P. 1
Pengajaran Membaca Dengan Teknik SQ3R

Pengajaran Membaca Dengan Teknik SQ3R

|Views: 129|Likes:
Published by Jeni Wariski

More info:

Published by: Jeni Wariski on Oct 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Di era globalisasi seperti sekarang ini, banyak orang memerlukan informasi sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat, sehingga segala perubahan yang sangat cepat dapat diketahui segera. Sebagai contoh dapat dilihat dari krisis ekonomi yang sedang dialami terutama sembilan bahan pokok yang sangat diperlukan bagi segala lapisan masyarakat. Harga sebilan bahan pokok tersebut selalu berubah dengan cepat. Informasi semacam itu dapat segera diketahui baik dari media elektronik seperti televisi, radio, internet, atau media cetak seperti majalah, koran, dan sebagainya. Secara tidak langsung informasi tersebut dirasakan merupakan kebutuhan utama. Salah satu penyampaian yang bertahan lama dan berjangkauan luas adalah melalui bacaan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk mempunyai kemampuan membaca, dan kemampuan-kemampuan penunjang lainnya, misalnya kemampuan berbahasa. Berbagai ungkapan yang dikemukakan oleh para ahli tentang pentingnya membaca antara lain, seperti yang dikemukakan oleh Tampubolong (1987: 34) yang dengan tegas mengatakan bahwa dunia kita adalah dunia baca. Untuk mengetahui perkembangan dari sebagaian ilmu pengetahuan dan informasi lainnya, maka diperlukan membaca. Karena membaca kita dapat mengenal dunia baru di sekitar kita, bangsa lain, dan sebagainya. Membaca salah satu keterampilan dalam berbahasa yang perlu diperhatikan. Terampil membaca menjadikan siswa memahami dengan baik semua materi pelajaran yang diajarkan. Hal ini menandakan bahwa pelajaran membaca pada bidang studi bahasa Indonesia harus mendapat perhatian yang lebih besar. Membaca sebagai salah satu aspek dari empat keterampilan berbahasa, memegang peranan penting dalam pengajaran bahasa Indonesia. dikatakan penting, karena selain pelajaran menyimak, berbicara, dan menulis. Keterampilan membaca adalah salah satu alat yang sangat ampuh untuk memperoleh bermacam informasi tertentu, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, membaca adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat maju.

semakin tinggi pula pengetahuan yang dimilikinya. peranan membaca sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa. misalnya dengan mendirikan perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum. Strategi pembelajaran membaca yang efektif. Berdasarkan hal tersebut. dan seminar yang bertujuan untuk menggairahkan minat baca siswa dan masyarakat pada umumnya. Dengan demikian. Salah satu teknik membaca yang ingin diterapkan dalam pengajaran membaca adalah dengan teknik membaca SQ3R karena teknik ini dianggap efektif digunakan dalam pengajaran membaca. baik alat komunikasi maupun sebagai alat belajar untuk mengembangkan pengetahuan dan memperluas cakrawala keterampilannya. 2. pemerintah telah melakukan upaya untuk membudayakan kebiasaan membaca di kalangan siswa maupun masyarakat luar. Berdasarkan uraian di atas. serta perhatian khusus pada guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Rumusan Masalah Bedasarkan latar belakang di atas. maka jelaslah pengajaran membaca di sekolah memegang peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. perlunya pembinaan dan pengembangan. Penerapan teknik membaca SQ3R . Bagaimanakah penerapan teknik membaca SQ3R ? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan: 1. Bagaimanakah strategi pembelajaran membaca yang efektif? 2. Dapat dikatakan bahwa anak didik yang mempunyai tingkat kemampuan membaca yang lebih tinggi akan lebih mudah memperoleh ilmu pengetahuan dan teknnologi yang tertuang dalam media cetak atau media tulis. minat baca dan kemampuan membaca siswa perlu ditumbuhkan sedini mungkin. mengadakan pameran buku.Demikian pula dalam dunia pendidikan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa semakin tinggi pemahaman siswa. Oleh karena itu. agar siswa dapat memahami peranan dan fungsi membaca. Karena penerapan teknik membaca SQ3R pembaca lebih cepat mengusai keseluruhan isi bahan bacaan tersebut dalam waktu yang relatif singkat B. maka yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: 1.

Hal inilah yang menyebabkan beraneka ragamnya pengertian membaca. gerak mata. .” Tarigan (1985: 32) memberikan pengertian membaca sebagai berikut: “Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui kata-kata/ bahan tulis atau memetik serta memahami arti yang terkandung di dalam bahan yang tertulis. pemikiran.” Berdasarkana uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses berpikir yang termasuk di dalamnya memahami. pembicaraan batin. menceritakan menafsirkan arti dari lambang-lambang tertulis dengan melibatkan penglihatan. pertimbangan. dan mengamati dan mengingat-ingat. Membaca adalah pengucapan kata-kata dan perolehan kata dari bahan cetakan. dan pemecahan masalah yang berarti menimbulkan penjelasan informasi bagi pembaca. Soedarsono (1993: 4) mengemukakan bahwa “membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengarahkan sejumlah tindakan yang terpisah-pisah. nilai.” Selanjutnya Soedarsono (1993: 4) mengemukakan bahwa membaca adalah “aktivitas yang kompleks dengan mengarahkan sejumlah besar tindakan yang terpisahpisah. Kegiatan ini melibatkan analisis dan pengorganisasian berbagai keterampilan yang kompleks. Pengertian Membaca Membaca sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa merupakan suatu masalah yang mendapat banyak perhatian dalam kehidupan manusia. meliputi: orang harus menggunakan pengertian dan khayalan. Perhatian ini berakar kepada kresadaran akan pentingnya arti. termasuk di dalamnya pelajaran. Selanjutnya. mengamati dan mengingat-ingat. perpaduan.BAB II PEMBAHASAN A. khayalan. meliputi: orang harus menggunakan pengertian. dan ingatan. dan fungsi membaca dalam kehidupan bermasyarakat.

(2) siasat perang. kalimat atau teks secara keseluruhan. Pendekatan dalam pembelajaran bahasa berkaitan dengan teori-teori tentang hakikat bahasa dan pembelajaran bahasa sebagai landasan pembelajaran bahasa. Untuk tujuan tersebut seorang siswa harus dapat mengenali kata demi kata. kalusa. bahan. dan evaluasi) agar dapat mempengaruhi siswa untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Strategi menghasilkan pendekatan. Ketiga bagian ini adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan suatu landasan pendekatan. Strategi pembelajaran adalah tindakan guru melaksanakan rencana mengajar. dan teknik. apabila unsur pendukung belajar dapat diintegrasikan ke dalam suatu wadah yang dapat menjalin aspek-aspek secara bersama-sama dalam rangkaian yang berurutan. Suatu pembelajaran dikatakan efektif dan efisien. Kegiatan membaca dilaksanakan di sekolah melibatkan pemikiran. penyerapan pemerolehan kesan dan pesan atau gagasan yang tersurata.B. pemahaman kelompok kata/frasa. (3) bahasa percakapan akal (tipu muslihat) untuk mencapai sesuatu maksud. Kamus Besar bahasa Indonesia (2004) mengartikan strategi sebagai (1) ilmu siasat perang. Usaha guru dalam menggunakan variabel pembelajaran (tujuan. alat. . Pendekatan melahirkan metode yang membuat teknik. Adapun strategi yang dibuat oleh guru sebelum proses belajar-mengajar haruslah meliputi pendekatan metode. penataran. metode bersifat prosedural. Strategi Pembelajaran Membaca Pembelajaran membaca di sekolah menekankan pada tujuan pemahaman. metode. Kata strategi berasal dari bahasa Yunani “strategia” berarti ilmu siasat (perang). Pendekatan bersifat aksiomatik. artinya penerapan suatu metode dalam pembelajaran materi bahasa Indonesia. Pendekatan adalah kebijaksanaan dalam melaksanakan pembelajaran yang memberikan arah dan corak. akal. Strategi mengajar adalah siasat yang digunakan dalam proses belajar mengajar. emosi dan disesuaikan dengan tema dan jenis bacaan yanmg dihadapinya. Pelaksanaan pembelajaran menekankan perubahan tingkah laju melalui hubungan timbal balik antara guru dengan siswa.

dan memancing ide siswa. dan (5) Review. Mendapat minat perhatian yang seksama terhadap bacaan. terarah. Dalam sistem SQ3R ini sebelum membaca terlebih dahulu kata survey bacaan untuk mendapatkan gagasan umum yang akan kita baca. Mengetahui ide-ide yang penting. Lalu mengajukan dengan berbagai pertanyaan pada diri sendiri yang jawabannya kita harapkan terdapat dalam bacaan tersebut kita akan lebih mudah memahami bacaan dan selajutnya dengan mencoba mengutarakan dengan kata-kata sendiri pokok-pokok pentingnya. (3) Read.Pendekatan yang dipoergunakan dalam proses belajar-mengajar membaca di sekolah adalah pendekatan komunikatif dan integratif. Pemahaman dan Membaca Efisien SQ3R Sistem membaca SQ3R dikemukakan oleh Prancis P. sereta mudah dipahami. kita akan mengusaia. Teknik pembelajaran dapat dilihat ketika proses pembelajaran di dalam kelas berlangsung. mengingat lebih lama. Memdapat abstrak. (2) Question. (4) Recite atau Recall. dilakukan untuk mengenal oraganisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk: mempercepat menangkap arti. Langkah 1 S – Survey Survey atau prabaca adalah teknik untuk mengenal sebelum membacanya secara lengkap. Terjadinya komunikasi antara guru dan siswa adalah interaksi yang normal Teknik permbelajaran keterampilan berbahasa dapat berhasil apabila memenuhi syaratr seperti menarik. . Tercapainya tujuan pembelajaran tergantung efektif tidaknya metode yang dipergunakan guru dalam proses pembelajaran membaca tersebut. Melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut. 1. C. Robinson tahun 1941 merupakan sistem membaca yang semakin populer digunakan orang SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah: (1) Survey.

Oleh karena itu. baca pengantar dan dapatkan tujuan dari penulisannya. Baca pengantar Adakalanya kalau kita pergi ke perpustakaan diharapkan pada deretan buku mengupas buku hal yang sama. yaitu: daftar isi. Untuk melihat aktulisasinya lihat tahun penerbitnya. tabel. prabaca juga digunakan untuk melihat suatu artikel di koran atau di majalah dan menimbang-nimbang buku di perpustakaan atau di toko buku untuk mengetahui: Apakah tulisan atau buku ini cocok dengan kebutuhan saya? Atau terlalu dangkal? Apakah cocok dengan literatur yang disarankan? 1) Survey Buku Banyak bagian buku nonfiksi dapat menolong kita untuk mengetahui isinya dan membantu mencapai tujuan kita membaca buku tersebut. Tetapi sering juga kita dihadapkan pada pilihan lain. utama dan subtopik lainnya terdapat dalam buku. Untuk mendapatkan keseluruhan organisasi buku/ informasi daftar isi memuat kerangka. Cari yang lebih baru misalnya. bab. . Membaca hanya dilakukan beberapa menit. Tahap beriukutnya sebagai berikut: Telusuri daftar isi. pengantar/pendahuluan. penulis. tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah untuk mempertahankan judul buku yang mengajukan pertanyaan tentang topik yang terkandung di dalamnya. dan lain-lain. tetapi dengan secara yang sistematis kita cepat menemukan ide-ide penting dan organisasi bahan. hal itu yang akan membantu tujuan kita membaca. biasanya penulis membatasi permasalahan yang dibahas di sana. dua gambaran umum buku dan topik-topik. lalu melihat nama.Memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih lebih mudah. dan atributnya yang biasanya memberikan petunjuk isi tulisan. Kalau ada baca juga sampel buku bagian belakang yang memuat pesan penerbit hal ini penting dari buku. Dalam prabaca buku. Mungkin kita dapat menyempitkan pilihan berdasarkan tahun penerbitnya. Selain itu. indeks. gambar.

peta. Tetapi sayang banyak pembaca justru mengabaikannya. Ringkasan Ikhtisar atau ringkasan tentang bab terkadang diberikan oleh seorang penulis di bagian tersendiri seperti dilakukan dalam buku ini. dan lain-lain. Setelah melakukan prabaca. 2) Survey Bab Sebelum Anda membaca suatu bab. grafik. yaitu mendapatkan gambaran umum tentang bab itu. dan lain-lain Bagian buku ini dapat memperjelas dan mempercepat pemahaman isi buku. Apakah Anda perlu membacanya secara lengkap dari bab pertama atau langsung dimulai membaca bab yang lain Belum juga harus mengadakan survey bab lain dahulu. Telusuri Indeks Dapatkan kata-kata kunci untuk mencocokkan dengan tujuan dan kebutuhan kita. Anda dapat menentukan sikap sejauh mana Anda akan membaca buku tersebut. survey terlebih dahulu.Lihat tabel. Selain itu juga Anda mengambil subjudul-subjudul dan kaitannya. Lalu perhatikan: Paragraf pertama dan akhir Kadang-kadang penulis menggunakan paragraf untuk menyampaikan apa yang akan dibicarakan dalam bab itu atau ringkasan dan kesimpulan bab itu. Subjudul Kebanyakan penulis dengan susah payah berusaha memberikan subjudul pada setiap bab. Apendika Jangan dilupakan suplemen atau apendiks yang biasanya memberi tambahan informasi yang berbagai sementara kita membaca. . Lebih teliti lagi bila dibandingkan survey secara keseluruhan tadi. amati juga alat-alat bantu visual yang ada di bab itu seperti grafik.

Baca pengantar. 3) Survey Artikel Ada yang terus saja ditelan Ada yang perlu diuji kembali. subjudul membantu pembaca membentuk pengertian yang menyeluruh. tetapi untuk merangsang pembaca berpikir. Untuk pembaca lakukanlah: Baca judul Judul tidak hanya merupakan masalah yang akan dibahas. Apa yang Anda dapatkan dari judul? Gagasan apa yang ada? Hal apa yang telah Anda ketahui? Baca semua subjudul. sebelum membaca secara lengkap hendaklah Anda survey terlebih dahulu. Biasanya penul. yaitu pendahuluan. Setiap paragraf mempunyai kalimat topik. Dengan cepat. Oleh karena. Setelah artikel umumnya terbagi dalam beberapa bagian. juga skema atau peta yang memperjelas isi.Padahal subjudul-subjudul itu banyak memperjelas isi bab itu. Jika . nada. Dengan adanya subjudul. cerita. ini akan membantu pembaca menangkap isi. Ada yang perlu diringkas Ada yang perlu ditimbang-timbang Ada yang langsung dibuang saja. suasana dan gaya penulisannya. isi dan penutup/ kesimpulan. Subjudul menunjukkan fokus yang khusus serta aspek-aspek yang mengacu pada keseluruhan topik Amati juga tabel dan lain-lain kalau ada. Dengan kecepatan tinggi untuk mendapatkan ide.is memberikan pengantar pada beberapa paragraf pertama. latar. Kalau tidak ada pengantar baca dua paragraf pertama. Barulah jika diperlukan. Kita membaca secara keseluruhan. yang memuat pikiran utama dalam paragraf. pembaca semakin mengetahui bagian-bagian isi buku itu.

baca kalimat pertama dan dan kalimat kedua saja. Tapi adakalanya kalimat pertama ini hanya kalimat transisi. tidak berguna untuk Anda mengapa tidak dibuang? Memang gunanya untuk membaca antara lain untuk menentukan keinginan kita apakah artikel ini berguna? Apakah cocok dengan kebutuhan kita? 4) Survey Kliping Ada kalanya kita menghadapi setumpukan besar kliping surat kabar dan majalah tentang suatu yang menjadi perhatian kita. Untuk mendapatkan bahan yang benar-benar memenuhi kebutuhan kita dengan cepat lakukanlah prabaca seperti berikut ini: Perhatikan judul Sering judul mencerminkan topik dan fokus pembahasan Perhatikan penulisannya Jika Anda mengetahui identitasnya atau lebih mengenal mutu dan pembahasan sebelumnya. kalimat ini sering mengulangi gagasan utama paragraf itu. baca kalimat terakhir paragraf itu. Anda dapat memperkirakan isinya dan membuat keputusan untuk membaca atau tidak. Apakah lembaran atau bahan itu cocok dengan yang Anda butuhkan. Dibuang Kalau memang tidak bermutu. Seterusnya lakukan seperti prabaca artikel Cepat lakukan prabaca. atau terlalu umum Untuk kebutuhan Anda atau terlalu detailk untuk tujuan Anda Cepat balikkan . Kalimat pertama sering menuturkan isi bagian tulisan itu.paragraf ini terlalu panjang. Baca kalimat pertama subbab. Jangan lama-lama dalam artikel atau satu berita. Jadi demikian. atau hanya untuk menarik perhatian pembaca. lampiran berikutnya. Dengan prabaca Anda dapat memutuskan dengan cepat.

. membaca merupakan langkah ketiga. atau mengapa.atau tidak hanya memuat informasi yang telah Anda peroleh di tempat lain atau telah Anda ketahui. Apakah kurikulum di perguruan tinggi kurang memadai? Apakah akibatnya terhadap perkembangan IPTEK. Gunakanlah kata-kata siapa. Langkah berikutnya adalah read (membaca). kapan. Perlambat cara membaca Anda di bagianbagian yang penting atau yang Anda anggap sulit percepat kembali pada bagianbagian yang tak penting atau telah Anda ketahui. bukan langkah pertama atau satu-satunya langkah untuk mengetahui bacaan. Misalnya. Langkah 2 Q. dimana. Pada tahap ini konsentrasi pada penguasaan ide pokok serta detail yang penting yang mendukung ide pokok. Subjudul itu Kekurangan Tenaga Ahli Ilmiah dan Teknik dapat diubah dengan bertanya Mengapa kekurangan tenaga ahli ilmiah dan teknik? Mungkin pertanyaan itu Anda persempit lagi dengan menggunakan pengetahuan Anda. ajukan pertanyaan sebaik-baiknya tentang isi bacaan itu.Read Setelah melewati tahap survey dan timbul beberapa pertanyaan yang Anda harapkan akan mendapat jawaban di bacaan yang Anda hadapi. tetapi pada saat survey pada bab ke bab pertanyaan-pertanyaan itu dapat lebih spesifik.Question Bersamaan pada saat survey. Pada waktu survey buku secara keseluruhan pertanyaan Anda mungkin terlalu umum. Cara membaca pun bukan membaca seperti novel. Langkah 3 R. 2. hanya mengukut apa yang sedang berlangsung melainkan secara kritis. Dengan adanya berbagai pertanyaan itu cara membaca kita lebih aktif dan lebih mudah menangkap gagasaan yang ada daripada kalau asal membaca 3. Jadi. Dengan mengubah judul dan subjudul serta sub dari subjudul menjadi suatu pertanyaan. Suatu pertanyaan dapat menimbulkan beberapa pertanyaan lain tentang isi secara mendalam. apa.

Dan cobalah menjawab perrtanyaan-peertanyaan bagian itu atau menyebutkan hal-hal penting dari bab itu. janganlah Anda lewatkan yang terakhir ini. Dan tempo dua minggu kita tinggal 20%. Kalau memang ada yang menarik atau Anda anggap penting cukup beri tanda silang dipinggir halaman dulu. Langkah 4: R. melainkan memang diperlukan untuk tahap ini. ulangi membaca bab itu sekali lagi. 5. Sebelum menginjak langkah selanjutnya. tahap mengutarakan kembali hal-hal penting itu jangan dilewatkan agar tidak mudah kita lupakan.Recite atau Recall Setalah selesai membaca suatu bagiuan. sekalipun pada waktu membaca 85% kita menguasai isi bacaan. tetapi akan segera melupakannya. berhentilah sejenak. Langkah 5: R. sekalipun bahan itu mudah dimengerti. Pada tahap ini konsentrasikan diri untuk mendapatkan ide pokoknya serta mengetahui detail yang penting.Review Daya ingat kita terbatas. pastikan empat langkah itu. Anda dapat membuat catatan seperlunya. Hal ini bukan merupakan pemborosan waktu. Ini akan memperlambat Anda dalam membaca. 4. Untuk kemudian dapat dicek kembali. Review setelah selesai keseleruhan dari apa yang harus dibaca.Pada tahap membaca ini ada dua hal yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu. kemampuan kita dalam waktu 8 jam untuk mengingat detail yang penting tunggal 40%. Berapa lama untuk tahap ini? Anda perlu menyediakan waktu setelah dari membaca. yaitu: Jangan nembuat catatan-catatan. Jangan membuat tanda-tanda seperti garis bawah pada kata maupun frase tertentu bisa jadi setelah Anda selesai membaca membaca acak kali ternyata Anda salah memilihnya. Ulangi untuk menelusuri kembali judul-judul dan subjudul dan bagian-bagian penting yang perlu untuk diingat . Jika masih mengalami kesulitan. justru pembaca yang hanya membaca sekedar membaca itu memboroskan waktu. Sekalipun mereka mengerti apa yang dibaca. Anda jalani dengan benar.

Tiap ini selain untuk mendapatkan hal-hal penting yang barangkali kita lewatkan sebelum ini.kembali. (Soedarsono. 1993: 59-64) .

pembicaraan batin. Sistem SQ3R ini sebelum membaca terlebih dahulu disurvey bacaan untuk mendapatkan gagasan umum yang akan kita baca. kita akan lebih mudah memahami bacaan dan selajutnya dengan mencoba mengutarakan dengan kata-kata sendiri pokok-pokok pentingnya. . Lalu mengajukan dengan berbagai pertanyaan pada diri sendiri yang jawabannya kita harapkan terdapat dalam bacaan tersebut. kita akan mengusai. Membaca adalah proses berpikir yang termasuk di dalamnya memahami.BAB III PENUTUP A. gerak mata. dan ingatan. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan pada makalah di atas dapat disimpulan sebagai berikut: 1. menceritakan menafsirkan arti dari lambang-lambang tertulis dengan melibatkan penglihatan. mengingat lebih lama. 2.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1989. Suryabrata. 2002.” Mata Kuliah Keterampilan Membaca” Diktat FPBS IKIP Ujung Pandang Setiawan. 1983. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta Soedarsono. Metodolog Penelitian. M. Ide 1994.M. Yogyakarta: Universitas Gajah Mata. Sumadi. Budhi. Yogyakarta: BPFE. Nurgiantoro. Kurikulum Pendidikan Dasar Sembilan Tahun untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Membaca Cepat dan Efektif. Penilaian dalam Pengagajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: YA3 Said D. Jakarta: Balai Pustaka Depdikbud. Suharsimi. 1993. Depdikbud. 1987. Jakarta. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Nurhadi. 1992 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Jakarta: Rineka Cipta. Burhan.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Keterampilan Membaca. 1997. . 1994 Kamus Besar Bahasa Indonesia. H.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->