P. 1
Wujud Hubungan Warga Negara Dengan Negara

Wujud Hubungan Warga Negara Dengan Negara

|Views: 72|Likes:
Published by gabrielfermy

More info:

Published by: gabrielfermy on Oct 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2013

pdf

text

original

Wujud Hubungan Warga Negara Dengan Negara Pada umumnya wujud hubungan antara warga negara denagn negara

pada umumnya berupa peranan (role). Pada umumnya peranan adalah tugas apa yang dilakukan sesuai dengan status yang dimiliki. Peranan warga negara juga meliputi peranan pasif,aktif, negatif, dan positif. Peranan pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peranan aktif adalah aktivitas warga negara untuk berpartisipasi serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara. Peranan positif adalah aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan dari negara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peranan negatif merupakan aktivitas warga negara untk menolak campur tangan negara dalam persoalan pribadi. Di indonesia hubungan antara warga negra dengan negara telah diatur dalam UUD 1945. 2. Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak dan kewajiban warga negara tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945. Beberapa hak dan kewajiban antara lain. Pasal 27 (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. (2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. BABXI AGAMA Pasal 29 (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. BAB XII PERTAHANAN NEGARA Pasal 30 (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. (2) Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. BAB XIII PENDIDIKAN Pasal 31 (1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. (2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang. Pasal 32 Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia. BAB XIV KESEJAHTERAAN SOSIAL Pasal 33 (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang

Kewajiban negara memberi jaminan sosial. 1. 31 Tahun 2002 tentang partai politik.Selanjutnya hak-hak warga negara yang tertuang dalam UUD 1945 sebagai konstitusi negara dinamakanhak konstitusional. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara. b. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan Hak negara untuk dibela Hak negara untuk menguasai bumi. banyak dikuasai oleh negara. Berikut ini adalah contoh hak dan kewajiban negara maupun hak dan kewajiban negara terhadap warganya di bidang pendidikan berdasarkan UU No. 2. Beberapa ketentuan tersebut. f. UU No. Ketentuan lebih lanjut mengenai berbagai hak dan kewajiban warga negara dalam hubungannya dengan negara tertuang dalam berbagai aturan perundang–undangan sebagai penjabaran atas UUD 1945. g. 1. c. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah. DAN PEMERINTAH Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban Warga Negara Pasal 5 (1) Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. air. Pasal 34 Fakir miskin dan anak-anakyang terlantar dipelihara oleh negara. Kewajiban negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat. e. UU No. .a. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan kekayaan untuk kepentingan rakyat. 1. dalam UUD 1945 perubahan pertama telah dicantumkan adanya hak asasi manusia yang tertuang dalam pasal 28 A sampai J. Hak dan kewajiban warga negara dalam bidang politik terdapat dalam: UU No. 2. Hak dan kewajiban warga negara di dalam pertahanan: UU No. hak dan kewajiban warga negara di bidang pendidikan: UU No. UU No. ORANG TUA. BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA. d. Hak dan kewajiban yang dimiliki negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. Disamping adanya hak dan kewajiban terhadap negara. 2. 3 Tahun 2002tentang Pertahanan Negara. MASYARAKAT.20Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 40 Tahun 1999 tentang Pers. (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional. Kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil. 2 Tahun 2002 Kepolisian Negara Indonesia . contoh. h. Misalkan dengan undang –undang. antara lain sebagai berikut.

Bagian Keempat Hak dan Kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Daerah Pasal 10 Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan. intelektual. emosional. mental. (2) Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Bagian Kedua Hak dan Kewajiban Orang Tua Pasal 7 (1) Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. pelaksanaan. Pasal 9 Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. pengawasan. (5) Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. membantu. berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya. (3) Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus. (2) Orang tua dari anak usia wajib belajar. (4) Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. membimbing. dan evaluasi program pendidikan. Pasal 11 .(2) Warga negara yang memiliki kelainan fisik. Pasal 6 (1) Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Ketiga Hak dan Kewajiban Masyarakat Pasal 8 Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan.

. Rasional. meliputi : 1. Bersikap terbuka (transparan). serta melaksanakan semua tugas dan fungsi sesuai dengan aturan/norma yang berlaku. Bersikap kritis. sejauh masalahnya tidak bersifat rahasia. \ KARAKTERISTIK WARGA NEGARA YANG BERTANGGUNG JAWAB Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh WNI. Lebih-lebih hal ini bagi pejabat negara. Memiliki kemandirian. yaitu sikap dan perilaku berdasarkan fakta dan data yang sah dan akurat. antara yang dikemukakan/diucapkan dengan kenyataan. Menghargai martabat manusia dan kehormatan pribadi. 4. 2. untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi. Adil.” Adapun karakteristik WNI yang mandiri. Karakteristik dimaksud adalah : 1. Melakukan dialog/diskusi. misalnya perilaku sopan santun. 2. dan ekonomi. ada kesamaan antara ucapan dan tindakan. ramah tamah. 3. Jujur. sehingga tidak muncul kritik tentang ”kebohongan publik. dalam arti. sehingga muncul suatu identitas yang mudah dikenali sebagai warga negara. (2) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. yaitu sikap dan perilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. 6. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab.(1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan. 7. serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Memiliki tanggung jawab pribadi. yaitu pola sikap dan perilaku berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat. sebagai warga negara. 5. misalnya sikap dan perilaku yang selalu mendasarkan pada fakta dan data yang valid (sah) serta argumentasi yang kuat. 3. politik.

5. .4. Mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat.Berpartisipasi dalam urusan pembangunan dan kemasyarakatan dengan pikiran dan sikap yang santun.

.

sehingga tidak muncul kritik tentang ”kebohongan publik. Lebih-lebih hal ini bagi pejabat negara.48 kan/diucapkan dengan kenyataan.” .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->