Cara Mengetahui Ukuran Suatu Partikel

SENIN, 28 FEBRUARI 2011 07:17 LUSI KUNJUNGAN: 314

• • •

Penelitian-penelitian di bidang kimia, fisika, material, metalurgi, lingkungan, farmasi, kedokteran bahkan teknik sipil dan teknik mesin hampir semuanya didasari atas pemanfaatan karakteristik suatu partikel. Misalnya gear pada mesin sepeda motor atau mobil. Pembuatan gear sendiri sudah memanfaatkan teknik metalurgi serbuk. Teknik ini tidak bisa terlepas dari karakteristik serbuk itu sendiri. Misalnya particle size and size distribution, particle shape, particle density, specific surface area, alloy phase and phase distribution hingga ke quality of mixing. Bagaimanakah caranya untuk mengetahui ukuran suatu partikel? Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetahui ukuran suatu partikel yaitu:

1. 2. 4.

Metode ayakan (Sieve analyses) Laser Diffraction (LAS) Electronical Zone Sensing (EZS)

3. Metode sedimentasi 5. Analisa gambar (mikrografi) 6. Metode kromatografi

7.

Submicron aerosol sizing dan counting

8. dll Sieve analyses dalam dunia farmasi sering kali digunakan dalam bidang mikromeritik. Yaitu ilmu yang mempelajari tentang ilmu dan teknologi partikel kecil. Metode yang paling umum digunakan adalah analisa gambar (mikrografi). Metode ini meliputi metode mikroskopi dan metode holografi. Alat yang sering digunakan biasanya SEM, TEM dan AFM. Namun seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang lebih mengarah ke era nanoteknologi, para peneliti mulai menggunakan Laser Diffraction (LAS). Metode ini dinilai lebih akurat untuk bila dibandingkan dengan metode analisa gambar maupun metode ayakan (sieve analyses), terutama untuk sample-sampel dalam orde nanometer maupun submikron. Contoh alat yang menggunakan metode LAS adalah particle size analyzer (PSA). Alat ini menggunakan prinsip dynamic light scattering (DLS). Metode ini juga dikenal sebagai quasi-elastic light scattering (QELS). Alat ini berbasis Photon Correlation Spectroscopy (PCS). Metode LAS bisa dibagi dalam dua metode: 1. metode basah: metode ini menggunakan media pendispersi untuk mendispersikan material uji. 2. metode kering: metode ini memanfaatkan udara atau aliran udara untuk melarutkan partikel dan membawanya ke sensing zone. Metode ini baik digunakan untuk ukuran yang kasar, dimana hubungan antarpartikel lemah dan kemungkinan untuk beraglomerasi kecil.

php? option=com_content&view=article&id=120&catid=46&Itemid=67&lang=in Pengayakan Kata Kunci: flotasi senyawa. Gambar 15. Sebagai contoh sederhana kita dapat lakukan pemisahan pasir dari sebuah campuran pasir dan batu kerikil. Sehingga ayakan memiliki ukuran pori atau lubang tertentu.Selain itu hasil pengukuran dalam bentuk distribusi. pengayakan senyawa Ditulis oleh Zulfikar pada 20-12-2010 Teknik pemisahan ini merupakan teknik yang tertua. ukuran pori dinyatakan dalam satuan mesh. http://nanotech.2.id/index. teknik ini dapat dilakukan untuk campuran heterogen khususnya campuran dalam fasa padat. Pemisahan dengan cara ini didasari pada sifat permukaan dari senyawa atau partikel.Pengukuran partikel dengan menggunakan PSA biasanya menggunakan metode basah. Begitu pula. Proses pemisahan didasari atas perbedaan ukuran partikel didalam campuran tersebut.2. Dengan demikian ukuran partikel yang terukur adalah ukuran dari single particle. Saringan yang memiliki ukuran pori tertentu Teknik lain penmisahan campuran dalam fasa padat juga dapat dilakukan dengan cara flotasi (pengapungan). Bila kedua sifat ini muncul maka pemisahan dapat dilakukan dengan memberikan air kedalam campuran tersebut. menggunakan ayakan yang porinya cukup halus. jika kita ingin memisahkan beras yang bercampur dengan katul yang halus. contoh ayakan dapat dilihat pada Gambar 15. Terutama untuk sampel-sampel dalam orde nanometer dan submicron yang biasanya memliki kecenderungan aglomerasi yang tinggi.co. sehingga hasil pengukuran dapat diasumsikan sudah menggambarkan keseluruhan kondisi sampel. Hal ini dikarenakan partikel didispersikan ke dalam media sehingga partikel tidak saling beraglomerasi (menggumpal). Senyawa atau partikel ada yang memiliki sifat suka air (hidrofilik) dan ada yang tidak suka air (hidrofobik). Metode ini dinilai lebih akurat jika dibandingkan dengan metode kering ataupun pengukuran partikel dengan metode ayakan dan analisa gambar. Untuk senyawa atau partikel .

