PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR-UNSUR

Untuk memudahkan mempelajari hubungan sifat antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya, dari unsur yang banyak terdapat di alam, maka dibuat klasifikasi unsur-unsur berdasarkan persamaan sifat. Pengelompokan tersebut dilakukan oleh para ilmuwan, yang antara lain dikenal dengan pengelompokan Lavoisier, Triad Dobereiner, Oktaf Newlands, Lothar Mayer, Sistem Periodik Mendeleev, J. Thomson, dan Sistem Periodik Modern. 1. Sistem Lavoisier (1789) Dalam sistem ini, pengklasifikasian unsur didasarkan pada kemampuan unsur itu untuk menghantar listrik dan panas. Menurut sistem ini, unsur dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu; a. unsur logam (unsur yang dapat menghantar listrik dan psnas), misalnya besi, tembaga, perak, emas, dan sebagainya; b.unsur non logam (unsur yang tak dapat menghantar listrik dan panas), misalnya belerang, oksigen, klor, nitrogen, arsen, ffosfor, hidrogen, dan karbon. Sistem penggolongan ini kemudian dianggap kurang memuaskan. Hal ini karena ke tidak tegasan atau ke tidak onsistenan dalam pembedaannya, terutama bila dihadapkan pada jenis unsur yang memiliki sifat keduanya. Silokon, arsen, dan antimonymerupakan jenis unsur yang memiliki sifat logam dan non logam. 2. Sistem Triad dari Johan Wolfgan Dobereiner (1826) Hukum Triade Dobereiner mengungkapkan bahwa “masa atom (Ar)unsur kedua (yang) dalam triade merupakan harga rata-rata dari unsur pertama dan ketiga”. Contohnya unsur Li, Na, dan K. Ar Li = 6,94 Ar Na = 22,99 Ar K = 39,10 Berdasarkan Hukum Triade Dobereiner, masa atom unsur Na adalah rata-rata dari massa atom unsur Li dan K, yakni 22,990. Karena hanya beberapa unsur saja yang sesuai, maka hukum ini mengalami kegagalan. 3. Hukum Oktaf Newlands (1864) Dalam hukum ini, unsur-unsur disusun berdasarkan urutan kenaikan massa atom relatif di mana unsur kedelapan mempunyai sifat yang sama dengan unsur pertama, unsur kedua mempunyai sifat yang mirip dengan unsur kesembilan, demikian seterusnya. Sifat dari unsur-unsur tersebut akan berulang pada tiap unsur kedelapan. Pengelompokan unsur-unsur berdasarkan Hukum Oktaf Newlands dapat dituliskan sebagai berikut. Li 1 Be 2 B 3 C 4 N 5 O 6 F 7 Na 8 Mg 9 Al Si P S 10 11 12 C K Ca 13 14 15 16

Berdasarkan hukum ini, unsur F, dan Cl mempunyai kemiripan sifat. Demikian halnya dengan unsur Li, Na, dan K, demikian pula unsur-unsur lainnya yang mempunyai pola yang sama dengan itu. Hukum Oktaf Newlands mempunyai kelemahan. Hukum ini hanya cocok untuk unsur dengan atom bermasa kecil dan tidak cocok untuk unsur atom yang bermasa besar. Selain itu, dengan menggunakan hukumini, ternyata ada unsur-unsur yang saling berimpitan. 4. Lothar Mayer (1869) Lothar Mayer menyusun unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif dan unsur yang sifat fisiknya sama dimasukkan ke dalam satu golongan. Jadi, yang diutamakan adalah sifat fisiknya.

4 Mg 24 Ca 40 III B 11 Al 27. Dalam perioda kedua dan ketiga masing-masing terdapat 8 unsur. Au 199 - Salah satu kelemahan sistem periodik Mendeleev adalah adanya unsur-unsur dengan massa atom relatif lebih beasr yang terletak di depan unsur yang massa atomnya lebih kecil. baris-baris horizontal yang masing-masing disebut perioda. b. Ir 197 Pt 198. Sistem Periodik Modern Sistem ini diresmikan oleh International Union of Pure and Applied chemistry (IUPAC) pada tahun 1923 yang disusun berdasarkan konfigurasi elektron. Sistem periodik modern tersusun dari.5. Dalam periode . 6. kolom-kolom vertikal yang masing-masing disebut golongan. Sifat-sifat unsur bukan lagi sifat periodik dari massa atom relatifnya. Sistem periodik modern ini terdiri atas 7 periode dan 16 golongan. Dmitri Ivanovich Mendeleev (1871) Dmitri Ivanovich Mendeleev menyusun unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif dan dengan mengingat persamaan sifat-sifatnya. Co 59 Ni 59. dan unsur-unsur disusun menurut pertambahan nomor atom. Halini bertentangan dengan Hukum Mendeleev itu sendiri. Cu 63 Ru 104. Ag 108 5 6 (Cu 63) Rb 85 Zn 65 Sr 87 -68 Yt 88 -72 Zr 90 As 75 Nb 94 Se 78 Mo 96 Br 80 -100 7 8 9 10 11 12 (Ag 108) Cs 133 (Au 190) - Cd 112 Ba 137 Hg 200 - In 113 Di 138 Er 178 TI 204 - Sn 118 Ce 140 La 180 Pb 207 Th 231 Sb 122 Ta 182 Bi 208 - Te 128 W 184 U 240 I 127 - Os 195. 7.3 -44 IV C 12 Si 28 Tc 48 V N 14 P 31 V 51 VI O 16 S 32 Cr52 VII F 19 Cl 35. tetapi sifat-sifat unsur adalah fungsi berkala dari nomor atomnya.5 Mn 55 VIII Fe 56. a. Dalam periode pertama terdapat 2 unsur. yaitu unsur-unsur yang mempunyai sifat kimia sama disusun dalam satu jalur vertikal yang sama Tabel 1 Sistem Periodik Mendeleev I 1 2 4 H1 Li 7 K 39 II Be 9. J. Ketiga periode ini disebut periode pendek. Thomson menyempurnakan sistem periodik Mendeleev yang dikenal sekarang sebagai susunan berkala panjang. Thomson J. Empat periode yang lain disebut periode panjang. Rh 104 Pd 105. Hal ini karena susunannya yang berdasarkan kenaikan massa atomnya 128 berada di depan iod (I) yang massa atom relatifnya 127.

a. periode yang belum lengkap. f. dan seterusnya. Periode Unsur-unsur yang jumlah kulitnya sama dalam sistem periodik ditempatkan pada periode yang atau baris yang sama. periode berisi 8 unsur. periode yang sangat pendek berisi 2 unsur yaitu H dan He. b. Unsur –unsur yang hanya mempunyai satu kulit (kulit K saja) terletak pada periode ke-1 (baris paling atas). Periode 1. g. Sedangkan deret horizontal dari unsur-unsur pada sistem periodik disebut periode. Unsur-unsur yang mempunyai dua buah kulit (kulit K dan kulit L) terlrtak pada periode ke-2 (baris kedua). yaitu: Golongan IA IIA IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA Nama golongan Golongan Alkali Golongan Alkali Tanah Golongan Boron Golongan Karbon Golongan Nitrogen Golongan Oksigen Golongan Halogen Golongan Gas Mulia Jumlah elektron pada kulit terluar 1 2 3 4 5 6 7 8 . Periode 6. 2.keempat dan kelima masing-masing terdapat 18 unsur dan dalam periode keenam terdapat 32 unsur. terdapat tujuh periode. periode panjang berisi 18 unsur. d. 1. Ada delapan golongan dari unsur-unsur utama. Golongan Unsur-unsur yang jumlah elektron pada kulit terluarnya sama ditempatkan pada golongan (kolom) yang sama. periode sangat panjang berisi 32 unsur. Periode 4. Nomor golongan = jumlah elektron pada kulit terluar Unsur yang hanya segolongan mempunyai sifat-sifat kimia yang sama. unsur-unsur yang mempunyai sifat-sifat yang mirip diletakkan pada satu lajur vertikal. PERIODE DAN GOLONGAN UNSUR-UNSUR DALAM SISTEM PERIODIK MODERN Pada sistem periodik modern. Periode 3. Periode ketujuh sampai kini belum terisi dengan lengkap. Periode 5. sebab memiliki jumlah elektron pada kulit terluar yang sama. Unsur –unsur yang bernomor atom 1 (hidrogen) sampai bernomor atom 20 (kalsium) termasuk kelompok unsur-unsur utama dan nomor golongannya dibutuhi huruf A. B. c. e. Deret vertikal unsur-unsur pada sistem perodik ini disebut golongan unsur. periode panjang berisi 18 unsur. Periode 7. periode pendek berisi 8 unsur. Nomor periode = jumlah kulit Dalam sistem periodik modern. Periode 2.

Unsur-unsur di daerah perbatasan memperlihatkan sifat ganda. 3.7. Unsur-unsur yang segolongan. Sedangkan boron dan silikon merupakan unsur non logam yang memiliki beberapa sifat logam disebut unsur-unsur metaloid. Unsur-unsur yang seperiode makin ke kanan jari-jari atimnya makin kecil. Sifat-sifat ini berubah dan berulang secara periodik. harga terbesar keelektronegatifan diberikan pada flour (F). sebab elektron terluar makin jauh dari inti (gaya tarik inti makin lemah). Unsur-unsur logam pada sistem periodik makin ke bawah makin mudah bereaksi. 6. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR Sifat-sifat periodik adalah sifat-sifat yang ada hubungannya dengan letak unsur pada sistem periodik. 1. Unsur-unsur yang seperiode. keelektronegatifan terbesar dimiliki oleh golongan VIIA (halogen). sebab makin mudah melepaskan elektron. Titik leleh dan titik didih Unsur-unsur logam. Sifat logam Unsur-unsur logam memiliki sifat khas. artinya atom tersebut sukar melepaskan elektron . Sifat-sifat seperti ini tidak dimiliki oleh unsur-unsur non logam. merupakan logam-logam yang memiliki beberapa sifat non logam. unsur-unsur non logam makin ke bawah makin kurang reaktif (makin sukar bereaksi). sebab makin sukar menangkap elektron. sehingga cenderung untuk melepaskan elektron. 2. di antaranya mengkilat. artinya mudah menangkap elektron. Energi ionisasi kecil. . Energi ionisasi besar. Sebaliknya. dan disebut unsurunsur amfoter. Sebaliknya. Energi ionisasi Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar suatu atom. Keelektronegatifan Keelektronegatifan adalah kemampuan atau kecenderungan suatu atom menangkap atau menarik elektron dari atom lain. sehingga energi ionisasi pada umumnya makin ke kanan makin besar. Keelektronegatitan kecil. Kereaktifan Kereaktifan menunjukkan kemudahan dari unsur-unsur untuk beriaksi. Keelektronegatifan besar. 5. bagi unsur-unsur non logam. makin ke bawah jari-jari atomnya makin besar. makin ke kanan keelektronegatifannya makin besar. yaitu 4. dapat ditempa menjadi lempeng tipis. Unsur-unsur segolongan. Jari-jari atom Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar. sebab gaya tarik inti makin lemah. makin ke bawah titik leleh dan titik didihnya makin rendah. Menurut Linus Carl Pauling. Berilium dan aluminium misalnya. Unsur-unsur segolongan. Untuk unsur-unsur seperiode makin ke kanan gaya tarik inti makin kuat.C. serta dapat direntang menjadi kawat atau kabel panjang. sehingga elektron terluar makin mudah dilepas.0 dan harga terkecil ialah fransium (Fr). artinya sukar menangkap elektron. 4. artinya atom tersebut mudah melepaskan elektron. Jadi. yaitu 0. sebab sudah memiliki 8 elektron terluar (maksimum). makin ke bawah titik leleh dan titik didihnya makin tinggi. makin ke bawah energi ionisasinya makin kecil. Unsur-unsur golongan VIIIA (gas mulia) tidak mempunyai keelektronegatifan. makin ke bawah keelektronegatifan nya makin kecil. menghantarkan panas dan listrik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful