P. 1
Fisika Gelombang Soal-soal

Fisika Gelombang Soal-soal

|Views: 113|Likes:
Published by Dwi Ganef Janesa
Soal latihan fisika gelombang
Soal latihan fisika gelombang

More info:

Published by: Dwi Ganef Janesa on Oct 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

1

http://atophysics.wordpress.com

BAB
GEJALA GELOMBANG


Contoh 1.1 Pengertian besaran-besaran pada gelombang transversal

1. Pengertian panjang gelombang
Gelombang air laut mendekati mercusuar dengan cepat rambat 7 m/s. Jarak antara dua
dasar gelombang yang berdekatan 5 m. Tentukan :
(a) frekuensi
(b) periode gelombang

Jawab :
Perhatikan Gambar berikut. Jarak antara dua dasar berdekatan (AB) sama dengan
panjang gelombang. Jadi, = 5 m

v = 7 m/s





A = 5m B

(a) Frekuensi dapat dihitung dengan Persamaan
v = f atau f =
λ
v

=
m
s m
5
/ 7
= 1,4 Hz
(b) Periode adalah kebalikan dari frekuensi :
T =
f
1

=
Hz 4 , 1
1
=
7
5
s

2. Pengertian panjang gelombang dan periode
Dalam 30 sekon ada 10 gelombang laut yang melintas. Jika jarak antara puncak dan
dasar gelombang yang berdekatan 6 m, berapa cepat rambat gelombang laut tersebut?

( puncak ) ( puncak )
A C



6 cm

B ( dasar )
2

http://atophysics.wordpress.com

Jawab :
Selang waktu untuk menempuh 1 gelombang = T
Selang waktu untuk menempuh 10 gelombang = 10 T
30 s = 10 T
T =
10
30s
= 3 s
Perhatikan gambar. Jarak antara dua puncak yang berdekatan (AC) sama dengan
panjang gelombang (AC=). Jarak antara puncak dan dasar yang berdekatan (AB) sama
dengan setengah jarak AC.
Jadi, AB =
2
1
AC
AB =
2
1

6 m =
2
1

= 12 m

Cepat rambat gelombang dapat dihitung dengan persamaan
v = f =
T
1

= (12 m) |
.
|

\
|
s 3
1

v = 4 m/s

3. Pengertian bukit dan jarak antara puncak dan dasar
Pada permukaan sebuah danau terdapat dua buah gabus yang terpisah satu dengan
lainnya sejauh 60 cm. Keduanya turun – naik bersama permukaan air dengan frekuensi
2 getaran per detik. Bila salah satu gabus berada di puncak bukit gelombang, yang
lainnya berada di dasar gelombang, sedangkan diantara kedua gabus itu terdapat satu
bukit gelombang, tentukan cepat rambat gelombang pada permukaan danau.

A satu bukit gelombang




B

2
λ


2


Jawab :
Soal itu dapat digambarkan seperti pada gambar di atas
Jarak AB =
2
3
sehingga
2
3
= 60 cm
3

http://atophysics.wordpress.com
=
3
60 2x
cm = 40 cm
f = 2 Hz
Dengan demikian,
v = f
= ( 40 cm ) ( 2 Hz )
= 80 cm /s
Cepat rambat gelombang 80 cm/s


Contoh 1.2 Jarak antara pusat rapatan dan pusat renggangan

Sebuah slinki menghasilkan gelombang longitudinal dengan jarak antara pusat rapatan
dan pusat renggangan 20 cm. Jika frekuensi gelombang 60 Hz, tentukan cepat rapat
gelombang longitudinal ini.

Jawab :
Jarak antara pusat rapatan dan pusat renggangan yang berdekatan sama dengan setengah
panjang gelombang
|
.
|

\
|
2
1
. Jadi,
|
.
|

\
|
2
1
= 20 cm
= 40 cm = 0,04 m
f = 60 Hz
Cepat rambat gelombang dihitung dengan
v = f
= (0,04 m)(60 Hz)
= 2,4 m/s
= 240 cm/s

Contoh 1.3 Persamaan umum gelombang berjalan

Sebuah gelombang berjalan memenuhi persamaan y = 0,20 sin 0,40π (60t – x) dengan
x dan y dalam cm, dan t dalam sekon. Tentukan : (a) arah perambatan gelombang, (b)
amplitude gelombang, (c) frekuensi gelombang, (d) panjang gelombang, dan (e) cepat
rambat gelombang.

Strategi: Manipulasi persamaan yang diketahui agar bentuknya sama dengan
persamaan umum y = A sin ( ω t – kx )

Jawab:
Kita manipulasi dulu y = 0,20 sin 0,40 π ( 60 t – x ) agar dapat disamakan dengan
persamaan umum y = A sin ( ω t – kx ).
y = 0,20 sin 0,40π (60 t – x )
y = 0,20 sin [(0,40π )(60t) – 0,40π x]
y = 0,20 sin (24π t – 0,40π x) ………………. ( i )
y = A sin ( ω t – kx ) ………………. ( ii )

Dengan menyamakan kedua persamaan di atas kita dapat menjawab pertanyaan (a)
sampai dengan (e).
(a) Karena tanda dalam sinus adalah negatif, maka arah perambatan gelombang adalah
ke kanan.
4

http://atophysics.wordpress.com
(b) Amplitudo A = 0,20 cm

(c) ω = 24π . Karena kecepatan sudut ω = 2π f, maka
2π f = 24π
f =
π
π
2
24

= 12 Hz
(d) k = 0,40π . Karena k = 2π /, maka
λ
π 2
= 0,40π
=
π
π
40 , 0
2
=
40
200
= 5 cm
(e) Cepat rambat gelombang v dapat dihitung dengan
v = f
= (5cm)(12Hz)
= 60 cm/s

Contoh 1.4 Simpangan pada gelombang berjalan

Sebuah gelombang merambat dari sumber S ke kanan dengan cepat rambat 8 m/s,
frekuensi 16 Hz, dan amplitude 10 cm. Gelombang itu melalui titik P yang berjarak 9,5
dari S. Jika S telah bergetar
6
1
sekon dan arah gerak pertamanya ke atas, tentukan
simpangan titik P pada saat itu.
Arah gerak pertama
ke atas
Jawab: P
Cepat rambat v =8 m/s, frekuensi f = 16 Hz, amplitudo
A = 10 cm. Lama titik asal S telah bergetar t =
6
1
s. S
Soal ini adalah soal gelombang berjalan dan simpangan
titik P dapay kita hitung dengan :

ke atas ke kanan


y = +A sin ( kx - ω t )

Mari kita hitung dahulu k dan ω .
v = f =
λ
v
=
16
8
=
2
1


k =
λ
π 2
=
2
1

= 2π x 2 ;

ω = 2π f = 2π x 16

y
p
= 10 sin [ 2π x 2 |
.
|

\
|
12
9
- 2π x 16 |
.
|

\
|
6
1
]
5

http://atophysics.wordpress.com
= 10 sin [2π x 19 - 2π x
3
8
] = 10 sin 2π |
.
|

\
| −
3
8

= 10 sin 2π ( -3 +
3
1
)
= 10 sin 2π |
.
|

\
|
3
1
= 10 sin 120
0
= 10 sin 60
0

= 10 (
2
1
3 ) = 5 3 cm


Contoh 1.5 Kecepatan, percepatan. Sudut fase, fase, dan beda fase gelombang
berjalan

Salah satu ujung seutas kawat digetarkan harmonic oleh tangkai sehingga getaran
tersebut merambat ke kanan sepanjang kawat dengan cepat rambat 10 m/s. Ujung kawat
mula-mula digetarkan ke atas dengan frekuensi 5 Hz dan amplitude 0,01 m. Temtukan :
(a) persamaan umum gelombang
(b) kecepatan dan percepatan partikel di titik x = 0,25 m pada saat ujung kawat telah
bergetar 0,1 sekon.
(c) Sudut fase dan fase gelombang di titik x = 0,25 m pada saat ujung kawat telah
bergetar 0,1 sekon.
(d) Beda fase antara titik dengan x = 0,50 m dan x = 0,75 m

Jawab:
Cepat rambat v = 10 m/s ; frekuensi f = 5 Hz ; amplitude A = 0.01 m
(a) Tentukan dahulu k dan ω
=
f
v
=
5
10
= 2
ω = 2π f = 2π x 5 = 10π

Persamaan umum gelombang adalah :
ke atas ke kanan


y = +A sin ( kx - ω t )
= 0,01 sin (10π t – kx )
= 0,01 sin π ( 10 t –x )

(b) Kecepatan partikel di titik sembarang P adalah turunan dari simpangan terhadap
waktu
v
p
=
dt
dy
=
dt
d
[ 0,01 sin π ( 10t – x ) ] = 0,01 x 10π cos π ( 10 t – x)
= 0,1 π cos π ( 10 t – x )
Untuk x = 0,25 m dan t = 0,1 s
v
p
= 0,1 π cos π ( 10 x 0,1 – 0,25 ) = 0,1 π cos 0,75 π
= 0,1 π cos 135
0
= 0,1 π ( -
2
1
2 ) = - 0,05 π 2 m/s
Percepatan partikel bisa dihitung dari simpangan y sebagai berikut :
6

http://atophysics.wordpress.com
a
p
= - ω
2
y
p
= - (10π )
2
x 0,01 sin π ( 10t – x ) = 135
0
(telah dihitung )
= - π
2
(
2
1
2 ) = -
2
1
π
2
2 m/s
2


(c) Sudut fase θ p = π (10t – x) = 135
0

Fase ϕ p =
π
θ
2
) (rad p
=
8
3
360
135
360
) (
= =
derajat p θ

(d) Untuk menghitung beda fase, ϕ ∆ , kita harus menghitung terlebih dahulu.
=
5
10
=
f
v
= 2 m
Beda fase antara titik dengan xA = 0,50 m dan xB

= 0,75 m
ϕ ∆ =
8
1
2
) 50 , 0 75 , 0 ( ) (
− =
− −
=
− −
=
∆ −
λ λ
A B
x x x


Contoh 1.6 Gelombang stasioner pada ujung tetap

Seutas tali yang panjangnya 116 cm direntangkan mendatar. Salah satu ujungnya
digetarkan naik – turun sedangkan ujung lainnya terikat. Frekuensi
6
1
Hz dan amplitude
10 cm. Akibat getaran tersebut, gelombang ,enjalar pada tali dengan kecepatan 8 cm/s.
Tentukan :
(a) amplitude gelombang hasil perpaduan (interferensi) di titik yang berjarak 108 cm
dari titik asal getaran.
(b) Letak perut ke-3 dan simpul ke-4 dari titik asal getaran


y1 y2

P B ujung tetap
O

X
t

Jawab:
Panjang tali l = 116 cm; frekuensi f =
6
1
Hz; cepat rambat v = 8 cm/s. Amplitudo
gelombang berjalan A = 10 cm; jarak P dari titik asal getaran O, PO = 108 cm.
perhatikan gambar di atas,
PO = l – x x = l – PO = 116 – 108 = 8 cm

(a) Untuk menentukan amplitude gelombang stasioner, A
s
, dengan persamaan A
s
= 2A
sin kx, kita harus menghitung dahulu nilai kemudian k = 2 π /.
=
Hz
s cm
f
v
6
1
/ 8
= = 48 cm
k =
48
2 2 π
λ
π
= cm
-1

7

http://atophysics.wordpress.com

A
s
= 2A sin kx = 2(10 cm) sin (
48

x 8 ) = (20 cm) sin π
3
1

A
s
= (20 cm) ( 3
2
1
) = 10 3 cm
(b) Letak perut ke-3 ( n + 1 =3 atau n = 2) dari ujung tetap dihitung dengan persamaan
x
n+1
= ( 2n + 1)
4
λ

x
3
= ( 2 x 2 +1 )
4
48cm
= 60 cm
Letak perut ke-3 dari titik asal O adalah :
l - x
3
= 116 – 60 = 56 cm

Letak simpul ke-4 (n + 1 =4 atau n = 3) dari titik tetap dihitung dengan persamaan
x
n+1
= ( 2n + 1)
4
λ

x
4
= 2(3) x
4
48cm
= 72 cm
Letak simpul ke-4 dari titik asal O adalah :
l - x
4
= 116 – 72 = 54 cm

Contoh 1.7 Letak simpul dan perut dari ujung bebas

Salah satu ujung dari seutas tali yang panjangnya 5 m digetarkan harmonic naik – turun,
sedang ujung lainnya dibiarkan bebas bergerak. Berapa panjang gelombang yang
merambat pada tali jika simpul ke-8 berjarak 2 m dari titik asal getaran ? Dimanakah
letak perut ke-5 ?

Jawab :

B ujung bebas
P
O

x
l=5m

Misalkan simpul ke-8 adalh titik P (lihat gambar di atas), maka OP = 2 m
OP = l – x x = l – OP = 5 – 2 = 3m

Letak simpul ke-8 dari ujung bebas dihitung dengan persamaan dimana n + 1 = 8 atau n
= 7
x
n+1
= ( 2n + 1)
4
λ

x
8
= ( 2 x 7 + 1 )
4
λ
x
8
=
4
15λ

=
15
) 3 ( 4
15
8 4 m
=
×
= 0,8 m

8

http://atophysics.wordpress.com
Letak perut ke-5 dari ujung bebas dihitung dengan persamaan dimana n + 1 = 5 atau n =
4
x
n+1
= ( 2n + 1)
4
λ

x
5
= 2(4) x
4
8 , 0
= 1,6 m

Contoh 1.8 Komponen – komponen dan besaran – besarab dasar sebuah gelombang
stasioner

Seutas kawat bergetar menurut persamaan

y = ( 0,40 sm) [sin (
6
π
cm
-1
x)] cos (50π s
-1
)t
(a) Berapakah amplitude dan cepat rambat kedua gelombang yang superposisinya
memberikan getaran di atas?
(b) Berapakah jarak antara simpul yang berdekatan ?
(c) Berapakah kecepatan sebuah partikel tali pada kedudukan x = 1,5 cm ketika t =
8
9
s?

Jawab:
(a) Persamaan getaran yang diberikan di atas mirip dengan persamaan gelombang
stasioner:
y = 2A sin kx cos ω t,
dengan 2A = 0,40 cm; k =
6
π
cm
-1
; danω = 50π s
-1
Tentu saja kedua komponen gelombang stasioner yang menghasilkan getaran di atas
memiliki persamaan:
y = A sin (kx - ω t) dan y = A sin (kx + ω t)

Dengan demikian,
Amplitudo 2A = 0,40 cm A = 0,20 cm
Cepat rambat v =
1
6
1
50


=
cm
s
k
π
π ω
= 300 cm s
-1

(b) Jarak antara simpul yang berdekatan =
λ
2
1
. Jadi, kita perlu menghitung panjang
gelombang, , terlebih dahulu
K =
6
2 2 2
π
π π
λ
λ
π
= = <=>
k
= 12 cm
Jadi, jarak antara simpul yang berdekatan adalah
=
λ
2
1
=
2
1
x 12 cm = 6 cm

(c) Kecepatan partikel adalah turunan pertama dari simpangan terhadap waktu
v =
dt
d
dt
dy
= [ 0,40 sin |
.
|

\
|
6
π
cos (50π t)]
9

http://atophysics.wordpress.com
= 0,40 sin |
.
|

\
|
6
x π
x [ -50π sin (50π t)]
= -20π sin |
.
|

\
|
6
x π
sin 50π t
Untuk x = 1,5 cm dan t =
8
9
s
v = -20π sin |
.
|

\
|
6
5 , 1 π
sin ( 50π x
8
9
)
= -20π sin |
.
|

\
|
4
π
sin
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
+
8
1
28 2π
= -20π sin |
.
|

\
|
4
π
sin |
.
|

\
|
4
π

= -20π x 2
2
1
x 2
2
1

= -10π = -10 (3,14) = -31,4 cm s
-1


Contoh 1.9 Melukis pemantulan gelombang lurus oleh bidang lengkung

Lukislah pemantulan gelombang lurus oleh bidang cekung oada gambar berikut











Jawab:
Pemantulan gelombang lurus pada bidang cekung akan menghasilkan gelombang tang
berbentuk lingkaran-lingkaran dengan pusat M. Jadi, gelombang pantul menuju ke satu
titik (titik M).




M









10

http://atophysics.wordpress.com
Contoh 1.10 Pengertian muka gelombang

Sebuah pembangkit bola digetarkan naik dan turun pada permukaan air dalam tanki riak
dengan frekuensi tertentu, menghasilkan gelombang lingkaran seperti pada gambar di
bawah ini. Suatu keping logam RQS bertindak sebagai perintang gelombang. Semua
muka gelombang pada gambar dihasilkan oleh pembangkit bola dalam waktu 0,6 s.
Perintang keping logam berjarak 0.015 m dari sumber gelombang P. Hitung :
(a) Panjang gelombang ;
(b) Frekuensi ;
(c) Cepat rambat gelombang

Jawab:
(a) Jarak dua muka gelombang yang berdekatan
= 1. Oleh karena itu, jarak PQ = 3(1)
0,015 = 3
= 0,005 m
(b) Selang waktu yang diperlukan untuk
menempuh dua muka gelombang = 1T,
dengan T adalah periode gelombang.
Gelombang dating (garis utuh) dari P ke Q
menempuh 3T, sedangkan gelombang pantul
(garis putus-putus) dari Q ke P menempuh
waktu 3T.
Jadi, selang waktu total = 3T + 3T
0,06 s = 6T
T = 0,1 s
Frekuensi f adalah kebalikan periode, sehingga
f =
s 1 , 0
1
= 10 Hz
(c) Cepat rambat v dihitung dengan persamaan :
v = f
= (0,005 m) (10 Hz) = 0,05 m/s

Contoh 1.11 Soal – soal pembiasan

1. Persamaan umum pembiasan gelombang
Gambar di samping menunjukkan muka
gelombang yang dibiaskan dari medium
1 ke medium 2. Cepat rambat gelombang B
berkurang. Jarak BD adalah 3 cm, dan 3
jarak AC adalah 2 cm. Tentukan cepat 1 i I D
rambat gelombang dalam medium 2 jika 2
r
cepat rambat gelombang dalam medium 1 A
adalah 60 cm/s.
C
Jawab:
Penyelesaian soal itu adalah dengan cara :
2
1
sin
sin
v
v
r
i
=


11

http://atophysics.wordpress.com
Perhatikan ∆ABC, sin i =
AD AD
BD 3
=
Perhatikan ∆ACD, sin r =
AD AD
AC 2
=

2
1
sin
sin
v
v
r
i
=

2
1
2
3
v
v
AD
AD
=
2
1
2
3
v
v
=
2
/ 60
2
3
v
s cm
=
v
2
=
3
/ 60 2 s cm ×
= 40 cm/s
Jadi, cepat rambat gelombang dalam medium 2 adalah 40 cm/s.


2. Persamaan umum dan lukisan pembiasan gelombang
Sebuah gelombang lurus dating pada bidang batas antara dua medium dengan sudut
dating 30
0
. Jika indeks bias medium 2 relatif terhadap medium 1 adalah
2
2
1 , berapa
sudut biasnya? Lukislah sinar dan muka gelombang dating, demikian pula sinar dan
muka gelombnag bias.

Jawab:
Sudut dating i = 30
0
Indeks bias n =
2
2
1
Sudut bias r = … ?
Dengan menggunakan persamaan Snellius, diperoleh
2 2 1 1
sin sin θ θ n n =

2
2
1
1
sin sin θ θ
n
n
=
sin 30
0
= r sin
2
2

r sin
2
2
2
1
=

2
1
sin = r atau r = 45
0

Jadi, sudut bias gelombang adalah 45
0

Langkah – langkah untuk melukis pembiasan adalah sebagai berikut







12

http://atophysics.wordpress.com
1. Lukislah garis lurus mendatar sebagai bidang batas antara medium 1 dan
medium 2 (garis PQ).
2. Lukislah garis normal, yaitu garis yang tegak lurus denagn bidang batas (garis
ON).
3. Lukislah sinar dating yang mempunyai sudut datang 30
0
dengan menggunakan
busur derajat (garis OA).
4. Lukislah sinar bias yang mempunyai sudut bias 45
0
dengan menggunakan busur
derjat (garis OB).
5. Lukislah muka gelombang datang, yaitu garis – garis yang tegak lurus sinar
dating (garis utuh).
6. Lukislah muka gelombang bias, yaitu garis – garis yang tegak lurus sinar bias
(garis putus – putus).








You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->