yang suka air. Ayakan dengan gerakan melempar . lihat Gambar 15. granit. tanah. Sedangkan yang hidrofobik menempel pada gelembung udara.3. termasuk untuk gandum dan biji-bijian. 2010 • 7:04 AM ANALISA AYAKAN Analisa Saringan atau analisa ayakan (Sieve analysis) adalah prosedur yang digunakan untuk mengukur distribusi ukuran partikel dari suatu bahan. Distribusi ukuran partikel merupakan hal yang sangat penting . dan dapat dipisahkan. tanah liat. dan akan naik ke permukaan. dan berbagai produk bubuk. ayakan disusun berdasarkan ukuran. Gambar 15. Sejumlah sample yang mewakili sample tertentu ditimbang dan ditaruh diatas ayakan dengan ukuran tertentu. Hal ini dapat digunakan untuk semua jenis non-organik atau organik bahan butiran termasuk pasir.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/pemisahan-kimia-dananalisis/pengayakan/ OKTOBER 9.chem-is-try. ada beberapa cara atau metode yang dapat digunakan tergantung dari material yang akan dianalisa.3. Prinsip pemisahan dengan cara flotasi http://www. ukuran yang besar ditempatkan pada bagian atas dn pada bagian paling bawah ditempatkan pan (wadah) sebagai tempat penerimaan/penampungan terakhir. batu bara. zat ini akan tetap berada dalam fasa air. namun tidak selamanya metode seperti tersebut diatas selalu digunakan.

Sampel terlempar keatas secara vertikal dengan sedikit gerakan melingkar sehingga menyebabkan penyebaran pada sampel dan terjadi pemisahan secara menyeluruh . pada saat yang bersamaan sampel yang terlempar keatas akan berputar (rotasi) dan jatuh diatas permukaan ayakan. tablet dan sirup kering kebanyakan mempunyai ukuran yang kecil (mikro).wordpress. ukuran partikel . metode ini baik panjang atau berbentuk serat. sampel dengan ukuran yang lebih kecil dari lubang ayakan akan melewati saringan dan yang ukuran lebih besar akan dilemparkan keatas lagi dan begitu seterusnya. granul. Obat sediaan padat seperti kapsul. digunakan untuk sampel yang berbentuk jarum. datar Metode ini cocok untuk melakukan analisa ukuran partikel bahan bangunan dan aggregat.1 Latar Belakang Di zaman sekarang ini telah banyak sediaan obat yang beredar di pasaran. Ayakan dengan gerakan horisontal Dalam metode ini sampel bergerak secara horisontal (mendatar) pada bidang permukaan sieve (ayakan). http://rdianto. Sieve shaker modern digerakkan dengan electro magnetik yang bergerak dengan menggunakan sistem pegas yang mana getaran yang dihasilkan dialirkan ke ayakan dan dilengkapi dengan kontrol waktu.com/2010/10/09/analisa-ayakan/ BAB I PENDAHULUAN I.Disini Gerakan dengan arah membuang bekerja pada sampel. Umumnya. Besar kecilnya ukuran dari suatu obat sediaan padat biasanya di ukur dari ukuran partikel obat tersebut.

I. dan topical.2 Maksud dan Tujuan Percobaan I. serta kisaran ukuran partikel sangat penting dalam bidang farmasi.1 Maksud Percobaan Untuk mengetahui dan memahami cara menetukan ukuran partikel dari suatu sediaan obat dengan menggunakan metode tertentu dan menggunakan alat-alat laboratorium. emulsi dan tablet. pengendalian ukuran partikel sangat penting sekali dalam mencapai sifat aliran yang diperlukan dan pencampuran yang benar dari granul dan serbuk. Ukuran partikel bahan obat padat mempunyai peranan penting dalam bidang farmasi sebab merupakan penentu bagi sifat-sifat. baik sifat fisika. parenteral. Hal ini disebabkan karena kurangnya konsumtivitas masyarakat terhadap sediaan obat tersebut. Pentingnya ukuran partikel terhadap suatu sediaan obat berbanding terbalik dengan tingkat optimalisasi peredarannya di pasaran. Secara klinik. juga bergantung pada ukuran partikel yang dicapai dari produk itu. Oleh karenanya dibuatlah praktikum “MIKROMERITIK” sebagai tambahan pengetahuan dan teknologi dari ukuran partikel sediaan obat. Dalam bidang pembuatan tablet dan kapsul. Padahal serbuk mempunyai ukuran partikel yang kecil. Formulasi yang berhasil dari suspensi. Masyarakat tidak menyukai serbuk karena tidak mampu menutupi bau yang kurang enak dari obat tersebut. dari segi kestabilan fisik .dinyatakan dengan diameter rata-rata. I.2. Pengetahuan dan pengendalian ukuran.2.2 Tujuan . namun obat-obat dalam bentuk ukuran partikel jarang berada dalam keadaan optimum di pasaran. dan respon farmakologis . kimia dan farmakologik dari bahan obat tersebut (7). ukuran partikel suatu obat dapat mempengaruhi penglepasannya dari bentuk-bentuk sediaan yang diberikan secara oral. rectal. Semakin kecil ukuran partikel maka semakin cepat absorpsi obat tersebut sehingga cepat memberikan efek farmakologi. Berdasarkan penjelasan diatas bahwa ternyata pengukuran terhadap partikel obat sangat penting.

