Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah

)

LIPOSOM SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN OBAT KANKER (Review Artikel) Marline Abdassah Jurusan Farmasi FMIPA UNPAD, Jatinangor-Sumedang

PENDAHULUAN Liposom mulai dikembangkan oleh Bangham pada tahun 1965 sebagai sistem penghantaran obat, sejak itu mulai banyak penelitian tentang liposom yang digunakan untuk drug targeted, karena sistem ini mudah dimodifikasi . Sistem penghantaran obat kanker dengan sistem liposom bertarget merupakan obyek utama dalam penelitian liposom karena melalui sistem sistemik tidak hanya bekerja di sel kanker tapi bekerja di sel lainnya. Pada artikel ini akan mulai dibahas dengan pemahaman tentang formulasi dan evaluasi dari sistem liposom itu sendiri.

FORMULASI LIPOSOM

Liposom adalah suatu vesikel berair yang dikelilingi oleh membran lipid lapis ganda uni lamelar atau multilamelar (gambar II.1), terbentuk secara spontan ketika fosfolipid dihidrasi dengan sejumlah air. Lipid lapis ganda terbentuk dengan stabil karena mempunyai tingkat energi yang minimal. Hal tersebut disebabkan bagian hidrofil fosfolipid menjauhi bagian lipofilik dan juga adanya interaksi van der Waals yang kuat antar rantai asil (Ostro,M.J., 1987).

= obat larut air = obat lipofilik Gambar .1 : Liposom (Waalkes M.B., 1990)

1

Hal ini berkaitan erat dengan penggunaan liposom sebagai penghantar obat dalam proses preparasi dan pemilihan jenis fosfolipid. terjadi transisi struktur lipid lapis ganda dari fasa gel (padat) menjadi fasa kristal cair karena pengaruh perubahan temperatur (gambar II.1981).3 : Fasa Termodinamika Lapis Ganda Fosfolipid (Knight C.G. terdiri dari bagian kepala yang polar ( gugus fosfat) dan bagian hidrofobik ( satu atau dua molekul asam lemak).2).Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) FOSFOLIPID Fosfolipid adalah suatu senyawa ampifilik yang mempunyai struktur dasar gliserol (gambar .3).G.. faktor penting yang berpengaruh terhadap struktur fosfolipid adalah faktor hidrasi dan temperatur. Sifat termodinamika yang harus diperhatikan pada fosfolipid adalah fasa transisi dan interaksi molekular dari fosfolipid (Knight C.. 1981).. Struktur lamelar dalam keadaan gel padat Struktur lamelar dalam keadaan gel cair Gambar . Untuk memekatkan fasa lipid dalam air memerlukan temperatur rendah agar terbentuk fasa gel dan temperatur tinggi untuk berubah menjadi fasa kristal cair. Jadi ada hubungan antara temperatur transisi dan jumlah atom karbon per rantai hidrokarbon. dan pemanasan diatas temperatur transisinya maka fosfolipid akan melewati fasa kristal cair dan selanjutnya berubah menjadi fasa cair sehingga meningkatkan pergerakan molekulnya. R : asam amino Gambar .2 : Struktur Umum Fosfolipid (Knight C. Proses transisi ini terjadi karena adanya interaksi intramolekular (rotasi isomer dan efek anisotropik) pada fosfolipid dan antarmolekular fosfolipid (van der Waals) pada lipid lapis ganda (Knight C.1981) Lipid lapis ganda terbentuk karena sifat termodinamika fosfolipid. 1981) Pada fasa transisi ..G. Senyawa ini bermuatan netral sampai sedikit negatif. Identifikasi fase transisi lipid memberikan kesimpulan bahwa konformasi hidrokarbon berperan penting untuk transisi.G. Fosfatidil kolin adalah salah satu fosfolipid yang paling banyak digunakan dalam sistem liposom. Fase transisi dari lipid lapis ganda melibatkan titik leleh atau kerapihan deretan rantai hidrokarbon dari fosfolipid. Pada prinsipnya transisi disebabkan oleh kebebasan rotasi dari ikatan tunggal karbon-karbon dan 2 R1 dan R2 : rantai asil lemak.. Jadi dalam pembuatan liposom. terbuat dari telur atau kedelai dan sekarang tersedia dalam bentuk sintetisnya sehingga komposisi asam lemak dari fosfatidilkolin ini dapat diketahui dengan jelas. . Proses hidrasi dimulai dengan formasi fasa serbuk dalam air dan setelah itu terbentuk fasa lipid yang stabil . fosfolipid di bawah temperatur transisinya akan membentuk suatu fasa gel atau fasa padat.

Kolesterol dan muatan tidak hanya mempengaruhi deret rantai asil fosfolipid tetapi juga difusi lateral dari lipid membran. Hal ini penting untuk seleksi formula liposom yang optimal. Untuk interaksi antar molekul yang terjadi pada molekul fosfolipid diantaranya disebabkan oleh interaksi Van der Waals. MASUKNYA OBAT KE DALAM LIPOSOM (Drug Loading) Masuknya obat ke dalam liposom harus terukur dengan alat ukur. asam lemak dan gliserol.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) keadaan rotamerik. misalnya penurunan rasio kolesterol terhadap OPP (obat kanker payudara) kurang dari satu cukup mempengaruhi karakteristik fluiditas membran dan sekaligus mampu memperbaiki aktivitas terapi obat (Koklic J. 1984). Sebagai hasil reaksi hidrolisis adalah molekul lisofosfolipid. Pengaruh kolesterol terhadap stabilitas liposom adalah untuk pengepakan barisan molekul fosfolipid pada lipid lapis ganda liposom. Bila pemasukan obat kurang maka rasio obat per lipid juga kurang. Hal ini akan berkaitan dengan pencapaian tingkat terapetik obat atau akan memerlukan sejumlah besar lipid untuk mecapai tingkat tersebut. hal ini terbukti dalam deretan struktur kristal cair dengan studi EPR (Electron Paramagnetic Resonance). Reaksi oksidasi bisa terjadi pada rantai asam lemak tidak jenuh dari molekul fosfolipid Jadi harus diperhatikan pada saat preparasi dan cara penyimpanan liposom. Pada stabilitas liposom ada dua jenis utama penyebab dekomposisi lipid yang mungkin terjadi pada lipid lapis ganda adalah reaksi oksidasi dan reaksi hidrolisis. KOLESTEROL Kolesterol sering ditambahkan ke dalam komposisi liposom. Pada proses preparasi dan penyimpanan liposom harus selalu dialiri gas nitrogen atau argon diatasnya dan atau ditambahkan anti oksidan seperti alfa tokoferol ke dalam formulanya. terakomodasi diantara molekul fosfolipid pada membran lipid lapis ganda liposom dengan perbandingan 1:1. Jadi molekul protein tidak mudah berpenetrasi ke permukaan liposom. Efek anisotropik. Teknik analisis fosfolipid dapat dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) (Ostro M. Seleksi fosfolipid dapat dlakukan untuk meminimalisasi proses oksidasi... Pengukuran temperatur transisi fosfolipid dapat dilakukan dengan Differential Scanning Calorimetri (DSC) (Knight C. Bila cara pemasukan obat tidak efisien maka akan kehilangan zat aktif selama proses tersebut sehingga penggunaan liposom sebagai penghantar obat menjadi tidak efisien dan tidak ekonomis (Barenholz. 2002). G.. identifikasi dan analisis kuantitatif. gauche dan antara trans gauche. Reaksi hidrolisis bisa terjadi pada molekul fosfolipid di saat proses separasi. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami sifat fisik membran dan efeknya pada sel tumor.1987). pada molekul fosfolipid akan menuntun arah bagian kepala yang polar menghadap ke permukaan air . sedangkan bagian ekor yaitu hidrokarbon dari rantai asam lemak fosfolipid yang bersifat lipofilik memberikan efek anisotropik dan akibatnya terjadi pergerakan rantai hidrokarbon yang lebih besar dibandingkan dengan bagian kepala . Tidak hanya keadaan rotamerik yang mempengaruhi fase transisi tapi juga jumlah rotasi gauche per molekul.J.( Gregoriadis et al.1981). Rotari isomer berada dalam tiga bentuk yaitu trans. Untuk penetapan fosfolipid dapat dilakukan dengan cara penetapan kadar fosfor menurut Fiske dan Subbarow .2003). 3 . et al.

sonikasi atau ekstrusi melalui membran filter polikarbonat. Contoh liposom yang telah disetujui untuk penggunan klinik yaitu : ampoterisin B masuk ke membran liposom (Ambisome). konsentrasi . 2) senyawa ampifatik.1981). SUV) dan vesikel uni lamelar besar (Large Unilamelar Vesicle. Obat yang berberat molekul rendah dan terionisasi masuk secara aktif. Obat yang terjerat dalam membran liposom mempunyai berat molekul rendah dan tinggi. proses hidrasi. Lipid akan terdeposit dari pelarut organik dalam bentuk lapis tipis pada permukaan dinding labu dengan menggunakan alat rotari evaporator vakum. yaitu Kp rendah untuk minyak/dapar dan Kp medium sampai tinggi untuk Kp oktanol/dapar. komposisi lipid dan volume dapar. Setelah obat masuk. Hal ini terjadi pada siprofloksasin yang dimasukkan dalam liposomes ( Barenholz. a) Vesikel Multi Lamelar Liposom MLV dapat dikatakan sebagai bentuk awal liposom. Pertama kali diterangkan oleh Bangham pada tahun 1965. detergen pemisah dan metode lainnya. Faktor yang paling penting dalam preparasi MLV adalah waktu .Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) Klasifikasi obat yang dapat dimasukan dalam liposom dilakukan berdasarkan koefisien partisi minyak/dapar dan oktanol /dapar yaitu 1) senyawa hidrofilik (larut air) dengan harga Kp rendah untuk minyak/dapar dan oktanol/dapar. ketebalan lipid lapis tipis . Teknik pembuatan liposom MLV ini merupakan metode pilihan pada berbagai macam 4 stealth . vesikel unilamelar (Single Uni lamelar Vesicle. MLV). juga ada metode lainnya berdasarkan teknik pembuatan antara lain injeksi pelarut.. Dengan mengetahui koefisien partisi dapat ditetapkan cara obat masuk ke dalam liposom. Obat terjerat karena terjadi interaksi hidrofobik atau interaksi elektrostatik dan atau campuran ke duanya. Teknik ekstrusi yang paling baik untuk menyeragamkan distribusi ukuran liposom ( Knight C. apabila pelepasan obat lebih lambat dibanding eliminasi obat bebasnya maka liposom obat akan menentukan farmakokinetik dan biodistribusi obat. Sejumlah larutan dapar ditambahkan dan lipid akan terhidrasi pada temperatur diatas temperatur transisi lipidnya. Setelah itu dapat ditetapkan jenis liposom yang digunakan. Preparasi MLV dapat dibuat dengan cara yang sederhana dengan peralatan laboratorium yang biasa. Bila proses eliminasi lebih cepat maka formulasi liposom gagal.G. daunorubisin dan doksorubisin masuk ke liposom secara aktif ke dalam fasa air (DaunoXome dan Doxil). Metode pemasukan obat ke liposom dapat dilakukan dengan dua cara : 1) masuk ke membran liposom dan 2) fase air dalam liposom. 2003). dapat dikombinasikan dengan struktur liposom dan tempat injeksinya sehingga dapat menentukan kecepatan pelepasan obat. PREPARASI LIPOSOM Preparasi liposom selain menggunakan metode pembuatan khusus vesikel multi lamelar ( Multi Lamelar Vesicle. Misalnya penghantaran liposom obat melalui intravena. Untuk memperkecil dan menyeragamkan ukuran liposom dapat dilakukan dengan pengocokan suspensi liposom dengan vortex. LUV). Untuk meningkatkan ukuran MLV yang reprodusibel perlu dipertahankan waktu hidrasi dan agitasi. 3) senyawa lipofilik mempunyai Kp tinggi untuk minyak/dapar. Liposom MLV sangat cocok untuk proses enkapsulasi dari berbagai substansi dan dapat dibuat dari berbagai macam komposisi lipid. Obat masuk ke bagian air liposom melalui cara pasif untuk jenis obat yang berberat molekul rendah dan tinggi.

dengan cara mendestruksi lipid terlebih dahulu dengan asam perklorat 70 %.). Jadi karakterisasi liposom meliputi 1) kandungan total lipid liposom. Enkapsulasi maksimum dari fasa air liposom dapat mencapai 65 %. luas permukaan dan berat SUV dapat menggunakan NMR ( Nuclear Magnetic Resonance).G. Pengukuran sifat hidrodinamik ini seperti ukuran. (Knight C.1981).1981).1981). et al. Vesikel yang terbentuk dari kolesterol/fosfolipid ( 1:1. waktu sonikasi dan jumlah kolesterol pada campuran lipid.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) eksperimen pada sistem penghantaran obat. Proses ini disebut metode Evaporasi fasa Balik. 1989). KARAKTERISASI LIPOSOM Dari aspek farmasetika.1981) c) Vesikel Unilamelar Besar Vesikel LUV dibentuk dari emulsi fosfolipid dalam dapar dengan kehadiran fase pelarut organik. Kisaran ukuran LUV sangat sensitif dengan keberadaan kolesterol yang diinklusikan dalam lipid. adalah struktur liposom yang mempunyai ukuran dengan diameter minimal 20 nm. bentuk..G. Struktur hidrodinamik dari SUV telah dipelajari oleh Huang 1969. Penambahan kolesterol dan lipid bermuatan akan meningkatkan volume enkapsulasi.. 4) kadar obat dalam liposom (Ozer A. Namun logam kemungkinan akan mengkontaminasi dispersi liposom itu sendiri.. 2) ukuran dan distribusi ukuran liposom.C.G.1981). volume jeratannya 0. Bila dipanaskan di bawah temperatur tersebut akan menyebabkan agregasi dan terjadi kerusakan pada lipid lapis gandanya. b) Vesikel Unilamelar Proses sonikasi dari dispersi fosfolipid akan menghasilkan sediaan yang jernih (Sanders et al. Vesikel ini mempunyai volume fasa air yang lebih besar dibanding SUV ( Knight C.. Selanjutnya fosfor dideteksi dengan penambahan reagen molibdat dan larutan vitamin C 10 % membentuk larutan berwarna selanjutnya diukur dengan spektrofotometer pada 812 nm. sifat fisika dan sifat kimia partikel liposom. Light scattering dan seterusnya ( Knight C. Vesikel LUV dapat dipisahkan dari material yang tidak terenkapsulasi dengan teknik flotasi berdasarkan perbedaan gradien zat.8 um. parameter kritis yang mempengaruhi penampilan masuknya obat ke dalam liposom secara in vitro dan in vivo adalah ukuran.17 – 0.( Fiske & 5 . Proses sonikasi juga harus dilakukan diatas temperatur transisi lipid yang digunakan. Keterbatasan liposom MLV yaitu mempunyai kapasitas enkapsulasi relatif rendah dibandingkan dengan LUV ( Knight C.. Preparasi SUV melalui Probe Sonicator menggunakan logam yang dicelup pada suspensi liposom dan akan menggetarkan dispersi. 3) muatan liposom. diikuti dengan penguapan pelarut organik tersebut di bawah tekanan vakum.Y. untuk kebanyakan fosfolipid adalah uniform ( Knight C. Liposom hasil sonikasi yang berukuran 22 – 50 nm sangat tergantung dari komposisi lipid. muatan dan komposisi liposom.47 um dan berukuran 0.rasio molar). adalah mikrovesikel yang mengandung lipid lapis ganda yang menutupi fasa berair dari liposom. KANDUNGAN TOTAL LIPID Penentuan kandungan total fosfolipid dalam dispersi liposom ditentukan dengan cara penetapan kadar fosfor dari fosfolipid yang digunakan .G. Preparasi REV/LUV mempunyai kelebihan dibanding vesikel lain yaitu mempunyai daya enkapsulasi yang tinggi dari fasa air liposom yaitu 20 – 60 %. Liposom LUV yang dihasilkan dengan cara ini disebut REV (Reverse Evaporation Vesicle). Distribusi ukuran LUV.

. Muatan liposom dapat diukur melalui harga potensial zeta.al. e) sedimentasi dan f) cara ekstrusi ( Knight C.. uji klinis dan tahap akhir produk. Mekanisme fisika yang biasa digunakan untuk menstabilkan sistem koloid adalah repulsi elektrostatik. dengan hanya pengukuran distribusi ukuran partikel saja tidak akan mampu memprediksi kecepatan agregasi partikel dikemudian hari. MUATAN Kolesterol. Idealnya gaya repulsif adalah sangat kuat untuk mencegah agar tidak saling berdifusi dimana gaya atraktif dari van der Waals mendominasi terjadinya agregasi (Nicoli D.(Scherphop G. Tujuan pengukuran muatan sistem koloid pada umumnya adalah untuk memprediksi stabilitas sistem koloid. Large Uni Vesicle).1995).12MoO3 + 51 NH4+ + 72 OH7(NH4)3PO4.L et.A.J.F.. d) elektroforesis.1981). c) sebaran cahaya . Reaksi yang terjadi setelah proses dekstruksi fosfolipid adalah sebagai berikut 7PO4 3. Semua formulasi tersebut telah memenuhi kriteria farmasetika dalam memastikan penampilan liposom.12MoO3 + reduktor lemah -Mo 5+ Christian G. reprodusibilitas dari bets ke bets dan stabilitas dispersi liposom telah ditetapkan. Penentuan ukuran dan distribusi ukuran liposom dapat menggunakan peralatan sebagai berikut :a) mikroskop elektron. 2003). Dalam Dynamic Light Scattering pengukuran potensial zeta selalu dikaitkan dengan analisis ukuran partikel . Crommelin dan Barenholz telah membuat tabel 6 .1997). Definisi yang diperlukan untuk karakterisasi dispersi liposom adalah tahap praformulasi.. akhirnya akan dieksresikan dari tubuh atau terakumulasi di organ lain. Hal ini berlaku bagi sistem liposom agar dapat diprediksi terjadi tidaknya agregasi maupun fusi di kemudian hari . Proses agregasi disebabkan oleh gaya van der Waals (Philiphot J. sedang yang berukuran lebih dari 100 nm disebut dengan vesikel unilamelar besar(LUV.R. misalnya ukuran liposom dan lamelaritas sering heterogen dan sulit dijadikan parameter (Crommelin D. Schuber F.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) Subbarow). b) permeasi gel. Partikel koloid tersebut akan menghasilkan repulsi masing masing pada jarak tertentu..1994) UKURAN DAN DISTRIBUSI UKURAN Ukuran liposom merupakan salah satu parameter kritis terhadap perlaku liposom in vivo karena yang berukuran kurang dari 100 nm dapat mencapai dan dapat dinternalisasi oleh sel parenkhim hati sedangkan untuk yang berukuran lebih dari 100 nm akan diambil oleh sel makrophag.2002). PENGENDALIAN MUTU BENTUK SEDIAAN LIPOSOM Pengembangan formulasi liposom menghasilkan 10 produk komersial berupa liposom dalam bentuk sediaan parenteral dan bukan parenteral telah berhasil dipasarkan.al.+ 12 (NH4)6Mo7O24 .36 H2O --7(NH4)3PO4. Sehingga faktor muatan liposom ini perlu diperhatikan pada formulasi liposom terutama pada saat pemilihan fosfolipid. 1987) Vesikel yang unilamelar dibagi dalam dua kelas ukuran yaitu vesikel yang berukuran dibawah 100 nm dikenal dengan vesikel unilamelar (SUV.G.D. muatan dan stabilitas sterik PEG2000DSPE (polyetilenglikol 2000 disteroyl phosphatidyletanolamine) berpengaruh terhadap fluiditas membran liposom dan signifikan terhadap aktivitas anti tumor ( Koklic et . Single Uni Vesicle ). Karakterisasi fisika dan kimia liposom sangat kompleks.

mikron Coulter counter. spektroskopi Raman. KCKT Degradasi Anti oksidan KLT.------Jenis Pengukuran Metode -----------------------------------------------------------------. Turbidimetri .Kromatografi gas. lipid peroksid.KCKT Komposisi rantai asil fosfolipid Kromatografi gas Konsentrasi kolesterol enzimatis.----------------------------------Karakterisasi dasar pH pHmeter Osmolaritas Osmometer Volume jeratan Pengukuran fasa air dalam intraliposom Konsentrasi Fosfolipid Kandungan fosfor ( Barlett).-----------------------------------Karakterisasi Fisik Penampilan Protokol (inspeksi visual) Distribusi ukuran vesikel . KCKT Konsentrasi senyawa aktif Residu pelarut organik dan logam berat NMR. KCKT Konsentrasi asam lemak yang tidak teresterifikasi KCKT.----------------------------------------Stabilitas Kimia Hidrolisis Fosfolipid HPTLC. NMR. Enzimatis Komposisi Fosfolipid KLT.ESR. Ion exchange kromatografi. 2003) ---------------------------------------------------------------------------------------------.-----------------------------------------Potensi Muatan Permukaan pH permukaan ikatan membran. TBARS dan komposisi asam lemak (Kromatografi gas) Autooksidasi kolesterol KLT. protokol farmakope Rasio zat aktif /fosfolipid Determinasi Zat aktif/konsentrasi Lipid (H+) atau ion sebelum dan sesudah indikator Fluoresen. 31P-NMR. Metode Fluoresen FTIR.. KCKT. enzimatis Otooksidasi rantai asil fosfolipid konyugasi diena.1 preparasi liposom seperti yang Tabel 1 : Ringkasan Pengendalian Mutu Formulasi Liposom ( Barenholz dan Crommelin. 19 F-NMR masuk ---------------------------------------------------------------. mikroskop cahaya difraksi laser. ultra sentrifugasi ------------------------------------------------------.sub mikron Dynamic Light Scattering (DLS) Static light scattering(SLS) Mikroskop. presipitasi dengan polielektrolit. SLS dan obkurasi cahaya -------------------------------------------------------------. turbidimetri Persen obat bebas Gel ekslusion kromatografi.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) ringkasan kontrol kualitas untuk ditunjukkan pada tabel .-----------------------------------------------Penetapan mikrobiologi Sterilitas Protokol farmakope Pirogenisitas Protokol Farmakope 7 . kromatografi gel. field probe dan pH Field probe Potensial Zeta Mobilitas elektrophoretik Sifat thermotropik DSC. KCKT ------------------------------------------------------------. ESR.

13 ( 1).. Liposomes as Tools in Basic Research and Industry. 12 (4). John Wiley & Sons Inc. . Liposomes Res.. J.L. 279-306..G. D. 22 (11). 1990. Spanjer. Liposomes : from Physical Structure to Therapeutic Applications.. New York. Crommelin.and Immunotherapy of Cancer. 1995.J.. 2003. Y.. Christian G.A. Liposome-Incorporated 3’5’-o-Dipalmitoyl5-Fluoro-2’-Deoksyuridine as a Slow Release Anti Tumor Drug Depot in Rat Liver Macrophag. 2002. University of Washington. ”Liposome: From the Bench to the Bed”. CRC Press. C.. Elsevier. 1981. A. 6-10. 33-36. 1994. Analytical Chemistry. J. 1989. Marcel dekker. Knight.L. Pharm.. Liposomes Res. North Holland. 55.. T. Koklic. Papahadjopoulus D. Liposomes as Pharmaceutical Dosages Forms. Zeisig. 2003. H. G. Preparation and Stability of Liposomes containing 5fluorouracil.H.. G.. Liposomes Res. Ostro. Liposome Technology Volume III. Liposomes from Biophysics to Therapeutics.. Florida. 13 (1). 335-352. Talsma. 1994. Roerdink. Weinstein J.H. Bab 9. 896.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) DAFTAR PUSTAKA Barenholz. 728. H. Lipid. Encyclopedia of Pharmaceutical Technology. Marcel Dekker Inc. Szoka F. 5 th. F. Philipot.. Scherphop. Ozer.. 216217. Daemen. Int. Ther.. Scherphop...Y.. Relevancy of Drug Loading to Liposomal Formulation Therapeutic Efficacy.. J.M.. R.D.A. November. Barenholz. M. Waalkes.. M. Selective Canc. M. F. J.N. The influence of Cholesterol and Charge on Membran Domein of Alkyl Phospholipid as studies by EPR.. 51-69.J. 8 . Greogoriadis. 1987. Crommelin D. Gert Storm. Y....R. Bab 3. 1987. 185-191. G. 1-8. 1-9...J. 1984. Liposomes in Chemo. J. Schuber. Sentjurc. 6 ( 1).B. CRC Press.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful