Langkah awal dlm pembuatan Karya Tulis Ilmiah

A. Pendahuluan. Suatu karya tulis ilmiah berkaitan dengan suatu karya tulis yang dihasilkan dari suatu penelitian yang merupakan hasil temuan seseorang yang dibuat berdasarkan suatu metode penelitian tertentu yang dilakukan sebagai suatu upaya untuk mendapatkan suatu kebenaran. Prof. Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa pada umumnya manusia memiliki sifat untuk mencari kebenaran, dimana dalam usahanya untuk mencari kebenaran tersebut, manusia dapat menempuh berbagai macam cara, baik yang dianggap sebagai usaha yang tidak ilmiah, maupun yang dapat dikualifikasikan sebagai kegiatan ilmiah. Di kalangan masyarakat ilmiah dalam hal ini dunia pendidikan tinggi, hampir dapat dipastikan akan bersinggungan dengan kegiatan penulisan karya tulis ilmiah. Namun seringkali sebagian orang membayangkan akan adanya hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam mengawali serta membuat suatu karya tulis ilmiah. Perasaan sulit untuk mengawali dan menentukan suatu karya tulis ilmiah tersebut, sering kali dialami oleh banyak mahasiswa. Meskipun tidak menutup kemungkinan banyak pihak lain yang mengalami hal yang sama. Sangat disayangkan apabila asumsi bahwa membuat karya tulis ilmiah adalah sulit, dijadikan alasan bagi mahasiswa maupun banyak pihak untuk menghindari membuat suatu karya tulis ilmiah. Apabila ditelusuri lebih lanjut, dapat dipahami bahwa dalam pembuatan suatu karya tulis ilmiah akan lebih mudah apabila seseorang terlebih dahulu mencoba untuk mengetahui langkah awal apakah yang harus dilakukan olehnya. Artinya Seseorang harus menentukan langkah awal dalam membuat suatu karya tulis ilmiah. Langkah awal yang dimaksud adalah dengan berupaya mengetahui mengenai latar belakang munculnya keinginan untuk membahas suatu permasalahan, kemudian mencoba merumuskan masalah serta menentukan tujuan dari dilakukannya penelitian terhadap permasalahan tersebut. Dengan demikian, perlu untuk diketahui lebih lanjut, kiat atau upaya apakah yang perlu diketahui dalam menentukan latar belakang, merumuskan masalah hingga menetapkan tujuan penelitian tersebut, sehingga dapat mempermudah seseorang untuk menentukan langkah awalnya dalam membuat atau menulis suatu karya tulis ilmiah.

B. Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Pembuatan Suatu Karya Tulis Ilmiah.

Sebelum membahas secara teori, perlu untuk diketahui adanya beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam memulai pembuatan suatu karya tulis ilmiah, diantaranya:

Ada kalanya dalam mengikuti suatu lomba karya tulis ilmiah.1. Ad. Suharsimi Arikunto menjelaskan ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi. 2. Person : bertemu. Prof. 3. Adapun yang dimaksud dengan Tiga P tersebut adalah : Paper : membaca dokumen. laporan penelitian atau penemuan sebelumnya. Biasanya. Merumuskan masalah berdasarkan latar belakang tersebut. baik berupa teori. Artinya melihat dan mengamati fakta yang ada disuatu tempat atau lingkungan sekitar. yakni didasarkan pada 3 obyek yang berupa tulisan-tulisan dalam kertas (paper). buku-buku. Kegiatan yang perlu dilakukan sebelum membuat tulisan ilmiah. Mencoba menganalisis data awal yang diperoleh pada kegiatan sebelum menulis sehingga dapat dijadikan suatu latar belakang yang baik bagi pembuatan karya tulis ilmiah tersebut. manfaat maupun ruang lingkup tulisan. Langkah pertama yang harus dilakukan seseorang apabila hendak menulis suatu tulisa ilmiah adalah menentukan tema dari suatu tulisan tersebut. manusia (person) dan tempat (place) Untuk mempermudah mengingatnya dapat disingkat Tiga P (Three P). maka penulis harus melakukan penggalian data awal dengan cara mencari informasi mengenai tema yang akan diteliti atau ditulis. maka penulis mendapat kebebasan dalam menentukan sendiri tema tulisan yang disukainya ataupun yang lebih dimengerti olehnya. Sebaliknya. berdasarkan ketiga obyek tersebut (tidak harus ketiga obyek tersebut. akan lebih mengarahkan si penulis dalam membuat suatu karya ilmiah. 1.1. Place : Tempat. Apabila telah ditentukan. 2. Penulis harus melakukan beberapa kegiatan sebelum membuat suatu tulisan ilmiah. majalah. karena mungkin saja hanya melalui salah satu obyek dari Tiga P tersebut seseorang mendapatkan data awal yang dianggapnya cukup). Langkah berikutnya. tema tulisan telah ditentukan oleh panitia lomba. seorang penulis dapat menggali data yang diperlukan dalam memulai suatu . bertanya dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber. diantaranya menentukan tema yang akan dijadikan patokan dalam menulis sekaligus melakukan penggalian data awal. 4. Menentukan tujuan.surat kabar atau bahan tertulis lainnya. apabila belum ditentukan tema tulisan seperti dalam hal penulisan skripsi. apabila telah ditentukan tema yang akan diteliti. lokasi atau benda-benda disekitar yang terdapat di tempat penelitian. dan pada akhirnya merumuskan atau menentukan judul tulisan yang mewakili permasalahan yang akan dibahas.

buku-buku. mencakup dokumendokumen resmi. Akan sangat sulit bagi seseorang untuk menulis suatu karya ilmiah jika tidak memiliki data awal yang akan dipaparkan dalam bagian latar belakang. Apabila telah ditentukan logika berpikirnya. Apabila kedua data telah ditentukan. hasil penelitian yang berwujud laporan. kasus yang didapat langsung dari lapangan. akan dijelaskan harapan yang ingin dicapai oleh seorang penulis melalui karya ilmiah tersebut. maka langkah berikutnya adalah menganalisis dengan cara melakukan perbandingan. Person ataupun Place). ataupun kasus hukum yang terjadi disekitar. Data awal yang didapat melalui pengumpulan informasi berdasarkan obyek tertentu. Ad. apakah akan menggunakan logika deduktif (dari luas ke sempit) atau secara induktir (dari sempat ke luas). Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari masyarakat. perlu ditentukan bahwa data awal tersebut dapat dibagi menjadi dua. biasanya akan muncul motivasi dari si penulis serta alasan dipilihnya tema permasalahan tersebut. yaitu data primer dan data sekunder. Singkatnya merupakan suatu data yang belum diolah. buku harian termasuk dokumen pribadi dan data sekunder yang bersifat publik seperti data arsip dan data resmi lainnya. Biasanya merupakan fakta.2. diujung penulisan latar belakang. Sedangkan data sekunder merupakan data yang telah diolah.penulisan karya ilmiah. kebiasaan yang muncul dihadapan penulis. (dalam hal ini baik melalui Paper. Pada akhirnya. maka untuk mempermudah menganalisisnya. mencari hubungan atau korelasi antar data ataupun mencari kesenjangan antara data yang didapat. Berikut gambaran membuat latar belakang berdasarkan logika berpikir yang dipilih untuk digunakan oleh si penulis : . fenomena. kemudian dicoba untuk dianalisis. hal ini dikarenakan data awal akan menunjukkan betapa pentingnya suatu tulisan tersebut sehingga menggambarkan suatu latar belakang yang menjadi dasar dalam merumuskan suatu permasalahan. Sistem menganalisis ini tidak terlepas dari logika berpikir yang digunakan oleh si penulis. termasuk informasi langsung dari masyarakat. Menganalisis data awal untuk dijadikan latar belakang tulisan. akan mempermudah pula dalam menganalisis. Setelah dianalisis. Apabila masuk ke tahap ini.

fenomena pemaparan secara teoritis (UU & teori2) Ada analisis Memuat motivasi (motif) si peneliti serta alasan memilih variabel judul Menjelaskan harapan yang ingin dicapai .Skema membuat latar belakang Logika berpikir yang digunakan Deduktif (dari luas ke sempit) (dari teori ke fakta) Induktif (dari sempit ke luas) (dari fakta ke teori) Membuat pemaparan Secara teoritis (dari UU dll) Membuat pemaparan berdasarkan fakta atau kasus pemaparan berupa kasus.

Berdasarkan teori dasar hukum. 2. kasus. Antara lain : 1. terutama dana dan waktu Kemungkinan memperoleh data yang ada harus kuat. Biasanya halangan tersebut hendak diatasi. Latar belakang juga harus menjelaskan alasan memilih tema dan judul tulisan.Secara garis besar. Latar belakang juga harus memaparkan hal yang diharapkan untuk didapat dari hasil tulisan atau penelitian tersebut. dalam pemilihan masalah tetap perlu memperhatikan beberapa hal. berupa fenomena. 5. 2. 1. 4. Prof. dan hal inilah yang antara lain menjadi tujuan suatu suatu penelitian.3. Permasalahan dibuat dengan cara membandingkan kedua hal atau fenomena maupun data yang ada.[8] Meskipun demikian. fenomena atau peristiwa hukum. (Das sollen) 3. Merumuskan masalah berdasarkan latar belakang. 3. 4. baik alasan sesuai bidang ilmi maupun berdasarkan faktor yang menarik dari permasalahan tersebut. Ad. Latar belakang dapat dibuat dengan mendasarkan pada kenyataan yang terjadi dilapangan. dapat disimpulkan bahwa dalam membuat suatu latar belakang perlu diketahui beberapa hal berikut ini : 1. 2. . Fasilitas yang tersedia. Kemampuan penulis. Latar belakang harus memuat motivasi penulis yang dibuat setelah membandingkan dan menganalisis ke dua hal tersebut pada point 2. Latar belakang merupakan suatu gambaran ringkas tema dari penelitian atau tema tulisan. data dan fakta (Das sein) serta berdasarkan keadaan yang sebaiknya atau seharusnya terjadi menurut teori atau peraturan (Undang-Undang) yang berlaku. Permasalahan dibuat untuk mengetahui atau mendeskripsikan suatu fakta. Secara garis besar. apakah masalah yang hendak diteliti itu penting dan berfaedah bagi negara. merumuskan permasalahan dapat dilakukan dengan berbagai cara. diantaranya :[9] 1. Soerjono Soekanto menyatakan bahwa suatu masalah sebenarnya merupakan suatu proses yang mengalami halangan didalam mencapai tujuannya. 3. 2. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. dalam hubungannya dengan penguasaan teoritis dan metodologis. masyarakat dan ilmu pengetahuan. Permasalahan dibuat untuk mencari hubungan antara dua hal atau dua fenomena maupun data.

Das Sein dengan das sein (fakta dengan fakta). Berikut ini contoh menggunakan cara yang sederhana dalam mengidentifikasikan suatu permasalahan sekaligus merumuskan suatu masalah dengan berdasarkan data awal yang telah dikumpulkan sebelumnya. peristiwa hukum maupun akibat hukum terhadap fakta ataupun teori yang ditemukan pada data awal. Cara lain yang lebih sederhana. yaitu dengan cara mempertemukan antaran : 1. obyek hukum (hak dan kewajiban). yang dikenal sebagai domain name à Bambang Keosowo : HaKI adalah Hak atas kekayaan yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual seseorang DAS SEIN : à Peristiwa hukum yang muncul dalam dunia internet seperti : Kasus plesetan nama domain milik BCA (klikbca. Diringkas dari skripsi milik Ainal Ikram (Mahasiswa Fakultas Hukum Unsri Angkatan 1998) dengan judul : Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak atas Domain Name ditinjau dari aspek HaKI. .Untuk merumuskan masalah di bidang hukum. Das sollen dengan das sollen (teori dengan teori) 2. biasanya akan lebih mudah apabila lebih ditujukan untuk mempermasalahkan atau menentukan “bagaimana” atau “mengapa” subyek hukum.com) Penggunaan nama mustika ratu.com oleh pihak lain tanpa ijin dari pemilik merek à kerugian yang muncul akibat kasus tersebut dirasakan oleh pihak konsumen maupun pemilik merek yang telah terdaftar. 1. hubungan hukum. DAS SOLLEN : à Adanya identitas yang digunakan oleh pengguna internet yang membedakan antara situs yang satu dengan situs lainnya. Contoh 1. Das Sein dengan das sollen (fakta dengan teori) 3.

Bagaimanakah perlindungan hukum bagi pemegang hak atas domain name ? Contoh 2 Diringkas dari Karya ilmiah milik Agus Kurniawan (Mahasiswa Fakultas Hukum Angkatan 1999) dengan Judul : Perlindungan Rempah-Rempah Indonesia dari Praktek Biopiracy menurut sistem hukum HaKI DAS SOLLEN : à Biopiracy : tindakan pencurian dan pembajakan atas sumber daya genetis dan pengetahuan tradisional (termasuk rempah-rempah) yang melanggar hak kekayaan intelektual seseorang atau suatu masyarakat. Bagaimana kedudukan domain name dilihat dari aspek HaKI 2. terutama sebagai hasil karya intelektual manusia.IDENTIFIKASI PERMASALAHAN: Banyaknya kasus yang menyalahgunakan penggunaan domain name mengindikasikan bahwa nama domain merupakan obyek hukum yang harus dilindungi. maka perlu perlindungan hukum melalui HaKI RUMUSAN PERMASALAHAN : 1. à HaKI adalah Hak atas kekayaan yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual seseorang .

Gunakan kata-kata yang sederhana dengan konsep yang jelas. maka hal tersebut mungkin terjadi dikarenakan : Mengumpulkan data tanpa perencanaan yang terinci . 5. tidak wajib menggunakan tanda tanya dibelakang kalimat. fokus dan variabel tulisan. à perkembangan ilmu pengetahuan membuat perusahaan asing di seluruh dunia berlomba untuk menggunakan bahan dari sumber daya genetis dalam hal ini rempah-rempah. Hambatan-hambatan apa saja yang akan dihadapi masyarakat tradisional Indonesia dalam melindungi rempah-rempah yang mereka miliki ? Adapun hal-hal yang berkaitan dengan perumusan masalah ini. 2. 4.DAS SEIN : à Indonesia memiliki kekayaan alam. Gunakan kata tanya yang efektif. maka kiat yang perlu diperhatikan dalam membuat atau merumuskan masalah. Perumusan masalah merupakan rangkaian kata yang membentuk kalimat yang mengungkapkan pilihan masalah (kesenjanagan antara data yang dimiliki) yang diambil oleh penulis untuk diteliti. tidak mengandung makna ganda dan tidak bombastis 3. sehingga menimbulkan banyak pencurian hak atas rempah-rempah tsb. jangan melebar. diantaranya : -Importir kayu AS mematenkan biji pohon “neem” utk bahan pestisida dan bahan turmerik (sejenis kunyit) untuk obat luka. Perumusan masalah harus sesuai dengan tema. Bagaimana perlindungan rempah-rempah Indonesia dari praktek biopiracy menurut sistem hukum HaKI ? 2. Sudut pandang ilmu yang dikaji jelas terlihat pada rumusan masalah tersebut. dan yang paling menonjol adalah rempah-rempah. antara lain : 1. Apabila masih mengalami kesalahan dalam merumuskan masalah. salah satu alasan negara asing menjajah Indonesia karena ingin menguasai rempah-rempah. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN: Biopiracy apabila tidak dicegah akan menimbulkan tindakan monopoli oleh bangsa asing terhadap bangsa pemilik hak atas rempah-rempah sehingga perlu mendapatkan perlindungan hukum RUMUSAN PERMASALAHAN : 1. Sejarah membuktikan.

Apabila si penulis telah mampu menentukan langkah awal tersebut.4. Demikianlah 4 (empat) hal yang dapat dijadikan pedoman. hendaknya dikemukakan dengan jelas dan tegas. Merumuskan tujuan secara umum dan meragukan sehngga interprestasi hasil dan kesimpualn tidak sahih (valid).[11] Selanjutnya terhadap manfaat yang hendak dicapai. ataupun motif dari penuis masih abstrak. namun secara praktek. Mengambil data yang sudah tersedia dan berusaha untuk memaksakan perumusan masalahnya. baik diungkapkan secara eksplisit maupun implisit.1. 3. Sementara penentuan ruang lingkup sangat dibutuhkan. perlu diketahui bahwa manfaat harus dibuat dengan memperhatikan dua aspek yaitu aspek teoritis ( manfaat yang timbul dari penelitian bagi ilmu yang dikaji) dan aspek praktis (manfaat yang timbul dari penelitian melalui aplikasi ilmu yang bersaangkutan seperti ditujukan kepada pemerintah. manfaat maupun ruang lingkup suatu tulisan. Diharapkan melalui penentuan ruang lingkup ini akan mempermudah si penulis dalam menentukan ruang gerak serta batasan pembahasan agar tidak melebar dari tujuan penulisan. judul harus ditulis paling duluan. Manfaat tulisan dapat berfungsi untuk membantu merumuskan saran pada penelitian atau karya tulis. terutama apabila judul yang dibuat terlalu singkat. 2. Ad. Meskipun secara teori. yang dikenal sebagai Judul Tulisan. Jika masalah dirinci menjadi 4 (empat) hal maka tujuan penelitian harus meliputi keempat hal tersebut dan pada akhirnya dari keempat hal tersebut akan diperoleh kesimpulan yang meliputi keempat hal tersebut. barulah dapat ditarik suatu variabel yang mewakili latar belakang maupun rumusan masalah dan tujuannya. karena melalui manfaat. atau instansi maupun masyarakat yang bersangkutan secara khusus). dan ini berkaitan erat dengan kesimpulan yang ingin dibuat. tujuan dan kesimpulan yang kelak diperoleh harus sikron. Artinya tujuan dibuat berdasarkan rumusan permasalahan. yang berguna untuk membatasi kesimpulan dan penerapannya pada situasi lain. Perlu pula diingat bahwa antara masalah. kiat ataupun cara untuk menentukan langkah pertama dalam membuat suatu tulisan ilmiah. munculnya judul . penulis mempunyai batasan terhadap apa yang menjadi solusi bagi permasalahan. Apa yang hendak dicapai dalam suatu penelitian maupun tulisan. Menentukan tujuan. Tidak menyebutkan batasan (limitation) dalam pendekatannya.

maka penulis dapat menggunakan latar belakang. seperti fasilitas kepustakaan. Judul harus menggambarkan pentingnya masalah yang akan diangkat. baik bagi si penulis maupun secara umum (keilmuan). dan harus jujur dalam mencantumkan kutipan yang digunakan selama penulisan. dapat dirumuskan secara ringkas singkat dan jelas atau dapat pula selengkap mungkin. Judul yang ditulis lengkap dimungkinkah apabila benar-benar ingin mewakili permasalahan. 2. Patut pula untuk diingat.dapat dibuat belakangan setelah si penulis dapat menentukan latar belakang.. Tulisan tersebut mempunyai manfaat. bahwa dalam menentukan tulisan yang akan dibuat. Penelitian dapat dilaksanakan. kemudian berhasil menentukan judul yang tepat. melengkapi atau dapat pula mandiri. judul penelitian yang lengkap adalam mencakup : 1. Tulisan harus asli atau original. tergambar atau terlihat dari ada tidaknya faktor yang mendukung. Sifat dan jenis penelitian 2. Hal ini untuk mempermudah meningkatkan semangat serta memunculkan motivasi yang kuat guna menyelesaikan penulisan hingga dicapai apa yang diinginkan. Apabila telah berhasil menjalani langkah awal ini. maupun birokrasi yang akan dihadapi. Obyek yang diteliti 3. 3. Penelitian mengenai tema tulisan tersebut harus dapat dilaksanakan (bukan hal yang mustahil untuk diteliti atau tidak terlalu menyulitkan bagi si penulis) 5. 3. Subyek penelitian 4. Judul penelitian dibuat harus menggambarkan atau mewakili permasalahan. C. informan. Secara garis besar. Judul harus memuat variabel-variabel yang mendukung. rumusan masalah dan tujuan penulisan. rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah dibuat dan ditentukan untuk menggunakan metode penelitian yang tepat guna mendapatkan jawaban atas rumusan permasalahan tersebut. Judul harus menarik minat pembaca 4. si penulis harus tetap memperhatikan beberapa hal berikut ini : 1. Tema tulisan merupakan minat utama dari si penulis. Kesimpulan . 4. Bukan jiplakan dari milik orang lain. Hal-hal yang mungkin perlu diperhatikan dalam menentukan judul adalah : 1. Lokasi atau daerah penelitian. 2.

diantaranya menentukan tema yang akan dijadikan patokan dalam menulis sekaligus melakukan penggalian data awal. dengan menentukan judul serta memperhatikan ketentuan dalam membuat suatu tulisan. maka akan lebih mudah bagi si penulis untuk menindaklanjuti penulisan karya ilmiahnya.Berdasarkan apa yang telah dibahas sebelumnya. Baru kemudian mencoba menentukan metode ilmiah yang bagaimanakah yang tepat digunakan terhadap latar belakang. manfaat maupun ruang lingkup tulisan. yakni penulis harus melakukan beberapa kegiatan sebelum membuat suatu tulisan ilmiah. rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah ditentukan tersebut. . Terakhir menentukan tujuan. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mempermudah dalam menulis suatu karya tulis ilmiah maka seorang penulis harus dapat menentukan langkah awal yang harus diambil dalam memulai suatu tulisan. Apabila langkah awal tersebut telah dilaksanakan. Selanjutnya merumuskan masalah berdasarkan latar belakang tersebut. kemudian menganalisis data awal yang diperoleh pada kegiatan sebelum menulis sehingga dapat dijadikan suatu latar belakang yang baik bagi pembuatan karya tulis ilmiah tersebut. dan pada akhirnya merumuskan atau menentukan judul tulisan yang mewakili permasalahan yang akan dibahas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful