P. 1
Dasar fungsi Excel

Dasar fungsi Excel

|Views: 156|Likes:
Published by Andaru Dika Tisna
fungsi-fungsi padqa excel 2007
fungsi-fungsi padqa excel 2007

More info:

Published by: Andaru Dika Tisna on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

E. 1.

Formula Tingkat Lanjut FUNGSI TEXT a. Fungsi CONCATENATE Fungsi yang digunakan untuk menggabungkan beberapa data teks ataupun hasil dari fungsi tertentu. Bentuk/struktur rumus/Fungsi Dasar : CONCATENATE(text1 ; text2;... ) dibatasi sampai 30 argumen (text). Text, text2,... adalah komponen dari fungsi tersebut. Komponen – komponen itu dapat digantikan oleh alamat sel ataupun fungsi yang lain. Contoh 1: Rumus Keterangan Hasil =CONCATENATE(“SMK”;”SANJAYA”) Menggabung teks “SMK” dan SMK SANJAYA “SANJAYA” =CONCATENATE(“Latihan”;”Excel”) Menggabung teks “Latihan” dan Latihan Excel “Excel” Contoh 2: A 1 BE 2

B LUM

=CONCATENATE( A1 ; B1 ) -->Hasil : BELUM Text2 (sel A1) Text1 (sel B1) b. Fungsi LEFT Fungsi ini untuk mengambil beberapa huruf atau angka dari suatu data teks dari posisi sebelah KIRI. Bentuk/Struktur Rumus/fungsi dasar : LEFT(text;[num_chars])  Argumen text merupakan data teks yang penulisannya harus diapit dengan tanda petik ganda (“). Argumen text dapat diwakili oleh alamat sel yang berisi data teks.  [num_chars], argumen ini menunjukkan banyaknya karakter yang akan diambil. Argumen ini harus memiliki nilai lebih besar dari atau sama dengan nol (0). Jika argumen [num_chars] dihilangkan, Microsoft Excel akan mengasumsikannya dengan nilai satu(1). Contoh 1 : Rumus Keterangan Hasil =LEFT(“Sanjaya”;5) Mengambil 5 karakter pertama dari teks “Sanjaya” Sanja =LEFT(“Sanjaya”) Mengambil 1 karakter pertama dari teks “Sanjaya” S =LEFT(“Sanjaya”;3) Mengambil 3 karakter pertama dari teks “Sanjaya” San Contoh 2:( ambil 2 karakter pertama dari kode) A B 1 KODE AMBIL 2 =LEFT( A2 ; 2 ) -->Hasil: ER 2 ER-45-AK (ER)? 3 4 Alamat Sel (A1) Banyak Karakter yang akan diambil(2) c. Fungsi MID Fungsi untuk mengambil bebrapa huruf/angka/karakter suatu data teks dari posisi tertentu,. Karakter ini bukan di sebelah kiri ataupun kanan, dapat dikatakan pula untuk mengambil karakter di TENGAH pada suatu teks tertentu. Bentuk/struktur Rumus : MID(text;start_num;num_chars)  Text merupakan argumen data teks yang penulisannya diapit dengan tanda petik ganda (“). Argumen text dapat diwakili oleh alamat sel yang berisi data teks.  Start_num merupakan nilai numeric yang menunjukan posisi dimulainya pengambilan karakter yang dihitung dari posisi sebelah kiri. Jika nilainya lebih besar dari panjangnya karakter, hasilnya kosong. Jika start_num nilainya lebih kecil dari 1, hasilnya #VALUE!.  Num_chars menunjukkan jumlah atau banyaknya karakter yang diambil. Jika argumen num_chars nilainya negatif, hasilnya #VALUE. Argumen ini harus memiliki nilai lebih besar dari atau sama dengan nol(0). Contoh : Hal 24

Banyak Karakter yg diambil(2) Alamat Sel (A1)

Pelatihan PNPM Kampung 2012

Rumus =MID(“Sanjaya”;4;4) =MID(“Sanjaya”;2;4)

Keterangan Mengambil 4 karakter dari teks “Sanjaya”, dimulai dari karakter ke 4 Mengambil 4 karakter dari teks “Sanjaya”, dimulai dari karakter ke 2

Hasil jaya anja

Contoh : ambil 4 karakter mulai dari karakter ke-2 =MID(A2 ; 2 ; 4) --> hasil: “E-34”
Num_chars adalah banyaknya karakter yg diambil Start_num adalah mulainya pembacaan karakter(baca dari kiri) Text adalah alamat sel yang akan dibaca datanya.

d.

e.

f.