dari sini kita bisa menghitung ukuran partikel rata-rata untuk sampel tersebut (4).1 Teori Umum Mikromeritik biasanya diartikan sebagai ilmu dan teknologi tentang partikel yang kecil. garam halus dan talkum dengan menggunakan metode ayakan dan metode mikroskopik. Setiap kumpulan partikel biasanya disebut polidispersi. Pengertian ukuran partikel adalah ukuran diameter rata-rata (7). dan garam granular berada dalam kisaran ayakan (4). Jadi kita perlu suatu perkiraan kisaran ukuran tertentu yang ada dan banyaknya atau berat fraksi dari tiaptiap ukuran partikel. tapi juga berapa banyak partikel-partikel dengan ukuran yang sama ada dalam sampel. . BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Karenanya suatu pemisahan bahan awal dihindari oleh karena dari suatu pemisahan. ukuran luas permukaan rata-rata. sedang partikel emulsi dan suspensi farmasi serta serbuk halus berada dalam jangkauan mikroskop optik. Dispersi koloid dicirikan oleh partikel yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mikroskop biasa. Karenanya perlu untuk mengetahui tidak hanya ukuran dari suatu partikel tertentu. Partikel yang mempunyai ukuran serbuk lebih kasar. Pada jumlah dasar yang amat besar harus ditarik beberapa contoh dimana tempat pengambilan contoh sebaiknya dipilih menurut program acak (8). Ukuran partikel dapat dinyatakan dengan berbagai cara. granul tablet. Untuk memulai setiap analisis ukuran partikel harus diambil dari umumnya jumlah bahan besar (ditandai dengan junlah dasar) suatu contoh yang representatif. volume rata-rata dan sebagainya. Ilmu dan teknologi partikel kecil diberi nama mikromeritik oleh Dalla Valle. Untuk pembagian contoh pada jumlah awal dari 10-1000 g digunakan apa yang disebut pembagi contoh.Untuk menetukan diameter rata-rata dari suspensi NaCl. Ukuran diameter ratarata. contoh yang diambil berupa bahan halus atau bahan kasar.

tidak ada garis tengah yang unik.Ukuran partikel bahan obat padat mempunyai peranan penting dalam farmasi. Istilah ini (mesh) digunakan untuk menyatakan jumlah lubang tiap inchi linear (6). yang menghubungkan ukuran partikel dan garis tengah bulatan yang mempunyai luas permukaan. Jadi. sedimentasi. Pembuatan obat bentuk emulsi. Pengayak terbuat dari kawat dengan ukuran lubang tertentu. Yang diutarakan disini hanyalah metode yang digunakan secara luas dalam praktek di bidang farmasi serta metode yang merupakan ciri dari suatu prinsip khusus. Secara teknis mempelajari pelepasan obat yang diberikan secara per oral. garis tengah permukaan ds. dan penentuan jumlah volume. Sifat kimia dan fisika dalam formulasi obat 3. Tetapi. METODE UNTUK MENENTUKAN UKURAN PARTIKEL Banyak metode yang tersedia untuk menentukan ukuran partikel. pengayakan. Metode paling sederhana dalam penentuan nilai ukuran partikel adalah menggunakan pengayak standar. dan garis tengah yang sama. Namun. suntikan dan topikal 4. Menghitung luas permukaan 2. suspensi dan duspensi 5. adalah garis tengah suatu bulatan yang mempunyai luas permukaan yang sama seperti partikel yang diperiksa (4). yaitu (6) 1. Makanya harus dicari jalan untuk menggunakan suatu garis tengah bulatan yang ekuivalen. begitu derajat ketidaksimestrisan dari partikel naik. sebab ukuran partikel mempunyai peranan besar dalam pembuatan sediaan obat dan juga terhadap efek fisiologisnya (4). Pentingnya mempelajari mikromiretik. bertambah sulit pula menyatakan ukuran dalam garis tengah yang berarti. volume. Walaupun dengan mikroskop kita dapat melihat . Dalam keadaan seperti ini. tidak ada satu pun cara pengukuran yang benarbenar merupakan metode langsung. Ukuran dari suatu bulatan dengan segera dinyatakan dengan garis tengahnya. Pada bagian ini akan dibicarakan metode pengukuran seperti mikroskopi. Stabilitas obat (tergantung dari ukuran partikel).

Tidak ada perkiraan yang bisa diperoleh untuk mengetahui ketebalan dari partikel dengan memakai metode ini. Pengayakan Suatu metode yang paling sederhana. 2. suatu emulsi atau suspensi. Bahan yang akan diayak dibawa pada ayakan teratas dengan lebar jala paling besar. Di sini penentunya adalah pengukuran geometrik partikel. Pemandangan dalam mikroskop dapat diproyeksikan ke sebuah layar di mana partikelpartikel tersebut lebih mudah diukur. Mereka membentuk bahan halus (lolos). hasil yang didapat kemungkinan besar tidak lebih ”langsung” dari pada menggunakan metode lain. 1. Di bawah mikroskop. yaitu dimensi panjang dan lebar. diletakkan mikrometer untuk memperlihatkan ukuran partikel tersebut. diencerkan atau tidak diencerkan. Sampel diayak melalui sebuah susunan menurut besarnya lubang ayakan penguji yang disusun ke atas. karena adanya gumpalan dan partikel-partikel lebih dari satu komponen seringkali bisa dideteksi dengan metode ini (4). Tambahan lagi. Kerugian dari metode ini adalah bahwa garis tengah yang diperoleh hanya dari dua dimensi dari partikel tersebut. jumlah partikel yang harus dihitung (sekitar 300-500) agar mendapatkan suatu perkiraan yang baik dari distribusi . tetapi relatif lama dari penentuan ukuran partikel adalah metode analisis ayakan. yang ukurannya lebih kecil daripada lebar jala yang dijumpai. membentuk bahan kasar. Partikel yang tinggal kembali pada ayakan. Setelah suatu waktu ayakan tertentu (pada penimbangan 40-150 g setelah kira-kira 9 menit) . dinaikkan pada suatu slide dan ditempatkan pada alat mekanik. Partikel.gambaran partikel yang sesungguhnya. atau pemotretan bisa dilakukan dari slide yang sudah disiapkan dan diproyeksikan ke layar untuk diukur (4). berjatuhan melewatinya. karena hanya dua dari tiga dimensi partikel yang bisa terlihat (1). menjadikan metode tersebut memakan waktu. bahkan jika digunakan metode analisis ukuran partikel lainnya. Mikroskopi Optik Menurut metode mikroskopis. Namun demikian pengujian mikroskopis dari suatu sampel harus selalu dilaksanakan.

Beberapa metode sedimentasi yang digunakan adalah metode pipet. Penggunaan ultrasentrifugasi dapat menghasil suatu kekuatan sejuta kaligaya gravitasi. yang dihubungkan dengan bagian serbuk yang mampu melalui lubang-lubang ayakan yang telah distandarisasi yang berbeda-beda ukurannya. Sedimentasi Cara ini pada prinsipnya menggunakan rumus sedimentasi stockes yaitu : Keterangan : dst = diameter rata-rata E = viskositas media h = jarak yang ditempuh partikel t = waktu (jam) R1 = bobot jenis partikel R0 = bobot jenis media Metode yang digunakan dalam penentuan partikel cara sedimentasi ini adalah metode pipet. dan metode hidrometer namun hanya metode pipet yang akan dibicarakan karena teknik tersebut mengkombinasikan kemudahan analisis. dan ekonomisme alat tersebut. fine and very fine”. metode hidrometer dan metode malance (7).ditentukan melalui penimbangan. Agar ukuran partikel serbuk ini mempunyai standar. Partikel dari serbuk obat mungkin berbentuk sangat kasar dengan ukuran kurang lebih 10.000 mikron atau 10 milimikron atau mungkin juga sangat halus mencapai ukuran koloidal. 3. persentase mana dari jumlah yang telah ditimbang ditahan kembali pada setiap ayakan (4). Cara analisisnya adalah suspensi 1 atau 2% dari partikel-partikel dalam suatu medium yang mengandung zat pendeflokulasi yang sesuai dimasukkan ke dalam . metode timbangan. maka USP menggunakan suatu batasan dengan istilah “very coarse. ketelitian/ketepatan. moderately coarse. 1 mikron atau lebih kecil. Penggunaan ultrasentrifugasi untuk penentuan berat molekul dari polimer tinggi. pada suatu periode waktu tertentu ketika diadakan pengadukan dan biasanya pada alat pengaduk ayakan secara mekanis (8). coarse.

Sampel tersebut diuapkan. suatu volume suspensi encer dipompakan melalui lubang tersebut. ditimbang atau dianalisis dengan cara lain yang cocok untuk mengoreksi zat pendeflokulasi yang telah ditambahkan (1). Alat ini sanggup menghitung partikel pada laju kira-kira 4000 per detik. Ketika partikel tersebut berjalan melewati lubang. Alat khusus ini bekerja berdasarkan prinsip bahwa jika suatu partikel disuspensikan dalam suatu cairan yang mengkonduksi melalui suatu lubang kecil. diambil 10 ml sampel dan dikeluarkan melalui penutupnya. sehingga menghasilkan suatu aliran. Suatu alat yang mengukur volume partikel adalah Coulter counter. maka memungkinkan untuk memperoleh suatu distribusi ukuran partikel. Dalam pengerjaan. partikel-partikel dapat melewatinya satu per satu pada suatu waktu. 4. dan dengan demikian baik penghitungan keseluruhan maupun distribusi ukuran partikel diperoleh dalam waktu yang relatif singkat. Bejana bertutup itu dikocok untuk mendistribusikan partikel-partikel secara merata keseluruh suspensi dan alat tersebut. Pada berbagai interval waktu. Dengan memvariasi nilai ambang secara sistematik dan menghitung jumlah partikel dalam suatu ukuran sampel yang konstan. partikel itu akan menggantikan volume elektrolitnya. Pengukuran Volume Partikel. Alat tersebut mencatat secara elektronik semua patikel-partikel yang menghasilkan pulsa yang ada dalam dua nilai ambang dari penganalisis. Karena suspensi tersebut encer. METODE UNTUK MENENTUKAN LUAS PERMUKAAN . dijepit dengan kuat dalam suatu bak yang bertemperatur konstan.bejana selinder sampai tanda 550 ml. dan hal ini mengakibatkan kenaikan tahanan di antara kedua elektroda tersebut. akan terjadi suatu perubahan aliran listrik. Digunakan suatu tegangan listrik yang konstan melewati elektrodaelektroda tersebut. dengan pipet di tempatnya. yang pada kedua sisinya ada elektroda. Coulter counter telah berguna dalam ilmu farmasi untuk menyelidiki pertumbuhan partikel dan disolusi serta efek zat antibakteri terhadap pertumbuhan mikroorganisme (1).

melalui suatu sumbat dari serbuk kompak adalah luas permukaan dari serbuk tersebut. Dalam menentukan permukaan adsorben. maka metode permeabilitas ini banyak digunakan secara luas dalam bidang farmasi untuk penentuan permukaan spesifik.Luas permukaan dari suatu sampel serbuk dapat dihitung dari pengetahuan distribusi ukuran partikel yang diperoleh dengan menggunakan salah satu metode yang telah diterangkan secara singkat sebelumnya. Prinsip tahanan terhadap aliran dari suatu cairan. Makin besar luas permukaan per gram serbuk makin besar pula tahanan aliran. Natrium Klorida (NaCl) ( 3. 584-585) . Metode Adsorpsi. terutama bila tujuannya adalah untuk mengontrol variasi dari suatu batch ke batch lainnya (1). volume dari gas yang teradsorpdi dalam cm3 per gram adsorben bisa diplot terhadap tekanan gas tersebut pada temperature konstan untuk memberikan bentuk lapisan tunggal yang diikuti olehpembentukan lapisan rangkap. Pengembangan alat ini dapat digunakan untuk sejumlah gas tunggal atau campuran gas sebagai adsorban dalam suatu jarak temperatur (1). Alat yang digunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan untuk menghitung luas permukaan dan struktur pori dari serbuk-serbuk farmasetik ialah Quantasorb. Metode kedua bergantung pada kenyataan bahwa laju suatu garis atau cairan mempermeasi (menembus) suatu bentangan serbuk berhubungan dengan luas permukaan yang mengadakan kontak dengan permean (zat yang menembus) (1). Metode Permeabilitas Udara. Alat yang digunakan pada metode ini yaitu Fisher Subsieve Sizer. Oleh karena alatnya sederhana dan penetapan dapat dilakukan dengan cepat. Partikel-partikel dengan luas permukaan spesifik besar merupakan adsorben yang baik untuk adsorpsi.2 Uraian Bahan 1. jumlah dari suatu zat terlarut gas atau cairan yang adsorbsikan di atas sampel serbuk tersebut agar membentuk suatu lapisan tunggal (monolayer) adalah suatu fungsi langsung dari luas permukaan sampel. Ada dua metode yang biasa digunakan pertama. I. Alat ini sedemikian sensitifnya sehingga sampel serbuk yang sangat sedikit dapat dianalisis.

bebas Pemerian dari butiran. 652) Nama Latin Sinonim Pemerian : Paraffinum : Parafin : Hablur tembus cahaya atau agak buram. 591) Nama Latin Sinonim : Talkum. tidak berwarna atau putih. Kelarutan : Tidak larut dalam air dan dalam etanol. agak berminyak. tidak berwarna atau serbuk hablur putih. larut dalam gliserin. : Laksativum. sukar larut dalam etanol. : Serbuk hablur. sukar larut dalam etanol mutlak. tidak berasa. sedikit lebih mudah larut dalam air mendidih. : Talk. warna putih atau putih kelabu. dalam minyak menguap. mudah larut dalam kloroform. dalam eter. : Sebagai pelarut (larut dalam lemak). Kelarutan : Mudah larut dalam air. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.Nama Latin Sinonim : Natrii Chloridum : Natrium Klorida Rumus Molekul : NaCl Pemerian rasa asin. : Hablur bentuk kubus. : Dalam Wadah Tertutup baik : Hemodialisis : Sebagai Sampel tidak berbau. Penyimpanan berlebih. Penyimpanan Khasiat Kegunaan 2. Khasiat Kegunaan 3. Parafin ( 3. mudah melekat pada kulit. . dalam hampir semua jenis minyak lemak hangat. sangat halus licin. : Dalam wadah tertutup rapat dan cegah pemaparan terhadap panas Talk ( 2. Kelarutan : Tidak larut dalam hampir semua pelarut.

2. : Sebagai sampel.1 Alat Dan Bahan III. • Dibuat suspensi NaCl dengan mencampurkan serbuk NaCl 5 mg dengan parafin 5 ml.Khasiat Kegunaan : Zat tambahan.2 Cara Kerja III.2 Bahan yang digunakan • NaCl (serbuk) • Parafin • Talkum III. BAB III METODE KERJA III.1. • Dioleskan sedikit suspensi NaCl ke kaca objek.1. • Diukur parafin sebanyak 5 ml dengan menggunakan gelas ukur. lalu diamati di bawah mikroskop .1 Alat yang digunakan • Ayakan 3 Set • Batang Pengaduk • Cawan Porselen • Gelas Ukur • Kaca Arloji • Kertas Perkamen • Mikroskop • Mistar 30 cm • Neraca Analitik • Sendok Tanduk • Sudip III.1 Untuk Metode Mikroskop • Disiapkan alat dan bahan • Ditimbang NaCl 50 mg dengan menggunakan neraca analitik.

hingga nomor mesh yang tinggi. Disusun ayakan dari nomor mesh rendah.2 Untuk Metode Pengayakan 1. 5. Ditimbang garam halus 50 gram dan talkum sebanyak 50 gram dengan menggunakan neraca analitik. . Disiapkan alat dan bahan 2. Di timbang bobot garam halus yang tertinggal di setiap ayakan. III. kemudian dicatat hasilnya. 4. kemudian di ukur diameter rata-rata • Dihitung dan dicatat diameter rata-rata dari suspensi NaCl. Diletakkan garam halus pada ayakan. Dihitung diameter rata-rata kedua sampel tersebut.• Dibuat kotak dan dibentuk diagonal pada partikel dari suspensi NaCl yang tampak pada mikroskop. 3. 7. kemudian diayak selama 5 menit. 6. Diulangi percobaan yang sama seperti di atas untuk sampel talkum.2.

2071 14.9999 3577.9842 3557.2 Hasil Pengamatan Tabel Hasil Pengamatan Untuk Metode Pengayakan Jenis Sampel yang diuji Garam Halus Nomor Mesh 12 25 50 12 25 50 Diameter Persen Bobot Rata-Rata tertinggal (d) aXd Tertinggal (a) (µm) 0.6351 6.456 5.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.305 0.9967 7.265 0.7329 81.4 10.7491 99. Pada Percobaan dengan Metode pengayakan dihasilkan diameter rata-rata partikel sebagai berikut : .19999 0.1364 0.7715 52.0357 1.6 12.9998 3576.5724 35.2966 34.1592 35.7685 42.2496 13.8680 Talkum Tabel Hasil Pengamatan Untuk Metode Mikroskop Jenis Sampel yang diuji Serbuk NaCl Partikel ke1 2 3 Pembesaran Mikrosokop (a) 40 40 40 Diameter rata-rata Diameter partikel(b) 24.6319 42.8833 3.1615 2.61 0.7277 99.5713 39.6754 35.1719 0.1323 16.9703 99.2390 2.2 b:a 0.1429 2.0962 90.0437 3463.393 IV.2 PEMBAHASAN Untuk menghitung diameter rata-rata garam halus dan talkum pada metode pengayakan digunakan rumus : dimana = Dst = diameter rata-rata a d = bobot tertinggal = % bobot tertinggal Untuk menghitung bobot tertinggal yakni digunakan rumus perbandingan antara bobot yang tertinggal dengan jumlah seluruh bobot yang tertinggal pada nomor mesh.

Diameter partikel garam halus = = 35. Hal ini disebabkan karena dalam literatur disebutkan bahwa semakin kecil ukuran partikel maka semakin halus serbuk tersebut.7687 µm. dan bahan yang melalui satu ayakan ditahan oleh ayakan berikutnya yang lebih halus serta dikumpulkan. menurut metode U. kemudian ditimbang.325). S.7717 µm b. dan setelah ayakan . Dalam percobaan yang kami lakukan pada metode pengayakan kami menggunakan ayakan 3 set dengan nomor mesh yang berbeda-beda. Ayakan umumnya digunakan untuk memilih partikel-partikel yang lebih kasar tetapi jika digunakan dengan sangat hati-hati. ayakan-ayakan tersebut bisa digunakan untuk mengayak bahan sampai sehalus 44 mikrometer (ayakan no. Satu sampel serbuk yang ditimbang teliti ditempatkan pada ayakan paling atas. Diameter partikel talkum = = 35. P untuk menguji kehalusan serbuk suatu massa sampel tertentu ditaruh suatu ayakan yang cocok dan digoyangkan secara mekanik. ayakan bisa disusun limaberturutturut mulai dari yang kasar di atas.dan digoyanggoyangkan secara manual dengan menggunakan tangan tanpa mesin. Serbuk tersebut digoyang-goyangkan selama waktu tertentu. Dalam teori menyebutkan bahwa sebenarnya metode pengayakan itu sendirimerupakan metode yang menggunakan suatu seri ayakan standar yang dikalibrasi oleh The National Bureau of Standard. sampai dengan yang terhalus di bawah. Jika diinginkan analisis yang lebih rinci. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Garam Halus adalah serbuk agak halus dan talkum adalah serbuk halus.a.

Dalam teori disebutkan bahwa menurut metode mikroskopik. Kerugian dari metode mikroskopis adalah bahwa garis tengah yang diperoleh hanya dari dua dimensi dari partikel tersebut. Makin tidak simetris suatu partikel. Jika partikel menjadi lebih tidak simetris. juga mempunyai beberapa pengaruh terhadap luas permukaan. Suatu bola mempunyai luas permukaan minimum per satuan volume. bahkan jika digunakan metode analisis ukuran partikel lainnya. Namun demikian. Bentuk partikel mempengaruhi aliran dan sifat-sifat pengemasan dari suatu serbuk. Kemudian kami membuat sebuah kotak dan menarik garis diagonal-diagonal guna menentukan diameter rata-rata.tersebut digoyangkan untuk satu periode waktu tertentu. Tidak ada perkiraan yang bisa diperoleh untuk mengetahui ketebalan dari partikel dengan menggunakan metode ini. Bentuk Partikel Pengetahuan mengenai bentuk dan luas suatu partikel dikehendaki. dinaikkan pada suatu slide dan ditempatkan pada alat mekanik. makin sulit untuk menetapkan garis tengan yang berarti bagi partikel tersebut. yaitu dimensi panjang dan lebar. Untuk mendapatkan suatu perkiraan dari permukaan atau volume dari suatu partikel yang . makin besar luas permukaan per satuan volumenya. suatu emulsi atau suspensi. Dari kedua percobaan kami ada 2 hal yang sangat berpengaruh dalam penentuan diameter partikel yakni bentuk partikel dan ukuran pori. Kesalahan pengayakan akan timbul dari sejumlah variabel termasuk beban ayakan dan lama serta intensitas penggoyangan. suatu partikel berbentuk bola diberi ciri sempurna dengan garis tengahnya. karena adanya gumpalan dan partikelpartikel lebih dari satu komponen seringkali bisa dideteksi dengan metode ini. Pada Percobaan kedua kami mengukur diameter rata-rata partikel dengan menggunakan metode mikroskopik. diencerkan atau tidak diencerkan. Pada metode ini kami menemukan bentuk partikelpartikel serbuk NaCl berbentuk bulat. Seperti telah dibicarakan sebelumnya. serbuk yang tertinggal di atas tiap saringan ditimbang. pengujian mikroskopik dari suatu sampel harus selalu dilaksanakan. Luas permukaan persatuan berat atau volume merupakan suatu karakteristik serbuk yang penting jika seseorang mempelajari adsorpsi permukaan dan laju disolusi.

Ukuran Pori Bahan-bahan yang mempunyai luas spesifik tinggi bisa mempunyai retakan-retakan dan pori-pori yang adsorbsi gas dan uap. Pada percobaan kali ini dilakukan pengukuran diameter partikel serbuk talkum dan NaCl dengan mneggunakan metode ayakan. . serta pengontrolan kecepatan dan waktu pengayakan yang konstan. penggunaannya mudah dan cepat.mempunyai bentuk tidak bulat. jika dibandingkan dengan metode mikroskopik. lalu bahan disimpan di ayakan teratas. seperti laju disolusi obat dari tablet bisa juga bergantung pada karakteristik adsorpsi dari serbuk obat. seperti air. Setelah partikel menerobos ayakan barulah ditimbang masing-masing zat tersebut yang tertinggal di atas ayakan. Ukuran partikel bahan obat padat mempunyai peranan atau pengaruh besar dalam pembuatan sediaan obat dan juga terhadap efek fisiologisnya. Tetapi. Serbuk obat yang relatif tidak larut dalam air bisa melarut lebih atau kurang cepat dalam medium air bergantung pada adsorpsinya terhadap kelembapan atau udara. Adapun caranya sejumlah zat ( NaCl dan talk ) ditimbang 50 gram dan dimasukkan dalam ayakan yang telah disusun dengan urutan dari nomor mesh yang besar di atas dan yang paling kecil di bawah. ke dalam sela-selanya. serta pengontrolan kecepatan dan waktu pengayakan yang konstan. Keuntungan dari metode ini adalah alat yang digunakan sangat sederhana. metode ayakan memberikan hasil pengukuran yang kurang teliti dan kurang akurat serta memerlukan kuantitas bahan yang cukup banyak. pengayak yang digunakan terlebih dahulu harus dibersihkan untuk menghindari kesalahan penghitungan hasil ayakan yang disebabkan karena tertutupnya lubang-lubang ayakan dengan zat atau benda lain Ayakan di susun dari atas ke bawah (mesh terkecil ke nomor mesh tertinggi). penggunaannya mudah dan cepat. Sifat-sifat lain yang penting secara farmasetis. Keuntungan dari metode ini adalah alat yang digunakan sangat sederhana. seseorang harus memilih suatu garis tengah yang merupakan karakteristik dari partikel tersebut dan menghubungkan garis tengah ini dengan luas permukaan atau volumenya dengan menggunakan suatu faktor koreksi. Dalam pengukuran partikel dengan menggunakan metode ayakan.

yang sangat berkaitan erat kembali pada memenuhi syarat atau tidaknya sediaan tersebut mencapai efek terapi. http://technologyofpharmacheutical. dimana persyaratan tersebut termasuk salah satu rangkaian dari evaluasi yang dilakukan terhadap produk jadi (segera setelah produk dihasilkan) yang menyatakan layak atau tidaknya produk tersebut dipasarkan di masyarakat. dan bahan yang melalui satu ayakan ditahan oleh ayakan berikutnya yang lebih halus serta dikumpulkan.7687 µm. jika derajat halus serbuk dinyatakan dengan no.7717 µm sedangkan diameter rata-rata dari talkum adalah 35.1 dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat melewati pengayak dengan nomor tersebut.com/p/mikromeritik.2 dimaksudkan bahwa serbuk tersebut dapat melewati pengayak dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40 % dapat melalui pengayak dengan nomor tertinggi. Serbuk tersebut digoyangkan selama waktu tertentu. diprosedurkan bahwa suatu massa sampel tertentu ditaruh pada suatu ayakan yang cocok dan digoyangkan secara mekanik. Hasil yang diperoleh dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. karena sifat ini berkaitan dengan kehomogenitasan bentuk sediaan dan kandungannya. Pengukuran derajat halus serbuk menurut USP. Derajat halus serbuk tidak dapat diabaikan pada formulasi sediaan farmasi. Jika derajat serbuk dinyatakan dengan no. Berdasarkan literatur. · Hasil ayakan yang berkurang karena terbang oleh angin. kemudian ditimbang. maka dapat dikatakan bahwa garam halus termasuk serbuk agak halus dan talk termasuk serbuk halus. yaitu : · Kesalahan penimbangan hasil ayakan.blogspot.html? zx=28f2f9a062e7c51a .Dari hasil percobaan diperoleh diameter rata-rata dari garam halus yaitu35. · Ayakan yang tidak bersih sehingga mempengaruhi hasil. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful