P. 1
Kelas IX SMP Bahasa Indonesia Asep Yudha

Kelas IX SMP Bahasa Indonesia Asep Yudha

4.33

|Views: 45,933|Likes:
Published by Raharjo

More info:

Published by: Raharjo on Jan 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2015

Menulis atau mengarang adalah proses kreatif dalam
berkarya. Kalian harus selalu berlatih menulis, agar kalian dapat
menuangkan segala ide, gagasan, dan pikiran yang ada dalam diri
kalian. Kalian harus tahu bahwa keterampilan menulis tidak dapat
dilakukan dengan begitu saja tanpa berlatih dengan tekun. Apalagi
dalam menulis karya sastra, jika terus dilakukan, selain
mengasyikkan juga akan menghasilkan karya yang baik.
Pada pembelajaran kali ini, kalian harus dapat menguasai
beberapa kemampuan, seperti mengeskpresikan gagasan dalam
bentuk cerpen dengan mengembangkan (1) penokohan, (2) alur,
(3) latar, (4) sudut pandang serta mengindentifikasi komponen
kesastraan cerpen.

Pelajarilah dahulu penggalan naskah cerpen berikut dan
penjelasannya sebagai referensi kalian dalam menulis cerpen!

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat menyu-
sun cerita pendek
berdasarkan peristiwa
yang pernah dialami.

RUMAH

Karya: Kuntowijoyo

Menurut hemat saya, kami sungguh
beruntung mendapatkan rumah itu. Sambil
mengancungkan jempol perantara
mengatakan, “Inilah rumah terbaik yang
pernah saya perantai.” “Murah.””Luas.”
“Strategis.” Memang rumah itu halamannya
luas dan rindang dengan pohon melinjo,
mangga, belimbing, dan nangka. Kalau kami
mau, dapat saja kami membuat jala dari tali-
tali plastik antara pohon mangga dan nangka.
Di situ kami dapat beristirahat, tiduran,
atau membaca-baca. Halaman itu masih
tersisa banyak, bisa untuk dibuat tempat bad-
minton, bola voli, atau bola basket. Letaknya
memang agak di pinggiran kota, tetapi
fasilitasnya sangat memadai, ada listrik.
Listrik dapat disulap jadi apa saja: kulkas,
air, TV, dan komputer. Ada jalan desa di
depan rumah, tapi karena desa di pinggiran
kota, jadi terhitung lebar. Dengan
pertimbangan itulah kami memutuskan untuk
tinggal di sana. Kami membayar sewa untuk
tiga tahun sekaligus. Itu terasa murah sebab
kami masih menyimpan dolar sisa uang tugas
belajar dan kerja istri sebagai TKW penjaga
toko di negeri orang.
Akan tetapi, dua minggu setelah
menghuni, istri saya berpikir lain. Sepulang

dari arisan RT istri saya bilang, “Wah, kita
tertipu!” Dia lalu menunjuk ke rumah kosong
di tepi jalan yang tepat di samping kami.
“Rumah itu tidak beratap, tidak berpenghuni,
tidak terawat. Tembok-temboknya berlumut,
rumput tumbuh seenaknya, pintu dan jendela
dicopot. Sumurnya banyak ditumbuhi
pohonan perdu. MCK tidak beratap tidak
berpintu.”

“Ya, kenapa?” tanya saya.
“Apa sebab rumah itu ditinggalkan,
atapnya tidak ada lagi, jendela-pintu
dicopot?”

Saya mengangkat bahu.
“Tetangga-tetangga bilang, mmm, ada
orang bunuh diri menggantung di rumah itu.”
Tegak juga bulu roma saya mendengar
kata “Menggantung”, tapi sebagai laki-laki
saya tidak boleh bernyali kecil. Lalu kata saya,
“Menggantung? Begini?” Saya melotot,
menjulurkan lidah keluar, badan dilemaskan,
pura-pura mau terjatuh. “Jangan didengar
omongan orang, itu dulu kala!”
Kabarnya pernah pemilik rumah
mengundang orang pintar untuk mengusir
lelembut, roh halus, jin, atau hantu dari
rumah itu. Tetapi orang pintar itu tidak

Sumber: Dok. Penerbit

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 3

114

berhasil, menyatakan dengan jujur kalau
kepandaiannya tidak memadai. Karena orang
pintar sudah puncaknya mengusir jin, maka
pemilik rumah putus asa. Mencopoti atap,
pintu, dan jendela itu adalah saran dari
pengusir jin. Maksudnya supaya jin terkecoh
seolah-olah itu bukanlah rumah, sebab
matahari, hujan, dan angin dapat bebas
keluar-masuk.

Saya pikir-pikir, benar juga kata orang.
Pantas sewa rumah kami murah, pantas
rumah itu dikosongkan, pantas tidak ada yang
menyewa tempat itu. Padahal letaknya
strategis, dekat dengan dua kampus PTS,
banyak mahasiswa cari kos, dapat dibuat
rumah makan, katering, servis setrika, reparasi
motor, atau lainnya.
Malam harinya, kalau kebetulan saya
pulang malam, saya pasti melirik rumah itu
sekedar untuk mengingat bahwa di situ
pernah ada orang mati menggantung. Ketika
dapat giliran siskamling, orang-orang pasti
mengatur keliling supaya tidak lewat rumah
itu. Saya kadang-kadang bangga karena orang
menilai kami pemberani. Dalam pertemuan
RT, orang akan menyebut nama dan alamat
saya keras-keras, ditambah ungkapan “Dekat
rumah kosong”. Orang pun ada yang lalu ck-
ck, tapi ada yang lantas berkomentar, “Wah,
pemberani!” Orang tidak tahu bahwa semakin
tinggi pujian orang, hati saya semakin sakit.

Suatu hari anak kami yang berumur
sepuluh tahun sakit panas. Ia mengigau, kata-
kata yang tak jelas hubungannya. Kami
memberinya paracetamol dan madu. Tapi,
panasnya tidak juga menurun. Entah
bagaimana dia berpikir, istri saya segera
menghubungkan sakit anak kami dengan
rumah kosong itu. Ketika anak saya bisa
diajak bicara, istri bertanya mendesak, ”Kau
tadi main-main ke rumah kosong itu?” anak
saya mengangguk. “Jelas sudah,” kata istri
saya. Ketika saya pulang kerja, saya dapati
anak kami tidur pulas, memakai sesuatu
berwarna kuning di dahinya. ”Apa ini?” tanya
saya.

“Itu penolak sawan,” kata istri. Sawan
artinya pengaruh buruk. Ternyata pagi harinya
istri saya menghentikan mbakyu penjual jamu
gendongan dan memesan empon-empon
penolak sawan. Sebagian sudah dipakai,
sebagian disimpan di kulkas. Itu pasti ilmu
yang dibawanya dari rumah orang tuanya.
“Ini tidak boleh,” kata saya.
“Kenapa?”
“Takhayul.”
“Takhayul atau bukan, pokoknya anak

tertidur pulas.”

“Kalau hanya diberi empon-empon, kita
akan lupa sebab yang sesungguhnya.”
“Makanya kemudian kita ke dokter.”

Cerita pendek di atas merupakan cerita mengenai pengalaman
hidup seseorang “saya”. Penulis memosisikan sebagai orang
pertama dalam menceritakan sesuatu yang dialami. Dalam cerita
tersebut, “saya” mengungkapkan pengalaman hidupnya bersama
istri dan anaknya.

Beberapa unsur cerpen telah kalian ketahui, misalnya tema,
alur peristiwa, plot, latar, penokohan, dan gaya bahasa. Dari cerpen
di atas, dapat kalian soroti beberapa unsur pentingnya saja, seperti
berikut.
1.Tema

Tema cerpen di atas adalah tentang pemahaman pengeta-
huan keagamaan dan kebiasaan atau budaya masyarakat
yang sulit diubah. Pengarang melukiskan suatu sudut
kehidupan kota, sementara kehidupan dan budaya desa
masih dirindukan.

Pelajaran 5 Kreativitas

115

2.Alur Peristiwa

Rangkaian peristiwa yang disajikan pengarang dimulai dari
peristiwa awal yang melukiskan pengalaman tokoh utama,
kemudian berangkai dengan peristiwa-peristiwa berikut-
nya, sehingga cerita menjadi utuh. Tokoh utama mengalami
seluruh peristiwa dari awal sampai pada akhir cerita.

3.Latar

Latar tempat cerpen di atas adalah suatu kota dengan
kehidupannya. Latar yang dilukiskan pengarang ditunjang
pula dengan latar waktu, latar suasana, dan latar sosial
atau sudut kehidupan.

Nah, sekarang kalian sudah mengetahui unsur-unsur yang
terdapat dalam cerpen. Kalian perlu mengingat unsur-unsur
tersebut dan menerapkannya ketika mengarang cerita pendek.
Mulailah dengan pengalaman atau peristiwa yang berkesan atau
pengetahuan yang sangat kalian kuasai. Kalian dapat mengambilnya
sebagai tema cerita.

Setelah mempersiapkan tema yang akan kalian tulis, supaya
kalian tidak lupa dalam mengembangkannya, buatlah dahulu konsep
tokoh-tokoh yang akan disajikan beserta karakternya. Kemudian
kalian siapkan konsep alur yang akan dikembangkan, apakah alur
maju, alur mundur, atau gabungan keduanya. Selain itu, tetapkan
pula latar yang akan diangkat dalam cerita itu, misalnya latar sosial
masyarakat pedesaan, perkotaan, atau yang lainnya. Setelah
persiapan itu dilakukan, mulailah menulis cerpen dengan
mengandalkan imajinasi dan kreativitas bertutur.
Menulis cerpen adalah sebuah proses kreatif. Oleh karena
itu, menulis cerpen tidak akan satu kali jadi. Mungkin saja konsep
awal sebuah cerpen sudah selesai, tapi memerlukan pengoreksian
ulang agar penataan unsur-unsur sastra dalam cerpen menarik.
Namun pada saat menulis cerpen, ketika menuangkan gagasan
dan imaji ke dalam bentuk tulisan, jangan disela dengan mengoreksi
diksi dan bahasa dahulu. Lakukan koreksi tersebut setelah cerpen
selesai ditulis supaya tidak mengganggu upaya untuk menuangkan
gagasan demi gagasan. Melalui gagasan dan sentuhan itulah
pengarang dapat menyampaikan pesan kepada pembaca.

Uji Kemampuan 4

Buatlah sebuah cerpen dengan mengembangkan imajinasimu
berdasarkan pengalamanmu atau peristiwa yang kamu alami.
Pilihlah kata-kata yang tepat agar cerpen enak dibaca dan tidak
membosankan. Tulislah di buku tugasmu.

Ingin Tahu?

Setiap pengalaman akan
membawa kesan dan
hikmah tersendiri bagi
pelakunya. Pengalaman
ada yang bersifat lahiriah
dan batiniah. Pengalaman
lahiriah diperoleh pelaku
secara fisik langsung de-
ngan mengalami peristi-
wa yang dialaminya.
Sementara pengalaman
batiniah biasanya dapat
diperoleh melalui perja-
lanan batiniah seseorang,
misalnya melalui memba-
ca buku, mendengarkan
cerita pengalaman orang
lain, menyaksikan
peristiwa yang berkesan,
dan lain sebagainya.
Semuanya itu merupakan
bahan atau bekal dalam
proses perenungan sese-
orang. Hasil perenungan
semacam ini seringkali
mengilhami para penulis/
sastrawan untuk mengha-
silkan karya-karyanya.

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 3

116

RANGKUMAN

1.Ciri-ciri syair meliputi satu bait terdiri
atas empat baris; tiap baris terdiri atas
empat kata; setiap baris terdiri atas
delapan sampai dengan dua belas suku
kata; berirama a-a-a-a; syair merupa-
kan satu kesatuan yang utuh. Unsur
syair meliputi tema, perasaan, nada,
dan amanat.
2.Pujian dan kritik memberikan manfaat
terhadap karya tersebut. Maka itu,
pujian dan kritik harus disampaikan
dengan baik dan disertai dengan alasan
yang masuk akal.

3.Dalam membaca sebuah indeks untuk
menemukan sebuah informasi diperlu-
kan konsentrasi dan ketelitian.
4.Dalam menulis sebuah cerpen ber-
dasarkan peristiwa yang dialami, perlu
menentukan unsur-unsur cerpen
terlebih dahulu. Selanjutnya, mengem-
bangkan cerpen berdasarkan unsur-
unsur tersebut dengan menambahkan
imajinasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->