1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi dunia berdampak secara langsung terhadap sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, sehingga tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan semakin meningkat, baik di tatanan klinik maupun di komunitas. Mutu pelayanan kesehatan yang diberikan harus terjamin aman, tidak beresiko, dan dapat memberikan kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi standar mutu internasional, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan klien berserta keluarganya. Perawat dituntut untuk tampil professional yang memberikan asuhan keperawatan serta mampu menjalin kerjasamadengan berbagai pihak agar pelayanan yang diberikan dilakukan secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan dasar, meliputi kebutuhan bio, psiko, sosio dan spiritual klien. Penyelenggaraan layanan keperawatan didasarkan pada kewenangan yang diberikan karena keahlian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Kesehatan no. 36 tahun 2009. Praktik keperawatan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam berbagai penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan, registrasi, sertifikasi, akreditasi, dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum Pendidikan Ners terdiri dari kurikulum tahap akademik dan kurikulum profesi yang menyatu sebagai satu kesatuan utuhdisusun setelah mempertimbangkan bahwa Kurikulm berbasis kompetensi (KBK) pendidikan Sarjana Keperawatan (2008) yang terpisah dengan KBK profesi akan dapat menimbulkan dampak yang tidak diiginkan sebagai akibat tenaga yang dihasilkan
AIPNI Page 1

pada tingkat sarjana belum memiliki kewenangan untuk melakukan praktik keperawatan. Terwujudnya KBK pendidikan ners adalaha merupakan konsekwensi terhadap Kurikulum Inti Program Pendidikan Ners (Sarjana Keperawatan dan Ners) yang disahkan pada tahun 1998 dan diberlakukan pada tahun 1999 dan tidak sesuai dengan perkembangan global. Dampak globalisasi, keterbukaan, rasionalisasi berfikir, dan budaya kompetisi / persaingan akhir-akhir ini telah mempengaruhi dunia pendidikan. Globalisasi akhirnya berdampak juga terhadap pendidikan keperawatan. Saat ini tuntutan terhadap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat, masalah-masalah kesehatan semakin kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/keperawatan semaikn canggih, dan selain itu persyaratan dunia kerja semakin menuntut tenaga keperawatan yang kompeten, sehingga dunia pendidikan keperawatan harus mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk mampu berkompetisi baik nasional maupun global. Untuk mengantisipasi perkembangan global tersebut telah diadakan perubahanperubahan yang bersifat inovasi, reorientasi, reformasi di dalam penyusunan kurikulum Pendidikan Ners. Penyusunan kurikulum ini merujuk kepada misi Diknas unutk menciptakan Insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, dan komprehensif serta berakhlak mulia dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), dan tuntutan dari organisasi profesi. Kurikulum yang disusn menitik beratkan kepada proses pembelajaran yang berorientasi kepada mahasiswa (student centered learning) dan beroerientasi kepada kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan, sehingga kurikulum yang disusun adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang berstandar nasional maupun internasional. Penyusunan kurikulum tahun 2010 berlandaskan kepada peraturan-peraturan terkini yang ada di pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan, dan tuntutan dari organisasi profesi yang mengharapkan lulusan berstandar internasional. Secara nasional, aturan-aturan yang tertuang pada SK Mendiknas No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar SK Mendiknas No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, dan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 20 (3)
AIPNI Page 2

bahwa Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi dan.atau vokasi; PP RI No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP RI No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan, pasal 85 (3) bahwa Pendidikan tinggi dapat menyelenggarakan program diploma pada pendidikan vokasi, sarjaan, magister dan doktor pada pendidikan akademik dan spesialis dan atau profesi pada pendidikan profesi. Semua peraturan diatas menjadi pedoman umum penyusunan kurikulum Pendidikan Ners ini. Penyusunan materi berdasarkan hasil analisis dan studi banding keberbagai institusi penyelenggara pendidikan yang ada di luar negeri, bekerja sama dengan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Disamping itu, tuntutan dari stakeholder : masyarakat, rumah sakit, puskesmas, departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya terhadap tampilan perawat professional, digunakan oleh penyusun kurikulm sebagai landasan pengembangan profil Ners di masyarakat. Berdasarkan pertimbangan di atas dilaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia sebagai upaya perbaikan kurikulum. Kegiatan dimulai di Jakarta pada tanggal 8 - 10 Oktober 2003 dengan hasil tersusunnya standar kompetensi perawat professional (ners). Selanjutnya kegiatan di Yogyakarta pada tanggal 22 - 24 Juli 2003, menghasilkan draft tentang penyelenggara pendidikan ners yang berkualitas menghasilkan ners yang kompeten. Kegiatan ke tiga di Malang pada tanggal 11-13 Maret menghasilkan kompetensi lulusan pendidikan DIII dan Ners. Pada tanggal 23-24 April 2004 di Jakarta membahas Sisdiknas dan implikasinya terhadap pendidikan tinggi keperawatan. Pada tanggal 23-25 Agustus 2004 di Makassar di bahas konsep LRAISE kualitas pendidikan Ners. Di Bandung pada tanggal 20-23 November 2005 membahas kesiapan institusi pendidikan ners untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di era global. Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 4-6 Mei 2006 dilaksanakan lokakarya Nasional AIPNI dan PPNI di Jakarta dengan agenda susunan kurikulum pendidikan Ners. Kegiatan lokakarya KBK bekerja sama dengan Tim KBK DIKTI Depdiknas telah dilaksanakan pada 20-23 Pebruari 2007 di Jakarta, selanjutnya dilaksanakan
AIPNI Page 3

kegiatan serupa dan pelatihan-pelatihan lainnya secara teratur dan berkesinambungan selama lebih dari dua tahun agar tersusun standar pendidikan utama dengan kemampuan minimal yang harus dicapai, baik hard skills maupun soft skills oleh Ners di Indonesia. Kompetensi yang harus dimiliki lulusan terdiri atas kompetensi hard skills dan soft skills. Kompetensi hard skills terkait penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan tehnis yang berhubungan dengan bidang ilmu keperawatan, sedangkan kompetensi sof skills yang harus dimiliki oleh seorang Ners adalah : tanggung jawab dan tanggung gugat, empati, berfikir kritis, disiplin, leadership (kepemimpinan), kreatif dan inovatif, inisiatif, komunikatif, dapat bekerja dalam tim, antusias, bersikap asertif, dapat mengambil keputusan dalam asuhan keperawatan, tanggap, ikhlas, teliti, percaya diri, berperilaku etis, mampu memecahkan permasalah keperawatan, mempunyai jiwa entrepreneurship, menghargai hasil karya orang lain, altruistik, lifelong, learning, conscience, dan mampu mengambil resiko (risk taking), dibawah bimbingan preceptor/mentor. Berdasarkan latar belakang di atas dan berbagi kegiatan yang telah dilaksanakan, tersusunlah kurikulum inti Pendidikan Ners berbasis kompetensi tahun 2010 yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan kurikulum di berbagai institusi penyelenggara pendidikan Ners di seluruh Indonesia, dengan tahapan dan langkah yang diharapkan dapat menjamin kualitas lulusan sehingga mampu berkompetisi secara global. B. Tujuan Kurikulum ini disusun dengan tujuan memberikan pedoman dalam penyelenggaraan program pendidikan ners dengan pendekatan kurikulum berbasis kompetisi. Tujuan lain adalah untuk mengarahkan upaya para penyelenggara pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang benar untuk dapat menghasilkan ners yang cerdas, kompetitif dan komprehensif.

2
AIPNI

KERANGKA KONSEP PROGRAM PENDIDIKAN NERS

Page 4

1. lingkungan. psikologis. sosial. spiritual. dan kultural. berkomunikasi. mind. Manusia beroerientasi kepada waktu. mengembangkan budaya dan nilai-nilai. sehat dan keperawatan. dan spirit yang salinbg berpengaruh. kapasitas berfikir. Falsafah Keperawatan Dalam keperawatan. Manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminkan tiga komponen body. AIPNI Page 5 . dan keperawatan sebagai pelayanan professional yang akan mempengaruhi isi kurikulum dan pendekatan utama dalam proses pembelajaran. Untuk dapat melangsungkan kehidupannya. manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pelayanan kesehatan dengan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang 1945.Pendidikan Ners merupakan pendidikan akademik-profesional dengan proses pembelajran yang menekankan pada tumbuh kembang kemampuan mahasiswa untuk menjadi seorangn ilmuwan pemula dan tenaga professional. bernalar. kemampuan mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan berbagai mekanisme yang dibawa sejak lahir maupun didapat pada dasarnya bersifat biologis. belajar. Landasan tumbuh kembang kemampuan ini merupakan kerangka konsep pendidikan yang meliputi falsafah keperawatan sebagai profesi. selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan lingkungannya dan bersepon secara positifterhadap perubahan lingkungan melalui adaptasi dan memperbesar potensi untuk meningkatkan kapasitas kemampuannya. mampu berjuang untuk mencapai tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri. Manusia mempunyai siklus kehidupan meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan. a. kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang mencakup biopsikososio-spritual-kultural. Bertolak dari pandangan ini keperawatan meyakini paradigmadengan empat konsep dasar yaitu manusia.

Dengan demikian manusia dalam keperawatannya menjadi sasaran pelayanan keperawatan yang disebut klien mencakup individu. maturasi biologi. budaya dan aspek spiritual yang dinamis. keterbatasannya. menggali serta menggunakan sumbersumber yang diperlukan sesuai dengan potensi. c. Lingkungan eksternal antara lain terdiri dari masyarakat. mempunya tujuan dan sistem nilai serta berada dalam suatu hubungan yang bersifat saling bergantung yang terorganisir. Masyarakat adalah sistem social dimana semua orang berusaha untuk saling membantu dan saling melindungi agar kepentingan bersama dalam hubungannya dengan lingkungan dapat mencapai tingkat pemenuhan kebutuhan dasar secara optimal. mental. emosi (psikologis). biologic.Manusia selalau mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui serangkaian peristiwa antara lain belajar. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia mencakup lingkungan fisik. dan predisposisi terhadap penyakit serta faktor perilaku. kelompok dan komunitas yang selalau dapat berubah untuk mencapai keseimbangan terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi . b. Lingkungan Lingkungan dalam keperawatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasaal dari dalam manusia itu sendiri mencakup. untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Lingkungan eksternal juga diartikan juga sebagai lingkungan masyarakat yang berarti: kumpulan individu yang terbentuk karena interaksi antar manusia. sosial dan tidak hanya terbebas dari AIPNI Page 6 . factor genetic. sosial. Sehat Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat diartikan sebagai keadaan sejahtera fisik. jenis kelamin. Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan secara dinamis dan mempunyai kemampuan berspon terhadap lingkungan yang akan mempengaruhi derajat kesehatannya. kultural dan spiritual. keluarga.

ditujukan kepada AIPNI Page 7 . preventif. baik secara fisik. Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cia bangsa Indonesia seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan kesehantan dan pendidikan. Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan. mencegah sakit. kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistic serta kemampuan untuk menggerakkan energi serta sumber-sumber yang tersedia dalam mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. d. Sehat dilihat dari berbagai tingkat yaitu tingkat individu. Keperawatan Keperawatan adalah bentuk layanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. dan yang mengalami ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan bermartabat. 1. keluarga. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi pada klien. kelluarga.penyakit atau kelemahan. ditujukan kepada individu. meningkatkan kemampuan professional melalui penelitian dan menggunakan hasil penelitian. dan kuratif. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya-upaya promotif. memberi asuhan kepada orang sakit. mental. Sehat ditentukan oleh kemampuan individu. Kesehatan adalah keadaan sehat. mendefinisikan: “keperawatan sebagai suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. keluarga. memberikan lingkungan yang aman. di dasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi sesuai Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. komunitas dan tingkat masyarakat. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan masyarakat sejak fertilisasi samapai akhir hayat. Keperawatan Sebagai Profesi Pada lokakarya Nasional (1983) yang merupakan awal diterimanya profesionalisme keperawatan di Indonesia. kelompok.

serta kurangnya kemuauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. will. Nursing is a la learn profession that both a science and art” Selanjutnya Henderson (1978) menyatakan bahwa : “Nursing is primarily assisting the individual (sick or well) in the performance of those activities contributing to health. menggunakan pendekatan holistik. “The unique function of the nurse is to assist the individual. groups AIPNI Page 8 . or is recoveryao to a peacefull death that he would perform unaided if he had the necessary strength. suatu bentuk pelayanan/asuhan yang bersifat humanistic. “Nursing is humanistic science dedicated to compassionate concern for maintining and promoting health. This unique function of the nurse is a helping art. sick or well. or knowledge. in the performance of those activities contributing to health or its recovery or to a peaceful death that the would perform unaided if he had the strength. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. keterbatasan pengetahuan. or knowledge. it is also a science” Martha E Roger (1970) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut . mendahulukan kepentingan kesehatan klien diatas kepentingannya sendiri. dilaksanakan berdsarkan ilmu dan kiat keperawatan. It is likewisethe unique contributing of nursing to help the individual to be independent of such assistance as soon as possible” International Council of Nurses (2007) mendefinisikan. Pernyataan tersebut diperjelas dengan pandangan berbagai pakar keilmuan keperawatan tentang pengertian keperawatan antara lain sebagai berikut : Virginia Handerson (1960) mendefinisikan keperawatan secara fungsional sebagai berikut. preventing illness.individu keluarga dan masyarakat. “Nursing encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia”. Keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan. serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan. families. caring for rehabilitating the sick and disable.

Dengan demikian. disable and drying people. dan tersier. Keperawatan sebagai Pelayanan Profesional Sifat dan hakikat pelayanan/asuhan keperawatan bertujuan untuk tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal. maupun pelayana/asuhan yang bersifat mandiri (independen) dapat dilaksanakan sesuai dengan hakikat keperawatan sebagai profesi. Sebagai pelayanan professional. participation in shaping health policy and in patient and health sistem management. keperawatan memiliki sifat unik dan berbeda dengan profesi kesehatan lainnya. Berbagai jenjang pelayanan/asuhan keperawatan harus dikembangkan. and education are also key nursing roles” Tingkat pemahaman tentang keperawatan sebagai profesi akan tercermin antara lain pada langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembangan dan pembinaan pelayanan/asuhan keperawatan kepada masyarakat. keperawatan mempunyai karakteristik sebagai berikut (Schein E H 1972) : a. prevention of illness. Para professional terikat dengan pekerjaan seumur hidup yang merupakan penghasilan sumber utama. berbagai sifat pelayana/asuhan keperawatan baik yang bersifat saling bergantung antara pelayanan/asuhan professional (interpenden). sebagai profesi. Pelayanan keperawatan kepada klien dilaksanakan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan baik di klinik maupun di komunitas. Inti dari perbedaan ini adalah keyakinan bahwa profesi keperawatan melibatkan aspek kemanusiaan mendalam dan hakiki. sick or well and in all setting. Demikian pula. research. Nursing includes the promotion of health.and communities. mencakup pelayanan/asuhan keperawatan primer. Advocacy. and the care of ill. AIPNI Page 9 . Rujukan keperawatan dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketenagaan dan fasilitas kesehatan/keperawatan yang ada baik rujukan keperawatan yang bersifat inter institusi pelayanan kesehatan. sekunder. 2. promotion of safe environment.

Membentuk perkumpulan profesi yang menetapkan criteria penerimaan. serta menguasai IPTEK agat AIPNI Page 10 . perizinan atau ujian masuk formal. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. Dalam menyediakan pelayanan tidak diperbolehkan memasang advertensi atau mencari klien. sikap dan perilaku professional. i. dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya. Mempunyai motivasi kuata atau penggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya. Konsep yang menjadi landasan dan akan mempengaruhi isi kurikulum Program pendidikan ners dikembangkan berlandaskan pada kegiatan dan proses pendidikan berbasis kompetensi dengan harapan menghasilkan ners yang memiliki pengetahuan. f.b. Berdasarkan hal diatas maka layanan yang diberikan oleh profesi keperawatan bersifat menyeluruh. Disamping itu juga berlandaskan pada aspek etik dan legal profesi. jalur karier dalam profesi dan batasan kewenangan profesi. c. Pelayanan yang diberikan kepada klien didasarkan pada kebutuhan objektif klien. unik. standar pendidikan. 3. mempunyai otonom dalam mempertimbangkan tindakannya. d. Lebih mengetahui apa yang baik untuk klien dari pada klien sendiri. Mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahlian dan pengetahuan mereka dianggap khusus. Memiliki kelompok ilmu pengetahuan yang mantap dan kokoh serta ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan dan latihan yang lama. h. dan individual melalui berbagai peran sebagai anggota profesi dan mengacu pada berbagai dan teori tentang manusia dan kemanusiaan serta kemandirian dalam mempertahankan etika dan standar profesi. e. Berorientasi kepada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien. j. g.

Dengan demikian. Hal ini menjadi dasar pemikiran bahwa setiap klien itu adalah individu yang unik. Etika Keperawatan Etika adalah suatu prinsip dan metode yang sistematik untuk membedakan antara yang benar dari yang salah. Konsep yang menjadi landasan dan mempengaruhi isi dari kurikulum adalah: a. Peran utama tim kesehatan adalah memfasilitasi untuk memberdayakan potensi internal klien. agama / kepercayaan. Konsep etika keperawatan meliputi praktik keperawatan yang berdasarkan pada pemikiran kritis dan reflektif mengenai tanggung jawab dan kewajiban ners terhadap klien. Budaya. kepercayaan yang dianut. dan perbedaan ekonomi menjadi dasar untuk penetapan keputusan terkait dengan masalah etik. hubungan yang AIPNI Page 11 . seorang ners haruslah memperhatikan aspek keberagamaan budaya. teknologi. Pada bagian terdahulu telah dijelaskan bagaimana selayaknya setiap lulusan pendidikan ners memahami paradigma sebagai pedoman dan pendekatan dalam memberikan layanan kesehatan kepada pihak yang membutuhkan.dapat memenuhi kebutuhan pasien dan menjamin pelayanan aman serta akuntabel. Cultural care diversity mengacu pada keberagamandan/atau perbedaan dalam gaya hidup. pola dan arti dalam pengasuhan yang berhubungan dengan ekspresi terhadap pelayanan kesehatan kepada klien antara ners sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan. b. Hubungan professional ners dank lien didsarkan pada pemahaman bahwa klien adalah orang yang paling tepat untuk membuat keputusan. Hubungan Ners – Klien Hubungan ners-klien adalah suatu hubungan interpersonal yang professional dan terpeutik dengan tujuan memnuhi kebutuhan klien. c. d. Keberagaman Budaya Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. anatara yang baik dari yang buruk. Paradigma Keperawatan Paradigma keperawatan sebagai keyakinan dan cara pandang berbagai konsep penting yang mendasari keperawatan. serta symbol.

Menyelesaikan Masalah secara Ilmiah Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah (scientific problem solving) pada peserta didik ditumbuhkan dan dibina sejak dini melalui rangkaian berbagai bentuk pengalaman pembelajaran secara terintegrasi.terjadi haruslah menguntungkan klien dan tidak memiliki efek yang negatif bagi klien. Tema konseptual caring ini mengandung tingkat pemahaman peserta didik selam proses pendidikan terhadap keberadaan klien yang sedang mengalami satu atau beberapa masalahkesehatan. maka lulusan nantinya dapat memberikan pelayanan yanglwbih manusiawi dengan selalu memperhitungkan harga diri dan martabat klien. menetapkan diagnosa keperawatan. dan (d) Berorientasi ke masa depan. psikologis. e. Pendekatan Utama dalam Proses Pembelajaran Untuk mencapai tujuan kurikuler. tingkat spiritual dan keyakinan terhadap aspek yang lebih tinggi dan yang diyakini telah menghidupinya. AIPNI Page 12 . Sudut pandang peserta didik dilatih dan ditumbuhkan untuk menjadi lebih luas dalam memahami klien bukan hanya sekedar individu unik namun juga individu yang memiliki variasi individualitas secara fisik. diperlukan beberapa pendekatan utama dalam proses pembelajaran yaitu : (a) Menyelesaikan masalah secara ilmiah (b) Pembelajaran berfokus pada peserta didik (c) Berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Caring (Pengasuhan) Caring adalah proses interpersonal yang menunjukkan pola atau bentuk yang berhubungan dengan oranng lain dalam memfasilitasi perkembangn seseorang. Diharapkan. merencanakan tindakan keperawatan. melalui proses pembelajaran menghadapi klien dengan sikap dan perilaku caring. a. yang mulai dari pengkajian. melaksanakan tindakan keperawatan. budaya. Proses keperawatan merupakan salah satu metode pendekatan dalam penyelesaian masalah secara ilmiah. Hal ini merupakan landasan utama untuk menumbuhkan dan membina kemampuan memahmi dan menerapkan proses keperawatan yang merupakan metode utama yang digunakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan. 4.

Pengalaman Belajar di Masyarakat Pengalaman belajar di masyarakat merupakan masa adaptasi professional. serta memanfaatkan berbagai sumber dan kemampuan yang ada di masyarakat. Kemandirian dalam belajar dan kemampuan memutuskan kondisi belajar yang optimal senantias harus di fasilitasi dan ditingkatkan. Berbagai bentuk pengalaman belajar dirangkai dan dilaksanakan secara terarah sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan belajar secara terus menerus sesuai asas belajar sepanjang hayat dan hakikat profesi keperawatan. Secara terintegrasi ditumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis. penalaran ilmiah. mengambil keputusan klinik. peserta didik mendapat kesempatan untuk berlatih bekerja di masyarakat. Belajar Aktif dan Mandiri Kemauan dan kemampuan belajar aktif dan mandiri dibina sejak dini pada awal pendidikan guna meningkatkan kemampuan dalam mengarahkan belajar sendiri.sampai dengan evaluasi dan menetapkan tindak lanjut. dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan maju. Melalui pengalaman belajar di tatanan dan pengalaman belajar lapangan di komunitas. Disamping itu ia terlatih dalam menyelesaikan masalah keperawatan yang dihadapi klien. melakukan sosialisasi professional. Sikap dan kemauan professional seorang ners dituntut untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. b. ditumbuhkan dan dibina sepanjang proses pendidikannya melalu berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat. perkembangan IPTEK. dan ditingkatkan secara bertahap sampai akhir pendidikan. lebih peka dan mampu mengidentifikasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapi di masyarakat. d. dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Kemampuan untuk berorientasi ke masa depan akan dapat membiasakan diri AIPNI Page 13 . c. Berorientasi ke Masa Depan Program pendidikan ners selalu mengorientasikan peserta didik pada perkembangan ke masa depan dengan mengikuti perkembangan profesi. trend dan isu kesehatan. berpikir alternative dan kemampuan pengambilan keputusan secara benar. sehingga mereka tidak tertinggal oleh perkembangan global.

kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pada profil lulusan yang diharapkan. Oleh karena itu. kompetisi yang harus dimiliki dan dilengkapi dengan bahan kajian yang terkandung dalam mencapai kompetensi tersebut.seorang peserta didik untuk siap dan terbuka menerima berbagai perubahan yang terjadi.selanjtunya bahan kajian akan direspresentasikan AIPNI Page 14 . Disamping itu. Kurikulum ini menyatu dan hanya ditunjukkan untuk menghasilkan Ners sebagai luaran akhir dari sebuah proses pendidikan keperawatan tingkat profesional pertama. maka diharapkan implementasi kurikulum berbasis kompetensi ini dapat menghasilkan lulusan ners yang kompeten dan berbudi luhur. pendekatan pola pembelajaran lebih memungkinkan peserta didik tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri yang lebih mementingkan upaya pemenuhan kebutuhan pasien yang dilayaninya. Berdasarkan pada berbagai konsep yang terdapat dalam falsafah dan paradigma keperawatan serta konsep tumbuh kembang manusia dan aspek kemanusiaannya. 3 KURIKULUM INTI PROGRAM PENDIDIKAN NERS DI INDONESIA Kurikulum inti program pendidikan ners terdiri dari dua tahapan kurikulum akademik yang mengacu pada aturan pemerintahakan bergelar Sarjana Keperawatan dan tahapan kurikulun profesi yang setelah lulus akan memperoleh sebutan profesi ners.

PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN NERS Profil luluan merupakan langkah dasar dalam menyusun sebuah kurikulum berbasis kompetensi. Researcher (Peneliti Pemula) Keterangan : *Sarjana Keperawatan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan. Manager (Pengelola asuhan keperawatan) e. A.dalam bentuk mata kuliah. sehingga kurikulum tahap akademik pendidikan sarjana keperawatan dan tahap profesi merupakan satu kesatuan rangkaian kegiatan untuk mencapai kompetensi yang harus dimiliki oleh Kompetensi Dan Elemen Kompetensi Lulusan Progran Pendidikan AIPNI Page 15 . departemen kesehatan dan organisasi/institusi pelayanan kesehatan lainnya. Termasuk organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap tampilan ners profesional yang diharapkan di masyarakat. Ners Sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar. disertai dengan metode atau model pembelajaran. Community leader (Pemimpin dalam kegiatan komunitas profesi maupun sosila) c. Edocator (Pendidik kesehatan bagi klien. keluarga) d. Profil lulusan Sarjana Keperawatan/Ners : a. puskesmas. Care Provider (Pemberian asuhan keperawatan)* b. B. rumah sakit. Profil lulusan pendidikan ners telah dibuat berdasarkan hasil lokakarya yang melibatkan stakeholder (masyarakat. serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi. Tugas. peran dan ruang lingkup pekerjaan menjadi pokok bahasan dalam penyusunan profil. dan cara mengevaluasi hasil pembelajaran yang selalu diupayakan untuk mengukur kompetensi yang diharapkan.

Kompetensi yang dimuat dalam buku kurikulum ini merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dan terstandarisasi diseluruh Indonesia. Kompetensi ini kemudian diuraikan kedalam elemen kompetensi sebagai berikut: 1. pendukung dan lainnya yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelenggarakan program pendidikan Sarjana Keperawatan sesuai yang tercantum pada tabel 1 : Tabel 1 Kompetensi Pengembangan Kurikulum Institusi Pendidikan Sarjana Keperawatan AIPNI Page 16 . Kompetensi pendukung dan lainya merupakan kompetensi yang mencirikan institusi dan program studi dimana lulusan berasal. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Kelima elemen kompetensi ini merupakan hasil dari kegiatan belajar peserta didik dan mengacu pada konsep pembelajaran yang diterapkanoleh UNESCO (2000) untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna kelak. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. 4 KURIKULUM PENDIDIKAN tahap AKADEMIK (PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN) Pengembangan kurikulum pendidikan Sarjana keperawatan merupakan kurikulum tahap akademik yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusi dan memuat kompetensi utama. pendukung.ners sebagai luaran dari program pendidikan ini. dan kompetensi lain. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Landasan Kepribadian 2. Kemampuan berkarya 4. Kompetensi yang perlu dimiliki oleh lulusan pendidikan ners terdiri dari kompetensi utama.

KURIKULUM ELEMEN KOMPETENSI 1. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya 5. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan AIPNI Page 17 .1 Kompetensi Utama Kompetensi utama merupakan kemampuan untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi. KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Kompetensi Pendukung Lainnya INTI Kompetensi Utama 20% . Sarjana keperawatan (144 – 160 SKS) dimana 60% diantaranya disediakan sebagai kurikulum inti (87 SKS).40% 0% . Rumusan Kelompok Kompetensi A. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan 3. Untuk mencapai kompetensi utama pendidikan tahap akademik / Sarjana Keperawatan diimplementasikan dalam komposisi pengembangan kurikulum institusi pendidikan.3 Kompetensi Lainnya Kemampuan yang ditambahkan agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. A. dengan memperhatikan masukan masyarakat profesi dan pengguna lulusan. sesuai isu global) B. Kemampuan Berkarya 4.30% Kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya ditetapkan oleh institusi penyelenggara program studi. Landasan kepribadian 2. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat 40% .80% ditetepkan oleh kalangan perguruan tinggi. A. sehingga seluruh institusi pendidikan keperawatan mempunyai kurikulum inti yang sama. dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Perguruan Tinggi (± 20%.2 Kompetensi Pendukung Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Perguruan Tinggi yang bersangkutan (± 20%) A.

b. a. c. 3.Untuk mencapai profil lulusan Sarjana Keperawatan. a. Educator (pendidik) a. b. Manager (pengelola) a. perlu ditentukan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Sarjana Keperawatan. b a. a. c. Kompetensi yang seharusnya dipunyai oleh lulusan Kompetensi Kompetensi Kompetensi Utama a. Pemula) b. Tabel 2. di b.Researcher (Penelitian a. a. a. b. Profesional Provider pelayanan keperawatan) Care a. Lainnya 2. Kaitan profil dengan kompetensi lulusan Profil 1. Dibawah ini diperlihatkan kaitan profil dengan kompetensi lulusan. b. a. C. 4. b. b. Kompetensi Utama tahap akademik pendidikan Ners AIPNI Page 18 . (Pemberi pendukung a. Community (Pimpinan Komunitas) Leader a. 5. a. b.

kerangka etik dan legal dalam sistem Mampu membuat keputusan etik Mampu memberikan asuhan peka baudaya dengan menghargai etnik. Kompetensi utama ini dijabarkan kedalam unit kompetensi. g. c. c. Mampu menerapkan pengetahuan. h.2. d. e. Kompetensi Utama Sarjana Keperawatan : a. Melakukan komunikasi secara efektif Melaksanakan pendididkan kesehatan Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan*) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas*) Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan*) Mampu menjalin hubungan interpersonal Mampu melakukan penelitian sebagai peneliti pemula Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. f. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberikan asuhan kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan.Kompetensi tahap akademik adalah serangkaian kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan pendidikan tahap akademik dan bergelar sarjana keperawatan. C. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik*) Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten*) Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien*) Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. d. Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan a. C. h. i. Mampu mengkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat . skunder dan tertier. g. Sebagai dasar untuk menjamin agar kualitas lulusan ners dapat berkompetisi secara global kelak maka diperlukan patokan dalam penentuan kompetisi utama yang harus dikuasai oleh sarjana keperawatan diberbagai institusi penyelenggara pendidikan di seluruh Indonesia. e. f. b. AIPNI Page 19 b.1.

AIPNI Page 20 Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan . melaksanakan proses penelitian sederhana dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan. Mampu merancang. x. w. l. u. o. q. r. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif*) m. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien*) n. y. s. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya*) Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesimambungan dalam praktik. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan*) Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan*) Mampu mengolaborasikan pelayanan keperawatan*) Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan*) Mapu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif*) t. k. p.j. v. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan*) Mampu mengembangkan pola piker kritis.

Trend dan issue Komunikasi dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan yang efektif dalam memberikan asuhan 2. Komunikasi dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan 7. 3. Penggunaan Diri Secara Efektif dalam kominukasi Terapeutik. Kewenangan akan dapat dimiliki setelah lulusan sarjana keperawatan menyelesaiakan tahap profesinya dan diberikan sebutan profesi Ners. BAHAN KAJIAN SETIAP UNIT KOMPETENSI UNIT KOMPETENSI 1. Komunikasi profesional dan kaitannya dengan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 9. D.Keterangan: *) belum memiliki kewenangan untuk melakukan. Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik. Komunikasi dalam Konteks Sosial dan Keanekaragaman Budaya serta Keyakinan 8. Pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 6. 2. 4. 5. Kaitan antara Rumusan Kompetensi dengan Bahan Kajian Kompetensi yang akan dicapai memerlukan bahan kajian yang membahas pengetahuan dan keterampilan terkait yang yang sesuai. mampu melakukan komunikasi 1. Konsep Komunikasi Terapeutik. Penggunaan Komunikasi Terapeutik. Hukum dan Perundang – undangan Kesehatan yang efektif dalam memberikan AIPNI Page 21 . mampu melakukan komunikasi BAHAN KAJIAN 1. Dibawah ini digambarkan bahan kajian berdasarkan unit kompetensi yang merupakan jabaran dari kompetensi utama lulusan pendidikan ners tahap akademik (sarjana keperawatan). Teknik Komunikasi Terapeutik.

Mampu membuat keputusan etik 2. dan tugas 4. dan spiritual dalam praktik keperawatan Konsep. aborsi.Penggambilan keputusan legal etis 15. Nursing advocacy 16. 7.Malpraktek. Ethical issue dalam praktik keperawatan : 10. 14. tahap.Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan. dll 11. nilai dan norma masyarakat 9. neglected.asuhan 3. moral right. Sistem Kesehatan Nasional 3. Kebijakan Pelayanan Kesehatan 7. 4. Prinsip – prinsip etika keperawatan : 8.pertanggung jawaban dll 13. Etika dan Hukum Keperawatan 4. agama atau faktor lain dari setiap pasien yang unik*) 1.Euthanasia. supporting devices. AIPNI Page 22 . 5. non-maleficience. Telaah etis dalam keputusan Manajemen Sistem Kesehatan Tradisional dan Modem 2. 3. Otonomi.Prinsip – prinsip legal dalam praktik 12. kepercayaan. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Perilaku Kesehatan Metode pengumpulan Data Antropologi dan Sosiologi Pendekatan holistic care pada klien : Pendekatan transcultural nursing Pendekatan agama. 6. beneficience. Profesionalisme keperawatan 6. pertanggunggugatan (mandiri & limpahan). Kode Etik Keperawatan 5. karakteristik. justice. transplantasi organ.

Konsep perubahan 20. Menajemen mutu 9. Mikrobiologi. Anatomi. Hak dan Kewajiban Pasien 14. 10. Psikologi Perkembangan 19. Infection Control 18. Komunikasi Terapeutik 16. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu konsisten*) perkembangan 1.Klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC) 1. Prosedur Keperawatan 15. Biologi.Menggunakan perangkat komputer dan jarigan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan . Spiritualitas / Religiusitas 6. Biokimia. Parasitologi. Teknologi Informasi dalam Keperawatan 8. Fisiologi. 11. Information Communication Technology in nursing : . Keperawatan Lintas Budaya 5. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. Perspektif Keperawatan Matenitas dalam 6. Holisme dan Humanisme 3. Patient Safety 17. Ilmu – ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas 7. Fisika. Mampu menggunakan proses AIPNI Page 23 . Patofisiologi. Ilmu keperawatan Dasar 4.5. Patologi.Metodologi Pendidikan 13. Kimia. Gizi 12. Metode Keperawatn 2. Farmakologi. Konsep Caring.Konsep Kehilangan 1.

Dampak Sistem Pelayanan Kesehatan terhadap Praktek Keperawatan Orang Dewasa 6. Bimbingan dan penyuluhan pada orang tua 10. Identifikasi Multiple Intelegence 12. 2.Askep Klien dg Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler 20.Konsep sakit dan Hospitalis pada anak 11.Askep Klien dg Gawat Darurat pada AIPNI Page 24 . Issue dan kecenderungan Masalah Kesehatan Lansia 14. batasan dan Teori Penuaan 13. Beberapa faktor yang mempengaruhi Kesehatan Lansia 15. Lingkup Keperawatan Orang Dewasa 5. Peran Perawat Maternitas dimasyarakat 3. Pencegahan kecelakaan pada Anak 9. Perspektif Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga 7. Faktor resiko yang Mempengaruhi kesehatan Maternal 4.keperawatn dalam menyelesaikan masalah klien*) konteks keluarga. Perspektif Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat 19. Bermain pada anak 8.Pengeloloan Kesejahteraan Lansia diInstitusi dan Masyarakat 18. Upaya Prevektif dan Promotif untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Fisik dan Psikososial Lansia 17.

Konsep Home Health of Nursing (Home Care) 29.Aspek Keterkinian dalam Praktek Keperawatan Komunitas 34.Proses Keperawatan Kmunitas 39.Upaya Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa 24.Konsep Dasar Keluarga 25.Konsep PHBS 36.Jenis – jenis Tindakan Keperawatan pada berbagai Kasus Resiko Tinggi di Keluarga 31.Manajemen Sumber daya Keluarga 28.Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesja.Proses Asuhan Keperawatan pada Keluarga 30.Teori Model Keperawatan di keluarga 27.Strategi Pemecahan Masalah Kesehatan Komunitas 38.Konsep Keperawatan Komunitas 32. UKS) AIPNI Page 25 .Masalah Kesehatan di Indonesia 33.21.Konsep Keluarga.Konsep MTBS 37. trend dan Issue Kesehatan keluarga 26.Puskesmas 35. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana 22. Konsep Dasar Kesehatan dan keperawatan Jiwa 23.

Supervisi 10. Metode pembelajaran 2.consolation of the dyin 8. rehabilitatif.Manajemen mutu dan manajemen resiko dalam asuhan keperawatan klien 43. Teori pendekatan 26ontro dalam kesehatan 4.karaktif. Teori berubah 3. Rancangan penyuluhan kesehatan 9. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) AIPNI Page 26 5. Aspek 26ontro budaya serta hubungannya dalam ekologi 6.40. Metode evaluasi 1.promotif. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. 26ontrol26ive.Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 45. Konsep belajar sepanjang hayat 2. sekunder dan tertier 1.preventif.Aplikasi Teori Model dalam Berbagai Situasi Pelayanan 44.manajemen Asuhan : Pendekatan 26ontrol26. Pendekatan etik dalam pengambilan keputusan .Transisi pola penyakit 41. Metode Evaluasi 1. Team Building 4. Pendekatan Moral right dalam pengambilan keputusan 2. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat 7.Epidemiologi dan Kependudukan 42. Konsep dasar kesehatan 5.

Control kualitas asuhan keperawatan AIPNI Page 27 . Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 7. Keterapilan – keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus sesuai dengan tingkat usia disetiap tatanan pelayanan kesehatan 1. Hak pasien dan keluarga dalam pelayanan 11. doing the best to keep nursing respected 2. Otonomi dan 27ontrol profesi 5. Anatomi fisiologi keperawatan 3. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 14. Kajian situasi pelayanan keperawatan : manajemen asuhan 2. Manajemen kasus (termasuk coordinating and collaborating care) 6. Standar profesi 12. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 15. Etika profesi 6. Mampu menggunakan prinsip – prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik keputusan Self manajement of learning 1. Domin profesi 3. Konsep Collaborative 2. Fisika keperawatan 2. Alur penaganan pasien 3. committed to. Pround to be nurse : confident. Team work building Terapi Modalitas Keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer 1.3. Mampu mendemontrasikan keterampilan teknis keperawatan sesuai standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efesien dan efektif *) 13. Mengelola pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan dasar 5. Pengorganisasian pelayanan 4. Kompetensi 4. Kesiapan perawat dan pelayanan 1.

Indikasi dan kontra indikasi obat 4. Pengertian dan luang lingkup K3 2. Air buangan dan kesehatan 11.Keterlibatan dan peran Tenaga Keperawatan dalam Kebijakan Pemerintah di bidang Gizi Masyarakat 1. Toxicology obat 9. Zat gizi makro dan mikro 10. Biomonitoring 8. Farmakodinamika dan farmakokinetik 3. Efek / efek samping obat 5. Penyediaan air bersih 10. Bahaya fisik dilingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 6.Sanitasi makanan 14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 7. Interaksi obat 6. Ergonomic dan faal kerja 7. Cara pemberian dan perhitungan dosis 7. Dinamika kelompok dan team building 1.16. Konsep dasar kesehatan lingkungan 9. Obat – obatan tradisional 8. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *) AIPNI Page 28 . Bahaya lingkungan kerja dan evaluasinya 4.Intervensi Gizi Masyarakat 17.Toksikologi lingkungan 15. Bahaya kimia di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kesehatan 5. Penggolongan obat-obatan 2.Angka kecukupan gizi yang dianjurkan 17. Undang – undang K3 di Indonesia 3.Pengelolaan limbah domestic dan medis 12.Perumahan dan pemukiman sehat 16.Manajemen pengendalian vector 13.

Kebutuhan Gizi Individu 12. Gizi dan Pangan Menurut Pendekatan 18.Konsep dasar kajian situasi 11. 10.Nutrisi pada Ibu Hamil 15. Penilaian status gizi individu 13. Konsep Dasar Ilmu gizi Masyarakat 17. Komunikasi organisasional 6. Dinamika kelompok (team building) 2.Kajian situasi dalam proses manajemen 12.Proses pengambilan waktu 16. Pengelolaan konflik 8.Pengelolaan waktu 15.Pengorganisasian (struktur. Perencanaan: konsep perencanaan strategis dan operasional 13.Dasar – dasar Dietetika Klinik 14. orientasi.Perencanaan ketenagaan dan financial 14. Manajemen keperawatan sebagai sistem kepada tim asuhan dengan mempertahankan skuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) dan proses. Kepemimpinan 4.11. Directing 3. kultur organisasi keperawatan serta model pengorganisasian. karier) AIPNI Page 29 .Kebutuhan Nutrisi pada Anak 16. Konsep dan proses berubah 9. Motivasi 5.Mampu memberikan dukungan Kesehatan Masyarakat 1. dan penapakan. konsep. Pengelolaan staf (seleksi. pelayanan keperawatan dan model penugasan) 17. Asertifitas 7.

Proses berubah 1. Pengembangan Kepribadian 3. Rancangan penelitian 5. Berpikir sistematis proses penelitian sederhana 21. Pengumpulan data 7. Ilmu Komunikasi 2. Penulisan Karya Ilmiah 22. Trend and issues in nursing 12. Konsep Kolaborasi. Information Communication Technology in nursing : Menggunakan perangkat computer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan AIPNI Page 30 Klasifikasi intervensi dan outcome . Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terkini di bidang keperawatan dan kesehatan 17. Pisikologi Konsumen 6. Pemasaran Keperawatan 5. Keperawatan sebagai ilmu dan seni 11. Pengembangan instrument penelitian 6. Identifikasi dan merumuskan masalah penelitian 3. Literature dan Critical Review 4. Kepuasan Pelanggan 4. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 1. Penelitian Bidang Perawatan 15. Mampu merancang. Interprestasi data 9. Kemitraan dan kerja Tim 20. Mampu memanfaatkan hasil penelitan dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan 2. Analisa Data 8.19. Pengumpulan Data dan Analisa Data 16. Rancangan Penelitian 14. melaksanakan 1.Konsep dasar Penelitian 13. Desiminasi dan publikasi 10.

23. yaitu 87 SKS (dari 144 SKS ) terdiri dari 70% pengetahuan teori dan 30% penerapan praktik ( laboratorium. belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri. IT. sikap dan keterampilan yang relevan dengan masalah kesehatan yang dihadapi. dengan pola struktur terintegrasi sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan. Konsep belajar sepanjang hayat 2. Enterpreneurship dan pengembangan praktik professional 4.Flu Burung. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemapuan profesional keperawatan (NIC NOC) 1. dengan masa studi 4 tahun (8 semester). Entrepreuner. Tujuan struktur kurikulum terintegrasi adalah untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi guru bagi dirinya. mengkaji kemampuan diri sendiri. tatanan klinik dan komunitas). Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan keperawatan 1. Kurikulum yang telah disusun ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Konsep kepemimpinan dalam keperawatan 4. dan belajar mandiri sehingga kelak dapat menjadi anggota profesi yang mandiri. Standar profesi 2. Konsep berubah 3. Bahasa Asing) dan muatan local 20% sesuai dengan keunggulan institusi. membantu peserta didik belajar aktif. Perlindungan profesi (manajemen resiko dan asuransi profesi) 3. SARS. Marketing keperawatan (internal dan eksternal) 5.Dalam kurikulum terintegrasi AIPNI Page 31 . Issue terkini dalam pelayanan 24. Perawatan Trauma. Konsep kesejawatan E. Disaster. Pengembangan kurikulum institusi disesualikan dengan visi dan misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut dengan memasukkan 20% isu global (yaitu : Perawatan HIV/AIDS. Struktur Kurikulum Sarjana Keperawatan Kurikulum pendidikan ners tahap akademik (Sarjana Keperawatan) ditetapkan dengan mengacu kepada 60% kurikulum inti.

pararel atau kombinasi. diantaranya berdasarkan sistem tubuh. Berikut ini dipaparkan contoh pengembangan kurikulum terintegrasi: AIPNI Page 32 . respon atau tema.beberapa bahan kajian dikelompokkan menjadi satuan mata kuliah untuk mencapai beberapa sub unit kompetensi. Selanjutnya. mata kuliah tersebut disusun secara seri. kebutuhan dasar manusia. Setiap sub unit kompetensi mempunyai bobot satu(1) satuan kredit semester (SKS) Upaya mengintegrasikan bahan kajian menjadi satuan mata kuliah dapat menggunakan berbagai cara pengelompokan.

Reproduksi (4 SKS) Sist. Kardiovaskuler (4SKS) Sist. Integumen (2 SKS) Sist. Pendekatan berdasarkan sistem tubuh pembahasan terintegrasi berdasarkan siklus kehidupan sejak pembentukan sampai dengan lansia (2 SKS) (2 SKS) ISD (2 SKS) (2 SKS) (4 SKS) Bahasa Inggris Riset Kep (2 SKS) (2 SKS) B. Sensor Persepsi (2 SKS) Sist. Muskola skleletal (2 SKS) Sist. Neuro behav (4 SKS) Sist. Perkemihan (2 SKS) Sist. Endokrin (3 SKS) Sist. Komunitas (2 SKS) Sist.Agama (2 SKS) IKD I (3 SKS) Semester 1 IKD II (3 SKS) IKD III (4 SKS) IDK II (4 SKS) IKD III (3 SKS) SIST. Komunitas III (3 SKS) Manajemen (2 SKS) Semester 6 Semester 5 Semester 4 Semester 2 AIPNI Kewarganegaraan MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENDEKATAN SISTEM 1. Pencernaan (3 SKS) Sist. Respirasi (4 SKS) Sist.Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Inggris Semester 3 Semester 7 Kegawatan darurat sistem I (3 SKS) Page 33 Semester 8 Kegawat daruratan Sistem I (3 SKS) Skripsi (4 SKS) . Komunitas II(3 SKS) Sist. Imun Hematologi (3 SKS) Sist.

5 0.5 1.5 0.Inggris Ilmu Dasar Keperawatan II Ilmu Dasar Keperawatan III Sistem Kardiovaskuler Jumlah jam/mg = 11 + 7 + 2 = 20 SKS 2 2 4 3 4 15 T 2 1 3 2 3 11 Lab 1 1 1 0.5 0.5 0.5 0.5 1 2.CONTOH STRUKTUR KURIKULUM BERDASARKAN PENDEKATAN BERDASARKAN SISTEM SEMESTER I NO 1 2 3 4 5 6 MATA AJAR Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan Dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu dasar Keperawatan I Jumlah jam/mg = 13 + 6 = 19 SKS 2 2 2 3 3 4 16 T 2 2 2 2 2 3 13 Lab 1 1 1 3 K Ket SEMESTER II NO 1 2 3 4 5 MATA AJAR Ilmu Sosial Dasar B.5 K 0.5 0.5 0.5 0.5 3.5 Ket SEMESTER IV NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem sensor Persepsi Sistem Endokrin Sistem Pencernaan Keperawatan Komunitas I Jumlah jam/mg = 7 + 3 + 6 = 19 jam SKS 2 3 3 2 10 T 1 2 2 2 7 Lab 0.5 Ket SEMESTER III NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Respirasi Sistem Imun dan Hematologi Sistem Neurobehaviour Bahasa Inggris Jumlah jam/mg = 9 + 5 + 6 = 20 jam SKS 4 3 4 2 13 T 3 2 3 1 9 Lab 0.5 1.5 Ket SEMESTER V AIPNI Page 34 .5 1.5 0.5 K 0.5 K 0.

5 K 0.5 K 0.5 Ket NO 1 2 Ket AIPNI Page 35 .5 1 Ket SEMESTER VII NO 1 2 3 MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem I Riset Keperawatan Bahasa inggris Jumlah jam/mg = 6 + 5 + 2 = 13 jam SEMESTER VIII MATA AJAR Kegawatdaruratan sistem II Skripsi Jumlah jam/mg = 1+ 1 + 18 = 20 jam SKS 3 4 2 9 SKS 2 4 6 T 2 3 1 6 T 1 1 Lab 0.5 4 4.NO 1 2 3 MATA AJAR Sistem Muskuloskeletal Sistem Integumen Keperawatan Komunitas II Jumlah jam/mg = 4 + 4 + 4 = 12 jam SKS 2 2 3 7 T 1 1 2 4 Lab 0.5 1 1 3 K 0.5 0.5 0.5 0.5 1 2 K 0.5 0.5 0.5 1 Ket SEMESTER VI NO 1 2 3 4 MATA AJAR Sistem Perkemihan Sistem Reproduksi Keperawatan Komunitas III Manejemen Keperawatan Jumlah jam/mg = 7 + 6 +4 = 17 jam SKS 2 4 3 2 11 T 1 3 2 1 7 Lab 0.5 0.5 1 1 2.5 Lab 0.

Deskripsi Mata Kuliah semester I Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir kritis dalam keperawatan. Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan 3. pendekatan holistic care (konsep Caring. Menerapkan konsep berpikir kritis dalam keperawatan 2. termasuk teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. prinsip-prinsip legal etis dan isu etik (ethical issue). humanisme dan transcultural nursing). Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistic dalam konteks keperawatan AIPNI Page 36 . perkembangan keperawatan. nursing advocacy. holisme.

Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan 5.4. Manfaat teknologi komunikadi informasi dalam pembelajaran keperawatan. AIPNI Page 37 .

No 1 2 3 Kompetensi blok 1 Bahan kajian Menerapkan konsep berpikir kritis dalam Konsep berpikir kritis dalam keperawatan keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah keperawatan Menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional 1. moral right. beneficience. small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) AIPNI Page 38 . nilai dan norma masyarakat 2. humanisme 4. Transcultural nursing/ (keperawatan lintas budaya) 1. justice. neglecten. Konsep holistic care : caring. small group discussion (SGD) 4 Menerapkan prinsip-prinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konsteks keperawatan Mini lecture. aborsi 3. Keperawatan : Malpratik. case study. Transplantasi organ. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Devices 5. 7. Isue estik dalam praktik keperawatan : Euthanasia. supporting 4. non maleficience. Pertanggunggugatan (mandiri dan Metode Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Discovery Learning (DL) project Based Learning (PjBL) Mini lecture. Prinsip-prinsip legal dalam praktik 6. Teori sistem 2. care study. Konsep berubah 3. holisme.

mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet) Demontrasi. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan 9. Pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer (membuat blog. mengirim tugas melalui email.limpahan). PjBL AIPNI Page 39 . Nursing advocacy 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan 10. dll 8. pertanggungjawaban.

konsep.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar II Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang model konseptual keperawatan . Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 40 . Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. Mener apkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi (K3AP) 2. Kompetensi Blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa mampu : 1. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. tahap. Menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. karakteristik.

dll) Konsep. Konsep belajar sepanjang hayat 2.No 1 2 Kompetensi blok 2 Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi Menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. Antropologi dan sosiologi kesehatan 3. Teori komunikasi 2. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning (DL) 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. case study. SGD Discovery learning (DL). Teori pendekatan sosial dalam Metode Mini lecture. dan tugas perkembangan 1. Penggunaan komunikasi 4. Penerapan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 6. tahap. Betty Newman. case studi. karakteristik. Komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta keyakinan 1. Small Group Discussion (SGD) Discovery Learning AIPNI Page 41 . Trend dan Issue komunikasi dalam pelayanan kesehatan/Keperawatan 7. Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 5. Project Based learning(PjBL) Mini lecture. Roy. Orem. case study. Komunikasi terapeutik 3.

Konsep dasar kesehatan 5. Metode evaluasi (DL) PjBL AIPNI Page 42 . Aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 6. Rancangan penyuluhan kesehatan 7.kesehatan 4.

biokimia dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai tumbuh kembang. fisiologi. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisididalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang 5.Mata kuliah : Ilmu Keperawatan Dasar I Beban Studi Prasyarat : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia mulai dari tingkat sel sampai dengan tingkat organisme untuk mempertahankan kehidupannya yang mencakup berbagai konsep dan prinsip biologi. Mengenali proses pemenuhan kebutuhancairan dan elektrolit didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 4. anatomi. Mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhankebutuhan oksigenasisesuai tumbuh kembang 3. Kompetensi Blok 3 Setelah mengikuti kegiatan proses pembelajaran pada blok IDK I mahasiswa mampu : 1. Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme 2. Mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang AIPNI Page 43 .

SGD. anatomi sistem kardiovaskuler 3. fisiologi sistem kardiovaskuler 4. case studi. benda cair. Genetika 8. Transport trans membrane 6. Jenis-jenis sel 4. benda cair. Introduksi sel 2. anatomi sistem pernafasan 5. Fungsi spesifik sel 5. tanda dan gejala kecukupan oksigen 1. project based learning (PjBL) 3 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit didalam Mini lecture. project based learning (PjBL). proses oksigenasi 2. case studi. Ultra struktur sel 3. project based learning (PjBL) 2 Mampu mengenali proses pemenuhan oksigenasi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan oksigenasi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. Reproduksi sel 7. cairan dan gas dalam tubuh manusia Metode Mini lecture. AIPNI Page 44 . listrik dan magnet dalam sistem tubuh 7. case studi. homeostasis 1. SGD. cairan dan gas dalam tubuh manusia 8. SGD. fisiologi sistem pernafasan 6.No 1 Kompetensi blok 2 Mengidentifikasi kehidupan sel sebagai unit fungsional terkecil dari organisme Bahan kajian 1.

keadaan kenyang dan puasa 10. proses pemenuhan 4.sel dan indikator pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit sesuai tumbuh kembang 2. kebutuhan nutrisi sel 5. fisiologi ginjal 3. hormon-hormon terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro nutrien 6. hormon-hormon terkait dengan keseimbangan cairan dan elektrolit 4. laboratorium activities 5 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan eliminasi kebutuhan tingkat sel dan organ serta indikator pemenuhan Mini lecture. lemak dan protein 7. case studi. anatomi sistem pencernaan 2. metobolisme karbo hidrat. tanda dan gejala kecukupan nutrisi 1. laboratorium activity AIPNI Page 45 . project based learning (PjBL). tanda dan gejala kecukupan cairan dan elektolit 1. SGD. metabolisme purin. keseimbangan asam basah 5. anatomi sistem kardiovaskuler laboratorium activity 4 Mampu mengenali proses pemenuhan kebutuhan nutrisi didalam sel dan indikator pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai tumbuh kembang Mini lecture. case studi. anatomi sistem urinari 2. pembentukan urea 9. keseimbangan cairan dan elektrolit 3. porfirin 8. project based learning (PjBL). SGD. pirimidin. fisiologi sistem pencernaan 3.

proses eliminasi sisa metabolisme 9. tanda dan gejala masalah eliminasi sisa metabolisme dan sisa pencernaan AIPNI Page 46 . anatomi fisiologi kulit 8.kebutuhan eliminasi sesuai tumbuh kembang 4. fisiologi sistem kardiovaskuler 5. proses eliminasi sisa pencernaan 10. anatomi sistem pernafasan 6. hormon-hormon terkait dengan eliminasi 11. fisiologi sistem pernafasan 7.

Dimensi sosial keagamaan 5. dan peran sebagai pendidik untuk memberikan pendidikan spiritualitas klien dalam melakukan pengelolaan kebutuhan spiritualitas klien baik diklinik maupun dimasyarakat. peneliti untuk mengidentifikasi permasalahan nilai/keyakinan klien. mahasiswa mampu memahami konsep agama dan prinsip kehidupan beragama sebagai landasan dalam melaksanakan praktik profesi.Mata kuliah : Agama Beban Studi Prasyarat : 2 SKS (2 teori) :- Deskripsi Mata Kuliah : Agama merupakan mata kuliah yang terkait dengan keyakinan yang melandasi manusia untuk bersikap dan bertintak toleran dalam kehidupan sosial khususnya kerjasama antar umat beragama dimasyarakat. Bahan Kajian : 1. Spiritual care AIPNI Page 47 . pemenuhan kebutuhan spiritual klien. Fokus dalam pemahan konsep-konsep agama dan kehidupan beragama di indonesia. Konsep agama dan kehidupan beragama 2. Tujuan Mata Kuliah : Setelah menyelesaikan mata kulah ini. Penekanannya pada nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan peran perawat sebagai pemberi asuhan. Nilai dan keyakinan beragama 3. Dimensi beragama 4.

hubungan antar manusia. mengidentifikasi permasalahan terkait dengan hak azasi manusia dan kebijakan publik. Kebijakan publik AIPNI Page 48 . Demokrasi 2. Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami prinsip pendidikan kewarganegaraan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pratik profesi. wawasan nusantara yang relevan dengan praktik keperewatan professional sebagai dasar perawat dalam menjalankan peranya dalam memberikan asuhan keperawatan profesional. Bahan Kajian : 1.Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan Baban Studi Prasyarat : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Fokus dari mata kulia ini adalah pemahaman tentang kehidupan berdemokrasi. kebijakan publik. hubungan antar warganegara.

3. Goog govenance 8. Negara dan konstitusi Mata Kulia Beban Studi Prasyarat : Bahasa Indonesia : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini mempelajari bahasa indonesia dalam ilmu keperawatan dengan menekankan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. berlandaskan pada konsep etika dalam berbahasa. Hubungan antar manusia 5. Wawasan nusantara 6. AIPNI Page 49 . Identitas nasional 7. Politik strategi nasional 10. Geostrategi 9. Otonomi daerah 4.

Mata kuliah ini membahas tentang disiplin sosial budaya. Keterampilan menulis dalam bahasa indonesia 3. AIPNI Page 50 . Menggunakann bahasa indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi 2.Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kulaih ini mahasiswa mampu : 1. politik ekonomi yang berkaitan dengan kesehatan. Membuat tulisan dengan tata bahasa indonesia yang baik dan benar 3. Cara membuat resume bahasa indonesia Deskripsi Mata Kuliah semester II Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Sosial Budaya : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah menggambarkan sosial budaya dan pengaruhnya terhadap gaya hidup dan status kesehatan. Tata bahasa indonesia 2. Membuat resume dalam bahasa indonesia dari satu topik bahasan Bahan Kajian : 1. sistem pelayanan kesehatan dan kemajuan IPTEK dibidang kesehatan yang sesuai dengan berbagai sosial budaya ubtuk mempromosikan kesehatan yang akan digunakan dalam pengelolaan keperawatan.

Perubahan sosial dan budaya. 3. Memahami konsep dasar kelompok sosial. Dasar-dasar ilmu sosial dan antropologi 2. komunikasi antar bangsa. organisasi serta institusi sosial lain Bahan Kajian : 1. Konsep dasar sosial budaya masyarakat. politik dan implikasi privasi dan kerahasiaan 6. antropologi dan ilmu sosial lain seperti politik dan ekonomi 2. Nilai keilmuan yang terkait kesehatan dan keperawatan Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Ilmu Dasar Keperawatan II : 4 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : AIPNI Page 51 .Tujuan Mata Kuliah : Setelah mengikuti mata kuliah ini peserta didik mampu : 1. Memahami disiplin ilmu sosial budaya dasar terutama ilmu sosiologi. Pengaruh sosial budaya dan ekonomi terhadap prilaku kesehatan. 5. Nilai sosial budaya. 4. Memahami konsep dasar tentang masyarakat dan kebudayaan 3.

Anatomi sistem saraf 4. Mengidentifikasi proses pemenuhan istirahat daan tidur sesuai dengan tumbuh kembang 4. Sistem kekebalan tubuh Mini lecture. Anatomi sistem muskuloskletal 2. case studi. Fisiologi sistem saraf 5. Kompetensi Blok 4 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IDK II mahasiswa mampu: 1. Mengidentifikasi proses pemenuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 3. Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang 2. dan fisika yang terjadi dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang. Mengidentifikasi proses pemenuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan aktifitas dan latihan sesuai dengan tumbuh kembang Bahan kajian 1. project based learning (PjBL). SGD. anatomi. fisiologi.Mata kuliah ini membahas tentang berbagai mekanisme didalam tubuh manusia dalam mempertahankan fungsi-fungsi kehidupannya. Didalamnya mencakup berbagai konsep biologi. case studi. SGD. Mekanika gerak dan gaya 1. Pengukuran ROM 7. lab aktivities Mengidentifikasi proses pemenuhan 9. Body aligment 2 AIPNI Page 52 Metode Mini lecture. Fisiologi sistem muskuloskletal 3. Transport pasien 8. . Jenis-jenis latihan 6.

case studi. Bunyi dan cahaya 1. Body aligment 7. self protection) 4. Siklus tidur 4. Transport pasien 6. Fisiologi sistem saraf 9. lab aktivities 4 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan seksual sesuai dengan tumbuh kembang AIPNI Page 53 . case studi. project based learning (PjBL). Hormon-hormon terkait sistem reproduksi project based learning (PjBL). Anatomi dan fisiologi sistem 3. Mekanisme perubahan suhu tubuh 11. SGD. Nosokomial infection 5. Irama sirkardian 1. Fisiologi sistem saraf 3. Anatomi sistem saraf 2. Anatomi sistem saraf 8. SGD. lab aktivities 3 Mengidentifikasi proses pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur sesuai dengan tumbuh kembang Mini lecture. Anatomi sistem reproduksi 2. Fisiologi sistem reproduksi 3. Panas 12. Patient safety (Universal/isolated precoution : sterilisasi. Mekanisme nyeri 10. project based learning (PjBL). lab aktivities Mini lecture.kebutuhan aman dan nyaman sesuai dengan tumbuh kembang 2.

4. Pemenuhan kebutuhan seksual 5. Penyimpangan-penyimpangan seksual AIPNI Page 54 .

SGD. Perencanaan 4. orang dewasa. Kompetensi blok 5 (Ilmu keperawatan Dasar III) Setelah mengikuti pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa mampu : 1. Pelaksanaan AIPNI Page 55 Metode Mini lecture. 3. anak. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. 3 SKS (2-1) :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektif Keperawatan : maternitas. Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. Pengkajian 2. anak. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan. Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan No Kompetensi blok 5 1 Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III . jiwa. project based learning (PjBL). orang dewasa. case studi. Konsep proses keperawatan : 1. lab skill . Diagnose keperawatan 3. Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas.

perspektif dan falsafah keperawatan 2. anak. dll 1. Evaluasi 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. SGD. project Based learning (PjBL) demonstrasi . teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. konsep belajar sepanjang hayat 2. konsep bermain pada anak. case studi. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungannya dengan ekologi 5.SGD. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan 3 kesehatan Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan 6. rancangan penyuluhan kesehatan AIPNI Page 56 Mini lecture. project based learning (PjBL). lab skill Case studi. antropologi dan sosiologi kesehatan 3.5. reaksi hospitalisasi. ruang lingkup keperawatan 3. orang dewasa. tren dan isu keperawatan 4. Pendokumentasian 1.

6. melakukan simulasi pendidikan kesehatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia. Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler AIPNI Page 57 . 3. melakukan simulasi asuhan keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kordiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. Kompetensi Blok 6 (Sistem Kardiovaskuler) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem kardiovaskuler) mahasiswa akan mampu : 1. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem kardiovaskuler dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah melalui beberapa model belajar yang relevan dengan memperhatikan aspek legal dan etis.. metode evaluasi Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Kardiovaskuler : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan berhubungan dengan sistem kardiovaskuler sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Fokus mata kuliah ini meliputi sebagai aspek yang terkait dengan siklus jantuang dan sirkulasi dalam sel sampai organ.

project based learning (PjBL). Pengkajian sistem kardiovaskuler 3. regional dan internasional) 2. Mmelaksanakan fungsi advokasipada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 6. SGD. SGD. Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etispada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler. Jamkesmas) Pencegahan primer. nasional. sekunder. Gakin. . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 4. case studi. lab skill.4. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem kardiovaskuler 5. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler 2 AIPNI Page 58 Metode Mini lecture. mapping based learning Melakukan simulasi pendidikan kesehatan (rujukan. tetsier pada Mini lecture. Patofisiologi pada sistem kardiovaskuler (kasus-kasus kardiovaskuler yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia didaerah. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. o 1 Kompetensi blok 6 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. case studi. 5.

case study. 6. problem based learning (PBL) 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada Case study. beneficience. supporting devices Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). neglected. Case study. aborsi Transplantasi organ. Isue etik dalam praktik keperawatan : euthanasia. SGD. beneficience. Perlindungan hukum dalam praktik keperawatan Pengambilan keputusan legal etis Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. pertanggungjawaban. non maleficience. justice.dengan kasus gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia 3 4 dengan memperhatikan aspek legal dan etis Menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kardiovaskuler Mengidentifikasi masalah legal dan etis serta membuat keputusan etik pada pasien dengan masalah pada sistem kardiovaskuler masalah sistem kardiovaskuler project based learning (PjBL). non maleficience. SGD 1. dll 4. moral right. SGD. lab skill Hasil-hasil penelitian terkait sistem kardiovaskuler Telaah jurnal. Prinsip-prinsip etika keperawatan . nilai dan norma masyarakat 2. otonomi. justice. problem based learning (PBL) AIPNI Page 59 . 5. 3.

3. 5. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. 2. dengan berfikir kreatif dan inofatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif moral right.berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kardiovaskuler pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Pengkajian pada sistem kardiovaskuler Pemasangan infus EKG Terapi melalui intra vena Punksi vena Lab skills AIPNI Page 60 . nilai dan norma masyarakat 7. 4.

Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada kelompok klien dengan gangguan sistem respirsipada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi 4. transportasi.Deskripsi Mata Kuliah Semester III Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Respirasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem respirasi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. 2. Mendemonstrasikanintervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berrlaku dengan AIPNI Page 61 . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. 3. dan sistem respirasi sel. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Kompetensi Blok 7 (Sistem Respirasi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 6 (sistem Respirasi) mahasiswa mampu : 1. difusi. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kulia ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia 6.

AIPNI Page 62 .berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

fisiologi.No 1 Kompetensi blok7 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Bahan kajian Metode 1. Pengkajian sistem respirasi 4. case studi. case studi. kimia. project based learning (PjBL). PMO. regional dan internasional) 3. mapping based learning 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan Mini lecture. Anatomi. fisika dan biokimia Mini lecture. nasional. Perencanaan/implementasi 6. lab skill. project based learning (PjBL). sekunder dan tertier pada masalah sistem respirasi SGD. Patofisiologi pada sistem respirasi (kasuskasus respirasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. SGD. Jamkesmas) Pencegahan primer. lab skill AIPNI Page 63 . Gakin. sytem respirasi 2. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem respirasi (rujukan. Dokumentasi asuhan keperawatan 8. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem respirasi 5. Evaluasi keperawatan pada gangguan sistem respirasi 7.

case study. moral right. problem based learning (PBL) 6 Lab skill AIPNI Page 64 .3 memperhatikan aspek legal dan etis. Nursing advocacy Prosedur keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem pernafasan 2. SGD. justice. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus sistem respirasi dan prioritas 5 1. Suctioning Case study. beneficience. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. discovery learning. Terapi O2 4. non meleficience. SGD 4 Manajemen kasus pada sistem respirasi masalah sistem respirasi) Case study. Fisiotrapi dada/ postural drainage 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem respirasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah respirasi Melakukan simulasi pengelolaan aasuhan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasiMelaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem respirasi pada berbagai tingkat usia Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem respirasipada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. nilai dan norma masyarakat 2. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga Hasil-hasil penelitian terkait sistem respirasi Telaah jurnal.

Perawatan WSD 6. trakheostomi AIPNI Page 65 .menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Nebulisasi 7.

Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 66 .sel darah dan mekanisme pembekuan.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Imun dan hematologi : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoiritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang sistem imun dan hematologi sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Kompetensi Blok 8 (Sistem Imun Dan Hematologi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 8 (sistem imun dan hematologi) mahasiswa mampu : 1. 4. sel . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan hematologi. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematolgi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi imun dan hematologi yaitu mekanisme pertahanan tubuh. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem imun dan hematologi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6. AIPNI Page 67 .

Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 5. fisiologi. regional dan internasional) 3. SGD. Lab skill biokimia sistem imun dan hematologi. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. SGD. Patofisiologi pada sistem imun dan hematologi (kasus – kasus imun danhematologi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Anatomi.No 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem imun dan hematologi 6. Case study. Case study. 2. Project Based Learning (PjBL). Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. Project Based Learning (PjBL). fisika dan Metoda Mini Lecture. jamkesmas) Pencegahan primer. nasional. . Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem AIPNI Page 68 hematologi (rujukan. Mapping based learning. kimia. gakin. sekunder dan tertier pada masalah sistem imun dan hematologi Mini Lecture.

SGD Manajemen kasus pada sistem imun dan hematologi (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem imun dan hematologi) Case study. nilai dan norma masyarakat AIPNI Mapping based learning. Prinsip –prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD Case study. non maleficience. Discovery Learning. SGD. beneficience. Lab skill Hasil – hasil penelitian terkait sistem imun dan hematologi Telaah jurnal. justice. Problem Based learning (PBL) Page 69 .imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan 3 aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem imun dan hematologi dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi maslah imun dan 4 hematologi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem imun dan hematologi pada berbagai tingkat usia 1. moral right. Case study.

Tourniket test AIPNI Page 70 . AGD/Analisa gas Darah 3.6 1. sistem imun dan hematologi 2. Nursing advocaxy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Mendemonstrasikan intervensi 2. Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skill keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem imun dengan berfikir pada berbgai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

neurovaskuler dan neuropsikologi. Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan gangguan umum neurologi. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem neurobehavior dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar pemecahan masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik 2. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia 6. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi Kompetensi blokm 9 (Sistem Neurobehaviour) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 9 (Sistem Neurobehaviour) mahasiswa mampu : 1. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour 4. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku AIPNI Page 71 .Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Neurobehaviour : 5 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan keterampilan klinis tentang sistem neurobehaviour sesuai dengan tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. serebrovaskular.

AIPNI Page 72 .dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

kimia. Project Based Learning (PjBL). Case study. Patofisiologi pada sistem neurobehaviour (kasus – kasus neurobehaviour yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Mapping based learning. gakin. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem neurobehaviour (rujukan. Lab skill neurobehaviour 2. nasional. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 6. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem neurobehaviour 5. 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 73 Jamkesmas) Pencegahan primer. regional dan internasional) 3. . Project Based Learning (PjBL). Case study. SGD. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Pengkajian sistem neurobehaviour 4. Anatomi. SGD. Mapping based learning. fisika dan biokimia sistem Metoda Mini Lecture. fisiologi. sekunder dan tertier pada masalah sistem neurobehaviour Mini Lecture.No Kompetensi blok 9 1 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan ganguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etik Bahan kajian 1.

SGD. 4. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia Manajemen kasus pada sistem neurobehaviour (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem neurobehaviour) Case study. AIPNI Page 74 . SGD 5 1. moral righ. justice. 3. non maleficience.3 Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem neurobehaviour dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah neurobehaviour Hasil hasil penelitian terkait sistem neurobehaviour Lab skill Telaah jurnal. nilai dan norma masyarakat 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. Case study. Nursing advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Problem Based learning (PBL) Lab skills 6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem neurobehaviour pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga 2. Pemeriksaan fisik khusus untuk dementia alzeimer. Pemeriksaan tingkat kesadaran. Pemeriksaaan fisik sistem neurologi saraf cranial. Pemeriksaan status mental. Case study. Discovery Learning. beneficience.

Persiapan pemeriksaan CT Scan. Persiapan pemeriksaan ECT 10. Pemeriksaaan EEG 6. kepala dan MRI 8.menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif epilepsy 5. Persiapan pemeriksaan lumbal punksi 7. 9. Penatalaksanaan Terapi perilaku 17. Persiapan pemeriksaan laboratorium khusus kasus neurobehaviour. Penatalaksanaan Terapi kognitif 18. 14. Penatalaksanaan pemberian psikofarmaka 20. Manajemen krisis 16. Manajemen amuk/perilaku kekerasan. Pengukuran tekanan intracranial (TIC) 12. Persiapan pemeriksaan Brain mapping 11. Penatalaksanaan Terapi bermain AIPNI Page 75 . Managemen halusinasi/waham 15. Penangan kejang pada anak dan dewasa 13. Penatalaksanaan Terapi aktifitas kelompok 19.

Focus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi persepsi sensori yaitu penglihatan dan pendengaran. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 76 . Kompetensi blok 10 (Sistem persepsi Sensori) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 10 (sistem Persep Sensori) mahasiswa mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori 4. 2.Deskripsi Mata Kuliah semester IV Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Persepsi Sensori : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoristis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem persepsi sensori sesuai tingkat usia manusia mulai dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem persepsi sensori dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Evaluasi belajar mahasiswa dilakukan melalui proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pendidikan keehatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3.

Anatomi. fisika dan biokimia sistem respirasi. Lab skill sensori (kasus – kasus persepsi sensori yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. nasional. no 1 Kompetensi blok 8 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia denga memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 6. fisiologi. Project Based Learning (PjBL). jamkesmas) AIPNI Page 77 .5. Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem imun dan hematologi (rujukan. Case study. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 5. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem persepsi sensori 6. 2. SGD. kimia. regional dan internasional) 3. Mapping based learning. Pangkajian sistem imun dan hematologi 4. Patofisiologi pada sistem persepsi Metoda Mini Lecture. gakin.

Problem Based learning (PBL) AIPNI Page 78 . Nursing advocacy Case study. beneficience. Mapping based learning. SGD. SGD. sekunder dan tertier pada masalah sistem persepsi sensori Mini Lecture. non maleficience. Case study. Project Based Learning (PjBL). nilai dan norma masyarakat 2. SGD 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Manajemen kasus pada sistem persepsi sensori (klasifikasi kasus dan prioritas masalah sistem persepsi sensori) Case study. justice. Case study.2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus ganguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem persepsi sensori dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah persepsi sensori Pencegahan primer. moral righ. Prinsip – prinsip etika keperawatan : otonomi. SGD 5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia 1. Discovery Learning. Lab skill 3 Hasil – hasil penelitian terkait persepsi sensori Telaah jurnal.

Irigasi mata 3.6 Mendemontrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem persepsi sensori pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Tete telinga AIPNI Page 79 . Pengkajian pada klien dengan masalah Lab skills sistem persepsi sensori 2. Irigasi telinga 5. Tetes mata 4. Prosedur Keperawatan tentang : 1.

AIPNI Page 80 . Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 6. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem endokrin yang berfungsi sebagai sistem pengatur baik secara mandiri maupun bersama – sama dengan sistem saraf dalam pengaturan metabolisme. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemanpuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem endrokin dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah dengan proses belajar dan pencapaian kompetensi. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. 2. Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Endokrin (blok 11) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem endokrin sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

fisiologi. sekunder dan tertier pada Mini Lecture. Sistem layanan kesehatan untuk pasien Project Based learning (PjBL). mapping based learning sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3 AIPNI Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil – hasil penelitian terkait sistem endrokrin Telaah jurnal. Discovery Learning. Page 81 . Case study. Patofisiologi pada sistem endrokrin (kasus skills. Pengkajian sistem endrokin 4. SGD. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem endrokin 5. 2 Melakukan kesehatan simulasi dengan kasus dengan gangguan sistem endrokin pendidikan Pencegahan primer. Case study. regional dan internasional) 3. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem endrokrin 6. SGD. Dokumentasi asuhan keperawatan 7. Anatomi. nasional. mapping based learning keperawatan dengan kasus gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. gangguan masalah sistem endrokrin Project Based learning (PjBL). kimia. biokimia sistem endrokrin – kasus endrokrin yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. fisika dan Mini Lecture. Lab skills.No 1 Kompetensi blok 11 Melakukan simulasi asuhan Bahan kajian Metoda 1. Lab 2.

nilai dan norma gangguan sistem endrokrin kreatif dan sehingga menghasilakan pelayanan yang efisien dan efektif AIPNI Page 82 . Nursing advocacy intervensi Prosedur Keperawatan tentang : dengan 1. Pengkajian pada klien dengan masalah endrokrin 2. GDS Lab skills beneficience. moral right. justice. Prinsip – prinsip etika keperawatan Case study. SGD pada aspek dan prioritas masalah kasus sistem endrokrin) keperawatan sekelompok klien dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5 Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem endrokrin pada berbagai tingkat usia 1. SGD pengelolaan Manajen kasus pada sistem endrokrin (klasifikasi Case study. masyarakat 6 Mendemonstrasikan keperawatan inovatif pada kasus 2.penelitian yang berhubungan dengan sistem endrokrin dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah endrokrin 4 Melakukan asuhan simulasi Case study. KH 3. SGD. Problem Based otonomi. non learning (PBL) maleficience.

4. Injeksi sub kutan AIPNI Page 83 .

Penggunaan nutrien didalam sel dipengaruhi oleh keberadaan oksigen sehingga secara tidak langsung sistem pencernaan jjuga mempunyai peranan penting didalam pemanfaatan nutrien. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem pencernaan yaitu menyediakan nutrien bagi kehidupan melalui proses ingesti. dan absorpsi yang juga melibatkan kerja dari sistem saraf. sistem pencernaan dan kardiovaskuler. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal 4. Malaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia AIPNI Page 84 . digesti. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah Kompetensi blok 11 (Sistem Endrokrin) Setelah mengikuti kegiatan pembalajaran pada blok 12 (sistem endrokrin) mahasiswa akan mampu : 1.Mata Kuliah Beban Study Prasyarat : Sistem Pencernaan (blok 12) : 2 SKS : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem pencernaan sesuai tingkat usia manusia mulaidari mulai bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 3. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada aspek sekelompok klien dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatika aspek legal dan etis 5. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2.

6. AIPNI Page 85 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan n kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.

Patofisiologi pada sistem pencernaan (kasus Mini Lecture. dan tersier pada Mini Lecture. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem pencernaan pada gangguan sistem berbagai keperawatan dengan kasus gangguan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. gangguan masalah sistem pencernaan berbagai Project Based learning (PjBL). Jamkesmas) pendidikan Pencegahan primer. nasional. Lab skills. sekunder. SGD. Case study. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem pencernaan 4. Gakin.No 1 Kompetensi blok 12 Melakukan simulasi sistem pencernaan pada Bahan kajian Metoda asuhan 1. – kasus pencernaan yang sering terjadi pada Project Based learning (PjBL). 2 Melakukan kesehatan sistem simulasi dengan kasus pada (rujukan. SGD. mapping based learning pencernaan tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis AIPNI Page 86 . skills. Pengkajian sistem pencernaan 3. Case study. mapping based learning regional dan internasional) 2. Lab berbagai tingkat usia di daerah. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pencernaan 5.

Pemasangan Nasogastric (NGT) Lab skillsLab skillsLab skills berbagai tingkat usia sesuai dengan AIPNI Page 87 . moral right. Problem Based otonomi. nilai dann norma 6 Mendemonstrasikan keperawatan gangguan pada kasus sistem intervensi dengan pada pencernaan Prosedur Keperawatan tentang : 1. Nursing advocacy beneficience. Pengkajian pada klien dengan masalah sistem pencernaan 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study. juctice. SGD. SGD kasus sistem pencernaan dan sistem prioritas masalah sistem pencernaan) asuhan keperawatan padas ekelompok (klasifikasi gangguan pencernaan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan 5 etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem pencernaan pada berbagai tingkat usia 1. Case study SGD 4 pengelolaan Manajemen kasus pada sistem pencernaan Case study. non learning (PBL) maleficience.3 Mengidentifikasi masalah – masalah Hasil –hasil penelitian sistem pencernaan penelitian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah pencernaan Melakukan simulasi klien dengan Telaah jurnal. masyarakat 2.

Menentukan jenis dan jumlah kalori dalam diet 5. Wash-out/Enema 6. Bilas lambung (gastric Lavage) 4. dengan berfikir kreatif efektif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan efisien dan 3. Colostomy care AIPNI Page 88 .standar yang berlaku.

keluarga dewasa dan masalah – masalah keluarga yang terkaait dengan masalah kesehatan yang lazim di Indonesia. Memodifikasi rencana tindakan keperawatan keluarga 9.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Komunitas I : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas I adalah pembahasan tentang konsep keluarga. diskusi dan pembahasan kasus. konsep keluarga sejahtera. keluarga yang menanti kelahiran. keluarga dengan anak usia sekolah. Menyusun rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan tujuan tersebut menggunakan format yang sesuai 8. Menjelaskan konsep keperawatan dan konsep terkait dan penerapannya pada asuhan keperawatan keluarga 2. kesehatan keluarga. Kegiatan belajar meliputi ceramah. Kompetensi blok 13 (Komunitas I) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 13 Komunitas I mahasiswa akan mampu : 1. Merumuskan dan menentukan prioritas diagnosa keperawatan keluarga menggunakan format prioritas masalah yang sesuai 6. Mengelompokkan data adaptif dan maladaptif yang mendukung untuk merumuskan masalah keperawatan menggunakan format analisa data. keluarga dengan balita. AIPNI Page 89 . 4. Menghubungkan dampak isu tersebut pada perkembangan keperawatan keluarga. Menyusun tujuan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan keluarga tersebut 7. Melengkapi data kasus tersebut menggunakan format pengkajian keluarga yang sesuai 3. Menegakkan diagnosis keperawatan sesuai data tersebut 5. asuhan keperawatan keluarga pada tiap tahapan perkembangan keluarga yang meliputi pasangan keluarga yang baru menikah. keluarga dengan remaja.

Konsep keperawatan keluarga 4. Case studi. Asuhan keperawatan Keluarga dengan masalah kessehatan yang lazim di Indonesia Apabila diberi data kasus keluarga. Case studi. Project Based learning )PjBL). Konsep kelurga penerapannya pada asuhan keperawatan 2. SGD. Prioritas diagnosis keperawatan keluarga 6. Keluarga Metoda Mini Lecture. Lab skills 2 Mini Lecture.No 1 Kompetensi blok 13 Bahan kajian Mampu menjelaskan konsep tersebut 1. Project Based learning )PjBL). Konsep keluarga sejahtera keluarga 3. Perumusan masalah keperawatan keluarga 4. Proses keperawatan keluarga 7. Asuhan keperawatan Keluarga sesuai kebutuhan tumbuh kembang 8. Pengkajian keluarga keperawatan keluaraga 3. Trend dan isu keperawatan keluarga 6. Perencanaan kep. Evaluasi kep. Ruang lingkup keperawatan keluarga 5. Diagnosis keperawatan keluarga 5. Lab skills AIPNI Page 90 . Keluarga 7. Konsep asuhan keperawatan keluarga mahasiswa mampu melakukan asuhan 2. SGD. 1.

Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal. Kompetensi blok 14 (Sistem Muskuloskeletal) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (sistem muskuloskeletal) mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia.Deskripsi Mata Kuliah semester V Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Muskuloskeletal (blok 14) : 2 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip –prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem muskuloskeletal sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai bayi baru lahir sampai lansia. AIPNI Page 91 . paru). reservoir mineral penting. penyokong tubuh. dan melakukan fungsi pergerakan tubuh. 5. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapain kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep sistem muskuloskeletal dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. 3. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 2. reservoir sel – sel darah merah matur. jantung. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi sistem muskuloskeletal dalam melindungi organ vital (otak. 4. memproduksi panas tubuh.

AIPNI Page 92 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan standar yang berlaku dengan berfikir kratif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.6.

Jamkesmas) 2 Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan Pencegahan primer. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 5. Case studi. Case studi. Sisitem layanan pasien dengan kesehatan gangguan untuk sistem muskuloskeletal (rujukan. PMO. Pengkajian sistem muskuloskeletal 3.No 1 Kompetensi blok 13 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Bahan kajian 1. dan tersieer Mini Lecture. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. nasional. Diagnosa keperawatan pada gangguan sistem muskuloskeletal 4. SGD. Lab muskuloskeletal yang sering terjadi pada skills berbagai tingkat usia di daerah. Patofisiologi pada muskuloskeletal (kasus – Metoda sistem Mini Lecture. sekunder. regional dan internasional) 2. kasus Project Based learning )PjBL). Lab . Gakin. kasus gangguan sistem muskuloskeletal pada pada masalah sistem muskuloskeletal AIPNI Page 93 Project Based learning )PjBL). SGD.

3. Keperawatan 6. Prinsip – prinsip legal dalam praktik keperawatan Malpraktik. neglected. Case study. Pengambilan keputusan legal etis skills Telaah jurnal.dll 4. Perlindungan hukum dalam praktik 5. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). beneficien. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi.SGD AIPNI Page 94 . Hasil – hasil penelitian terkait sistem muskuloskeletal 1. SGD Case study. Pertanggungjawaban. non maleficien.berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek 3 legal dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan sistem muskuloskeletal dan menggunakanhasil 4. moral right.justice. – hasil penelitian dalam mengatasi masalah muskuloskeletal Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem muskulosketeal pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 1. Pengertian masalah penelitian 2. nilai dan norma masyarakat 2.

Problem Based learnig (PBL) 6. moral Right.SGD.justice. non maleficien.5. ROM exercise 8. Pijat bayi Case study. Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Muskuloskeletal pada berbagai tingkat usia 1. Fiksasi dan imobilisasi 6. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem muskulosketal pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. Pengkajian pada sistem muskulosketal 2. nilai dan norma masyarakat 2. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif Lab Skill AIPNI Page 95 . Paint management 4. Ambulasi dini 5. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. Beneficien. Wound care 7. Body movement / body mechanic 3.

dukungan terhadap orang yang terlibat dalam perawatan lansia. kultural dan spritual yang lazim . 4.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. strategi promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep.Mata Kuliah : Komunitas II Beban study Prasyarat : 2 SKS :: Deskripsi Mata kuliah Fokus mata ajar Keperawatan Komunitas II adalah membahas konsep dasar keperawatan gerontik. psikososial.teori biologis. teori. 3. AIPNI Page 96 . peserta didik mampu menganalisa program lansia di institusi. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep –konsep dasar keperawatan gerontik dan sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. asuhan keperawatan gerontik pada lanjut usia menjelang ajal . Bila ditempatkan di panti werdha. Bila diberi data kasus lansia di keluarga. psikologis. 2. Bila diberi data kasus lansia di kelompok. sosial. Penerapannya pada asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan masalah kesehatan fisik . Kompetensi blok 16 (Komunitas II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 16 komunitas II mahasiswa akan mampu : 1. Bila diberi data kasus lansia di panti. kultural dan spritual pada proses penuaan dan standart keperawatan gerontik.

Bila diberi data kasus lansia kelompok.Case studi.Project Based learning (PjBL). Bahan kajian 1.terapi Cairan sertta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk atau selama lansia menggunakan Program nasional kesehatan lansia 12. Lab skills AIPNI orang yang 2. konsep dasar keperawatan gerontik 2. Osteoporosis/osteoarthritis. Program nasional kesehatan lansia 11.SGD. Asuhan keperawatan lansia dengan gangguan biologis 6. Teori – teori penuaan 3. gangguan berkemih. Terapi medik yang lazim digunakan pada lansia Khususnya terkait masalah hipertensi. Asuhan keperawatan kritikal pada lansia 9.konsep dasar keperawatan gerontik dn sesuai dengan langkah-langkah proses keperawatan. Isu-isu strategi kegiatan untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan lansia serta dukungan terhadap terlibat merawat lansia Metoda Mini Lecture. peserta didik Page 97 di 1. Konsep asuhan keperawatan kelompok Mini Lecture.rasa sakit/nyeri. peserta didik mampu menyusun rencana asuhan keperawatan lansia dengan menggunakan konsep. pengkajian kelompok .Case studi. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah psikososial 7. Komunikasi terapeutik pada sasaran lansia 5. Perubahan bio-psiko-sosial-spritual-cultural yang Lazim terjadi pada proses menua 4.Project mampu 2. Kompetensi 16 1. Bila diberi data kasus lansia di keluarga. Asuhan keperawatan lansia dengan masalah social cultural 8.No.SGD. Asuhan keperawatan lansia menjelang ajal 10.gangguan Pernapasan (COPD/asma).

AIPNI Page 98 .

4. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 6. 5. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Perkemihan dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Perkemihan. 3. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem pada Perkemihan tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan AIPNI Page 99 .Deskripsi Mata Kuliah semester VI Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Sistem Perkemihan (blok 17) : 2 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Perkemihan sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Perkemihan. Kompetensi blok 17 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 14 (Sistem Perkemihan) Mahasiswa akan mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Perkemihan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

AIPNI Page 100 .berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan ef ektif.

Project Based learning (PjBL). Pengkajian Sistem Perkemihan 3.Project Based learning (PjBL). Gakin.SGD. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Perkemihan (rujukan. nasional.regional dan internasional) 2. Kompetensi blok 17 Bahan kajian 1. Lab skills Mini Lecture.Case studi. (kasus-kasus Sistem Perkemihan yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah.Jamkesmas) 2.Case studi.No. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 4. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Perkemihan pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.sekunder. Patofisiologi pada Sitem Perkemihan gangguan Sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Lab skills AIPNI Page 101 .dan tersier pada masalah Sistem Perkemihan Metoda Mini Lecture.SGD. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Perkemihan 5. Pencegahan primer.

3.

Mengidentifikasi berhubungan

masalah-masalah

penelitian

yang 1. Pengertian masalah penelitian 2. Hasil- hasil penelitian terkait Sistem Perkemihan Manajemen kasus pada Sistem Perkemihan (klasifikasi kasus Sistem Perkemihan dan Prioritas masalah Sistem Perkemihan)

Telaah

jurnal,

Case

study SGD Case study,SGD

4.

dengan Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis

5.

Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia

1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi,Beneficien,justice, non maleficien, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pengkajian pada sistem Perkemihan 2. Kateterasi urin 3. Peritonial dialisa 4. Irigassi blas

Case study,SGD, Problem Based learning (PBL) Lab skills

6

Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Perkemihan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku, dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien dan efektif

AIPNI Page 102

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Sistem Reproduksi (blok 18) : 2 SKS ::

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Sistem Reproduksi sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan fungsi Sistem Reproduksi (sikap terhadap kesehatan seksualitas dan reproduksi, anatomi fisiologi sistem reproduksi, perkembangan seksualitas dan reproduksi, kehamilan dan seksualitas, masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan reproduksi). Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis dan komprehensif dalam mengaplikasikan konsep Sistem Reproduksi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. Kompetensi blok 18 (Sistem Reproduksi) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 18 (Sistem Reproduksi) Mahasiswa akan mampu : 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah Reproduksi. 4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 5. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia.

AIPNI Page 103

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif

AIPNI Page 104

No. Kompetensi blok 18 Bahan kajian 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus 1. Patofisiologi pada Sitem Reproduksi gangguan Sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. (kasus-kasus Sistem Reproduksi yang Sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah, nasional,regional dan internasional) 2. Pengkajian Sistem Reproduksi 3. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 4. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi 5. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan sistem Reproduksi (rujukan, Gakin, PMO,Jamkesmas) 2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan Sistem Reproduksi pada tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Pencegahan primer,sekunder,dan tersier pada masalah Sistem Reproduksi

Metoda Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

Mini Lecture,Case studi,SGD,Project Based learning (PjBL), Lab skills

AIPNI Page 105

Case study.Beneficien.justice. Case berhubungan dengan Sistem Reproduksi dan menggunakan 2. PP test 3. Hasil. dengan berfikir Kreatif dan inovatif sehingga Menghasilkan pelayanan yang efisien dan efisien AIPNI study SGD 4. non maleficien.hasil penelitian terkait Sistem dalam mengatasi masalah Reproduksi Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. nilai dan norma masyarakat 2. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi.3. Pengertian masalah penelitian Reproduksi Manajemen kasus pada Sistem Reproduksi (klasifikasi kasus Sistem Reproduksi dan Prioritas masalah Sistem Reproduksi) Telaah jurnal.SGD. Resusitasi bayi baru lahir 5. Nursing Advocacy Prosedur Keperawatan tentang : 1. Pemerikasaan fisik pasca persalinan : lochea Mamae. Pengkajian pada sistem Reproduksi 2. Mengidentifikasi hasil-hasil penelitian masalah-masalah penelitian yang 1.SGD 1. moral right. Prosedur menolong persalinan 4. Problem Based learning (PBL) Lab skills Page 106 . Melaksanakan fungsi advokasi pada Kasus dengan ganggguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia 6 Mendemonstrasikan intervensi Keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem Reproduksi pada berbagai tingkat usia sesuai dengan Standar yang berlaku. fundus uteri Case study.

Senam hamil 7. Pemeriksaan payudara (sadari) AIPNI Page 107 . Senam psot partum 8.dan efektif 6. Senam Kegel Exercise 9.

Mata Kuliah : Komunitas III Beban Studi Prasyarat : :: Deskripsi Mata Kuliah Fokus mata ajar ini membahas tentang konsep dasar kesehatan dan keperawatan komunitas. mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komnitas dalam rentang sehat-sakit 2. dan memahami mekanisme jaminan layanan keperawatan komunitas. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan . pembahasan kasus dan praktikum. dengan penekanan pada peningkatan kesehatan. Pengalaman belajar meliputi ceramah. diskusi. program. keperawatan jiwa masyarakat. serta isu/kecenderungan yang terjadi. jaminan mutu pelayanan keperawatan komunitas. asuhan keperawatan komunitas dan pembahasan yang terkait isu dan kecenderungan masalah kesehatan komunitas dalam konteks pelayananan kesehatan utama dengan penekanan pada peningkatan kesehatan.program kesehatan/kebijakan pemerintahan dalam menanggulangi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. keperawatan kesehatan kerja . AIPNI Page 108 . keperawatan di rumah (“Homecare”). Mata ajar ini berguna dalam memahami berbagai area khusus dalam keperawatan komunitas terutama terkait dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi di Indonesia. Apabila dihadapkan pada situasi area khusus praktek keperawatan komunitas. pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. area-area khusus dalam keperawatan komunitas . dan atau prasyarat untuk mengikuti mata ajar keperawatan komunitas III. meliputi keperawatan kesehatan sekolah .mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas fokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit minimal pada area sekolah dan kesehatan kerja tersebut dengan menggunakan langkah proses keperawatan komunitas. Pada akhir pembelajaran. Kompetensi Blok 19 (komunitas III) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 19 Komunitas III mahasiswa akan mampu : 1.

Pengertian kesehatan.Case studi. Lab skills AIPNI Page 109 . Asuhan keperawatan komunitas 1. Proses belajar mengajar di komunitas C. Kompetensi blok 19 Pada akhir pembelajaran mahasiswa mampu merencanakan asuhan keperawatan komunitas dalam rentang waktu sehat-akit Bahan kajian A. Karakteristik dan perilaku sehat 2. Program evaluasi: definisi. indikator sehat.tujuan. Kesehatan komunitas 3. Program pembinaan kesehatan komunitas Metoda Mini Lecture.SGD. metode/alat 4. Proses keperawatan komunitas 3. Konsep dasar keperawatan komunitas B.tahapan. Program-program kesehatan/kebijakan dalam menanggulangi masalah kesehatan utama di Indonesia 1.No. Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman 2. Pengantar kesehatan komunitas dan konsep Dasar keperawatan komunitas 1.Project Based learning (PjBL). 1. Peran dan fungsi keperawatan komunitas 2.manfaat.

Lab skills 3 Kesehatan kerja dan pencegahan dengan minimal pada area sekolah dan kesehatan 9. 2. Program promosi ksehatan mahasiswa peningkatan mampu menyusun rencana 3.Case studi. konsep promosi kesehatan khusus praktek keperawatan komunitas.SGD.Project Based learning (PjBL). Konsep perawatan di rumah 5. Program kesehatan jiwa masyarakat 14. Konsep keperawatan kesehatan sekolah 6. konsep kesehatan jiwa masyarakat 12. AIPNI Page 110 . Asuhan keperawatan jiwa masyarakat 13. Program usaha Kesehatan Sekolah penyakit 8. Program kesehatan 11. Program perarawtan di rumah Mini Lecture. Asuhan keperawatan kesehatan sekolah 7. langkah proses keperawatan komunitas. Asuhan keperawatan kesehatan kerja tersebut menggunakan 10.2 Apabila dihadapkan pada situasi area 1. Konsep keperawatan kesehatan kerja asuhan keperawatan komunitas fokus pada 4. Isu kecenderungan pada empat area/setting Praktek keperawatan komunitas.

3. AIPNI Page 111 . 7. Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan 6. Melakukan simulasi penerapan teori perubahan pada pelayanan keperawatan. Melakukan simulasi pengorganisasian pelayanan keperawatan maupun asuhan 4. 2. mahasiswa mampu : 1. manajemen asuhan keperawatan. Fokusnya pada penggunaan keterampilan manajeman dan kepemimpinan pada asuhan klien secara menyeluruh melalui manajemen pelayanan keperawatan dan memprakarsai perubahan yang efektif dalam sistem asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pada penerapan gaya kepemimpinan yang efektif saat memberikan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. 5.Mata Kuliah Beban studi Prasyarat : Manajemen Keperawatan : 2 SKS :- Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini membahas manajemen keperawatan yang meliputi manajeman pelayanan keperawatan. Melakukan simulasi pengarahan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Melakukan simulasi pembuatan perencanaan pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Kompetensi blok 20 (Manajemen Keperawatan) Setelah menyelesaikan Mata kuliah ini. Melakukan simulasi penyelesaian konflik pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan.

Melakukan simulasi pengorganisasian Mini Lecture. Analisa SWOT 5. Standar keperawatan pelayanan Konsep pengorganisasian : 1. job analisis. Struktur organisasi 2. Teori manajemen 3. Visi. filosofi. Gaya kepemimpinan perencanaan 1. 1 Melakukan kepemimpinan Kompetensi blok 20 simulasi pada penerapan yang efektif saat Bahan Kajian gaya 1.misi. Job description. 3. tujuan. SGD keperawatan maupun asuhan AIPNI Page 112 .No. 2 Melakukan simulasi pembuatan Mini Lecture. Case Study. Budgeting 6. SGD memberikan 2. Karakteristik Kepemimpinan Metoda Mini Lecture. Pengembangan staf pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Prinsip staffing 5. SGD pelayanan keperawatan maupun asuhan keperawatan. Konsep kepemimpinan 3. Teori kepemimpinan 4. Case Study. sasaran 4. Case Study. Staffing 4. Konsep perencanaan 2. job evaluasi 3.

Quality improvement 3. fungsi pengendalian 2. Pengarahan 2. Supervisi Mini Lecture.4 Melakukan simulasi pengarahan pelayanan Konsep pengarahan 1. SGD AIPNI Page 113 . Kepemimpinan Melakukan simulasi pada pendelegasian pelayanan Konsep pengendalian keperawatan maupun asuhan keperawatan 1. Performance Appraisal Mini Lecture. SGD keperawatan maupun asuhan keperawatan 5 5. Case study. Pendelegasian 3. Case Study. Teknik. Komunikasi 4.

kedaruratan dan . Fokus mata kuliah ini meliputi pada pencapaian kemampuan berfikir berbagai aspek yang terkait dengan dan komprehensif dalam dengan kegawatan. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. kegawat daruratan terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan . Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi sistematis mengaplikasikan konsep kegawatan.Deskripsi Mata Kuliah semester VII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat-daruratan multi sistem : 3 SKS :: Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang Kegawatan. kedaruratan dan Kompetensi blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan ) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 21 (Keperawatan kegawat-daruratan) Mahasiswa akan mampu : 1. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait berbagai sistem pada individu sesuai tingkat usia manusia mulai dari mulai dari bayi baru lahir sampai lansia. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan I pada berbagai tingkat usia. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 3. 2. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. AIPNI Page 114 kegawat daruratan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar peyelesaian masalah. kedaruratan dan kegawat daruratan I. 5. 4. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang I berhubungan dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan.

6. Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan I pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayana n yang efisien dan efektif AIPNI Page 115 .

Diagnosa keperawatan pada kasus syok. multi overdosis dan keracunan obat pada berbagai tingkat usia di daerah.Case studi. Bahan kajian 1. Pengkajian pada kasus syok.multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 4. Patofisiologi pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat (rujukan. Kompetensi blok 21 Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan.SGD. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 5.Jamkesmas) AIPNI Page 116 . multi trauma dan overdosis dan keracunan obat 3.No 1. Lab skills mapping based learning 2. nasional. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan pada kasus syok. Perencanaan/Implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan pada kasus syok. Dokumentasi asuhan keperawatan 6.regional dan internasional trauma dan Metoda Mini Lecture.Project Based learning (PjBL). Gakin.

usia overdosis dan keracunan obat (klasifikasi pada kasus kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi syok.hasil penelitian terkait Pada kasus syok.sekunder. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat ) memperhatikan aspek legal dan etis.Case study SGD 4. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan.Project Based learning (PjBL). multi trauma dan pada sistem sekelompok pada klien dengan tingkat kegawatan. multi trauma dan overdosis dan multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia keracunan obat dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mini Lecture. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan Manajemen kasus pada kasus syok. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat berbagai dengan dan prioritas masalah pada kasus syok. Case study. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait Pada kasus syok.2. kedaruratan dan kegawat darurat terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi kegawatan. multi trauma dan overdosis dan keracunan obat Telaah jurnal.SGD. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus Pencegahan primer. Lab skills 3. kedaruratan dan kegawat daruratan .SGD AIPNI Page 117 . Hasil.Case studi.dan tersier pada masalah kegawatan.

no maleficien. Pengkajian daruratan 2. Nursing Advocacy Case study. nilai dan norma masyarakat 2. BCLS kegawatan. 1.SGD.justice. Triase 3.5 Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan kedaruratan pada berbagai tingkat usia.Beneficien. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Otonomi. kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif Prosedur Keperawatan pada kegawatan.moral right. Problem Based Learning (PBL) 6 Mendemostrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. kedaruratan dan Lab skills kegawat daruratan 1. kedaruratan dan kegawat AIPNI Page 118 .

Deskripsi Mata Kuliah semester VIII Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawat – darurat II : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip – prinsip teoritis dan ketrampilan klinis keperawatan tentang kegawatan. Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat daruratan II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep kegawatan. AIPNI Page 119 . kedaruratan dan kegawat darurat. Kompetensi blok 22 (Keperawatan kegawat – daruratan II) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 22 (Keperawatan kegawadaruratan II) mahasiswa akan mampu : 1. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawatan darurat terkait berbagai sistem pada kelompok dan masyrakat sesuai tingkat usia manusia mulai dari bayi sampai dengan sampai lansia. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. kedaruratan dan kegawatan daruratan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. 3. kedaruratan dan kegawat darurat. 4. kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi sistem pada kelompok dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan.

Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan. AIPNI Page 120 . Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif.5. kedaruratan dan kegawat darurat II pada berbagai tingkat usia 6.

No 1 Kompetensi blok 21 Bahan kajian Metoda Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan Patofisiologi pada kasus asidosis metabolik Mini Lecture. Lab skills. Head berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil – injury hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. SGD keperawatan pada sekelompok klien dengan Lukabakar). Case study. sistem pada kelompok dan masyarakat dengan henti nafas) stroke pada periode akut. mapping based learning 2 dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat darurat Melakukan simulasi pengelolaan asuhan Manajemen kasus asidosis metabolik (DM. yang berhubungan dengan kegawatan. Case Study. Head injury dan etis Mengidentifikasi masalah – masalah penelitian Hasil – hasil penelitian terkait kasus Telaah jurnal. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan Pencegahan primer. Luka bakar). stroke pada periode SGD. kedaruratan dan kegawat (DM. asidosis respiratorik (respiratory (PjBL). Luka SGD. Luka bakar). dan tersier Mini Lecture. Case Study. Case study. asidosis metabolik (DM. asidosi respiratorik failure. henti nafas) stroke pada periode tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal akut. dengan kasus kegawatan. Project Based learning kegawat daruratan II terkait multi sistem pada bakar). kedaruratan dan pada kasus asidosis metabolik (DM. Lab skills kelompok dan masyarakat dengan berbagai failure. Project Based learning darurat II terkait multi sistem pada kelompok akut. sekunder. SGD kedaruratan dan kegawat darurat II terkait multi asidosis respiratorik (respiratory failure. kasus kegawatan. 3 4 AIPNI Page 121 . Head injury dan masyarakat dengan berbagai tingkat usia (PjBL).

kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan henti nafas) stroke pada periode akut, Head terkait multi sistem pada kelompok dan injury masyarakat dengan berbagai tingkat usia dengan 5 memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat darurat pada berbagai tingkat usia 1. Prinsip – prinsip etika keperawatan : Case study, SGD, Problem otonomi, beneficience, juctice, non Based learning (PBL) maleficience, moral right, nilai dan norma masyarakat. 6 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan kegawatan, kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku, dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 2. Nursing advocacy 1. Pengkajian pada kasus asidosis Lab skills metabolik (DM, Luka bakar), asidosis respiratorik failure, henti nafas) stroke pada periode akut, Head injury 2. Manajemen klien dengan terpasang ventilator 3. Monitoring CVP

AIPNI Page 122

Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat

: Skripsi : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah implementasi dari riset keperawatan yang mewajibkan mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang harus diselesaikan dengan penelitian, membuat proposal penelitian, melakukan penelitian dan membuat laporan penelitian dengan menggunakan metodologi penelitian. Tujuan Mata Kuliah : Peserta didik mampu : 1. Mengidentifikasi masalah penelitian 2. Membuat rancangan penelitian 3. Melakukan penelitian 4. Menyusun laporan penelitian dalam bentuk Skripsi 5. Mempertanggungjawabkan melalui uji sidang Skripsi Bahan Kajian 1. Metoda Penelitian kwantitatif dan kwalitatif 2. Metoda Penelitian Kesehatan 3. Statistik
4. Sumber – sumber yang berhubungan dengan topik penelitian baik dalam bentuk

buku teks ataupun jurnal dan website sesuai topik penelitian Daftar Pustaka Gunakan Referensi terkini dengan terbitan 5 tahun terakhir minimal 5 judul gunakan website sesuai dengan topik bahasan :
• • •

http://en.wikipedia.org http://yahoo.co.id http://google.com Proquest

AIPNI Page 123

IKD 1 (4SKS) Semester 1

Agama (2 SKS)

Kebut . oksigennasi (4 SKS)

Kewarganegaraan

B. Indonesia (2

ISD ( 2 SKS)

AIPNI

(2 SKS)

SKS) IKD II (4SKS) Semester 2 Kebut. Nutrisi ( 4 SKS) IKD III ( 4 SKS) Kebut cairan dan Elektrolit (4 sks) Kebut. Eliminasi ( 3 sks) Kebut. Istirahat dan Tidur ( 3 sks) Kebut. Aktivitas dan Mobilisasi (3 sks) Kebut. Aman dan Nyaman (4 sks) Kebut. Konsep diri ( 4 sks) Keperarawatan Komunitas I (2 sks) Kebut. Seksualitas ( 4 sks) Kebutuhan Komunikasi ( 3 sks) Kep. Komunitas II (3 sks) Semester 5 Semester 4 Semester 3 DENGAN PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kebut. Mekanisme Koping (3 sks)

Pendekatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia

Bahasa Inggris Bahasa Inggris Bahasa ( 2 SKS) Riset Kep Manajemen Keperawatan (2 sks) Kep. Komunitas III ( 3 sks) Komprehensif I ( 3 sks) Komprehensif II ( 3 sks)

(2 SKS) (2 SKS) Inggris SKS) (2 SKS)

MATRIK PENGGAMBARAN MATA KULIAH DALAM HUBUNGANNYA Semester 6 Semester 7

Page 124

Skripsi (4

Semester 8

CONTOH STRUKTUR KURIKULUM PENDEKATAN KEBUTUHAN DASAR SEMESTER I Agama Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Ilmu Keperawatan dasar I Ilmu Keperawatan Dasar II Ilmu Sosial Dasar Jumlah jam/mg = 14 + 4 = 18 jam SEMESTER II Mata Ajar Kebutuhan Oksigenasi Kebutuhan Nutrisi Bahasa Inggris Ilmu Keperawatan Dasar III Jumlah jam = 11 + 4 + 4 = 19 jam SEMESTER III No 1 2 3 4 5 Mata Ajar Kebutuhan Cairan & Elekrolit Kebutuhan Eliminasi Kebutuhan Istirahat & Tidur Kebutuhan Aktivitas & Mobilisasi Bahasa Inggris Jumlah jam = 11 + 4 + 8 = 23 jam No 1 2 3 4 No 1 2 3 4 5 6 Mata Ajar SKS 2 2 2 4 4 2 16 SKS 4 4 2 4 14 SKS 4 3 3 3 2 15 T 2 2 2 2 2 2 14 T 3 3 2 3 11 T 3 2 2 2 2 11 Lab 1 1 2 Lab 0.5 0.5 1 2 Lab 0.5 0.5 0.5 0.5 2 K ket

K 0.5 0.5 1 K 0.5 0.5 0.5 0.5 2

ket

ket

Deskripsi mata kuliah pendekatan berdasarkan pendekatan kebutuhan Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar I : 4 SKS :-

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang konsep berfikir dalam keperawatan, perkembangan keperawatan ; pendekatan holistic care (konsep caring, holisme, humanisme dan transcultural nursing); prinsip-prindip legal etis dan isu etik (etical issue); nursing advocacy; termasuk, teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I
AIPNI Page 125

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD I mahasiswa mampu : 1. 2. 3. 4. 5. No 1 menerapkan konsep berfikir kritis dalam keperawatan menganalisis perkembangan sejarah keperawatan menganalisis prinsip-prinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan menerapkan prinsip-prinsip legal etis paada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan memanfaatkan teknologi komunikasi informasi dalam pembelajaran keperawatan Kompetensi blok I Menerapkan konsep berfikir kritis dalam 2 keperawatan Menganalisis perkembangan sejarah 3 keperawatan Menganalisis prinsipprinsip pendekatan secara holistik dalam konteks keperawatan 1. 2. 3. 4. 4 Menerapkan prinsipprinsip legal etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatann Bahan kajian Konsep berfikir kritis dalam keperawatan Sejarah keperawatan nasional dan internasional teori sistem konsep berubah konsep holistic care : transcultural nursing Mini lecture, case study, small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Dicovery learning (DL), project based learning(PjBL) Mini lecture, case study, small group discussion (SGD)

caring, holisme, humanisme dan (keperawatan lintas budaya) 1. prinsip-prinsip etika keperawatan : onotomi, beneficience, non maleficience, justice, moral right, nilai dan norma masyarakat 2. isue etik dalam praktik keperawatan ; Euthanasia, transplantasi organ, supporting devices, aborsi 3. prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : malpraktik, neglected, pertanggunggugatan

AIPNI Page 126

(mandiri dan limpahan). Demonstrasi. PjBL mengirim tugas melalui email. mencari bahan untuk tugas pembelajaran melalui internet ) Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar II : 4 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : AIPNI Page 127 . 5. 5 Memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran keperawatan perlindungan hukum dalam nursing advocacy praktik keperawatan pengambilan keputusan legal etis Aplikasi komputer ( membuat blok. dll 4. pertanggungjawaban.

tahap. tahap. menerapkan prinsip komunikasi terapeutik sesuai dengan kondep tumbuh kembang 4. prinsip-prinsip dan tugas tumbuh kembang manusia. ternd dan issue 3 Menerapkan prinsip komunikasi sesuai dengan konsep tumbuh kembang AIPNI Page 128 . karakteristik. SGD Betty Neuman. menerapkan model konseptual keperawatann dalam berbagai situasi 2. teori komunikasi 2.Mata kuliah ini membahas tentang konseptual keperawatan . case study. Roy. dll ) Menerapkan hal-hal yang terkait Konsep. dan tugas perkembangan 1. Dicovery learning (DL). komunikasi terapeutik 3. konsep. case study. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) Metode Mini lecture. project based learning(PjBL) Mini lecture. teori komunikasi dan pendidikan dalam keperawatan yang dapat digunakan pada pelayanan keperawatan. penggunaan komunikasi terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi 4. menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang No 1 Kompetensi blok I Menerapkan model konseptual keperawatan dalam berbagai situasi 2 Bahan kajian Model konseptual keperawatan (Virginia Henderson. Kompetensi blok 2 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD II mahasiswa akan mampu : 1. menerapkan hal-hal yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia 3. dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia karakteristik. Orem. menerapkan komunikasi dalam pelayanan kesehatan 5.

teori pendekatan sosial dalam kesehatan 4. small group discussion (SGD) discovery learning (DL) PjBL Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang metodologi keperawatan dan perspektef keperawatan : maternitas. orang dewasa. Kompetensi blok 3 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok IKD III mahasiswa akan mampu : AIPNI Page 129 . anak. konsep belajar sepanjang hayat 2. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi 5. antropologi dan sosiologi budaya 3. komunikasi dalam konteks sosial dan keanekaragaman budaya serta 4 Menerapkan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuia dengan tumbuh kembang keyakinan 1.komunikasi dalam pelayanan kesehatan / keperawatan 6. rancangan penyuluhan kesehatan 6. case study. metode evaluasi Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Ilmu Keperawatan Dasar III : 2SKS(2-1) :Mini lecture. dan komunitas serta aplikasi pendidikan dalam keperawatan dan tantanan pelayanan kesehatan.

menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas . mengaplikasikan prinsip pendidikan dan keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dalam sistem pelayanan kesehatan AIPNI Page 130 .1. merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan 2. anak. jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan 3. orang dewasa.

jiwa dan komunitas dalam sistem pelayanan kesehatan. reaksi hospitalisasi. SGD. pendokumentasian a. pelaksanaan e. teori pendekatan sosial dalam kesehatan Metode Mini lecture. pengkajian b. project based learning (PjBL).No 1 Kompetensi blok I Merancang asuhan keperawatan pada kasus sederhana dengan pendekatan proses keperawatan Bahan kajian Kasus dengan keluhan klien Konsep proses keperawatan : a. Demonstrasi AIPNI Page 131 . tren keperawatan d. dll) a. Mini lecture. konsep belajar sepanjang hayat b. ruang lingkup keperawatan c. SGD. perspektif dan falsafah keperawatan b. antropologi dan sosiologi kesehatan c. diagnose keperawatan c. SGD. isu keperawatan (konsep bermain pada anak.case studi. project Based learning (PjBL) lab skills 2 Menjelaskan tentang ruang lingkup keperawatan maternitas. orang dewasa. anak. evaluasi f. perencanaan d. project Based learning (PjBL) lab skills 3 Mengaplikasikan prinsip pendidikan dalam keperawatan sesuai dengan tumbuh kembang manusia dala sistem pelayanan kesehatan Case studi.case studi.

d. konsep dasar kesehatan aspek sosial budaya serta hubungan dengan ekologi e. metode evaluasi AIPNI Page 132 . rancangan penyuluhan kesehatan f.

transportasi. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan proses ventilasi. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. 2. Menjadi acuan dalam melaksanakan berbagai peran diatas dengan memperhatikan etika dan norma profesi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi AIPNI Page 133 . difusi. komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep sistem respirasi dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. dan sistem respirasi sel. 3. Mengidentifikasi masalah oksigenasi 4. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis.Mata kuliah Beban studi Prasyarat : Kebutuhan Oksigenasi : 5 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang kebutuhan oksigenasi sesuai tingkat usia manusia melalui dari pembentukan dalam kandungan sampai lansia. Kompetensi blok 6 Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada kebutuhan oksigenasi mahasiswa akan mampu : 1. melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada skelompok klien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5.

Bahan kajian Anatomi. Lab skills AIPNI Page 134 . 2. 7. Case Study. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. Project Based Learning (PjBL). Patofisiologi pada kebutuhan oksigenasi (kasus-kasus oksigenasi yang sering terjadi pada berbagai tingkat usia di daerah. Case Study. Jamkesmas) 1. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus gangguan kebutuhan Mini Lecture. Kompetensi blok 6 1. 5. fisika dan biokimia oksigenasi. nasional. Pencegahan primer dan sekunder pada masalah kebutuhan oksigenasi 2. Dokumentasi asuhan keperawatan Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi (rujukan.No. 1. 4. 6. regional dan internasional) Metode Mini Lecture. Lab skills. Project Based Learning (PjBL). PMO. kimia. Pengkajian kebutuhan oksigenasi Diagnosa keperawatan pada gangguan oksigenasi Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigenasi. SGD. mapping based learning 3. fisiologi. Gakin. SGD.

Pencegahan tersier pada masalah Telaah Jurnal. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan oksigenasi pada berbagi tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. SGD. Fisioterapi dada/postural drainage 3. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan gangguan kebutuhan oksigenasi pada berbgai tingkat usia dengan memperhatikan aspek Melaksanakn fungsi advokasi pada kasus dengan oksigenasi pada berbagi tingkat usia. SGD dengan memperhatikan aspek legal dan etis. dengan berfikir Lab skills AIPNI Page 135 . Manajemen kasus pada kebutuhan oksigenasi Case study. SGD prioritas masalah sistem respirasi) keperawatan pada sekelompok klien dengan (klasifikasi kasus kebutuhan oksigenasi dan 5. Case study. 2. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. Suctioning Case study. Problem Based learning (PBL) 6. beneficience. nilai dan norma masyarakat 2.oksigenasi pada berbagai tingkat usia 3. non maleficience. Terapi O2 4. justice. Nursing advocacy 1. oksigenasi 4. 1. kebutuhan oksigenasi Mengidentifikasi masalah-masalah Hasil-hasil penelitian terkait kebutuhan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan oksigenasi dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah oksigenasi. Pengkajian pada oksigenasi 2. moral right.

Trakheostomi AIPNI Page 136 . Perawatan WSD 6.kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif 5. Nebulisasi 7.

Kep Praktik 30% Tahap Akademik 144-160 SKS Teori 70% Ners Pola Pendidikan Nerd an Sistem Uji Kompetensi sebelum kelulusan Tahap Profesi (internship) Uji Kompetensi (work entry / exit exam) STR (RN) AIPNI Tahap Akademik Page 137 . deskripsi mata kuliah yang belum diuraikan serta mata kuliah yang terdapat kurikulum institusi perlu dilengkapi oleh masing-masing institusi. Model Penyelenggara Pendidikan Sarjana Keperawatan Tahap Profesi 36 SKS S. seluruh deskripsi mata kuliah belum dijabarkan.Kesimpulan Kedua model matriks dan rangkaian deskripsi mata kuliah yang disajikan diatas belum merupakan pencerminan kurikulum lengkap tetapi hanya berupa kurikulum inti (60%). Selanjutnya. Dengan demikian.

mengembangkan. AIPNI Page 138 . dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.Penamaan kelulusan : Setelah menyelesaikan tahap akademik. 232/U/2000 pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesional bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan. lulusan akan mendaptkan gelar Sarjana Keperawatan “S. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri pendidikan nasional Republik Indonesia No.Kep” dan setelah tahap profesi lulusan akan mendapat sebutan profesi “Ners” 5 KURIKULUM PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI Pendidikan profesi keperawatan bertujuan untuk menyiapkan peserta didik untuk mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai ners.

Profil Lulusan Pendidikan Profesi Tahap pendidikan profesi lebih difokuskan pada profil sebagai : 1. Kompetensi pendidikan profesi dapat dicapai dengan masa studi 2-3 semester dengan perhitungan 36 SKS x 16 minggi x 4 jam = 2304 jam. Kompetensi ini dijabarkan kedalam unit kompetensi : 1. Kompetensi Lulusan Pendidikan Tahap Profesi Untuk menjamin kualitas lulusan agar dapat berkomunikasi secara global diperlukan patokan dalam penentuan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang ners di berbagai institusi penyelnggara pendidikan ners di seluruh Indonesia. 232/U/2000 pasal 5 ayat 2).Program pendidikan ners merupakan lanjutan tahap akademik pada pendidikan sarjana keperawatan dengan beban studi minimal 36 SKS (mengacu pada PP no. 4 pendidikan kedinasan) atau setara magister (SK. Kurikulum institusi pendidikan tahap tinggi profesi terdiri dari 60% kurikulm inti (22 SKS) dan 40% kurikulm yang mencirikan institusi. maka dibutuhkan masa studi 48 minggi (2304 : 48 jam) A. Dengan demikian. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal. No. Community Leader B. AIPNI Page 139 . Manajer asuhan klien. 3. Pengembangan kurikulum pendidikan tahap profesi terdiri dari kurikul inti dan kurikulum instirusi yang harus diikuti oleh seluruh institusi pendidikan tinggi keperawatan yang menyelnggarakan program pendidikan profesi. Jika dalam satu minggi 48 jam. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan. Care Provider (Profil peneliti dan pendidik terintegrasi dalam profil Care Provider) 2. Mendiknas. diharapkan seluruh institusi pendidikan profesi mempunyai kurikulum inti yang sama. Pendidikan tahap profesi keperawatan merupakan tahapan proses adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional. Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi di fokuskan pada kemampuan: a. memberikan pendidikan kesehatan menjalankan fungsi advokasi pada klien.

Mampu mengembangkan pola pikir kritis. Unit Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi: a. Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. i.b. Mampu menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim c. Mampu membeikan asuhan yang berkualitas ecara holistis kontinyu dan konsisten k. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien h. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik g. d. Manpu mengunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik AIPNI Page 140 . logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan j. d. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Melaksanakan asuhan keperawtan profesional di tatanan klinik dan komunitas menggunakan hasil penelitian. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. c. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan. serta menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan. Mampu mendemonstrasikan ketrampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. b. 2. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dan komunitas e. Mengaplikasikan fungsi kepimpinan manajemen keperawatan.

Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok y. Mampu mengembangkan potensi diri professional r.m. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif ditatanan komunitas dalam aspek promutif preventif. kuratif dan rehabilitatif v. Mampu mencegan dan menyelesaikan konflik aa. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya cc. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan p. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan o. Mampu melaksaanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien w. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif q. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan t. Mampu dalam mengembangkan profesi keperawatan s. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas u. Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi ruangan untuk mengingkatkan kemampuan AIPNI Page 141 . Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawtan x. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengguanan sstrategi manajemen kualitas dan manajemen resiko n. Mampu mengorganisasikan mamajemen ruangan keperawatan secara berkelompok z. Mampu memberikan pengarahan pada anggota timnya bb.

logis dan etis dalam mengembangkan keperawatan asuhan keperawatan holistik. Unit Kmopetensi dan Area Pencapaian NO. 5. Melaksanakan tatakan legal 3. KOMPETENSI Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan inter personal 2. AIPNI Page 142 . UNIT KOMPETENSI asuhan keperawatan Mampu menggunakan keterampilan inter personal yanf efektif dalam kerja tim Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan tanggung jawab Mampu menggunakan proses keperawatn dalam menyelesaikan Diseluruh masalah klien kritis. 2. dengan 1. maternitas. anak. klinik asuhan 1. 1. 4. 3. kontinyu dan konsisten Mampu mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif Mamapu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningakatan kualitas area prakik terutama AREA PENCAPAIAN area praktik keperawatan Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian Diseluruh keperawatan professional di menerapkan aspek etik dan 2. area keperwatan medikal dan jiwa Mampu memberkan asuhan yang secara berkualitas secara bedah.c. Kaitan Kompetensi.

Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan akontabilitas auhan keperawatan yang AIPNI Page 143 . 11. 13. Berkesinambungan dalam praktik 7. 12. Mampu memberikan dukungan kepeda tim asuhan dengan mempertahankan diberikan 10.6. Mampu mempertahakan lingkunagn yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko 8. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan 9.

Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi AIPNI Page 144 . dan menyelesaikan masalah klien ditatanan kominitas menerapkan suhan komunitas 3. 2. Mampu melaksanakan terapi modlitas / komplementasisesuai dengan kebutuhan klien gerontik. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam Di area keperawatan kelarga. kuratif dan rehabilitatif 4. Mampu mengembangkan program yang kretif dan inofatif ditatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait dimasyarakat dalam komunitas 4. Mampu mengorganisasikan menejemen ruangan keperawatan secara berkelompok mampu mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim 3. Mampu memberikan pengarahan kepada angota tim nya 4. anak. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota tinya 5. Mampu merencanakan kebutuhan keperawatan secara Keperawatan medikal bedah.3 Melaksanakan asuhan keperawatan profesional ditatanan komunitas 1. Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajenen keperawatan 1. dan komunitas. jiwa. berkelompok 2.

D. 3. Pelaksanaan kegiatan pendidikan profesi berorentasi pada tahap pembelajaran sederhana ke kompleks dengan memfokuskan pada pengetahuan. buku log. Tersedianya buku pedoman pelaksanaan kegiatan pendidikan tahap profesi. Struktur Kurikulum Pendidikan Tahap Profesi Pendidikan tahap profesi merupakan kelajutan dari tahap pendidikan program sarjana keperawatan dimana tahap ini peserta didik mengaplikasikan teori dan konsep yang didapat selama proses pendidikan sarjana. Calon peserta pendidikan tahap profesi : . kertampilandan sikap untuk mencapai kompetensi profesional seorang ners. menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Oleh karena itu. Tersedianya preseptor/mentor untuk menyelengarakan pendidikan profesi. Tersedianya wahana praktek yang kondusif (sarana dan prasarana) untuk menumbuh kembangkan kemampuan berfikir kritis.Lulus uji kompetensi (12 kompetensi inti dan kompetensi tambahan yang diperlukan untuk wahana praktik tertentu) 2. E. Matrik sebaran Mata kuliah pendidikan Profesi Stase Mata Kuliah Jumlah SKS Kurikulum Kurikulum inti institusi I Keperawatan Medikal Bedah 5 II Keperawatan Anak 2 III Keperawatan Maternitas 3 IV Keperawatan Jiwa 2 V Menejemen Keperawatan 2 VI Keperawatan Gadar 2 VII Keperawatan gerontik 2 VII Keperawatan Keluarga dan Komunitas 4 Jumlah 22 36 Penatalaksanaan : Stase I-VIII dapat dilaksanakan secara paralel dan tidak prasyarat karena diasumsikan setiap lilisan pendidikan tahap akademik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk tahap profesi. Deskripsi mata kuliah . dan modul praktik. 5.Lulus pendidikan sarjana keperawatan . pelaksanaan pendidikan terhadap proffesi harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip di bawah ini : 1. 4.

Pneuminia. Pankreatitis akut. .Eliminasi : Ileus Ca saluran cerna. . Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien dewasa ditatanan klinik dengan gangguan : . e. Stroke. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dal ilegal . Asma.Oksigenasi akibat ARDS. HIV/AIDS.Nutrisi : DM. Anemia. Cirhep. Koleliasis akut. memberikan pendidikan kesehatan. Ca paru .Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. Hipo/hipertiroid.Keamanan fisik : Leukimia. . menjalankan fungsi advokasi pada klien. membuat keputusan legal dan etik serta mengunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada orang dewasa. Hepatitis. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada orang dewasa.Termoregulasi : Thypoid . BPH. . DHF. Dekompesasio cordis.Mobilitas fisik : Fraktur. b.1. c. ARF/CRF. Praktik Profesi Keperawatan Medikal Bedah mencakup asuhan keperawatan pada klien dewasa dalam konteks keluarga yang mengalami masalah pemenuhan daarnya akibat gangguan satu sistem (organ) atau beberapa sistem (organ) tubuhnya. Kompetensi : Setelah mengikuti praktik profesi Keperawatan Medikal Bedah mahasiswa mampu : a. Mata Kuliah Beban Studi : Keperawatan Medikal Bedah : 5 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan medikal bedah merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap ketika melakukan asuhan keperawatan profesional. d.

n. h. r. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan yang berlaku dalam bidang kesehatan. k. logis dan etis dala mengembangkan asuhan keperawatan oramh dewasa Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Case report dan overan dinas 5.f. Diskusi kasus 4. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metoda Pembelajaran 1. Problem solving for better health (PSBH) 8. l. agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik. kontinyu dan konsisten Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. m. Mengembangkan pola pikir kritis. q. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Pre dan post conference 2. o. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan kliean dewasa Mendemonstrasikan ketrampilan teknik keperawatan yang sesuai dengan standart yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif i. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. . j. g. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. p. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3.

menjalankan fungsi advokasi pada klien anak dan keluarganya. memberikan pendidikan kesehatan. Direct Observasional of prosedure skill 3. Log book 2. Case test / uji kasus (SOCA. Kasus lengkap.Metoda evaluasi : 1. kasus singkat 8. . Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan pada anak. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 2. Problem solving skill 7.Student Oral Case Analysis) 4. Mata Kuliah Beban Studi Deskripsi Mata Kuliah : : Keperawatan Anak : 2 SKS Praktik profesi keperawatan anak merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional yang aman dan efektif. Critical insidence report 5. OSCE 6.

bayi. pra sekolah. NS .Bayi dan anak dengan nutrisi : KEP/ malnutrisi. Anemia. Kejang e.Bayi dan anak dengan gangguan oksigenerasi akibat RDS. anak sakit akut dan sakit yang mengancam kehidupan. Hypospadia.Bayi dan anak dengan gagguan keamanan fisik : Leukimia. Atresia Anni. DHF. Juvenile DM. d. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien anak dalam konteks keluarga Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien ank dalam konteks keluarga .Bayi dan anak dengan gangguan pertubuhan dan perkembangan . morbili . Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan anak dengan berbagai tingkat usia dalam konteks keluarg Menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien aanak pada berbagai tingkat usia dalam konteks keluarga ditatanan klinik . dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan ditatanan klinik. dengan anak masalah pediatric sosial dan manajemen terpadu balita sakit. ITP. Kompetensi : Setelah menyelesaikan praktik profesi keperawatan anak mahasiswa mampu : a.Praktik profesi keperawatan anak mencakup anak dengan berbagai tingkat usia (neonatus. Thypoid. meningitis / Enchepalitis. RDS. Asma.Bayi dan anak dengan gangguan eliminasi akibat kelainan congenital : Hirschprung. toddler. BBLR. Trombositopenia. Labiopalatoschiziz .Bayi dan anak dengan gangguan termoregulasi : MAS. Thalasemia .Bayi dan anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. sekolah dan remaja) dalam knteks keluarga yang bertujuan untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehat. obesitas . Pneumonia. f. b. c. Hyperbilirubinemia.

Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. l. Menggembangkan popla pikir kritis. j. Diskusi kasus 4. o. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan pada klien anak dalam konteks keluarga Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien dan keluarga agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan stratedi manejemen kualitas dan manajemen resiko pada klien anak dalam konteks keluarga k. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keprawatan yang diberiakan n. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Pendelegasian kewenangan bertahap 6. p. q. Case report dan overan dinas 5. Mendemonstrasikan keterampilan tekniskeperawatan yang sesuai dengan standarta yang berlakuatau secara kreatif dan inivatif agar pelayanan yang diberika efisien dan efektif pada klien anak h. i. Problem solving for better health (PSBH) 8. Membuat klasifikasi dan tindakan dari kasus yang diperoleh di Pukesmas. logis. Metoda evaluasi : . dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sehat di masyarakat m. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3.g. Pre dan post conference 2.

2000. V. Nursing Care of the General pediatric Surgisal Patient. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Readwood City : Addison Wesley Muscari. V. Canada : Mosby Company. Hockenberry. Nursing Care of Children and Families. kasus singkat 8. J. Jilid 1. Daftar Pustaka Ball.. OSCE 6. Wong’s Nursing Care of Infants and Children“. (1998). Kasus lengkap. Current pediatric Diagnosis and Treadment. M. (2008). Jakarta: fakultas Ilmu Kedokteran Unuversitas Indonesia . A. SR.. Problem solving skill 7. M. W.M 1990. Philadelphia: W. Louis: Mosby Elseiver Karen. (8th edition). S. (8th ed.. Wellness Nursing Diagnosis for Health Promotion. Philadelphia: Lippincot Markum. & Greenberg.). & Sperhac. New Jersey : prentice hall Barbara. Pediatric nursing : caring for Children. Critical insidence report 5. (2007). James.R.. St.B. M. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing. Mott. & Bindler. C. Buku ajar ilmu kesehatan anak. Saunders Company. W. B. Dickey.Student Oral Case Analysis) 4.E. A. 1997. Philadelphian :Lippincott. Al.Wilson. Connecticut : Appleton dan Lange. (2003). Al.S. Direct Observasional of prosedure skill 3. Advanced pediatricclinical assessment: Skills and procedures. et.(1999). 1996. R. Hay. (2001). D. Log book 2. J & Wilson. S. W. et.1. S. Case test / uji kasus (SOCA.H. Children and their families : The continuum of care. Hockenberry. R. C. Maryland : Aspen publication Bowden..

Clinical manual of pediatric nursing. C. Louis : Mosby. (7th edition)St. c. M. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada ibu hamil. D. Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas Beban : 3 SKS Deskripsi Mata Kuliah Praktik profesi keperawatan maternitas merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Kasprisin C & Hess. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. D. melahirkan dan paska melahiran serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan dan keluarganya.. Clinical Manual of Pediatric Nursing. 1.. St. Louis : Mosby Year Book Wong. b. Nursing Care of Infants and Children“. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan Maternitas dalam konteks keluarga Praktik profesi keperawatan maternitas dilakukan secara bertahap dimulai dari prenatal. (2003). J. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. St. 1996. memberikan pendidikan kesehatan. Wong.I.. & Hockenberry. Mengguanakan proses keperawatan pada ibu hamil melahirkan dan paska melahirkan serta yang mengalami masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan . Louis : Mosby. intranatal dan post natal serta yang mengalami masalah pada sistem reproduksi dan pengaturan kehamilan.L.Wong and Whaley. (1996).

Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan maternitas. melahirkan. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. kontinyu dan konsisten. h. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. f. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan maternitas. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Problem solving for better health (PSBH) . paska melahirkan. Metode Pembelajaran 1. i. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif o. j. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Pre dan post conference 2. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Diskusi kasus 4. Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. n. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontbilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Pendelegasian kewenangan bertahap 6.e. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi / keperawatan terkini 7. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil. k. Case report dan overan dinas 5. masalah pada system reproduksi dan pengaturan kehamilan. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal : merencanakan program keluarga berencana.

6th Edition. Moorhouse Mary Frances. Lowdermik Deitra Leonard. kasus singkat 8. Person Education. Little. 7th Edition. and Practice. 2004 Fundamentals of Nursing Concepts. Grand Rapids. St. Tokyo. St. E. Perry Shannon. Murr Alice C. Lippincott Company Philadelphia.Student Oral Case Analysis) 4. Philadelphia. J. 1990. Kozier Barbara. 1985. Problem solving skill 7. 1986.A. Fight edition. Erb Glenora. Boston Medical Science International. Louis London. Portfolio Daftar Pustaka Doenges Marilynn E. Mosby Company. St. Berman Audrey. 1999. J. 2007. The C. Comprehensive Maternity Nursing Nursing Process and Childbearing Family. Kasus lengkap. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- . Upper Saddle River. OSCE 6. Newyork.V. London.8. Louis. Brown and Company. Davis Company.B. Princeton. Mosby. Nursing Care Plans : Nursing diagnosis and Intervension. Louis . F. Myers Judits L. Maternity Nursing. St. Process. Toronto. Sydney. Metoda evaluasi : 1. Louis. Lippincott Company Philadelphia. Mosby. New Jersey. United stated of Amerika. Snyder Shirlee J. Second Edition. Direct Observasional of prosedure skill 3. Comprehensitive Maternity Nursing Process and Childbearninf Family .b. 2006. Manual of Obstetri Diagnosis and Therapy. Nursing plans Guidelines for Individualizing Client Care Across The Life Span. Bobak Irene m. Newyork. 7th Edition. Neeson Jean D dan May Katharyn A. San Francisco. Maternity and Gynecology care The Nurse ang the family. Tokyo. Case test / uji kasus (SOCA. Critical insidence report 5. Ltd. Inc. Niswander Kenneth R. Jensen Margaret Duncan dan Bobak Irene M. 1983. London Mexico City. Toronto May katharyn Antle and Mahlmeister laura Rose. St. Philadelphia Gulanick Meg. Louis Sao Paolo Sydney. Sydney. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Log book 2.

arthritis. memberikan pendidikan kesehatan. − Oksigenasi akibat COPD. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan Gerontik mahasiswa mampu: a. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien usia lanjut. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Mata ajar Beban Studi Prasyarat : Keperawatan Gerontik : 2 SKS : Telah melalui praktek Deskripsi Mata Ajar : Praktik profesi keperawatan gerontik merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan professional. f. − Keamanan fisik dan mobilitas fisik : Fraktur. Mengguanakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien usia lanjut. Pneumonia Hipostatik. Praktik profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat actual.2. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : Diare. b. resiko dan potensial serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien. hipertensi. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan gerontik. agama atau factor lain dari setiap klien lanjut yang unik . menjalankan fungsi advokasi pada klien. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. e. − Eliminasi : BPH. c. − Nutrisi : KEP. Dekompensasio cordis.

Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya l. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi mamajemen yang kualitas dan manajemen resiko m. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standat yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Metoda evaluasi : 1.Student Oral Case Analysis) 4. OSCE 6. j. i. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien usia lanjut. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif p. h. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan. Portfolio Daftar Pustaka Departemen Kesehatan RI. Mengembangkan pola kritis logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan usia lanjut. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. kontinyu dan konsisten. Problem solving skill 7. Program Pemerintah Tentang Kesehatan Gerontik . n. Direct Observasional of prosedure skill 3. kasus singkat 8. Critical insidence report 5.g. Kasus lengkap. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan r. Case test / uji kasus (SOCA. o. k. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. Log book 2. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional q.

(1995). Nursing care of older adult. Carrol et all. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. (1999). Wold. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Second edition. S. Philadelphia: J. Basic geriatric nursing.B. Taylor. Praktik profesi keperawatan jiwa berfokus pada penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dalam konteks keluarga dan masyarakat melalui penerapan terapi modalitas keperawatan. keluarga dan masyarakat baik yang sifatnya preventif. Lippincott company. C. theory and practice. Lippincott company. St. Mata Ajar Beban Studi Deskripsi Mata Ajar : Keperawatan Jiwa : 2 SKS Praktik profesi keperawatan jiwa merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa ketika adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan kepada individu.Lueckenotte (1996). promotif. G. Memberikan asuhan keperawatan kepada individu. kuratif dan rehabilitatif serta memberikan pendidikan kesehatan. Toronto: Mosby. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------3.R. Inc.. Gerontologic nursing. (2004).B. Philadelphia: J. Miller.B. Philadelphia: W. Louis: Mosby Book. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Gerontological nursing care. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. dengan gangguan jiwa. Saunders company. c.H. Fundamental of Nursing. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. anak dan keluarga yang mengalami masalah adaptasi bio-psiko.sosio-spiritual terutama masakah gangguan . b. Second edition. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan jiwa. (1999). Tyson.

m. Harga Diri Rendah. Isolasi Sosial. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan q. k. j. Pre dan post conference 2. Berlaku h. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. Case report dan overan dinas 5. e. Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. agama atau factor lain dari setiap klien yang unik g. Pendelegasian kewenangan bertahap . Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional p. logis. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. Bunuh Diri. Diskusi kasus 4. o. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal f. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhann keperawatan yang diberikan. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Mengembangkan pola pikir kritis. Waham. l. i. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan jiwa. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Peerta praktik melakukan proseskeperawatan jiwa. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. Tutorial individual yang diberikan preceptor 3. kontinyu dan kosisten. perilaku Kekerasan dan dan Definsit Perawat Diri. Hallusinasi. n.jiwa dengan cora problem.

Addison Publising Company. M and Holloday. Laraia (2003). OSCE 6.. Essential of Mental Healt Nursing. M.6. Bostrom. 6.Student Oral Case Analysis) 4. St. Keltner. 3. Conceps. St.P and and Heacock. Foundamentals of Nursing. Mosby. Foundamentals of Nursing. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7.Louis. 7 edition. Kozier. Fletcher (1995). Psychiatric Nursing. California. Kasus lengkap. Critical insidence report 5. Fifth Edition. M. Direct Observasional of prosedure skill 3. R. The Art and Science of Nursing Care Philadelphia. Problem solving for better health (PSBH) 8. Potter. Metoda evaluasi : 1. Addison Wesley California.A Davis Company Fortinash. Psychiatric Care plans Guidelines for Individualizing Care Ed. Founth Edition. St. Foundamental of Nursing.E (1993).. C. Conceps.F (1998). Mosby. Taylor C (1997). P. Louis. (1999)..A (1991). Problem solving skill 1. kasus singkat 2. Townsend. Log book 2. B (1997). P (1997). Mosby.E. Philadelphia : F.. Prosess and Practice. Stuart S. Schewecke. Prosess and Practice. Clinical Manual of Psychiatric nursing.C and Moorhouse. Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Case test / uji kasus (SOCA. Psychiatric Nursing Care Plan St.. St. Louis : Mosby Fountainne. Principles and practice of Psychiatric Nursing. Mata Kuliah : Keperawatan Gawat Darurat th . Lippincontt. Louis Rawlin. P. …………………………………………………………………………………………. Portfolio Daftar Pustaka Doenges M.

Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaiakan masalah klien pada berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat akibat gangguan : − Termoregulasi : Trauma kapitis − Oksigenasi : Infark Miokard.Beban : 2 SKS Praktik profesi keperawatan gawat darurat merupakan program yang Deskripsi Mati Kuliah menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gaswat darurat. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab d. sengatan binatang. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan menggunakan salah satu referensi dari hasil penelitian yang berkaitan dengan keperawatan gawat darurat. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. menjalankan fungsi advokasi pada klien. Gagal nafas. f. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. c. krisis tiroid. Praktik profesi keperawatan gawat darurat mencakup asuhan keperawatan dalam konteks keluarga pada klien dengan berbagai tingkat usia yang mengalami masalah pemenuhan kebutuhan dasarnya akibat gangguan salah satu sistem (organ) ataupun beberapa sistem (organ) tubuhnya dalam keadaan gawat darurat. e. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. Melakukan komunikasi yang terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien. trauma thoraks − Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit : DM dengan ketoasidosis. memberikan pendidikan kesehatan. b. berbisa. dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. − Keamanan fisik : keracunan. .

Tutorial individual yang diberikan preseptor 3. Mengembangkan pola pikir kritis. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan Metode Pembelajaran 1. Medemontrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efesien dan efektif pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat h. Problem solving for better health (PSBH) 8. Pre dan post conference 2. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif n. l. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat. Menjalankan fungsi advokasi pada klien dengan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat untuk mempertahankan klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya. dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawtan pada klien denagan berbagai tingkat usia dalam keadaan gawat darurat (Triage) i. Diskusi kasus 4. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan m.g. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan. j. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/ keperawatan terkini 7. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional o. k. Metoda evaluasi : . Belajar berinovasi dalam pengolahan asuhan. Case report dan overan dinas 5. logis. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan p. Pendelegasian kewenangan bertahap 6.

Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan secara berkelompok . Case test / uji kasus (SOCA. OSCE 6. b.Student Oral Case Analysis) 4. Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan Beban : 2 SKS Deskripsi Mati Kuliah Praktik profesi manajenen keperawatan merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerapkan konsep – konsep yang berhubungan dengan manajemen & kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan yang sesuai dengan keadaan saat ini.1. Portfolio Daftar Referensi : Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. Selama praktek mahasiswa memprakarsai perubahan yang efektif dan inovatif dalam asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan. Praktik profesi keperawatan manajenen keperawatan mencakup perencanaan. kasus singkat 8. Log book 2. Kompetensi Setelah mengikuti praktik profesi keperawatan maternitas mahasiswa mampu: a. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------7. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan d. pengarahan dan pengendalian dengan menerapkan berbagai gaya kepemimpinan yang efektif. Critical insidence report 5. Kasus lengkap. Problem solving skill 7. Direct Observasional of prosedure skill 3. pengorganisasian. Mengguakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab c.

Direct Observasional of Prosedure skill. Problem solving skill. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pengelolaan klien. Melakukan supervisi terhadap anggota timnya i. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. Pendelegasian kewenangan bertahap. 4. . 6. Metode pembelajaran. n. Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan kondisi ruangan k. 1. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. m. OSCE. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. Pre dan conference. Log book. 5. 7. 1. Mengembangakan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. 6. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. Case report dan overan dinas. p. 5. l. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. Diskusi kasus. 4. kasus singkat. Mencegah dan menyelesaiakan konflik didalam timnya g. Memberikan pengarahan kepada anggota timnya h. 2. Melaksanakan perubahan dalam asuhan dan pelayanan perawatan. 7. Mengorganisasikan manjemen ruangan keperawatan secara berkelompok f. Tutorial individual yang diberikan preceptor. Critical insindence report. 8. 3. Melakukan evaluasi terhadap timnya j. o.e. 3. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 2. Kasus lengkap. q.

. Swansburg.B Kron (1981).Her Ladership Role Gilliies. R. pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui kerjasama dengan lintas program dan sektoral.& Swansburg. Swansburg. dan komunitas dengan masalah kesehatan yang bersifat actual.et all (2001) Effective leadership and management in nursing . The Head Nurse.New Jersey:Prentice-Hall Barret Jean et all (1975). St. C.Mata ajar Beban Studi : Keperawatan keluarga dan komunitas : 4 SKS Deskripsi Mata Kuliah : Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas merupakan tahapan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan untuk pencegahan primer.J. Praktik profesi keperawatan keluarga dan komunitas berfokus kepada kebijakan dan program pemerintahan tentang kesehatan masyarakat. Daftar Pustaka Sullivan. risiko dan potensial. The Manegement of Patient Care. R. L. Sudbury: Jones and Bartlett Publisherrs 8. Louis: The CV Mosby Marquis. Leadership roles and management functions nursing. keluarga. (2000). (1994).A... menjalankann fungsi advokasi. London : Jones and Bartlett Publisher. R. membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini terkait dengan keperawatan keluarga dan komunitas. . Roussel. Portfolio. Philadelphia: W. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktek profesi keperawatan keluarga dan komunitas mahasiswa memiliki kemampuan : . J. L. Introductory management and Leadership for Nurses. WB Saunders Marriner AT (1996) Nursing Management and Leadership. Philadelphia: Lippincott. Putting Leadership Skills to Work.. Nursing management and leadership. & Swansburg. kelompok. R. (1998). sekunder dan tersier kepada individu. J (2006). B.8.E. Nursing management: A System approach. C. D.

Memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik. keluarga. Melakukan kmunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada individu. keluarga. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. n.a. h. Menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak individu. b. kuratif dan rehabilitative melalui pemberdayaan masyarakat. l. masyarakat dan komunitas agar dapat mengambil keputusan. c. Mengunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab. agama atau faktor lain dari setiap individu. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan. masyarakat dan komunitas. Mengembangkan program yang kreatif dan inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif preventif. keluarga. keluarga. o. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan secara individu. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas. g. keluarga. e. m. r. i. Mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang diberikan efisien dan efektif. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui pengunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resiko. k. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik. d. kelompok dan komunitas. f. Menggunakan langkah. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif. Mengembangkan pola pikir kritis. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim. masyarakat dan komunitas klien yang unik. kontinyu dan konsisten. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan individu. Bekerjasama dengan unsur keperawatan komunitas. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional. terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan j. . q. p. kelompok dan komunitas.langkah pengambilan keputusan etis dan legal.

J. 7. Stanhope. Heirinch. Third edition.B. St. Direct Observasional of Prosedure skill. Log book.prinsip dasar. Pendelegasian kewenangan bertahap.M. Critical insindence report. Effendy.. 3. Jakarta: STIK Sint Carolus Notoatmodjo. Diskusi kasus. 4. Community health nursing: Process and practice for promoting health... 3. California: Appleton & Lange. Jakarta: EGC Freeman.J. Lancaster. Edsi 2. N. Case report dan overan dinas. 2.(1981) Community nursing practice. (1998) Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. Mampu melaksanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan kebutuhan klien. 5. Philadelphia: W. Problem solving for better health (PSBH) Metode Evaluasi: 1.. M. Louis: Mosby years books Metode pembelajaran 1. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/keperawatan terkini. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). R. Pre dan post conference. . (1995). Jakarta: Rieka Cipta.s. 6. Daftar Pustaka : Clark. Saunders Luan. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pemberian asuhan keperwatan. J.(1999) Nursing in the community: dimensions of community health nursing. t.. 4. Tutorial individual yang diberikna preceptor. (2003) Ilmu kesehatan masyarakat: Prinsip. S.Rencana Asuhan Keperawatan Komunitas. 2. (2007). 8. B. M.

Portfolio. Problem solving skill. 7. 8. . Harus tercantum minimal 3 buku teks dan 3 alamat web terkait artikel terkini. kasus singkat. OSCE. Daftar Referensi:. Kasus lengkap. 6.5.

Metode pembelajaran pada program pendidikan Sarjana Keperawatan dan program pendidikan profesi. dan menyusun Learning (SDL) : merencanakan kegiatan belajar.Metode pembelajaran pada pendidikan Sarjana Keperawatan di antaranya : a. Self –Directed melaksanakan. dan menilai pengalaman belajarnya sendiri f. Cooperative Learning (CL) : Membahas dan menyimpulkan masalah/tugas yang diberikan dosen secara berkelompok g. Discovery informasi yang ada untuk mendiskripsikan suatu pengetahuan e. A. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada tahap akademik pendidikan Sarjana Keperawatan 1.6 Pembelajaran pada METODE DAN EVALUASI PEMBELAJARAN pendidikan ners dengan kurikulum Berbasis Kompetensi menggunakan berbagai metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa / Student Centered Learning (SCL). mengkumpulkan. Contextual Instruction (CL) : Membahas konsep (teori) kaitanya dengan situasi nyata dan melakukan studi lapang / terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesenian teori . d. mempraktekan / mencoba berbagai model Case Study : mengkaji kasus dengan mencermati karakteristik kondisi kasus tersebut Learning (DL) : mencari. Small Group Discussion : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau mempraktekan /mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan b. Role-Play & Simulation : mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya atau (komputer) yang telah disiapkan c. Collaborative Learning (CbL) : Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas serta membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri h.

Sebagai umpan balik peserta didik dalam meningkatkan usaha belajarnya b. dan sebagainya) Skor 2 Pernah melihat atau pernah melihat atau pernah mendemontrasikan .2 Metode Penilaian a. Evaluasi Kompetensi Beberapa metode evaluasi kompetensi yang dapat dilakukan. komplikasi. Untuk menjamin akuntabilitas proses pembelajaran d. cara melakukan.1 Tujuan Evaluasi.Evaluasi Pembelajaran pada tahap akademik Pendidikan Sarjana Keperawatan Evaluasi merupakan penilaian yang menunjukan keadaan atau kondisi akhir saat ini (Brown & Knight. maupun indikasi. Untuk mendiagnosis kekuatan dan kekurangan peserta didik 2. 2. Materi evaluasi disusun berdasarkan tujuan belajar dan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Sebagai umpan balik bagi dosen akan perkuliahan yang dilakukannya c. salah satunya dengan mengukur tingkat kemampuan peserta didik (Miller’s Pyramid): Skor 1 Mengetahui dan menjelaskan (Pengetahuan teoristis mengenai keterampilan ini. teori. prinsip. Problem Based Learning and Inquiry (PBL) : Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen 2.i. 1994). baik konsep. Untuk memotivasi peserta didik e. Project Based Learning (PjBL) : Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis dengan menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum j. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan dengan tujuan : a.

Reflective Learning e. Oral Test g. MCQs. Evaluasi Pelaksaan 2. OSCE (Objective Stuctured Clinical Examination) b. Laporan c.Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahap profesi ini lebih terfokus pada pembuktian bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai dengan . Short Answer Question) c. Evaluasi Dosen oleh Dosen B.(Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah melihat demonstrasi) Skor 3 Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervise (Memiliki pengetahuan teoristis mengenai keterampilan dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali dibawah supervise. Strategi Evaluasi Penilaian Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi : a. Presentasi h. Projek i. Evaluasi Proses 1. Metode Pembelajaran dan Evaluasi pada Program Profesi Keperawatan Metode pembelajaran pada tahap profesi berfokus pada pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preceptor kepada peserta didiknya. Permasalahan (Case Study) d. Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa 3. b. Test Tertulis (Esay. Observasi f. Skor 4 Mampu melakukan secara mandiri (memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini dan memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan secara mandiri.

kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan kewenangan telah dimiliki. Portfolio. - . kasus singkat. Critical insindence report. Kasus lengkap. OSCE. Case test/uji kasus (SOCA-Student Oral Case Analysis). Metode pembelajaran pada pendidikan program profesi Metode belajar peserta didik pada tahap profesi ini meliputi: - Diskusi kasus Presentasi Kasus Seminar ilmiah kecil Kegiatan procedural keperawatan Asuhan keperawatan klien (bertahap) Rotasi tugas sesuai preceptor Evaluasi Pendidikan Program Profesi Log book. Direct Observasional of Prosedure skill. Problem solving skill.

EVALUASI PELAKSANAAN BIMBINGAN KEGIATAN PROFESI NERS PADA TIAP AREA KEPERAWATAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 ITEM PENILAIAN Prerequisite : 1. Mampu memperlihatka n sikap empati b. Mampu mendengarkan secara aktif c. Kemampuan berkomunikasi terapeutik a. Mampu memberikan respon verbal dan non verbal 1 4 KETERANGAN C1-C6 . Laporan pendahuluan: Penguasa tentang kasus yang akan dikelola 2.

Mampu mempersiapkan Ruang dan Alat dan Tempat S1-S4 ITEM PENILAIAN LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN . bahasa tubuh) berdasarkan kebutuhan klien 3.(sentuhan.

Melakukan pengkajian secara holistic. b. Melakukan anamnesa untuk mendapatkan riwayat kesehatan c.Komponen Kemampuan Klinik: Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Klinik 1. Melakukan pemeriksaan fisik dengan . tepat dan akurat pada klien pada berbagai tingkat usia melalui pendekatan sistematik. Pengkajian: a.

tepat d. Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN . Mengenali abnormalitas hasil pemeriksaan penunjang untuk mendukung menetapkan masalah keperawatan sebagai landasan dalam merumuskan diagnosa keperawatan ITEM PENILAIAN 2.

keperawatan sesuai dengan hasil pengkajian a. Menganalisa data c. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan a. Merumuskan masalah factor resiko 3. Menentukan prioritas masalah Menentukan tujuan Menentukan criteria keberhasilan d. Mengenal masalah b. Menetapkan tindakan dan . c. b.

dan legal baik mandiri dapat .keperawatan yang mengatasi masalah bersifat maupun kolaboratif dengan mempertimbangk an aspek budaya etik.

Implementasi a. Menyampaikan pesan dengan tepat dan jelas c. Melakukan tindakan melalui kegiatan .ITEM PENILAIAN 4. Melakukan kolaborasi dengan tim kes d. Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai prosedur (SOP) prioritas patient pada dengan dan safety klien memperhatikan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 2 SIKAP 3 4 KETERANGAN dengan berbagai b.

Melakukan evaluasi keperawatan menilai 1) Perkembang an klien 2) Memodifika si. Evaluasi a. merubah intervensi keperawatan sesuai kebutuhan klien kondisi . Memberikan pendidikan dan kesehatan sesuai masalah klien 5.observasi. e. mandiri.

Mendokumentasik an asuhan keperawatan 1) Menuliskan data jelas n pasien secara yang kondisi yang sistematis dan mengambarka LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 KETERANGAN 4 sesungguhnya 2) Mendokument asikan dengan menggunakan .ITEM PENILAIAN b.

Menyusun Kajian . Pengkajian a. Melakukan situasi 2.IT 3) Membuat catatan tentang perkembanga n pasien rencana tindak lanjut untuk pasien keadaan dan menuliskan Komponen Kemampuan Manajerial/Management Ruangan 1. Perencanaan a.

1) Perencanaan sumber daya 2) Merencanakan sarana prasarana 3) Merencanakn pembiayaan dan ITEM PENILAIAN 3.perencanaan. Pengorganisasian 1) Pembagian deskripsi tugas LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN . Implementasi a.

Evaluasi a. motivasi. Pengarahan Melakukan negoisasi.2) Terbentuk Struktural b. pada keluarga. dan kelompok. Pengendalian 1) Mampu melakukan supervisi 4. Melakukan Evaluasi 1) Menilai proses 2) Memberikan umpan balik Komponen Kemampuan Asuhan Keperawatan komunitas 1. dan . konsultasi delegasi c. Pengkajian a. 1) Kolaborasi. Melakukan pengkajian kes.

masyarakat .

kelompok khusus dan masyarakat 1) Mengenali masalah kesehatan/keperawatan pada keluarga. kelompok. kelompok masyarakat 2) Merumuskan masalah. . Diagnosa Keperawatan Merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga. factor penyebab dan factor khusus dan yang tersedia pada keluarga. dan masyarakat Mengkaji kelompok masyarakat 2. kelompok.ITEM PENILAIAN 1) Menyusun pada 2) instrument dan LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN mengidebtifikasi perilaku kes keluarga sumberkhusus kelompok sumber dan tertentu.

kelompok masyarakat etik dan legal khusus dan dengan pertimbangan aspek budaya. kelompok. Perencanaan Menyusun perencanaan keperawatan keluarga. dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. Menentukan keberhasilan c. kelompok. a. Menentukan intervensi d. . Menentukan sesuai dengan intervensi sumberstrategi indicator 1 sumber kekuatan yang ada pada keluarga.resiko LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN ITEM PENILAIAN 3. Menentukan tujuan b. kelompok khusus.

kelompok. LEVEL KEMAMPUAN PENGETAHUAN 1 2 3 4 KETERAMPILAN 1 2 3 4 1 SIKAP 2 3 4 KETERANGAN sesuai kebutuhan keluarga. dan perilaku keluarga. Evaluasi Melakukan evaluasi a. Memodifikasi. Menilai kelompok masyarakat b. intervensi merubah keperawatan perkembangan khusus. kelompok khusus.4. kelompok. kelompok. dan masyarakat . kelompok khusus dan masyarakat (patient safety) ITEM PENILAIAN 5. Implementasi Melakukan implementasi dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan keluarga.

implementasi. tahap bimbingan. 5. 7. diagnose 2. dan dokumentasi Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan klien untuk melakukan pencegahan primer. sekunder.dan tahap mandiri berfokus pada : No Penilaian Kompetensi 1. keluarga. Pendidikan Kesehatan Legal – Etik Fungsi Advokasi Lintas Budaya Keterampilan Teknis Melakukan terapi modalitas atau komplementer keperawatan. perencanaan. 3. dan kewenangannya Mahasiswa dapat bertindak untuk membela kepentingan (hak –hak) pasien Mahasiswa mengidentifikasi masalah klien yang terkait dengan budaya serta penyelesaiannya Mahasiswa melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan SOP Mahasiswa mampu melakukan minimal satu jenis terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan klien . 4.Proses Bimbingan diawali dengan : 1 : Bimbingan penuh dan supervise ketat 2 : Supervise ketat 3 : Bimbingan minimal 4 : Mandiri PROSES KEGIATAN DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Kegiatan dalam tahap profesi dilaksanakan dalam program internsif meliputi tahap obsevasi. dan tertier Mahasiswa memilih tindakan sesuai dengan SOP. 6. masyarakat) dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. tanggung jawab. evaluasi. Proses Keperawatan Indikator Mahasiswa menyelesaikan masalah klien (individu.

Sebaliknya. pada KBK program profesi ners ini para peserta didik menerapkan ilmu pengetahuan teori. sampai dengan mengevaluasi dan membuat keputusan . Yang terakhir. tentu saja mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. Keberadaan preseptor /mentor sangat diperlukan oleh peserta didik terutama dalam menjamin keterlaksanaan layanan pasien yang berkualitas serta menjamin keberadaan peserta didik bukan merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Disamping itu preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stress yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya serta untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. Penerapan KBK profesi menjadi berkesinambungan dengan KBK akademik. penerapan KBK profesi merupakan proses memantapkan semua kompetensi yang telah dimiliki pada pogram akademik dan memverifikasinya dengan memberikan kewenangan untuk melaksanakan kompetensi tersebut. Beban studi pada program profesi ini adalah 36 sks (dari yang sebelumnya hanya 25 sks (kurikulum 1998)) Dalam menerapkan KBK profesi.7 PEDOMAN IMPLEMENTASI KBK PROFESI PENDIDIKAN NERS Pengantar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada program profesi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KBK pada program akademik. pelaksanaan. Program profesi dengan KBK 2010 ini berbeda dengan pelaksanaan program profesi pada kurikulum konvensional (1998) saat tahap profesi peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai prosedur keperawatan dan belajar memberikan asuhan. konsep dan keterampilan teknis yang telah dikuasai pada program akademik pada klien langsung melalui program internship dimana peserta didik dicangkokkan pada seorang perawat senior yang berfungsi sebagai PRESEPTOR/ MENTOR.seluruh komponen profesi (staf akademik dan staf dari wahana praktik) harus terlibat secara aktif dan melakukan berbagai kegiatan mulai dari tahap persiapan. Oleh karena itu.

Disamping itu. trauma.pasal 1&2 tentang pendidikan profesi serta pasal 5 ayat 2&3). Selanjutnya. A.mata kuliah yang harus dilaksanakan pada program profesi.tentang kompetensi dan kewenangan yang dijlankan peserta didik. wahana praktik dan pencapaian kompetensi. serta .asuhan keperawatan pada kondisi emergensidan darurat masal. karena pendekatan proses bimbingan masih merupakan metoda atau model yang baru dalam pendidikan keperawatan. Beban studi : 36 sks (PP no 14 / 2010 tentang pendidikan kedinasan. FASE PERSIAPAN Tahap ini merupakan priode dimana pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan program profesi harus tumbuh sebelum tahap implementasi program profesi dijalankan. setelah dinyatakan selesai dan menemui syarat sebagai ners. berbahasa Inggris dengan lancer. mulai dari tahap persiapan. penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. Tujuannya agar terdapat pemahaman yang sama dari seluruh pengelola dan pelaksana program profesi tentang bagaimana model bimbingan harus diberikan agar tujuan pelaksanaan kompetensi yang disertai dengan kewenangan dari peserta didik dapat dicapai.kompetensi yang harus dicapai selama program profesi. Beban studi yang dirancang secara nasional adalah 60% dari 36 sks= 22 1ayat − sks untuk kompetensi utama dan 20% untuk kompetensi global serta 20% untuk kompetensi pendukung (penciri institusi). kemampuan menggunakan teknologi informasi terkini.Flu Burung (H1N5). Tahap persiapan terdiri dari ketentuan pelaksanaan praktik. Selain itu. implementasi dan proses bimbingan yang sesuai dalam KBK profesi sampai pada kgiatan mengevaluasi kompetensi. profil yang harus dimiliki oleh lulusan program profesi. maka bahasan tentang model bimbingan diberikan secara rinci. persyaratan pelaksanaan praktik. A. Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan kegiatan program profesi. − Kompetensi global meliputi kemampuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS. Dengan penetapan keputusan tersebut peserta didik dinyatakan layak atau tidak layak mengemban peran dan fungsi dengan sebutan profesi ners. maka dilakukan uji jompetensi (exit exam) sebelum peserta didik dip roses dalam yudisium kelulusan sebagai ners. flu baby (H1N1).1 Ketentuan pelaksanaan praktik − − Fokus implementasi pada pencapaian kompetensi peserta didik.

Prosedur pencegahan cedera. xi. Prosedur pemasangan infus dan enteral. misi institusi yang mencirikan kekhasan dari institusi tersebut. KOMUNITAS. iii. Perawatan luka. Prosedur pemasangan kateter urin. ANAK. sedangkan jika akan menempatkan peserta didik di RS jiwa. ii. x. Materi ini dapat dimasukan pada MK tertentu seperti KBM. Pemberian oksigen. nebulisasi. . iv. xii. v. vi. ix. maka beberapa kompetensi seperti berkomunikasi terapeutik dan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) harus dimiliki terlebih dahulu sebelum masuk wahana praktik tersebut. vii. diadakan oleh institusi pendidikan berkerjasama dengan RS terkait. − − ruangan setempat yang spesifik. maka kompetensi pemasangan kateter urin untuk memicu kontraksi uterus dan pemeriksaan Leopold harus lulus dan dimiliki oleh peserta didik. Prosedur pencegahan infeksi nosokomial. GAWAT DARURAT/ EMERGENSI dengan menambahkan beban studi. Pendokumentasian dan pelaporan. Prosedur pemasangan selang naso gastrik (NGT). Pemberian transfusi darah dan produksi. Ketrampilan tambahan lain yang diujikan berdasarkan kebutuhan RS atau jika akan menempatkan semester 8 program akademik). Sebagai contoh : peserta didik di RS bersalin. − − − Terbagi menjadi 2 semester (ditambah 1 semester yang terintegrasipada Penerapan KBK profesi disesuaikan dengan upaya pencapaian visi dan Mahasiswa yang akan masuk klinik telah lulus uji masuk klinik yang Minimal ketrampilan klinik yang harus lulus adalah : i. Pemeriksaan fisik. Resusitasi Jantung Paru (basic life support = BLS). viii. Demikian juga kompetensi penciri institusi seandainya dapat terakomodasi kedalam MK yang sudah ada. fisioterapi dada dan postural drainage. suksion. Prosedur pemberian obat secara 12 benar.memiliki kemampuan enterpreuner.

Profil lain yang mendukung visi / penciri institusi. A. Melakukan berkomunikasi efektif. Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan. .Tersedia pedoman praktik di setiap stase.Tersedia uraian tugas dan kewenangan Preseptor / Mentor. Community Leader (pemimpin komunitas dimanapun beraktifitas) c. . semua penugasan yang sifatnya tertulis diminimalisasi sehingga penugasan tertulis hanya ditujukan untuk kepentingan langsung kegiatan klien seperti pendokumentasian dan laporan. Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan. Educator (pendidik kesehatan kepada sistem klien) d.Setiap mahasiswa memiliki “nursing kit” . . . d. 4 Kompetensi yang harus dicapai selama program profesi a.Wahana praktik memiliki kasus yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi. . Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim.Setiap ruangan tempat mahasiswa praktik tersedia pembimbing klinik atau prawat senior untuk menjadi PRESEPTOR / MENTOR.− Kompetensi utama dapat dicapai di RS tipe A. . Care Provider (pemberi asuhan keperawatan) b. . serta presentasi kasus. b.Pembimbing klinik yang berfungsi sebagai preseptor / mentor sudah memiliki sertifikat pelatihan Clinikal Instruktur (CI) dan preseptor.Tersedia buku prosedur tindakan keperawatan. A. A. Manager (pengelola asuhan) e. . − Selama periode program profesi. 2 Persyaratan pelaksanaan praktik . 3 Profil yang harus dimiliki lulusan program profesi a. c. e. Researcher (peneliti pemula) f.Tersedia buku log untuk mahasiswa. B. Mengelola administrasi keperawatan. dan B pendidikan dan sedangkan kompetensi pendukung dan lainnya dapat dilaksanakan di RS tipe C atau tatanan layanan kesehatan lain yang sesuai.

Mampu me mberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber –sumber etnik. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik 10. g. Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan menejemen keperawatan. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 8. i. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan 2. Mampu menjalin hubungan interpersonal. Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Mampu memberikn asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. Sub-kompetensi / unit kompetensi 1. Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula.f. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP*) 11. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *) 13. j. Mampu membuat keputusan etik 4. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik *) 5. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan di komunitas dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 7. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan menejemen resiko . agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. h. Mampu menerapkan pengetahuan. kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 3. k. Mampu menjamin kualitas asuhan holistic secara kontinyu dan konsisten *) 6. Mampu berkolaborasi dalam berbagai aspek untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 9.

Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 17. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *) 20. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif) Keterangan : *) menerapkan kewenangan melakukan. 5 Kegiatan focus mata kuliah yang diberikan untuk mencapai unit kompetensi UNIT KOMPETENSI 1. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik *) 18. logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan. Mampu merancang. Mampu mengembangkan pola pikir kritis. melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. 1. 22. A. Mampu berkonstribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan. FOKUS MATERI PEMBELAJARANPRAKTIK Penggunaan Diri Secara Efektif dalam Komunikasi Terapeutik Tahap-tahap Komunikasi Terapeutik . diperoleh secara bertahap sesuai dengan program mentoring dan preseptoring. 21. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 24. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 23. Mampu berkolaborasi dalam kegiatan pelayanan keperawatan *) 16. 25. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam member asuhan 2.14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *) 15. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman 19.

3. pertanggunggugatan (mandiri dan limpahan). Mampu menerapkan pengetahuan. Menggunakan pendekatan agama. 4. dan spiritual dalam praktik keperawatan Menghargai keinginan pasien dalam terapi alternatif atau pelengkap (complementary nursing) . 3. 8. iii. 5. dll 3. etika profesi Penerapan Kode etik keperawatan Profesionalisme keperawatan Hukum kesehatan Pengambilan keputusan etik terkait pasien Prinsip-prinsip legal dalam praktik keperawatan : Malpraktik. kerangkah etik danlegal dalam sistem kesehatan yang berhubungan dengan keperawatan 1. neglected. kepercayaan. Mampu membuat keputusan etik 7. Fungsi advokasi Mempertimbangkan latar belakang pasien dan menyesuaikan dalam asuhan yang diberikan. agama atau factor lain dari setiap pasien yang unik. etika layanan keperawatan. Penerapan etika RS. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai sumber-sumber etnik. 6. *) v. 4. Menerapkan transcultural nursing iv. ii. 5. 6. pertanggung jawaban. Teknik Komunikasi Terapeutik Penggunaan Komunikasi Terapeutik pada berbagai tingkat usia dengan berbagai kondisi Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan Komunikasi Sosial. 7. Budaya dan Keyakinan Komunikasi Profesional dalam pelayanan Kesehatan / Keperawatan Berkomunikasi dalam bahasa inggris secara tulisan dan verbal formal (presentasi) 2. 4. 2. Menerapkan holistic care pada klien i.

5. Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC-NOC atau lainnya) 7. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten *) 1. Mempertahankan Patient Safety 13. 7. 5. Menerapkan konsep Caring. 8. Mempertimbangkan keperawatan lintas budaya Mempertahankan Spiritualitas / Religiositas Menerapkan ilmu Keperawatan Klinik & Komunitas Menggunakan Teknologi Informasi dsalam keperawata Mempertahankan kualitas Melakukan pendidikan kesehatan Mempertahankan Hak dan Kewajiban Pasien handal 10. Holism. 3. Penerapan Keperawatan Maternitas dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan Medikal Bedah Penerapan Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga Penerapan Keperawatan pada lansia Penerapan Keperawatan Kritis dan Gawat . 9. dan 3. 4. 2. Mempertahankan Infection Control. 4. 5. 1. 6. 6. sMenggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan. Menerspkan proses keperawatan Humanism 2. Menerapkan komunikasi Terapeutik 12. Melakukan Posedur Keperawatan dengan 11. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif 1. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *) 2.

Mengelola mutu dan resiko asuhan keperawatan 15. rehabilitatif. preventif. Mengelola asuhan menggunakan pendekatan holistic. 8.Darurat 6. 8. 2. 1. Penerapan Keperawatan Keluarga 11. Aspek klien dengan Gawat Darurat pada Sistem Kardiovaskuler Askep klien dengan Gawat Darurat pada Shock dan Trauma Multisistem Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dan Bencana Penerapan Keperawatan Kesehatan Jiwa 10. Penerapan Keperawatan Home Care 12. 9. Asuhan Keperawatan pada Kelompok Khusus (Kesehatan Kerja. 7. restorative. UKS) 14. Penerapan Keperawatan Komunitas 13. kuratif. promotif. Menerapkan terapi modalitas keperawatan pada berbagai kondisi termasuk terapi komplementer. 16. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya *) 3. Menggunakan hak moral dalam pengambilan keputusan Menerapkan pendekatan etik dalam pengambilan keputusan Mempertimbangkan hak pasien dan keluarga dalam pelayanan kesehatan . consolation of the dying.

9.

Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas praktik

Self management of learning 1. Terlibat aktif dalam diskusi kasus klien 2. Aktif dalam kegiatan ilmiah Membaca artikel ilmiah keperawatan Mengikuti kursus, pelatihan tentang asuhan keperawatan. 4.

berkesinambungan dalam 3.

10. Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis keperawatan yang sesuai dengan SOP *) 11. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *) 12. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)

Menerapkan keterampilan-keterampilan teknis keperawatan (keterampilan dasar dan keterampilan khusus) sesuai dengan tingkat usia di setiap tatanan pelayanan kesehatan. 1. Membahas secara ilmiah tentang kondisi klien dengan profesi lain. 2. Memberikan asupan dan saran kepada profesi lain terkait kondisi pasien. 1. Menerapkan terapi komplementer seperti massage, terapi sentuhan, pernapasan efektif, herbal.
2. Menerapkan terapi keperawatan holistic seperti

13. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi menjamin kualitas dan manajemen resiko 14. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *)

yoga pranayama, meditasi 1. Mengkaji situasi pelayanan / asuhan keperawatan. 2. Mengikuti alur penanganan pasien 3. Mengorganisasikan kegiatan layanan 4. Menerapkan pengelolaan kasus 5. Mengendalikan kualitas asuhan keperawatan 1. Mempertahankan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 2. Melaksanakan kegiatan berdasarkan SOP 3. Menerapkan prinsip bekerja dengan benar dalam asuhan keperawatan 4. Memberikan tindakan keperawatan yang

diperlukan dalam mempertahankan K3 15. Mampu berkolaborasikan pelayanan keperawatan *) 1. Membahas tentang terapi klien dengan tim medik. 2. Mempertahankan kepentingan klien jika terdapat dilemma tentang terapi 3. Membahas tentang diet dan nilai2 lab yang relevan. 4. Mempertimbangkan kebutuhan gizi untuk 16. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *) 4. 3. 2.
1.

anak, klien dewasa, ibu hamil, dan masyarakat. Menerapkan dinamika kelompok (team building) Memberikan pengarahan pada bawahan atau anggota tim. Menggunakn gaya kepemimpinan yang sesuai untuk klien, keluarga, sejawat, dan masyarakat. Menggunakan pendekatan sistematis dalam mengelola konflik, memperkenalkan

17. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang aman

perubahan. 1. Berkomunikasi Profesional dan kaitanya dngan Pelayanan Kesehatan / Keperawatan 2. Berkomunikasi dalam konteks social dan keaneka ragaman Budaya serta Keyakinan 3. Mempertahankan K3 4. Berkolaborasi dengan sejawat, senior,atau profesi lain 1. Menerapkan pola komunikasi efektif untuk kepentingan keouasan pelanggan, dalam berkolaborasi dan kerja tim. 2. Membina hubungan kerja secara baik dengan pihak lain yang terkait.

18. Mampu menggunakan keterampilan interpersional yang efektif alam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif

19. Mampu merancang, melaksanakan proses penelitian sederhana serta memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mengidentifikasi fenomena klien dan lingkungan Menyusun rumsan masalah dan tujuan penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Malakukan pengumpulan data Menganilisis data Mendesiminasi dan publikasi hasil penelitian. Menyelesaikan masalah klien secara efektif dan efisien serta sistematis Menindak lanjut hasil dari penyelesaian masalah klien

20. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis, dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan 21. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan 22. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 23. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan 24. Mampu mengembangkan potensi diri untuk mempertahankan kompetensi (deskriptif)

1. 2.

1.

Menggunakan perangkat komputer dan jaringan dalam mengakses teknologi terkini dalam keperawatan dan kesehatan

2.

Menerapkan klasifikasi intervensi dan outcome keperawatan (NIC NOC atau lainnya)

1.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah keperawatan

2. Terlibat dalam diskusi tentang layanan

kesehatan dan keperawatan

1. 2.

Melakukan proses pembelajaran sepanjang hayat Mewujudkan perubahan yang positif untuk kepentingan klien, layanan, dan profesi

6 Penerapan hubungan kompetensi dengan mata kuliah dan beban studi. - Melakukan berkomunikasi efektif - Membantu melaksanakan pendidikan kesehatan - Mengelola administrasi keperawatan - Berpartisipasi aktif sebagai anggota tim - Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan - Mampu melaksanakan asuhan keperawatan profesional di klinik dan dikomunitas - Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan - Mampu menjalin hubungan interpersonal - Mampu melakukan penelitian sederhana sebagai peneliti pemula Dilakukan untuk kegiatan : (24 sks-kurikulum inti) - Keperawatan Medikal Bedah (5 sks) - Keperawatan anak (2 sks) - Keperawatan jiwa (2 sks) - Keperawatan Maternitas (3 sks) - Keperawatan Kedarurat-gawatan (2 sks) - Keperawatan Komunitas / kelg (4 sks) - Keperawatan Gerontik (2 sks) - Penerapan manajemen kepr (2 sks) Beban studi yang dimuat dalam kurikulum ini adalah 60% (inti), sedangkan sisanya 20% materi isu global (dapat dimasukkan dalam beban studi MK KMB, Anak, atau lainnya) serta 20% penciri institusi dapat dimasukan kedalam MK yang ada atau membuat MK baru yang sesuai).

Selain itu. Setelah itu. B. B pendidikan. B. Pelaksanaan Tridarma ketiga yaitu pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan oleh pihak pendidikan bersama pelayanan dengan mengembangkan program-program pelatihan untuk para perawat. tetapi juga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan layanan yang berkualitas sebagai hasil kontribusi dari peserta didik. C Sesuai kebutuhan Semua wahana praktik yang digunakan harus dilandasi oleh kesepakatan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan.Mampu mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat A. Kegiatan Tridarma dalam pendidikan dilaksanakan melalui pelibatan aktif kedua pihak dalam proses belajar peserta didik baik pemberian asuhan. meliputi kegiatan Tridarma. pihak pendidikan dan peserta didik mengidentifikasi fenomena pasien atau klinik yang terjadi dan harus segera dicari solusinya. kegiatan ilmiah seperti diskusi kasus. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan proses belajar peserta didik di wahana praktik. B pendidikan dan wahana di komunitas RS tipe A. 7 Wahana praktik dan pencapaian kompetensi Kompetensi Utama Pendukung / isu global Lain2 (penciri institusi) Wahana praktik RS tipe A. pembimbing akademik. seminar kecil tentang pasien atau ilmu dan teknologi kesehatan / keperawatan terkini. Kemudian disusun dalam bentuk proposal penelitian atau proyek dengan melibatkan pihak pelayanan. Pada pelaksanaan Tridarma kedua penelitian. pengumpulan data dilakukan untuk dianalisis oleh kedua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini. Pengembangan model pendekatan pada pasien yang .. presentasi kasus. dan para preseptor / mentor. dan keluarga pasien atau pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga.

semester pertama program profesi dapat diintegrasikan kedalam semester VIII program pendidikan sarjana keperawatan. B. B.1 Preceptoring / mentoring Istilah preceptoring dan mentoring sering digunakan untuk maksud yang hampir sama (interchangeably). 2. 3 II U K 1. FASE PELAKSANAAN B. Stase I sd VIII merupakan kegiatan praktik mentoring / preseptoring untuk kurikulum inti program studi pendidikan profesi ners. proses pembimbingan berlangsung lama sedangkan pada preceptoring berdurasi pendek dan pembimbingan diberikan secara intens.2. 1 Komposisi stase : I U K 1. Pelaksanaan stase lengkap diselesaikan dalam 3 semester. Perbedaannya adalah.kemudian diterapkan secara terrencana dan sistematis dapat menjadi sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang bermakna dari pihak pendidikan kepada pihak pelayanan. 4. . Sedangkan stase IX sd XI merupakan tambahan stase untuk mengakomodasi kompetensi pendukung dan lain2 apabila tidak dapat diintegrasikan kedalam 8 stase. pada program mentoring. namun pada pelaksananaanya.2 Model bimbingan B. 5 8 III IV V VI VII VIII IX X XI __________________ ___________________ _____________ dst dst Semester 1 Semester 2 Semester 3 Matrix diatas merupakan contoh blok praktik.

Peserta didik memiliki akontabilitas sendiri karena preseptor tidak memiliki akuntabilitas untuk mewakili peserta didik. keberadaan preseptor juga untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik. tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Disamping itu. preseptor juga diperlukan untuk mengurangi stres yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya.2. Pada program pendidikan ners ini lebih sesuai dengan menggunakan istilah preseptor karena durasi hanya kurang lebih satu tahun dan berlangsung secara intensif. semua peserta didik yang akan berperan sebagai preseptee adalah individu yang baru akan memasuki dunia nyata dan memerlukan bimbingan namun telah memiliki seluruh kompetensi yang diperlukan Kebutuahan akan preseptor terjadi karena upaya untuk mempertahankan layanan pasien yang berkualitas dan keberadaan peserta didik tidak merupakan pihak yang didaya-gunakan karena ketidak-cukupan tenaga atau dianggap sebagai tenaga gratisan. Yang terakhir. Proses belajar merupakan proses dua arah. Sebaliknya. tentu saja untuk mengurangi resiko pekerjaan terjadi pada peserta didik dan pasien terutama pada lingkungan layanan kesehatan yang lebih kompleks. Tujuannya adalah agar peserta didik menjadi dewasa dan matang dalam profesionalisme keperawatan sehingga ketika lulus mampu menjadi profesional sejati.2 Presetee (peserta didik) Peserta didik harus merupakan seseorang yang telah dibekali dengan kompetensi yang diperlukan dan mahir untuk menjalankannya. B. Oleh karena itu. Tujuan ini dapat dicapai dengan membekali peserta didik suatu program “ ANTARA “ yang terstruktur dan mendukung sebagai jembatan menuju upaya menghasilkan praktisi yang handal dan kompeten terutama untuk mampu bekerja dalam situasi layanan yang bertingkat tinggi.Model bimbingan ini merupakan sistem dan proses melimpahkan kewenangan secara bertahap dari para preseptor / mentor. sehingga dapat berfungsi sebagai praktisi yang akuntabel. .

Preseptor atau mentor pada pendidikan ners ini seharusnya berpendidikan lebih tinggi dari peserta didik (PP no.2. 3. Telah mengikuti pelatihan pendidik klinik yang memahami tentang kebutuhan . serta bersikap dan bertindak sebagai “ model peran “ untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu pemula dalam periode tertentu dengan tujuan tertentu mensosialisasikan pemula kedalam peran baru sebagai profesional” B. minimal merupakan seorang ners tercatat (STR) / memiliki lisensi (SIP/SIK) yang berpengalaman klinik minimal 5 tahun. Memiliki sertifikat kompetensi sesuai keahlian dibidangnya (PP no. keberadaan seseorang yang bertindak sebagai pembimbing dan preseptor bukan hanya memberikan bimbingan tetapi juga melimpahkan sebagaian kewenangan yang dimilikinya dalam memberikan asuhan klien kepada peserta didik.2. pasal 31 ayat 3 dan pasal 36 ayat 1). teori. 5. perilaku. B. Oleh karena itu. Telah berpengalaman minimal 2 tahun berturut-turut ditempatnya bekerja dimana ybs ditunjuk sebagai preseptor / mentor sehingga dapat membimbing peserta didik dengan baik. sebaliknya pada pendidikan ini difokuskan pada penerapan pengetahuan. 4. Merupakan model peran ners yang baik dan layak dicontoh karena sikap. pasal 36 ayat 1).Pada program preseptoring / mentoring. sikap. konsep.19/2005 tentang standar nasional pendidikan. 19/2005. proses mempelajari suatu kompetensi sudah diminimalisasi. memberikan konseling. dan ketrampilan kedalam tatanan nyata dengan subyek klien nyata / riil bukan pasien simulasi. 2.4 Kriteria preseptor / mentor 1. Ia harus seorang ahli atau berpengalaman dalam memberiakan pelatihan dan pengalaman praktik kepada peserta didik. kemampuan profesionalnya diatas rata-rata. menginspirasi. yang mampu mengajarkan.3 Definisi tentang preseptor : Preseptor / mentor dapat merupakan seorang dosen yang ditempatkan di tatanan klinik atau perawat senior yang bekerja ditatanan layanan dan ditetapkan sebagai preseptor. biasanya seorang perawat praktisi yang bekerja dan berpengalaman di suatu area keperawatan tertentu.

Berperan sebagai narasumber dalam memberikan dukungan personal dan profesional kepada peserta didik.2. upaya pencapaian tujuan. Memfasilitasi sosialisasi profesional peserta didik kedalam peran profesi ners peserta didik.6 Tugas pokok preseptor / mentor melalui silabus / Course Study Guide / modul praktik dari institusi pendidikan.2. Tanggap terhadap kebutuhan dan ketidak-berpengalaman peserta didik. Memperlihatkan komitmen tinggi untuk membimbing peserta didik selama proses belajar klinik berlangsung. Preseptor / mentor mengidentifikasi kebutuhan belajar klinik peserta didik B. • • • • • • Bersama peserta didik memformulasikan tujuan belajar untuk menjembatani masalah transisional tersebut diatas. Cukup mengenali dan terbiasa dengan teori dan praktik terkini. Menyelesaikan masalah. Berkeinginan memberikan waktu yang cukup untuk peserta didik.5 Kemampuan preseptor / mentor • • • • • • • • • • • Berkomunikasi secara baik dan benar. Cukup berpengalaman dan kompeten untuk membantu peserta didik menerapkan pengetahuan teoritis kedalam praktik. perencanaan kegiatan dan cara mengevaluasinya. Pendengar yang baik dan mampu menyelesaikan masalah. Memberikan umpan balik secara terus menerus dan periodik pada peserta didik terkait kemajuan atau kelemahan peserta didik selama belajar diklinik. Model peran profesional. . memvalidasi.6. Kompeten dan percaya diri dalam peran sebagai preseptor / mentor. Peserta didik akan dukungan. Membantu peserta didik dalam mengkaji. serta mencatat pencampaian kompetensi klinik peserta didik. B. membantu membuat keputusan dan menumbuhkan akuntabilitas peserta didik selama proses belajar. Membantu menyelesaikan masalah yang bersifat transisi peran dari peserta didik menjadi ners kompeten yang dihadapi oleh peserta didik.

Kedudukan dan posisi preseptor dan peserta didik. 2. untuk : • Mendiskusikan peran preseptor dan harapan peserta didik .Melakukan pertemuan formal dengan preseptor dan manajer ruang rawat. Aturan dan ketentuan apabila menghadapi situasi tidak diharapkan seperti klien jatuh. Kebijakan yang berlaku di RS dan ruang rawat dimana peserta didik ditempatkan. dll.2. seperti berikut : 1. Pelaksanaan kegiatan program mentoring / preseptoring a.8. Jenis dan kriteria pasien yang dirawat. 5.2. 3.7 Metode pembelajaran peserta didik Beberapa metode pembelajaran peserta didik diinisiasi dan fasilitasi oleh preceptor / mentor di setiap stase. 4. B. . kebakaran. Sifat layanan yang diberikan. Pelatihan informal ini meliputi diseminasi informasi terkait berbagai hal. Persiapan sebelum melakukan program preseptor Setiap peserta didik yang ditempatkan di RS tertentu sebagai wahana praktik harus menjalani beberapa hal yang merupakan kegiatan wajib yaitu : Melakukan kegiatan orientasi RS dan ruang rawat dan menerima buku pedoman preseptorship dan program kegiatannya. Menjalani latihan yang diadakan oleh institusi pendidikan bekerjasama dengan RS selama 2 hari.B. salah memberikan obat. Memberi waktu pada peserta didik untuk mendalami ruang rawat dan kliennya pada saat orientasi. meliputi : - Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preseptor Diskusi kasus Seminar kecil tentang kasus atau IPTEK kesehatan atau keperawatan terkini Pendelegasian kewenangan bertahap (lampiran 1) Problem Sorving for Better Health (PSBH) Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan Laporan kasus dan overan dinas - Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan pencapaian kompetensi dan lama waktu program preseptoring sudah berlangsung.

setiap preseptor / mentor memiliki 4 sd 6 klien yang menjadi tanggung jawabnya. untuk menyakini bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan melaksanakan prosedur sesuai dengan tingkat kemahiran ketrampilan . Mendengarkan ners spesialis atau konsultan ketika memberikan ceramah atau pencerahan perawat. mengoperasionalkan komputer. walaupun ia harus memiliki asumsi bahwa setiap peserta didik telah memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang ners dan telah lulus uji masuk klinik. Lazimnya. menghadiri pertemuan tim asuhan. Mengikuti preseptor dalam mengkaji klie. kualifikasi preseptor dan kemampuan belajar Menetapkan jumlah jam tatap muka untuk berdiskusi antara preseptor dan peserta didik Menetapkan kesepakatan periode dan tanggal evaluasi / review peserta didik Menyepakati kontrak belajar b. Memperkenalkan secara extensive pada komunitas klien yang berada di ruangan dimana peserta didik ditempatkan. manajer ruangan memberikan kepada setiap preseptor / mentor beberapa kasus klien dengan berbagai tingkat ketergantungan dan tingkat kebutuhan dasar yang berbeda. mengantarkan dimana peserta didik ditempatkan. Pelimpahan kewenagan dilakukan bertahap melalui : Pemberian tugas prosedural. Pelaksanaan kegiatan program preseptorship Sebelum peserta didik memulai kegiatan praktiknya. Setiap preseptor / mentor memiliki 2 sampai dengan 3 orang peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Secara teratur menghadiri pertemuan dengan perawat ruangan ketika diadakan diskusi kasus.• • • • • Berbagi informasi tentang tujuan dan luaran proses belajar peserta didik Berdasarkan pengalaman lalu. c. Preseptor / mentor harus memahami karakteristik setiap peserta didik agar ketika melimpahkan sebagian kewenangan yang dimilikinya tidak menyama – ratakan tingkat kemampuan menjalankan kompetensi dari masing – masing peserta didik. mendokumentasikan.

masing sehingga setiap peserta didik mengetahui kemana harus pergi jika mau bertanya. Peserta didik mengikuti jadwal dinas dari mentor / preseptornya masing. Pemberian klien secara utuh untuk diberikan asuhan oleh peserta didik dimulai dengan klien yang memiliki tingkat ketergantungan yang paling rendah (misal . peserta didik diminta untuk selalu melaporkan secara lisan tentang cara melakukan.apabila peserta didik dinilai belum mampu menerima pendelegasian kewenangan pada tingkat yang lebih sulit. maka ia tidak diperkenankan menerima pendelegasian berikutnya sampai ia dianggap sudah mampu untuk menerima kewenangan pada tingkat berikutnya. diskusi kasus. Pelimpahan kewenangan memberikan asuhan dengan tingkat ketergantungan yang paling rendah ini dapat diberikan selama minggu kedua atau maksimal minggu ketiga.yang diharapkan. Kewenangan melaporkan lisan kemudian secara bertahap dilanjutkan dengan melaporkan tertulis dalam bentuk menulis laporan di kartu pasien / kardex dan selalu ditanda tangani oleh preseptor / mentor berdampingan dengan tanda tangan peserta didik. d. Preseptor / mentor harus memahami dan meyakini kemampuan peserta didik dalam menerima kewenangan. mandiri).format penilaian proses belajar. Peserta didik difasilitasi untuk melakukan presentasi. Hal lain yang harus diperhatikan pada program preseptoring / mentoring.masing sesuai dengan kmpetensi dan kewenangan yang harus diperolehnya melalui klien masing2. Setiap setelah melakukan tindakan prosedural atau asuhan. Setiap preseptor/ mentor memiliki catatan riwayat proses pembelajaran peserta didik. Pelimpahan kewenangan prosedural dapat diberikan selama minggu pertama dan maksimal sampai minggu kedua. meminta saran. Pelimpahan kewenangan melaporkan lisan ditumbuh kembangkan dari awal sejak peserta didikmenjalani program internship. Setiap peserta didik tidak selalu harus memiliki klien dengan jenis ketergantungan yang sama. dan critical indence report book untuk mencatat setiap kejadian yang dianggap luar biasa baik atau jelek. kesalahan yang . dan hasil tindakan untuk kemudian dievaluasi oleh preseptor / mentor. Kemudian secara bertahap diberikan klien dengan tingkatan ketergantungan lebih tinggi. melaporkan. dan mendiskusikan hal-hal tentang kliennya. respon klien. seminar kecil diruangan masing.

3 Evaluasi kompetensi Setiap kompetensi dievaluasi melalui beberapa cara yaitu : - Log book Laporan pada preseptor / mentor Proses pelaporan pada dinas berikut Format evaluasi resmi dari pendidikan (direct observasional procedure skills test. Sebelum berpindah ruang rawat / blok / stase. maka dilakukan penilaian / umpan balik tentang peran preseptor oleh peseta didik. diskusi kasus atau seminar kecil. ekualitas dan perbedaan. meningkatkan layanan. kemampuan mengembangkan diri dan orang lain (kliaen). Selama preseptor / mentor melimpahkan sebagian kewenangan tentang asuhan klien kepada peserta didik. fokus penekanan penguasaan kompetensi ini adalah melalui - - pendelegasian kewenangan. kemampuan mempertahankan lingkungan bekerja yang sehat. ada beberapa kompetensi ambahan yang harus juga dipertimbangkan untuk dimiliki oleh peserta didik karena ybs akan menjadi praktisi. aman dan keselamatan. klien. Pencapaian kompetensi berkomunikasi berbahaa Inggris dilakukan dengan memfalisitasi peserta didik untuk melakukan komunikasi berbahasa Inggris baik ketika presentasi. kemampuan melakukan secara berkualitas. case test/ uji kasus) Student Oral Case Analyses ( SOCA) Critical incindence report Dalam proses belajar. atau orang lain. Preseptor melakukan penilaian kegiatan peserta didik pertengahan proses belajar dan di akhir proses belajar di suatu ruang rawat. apabila peserta didik sudah memperoleh kewenangan secara utuh dan menyeluruh terkait klien yang telah didilegasikan. B. Namun. Kompetensi itu adalah berkomunikasi. maka tanggung jawab dan tanggung gugat tentang klien tetep berada pada mentor / preseptor.dibuat peserta didik atau kelemahan peserta didik yang mengakibatkan kecelakaan pada diri sendiri. . Disamping itu. maka tanggung jawab dan tanggung gugat secara internal ruangan telah dimiliki oleh peserta didik.

. Namun.Evaluasi kompetensi untuk menetapkan kelulusan dari Program Studi dilakukan dalam bentuk uji kompetensi sebelum yudisium. jika ternyata peserta didik tidak lulus. Ketika peserta didik program profesi dinyatak lulus maka ia diberi sebutan Ners dan kemudian memiliki hak untuk mendapatkan Surat Tanda Regristasi (STR). maka seyogya yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mendapatkan remedial dan diuji kembali setelah program remedial selesai.

kurikulum penciri institusi (unggulan) 20% dan kurikulum global 20%. . Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang merupakan satu – satunya wadah bagi penyelenggara pendidikan Ners di Indonesia serta merupakan representasi dari institusi pendidikan keperawatan Indonesia secara terus menerus mengupdate kurikulum yang ada. di telaah dan ditata kembali agar institusi pendidikan berjalan dengan sehat. Hingga saat ini kurikulum tersebut telah digunakan secara luas oleh Institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dan di sempurnakan kembali tahun 2010 ini dengan sebutan Kurikulum Pendidikan Ners. Harapan kami dengan adanya buku Implementasi Kurikulum KBK Program Pendidikan Ners maka dapat memandu setiap institusi pendidikan keperawatan di Indonesia dapat melaksanakan pembelajaran dengan baim dan benar sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi maksimal dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan keperawatan di masyarakat. Kesepakatan bersama dengan seluruh anggota dalam menyusun dan mengimplementasikan isi kurikulum KBK program pendidikan ners adalah kurikulum inti sebanyak 60%. dan sesuai tujuan yang diharapkan dengan senatiasa menyesuaikan perkembangan IPTEK sehingga lulusan pendidikan profesi Ners memiliki kemampuan memberikan layanan kesehatan yang berkualitas.PENUTUP 8 Kurikulum adalah jantung penyelenggara pendidikan. AIPNI telah menyusun rancangan buku kurikulum berbasis kompetensi pendidikan sarjana keperawatan tahun 2006 dan telah di sempurnaan untuk digunakan pada tahun 2008. dan dampak dari penyelenggaraan pendidikan tersebut dapat optimal. keterlaksanaan. Tujuannya adalah agar ketatalaksanaan. Semenjak adanya himbauan dan tuntutan dari pemerintah tentang penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disetiap satuan pendidikan maka AIPNI terus menerus melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan KBK tersebut. oleh karena itu bagian yang sangat vital ini perlu terus di kaji.

H.London : NMC Gaberson. (1993). & Oermann.. (1984). Supporting nurse and midwives through lifelong learning. New York : Springer Publishing Company. K.(1999) Clinical Teaching Strategies in Nursing Teaching of nursing. (2002). 24 (6). 274-276 NMC.DAFTAR PUSTAKA Morrow. . M. K. B. M. Jounal of Continuing Education in Nursing. Preceptorship in nursing staff development. in Kramer. Preceptorship ploicy : a tool for success.

Waktu /mggu 1–2 2–3 dst Komponen pendelegasian kewenangan asuhan klien pada setiap stase Tindakan Ketergantungan prosedural mandiri Ketergantungan minimal Ketergantunga n sedang Ketergantun gan tinggi . Berikut ini dijelaskan tahapan pendelegasian kewenangan yang sifatnya sangat flexibel dan individual dimana peserta didik yang dianggap tidak dipaksakan untuk menerima pendelegasian tersebut.Lampiran 1 TATA KELOLA PENDELEGASIAN KEWENANGAN DARI PRESEPTOR KEPADA PESERTA DIDIK Pendelegasian kewenangan dari preseptor kepada peserta didik merupakan fokus dari proses belajar sehingga kegiatan belajar diarahkan pada penumbuh kembangan peserta didik untuk menjadi ners profesional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful