SIFAT PERIODIK UNSUR

Afinitas Elektron
Tulisan ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan afinitas elektron, dan mengamati faktorfaktor yang mempengaruhi besarnya afinitas elektron. Anda dianggap telah memahami tentang orbital atom sederhana, dan dapat menuliskan struktur elektronik untuk atom-atom sederhana. Afinitas elektron pertama Energi ionisasi selalu ditekankan pada pembentukan ion positif. Afinitas elektron ditekankan pada ion negatif, dan keduanya banyak dipakai untuk unsur-unsur pada golongan 6 dan 7 pada tabel periodik. Mendefinisikan afinitas elektron pertama Afinitas elektron pertama adalah energi yang dilepaskan ketika 1 mol atom gas mendapatkan satu elektron untuk membentuk 1 mol ion gas 1-. Lebih mudah dipahami dalam bentuk simbol.

Pada penggambaran di atas, afinitas elektron pertama diartikan sebagai energi yang dilepaskan (per mol X) pada saat perubahan ini terjadi. Afinitas elektron pertama memiliki harga negatif. Sebagai contoh, afinitas elektron pertama klor adalah -349 kJ mol-1. Berdasarkan perjanjian, tanda negatif menunjukkan pelepasan energi. Afinitas elektron pertama dari unsur-unsur golongan 7 F Cl Br I -328 kJ mol-1 -349 kJ mol-1 -324 kJ mol-1 -295 kJ mol-1

Apakah ada polanya? Ya − jika anda bergerak dari atas ke bawah dalam satu golongan, afinitas elektron pertama makin berkurang (artinya energi yang dilepaskan makin berkurang ketika ion negatif terbentuk). Fluor tidak mengikuti aturan itu, dan akan dijelaskan secara terpisah.

Faktor yang menentuka n adalah bertambahnya jarak antara elektron yang datang dengan inti dari atas ke bawah dalam satu golongan. Elektron yang datang masuk ke tingkat-2. Tolakan ini mengurangi tarikan yang dirasakan elektron yang datang dan mengurangi afinitas elektron. untuk semua atom golongan 7. Mengapa? . Sebagai contoh. atom fluor memiliki struktur elektron 1s22s22px22py22pz1. Afinitas elektron pertama oksigen (-142 kJ mol-1) lebih kecil dari sulfur (-200 kJ mol-1) untuk alasan yang sama bahwa fluor lebih kecil dari klor. Makin besar jarak. Membandingkan afinitas elektron golongan 6 dan 7 Seperti yang anda perhatikan. Masing-masing elektron terluar mengalami tarikan 7+ dari pusat atom. anda memasukkan elektron baru pada tempat yang sudah penuh sesak oleh elektron dan ada banyak tolakan. pada fluor akan lebih dekat dengan inti dibandingkan unsur lain. karena fluor merupakan atom kecil. Tetapi sekali lagi elektron yang masuk merasakan tarikan bersih dari inti 7+ (17 proton dikurangi 10 oleh penyaringan elektron pada tingkat pertama dan kedua). Bertambahnya muatan inti dari atas ke bawah dalam satu golongan terkurangi oleh tambahan penyaringan elektron. Mengapa fluor tidak mengikuti kecenderungan yang ada? Elektron yang datang. Sama dengan sulfur (-200 kJ mol-1) yang lebih rendah dari klor (-349 kJ mol-1). Terdapat 9 proton dalam inti. dan mengalami penyaringan dari inti oleh 2 elektron 1s2 electrons. Klor memiliki 17 proton pada inti. Perubahan yang sama dari kecenderungan yang diharapkan terjadi antara oksigen dan sulfur pada golongan 6.Afinitas elektron dihitung dari tarikan antara elektron yang datang dengan inti − tarikan yang lebih kuat. sehingga anda akan mendapatkan nilai afinitas elektron yang tinggi. Namun demikian. Faktor yang mempengaruhi tarikan ini sama dengan faktor yang berpengaruh pada energi ionisasi − muatan inti. jarak dan penyaringan (screening). Berbeda dengan klor yang memiliki struktur elektron 1s22s22p63s23px23py23pz1. Oleh karena itu tarikan bersih dari inti adalah 7+ (9 proton dikurangi 2 oleh penyaringan elektron). energi yang dilepaskan makin besar. tarikan berkurang dan energi yang dilepaskan sebagai afinitas elektron juga berkurang. afinitas elektron pertama oksigen (-142 kJ mol-1) lebih rendah dari fluor (-328 kJ mol-1).

golongan 7. Afinitas elektron pertama dan reaktivitas Reaktivitas unsur golongan 7 turun dari atas ke bawah dalam satu golongan − fluor merupakan unsur yang paling reaktif dan iod paling tak reaktif.Sederhana saja. Fluor lebih reaktif daripada klor (walaupun afinitas elektronnya lebih rendah) karena energi yang dilepaskan pada salah satu langkah reaksinya mengurangi energi yang dilepaskan sebagai afinitas elektron. Banyaknya penyaringan pada keduanya sama. sehingga afinitas elektron lebih rendah. Afinitas elektron kedua Anda hanya akan ditunjukkan pada unsur golongan 6. Hal ini tidak terjadi dengan serta-merta! EA ke-1 = -142 kJ mol-1 EA ke-2 = +844 kJ mol-1 . Pada GCSE kadang-kadang ditunjukkan penurunan reaktivitas karena tarikan terhadap elektron yang datang berkurang kekuatannya dari atas ke bawah dalam satu golongan. Seringkali pada reaksinya unsur-unsur ini membentuk ion negatif. Mengapa untuk melakukannya diperlukan energi? Anda mendorong elektron ke dalam ion negatif. unsur golongan 6 memiliki 1 proton pada inti yang lebih sedikit daripada tetangganya. dan untuk menjelaskan kecenderungan yang ada tidak cukup hanya dengan mengamati salah satu tahap saja. sehingga pembentukan ion negatif kurang disukai.untuk menghasilkan 1 mol ion gas 2-. Lebih mudah dipahami dalam bentuk simbol. Itu artinya bahwa tarikan bersih dari inti pada golongan 6 lebih sedikit daripada golongan 7. Mendefinisikan afinitas elektron kedua Afinitas elektron kedua adalah energi yang diperlukan untuk menambah satu elektron pada masing-masing ion dari 1 mol ion gas 1. Pada penggambaran di atas. oksigen dan sulfur yang keduanya membentuk ion 2-. afinitas elektron kedua diartikan sebagai energi yang dibutuhkan untuk membawa perubahan per mol X-. Penjelasan itu masih dapat diterima kecuali untuk fluor! Reaksi keseluruhan terdiri dari banyak tahapan yang berbeda yang semuanya melibatkan perubahan energi.

unsurnya harus dalam wujud gas. Mendefinisikan energi ionisasi pertama Definisi Energi ionisasi pertama merupakan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar (paling mudah lepas) dari satu mol atom dalam wujud gas untuk menghasilkan satu mol ion gas dengan muatan 1+. elektronnya sangat rapat. Pada penggambaran di atas. . Anda dianggap telah memahami tentang orbital atom sederhana.Tanda positif menunjukkan bahwa anda memerlukan energi untuk terjadinya perubahan ini. Afinitas elektron kedua oksigen tinggi. dan kemudian mengamati kecenderungannya pada tabel periodik – dalam satu periode dan golongan. Nilainya bervariasi dari 381 (yang sangat rendah) hingga 2370 (yang sangat tinggi). Energi ionisasi dinyatakan dalam kJ mol-1 (kilojoules per mole). energi ionisasi pertama diartikan sebagai energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan perubahan per mol X. Semua unsur memiliki energi ionisasi pertama – bahkan atom yang tidak membentuk ion positif pada tabung reaksi. Hal ini lebih mudah dipahami dalam bentuk simbol. Yang perlu diperhatikan pada persamaan di atas Simbol wujud zat – (g) – penting.I pertama = 2370 kJ mol-1) secara normal tidak membentuk ion positif karena besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron. karena elektron dipaksa masuk ke dalam ion yang kecil. Pada saat anda membahas energi ionisasi. Energi Ionisasi Tulisan ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan energi ionisasi pertama. Helium (E. dan dapat menuliskan struktur elektron untuk atom yang sederhana.

dengan struktur elektron 2. Itu artinya bahwa energi ionisasi bervarisi dalam suatu pengulangan jika anda bergerak sepanjang tabel periodik. dan kemudian bandingkan dengan pola yang sama dari Na ke Ar. Energi ionisasi yang tinggi menunjukkan tarikan antara elektron dan inti yang kuat. Jumlah elektron yang berada diantara elektron terluar dan inti Perhatikan atom natrium. tidak akan terlihat oleh inti dengan jelas. Variasi pada energi ionisasi pertama ini dapat dijelaskan melalui struktur dari atom yang terlibat. Faktor yang mempengaruhi energi ionisasi Energi ionisasi merupakan ukuran energi yang diperlukan untuk menarik elektron tertentu dari tarikan inti. Pengurangan tarikan inti terhadap . Antara elektron terluar dan inti ada dua lapis elektron pada tingkat pertama dan kedua. Sebagai contoh.Pola energi ionisasi pertama pada tabel periodik 20 unsur pertama Energi ionisasi pertama menunjukkanperiodicity. 8. Pengaruh 11 proton pada inti natrium berkurang oleh adanya 10 elektron yang lebih dalam. Besarnya tarikan dipengaruhi oleh: Muatan inti Makin banyak proton dalam inti. Oleh karena itu elektron terluar hanya merasakan tarikan bersih kira-kira 1+ dari pusat. makin positif muatan inti. Elektron yang dekat dengan inti akan ditarik lebih kuat daripada yang lebih jauh. lihatlah pola dari Li ke Ne. dan makin kuat tarikannya terhadap elektron. 1 (tak ada alasan mengapa anda tak dapat menggunakan notasi ini jika ini sangat membantu!) ika elektron terluar mengarah ke inti. Jarak elektron dari inti Jarak dapat mengurangi tarikan inti dengan cepat.

Merupakan atom yang sangat kecil. Elektron dilepaskan dari orbital yang sama seperti pada contoh hidrogen. tetapi elektron tidak mengalami tarikan yang penuh dari inti – tersaring oleh elektron 1s2. Litium memiliki struktur 1s22s1. Elektronnya dekat dengan inti dan tidak tersaring. Menjelaskan pola pada sebagian unsur-unsur pertama Hidrogen memiliki struktur elektron 1s1. Hal ini mengurangi tarikan inti. karena elektronnya ditarik oleh dua proton pada inti. Apakah elektron berdiri sendiri dalam suatu orbital atau berpasangan dengan elektron lain Dua elektron pada orbital yang sama mengalami sedikit tolakan satu sama lain. Energi ionisasinya (2370 kJ mol-1) lebih besar dari hidrogen. Anda dapat membayangkan elektron seperti merasakan tarikan bersih +1 dari pusat (3 proton dikurangi oleh dua elektron 1s2 electrons). sehingga el ektron yang berpasangan dapat dilepaskan dengan lebih mudah dari yang anda perkirakan. bukan satu seperti pada hidrogen. Elektron terluarnya berada pada tingkat energi kedua. Anda mungkin berpendapat akan lebih dekat dengan adanya tambahan proton pada inti. Tidak ada elektron yang menyaring tarikan dari inti sehingga energi ionisasinya tinggi (1310 kJ mol-1). Helium memiliki struktur 1s2.elektron yang lebih dalam disebut dengan penyaringan (screening) atau perlindunga (shielding). lebih jauh dari inti. . dan elektron tunggalnya dekat dengan inti sehingga dapat tertarik dengan kuat.

dan tersaring oleh elektron 1s2. Pada periode 3. tetapi muatan intinya makin meningkat. Energi ionisasi pertama litium turun menjadi 519 kJ mol-1 sedangkan hidrogen 1310 kJ mol-1. Pada semua unsur periode 2. Hal itu menyebabkan makin kuatnya tarikan inti terhadap elektron sehingga menaikkan energi ionisasi. dan kemudian menjelaskan pengecualian yang ada. Kenaikan energi ionisasi itu berada dalam satu periode. Menjelaskan kecenderungan umum pada periode 2 dan 3 Kecenderungan yang umum adalah energi ionisasi meningkat dalam satu periode dari kiri ke kanan. Semua elektron yang dilepaskan berada pada tingkat ketiga dan tersaring oleh elektron 1s22s22p6. Perbedaan pentingnya adalah terjadi kenaikan jumlah proton pada inti dari litium sampai neon. Semuanya memiliki lingkungan yang sama.Jika anda membandingkan litium dengan hidrogen (bukan dengan helium). Mengapa terjadi penurunan antara golongan 2 dan 3 (Be-B dan Mg-Al)? . Pola pada periode 2 dan 3 Membahas 17 atom pada saat bersamaan akan memakan waktu. Kita dapat melakukannya dengan lebih terarah dengan menjelaskan kecenderungan utama pada dua periode ini. elektron hidrogen juga mengalami tarikan 1+ dari inti. kecenderungannya sama. Semuanya memiliki jarak yang sama dari inti. tetapi pada litium jaraknya lebih jauh. Pada kenyataannya kenaikan muatan inti menyebabkan elektron terluar lebih dekat ke inti. elektron terluar berada pada orbital tingkat 2 – 2s atau 2p. Secara umum pola pada kedua periode sama – perbedaannya energi ionisasi periode ketiga lebih rendah daripada periode kedua.

oleh elektron 2s2). Adanya tolakan antara dua elektron pada orbital yang sama menyebabkan elektron tersebut lebih mudah dilepaskan dibandingkan yang lain. dan sebagian tersaring oleh elektron 3s2 sebagai elektron yang lebih dalam. Hal itu juga mengurangi tarikan dari inti sehingga energi ionisasinya lebih rendah. pertama = 736 kJ mol-1 E. Pertama = 1310 kJ mol-1 Penyaringannya sama (oleh 1s2 dan. Elektron terluar kedua atom ini lebih mudah dilepaskan dibandingkan dengan kecenderungan umum pada atom-atom periode 2 dan 3 lainnya. Hal ini memberikan dua pengaruh. berada lebih jauh dari inti. Mg Al 1s22s22p63s2 1s22s22p63s23px1 E. pertama = 900 kJ mol-1 E. I. juga oleh elektron 2s2.Penjelasannya didasarkan pada struktur boron dan aluminium. pertama = 799 kJ mol-1 Anda mungkin mengharapkan energi ionisasi boron lebih besar dari berilium karena adanya tambahan proton. anda mungkin mengharapkan energi ionisasi unsur golongan 6 akan lebih tinggi daripada golongan 5 karena adanya tambahan proton. Apa yang terjadi? N O 1s22s22px12py12pz1 1s22s22px22py12pz1 E. Mengapa terjadi penurunan diantara golongan 5 dan 6 (N-O dan P-S)? Sekali lagi. sedikit. sedikit. I. Penurunan energi ionisasi pada sulfur dijelaskan dengan cara yang sama. I. Penjelasan terhadap turunnya energi ionisasi antara magnesium dan aluminium sama. hanya saja terjadi pada tingkat ke-3 bukan tingkat ke-2. ratarata. Orbital 2p memiliki energi yang sedikit lebih tinggi daripada orbital 2s. I. Perbedaannya adalah pada oksigen elektron dilepaskan dari salah satu pasangan 2px2. pertama = 577 kJ mol-1 Elektron 3p pada aluminium sedikit lebih jauh dari inti dibandingkan 3s. dan elektronnya. pertama = 1400 kJ mol-1 E.   Bertambahnya jarak menghasilkan berkurangnya tarikan inti sehingga mengurangi energi ionisasi Orbital 2p tidak hanya disaring oleh elektron 1s2 tetapi. Be B 1s22s2 1s22s22px1 E. I. dan elektron dilepaskan dari orbital yang sama. . Pada kenyataannya elektron terluar boron berada pada orbital 2p bukan pada 2s. Kedua faktor ini mengurangi pengaruh bertambahnya proton. I.

pertama = 519 kJ mol-1 E.Kecenderungan turunnya energi ionisasi dalam satu golongan Jika anda bergerak ke bawah dalam satu golongan pada tabel period ik. . I. atau. tetapi pada atom litium hanya 3. Elektron terluar natrium berada pada tingkat 3. dan hanya memiliki elektron 1s2 yang menyaringnya. energi ionisasi secara umum akan menurun. Anda mungkin memperkirakan energi ionisasi natrium lebih besar. Penjelasan yang sama berlaku jika anda bergerak ke bawah pada unsur lain pada golongan tersebut. Faktor yang tersisa hanyalah jarak tambahan antara elektron terluar dan inti pada natrium. Elektron 2s1 mengalami tarikan dari 3 proton dan disaring oleh 2 elektron – tarikan bersih dari pusat adalah +1. pada golongan yang lain. Li Na 1s22s1 1s22s22p63s1 E. Sehingga energi ionisasi natrium lebih rendah. Sebagai contoh pada golongan 1: Mengapa energi ionisasi natrium lebih rendah dari litium? Pada atom natrium terdapat 11 proton. Elektron 3s1 juga mengalami tarikan bersih 1+ dari pusat atom. pertama = 494 kJ mol-1 Elektron terluar litium berada pada tingkat kedua. I. dan terhalangi dari 11 proton pada inti oleh 10 elektron yang berada lebih dalam. Jadi muatan inti natrium lebih besar. Anda telah melihat bukti untuk hal ini bahwa energi ionisasi pada periode 3 lebih rendah dari periode 2. tetapi kenaikan muatan inti tidak dapat mengimbangi jarak elektron dari inti yang makin jauh dan lebih tersaring.

Cu Zn [Ar]3d104s1 [Ar]3d104s2 E. . Bereaksi dengan apapun. Na. Semua unsur memiliki struktur elektron [Ar]3dn4s2 (or 4s1 pada kromium dan tembaga). K. perubahan ini lebih mudah terjadi: Anda dapat menjelaskan kenaikan reaktivitas logam golongan 1(Li. Elektron 3d mengalami beberapa pengaruh penyaringan. dengan penyaringan yang sama. tetapi seng memiliki satu tambahan proton pada inti sehingga daya tariknya lebih besar. energi ionisasi semua unsur relatif sama. I. elektron yang dilepaskan berasal dari orbital yang sama. logamlogam tersebut akan membentuk ion positif. elektron pada 3d juga bertambah. Sebagai contoh. proton tambahan dan elektron 3d tambahan dapat menambah atau mengurangi pengaruh tarikan dari pusat atom yang diamati. jumlah proton pada inti meningkat. Energi ionisasi dan reaktivitas Pada energi ionisasi yang lebih rendah. anda tidak mungkin memulai dengan atom gas. Elektron yang terlepas selalu dari orbital 4s. dari satu atom ke atom lainnya dalam deretan golongan transisi. tetapi pada kasus ini tolakannya tidak cukup untuk mengimbangi pengaruh bertambahnya proton. tidak juga mengakhirinya dengan gas ion positif – anda akan mengakhiri dengan ion dalam padatan atau larutan. Jika anda bergerak dari kiri ke kanan. Cs) dari atas ke bawah dalam satu golongan karena turunnya energi ionisasi. ion lebih mudah terbentuk. I. pertama = 908 kJ mol-1 Pada contoh di atas. Rb. pertama = 745 kJ mol-1 E. Bahaya dari pendekatan ini adalah pembentukan ion positif terjadi hanya satu tahap dalam beberapa langkah proses. Kenaikan pada seng mudah untuk dijelaskan. Pada seng terdapat tolakan antar pasangan elektron orbital 4s. dengan energi ionisasi yang lebih rendah.Kecenderungan energi ionisasi pada golongan transisi Selain seng pada bagian akhir.

sebagai contoh. Penurunan energi ionisasi dari atas ke bawah dalam satu golongan akan menyebabkan energi aktivasi lebih rendah dan reaksi menjadi lebih cepat. dan karena itu akan ditemukan setengah rata-rata antara kedua atom.0. Untuk memperoleh jenis ikatan seperti ini. Elektronegatifitas Apakah elektronegatifitas itu? Definisi Elektronegatifitas adalah suatu ukuran kecenderungan atom untuk menarik pasangan elektron ikatan. Fluor (unsur yang paling elektronegatif) diberikan skala Pauling dengan harga 4. . Ikatan seperti ini dapat dikatakan sebagai ikatan kovalen "murni" – dimana elektron dibagikan secara rata antara dua atom. keduanya memiliki kecenderungan yang sama untuk menarik pasangan elektron ikatan. dan harganya menurun sampai cesium dan fransium yang setidaknya hanya memiliki elektronegatifitas pada skala 0. reaksi akan lebih cepat – tanpa mengabaikan seluruh energi yang berubah pada reaksi tersebut.Perubahan energi pada proses ini juga bervariasi dari satu unsur ke unsur lainnya. Dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Apa yang terjadi jika B sedikit lebih elektronegatif dibandingkan dengan A? B akan lebih menarik pasangan elektron daripada yang dilakukan oleh A. Secara ideal anda perlu mempertimbangkan semua hal dan tidak hanya mengambil sebagian saja. pada molekul H2 atau Cl2 . Kamu akan menemukan ikatan seperti ini. A dan B harus selalu merupakan atom yang sama. A dan B. Jika atom-atom memiliki elektronegatifitas yang setara.7. Skala pauling merupakan skala yang paling umum digunakan. energi ionisasi unsur merupakan faktor utama yang berperan dalam energi aktivasi suatu reaksi. Ingat bahwa energi aktivasi merupakan energi minimum yang diperlukan sebelum reaksi berlangsung. Namun demikian. Tiap atom dapat membentuk ikatan satu sama lain seperti yang ditunjukkan berikut – tetapi ikatan ini tidak relevan dengan alasannya. Apa yang terjadi jika dua atom yang memiliki elektronegatifitas setara saling berikatan? Meninjau ikatan antara dua atom.

Terjadilah pembentukan ion. Litium iodida. Pada diagram. Pada ikatan kovalen murni. Ikatan hidrogen-klor pada HCl atau ikatan hidrogen-oksigen pada air adalah ikatan yang khas. Pada waktu yang bersamaan. Litium iodida. Biasanya kamu berfikir natrium klorida sebagai padatan ionik yang khas. " " (dibaca "delta") berarti "sedikit" – dimana + berarti "sedikit positif". larut dalam pelarut organik seperti etanol – secara normalnya tidak satupun sesuatu yang bersifat ionik akan seperti ini. “Spektrum― ikatan Implikasi dari semua ini adalah tidak adanya batasan yang jelas antara ikatan kovalen dan ikatan ionik. elektron diikat pada setengah rata-rata diantara kedua atom. A kehilangan kontrol atas elektron. Pendefinisian ikatan polar Berikut ini digambarkan ikatan polar. dan B mengontrol sepenuhnya kedua atom. bagaimanapun. Pada kasus ini. akan digambarkan sebagai "ionik dengan beberapa karakter kovalen". Ikatan polar merupakan ikatan kovalen yang mana terdapat pemisahan muatan antara ujung yang satu dengan ujung yang lain – dengan kata lain salah satu ujung sedikit positif dan ujung yang lainnya sedikit negatif.Hal ini berarti bahwa ujung ikatan B lebih memberikan kerapatan elektron dibandingkan dengan A dan karena itu menjadikannya sedikit negatif. Seberapa jauh pergeseran terjadi sebelum ikatan dinyatakan sebagai ikatan ionik? Tidak ada jawaban yang nyata dengan pertanyaan tersebut. Praktis. sebagai contoh. . akan tetapi disini natrium tidak sepenuhnya kehilangan kontrol elektronnya. di lain pihak. . kita cenderung menghitungnya dengan ionik murni. pasangan elektron tidak bergerak masuk secara keseluruhan ke ujung ikatan iodium. Pada ikatan polar. pasangan elektron digeser ke sebelah kanan sampai ujung ikatan B. Karena sifat natrium klorida. ujung A (lebih pendek elektron) menjadi sedikit positif. Apa yang terjadi jika B lebih elektronegatif dibandingkan dengan A? Pada kasus ini. Contohnya termasuk kebanyakan ikatan kovalen. elektron sedikit bergeser ke salah satu ujung ikatan.

Bagaimana dengan molekul yang lebih rumit? Pada CCl4. Hal ini berarti bahwa sekarang molekul sedikit positif “pada bagian atas” dan sedikit negatif “pada bagian bawah”. dan secara keseluruhan molekul bersifat polar.Ringkasan    Tidak adanya perbedaan elektronegatifitas antara dua atom berperan penting pada ikatan kovalen non-polar murni. Perbedaan elektronegatifitas yang besar berperan penting pada ikatan ionik Ikatan polar dan molekul polar Pada molekul yang sederhana seperti HCl. tiap ikatan adalah polar. Hidrogen pada bagian atas molekul kurang elektronegatif dibandingkan karbon dan karena itu hidrogen sedikit positif. bagaimanapun. tetapi tidak terdapat pembagian muatan dari bagian atas ke bawah. Molekul secara keseluruhan. atau dari kanan ke kiri. tidak polar – dalam arti bahwa molekul tersebut tidak memiliki ujung (atau sisi) yang sedikit negatif dan salah satu yang lain sedikit positif. Molekul polar akan “berat sebelah― . maka secara keseluruhan molekul juga barsifat polar. CHCl3 adalah polar. Secara keseluruhan molekul bersifat negatif. Sebaliknya. jika ikatan yang terjadi adalah polar. Perbedaan elektronegatifitas yang kecil berperan penting pada ikatan kovalen polar.

elektronegatifitas harus menurun seiring dengan turunnya posisi). Kecenderungan harga elektronegatifitas seiring dengan menurunnya posisi unsur pada sebuah golongan Seiring dengan turunnya posisi dalam sebuah grup. Kecenderungan elektronegatifitas sepanjang perioda Jika kamu membentangkan suatu perioda maka elektronegatifitas akan meningkat. Jika kamu mengingat fakta tersebut. elektronegatifitas menurun. Grafik menunjukkan harga elektronegatifitas dari natrium sampai klor – kamu dapat mengabaikan argon. karena elektronegatifitas selalu naik kearah fluor pada tabel periodik. Grafik menunjukkan pola susunan elektronegatifitas pada golongan 1 dan 7. karena argon tidak membentuk ikatan. semuanya menjadi mudah.Pola susunan elektronegatifitas pada Tabel Periodik Unsur yang paling elektronegatif adalah fluor. (jika elektronegatifitas meningkat ke arah fluor. Penjelasan pola susunan elektronegatifitas Daya tarik yang dirasakan oleh pasangan elektron ikatan untuk inti yang khusus tergantung pada . Argon tidak memiliki elektronegatifitas.

Jika lebih dekat ke inti. Mengapa elektronegatifitas menurun sejalan dengan menurunnya pososi unsur pada sebuah golongan? Pikirkanlah mengenai hidrogen fluorida dan hidrogen klorida Pasangan ikatan terlindungi dari inti fluor hanya oleh elektron 1s2. argon). Natrium dan klor memiliki elektron ikatan pada tingkat-3. Hal itu menarik pasangan elektron ikatan dengan lebih kuat. 2s dan 2p. Jarak dari inti. Seiring dengan menurunnya posisi pada suatu golongan. elektronegatifitas menurun karena pasangan elektron ikatan menjauh dari jangkauan dayatarik inti. Pada kasus klor pasangan ikatan terlindungi oleh semua elektron 1s22s22p6 . . Elektronegatifitas meningkat sepanjang perioda karena jumlah muatan pada inti juga meningkat. Pikirkan jika natrium klorida berikatan secara kovalen. Banyaknya rintangan oleh olektron yang lebih dalam Mengapa elektronegatifitas meningkat sepanjang perioda? Dengan menganggap natrium pada permulaan perioda 3 dan klor pada bagian akhirnya (mengabaikan gas mulia. Hal ini tidak mengherankan pasangan elektron digeser sejauh mungkin ke arah klor yang membentuk ion. Pada tiap kasus terdapat tarikan dari pusat fluor atau +7 klor. Akan tetapi fluor memiliki pasangan ikatan pada tingkat-2 dibandingkan tingkat-3 seperti pada klor.   Jumlah proton pada inti. tetapi inti klor memiliki 6 proton lebih. Pasangan elektron dirintangi dari kedua inti oleh elektron-elektron 1s. dayatarik semakin besar.

Dengan mempertimbangkan efek pada setiap elektron terdekat. Pada kasus alumunium klorida. ion negatif tersebut menjadi lebih mudah untuk dipolarisasi. Karena alumunium klorida mengandung ion Al3+ dan Cl-. ion fluorida yang mana lebih dekat ke inti. Dilain pihak. Alumunium iodida adalah kovalen karena pasangan elektron lebih mudah untuk dipaksa pergi dari ion iodida. Kamu juga akan berfikir seperti itu pada hal yang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan polarisasi Ion positif dapat memiliki pengaruh untuk mempolarisasi (distorsi – perubahan bentuk – secara elektrik) ion negatif terdekat. Malahan dibayangkan bahwa Alumunium klorida adalah ionik. pasangan elektron digeser ke arah alumunium sedemikian rupa sehingga ikatan menjadi kovalen. alumunium fluorida adalah ionik karena ion alumunium tidak bisa mempolarisasi ion fluorida yang berukuran kecil dengan cukup untuk membentuk ikatan kovalen .Kemampuan polarisasi ion positif Apakah yang kami maksud “kemampuan polarisasi (polarising ability)―? Dalam diskusi sejauh ini. I-. elektron terluar terletak pada tingkat-5 – relatif renggang dari inti. kita berfikiran ion dibangun dari perubahan bentuk dari ikatan kovalen. Sebagai contoh. katakanlah. Padatan adalah kovalen. Kemampuan polarisasi tergantung pada densitas muatan pada ion positif. Kemampuan polarisasi meningkat sejalan dengan ion positif yang mengecil dan jumlah muatan yang membesar. Selama ion negatif membesar. Ion alumunium berukuran sangat kecil dan dibungkus oleh tiga muatan positif – karena itu “densitas muatan― sangat tinggi. Ion positif akan lebih efektif dalam menarik pasangan elektron dari ion iodida dibandingkan dengan ion yang sama. pada ion iodida.

sebuah atom tidak memiliki jari-jari yang tetap. Kecenderungan jari-jari atom pada tabel periodik Pola kecenderungan jari-jari atom tergantung dari jenis jari-jari atom mana yang ingin kita ukur – tapi pada prinsipnya pola seluruhnya sama. Hal ini kita dapatkan pada atom-atom logam di mana mereka membentuk struktur logam atau atomatomnya secara kovalen berikatan satu sama lain. Tipe dari jari-jari atom seperti ini dinamakan jari-jari (radius) van der Waals di mana terjadi daya tarik yang lemah di antara kedua atom tersebut. Seperti halnya gambar diatas. pada atom yang sama kita bisa mendapatkan jari-jari yang berbeda tergantung dari atom yang berapitan dengannya.Jari-jari Atom Mengukur jari-jari atom Tidak seperti halnya bola. Gambar pada bagian kiri menunjukkan atom yang berikatan. Diagram-diagram di bawah ini menunjukkan jari-jari logam untuk elemen-elemen logam. Daya tarik antar keduanya sangat sedikit. Tipe dari jari-jari atom seperti ini disebut jarijari (radius) logam atau jari-jari kovalen. Kecenderungan jari-jari atom pada periode 2 dan 3 Kecenderungan jari-jari atom pada suatu golongan . Kedua atom ini saling menarik satu sama lain sehingga jari-jarinya lebih pendek dibandingkan jika mereka hanya bersentuhan. Jari-jari atom hanya bisa didapat dengan mengukur setengah dari jarak antara dua buah atom yang berapitan. Gambar pada bagian kanan menunjukkan keadaan di mana kedua atom hanya bersentuhan. tergantung dari ikatannya. jarijari kovalen untuk elemen-elemen yang membentuk ikatan kovalen dan jari-jari van der Waals untuk elemen-elemen yang tidak membentuk ikatan (misalnya unsur gas mulia).

kita hanya dapat mengukur jari-jari van der Waals – di mana ikatannya sangatlah lemah. elektron seluruhnya berada pada level dua. Radius Ion Ion-ion tidak memiliki besar yang sama dengan atom asalnya. Peningkatan jumlah proton pada nukleus seiring dengan menyusurnya periode akan menarik elektron-elektron lebih kuat. jari-jari atom sedikit mengecil. yang dihalangi oleh elektron pada 1s2. atom akan semakin kecil menyusur satu periode Dari litium ke flor. Besar atom dikontrol oleh elektron-elektron pada tingkat ke 3 yang tertarik semakin dekat ke nukleus seiring dengan meningkatnya jumlah proton. Kita tidak dapat membandingkan “suatu sifat yang sama” jika kita mengikutsertakan gas mulia. Kecenderungan pada energi ionisasi yang naik turun tidak kita temui pada radius atom. Pada periode dari Natrium ke Klor. Alasannya cukup kuat – karena kulit elektron semakin bertambah. elektron-elektron 4s dapat kita simpulkan berada pada luar atom dan menentukan besarnya atom. Kecenderugan pada elemen-elemen transisi Walaupun pada awal dari elemen-elemen transisi.Kita dapat segera memperkirakan bahwa jari-jari atom pada golongan yang sama akan semakin besar jika letak atom itu pada tabel periodik semakin di bawah. . Seluruh atom-atom lainnya jari-jari atom diukur berdasarkan jarak yang lebih kecil dikarenakan oleh kuatnya ikatan yang terbentuk. Artinya. Memang hal ini agak sedikit membingungkan. Karena neon dan argon tidak membentuk ikatan. Bandingkan besarnya ion natrium dan klor dengan atom natrium dan klor. kita juga akan menemukan kecenderungan yang sama. Kecuali gas mulia. Kita telah mempelajari bahwa orbital-orbital 4s memiliki tingkat energi lebih tinggi daripada 3d – di mana kebalikannya elektron akan menempati 4s sebelum 3d. Hal ini juga berarti orbital 3d berada lebih dekat dengan nukleus daripada 4s dan berperan sebagai penghalang. Kecenderungan jari-jari atom menyusur satu periode Kita perlu mengabaikan jari-jari gas mulia pada setiap periode. Penarikan karena naiknya jumlah proton pada nukleus berkurang karena adanya penghalang tambahan yaitu bertambahnya elektron-elektron pada orbital 3d. besar jari-jari atom hampir seluruhnya sama. Dalam hal ini. besar dari jari-jari atom ditentukan oleh elektron-elektron 4s.

Konfigurasi elektron natrium adalah 2. Konfigurasi elektron klor adalah 2. tetapi mereka sekarang memiliki 18 elektron.8. Ion klor hanya memiliki 17 proton. Kita kehilangan salah satu kulit elektron dan 10 elektron yang tersisa ditarik oleh 11 proton pada nukleus. Ion Negatif Ion negatif lebih besar dibandingkan dengan atom asalnya.7 . .8. sementara Cl.8.adalah 2. sementara Na+ adalah 2. Walaupun elektron-elektron masih berada pada tingkat 3.8.Ion Positif Ion positif lebih kecil dibandingkan dengan atom asalnya. penolakan tambahan terjadi karena bertambahnya elektron yang menyebabkan atom semakin membesar.1 .8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful