P. 1
Monitoring,Evaluasi, Edukasi Dan Konseling Terapi Asma

Monitoring,Evaluasi, Edukasi Dan Konseling Terapi Asma

|Views: 867|Likes:
Published by nube23

More info:

Published by: nube23 on Oct 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

A.

Monitoring dan Evaluasi Terapi Asma

Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan untuk melihat dan meningkatkan keberhasilan terapi. Pelaksanakan kegiatan ini memerlukan pencatatan data pengobatan pasien (medication record).

No

KARTU PENGOBATAN PASIEN (MEDICATION RECORD) Nama Alamat Telp/Hp Pekerjaan Tempat/Tgl Lahir Data Keluarga Nama Alamat Telp/Hp Status Perkawinan Hubungan Keluarga dengan pasien Pria/Wanita

Bapak : Ibu : Adik : Kakak :

Jenis Kelamin Tinggi/BB Riwayat penyakit:

Riwayat penggunaan obat sebelumnya: Dokter keluarga / dokter langganan (bila ada) Nama Alamat Telp/Hp Data tambahan

Catatan Pengobatan Tgl Nama Obat Dosis Jml Aturan pakai Nama dokter Ket Keluhan pasien : KIE yang diberikan : .

Evaluasi atau kontrol terhadap terapi yang diterapkan pada pasien asma ini bertujuan agar : • • Menurunkan kemungkinan terjadinya resiko yang lebih parah Terlaksananya penegakan diagnosis dan tatalaksana pasien asma sesuai standar/kriteria • • Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat asma Mengetahui apakah pengobatan yang diberikan cocok atau tidak Komponen-komponen yang merupakan bagian dari evaluasi asma adalah meliputi : 1) Gejala 2) Gejala pada malam hari 3) Pengaruh dengan aktivitas normal 4) Fungsi paru 5) Kualitas Hidup 6) Kambuhnya penyakit yang menyebabkan meningkatnya keparahan 7) Perawatan yang berhubungan dengan ESO 8) Kepuasan pasien terhadap pengobatan .

Kebutuhan obat pelega meningkat. karena serangan akut 3.Kategori dalam evaluasi terdiri dari : 1) Kontrol yang baik 2) Kontrol yang tidak baik 3) Kontrol yang sangat tidak baik Asma dikatakan terkontrol bila : 1. Variasi harian APE kurang dari 20 % 5. Tidak ada kunjungan ke unit darurat gawat Ciri-ciri asma tidak terkontrol 1. Gejala asma yang minimal (sebaiknya tidak ada). Asma malam (terbangun malam hari karena gejala asma) 2. Karakteristik Asma untuk Evaluasi Karakteristik Terkontrol Terkontrol sebagian Gejala siang Keterbatasan aktivitas Tidak ada Tidak ada 2 x / minggu Ada Tiga atau lebih gambaran asma terkontrol Tidak terkontrol . Kebutuhan bronkodilator (agonis β2 kerja singkat) minimal (idealnya tidak diperlukan) 4. Kunjungan ke gawat darurat. Efek samping obat minimal (tidak ada) 7. Tidak ada keterbatasan aktivitas termasuk latihan 3. Nilai APE normal atau mendekati normal 6. termasuk gejala malam 2. Tabel 12.

maka semakin rendah pula kualitas hidup pasien. Contoh penggunaan kuesioner ini adalah seperti evaluasi dengan menggunakan kuesioner ATAQ yang dilakukan oleh Volmer. atau perawatan inap. Demikian pula semakin buruk kontrol asma. . semakin sering kunjungan ke dokter. dam tes control asma. untuk mencari hubungan antara control asma dengan pemakaian fasilitas kesehatan dan kualitas hidup. kuesioner control asma. seperti kuesioner terapi asma. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin buruk kontrol asma.Gejala malam Pemakaian agonis β-2 Fungsi paru (APE dan VEP1) obat Tidak ada Tidak ada Ada 2 x / minggu Normal < nilai 80 % sebagian ada pada setiap minggu Ada dalam 1 minggu prediksi atau terbaik individu Eksaserbasi Tidak ada 1/lebih pertahun • Evaluasi terhadap terapi asma dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner. dkk dari Association of asthma control with health care utilization and quality of life terhadap 5181 pasien asma dewasa. ke gawat darurat rumah sakit.

.

Gambar 16. Kuesioner penilaian terapi asma untuk pasien dewasa .

Gambar 17. Kuesioner penilaian terapi asma untuk pasien anak-anak .

Tidak pernah (1) (2) (3) (4) (5) 2.• Contoh kuesioner dengan alat ACT (Asthma Control Test) ACT sebagai alat pendeteksi perubahan control asma secara mandiri ACT : kuesioner dengan 5 pertanyaan. sekali sehari c. Selalu (tiap hari. 3-6 kali seminggu d. di sekolah atau di rumah? a. (FuhlbriggeAL. Jarang (≤ 2X / mg) e. Sering (hampir tiap hari) c. 1-2 kali seminggu (1) (2) (3) (4) . Kadang-kadang ( > 2X / mg) d. Dalam 4 minggu terakhir. Dalam 4 minggu terakhir. sepanjang waktu) b. • Nilai maksimal adalah 25 dengan pembagian sebagai berikut. berapa kali asma mengganggu anda untuk melakukan pekerjaan sehari-hari di kantor. Lebih dari 1 kali sehari b. 2003) : • 19 atau kurang = asma tidak terkontrol • 20-24 = asma terkontrol sebagian • 25 = asma terkontrol total Penilaian dengan menggunakan ACT (Global Inisiative for Asthma. 2006) 1. Nilai akhir ACT adalah total nilai dari 5 buah jawaban yang di dapat pasien. setiap pertanyaan mempunyai 5 buah jawaban dengan nilaimulai dari1 s/d 5. seberapa sering anda mengalami sesak nafas? a.

2-3 kali seminggu d. 1 kali seminggu atau kurang e. Tidak pernah (2) (3) (4) (5) 4. Tidak pernah (5) 3. terkontrol dengan baik e. Empat kali atau lebih seminggu (1) b 2-3 kali seminggu c. Bagaimana anda menilai sendiri tingkat kontrol asma dalam 4 minggu terakhir? a. Dalam 4 minggu terakhir.Dalam 4 mingguterakhir. 1-2 kali sehari c. sesak nafas. Tidak terkontrol sama sekali b. 1-2 kali sebulan e. nyeri dada atau tertekan didada) menyebabkan anda terbangun di malam hari / lebih awal dari biasanya? a. 1 kali seminggu d. seberapa sering gejala asma anda (wheezing.e. Sangat terkontrol (1) (2) (3) (4) (5) • Tes spirometri direkomendasikan pada perkiraan awal. seberapa sering anda menggunakan obat semprot atau obat oral (tablet/ sirup) untuk melegakan pernafasan? a. 3 kali / lebihsehari b. Tidak pernah (1) (2) (3) (4) (5) 5. Cukup terkontrol d. setelah . Kurang terkontrol c. batuk.

yaitu ditingkatkan (stepping up) bila diperlukan atau diturunkan (stepping down) bila mungkin. Monitoring Asma . • Berdasarkan evaluasi terhadap terapi asma ini. • Setelah inisiasi dari terapi antiinflamasi atau dengan penambahan dosis. diperoleh dua kemungkinan dalam pengobatan untuk control asma selanjutnya. kebanyakan pasien harus memperlihatkan pengurangan gejala 1-2 minggu dan mencapai perbaikan dari gejala setelah 4-8 minggu. • Semua pasien dengan obat inhalasi harus dievaluasi teknik penggunaannya setiap bulan pada awal penggunaan dan kemudian dilanjutkan setiap 3-6 bulan. dan kemudian setiap 1-2 tahun.melakukan pengobatan.

Kuning • Berarti hati-hati.menerus dan membatasi aktivitas sehari-hari. APE < 60% nilai dugaan / terbaik. Membutuhkan peningkatan dosis medikasi atau perubahan medikasi Merah • • Berbahaya Gejala asma terus. mengi. aktivitas terhambat. prinsipnya pengobatan dilanjutkan. batuk. baik saat aktivitas maupun istirahat) dan atau APE 60-80 % dengan prediksi / nilai terbaik. asma terkontrol Tidak ada / minimal gejala APE : 80-100 % nilai dugaan / terbaik Pengobatan bergantung berat asma. dada terasa berat.Pelangi asma. maka pertimbangkan turunkan terapi. Bila tetap berada pada warna hijau minimal 3 bulan. segera hubungi dokter atau ke rumah sakit terdekat. asma tidak terkontrol. dapat terjadi serangan akut / eksaserbasi • Dengan gejala asma (asma malam. • . Pasien membutuhkan pengobatan segera sebagai rencana pengobatan yang disepakati dokter-pasien secara tertulis. monitoring asma secara mandiri Hijau • • • Kondisi baik. Bila tetap tidak ada respons.

gaya hidup. kegiatan Penyuluhan. pekerjaan dan pengobatan yang dijalani saat ini temasuk obat-obat yang digunakan selain obat asma yang dapat berpengaruh kepada pengobatan asma. Apoteker yang melakukan kegiatan ini sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai asma dan pengobatannya disamping memiliki rasa empati dan ketrampilan berkomunikasi sehingga dapat tercipta rasa percaya pasien terhadap Apoteker dalam mendukung pengobatan mereka. Pedoman pemberian informasi dan edukasi : 1.B. 4. 3. brosur. 2. Pemberian informasi dan edukasi ini tidak hanya diberikan kepada pasien tetapi juga kepada keluarganya terutama untuk pasien-pasien yang mengalami masalah dalam berkomunikasi dengan mempertimbangkan latar belakang dan pendidikan pasien dan keluarganya agar terjalin komunikasi yang efektif. 1 Kegiatan pemberian Informasi dan Edukasi dapat diberikan dalam bentuk pelayanan Konseling Obat. Film/video presentasi. 5. Kepatuhan pasien dalam pengobatan asma jangka panjang akan lebih baik apabila : . Edukasi dan Konseling pada Pasien Asma Tujuan edukasi kepada pasien adalah agar mereka lebih mengerti dan memahami rejimen pengobatan yang diberikan sehingga pasien dapat lebih berperan aktif dalam pengobatannya yang dapat meningkatkan kepatuhan mereka dalam menggunakan obat. Mengumpulkan dan mendokumentasikan data-data pasien yang meliputi riwayat keluarga. atau buku bacaan. Penyampaian informasi dan edukasi melalui komunikasi ini sebaiknya juga didukung dengan sarana tambahan seperti peragaan pemakaian inhaler. rotahaler yang dapat meningkatkan pemahaman pasien dan keluarganya.

serta hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi serangan termasuk mencari pertolongan apabila diperlukan Upaya pencegahan serangan pada pasien asma yang berbeda antar satu individu dengan individu lainnya yaitu dengan mengenali faktor pencetus seperti olah raga. Secara garis besar pengobatan asma dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu : • Pengobatan simptomatik . polusi. Membantu pasien dan keluarganya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam penggunaan obat. alergi. pasien dan apoteker. stress. gejala-gejala dan faktor-faktor penvertus asma Pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien asma Bagaimana mengenali serangan asma dan tingkat keparahannya. obat-obat yang digunakan pada serangan asma dan bekerja cepat/segera bekerja • Pengobatan pencegahan. obat-obat yang digunakan secara rutin untuk mencegah terjadinya serangan asma . Informasi yang dapat disampaikan kepada pasien dan keluarganya antara lain : Mengenali sejarah penyakit. merokok. jika perlu dengan melibatkan tenaga kesehatan lain seperti dokter. penggunaan obat tertentu. 6.• Jumlah obat yang dipergunakan lebih sedikit • Dosis perhari lebih sedikit • Kejadian efek samping obat lebih jarang terjadi • Ada pengertian dan kesepakatan antara dokter. makanan. Hubungan asma dengan merokok Pengobatan asma sangat individualis dan tergantung pada tingkat keparahan asma.

maka disusun Jenjang Pengetahuan Mengenai Asma (Ladder of Asthma Knowledge) untuk diberikan saat konseling pada pasien. - Pengobatan asma adalah pengobatan jangka panjang dan kepatuhan dalam berobat dan pengobatan sangat diharapkan. Untuk menghindari hal ini.- Ada bermacam-macam obat asma dengan indikasi dan cara pemberian yang bervariatif. parenteral dan inhalasi (inhaler. yang dilakukan tahap demi tahap di mana tiap sesi akan menambahkan informasi dan menguatkan pengetahuan yang . - Kapan obat-obat asma dipergunakan. - Pemberian obat asma dapat dilakukan secara oral. seberapa banyak/sering/lama obat-obat tersebut digunakan. Pengetahuan setiap pasien asma mengenai penyakit dan penatalaksanaannya harus seimbang untuk menghindari bahaya dari informasi berlebihan pada pasien. - Mengingatkan pasien untuk kumur-kumur dengan air setelah menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid untuk meminimalisasi pertumbuhan jamur di mulut dan tenggorokan serta absorpsi sistemik dari kortikosteroid. terutama pada pasien yang baru didiagnosa. - Apabila ada keluhan pasien dalam menggunakan obat segera laporkan ke dokter atau apoteker. rotahaler dan nebuliser) . - Bagaimana cara penyimpanan obat asma dan bagaimana cara mengetahui jumlah obat yang tersisa dalam aerosol inhaler. - Apakah obat-obat asma aman untuk diberikan kepada wanita hamil dan apakah wanita dengan pengobatan asma dapat terus menyusui bayinya . bagaimana cara menggunakannya (sebaiknya dengan peragaan). efek samping apa yang mungkin dialami oleh pasien serta cara mencegah atau meminimalkan efek samping tersebut.

dan apa yang akan terjadi pada mereka. serta olahraga yang teratur untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan kontrol secara . Penggunaan obat untuk mencegah serangan asma 3. Tahap 3 : Pasien harus tahu bagaimana memonitor hembusan nafas dan gejala. Penggunaan obat yang hanya untuk pengobatan pada serangan berat Dari edukasi yang diberikan tersebut. Tahap 2 : Pasien menerima dan setuju tentang penggunaan obat-obatan. tujuan pengobatan. Jenjang Pengetahuan Mengenai Asma ini adalah sebagai berikut : Tahap 1 : Pasien mengerti mengenai pertolongan dari obat-obatan. kapan saatnya meningkatkan dosis steroid inhalasi dan menghubungi dokter. pentingnya pencegahan dan pengenalan gejala asma.telah diberikan sebelumnya. memahami dan memantau pengobatan dan pencegahan asma jangka panjang. Konseling spesifik mengenai terapi obat harus terpusat pada tiga area. Penggunaan obat untuk menghilangkan gejala 2. penderita diharapkan dapat menilai atau memantau berat-ringannya penyakit asma serta berat-ringannya serangan dan termasuk didalamnya pengelolaan yang dianjurkan. yaitu: 1. memahami dan melaksanakan rencana pengobatan emergensi untuk mengatasi serangan asma yang mendadak. memonitor gejala. memulai steroid oral. Tahap 4 : Pasien percaya diri untuk mengatur pengobatannya sendiri. dan menemui dokter pada saat itu. efek samping yang mungkin terjadi.

Menggali fenomena puncak gunung es dengan memakai pertanyaan-pertanyaan terbuka (open ended questions) . rawat jalan dan yang akan keluar dari rumah sakit untuk memahami rencana pengobatan asma . Apa yang dikatakan dokter tentang peruntukan/kegunaan pengobatan anda? 2. Bagaimana yang dikatakan dokter tentang cara pakai obat anda? 3. sesuai kebutuhan .teratur ke dokter pribadinya.Membantu pasien rawat inap.Menghemat waktu Pengembangan Tiga Pertanyaan Utama Apa yang dikatakan dokter tentang peruntukan/kegunaan pengobatan anda? • Persoalan apa yang harus dibantu? • Apa yang harus dilakukan? • Persoalan apa yang menyebabkan anda ke dokter? Bagaimana yang dikatakan dokter tentang cara pakai obat anda? Berapa kali menurut dokter anda harus menggunakan obat tersebut? Berapa banyak anda harus menggunakannya? Berapa lama anda terus menggunakannya? . Untuk penderita yang mendapat resep dokter dapat diberikan konseling secara lebih terstruktur dengan Tiga Pertanyaan Utama (Three Prime Questions) sebagai berikut : 1.Tidak terjadi tumpang tindih informasi. Apa yang dikatakan dokter tentang harapan terhadap pengobatan anda? Pemakaian pertanyaan Three Prime Questions yang diberikan saat konseling dimaksudkan agar : . perbedaan informasi dan melengkapi informasi yang belum diberikan dokter.

Apa yang dikatakan dokter bila anda kelewatan satu dosis? Bagaimana anda harus menyimpan obatnya? Apa artinya ”tiga kali sehari” bagi anda? Apa yang dikatakan dokter tentang harapan terhadap obat anda? • Pengaruh apa yang anda harapkan tampak? • Bagaimana anda tahu bahwa obatnya bekerja? • Pengaruh buruk apa yang dikatakan dokter kepada anda untuk diwaspadai? • Perhatian apa yang harus anda berikan selama dalam pengobatan ini? • Apa yang dikatakan dokter apabila anda merasa makin parah/buruk? • Bagaimana anda bisa tahu bila obatnya tidak bekerja? Pertanyaan tunjukkan dan katakan • Obat yang anda gunakan ditujukan untuk apa? • Bagaimana anda menggunakannya? • Gangguan atau penyakit apa yang sedang anda alami? 1 Penanganan awal asma mandiri (Self Care) • Gunakan obat yang sudah biasa digunakan • Tetap tenang jangan panik • Segera hubungi dokter bila dalam 15 menit tidak ada perbaikan setelah menggunakan obat dan bila napas pendek dan susah bernapas Daftar acuan tambahan Muchid. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Depkes RI. Dkk. Hal 64-68 . 2007. Abdul. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Asma.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->