P. 1
Makalah Pemeliharaan Tanaman Kopi

Makalah Pemeliharaan Tanaman Kopi

1.0

|Views: 1,183|Likes:
Published by Andri Kurniawan

More info:

Published by: Andri Kurniawan on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2014

pdf

text

original

Resume Makalah Pemeliharaan Tanaman Kopi

OLEH :
-

Andri Kurniawam Adi Dwi Cahyono Ahmad Mejison Endra sanjaya Rohani

-

JURUSAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA SAMARINDA

juga melengkapi keperluan hidup kita dengan bahan sandang dan papan serta bahan untuk keperluan hidup lainnya. Secara tidak langsung tumbuhan berguna untuk mengatur tata air dalam tanah dan mempertahankan kesuburan tanah terhadap bahaya erosi. maka dunia kita menghadapi berbagai kesulitan untuk memenuhi keperluan hidup dan memberi kesejahteraan penduduk dunia. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan sudah makin terbatasnya areal yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman yang berguna. Selain tumbuhan dapat menghasilkan bahan pangan bagi rnanusia dan mahluk lainnya. Dengan demikian dapat dipahami akan ketergantungan kehidupan kita akan tumbuhan.2010 / 2011 PENDAHULUAN Kehidupan mahluk di dunia ini selalu tergantung dari dunia tumbuhan secara langsung maupun tidak langsung. Tumbuhan dapat memanfaatkan sumber energi matahari dan mengolahnya bersama. . zat-zat lainnya menjadi zat makanan yang sangat berguna untuk mahluk hidup. Selain itu sebagai akibat proses asimilasi maka tumbuhan dapat mengisi kekurangan atmosfir akan zat oksigen.

1. Perkembangan dan pertumbuhan tanaman kopi memerlukan zat makanan.Pemeliharaan Tanaman Kopi Secara ekonomis pertumbuhan dan produksi tanaman kopi sangat tergantung pada atau dip engaruhi oleh keadaan iklim dan tanah. Penyiangan 1) Membersihkan gulma di sekitar tanaman kopi. Setelah persyaratan tersebut dapat dipenuhi. . 3) Untuk tanaman dewasa dilakukan 2 x setahun B. ini dapat diberikan melalui penambahan pupuk kedalam tanah. Pemupukan. Kebutuhan pupuk. Kebutuhan pokok lainnya yang tak dapat diabaikan adalah mencari bibit unggul yang produksinya tinggi dan tahan terhadap hama dn penyakit. 2) Penyiangan dapat dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah. suatu hal yang juga penting adalah pemeliharaan. A. sep erti: pemupukan. pemangkasan. dan pemberantasan hama dan penyakit.

Umur 10 thn keatas : 500 gr Urea. dan 100 gr KCL. dan 320 gr KCL. .Banyaknya pupuk yang diberikan tergantung dari kesuburan tanah dan umur tanaman. 150 gr TSP. Memperbaiki kondisi tanaman. Umur 2 tahun : 100 gr Urea. 200 gr TSP. dan 40 gr KCL. disamping itu tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. misalnya: . b.Temperatur tinggi dan rendah. Manfaat pupuk. dan 80 gr KCL.Pembuahan yang terlalu lebat dan sebagainya. Umur 5-10 tahun : 300 gr Urea. 2. Pemupukan tanaman secara optimal dan teratur menjadikan tanaman kopi memiliki daya tahan yang lebih besar yang tidak mudah dipengaruhi keadaan yang ekstrim. Umur 3 tahun : 150 gr Urea. dan 240 gr KCL.Kekurangan air. yang diberikan masing-masing setengah dari dosis. Umur 4 tahun : 200 gr Urea. . 40 gr TSP. Meningkatkan Produksi dan Mutu Buah. . dan 100 gr KCL. Pemupukan dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan. 80 gr TSP. 100 gr TSP. 100 gr TSP. Dosis pemupukan kopi per pohon adalah : Umur 1 tahun : 50 gr Urea. a.

yaitu: .Rendemen lebih tinggi sehingga biaya pemetikan lebih rendah. .Buatlah lubang di sekeliling pohonnya dan masukkan pupuk pada lubang tersebut sesuai dengan dosisnya. namun produksi tersebut akan turun sampai 40% pada tahun berikutnya.Jumlah cabang buah menjadi lebih banyak sehingga jumlah buah lebih banyak. Tanaman kopi mempunyai sifat bahwa pada suatu saat produksinya tinggi. . 3.Pemupukan pada tahun pertama berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif.Cabang-cabang buah menjadi lebih panjang. Mempertahankan Produksi. Cara Pemupukan. c.Biji kopi menjadi lebih besar/mutu lebih baik.Pemberian pupuk Urea harus ditutup dengan tanah . . Pertanaman yang dipupuk secara teratur penurunan hasil dapat ditetapkan sekitar 20%. . . Makin buruk kondisi tanaman makin besar prosentase penurunan hasilnya.

Bila menggunakan lamtoro sebagai pelindung.C. 4. di perjarang sehingga diperoleh perbandingan 1 . guna mengatur keluarnya bunga. perbandingannya dengan kopi adalah 1 : 2 dan bila kopi telah dewasa. Tinggi percabangan pohon pelindung. Oleh karena itu. diusahakan dua kali tinggi pohon kopi. Pengaturan pohon pelindung Tanaman kopi sangat memerlukan naungan. tanaman pelindung perlu diatur baik jumlahnya maupun bentuknya. .

. Penanaman Penaung Tanaman Kopi Ditanami minimal satu tahun sebelum penanaman tanaman kopi. .Untuk komplek-komplek nematoda dipakai Crotalaria.Jenis tanaman penaung sementara yang banyak dipakai adalah Moghania macrophylla (Flemingia congesta).Moghania cocok untuk tinggi tempat 700 m dpl ke bawah. .1. Syarat-syarat Pohon Penaung . Penaung Sementara Tanaman Kopi . . .Termasuk leguminosa dan berumur panjang dan berumur panjang.Memiliki percabangan yang mudah diatur. .000 m dpl ke atas sebaiknya dipakai Tephrosia atau Crotalaria.Untuk daerah 1. . a. Crotalaria spp.Ukuran daun relatif kecil tidak mudah rontok dan memberikan cahaya diffus.Tidak menjadi inang hama-penyakit kopi. . Tephrosia spp.Memiliki perakaran yang dalam.Menghasilkan banyak bahan organik. .

5 m kemudian setelah besar secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 10 m x 10 m. Penaung Tetap Tanaman Kopi . sengon (Albizia sp). b. (khususnya untuk lahan-lahan datar/landai).Naungan sementara ditanam dalam barisan dengan selang jarak 2-4 m atau mengikuti kontur. . dan penggunaan tanaman penaung produktif.Digunakan untuk meningkatkan produktivitas lahan.Sengon digunakan pada daerah kering dan tinggi (1. nilai ekonomi dan iklim mikro yang ada.000-1. .500 m dpl).Dilakukan dengan pengusahaan tanaman semusim.Cemara banyak digunakan di Irian Jaya dan Timor-Timur untuk daerah tinggi di atas 1. . c. dadap (Erythrina sp). setelah besar secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 4 m x 5 m.5 m. Tumpangsari (Intercropping) . . serta menjamin kelangsungan pendapatan.500 m dpl. Gliricidia dan cemara (Casuarina). Ditanam dengan jarak 2 m x 2. .Jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan petani.Lamtoro tidak berbiji dapat diperbanyak dengan cangkokan atau okulasi.. ditanam dengan jarak 2 m x 2. peluang pasar. . seperti banyak dijumpai di Timor-Timur. mengurangi resiko usaha tani.Pohon penaung tetap yang banyak dipakai di Indonesia adalah lamtoro (Leucaena spp).

2) Pohon Penaung Produktif . kacang-kacangan dan umbi-umbian.Tanaman semusim yang banyak diusahakan antara lain adalah jenis hortikultura (kubis. .1) Tumpangsari Tanaman Semusim Dengan Kopi .Diusahakan selama masa persiapan lahan dan selama tanaman kopi belum menghasilkan (tajuk kopi belum saling menutup) atau selama iklim mikro masih memungkinkan.Pohon produktif yang banyak dipakai untuk kopi antara lain Macadamia dan jeruk keprok. .Limbah tanaman semusim dimanfaatkan untuk pupuk hijau atau mulsa tanaman kopi.Untuk pengusahaan yang bersifat lebih permanen pada lahan datar dapat dilakukan dengan sistem budidaya lorong (alley cropping). .Tidak menimbulkan pengaruh allelopati. Palawija (jagung). dan cabe). Pada tiap 3-5 barisan kopi disediakan lorong dengan Iebar 8 m untuk tanaman tumpangsari.Tanaman jagung yang mempunyai pertumbuhan tinggi dapat juga berfungsi sebagai penaung sementara yang efektif. . wortel. . Untuk kopi robusta antara lain petai.Bukan inang hama penyakit utama kopi. kentang. tomat. daun berukuran kecil atau sempit memanjang agar dapat memberikan cahaya diffus dengan baik. .Pohon penaung produktif ditanam dengan jarak ± 10 m x 10 m tergantung ukuran besarnya tajuk tanaman. jengkol dan kelapa.Dipilih yang memiliki kanopi tidak terlalu rimbun. . . .

Memperlancar peredaran udara. Pemangkasan Bentuk. petai dan jengkol ditanam dengan jarak 5 m x 5 m. pemangkasan produksi dan pemangkasan rejuvenasi (peremajaan) 1..Jeruk keprok ditanam dengan jarak 6 m x 8 m atau 8 m x 8 m. . .Mempermudah masuknya cahaya kedalam tubuh tanaman. guna merangsang pembentukan bunga. Pemangkasan Kopi Tujuan pemangkasan kopi adalah untuk: . Sistim pemangkasan kopi ada 2 macam yaitu pemangkasan berbatang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda.Agar tanaman tidak terlalu tinggi .Membuang cabang-cabang yang terserang hama atau penyakit. . Pemangkasan ini dapat dilakukan dengan: a. D. Pemenggalan pucuk pohon. Sistim ini mengarah pada pengaturan peremajaan tanaman dengan hanya menumbuhkan satu batang utama untuk membentuk cabang-cabang yang meliputi pemangkasan bentuk.Membuang cabang-cabang tua yang tidak produktif lagi. kemudian secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 10 m x 10 m. . Sistim pemangkasan yang umum dipraktekkan adalah sistim pemangkasan berbatang tunggal. .Memperoleh cabang buah yang baru. Macadamia.

5 m dari permukaan tanah.Pemangkasan dilakukan kira-kira 6080 cm di atas tanah. .51. . . Pemangkasan Produksi. b.Memangkas cabang balik yang tidak menghasilkan buah. Pemangkasan cabang primer. pada jarak 23 ruas dari batang. 2.Dilakukan agar tanaman tidak membentuk payung.Pemangkasan dilakukan pada akhir musim kemarau..8-2.Untuk mendorong pembentukan cabang sekunder.Kopi Arabika dipangkas setinggi 1.8 m. Pemangkasan ini antara lain meliputi: . .Membuang tunas wiwilan (tunas air) yang tumbuh keatas. . .Agar pertumbuhan cabang-cabang samping menjadi lebih kuat dan panjang. sedangkan kopi Robusta setinggi 1. agar pertumbuhan cabang-cabang baik dan kuat. kemudian secara berturut-turut dilakukan pada cabang primer di atasnya. .

karena telah berbuah 2-3 kali. Dikerjakan setelah panen pada awal musim hujan dengan cara: .Memangkas cabang sekunder yang telah tua. . untuk mempermuda/peremajaan dan memperbaiki mutu bahan tanaman.Memangkas cabang-cabang yang terserang oleh hama dan penyakit.. produksinya rendah. . 3.Memangkas cabang-cabang tua yang tidak produktif lagi. Pemangkasan Pemangkasan Rejuvinasi. Dilakukan terhadap tanaman tua.

. Untuk menghindari persaingan antara tanaman penutup dengan tanaman utama.Dari beberapa tunas yang tumbuh pilih 1-2 tunas yang pertumbuhannya baik dan dipelihara sebagai batang utama atau bahan sambungan. . dan untuk menghindari dilakukannya penyiangan yang intensif. . dapat dilakukan penyiangan melingkar (ring weeding). . Penyiangan intensif dapat menyebabkan tergerusnya lapisan atas tanah.Batang dipotong miring Utara-Selatan setinggi 30-50 cm.Bekas potongan diolesi dengan ter atau aspal untuk mencegah serangan hama dan penyakit. sebagai sumber pupuk organik. .Setelah cukup besar dapat disambung dengan jenis yang baik kemudian dipelihara.Tanah sekeliling tanaman dicangkul dan diberi pupuk. E. Tanaman Penutup Manfaat tanaman penutup tanah Tanaman penutup berfungsi untuk menahan dan mengurangi daya rusak butir-butir hujan dan aliran permukaan. .

Nematoda Parasit Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis merupakan nematoda endoparasit yang berpindah-pindah. dan tanaman legum menjalar lainnya. (c) tumbuh cepat dan banyak menghasilkan daun. (f) mampu menekan pertumbuhan gulma. Daur hidup P..similis sekitar 1 bulan. F. Hama . kekeringan. Centrosema pubescens. dan injakan. penyakit. . Pengendalian Hama Penyakit 1. resisten terhadap hama. Beberapa jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai tanaman penutup tanah di lahan perkebunan antara lain: Arachis pintoii. dan (h) tidak mempunyai sifat-sifat yang mengganggu seperti duri dan sulur-sulur yang membelit. (d) tidak mensyaratkan tingkat kesuburan yang tinggi. (g) tidak akan berubah menjadi gulma. (e) toleran terhadap pemangkasan. Mucuna sp.coffeae sekitar 45 hari dan R. (b) sistem perakaran tidak menimbulkan kompetisi dengan tanaman utama. naungan. Calopogonium muconoides.Kriteria tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman penutup tanah Tanaman yang digunakan sebagai tanaman penutup memerlukan persyaratan berikut: (a) mudah diperbanyak.

Digunakan sebagai batang bawah misalnya kopi ekselsa (Coffeae exelsa). Untuk nematisida sistemik dan kontak a. panjang yang betina sekitar 2 mm dan yang jantan 1.3 mm. prapupa 2 hari dan stadium pupa 4 – 9 hari. umur stadium telur 5 – 9 hari. Pengendalian di pembibitan: Disarankan menggunakan cara kimiawi yaitu dengan fumigasi media bibit menggunakan fumigan pra tanam.5 l / tanaman) dan etoprofos (Rhocap 10G . daun menguning dan gugur.09 dan kopi robusta klon BP 961. misalnya Basamid G dan Vapam L. Pengendalian di pertanaman: Penggunaan jenis kopi tahan nematoda parasit.0% dan dengan dosis 250 ml/bibit. Masa perkembangan dari telur sampai dewasa 25 – 35 hari.0% 1 – 2. Rhocap 10G dan Rugby 10G. Lama stadium larva 10 – 26 hari. Pada serangan berat tanaman akhirnya mati.l. Telur diletakkan dalam buah kopi yang bijinya mulai mengeras. Bagian akar akar serabut membusuk.Vydate diaplikasikan dengan cara disiramkan pada bibit dengan konsentrasi 1. Lama hidup serangga betina rata-rata 156 hari dan serangga jantan maksimum 103 hari.Gejala: Tanaman kopi yang terserang kelihatan kerdil. Aplikasi diulang tiap tiga bulan. Cara kultur teknis: pembukaan lubang tanam. karbofuran (Curaterr 3G–35 g / tanaman). . klon Bgn 121. Gejala: .25 g / tanaman). Pengendalian kimiawi: Beberapa nematisida sistemik maupun kontak yang disarankan a. Hypothenemus hampei (Coleoptera.l. oksamil (Vydate 100 AS 1. rotasi tanaman dan pembuatan parit barier.Penggerek Buah Kopi Serangga dewasa penggerek buah kopi atau bubuk buah kopi (BBK). bunga premature dan banyak yang kosong. berwarna coklat atau hitam. Vydate 100 AS. Pertumbuhan cabang-cabang primer terhambat sehingga hanya menghasilkan sedikit bunga. Scolytidae) berwarna hitam kecoklatan.: Curaterr 3G.

5 kg biakan padat per hektar selama tiga kali aplikasi per musim panen. selanjutnya buah juga direndam dalam air panas.Serangga BBK masuk ke dalam buah kopi dengan cara membuat lubang di sekitar diskus. Pengendalian secara biologi: Menggunakan parasitoid Cephalonomia stephanoderis dan jamur patogen (Beauveria bassiana). merupakan penyakit utama pada tanaman kopi arabika. lelesan dan racutan direndam air panas 5 menit. Pengaturan naungan untuk menghindari kondisi pertanaman terlalu gelap yang sesuai bagi perkembangan BBK. Aplikasi B. Di bagian ini terbentuk tepung berwarna jingga cerah (oranye) dan tepung dan ini adalah uredospora jamur H. Penggunaan tanaman yang masak serentak : Varietas USDA 230731 dan USDA 230762. Penyakit Tanaman Kopi . yaitu mengawali panen dengan memetik semua buak masak yang terserang bubuk 15 –30 hari menjelang panen besar. et. Serangan pada buah muda menyebabkan gugur buah. meliputi tindakan : Petik bubuk. Pengendalian: Pengendalian secara kultur teknis: Memutus daur hidup BBK. yaitu pemungutan buah kopi yang jatuh di tanah baik terhadap buah terserang maupun buah tidak terserang. Semua buah hasil petik bubuk. Racutan / rampasan. vastatrix Bercak yang sudah tua .bassiana dianjurkan dengan dosis 2. 2.Penyakit Karat Daun Penyakit karat daun yang disebabkan oleh patogen Hemileia vastatrix B. Tanaman sakit ditandai oleh adanya bercak-bercak berwarna kuning muda pada sisi bawah daunnya. Lelesan. yaitu memetik seluruh buah yang ada di pohon pada akhir panen. Br. serangan pada buah yang cukup tua menyebabkan biji kopi cacat berlubang-lubang dan bermutu rendah. kemudian berubah menjadi kuning tua.

Gejala: Serangan dapat terjadi pada daun maupun pada buah. Delsene MX 200 0.35%. sedangkan pada kopi arabika penyakit ini menjadi masalah utama. yaitu menanam jenis-jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333. Pengendalian: Secara kultur teknis.2%.2%.2% formulasi. akhirnya tanaman mati. Pembusukan pada bagian yang berbecak dapat sampai ke biji sehingga dapat menurunkan kualitas. penyakit ini tidak menjadi masalah. Pada buah yang terserang timbul bercak berwarna coklat. dengan memberi naungan yang cukup. Daun-daun yang terserang parah kemudian gugur dan tanaman menjadi gundul. -Penyakit Bercak Daun Cercospora Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora coffeicola B. Pada daun yang sakit timbul bercak. biasanya pada sisi yang lebih banyak menerima cahaya matahari. S 288 dan S 795. dan kering. Pada kopi robusta. Dithane M 45 80 WP 0.et Cke. melalui penyemprotan dengan Bavistin 50 WP 0. Cupravit OB 21 0.berwarna coklat tua sampai hitam. .coffeicola mempunyai konidium berbentuk gada. C. dan pengendalian dengan Fungisida Dithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air. Konidia dibentuk pad permukaan bercak. pemupukan berimbang dan pengurangan kelembaban kebun melalui pemangkasan dan pengendalian gulma. mula-mula berwarna kuning tapi bercak dikelilingi halo berwarna kuning. berbentuk seperti tepung berwarna abu-abu. ukurannya ada yang pendek dan ada juga yang panjang. Cara pengendalian penyakit sementara ini dilakukan dengan dua cara. Tanaman yang demikian menjadi kehabisan cadangan pati dalam akar-akar dan rantingrantingnya. Secara kimiawi.

Serangan dapat terjadi pada cabang yang di bawah. berbentuk seperti jala berwarna putih perak. berupa lapisan hifa tipis. biasanya dibentuk pad sisi bawah cabang atau sisi cabang yang agak ternaung. . batang atau cabang yang sakit dipotong. Stadium sarang laba-laba. Stadium kortisium berupa lapisan kerak berwarna merah jambu.4% formulasi. sisa cabang atau batang yang dipotong dan cabang-cabang di sekitarnya diolesi dengan fungisida Calixin RM atau Copper Sandoz. tengah maupun di ujung pohon. bagian yang sakit cukup diolesi dengan fungisida Calixin RM atau Copper Sandoz 0. Apabila serangannya sudah lanjut. apabila serangannya masih awal. Gejala: Cabang atau ranting yang terserang layu mendadak.Penyakit Jamur Upas Penyakit jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor B. C.et Br. Basidium berbentuk gada pada ujungnya terbentuk empat sterigmata yang mendukung basidiospora. terdiri atas lapisan himenium. Pengendalian: Batang atau cabang sakit yang ukurannya masih kecil (diameter < 1 cm) dipotong 10 cm di bawah pangkal di bagian yang sakit. bahkan dapat terjadi pada batang. Stadium nekator terdapat pad cabang yang tidak terlindung. Stadium nekator berupa bintil-bintil kecil berwarna orange kemerahan merupakan sporodokhia jamur upas. Batang atau cabang sakit yang ukurannya sudah cukup besar. Potongan-potongan batang dan cabang yang sakit dikumpulkan kemudian dibakar. Stadium bongkol berupa gambaran hifa berwarna putih biasanya dibentuk pada lentisel atau pada celah-celah.salmonicolor mempunyai basidium yang tersusun parallel pada stadium kortisium.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->