Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah

)

LIPOSOM SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN OBAT KANKER (Review Artikel) Marline Abdassah Jurusan Farmasi FMIPA UNPAD, Jatinangor-Sumedang

PENDAHULUAN Liposom mulai dikembangkan oleh Bangham pada tahun 1965 sebagai sistem penghantaran obat, sejak itu mulai banyak penelitian tentang liposom yang digunakan untuk drug targeted, karena sistem ini mudah dimodifikasi . Sistem penghantaran obat kanker dengan sistem liposom bertarget merupakan obyek utama dalam penelitian liposom karena melalui sistem sistemik tidak hanya bekerja di sel kanker tapi bekerja di sel lainnya. Pada artikel ini akan mulai dibahas dengan pemahaman tentang formulasi dan evaluasi dari sistem liposom itu sendiri.

FORMULASI LIPOSOM

Liposom adalah suatu vesikel berair yang dikelilingi oleh membran lipid lapis ganda uni lamelar atau multilamelar (gambar II.1), terbentuk secara spontan ketika fosfolipid dihidrasi dengan sejumlah air. Lipid lapis ganda terbentuk dengan stabil karena mempunyai tingkat energi yang minimal. Hal tersebut disebabkan bagian hidrofil fosfolipid menjauhi bagian lipofilik dan juga adanya interaksi van der Waals yang kuat antar rantai asil (Ostro,M.J., 1987).

= obat larut air = obat lipofilik Gambar .1 : Liposom (Waalkes M.B., 1990)

1

Hal ini berkaitan erat dengan penggunaan liposom sebagai penghantar obat dalam proses preparasi dan pemilihan jenis fosfolipid. Proses transisi ini terjadi karena adanya interaksi intramolekular (rotasi isomer dan efek anisotropik) pada fosfolipid dan antarmolekular fosfolipid (van der Waals) pada lipid lapis ganda (Knight C.2 : Struktur Umum Fosfolipid (Knight C. 1981). Fosfatidil kolin adalah salah satu fosfolipid yang paling banyak digunakan dalam sistem liposom. terjadi transisi struktur lipid lapis ganda dari fasa gel (padat) menjadi fasa kristal cair karena pengaruh perubahan temperatur (gambar II...G. Sifat termodinamika yang harus diperhatikan pada fosfolipid adalah fasa transisi dan interaksi molekular dari fosfolipid (Knight C. terdiri dari bagian kepala yang polar ( gugus fosfat) dan bagian hidrofobik ( satu atau dua molekul asam lemak).3). Fase transisi dari lipid lapis ganda melibatkan titik leleh atau kerapihan deretan rantai hidrokarbon dari fosfolipid. Struktur lamelar dalam keadaan gel padat Struktur lamelar dalam keadaan gel cair Gambar .Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) FOSFOLIPID Fosfolipid adalah suatu senyawa ampifilik yang mempunyai struktur dasar gliserol (gambar .3 : Fasa Termodinamika Lapis Ganda Fosfolipid (Knight C. faktor penting yang berpengaruh terhadap struktur fosfolipid adalah faktor hidrasi dan temperatur. Senyawa ini bermuatan netral sampai sedikit negatif. R : asam amino Gambar . Jadi dalam pembuatan liposom. fosfolipid di bawah temperatur transisinya akan membentuk suatu fasa gel atau fasa padat. Untuk memekatkan fasa lipid dalam air memerlukan temperatur rendah agar terbentuk fasa gel dan temperatur tinggi untuk berubah menjadi fasa kristal cair. terbuat dari telur atau kedelai dan sekarang tersedia dalam bentuk sintetisnya sehingga komposisi asam lemak dari fosfatidilkolin ini dapat diketahui dengan jelas.. dan pemanasan diatas temperatur transisinya maka fosfolipid akan melewati fasa kristal cair dan selanjutnya berubah menjadi fasa cair sehingga meningkatkan pergerakan molekulnya. Jadi ada hubungan antara temperatur transisi dan jumlah atom karbon per rantai hidrokarbon.. Proses hidrasi dimulai dengan formasi fasa serbuk dalam air dan setelah itu terbentuk fasa lipid yang stabil ..G.1981). Identifikasi fase transisi lipid memberikan kesimpulan bahwa konformasi hidrokarbon berperan penting untuk transisi. 1981) Pada fasa transisi .1981) Lipid lapis ganda terbentuk karena sifat termodinamika fosfolipid. . Pada prinsipnya transisi disebabkan oleh kebebasan rotasi dari ikatan tunggal karbon-karbon dan 2 R1 dan R2 : rantai asil lemak.G.2).G.

Sebagai hasil reaksi hidrolisis adalah molekul lisofosfolipid.J. pada molekul fosfolipid akan menuntun arah bagian kepala yang polar menghadap ke permukaan air . Hal ini penting untuk seleksi formula liposom yang optimal. KOLESTEROL Kolesterol sering ditambahkan ke dalam komposisi liposom. gauche dan antara trans gauche. Efek anisotropik. Pengukuran temperatur transisi fosfolipid dapat dilakukan dengan Differential Scanning Calorimetri (DSC) (Knight C. Bila pemasukan obat kurang maka rasio obat per lipid juga kurang.1987).. misalnya penurunan rasio kolesterol terhadap OPP (obat kanker payudara) kurang dari satu cukup mempengaruhi karakteristik fluiditas membran dan sekaligus mampu memperbaiki aktivitas terapi obat (Koklic J.. Bila cara pemasukan obat tidak efisien maka akan kehilangan zat aktif selama proses tersebut sehingga penggunaan liposom sebagai penghantar obat menjadi tidak efisien dan tidak ekonomis (Barenholz. MASUKNYA OBAT KE DALAM LIPOSOM (Drug Loading) Masuknya obat ke dalam liposom harus terukur dengan alat ukur. et al. Pada stabilitas liposom ada dua jenis utama penyebab dekomposisi lipid yang mungkin terjadi pada lipid lapis ganda adalah reaksi oksidasi dan reaksi hidrolisis. asam lemak dan gliserol. Kolesterol dan muatan tidak hanya mempengaruhi deret rantai asil fosfolipid tetapi juga difusi lateral dari lipid membran.( Gregoriadis et al. Jadi molekul protein tidak mudah berpenetrasi ke permukaan liposom. 3 . 1984). Teknik analisis fosfolipid dapat dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) (Ostro M. terakomodasi diantara molekul fosfolipid pada membran lipid lapis ganda liposom dengan perbandingan 1:1. Rotari isomer berada dalam tiga bentuk yaitu trans. Pada proses preparasi dan penyimpanan liposom harus selalu dialiri gas nitrogen atau argon diatasnya dan atau ditambahkan anti oksidan seperti alfa tokoferol ke dalam formulanya. hal ini terbukti dalam deretan struktur kristal cair dengan studi EPR (Electron Paramagnetic Resonance)..1981). Reaksi hidrolisis bisa terjadi pada molekul fosfolipid di saat proses separasi. identifikasi dan analisis kuantitatif. Untuk interaksi antar molekul yang terjadi pada molekul fosfolipid diantaranya disebabkan oleh interaksi Van der Waals. G.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) keadaan rotamerik. Tidak hanya keadaan rotamerik yang mempengaruhi fase transisi tapi juga jumlah rotasi gauche per molekul. Seleksi fosfolipid dapat dlakukan untuk meminimalisasi proses oksidasi. Pengaruh kolesterol terhadap stabilitas liposom adalah untuk pengepakan barisan molekul fosfolipid pada lipid lapis ganda liposom. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami sifat fisik membran dan efeknya pada sel tumor. Untuk penetapan fosfolipid dapat dilakukan dengan cara penetapan kadar fosfor menurut Fiske dan Subbarow . 2002). Reaksi oksidasi bisa terjadi pada rantai asam lemak tidak jenuh dari molekul fosfolipid Jadi harus diperhatikan pada saat preparasi dan cara penyimpanan liposom. Hal ini akan berkaitan dengan pencapaian tingkat terapetik obat atau akan memerlukan sejumlah besar lipid untuk mecapai tingkat tersebut.2003). sedangkan bagian ekor yaitu hidrokarbon dari rantai asam lemak fosfolipid yang bersifat lipofilik memberikan efek anisotropik dan akibatnya terjadi pergerakan rantai hidrokarbon yang lebih besar dibandingkan dengan bagian kepala .

MLV). Pertama kali diterangkan oleh Bangham pada tahun 1965. Obat masuk ke bagian air liposom melalui cara pasif untuk jenis obat yang berberat molekul rendah dan tinggi. Obat yang terjerat dalam membran liposom mempunyai berat molekul rendah dan tinggi. Bila proses eliminasi lebih cepat maka formulasi liposom gagal. Dengan mengetahui koefisien partisi dapat ditetapkan cara obat masuk ke dalam liposom.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) Klasifikasi obat yang dapat dimasukan dalam liposom dilakukan berdasarkan koefisien partisi minyak/dapar dan oktanol /dapar yaitu 1) senyawa hidrofilik (larut air) dengan harga Kp rendah untuk minyak/dapar dan oktanol/dapar. Hal ini terjadi pada siprofloksasin yang dimasukkan dalam liposomes ( Barenholz. sonikasi atau ekstrusi melalui membran filter polikarbonat. 2) senyawa ampifatik. detergen pemisah dan metode lainnya. LUV). PREPARASI LIPOSOM Preparasi liposom selain menggunakan metode pembuatan khusus vesikel multi lamelar ( Multi Lamelar Vesicle. konsentrasi . 2003). dapat dikombinasikan dengan struktur liposom dan tempat injeksinya sehingga dapat menentukan kecepatan pelepasan obat. Sejumlah larutan dapar ditambahkan dan lipid akan terhidrasi pada temperatur diatas temperatur transisi lipidnya. daunorubisin dan doksorubisin masuk ke liposom secara aktif ke dalam fasa air (DaunoXome dan Doxil). Setelah obat masuk. juga ada metode lainnya berdasarkan teknik pembuatan antara lain injeksi pelarut. Untuk memperkecil dan menyeragamkan ukuran liposom dapat dilakukan dengan pengocokan suspensi liposom dengan vortex.G. ketebalan lipid lapis tipis . apabila pelepasan obat lebih lambat dibanding eliminasi obat bebasnya maka liposom obat akan menentukan farmakokinetik dan biodistribusi obat. Untuk meningkatkan ukuran MLV yang reprodusibel perlu dipertahankan waktu hidrasi dan agitasi. yaitu Kp rendah untuk minyak/dapar dan Kp medium sampai tinggi untuk Kp oktanol/dapar. Liposom MLV sangat cocok untuk proses enkapsulasi dari berbagai substansi dan dapat dibuat dari berbagai macam komposisi lipid. Obat yang berberat molekul rendah dan terionisasi masuk secara aktif. Lipid akan terdeposit dari pelarut organik dalam bentuk lapis tipis pada permukaan dinding labu dengan menggunakan alat rotari evaporator vakum. Misalnya penghantaran liposom obat melalui intravena. Contoh liposom yang telah disetujui untuk penggunan klinik yaitu : ampoterisin B masuk ke membran liposom (Ambisome). komposisi lipid dan volume dapar.. a) Vesikel Multi Lamelar Liposom MLV dapat dikatakan sebagai bentuk awal liposom.1981). Preparasi MLV dapat dibuat dengan cara yang sederhana dengan peralatan laboratorium yang biasa. proses hidrasi. vesikel unilamelar (Single Uni lamelar Vesicle. Obat terjerat karena terjadi interaksi hidrofobik atau interaksi elektrostatik dan atau campuran ke duanya. Teknik ekstrusi yang paling baik untuk menyeragamkan distribusi ukuran liposom ( Knight C. Teknik pembuatan liposom MLV ini merupakan metode pilihan pada berbagai macam 4 stealth . Setelah itu dapat ditetapkan jenis liposom yang digunakan. Faktor yang paling penting dalam preparasi MLV adalah waktu . SUV) dan vesikel uni lamelar besar (Large Unilamelar Vesicle. 3) senyawa lipofilik mempunyai Kp tinggi untuk minyak/dapar. Metode pemasukan obat ke liposom dapat dilakukan dengan dua cara : 1) masuk ke membran liposom dan 2) fase air dalam liposom.

.G. b) Vesikel Unilamelar Proses sonikasi dari dispersi fosfolipid akan menghasilkan sediaan yang jernih (Sanders et al.1981).17 – 0. Enkapsulasi maksimum dari fasa air liposom dapat mencapai 65 %. diikuti dengan penguapan pelarut organik tersebut di bawah tekanan vakum. dengan cara mendestruksi lipid terlebih dahulu dengan asam perklorat 70 %.). 1989). Struktur hidrodinamik dari SUV telah dipelajari oleh Huang 1969. Namun logam kemungkinan akan mengkontaminasi dispersi liposom itu sendiri. Jadi karakterisasi liposom meliputi 1) kandungan total lipid liposom. Keterbatasan liposom MLV yaitu mempunyai kapasitas enkapsulasi relatif rendah dibandingkan dengan LUV ( Knight C. sifat fisika dan sifat kimia partikel liposom. Vesikel ini mempunyai volume fasa air yang lebih besar dibanding SUV ( Knight C. Penambahan kolesterol dan lipid bermuatan akan meningkatkan volume enkapsulasi. KARAKTERISASI LIPOSOM Dari aspek farmasetika. Preparasi REV/LUV mempunyai kelebihan dibanding vesikel lain yaitu mempunyai daya enkapsulasi yang tinggi dari fasa air liposom yaitu 20 – 60 %. Vesikel yang terbentuk dari kolesterol/fosfolipid ( 1:1. Proses ini disebut metode Evaporasi fasa Balik.1981). Preparasi SUV melalui Probe Sonicator menggunakan logam yang dicelup pada suspensi liposom dan akan menggetarkan dispersi. adalah mikrovesikel yang mengandung lipid lapis ganda yang menutupi fasa berair dari liposom.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) eksperimen pada sistem penghantaran obat.rasio molar).( Fiske & 5 . Pengukuran sifat hidrodinamik ini seperti ukuran. adalah struktur liposom yang mempunyai ukuran dengan diameter minimal 20 nm. Kisaran ukuran LUV sangat sensitif dengan keberadaan kolesterol yang diinklusikan dalam lipid.G.8 um.. Selanjutnya fosfor dideteksi dengan penambahan reagen molibdat dan larutan vitamin C 10 % membentuk larutan berwarna selanjutnya diukur dengan spektrofotometer pada 812 nm. Liposom LUV yang dihasilkan dengan cara ini disebut REV (Reverse Evaporation Vesicle). 2) ukuran dan distribusi ukuran liposom..47 um dan berukuran 0. et al. bentuk..G.G. muatan dan komposisi liposom.Y. Proses sonikasi juga harus dilakukan diatas temperatur transisi lipid yang digunakan.. Liposom hasil sonikasi yang berukuran 22 – 50 nm sangat tergantung dari komposisi lipid. luas permukaan dan berat SUV dapat menggunakan NMR ( Nuclear Magnetic Resonance). Light scattering dan seterusnya ( Knight C.1981). volume jeratannya 0.1981). untuk kebanyakan fosfolipid adalah uniform ( Knight C.1981) c) Vesikel Unilamelar Besar Vesikel LUV dibentuk dari emulsi fosfolipid dalam dapar dengan kehadiran fase pelarut organik. Bila dipanaskan di bawah temperatur tersebut akan menyebabkan agregasi dan terjadi kerusakan pada lipid lapis gandanya. (Knight C. waktu sonikasi dan jumlah kolesterol pada campuran lipid. KANDUNGAN TOTAL LIPID Penentuan kandungan total fosfolipid dalam dispersi liposom ditentukan dengan cara penetapan kadar fosfor dari fosfolipid yang digunakan . Vesikel LUV dapat dipisahkan dari material yang tidak terenkapsulasi dengan teknik flotasi berdasarkan perbedaan gradien zat. 4) kadar obat dalam liposom (Ozer A. 3) muatan liposom.C. Distribusi ukuran LUV. parameter kritis yang mempengaruhi penampilan masuknya obat ke dalam liposom secara in vitro dan in vivo adalah ukuran.

Karakterisasi fisika dan kimia liposom sangat kompleks.A. Partikel koloid tersebut akan menghasilkan repulsi masing masing pada jarak tertentu. sedang yang berukuran lebih dari 100 nm disebut dengan vesikel unilamelar besar(LUV. Schuber F. Hal ini berlaku bagi sistem liposom agar dapat diprediksi terjadi tidaknya agregasi maupun fusi di kemudian hari . e) sedimentasi dan f) cara ekstrusi ( Knight C. b) permeasi gel. Sehingga faktor muatan liposom ini perlu diperhatikan pada formulasi liposom terutama pada saat pemilihan fosfolipid.al. MUATAN Kolesterol.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) Subbarow). akhirnya akan dieksresikan dari tubuh atau terakumulasi di organ lain. d) elektroforesis. PENGENDALIAN MUTU BENTUK SEDIAAN LIPOSOM Pengembangan formulasi liposom menghasilkan 10 produk komersial berupa liposom dalam bentuk sediaan parenteral dan bukan parenteral telah berhasil dipasarkan..1995).2002).36 H2O --7(NH4)3PO4. misalnya ukuran liposom dan lamelaritas sering heterogen dan sulit dijadikan parameter (Crommelin D.1997).12MoO3 + reduktor lemah -Mo 5+ Christian G..1981). reprodusibilitas dari bets ke bets dan stabilitas dispersi liposom telah ditetapkan.12MoO3 + 51 NH4+ + 72 OH7(NH4)3PO4. c) sebaran cahaya . Mekanisme fisika yang biasa digunakan untuk menstabilkan sistem koloid adalah repulsi elektrostatik. Muatan liposom dapat diukur melalui harga potensial zeta. 2003).F. Idealnya gaya repulsif adalah sangat kuat untuk mencegah agar tidak saling berdifusi dimana gaya atraktif dari van der Waals mendominasi terjadinya agregasi (Nicoli D. muatan dan stabilitas sterik PEG2000DSPE (polyetilenglikol 2000 disteroyl phosphatidyletanolamine) berpengaruh terhadap fluiditas membran liposom dan signifikan terhadap aktivitas anti tumor ( Koklic et . 1987) Vesikel yang unilamelar dibagi dalam dua kelas ukuran yaitu vesikel yang berukuran dibawah 100 nm dikenal dengan vesikel unilamelar (SUV. Definisi yang diperlukan untuk karakterisasi dispersi liposom adalah tahap praformulasi. Penentuan ukuran dan distribusi ukuran liposom dapat menggunakan peralatan sebagai berikut :a) mikroskop elektron.R.. Tujuan pengukuran muatan sistem koloid pada umumnya adalah untuk memprediksi stabilitas sistem koloid. Proses agregasi disebabkan oleh gaya van der Waals (Philiphot J.al.(Scherphop G. Reaksi yang terjadi setelah proses dekstruksi fosfolipid adalah sebagai berikut 7PO4 3..D.+ 12 (NH4)6Mo7O24 .1994) UKURAN DAN DISTRIBUSI UKURAN Ukuran liposom merupakan salah satu parameter kritis terhadap perlaku liposom in vivo karena yang berukuran kurang dari 100 nm dapat mencapai dan dapat dinternalisasi oleh sel parenkhim hati sedangkan untuk yang berukuran lebih dari 100 nm akan diambil oleh sel makrophag. Single Uni Vesicle ).J. Large Uni Vesicle).G.. dengan hanya pengukuran distribusi ukuran partikel saja tidak akan mampu memprediksi kecepatan agregasi partikel dikemudian hari. uji klinis dan tahap akhir produk.L et. Dalam Dynamic Light Scattering pengukuran potensial zeta selalu dikaitkan dengan analisis ukuran partikel . Semua formulasi tersebut telah memenuhi kriteria farmasetika dalam memastikan penampilan liposom. Crommelin dan Barenholz telah membuat tabel 6 .

sub mikron Dynamic Light Scattering (DLS) Static light scattering(SLS) Mikroskop. 31P-NMR.----------------------------------------Stabilitas Kimia Hidrolisis Fosfolipid HPTLC. 19 F-NMR masuk ---------------------------------------------------------------. KCKT Degradasi Anti oksidan KLT.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) ringkasan kontrol kualitas untuk ditunjukkan pada tabel . Metode Fluoresen FTIR. kromatografi gel. protokol farmakope Rasio zat aktif /fosfolipid Determinasi Zat aktif/konsentrasi Lipid (H+) atau ion sebelum dan sesudah indikator Fluoresen. enzimatis Otooksidasi rantai asil fosfolipid konyugasi diena. field probe dan pH Field probe Potensial Zeta Mobilitas elektrophoretik Sifat thermotropik DSC. lipid peroksid. Turbidimetri .mikron Coulter counter.----------------------------------Karakterisasi dasar pH pHmeter Osmolaritas Osmometer Volume jeratan Pengukuran fasa air dalam intraliposom Konsentrasi Fosfolipid Kandungan fosfor ( Barlett). 2003) ---------------------------------------------------------------------------------------------.-----------------------------------Karakterisasi Fisik Penampilan Protokol (inspeksi visual) Distribusi ukuran vesikel .KCKT Komposisi rantai asil fosfolipid Kromatografi gas Konsentrasi kolesterol enzimatis. KCKT ------------------------------------------------------------. Ion exchange kromatografi. spektroskopi Raman. Enzimatis Komposisi Fosfolipid KLT. mikroskop cahaya difraksi laser.Kromatografi gas.-----------------------------------------Potensi Muatan Permukaan pH permukaan ikatan membran.ESR. SLS dan obkurasi cahaya -------------------------------------------------------------. KCKT Konsentrasi asam lemak yang tidak teresterifikasi KCKT. KCKT Konsentrasi senyawa aktif Residu pelarut organik dan logam berat NMR. NMR. KCKT. presipitasi dengan polielektrolit..------Jenis Pengukuran Metode -----------------------------------------------------------------. TBARS dan komposisi asam lemak (Kromatografi gas) Autooksidasi kolesterol KLT. ultra sentrifugasi ------------------------------------------------------. ESR.-----------------------------------------------Penetapan mikrobiologi Sterilitas Protokol farmakope Pirogenisitas Protokol Farmakope 7 . turbidimetri Persen obat bebas Gel ekslusion kromatografi.1 preparasi liposom seperti yang Tabel 1 : Ringkasan Pengendalian Mutu Formulasi Liposom ( Barenholz dan Crommelin.

CRC Press... Christian G. Liposomes from Biophysics to Therapeutics. Liposomes Res. Ozer. 8 .. 1994. M. Liposomes Res. The influence of Cholesterol and Charge on Membran Domein of Alkyl Phospholipid as studies by EPR. Gert Storm. Florida. 335-352. Liposomes as Pharmaceutical Dosages Forms. Zeisig. Roerdink. J.Liposom Sebagai Sistem Penghantaran…(Marline Abdassah) DAFTAR PUSTAKA Barenholz. Liposome-Incorporated 3’5’-o-Dipalmitoyl5-Fluoro-2’-Deoksyuridine as a Slow Release Anti Tumor Drug Depot in Rat Liver Macrophag. Liposomes : from Physical Structure to Therapeutic Applications. Papahadjopoulus D. 51-69. Szoka F. 896. 1995. Bab 3. F..L.. Int. 185-191. 1981. Relevancy of Drug Loading to Liposomal Formulation Therapeutic Efficacy. J.L. Ther. R. 1994. Crommelin D. Waalkes.Y.. 1989. G. Schuber..H..H. Liposomes Res.. Scherphop. 55. 6-10. Selective Canc. Ostro. Y.. Encyclopedia of Pharmaceutical Technology. 1984. 1-9.R.. Liposomes in Chemo. 2003. Analytical Chemistry.. 1-8. Bab 9. J. November. 33-36.B.J. Lipid.A.A.. 13 ( 1)..... Preparation and Stability of Liposomes containing 5fluorouracil. 13 (1).and Immunotherapy of Cancer. Y.. 279-306. H. .D. T. Greogoriadis. Koklic. Scherphop. 22 (11).G. 5 th. Daemen. G. C.. Marcel dekker. G.J. Knight.. Barenholz. Philipot. Sentjurc. 12 (4). 1987. Crommelin. North Holland.. F. 6 ( 1). Marcel Dekker Inc. J.. Talsma. New York. Spanjer. Liposome Technology Volume III. ”Liposome: From the Bench to the Bed”. 1990.. M. CRC Press.J. J. University of Washington. 1987. M. D.M. 216217. H. Elsevier. 728. 2003.. A.N. John Wiley & Sons Inc.. Liposomes as Tools in Basic Research and Industry.. Pharm. Weinstein J. 2002..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful