P. 1
Sosiologi Antropologi Pendidikan Sebagai Ilmu Terapan

Sosiologi Antropologi Pendidikan Sebagai Ilmu Terapan

|Views: 3,056|Likes:
Published by Nofy Ongko
Alasan Sosiologi Antropologi Pendidikan Sebagai Ilmu Terapan
Alasan Sosiologi Antropologi Pendidikan Sebagai Ilmu Terapan

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Nofy Ongko on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2014

pdf

text

original

SOSIO – ANTROPOLOGI PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU TERAPAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Sosio - Antropologi Pendidikan

Dosen : Drs. Suhanadji, M. Si.

Oleh :

Nofy Ongko

121664020

PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TAHUN AJARAN 2012 / 2013

Soal : 1. Mengapa Sosiologi dan Antropologi disebut sebagai ilmu murni (pure science), sedangkan Sosiologi Antropologi Pendidikan disebut sebagai Ilmu Terapan (applied science) ? Jelaskan menurut pendapat dan analisa saudara ! Sebutkan pula 5 contoh ilmu sosial murni selain Sosiologi Antropologi dan 5 contoh ilmu sosial terapan selain Sosisologi Antropologi Pendidikan. 2. Berikan definisi dan contoh dari istilah berikut :      3. Etnografi Etnometodologi Fenomenologi Case Study Grounded Research

Bagaimanakah anda menerapkan model pembelajaran Jigsaw dalam menelaah dan mengkaji masalah – masalah sosial yang ada di sekitar saudara ? Terapkan model pembelajaran ini dengan melibatkan teman – teman saudara dalam satu kelas (peer teaching)

Jawaban : 1. Sosiologi Antropologi pendidikan dikategorikan ke dalam ilmu terapan (applied science) bukan ilmu murni (pure science), artinya disiplin ilmu Sosiologi dan Antropologi dikembangkan dan diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Implikasinya adalah bahwa : fakta, konsep, generalisasi, dan teori – teori sosiologi dan antropologi dapat diterapkan untuk ikut menyelesaikan fenomena dan masalah – masalah pendidikan. Dari implikasi teoritik misalnya, bagaimana memahami teori Evolusi Sosial dapat digunakan untuk menjelaskan proses perkembangan pendidikan di Indonesia, mulai dari jaman penjajahan kolonial Belanda, jaman penjajahan Jepang, jaman pergerakan Nasional, jaman Orde Lama, jaman Orde Baru, hingga pendidikan pada Era Reformasi. Proses perkembangan pendidikan secara evolutif ini dapat dilacak pada perubahan dari jaman ke jaman yang meliputi : tujuan pendidikan yang ingin dicapai, kurikulum pendidikan yang dikembangkan, manajemen sekolah yang diterapkan, model – model pembelajaran yang dikembangkan di lembaga

sekolah maupun strategi dan politik pendidikan yang dianut oleh suatu jaman atau rejim pemerintahan tertentu. Sebagai ilmu terapan, sosiologi antropologi pendidikan memiliki objek kajian dan ruang lingkup tersendiri. Sosiologi dan antropologi pendidikan adalah gabungan atau perpaduan (fusi) antara disiplin ilmu Sosiologi pendidikan dan disiplin ilmu Antropologi pendidikan, yang masing – masing sebagai ilmu terapan telah dianggap mantap dan telah berperan penting serta memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam khasanah perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam perkembangan Ilmu - ilmu Sosial Terapan. Untuk memahami materi dan kajian Sosiologi dan Antropologi Pendidikan, ada baiknya kita melihat terlebih dahulu apa yang menjadi latar belakang, objek, pendekatan dan ruang lingkup dari keduannya, yaitu : Sosiologi Pendidikan dan Antropolgi Pendidikan, sehingga kita memiliki pemahaman yang lebih utuh dan komprehensif tentang kedua disiplin ilmu terapan tersebut.

5 contoh Ilmu sosial murni dan Ilmu sosial terapan Ilmu sosial murni adalah ilmu yang dikembangkan untuk tujuan ilmu itu sendiri, agar tidak stagnan atau berhenti. Bagian yang dikembangkan adalah : konsep, fakta, teori, dan generalisasi. Contohnya : 1. Psikologi, yaitu ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks kejiwaan dan perilaku. 2. Ekonomi, yaitu ilmu yang mempengaruhi manusia dalam konteks 3. Politik, yaitu ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks kekuasaan serta sistem pemerintahan. 4. Geografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. 5. Sejarah, yaitu ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Ilmu sosial terapan adalah ilmu yang dikembangkan untuk dimanfaatkan oleh manusia.

Contohnya : 1. Bidang Psikologi : Psikologi Klinis dan Psikologi Industri dan Organisasi 2. Bidang Politik 3. Bidang Ekonomi : Administrasi : Ekonomi Syari’ah dan Akuntansi dan γραφία graphia =

2.

Etnografi (Yunani ἔθνος ethnos =

rakyat

tulisan)

adalah strategi penelitian ilmiah yang sering digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam antropologi dan beberapa cabang sosiologi, juga dikenal sebagai bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat, kelompok etnis dan formasi etnis lainnya, etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial, juga budaya material dan spiritual mereka . Etnografi sering diterapkan untuk mengumpulkan data empiris tentang masyarakat dan budaya mansia. Pengumpulan data biasanya dilakukan melalui pengamatan partisipan, wawancara, kuesioner, dll. Ilmu ini bertujuan untuk menjelaskan keadaan masyarakat yang dipelajari (misalnya untuk menjelaskan seseorang, sebuah ethnos) melalui tulisan. Dalam biologi, jenis studi ini disebut "studi lapangan" atau "laporan kasus", keduanya digunakan sebagai sinonim umum untuk "etnografi". Menurut Richards dkk. (1985), Etnografi adalah kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat-istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, bahasa. Bidang kajian yang sangat berdekatan dengan etnografi adalah etnologi, yaitu kajian perbandingan tentang kebudayaan dari berbagai masyarakat atau kelompok Menurut Hymes (1974), istilah etnografi komunikasi sendiri menunjukkan cakupan kajian berlandaskan etnografi dan komunikasi. Ciri khas Etnografi :  Penggunaan penjelasan yang detail.  Gaya laporan bersifat cerita (story telling)  Menggali tema-tema kultural, seperi tema-tema tentang peran dan perilaku masyarakat.

 Menjelaskan kehidupan keseharian orang-orang (everyday life of persons) bukan peristiwa khusus yang menjadi pusat perhatian.  Laporan keseluruhan perbaduan antara deskriptif, analitis dan interpretatif.  Hasill penelitian memfokuskan bukan pada apa yang menjadi agen perubahan tetapi pada pelopor untuk berubah yang bersifat terpaksa. Prinsip Etnografi :  Mempertimbangkan tentang informan. Artinya peneliti harus secara selektif dalam meimilih informan yang akan diwawancarai dan diteliti. Peneliti harus melindungi informan dan akibat-akibat yang ditimbulkan bila memilih mereka.  Mengerti informan. Mengerti di sini memiliki arti bahwa peniliti harus memperhatikan hak-hak asasi, kepentingan dan sensivitas. Seorang peneliti memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka terhadap konsekuensi yang akan muncul.  Menyampaikan tujuan penelitian. Peneliti harus menympaikan kepada informan sehingga mereka dapat membantu penelitian yang ada.  Melindungi privasi informan. Setiap kerahasiaan informan harus dilindungi, bila mereka tidak mau disebutkan identitas mereka maka kitapun harus menjaga kerahasiaan mereka (prinsip anonimitas) dan peneliti juga harus memperhatikan keberatan-keberatan dari pihak informan.  Tidak mengksploitasi informan. Peniliti tidak boleh hanya menfaatkan informan untuk mencapai tujuan penelitian, tetapi setelah penelitian selesai harus memberikan balas jasa kepadanya karena telah menjadi informan yang membantu selama penelitian berlangsung sehingga penelitian dapat berjalan dengan baik.  Memberikan laporan kepada informan. Setelah penelitian selesai etnografer harus memperlihatkan (melaporkan kepada informan) untuk. Keunggulan dan kelemahan Etnografi Keunggulan :
Penelitian etnografi memiliki keunggulan dibandingkan dengan penelitian yang lain Kekuatan etnografi oleh Anne Suryani (2008, 124) dijelaskan bahwa etnografi

menyediakan kesempatan yang lebih dalam mengumpulkan data yang komplit dan relevan dalam menjawab permasalahan karena penelitian etnografi ini mengadakan penelitian secara mendalam dan bersifat partisipan. Etnografi juga

mempertimbangkan data dari sumber terbaik untuk studi perbandingan dan analisis. Seorang etnografer dapat berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari dengan memperhatikan, mendengar, bertanya dan mengumpulkan data. Kelemahan : Dalam research etnografi hanya dapat meneliti sedikit atau bahkan hanya satu kasus, dan hasil dari penelitian etnografi tidak dapat digeneralisasi ke dalam konteks sosial yang lain. Kelemahan lainnya adalah peneliti sebagai instrumen primer dalam mengumpulkan data. Contoh penelitian Etnografi : “ Pengaruh Kebudayaam Islam Gujarat Terhadap Pembangunan Masjid Di Indonesia ” “ Pengaruh Etnis Tionghoa Terhadap Perniagan Di Indonesia“

Etnometodologi

adalah

Studi

tentang

bagaimana

individu-individu

menciptakan dan memahami kehidupan sehari-hari mereka, cara mereka menyelesaikan pekerjaan didalam hidup setiap harinya. Sehingga

etnometodologi mempelajari realitas sosial atas interaksi yang berlangsung sehari-hari. Etnometodologi merupakan studi eksperimental khas penelitian kualitatif karena ia dapat meneliti bila terjadi penyimpangan pada aturanaturan yang ada di masyarakat. Menurut Bogdan & Biklen (1982:37), pengertian Etnometodologi tidaklah mengacu pada suatu model atau teknik mengumpilkan data ketika seseorang melakukan suatu penelitian tetapi lebih memberikan arah mengenai masalah apa yang akan diteliti. Tujuan utama etnometodologi adalah untuk mempelajari bagaimana anggota

masyarakat selama berlangsungnya interaksi sosial, membuat sense of indexical expression. Istilah indexical tidak bermakna universal namun bergantung pada konteks (misalnya, ia, dia, mereka). Sifatnya terbatas pada yang diindeks atau dirujuk Subjek etnometodologi bukanlah anggota-anggota suku-suku terasing, melainkan orang-orang dalam perbagai macam situasi dalam masyarakat kita. Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang-orang mulai melihat, menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia

di tempat mereka hidup. Pemanfaatan metode ini lebih dilatari oleh pemikiran praktis (practical reasoning) ketimbang oleh kemanfaatan logika formal (formal logic). Keunggulan dan Kelemahan Keunggulan: 1. Longitudinal, Sebagai suatu metode observasi yang sedang berlangsung, etnometodologi dapat merekam perubahan-perubahan apa yang terjadi dan tidak harus menyandarkan diri pada ingatan partisipan. 2. Perilaku verbal dan non verbal dipelajari dalam etnometodologi 3. Memberikan suatu pemahaman tentang bagaimana responden menyadari atau merasa benar-benar dalam keadaan sadar dan mengerti terhadap kegiatan penelitian dan bagaimana mereka menjawab pertanyaan yang ada. 4. Etnometodologi memberikan suatu pemahaman tentang kekonsistenan Reliabilitas Kelemahan: Untuk studi skala luas atau sikap masyarakat dalam skala besar lebih cocok dengan menggunakan metode survey dibandingkan etnometodologi. Contoh Penelitian : “ Perilaku Kerja Pialang Tembakau: Studi komperatif tentang perilaku kerja orang Madura dan Orang Cina di Madura “ yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dua keluarga Madura dan tiga keluarga Cina.

Fenomenologi adalah

sebuah

studi

dalam

bidang filsafat yang

mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert (1728 - 1777), seorang filsuf Jerman. Dalam bukunya Neues Organon (1764). ditulisnya tentang ilmu yang tak nyata. Dalam pendekatan sastra, fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena, sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis, sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur-hakekat dari pengalaman dan

hakekat dari apa yang kita alami. G.W.F. Hegel dan Edmund Husserl adalah dua tokoh penting dalam pengembangan pendekatan filosofis ini. Contoh Penelitian : Penelitian biografis tentang grup musik “Slank”, untuk memahami pengalaman kreatif kesenimanan mereka dan bagaimana mereka memandang peristiwa-peristiwa negatif (terlibat narkoba, seks bebas, dan lain-lain) yang menimpa mereka maupun seniman-seniman lain, serta bagaimana mereka mengatasinya.

Studi

Kasus adalah

salah

satu metode metode

penelitian dalam ilmu ini, dilakukan

sosial.

Dalam riset yang

menggunakan

pemeriksaan

longitudinal yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yang sistematis dalam melakukan pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi, dan pelaporan hasilnya. Sebagai hasilnya, akan diperoleh pemahaman yang mendalam tentang mengapa sesuatu terjadi dan dapat menjadi dasar bagi riset selanjutnya. Studi kasus dapat digunakan untuk menghasilkan dan menguji hipotesis. Pendapat lain menyatakan bahwa studi kasus adalah suatu strategi riset, penelaahan empiris yang menyelidiki suatu gejala dalam latar kehidupan nyata. Strategi ini dapat menyertakan bukti kuatitatif yang bersandar pada berbagai sumber dan perkembangan sebelumnya dari proposisi teoretis. Studi kasus dapat menggunakan bukti baik yang bersifat

kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian dengan subjek tunggal memberikan kerangka kerja statistik untuk membuat inferensi dari data studi kasus kuantitatif. Contoh Penelitian : “ Kesulitan Belajar Pada Siswa SMA Kelas 12 ”, Penelitian diawali dengan melakukan observasi untuk memperoleh data, Merumuskan masalah, Menyusun hipotesis berdasarkan data awal, Melakukan eksperimen untuk memperoleh data, Mengambil kesimpulan.

Grounded Theory atau teori dasar merupakan salah satu model pendekatan penelitian kualitatif yang sedang berkembang sangat pesat beberapa tahun terakhir ini, baik dari sisi kuantitas maupun bidang studi yang

menggunakannya, dari yang semula di bidang sosiologi saja sekarang sudah berkembang ke bidang-bidang lain, seperti pendidikan, ekonomi, antropologi, psikologi, bahasa, komunikasi, politik, sejarah, agama dan sebagainya. Menurut Glaser dan Strauss, Grounded Theory adalah teori umum dari metode ilmiah yang berurusan dengan generalisasi, elaborasi, dan validasi dari teori ilmu sosial. Menurut mereka penelitian Grounded Theory perlu menemukan aturan yang dapat diterima untuk membentuk ilmu pengetahuan (konsistensi, kemampuan reproduksi, kemampuan generalisasi dan lain-lain), walaupun pemikiran metodologis ini tidak untuk dipahami dalam suatu pengertian positivisme. Tujuan umum dari penelitian grounded theory adalah (1) secara induktif memperoleh dari data, (2) yang diperlukan pengembangan teoritis, dan (3) yang diputuskan secara memadai untuk domainnya dengan memperhatikan sejumlah kriteria evaluatif. Walaupun penelitian grounded

theory dikembangkan dan digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan sosial, penelitian grouded theory dapat secara sukses diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu. Ini termasuk ilmu pendidikan, studi kesehatan, ilmu politik dan psikologi. Glaser dan Strauss tidak memandang prosedur grounded theory sebagai disiplin khusus, dan mereka mendorong para peneliti untuk menggunakan prosedur ini untuk tujuan disiplin ilmu mereka. Contoh Penelitian : “ Bagaimanakah Wanita yang Berpenyakit Kronis Mengatasi Kehamilan ? ”

3.

Jigsaw adalah tipe pembelajaran yang hampir sama dengan STAD tetapi bedanya tiap anggota kelompok untuk mempelajari bidang tertentu sebagai ahli. Selanjutnya mereka disebar untuk belajar dan berdiskusi sesuai dengan bidang – bidang yang dipelajari. Misalnya, dalam pengajaran ilmu sosial, khususnya masalah sosial, sehingga ada ahli di bidang patologi sosial, urbanisasi, trafiking, kenakalan remaja, narkoba, dll. Selanjutnya anggota tim ahli kembali ke kelompok asalnya dan mengajarkan kepada teman yang ada dalam kelompoknya sesuai dengan keahliannya tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Achmad Alfin, 2011, Metode Penelitian Etnometodologi. From http://alfinsosiologi.wordpress.com/2011/06/21/metode-penelitianetnometodologi/. Diakses 3 Oktober 2012 Adeadeankali, 2010, Pengertian Etnografi. From http://adeadeankali.blogspot.com/2010/01/pengertian-etnografi.html. Diakses 3 Oktober 20012 Bambang Sukma WIjaya, 2007, Fenomenologi dan Interaksi Simbolik. From http://bambangsukmawijaya.wordpress.com/2007/12/07/fenomenologidan-interaksi-simbolik/. Diakses 3 Oktober 2012 Suhanadji, dkk, 2012, Sosiologi Antropolgi dalam Perspektif Pendidikan. Surabaya : Unesa University Press. ____________, Etnografi. From http://id.wikipedia.org/wiki/Etnografi. Diakses 3 Oktober 2012 ____________, Grounded Theory. From http://id.wikipedia.org/wiki/Etnografi. Diakses 3 Oktober 2012 ____________, Studi Kasus. From http://id.wikipedia.org/wiki/Etnografi. Diakses 3 Oktober 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->