MENGAPA GURU/DOSEN PERLU MENGUASAI KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR?

Menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, terutama Pasal 1, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sementara itu, tenaga pendidik adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan munculnya UU ini guru/dosen sudah diakui sebagai tenaga professional setara dengan profesi lain. Yang dimaksud profesional di sini adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi Karena sebagai tenaga professional, maka seorang pendidik harus mempunyai kompetensi tertentu disyaratkan. Kompetensi yang dimaksud adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh tenaga pendidik dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Menurut UU seorang pendidik harus mempunyai empat kompetensi, yaitu pedagogis, kepribadian, sosial, dan professional. Kompetensi pedagogis adalah kemampuan seorang pendidik mengelola pembelajaran peserta didik, kompetensi kepribadian adalah kemampuan (9 Komponen Dasar Mengajar) kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik, kompetensi sosial adalah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama pendidik, teman sejawat, dan masyarakat sekitar, sementara kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Secara eksplisit empat kompetensi ini agaknya hanya ditekankan bagi seorang guru, namun sebenarnya juga berlaku bagi seorang dosen. Bahwa siapa pun yang akan menjadi tenaga pendidik, dosen ataupun guru, seharusnya mempunyai empat kompetensi di atas. Meskipun demikian, penerapan kompetensi tersebut antara guru dan dosen berbeda sebab peserta didik dan konteksnya berbeda. Bagi dosen kompetensi tersebut harus diwujudkaan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu dharma pendidikan daan pengajaran, dharma penelitian, dan dharma pengabdian kepada masyarakat. Jika ditelisik lebih

jauh kita dapat menempaatkan kompetensi pedagogis pada dharma pertama, yaitu pendidikan dan pengajaran; kompetensi kepribadian dan sosial pada tiga dharma sekaligus; dan kompetensi professional pada dharma pertama dan kedua. Tulisan ini relevan dengan kompetensi pedagogis yang harus dimiliki seorang tenaga pendidik. Bahwa setiap tenaga pendidik harus mempunyai kemampuan

menyampaikan materi yang dimiliki kepada peserta didik secara tepat. Untuk itu, pemahaman tentang konsep pendidikan, belajar dan psikologi orang dewasa perlu dimiliki seorang tenaga pendidik. Sebab, kita mungkin sering mendengar ada seorang tenaga pendidik yang sangat diakui keilmuannya namun ketika mengajar di kelas sama sekali tidak dipahami oleh peserta didik. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan hal ini, yaitu peserta didik yang di bawah standar atau tenaga pendidik yang tidak memahami audiens. Dalam ilmu pendidikan, kemungkinan yang kedua lebih menjadi penyebab utama. Bahwa seorang tenaga pendidik seharusnya lebih mengenal peserta didik dan tahu cara bagaimana menyampaikan materi secara tepat. Bertolak dari kasus tersebut, sudah seharusnya seorang tenaga pendidik dan calon tenaga pendidik mempunyai kemampuan pedagogis agar apa yang disampaikan di kelas dapat dipahami oleh peserta didik yang pada akhirnya dapat mencerahkan mereka. Kemampuan pedagogis yang dimaksud di sini antara lain terkait dengan metode pembelajaran, teknik mengelola kelas, menggunakan media, teknik mengevaluasi sampai melakukan refleksi proses pembelajaran. Yang perlu kita pahami bersama adalah bahwa mengajar adalah bukan sekedar proses penyampaian atau penerusan pengetahuan. Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks, yaitu (9 Komponen Dasar Mengajar) penggunaan secara `integratif sejumlah keterampilan untuk menyampaikan pesan. Pengintegrasian keterampilan-keterampilan yang dimaksud dilandasi oleh seperangkat teori dan diarahkan oleh suatu wawasan. Sedangkan aplikasinya secara unik dalam arti secara simultan dipengarhi oleh semua komponen belajar-mengajar. Komponen yang dimaksud yaitu tujuan yang ingin dicapai, pesan yang ingin disampaikan, subjek didik, fasilitas dan lingkungan belajar, serta yang tidak pentingnya keterampilan, kebiasaan serta wawasan tentang diri dan misi seorang guru/dosen sebagai pendidik. Kompetensi dasar mengajar dalam tulisan ini lebih dimaksudkan sebagai pengetahuan dasar pembelajaran yang perlu dipahami seorang tenaga pendidik. Sebagai sebuah kemampuan minimal, maka seorang tenaga pendidik harus mampu melakukan inovasi dan kreatifitas dalam pembelajaran. Terlebih bahwa jika yang dihadapi adalah manusia dewasa yang sudah mempunyai pengetahuan dan kemandirian berpikir

meskipun masih perlu pendampingan dan mitra belajar. Untuk itu, semangat terus belajar dan menambah wawasan tentang kependidikan harus dilakukan seorang tenaga pendidik, apa pun pelajaran/matakuliah yang diampu dan apa pun latar belakang pendidikannya, termasuk tenaga pendidik yang berlatar belakang kependidikan. Sesudah membaca tulisan ini Anda diharapkan memahami keterampilan dasar mengajar mulai dari keterampilan membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, melontarkan pertanyaan, memberikan penguatan, mengelola diskusi, dan

menggunakan media. Bagi yang sudah memahami, tulisan ini diharapkan dapat menyegarkan kembali pengetahuan Anda tentang keterampilan dasar ketika melakukan proses pembelajaran di kelas. Sementara bagi yang belum mempraktikkan, Anda perlu mencoba mempraktikkan berbagai jenis keterampilan yang ada. Ingat, dalam hal metode, praktik lebih penting!

KETERAMPILAN BERTANYA A. Pengantar Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang keterampilan dasar bertanya yang mencakup pengertian, tujuan, komponen dalam bertanya dan prinsip bertanya. Agaknya, bertanya bukan persoalan sepele, sebab ada beberapa ketentuan yang perlu kita cermati agar bertanya lebih punya makna. B. Pengertian Menurut Brown bertanya adalah setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan (9 Komponen Dasar Mengajar) ilmu pada diri peserta didik. Cara untuk mengajukan pertanyaan yang berpengaruh positif bagi kegiatan belajar peserta didik merupakan suatu hal yang tidak mudah. Oleh sebab itu, sebagai pendidik kita hendaknya berusaha agar memahami dan menguasai penggunaan keterampilan dasar mengajar bertanya. Keterampilan dasar mengajar bertanya dapat kita kelompokkan menjadi dua tingkatan, yaitu keterampilan dasar mengajar bertanya tingkat dasar dan keterampilan dasar mengajar tingkat lanjut. Keterampilan dasar mengajar bertanya tingkat dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Sementara itu, keterampilan dasar mengajar dasar bertanya tingkat lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan dasar mengajar bertanya tingkat dasar, dan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik,

memperbesar partisipasi mereka dan mendorong mereka agar dapat mengambil inisiatif sendiri.

C. Tujuan Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya perlu kita pelajari sebagai pendidik sebab ada banyak tujuan kita mempunyai jenis keterampilan ini, yaitu: 1. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu peserta didik terhadap suatu masalah yang sedang dibicarakan. Dengan memberikan pertanyaan kita akan dapat menarik minat peserta didik dalam perkuliahan. Terlebih jika pertanyaan yang kita berikan tidak sembarangan, alias memerlukan pemikiran dan renungan mendalam karena cukup pelik dan tidak dapat dilihat secara hitam putih. Untuk memancing rasa ingin tahu peserta didik kita perlu memilih pertanyaan terkait dengan isu-isu baru yang lagi in dan sesuai dengan dunia peserta didik. 2. Memusatkan perhatian siswa pada suatu masalah yang sedang dibahas. Dengan bertanya kita dapat menarik perhatian siswa terhadap satu persoalan. Kita dapat mempersiapkan berbagai jenis pertayaan yang relevan dengan topic perkuliahan yang kita sampaikan. Ada trik tertentu agar semua peserta didik fokus ke pertanyaan. Sebagai contoh, di tengah kita sedang menjelaskan topik secara tiba-tiba kita lemparkan sebuah gulungan kertas yang sudah kita siapkan kepada salah seorang peserta didik yang kita anggap kurang memperhatikan. Peserta didik yang kita lempar itu langsung kita berikan pertanyaan terkait (9 Komponen Dasar Mengajar) dengan topic. Biasanya peserta didik lainnya akan diam dan semua focus ke kejadian ini dan juga ke pertanyaan yang kita ajukan. Ini sebagai bagian dari shock therapy. Pada pertemuan berikutnya biasanya sudah berkurang orang yang tidak memperhatikan perkuliahan. 3. Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat peserta didik dalam belajar. Dengan melontarkan pertanyaan kita akan mengetahui sejauhmana pemahaman peserta didik tentang topic perkuliahan. Jika sudah paham, kita dapat meneruskan topik perkuliaha berikutnya, namun jika belum paham kita dapat mengulangi pembahasan atau mendiskusikan lebih jauh, atau mengulangi lagi pada pertemuan berikutnya. Selain itu, jika peserta didik belum paham terhadap materi perkuliaha kita dapat segera mengidentifikasi berbagai penyebabnya sehingga akan kita tawarkan solusinya.

Pertanyaan guru harus diungkapkan secara jelas dan singkat dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh peserta didik sesuai dengan taraf perkembangannya. mereka dibiasakan mengemukakan pendapat di muka umum. Mendorong siswa mengemukakan pendapat dalam diskusi. 7. 5. Dengan kita berikan pertanyaan kepada seluruh anak. Pemberian acuan Sebelum memberikan pertanyaan. jika terjadi perbedaan pandangan mereka akan dilatih menghargai pandangan orang lain. yaitu antara tingkat dasar dan tingkat lanjut. Mengembangkan cara belajar siswa aktif. Di samping itu. Dengan pertanyaan kita dapat melatih peserta didik melakukan proses seleksi pengethuan untuk menjawab persoalan yang kita ajukan.4. komponen tersebut tergantung pada tingkatannya. kadang-kadang kita perlu memberikan acuan berupa pernyataan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari peserta didik. keterampilan dasar mengajar bertanya juga memiliki beberapa komponen. (9 Komponen Dasar Mengajar) a. Contoh: apakah perbedaan antara model pendidikan pedagogi dengan andragogi? b. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasikan informasi Dengan kita memberikan pertanyaan sebenarnya menuntut peserta didik merenungkan kembali informasi dan pengetahuan yang telah diperoleh. Penggunaan pertanyaan secara jelas dan singkat. Ini berarti kegiatan bertanya dikaitkan dengan tujuan pembelajaran apakah sudah tercapai ataukah belum. Bertanya pada dasarnya ada proses memahami yang pro aktif. Keterampilan dasar mengajar bertanya tingkat dasar. Bertanya dapat melatih peserta didik aktif mencari ilmu pengetahuan. 1. Hanya saja. 6. Tingkatan ini jarang digunakan pada peserta didik kecuali unuk beberapa disiplin ilmu yang memang masih baru atau masih asing sehingga pertanyaan yang diberikan masih bersifat dasar. D. . Menguji dan mengukur hasil belajar. Tujuan terakhir dari keterampilan bertanya adalah untuk menguji dan mengukir hasil belajar. Bertanya berarti memahami sebagian materi. Komponen Keterampilan Bertanya Seperti komponen-komponen sebelumnya.

Kita hendaknya berusaha melontarkan pertanyaan ke semua peserta didik agar semua mendapat giliran yang sama. Coba kamu sebutkan apa saja kompnen yang terdapat dalam pendidikan tersebut! c. Untuk itu kita dapat menggunakan teknik pemindahan giliran. Coba kamu sebutkan jalurjalur penyebaran Islam ke Nusantara beserta implikasi pemikiran yang ditimbulkan!” Sangat mungkin jawaban yang muncul pertama kali baru satu perspektif. dengan cara menyebut namanya.Contoh: Kita ketahui bersama bahwa pendidikan pada dasarnya merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat banyak komponen. Penyebaran Untuk melibatkan peserta didik sebanyak-banyaknya di dalam pelajaran. (9 Komponen Dasar Mengajar) kita perlu menyebarkan giliran untuk menjawab pertanyaan secara acak. karena jawaban yang diberikan belum benar atau belum memadai. f. maka kita dapat menawarkan kembali kepada peserta didik lain tentang pertanyaan yang kita ajukan tersebut. kita perlu memberi waktu beberapa saat untuk berpikir sebelum menunjuk salah seorang seorang peserta didik untuk menjawabnya. Contoh: Kita mengajukan pertanyaan berikut kepada seluruh kelas: ”Pola pemikiran umat Islam Indonesia secara genealogis tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke wilayah Nusantara. Pemindahan giliran Adakalanya satu pertanyaan perlu dijawab oleh lebih dari seorang peserta didik. Mula-mula kita mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas. d. kita hendaknya memberikan beberapa batasan atau catatan . e. Pemberian tuntunan Bila seorang peserta didik memberikan jawaban yang kurang rasional atau kurang tepat. kemudian memilih salah seorang peserta didik untuk menjawab. atau dengan menunjuk salah seorang dari mereka. Pemberian waktu berpikir Setelah mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelaas.

setelah itu pertanyaan kita naikkan ke pemahaman. analisis. Oleh karena itu. pertama-tama kita mengaajukan pertanyaan yang bersifat ingatan. sintesis dan aplikasi. Tentu kita harus membedakan level berpikir yang hanya mengetahui dengan yang level menganalisis. kita hendaknya berusaha mempertimbangkan tuntutan tingkat kognisi dalam menjawab pertanyaan dari tingkat yan paling rendah. d. kita hendaknya dapat mengatur urutan pertanyaan yang diajukan kepada peserta didik. Apalagi untuk konteks peserta didik sudah . Pengubahan tuntunan tingkat kognisi dalam menjawab pertanyaan Pertanyaan yang kita kemukakan dapat mengandung proses mental yang rendah sampai proses mental yang tinggi. agar ia dapat menemukan sendiri jawaban yang benar baik dengan mendiskusikan bersama sesame teman atau melalui penelusuran di perpustakaan. Peningkatan terjadinya interaksi. pemahaman penerapan. Komponen-komponen keterampilan dasar mengajar bertanya tingkat lanjut a. Misalnya dengan ungkapan. kira-kira yang menjadi penyebab apa ya?” atau “Coba kalau dikaitkan dengan konteks keindonesiaan. “Menurut Saudara. analisis. Jika jawaban yang diberikan peserta didik kita nilai benar. apa dampak pemikiran tokoh Muhammad Abduh tersebut?” dan seterusnya. dalam mengajukan pertanyaan. jawaban yang mungkin belum sempurna diberikan oleh salah seorang siswa tidak harus langsung kita jawab. dan akhirnya evaluasi. namun kita lontarkan kembali ke semua orang agar memberikan komentar atau jawaban. Kalau bisa hindari menjadi tenaga pendidik otoriter yang hanya mau menang sendiri dalam berpendapat tanpa melibatkan peserta didik. 2. tetapi masih dapat ditingkatkan menjadi labih sempurna. penerapan.kepada peserta didik itu. yaitu: evaluasi ingatan. c. maka kita dapat mengajukan (9 Komponen Dasar Mengajar) pertanyaan-pertanyaan pelacak kepada mereka. Misalnya. b. Agar peserta didik lebih terlihat secara keseluruhan. Penggunaan pertanyaan pelacak. Pengaturan urutan pertanyaan Untuk mengembangkan tingkat kognisi dari yang sifatnya lebih rendah ke yang lebih tinggi dan kompleks.

Jangan mengulang-ulang pertanyaan apabila peserta didik tak mampu menjawabnya. Kebiasaan yang perlu dihindari. 2. d. tujuan. Hal ini dapat kita buktikan melalui sikap. Usahakan agar peserta didik tidak menjawab pertanyaan secara serempak. tidak pilih-pilih. Kita perlu menunjukkan kepada seluruh peserta didik bahwa kita menguasai persoalan yang dibahas dan pertanyaan yang kita ajukan memang sangat menarik. 3. Kehangatan dan antusias.mampu berpikir mandiri. komponen dalam bertanya dan prinsip bertanya. E. Hal ini penting kita miliki sebagai pendidik karena kadang kita bersikap dingin terhadap respons peserta didik yang memberikan pemikiran ketika di kelas. Sikap dan gaya kita termasuk suara. . a. Prinsip Keterampilan Bertanya Kalau kita ingin mempunyai keterampilan bertanya yang baik kita dapat mencermati prinsip-prinsip penggunaan keterampilan bertanya berikut ini. KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN A. Yang kita perlukan hanya kisi-kisi atau poin-poin pokok saja. Jangan mengulang-ulang jawaban peserta didik. 1. Merata Usahakan mengajukan pertanyaan ke seluruh peserta didik. b. baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban. dan posisi badan menampakkan ada tidaknya kehangatan dan antusiasme kita. Hal ini dapat menyebabkan munurunnya perhatian dan partisipasi. ekspresi wajah. Pengantar Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang keterampilan dasar memberi penguatan yang mencakup pengertian. bukan asal-asalan bertanya. Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum peserta didik memperoleh kesempatan untuk menjawabnya. sebab kita tidak mengetahui dengan pasti siapa yang menjawab dengan benar (9 Komponen Dasar Mengajar) dan siapa yang salah. gerakan. c.

Dengan penguatan diharapkan akan muncul motivasi meningkatkan diri bagi yang diberi penguatan serta mendorong orang lain di sekitarnya melakukan hal yang sama atau lebih baik lagi. Dengan Anda memberikan penguatan diharapkan peserta didik lebih mudah dalam belajar sebab ketika mereka dihargai akan muncul perasaan senang yang lebih . ketika kita berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan tanpa dihargai atau diapresiasi. Ketika Anda memberikan penguatan terhadap prestasi peserta didik sebenarnya Anda telah mencoba menarik perhatian mereka untuk lebih memperhatikan. B. hebat!!”. tentu peserta didik akan lebih termotivasi untuk meningkatkan diri dalam menambah wawasan dan lebih aktif di kelas jika pendapat yang dikemukakan kita hargai. sebuah pemikiran yang brilian dalam diskusi kita ini. Yang dimaksud dengan penguatan di sini adalah sebuah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya tingkah laku tersebut. tapi juga mempunyai tujuan lain. Pengertian Pernahkah Anda memberikan apresiasi dengan mengatakan “Yah. Pertama. berarti Anda telah melakukan proses yang disebut penguatan dalam pembelajaran. tentu mereka akan merasa bosan dan kelihatan monoton. Coba kita refleksikan pada diri sendiri. Paling tidak ada empat tujuan dalam hal penguatan pembelajaran. bagaimana perasaan kita ketika diberi pekerjaan yang lain? Apakah kita lebih bersemangat mengerjakan tugas baru ataukah kita mengerjakan asal-asalan? Dalam konteks pembelajaran. Tentu hal ini dapat mengakibatkan melemahnya motivasi dalam belajar. Kedua. penguatan dapat meningkatkan perhatian peserta didik pada matakuliah yang diajarkan. meskipun sejenak terhadap materi yang sedang Anda ajarkan. Tujuan Penguatan Pemberian penguatan tidak hanya untuk memberikan motivasi. tujuan pemberian penguatan adalah untuk memudahkan peserta didik belajar. jika apa pun pendapat peserta didik terhadap materi tidak diapresiasi. Ketiga.Sepertinya pemikiran tersebut tidak kita hargai. penguatan dapat meningkatkan motivasi belajar. Coba (9 Komponen Dasar Mengajar) bayangkan. memberikan isyarat acungan jempol kepada peserta didik yang mempunyai ide cemerlang dalam sebuah diskusi atau memberikan aplaus dengan tepuk tangan setelah seorang peserta didik selesai mempresentasikan makalahnya di kelas? Kalau pernah. C.

Sementara itu. padahal . belajar yang paling baik adalah yang paling menyenangkan. sebuah ide yang bagus!” atau memberikan acungan jempol dan tepuk tangan bersama adalah bagian dari bentuk penguatan. Sebaliknya bagi yang melakukan tindakan tercela atau negatif tidak akan mendapatkan penghargaan. tentu belajar akan lebih mudah ketimbang belajar dalam kondisi tertekan. persetujuan dan sebagainya. D. Dengan melatih di kelas diharapkan tradisi saling menghargai ini juga berkembang di masyarakat agar budaya kekerasan semakin berkurang.mendorongnya untuk belajar hal-hal baru. bahwa siapa pun yang melakukan hal baik atau berprestasi akan mendapatkan penghargaan. penguatan bertujuan untuk mengurangi tingkah laku yang negatif serta membina tingkah laku positif. Dengan kita memberikan penguatan dan apresiasi terhadap peserta didik pada dasarnya kita berusaha menciptakan budaya positif kepada peserta didik. Hal ini sangat diperlukan di tengah maraknya permasalahan bangsa yang cenderung kurang menghargai pandangan pihak lain yang berbeda. penguatan non-verbal (9 Komponen Dasar Mengajar) adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap peserta didik selain menggunakan lisan. penghargaan. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa memberikan ucapat ”Hebat!” dan ”Wah. yaitu penguatan verbal dan penguatan non-verbal. ternyumlah kepada peserta didik kita! Penguatan dengan cara mendekati. Bagi peserta didik yang senang suasana hatinya. dengan senyuman. Kita mungkin sering menjumpai seorang guru yang hanya duduk di satu tempat secara statis dan cenderung mematung. misalnya memberikan acungan jempol. Ingat. misalnya guru duduk dekat dengan siswa. dalam paradigma baru pendidikan. Yang dimaksud dengan penguatan verbal adalah sebuah bentuk respons atau apresiasi dalam pembelajaran yang dilakukan secara lisan dengan memberikan kata pujian. Bentuk Penguatan. Padahal senyuman kita sangat berarti bagi mereka dalam hal penciptaan suasana nyaman belajar di kelas. Maka. berdiri di samping siswa atau berjalan di sisi siswa. Secara umum ada dua bentuk penguatan dalam pembelajaran. Pada kenyataannya. banyak di antara kita yang jual senyum kepada siswa. kerut kening tanda lebih memperhatikan. apalagi senyuman kita juga dapat berarti shadaqah. Adapun di antara bentuk penguatan non-verbal adalah: Penguatan berupa gerakan mimik dan badan. atau wajah cerah. Keempat.

Dalam pandangan David McClelland. meningkatkan prestasi belajar. misalnya lencana. atau kartu bergambar. dia diminta maju memberikan penjelasan kepada teman-temannya yang belum bisa. kita perlu memperhatikan konteks saat penguatan dilakukan. Untuk itu. orang yang berprestasi dan merasa senang dia akan meningkat terus prestasinya. Ini mungkin saja . misalnya apabila ada siswa yang lebih memahami sebuah materi. Sebelum memberikan penguatan. Seharusnya meningkatkan motivasi tapi malah menurunkan motivasi. Kehangatan dan antusias Penguatan harus kita lakukan dengan tulus. Dalam hal ini sebagai pendidik kita dapat menggunakan kegiatan-kegiatan yang disenangi siswa sebagai penguatan. motivasi rendah. Ini disebut virus nAch [need for achievement]. maka beberapa prinsip berikut ini perlu kita perhatikan. dalam melkukan penguatan kita harus lebih bersemangat. E. dan menarik perhatian siswa. Jika demikian. yaitu: 1. cobalah kita lakukan. (9 Komponen Dasar Mengajar) 2. maka tujuan penguatan yang kita lakukan tidak tercapai misalnya meningkatkan motivasi atau meningkatkan prestasi peserta didik.). Karena itu. dan mereka belum fokus ke pembelajaran. Menghindari respons yang negatif. Seharusnya membuat peserta didik lebih bersemangat belajar tapi malah tersinggung atau menyepelekan. sebab hal ini akan membuat mereka dihargai dan lebih termotivasi. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan. Penguatan dengan menggunakan simbol dan benda. kita perlu memperhatikan konteks agar penguatan yang kita lakukan justru tidak kontraproduktif. sebab jangan sampai penguatan dilakukan pada saat yang kurang tepat.mengajar dengan cara sambil berjalan-jalan di kelas akan lebih membuat suasana kelas lebih nyaman secara psikis. tidak dibuat-buat atau ada kesan asal melakukan penguatan. Cara seperti ini akan mendorong hatinya bungah (Jawa-red. Perlu diingat. Pernahkah nggak kita memberikan tanda bintang kepada siswa kita yang berprestasi? Jika belum. Kebermaknaan Penguatan yang kita berikan hendaknya yang dapat meningkatkan motivasi peserta didik. bintang. 3. Prinsip-prinsip Penguatan Agar penguatan yang kita lakukan berhasil. bahwa penguatan dilakukan justru ketika perhatian peserta didik mulai berkurang.

Di samping itu. 4. Penguatan pada sebuah kelompok Terkait dengan audiens poin sebelumnya. kegiatan membuka dan menutup mempunyai kedudukan penting. (9 Komponen Dasar Mengajar) itupan hanya kata ”Hebat!!”. Penguatan yang diberikan secara variatif. 6. hal ini juga sebagai bentuk kebosanan. Untuk itu. Apa yang terjadi? Sangat mungkin peserta didik kita akan mendahului mengatakan ”Hebat!!” sebelum kita mengatakannya.terjadi jika kita tidak mempertimbangkan konteks audiens. Sebab. dan sangat mungkin peserta didik sudah lain perhatian dan fokusnya. tentu berbeda bentuk penguatan yang kita berikan di sekolah daerah pedesaan dengan di perkotaan. Begitu juga. dalam hal ini jika penguatan ditujukan pada kelompok. konteksnya sudah berbeda. jika akan memberikan penguatan. sasaran perlakuan akan mempengaruhi bentuk penguatan yang kita berikan. jangan kita tunda-tunda! 7. Penguatan akan lebih tepat sesaat setelah peserta didik menunjukkan prestasi. Pengantar Dalam pembelajaran. Penguatan pada perseorangan Penguatan akan lebih tepat sasaran dan bermakna jika mempertimbangkan siapa audiensnya. bukan memotivasi mereka. Bayangkan respons peserta didik jika dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir kita hanya memberikan penguatan verbal saja. maka penguatan juga harus khusus perseorangan. maka bentuk penguatan juga harus mengikuti. Jika secara perseorangan. Dengan kata lain. dalam hal penguatan kita harus melakukan variasi. tidak diselingi. Ketidakmampuan kita menarik perhatian peserta didik . cara memberikan penguatan verbal di sekolah Jawa tentu berbeda dengan ketika berada di luar Jawa. Yang terjadi malah semacam olok-olok kepada kita. KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN A. jika diselingi. sebab mereka sudah hafal. Penguatan yang diberikan dengan segera. Jika tujuan memberikan penguatan untuk peserta didik secara perseorangan tentu berbeda dengan jika kita memberikan penguatan untuk kelompok. Kegiatan membuka penting sebab pada sesi ini sangat menentukan apakah kita mampu menarik perhatian peserta didik terlibat secara aktif dalam pembelajaran atau tidak. kita harus menggunakan variasi bentuk. Sebagai contoh. verbal maupun non-verbal. Karena itu. Dalam memberikan penguatan pembelajaran. 5.

Dengan demikian. Diharapkan kegiatan ini mampu menciptakan suasana mental peserta didik agar terpusat pada hal-hal yang dipelajarinya. 2. review perkuliahan. kegiatan menutup penting karena melalui kegiatan ini akan dapat dilihat apakah proses perkuliahan berhasil atau tidak dalam mencapai indicator pembelajaran. Membantu mempersiapkan diri agar sejak semula sudah dapat membayangkan pelajaran yang akan dipelajari Pada kegiatan ini. Tujuan Kegiatan (9 Komponen Dasar Mengajar) Keterampilan dasar membuka pelajaran paling tidak memiliki empat tujuan. mencermati kasus. usaha tersebut akan memberikan efek yang positif bagi kegiatan pembelajaran. kita perlu menyampaikan apa tujuan perkuliahan yang akan dicapai. Kegiatan ini antara lain mencakup evaluasi atas pencapaian indicator pembelajaran. dan penugasan atau tindak lanjut. apa hubungan tujuan satu pertemuan dengan pertemuan yang lain. debat. yaitu: 1. Selain tujuan perkuliahan. atau tugas lain yang mendukung pencapaian tujuan perkuliahan. memberi acuan. keterampilan menutup pelajaran ialah kegiatan yang dilakukan oleh tenaga pendidik untuk mengakhiri pelajaran. Sementara itu. Dalam konteks seluruh perkuliahan. Sebab. Keterampilan dasar mengajar membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru/dosen dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi peserta didik agar minat dan perhatiannya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya. menarik perhatian peserta didik. dan membuat kaitan antara materi yang telah dikuasai oleh peserta didik dengan bahan yang akan dipelajarinya. B. Kegiatan membuka pelajaran dilakukan pada awal perkuliahan.akan berdampak pada pencapaian indicator pembelajaran setiap perkuliahan. dalam kegiatan pembuka juga perlu kita sampaikan kegiatan apa saja yang akan dilakukan bersama. Menimbulkan minat dan perhatian peserta didik pada apa yang akan dipelajari . Pada saat ini tenaga pendidik mengemukakan tujuan yang akan dicapai. apakah diskusi kelas. pada kegiatan ini seorang tenaga pendidik perlu melihat ketercapaian indicator setiap pembelajaran yang disampaikan pada awal perkuliahan. Sementara itu.

internet dan sebagainya. Tidak mengherankan jika pada decade 70-an dan 80-an banyak kita jumpai pelajar dan peserta didik asal negeri jiran ini yang menuntut ilmu ke Indonesia. quiz atau kasus aktual. anekdot. kita dapat mengutip data kesejahteraan guru di Jepang atau Malaysia yang sangat tinggi atau Kebijakan Ekonomi Baru (New Economic Policy) pemerintah Malaysia tahun 1970 yang berpihak pada bidang pendidikan dengan cara mengirimkan ribuan orang menuntut ilmu ke luar negeri Timur ataupun Barat termasuk Indonesia. Hal lain yang dapat kita sampaikan adalah jenis kegiatan dan tugas yang dapat dilakukan untuk mendukung pembelajaran di kelas ataupu di luar kelas. Dalam hal ini. 4. Ada banyak cara atau kita membangkitkan minat misalnya melalui cerita. Banyak orang Indonesia yang menuntut ilmu ke Malaysia. pembelajaran tidak akan bias berjalan sebagaimana mestinya jika perkuliahan tidak mempertimbangkan . Karena itu. humor. Contoh lain menarik peserta didik adalah memberikan kasus kontroversial di media massa. Peserta didik adalah orang dewasa yang sudah mempunyai sejumlah pengetahuan dan pengalaman. sudah menjadi keharusan bahwa setiap tenaga pendidik harus banyak membaca dan mengikuti perkembangan mutakhir melalui koran. Usahakan mencari cerita yang relevan dengan topic perkuliahan. 3. Jangan sampai kita mengajar peserta didik yang pasif atau tidak mau tahu dengan perkuliahan yang kita berikan hanya karena kita tidak dapat menarik perhatian dan membangkitkan minat. kita dapat menyampaikan kliping korang tentang Kasus Monas. Kondisi sekarang berbalik. humor atau quiz yang di luar konteks. Membantu peserta didik untuk mengetahui batas-batas tugas yang akan (9 Komponen Dasar Mengajar) dikerjakan Melalui kegiatan membuka. Misalnya ketika berbicara tentang topic multikultural. Hal ini tidak lepas dari indikator pembelajaran. Sebagai contoh. ketika membicarakan topik kebijakan pemerintah tentang guru. kita dapat menyampaikan tentang apa saja yang relevan dengan topic bahasan dan apa saja yang tidak. Tentu kita tidak boleh sekedar menyampaikan cerita. Membantu peserta didik untuk mengetahui hubungan antara pengalamanpengalaman yang telah dikuasainya dengan hal-hal baru yang akan dipelajari atau yang belum dipelajari atau yang belum dikenalnya.Adalah sangat penting membangkitkan minat peserta didik sejak awal agar tertarik belajar bersama.

apakah pengetahuan dan pengalaman peserta didik sebelumnya bermanfaat atau tidak. 3. maka kita dapat mengevaluasi diri kita sendiri sehingga kita dapat memperbaiki proses perkuliaha berikutnya.pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. maka kita dapat membuat tindak lanjut apakah dengan memberikan penugasan atau akan mengulangi pembahasan pada perkuliahan berikutnya. . keterampian dasar mengajar menutup pelajaran setidaknya memiliki tiga tujuan. Di antara cara mengetahui keberhasilan peserta didik memahami topik adalah dengan melontarkan sejumlah pertanyaan. Kegiatan menutup berguna untuk mengetahui sejauhmana pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki dapat kita elaborasi melalui proses perkuliahan. pembuatan review. Kegiatan ini dapat kita jadikan sebagai media refleksi atas proses perkuliahan yang kita lakukan. Mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam mempelajari materi pelajaran Pada tahap kegiatan akhir perkuliahan. Jika ternyata diketahui banyak peserta didik yang tidak memahami apa yang kita sampaikan. mungkin kita sering menemukan perkuliahan yang terlalu melebar sehingga indikator kadang malah tidak tercapai. Sebab. penting bagi kita mengecek atau mengevaluasi apakah proses perkuliahan yang telah dilakukan sudah berhasil mencapai indicator pembelajaran atau belum. Sementara itu. yaitu: 1. Membantu peserta didik untuk mengetahui hubungan antara pengalamanpengalaman yang telah dikuasainya dengan hal-hal yang baru saja dipelajarinya. Mengetahui tingkat keberhasilan tenaga pendidik dalam pembelajaran Kegiatan penutup juga berguna bagi kita untuk mengetahui apakah topik (9 Komponen Dasar Mengajar) perkuliahan yang kita sampaikan dipahami oleh peserta didik atau tidak. Hal ini penting dilakukan untuk memetakan pemahaman peserta didik tentang topik yang dipelajari. Jika proses perkuliahan sudah seperti diharapkan namun ternyata peserta didik belum juga memahami topik perkuliahan. komentar atau menanyakan apakah masih ada yang belum dipahami kepada peserta didik. Salah satu cara mengetahui hal ini adalah dengan melakukan brainstorming terhadap topic perkuliahan. apakah sepenuhnya tidak dipahami ataukah sudah dipahami. 2.

cara untuk Variasi menarik gaya perhatian. Menarik dan membuat perhatian kaitan peserta [appersepsi]. Jika kelas kita sudah terhubung dengan internet kita bisa menampilkan data melalui internet secara langsung. yaitu: mengajar Bagaimana perasaan kita jika mengikuti sebuah kegiatan ilmiah seperti seminar atau konferensi tapi sang pembicara menyampaikan materi secara monoton. . kita juga perlu menggunakan alat Bantu mengajar agar pesan atau materi yang kita sampaikan dipahami peserta didik. memberikan 1. mengajar Selain dengan melakukan variasi gaya mengajar. Jika kita menyadari akan kondisi tersebut. memberikan motivasi. nyanyian Penggunaan alat sebagai bantu selingan. Berikut ini adalah di antara a. Untuk itu. maka sebaiknya kita segera berpikir dan melakukan perubahan dalam gaya mengajar. cerita atau b. Jika terpaksa dengan ceramah ada banyak cara membuat ceramah yang menarik misalnya dengan memberikan anekdor. seakan-akan berbicara kepada diri sendiri dan tidak memahami siapa yang dihadapi? Tentu kita bosan bukan? Sudahkah kita menganalogkan kondisi semacam ini dengan proses perkuliahan yang kita lakukan di kelas? Anggap saja peserta didik adalah kita ketika di forum seminar tersebut. Komponen Keterampilan Setelah mempelajari tujuan keterampilan dasar membuka dan menutup perkuliahan. didik Sebagaimana kita bahas sebelumnya bahwa pembelajaran akan berjalan dengan baik jika ada perhatian. Apalagi sekarang sudah tersedia peralatan canggih seperti LCD atau internet. Paling tidak ada empat komponen yang perlu kita perhatikan dalam keterampilan dasar mengajar membuka perkuliahan yaitu menarik perhatian peserta didik. Dalam menyampaikan materi jangan hanya dengan ceramah tapi juga dengan media lain semacam OHP atau LCD. Bagi peserta didik tentu kita dianggap tenaga pendidik paling membosankan dan mereka (9 Komponen Dasar Mengajar) berharap jam segera berakhir. kita perlu mencari cara terbaik agar peserta didik mempunyai perhatian terhadap perkuliahan. puisi. kita akan mempelajari komponen yang ada dalam kegiatan membuka dan menutup pembelajaran.C. acuan.

Hal a. Mengemukakan ide yang kelas. Jangan sampai komunikasi yang kita lakuka satu arah. Memperhatikan minat peserta didik Akhirnya. satu persoalan boleh menarik bagi kita tapi belum tentu manrik minat peserta didik. . Faktor penting yang perlu kita perhatikan adalah gaya mengajar kita yang tidak menganggap peserta didik sebagai obyek belajar namun sebagai hubungan setara. Memotivasi peserta didik Komponen berikutnya dalam kegiatan membukaadalah memberikan motivasi. Bahkan.c. 2. Menimbulkan rasa ingin tahu Peserta didik akan lebih termotivasi dalam pembelajaran jika kita tumbuhkan rasa ingin tahu secara terus-menerus. ini antara lain dapat dilakukan dan dengan: keantusiasan Menimbulkan kehangatan Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar jika suasana kelas dikondisikan yang memungkinkan setiap orang merasa memiliki dan terlibat secara fisik dan mental. Sebab. dengan kasus-kasus semacam itu biasanya akan muncul pemikiran peserta didik yang beragam. Karena itu. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan yang sifatnya baru. Variasi pola interaksi Akhirnya untuk menarik perhatian kita perlu melakukan variasi dalam pola interaksi. d. Ini hanya sekedar cara yang kita gunakan untuk membangkitkan minat. Motivasi dari dalam muncul karena adanya minat. Ingat. Untuk itu. pembelajaran akan berjalan dengan efektif jika ada motivasi dari dalam. kita harus banyak memberikan wacana baru dan segar yang memancing peserta didik terus mengikuti perkuliahan dan menindaklanjuti melalui pembelajaran mandiri di (9 Komponen Dasar Mengajar) luar c. Untuk itu. kita harus menyampaikan perkuliahan yang menarik dan membangkitkan minat untuk dibahas dan dikaji bersama dengan peserta didik. b. sama-sama sebagai subyek dalam pembelajaran. bertentangan Cara lain untuk meningkatkan motivasi adalah dengan mengemukakan gagasan yang aneh dan kontroversial. hanya dari tenaga pendidik saja tanpa mengajak peserta didik mengemukakan gagasan atau pemikiran. kita perlu melakukan variasi hubungan antara tenaga pendidik dengan peserta didik dan antar peserta didik sendiri juga.

dan hal-hal yang telah dialami dan diketahui peserta didik merupakan bahan pengait. pelajaran Setelah melakukan proses perkuliahan. acuan dapat juga kita lakukan dengan memberikan langkah-langkah yang menunjang proses perkuliahan. Dengan tujuan ini kita akan dengan mudah menyaring mana yang tepat kita sampaikan dan mana yang kurang b. peserta Memberi didik. Hal ini akan menjadi titik tolak tentang apa saja yang akan kita lakukan dalam perkuliahan untuk mencapai tujuan tersebut. acuan Komponen lain dalam kegiatan membuka adalah memberi acuan. relevan Menyarankan dengan langkah-langkah dalam topik kegiatan perkuliahan. terhadap penguasaan inti yaitu. kebutuhan. keterampilan dasar mengajar menutup pelajaran memiliki dua 1. memberikan pertanyaan. tepat Mengajukan selama perkuliahan. di bagian akhir perkuliahan kita perlu meninjau kembali inti materi yang sudah kita sampaikan dengan harapan peserta didik dapat mengambil inti pelajaran sesuai dengan topic perkuliahan. atau membuat ringkasan . kita lakukan untuk tujuan memberi dan acuan batas-batas antara lain: Mengemukakan perkuliahan Kita perlu menentukan terlebih dahulu tentang tujuan dan target perkuliahan. Di antara cara yang dapat kita lakukan adalah dengan merangkum inti pelajaran. pembelajaran Akhirnya. Peninjauan kembali komponen. Langkah-langkah ini tidak lain mengacu pada 4. antara pengetahuan peserta didik sebelumnya dengan yang akan dipelajari bersama. pertanyaan-pertanyaan Pemberian acuan dapat kita lakukan dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang c. pengalaman. Cara yang dapat a.pemilihan ilustrasi dan penjelasan dalam perkuliahan harus lebih menekankan minat 3. Dalam hal ini (9 Komponen Dasar Mengajar) minat. yang dapat digunakan untuk mempermudah pemahaman mereka. Berbeda dengan keterampilan dasar membuka pelajaran yang mempunyai empat komponen. tujuan perkuliahan Membuat saat itu. kaitan Akhirnya. komponen kegiatan membuka pembelajaran adalah dengan membuat kaitan antara materi atu dengan materi lain.

e. maka evaluasi juga harus ide demonstrasi baru Mengaplikasikan Jika tujuan perkuliahan adalah peserta didik dapat mengaplikasikan sesuatu. tugas mandiri maupun tugas terstruktur Dalam kegiatan menutup ini.2. maka evaluasi juga harus menerapkan sesuatu sesuai dengan topic perkuliahan c. tujuan. Kita perlu menyadari dari awal bahwa mengelola diskusi tidak sekedar rutinitas Tanya jawab. Adapun cara a. Hal ini penting untuk mengetahui apakah tujuan perkuliahan sudah tercapai atau belum. Ada beberapa hal yang akan kita pelajari. maka dalam evaluasi peserta didik juga harus d. dapat Memberi menjelaskan soal-soal materi baik yang lisan telah maupun dipelajari tertulis Untuk mengetahui apakah peserta didik menguasai topik perkuliahan. KETERAMPILAN A. evaluasi juga dapat kita lakukan dengan memberikan penugasan kepada terstruktur kepada peserta didik baik yang (9 Komponen Dasar Mengajar) bersifat mandiri ataupun kolektif. namun bagaimana dapat menciptakan diskusi yang merangsang setiap orang agar mampu beraktualisasi diri. Pengantar MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang keterampilan dasar mengajar membimbing diskusi kelompok kecil. komponen dan prinsip dalam membimbing diskusi kelompok kecil. kita dapat melontarkan sejumlah pertanyaan yang relevan dengan tujuan perkuliahan. Pengayaan. Mengevaluasi Komponen kedua keterampilan menutup perkuliahan adalah mengevaluasi hal-hal yang sudah disampaikan selama perkuliahan. yaitu mencakup pengertian. . Mengekspresikan pendapat sendiri Jika tujuan perkuliahan adalah peserta didik dapat menjelaskan topic perkuliahan yang telah dipelajari. b. yang dapat kita lakukan antara lain adalah: Mendemonstrasikan keterampilan Jika tujuan perkuliahan adalah peserta didik dapat mendemonstrasikan sesuatu.

Dengan demikian. 1.B. Setiap peserta didik dapat saling memberi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau masalah yang harus dipecahkan oleh mereka 2. banyak persoalan yang harus segera ditangani dengan pemikiran yang rasional. dengan tujuan berbagi informasi atau pengalaman. Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi b. (9 Komponen Dasar Mengajar) Komponen Keterampilan Membimbing Diskusi Agar keterampilan ini dapat kita kuasai dengan baik. c. a. atau memecahkan suatu masalah. mengambil keputusan. d. perhatikan komponenkomponen dalam keterampilan membimbing diskusi. Peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi 3. yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka. Catat Kemukakan perubahan Rangkum Memperjelas Merangkum usulan atau masalah-masalah penyimpangan hasil masalah tersebut diskusi dari khusus tujuan diskusi usulan/pendapat menjadi jelas pembicaraan maupun sehingga b. Pengertian Yang kita maksud dengan diskusi kelompok kecil adalah sutu proses percakapan yang teratur. 2. Hal ini berguna ketika terjun di masyarakat. Meminta komentar peserta didik dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan yang membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut . C. Tujuan Tujuan dari Keterampilan keterampilan ini Membimbing adalah sebagai Diskusi berikut: 1. pengertian keterampilan dasar mengjar membimbing diskusi kelompok kecil ialah keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing peserta didik agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil secara efektif. Peserta didik terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan Dengan kegiatan diskusi setiap orang diharapkan mempunyai pendirian dan arah yang jelas tentang persoalan yang didiskusikan. runtut dan mudah dipahami dan diterima masyarakat D. Memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topik diskusi a.

4. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi a. c. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menantang peserta didik untuk b. didik Menganalisis pandangan/pendapat Di dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat di antara anggota kelompok. b. Jawaban dari peserta didik yang tidak aktif tersebut kita bacakan secara khusus di depan kelas lalu kita memberikan apresiasi. Secara bijaksana usahakan mencegah orang yang suka memonopoli pembicaraan d. kita perlu melibatkan mereka secara khusus. terutama yang pendiam terlebih dahulu c. Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat b. Memberikan contoh-contoh verbal waktu yang sesuai untuk secara berpikir tepat berpikir Memberikan d. tidak terbiasa berbicara di depan public. Mungkin kita sering menjumpai peserta didik yang sangat pasif. demophobi. sehingga kelompok dapat memperoleh 3. Kadang mereka tidak mau terlibat diskusi bukan berarti tidak peduli. Memberikan dukungan kepada usulan pendapat peserta didik dengan penuh perhatian 5. Atau dapat juga kita lakukan dengan membuat pertanyaan agar dijawab melalui tulisan. Jika demikian. seakan-akan tidak mau terlibat dalam kegiatan diskusi. Menguraikan gagasan peserta didik dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh yang sesuai. kita hendaknya mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut dengan cara antara lain sebagai berikut: a. Meningkatkan usulan peserta didik a. Menjelaskan hal-hal yang disepakati maupun yang tidak disepakati. Mencoba memancing usulan peserta didik yang enggan berpartisipasi dengan mengarah langsung secara bijaksana. informasi secara lebih peserta jelas. Dengan demikian. Mencegah terjadinya pembicaran serentak dengan memberi giliran kepada setiap orang. Sesekali kita berikan pertanyaan khusus untuk (9 Komponen Dasar Mengajar) berpendapat.c. Mendorong setiap orang untuk mengomentari usulan temannya sehingga interaksi antar peserta didik dapat ditingkatkan . namun boleh jadi karena demam panggung.

tujuan. Kita perlu memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi c. Kita lakukan evaluasi bersama atas proses maupun hasil diskusi yang telah dicapai E. minat. dapat 2. kehangatan hubungan antar pribadi. ada beberapa prinsip 1. Topik yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. merasa Perlu aman perencanaan dan bebas dan mengemukakan persiapan yang pendapat. komponen dalam bertanya dan prinsip bertanya. Prinsip Keterampilan Membimbing Diskusi Agar kita terampil mengelola dan membimbing diskusi kecil. Tentu hal ini dapat mengakibatkan melemahnya motivasi . semua anggota kelompok mempunyai keinginan untuk dikenal dan dihargai. Kita harus benar-benar siap dengan sumber informasi sebagai motivator dan fasilitator sehingga mampu memberikan penjelasan dan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memotivasi setiap orang.6. Hal ini penting kita miliki sebagai pendidik karena kadang kita bersikap dingin terhadap respons peserta didik yang memberikan pemikiran ketika di kelas. Diskusi yang perlu diperhatikan. Dengan demikian. KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN A. berlangsung dalam antara “iklim lain: terbuka” hendaknya Hal ini ditandai dengan adanya antusiasme berpartisipasi. bukan jawaban tunggal c. dan kemampuan setiap peserta didik b. Pengantar Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang keterampilan dasar memberi penguatan yang mencakup pengertian. Dengan bersama-sama. dan kesediaan menghargai pendapat orang lain. Sepertinya pemikiran tersebut tidak kita hargai. Menutup kita membuat rangkuman hasil diskusi diskusi b. Perlu ada informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topik tersebut agar (9 Komponen Dasar Mengajar) para peserta didik memiliki persepsi yang sama d. Masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks. a. kesediaan menerima dan mengenal lebih jauh topik diskusi. matang a.

Yang dimaksud dengan penguatan di sini adalah sebuah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya tingkah laku tersebut.dalam belajar. Coba bayangkan. tentu peserta didik akan lebih termotivasi untuk meningkatkan diri dalam menambah wawasan dan lebih aktif di kelas jika pendapat yang dikemukakan kita hargai. Pertama. penguatan dapat meningkatkan motivasi belajar. Tujuan Penguatan Pemberian penguatan tidak hanya untuk memberikan motivasi. Coba kita refleksikan pada diri sendiri. B. berarti Anda telah melakukan proses yang disebut penguatan dalam pembelajaran. tapi juga mempunyai tujuan lain. Ketika Anda memberikan penguatan terhadap prestasi peserta didik sebenarnya Anda (9 Komponen Dasar Mengajar) telah mencoba menarik perhatian mereka untuk lebih memperhatikan. ketika kita berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan tanpa dihargai atau diapresiasi. Paling tidak ada empat tujuan dalam hal penguatan pembelajaran. Dengan penguatan diharapkan akan muncul motivasi meningkatkan diri bagi yang diberi penguatan serta mendorong orang lain di sekitarnya melakukan hal yang sama atau lebih baik lagi. tentu mereka akan merasa bosan dan kelihatan monoton. Kedua. C. penguatan dapat meningkatkan perhatian peserta didik pada matakuliah yang diajarkan. meskipun sejenak terhadap materi yang sedang Anda ajarkan. . memberikan isyarat acungan jempol kepada peserta didik yang mempunyai ide cemerlang dalam sebuah diskusi atau memberikan aplaus dengan tepuk tangan setelah seorang peserta didik selesai mempresentasikan makalahnya di kelas? Kalau pernah. Pengertian Pernahkah Anda memberikan apresiasi dengan mengatakan “Yah. bagaimana perasaan kita ketika diberi pekerjaan yang lain? Apakah kita lebih bersemangat mengerjakan tugas baru ataukah kita mengerjakan asal-asalan? Dalam konteks pembelajaran. jika apa pun pendapat peserta didik terhadap materi tidak diapresiasi. hebat!!”. sebuah pemikiran yang brilian dalam diskusi kita ini.

penguatan non-verbal adalah sebuah bentuk apresiasi terhadap peserta didik selain menggunakan lisan. Bagi peserta didik yang senang suasana hatinya. yaitu penguatan verbal dan penguatan non-verbal.Ketiga. dalam paradigma baru pendidikan. Yang dimaksud dengan penguatan verbal adalah sebuah bentuk respons atau apresiasi dalam pembelajaran yang dilakukan secara lisan dengan memberikan kata pujian. persetujuan dan sebagainya. bahwa siapa pun yang melakukan hal baik atau berprestasi akan mendapatkan penghargaan. tentu belajar akan lebih mudah ketimbang belajar dalam kondisi tertekan. kerut kening tanda lebih . Adapun di antara bentuk penguatan non-verbal adalah: Penguatan berupa gerakan mimik dan badan. Hal ini sangat diperlukan di tengah maraknya permasalahan bangsa yang cenderung kurang menghargai pandangan pihak lain yang berbeda. misalnya memberikan acungan jempol. Sementara itu. penghargaan. Bentuk Penguatan Sebagaimana disebutkan di atas bahwa memberikan ucapat ”Hebat!” dan (9 Komponen Dasar Mengajar) ”Wah. Dengan Anda memberikan penguatan diharapkan peserta didik lebih mudah dalam belajar sebab ketika mereka dihargai akan muncul perasaan senang yang lebih mendorongnya untuk belajar hal-hal baru. sebuah ide yang bagus!” atau memberikan acungan jempol dan tepuk tangan bersama adalah bagian dari bentuk penguatan. Secara umum ada dua bentuk penguatan dalam pembelajaran. Ingat. Dengan melatih di kelas diharapkan tradisi saling menghargai ini juga berkembang di masyarakat agar budaya kekerasan semakin berkurang. Dengan kita memberikan penguatan dan apresiasi terhadap peserta didik pada dasarnya kita berusaha menciptakan budaya positif kepada peserta didik. penguatan bertujuan untuk mengurangi tingkah laku yang negatif serta membina tingkah laku positif. dengan senyuman. belajar yang paling baik adalah yang paling menyenangkan. D. Keempat. Sebaliknya bagi yang melakukan tindakan tercela atau negatif tidak akan mendapatkan penghargaan. tujuan pemberian penguatan adalah untuk memudahkan peserta didik belajar.

dia diminta maju memberikan penjelasan kepada temantemannya yang belum bisa. cobalah kita (9 Komponen Dasar Mengajar) lakukan. Pada kenyataannya. . yaitu: antusias Penguatan harus kita lakukan dengan tulus. maka beberapa prinsip berikut ini Kehangatan perlu kita dan perhatikan. berdiri di samping siswa atau berjalan di sisi siswa. orang yang berprestasi dan merasa senang dia akan meningkat terus prestasinya. Penguatan dengan menggunakan simbol dan benda. Karena itu. atau wajah cerah. misalnya apabila ada siswa yang lebih memahami sebuah materi.memperhatikan. Pernahkah nggak kita memberikan tanda bintang kepada siswa kita yang berprestasi? Jika belum. ternyumlah kepada peserta didik kita! Penguatan dengan cara mendekati. misalnya guru duduk dekat dengan siswa. sebab hal ini akan membuat mereka dihargai dan lebih termotivasi. E. banyak di antara kita yang jual senyum kepada siswa. Kita mungkin sering menjumpai seorang guru yang hanya duduk di satu tempat secara statis dan cenderung mematung. tidak dibuat-buat atau ada kesan asal melakukan penguatan. atau kartu bergambar. Dalam pandangan David McClelland. dalam melkukan penguatan kita harus lebih bersemangat. padahal mengajar dengan cara sambil berjalan-jalan di kelas akan lebih membuat suasana kelas lebih nyaman secara psikis. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan. Prinsip-prinsip Penguatan Agar penguatan yang kita lakukan berhasil. Jika demikian. misalnya lencana. bintang. maka tujuan penguatan yang kita lakukan tidak tercapai misalnya meningkatkan motivasi atau meningkatkan prestasi peserta didik.). Ini disebut virus nAch [need for achievement]. Padahal senyuman kita sangat berarti bagi mereka dalam hal penciptaan suasana nyaman belajar di kelas. apalagi senyuman kita juga dapat berarti shadaqah. Cara seperti ini akan mendorong hatinya bungah (Jawa-red. Dalam hal ini sebagai pendidik kita dapat menggunakan kegiatan-kegiatan yang disenangi siswa sebagai penguatan. Maka.

bahwa penguatan dilakukan justru ketika perhatian peserta didik mulai berkurang. konteksnya sudah berbeda. Jika tujuan memberikan penguatan untuk peserta didik secara perseorangan tentu berbeda dengan jika kita memberikan penguatan (9 Komponen Dasar Mengajar) untuk kelompok. cara memberikan penguatan verbal di sekolah Jawa tentu berbeda dengan ketika berada di luar Jawa. sasaran perlakuan akan mempengaruhi bentuk penguatan yang kita berikan. motivasi rendah. jangan kita tundatunda! . kita perlu memperhatikan konteks saat penguatan dilakukan. Sebagai contoh. Dengan kata lain. Untuk itu. tentu berbeda bentuk penguatan yang kita berikan di sekolah daerah pedesaan pada dengan di perkotaan. dan mereka belum Menghindari fokus respons ke yang pembelajaran. Ini mungkin saja terjadi jika kita tidak mempertimbangkan konteks audiens. negatif Sebelum memberikan penguatan. Perlu diingat. kita perlu memperhatikan konteks agar penguatan yang kita lakukan justru tidak kontraproduktif. jika diselingi. Penguatan yang diberikan dengan segera Penguatan akan lebih tepat sesaat setelah peserta didik menunjukkan prestasi. Begitu juga. maka penguatan Penguatan juga pada harus khusus sebuah perseorangan. kelompok Terkait dengan audiens poin sebelumnya. maka bentuk penguatan juga harus mengikuti. dan sangat mungkin peserta didik sudah lain perhatian dan fokusnya. dan menarik perhatian siswa. perseorangan Penguatan Penguatan akan lebih tepat sasaran dan bermakna jika mempertimbangkan siapa audiensnya. Seharusnya meningkatkan motivasi tapi malah menurunkan motivasi. Sebab. meningkatkan prestasi belajar. dalam hal ini jika penguatan ditujukan pada kelompok. Karena itu.Kebermaknaan Penguatan yang kita berikan hendaknya yang dapat meningkatkan motivasi peserta didik. sebab jangan sampai penguatan dilakukan pada saat yang kurang tepat. Seharusnya membuat peserta didik lebih bersemangat belajar tapi malah tersinggung atau menyepelekan. Jika secara perseorangan. tidak diselingi. jika akan memberikan penguatan.

Penguatan yang diberikan secara variatif Dalam memberikan penguatan pembelajaran. kita harus menggunakan variasi bentuk. Bermakna Pembelajaran akan lebih berkesan kepada peserta didik jika prosesnya kita lakukan secara bermakna. ada beberapa prinsip yang perlu kita perhatikan. Apa yang terjadi? Sangat mungkin peserta didik kita akan mendahului mengatakan ”Hebat!!” sebelum kita mengatakannya. Yang terjadi malah semacam olok-olok kepada kita. Pengantar Pada bagian ini kita akan membicarakan tentang keterampilan dasar mengajar menjelaskan. sehingga dapat disusun rantai kognisi yang jelas dan tepat. apa yang kita pelajari memang dibutuhkan dan sesuai kecenderungan peserta didik. bukan memotivasi mereka. Bayangkan respons peserta didik jika dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir kita hanya memberikan penguatan verbal saja. verbal maupun non-verbal. ada kaitan logis antara satu bagian dengan lainnya. Di samping itu. itupan hanya kata ”Hebat!!”. Untuk itu. pengalaman dan latar belakang sosial-budaya sekitar. Keterampilan ini kita ketahui. Adapun prinsip-prinsip tersebut adalah: 1. D. sesuai dengan minat peserta didik. Prinsip Keterampilan Dasar Membuka dan Menutup Agar kita dapat menerapkan keterampilan dasar mengajar dalam hal membuka dan menutup perkuliahan. hal ini juga sebagai bentuk kebosanan. sebab mereka sudah hafal. KETERAMPILAN MENJELASKAN A. 2. Untuk itu. kita perlu selalu meningkatkan motivasi peserta didik dengan cara memberikan materi perkuliahan dan penjabarannya sesuai dengan pengetahuan. sebab ketika mengajar kadang ada . dalam hal penguatan kita harus melakukan variasi. Berurutan dan berkesinambungan (9 Komponen Dasar Mengajar) Kegiatan ini kita lakukan untuk memperkenalkan atau merangkum kembali perkuliahan sebagai bagian dari kesatuan yang utuh. Artinya. Perwujudan prinsip berurutan dan berkesinambungan ini memerlukan adanya suatu susunan bahan pelajaran yang tepat.

3. dan prinsip-prinsip umum secara objektif dan bernalar. Membimbing peserta didik memahami materi yang dipelajari. penjelasan yang kita berikan . ada beberapa tujuan yang akan kita peroleh dengan menguasai keterampilan ini. dan (9 Komponen Dasar Mengajar) untuk mengatasi kesalahpahaman mereka. Membimbing peserta didik untuk menghayati dan mendapat proses penalaran. Tujuan Keterampilan Menjelaskan Mengapa kita perlu menguasai keterampilan dasar mengajar menjelaskan? Sebab. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok. D. Komponen Keterampilan Dasar Menjelaskan Komponen-komponen keterampilan dasar mengajar menjelaskan adalah sebagai berikut: 1. merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. ada beberapa hal yang harus dipahami agar penjelasan yang kita sampaikan mudah dipahami peserta didik. 4. Melibatkan peserta didik untuk berpikir dengan memecahkan masalah-masalah. Karena itu. yaitu: 1. misalnya antara sebab dan akibat. oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Tidak semua penjelasan dapat dipahami oleh peserta didik. definisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui.persoalan yang tidak mudah dipahami sehingga perlu ada penjelasan. 3. B. Menolong peserta didik untuk mendapatkan dan memahami hukum. serta menggunakan bukti-bukti dalam pmecahan masalah. Komponen merencanakan Agar penjelasan kita mudah dimengerti peserta didik. maupun antar peserta didik. 2. Pemberian penjelasn merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam kegiatan seoang guru. dalil. Memberi balikan kepada peserta didik mengenai tingkat pemahamannya. Interaksi di dalam kelas cenderung dipenuhi oleh kegiatan pembicaraan baik oleh tenaga pendidik sendiri. C. Pengertian Yang dimaksud dengan keterampilan dasar mengajar menjelaskan dalam pembelajaran ialah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan lainnya.

latar belakang sosial dan lingkungan belajar. terutama yang berkenaan dengan isi pesan dan penerima pesan. . Dua hal tersebut sangat menentukan apakah penjelasan kita tepat sasaran a. Penjelasan yang disampaikan tersebut sangat bergantung pada kesiapan audiens yang mendengarkannya. Dalam pendidikan berlaku formula “metode lebih penting daripada materi” [al-tariqah ahammu min al-maddah]. seperti “ee”. Jangan sampai penjelasan yang kita berikan tidak nyambung dengan tujuan pembelajaran dan topik perkuliahan. Ketidakjelian kita dalam melihat formula yang tepat dari masalah yang kita bahas hanya akan menjadikan peserta didik tidak paham atau bahkan bingung. Ungkapan-ungkapan tersebut kadang malah membuat peserta didik terganggu dan akhirnya tidak dapat menangkap pesan yang disampaikan. Hal ini berkaitan erat dengan jenis kelamin. Oleh karena itu. meliputi: 1) Sebelum memberikan penjelasan. Isi pesan atau (materi) tidak. 3) Sebelum memberikan penjelasan. ”sering kali”. kita harus memahami terlebih dahulu tentang penerapan hukum. penjelasan Penyajian suatu penjelasan dapat kita tingkatkan hasilnya dengan memperhatikan halhal a. dan istiah-istilah lain yang tidak dapat dimengerti oleh audiens. kemampuan. Penerima pesan Merencanakan suatu penjelasan harus mempertimbangkan penerima pesan. buatlahh analisis terlebih dahulu terhadap masalah secara keseluruhan. digunakan Penyajian suatu di kelas. rumus atau generalisasi yang sesuai dengan masalah yang ada. ”umumnya”. ”biasanya”. usia. 2) Kita perlu mengenali lebih detil tentang jenis hubungan yang ada antara unsurunsur yang dibicarakan. ”aa”. dalam merencanakan suatu penjelasan harus selalu mempertimbangan faktor-faktor tersebut di atas.perlu direncanakan dengan baik. sebagai berikut: Kejelasan Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Usahakan untuk menghindari penggunaan ucapan-ucapan berikuut ini. Dalam konteks ini kecermatan kita dalam melihat siapa (9 Komponen Dasar Mengajar) yang kita hadapi akan sangat menentukan jenis metode pembelajaran apa yang paling tepat 2. b. ”kira-kira”. ”mm”. Dalam hal ini termasuk pengindentifikasian unsur-unsur apa yang akan dihubungkan dalam penjelasan tersebut.

di tengah. bahwa proses pembelajaran yang kita lakukan seharusnya lebih bermakna bagi peserta didik. Peserta didik akan lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran jika dikaitkan dengan dunia mereka. “Apakah penjelasan tadi bermakna (9 Komponen Dasar Mengajar) bagi kalian?”. yang ini agak susah”. kita harus mengarahkan perhatian peserta didik agar terpusat pada masalah pokok. pembelajaran 3. baik-baik konsep ini”. maka pembelajaran harus lebih faktual dan kontekstual. 3. Penggunaan contoh dan ilustrasi Dalam memberikan penjelasan sebaiknya menggunakan contoh-contoh yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. dan sebagainya. Penjelasan dapat diberikan di awal. Balikan tentang sikap peserta didik dapat dijaring bersamaan dengan pertanyaan yang bertujuan menjaring balikan tentang pemahaman mereka. Prinsip Keterampilan Dasar Menjelaskan Agar kita dapat menggunakan keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran dengan baaik. Kita tentu tahu konsep CTL. ataupun di akhir jam pertemuan (pelajaran). “perhatikan. Penjelasan tadi dapat juga diselingi dengan 2. keraguan.b. “perhatikan 4. atau ketidamengertiannya ketika penjelasan itu kita berikan. Berdasarkan balikan itu kita perlu melakukan penyesuaian dalam penyajiannya. Pemberian tekanan Dalam memberikan penjelesan. tergantung pada keperluannya. . Contextual Teaching and Learning. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan seperti: ”Apakah kalian mengerti dengan penjelasan tadi?” Juga perlu ditanyakan. Prinsip-prinsip penggunaan keterampilan dasar mengajar tersebut adalah: 1. Penjelasan harus tujuan relevan dengan tujuan pembelajaran. ada beberapa prinsip yang perlu kita perhatikan. Agar lebih bermakna. Kita dapat memberikan penjelasan apabila ada pertanyaan dari peserta didik ataupun yang telah kita rencanakan sebelumnya. dan mengurangi informasi yang tidak penting. memberi contoh tambahan atau mengulangi kembali hal-hal yang penting. misalnya kecepatannya. balikan Penggunaan Kita hendaknya memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan pamahaman. Dalam hal ini kita dapat menggunakan tanda atau isyarat lisan seperti: “yang terpenting”. E.

komponen dan prinsip dalam menggunakan media. Dengan media pembelajaran hal ini akan dapat terselesaikan. sebab kita dapat menayangkan video tata cara . Mungkinkah peserta didik memahami yang kita sampaikan tanpa menggunakan media? Jawabannya juga sangat mungkin. media pembelajaran pada dasarnya adalah sarana pembelajaran yang digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran. sebab ada banyak tujuan penggunaan media. dan menyeluruh. padahal kita sulit memahami materi yang disampaikan? Ya. Penjelasan harus sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. mungkinkah kita mengajar tanpa media? Jawabannya sangat mungkin. Ada beberapa hal yang akan kita diskusikan. waktu. B. tentu akan lebih baik (9 Komponen Dasar Mengajar) jika kita juga menggunakan media dalam mengajar. Tujuan Penggunaan Media Secara umum ada lima tujuan penggunaan media dalam pembelajaran. Mungkin kita akan merasa kesulitas ketika menjelaskan tata cara haji. Pengantar Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang keterampilan dasar mengajar menggunakan media pembelajaran. Pengertian Pernahkah kita diajar oleh guru atau tenaga pendidik yang tidak menggunakan media. daya indera Media pembelajaran mampu mengatasi hambatan ruang dan waktu. Materi penjelasan harus bermakna bagi peserta didik. Muncul pertanyaan. 5. yaitu mencakup pengertian. C.4. Namun demikian. Perlu kita sadari bahwa media pada dasarnya hanya kita perlukan untuk mengakomodasi beragam kecenderungan. Yang menjadi persoalan adalah sebarapa efektif kita dalam mengajar dan seberapa kreatif kita dalam menyampaikan materi pelajaran. KETERAMPILAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN A. yaitu: Untuk memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis Dengan menggunakan media pembelajaran peserta didik lebih menangkap isi materi secara Untuk mengatasi keterbatasan ruang. minat dan gaya belajar peserta didik. tujuan.

Jika orang (9 Komponen Dasar Mengajar) yang bergaya belajar visual memahami dengan hal-hal yang dapat dilihat. Sebab. Untuk memberi kesempatan pada peserta didik untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya Menurut Georgi Lozanov. media akan Untuk membantu memberikan ilustrasi lebih dari sekedar secara verbal. bukan hanya gambar mati. yaitu: 1. Jenis Media Pembelajaran Secara umum media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga. Maka. melihat atau melakukan langsung. Untuk memperlancar jalannya proses pembelajaran Dengan media. peta. belajar menimbulkan kegairahan Media juga akan menjadikan peserta didik semangat dalam belajar sebab proses pembelajaran tidak disajikan secara monoton. ilustrasi tidak hanya disampaikan secara verbal. gaya belajar intelektual artinya peserta didik lebih mampu menangkap hal-hal yang masih bersifat abstrak secara mandiri tanpa harus melalui mendengar. tapi gambar yang hidup. Sebab. Media audio . Begitu juga kita mungkin akan kesulitas menjelaskan peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Dengan demikian. dengan media pembelajaran permasalahan ini dapat kita selesaikan. dan alat peraga. media sangat membantu peserta didik lebih memahami realitas. maka orang yang mempunyai gaya belajar auditori dapat lebih memahami materi pembelajaran dengan cara mendengar. yaitu learning by doing. somatik. Akhirnya. Sementara itu. paling tidak ada empat gaya belajar seseorang. yaitu gaya belajar visual. auditori. dia lebih suka belajar dengan cara mendengar. Belajar gaya visual artinya peserta didik mempunyai kecenderungan memahami materi pembelajaran jika disampaikan dengan media yang dapat dilihat seperti gambar. Untuk memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan kenyataan Dalam pembelajaran kontekstual. D. gaya belajar somatik (atau disebut juga kinestetik) dapat belajar dengan lebih baik melalui melakukan langsung. Mungkin kita masih ingat filsafat John Dewey. Anda akan lebih mengalir dan variatif dalam mengajar. dan intelektual. Bahkan. namun juga dengan suara dan gambar.melakukan ibadah haji secara konkret dengan menayangkan umat Islam yang sedang berhaji.

Prinsip Penggunaan Media Agar media pembelajaran yang kita gunakan tepat. Berdaya (9 Komponen Dasar Mengajar) guna Media pembelajaran seharusnya mampu meningkatkan motivasi peserta didik untuk belajar. maka ada beberapa prinsip yang perlu Tepat diperhatikan. keunikan peserta didik . visual Sementara itu. jika gaya belajar yang dominan adalah somatik. peserta didik yang dapat belajar secara lebih maksimal dengan menggunakan peralatan visual seperti gambar. ilustrasi. tepat tidaknya media yang kita gunakan akan sangat ditentukan oleh kompetensi yang akan dicapai apa. dan alat Media lain yang mengeluarkan suara. dan film. maka media visual tepat untuk mereka yang bertipe belajar visual. tape recorder. radio. mereka cenderung dapat menangkap materi pembelajaran jika disampaikan dengan menggunakan alat-alat semacam 2. Karena itu. dan alat Media lain yang audio dapat terlihat. Hal ini pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh gaya belajar peserta didik. Yaitu. yaitu: guna Media pembelajaran yang kita gunakan harus mengacu pada kompetensi dasar sehingga tepat untuk mencapai kompetensi tersebut. media audio visual cocok sebagai media pembelajaran untuk kategori gaya belajar yang dominan auditori dan visualnya. Sebab.Media audio sangat tepat digunakan untuk mengakomodasi peserta didik yang mempunyai kecenderungan belajar auditori. E. Hal yang perlu kita jadikan pertimbangan dalam variasi media adalah kompetensi yang akan dicapai. misalnya menggunakan televisi. maka media yang tepat harus memaksimalkan sisi pendengaran. maka media yang tepat adalah yang dapat memaksimalkan aspek visual. auditory ataukah somatik. Bervariasi Kita harus mempertimbangkan variasi media pembelajaran agar mampu mendorong sikap aktif peserta didik dalam belajar. maka media pembelajaran akan lebih berdaya guna jika lebih menekankan aspek gerak dan perbuatan secara langsung. VCD. visual Kalau media audio cocok untuk peserta didik dengan tipe auditori. sementara kalau yang dominan adalah gaya belajar auditori. apakah mereka berciri visual dalam belajar. Jika peserta didik mempunyai gaya belajar visual.. Akhirnya. peta 3.

dan kecerdasan eksistensial. bahwa menurut Howard Gardner ada sembilan jenis kecerdasan yang ada dalam peserta didik. . Membantu peserta didik menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuan pembelajaran 3. Kita perlu menyadari dari awal bahwa mengelola kelas perlu mempertimbangkan banyak hal seperti tujuan. untuk mencapai tujuan pembelajaran 4. Pengantar Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang keterampilan dasar mengajar mengelola kelas. tidak ada interaksi dialogis. B. Kadang kita menemukan sebuah proses pembelajaran yang berjalan secara monoton dan kaku karena didominasi oleh tenaga pendidik. 2. kecerdasan kinestetik. ketersediaan fasilitas dan kebijakan pendidikan yang ada. tujuan. kecerdasan ritmik. Ada beberapa hal yang akan kita pelajari. Tentu banyak hal yang menyebabkan hal ini terjadi misalnya karena terpaksa kuliah. yaitu kecerdasan bahasa. C. kecerdasan logis-matematika. Ingat. Tujuan mengelola kelas antara lain menjadikan seluruh peserta didik terfokus ke topik perkuliahan. Membina hubungan interpersonal yan baik antara pendidik dengan peserta didik dan antar peserta didik. kecerdasan intrapersonal. Pengertian Pengelolaan kelas adalah keterampilan seorang pendidik dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya ke posisi ini apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. kecerdasan interpersonal. Adapun Tujuan tujuan dari Keterampilan jenis Mengelola keterampilan ini Kelas adalah: 1. peserta didik. Mengendalikan peserta didik dan sarana pemelajaran dalam suasana pemelajaran yang menyenangkan. kecerdasan natural. Mendorong peserta didik mengembangkan tingkah lakunya sesuai tujuan pembelajaran (9 Komponen Dasar Mengajar) Kadang kita menjumpai tujuan peserta didik masuk kelas tidak sepenuhnya untuk belajar.baik dalam hal gaya belajar maupun kecerdasan yang mereka miliki. kecerdasan spasial. yaitu mencakup pengertian. tenaga pendidik membosankan atau karena faktor teman. KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS A. komponen dan prinsip dalam mengelola kelas. sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efekif.

(9 Komponen Dasar Mengajar) Memusatkan peserta perhatian didik. jelas Penyampaian informasi maupun pemberian petunjuk yang kita sampaikan seharusnya secara e. ketidakacuhan. D. perhatian Memberikan kelompok pada petunjuk tugas-tugas yang yang dilakukan. Secara visual kita dapat memberikan pandangan yang merata tidak hanya satu arah saja. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif) Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan kita dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan kegiatan pembelajaran. Keterampilan Menunjukkan tersebut sikap meliputi: tanggap Tanggap terhadap perhatian.Pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat mengatasi hal ini. penguatan Kita dapat memberikan penguatan negatif kepada peserta didik yang mengganggu. . Setiap peserta didik merasa bahwa kita hadir bersama mereka dan b. tahu apa Memberi yang mereka perbuat. jelas dan singkat sehingga peserta didik tidak kebingungan Menegur Apabila ada peserta yang bertingkah laku mengganggu di kelas. a. satu Memberi sama lain. perhatian Pengelolaan kelas yang efektif terjadi apabila kita mampu membagi perhatianya kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama. efisien dan efektif. dan ketidakterlihatan dalam tugas-tugas di kelas. kita dapat mengungkapkan dengan kata-kata tentang perhatian kita kepada semua c. keterlibatan. secara verbal. sehingga berjalan secara optimal. hendaknya kita memberi peringatan bahwa hak orang lain untuk memperhatikan pelajaran harus dihargai sehingga kita dapat mengharapkan kepada semua peserta agar saling menghargai f. kelompok Kegiatan pembelajaran akan berjalan dengan baik dalam waktu lama jika kita mampu memusatkan d. Komponen Keterampilan Mengelola Kelas Komponen keterampilan mengelola kelas yang perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut: 1. Sementara itu. Membagi perhatian dapat dilakukan dengan cara visual dan verbal.

KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI (9 Komponen Dasar Mengajar) A. Pembelajaran tanpa variasi pasti membosankan. hanya saja proses perkuliahan agar efektif kita kembalikan ke kontrak belajar pada saat pertemuan pertama. tujuan. Prinsip Penggunaan Keterampilan Mengelola Kelas Beberapa prinsip tentang penggunaan keterampilan mengelola kelas yang perlu kita perhatikan adalah: 1. Pengertian Variasi yang dimaksud dalam kegiatan pembelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para peserta didik serta . Ini tidak berarti seperti anak kecil yang suka dieri ancaman atau hadiah. komponen dan prinsip dalam mengadakan variasi. atau membuat dinamika kelompok di kelas. yaitu mencakup pengertian. Keterampilan tentang cara mengembalikan kondisi belajar yang optimal Keterampilan ini berkaitan dengan respons kita terhadap penyimpangan yangmungkin terjadi dari tujuan perkuliahan. bukan? Untuk itu. Modifikasi tingkah laku. 2. Tentu jalan keluar yang kita tawarkan bertolak dari diskusi bersama mengingat peserta didik adalah orang dewasa.atau penguatan positif kepada peserta didik yang bertingkah laku wajar. Kita dapat menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memberikan tugas. membuat kelompok untuk memetakan masalah. variasi dalam proses pembelajaran mutlak diperlukan. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari. 3. Kita harus mampu menemukan dan memecahkan tingkah laku yang dapat menimbulkan maslah. E. Pengantar Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang keterampilan dasar mengajar mengadakan variasi. B. Kita seharusnya dapat menganalisis tingkah laku peserta didik yang mengalami masalah dan memberikan jalan keluar secara tepat 2.

Terlebih sekarang muncul paradigma baru pendidikan yang lebih memanusiakan manusia [peserta didik] D. Kesenyapan pendidik Adanya kesenyapan. Penggunaan variasi suara Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah. dari cepat menjadi lambat. Komponen Mengadakan Variasi Komponen-komponen keterampilan dasar mengajar mengadakan variasi meliputi: 1. seperti dalam menggunakan keterampilan bertanya. menjelaskan. dari gembira menjadi sedih. atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu.mengurangi kejenuhan dan kebosanan. atau “selingan diam” yang tiba-tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu. d. Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian peserta didik kepada aspekaspek pembelajaran 2. b. yaitu: 1. 3. C. kebisuan. c. Meningkatkan kadar pembelajaran aktif dalam proses pembelajaran dengan melibatkan peserta didik dengan berbagai keunikannya. memberi penguatan. Memupuk tingkah laku yang positif terhadap proses pendidikan bahwa pendidikan itu sebuah proses yang mencerahkan dan mengoptimalkan semua potensi peserta didik. dari tinggi (9 Komponen Dasar Mengajar) menjadi rendah. Keterampilan dasar mengajar mengadakan variasi ini pada dasarnya harus juga diterapkan dalam keterampilan dasar mengajar lainnya. Variasi dalam gaya mengajar a. penggunaan media dan sebagainya. Kecenderungan gaya belajar seperti visual. Pemusatan perhatian peserta didik Guru dapat memusatkan perhatian peserta didik pada hal-hal yang dianggap penting dapat dengan gaya bahasa menurut kebutuhan mereka. auditori dan kinestetik perlu kita perhatikan. Mengadakan kontak pandang dan gerak . Tujuan Mengadakan Variasi Mengapa kita perlu mengadakan variasi dalam pembelajaran? Sebab keterampilan ini mempunyai beberapa tujuan. merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian audiens.

apabila kita lihat dari aspek indera yang digunakan. poster. Variasi media yang dapat dilihat Media yang termasuk ke dalam jenis ini antara lain grafik. film. dapat digolongkan ke dalam tiga bagian. tidak kikuk atau kaku. bagan. a. Gerakan badan dan mimik Kita perlu melakukan variasi dalam ekspresi wajah. telepon dapat dipakai sebagai penggunaan indera dengan yang divariasikan dengan indera lainnya. Pergantian penggunaan jenis media yang satu ke jenis yang lain mengharuskan peserta didik menyesuaikan alat inderanya. yakni media yang dapat didengar. atau motorik. Ada orang yang termasuk (9 Komponen Dasar Mengajar) tipe visual. c. sehingga dapat mempertinggi perhatiannya. gerakan hendaknya bebas. dan media yang dapat diraba. sosiodrama. dan slide. media yang dapat dilihat. Variasi media yang dapat didengar Suara kita termasuk di dalam media komunikasi yang utama di dalam kelas. Gunanya adalah untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan. Terutama sekali dalam menyampaikan pelajaran di dalam kelas. gerakan kepala. sebaiknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat ke mata semua orang di kelas untuk menunjukkan adanya hubungan yang akrab dengan mereka e. deklamasi. Untuk itu. musik. varasi penggunaan media harus dilakukan. dimanipulasi dan digerakkan Yang termasuk ke dalam hal ini. auditif. Variasi media yang dapat diraba. puisi. Variasi dalam penggunaan media pembelajaran Media pembelajaran. dan gerakan badan. Hal itu karena setiap orang mempunyai perbedaan kemampuan dalam menggunakan alat inderanya. b. 2. sebab hal ini merupakan aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi. misalnya peragaan yang ita lakukan atau peserta . gambar. dan hindari tingkah laku negative.Apabila kita sedang berbicara atau berinteraksi dengan peserta didik. Pergantian posisi di dalam kelas Pergantian posisi kita di dalam kelas dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian semua orang. f. suara radio. Rekaman suara.

3. yaitu . Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa Pola interaksi pendidikan dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran memiliki corak yang sangat beraneka ragam. Penggunaan variasi pola interaksi ini dimaksudkan untuk meningkatkan interaksi pendidik-peserta didik dan antar peserta didik agar kegiatan pembelajaran tidak menimbulkan kebosanan. Hal ini bergantung pada keterampilan pendidik dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Prinsip Mengadapan Variasi Prinsip-prinsip yang perlu kita perhatikan agar penggunaan keterampilan mengadakan variasi pembelajaran berjalan dengan baik adalah: 1. diperagakan atau dimanipulasi. d. dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran. 2. Variasi hendaknya digunakan dengan maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Mulai dari kegiatan yang didominasi oleh pendidik sampai kegiatan mandiri yang dilakukan oleh peserta didik. televisi. Tentu saja penggunaannya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. slide projector yang diiringi penjelasan kita. Variasi perlu kita rencanakan dengan baik agar berjalan dengan lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian peserta didik dan tidak mengganggu pembelajaran. dilihat dan diraba Media yang termasuk ini. dan boneka yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk diraba. E. Suasana kelas pun menjadi hidup. model. topeng. Kita sangat dianjurkan menggunakan variasi yang wajar dan beragam. KETERAMPILAN MENGAJAR PERORANGAN DAN KELOMPOK KECIL A. Variasi media yang dapat didengar. 3. Variasi harus direncanakan secara baik. Terlalu banyak pemakaian variasi akan menimbulkan (9 Komponen Dasar Mengajar) kebingungan dan dapat mengganggu proses pembelajaran. misalnya film. patung. Pengantar Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang keterampilan dasar mengajar perorangan dan kelompok kecil. kejenuhan.didik. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari.

adalah: kelompok Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui dinamika 2. 3. Memberikan rasa tanggung jawab yang lebih besar kepada peserta didik. Pelaksanaan hal-hal yang tersebut pada butir 1 sampai 4 di atas. dan juga antar peserta didik. Terjadinya hubungan interpersonal antara pendidik dengan peserta didik. Mengembangkan daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada peserta didik 3. tujuan. Membentuk hubungan yang lebih akrab antara pendidik dan peserta didik. Untuk itu. Peserta didik kita libatkan dalam penentuan tujuan yang akan dicapai. 4. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong. tetapi memiliki perbedaan dengan pengajaran perorangan. Memberi kesempatan memecahkan masalah untuk berlatih memecahkan masalah dan cara hidup secara rasional dan demokratis 3.mencakup pengertian. Seperti halnya pengajaran perorangan. maupun antar Adapun 1. pada pengajaran kelompok kecil disalurkan lewat kelompok. namun ada juga yang kita hadapi kelas besar. B. komponen dan prinsip dalam mengajar individual maupun kolektif. tujuan dari peserta keterampilan mengajar kelompok kecil didik. cara-cara belajar yang akan ditempuh. . Adakalanya kelas yang kita ampu haya terdiri dari beberapa peserta didik. Dengan demikian. Keterampian (9 Komponen Dasar Mengajar) mengajar perorangan memiliki tujuan berikut Tujuan ini: 1. 2. pengajaran kelompok kecil juga memiliki ciri-ciri seperti yang ada pada pengajaran perorangan. Pengertian Pada hakikatnya pengajaran perorangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. materi pelajaran dan alat yang akan digunakan. C. Setiap orang belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.. dapat disimpulkan bahwa tidak setiap peserta didik yang belajar sendiri dapat dikatakan dalam pengajaran perorangan. kita harus siap mengajar berapa pun jumlah peserta didik di kelas. Peserta didik kita bantu sesuai dengan kebutuhannya. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar lebih aktif 4. 2.

Agar peserta didik benar-benar dapat belajar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. kita diharapkan mampu menetapkan kondisi dan tuntutan belajar yang memungkinkan peserta 2. Pendidik perlu mengenal peserta didik secara pribadi. Keterampilan membantu membimbing apabila dan memudahkan diperlukan. serta mampu melaksanakan rencana tersebut. Keterampilan mengorganisasi Selama kegiatan pembelajaran perorangan/kelompok kecil berlangsung. dan kelompok merencanakan dan kecil adalah sebagai kegiatan berikut: pembelajaran Keterampilan melaksanakan Hal ini berhubungan dengan pengembangan program/kurikulum. kita berperan sebagai organisator. Prinsip Keterampilan Pengajaran Perorangan dan Kelompok Kecil Prinsip-prinsip penggunaan keterampilan pengajaran perorangan adalah sebagai berikut 1. sehingga benar-benar merasa bebas dan leluasa untuk mengemukakan pendapatnya. kita harus terampil dalam membantu peserta didik agar mudah belajar dan tidak mengalami patah semangat. gaya belajar. Dengan demikian. didik memikul tanggung jawab sendiri dalam belajar. pribadi Salah satu ciri dalam pengajaran perorangan/kelompok kecil ialah terjadinya hubungan yang sehat dan akrab antara pendidik dengan peserta didik. kita dituntut mampu dan terampil mendiagnosis kemampuan akademik setiap peserta didik. Berdasarkan analisis tersebut. Keterampilan awal mengadakan sampai pendekatan secara akhir. sehingga kondisi belajar dapat diatur dengan tepat . Di samping itu. belajar Mengajar perorangan/ kelompok kecil berarti memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sendiri. Hal ini akan terjadi apabila kita selaku pendidik dapat menciptakan suasana yang terbuka.D. kecenderungan minat dan tingkat disiplin mereka. dan antar peserta didik. Kita harus terampil membuat perencanaan yang sesuai dengan program dan kebutuhan peserta didik. E. Komponen Beberapa komponen yang perlu kita perhatikan dalam keterampilan mengajar perorangan 1. Kita bertugas mengatur dan memonitor kegiatan pembelajaran dari 3. peserta didik memiliki keyakinan bahwa kita akan selalu siap mendengarkan dan memperhatikan pendapatnya dan (9 Komponen Dasar Mengajar) bersedia 4.

Terjadi hubungan yang erat dan kompak di antara anggota kelompok c. b. maka semakin berkurang efetivitas dan aktivitas belajar (9 Komponen Dasar Mengajar) setiap anggota 2) Pembentukan kelompok berdasarkan minat. prinsip-prinsip penggunaan keterampilan pengajaran kelompok kecil adalah 1. e. f. atau dengan bahan yang telah disiapkan oleh pendidik sendiri 3. Pendidik meminta setiap kelompok untuk melaksanakan tugas di tempat yang tersedia . setiap kelompok Pelaksanaan a. 3. Para Para anggota anggota memiliki memiliki Pedoman Pembentukan rasa tanggung rasa jawab yang yang tinggi kuat kebersamaan pelaksanaan kelompok 1) Sebaiknya jumlah anggota kelompok antara 5-7 orang. Pelajaran diawali dengan pertemuan klasikal. pengalaman dan prestasi belajar 3) 4) Perencanaan Persiapan tugas dan kelompok perencanaan Kita perlu menyiapkan dan merencanakan pengaturan tempat. a. d. untuk memberikan informasi umum kepada semua peserta didik. 2. a. dengan pertimbangan bahwa semakin banyak angota. paket belajar. d. b. alat dan sumber belajar yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran secara efektif bagi 4. ruangan. Tidak semua mata kuliah cocok disajikan secara perorangan Sementara itu. Peserta didik bekerja bebas dengan bahan yang telah siap pakai seperti: modul. c.2. Kualitas Terjadi Saling Ada Memiliki Terdapat Memiliki tergantung interaksi Ada kelompok hubungan yan diharapkan gakrab di dan dalam sebagai Ciri-ciri keanggotaan kesadaran tujuan memenuhi antar yang berikut kelompok jelas kelompok bersama kebutuhan anggota bersama secara sesama positif anggota komunikasi tinakan berperan antara b. a.

D. Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjut. Media Pendidikan. 2005. Jakarta: Rajawali.. Yogyakarta: Yappendis.. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti. Mulyasa.html . Pengajaran Mikro. 2006 (9 Komponen Dasar Mengajar) http://www.c. Sadiman dkk.com/2009/04/keterampilan-dasar-mengajar10_22. Jakarta: Tim Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. terj. Oemar Hamalik. Suwarna dkk. Yogyakarta: Tiara Wacana.amindpoint.blogspot. 2005. Melvin L.).. Joni. E. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Pendidik melakukan supervisi dan mengikuti perkembangan proses pembelajaran dalam kelompok DAFTAR PUSTAKA Abimanyu Soli. Active Learning.N. Muqowim dkk. PAH.. 1985. R (ed. Silberman. 1986. 1989. Bandung: Remaja Rosdakarya. Aref S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful