P. 1
Kelas IX SMP Bahasa Indonesia Asep Yudha

Kelas IX SMP Bahasa Indonesia Asep Yudha

4.33

|Views: 45,980|Likes:
Published by Raharjo

More info:

Published by: Raharjo on Jan 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2015

Pada pelajaran terdahulu, kita telah mempelajari mengenai
pesan syair. Pesan syair yaitu amanat yang terkandung di dalam
syair. Tentu kalian telah dapat menemukan pesan dari suatu syair.
Syair merupakan salah satu bentuk puisi lama. Setiap puisi
lama memiliki ciri-ciri yang berbeda. Pada pembelajaran ini, kalian
akan menyimpulkan ciri-ciri syair dan menganalisis unsur-unsur
syair.
Perhatikan contoh syair berikut!

Syair Abdul Muluk

“Dayang segera turunkan pergi,
Mengambil teropong berlagak kaki,
Lalu dibaca ke anjung tinggi,
Siti meneropong kapal dan kici.
Sudah meneropong Siti terala,
Dayang tahadi meneropong pula,
Direbut dayang Ratna Jumala,
Katanya, ‘Huwa Allah Taala.
Kita meneropong tiada sempat,
Tangan merebut terlalu cepat!’
Direbut pada dayang Mahaibat,
Sambil tertawa mulut disumbat.
Seketika bersenda sekalian Siti,
Meneropong semua bersungguh hati,
Lepas seorang, seorang ganti,
Tampaklah kealatan muda yang sakti.
Tampaklah segala hububalang berjalan,
Bersiar di kapal berambal-ambalan,
Ia memakai pedang gemerlapan,
Pistol dipegang berjuluran.
Tampaklah hulubalang berbagai-bagai,
Ada yang berjanggut, ada yang bermisai,
Ada berserban terumbai-rumbai,
Ada gemuk, ada yang lampai.
Ada yang seperti harimau menerkam,
Bersiar sambil tangan digenggam.
Ada yang menghisap hokah manikam,
Keluar dari mulut asapnya hitam”

Sumber: Dok. Penerbit

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat menyim-
pulkan ciri-ciri syair
serta menganalisis
unsur-unsur syair
yang diperdengarkan.

–berambal-ambalan=berarak-arakan.
–bermisai

=bercambang.

–hokah

=pipa

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 3

106

Berdasarkan syair di atas, dapat diketahui ciri-ciri syair. Syair
terdiri atas beberapa bait, satu bait terdiri atas empat baris, dan
tiap baris terdiri atas empat kata. Setiap baris sekurang-kurangnya
terdiri atas delapan sampai dengan dua belas suku kata, memiliki
rima a-a-a-a, serta merupakan satu kesatuan yang utuh.
Setelah kalian menyimpulkan ciri-ciri syair, kalian dapat
menganalisis unsur-unsur syair. Unsur-unsur syair meliputi tema,
perasaan, nada, dan amanat. Adapun makna dari tema, perasaan,
nada, dan amanat adalah berikut.
1.Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh
penyair. Contoh tema syair adalah ketuhanan, kemanusiaan,
patriotisme, dan sebagainya.
2.Perasaan berkaitan dengan perasaan yang disampaikan penyair
melalui syairnya. Syair dapat mengungkapkan perasaan yang
beraneka ragam, mungkin perasaan sedih, kecewa, benci,
rindu, maupun bahagia.
3.Nada merupakan sikap batin penyair yang hendak dieks-
presikan kepada pembaca. Misalnya ada nada menasihati,
mencemooh, iri hati, penasaran, dan sebagainya.
4.Amanat berkenaan dengan maksud, pesan, atau tujuan yang
hendak disampaikan penyair melalui syairnya.
Sebelum menentukan unsur-unsur syair di atas, kalian dapat
membaca syair tersebut secara keseluruhan. Dengan demikian
kalian dapat menjelaskan unsur-unsur syair secara lengkap dan
utuh.
Berikut ringkasan cerita “Syair Abdul Muluk”.

Cerita syair Abdul Muluk dimulai dari
negeri Barbari dengan raja-raja Sultan Abdul
Aidid. Sultan ini memenjarakan seorang
pedagang Hindustan yang dituduh berbuat
curang dalam pengaduannya. Pedagang yang
kemudian meninggal di dalam penjara ini
ternyata adalah paman Sultan Hindustan.
Dendamlah Sultan Hindustan kepada Raja
Kerajaan Barbari. Tetapi, karena Raja Barbari
amat kuat, saat pembalasan ditangguhkan
oleh Sultan Hindustan.
Syahdan Abdul Aidid wafat dan negeri-
nya diperintah oleh anaknya, Sultan Abdul
Mukari. Abdul Mukari yang telah beristri,
pada suatu hari bertemu dengan putri negeri
Ban, Siti Akbari atau Bukit Permata. Putri ini
diambilnya sebagai istrinya yang kedua.

Sultan Hindustan yang mengetahui
bahwa Sultan Abdul Aidid telah wafat segera
menyerbu Barbari dan berhasil menahan
Abdul Mukari beserta istri pertamanya. Ketika
Sultan Hindustan bermaksud memperistri istri
Sultan Abdul Mukari, istri pertama ini setuju
asal ia diperistri bersama Siti Akbari. Ketika
Siti Akbari dicari, ia ditemukan telah menjadi
mayat di kamarnya.
Sebenarnya Siti Akbari belum mati. Ia
mengembara dan menyamar sebagai lelaki.
Dalam pengembaraannya, ia berhasil
menolong seorang raja yang dirongrong
pemberontakan pamannya sendiri. Dengan
pertolongan raja inilah Siti Akbari memerangi
Sultan Hindustan dan membebaskan Sultan
Abdul Mukari. Namun, Sultan Abdul Mukari

Pelajaran 5 Kreativitas

107

tetap bersedih karena istri keduanya, Siti
Akbari, sudah mati. Maka diaturlah suatu
pertemuan untuk menyadarkan Sultan Abdul

TAGIHAN

1.Carilah sebuah syair!
Jangan kamu baca
terlebih dahulu syair
tersebut!
2.Mintalah kepada
salah satu temanmu
untuk membacakan
syair tersebut!
3.Analisislah unsur-
unsur syair yang telah
kamu simak!
4.Kumpulkan kepada
bapak/ibu gurumu
beserta syair yang
telah kamu simak!

Mukari dan istri pertamanya bahwa
pembebasnya, tak lain adalah Siti Akbari.

Kalian telah mengetahui unsur-unsur syair. Berdasarkan syair
di atas, kalian dapat menganalisis unsur-unsur syair tersebut
sebagaimana contoh berikut.
1.Syair di atas bertema kepahlawanan.
2.Syair di atas mengungkapkan seorang istri (istri kedua)
yang berani melawan musuh demi membebaskan
suaminya dan istri pertama dari tangan musuh.
3.Syair di atas memiliki nada memberitahukan kepada para
pembaca bahwa seorang istri berkewajiban membantu
suami dan keluarga lainnya, meski harus mengorbankan
nyawa.
4.Syair di atas memiliki amanat bahwa kita harus membela
kebenaran.

Uji Kemampuan 1

Coba sekarang kamu meminta kepada salah seorang temanmu
untuk membacakan syair berikut. Simaklah dengan saksama
pembacaan syair yang dilakukan oleh temanmu! Sebagai evaluasi
terhadap kemampuan menyimakmu, coba kamu kerjakan perintah
soal di bawahnya dengan tidak membaca kembali syair tersebut.

Syair Burung Pungguk

“Bulan purnama cahayanya terang,
Bintang seperti indah dikarang,
Rawannya Pungguk bukan sembarang,
Berahikah bulan di tanah seberang.
Gemeralapan cahaya Bintang Kertika,
Beratur majelis bagai dijangka,
Sekaliannya bintang terbit belaka,
Pungguk melihat kalbunya duka ...,
Tengah malam Pungguk terjaga,
Melihat Bintang Puyuh Laga,
Bintang Belantik beratur tiga,
Cahayanya terang tidak terhingga ...
Rawannya pungguk tiada terperi,
Melihat Bintang Pari-Pari,
Bulan purnama cahaya berseri,
Haram tak boleh pungguk hampiri ...

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 3

108

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah mampu
menyampaikan kritik
atau pujian terhadap
sebuah karya dengan
alasan yang logis,
serta bahasa yang
lugas dan santun.

Terbitlah bintang sebelah wetan,
Cahayanya limpah di tengah lautan,
Menantikan sampai janji suratan ...
Hari malam Bulan nan terang
Paksi berbunyi suaranya jarang,
Merak berbunyi segenap jurang,
Cengkerik bersyair mengatur sarang”

Kerjakanlah dengan cermat dan tuliskanlah jawabanmu di
buku tugasmu!

1.Tuliskan tema syair yang telah kamu simak!
2.Tuliskan perasaan syair yang kamu simak!
3.Tuliskan nada dari syair yang kamu simak!
4.Tuliskan amanat dari syair yang telah kamu simak!
5.Bandingkan hasil pekerjaanmu dengan teman-temanmu!
Diskusikanlah hasil pekerjaanmu tersebut!

B.Memuji dan Mengkritik Berbagai Karya

Pada pelajaran yang telah lalu, kalian telah berlatih untuk
memberikan pujian dan kritik terhadap sebuah karya. Tentu saja,
tidak hanya pada sebuah karya, kalian dapat memberikan pujian
dan kritikan terhadap berbagai karya. Pujian dan kritik akan dapat
memberikan sesuatu pada karya tersebut. Dengan melihat
keunggulan dari sebuah pujian, maka sebuah karya akan
dipertahankan. Sebaliknya, dengan melihat kelemahan dari sebuah
kritik, maka sebuah karya akan diperbaiki. Maka itu, berikanlah
pujian dan kritik yang baik dengan disertai alasan yang masuk akal.
Perhatikanlah contoh beberapa ungkapan pujian maupun
kritikan terhadap sebuah hasil karya seni berikut ini!

(Sumber: Dok. Penerbit)

Sumber: Dok. Penerbit

Pelajaran 5 Kreativitas

109

Setelah mengamati lukisan tersebut dengan cermat, pasti
kalian akan mendapatkan kesan mengenai karya tersebut, baik
kelebihan maupun kekurangannya. Penilaian tentang kelebihan
yang berupa pujian terhadap karya tersebut dapat kalian ungkapkan
sebagaimana contoh berikut.
1.Lukisan pemandangan alam tersebut benar-benar bagus
dan menarik. Benda-benda yang dilukiskan identik dengan
benda-benda aslinya di alam nyata. Meskipun lukisan
tersebut dibuat berdasarkan imajinasi pelukisnya mengenai
pemandangan alam, tapi pemandangan alam yang
dilukiskan tersebut seolah-olah benar-benar ada dan bukan
imajinasi.
2.Lukisan pemandangan alam ini memiliki nilai keindahan.
Bentuk benda-benda yang dilukiskan tidak beda dengan
benda dalam kehidupan nyata, meskipun benda-benda
tersebut dilukis berdasarkan imajinasi pelukisnya. Dapat
dikatakan, seolah-olah lukisan pemandangan alam tersebut
seperti potret hitam putih dari alam yang sesungguhnya.

Penilaian kalian terhadap kekurangan yang ada dalam lukisan
tersebut harus kalian ungkapkan secara objektif. Contoh ungkapan
penilaian mengenai kekurangan dari karya tersebut adalah berikut.
1.Lukisan tersebut memang menarik, tetapi komposisi yang
ditampilkan terasa kurang lengkap. Lukisan itu didominasi
unsur tumbuhan (pohon pinus dan rerumputan), tetapi
unsur-unsur kehidupan yang lain seperti, binatang dan
manusia tidak ditampilkan. Hal inilah yang menyebabkan
lukisan ini terkesan “kering” atau “kurang lengkap”.
2.Tema lukisan semacam ini banyak kita jumpai di pasar
seni. Selain itu, lukisan semacam ini biasanya dibuat oleh
pelukis-pelukis amatir.
3.Pengambilan sudut pandang pelukis seakan ingin
menempatkan sungai yang mengalir sebagai unsur yang
paling penting dalam lukisan ini. Hal ini belum tentu sesuai
dengan maksud dan tujuan si pelukis.

Perlu untuk diingat bahwa kritik terhadap sebuah karya
sebaiknya bersifat membangun, tidak menjatuhkan, dan tidak
sekadar mengemukakan kekurangan yang ada. Kritik disampaikan
dengan bahasa yang santun dan komunikatif.

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 3

110

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat memba-
ca indeks untuk
menemukan sebuah
informasi dalam buku.

Uji Kemampuan 2

Perhatikan gambar ruangan berikut!

Kerjakan sesuai dengan perintah!

1.Nyamankah ruangan di atas digunakan untuk tempat tinggal?
2.Sebutkan kelebihan dari penataan ruang di atas!
3.Ungkapkan pujianmu terhadap kelebihan tersebut!
4.Apakah kekurangan dari penataan ruang di atas?
5.Ungkapkan kritikanmu terhadap kekurangan tersebut!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->