Fungsi RIGHT Fungsi untuk mengambil beberapa karakter dari sebelah KANAN suatu teks. Bentuk/struktur rumus : RIGHT(text;[num_chars])  Argumen text merupakan data teks yang penulisannya harus diapit dengan tanda petik ganda (“). Argumen text dapat diwakili oleh alamat sel yang berisi data teks.  [num_chars], argumen ini menunjukkan banyaknya karakter yang akan diambil. Argumen ini harus memiliki nilai lebih besar dari atau sama dengan nol (0). Jika argumen [num_chars] dihilangkan, Microsoft Excel akan mengasumsikannya dengan nilai satu(1). Contoh : Rumus Keterangan Hasil =RIGHT(“Sanjaya”;4) Mengambil 4 karakter terakhir dari teks “Sanjaya” jaya =RIGHT(“Sanjaya”) Mengambil 1 karakter terakhir dari teks “Sanjaya” a =RIGHT(“Sanjaya”;3) Mengambil 3 karakter terakhir dari teks “Sanjaya” aya Fungsi LOWER Fungsi ini digunakan untuk mengubah semua karakter dalam setiap teks menjadi huruf kecil (lowercase). Bentuk/struktur rumus : LOWER(text) Text merupakan data teks yang penulisannya diapit oleh tanda petik dua (“). Argumen text ini dapat diwakili oleh alamat sel yang berisi data teks. Contoh : Rumus Keterangan Hasil =LOWER(“SMK Sanjaya”) Mengubah teks “SMK Sanjaya” smk sanjaya menjadi huruf kecil =LOWER(“SMK SANJAYA”) Mengubah teks “SMK Sanjaya” smk sanjaya menjadi huruf kecil Fungsi UPPER Fungsi ini digunakan untuk mengubah semua karakter dalam setiap teks menjadi KAPITAL. Bentuk/struktur rumus : UPPER(text) Text merupakan data teks yang penulisannya diapit oleh tanda petik dua (“). Argumen text ini dapat diwakili oleh alamat sel yang berisi data teks. Contoh : Rumus Keterangan Hasil =UPPER(“SMK Sanjaya”) Mengubah teks “SMK Sanjaya” SMK SANJAYA menjadi KAPITAL =UPPER(“SMK SANJAYA”) Mengubah teks “SMK Sanjaya” SMK SANJAYA menjadi KAPITAL Fungsi PROPER Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf awal kata pada suatu data teks menjadi huruf Kapital(huruf besar). Bentuk/struktur rumus : PROPER(text) Text merupakan data teks yang penulisannya diapit oleh tanda petik dua (“). Argumen text ini dapat diwakili oleh alamat sel yang berisi data teks. Contoh : Rumus Keterangan Hasil =PROPER(“SMK Sanjaya”) Mengubah teks “SMK Sanjaya” menjadi Smk Sanjaya KAPITAL di setiap awal kata. =PROPER(“SMK SANJAYA”) Mengubah teks “SMK Sanjaya” menjadi Smk Sanjaya KAPITAL di setiap awal kata. Fungsi VALUE Hal 25

g.

h.

Pelatihan PNPM Kampung 2012

Fungsi ini digunakan untuk mengubah suatu data teks menjadi data angka. Bentuk/struktur rumus : VALUE(text) Argumen text data teks yang penulisannya diapit dengan tanda petik ganda (“). Argumen ini dapat diwakilkan oleh alamat sel yang berisi data teks. 2. FUNGSI LOGIKA: a. Rumus IF Digunakan untuk melogika suatu pernyataan yang bernilai benar atau salah dengan syarat – syarat tertentu. Rumus/bentuk Umum =IF(logical_test;Value_if_true;Value_if_false) Jika suatu kondisi(logical_test) sama/cocok dengan syarat yang ditentukan akan dihasilkan nilai TRUE dan sebaliknya. Contoh : ==>A adalah “Keadaan Hujan”; ==>B adalah “Keadaan Panas”; ==>Pernyataan : “Jika kondisi sekarang adalah A maka Fifi akan berangkat sekolah, jika kondisi adalah B maka Fifi tidur di rumah”; ==>Kondisi Sekarang adalah “A”; Hasil dari pernyataan tersebut: “Fifi berangkat Sekolah”. Jika dari pernyataan tersebut dimasukkan dalam rumus excel, urutannya adalah: ==>If(A=”Keadaan Hujan”; “Fifi berangkat Sekolah”;”Tidur Dirumah”) ==>If(Logical test; value if true; value if false )

Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa:  Logical_Test merupakan nilai dari suatu kondisi yang akan dibandingkan dengan syarat yang ditentukan. Kondisi dan syarat ini dapat pula diwakili oleh alamat sel (‘A=Hujan’). Adapun pembandingnya (operator pembanding) adalah: Operator Keterangan < Kurang dari <= Kurang dari atau sama dengan > Lebih dari >= Lebih dari atau sama dengan <> Tidak sama dengan/bukan = Sama dengan Value_If_True (nilai benar) merupakan nilai yang dihasilkan oleh rumus ketika kondisi sama dengan syarat yang ditentukan. Value_If_False (nilai salah) merupakan nilai yang dihasilkan oleh rumus ketika kondisi tidak sama dengan syarat yang ditentukan. Contoh Kasus: a. Contoh 1: Ketentuan Proses: Jika Kolom Huruf adalah A maka Keterangan “Bagus” Jika Kolom Huruf adalah B maka Keterangan “Baik” Rumus yang benar (disel B2 ketikkan): =IF(A2=”A”;”Bagus”;”Baik”) Nilai apakah yang dihasilkan nantinya di sel B2 dan B3?

 

b.

Contoh 2: Hal 26

Pelatihan PNPM Kampung 2012

Ketentuan Proses: Jika 2 karakter terkanan dari Kode adalah: 2A==> “Kelas 2a” 1A==> “Kelas 1A” 2B==> “Kelas 2B” Nilai apakah yang ada di sel B2,B3, dan B4? Pembahasan contoh 2: Bahwa kode-kode yang ada dikolom kode terdiri dari 5 karakter, dan kode di ketentuan proses yang menjadi syarat hanya terdiri dari 2 karakter. Jadi kita harus gunakan rumus lain untuk mengambil 2 karakter terkanan ini (pakai Right). =IF(RIGHT(A2;2)=”2A”;”Kelas 2A”;IF(RIGHT(A2;2)=”1A”;”Kelas 1A”;”Kelas 2B”)) Baca: Jika 2 karakter terkanan di sel A2 adalah “2A” maka “Kelas 2A”, Jika 2 karakter terkanan di sel A2 adalah “1A” maka “Kelas 1A” selain itu “Kelas 2B”. b. Fungsi OR Digunakan untuk memberikan nilai TRUE/BENAR atau FALSE/SALAH dari 1 atau beberapa pernyataan. OR akan menghasilkan nilai TRUE/BENAR jika SALAH SATU DARI PERNYATAAN TERSEBUT BERNILAI BENAR, dan akan menghasilkan nilai FALSE ketika dari PERNYATAAN TERSEBUT BERNILAI FALSE/SALAH. Bentuk /rumus umum : =OR(logical1;logical2;....) logical tersebut sampai 30 argumen. Contoh : Pernyataan: A1==>”2+6=8” B1==>”3+6=10” C1==>”8-2=6” =OR(A1) --> hasilnya adalah TRUE =OR(B1)--> hasilnya adalah FALSE =OR(C1)--> hasilnya adalah TRUE =OR(A1;B1)--> hasilnya adalah FALSE || =OR(4*2=10;3*2=6)? || =OR(8+2=10;4+5=9)? || =OR(9-2=8;8/4=3)? || =OR(8+9=1;7*9=2)?

Pada umumnya fungsi ini digunakan tidak berdiri sendiri, namun akan digabung dengan fungsi logika lainnya, terutama fungsi IF. Didalam fungsi IF, OR akan digunakan sebagai logical_test untuk menguji 2 atau lebih dari pernyataan yang ditentukan. Di kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami kasus semacam, misalkan saja kita diberi beberapa pilihan untuk memilih salah satu dari beberapa pilihan tersebut. Contoh : “Jika Fifi sekolah di Jogja atau di Sleman orangtua Fifi akan membelikan sepeda motor selain kota itu Fifi dibelikan sepeda onthel”, lalu bagaimanakah jika Fifi ternyata sekolah di Gunungkidul? Apakah orangtuanya akan membelikan sepeda motor?, atau bagaimana jika Fifi ternyata sekolah di Sleman?, atau di Jogja? c. AND Pada dasarnya kegunaan fungsi AND sama dengan fungsi OR, yaitu untuk memberikan Nilai TRUE atau FALSE dari satu atau beberapa pernyataan. Perbedaan yang mendasar adalah syarat yang digunakan ketika akan menghasilkan nilai TRUE atau FALSE. Fungsi AND akan bernilai TRUE jika SYARAT KEDUANYA ATAU LEBIH BERNILAI BENAR SEMUA, dan akan menghasilkan nilai FALSE jika SALAH SATU SYARAT BERNILAI SALAH. Bentuk/Rumus umum : Contoh : =AND(logical1;logical2;....) logical tersebut sampai 30 argumen. Pernyataan: A1==>”2+6=8” B1==>”3+6=10” C1==>”8-2=6” =AND(A1) --> hasilnya adalah TRUE = AND (B1)--> hasilnya adalah FALSE = AND (C1;A1)--> hasilnya adalah TRUE = AND (A1;B1)--> hasilnya adalah FALSE || = AND (4*2=10;3*2=6)? || = AND (8+2=10;4+5=9)? || = AND (9-2=8;8/4=3)? || = AND (8+9=1;7*9=2)?

Sama dengan fungsi OR, fungsi AND pada umumnya digunakan dengan fungsi IF. Didalam fungsi IF, AND akan berada di posisi logical_test yang akan menjadi kondisi dan syarat. Jika syarat keduanya atau lebih bernilai BENAR maka fungsi IF akan melanjutkan untuk memproses nilai TRUE dan sebaliknya. Dalam kehidupan sehari-hari fungsi logika ini sering kita jumpai. Misalkan saja “Lia akan lulus apabila nilai Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dan Matematika minimal 4,00 dan rata – rata dari nilai tersebut diatas 5,00”. Pelatihan PNPM Kampung 2012 Hal 27

Bagaimanakah jika ternyata nilai IPA Lia 3,50?, atau bagaimanakah jika ternyata semua nilai Lia diatas 4,00 namun rata – ratanya kurang dari 5,00? 3. FUNGSI PEMBACAAN TABEL a. Fungsi CHOOSE Fungsi ini digunakan untuk mambaca sekelompok data dengan menggunkan index sebagai pedoman pembacaan. Bentuk/struktur rumus : CHOOSE(index_num;value1;[value2])  Argumen index_num berbentuk numerik, jika index lebih kecil dari 1 atau lebih besar dari jumlah data, maka Microsoft Excel akan menampilkan kode kesalahan #VALUE.  Argumen value1, value2 berbentuk data numerik, teks, atau alamat sel. Penulisan data teks diapit menggunakan petik ganda (“). Contoh :

Ket: Data Input Rumus =CHOOSE(3;A2;A3;A4;A5 ;A6) =CHOOSE(5;A2;A3;A4;A5 ;A6) =CHOOSE(2;”Lia”;”Wati ”;”Andi”;”Fifi”) b.

Keterangan Nilai dari argumen ke-2, yaitu AK2 Nilai dari argumen ke-5, yaitu MO Nilai dari argumen ke-2, yaitu Wati

Hasil AK2 MO Wati

FUNGSI HLOOKUP Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai dalam suatu baris tabel atau digunakan untuk membaca tabel horizontal dengan menggunakan nilai kunci perbandingan, serta urutan baris yang menunjukan posisi data yang dibaca di baris tertentu. Sehingga dapat disimpulkan, fungsi ini pada dasarnya hanya membandingkan antara tabel satu dengan yang lain berdasar kode yang sama dimana salah satu tabel adalah data sumber (source) atau sering disebut tabel bantu. Bentuk/struktur rumus : HLOOKUP(lookup_value;table_array;row_index-num;[range_lookup])  Argumen lookup_value berupa alamat sel yang digunakan sebagai kunci/acuan pembacaan tabel.  Microsoft Excel akan menampilkan nilai kesalahan #NA, jika nilai kunci tidak sesuai dengan nilai yang ada pada baris pertama range tabel. Misalnya kunci berbentuk data numeric, sedangkan nilai baris pertama tabel berbentuk data teks.  Jika kunci memiliki harga lebih besar dari nilai yang ada di baris pertama tabel, maka Microsoft Excel akan membaca nilai pembanding paling besar yang ada di baris pertama tabel. Argumen table_array adalah nama atau range dari tabel yang akan dibaca. Baris pertama berisi nilai pembanding(acuan) yang akan dibandingkan dengan nilai kunci. Argumen Row_index_num adalah data numerik nomor urut baris yang digunakan sebagai fungsi pembacaan pada baris data.  Nilai row_index_num baris dimulai dengan angka 1 yang berarti membaca pada baris pertama, angka 2 membaca data pada baris ke 2, dan seterusnya.  Jika nilai row_index_num lebih besar dari jumlah baris yang ada pada raneg tabel, maka Microsoft Excel akan menampilkan nilai kesalahan #REF!.  Jika nilai row_index_num lebih kecil dari 1, maka Microsoft Excel akan menampilkan kesalahan #VALUE!.

 

Pelatihan PNPM Kampung 2012

Hal 28

Argumen range_lookup merupakan bagaimana sistem akan memulai pembacan, nilai argumen adalah numeric yaitu 1 untuk descending dan 0 untuk ascending. Namun tanpa argumen inipun fungsi ini tetap berjalan.

Catatan: Anda dapat membuat nama Range tabel dengan prosedur sebagai berikut: 1. Blok atau pilih sel – sel yang berisi data dari sel B2:C5. Judul kolom tidak disertakan dalam blok. 2. Ketik sebuah nama Range di kotak nama (Name Box). Sebagai contoh, ketik nama range Persediaan kemudian tekan enter.

Name Box

Anda dapat menghapus nama Range yang Anda buat dengan prosedur sebagai berikut: 1. Klik menu InsertNameDefine (office 2003). Klik menu Formula  Name Manager (office 2007). 2. Pilih nama range yang akan anda hapus di dalam kotak dialog Define Name, kemudian tekan tombol DeleteOK. Contoh Kasus: 1. Tabel Bantu (sumber data/source)

2. Tabel Kerja

Bagaimanakah rumus yang digunakan untuk mengisi kolom nama barang berdasar tabel bantu diatas?
Jawab : =HLOOKUP(

A8

; $B$2:$E$5 ; 2

; 0

)
Range Lookup Row_Index_Num Table Array Lookup Value

Bandingkan jika Tabel Array diganti dengan kata “Persediaan” dengan catatan anda sudah mengganti nama tabel(name book).

c.

FUNGSI VLOOKUP Hal 29

Pelatihan PNPM Kampung 2012

Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai dalam suatu baris tabel (source/sumber) atau digunakan untuk membaca tabel vertikal dengan menggunakan nilai kunci perbandingan, serta urutan baris yang menunjukan posisi data yang dibaca di baris tertentu. Sehingga dapat disimpulkan, fungsi ini pada dasarnya hanya membandingkan antara tabel satu dengan yang lain berdasar kode yang sama dimana salah satu tabel adalah data sumber (source) atau sering disebut tabel bantu. (Bandingkan dengan fungsi Hlookup). Bentuk/struktur rumus : VLOOKUP(lookup_value;table_array;Col_index-num;[range_lookup])  Argumen lookup_value berupa alamat sel yang digunakan sebagai kunci/acuan pembacaan tabel.  Microsoft Excel akan menampilkan nilai kesalahan #NA, jika nilai kunci tidak sesuai dengan nilai yang ada pada kolom pertama range tabel. Misalnya kunci berbentuk data numeric, sedangkan nilai kolom pertama tabel berbentuk data teks.  Jika kunci memiliki harga lebih besar dari nilai yang ada di kolom pertama tabel, maka Microsoft Excel akan membaca nilai pembanding paling besar yang ada di kolom pertama tabel.   Argumen table_array adalah nama atau range dari tabel yang akan dibaca. kolom pertama berisi nilai pembanding(acuan) yang akan dibandingkan dengan nilai kunci. Argumen Col_index_num adalah data numerik nomor urut kolom yang digunakan sebagai fungsi pembacaan pada kolom data.     Nilai col_index_num kolom dimulai dengan angka 1 yang berarti membaca pada kolom pertama, angka 2 membaca data pada kolom ke 2, dan seterusnya. Jika nilai col_index_num lebih besar dari jumlah kolom yang ada pada range tabel, maka Microsoft Excel akan menampilkan nilai kesalahan #REF!. Jika nilai col_index_num lebih kecil dari 1, maka Microsoft Excel akan menampilkan kesalahan #VALUE!. Argumen range_lookup merupakan bagaimana sistem akan memulai pembacan, nilai argumen adalah numeric yaitu 1 untuk descending dan 0 untuk ascending. Namun tanpa argumen inipun fungsi ini tetap berjalan. Catatan: Anda dapat membuat nama Range tabel dengan prosedur sebagai berikut: 1. 2. Blok atau pilih sel – sel yang berisi data dari sel B2:D6. Judul kolom tidak disertakan dalam blok. Ketik sebuah nama Range di kotak nama (Name Box). Sebagai contoh, ketik nama range Sedia kemudian tekan enter.

Name Box

Anda dapat menghapus nama Range yang Anda buat dengan prosedur sebagai berikut: 1. Klik menu InsertNameDefine (office 2003) Klik menu Formula  Name Manager (office 2007) 2. Pilih nama range yang akan anda hapus di dalam kotak dialog Define Name, kemudian tekan tombol DeleteOK. Contoh Kasus : Pelatihan PNPM Kampung 2012 Hal 30

1. Tabel bantu

2. Tabel kerja

Bagaimanakah rumus yang digunakan untuk mengisi kolom nama barang berdasar tabel bantu diatas?

Jawab : =VLOOKUP(

F3

;

$A$3:$D$6

;

2

;

0

)
Range Lookup Col_Index_Num Table Array Lookup Value

Bandingkan jika Tabel Array diganti dengan kata “Sedia” dengan catatan anda sudah mengganti nama tabel(name book). Bandingkan pula dengan fungsi HLOOKUP, apa perbedaanya? d. Fungsi MATCH Fungsi ini digunakan untuk mencari posisi dari sebuah data pada range yang sudah ditentukan. Bentuk/struktur rumus : MATCH(lookup_value;lookup_array;[match_type])  Lookup value adalah argumen yang menjadi kunci untuk membandingkan atau membaca tabel. Argumen ini dapat berupa teks maupun numeric.  Lookup_array adalah tabel yang berisi data yang akan dibaca. Argumen ini dapat berupa teks maupun numeric.  Match_type merupakan bagaimana Microsoft Excel membaca data. Terdapat tiga pilihan:  Piihan pertama adalah 1, Microsoft Excel akan membaca dengan cara menaik (Ascending).  Pilihan kedua adalah 0, Microsoft Excel akan membaca dengan cara persis dengan lookup_value.  Pilihan ketiga adalah -1, Microsoft Excel akan membaca dengan cara menurun (descending).  Jika Match_Type tidak diisi/kosong maka diasumsikan bernilai 1. Contoh : Urutan/Posisi keberapakah nilai 75 pada data disamping? Jawab: =MATCH( 75 ; B2:F2 ; 0 )
Match_Type Lookup_Array Lookup_Value

4.

FUNGSI STATISTIK Hal 31

Pelatihan PNPM Kampung 2012

a.

Fungsi AVERAGE Fungsi untuk menghasilkan nilai rata-rata dari sederetan argumen (array). Bentuk/rumus umum : AVERAGE(number1;number2;.....) Number1 dan seterusnya adalah data numerik yang akan dicari nilai rata-ratanya. Argumen ini dibatasi 1 sampai dengan 30 argumen. Contoh : Berapakah Nilai rata – rata dari sekelompok data disamping? Jawab : =AVERAGE( $B$B2:$F$2 ) hasil:74.4
Number1 (blok dari B2 sampai F2)

Coba anda praktikan di Microsoft Excel dan cobalah jika number1 tidak diblok namun diisikan satu persatu! b. Fungsi COUNT Fungsi untuk menghitung jumlah sel yang berisi data numerik. Bentuk/struktur rumus : COUNT(value1;value2;.....) Argumen value1,value2,.... berupa suatu alamat range yang berisi data numerik. Contoh : Berapakah jumlah sel yang berisi data numerik pada range B1:F1? Jawab:=COUNT( $B$1:$F$1 )hasil :2
Value1 (blok dari B1 sampai F1)

c.

Fungsi COUNTA Menghitung jumlah sel-sel yang berisi data(tidak kosong) tanpa memperhatikan tipe data tersebut. Gunakan fungsi COUNTA untuk menghitung jumlah sel yang berisi data di dalam sebuah range atau array. Bentuk/struktur Rumus :COUNTA(value1;value2;....) Argumen value1,value2,...... berupa suatu alamat range yang berisi data. Argumen dapat anda tentukan sendiri sampai batas maksimal 30 argumen. Contoh: Berapakah jumlah sel yang berisi data pada range B1:F1? Jawab: =COUNTA( $B$1:$F$1 ) hasil:4
Value1 (blok dari B1 sampai F1)

d.

Fungsi COUNTBLANK Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah sel – sel yang kosong(tidak terisi data) tanpa memperhatikan type data tersebut. Penggunaan fungsi ini didasarkan pada sebuah alamat range yang kita tentukan. Bentuk/struktur rumus : COUNTBLANK(range). Range adalah kumpulan dari beberapa sel. Contoh: Berapakah jumlah sel yang kosong pada range B1:F1? Jawab: =COUNTBLANK( $B$1:$F$1 ) hasil:1
Range (blok dari B1 sampai F1)

e.

Fungsi COUNTIF Hal 32

Pelatihan PNPM Kampung 2012

Fungsi ini digunakan untuk menghitung data pada sekelompok sel(range) dengan kriteria tertentu. Kriteria ini dapat berupa data teks ataupun numerik. Bentuk/struktur rumus : COUNTIF(range;criteria) Argumen kriteria apabila menggunakan data teks harus diapit menggunakan tanda petik dua(“). Contoh : Berapakah jumlah data bernama “Putri” pada range B1:F1? Jawab :COUNTIF( $B$1:$F$1 ; ”Putri” ) hasil:1
Crteria Range (blok dari B1 sampai F1)

f.

Fungsi MAX Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terbesar dari sederetan bilangan (array). Bentuk/struktur rumus : MAX(number1;number2;....) Number1,number2,.... dapat berupa bilangan atau alamat range yang berisi data numerik. Argumen dapat dibentuk sampai batas maksimal 30 argumen. Contoh : Berapakah nilai Tertinggi pada range B1:F1? Jawab : MAX( $B$1:$F$1 ) hasil:65
Number1 (blok dari B1 sampai F1)

g.

Fungsi MIN Menghasilkan nilai minimal atau nilai terkecil dari sederetan bilangan (array). Bentuk/struktur rumus : MIN(number1;number2;...) Number1,nuber2,... berupa bilangan atau alamat range yang berisi data numerik. Argumen dapat anda tentukan sendiri sampai batas maksimal 30 argumen. Contoh : Berapakah nilai terkecil pada range B1:F1? Jawab : MAX( $B$1:$F$1 ) hasil:12
Number1 (blok dari B1 sampai F1)

h.

Fungsi Rank Digunakan untuk mencari nomor urut (rangking) dari suatu daftar nilai. Bentuk/Struktur rumus/fungsi: RANK(number;ref;[order]) Contoh : Dari contoh disamping, untuk menghasilkan nilai Rangking rumusnya adalah: =RANK( B2 ; $B$2:$B$5 ; 0 )
ORDER REF NUMBER

Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa:  Number adalah nilai yang akan dicari nomor urutnya, harus berisi nilai numerik.  Ref adalah referensi dari daftar nilai yang menjadi pembanding dengan number, harus berisi nilai numerik.  Order adalah nilai yang menentukan bagaimana urutan bilangan dibentuk. Jika bernilai nol (0) atau dihilangkan (order tidak diberi nilai apa-apa), maka Excel akan mengurutkan secara Descending (terbesar ke terkecil), dan apabila bernilai bukan nol (0), maka Excel akan mengurutkan secara Ascending (Terkecil ke terbesar ).

5.

FUNGSI MATEMATIKA Hal 33

Pelatihan PNPM Kampung 2012

a.

Fungsi INT Fungsi INT digunakan untuk membulatkan bilangan pecahan ke bawah ke bilangan bulat terdekat. Fungsi/bentuk umum : INT(number). Contoh: Untuk membulatkan bilangan pecahan/desimal pada kolom A, dapat dituliskan di Sel B2 dengan rumus: =INT( A2 )--> hasil : 96 Adalah NUMBER yang diwakili oleh alamat Sel. Dari contoh diatas didapat pengertian bahwa Number yang dimaksud dalam rumus tersebut adalah alamat sel yang berisi nilai numerik, dapat juga dimasukan langsung nilai numerik tersebut.

b.

Fungsi COMBIN Fungsi ini digunakan untuk menentukan kombinasi atau kelompok yang mungkin dapat dibentuk dari sekumpulan item. Fungsi / bentuk Umum: COMBIN(number;number_chosen) Contoh: Berapakah jumlah nilai kemungkinan dari 2 kelompok tim yang dapat diformasikan dari 9 anggota? Dari soal diatas kita dapat menuliskan kedalam rumus yaitu : =COMBIN( 9 ; 2 ) --> hasil: 36. Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa: Number_chosen  Number adalah jumlah item yang tersedia. Number  Number_chosen adalah jumlah item dalam satu kelompok. Catatan:  Argumen number dan number_chosen adalah nilai numerik.  Jika argumen berisi data non-numerik, maka fungsi COMBIN akan menghasilkan nilai kesalahan #VALUE!  Jika number < 0, number_chosen <0, atau number < number_chosen, maka fungsi COMBIN akan menghasilkan nilai error #NUM! Fungsi ROUND Digunakan untuk pembulatan data numerik sampai jumlah digit desimal tertentu. Fungsi / bentuk umum: =ROUND(number;num_digit)  Number adalah bilangan pecahan yang dibulatkan  Num_digit jumlah digit pembulatan dibelakang atau di depan tanda titik desimal. Jika num_digit positif, maka dilakukan proses pembulatan di belakang tanda titik desimal dan jika num_digit negatif akan dilakukan pembulatan di depan tanda titik desimal. Contoh: Rumus Keterangan Hasil =ROUND(9,23008;4) Membulatkan nilai 9,23008 dengan 4 angka 9,2301 dibelakang koma =ROUND(6908,76854;-2) Membulatkan nilai 6908,76854 dengan dua 6900 angka desimal kearah kiri titik desimal. Fungsi ROUNDUP dan ROUNDDOWN Digunakan untuk melakukan operasi pembulatan keatas (roundup) dan pembulatan kebawah (rounddown). Bentuk Umum : =ROUNDUP(number;num_digit) dan =ROUNDDOWN(number;num_digit) Contoh: Rumus Keterangan Hasil =ROUNDUP(415;-2) Membulatkan nilai 415 keatas dengan 2 angka 500 desimal kearah kiri posisi titik desimal =ROUNDUP(415,786;2) Membulatkan nilai 415,786 keatas dengan 2 415,79 angka dibelakang koma =ROUNDDOWN(415;-2) Membulatkan nilai 415 kebawah dengan 2 400 angka desimal kearah kiri posisi titik koma =ROUNDDOWN(415,786;2) Membulatkan nilai 415 kebawah denan 2 415,78 angka dibelakang koma

c.

d.

e. Fungsi SUM Pelatihan PNPM Kampung 2012

Hal 34

Fungsi ini digunakan untuk menjumlahkan data numerik. Bentuk Umum : =SUM(number1;number2;...) Number1; number2; dst adalah data numerik atau alamat sel yang berisi data numerik atau nama range. Number tersebut dibatasi sampai 30. Contoh 1 : Berapakah jumlah nilai data disamping? =SUM(B2:B5) <enter> hasilnya: 29 Contoh 2: Jumlahkan data berikut: 6;7;9;4;5! =SUM(6;7;9;4;5) <enter> hasilnya: 31

f.

Fungsi SUMIF Fungsi ini digunakan untuk menjumlahkan data datau nilai numerik yang memenuhi kriteria tertentu. Atau dapat pula diartikan fungsi yang berguna untukmenjumlahkan nilai numerik dengan syarat tertentu. Bentuk Umum : =SUMIF(range; criteria; [sum_range])  Range digunakan untuk menentukan range yang akan diuji dengan syarat.  Criteria adalah syarat dari nilai yang dijumlahkan.  Sum_range merupakan range data yang akan dijumlahkan. Adapun implementasi dari rumus ini misalkan kita ingin menjumlahkan anak yang orangtuanya bernama Paijo dalam satu kecamatan, atau misalkan jumlah nilai KKPI dalam satu kelas yang berjenis kelamin Laki-laki, dll. Contoh: Dari daftar berikut, berapakah jumlah keseluruhan Radio?

Jawab: =SUM( B2:B8 ; ”Radio” ; C2:C8 ) <enter> hasilnya: 19
Sum_range Krietria Range

Bandingkan jika anda menghitung sendiri berapa jumlah radio dari tabel diatas, apakah sama dengan hasil komputer?

Pelatihan PNPM Kampung 2012

Hal 35

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->