Besi dan ion-nya sebagai katalis Besi sebagai katalis pada Proses Haber Proses Haber menggabungkan

nitrogen dan hidrogen ke dalam amonia. Nitrogen berasal dari udara dan hidrogen sebagian besar diperoleh dari gas alam (metan). Besi digunakan sebagai katalis.

Ion besi sebagai katalis pada reaksi antara ion persulfat dan ion iodida Reaksi antara ion persulfat (ion peroxodisulfat), S2O82-, dan ion iodida dalam larutan dapat dikatalisis dengan ion besi(II) maupun ion besi(III). Persamaan keseluruhan untuk reaksinya adalah:

Untuk penjelasannya, kita akan mengunakan katalis besi(II). Reaksi terjadi dalam dua tahap.

Jika kamu menggunakan ion besi(III), reaksi kedua yang terjadi diatas akan menjadi reaksi yang pertama. Besi merupakan sebuah contoh yang baik dalam hal penggunaan senyawa logam transisi sebagai katalis karena kemampuan senyawa logam transisi tersebut untuk mengubah tingkat oksidasi. Reaksi ion besi dalam larutan Ion-ion yang paling sederhana dalam larutan adalah:
 

Ion heksaaquobesi(II) – [Fe(H2O)6]2+. Ion heksaaquobesi(III) – [Fe(H2O)6]3+.

Kedua-duanya bersifat asam, tetapi ion besi(III) lebih kuat sifat asamnya. Reaksi ion besi dengan ion hidroksida Ion hidroksida (dari, katakanlah, larutan natrium hidroksda) dapat menghilangkan ion hidrogen dari ligan air dan kemudian melekat pada ion besi. Setelah ion hidrogen dihilangkan, kamu memperoleh kompleks tidak muatan – kompleks netral. Kompleks netral ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.

Pada kasus besi(II): . Oksigen di udara mengoksidasi endapan besi(II) hidroksida menjadi besi(III) hidroksida terutama pada bagian atas tabung reaksi. Pada kasus besi(III): Reaksi ion besi dengan larutan amonia Amonia dapat berperan sebagai basa atau ligan.Pada kasus besi(II): : Pada kasus besi(III): Pada tabung reaksi. perubahan warna yang terjadi adalah: Pada kasus besi(II): Besi sangat mudah di oksidasi pada kondisi yang bersifat basa. Pada kasus ini. Warna endapan yang menjadi gelap berasal dari efek yang sama. amonia berperan sebagai basa – menghilangkan ion hidrogen dari kompleks aquo.

Kejadian yang sama terjadi ketika kamu menambahkan larutan natrium hidroksida. Ion besi(II) dan ion karbonat Kamu dapat memperoleh dengan mudah endapan besi(II) karbonat sesuai dengan yang kamu pikirkan. Pada kasus besi(III): Reaksi yang sama ketika kamu menambahkan larutan natrium hidroksida. Endapan kembali berubah warna yang menunjukkan kompleks besi(II) hidroksida teroksidasi oleh udara menjadi besi(III) hidroksida. . Reaksi-reaksi ion besi dengan ion karbonat Berikut ini merupakan perbedaan yang penting antara sifat ion besi(II) dan ion besi(III).

Selain karbon dioksida. Saat ini.Ion besi(III) dan ion karbonat Ion heksaaquobesi(III) cukup asam untuk bereaksi dengan ion karbonat yang bersifat basa lemah. . katakanlah. larutan natrium atau kalium atau amonium tiosianat) ke dalam larutan yang mengandung ion besi(II). kamu akan memperoleh larutan berwarna merah darah kuat yang mengandung ion [Fe(SCN)(H2O)5]2+. Jika kamu menambahkan larutan natrium karbonat ke larutan yang mengandung ion heksaaquobesi(III). Jika kamu menambahkan ion tiosianat. kamu akan memperoleh ion hidrogen karbonat maupun gas karbon dioksida dari reaksi antara ion hidrogen dengan ion karbonat. SCN-. (dari. dengan pasti kamu akan memperoleh endapan seperti jika kamu menambahkan larutan natrium hidroksida atau larutan amonia. tidak terdapat sesuatu yang baru pada reaksi ini: Pengujian untuk ion besi(III) dengan ion tiosianat Pengujian ini merupakan tes yang sangat sensitif untuk ion besi(III) dalam larutan. ion karbonat yang menghilangkan ion hidrogen dari ion heksaaquo dan menghasilkan kompleks netral. Persamaan reaksi menunjukkan pembentukan karbon dioksida. Berdasarkan pada perbandingan ion karbonat dengan ion heksaaquo.

Melalui informasi tersebut. dikenal dengan indikator redoks. Apa yang akan terjadi kemudian tergantung pada penggunaan larutan kalium manganat(VII) atau larutan kalium dikromat(VI). Reaksi berlangsung dengan adanya asam sulfat encer.Penentuan konsentrasi ion besi(II) dalam larutan dengan cara titrasi Kamu dapat menentukan konsentrasi ion besi(II) dalam larutan melalui cara titrasi dengan menggunakan larutan kalium manganat(VII) atau larutan kalium dikromat(VI). dan kemudian menambahkan asam sulfat encer secukupnya. Menggunakan larutan kalium manganat(VII) Larutan kalium manganat(VII) diteteskan melalui buret. Pada awalnya. perhitungan titrasi sama seperti yang lainnya. Menggunakan larutan kalium dikromat(VI) Larutan kalium dikromat(VI) berubah menjadi hijau menunjukkan larutan tersebut bereaksi dengan ion besi(II). Ion manganat(VII) mengoksidasi ion besi(II) menjadi ion besi(III). Pada kasus yang lain. Dua persamaan setengahreaksinya adalah: Penggabungan keduanya memberikan persamaaan ion untuk reaksi: Persamaan yang lengkap menunjukkan bahwa 1 mol ion manganat(VII) bereaksi dengan 5 mol ion besi(II). Pada titik akhir titrasi warna merah muda permanen dalam larutan menunjukkan ion manganat(VII) sedikit berlebih. dan kamu tidak akan bisa mendeteksi perubahan warna ketika kamu meneteskan larutan jingga berlebih ke dalam larutan berwarna hijau kuat. Dengan larutan kalium dikromat(VI) kamu harus menggunakan inndikator tertentu. kamu dapat mempipet larutan yang mengandung ion besi(II) yang sudah diketahui volumenya ke dalam labu. . Perubahan warna menunjukkan keberadaan agen pengoksidasi. larutan tersebut menjadi tidak berwarna yang menunjukkan larutan tersebut bereaksi.

.Berikut adalah beberapa indikator – seperti difenilamin sulfonat. Sekali lagi kamu tidak dapat memungkiri. Indikator ini memberikan warna ungu-biru yang menandakan adanya kelebihan larutan kalium dikromat(VI). Dua persamaan setengah-reaksinya adalah: Penggabungan keduanya memberikan: Kamu dapat melihat bahwa perbandingan reaksi antara 1 mol ion dikromat(VI) dengan 6 mol ion besi(II). perhitungan titirasi sekali lagi dilakukan seperti yang lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful