatu dan hanya ditunjukkan untuk menghasilkan Ners sebagai luaran akhir dari sebuah proses pendidikan keperawatan tingkat profesional pertama. kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pada profil lulusan yang diharapkan. 3 KURIKULUM INTI PROGRAM PENDIDIKAN NERS DI INDONESIA Kurikulum inti program pendidikan ners terdiri dari dua tahapan kurikulum akademik yang mengacu pada aturan pemerintahakan bergelar Sarjana Keperawatan dan tahapan kurikulun profesi yang setelah lulus akan memperoleh sebutan profesi ners. Berdasarkan pada berbagai konsep yang terdapat dalam falsafah dan paradigma keperawatan serta konsep tumbuh kembang manusia dan aspek kemanusiaannya.seorang peserta didik untuk siap dan terbuka menerima berbagai perubahan yang terjadi. maka diharapkan implementasi kurikulum berbasis kompetensi ini dapat menghasilkan lulusan ners yang kompeten dan berbudi luhur. kompetisi yang harus dimiliki dan dilengkapi dengan bahan kajian yang terkandung dalam mencapai kompetensi tersebut. pendekatan pola pembelajaran lebih memungkinkan peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri yang lebih mementingkan upaya pemenuhan kebutuhan pasien yang dilayaninya.

Tugas. Researcher (Peneliti Pemula) Keterangan : *Sarjana Keperawatan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan. Profil lulusan pendidikan ners telah dibuat berdasarkan hasil lokakarya yang melibatkan stakeholder (masyarakat. B. Ners Sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar. Termasuk organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap tampilan ners profesional yang diharapkan di masyarakat. Edocator (Pendidik kesehatan bagi klien. serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi. disertai dengan metode atau model pembelajaran. sehingga kurikulum tahap akademik pendidikan sarjana keperawatan dan tahap profesi merupakan satu kesatuan rangkaian kegiatan untuk mencapai kompetensi yang harus dimiliki oleh Kompetensi Dan Elemen Kompetensi Lulusan Progran Pendidikan AIPNI Page 15 . Manager (Pengelola asuhan keperawatan) e. departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya. Care Provider (Pemberian asuhan keperawatan)* b. dan cara mengevaluasi hasil pembelajaran yang selalu diupayakan untuk mengukur kompetensi yang diharapkan. A. rumah sakit. PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN NERS Profil luluan merupakan langkah dasar dalam menyusun sebuah kurikulum berbasis kompetensi. peran dan ruang lingkup pekerjaan menjadi pokok bahasan dalam penyusunan profil. puskesmas. Community leader (Pemimpin dalam kegiatan komunitas profesi maupun sosila) c.dalam bentuk mata kuliah. keluarga) d. Profil lulusan Sarjana Keperawatan/Ners : a.

Kemampuan berkarya 4. pendukung. Kompetensi pendukung dan lainya merupakan kompetensi yang mencirikan institusi dan program studi dimana lulusan berasal. pendukung dan lainnya yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana Keperawatan sesuai yang tercantum pada tabel 1 : Tabel 1 Kompetensi Pengembangan Kurikulum Institusi Pendidikan Sarjana Keperawatan AIPNI Page 16 . dan kompetensi lain. Landasan Kepribadian 2. Kompetensi yang perlu dimiliki oleh lulusan pendidikan ners terdiri dari kompetensi utama. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Kelima elemen kompetensi ini merupakan hasil dari kegiatan belajar peserta didik dan mengacu pada konsep pembelajaran yang diterapkanoleh UNESCO (2000) untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna kelak. Kompetensi ini kemudian diuraikan kedalam elemen kompetensi sebagai berikut: 1. Kompetensi yang dimuat dalam buku kurikulum ini merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dan terstandarisasi diseluruh Indonesia.ners sebagai luaran dari program pendidikan ini. 4 KURIKULUM PENDIDIKAN tahap AKADEMIK (PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN) Pengembangan kurikulum pendidikan Sarjana keperawatan merupakan kurikulum tahap akademik yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusi dan memuat kompetensi utama. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3.

Kaitan profil dengan kompetensi lulusan AIPNI Page 17 . A. Rumusan Kelompok Kompetensi A. Untuk mencapai kompetensi utama pendidikan tahap akademik / Sarjana Keperawatan diimplementasikan dalam komposisi pengembangan kurikulum institusi pendidikan.KURIKULUM ELEMEN KOMPETENSI 1. Kemampuan Berkarya 4.1 Kompetensi Utama Kompetensi utama merupakan kemampuan untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi. Sarjana keperawatan (144 – 160 SKS) dimana 60% diantaranya disediakan sebagai kurikulum inti (87 SKS). Landasan kepribadian 2.80% ditetepkan oleh kalangan perguruan tinggi. dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi (± 20%.40% 0% . KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Kompetensi Pendukung Lainnya INTI Kompetensi Utama 20% . A. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat 40% .2 Kompetensi Pendukung Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan (± 20%) A.30% Kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi. sesuai isu global) B. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. sehingga seluruh institusi pendidikan keperawatan mempunyai kurikulum inti yang sama. dengan memperhatikan masukan masyarakat profesi dan pengguna lulusan.3 Kompetensi Lainnya Kemampuan yang ditambahkan agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.

Kompetensi yang seharusnya dipunyai oleh lulusan Kompetensi Kompetensi Kompetensi Utama a. c. b. Community (Pimpinan Komunitas) Leader a. b. b. b. b. a. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan Profil 1. Manager (pengelola) a. 4. 5. a. a. a. Profesional Provider pelayanan keperawatan) Care a.Untuk mencapai profil lulusan Sarjana Keperawatan. b.Researcher (Penelitian a. a. Educator (pendidik) a. b a. (Pemberi pendukung a. Dibawah ini diperlihatkan kaitan profil dengan kompetensi lulusan. Pemula) b. Kompetensi Utama tahap akademik pendidikan Ners AIPNI Page 18 . di b. b. 3. C. Lainnya 2. perlu ditentukan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Sarjana Keperawatan. a. Tabel 2. c. a.

skunder dan tertier. h. c. Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan a. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberikan asuhan kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan. Kompetensi Utama Sarjana Keperawatan : a. e. Mampu mengkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat . Kompetensi utama ini dijabarkan kedalam unit kompetensi. kerangka etik dan legal dalam sistem Mampu membuat keputusan etik Mampu memberikan asuhan peka baudaya dengan menghargai etnik. Sebagai dasar untuk menjamin agar kualitas lulusan ners dapat berkompetisi secara global kelak maka diperlukan patokan dalam penentuan kompetisi utama yang harus dikuasai oleh sarjana keperawatan diberbagai institusi penyelenggara pendidikan di seluruh Indonesia. Melakukan komunikasi secara efektif Melaksanakan pendididkan kesehatan Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan*) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas*) Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan*) Mampu menjalin hubungan interpersonal Mampu melakukan penelitian sebagai peneliti pemula Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat.1. g. f. i. b. h. d. AIPNI Page 19 b. d. C. e.2. C. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik*) Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten*) Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien*) Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. c. Mampu menerapkan pengetahuan. g. f.Kompetensi tahap akademik adalah serangkaian kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan pendidikan tahap akademik dan bergelar sarjana keperawatan.

x. q. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif*) m. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien*) n. AIPNI Page 20 Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan . o. Mampu merancang.j. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan. u. l. melaksanakan proses penelitian sederhana dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. y. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya*) Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesimambungan dalam praktik. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan*) Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan*) Mampu mengolaborasikan pelayanan keperawatan*) Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan*) Mapu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif*) t. p. s. w. v. k. r. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan*) Mampu mengembangkan pola piker kritis.

5. Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik. 3. Dibawah ini digambarkan bahan kajian berdasarkan unit kompetensi yang merupakan jabaran dari kompetensi utama lulusan pendidikan ners tahap akademik (sarjana keperawatan). Konsep Komunikasi Terapeutik. BAHAN KAJIAN SETIAP UNIT KOMPETENSI UNIT KOMPETENSI 1. D. mampu melakukan komunikasi BAHAN KAJIAN 1. Pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 6. 4. Teknik Komunikasi Terapeutik. Komunikasi dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan 7. Trend dan issue Komunikasi dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan yang efektif dalam memberikan asuhan 2. Komunikasi dalam Konteks Sosial dan Keanekaragaman Budaya serta Keyakinan 8. Komunikasi profesional dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 9.Keterangan: *) belum memiliki kewenangan untuk melakukan. 2. Kaitan antara Rumusan Kompetensi dengan Bahan Kajian Kompetensi yang akan dicapai memerlukan bahan kajian yang membahas pengetahuan dan keterampilan terkait yang yang sesuai. Penggunaan Komunikasi Terapeutik. Penggunaan Diri Secara Efektif dalam kominukasi Terapeutik. Hukum dan Perundang – undangan Kesehatan yang efektif dalam memberikan AIPNI Page 21 . Kewenangan akan dapat dimiliki setelah lulusan sarjana keperawatan menyelesaiakan tahap profesinya dan diberikan sebutan profesi Ners. mampu melakukan komunikasi 1.

Nursing advocacy 16.Prinsip – prinsip legal dalam praktik 12. Mampu membuat keputusan etik 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : 8. 14. karakteristik. justice. Ethical issue dalam praktik keperawatan : 10. tahap. Kebijakan Pelayanan Kesehatan 7. transplantasi organ. kepercayaan. aborsi. dan tugas 4. dan spiritual dalam praktik keperawatan Konsep. neglected.pertanggung jawaban dll 13. 3. Etika dan Hukum Keperawatan 4. AIPNI Page 22 . dll 11. Otonomi. Perilaku Kesehatan Metode pengumpulan Data Antropologi dan Sosiologi Pendekatan holistic care pada klien : Pendekatan transcultural nursing Pendekatan agama. moral right. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik.asuhan 3.Penggambilan keputusan legal etis 15. 4. 7.Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan. Kode Etik Keperawatan 5.Malpraktek. supporting devices. pertanggunggugatan (mandiri & limpahan). agama atau faktor lain dari setiap pasien yang unik*) 1. Sistem Kesehatan Nasional 3. Telaah etis dalam keputusan Manajemen Sistem Kesehatan Tradisional dan Modem 2. 5. non-maleficience.Euthanasia. Profesionalisme keperawatan 6. beneficience. nilai dan norma masyarakat 9. 6.

Holisme dan Humanisme 3. Farmakologi. Teknologi Informasi dalam Keperawatan 8. 10. Psikologi Perkembangan 19. Fisiologi. Mikrobiologi. Spiritualitas / Religiusitas 6. Metode Keperawatn 2. Patient Safety 17. Perspektif Keperawatan Matenitas dalam 6. Patofisiologi. Parasitologi. Information Communication Technology in nursing : .Menggunakan perangkat komputer dan jarigan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan . Fisika. Komunikasi Terapeutik 16. Keperawatan Lintas Budaya 5. Hak dan Kewajiban Pasien 14. Biokimia. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu konsisten*) perkembangan 1. Patologi. Ilmu – ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas 7. Infection Control 18. Kimia. Konsep perubahan 20. Biologi. Anatomi. Ilmu keperawatan Dasar 4.Konsep Kehilangan 1.5. Prosedur Keperawatan 15. Mampu menggunakan proses AIPNI Page 23 . Konsep Caring. 11.Klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC) 1. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. Menajemen mutu 9. Gizi 12.Metodologi Pendidikan 13.

Upaya Prevektif dan Promotif untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Fisik dan Psikososial Lansia 17. Issue dan kecenderungan Masalah Kesehatan Lansia 14. Beberapa faktor yang mempengaruhi Kesehatan Lansia 15.keperawatn dalam menyelesaikan masalah klien*) konteks keluarga. Dampak Sistem Pelayanan Kesehatan terhadap Praktek Keperawatan Orang Dewasa 6. Perspektif Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat 19. Bermain pada anak 8. 2. batasan dan Teori Penuaan 13.Askep Klien dg Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler 20. Pencegahan kecelakaan pada Anak 9. Lingkup Keperawatan Orang Dewasa 5. Identifikasi Multiple Intelegence 12.Konsep sakit dan Hospitalis pada anak 11. Bimbingan dan penyuluhan pada orang tua 10.Askep Klien dg Gawat Darurat pada AIPNI Page 24 . Peran Perawat Maternitas dimasyarakat 3.Pengeloloan Kesejahteraan Lansia diInstitusi dan Masyarakat 18. Faktor resiko yang Mempengaruhi kesehatan Maternal 4. Perspektif Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga 7.

Teori Model Keperawatan di keluarga 27.Konsep Dasar Keluarga 25.Proses Keperawatan Kmunitas 39. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana 22. UKS) AIPNI Page 25 .Strategi Pemecahan Masalah Kesehatan Komunitas 38.Jenis – jenis Tindakan Keperawatan pada berbagai Kasus Resiko Tinggi di Keluarga 31. Konsep Dasar Kesehatan dan keperawatan Jiwa 23. trend dan Issue Kesehatan keluarga 26.Proses Asuhan Keperawatan pada Keluarga 30.Masalah Kesehatan di Indonesia 33.Aspek Keterkinian dalam Praktek Keperawatan Komunitas 34.Upaya Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa 24.Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesja.Konsep MTBS 37.Konsep PHBS 36.Konsep Home Health of Nursing (Home Care) 29.Puskesmas 35.Konsep Keperawatan Komunitas 32.21.Konsep Keluarga.Manajemen Sumber daya Keluarga 28.

promotif.karaktif. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. Pendekatan etik dalam pengambilan keputusan . Metode evaluasi 1. Teori pendekatan 26ontro dalam kesehatan 4. Aspek 26ontro budaya serta hubungannya dalam ekologi 6. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) AIPNI Page 26 5.consolation of the dyin 8.manajemen Asuhan : Pendekatan 26ontrol26.Manajemen mutu dan manajemen resiko dalam asuhan keperawatan klien 43. rehabilitatif. Pendekatan Moral right dalam pengambilan keputusan 2. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat 7. Metode pembelajaran 2. 26ontrol26ive. sekunder dan tertier 1.Epidemiologi dan Kependudukan 42.40.Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 45. Supervisi 10. Konsep belajar sepanjang hayat 2.Transisi pola penyakit 41. Team Building 4. Metode Evaluasi 1. Rancangan penyuluhan kesehatan 9. Teori berubah 3.preventif. Konsep dasar kesehatan 5.Aplikasi Teori Model dalam Berbagai Situasi Pelayanan 44.

Kesiapan perawat dan pelayanan 1. Otonomi dan 27ontrol profesi 5. Fisika keperawatan 2. Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 7. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 14. Team work building Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 1. Alur penaganan pasien 3. doing the best to keep nursing respected 2. Keterapilan – keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus sesuai dengan tingkat usia disetiap tatanan pelayanan kesehatan 1. Konsep Collaborative 2. Domin profesi 3. Control kualitas asuhan keperawatan AIPNI Page 27 . Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif *) 13. Anatomi fisiologi keperawatan 3. Manajemen kasus (termasuk coordinating and collaborating care) 6. Pengorganisasian pelayanan 4. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 15. Etika profesi 6. Hak pasien dan keluarga dalam pelayanan 11. Pround to be nurse : confident.3. Kompetensi 4. Mengelola pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar 5. Kajian situasi pelayanan keperawatan : manajemen asuhan 2. Mampu menggunakan prinsip – prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik keputusan Self manajement of learning 1. Standar profesi 12. committed to.

Ergonomic dan faal kerja 7. Pengertian dan luang lingkup K3 2. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 7. Bahaya kimia di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 5.Sanitasi makanan 14.Pengelolaan limbah domestic dan medis 12. Zat gizi makro dan mikro 10.Angka kecukupan gizi yang dianjurkan 17. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *) AIPNI Page 28 .Perumahan dan pemukiman sehat 16.Keterlibatan dan peran Tenaga Keperawatan dalam Kebijakan Pemerintah di bidang Gizi Masyarakat 1. Undang – undang K3 di Indonesia 3. Cara pemberian dan perhitungan dosis 7. Farmakodinamika dan farmakokinetik 3. Obat – obatan tradisional 8.Toksikologi lingkungan 15. Indikasi dan kontra indikasi obat 4. Dinamika kelompok dan team building 1. Penggolongan obat-obatan 2. Bahaya fisik dilingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 6. Interaksi obat 6. Penyediaan air bersih 10. Bahaya lingkungan kerja dan evaluasinya 4.Intervensi Gizi Masyarakat 17. Air buangan dan kesehatan 11. Konsep dasar kesehatan lingkungan 9.16. Efek / efek samping obat 5.Manajemen pengendalian vector 13. Biomonitoring 8. Toxicology obat 9.

karier) AIPNI Page 29 . Motivasi 5. Pengelolaan konflik 8. Konsep dan proses berubah 9. Perencanaan: konsep perencanaan strategis dan operasional 13. pelayanan keperawatan dan model penugasan) 17.Proses pengambilan waktu 16. 10. orientasi. Kepemimpinan 4. konsep.Perencanaan ketenagaan dan financial 14. Gizi dan Pangan Menurut Pendekatan 18.Pengorganisasian (struktur.Mampu memberikan dukungan Kesehatan Masyarakat 1.Pengelolaan waktu 15. Manajemen keperawatan sebagai sistem kepada tim asuhan dengan mempertahankan skuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) dan proses.Dasar – dasar Dietetika Klinik 14.Nutrisi pada Ibu Hamil 15. kultur organisasi keperawatan serta model pengorganisasian.Kajian situasi dalam proses manajemen 12. Directing 3.Kebutuhan Nutrisi pada Anak 16.Konsep dasar kajian situasi 11. Pengelolaan staf (seleksi. Asertifitas 7. Dinamika kelompok (team building) 2.11. Konsep Dasar Ilmu gizi Masyarakat 17. Komunikasi organisasional 6. Kebutuhan Gizi Individu 12. Penilaian status gizi individu 13. dan penapakan.

Pengembangan instrument penelitian 6. Desiminasi dan publikasi 10. Literature dan Critical Review 4. Kepuasan Pelanggan 4. Pemasaran Keperawatan 5.19. Penulisan Karya Ilmiah 22. Konsep Kolaborasi. Trend and issues in nursing 12. Rancangan penelitian 5. Pengumpulan Data dan Analisa Data 16. Kemitraan dan kerja Tim 20. Identifikasi dan merumuskan masalah penelitian 3. Keperawatan sebagai ilmu dan seni 11. Pengumpulan data 7.Konsep dasar Penelitian 13. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan 17. Proses berubah 1. Ilmu Komunikasi 2. Mampu merancang. Mampu memanfaatkan hasil penelitan dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan 2. Analisa Data 8. Penelitian Bidang Perawatan 15. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 1. melaksanakan 1. Rancangan Penelitian 14. Pisikologi Konsumen 6. Interprestasi data 9. Berpikir sistematis proses penelitian sederhana 21. Information Communication Technology in nursing : Menggunakan perangkat computer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan AIPNI Page 30 Klasifikasi intervensi dan outcome . Pengembangan Kepribadian 3.

Standar profesi 2. Entrepreuner.23. membantu peserta didik belajar aktif. Disaster. Perlindungan profesi (manajemen resiko dan asuransi profesi) 3. dan belajar mandiri sehingga kelak dapat menjadi anggota profesi yang mandiri. Bahasa Asing) dan muatan local 20% sesuai dengan keunggulan institusi. belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri. IT. tatanan klinik dan komunitas). Kurikulum yang telah disusun ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Enterpreneurship dan pengembangan praktik professional 4. Issue terkini dalam pelayanan 24. Marketing keperawatan (internal dan eksternal) 5. Perawatan Trauma. sikap dan keterampilan yang relevan dengan masalah kesehatan yang dihadapi. Konsep kepemimpinan dalam keperawatan 4. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemapuan profesional keperawatan (NIC NOC) 1. yaitu 87 SKS (dari 144 SKS ) terdiri dari 70% pengetahuan teori dan 30% penerapan praktik ( laboratorium. Tujuan struktur kurikulum terintegrasi adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi guru bagi dirinya. mengkaji kemampuan diri sendiri. dengan masa studi 4 tahun (8 semester).Dalam kurikulum terintegrasi AIPNI Page 31 . Struktur Kurikulum Sarjana Keperawatan Kurikulum pendidikan ners tahap akademik (Sarjana Keperawatan) ditetapkan dengan mengacu kepada 60% kurikulum inti. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan keperawatan 1. Konsep kesejawatan E.Flu Burung. Pengembangan kurikulum institusi disesualikan dengan visi dan misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut dengan memasukkan 20% isu global (yaitu : Perawatan HIV/AIDS. SARS. dengan pola struktur terintegrasi sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan. Konsep berubah 3. Konsep belajar sepanjang hayat 2.

Berikut ini dipaparkan contoh pengembangan kurikulum terintegrasi: AIPNI Page 32 . kebutuhan dasar manusia. Selanjutnya. pararel atau kombinasi. respon atau tema. mata kuliah tersebut disusun secara seri.beberapa bahan kajian dikelompokkan menjadi satuan mata kuliah untuk mencapai beberapa sub unit kompetensi. Setiap sub unit kompetensi mempunyai bobot satu(1) satuan kredit semester (SKS) Upaya mengintegrasikan bahan kajian menjadi satuan mata kuliah dapat menggunakan berbagai cara pengelompokan. diantaranya berdasarkan sistem tubuh.

Endokrin (3 SKS) Sist. Perkemihan (2 SKS) Sist. Pencernaan (3 SKS) Sist. Respirasi (4 SKS) Sist. Imun Hematologi (3 SKS) Sist. Kardiovaskuler (4SKS) Sist. Sensor Persepsi (2 SKS) Sist. Komunitas III (3 SKS) Manajemen (2 SKS) Semester 6 Semester 5 Semester 4 Semester 2 AIPNI Kewarganegaraan MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM 1. Reproduksi (4 SKS) Sist.Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Inggris Semester 3 Semester 7 Kegawatan darurat sistem I (3 SKS) Page 33 Semester 8 Kegawat daruratan Sistem I (3 SKS) Skripsi (4 SKS) . Integumen (2 SKS) Sist.Agama (2 SKS) IKD I (3 SKS) Semester 1 IKD II (3 SKS) IKD III (4 SKS) IDK II (4 SKS) IKD III (3 SKS) SIST. Pendekatan berdasarkan sistem tubuh pembahasan terintegrasi berdasarkan siklus kehidupan sejak pembentukan sampai dengan lansia (2 SKS) (2 SKS) ISD (2 SKS) (2 SKS) (4 SKS) Bahasa Inggris Riset Kep (2 SKS) (2 SKS) B. Komunitas II(3 SKS) Sist. Muskola skleletal (2 SKS) Sist. Komunitas (2 SKS) Sist. Neuro behav (4 SKS) Sist.

5 1.CONTOH STRUKTUR KURIKULUM BERDASARKAN PENDEKATAN BERDASARKAN SISTEM SEMESTER I NO 1 2 3 4 5 6 MATA AJAR Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan Dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu dasar Keperawatan I Jumlah jam/mg = 13 + 6 = 19 SKS 2 2 2 3 3 4 16 T 2 2 2 2 2 3 13 Lab 1 1 1 3 K Ket SEMESTER II NO 1 2 3 4 5 MATA AJAR Ilmu Sosial Dasar B.5 K 0.5 0.5 0.5 Ket SEMESTER IV NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem sensor Persepsi Sistem Endokrin Sistem Pencernaan Keperawatan Komunitas I Jumlah jam/mg = 7 + 3 + 6 = 19 jam SKS 2 3 3 2 10 T 1 2 2 2 7 Lab 0.5 0.5 1 2.5 0.5 Ket SEMESTER III NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Respirasi Sistem Imun dan Hematologi Sistem Neurobehaviour Bahasa Inggris Jumlah jam/mg = 9 + 5 + 6 = 20 jam SKS 4 3 4 2 13 T 3 2 3 1 9 Lab 0.5 0.5 Ket SEMESTER V AIPNI Page 34 .5 0.5 1.5 0.5 K 0.5 K 0.Inggris Ilmu Dasar Keperawatan II Ilmu Dasar Keperawatan III Sistem Kardiovaskuler Jumlah jam/mg = 11 + 7 + 2 = 20 SKS 2 2 4 3 4 15 T 2 1 3 2 3 11 Lab 1 1 1 0.5 3.5 0.5 0.5 1.

5 1 Ket SEMESTER VI NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Perkemihan Sistem Reproduksi Keperawatan Komunitas III Manejemen Keperawatan Jumlah jam/mg = 7 + 6 +4 = 17 jam SKS 2 4 3 2 11 T 1 3 2 1 7 Lab 0.5 K 0.5 0.5 1 2 K 0.5 1 Ket SEMESTER VII NO 1 2 3 MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem I Riset Keperawatan Bahasa inggris Jumlah jam/mg = 6 + 5 + 2 = 13 jam SEMESTER VIII MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem II Skripsi Jumlah jam/mg = 1+ 1 + 18 = 20 jam SKS 3 4 2 9 SKS 2 4 6 T 2 3 1 6 T 1 1 Lab 0.5 Ket NO 1 2 Ket AIPNI Page 35 .5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 4 4.5 1 1 2.5 1 1 3 K 0.NO 1 2 3 MATA AJAR Sistem Muskuloskeletal Sistem Integumen Keperawatan Komunitas II Jumlah jam/mg = 4 + 4 + 4 = 12 jam SKS 2 2 3 7 T 1 1 2 4 Lab 0.5 Lab 0.5 K 0.

Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan 3. termasuk teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. nursing advocacy. Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistic dalam konteks keperawatan AIPNI Page 36 . humanisme dan transcultural nursing).Deskripsi Mata Kuliah semester I Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir kritis dalam keperawatan. Menerapkan konsep berpikir kritis dalam keperawatan 2. prinsip-prinsip legal etis dan isu etik (ethical issue). holisme. pendekatan holistic care (konsep Caring. perkembangan keperawatan.

Manfaat teknologi komunikadi informasi dalam pembelajaran keperawatan. Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan 5.4. AIPNI Page 37 .

supporting 4. justice. Devices 5. Transplantasi organ. case study. beneficience. Konsep holistic care : caring. Konsep berubah 3. non maleficience. Isue estik dalam praktik keperawatan : Euthanasia. Prinsip-prinsip legal dalam praktik 6. Keperawatan : Malpratik. moral right. Pertanggunggugatan (mandiri dan Metode Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Mini lecture. care study. neglecten. small group discussion (SGD) 4 Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konsteks keperawatan Mini lecture. nilai dan norma masyarakat 2. aborsi 3. 7. small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) AIPNI Page 38 .No 1 2 3 Kompetensi blok 1 Bahan kajian Menerapkan konsep berpikir kritis dalam Konsep berpikir kritis dalam keperawatan keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional 1. humanisme 4. holisme. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Transcultural nursing/ (keperawatan lintas budaya) 1. Teori sistem 2.

mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet) Demontrasi. Pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer (membuat blog. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan 9. pertanggungjawaban.limpahan). mengirim tugas melalui email. Nursing advocacy 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan 10. PjBL AIPNI Page 39 . dll 8.

karakteristik. Mener apkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi (K3AP) 2. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. Menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4. Kompetensi Blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa mampu : 1. Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 40 . konsep.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar II Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang model konseptual keperawatan . tahap. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia.

Komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta keyakinan 1. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. Orem. karakteristik. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 5. case study. Roy. Trend dan Issue komunikasi dalam pelayanan kesehatan/Keperawatan 7. Penggunaan komunikasi 4.No 1 2 Kompetensi blok 2 Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. case studi. Betty Newman. tahap. Penerapan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 6. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. dan tugas perkembangan 1. case study. dll) Konsep. Komunikasi terapeutik 3. Project Based learning(PjBL) Mini lecture. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning AIPNI Page 41 . Teori pendekatan sosial dalam Metode Mini lecture. SGD Discovery learning (DL). Teori komunikasi 2.

Metode evaluasi (DL) PjBL AIPNI Page 42 . Konsep dasar kesehatan 5.kesehatan 4. Aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 6. Rancangan penyuluhan kesehatan 7.

Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar I Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia mulai dari tingkat sel sampai dengan tingkat organisme untuk mempertahankan kehidupannya yang mencakup berbagai konsep dan prinsip biologi. Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme 2. Mengenali proses pemenuhan kebutuhancairan dan elektrolit didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 4. anatomi. fisiologi. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisididalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang 5. Mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhankebutuhan oksigenasisesuai tumbuh kembang 3. biokimia dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai tumbuh kembang. Kompetensi Blok 3 Setelah mengikuti kegiatan proses pembelajaran pada blok IDK I mahasiswa mampu : 1. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang AIPNI Page 43 .

Genetika 8. tanda dan gejala kecukupan oksigen 1.No 1 Kompetensi blok 2 Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme Bahan kajian 1. Jenis-jenis sel 4. Transport trans membrane 6. anatomi sistem kardiovaskuler 3. Reproduksi sel 7. benda cair. fisiologi sistem kardiovaskuler 4. anatomi sistem pernafasan 5. Introduksi sel 2. homeostasis 1. fisiologi sistem pernafasan 6. SGD. project based learning (PjBL) 3 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit didalam Mini lecture. benda cair. cairan dan gas dalam tubuh manusia Metode Mini lecture. SGD. project based learning (PjBL) 2 Mampu mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan oksigenasi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. proses oksigenasi 2. case studi. SGD. case studi. AIPNI Page 44 . project based learning (PjBL). Fungsi spesifik sel 5. cairan dan gas dalam tubuh manusia 8. case studi. Ultra struktur sel 3. listrik dan magnet dalam sistem tubuh 7.

tanda dan gejala kecukupan nutrisi 1. anatomi sistem urinari 2.sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 2. keadaan kenyang dan puasa 10. pembentukan urea 9. metabolisme purin. project based learning (PjBL). case studi. hormon-hormon terkait dengan keseimbangan cairan dan elektrolit 4. anatomi sistem pencernaan 2. keseimbangan cairan dan elektrolit 3. laboratorium activities 5 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi kebutuhan tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan Mini lecture. project based learning (PjBL). proses pemenuhan 4. laboratorium activity AIPNI Page 45 . SGD. SGD. anatomi sistem kardiovaskuler laboratorium activity 4 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. keseimbangan asam basah 5. case studi. fisiologi ginjal 3. fisiologi sistem pencernaan 3. kebutuhan nutrisi sel 5. lemak dan protein 7. tanda dan gejala kecukupan cairan dan elektolit 1. metobolisme karbo hidrat. pirimidin. hormon-hormon terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro nutrien 6. porfirin 8.

fisiologi sistem kardiovaskuler 5. anatomi fisiologi kulit 8. proses eliminasi sisa pencernaan 10. proses eliminasi sisa metabolisme 9. hormon-hormon terkait dengan eliminasi 11. tanda dan gejala masalah eliminasi sisa metabolisme dan sisa pencernaan AIPNI Page 46 . anatomi sistem pernafasan 6. fisiologi sistem pernafasan 7.kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang 4.

Fokus dalam pemahan konsep-konsep agama dan kehidupan beragama di indonesia. mahasiswa mampu memahami konsep agama dan prinsip kehidupan beragama sebagai landasan dalam melaksanakan praktik profesi. Bahan Kajian : 1. Dimensi beragama 4. Nilai dan keyakinan beragama 3. peneliti untuk mengidentifikasi permasalahan nilai/keyakinan klien.Mata kuliah : Agama Beban Studi Prasyarat : 2 SKS (2 teori) :- Deskripsi Mata Kuliah : Agama merupakan mata kuliah yang terkait dengan keyakinan yang melandasi manusia untuk bersikap dan bertintak toleran dalam kehidupan sosial khususnya kerjasama antar umat beragama dimasyarakat. Konsep agama dan kehidupan beragama 2. Tujuan Mata Kuliah : Setelah menyelesaikan mata kulah ini. Dimensi sosial keagamaan 5. Penekanannya pada nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan peran perawat sebagai pemberi asuhan. dan peran sebagai pendidik untuk memberikan pendidikan spiritualitas klien dalam melakukan pengelolaan kebutuhan spiritualitas klien baik diklinik maupun dimasyarakat. pemenuhan kebutuhan spiritual klien. Spiritual care AIPNI Page 47 .

Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan Baban Studi Prasyarat : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Fokus dari mata kulia ini adalah pemahaman tentang kehidupan berdemokrasi. wawasan nusantara yang relevan dengan praktik keperewatan professional sebagai dasar perawat dalam menjalankan peranya dalam memberikan asuhan keperawatan profesional. hubungan antar warganegara. mengidentifikasi permasalahan terkait dengan hak azasi manusia dan kebijakan publik. kebijakan publik. Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami prinsip pendidikan kewarganegaraan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pratik profesi. Bahan Kajian : 1. Demokrasi 2. hubungan antar manusia. Kebijakan publik AIPNI Page 48 .

AIPNI Page 49 . Hubungan antar manusia 5. Identitas nasional 7. berlandaskan pada konsep etika dalam berbahasa. Negara dan konstitusi Mata Kulia Beban Studi Prasyarat : Bahasa Indonesia : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini mempelajari bahasa indonesia dalam ilmu keperawatan dengan menekankan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Goog govenance 8. Wawasan nusantara 6. Otonomi daerah 4. Geostrategi 9.3. Politik strategi nasional 10.

Tata bahasa indonesia 2. sistem pelayanan kesehatan dan kemajuan IPTEK dibidang kesehatan yang sesuai dengan berbagai sosial budaya ubtuk mempromosikan kesehatan yang akan digunakan dalam pengelolaan keperawatan. Mata kuliah ini membahas tentang disiplin sosial budaya. Membuat resume dalam bahasa indonesia dari satu topik bahasan Bahan Kajian : 1. Menggunakann bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi 2. Keterampilan menulis dalam bahasa indonesia 3. AIPNI Page 50 . Membuat tulisan dengan tata bahasa indonesia yang baik dan benar 3.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kulaih ini mahasiswa mampu : 1. Cara membuat resume bahasa indonesia Deskripsi Mata Kuliah semester II Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Sosial Budaya : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah menggambarkan sosial budaya dan pengaruhnya terhadap gaya hidup dan status kesehatan. politik ekonomi yang berkaitan dengan kesehatan.

5. organisasi serta institusi sosial lain Bahan Kajian : 1. politik dan implikasi privasi dan kerahasiaan 6. Konsep dasar sosial budaya masyarakat. Pengaruh sosial budaya dan ekonomi terhadap prilaku kesehatan. Perubahan sosial dan budaya. Dasar-dasar ilmu sosial dan antropologi 2. Memahami disiplin ilmu sosial budaya dasar terutama ilmu sosiologi. Nilai sosial budaya.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini peserta didik mampu : 1. Nilai keilmuan yang terkait kesehatan dan keperawatan Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Dasar Keperawatan II : 4 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : AIPNI Page 51 . 3. Memahami konsep dasar tentang masyarakat dan kebudayaan 3. 4. antropologi dan ilmu sosial lain seperti politik dan ekonomi 2. Memahami konsep dasar kelompok sosial. komunikasi antar bangsa.

Didalamnya mencakup berbagai konsep biologi. Mengidentifikasi proses pemenuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 3. lab aktivities Mengidentifikasi proses pemenuhan 9. anatomi. Sistem kekebalan tubuh Mini lecture. SGD. Mengidentifikasi proses pemenuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang Bahan kajian 1. Fisiologi sistem saraf 5. Pengukuran ROM 7. Body aligment 2 AIPNI Page 52 Metode Mini lecture. SGD. Kompetensi Blok 4 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IDK II mahasiswa mampu: 1. Anatomi sistem saraf 4. Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang 2. case studi. Jenis-jenis latihan 6. . Mengidentifikasi proses pemenuhan istirahat daan tidur sesuai dengan tumbuh kembang 4. Mekanika gerak dan gaya 1. case studi. Transport pasien 8.Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia dalam mempertahankan fungsi-fungsi kehidupannya. fisiologi. project based learning (PjBL). Anatomi sistem muskuloskletal 2. dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang. Fisiologi sistem muskuloskletal 3.

Anatomi sistem saraf 8. lab aktivities 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 53 . SGD. Nosokomial infection 5. Siklus tidur 4. Bunyi dan cahaya 1.kebutuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 2. Irama sirkardian 1. Mekanisme nyeri 10. Fisiologi sistem saraf 3. Fisiologi sistem reproduksi 3. project based learning (PjBL). Fisiologi sistem saraf 9. project based learning (PjBL). Patient safety (Universal/isolated precoution : sterilisasi. SGD. Anatomi dan fisiologi sistem 3. self protection) 4. case studi. Anatomi sistem reproduksi 2. lab aktivities Mini lecture. Hormon-hormon terkait sistem reproduksi project based learning (PjBL). lab aktivities 3 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. Anatomi sistem saraf 2. case studi. Transport pasien 6. Body aligment 7. Mekanisme perubahan suhu tubuh 11. Panas 12.

4. Pemenuhan kebutuhan seksual 5. Penyimpangan-penyimpangan seksual AIPNI Page 54 .

Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III . Kompetensi blok 5 (Ilmu keperawatan Dasar III) Setelah mengikuti pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa mampu : 1. 3. Pelaksanaan AIPNI Page 55 Metode Mini lecture. Konsep proses keperawatan : 1. Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan No Kompetensi blok 5 1 Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien. Pengkajian 2. Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. orang dewasa. anak. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan. orang dewasa. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. lab skill . case studi. 3 SKS (2-1) :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektif Keperawatan : maternitas. SGD. Diagnose keperawatan 3. project based learning (PjBL). Perencanaan 4. anak. jiwa.

SGD. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan 3 kesehatan Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan 6. project based learning (PjBL). dll 1. case studi. anak. lab skill Case studi. ruang lingkup keperawatan 3. konsep belajar sepanjang hayat 2.5. rancangan penyuluhan kesehatan AIPNI Page 56 Mini lecture. project Based learning (PjBL) demonstrasi . tren dan isu keperawatan 4. SGD. perspektif dan falsafah keperawatan 2. orang dewasa. konsep bermain pada anak. Pendokumentasian 1. Evaluasi 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. antropologi dan sosiologi kesehatan 3. reaksi hospitalisasi. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 5. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4.

melakukan simulasi asuhan keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kordiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. melakukan simulasi pendidikan kesehatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem kardiovaskuler dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah melalui beberapa model belajar yang relevan dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. metode evaluasi Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Kardiovaskuler : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan berhubungan dengan sistem kardiovaskuler sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi sebagai aspek yang terkait dengan siklus jantuang dan sirkulasi dalam sel sampai organ. 3.. Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler AIPNI Page 57 . Kompetensi Blok 6 (Sistem Kardiovaskuler) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem kardiovaskuler) mahasiswa akan mampu : 1.6.

case studi. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 5. sekunder. case studi. . Patofisiologi pada sistem kardiovaskuler (kasus-kasus kardiovaskuler yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia didaerah. tetsier pada Mini lecture. Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etispada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler. SGD. nasional. Gakin. o 1 Kompetensi blok 6 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. project based learning (PjBL). 5. regional dan internasional) 2. lab skill. SGD. mapping based learning Melakukan simulasi pendidikan kesehatan (rujukan. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 4. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler 2 AIPNI Page 58 Metode Mini lecture. Dokumentasi asuhan keperawatan 6.4. Jamkesmas) Pencegahan primer. Pengkajian sistem kardiovaskuler 3. Mmelaksanakan fungsi advokasipada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 6.

3. supporting devices Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik. non maleficience. neglected. Prinsip-prinsip etika keperawatan . pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). SGD 1. otonomi. justice. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan Pengambilan keputusan legal etis Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. problem based learning (PBL) AIPNI Page 59 . justice. SGD. beneficience. Isue etik dalam praktik keperawatan : euthanasia. aborsi Transplantasi organ. problem based learning (PBL) 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada Case study. nilai dan norma masyarakat 2. case study. lab skill Hasil-hasil penelitian terkait sistem kardiovaskuler Telaah jurnal.dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 3 4 dengan memperhatikan aspek legal dan etis Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etik pada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler masalah sistem kardiovaskuler project based learning (PjBL). pertanggungjawaban. dll 4. 6. moral right. Case study. 5. SGD. beneficience. non maleficience.

5. 3. 2. 4. nilai dan norma masyarakat 7. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem kardiovaskuler Pemasangan infus EKG Terapi melalui intra vena Punksi vena Lab skills AIPNI Page 60 . dengan berfikir kreatif dan inofatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif moral right.berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku.

Fokus mata kulia ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. dan sistem respirasi sel. 2. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada kelompok klien dengan gangguan sistem respirsipada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi 4. difusi.Deskripsi Mata Kuliah Semester III Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Respirasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem respirasi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Mendemonstrasikanintervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berrlaku dengan AIPNI Page 61 . melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi Blok 7 (Sistem Respirasi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem Respirasi) mahasiswa mampu : 1. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia 6. transportasi.

AIPNI Page 62 .berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

PMO. Dokumentasi asuhan keperawatan 8. fisika dan biokimia Mini lecture. lab skill AIPNI Page 63 . Jamkesmas) Pencegahan primer. fisiologi. case studi. Patofisiologi pada sistem respirasi (kasuskasus respirasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. case studi. Anatomi. lab skill. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem respirasi 5. Evaluasi keperawatan pada gangguan sistem respirasi 7. Bahan kajian Metode 1.No 1 Kompetensi blok7 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. sytem respirasi 2. project based learning (PjBL). regional dan internasional) 3. mapping based learning 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan Mini lecture. Perencanaan/implementasi 6. project based learning (PjBL). nasional. SGD. kimia. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem respirasi (rujukan. Pengkajian sistem respirasi 4. Gakin. sekunder dan tertier pada masalah sistem respirasi SGD.

Fisiotrapi dada/ postural drainage 3. Terapi O2 4. nilai dan norma masyarakat 2. beneficience. justice. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi Melakukan simulasi pengelolaan aasuhan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasiMelaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasipada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus sistem respirasi dan prioritas 5 1. Suctioning Case study. discovery learning. case study. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga Hasil-hasil penelitian terkait sistem respirasi Telaah jurnal. moral right. SGD. SGD 4 Manajemen kasus pada sistem respirasi masalah sistem respirasi) Case study. Pengkajian pada sistem pernafasan 2. problem based learning (PBL) 6 Lab skill AIPNI Page 64 .3 memperhatikan aspek legal dan etis. non meleficience.

menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. trakheostomi AIPNI Page 65 . Nebulisasi 7. Perawatan WSD 6.

4. Kompetensi Blok 8 (Sistem Imun Dan Hematologi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 8 (sistem imun dan hematologi) mahasiswa mampu : 1. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem imun dan hematologi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 66 . Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan hematologi. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematolgi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. sel .sel darah dan mekanisme pembekuan. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Imun dan hematologi : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoiritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang sistem imun dan hematologi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi imun dan hematologi yaitu mekanisme pertahanan tubuh. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 67 .6.

Patofisiologi pada sistem imun dan hematologi (kasus – kasus imun danhematologi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. SGD. gakin. Lab skill biokimia sistem imun dan hematologi.No 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Anatomi. fisiologi. kimia. 2. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 6. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. fisika dan Metoda Mini Lecture. Mapping based learning. Project Based Learning (PjBL). Project Based Learning (PjBL). Case study. regional dan internasional) 3. SGD. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 5. nasional. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. . Case study. sekunder dan tertier pada masalah sistem imun dan hematologi Mini Lecture. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem AIPNI Page 68 hematologi (rujukan. jamkesmas) Pencegahan primer.

non maleficience. SGD. Lab skill Hasil – hasil penelitian terkait sistem imun dan hematologi Telaah jurnal. moral right. Case study. Discovery Learning. Problem Based learning (PBL) Page 69 . SGD Case study. justice. nilai dan norma masyarakat AIPNI Mapping based learning.imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan 3 aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan 4 hematologi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia 1. Prinsip –prinsip etika keperawatan : otonomi. beneficience. SGD Manajemen kasus pada sistem imun dan hematologi (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem imun dan hematologi) Case study.

Tourniket test AIPNI Page 70 . Nursing advocaxy Prosedur Keperawatan tentang : 1. AGD/Analisa gas Darah 3.6 1. Mendemonstrasikan intervensi 2. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skill keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. sistem imun dan hematologi 2.

Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour 4. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi Kompetensi blokm 9 (Sistem Neurobehaviour) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 9 (Sistem Neurobehaviour) mahasiswa mampu : 1. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan gangguan umum neurologi. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Neurobehaviour : 5 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan keterampilan klinis tentang sistem neurobehaviour sesuai dengan tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem neurobehavior dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar pemecahan masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. serebrovaskular. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia 6. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik 2. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku AIPNI Page 71 . neurovaskuler dan neuropsikologi.

AIPNI Page 72 .dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Project Based Learning (PjBL). Case study. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 5. Lab skill neurobehaviour 2. SGD. SGD. gakin. Project Based Learning (PjBL). Patofisiologi pada sistem neurobehaviour (kasus – kasus neurobehaviour yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Mapping based learning. Anatomi. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 6. . fisika dan biokimia sistem Metoda Mini Lecture. 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 73 Jamkesmas) Pencegahan primer. Pengkajian sistem neurobehaviour 4. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem neurobehaviour (rujukan. kimia. regional dan internasional) 3. fisiologi. Mapping based learning. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. sekunder dan tertier pada masalah sistem neurobehaviour Mini Lecture. Case study.No Kompetensi blok 9 1 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik Bahan kajian 1. nasional.

Discovery Learning. 3. non maleficience. Pemeriksaan fisik khusus untuk dementia alzeimer. justice. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. moral righ. Problem Based learning (PBL) Lab skills 6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga 2. AIPNI Page 74 . beneficience. Case study. Pemeriksaan tingkat kesadaran. 4. nilai dan norma masyarakat 2. Pemeriksaan status mental. Nursing advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pemeriksaaan fisik sistem neurologi saraf cranial. SGD 5 1. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia Manajemen kasus pada sistem neurobehaviour (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem neurobehaviour) Case study. SGD. Case study.3 Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour Hasil hasil penelitian terkait sistem neurobehaviour Lab skill Telaah jurnal.

Persiapan pemeriksaan ECT 10. Manajemen krisis 16. Persiapan pemeriksaan lumbal punksi 7. Pemeriksaaan EEG 6. 9. Persiapan pemeriksaan laboratorium khusus kasus neurobehaviour. Penatalaksanaan Terapi perilaku 17. 14. Persiapan pemeriksaan Brain mapping 11. Penatalaksanaan Terapi bermain AIPNI Page 75 . Manajemen amuk/perilaku kekerasan. Penangan kejang pada anak dan dewasa 13. Pengukuran tekanan intracranial (TIC) 12. Penatalaksanaan Terapi aktifitas kelompok 19. kepala dan MRI 8. Penatalaksanaan Terapi kognitif 18. Persiapan pemeriksaan CT Scan. Managemen halusinasi/waham 15. Penatalaksanaan pemberian psikofarmaka 20.menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif epilepsy 5.

2.Deskripsi Mata Kuliah semester IV Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Persepsi Sensori : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoristis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem persepsi sensori sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Melakukan simulasi pendidikan keehatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem persepsi sensori dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori 4. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 76 . Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi persepsi sensori yaitu penglihatan dan pendengaran. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Kompetensi blok 10 (Sistem persepsi Sensori) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 10 (sistem Persep Sensori) mahasiswa mampu : 1.

kimia. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 6. no 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Lab skill sensori (kasus – kasus persepsi sensori yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. 2. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 5. fisiologi. Anatomi. regional dan internasional) 3. gakin. SGD. Patofisiologi pada sistem persepsi Metoda Mini Lecture. Mapping based learning. fisika dan biokimia sistem respirasi. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. jamkesmas) AIPNI Page 77 .5. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan hematologi (rujukan. Project Based Learning (PjBL). Case study. nasional. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 6. Dokumentasi asuhan keperawatan 7.

moral righ. SGD.2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori Pencegahan primer. beneficience. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Manajemen kasus pada sistem persepsi sensori (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem persepsi sensori) Case study. nilai dan norma masyarakat 2. Case study. Lab skill 3 Hasil – hasil penelitian terkait persepsi sensori Telaah jurnal. Case study. SGD 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 1. Project Based Learning (PjBL). Problem Based learning (PBL) AIPNI Page 78 . non maleficience. Nursing advocacy Case study. sekunder dan tertier pada masalah sistem persepsi sensori Mini Lecture. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD. justice. Discovery Learning. Mapping based learning.

Irigasi telinga 5. Irigasi mata 3. Tete telinga AIPNI Page 79 . Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skills sistem persepsi sensori 2. Tetes mata 4. Prosedur Keperawatan tentang : 1.6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

2. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemanpuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem endrokin dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem endokrin yang berfungsi sebagai sistem pengatur baik secara mandiri maupun bersama – sama dengan sistem saraf dalam pengaturan metabolisme. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 6. AIPNI Page 80 . Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Endokrin (blok 11) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem endokrin sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia.

Discovery Learning.No 1 Kompetensi blok 11 Melakukan simulasi asuhan Bahan kajian Metoda 1. SGD. Anatomi. Lab skills. fisiologi. kimia. mapping based learning sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3 AIPNI Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil – hasil penelitian terkait sistem endrokrin Telaah jurnal. Page 81 . regional dan internasional) 3. Pengkajian sistem endrokin 4. SGD. Patofisiologi pada sistem endrokrin (kasus skills. nasional. Case study. Sistem layanan kesehatan untuk pasien Project Based learning (PjBL). mapping based learning keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. gangguan masalah sistem endrokrin Project Based learning (PjBL). Lab 2. fisika dan Mini Lecture. biokimia sistem endrokrin – kasus endrokrin yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem endrokin 5. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem endrokrin 6. 2 Melakukan kesehatan simulasi dengan kasus dengan gangguan sistem endrokin pendidikan Pencegahan primer. sekunder dan tertier pada Mini Lecture. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Case study.

SGD pengelolaan Manajen kasus pada sistem endrokrin (klasifikasi Case study. nilai dan norma gangguan sistem endrokrin kreatif dan sehingga menghasilakan pelayanan yang efisien dan efektif AIPNI Page 82 . Problem Based otonomi. Prinsip – prinsip etika keperawatan Case study. KH 3. masyarakat 6 Mendemonstrasikan keperawatan inovatif pada kasus 2. SGD. Nursing advocacy intervensi Prosedur Keperawatan tentang : dengan 1. moral right. SGD pada aspek dan prioritas masalah kasus sistem endrokrin) keperawatan sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5 Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 1. justice.penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4 Melakukan asuhan simulasi Case study. non learning (PBL) maleficience. GDS Lab skills beneficience. Pengkajian pada klien dengan masalah endrokrin 2.

4. Injeksi sub kutan AIPNI Page 83 .

2. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem pencernaan yaitu menyediakan nutrien bagi kehidupan melalui proses ingesti. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. sistem pencernaan dan kardiovaskuler. digesti. Penggunaan nutrien didalam sel dipengaruhi oleh keberadaan oksigen sehingga secara tidak langsung sistem pencernaan jjuga mempunyai peranan penting didalam pemanfaatan nutrien. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 84 . Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal 4.Mata Kuliah Beban Study Prasyarat : Sistem Pencernaan (blok 12) : 2 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem pencernaan sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. dan absorpsi yang juga melibatkan kerja dari sistem saraf.

AIPNI Page 85 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan n kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6.

SGD. mapping based learning pencernaan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 86 . Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem pencernaan 4. skills. – kasus pencernaan yang sering terjadi pada Project Based learning (PjBL). dan tersier pada Mini Lecture. nasional. 2 Melakukan kesehatan sistem simulasi dengan kasus pada (rujukan. Pengkajian sistem pencernaan 3. Jamkesmas) pendidikan Pencegahan primer.No 1 Kompetensi blok 12 Melakukan simulasi sistem pencernaan pada Bahan kajian Metoda asuhan 1. sekunder. Gakin. Case study. Case study. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada gangguan sistem berbagai keperawatan dengan kasus gangguan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Lab skills. SGD. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. gangguan masalah sistem pencernaan berbagai Project Based learning (PjBL). Patofisiologi pada sistem pencernaan (kasus Mini Lecture. mapping based learning regional dan internasional) 2. Lab berbagai tingkat usia di daerah. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pencernaan 5.

Pengkajian pada klien dengan masalah sistem pencernaan 2. SGD. nilai dann norma 6 Mendemonstrasikan keperawatan gangguan pada kasus sistem intervensi dengan pada pencernaan Prosedur Keperawatan tentang : 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study. Nursing advocacy beneficience. juctice.3 Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil –hasil penelitian sistem pencernaan penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah pencernaan Melakukan simulasi klien dengan Telaah jurnal. moral right. masyarakat 2. Problem Based otonomi. Case study SGD 4 pengelolaan Manajemen kasus pada sistem pencernaan Case study. Pemasangan Nasogastric (NGT) Lab skillsLab skillsLab skills berbagai tingkat usia sesuai dengan AIPNI Page 87 . non learning (PBL) maleficience. SGD kasus sistem pencernaan dan sistem prioritas masalah sistem pencernaan) asuhan keperawatan padas ekelompok (klasifikasi gangguan pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan 5 etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia 1.

Bilas lambung (gastric Lavage) 4. Wash-out/Enema 6. dengan berfikir kreatif efektif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan efisien dan 3. Colostomy care AIPNI Page 88 .standar yang berlaku. Menentukan jenis dan jumlah kalori dalam diet 5.

diskusi dan pembahasan kasus. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan keluarga 9. konsep keluarga sejahtera. AIPNI Page 89 . keluarga yang menanti kelahiran. keluarga dengan anak usia sekolah. Menghubungkan dampak isu tersebut pada perkembangan keperawatan keluarga. keluarga dewasa dan masalah – masalah keluarga yang terkaait dengan masalah kesehatan yang lazim di Indonesia. Mengelompokkan data adaptif dan maladaptif yang mendukung untuk merumuskan masalah keperawatan menggunakan format analisa data. Melengkapi data kasus tersebut menggunakan format pengkajian keluarga yang sesuai 3. 4. kesehatan keluarga.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Komunitas I : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas I adalah pembahasan tentang konsep keluarga. Menyusun tujuan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan keluarga tersebut 7. Kegiatan belajar meliputi ceramah. keluarga dengan remaja. Merumuskan dan menentukan prioritas diagnosa keperawatan keluarga menggunakan format prioritas masalah yang sesuai 6. Menyusun rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan tujuan tersebut menggunakan format yang sesuai 8. asuhan keperawatan keluarga pada tiap tahapan perkembangan keluarga yang meliputi pasangan keluarga yang baru menikah. Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai data tersebut 5. keluarga dengan balita. Menjelaskan konsep keperawatan dan konsep terkait dan penerapannya pada asuhan keperawatan keluarga 2. Kompetensi blok 13 (Komunitas I) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 13 Komunitas I mahasiswa akan mampu : 1.

Prioritas diagnosis keperawatan keluarga 6. Konsep keluarga sejahtera keluarga 3. Konsep keperawatan keluarga 4. Konsep asuhan keperawatan keluarga mahasiswa mampu melakukan asuhan 2. Project Based learning )PjBL). Konsep kelurga penerapannya pada asuhan keperawatan 2. Asuhan keperawatan Keluarga dengan masalah kessehatan yang lazim di Indonesia Apabila diberi data kasus keluarga. Ruang lingkup keperawatan keluarga 5. Project Based learning )PjBL). Pengkajian keluarga keperawatan keluaraga 3. 1. Perumusan masalah keperawatan keluarga 4. Lab skills 2 Mini Lecture. SGD. Diagnosis keperawatan keluarga 5. Perencanaan kep. Proses keperawatan keluarga 7. Case studi. Evaluasi kep.No 1 Kompetensi blok 13 Bahan kajian Mampu menjelaskan konsep tersebut 1. Keluarga Metoda Mini Lecture. Lab skills AIPNI Page 90 . Trend dan isu keperawatan keluarga 6. Asuhan keperawatan Keluarga sesuai kebutuhan tumbuh kembang 8. SGD. Case studi. Keluarga 7.

penyokong tubuh. 5. jantung. Kompetensi blok 14 (Sistem Muskuloskeletal) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (sistem muskuloskeletal) mahasiswa akan mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapain kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia. paru). reservoir mineral penting. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2.Deskripsi Mata Kuliah semester V Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Muskuloskeletal (blok 14) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem muskuloskeletal sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai bayi baru lahir sampai lansia. AIPNI Page 91 . Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem muskuloskeletal dalam melindungi organ vital (otak. dan melakukan fungsi pergerakan tubuh. reservoir sel – sel darah merah matur. 4. memproduksi panas tubuh. 3. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

6. AIPNI Page 92 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan standar yang berlaku dengan berfikir kratif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

No 1 Kompetensi blok 13 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 4. Gakin. Lab muskuloskeletal yang sering terjadi pada skills berbagai tingkat usia di daerah. dan tersieer Mini Lecture. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 5. SGD. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Pengkajian sistem muskuloskeletal 3. kasus Project Based learning )PjBL). Case studi. Sisitem layanan pasien dengan kesehatan gangguan untuk sistem muskuloskeletal (rujukan. Patofisiologi pada muskuloskeletal (kasus – Metoda sistem Mini Lecture. sekunder. Case studi. SGD. PMO. regional dan internasional) 2. nasional. kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada pada masalah sistem muskuloskeletal AIPNI Page 93 Project Based learning )PjBL). Jamkesmas) 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan Pencegahan primer. Lab .

3.berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek 3 legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil 4. – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskulosketeal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 1. moral right. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Hasil – hasil penelitian terkait sistem muskuloskeletal 1. SGD Case study.dll 4. Perlindungan hukum dalam praktik 5. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). beneficien.SGD AIPNI Page 94 . nilai dan norma masyarakat 2.justice. neglected. non maleficien. Pengertian masalah penelitian 2. Pertanggungjawaban. Pengambilan keputusan legal etis skills Telaah jurnal. Prinsip – prinsip legal dalam praktik keperawatan Malpraktik. Keperawatan 6. Case study.

justice. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. ROM exercise 8. Body movement / body mechanic 3. Paint management 4. Pengkajian pada sistem muskulosketal 2. Ambulasi dini 5. Problem Based learnig (PBL) 6. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif Lab Skill AIPNI Page 95 . Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. moral Right.5. Pijat bayi Case study. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia 1. nilai dan norma masyarakat 2.SGD. non maleficien. Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskulosketal pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Beneficien. Wound care 7. Fiksasi dan imobilisasi 6.

teori biologis. Bila diberi data kasus lansia di panti. psikologis. Bila diberi data kasus lansia di kelompok.Mata Kuliah : Komunitas II Beban study Prasyarat : 2 SKS :: Deskripsi Mata kuliah Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas II adalah membahas konsep dasar keperawatan gerontik. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. strategi promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia. 3. 2. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. peserta didik mampu menganalisa program lansia di institusi. sosial. AIPNI Page 96 . Bila diberi data kasus lansia di keluarga. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. kultural dan spritual pada proses penuaan dan standart keperawatan gerontik. 4. psikososial. Kompetensi blok 16 (Komunitas II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 16 komunitas II mahasiswa akan mampu : 1. teori.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. dukungan terhadap orang yang terlibat dalam perawatan lansia. Bila ditempatkan di panti werdha. kultural dan spritual yang lazim . Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah kesehatan fisik . asuhan keperawatan gerontik pada lanjut usia menjelang ajal .

peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. Asuhan keperawatan lansia menjelang ajal 10. Lab skills AIPNI orang yang 2. Bila diberi data kasus lansia kelompok. Komunikasi terapeutik pada sasaran lansia 5. gangguan berkemih.Case studi. Bahan kajian 1.SGD. Konsep asuhan keperawatan kelompok Mini Lecture. Asuhan keperawatan lansia dengan gangguan biologis 6. Isu-isu strategi kegiatan untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia serta dukungan terhadap terlibat merawat lansia Metoda Mini Lecture. Program nasional kesehatan lansia 11.SGD. Perubahan bio-psiko-sosial-spritual-cultural yang Lazim terjadi pada proses menua 4. peserta didik Page 97 di 1. Kompetensi 16 1.rasa sakit/nyeri. pengkajian kelompok .terapi Cairan sertta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk atau selama lansia menggunakan Program nasional kesehatan lansia 12. konsep dasar keperawatan gerontik 2. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah psikososial 7.No.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah social cultural 8.Project Based learning (PjBL).gangguan Pernapasan (COPD/asma). Bila diberi data kasus lansia di keluarga. Terapi medik yang lazim digunakan pada lansia Khususnya terkait masalah hipertensi.Case studi. Teori – teori penuaan 3. Asuhan keperawatan kritikal pada lansia 9. Osteoporosis/osteoarthritis.Project mampu 2.

AIPNI Page 98 .

2. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pada Perkemihan tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan AIPNI Page 99 . Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 6. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Perkemihan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kompetensi blok 17 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (Sistem Perkemihan) Mahasiswa akan mampu : 1. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Perkemihan dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Perkemihan. 4. 5.Deskripsi Mata Kuliah semester VI Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Perkemihan (blok 17) : 2 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Perkemihan sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Perkemihan. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan ef ektif. AIPNI Page 100 .

Case studi. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Pencegahan primer.SGD.Project Based learning (PjBL). Pengkajian Sistem Perkemihan 3.Project Based learning (PjBL).dan tersier pada masalah Sistem Perkemihan Metoda Mini Lecture.No. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1.SGD. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 4.sekunder. Lab skills Mini Lecture.Case studi. Kompetensi blok 17 Bahan kajian 1. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 5. Gakin. Patofisiologi pada Sitem Perkemihan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. nasional. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Perkemihan (rujukan. (kasus-kasus Sistem Perkemihan yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.regional dan internasional) 2. Lab skills AIPNI Page 101 .Jamkesmas) 2.

3.

Mengidentifikasi berhubungan

masalah-masalah

penelitian

yang 1. Pengertian masalah penelitian 2. Hasil- hasil penelitian terkait Sistem Perkemihan Manajemen kasus pada Sistem Perkemihan (klasifikasi kasus Sistem Perkemihan dan Prioritas masalah Sistem Perkemihan)

Telaah

jurnal,

Case

study SGD Case study,SGD

4.

dengan Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis

5.

Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia

1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi,Beneficien,justice, non maleficien, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem Perkemihan 2. Kateterasi urin 3. Peritonial dialisa 4. Irigassi blas

Case study,SGD, Problem Based learning (PBL) Lab skills

6

Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku, dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif

AIPNI Page 102

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Sistem Reproduksi (blok 18) : 2 SKS ::

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Reproduksi sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Reproduksi (sikap terhadap kesehatan seksualitas dan reproduksi, anatomi fisiologi sistem reproduksi, perkembangan seksualitas dan reproduksi, kehamilan dan seksualitas, masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi). Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Reproduksi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kompetensi blok 18 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 18 (Sistem Reproduksi) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Reproduksi. 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia.

AIPNI Page 103

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif

AIPNI Page 104

No. Kompetensi blok 18 Bahan kajian 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Patofisiologi pada Sitem Reproduksi gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. (kasus-kasus Sistem Reproduksi yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah, nasional,regional dan internasional) 2. Pengkajian Sistem Reproduksi 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 4. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 5. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Reproduksi (rujukan, Gakin, PMO,Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pencegahan primer,sekunder,dan tersier pada masalah Sistem Reproduksi

Metoda Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

AIPNI Page 105

Pengertian masalah penelitian Reproduksi Manajemen kasus pada Sistem Reproduksi (klasifikasi kasus Sistem Reproduksi dan Prioritas masalah Sistem Reproduksi) Telaah jurnal.justice. Case study. Hasil. Case berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan 2. Mengidentifikasi hasil-hasil penelitian masalah-masalah penelitian yang 1.SGD 1. moral right. Resusitasi bayi baru lahir 5. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Prosedur menolong persalinan 4. Problem Based learning (PBL) Lab skills Page 106 . dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien AIPNI study SGD 4. non maleficien.hasil penelitian terkait Sistem dalam mengatasi masalah Reproduksi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. fundus uteri Case study. nilai dan norma masyarakat 2.SGD. Pengkajian pada sistem Reproduksi 2.3. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1.Beneficien. PP test 3. Pemerikasaan fisik pasca persalinan : lochea Mamae. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku.

Senam psot partum 8.dan efektif 6. Senam Kegel Exercise 9. Pemeriksaan payudara (sadari) AIPNI Page 107 . Senam hamil 7.

dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. meliputi keperawatan kesehatan sekolah . pembahasan kasus dan praktikum. area-area khusus dalam keperawatan komunitas . AIPNI Page 108 .Mata Kuliah : Komunitas III Beban Studi Prasyarat : :: Deskripsi Mata Kuliah Fokus mata ajar ini membahas tentang konsep dasar kesehatan dan keperawatan komunitas. diskusi. asuhan keperawatan komunitas dan pembahasan yang terkait isu dan kecenderungan masalah kesehatan komunitas dalam konteks pelayananan kesehatan utama dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. keperawatan kesehatan kerja . pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Apabila dihadapkan pada situasi area khusus praktek keperawatan komunitas. mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komnitas dalam rentang sehat-sakit 2. Mata ajar ini berguna dalam memahami berbagai area khusus dalam keperawatan komunitas terutama terkait dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi di Indonesia. dan atau prasyarat untuk mengikuti mata ajar keperawatan komunitas III. Kompetensi Blok 19 (komunitas III) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 19 Komunitas III mahasiswa akan mampu : 1. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan . Pada akhir pembelajaran. Pengalaman belajar meliputi ceramah. keperawatan di rumah (“Homecare”). jaminan mutu pelayanan keperawatan komunitas. serta isu/kecenderungan yang terjadi. program. dan memahami mekanisme jaminan layanan keperawatan komunitas.program kesehatan/kebijakan pemerintahan dalam menanggulangi masalah kesehatan prioritas di Indonesia.mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas fokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit minimal pada area sekolah dan kesehatan kerja tersebut dengan menggunakan langkah proses keperawatan komunitas. keperawatan jiwa masyarakat.

Pengertian kesehatan.Project Based learning (PjBL). Program evaluasi: definisi. Pengantar kesehatan komunitas dan konsep Dasar keperawatan komunitas 1.tujuan. Asuhan keperawatan komunitas 1. Kesehatan komunitas 3.manfaat. Program pembinaan kesehatan komunitas Metoda Mini Lecture. Karakteristik dan perilaku sehat 2. Program-program kesehatan/kebijakan dalam menanggulangi masalah kesehatan utama di Indonesia 1. Kompetensi blok 19 Pada akhir pembelajaran mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komunitas dalam rentang waktu sehat-akit Bahan kajian A. Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 2.No. Peran dan fungsi keperawatan komunitas 2. 1. Proses keperawatan komunitas 3. metode/alat 4.SGD. Proses belajar mengajar di komunitas C.tahapan.Case studi. indikator sehat. Lab skills AIPNI Page 109 . Konsep dasar keperawatan komunitas B.

Asuhan keperawatan kesehatan kerja tersebut menggunakan 10.2 Apabila dihadapkan pada situasi area 1. Program kesehatan 11. Asuhan keperawatan jiwa masyarakat 13.Case studi. Konsep keperawatan kesehatan sekolah 6. Lab skills 3 Kesehatan kerja dan pencegahan dengan minimal pada area sekolah dan kesehatan 9.Project Based learning (PjBL). Asuhan keperawatan kesehatan sekolah 7. Program usaha Kesehatan Sekolah penyakit 8. Program perarawtan di rumah Mini Lecture. Konsep keperawatan kesehatan kerja asuhan keperawatan komunitas fokus pada 4. Konsep perawatan di rumah 5. 2. Isu kecenderungan pada empat area/setting Praktek keperawatan komunitas. Program promosi ksehatan mahasiswa peningkatan mampu menyusun rencana 3. Program kesehatan jiwa masyarakat 14. konsep promosi kesehatan khusus praktek keperawatan komunitas.SGD. konsep kesehatan jiwa masyarakat 12. AIPNI Page 110 . langkah proses keperawatan komunitas.

Melakukan simulasi pada penerapan gaya kepemimpinan yang efektif saat memberikan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan 6. Melakukan simulasi penerapan teori perubahan pada pelayanan keperawatan. 2. Melakukan simulasi pengorganisasian pelayanan keperawatan maupun asuhan 4. mahasiswa mampu : 1.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Manajemen Keperawatan : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini membahas manajemen keperawatan yang meliputi manajeman pelayanan keperawatan. Fokusnya pada penggunaan keterampilan manajeman dan kepemimpinan pada asuhan klien secara menyeluruh melalui manajemen pelayanan keperawatan dan memprakarsai perubahan yang efektif dalam sistem asuhan keperawatan. manajemen asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pengarahan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pembuatan perencanaan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 3. Kompetensi blok 20 (Manajemen Keperawatan) Setelah menyelesaikan Mata kuliah ini. 5. AIPNI Page 111 . Melakukan simulasi penyelesaian konflik pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 7.

Teori kepemimpinan 4.No. Job description. Prinsip staffing 5. 1 Melakukan kepemimpinan Kompetensi blok 20 simulasi pada penerapan yang efektif saat Bahan Kajian gaya 1. Karakteristik Kepemimpinan Metoda Mini Lecture. Visi. tujuan. Case Study.misi. Konsep perencanaan 2. Teori manajemen 3. Budgeting 6. SGD keperawatan maupun asuhan AIPNI Page 112 . Pengembangan staf pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. sasaran 4. Gaya kepemimpinan perencanaan 1. Melakukan simulasi pengorganisasian Mini Lecture. Case Study. Staffing 4. job analisis. job evaluasi 3. 2 Melakukan simulasi pembuatan Mini Lecture. Analisa SWOT 5. Case Study. SGD pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Struktur organisasi 2. filosofi. Konsep kepemimpinan 3. Standar keperawatan pelayanan Konsep pengorganisasian : 1. SGD memberikan 2. 3.

Performance Appraisal Mini Lecture. Pengarahan 2. Case Study. SGD AIPNI Page 113 . Quality improvement 3. Pendelegasian 3. Teknik. Case study. SGD keperawatan maupun asuhan keperawatan 5 5. Kepemimpinan Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan Konsep pengendalian keperawatan maupun asuhan keperawatan 1. Komunikasi 4. fungsi pengendalian 2. Supervisi Mini Lecture.4 Melakukan simulasi pengarahan pelayanan Konsep pengarahan 1.

kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi pada pencapaian kemampuan berfikir berbagai aspek yang terkait dengan dan komprehensif dalam dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan . 4. AIPNI Page 114 kegawat daruratan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. 2. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan Kompetensi blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan ) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan) Mahasiswa akan mampu : 1.Deskripsi Mata Kuliah semester VII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat-daruratan multi sistem : 3 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Kegawatan. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan I pada berbagai tingkat usia. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. kegawat daruratan terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang I berhubungan dengan kegawatan. 3. 5. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi sistematis mengaplikasikan konsep kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait berbagai sistem pada individu sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. kedaruratan dan . Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I.

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan I pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayana n yang efisien dan efektif AIPNI Page 115 .

regional dan internasional trauma dan Metoda Mini Lecture. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 3. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 5.SGD. nasional. Diagnosa keperawatan pada kasus syok. Bahan kajian 1. multi overdosis dan keracunan obat pada berbagai tingkat usia di daerah. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat (rujukan.Case studi. Pengkajian pada kasus syok. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Gakin.multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 4.No 1. Lab skills mapping based learning 2. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi blok 21 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan.Jamkesmas) AIPNI Page 116 . Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan pada kasus syok. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan pada kasus syok.Project Based learning (PjBL). Patofisiologi pada kasus syok.

kedaruratan dan kegawat daruratan . Hasil. Lab skills 3. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait Pada kasus syok.Case study SGD 4. multi trauma dan pada sistem sekelompok pada klien dengan tingkat kegawatan. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat Telaah jurnal. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat berbagai dengan dan prioritas masalah pada kasus syok. Case study. multi trauma dan overdosis dan multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia keracunan obat dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mini Lecture. usia overdosis dan keracunan obat (klasifikasi pada kasus kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi syok.SGD AIPNI Page 117 . kedaruratan dan kegawat darurat terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan.hasil penelitian terkait Pada kasus syok. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan.sekunder.2.Case studi.Project Based learning (PjBL). Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan Manajemen kasus pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat ) memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus Pencegahan primer.dan tersier pada masalah kegawatan.SGD.

5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan pada berbagai tingkat usia. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. nilai dan norma masyarakat 2.SGD. kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif Prosedur Keperawatan pada kegawatan. no maleficien. kedaruratan dan kegawat AIPNI Page 118 . Nursing Advocacy Case study. Pengkajian daruratan 2. Problem Based Learning (PBL) 6 Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. 1.moral right. kedaruratan dan Lab skills kegawat daruratan 1. BCLS kegawatan.justice. Triase 3.Beneficien.

kedaruratan dan kegawat darurat. 4. AIPNI Page 119 . kedaruratan dan kegawatan daruratan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep kegawatan. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. kedaruratan dan kegawatan darurat terkait berbagai sistem pada kelompok dan masyrakat sesuai tingkat usia manusia mulai dari bayi sampai dengan sampai lansia. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan.Deskripsi Mata Kuliah semester VIII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat – darurat II : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang kegawatan. 2. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi blok 22 (Keperawatan kegawat – daruratan II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 22 (Keperawatan kegawadaruratan II) mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia 6. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan.5. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. AIPNI Page 120 .

mapping based learning 2 dengan memperhatikan aspek legal dan etis. sekunder. SGD kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi asidosis respiratorik (respiratory failure. asidosis respiratorik (respiratory (PjBL). Head injury dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian Hasil – hasil penelitian terkait kasus Telaah jurnal. asidosi respiratorik failure. Head injury dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia (PjBL).No 1 Kompetensi blok 21 Bahan kajian Metoda Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan Patofisiologi pada kasus asidosis metabolik Mini Lecture. Luka SGD. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan Pencegahan primer. dengan kasus kegawatan. Project Based learning darurat II terkait multi sistem pada kelompok akut. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan Lukabakar). kedaruratan dan kegawat darurat Melakukan simulasi pengelolaan asuhan Manajemen kasus asidosis metabolik (DM. Case Study. Luka bakar). kasus kegawatan. Project Based learning kegawat daruratan II terkait multi sistem pada bakar). Case study. 3 4 AIPNI Page 121 . Head berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – injury hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. henti nafas) stroke pada periode tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal akut. yang berhubungan dengan kegawatan. Case Study. Lab skills. Lab skills kelompok dan masyarakat dengan berbagai failure. sistem pada kelompok dan masyarakat dengan henti nafas) stroke pada periode akut. stroke pada periode SGD. Luka bakar). kedaruratan dan kegawat (DM. kedaruratan dan pada kasus asidosis metabolik (DM. asidosis metabolik (DM. Case study. dan tersier Mini Lecture.

kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan henti nafas) stroke pada periode akut, Head terkait multi sistem pada kelompok dan injury masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan 5 memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat darurat pada berbagai tingkat usia 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study, SGD, Problem otonomi, beneficience, juctice, non Based learning (PBL) maleficience, moral right, nilai dan norma masyarakat. 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku, dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 2. Nursing advocacy 1. Pengkajian pada kasus asidosis Lab skills metabolik (DM, Luka bakar), asidosis respiratorik failure, henti nafas) stroke pada periode akut, Head injury 2. Manajemen klien dengan terpasang ventilator 3. Monitoring CVP

AIPNI Page 122

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Skripsi : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah implementasi dari riset keperawatan yang mewajibkan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang harus diselesaikan dengan penelitian, membuat proposal penelitian, melakukan penelitian dan membuat laporan penelitian dengan menggunakan metodologi penelitian. Tujuan Mata Kuliah : Peserta didik mampu : 1. Mengidentifikasi masalah penelitian 2. Membuat rancangan penelitian 3. Melakukan penelitian 4. Menyusun laporan penelitian dalam bentuk Skripsi 5. Mempertanggungjawabkan melalui uji sidang Skripsi Bahan Kajian 1. Metoda Penelitian kwantitatif dan kwalitatif 2. Metoda Penelitian Kesehatan 3. Statistik
4. Sumber – sumber yang berhubungan dengan topik penelitian baik dalam bentuk

buku teks ataupun jurnal dan website sesuai topik penelitian Daftar Pustaka Gunakan Referensi terkini dengan terbitan 5 tahun terakhir minimal 5 judul gunakan website sesuai dengan topik bahasan :
• • •

http://en.wikipedia.org http://yahoo.co.id http://google.com Proquest

AIPNI Page 123

IKD 1 (4SKS) Semester 1

Agama (2 SKS)

Kebut . oksigennasi (4 SKS)

Kewarganegaraan

B. Indonesia (2

ISD ( 2 SKS)

AIPNI

(2 SKS)

SKS) IKD II (4SKS) Semester 2 Kebut. Nutrisi ( 4 SKS) IKD III ( 4 SKS) Kebut cairan dan Elektrolit (4 sks) Kebut. Eliminasi ( 3 sks) Kebut. Istirahat dan Tidur ( 3 sks) Kebut. Aktivitas dan Mobilisasi (3 sks) Kebut. Aman dan Nyaman (4 sks) Kebut. Konsep diri ( 4 sks) Keperarawatan Komunitas I (2 sks) Kebut. Seksualitas ( 4 sks) Kebutuhan Komunikasi ( 3 sks) Kep. Komunitas II (3 sks) Semester 5 Semester 4 Semester 3 DENGAN PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kebut. Mekanisme Koping (3 sks)

Pendekatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia

Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa ( 2 SKS) Riset Kep Manajemen Keperawatan (2 sks) Kep. Komunitas III ( 3 sks) Komprehensif I ( 3 sks) Komprehensif II ( 3 sks)

(2 SKS) (2 SKS) Inggris SKS) (2 SKS)

MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA Semester 6 Semester 7

Page 124

Skripsi (4

Semester 8

CONTOH STRUKTUR KURIKULUM PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR SEMESTER I Agama Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu Sosial Dasar Jumlah jam/mg = 14 + 4 = 18 jam SEMESTER II Mata Ajar Kebutuhan Oksigenasi Kebutuhan Nutrisi Bahasa Inggris Ilmu Keperawatan Dasar III Jumlah jam = 11 + 4 + 4 = 19 jam SEMESTER III No 1 2 3 4 5 Mata Ajar Kebutuhan Cairan & Elekrolit Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Istirahat & Tidur Kebutuhan Aktivitas & Mobilisasi Bahasa Inggris Jumlah jam = 11 + 4 + 8 = 23 jam No 1 2 3 4 No 1 2 3 4 5 6 Mata Ajar SKS 2 2 2 4 4 2 16 SKS 4 4 2 4 14 SKS 4 3 3 3 2 15 T 2 2 2 2 2 2 14 T 3 3 2 3 11 T 3 2 2 2 2 11 Lab 1 1 2 Lab 0.5 0.5 1 2 Lab 0.5 0.5 0.5 0.5 2 K ket

K 0.5 0.5 1 K 0.5 0.5 0.5 0.5 2

ket

ket

Deskripsi mata kuliah pendekatan berdasarkan pendekatan kebutuhan Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir dalam keperawatan, perkembangan keperawatan ; pendekatan holistic care (konsep caring, holisme, humanisme dan transcultural nursing); prinsip-prindip legal etis dan isu etik (etical issue); nursing advocacy; termasuk, teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I
AIPNI Page 125

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. 2. 3. 4. 5. No 1 menerapkan konsep berfikir kritis dalam keperawatan menganalisis perkembangan sejarah keperawatan menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan menerapkan prinsip-prinsip legal etis paada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Menerapkan konsep berfikir kritis dalam 2 keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah 3 keperawatan Menganalisis prinsipprinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan 1. 2. 3. 4. 4 Menerapkan prinsipprinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatann Bahan kajian Konsep berfikir kritis dalam keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional teori sistem konsep berubah konsep holistic care : transcultural nursing Mini lecture, case study, small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Mini lecture, case study, small group discussion (SGD)

caring, holisme, humanisme dan (keperawatan lintas budaya) 1. prinsip-prinsip etika keperawatan : onotomi, beneficience, non maleficience, justice, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. isue etik dalam praktik keperawatan ; Euthanasia, transplantasi organ, supporting devices, aborsi 3. prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik, neglected, pertanggunggugatan

AIPNI Page 126

pertanggungjawaban.(mandiri dan limpahan). dll 4. PjBL mengirim tugas melalui email. mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet ) Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar II : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : AIPNI Page 127 . Demonstrasi. 5. 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan perlindungan hukum dalam nursing advocacy praktik keperawatan pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer ( membuat blok.

case study. menerapkan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 5. Orem.Mata kuliah ini membahas tentang konseptual keperawatan . case study. dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia karakteristik. penggunaan komunikasi terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 4. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. Dicovery learning (DL). prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Mini lecture. karakteristik. menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok I Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi 2 Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. Kompetensi blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa akan mampu : 1. tahap. Roy. konsep. tahap. komunikasi terapeutik 3. ternd dan issue 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang AIPNI Page 128 . project based learning(PjBL) Mini lecture. SGD Betty Neuman. menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan kondep tumbuh kembang 4. menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. menerapkan model konseptual keperawatann dalam berbagai situasi 2. dan tugas perkembangan 1. dll ) Menerapkan hal-hal yang terkait Konsep. teori komunikasi 2.

orang dewasa. metode evaluasi Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III : 2SKS(2-1) :Mini lecture. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi 5. rancangan penyuluhan kesehatan 6. anak. Kompetensi blok 3 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa akan mampu : AIPNI Page 129 . komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuia dengan tumbuh kembang keyakinan 1. konsep belajar sepanjang hayat 2. antropologi dan sosiologi budaya 3. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) PjBL Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektef keperawatan : maternitas.komunikasi dalam pelayanan kesehatan / keperawatan 6. teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. case study. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan dan tantanan pelayanan kesehatan.

mengaplikasikan prinsip pendidikan dan keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan AIPNI Page 130 . anak. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan 3. menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas .1. orang dewasa. merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2.

perencanaan d. perspektif dan falsafah keperawatan b. SGD.case studi. pendokumentasian a. Demonstrasi AIPNI Page 131 . teori pendekatan sosial dalam kesehatan Metode Mini lecture.case studi. project based learning (PjBL). ruang lingkup keperawatan c. dll) a. tren keperawatan d. pelaksanaan e. konsep belajar sepanjang hayat b. orang dewasa. SGD.No 1 Kompetensi blok I Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien Konsep proses keperawatan : a. anak. diagnose keperawatan c. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. project Based learning (PjBL) lab skills 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. Mini lecture. reaksi hospitalisasi. evaluasi f. SGD. antropologi dan sosiologi kesehatan c. isu keperawatan (konsep bermain pada anak. pengkajian b. project Based learning (PjBL) lab skills 3 Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dala sistem pelayanan kesehatan Case studi.

konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi e.d. rancangan penyuluhan kesehatan f. metode evaluasi AIPNI Page 132 .

melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada skelompok klien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. difusi. dan sistem respirasi sel. 2. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi blok 6 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada kebutuhan oksigenasi mahasiswa akan mampu : 1.Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Kebutuhan Oksigenasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang kebutuhan oksigenasi sesuai tingkat usia manusia melalui dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi AIPNI Page 133 . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. transportasi. 3. Mengidentifikasi masalah oksigenasi 4.

7. regional dan internasional) Metode Mini Lecture.No. 4. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan Mini Lecture. Jamkesmas) 1. Project Based Learning (PjBL). kimia. fisiologi. 2. Patofisiologi pada kebutuhan oksigenasi (kasus-kasus oksigenasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Gakin. 5. nasional. Lab skills AIPNI Page 134 . Case Study. fisika dan biokimia oksigenasi. Dokumentasi asuhan keperawatan Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi (rujukan. Bahan kajian Anatomi. 1. Case Study. SGD. 6. Kompetensi blok 6 1. Lab skills. mapping based learning 3. Pengkajian kebutuhan oksigenasi Diagnosa keperawatan pada gangguan oksigenasi Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigenasi. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Project Based Learning (PjBL). PMO. Pencegahan primer dan sekunder pada masalah kebutuhan oksigenasi 2. SGD.

Pencegahan tersier pada masalah Telaah Jurnal. 1. justice. Suctioning Case study. beneficience. Problem Based learning (PBL) 6. Fisioterapi dada/postural drainage 3. oksigenasi 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbgai tingkat usia dengan memperhatikan aspek Melaksanakn fungsi advokasi pada kasus dengan oksigenasi pada berbagi tingkat usia. kebutuhan oksigenasi Mengidentifikasi masalah-masalah Hasil-hasil penelitian terkait kebutuhan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah oksigenasi. Case study. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan oksigenasi pada berbagi tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Manajemen kasus pada kebutuhan oksigenasi Case study. moral right. SGD prioritas masalah sistem respirasi) keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus kebutuhan oksigenasi dan 5.oksigenasi pada berbagai tingkat usia 3. SGD. 2. Terapi O2 4. Nursing advocacy 1. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. non maleficience. SGD dengan memperhatikan aspek legal dan etis. nilai dan norma masyarakat 2. dengan berfikir Lab skills AIPNI Page 135 . Pengkajian pada oksigenasi 2.

Perawatan WSD 6.kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Trakheostomi AIPNI Page 136 . Nebulisasi 7.

Kesimpulan Kedua model matriks dan rangkaian deskripsi mata kuliah yang disajikan diatas belum merupakan pencerminan kurikulum lengkap tetapi hanya berupa kurikulum inti (60%). Kep Praktik 30% Tahap Akademik 144-160 SKS Teori 70% Ners Pola Pendidikan Nerd an Sistem Uji Kompetensi sebelum kelulusan Tahap Profesi (internship) Uji Kompetensi (work entry / exit exam) STR (RN) AIPNI Tahap Akademik Page 137 . deskripsi mata kuliah yang belum diuraikan serta mata kuliah yang terdapat kurikulum institusi perlu dilengkapi oleh masing-masing institusi. Selanjutnya. Model Penyelenggara Pendidikan Sarjana Keperawatan Tahap Profesi 36 SKS S. seluruh deskripsi mata kuliah belum dijabarkan. Dengan demikian.

mengembangkan. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia No. dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.Kep” dan setelah tahap profesi lulusan akan mendapat sebutan profesi “Ners” 5 KURIKULUM PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI Pendidikan profesi keperawatan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik untuk mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai ners. lulusan akan mendaptkan gelar Sarjana Keperawatan “S. 232/U/2000 pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan.Penamaan kelulusan : Setelah menyelesaikan tahap akademik. AIPNI Page 138 .

No. Mendiknas. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan. Pendidikan tahap profesi keperawatan merupakan tahapan proses adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional. maka dibutuhkan masa studi 48 minggi (2304 : 48 jam) A. Community Leader B. Kurikulum institusi pendidikan tahap tinggi profesi terdiri dari 60% kurikulm inti (22 SKS) dan 40% kurikulm yang mencirikan institusi. 3. Pengembangan kurikulum pendidikan tahap profesi terdiri dari kurikul inti dan kurikulum instirusi yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelnggarakan program pendidikan profesi. Manajer asuhan klien. AIPNI Page 139 . Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi di fokuskan pada kemampuan: a. Kompetensi pendidikan profesi dapat dicapai dengan masa studi 2-3 semester dengan perhitungan 36 SKS x 16 minggi x 4 jam = 2304 jam. 232/U/2000 pasal 5 ayat 2). Dengan demikian. Jika dalam satu minggi 48 jam. diharapkan seluruh institusi pendidikan profesi mempunyai kurikulum inti yang sama. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal. memberikan pendidikan kesehatan menjalankan fungsi advokasi pada klien. Care Provider (Profil peneliti dan pendidik terintegrasi dalam profil Care Provider) 2.Program pendidikan ners merupakan lanjutan tahap akademik pada pendidikan sarjana keperawatan dengan beban studi minimal 36 SKS (mengacu pada PP no. Kompetensi Lulusan Pendidikan Tahap Profesi Untuk menjamin kualitas lulusan agar dapat berkomunikasi secara global diperlukan patokan dalam penentuan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang ners di berbagai institusi penyelnggara pendidikan ners di seluruh Indonesia. Kompetensi ini dijabarkan kedalam unit kompetensi : 1. 4 pendidikan kedinasan) atau setara magister (SK. Profil Lulusan Pendidikan Profesi Tahap pendidikan profesi lebih difokuskan pada profil sebagai : 1.

Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dan komunitas e. d. b. Mengaplikasikan fungsi kepimpinan manajemen keperawatan. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik g. Mampu menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim c.b. Melaksanakan asuhan keperawtan profesional di tatanan klinik dan komunitas menggunakan hasil penelitian. Manpu mengunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik AIPNI Page 140 . Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan j. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. Unit Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi: a. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien h. Mampu mendemonstrasikan ketrampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Mampu membeikan asuhan yang berkualitas ecara holistis kontinyu dan konsisten k. i. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. d. c. serta menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan. 2.

kuratif dan rehabilitatif v. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengguanan sstrategi manajemen kualitas dan manajemen resiko n. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi ruangan untuk mengingkatkan kemampuan AIPNI Page 141 . Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya cc. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif q. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas u. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan o. Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok y.m. Mampu melaksaanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien w. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan p. Mampu mencegan dan menyelesaikan konflik aa. Mampu memberikan pengarahan pada anggota timnya bb. Mampu dalam mengembangkan profesi keperawatan s. Mampu mengorganisasikan mamajemen ruangan keperawatan secara berkelompok z. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan t. Mampu mengembangkan potensi diri professional r. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawtan x. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif ditatanan komunitas dalam aspek promutif preventif.

1. AIPNI Page 142 . kontinyu dan konsisten Mampu mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mamapu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningakatan kualitas area prakik terutama AREA PENCAPAIAN area praktik keperawatan Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian Diseluruh keperawatan professional di menerapkan aspek etik dan 2. anak. area keperwatan medikal dan jiwa Mampu memberkan asuhan yang secara berkualitas secara bedah. 3. 5. maternitas. 4. 2. Unit Kmopetensi dan Area Pencapaian NO. Melaksanakan tatakan legal 3. logis dan etis dalam mengembangkan keperawatan asuhan keperawatan holistik. klinik asuhan 1.c. UNIT KOMPETENSI asuhan keperawatan Mampu menggunakan keterampilan inter personal yanf efektif dalam kerja tim Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan tanggung jawab Mampu menggunakan proses keperawatn dalam menyelesaikan Diseluruh masalah klien kritis. dengan 1. Kaitan Kompetensi. KOMPETENSI Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan inter personal 2.

6. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan 9. Berkesinambungan dalam praktik 7. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan akontabilitas auhan keperawatan yang AIPNI Page 143 . Mampu memberikan dukungan kepeda tim asuhan dengan mempertahankan diberikan 10. Mampu mempertahakan lingkunagn yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko 8. 12. 11. 13.

Mampu menggunakan proses keperawatan dalam Di area keperawatan kelarga. jiwa. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi AIPNI Page 144 . 2. anak. berkelompok 2. Mampu merencanakan kebutuhan keperawatan secara Keperawatan medikal bedah. Mampu mengorganisasikan menejemen ruangan keperawatan secara berkelompok mampu mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim 3. Mampu mengembangkan program yang kretif dan inofatif ditatanan komunitas dalam aspek promotif preventif.3 Melaksanakan asuhan keperawatan profesional ditatanan komunitas 1. Mampu melaksanakan terapi modlitas / komplementasisesuai dengan kebutuhan klien gerontik. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota tinya 5. kuratif dan rehabilitatif 4. dan menyelesaikan masalah klien ditatanan kominitas menerapkan suhan komunitas 3. Mampu memberikan pengarahan kepada angota tim nya 4. Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajenen keperawatan 1. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam komunitas 4. dan komunitas.

dan modul praktik. pelaksanaan pendidikan terhadap proffesi harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip di bawah ini : 1. Pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi berorentasi pada tahap pembelajaran sederhana ke kompleks dengan memfokuskan pada pengetahuan. kertampilandan sikap untuk mencapai kompetensi profesional seorang ners. 4. Tersedianya buku pedoman pelaksanaan kegiatan pendidikan tahap profesi.Lulus pendidikan sarjana keperawatan . 3.Lulus uji kompetensi (12 kompetensi inti dan kompetensi tambahan yang diperlukan untuk wahana praktik tertentu) 2. Deskripsi mata kuliah . menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Tersedianya preseptor/mentor untuk menyelengarakan pendidikan profesi. Tersedianya wahana praktek yang kondusif (sarana dan prasarana) untuk menumbuh kembangkan kemampuan berfikir kritis. Oleh karena itu. 5.D. E. Struktur Kurikulum Pendidikan Tahap Profesi Pendidikan tahap profesi merupakan kelajutan dari tahap pendidikan program sarjana keperawatan dimana tahap ini peserta didik mengaplikasikan teori dan konsep yang didapat selama proses pendidikan sarjana. Calon peserta pendidikan tahap profesi : . buku log. Matrik sebaran Mata kuliah pendidikan Profesi Stase Mata Kuliah Jumlah SKS Kurikulum Kurikulum inti institusi I Keperawatan Medikal Bedah 5 II Keperawatan Anak 2 III Keperawatan Maternitas 3 IV Keperawatan Jiwa 2 V Menejemen Keperawatan 2 VI Keperawatan Gadar 2 VII Keperawatan gerontik 2 VII Keperawatan Keluarga dan Komunitas 4 Jumlah 22 36 Penatalaksanaan : Stase I-VIII dapat dilaksanakan secara paralel dan tidak prasyarat karena diasumsikan setiap lilisan pendidikan tahap akademik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk tahap profesi.

. ARF/CRF. membuat keputusan legal dan etik serta mengunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada orang dewasa. Kompetensi : Setelah mengikuti praktik profesi Keperawatan Medikal Bedah mahasiswa mampu : a. e.Mobilitas fisik : Fraktur. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang dewasa. b.Nutrisi : DM. BPH. c. Stroke. Pneuminia. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien dewasa ditatanan klinik dengan gangguan : .Keamanan fisik : Leukimia. HIV/AIDS. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dal ilegal . Mata Kuliah Beban Studi : Keperawatan Medikal Bedah : 5 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan medikal bedah merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap ketika melakukan asuhan keperawatan profesional.1. Ca paru . Anemia.Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. Pankreatitis akut. .Oksigenasi akibat ARDS. Hepatitis.Eliminasi : Ileus Ca saluran cerna. Asma. . d. Koleliasis akut. Hipo/hipertiroid. DHF. Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah mencakup asuhan keperawatan pada klien dewasa dalam konteks keluarga yang mengalami masalah pemenuhan daarnya akibat gangguan satu sistem (organ) atau beberapa sistem (organ) tubuhnya. memberikan pendidikan kesehatan. Dekompesasio cordis.Termoregulasi : Thypoid . . Cirhep.

h. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan yang berlaku dalam bidang kesehatan.f. . Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metoda Pembelajaran 1. k. p. Diskusi kasus 4. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Problem solving for better health (PSBH) 8. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. q. r. m. Mengembangkan pola pikir kritis. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik. l. Pre dan post conference 2. logis dan etis dala mengembangkan asuhan keperawatan oramh dewasa Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan kliean dewasa Mendemonstrasikan ketrampilan teknik keperawatan yang sesuai dengan standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif i. n. g. kontinyu dan konsisten Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. j. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Case report dan overan dinas 5. o.

kasus singkat 8.Student Oral Case Analysis) 4. Problem solving skill 7. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Case test / uji kasus (SOCA.Metoda evaluasi : 1. menjalankan fungsi advokasi pada klien anak dan keluarganya. memberikan pendidikan kesehatan. Kasus lengkap. Log book 2. OSCE 6. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada anak. Direct Observasional of prosedure skill 3. Mata Kuliah Beban Studi Deskripsi Mata Kuliah : : Keperawatan Anak : 2 SKS Praktik profesi keperawatan anak merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional yang aman dan efektif. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. . Critical insidence report 5.

morbili . meningitis / Enchepalitis. Labiopalatoschiziz . Hypospadia.Bayi dan anak dengan gangguan oksigenerasi akibat RDS. Atresia Anni. Juvenile DM. Thypoid. d.Bayi dan anak dengan gangguan eliminasi akibat kelainan congenital : Hirschprung. NS . pra sekolah. sekolah dan remaja) dalam knteks keluarga yang bertujuan untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehat. Anemia. Hyperbilirubinemia.Bayi dan anak dengan gangguan pertubuhan dan perkembangan .Praktik profesi keperawatan anak mencakup anak dengan berbagai tingkat usia (neonatus. toddler. dengan anak masalah pediatric sosial dan manajemen terpadu balita sakit. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan anak dengan berbagai tingkat usia dalam konteks keluarg Menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien aanak pada berbagai tingkat usia dalam konteks keluarga ditatanan klinik . Pneumonia. f. ITP.Bayi dan anak dengan nutrisi : KEP/ malnutrisi. c. dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan ditatanan klinik. Kompetensi : Setelah menyelesaikan praktik profesi keperawatan anak mahasiswa mampu : a. obesitas .Bayi dan anak dengan gangguan termoregulasi : MAS. Kejang e. Thalasemia . Asma. RDS. BBLR. Trombositopenia. anak sakit akut dan sakit yang mengancam kehidupan.Bayi dan anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. bayi.Bayi dan anak dengan gagguan keamanan fisik : Leukimia. b. DHF. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien anak dalam konteks keluarga Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien ank dalam konteks keluarga .

l. q. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1.g. Case report dan overan dinas 5. o. j. Metoda evaluasi : . Problem solving for better health (PSBH) 8. i. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keprawatan yang diberiakan n. Menggembangkan popla pikir kritis. Diskusi kasus 4. Mendemonstrasikan keterampilan tekniskeperawatan yang sesuai dengan standarta yang berlakuatau secara kreatif dan inivatif agar pelayanan yang diberika efisien dan efektif pada klien anak h. dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sehat di masyarakat m. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. p. logis. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Membuat klasifikasi dan tindakan dari kasus yang diperoleh di Pukesmas. Pre dan post conference 2. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan pada klien anak dalam konteks keluarga Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien dan keluarga agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan stratedi manejemen kualitas dan manajemen resiko pada klien anak dalam konteks keluarga k.

(2001). Louis: Mosby Elseiver Karen. Nursing Care of the General pediatric Surgisal Patient. Daftar Pustaka Ball. W. Jakarta: fakultas Ilmu Kedokteran Unuversitas Indonesia . OSCE 6. Pediatric nursing : caring for Children. Dickey. Critical insidence report 5.. Wong’s Nursing Care of Infants and Children“. Advanced pediatricclinical assessment: Skills and procedures. (2003). Hockenberry. R. & Sperhac.Wilson. Current pediatric Diagnosis and Treadment. Al. J & Wilson. (8th edition). Philadelphia: Lippincot Markum.R.S. Al.1.. M. W. A.(1999). Hay.). Saunders Company. 1996. M. Maryland : Aspen publication Bowden. Problem solving skill 7.. & Bindler. D. Philadelphian :Lippincott.. Buku ajar ilmu kesehatan anak. (2008). Readwood City : Addison Wesley Muscari. (8th ed. New Jersey : prentice hall Barbara. Log book 2. Philadelphia: W. SR. James. Children and their families : The continuum of care. R. A. J. S. S. Hockenberry. et. & Greenberg.H. M. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Jilid 1. S. B. V. Kasus lengkap. 1997. (2007). 2000. Connecticut : Appleton dan Lange. C. Canada : Mosby Company. et.M 1990. C. V. Wellness Nursing Diagnosis for Health Promotion.. St.B. kasus singkat 8. Mott. (1998).Student Oral Case Analysis) 4. Nursing Care of Children and Families. Case test / uji kasus (SOCA. W.E. Direct Observasional of prosedure skill 3.

M.Wong and Whaley. melahirkan dan paska melahiran serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan dan keluarganya. Clinical Manual of Pediatric Nursing. St. Kasprisin C & Hess. b.L. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada ibu hamil. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Clinical manual of pediatric nursing. Nursing Care of Infants and Children“. Louis : Mosby. Louis : Mosby Year Book Wong. 1. (2003). D. c.. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan Maternitas dalam konteks keluarga Praktik profesi keperawatan maternitas dilakukan secara bertahap dimulai dari prenatal. St. menjalankan fungsi advokasi pada klien. D. 1996. & Hockenberry. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. (7th edition)St. Louis : Mosby. memberikan pendidikan kesehatan. intranatal dan post natal serta yang mengalami masalah pada sistem reproduksi dan pengaturan kehamilan. C. Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas Beban : 3 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan maternitas merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. J.I. Wong... Mengguanakan proses keperawatan pada ibu hamil melahirkan dan paska melahirkan serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan . (1996).

paska melahirkan. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. h. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m.e. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal : merencanakan program keluarga berencana. kontinyu dan konsisten. Diskusi kasus 4. masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan. i. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. melahirkan. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Metode Pembelajaran 1. j. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif o. Problem solving for better health (PSBH) . Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan maternitas. k. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontbilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan maternitas. f. Pre dan post conference 2. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Case report dan overan dinas 5. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. n. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3.

2006. Davis Company. Comprehensitive Maternity Nursing Process and Childbearninf Family . St. Nursing Care Plans : Nursing diagnosis and Intervension. Upper Saddle River. Tokyo. Inc. E. Louis. Snyder Shirlee J. Maternity and Gynecology care The Nurse ang the family. Grand Rapids. Philadelphia Gulanick Meg. Manual of Obstetri Diagnosis and Therapy. Myers Judits L. San Francisco. 1983. Mosby Company. Log book 2.Student Oral Case Analysis) 4. Louis.b. St. Toronto May katharyn Antle and Mahlmeister laura Rose. Louis London.B. kasus singkat 8. and Practice. Louis . Moorhouse Mary Frances. 2004 Fundamentals of Nursing Concepts. Murr Alice C. London Mexico City. Little. 7th Edition. J. Lowdermik Deitra Leonard. Sydney. St. Niswander Kenneth R. Second Edition. Ltd. F. Mosby. Boston Medical Science International. Newyork. Brown and Company. Philadelphia. Mosby. Erb Glenora. Louis Sao Paolo Sydney. Maternity Nursing. The C. 7th Edition. Nursing plans Guidelines for Individualizing Client Care Across The Life Span. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- . Direct Observasional of prosedure skill 3. Comprehensive Maternity Nursing Nursing Process and Childbearing Family. 1999. Portfolio Daftar Pustaka Doenges Marilynn E. OSCE 6. 1985. Bobak Irene m. Sydney. Berman Audrey. 1990. Case test / uji kasus (SOCA. Critical insidence report 5. 2007. Tokyo. Perry Shannon. Neeson Jean D dan May Katharyn A. Process.8. Lippincott Company Philadelphia. St. Metoda evaluasi : 1. United stated of Amerika. New Jersey. 1986. 6th Edition. Kasus lengkap. Newyork. Problem solving skill 7. Person Education.V. St. Kozier Barbara. Lippincott Company Philadelphia. London. J. Toronto. Princeton. Jensen Margaret Duncan dan Bobak Irene M. Fight edition.A. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan.

Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. agama atau factor lain dari setiap klien lanjut yang unik . Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. − Oksigenasi akibat COPD. b. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. − Nutrisi : KEP. c. − Eliminasi : BPH. arthritis. resiko dan potensial serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien. e. Praktik profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. Mata ajar Beban Studi Prasyarat : Keperawatan Gerontik : 2 SKS : Telah melalui praktek Deskripsi Mata Ajar : Praktik profesi keperawatan gerontik merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. f. Pneumonia Hipostatik.2. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik mahasiswa mampu: a. − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan gerontik. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien usia lanjut. − Keamanan fisik dan mobilitas fisik : Fraktur. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Mengguanakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien usia lanjut. memberikan pendidikan kesehatan. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Dekompensasio cordis. hipertensi.

Log book 2. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan. Problem solving skill 7. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional q. k. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan r. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. kontinyu dan konsisten. n. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Portfolio Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI. Metoda evaluasi : 1. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Direct Observasional of prosedure skill 3. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif p. h. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Program Pemerintah Tentang Kesehatan Gerontik . Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. OSCE 6. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan usia lanjut. kasus singkat 8. Kasus lengkap.Student Oral Case Analysis) 4. Critical insidence report 5. j.g. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Case test / uji kasus (SOCA. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien usia lanjut. o. i.

dengan gangguan jiwa. Gerontologic nursing. Praktik profesi keperawatan jiwa berfokus pada penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dalam konteks keluarga dan masyarakat melalui penerapan terapi modalitas keperawatan. C. (2004). Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a.Lueckenotte (1996). G. Lippincott company. Wold. promotif. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Philadelphia: J. Saunders company.B. Fundamental of Nursing. St. Lippincott company.H. Philadelphia: W. Gerontological nursing care. Memberikan asuhan keperawatan kepada individu. Second edition.B. Louis: Mosby Book. b. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Tyson.. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Mata Ajar Beban Studi Deskripsi Mata Ajar : Keperawatan Jiwa : 2 SKS Praktik profesi keperawatan jiwa merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa ketika adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan kepada individu. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. (1999). c. Inc. S. anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko.R. Taylor. Miller. keluarga dan masyarakat baik yang sifatnya preventif. (1995). Nursing care of older adult. kuratif dan rehabilitatif serta memberikan pendidikan kesehatan. (1999). membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan jiwa. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------3. Carrol et all. theory and practice. Toronto: Mosby.B.sosio-spiritual terutama masakah gangguan . Second edition. Basic geriatric nursing. Philadelphia: J.

Pendelegasian kewenangan bertahap . logis. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. perilaku Kekerasan dan dan Definsit Perawat Diri. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Berlaku h. Waham. Isolasi Sosial. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. e. n. k. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan jiwa. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. l. Hallusinasi. Tutorial individual yang diberikan preceptor 3. Peerta praktik melakukan proseskeperawatan jiwa. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Mengembangkan pola pikir kritis. j.jiwa dengan cora problem. kontinyu dan kosisten. Pre dan post conference 2. m. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhann keperawatan yang diberikan. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. i. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Bunuh Diri. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Harga Diri Rendah. Case report dan overan dinas 5. o. Diskusi kasus 4.

Fifth Edition. Case test / uji kasus (SOCA. Psychiatric Nursing. 7 edition.6. Mosby. …………………………………………………………………………………………. Psychiatric Nursing Care Plan St. Addison Wesley California. California. Stuart S. Lippincontt. Fletcher (1995). P.F (1998). Taylor C (1997). Conceps. Schewecke. Essential of Mental Healt Nursing. Foundamental of Nursing. Foundamentals of Nursing. M. Prosess and Practice. B (1997). M. Direct Observasional of prosedure skill 3.E. Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat th . (1999). 3. C. Louis. Kozier.. Mosby. Louis : Mosby Fountainne. P (1997). Psychiatric Care plans Guidelines for Individualizing Care Ed. kasus singkat 2. Addison Publising Company. St. Keltner. OSCE 6.C and Moorhouse.. Philadelphia : F. Metoda evaluasi : 1. Log book 2. Problem solving skill 1.. R.A (1991). Bostrom. Townsend. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. Potter.. Problem solving for better health (PSBH) 8. Mosby.P and and Heacock. Prosess and Practice. Conceps. Clinical Manual of Psychiatric nursing. Kasus lengkap. Portfolio Daftar Pustaka Doenges M. St. Founth Edition. 6. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. P. St. Louis Rawlin. Principles and practice of Psychiatric Nursing.. St. M and Holloday.Student Oral Case Analysis) 4.A Davis Company Fortinash.Louis. Critical insidence report 5. Laraia (2003). The Art and Science of Nursing Care Philadelphia. Foundamentals of Nursing.E (1993).

dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaiakan masalah klien pada berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat akibat gangguan : − Termoregulasi : Trauma kapitis − Oksigenasi : Infark Miokard. e. berbisa. b. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. . Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gaswat darurat. c. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.Beban : 2 SKS Praktik profesi keperawatan gawat darurat merupakan program yang Deskripsi Mati Kuliah menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan. trauma thoraks − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : DM dengan ketoasidosis. memberikan pendidikan kesehatan. krisis tiroid. Praktik profesi keperawatan gawat darurat mencakup asuhan keperawatan dalam konteks keluarga pada klien dengan berbagai tingkat usia yang mengalami masalah pemenuhan kebutuhan dasarnya akibat gangguan salah satu sistem (organ) ataupun beberapa sistem (organ) tubuhnya dalam keadaan gawat darurat. − Keamanan fisik : keracunan. f. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan menggunakan salah satu referensi dari hasil penelitian yang berkaitan dengan keperawatan gawat darurat. sengatan binatang. Gagal nafas. menjalankan fungsi advokasi pada klien.

g. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan m. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional o. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif n. j. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan pada klien denagan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat (Triage) i. Pre dan post conference 2. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Menjalankan fungsi advokasi pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat untuk mempertahankan klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Metoda evaluasi : . Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Case report dan overan dinas 5. Mengembangkan pola pikir kritis. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat h. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. logis. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. l. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. Diskusi kasus 4. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Problem solving for better health (PSBH) 8. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan p. k. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat.

Kasus lengkap. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok . Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan d. kasus singkat 8. Problem solving skill 7. Log book 2. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab c. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. pengarahan dan pengendalian dengan menerapkan berbagai gaya kepemimpinan yang efektif. b. Selama praktek mahasiswa memprakarsai perubahan yang efektif dan inovatif dalam asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan. Critical insidence report 5. pengorganisasian. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------7. OSCE 6.1. Direct Observasional of prosedure skill 3. Case test / uji kasus (SOCA. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Praktik profesi keperawatan manajenen keperawatan mencakup perencanaan. Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan Beban : 2 SKS Deskripsi Mati Kuliah Praktik profesi manajenen keperawatan merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerapkan konsep – konsep yang berhubungan dengan manajemen & kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan yang sesuai dengan keadaan saat ini. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a.Student Oral Case Analysis) 4.

3. p. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. Metode pembelajaran. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pengelolaan klien. Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan kondisi ruangan k. 5. 7. 4. Memberikan pengarahan kepada anggota timnya h. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Mencegah dan menyelesaiakan konflik didalam timnya g. Melakukan supervisi terhadap anggota timnya i. Pre dan conference. Diskusi kasus. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 2. Problem solving skill. 5. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. 6. kasus singkat. 8. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Pendelegasian kewenangan bertahap. Kasus lengkap. Tutorial individual yang diberikan preceptor. 4.e. Case report dan overan dinas. Direct Observasional of Prosedure skill. 1. Melaksanakan perubahan dalam asuhan dan pelayanan perawatan. . Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). 2. 7. Mengembangakan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. l. Mengorganisasikan manjemen ruangan keperawatan secara berkelompok f. 1. 6. q. m. Critical insindence report. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. Log book. Melakukan evaluasi terhadap timnya j. n. 3. OSCE. o.

B Kron (1981).New Jersey:Prentice-Hall Barret Jean et all (1975). dan komunitas dengan masalah kesehatan yang bersifat actual. Introductory management and Leadership for Nurses. Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas berfokus kepada kebijakan dan program pemerintahan tentang kesehatan masyarakat. (1994).Mata ajar Beban Studi : Keperawatan keluarga dan komunitas : 4 SKS Deskripsi Mata Kuliah : Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan untuk pencegahan primer. Leadership roles and management functions nursing. Nursing management: A System approach. .& Swansburg.et all (2001) Effective leadership and management in nursing . Portfolio. sekunder dan tersier kepada individu. menjalankann fungsi advokasi... (2000).J. D. R. J (2006). R. R. Daftar Pustaka Sullivan. pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui kerjasama dengan lintas program dan sektoral. The Manegement of Patient Care. R. Nursing management and leadership.A.E. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini terkait dengan keperawatan keluarga dan komunitas. Louis: The CV Mosby Marquis. Philadelphia: W.. keluarga. London : Jones and Bartlett Publisher. WB Saunders Marriner AT (1996) Nursing Management and Leadership. J. The Head Nurse.Her Ladership Role Gilliies. L. (1998). risiko dan potensial.. C. Philadelphia: Lippincott. Roussel. B. L. Putting Leadership Skills to Work. C. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktek profesi keperawatan keluarga dan komunitas mahasiswa memiliki kemampuan : . Swansburg. St. Swansburg. Sudbury: Jones and Bartlett Publisherrs 8. & Swansburg. kelompok.8.

Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan individu. keluarga. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. b. masyarakat dan komunitas. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. l. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan.langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan secara individu. d.a. f. p. Menggunakan langkah. h. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. kontinyu dan konsisten. keluarga. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak individu. kelompok dan komunitas. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. . Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. Mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. m. q. k. Mengembangkan program yang kreatif dan inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. n. Mengembangkan pola pikir kritis. e. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. keluarga. Bekerjasama dengan unsur keperawatan komunitas. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. kuratif dan rehabilitative melalui pemberdayaan masyarakat. o. keluarga. agama atau faktor lain dari setiap individu. masyarakat dan komunitas agar dapat mengambil keputusan. kelompok dan komunitas. i. r. Melakukan kmunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada individu. masyarakat dan komunitas klien yang unik. c. terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan j. g. keluarga.

M. Effendy. Stanhope. 5. Jakarta: EGC Freeman. Daftar Pustaka : Clark. Third edition. . Tutorial individual yang diberikna preceptor. Philadelphia: W.prinsip dasar.. Jakarta: Rieka Cipta. Critical insindence report..B. t. 4. Community health nursing: Process and practice for promoting health. Jakarta: STIK Sint Carolus Notoatmodjo. J. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan.. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 1. N. (2007). 2. Log book. California: Appleton & Lange. B.. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini.(1981) Community nursing practice.. Louis: Mosby years books Metode pembelajaran 1. Heirinch. (2003) Ilmu kesehatan masyarakat: Prinsip. Diskusi kasus. (1998) Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat.(1999) Nursing in the community: dimensions of community health nursing. Saunders Luan. Case report dan overan dinas. J. 3. Mampu melaksanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien. 6.J.Rencana Asuhan Keperawatan Komunitas. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperwatan. M. 4.s. Direct Observasional of Prosedure skill. Pre dan post conference. Lancaster. St. 2. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). 8. M. 7. Pendelegasian kewenangan bertahap. R. S. (1995). Edsi 2. 3.

. OSCE.5. Portfolio. 7. Daftar Referensi:. 8. 6. kasus singkat. Problem solving skill. Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Kasus lengkap.

d. Collaborative Learning (CbL) : Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas serta membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri h. mempraktekan / mencoba berbagai model Case Study : mengkaji kasus dengan mencermati karakteristik kondisi kasus tersebut Learning (DL) : mencari. Contextual Instruction (CL) : Membahas konsep (teori) kaitanya dengan situasi nyata dan melakukan studi lapang / terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesenian teori . Cooperative Learning (CL) : Membahas dan menyimpulkan masalah/tugas yang diberikan dosen secara berkelompok g. Discovery informasi yang ada untuk mendiskripsikan suatu pengetahuan e. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada tahap akademik pendidikan Sarjana Keperawatan 1. Metode pembelajaran pada program pendidikan Sarjana Keperawatan dan program pendidikan profesi. dan menilai pengalaman belajarnya sendiri f. Self –Directed melaksanakan. Small Group Discussion : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau mempraktekan /mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan b. Role-Play & Simulation : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau (komputer) yang telah disiapkan c. mengkumpulkan.6 Pembelajaran pada METODE DAN EVALUASI PEMBELAJARAN pendidikan ners dengan kurikulum Berbasis Kompetensi menggunakan berbagai metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa / Student Centered Learning (SCL).Metode pembelajaran pada pendidikan Sarjana Keperawatan di antaranya : a. A. dan menyusun Learning (SDL) : merencanakan kegiatan belajar.

Project Based Learning (PjBL) : Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis dengan menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum j. Materi evaluasi disusun berdasarkan tujuan belajar dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Untuk mendiagnosis kekuatan dan kekurangan peserta didik 2. teori. maupun indikasi. Evaluasi Kompetensi Beberapa metode evaluasi kompetensi yang dapat dilakukan. Untuk menjamin akuntabilitas proses pembelajaran d. 2. Untuk memotivasi peserta didik e.2 Metode Penilaian a. komplikasi.i. Problem Based Learning and Inquiry (PBL) : Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen 2. 1994). prinsip. Sebagai umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya c. salah satunya dengan mengukur tingkat kemampuan peserta didik (Miller’s Pyramid): Skor 1 Mengetahui dan menjelaskan (Pengetahuan teoristis mengenai keterampilan ini. Sebagai umpan balik peserta didik dalam meningkatkan usaha belajarnya b. cara melakukan. dan sebagainya) Skor 2 Pernah melihat atau pernah melihat atau pernah mendemontrasikan . Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan dengan tujuan : a.1 Tujuan Evaluasi.Evaluasi Pembelajaran pada tahap akademik Pendidikan Sarjana Keperawatan Evaluasi merupakan penilaian yang menunjukan keadaan atau kondisi akhir saat ini (Brown & Knight. baik konsep.

Strategi Evaluasi Penilaian Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi : a. Short Answer Question) c.(Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah melihat demonstrasi) Skor 3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervise (Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali dibawah supervise. MCQs. Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa 3. Oral Test g.Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahap profesi ini lebih terfokus pada pembuktian bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai dengan . Laporan c. b. Test Tertulis (Esay. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada Program Profesi Keperawatan Metode pembelajaran pada tahap profesi berfokus pada pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preceptor kepada peserta didiknya. Reflective Learning e. Observasi f. Presentasi h. Projek i. Evaluasi Proses 1. Evaluasi Dosen oleh Dosen B. OSCE (Objective Stuctured Clinical Examination) b. Evaluasi Pelaksaan 2. Permasalahan (Case Study) d. Skor 4 Mampu melakukan secara mandiri (memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini dan memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan secara mandiri.

Portfolio.kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan kewenangan telah dimiliki. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). OSCE. Metode pembelajaran pada pendidikan program profesi Metode belajar peserta didik pada tahap profesi ini meliputi: - Diskusi kasus Presentasi Kasus Seminar ilmiah kecil Kegiatan procedural keperawatan Asuhan keperawatan klien (bertahap) Rotasi tugas sesuai preceptor Evaluasi Pendidikan Program Profesi Log book. Critical insindence report. Problem solving skill. Direct Observasional of Prosedure skill. - . kasus singkat. Kasus lengkap.

Mampu memberikan respon verbal dan non verbal 1 4 KETERANGAN C1-C6 .EVALUASI PELAKSANAAN BIMBINGAN KEGIATAN PROFESI NERS PADA TIAP AREA KEPERAWATAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 ITEM PENILAIAN Prerequisite : 1. Mampu memperlihatka n sikap empati b. Laporan pendahuluan: Penguasa tentang kasus yang akan dikelola 2. Kemampuan berkomunikasi terapeutik a. Mampu mendengarkan secara aktif c.

(sentuhan. Mampu mempersiapkan Ruang dan Alat dan Tempat S1-S4 ITEM PENILAIAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN . bahasa tubuh) berdasarkan kebutuhan klien 3.

b. Melakukan anamnesa untuk mendapatkan riwayat kesehatan c. tepat dan akurat pada klien pada berbagai tingkat usia melalui pendekatan sistematik. Pengkajian: a. Melakukan pemeriksaan fisik dengan . Melakukan pengkajian secara holistic.Komponen Kemampuan Klinik: Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Klinik 1.

Mengenali abnormalitas hasil pemeriksaan penunjang untuk mendukung menetapkan masalah keperawatan sebagai landasan dalam merumuskan diagnosa keperawatan ITEM PENILAIAN 2. Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .tepat d.

b.keperawatan sesuai dengan hasil pengkajian a. Menentukan prioritas masalah Menentukan tujuan Menentukan criteria keberhasilan d. Merumuskan masalah factor resiko 3. Menetapkan tindakan dan . Menganalisa data c. Mengenal masalah b. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan a. c.

keperawatan yang mengatasi masalah bersifat maupun kolaboratif dengan mempertimbangk an aspek budaya etik. dan legal baik mandiri dapat .

Melakukan tindakan melalui kegiatan . Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai prosedur (SOP) prioritas patient pada dengan dan safety klien memperhatikan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 2 SIKAP 3 4 KETERANGAN dengan berbagai b. Melakukan kolaborasi dengan tim kes d. Menyampaikan pesan dengan tepat dan jelas c.ITEM PENILAIAN 4. Implementasi a.

e. Melakukan evaluasi keperawatan menilai 1) Perkembang an klien 2) Memodifika si. Memberikan pendidikan dan kesehatan sesuai masalah klien 5. merubah intervensi keperawatan sesuai kebutuhan klien kondisi .observasi. mandiri. Evaluasi a.

Mendokumentasik an asuhan keperawatan 1) Menuliskan data jelas n pasien secara yang kondisi yang sistematis dan mengambarka LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 KETERANGAN 4 sesungguhnya 2) Mendokument asikan dengan menggunakan .ITEM PENILAIAN b.

Menyusun Kajian . Perencanaan a.IT 3) Membuat catatan tentang perkembanga n pasien rencana tindak lanjut untuk pasien keadaan dan menuliskan Komponen Kemampuan Manajerial/Management Ruangan 1. Pengkajian a. Melakukan situasi 2.

1) Perencanaan sumber daya 2) Merencanakan sarana prasarana 3) Merencanakn pembiayaan dan ITEM PENILAIAN 3. Implementasi a. Pengorganisasian 1) Pembagian deskripsi tugas LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN .perencanaan.

Melakukan pengkajian kes. 1) Kolaborasi. pada keluarga. dan kelompok. Melakukan Evaluasi 1) Menilai proses 2) Memberikan umpan balik Komponen Kemampuan Asuhan Keperawatan komunitas 1. Pengendalian 1) Mampu melakukan supervisi 4. Pengarahan Melakukan negoisasi. Pengkajian a.2) Terbentuk Struktural b. dan . konsultasi delegasi c. Evaluasi a. motivasi.

masyarakat .

kelompok khusus dan masyarakat 1) Mengenali masalah kesehatan/keperawatan pada keluarga. .ITEM PENILAIAN 1) Menyusun pada 2) instrument dan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN mengidebtifikasi perilaku kes keluarga sumberkhusus kelompok sumber dan tertentu. kelompok masyarakat 2) Merumuskan masalah. kelompok. kelompok. factor penyebab dan factor khusus dan yang tersedia pada keluarga. Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga. dan masyarakat Mengkaji kelompok masyarakat 2.

kelompok khusus. kelompok. kelompok. Menentukan keberhasilan c. Menentukan sesuai dengan intervensi sumberstrategi indicator 1 sumber kekuatan yang ada pada keluarga. Menentukan tujuan b. kelompok masyarakat etik dan legal khusus dan dengan pertimbangan aspek budaya. dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. .resiko LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN ITEM PENILAIAN 3. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan keluarga. a. Menentukan intervensi d.

LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN sesuai kebutuhan keluarga. dan perilaku keluarga. intervensi merubah keperawatan perkembangan khusus. Implementasi Melakukan implementasi dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan keluarga. kelompok. Menilai kelompok masyarakat b. Memodifikasi. kelompok khusus. kelompok. dan masyarakat . Evaluasi Melakukan evaluasi a. kelompok. kelompok khusus dan masyarakat (patient safety) ITEM PENILAIAN 5.4.

dan kewenangannya Mahasiswa dapat bertindak untuk membela kepentingan (hak –hak) pasien Mahasiswa mengidentifikasi masalah klien yang terkait dengan budaya serta penyelesaiannya Mahasiswa melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SOP Mahasiswa mampu melakukan minimal satu jenis terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan klien .Proses Bimbingan diawali dengan : 1 : Bimbingan penuh dan supervise ketat 2 : Supervise ketat 3 : Bimbingan minimal 4 : Mandiri PROSES KEGIATAN DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kegiatan dalam tahap profesi dilaksanakan dalam program internsif meliputi tahap obsevasi. Pendidikan Kesehatan Legal – Etik Fungsi Advokasi Lintas Budaya Keterampilan Teknis Melakukan terapi modalitas atau komplementer keperawatan. dan dokumentasi Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan klien untuk melakukan pencegahan primer. keluarga.dan tahap mandiri berfokus pada : No Penilaian Kompetensi 1. 7. tanggung jawab. Proses Keperawatan Indikator Mahasiswa menyelesaikan masalah klien (individu. 3. 4. sekunder. 6. diagnose 2. dan tertier Mahasiswa memilih tindakan sesuai dengan SOP. 5. tahap bimbingan. implementasi. evaluasi. masyarakat) dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. perencanaan.

Oleh karena itu. Disamping itu preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stress yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya serta untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik.7 PEDOMAN IMPLEMENTASI KBK PROFESI PENDIDIKAN NERS Pengantar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada program profesi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KBK pada program akademik. penerapan KBK profesi merupakan proses memantapkan semua kompetensi yang telah dimiliki pada pogram akademik dan memverifikasinya dengan memberikan kewenangan untuk melaksanakan kompetensi tersebut. Yang terakhir. Sebaliknya. konsep dan keterampilan teknis yang telah dikuasai pada program akademik pada klien langsung melalui program internship dimana peserta didik dicangkokkan pada seorang perawat senior yang berfungsi sebagai PRESEPTOR/ MENTOR. sampai dengan mengevaluasi dan membuat keputusan . Beban studi pada program profesi ini adalah 36 sks (dari yang sebelumnya hanya 25 sks (kurikulum 1998)) Dalam menerapkan KBK profesi. pelaksanaan. Keberadaan preseptor /mentor sangat diperlukan oleh peserta didik terutama dalam menjamin keterlaksanaan layanan pasien yang berkualitas serta menjamin keberadaan peserta didik bukan merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. tentu saja mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. Program profesi dengan KBK 2010 ini berbeda dengan pelaksanaan program profesi pada kurikulum konvensional (1998) saat tahap profesi peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai prosedur keperawatan dan belajar memberikan asuhan. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Penerapan KBK profesi menjadi berkesinambungan dengan KBK akademik.seluruh komponen profesi (staf akademik dan staf dari wahana praktik) harus terlibat secara aktif dan melakukan berbagai kegiatan mulai dari tahap persiapan. pada KBK program profesi ners ini para peserta didik menerapkan ilmu pengetahuan teori.

serta . Selain itu. implementasi dan proses bimbingan yang sesuai dalam KBK profesi sampai pada kgiatan mengevaluasi kompetensi.1 Ketentuan pelaksanaan praktik − − Fokus implementasi pada pencapaian kompetensi peserta didik. − Kompetensi global meliputi kemampuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS. kemampuan menggunakan teknologi informasi terkini. profil yang harus dimiliki oleh lulusan program profesi. wahana praktik dan pencapaian kompetensi. Tahap persiapan terdiri dari ketentuan pelaksanaan praktik. flu baby (H1N1). A. Selanjutnya. FASE PERSIAPAN Tahap ini merupakan priode dimana pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan program profesi harus tumbuh sebelum tahap implementasi program profesi dijalankan. berbahasa Inggris dengan lancer. mulai dari tahap persiapan. maka bahasan tentang model bimbingan diberikan secara rinci. Disamping itu. Dengan penetapan keputusan tersebut peserta didik dinyatakan layak atau tidak layak mengemban peran dan fungsi dengan sebutan profesi ners. Tujuannya agar terdapat pemahaman yang sama dari seluruh pengelola dan pelaksana program profesi tentang bagaimana model bimbingan harus diberikan agar tujuan pelaksanaan kompetensi yang disertai dengan kewenangan dari peserta didik dapat dicapai. setelah dinyatakan selesai dan menemui syarat sebagai ners.mata kuliah yang harus dilaksanakan pada program profesi.tentang kompetensi dan kewenangan yang dijlankan peserta didik. Beban studi yang dirancang secara nasional adalah 60% dari 36 sks= 22 1ayat − sks untuk kompetensi utama dan 20% untuk kompetensi global serta 20% untuk kompetensi pendukung (penciri institusi). A. Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan kegiatan program profesi. penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. Beban studi : 36 sks (PP no 14 / 2010 tentang pendidikan kedinasan.Flu Burung (H1N5). persyaratan pelaksanaan praktik. maka dilakukan uji jompetensi (exit exam) sebelum peserta didik dip roses dalam yudisium kelulusan sebagai ners. karena pendekatan proses bimbingan masih merupakan metoda atau model yang baru dalam pendidikan keperawatan. trauma.asuhan keperawatan pada kondisi emergensidan darurat masal.kompetensi yang harus dicapai selama program profesi.pasal 1&2 tentang pendidikan profesi serta pasal 5 ayat 2&3).

Materi ini dapat dimasukan pada MK tertentu seperti KBM. iv. Perawatan luka. Pemberian oksigen. maka kompetensi pemasangan kateter urin untuk memicu kontraksi uterus dan pemeriksaan Leopold harus lulus dan dimiliki oleh peserta didik. Pendokumentasian dan pelaporan. ANAK. ix. Resusitasi Jantung Paru (basic life support = BLS). x. KOMUNITAS. − − − Terbagi menjadi 2 semester (ditambah 1 semester yang terintegrasipada Penerapan KBK profesi disesuaikan dengan upaya pencapaian visi dan Mahasiswa yang akan masuk klinik telah lulus uji masuk klinik yang Minimal ketrampilan klinik yang harus lulus adalah : i. vii. GAWAT DARURAT/ EMERGENSI dengan menambahkan beban studi. suksion. Prosedur pemberian obat secara 12 benar. Prosedur pemasangan kateter urin. diadakan oleh institusi pendidikan berkerjasama dengan RS terkait. vi. Prosedur pemasangan selang naso gastrik (NGT). Sebagai contoh : peserta didik di RS bersalin. v. iii. Pemeriksaan fisik. Prosedur pencegahan infeksi nosokomial. sedangkan jika akan menempatkan peserta didik di RS jiwa. misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut. maka beberapa kompetensi seperti berkomunikasi terapeutik dan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) harus dimiliki terlebih dahulu sebelum masuk wahana praktik tersebut. . Prosedur pencegahan cedera. Demikian juga kompetensi penciri institusi seandainya dapat terakomodasi kedalam MK yang sudah ada.memiliki kemampuan enterpreuner. viii. fisioterapi dada dan postural drainage. Prosedur pemasangan infus dan enteral. Ketrampilan tambahan lain yang diujikan berdasarkan kebutuhan RS atau jika akan menempatkan semester 8 program akademik). ii. Pemberian transfusi darah dan produksi. xii. − − ruangan setempat yang spesifik. nebulisasi. xi.

d. b. Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan. 4 Kompetensi yang harus dicapai selama program profesi a. Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan. dan B pendidikan dan sedangkan kompetensi pendukung dan lainnya dapat dilaksanakan di RS tipe C atau tatanan layanan kesehatan lain yang sesuai. A. Melakukan berkomunikasi efektif. − Selama periode program profesi.Tersedia uraian tugas dan kewenangan Preseptor / Mentor. . A.Tersedia buku log untuk mahasiswa. .Tersedia buku prosedur tindakan keperawatan. . Educator (pendidik kesehatan kepada sistem klien) d. e. Researcher (peneliti pemula) f. Mengelola administrasi keperawatan.Pembimbing klinik yang berfungsi sebagai preseptor / mentor sudah memiliki sertifikat pelatihan Clinikal Instruktur (CI) dan preseptor. serta presentasi kasus. 2 Persyaratan pelaksanaan praktik .Setiap mahasiswa memiliki “nursing kit” . .Wahana praktik memiliki kasus yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi. . Manager (pengelola asuhan) e. B. Care Provider (pemberi asuhan keperawatan) b.− Kompetensi utama dapat dicapai di RS tipe A. . Profil lain yang mendukung visi / penciri institusi. .Tersedia pedoman praktik di setiap stase. c. A.Setiap ruangan tempat mahasiswa praktik tersedia pembimbing klinik atau prawat senior untuk menjadi PRESEPTOR / MENTOR. Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim. 3 Profil yang harus dimiliki lulusan program profesi a. . semua penugasan yang sifatnya tertulis diminimalisasi sehingga penugasan tertulis hanya ditujukan untuk kepentingan langsung kegiatan klien seperti pendokumentasian dan laporan. Community Leader (pemimpin komunitas dimanapun beraktifitas) c.

Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan. Mampu menerapkan pengetahuan.f. h. Mampu me mberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber –sumber etnik. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 9. Sub-kompetensi / unit kompetensi 1. Mampu berkolaborasi dalam berbagai aspek untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan di komunitas dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan menejemen resiko . Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 13. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik 10. Mampu menjalin hubungan interpersonal. Mampu memberikn asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP*) 11. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten *) 6. Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. j. k. g. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan 2. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 8. kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 3. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik *) 5. Mampu membuat keputusan etik 4. i. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik.

Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 20. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam member asuhan 2. 22.14. melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman 19. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 15. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif) Keterangan : *) menerapkan kewenangan melakukan. Mampu berkonstribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. FOKUS MATERI PEMBELAJARANPRAKTIK Penggunaan Diri Secara Efektif dalam Komunikasi Terapeutik Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik . Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik *) 18. diperoleh secara bertahap sesuai dengan program mentoring dan preseptoring. A. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 24. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 17. 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 23. 1. 5 Kegiatan focus mata kuliah yang diberikan untuk mencapai unit kompetensi UNIT KOMPETENSI 1. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. Mampu berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan keperawatan *) 16. Mampu merancang. 25.

etika profesi Penerapan Kode etik keperawatan Profesionalisme keperawatan Hukum kesehatan Pengambilan keputusan etik terkait pasien Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : Malpraktik. kerangkah etik danlegal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 1. 4. pertanggung jawaban. 7. 5. ii. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. 6. neglected. Mampu membuat keputusan etik 7. Teknik Komunikasi Terapeutik Penggunaan Komunikasi Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan Komunikasi Sosial. etika layanan keperawatan. 4. 5. 3. iii. kepercayaan. 4. dan spiritual dalam praktik keperawatan Menghargai keinginan pasien dalam terapi alternatif atau pelengkap (complementary nursing) . *) v. Penerapan etika RS. Menggunakan pendekatan agama. Budaya dan Keyakinan Komunikasi Profesional dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan Berkomunikasi dalam bahasa inggris secara tulisan dan verbal formal (presentasi) 2. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik.3. Fungsi advokasi Mempertimbangkan latar belakang pasien dan menyesuaikan dalam asuhan yang diberikan. Menerapkan transcultural nursing iv. Mampu menerapkan pengetahuan. 6. Menerapkan holistic care pada klien i. 8. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). dll 3. 2.

4. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 1. Mempertahankan Patient Safety 13. 6. Mempertahankan Infection Control. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 2. Penerapan Keperawatan Maternitas dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan Medikal Bedah Penerapan Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan pada lansia Penerapan Keperawatan Kritis dan Gawat . 8. 1. 7. dan 3. 9. 5. Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC-NOC atau lainnya) 7. 2. Holism. 5. Menerapkan konsep Caring. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten *) 1. Melakukan Posedur Keperawatan dengan 11. Menerapkan komunikasi Terapeutik 12. 4. Menerspkan proses keperawatan Humanism 2.5. 3. Mempertimbangkan keperawatan lintas budaya Mempertahankan Spiritualitas / Religiositas Menerapkan ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas Menggunakan Teknologi Informasi dsalam keperawata Mempertahankan kualitas Melakukan pendidikan kesehatan Mempertahankan Hak dan Kewajiban Pasien handal 10. sMenggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan. 6.

preventif. 8. rehabilitatif. 7. restorative. promotif. Penerapan Keperawatan Home Care 12. Penerapan Keperawatan Komunitas 13. Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesehatan Kerja. 1. Menggunakan hak moral dalam pengambilan keputusan Menerapkan pendekatan etik dalam pengambilan keputusan Mempertimbangkan hak pasien dan keluarga dalam pelayanan kesehatan . kuratif. Mengelola asuhan menggunakan pendekatan holistic. 2. Menerapkan terapi modalitas keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer. 9.Darurat 6. Penerapan Keperawatan Keluarga 11. consolation of the dying. 8. UKS) 14. Aspek klien dengan Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler Askep klien dengan Gawat Darurat pada Shock dan Trauma Multisistem Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana Penerapan Keperawatan Kesehatan Jiwa 10. 16. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 3. Mengelola mutu dan resiko asuhan keperawatan 15.

9.

Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas praktik

Self management of learning 1. Terlibat aktif dalam diskusi kasus klien 2. Aktif dalam kegiatan ilmiah Membaca artikel ilmiah keperawatan Mengikuti kursus, pelatihan tentang asuhan keperawatan. 4.

berkesinambungan dalam 3.

10. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP *) 11. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)

Menerapkan keterampilan-keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus) sesuai dengan tingkat usia di setiap tatanan pelayanan kesehatan. 1. Membahas secara ilmiah tentang kondisi klien dengan profesi lain. 2. Memberikan asupan dan saran kepada profesi lain terkait kondisi pasien. 1. Menerapkan terapi komplementer seperti massage, terapi sentuhan, pernapasan efektif, herbal.
2. Menerapkan terapi keperawatan holistic seperti

13. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *)

yoga pranayama, meditasi 1. Mengkaji situasi pelayanan / asuhan keperawatan. 2. Mengikuti alur penanganan pasien 3. Mengorganisasikan kegiatan layanan 4. Menerapkan pengelolaan kasus 5. Mengendalikan kualitas asuhan keperawatan 1. Mempertahankan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2. Melaksanakan kegiatan berdasarkan SOP 3. Menerapkan prinsip bekerja dengan benar dalam asuhan keperawatan 4. Memberikan tindakan keperawatan yang

diperlukan dalam mempertahankan K3 15. Mampu berkolaborasikan pelayanan keperawatan *) 1. Membahas tentang terapi klien dengan tim medik. 2. Mempertahankan kepentingan klien jika terdapat dilemma tentang terapi 3. Membahas tentang diet dan nilai2 lab yang relevan. 4. Mempertimbangkan kebutuhan gizi untuk 16. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 4. 3. 2.
1.

anak, klien dewasa, ibu hamil, dan masyarakat. Menerapkan dinamika kelompok (team building) Memberikan pengarahan pada bawahan atau anggota tim. Menggunakn gaya kepemimpinan yang sesuai untuk klien, keluarga, sejawat, dan masyarakat. Menggunakan pendekatan sistematis dalam mengelola konflik, memperkenalkan

17. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman

perubahan. 1. Berkomunikasi Profesional dan kaitanya dngan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 2. Berkomunikasi dalam konteks social dan keaneka ragaman Budaya serta Keyakinan 3. Mempertahankan K3 4. Berkolaborasi dengan sejawat, senior,atau profesi lain 1. Menerapkan pola komunikasi efektif untuk kepentingan keouasan pelanggan, dalam berkolaborasi dan kerja tim. 2. Membina hubungan kerja secara baik dengan pihak lain yang terkait.

18. Mampu menggunakan keterampilan interpersional yang efektif alam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif

19. Mampu merancang, melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mengidentifikasi fenomena klien dan lingkungan Menyusun rumsan masalah dan tujuan penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Malakukan pengumpulan data Menganilisis data Mendesiminasi dan publikasi hasil penelitian. Menyelesaikan masalah klien secara efektif dan efisien serta sistematis Menindak lanjut hasil dari penyelesaian masalah klien

20. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis, dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 22. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 23. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan 24. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif)

1. 2.

1.

Menggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan

2.

Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC atau lainnya)

1.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah keperawatan

2. Terlibat dalam diskusi tentang layanan

kesehatan dan keperawatan

1. 2.

Melakukan proses pembelajaran sepanjang hayat Mewujudkan perubahan yang positif untuk kepentingan klien, layanan, dan profesi

6 Penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. - Melakukan berkomunikasi efektif - Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan - Mengelola administrasi keperawatan - Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim - Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan - Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan dikomunitas - Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan - Mampu menjalin hubungan interpersonal - Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula Dilakukan untuk kegiatan : (24 sks-kurikulum inti) - Keperawatan Medikal Bedah (5 sks) - Keperawatan anak (2 sks) - Keperawatan jiwa (2 sks) - Keperawatan Maternitas (3 sks) - Keperawatan Kedarurat-gawatan (2 sks) - Keperawatan Komunitas / kelg (4 sks) - Keperawatan Gerontik (2 sks) - Penerapan manajemen kepr (2 sks) Beban studi yang dimuat dalam kurikulum ini adalah 60% (inti), sedangkan sisanya 20% materi isu global (dapat dimasukkan dalam beban studi MK KMB, Anak, atau lainnya) serta 20% penciri institusi dapat dimasukan kedalam MK yang ada atau membuat MK baru yang sesuai).

Pelaksanaan Tridarma ketiga yaitu pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan oleh pihak pendidikan bersama pelayanan dengan mengembangkan program-program pelatihan untuk para perawat. seminar kecil tentang pasien atau ilmu dan teknologi kesehatan / keperawatan terkini. Setelah itu.. 7 Wahana praktik dan pencapaian kompetensi Kompetensi Utama Pendukung / isu global Lain2 (penciri institusi) Wahana praktik RS tipe A. B. Kemudian disusun dalam bentuk proposal penelitian atau proyek dengan melibatkan pihak pelayanan. B pendidikan dan wahana di komunitas RS tipe A. Selain itu. dan keluarga pasien atau pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga. B pendidikan. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan proses belajar peserta didik di wahana praktik. B. pembimbing akademik. tetapi juga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan layanan yang berkualitas sebagai hasil kontribusi dari peserta didik. presentasi kasus. pengumpulan data dilakukan untuk dianalisis oleh kedua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini. pihak pendidikan dan peserta didik mengidentifikasi fenomena pasien atau klinik yang terjadi dan harus segera dicari solusinya.Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat A. kegiatan ilmiah seperti diskusi kasus. Kegiatan Tridarma dalam pendidikan dilaksanakan melalui pelibatan aktif kedua pihak dalam proses belajar peserta didik baik pemberian asuhan. meliputi kegiatan Tridarma. Pengembangan model pendekatan pada pasien yang . Pada pelaksanaan Tridarma kedua penelitian. dan para preseptor / mentor. C Sesuai kebutuhan Semua wahana praktik yang digunakan harus dilandasi oleh kesepakatan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan.

1 Preceptoring / mentoring Istilah preceptoring dan mentoring sering digunakan untuk maksud yang hampir sama (interchangeably). FASE PELAKSANAAN B. . B. semester pertama program profesi dapat diintegrasikan kedalam semester VIII program pendidikan sarjana keperawatan. proses pembimbingan berlangsung lama sedangkan pada preceptoring berdurasi pendek dan pembimbingan diberikan secara intens.2. 1 Komposisi stase : I U K 1. B. 5 8 III IV V VI VII VIII IX X XI __________________ ___________________ _____________ dst dst Semester 1 Semester 2 Semester 3 Matrix diatas merupakan contoh blok praktik. Perbedaannya adalah. 2. Sedangkan stase IX sd XI merupakan tambahan stase untuk mengakomodasi kompetensi pendukung dan lain2 apabila tidak dapat diintegrasikan kedalam 8 stase. Pelaksanaan stase lengkap diselesaikan dalam 3 semester. 3 II U K 1.2 Model bimbingan B. Stase I sd VIII merupakan kegiatan praktik mentoring / preseptoring untuk kurikulum inti program studi pendidikan profesi ners. namun pada pelaksananaanya. pada program mentoring. 4.kemudian diterapkan secara terrencana dan sistematis dapat menjadi sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang bermakna dari pihak pendidikan kepada pihak pelayanan.

preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stres yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya. semua peserta didik yang akan berperan sebagai preseptee adalah individu yang baru akan memasuki dunia nyata dan memerlukan bimbingan namun telah memiliki seluruh kompetensi yang diperlukan Kebutuahan akan preseptor terjadi karena upaya untuk mempertahankan layanan pasien yang berkualitas dan keberadaan peserta didik tidak merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. Pada program pendidikan ners ini lebih sesuai dengan menggunakan istilah preseptor karena durasi hanya kurang lebih satu tahun dan berlangsung secara intensif. tentu saja untuk mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. Peserta didik memiliki akontabilitas sendiri karena preseptor tidak memiliki akuntabilitas untuk mewakili peserta didik. B. .Model bimbingan ini merupakan sistem dan proses melimpahkan kewenangan secara bertahap dari para preseptor / mentor. Oleh karena itu. Disamping itu. sehingga dapat berfungsi sebagai praktisi yang akuntabel. Proses belajar merupakan proses dua arah. Yang terakhir. keberadaan preseptor juga untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik.2 Presetee (peserta didik) Peserta didik harus merupakan seseorang yang telah dibekali dengan kompetensi yang diperlukan dan mahir untuk menjalankannya. Tujuan ini dapat dicapai dengan membekali peserta didik suatu program “ ANTARA “ yang terstruktur dan mendukung sebagai jembatan menuju upaya menghasilkan praktisi yang handal dan kompeten terutama untuk mampu bekerja dalam situasi layanan yang bertingkat tinggi. Sebaliknya. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Tujuannya adalah agar peserta didik menjadi dewasa dan matang dalam profesionalisme keperawatan sehingga ketika lulus mampu menjadi profesional sejati.2.

biasanya seorang perawat praktisi yang bekerja dan berpengalaman di suatu area keperawatan tertentu. konsep. pasal 36 ayat 1). keberadaan seseorang yang bertindak sebagai pembimbing dan preseptor bukan hanya memberikan bimbingan tetapi juga melimpahkan sebagaian kewenangan yang dimilikinya dalam memberikan asuhan klien kepada peserta didik. menginspirasi.2. dan ketrampilan kedalam tatanan nyata dengan subyek klien nyata / riil bukan pasien simulasi. Oleh karena itu. 3. sikap. pasal 31 ayat 3 dan pasal 36 ayat 1). minimal merupakan seorang ners tercatat (STR) / memiliki lisensi (SIP/SIK) yang berpengalaman klinik minimal 5 tahun.4 Kriteria preseptor / mentor 1. kemampuan profesionalnya diatas rata-rata. Preseptor atau mentor pada pendidikan ners ini seharusnya berpendidikan lebih tinggi dari peserta didik (PP no.19/2005 tentang standar nasional pendidikan. Ia harus seorang ahli atau berpengalaman dalam memberiakan pelatihan dan pengalaman praktik kepada peserta didik. teori. B. Memiliki sertifikat kompetensi sesuai keahlian dibidangnya (PP no. 19/2005.2. sebaliknya pada pendidikan ini difokuskan pada penerapan pengetahuan. 4. perilaku. proses mempelajari suatu kompetensi sudah diminimalisasi. Telah mengikuti pelatihan pendidik klinik yang memahami tentang kebutuhan . memberikan konseling. serta bersikap dan bertindak sebagai “ model peran “ untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu pemula dalam periode tertentu dengan tujuan tertentu mensosialisasikan pemula kedalam peran baru sebagai profesional” B.3 Definisi tentang preseptor : Preseptor / mentor dapat merupakan seorang dosen yang ditempatkan di tatanan klinik atau perawat senior yang bekerja ditatanan layanan dan ditetapkan sebagai preseptor. 2. Telah berpengalaman minimal 2 tahun berturut-turut ditempatnya bekerja dimana ybs ditunjuk sebagai preseptor / mentor sehingga dapat membimbing peserta didik dengan baik.Pada program preseptoring / mentoring. yang mampu mengajarkan. 5. Merupakan model peran ners yang baik dan layak dicontoh karena sikap.

Berkeinginan memberikan waktu yang cukup untuk peserta didik. B. Membantu menyelesaikan masalah yang bersifat transisi peran dari peserta didik menjadi ners kompeten yang dihadapi oleh peserta didik. Model peran profesional.6 Tugas pokok preseptor / mentor melalui silabus / Course Study Guide / modul praktik dari institusi pendidikan.6.2. • • • • • • Bersama peserta didik memformulasikan tujuan belajar untuk menjembatani masalah transisional tersebut diatas. Cukup berpengalaman dan kompeten untuk membantu peserta didik menerapkan pengetahuan teoritis kedalam praktik. memvalidasi. Kompeten dan percaya diri dalam peran sebagai preseptor / mentor. serta mencatat pencampaian kompetensi klinik peserta didik. Pendengar yang baik dan mampu menyelesaikan masalah. Preseptor / mentor mengidentifikasi kebutuhan belajar klinik peserta didik B. . Cukup mengenali dan terbiasa dengan teori dan praktik terkini. membantu membuat keputusan dan menumbuhkan akuntabilitas peserta didik selama proses belajar. Memberikan umpan balik secara terus menerus dan periodik pada peserta didik terkait kemajuan atau kelemahan peserta didik selama belajar diklinik. Berperan sebagai narasumber dalam memberikan dukungan personal dan profesional kepada peserta didik. Memperlihatkan komitmen tinggi untuk membimbing peserta didik selama proses belajar klinik berlangsung. upaya pencapaian tujuan.2. Memfasilitasi sosialisasi profesional peserta didik kedalam peran profesi ners peserta didik. Peserta didik akan dukungan.5 Kemampuan preseptor / mentor • • • • • • • • • • • Berkomunikasi secara baik dan benar. perencanaan kegiatan dan cara mengevaluasinya. Membantu peserta didik dalam mengkaji. Tanggap terhadap kebutuhan dan ketidak-berpengalaman peserta didik. Menyelesaikan masalah.

kebakaran. 5.8. seperti berikut : 1.Melakukan pertemuan formal dengan preseptor dan manajer ruang rawat.7 Metode pembelajaran peserta didik Beberapa metode pembelajaran peserta didik diinisiasi dan fasilitasi oleh preceptor / mentor di setiap stase.2. Kedudukan dan posisi preseptor dan peserta didik.B. Pelaksanaan kegiatan program mentoring / preseptoring a. 4. Sifat layanan yang diberikan. 2. 3.2. Memberi waktu pada peserta didik untuk mendalami ruang rawat dan kliennya pada saat orientasi. Jenis dan kriteria pasien yang dirawat. untuk : • Mendiskusikan peran preseptor dan harapan peserta didik . Kebijakan yang berlaku di RS dan ruang rawat dimana peserta didik ditempatkan. Aturan dan ketentuan apabila menghadapi situasi tidak diharapkan seperti klien jatuh. Pelatihan informal ini meliputi diseminasi informasi terkait berbagai hal. meliputi : - Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preseptor Diskusi kasus Seminar kecil tentang kasus atau IPTEK kesehatan atau keperawatan terkini Pendelegasian kewenangan bertahap (lampiran 1) Problem Sorving for Better Health (PSBH) Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan Laporan kasus dan overan dinas - Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan pencapaian kompetensi dan lama waktu program preseptoring sudah berlangsung. Menjalani latihan yang diadakan oleh institusi pendidikan bekerjasama dengan RS selama 2 hari. . Persiapan sebelum melakukan program preseptor Setiap peserta didik yang ditempatkan di RS tertentu sebagai wahana praktik harus menjalani beberapa hal yang merupakan kegiatan wajib yaitu : Melakukan kegiatan orientasi RS dan ruang rawat dan menerima buku pedoman preseptorship dan program kegiatannya. dll. B. salah memberikan obat.

Mengikuti preseptor dalam mengkaji klie. mengantarkan dimana peserta didik ditempatkan. mengoperasionalkan komputer. Preseptor / mentor harus memahami karakteristik setiap peserta didik agar ketika melimpahkan sebagian kewenangan yang dimilikinya tidak menyama – ratakan tingkat kemampuan menjalankan kompetensi dari masing – masing peserta didik. Secara teratur menghadiri pertemuan dengan perawat ruangan ketika diadakan diskusi kasus. Lazimnya. Mendengarkan ners spesialis atau konsultan ketika memberikan ceramah atau pencerahan perawat. menghadiri pertemuan tim asuhan. Pelaksanaan kegiatan program preseptorship Sebelum peserta didik memulai kegiatan praktiknya. kualifikasi preseptor dan kemampuan belajar Menetapkan jumlah jam tatap muka untuk berdiskusi antara preseptor dan peserta didik Menetapkan kesepakatan periode dan tanggal evaluasi / review peserta didik Menyepakati kontrak belajar b. c. Setiap preseptor / mentor memiliki 2 sampai dengan 3 orang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Memperkenalkan secara extensive pada komunitas klien yang berada di ruangan dimana peserta didik ditempatkan. walaupun ia harus memiliki asumsi bahwa setiap peserta didik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang ners dan telah lulus uji masuk klinik. setiap preseptor / mentor memiliki 4 sd 6 klien yang menjadi tanggung jawabnya.• • • • • Berbagi informasi tentang tujuan dan luaran proses belajar peserta didik Berdasarkan pengalaman lalu. Pelimpahan kewenagan dilakukan bertahap melalui : Pemberian tugas prosedural. mendokumentasikan. untuk menyakini bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan melaksanakan prosedur sesuai dengan tingkat kemahiran ketrampilan . manajer ruangan memberikan kepada setiap preseptor / mentor beberapa kasus klien dengan berbagai tingkat ketergantungan dan tingkat kebutuhan dasar yang berbeda.

dan mendiskusikan hal-hal tentang kliennya. Pelimpahan kewenangan memberikan asuhan dengan tingkat ketergantungan yang paling rendah ini dapat diberikan selama minggu kedua atau maksimal minggu ketiga. Setiap peserta didik tidak selalu harus memiliki klien dengan jenis ketergantungan yang sama. melaporkan. Kemudian secara bertahap diberikan klien dengan tingkatan ketergantungan lebih tinggi. diskusi kasus. mandiri). Setiap setelah melakukan tindakan prosedural atau asuhan. maka ia tidak diperkenankan menerima pendelegasian berikutnya sampai ia dianggap sudah mampu untuk menerima kewenangan pada tingkat berikutnya. Pemberian klien secara utuh untuk diberikan asuhan oleh peserta didik dimulai dengan klien yang memiliki tingkat ketergantungan yang paling rendah (misal . respon klien. Peserta didik mengikuti jadwal dinas dari mentor / preseptornya masing. Pelimpahan kewenangan melaporkan lisan ditumbuh kembangkan dari awal sejak peserta didikmenjalani program internship. Preseptor / mentor harus memahami dan meyakini kemampuan peserta didik dalam menerima kewenangan.format penilaian proses belajar.masing sesuai dengan kmpetensi dan kewenangan yang harus diperolehnya melalui klien masing2. peserta didik diminta untuk selalu melaporkan secara lisan tentang cara melakukan. seminar kecil diruangan masing. Pelimpahan kewenangan prosedural dapat diberikan selama minggu pertama dan maksimal sampai minggu kedua. kesalahan yang . meminta saran.yang diharapkan. Setiap preseptor/ mentor memiliki catatan riwayat proses pembelajaran peserta didik. d. dan hasil tindakan untuk kemudian dievaluasi oleh preseptor / mentor. Peserta didik difasilitasi untuk melakukan presentasi.masing sehingga setiap peserta didik mengetahui kemana harus pergi jika mau bertanya. dan critical indence report book untuk mencatat setiap kejadian yang dianggap luar biasa baik atau jelek. Hal lain yang harus diperhatikan pada program preseptoring / mentoring. Kewenangan melaporkan lisan kemudian secara bertahap dilanjutkan dengan melaporkan tertulis dalam bentuk menulis laporan di kartu pasien / kardex dan selalu ditanda tangani oleh preseptor / mentor berdampingan dengan tanda tangan peserta didik.apabila peserta didik dinilai belum mampu menerima pendelegasian kewenangan pada tingkat yang lebih sulit.

klien. ada beberapa kompetensi ambahan yang harus juga dipertimbangkan untuk dimiliki oleh peserta didik karena ybs akan menjadi praktisi. fokus penekanan penguasaan kompetensi ini adalah melalui - - pendelegasian kewenangan. Sebelum berpindah ruang rawat / blok / stase. . Preseptor melakukan penilaian kegiatan peserta didik pertengahan proses belajar dan di akhir proses belajar di suatu ruang rawat. Kompetensi itu adalah berkomunikasi. meningkatkan layanan. Namun. Pencapaian kompetensi berkomunikasi berbahaa Inggris dilakukan dengan memfalisitasi peserta didik untuk melakukan komunikasi berbahasa Inggris baik ketika presentasi. B. Disamping itu. kemampuan melakukan secara berkualitas. diskusi kasus atau seminar kecil.dibuat peserta didik atau kelemahan peserta didik yang mengakibatkan kecelakaan pada diri sendiri. maka dilakukan penilaian / umpan balik tentang peran preseptor oleh peseta didik. 3 Evaluasi kompetensi Setiap kompetensi dievaluasi melalui beberapa cara yaitu : - Log book Laporan pada preseptor / mentor Proses pelaporan pada dinas berikut Format evaluasi resmi dari pendidikan (direct observasional procedure skills test. maka tanggung jawab dan tanggung gugat tentang klien tetep berada pada mentor / preseptor. case test/ uji kasus) Student Oral Case Analyses ( SOCA) Critical incindence report Dalam proses belajar. Selama preseptor / mentor melimpahkan sebagian kewenangan tentang asuhan klien kepada peserta didik. atau orang lain. apabila peserta didik sudah memperoleh kewenangan secara utuh dan menyeluruh terkait klien yang telah didilegasikan. kemampuan mengembangkan diri dan orang lain (kliaen). aman dan keselamatan. maka tanggung jawab dan tanggung gugat secara internal ruangan telah dimiliki oleh peserta didik. kemampuan mempertahankan lingkungan bekerja yang sehat. ekualitas dan perbedaan.

jika ternyata peserta didik tidak lulus. maka seyogya yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mendapatkan remedial dan diuji kembali setelah program remedial selesai. . Ketika peserta didik program profesi dinyatak lulus maka ia diberi sebutan Ners dan kemudian memiliki hak untuk mendapatkan Surat Tanda Regristasi (STR).Evaluasi kompetensi untuk menetapkan kelulusan dari Program Studi dilakukan dalam bentuk uji kompetensi sebelum yudisium. Namun.

Tujuannya adalah agar ketatalaksanaan. di telaah dan ditata kembali agar institusi pendidikan berjalan dengan sehat. . keterlaksanaan. oleh karena itu bagian yang sangat vital ini perlu terus di kaji.PENUTUP 8 Kurikulum adalah jantung penyelenggara pendidikan. kurikulum penciri institusi (unggulan) 20% dan kurikulum global 20%. AIPNI telah menyusun rancangan buku kurikulum berbasis kompetensi pendidikan sarjana keperawatan tahun 2006 dan telah di sempurnaan untuk digunakan pada tahun 2008. Harapan kami dengan adanya buku Implementasi Kurikulum KBK Program Pendidikan Ners maka dapat memandu setiap institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dapat melaksanakan pembelajaran dengan baim dan benar sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi maksimal dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan keperawatan di masyarakat. Semenjak adanya himbauan dan tuntutan dari pemerintah tentang penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disetiap satuan pendidikan maka AIPNI terus menerus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan KBK tersebut. Kesepakatan bersama dengan seluruh anggota dalam menyusun dan mengimplementasikan isi kurikulum KBK program pendidikan ners adalah kurikulum inti sebanyak 60%. dan dampak dari penyelenggaraan pendidikan tersebut dapat optimal. Hingga saat ini kurikulum tersebut telah digunakan secara luas oleh Institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dan di sempurnakan kembali tahun 2010 ini dengan sebutan Kurikulum Pendidikan Ners. Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang merupakan satu – satunya wadah bagi penyelenggara pendidikan Ners di Indonesia serta merupakan representasi dari institusi pendidikan keperawatan Indonesia secara terus menerus mengupdate kurikulum yang ada. dan sesuai tujuan yang diharapkan dengan senatiasa menyesuaikan perkembangan IPTEK sehingga lulusan pendidikan profesi Ners memiliki kemampuan memberikan layanan kesehatan yang berkualitas.

M. in Kramer.(1999) Clinical Teaching Strategies in Nursing Teaching of nursing. (2002). Preceptorship in nursing staff development. B. . M. New York : Springer Publishing Company. (1993). Preceptorship ploicy : a tool for success. & Oermann. K. Supporting nurse and midwives through lifelong learning. Jounal of Continuing Education in Nursing.H.DAFTAR PUSTAKA Morrow. (1984). K. 274-276 NMC.London : NMC Gaberson.. 24 (6).

Berikut ini dijelaskan tahapan pendelegasian kewenangan yang sifatnya sangat flexibel dan individual dimana peserta didik yang dianggap tidak dipaksakan untuk menerima pendelegasian tersebut.Lampiran 1 TATA KELOLA PENDELEGASIAN KEWENANGAN DARI PRESEPTOR KEPADA PESERTA DIDIK Pendelegasian kewenangan dari preseptor kepada peserta didik merupakan fokus dari proses belajar sehingga kegiatan belajar diarahkan pada penumbuh kembangan peserta didik untuk menjadi ners profesional. Waktu /mggu 1–2 2–3 dst Komponen pendelegasian kewenangan asuhan klien pada setiap stase Tindakan Ketergantungan prosedural mandiri Ketergantungan minimal Ketergantunga n sedang Ketergantun gan tinggi .