P. 1
Laporan Praktikum Kimia Farmasi Asidimetri

Laporan Praktikum Kimia Farmasi Asidimetri

|Views: 2,182|Likes:
Published by Anisa Khoiriyani

More info:

Published by: Anisa Khoiriyani on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

A.

PENDAHULUAN
1. Teori Titrasi penetralan sering disebut titrasi asam-basa / asidimetri-alkalimetri. Asam adalah zat yang bila dilarutkan deng an air akan berdiasosiasi membentuk ion H+ sebagai satu-satunya ion positif. Basa adalah zat yang bila dilarutkan dalam air akan berdisosiasi membentuk ion-ion hidroksil sebagai satu-satunya ion negatif. Konsep teori asam-basa: a. Arrhenius - Asam adalah suatu senyawa yang bila dilarutkan dalam air akan melepaskan H+ sebagai satu-satunya ion positif. Contoh: H2SO4, HCl, HNO2, dll - Basa adalah suatu senyawa yang bila dilarutkan dalam air akan melepaskan OHsebagai satu-satunya ion negatif. Contoh: KOH, NH4OH, dll b. Bronsted-Lowry - Asam adalah suatu senyawa yang dapat memberikan proton, disebut sebagai proton donor. - Basa adalah suatu senyawa yang dapat menerima proton, disebut sebagai aseptor donor. Asam  Proton + Basa Konjugasi AB H+ B

Jadi, suatu asam dapat terbentuk:    Molekul, misalnya: H2SO4, HCl, CH3COOH Anion, misalnya: HSO4, H2PO4-, COOH, COOKation, misalnya: NH4+, C6H5NH3, Fe(H2O)3+

Suatu basa dapat terbentuk:  Molekul, misalnya: NH3+, C6H5NH2, H2O  Anion, misalnya: CH2COO-, OH-, HPO4-, C2H5O Kation, misalnya: Fe(H2O)2(Oh)2+ c. G N. Lewis Asam adalah suatu senyawa yang dapat menerima sepasang elektron bebas, disebut sebagai akseptor pasangan elektron bebas.

2. Pengertian Asidimetri Asidimetri adalah penetapan kadar basa dalam suatu sampel dengan menggunakan larutan baku asam yang sesuai.

1

B. TUJUAN
Mengetahui normalitas H2SO4 dengan baku primer Natrium Karbonat Menetapkan kadar zat Boraks (NaHCO3) dalam sampel

C. TINJAUAN PUSTAKA
Monografi LBS Acidum Sulfuricirum, H2SO4 BM=98,07 Asam Sulfat mengandung tidak kurang dari 95,0% dan tidak lebih dari 98,02% H2SO4  Pemerian: cairan kental seperti minyak, korosit tidak berwarna, jika ditambahkan ke dalam air menimbulkan panas.  Pembakuan: pembakuan larutan H2SO4, dan lakukan cara yang tertera dalam HCl 1N, yaitu: timbang seksama 1,5 gram Natrium Karbonat anhidrat P yang sebelumnya telah dikeringkan pada suhu 270 derajat Celcius selama 1 jam. Larutkan dalam 100 ml air. Titrasi dengan H2SO4 menggunakan indikator larutan metil merah. Panaskan larutan ad mendidih, dinginkan, dan lanjutkan titrasi. Panaskan lagi ad mendidih dan titrasi lagi ad merah muda. Hitung normalitas larutan. Monografi LBP Na Karbonas anhidrat, Na carbonas (Na2CO3) BM=106 Na2CO3 mengandung tidak kurang dari 99,5% NaCO3 dihitung terhadap zat anhidrat  Pemerian: Hablur, tidak berwarna atau serbuk hablur putih  Kelarutan: mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air mendidih  pH: 10 Monografi Sampel Natrii TetraBorat, Natrium Tetraborat (Na2B4O7.10H2O) BM=381,37 Natrium Tetraborat mengandung tidak kurang dari 99,0%dan tidak lebih dari 105,0% Na2B4O7.10H2O  Pemerian: Hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa asin dan basa. Dalam udara kering merapuh  Kelarutan: larut dalam 20 bagian air, dalam 0,6 bagian air mendidih dan dalam lebih kurang 1 bagian gliserol P, praktis tidak larut dalam ethanol (95%) P.

-

-

2

D. METOLOGI PERCOBAAN
 Tempat dan Waktu Praktikum Tempat Hari/Tanggal Waktu  : Laboratorium kimia - Poltekkes Kemenkes Jakarta II Jurusan Farmasi : Senin, 24 September 2012 : 08.00-11.00 WIB.

Prosedur Praktikum I 1. Tujuan : - Mengetahui normalitas H2SO4 dengan baku primer Natrium Karbonat - Menetapkan kadar zat Boraks (NaHCO3) dalam sampel 2. Prinsip : Asidimetri

3. Alat dan Bahan Alat :

 Labu ukur 250ml 1 buah  Erlenmeyer 6 buah  Gelas ukur 1 buah(50 ml)  Beaker glass 2 buah  Buret dan statif 1buah(50 ml)  Botol semprot 1 buah  Tissue  Timbangan digital 1 buah  Corong 1 buah  Pipet tetes 2 buah  Serbet Bahan :  LBS : H2SO4 0,1 N ; 250 ml [BE=1/2]  LBP : Na2CO3 anhidrat 0,1 N 25ml/erlenmeyer, timbang sebanyak tiga kali (BE=1/2, BM=106)  Sample : Na2B4O7.10H2O (boraks) 0,1 N, 25ml/erlenmeyer (BE=1/2, BM= 381,37), timbang sebanyak NaHCO3 (BE=1, BM=84,01)  Indikator : merah metil (MM)  Aqua dest

3

4. Prosedur Pembuatan : LBS (H2SO4)        Sediaan = 2 N Diminta = 0,1N; 250 ml Diambil 12,5 ml H2SO4 2N dengan gelas ukur Masukkan ke dalam labu ukur 250 ml Tambahkan aqua bebas CO2 ad 250ml Kocok ad homogen Masukkan ke dalam buret Perhitungan : V1 x N1 = V2 x N2 250 x 0,1= V2 x 2 N V2 = 12,5 ml

LBP (Na2CO3 anhidrat)  Timbang seksama asam Oksalat sebanyak 132,5 mg  Masukkan ke dalam erlenmeyer 100ml  larutkan dengan menggunakan 25 ml aqua dest bebas hingga larut sempurna.  Di buat sebanyak triplo (3x) Perhitungan : g = N x V x BE x BM = 25 x 0,1 x ½ x 106 = 132,5 mg

Data Penimbangan LBP
Mahasiswa 1 : Adelika Chandra Yahya Penimbangan 1 Zat yang ditimbang 147,50 mg Sisa zat di perkamen 0,70 mg Zat 146,80 mg Mahasiswa 2 : Agung Mulyawan Penimbangan 1 Zat yang ditimbang 145,5 mg Sisa zat di perkamen 0,5 mg Zat 145,0 mg Mahasiswa 3 : Ahmad Maulana Penimbangan 1 Zat yang ditimbang 134,10 mg Sisa zat di perkamen 0,60 mg Zat 133,50 mg

Penimbangan 2 141,60 mg 0,60 mg 141 mg

Penimbangan 3 145,20 mg 0,10 mg 145,10 mg

Penimbangan 2 142,60 mg 0,30 mg 142,30 mg

Penimbangan 3 140,70 mg 0,40 mg 140,30 mg

Penimbangan 2 133,00 mg 0,50 mg 132,50 mg

Penimbangan 3 136,40 mg 0,60 mg 135,80 mg

4

Mahasiswa 4 : Andy Anderson Penimbangan 1 Zat yang ditimbang 135,10 mg Sisa zat di perkamen 0,50 mg Zat 134,60 mg Mahasiswa 5 : Anisa Khoiriyani Penimbangan 1 134 mg 1,40 mg 132,60 mg

Penimbangan 2 139,90 mg 0,10 mg 139,80 mg

Penimbangan 3 142,20 mg 0,20 mg 142,00 mg

Zat yang ditimbang Sisa zat di perkamen Zat

Penimbangan 2 154,20 mg 0 mg 154,20 mg

Penimbangan 3 139 mg 0,10 mg 138,90 mg

Mahasiswa 6 : Bella Mutia sari Penimbangan 1 134,50 mg 2,20 mg 132,30 mg Penimbangan 2 134,80 mg 0,50 mg 134,3 mg Penimbangan 3 139 mg 29,30 mg 109,70 mg

Zat yang ditimbang Sisa zat di perkamen Zat

Sample Na2B4O7.10H2O  NaHCO3    Timbang 0,1325 mg Boraks Masukkan kedalam erlenmeyer (dibuat triplo) Larutkan dengan aqua dest (q.s)

Data Penimbangan Sampel
Mahasiswa 1 : Adelika Chandra Yahya Penimbangan 1 482,3 mg 1,3 mg 481 mg Penimbangan 2 482,7 mg 0,8 mg 481,9 mg Penimbangan 3 485,3 mg 0,9 mg 484,4 mg

Zat yang ditimbang Sisa zat di perkamen Zat

Mahasiswa 2 : Agung Mulyawan Penimbangan 1 480,80 mg 0,30 mg 480,50mg Penimbangan 2 483,80 mg 0,20 mg 483,60 mg
5

Zat yang ditimbang Sisa zat di perkamen Zat

Penimbangan 3 481,30 mg 0,30 mg 481,00 mg

Mahasiswa 3 : Ahmad Maulana Penimbangan 1 479,70 mg 0,50 mg 479,20 mg Penimbangan 2 478,40 mg 0,20 mg 478,20 mg Penimbangan 3 478,30 mg 0,30 mg 478,00 mg

Zat yang ditimbang Sisa zat di perkamen Zat

Mahasiswa 4 : Andy Anderson Penimbangan 1 494,40 mg 0,10 mg 494,30 mg Penimbangan 2 481,10 mg 0,14 mg 479,70 mg Penimbangan 3 485,20 mg 0,80 mg 484,40 mg

Zat yang ditimbang Sisa zat di perkamen Zat

Mahasiswa 5 : Anisa khoriyani Penimbangan 1 479,10 mg 1,50 mg 477,60 mg Penimbangan 2 483,10 mg 0,20 mg 482,90 mg Penimbangan 3 480,90 mg 1,00 mg 479,90 mg

Zat yang ditimbang Sisa zat di perkamen Zat

Mahasiswa 6 : Bella Mutia sari Penimbangan 1 487,50 mg 15 mg 472,50 mg Penimbangan 2 486,10 mg 1,80 mg 484,30 mg Penimbangan 3 481,70 mg 0,50 mg 481,20 mg

Zat yang ditimbang Sisa zat di perkamen Zat

5. Prosedur Pelaksanaan Prosedur Pembakuan  Isi buret dengan LBS (H2SO4 0,1 N) ad 50 ml  Timbang saksama Na2CO3 anhidrat, masukkan ke dalam erlenmeyer  Tambahkan aqua dest ad larut  Tambahkan indikator MM sebanyak 3 tetes  Titrasi dengan LBS (H2SO4 0,1N) ad warna merah muda  Lakukan titrasi sebanyak triplo (3X)  Hitung normalitas LBS yang sebenarnya

6

Data Pembakuan Adelika Chandra Yahya :
No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2CO3 Volume titran H2SO4 akhir Volume 26,00 ml 26,00 ml 25,00 ml 25,80 ml 25,00 ml 25,80 ml

146,80 mg

awal 0,00 0,00 0,00

141 mg 145,10 mg Perhitungan : - Normalitas 1 = Massa = BM x BE x V1 Massa = BM x BE x V2 Massa = BM x BE x V3

146,80 mg 106 x 1/2 x 26,00

= 0,1065 N

- Normalitas

2 =

141mg = 0,1064 N 106 x 1/2 x 25,00 141,50 mg = 0,1035 N 106 x 1/2 x 25,80

- Normalitas 3 =

Normalitas rata-rata = 0,1065N + 0,1064 N + 0,1035 N = 0, 1054 N 3 Data Pembakuan Agung Mulyawan : No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2CO3 145,00 mg 142,30 mg 140,30 mg awal 0,00 0,00 0,00 Volume titran H2SO4 akhir 24,30 ml 23,50 ml 23,00 ml Volume 24,30 ml 23,50 ml 23,00 ml

Perhitungan : - Normalitas 1 = Massa BM x BE x V1 Massa BM x BE x V2 Massa BM x BE x V3 = 145,00 106 x 1/2 x 24,30 142,30 106 x 1/2 x 23,50 140,30 106 x 1/2 x 23,00 = 0,1125 N

- Normalitas

2 =

=

= 0,1023 N

- Normalitas 3 =

=

= 0,1150

Normalitas rata-rata =

0,1125 + 0,1023 + 0,1150 3
7

= 0,1099

Data Pembakuan Ahmad Maulana : No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2CO3 479,20 mg 478,20 mg 478,00 mg Volume titran H2SO4 akhir Volume 20,00 ml 20,00 ml 19,70 ml 19,70 ml 20,30 ml 20,30 ml

Awal 0,00 0,00 0,00

Perhitungan : - Normalitas 1 = Massa BM x BE x V1 Massa = BM x BE x V2 Massa = BM x BE x V3 133,50 mg 106 x 1/2 x 20,00 132,50 mg 106 x 1/2 x 19,70 135,80 mg 106 x 1/2 x 20,30 = 0,1259 N

- Normalitas

2 =

= 0,1269 N

- Normalitas 3 =

=

0,1262 N

Normalitas rata-rata =

0,1259 + 0,1269 + 0,1262 3

=

0,1263 N

Data Pembakuan Andy Anderson : No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2CO3 494,30 mg 479,70 mg 484,40 mg Volume titran H2SO4 akhir Volume 25,00 ml 25,00 ml 25,00 ml 25,00 ml 24,90 ml 24,90 ml

Awal 0,00 0,00 0,00

Perhitungan : - Normalitas 1 = Massa BM x BE x V1 Massa = BM x BE x V2 134,60 mg 106 x 1/2 x 25,00 ml 139,80 mg 106 x 1/2 x 25,00 = 0,1015 N

- Normalitas

2 =

= 0,1055 N

8

- Normalitas 3 =

Massa = BM x BE x V3

142,00 mg 106 x 1/2 x 24,90

= 0,1076 N

Normalitas rata-rata =

0,1015+0,1055+0,1076 3

= 0,1048 N

Data Pembakuan Anisa Khoiriyani : No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2CO3 132,60 mg 154,20 mg 138,90 mg Volume titran H2SO4 akhir Volume 20,60 ml 20,60 ml 23,70 ml 23,70 ml 22,30 ml 22,30 ml

Awal 0,00 0,00 0,00

Perhitungan : - Normalitas 1 = Massa BM x BE x V1 Massa = BM x BE x V2 Massa = BM x BE x V3 132,60 mg 106 x 1/2 x 20,60 154,20 mg 106 x 1/2 x 23,70 138,90 mg 106 x 1/2 x 22,30 = 0,1214 N

- Normalitas

2 =

= 0,1227 N

- Normalitas 3 =

= 0,1175 N

Normalitas rata-rata =

0,1214 N + 0,1227 N + 0,1175 N 3

= 0,1205 N

Data Pembakuan Bella Mutia Sari : No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2CO3 132,30 mg 134,30 mg 109,70 mg Volume titran H2SO4 akhir Volume 20,50 ml 20,50 ml 21,70 ml 21,70 ml 26,00 ml 26,00 ml

Awal 0,00 0,00 0,00

Perhitungan : - Normalitas 1 = Massa = BM x BE x V1
9

132,30 mg = 0,1217 N 106 x 1/2 x 20,50

- Normalitas

2 =

Massa = BM x BE x V2 Massa = BM x BE x V3

134,30 mg = 0,1167 N 106 x 1/2 x 21,70 109,70 mg 106 x 1/2 x 26,00 = 0,0796 N

- Normalitas 3 =

Normalitas rata-rata =

0,1217 N + 0,1167 N + 0,0796 N 3

= 0,1060 N

Reaksi Pembakuan :  Na2CO3 + H2SO4  Na2SO4 + CO2 + H2O 1 mol Na2CO3 = 2H+ BE= 1/2

4.5.1 Prosedur Penetapan Kadar  Isi buret dengan LBS (NaOH 0,1 N) ad 50 ml  Tambahkan indikator PP sebanyak 3 tetes  Titrasi dengan LBS (NaOH) ad warna merah muda  Lakukan titrasi sebanyak triplo (3X)  Hitung kadar sampel tersebut Data Penetapan Adelika Chandra Yahya:
No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2B4O7.10H2O 481 mg 481,90 mg 484,40 mg Awal 0,00 0,00 0,00 Volume titran H2SO4 akhir 28,10 ml 28,60 ml 28,70 ml Volume 28,10 ml 28,60 ml 28,70 ml

 Perhitungan Penetapan Kadar Kadar I → mgek borax = mgek H2SO4 = VxN = 28,10 x 0,1054 = 2,9617 mg Massa = mgek x BE x BM = 2,9617 x ½ x 381,37 = 564,7 mg % kadar =
10

x 100 % = 117,4 %

Kadar 2

mgek borax = mgek H2SO4 = VxN = 28,60 x 0,1054 = 3,0144 mg Massa = mgek x BE x BM = 3,0144x ½ x 381,37 = 574,8 mg % kadar = 574,8 481,9 x 100 % = 119,28 %

Kadar 3

mgek borax

= mgek H2SO4 = VxN = 28,70 x 0,1054 = 3,0249 mg = mgek x BE x BM = 3,0249 x ½ x 381,37 = 576,80 mg

Massa

% kadar

= 576,80 484,4

x 100 % = 119,07 %

Kadar rata-rata = % I + % 2 + % 3= = 117,40% + 119,28% + 119,07% 3 3 Data Penetapan Agung Mulyawan :
No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2B4O7.10H2O 480,50 mg 483,60 mg 481,00 mg Awal 0,00 0,00 0,00 Volume titran H2SO4 akhir 28,50 ml 28,90 ml 28,30 mg Volume 28,50 ml 28,90 ml 28,30 mg

= 118,58%

 Perhitungan Penetapan Kadar Kadar I → mgek borax = mgek H2SO4 = VxN = 28,50 x 0,1099= 3,132 Massa = mgek x BE x BM = 3,132 x ½ x 381,37 = 597,25
11

% kadar =

x 100 % = 124,29 %

Kadar 2

mgek borax = mgek H2SO4 = VxN = 28,90 x0,1099 = 3,176 Massa = mgek x BE x BM = 3,176 x ½ x 381,37 = 607,63 mg % kadar = 607,63 x 100 % = 125,21 % 483,60 = mgek H2SO4 = VxN = 28,30 x 0,1099 = 3,110 mg = mgek x BE x BM = 3,110 x ½ x 381,37 = 593,06 mg % kadar = 593,06 x 100 % = 123,29 % 481,00

Kadar 3

mgek borax

Massa

Kadar rata-rata = % I + % 2 + % 3 = 124,29 % +125,21 %+123,29 % 3 3 Data Penetapan Ahmad Maulana :
No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2B4O7.10H2O Awal 0,00 0,00 0,00 Volume titran H2SO4 akhir Volume

= 124,26%

479,20 mg 478,20 mg 478,00 mg

24,00 ml
24,70 ml 24,50 ml

24,00 ml
24,70 ml 24,50 ml

 Perhitungan Penetapan Kadar Kadar I → mgek borax = mgek H2SO4 = VxN =24,00 x 0,1263 = 3,0132 mg Massa = mgek x BE x BM
12

= 3,0132 x ½ x 381,37 = 578,0043 mg % kadar = Kadar 2 x 100 % = 120 %

mgek borax = mgek H2SO4 = VxN = 24,7 x 0,1263 x 3,1196 mg Massa = mgek x BE x BM = 3,1196 x ½ x 381,37 = 594,8628 mg % kadar = 594,8628 x 100 % = 124 % 478,20 = mgek H2SO4 = VxN = 24,50 x 0,1263 = 3,0943 mg = mgek x BE x BM = 3,0943 x ½ x 381,37 = 590,0461 mg % kadar = 590,0461 x 100 % = 123 % 478,1 = 122,3 %

Kadar 3

mgek borax

Massa

Kadar rata-rata = % I + % 2 + % 3 = 120% + 124% + 123% 3 3 Data Penetapan Andy Anderson :
No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2B4O7.10H2O Awal 0,00 0,00 0,00

Volume titran H2SO4 akhir Volume

494,30 mg 479,70 mg 484,40 mg

25,50 ml
25,70 ml 25,60 ml

25,50 ml
25,70 ml 25,60 ml

 Perhitungan Penetapan Kadar Kadar I → mgek borax = mgek H2SO4 = VxN =25,50 x 0,1048 = 2,6724 mg Massa = mgek x BE x BM

13

= 2,6724 x ½ x 381,37 = 509,58 mg % kadar = Kadar 2 x 100 % = 103,09 %

mgek borax = mgek H2SO4 = VxN = 25,70 x 0,1048 = 2,6933 mg Massa = mgek x BE x BM = 2,6933 x ½ x 381,37 = 513,58 mg % kadar = 513,58 x 100 % = 107,06 % 483,60 = mgek H2SO4 = VxN = 25,60 x 0,1048 = 2,6828 mg = mgek x BE x BM = 2,6828 x ½ x 381,37 = 511,58 mg % kadar = 511,58 x 100 % = 105,61 % 481,00 = 105,25%

Kadar 3

mgek borax

Massa

Kadar rata-rata = % I + % 2 + % 3 = 103,09% + 107,06% + 105,61% 3 3 Data Penetapan Anisa :
No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2B4O7.10H2O 477,60 mg 482,90 mg 479,90 mg Awal 0,00 0,00 0,00 Volume titran H2SO4 akhir 25,50 ml 25,40 ml 25,00 ml Volume 25,50 ml 25,40 ml 25,00 ml

 Perhitungan Penetapan Kadar Kadar I → mgek borax = mgek H2SO4 = VxN =25,50 x 0,1205 = 3,0727 mg Massa = mgek x BE x BM

14

= 3,0727 x ½ x 381,37 = 585,92 mg % kadar = Kadar 2 x 100 % = 122,68 %

mgek borax = mgek H2SO4 = VxN = 25,40 x 0,1205 = 3,0607 mg Massa = mgek x BE x BM = 3,0607 x ½ x 381,37 = 583,62 mg % kadar = 583,62 x 100 % = 120,85 % 482,90 = mgek H2SO4 = VxN = 25,00 x 0,1205 = 3,0125 mg = mgek x BE x BM = 3,0125 x ½ x 381,37 = 574,43 mg % kadar = 574,43 x 100 % = 119,69 % 479,90 = 121,07%

Kadar 3

mgek borax

Massa

Kadar rata-rata = % I + % 2 + % 3 = = 122% + 120% + 119,69% 3 3

Data Penetapan Bella Mutia Sari :
No. 1. 2. 3. Massa titrat Na2B4O7.10H2O 472,50 mg 484,30 mg 481,20 mg Awal 0,00 0,00 0,00 Volume titran H2SO4 akhir 26,50 ml 27,00 ml 26,70 ml Volume 26,50 ml 27,00 ml 26,70 ml

 Perhitungan Penetapan Kadar Kadar I → mgek borax = mgek H2SO4 = VxN =26,50 x 0,1060 = 2,7136 mg
15

Massa

= mgek x BE x BM = 2,7136 x ½ x 381,37 = 517,4 mg

% kadar = Kadar 2

x 100 % = 109,5 %

mgek borax = mgek H2SO4 = VxN = 27,00 x 0,1060 = 2,862 mg Massa = mgek x BE x BM = 2,862 x ½ x 381,37 = 545,74 mg % kadar = 545,74 x 100 % = 112,6 % 484,30 = mgek H2SO4 = VxN = 26,70 x 0,1060 = 2,8302 mg = mgek x BE x BM = 2,8302 x ½ x 381,37 = 539,67 mg % kadar = 539,67 x 100 % = 112,1 % 481,20 = 111,4%

Kadar 3

mgek borax

Massa

Kadar rata-rata = % I + % 2 + % 3 = = 109,5% + 112,6% + 112,1% 3 3

Reaksi Penetapan Kadar :  Na2B4O7.10H20 + H2SO4  Na2SO4 + 4H2BO3 + 5H20 1 mol Na2B4O7.10H20 = 2 mol H+ ½ mol Na2B4O7.10H20 = 1 mol H+ (BE=1/2)

16

PEMBAHASAN Pada percobaan Asidimetri tersebut digunakan indikator Phenolftalein. Karena merupakan netralisasi asam lemah dengan basa kuat, dengan titik ekuivalen berada di daerah basa. Prinsip titrasi asam basa adalah terjadinya reaksi penetralan antara asam dengan basa atau sebaliknya, dimana ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OHdari basanya membentuk molekul air yang netral (PH = 7). Dalam konteks ini titrasi asam basa dapat dikatakan bahwa reaksi yang terjadi adalah reaksi penetralan antara pentiiter (titran) dan zat yang dititrasi (titrat). 

Berdasarkan rumus W = BM x BE x N x V, penimbangan berbanding lurus dengan volume. Semakin berat zat maka semakin besar volumenya. Tapi dalam percobaan ini ditemukan beberapa data yang tidak sesuai, hal ini disebabkan oleh : 1. Kecermatan dan Keseksamaan Kecermatan dinyatakan oleh hubungan antara hasil – hasil suatu penetapan atau nilai rata- ratanya dengan nilai sebenarnya. Makin dekat hasil tersebut dengan nilai yang sebenarnya, maka dikatakan makin tepat hasil penetapan tersebut. hasil – Keseksamaan dinyatakan oleh perbedaan – perbedaan yang ditunjukkan oleh dikatakan hasil – hasil penetapan itu makin teliti. 2. Kesalahan – Kesalahan Kesalahan – kesalahan dalam analisa kuantitatif dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :   Systematic Error kesalahan pada percobaan ini yaitu prosedur menyimpang, kalibrasi alat yang tidak tepat. Random Error kesalahan yang dilakukan : - Operational dan Personals error, yaitu: Tidak sesuai dengan prosedur praktik. - Instrumental dan Reagent error : kalibrasi tidak tepat. - Error of Methods : Reaksi yang tidak sempurna. Systematic Error dapat dikurangi dengan :

hasil penetapan apabila dilakukan berulang – ulang. Makin kecil perbedaan ini, maka

17

-

Mengkalibrasi alat – alat dan melakukan koreksi, misal : buret, pipet, anak timbangan, dsb.

-

Melakukan percobaan blanko. Melakukan kontrol dengan zat baku. Melakukan penetapan dengan metode lain. Melakukan penetapan paralel ( induplo / intriplo )

 Nilai rata – rata kadar boraks yang seharusnya yaitu tidak kurang dari 99.0 % dan tidak lebih dari 103.0 %, sehingga :       Mahasiswa 1 (Adelika Chandra Yahya) mempunyai kadar rata–rata adalah 118,58% . Berarti, kadar yang didapat tersebut tidak memenuhi persyaratan. Mahasiswa 2 (Agung Mulyawan) mempunyai kadar rata–rata adalah 124,26 % . Berarti, kadar yang didapat tersebut tidak memenuhi persyaratan. Mahasiswa 3 (Ahmad Maulana) mempunyai kadar rata–rata adalah 122,3 % . Berarti, kadar yang didapat tersebut tidak memenuhi persyaratan. Mahasiswa 4 (Andy Anderson) mempunyai kadar rata–rata adalah 105,25 % . Berarti, kadar yang didapat tersebut tidak memenuhi persyaratan. Mahasiswa 5 (Anisa Khoiriyani) mempunyai kadar rata–rata adalah 121,07 % . Berarti, kadar yang didapat tersebut tidak memenuhi persyaratan. Mahasiswa 6 (Bella Mutia Sari) mempunyai kadar rata–rata adalah 111,4 % . Berarti, kadar yang didapat tersebut tidak memenuhi persyaratan.

KESIMPULAN  Nilai Rata – Rata Normalitas H2SO4 Keseluruhan adalah 0,0944 N  Nilai Rata – Rata Kadar Boraks yang seharusnya yaitu tidak kurang dari 99.0 % dan tidak lebih dari 103.0 % .

18

DAFTAR PUSTAKA
1. Farmakope Indonesia edisi IV. 1995. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2. Farmakope Indonesia edisi III. 1979. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia 3. http/www.google.com/

19

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->