P. 1
BIDANG POLITIK

BIDANG POLITIK

|Views: 43|Likes:
Published by Rokhim Al Ayuby

More info:

Published by: Rokhim Al Ayuby on Oct 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2013

pdf

text

original

TUGAS IPS “LAPORAN KELOMPOK 2”

Nama kelompok :      Achmad Romadhoni Indra Awy Prabowo Rozak Syaifulloh M. Ilham (23) (09) (13) (12) (15)

SMP N 1 GONDANG 2012 / 2013

A. BIDANG POLITIK Pada awlanya untuk menarik simpati Bangsa Indonesia, Jepang melakukan hal-hal sebagai berikut :  Mengumandangkan propaganda antara lain bertujuan membebaskan Bangsa Indonesia dari penjajah Belanda karena Jepang merupakan “saudara tua” Indonesia.  Menggunakan Bahasa Indonesia disamping Bahasa Jepang sebagai bahasa resmi  Melarang penggunaan Bahasa Belanda  Mengikut sertakan orang-orang indonesia dalam organisasi-organisasi resmi pemerintah Jepang  Bendera Merah Putih boleh dikibarkan berdampingan dengan Bendera Jepang “Hinamaru”. Begitu juga Lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan dismaping lagu kebangsaan Jepang “Kimigayo”. Namun itu semua hanyalah siasat semata, yang selanjutnya mulai tanggal 5 Agustus 1942 berakhirlah pemerintahan yang bersifat sementara dan berlakulah pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang terjadilah perubahan di bidang politik pemerintahan yakni adanya perubahan yang mendasar dalam sistem hukum. Dalam susunan pemerintahan daerah di Jawa terdiri atas Karesidenan, Kota Madya, Kabupaten, Kawedanan, Kecamatan dan Desa/Kelurahan. Selanjutnya Jepang ikut campur tangan terhadap “Pangreh Praja” yang sebenarnya berkuasa langsung terhadap rakyat akan tetapi selalu diawasi Jepang. Oleh karena itu, rakyat Indonesia dimanapun dimanfaatkan untuk kepentingan Jepang dan akibat dan tindakan-tindakan Jepang tersebut menyebabkan rakyat mengalami kesulitan ekonomi.

B. GERAKAN 3 A dibentuk April 1942 Jepang melakukan pendekatan terhadap kaum nasionalis sekuler dengan melakukan kerja sama yakni membentuk gerakan 3 A dengan semboyan 3 A : “Nipon Cahaya Asia” “Nipon Pelindung Asia” “Nipon Pemimpin Asia” Gerakan 3 A dipimpin oleh Mr. Samsudin, seorang tokoh Parindra Jawa Barat dan oleh Hiyoshi Shimizu Propagandis Jepang. Pada perkembangannya, karena dianggap gagal dan tidak memberikan keuntungan bagi pihak Jepang sehingga pada Desember 1942 gerakan 3 A dibubarkan. Dalam perjalanannya : Gerakan / badan yang dibentuk oleh Jepang untuk memperkuat pengarunya di indonesia sebagian ada yang berdampak positif bagi pejuang kemerdekaan.

C. JAWA HOKOKAI (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa) Jawa Hokokai diresmikan pada tanggal 1 Maret 1944. Jawa Hokokai merupakan organisasi resmi pemerintah dan langsung dibawah pengawasan pejabat Jepang. Pimpinan tertinggi dipegang oleh “Guneseikan” (Kepala Pemerintah Militer yang dijabat kepala staf tentara). Keanggotaan Jawa Hokokai adalah para pemuda yang berusia minimal 14 Tahun. Tugas Jawa Hokokai adalah menggerakkan rakyat guna mengumpulkan Pajak, upeti, dan hasil pertanian.

D. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) Karena gerakan 3 A yang dipimpin Mr. Syamsudin dibubarkan karena tidak mendapat simpati dari rakyat, maka dibentuk PUTERA pada tanggal 1 Maret 1943. Pemimpin PUTERA yang dikenal dengan “Empat Serangkai” adalah Ir. Sorkarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara dan K.H Mas Mansyur.

Tujuan Jepang membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh para pemimpin Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang serta untuk menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air, anti kolonialisme dan imperialisme. Kemudian Jepang memandang bahwa PUTERA lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia, maka pada bulan April 1944, PUTERA dibubarkan oleh Jepang.

E. CHUO SANGI IN (Badan Penasehat Pusat) Badan ini dibentuk pada tanggal 5 September 1943 atas anjuran Jendral Hideki Tojo (PM Jepang). Ketuanya Ir. Soekarno, anggota berjumlah 23 orang Jepang dan 20 orang Indonesia. Tugas badan ini adalah pemberi nasihat / pertimbangan kepada “Seiko Sikikan” (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia). Oleh para pemimpin Indonesia Cuo Sangi In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo Sangi In kepada Seiko Sikikan adalah agar dibentuknya barisan Pelopor untuk mempersatukan seluruh penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan.

PERTANYAAN

Kelompok 1 Pertanyaan : Mengapa gerkaan 3 A tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan jepang? Jawab : Karena organisasi ini tidak dipimpin oleh pemimpin Indonesia terkemuka. Selain itu karena gerakan 3 A dalam perkembangannya lebih memberikan keuntungan kepada para Pejuang Kemerdekaan Indonesia.

Kelompok 6 Pertanyaan Jawab : : Mengapa gerakan 3 A dibentuk? Karena Jepang ingin menanamkan pengaruh politik yang kuat di Indonesia dan untuk melakukan pendekatan terhadap kaum nasionalis sekuler dengan melakukan kerja sama politik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->