P. 1
Tali Pusat

Tali Pusat

|Views: 105|Likes:
Published by Syahrunsyah

More info:

Published by: Syahrunsyah on Oct 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii, maka terbentuklah zigot. Zigot membelah secara mitosis menjadi dau, mepat, delapan, enam belas dan seterusnya. Pada saat 32 sel disebut morula. Di dalam morula terdapat rongga yang disebut blastosel yang berisi cairan yang dikeluarkan oleh tuba fallopii, bentuk ini disebut blastosit. Lapisan terluar blastosit disebut troboplas, yang merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon plasenta, sedangkan masa didalamnya disebut simpul embrio (embrionik klot) yang merupakan calon janin. Blastosit ini berjalan menuju uterus untuk mengadakan implantasi. Mesoderm connecting stalk yang juga memiliki kemampuan angiogenik, kemudian akan berkembang menjadi pembuluh darah dan connecting stalk tersebut akan menjadi tali pusat atau funiculus umbilicalis. Pada tahap awal perkembangan, rongga perut masih terlalu kecil untuk usus yang berkembang, sehingga sebagian usus terdesak ke dalam rongga selom ekstraembrional pada tali pusat. Pada sekitar akhir bulan ketiga, penonjolan lengkung usus (intestional loop) ini masuk kembali ke dalam rongga abdomen janin yang telah membesar. Kandung kuning telur (yolk-sac) dan tangkai kandung kuning telur (ductus vitellinus) yang terletak dalam rongga korion, yang juga tercakup dalam connecting stalk, juga tertutup bersamaan dengan proses semakin bersatunya amnion dengan korion. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Tali pusat atau funiculus umbilicalis adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama kehamilan menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin. Tetapi begitu bayi lahir, saluran ini sudah tak diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan diikat atau dijepit. ¥ Letak : Funiculus umbilicalis terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah umbilicus fetus dan berlanjut sebagai kulit fetus pada perbatasan tersebut. Funiculus umbicalis secara normal berinsersi di bagian tengah plasenta. ¥ Bentuk : Funiculus umbilicalis berbentuk seperti tali yang memanjang dari tengah plasenta sampai ke umbilicus fetus dan mempunyai sekitar 40 puntiran spiral. ¥ Ukuran : Pada saat aterm funiculus umbilicalis panjangnya 40-50 cm dan diameternya 1-2 cm. Hal ini cukup untuk kelahiran bayi tanpa menarik plasenta keluar dari rahim ibu. Tali pusat menjadi lebih panjang jika jumlah air ketuban pada kehamilan trimester pertama dan kedua relatif banyak, diserta dengan mobilitas bayi yang sering. Sebaliknya, jika oligohidromnion dan janin kurang gerak (pada kelainan motorik janin), maka umumnya tali pusat lebih pendek. Kerugian apabila tali pusat terlalu panjang adalah dapat terjadi lilitan di sekitar leher atau tubuh

¥ Jeli Wharton : Merupakan zat yang berkonsistensi lengket yang mengelilingi pembuluh darah pada funiculus umbilicalis.3 Fungsi Tali Pusat Fungsi tali pusat yaitu : ¥ Sebagai saluran yang menghubungkan antara plasenta dan bagian tubuh janin sehingga janin mendapat asupan oksigen. Jumlah jeli inilah yang menyebabkan funiculus umbilicalis menjadi tebal atau tipis. Ketiga pembuluh darah tersebut yaitu : . sehingga pemberian makanan yang kontinyu untuk janin dapat di jamin. Selain itu juga dapat membantu mencegah penekukan tali pusat. Jeli warthon ini akan mengembang jika terkena udara. tali pusat akhirnya hanya mengandung pembuluh darah umbilikal yang menghubungkan sirkulasi janin dengan plasenta.janin atau menjadi ikatan yang dapat menyebabkan oklusi pembuluh darah khususnya pada saat persalinan. ¥ Tiga pembuluh darah : Setelah struktur lengkung usus. Jeli Warthon merupakan subtansi seperti jeli. Jeli Warthon ini kadang-kadang terkumpul sebagai gempalan kecil dan membentuk simpul palsu di dalam funiculus umbilicalis. Ketiga pembuluh darah itu saling berpilin di dalam funiculus umbilicalis dan melanjutkan sebagai pembuluh darah kecil pada vili korion plasenta.2 Stuktur Tali Pusat ¥ Amnion : Menutupi funiculus umbicalis dan merupakan lanjutan amnion yang menutupi permukaan fetal plasenta. makanan dan antibodi dari ibu yang sebelumnya diterima terlebih dahulu oleh plasenta melalui vena umbilicalis. Kekuatan aliran darah (kurang lebih 400 ml/ menit) dalam tali pusat membantu mempertahankan tali pusat dalam posisi relatif lurus dan mencegah terbelitnya tali pusat tersebut ketika janin bergerak-gerak. Pada ujung fetal amnion melanjutkan diri dengan kulit yang menutupi abdomen.Satu vena umbilicalis membawa oksigen dan memberi nutrien ke sistem peredaran darah fetus dari darah maternal yang terletak di dalam spatium choriodeciduale. Jeli ini melindungi pembuluh darah tersebut terhadap kompresi. .4 Sirkulasi Tali Pusat . juga berasal dari mesoderm seperti halnya pembuluh darah. Baik kulit maupun membran amnion berasal dari ektoderm. 2.Dua arteri umbilicalis mengembalikan produk sisa (limbah) dari fetus ke plasenta dimana produk sisa tersebut diasimilasi ke dalam peredaran darah maternal untuk di ekskresikan. 2. ¥ Saluran pertukaran bahan-bahan kumuh seperti urea dan gas karbon dioksida yang akan meresap keluar melalui arteri umbilicalis. yolk sack dan duktus vitellinus menghilang. 2.

Darah yang kaya dengan oksigen dan nutrien ini dibawa melalui vena umbilicalis yang terdapat di dalam tali pusat ke fetus.Fetus yang sedang membesar di dalam uterus ibu mempunyai dua keperluan yang sangat penting dan harus dipenuhi. Endometrium pada uterus adalah kaya dengan aliran darah ibu. air. yaitu bekalan oksigen dan nutrien serta penyingkiran bahan kumuh yang dihasilkan oleh sel-selnya. Sebaliknya. asid amino. Jika keperluan ini tidak dapat dipenuhi. Dengan cara ini. garam mineral. Di dalarn vilus terdapat jaringan kapilari darah fetus. Struktur yang bertanggung jawab untuk memenuhi keperluan fetus ialah plasenta. Pertukaran oksigen. darah yang sampai ke vilus dari fetus melalui arteri umbilicalis dalam tali pusat mengandungi bahan kumuh seperti karbon dioksida dan urea. glukosa. yaitu endometrium. dan antibodi dari darah ibu perlu menembus membran ini dan memasuki kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus. Bahan kumuh ini akan meresap merentas membran dan memasuki darah ibu yang terdapat di sekeliling vilus. Plasenta yang terdiri daripada tisu fetus dan tisu ibu terbentuk dengan lengkapnya pada ujung minggu yang ke-16 kehamilan. antibodi dari darah ibu juga meresap ke dalarn darah fetus melalui plasenta. fetus akan menghadapi masalah dan mungkin maut. keperluan bayi dapat dipenuhi. Oksigen. tetapi kedua-dua darah tidak bercampur kerana dipisahkan oleh suatu membran. Antibodi ini melindungi fetus dan bayi yang dilahirkan daripada jangkitan penyakit. vitamin. hormon. lipid. dan bahan kumuh lazimnya berlaku melalui proses resapan. . Walaupun darah ibu dan darah fetus dalam vilus adalah begitu rapat. Gambar 1.1 Letak janin dalam kandungan ibu Pada plasenta banyak terdapat unjuran seperti ―Jari‖ atau vilus tumbuh dari membran yang menyelimuti fetus dan menembusi dinding uterus. nutrien. Selain oksigen dan nutrien.

Gambar 1. tetapi tali pusat dapat terputus bila dilakukan tarikan pada penanganan aktif di kala tiga persalinan. (JNPKR.5 Kelainan Letak Tali Pusat Tali pusat secara normal berinsersi di bagian sentral ke dalam permukaan fetal plasenta. tidak berbahaya untuk janin. karena jika tidak dirawat maka dapat menyebabkan terjadinya infeksi. d) Memegang tali pusat diantara 2 klem menggunakan tangan kiri.2 Sirkulasi pada tali pusat pada janin 2. Sisa potongan tali pusat pada bayi inilah yang harus dirawat. memotong tali pusat diantara kedua klem. ada beberapa yang memiliki kelainan letak seperti : 1. Kondisi ini tidak bermasalah kecuali sambungannya rapuh. 2. Namun. Insersi tali pusat Battledore ® Pada kasus ini tali pusat terhubung ke palin pinggir plasenta seperti bentuk bet tenis meja. dengan perlindungan jari-jari tangan kiri. Bila letak plasenta normal. c) Melakukan urutan pada tali pusat kearah ibu dan memasang klem kedua 2 cm dari klem pertama. . Pembuluh darah umbilikus melewati membran mulai dari tali pusat ke plasenta. Insersi tali pusat Velamentous ® Tali pusat berinsersi ke dalam membran agak jauh dari pinggir plasenta. 2. membungkus kepala dan badan bayi kecuali tali pusat.6 Pemotongan Tali Pusat FILM PEMOTONGAN TALI PUSAT Pemotongan tali pusat menurut standar asuhan persalinan normal pada langkah ke 26 sampai dengan 28 berikut ini : a) Segera mengeringkan bayi. Depkes RI. b) Menjepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari umbilikus bayi. 2004).

bakteri Escheseria colli juga sering dijumpai berkoloni pada tali pusat. Akan tetapi pada beberapa Negara berkembang masih sering dijumpai terjadinya infeksi tali pusat walaupun antiseptic jenis baru telah diperkenalkan. Perawatan tali pusat tersebut sebenarnya juga sederhana. Sisa potongan tali pusat menjadi sebab utama terjadinya infeksi pada bayi baru lahir.8 Perawatan Tali Pusat Perawatan adalah proses perbuatan. 1997). Pada proses pemisahan secara normal jaringan yang tertinggal sangat sedikit. Kondisi ini dapat dicegah dengan membiarkan tali pusat kering dan bersih. cara merawat.7 Fisiologi Lepasnya Tali Pusat Perawatan tali pusat secara intensif diperkenalkan pada tahun 1950an sampai dengan tahun 1960an dimana pada saat itu angka infeksi pada proses kebidanan sangat tinggi. 2. pendarahan pada tali pusat juga dapat berakibat fatal. Tali pusat yang menempel pada pusat bayi lama kelamaan akan kering dan terlepas. Peralatan yang digunakan dalam pemotongan tali pusat juga sangat berpengaruh dalam timbulnya penyulit pada tali pusat.Gambar 1. Hal yang paling terpenting dalam membersihkan tali pusat adalah : . Akan tetapi pendarahan dapat dicegah dengan melakukan penjepitan tali pusat dengan kuat dan pencegahan infeksi. penyelenggaraan (Kamisa. Pada bayi yang dirawat di rumah sakit bakteri Streptococcus aureus adalah bakteri yang sering dijumpai yang berasal dari sentuhan perawat bayi yang tidak steril. Pemisahan yang terjadi antara pusat dan tali pusat dapat disebabkan oleh keringnya tali pusat atau diakibatkan oleh terjadinya inflamasi karena terjadi infeksi bakteri. pemeliharaan. Selain Streptococcus aerus. Saat dipotong tali pusat terlepas dari suply darah dari ibu. Jaringan pada sisa tali pusat dapat dijadikan tempat koloni oleh bakteri terutama jika dibiarkan lembab dan kotor. Selain infeksi. Pengeringan dan pemisahan tali pusat sangat dipengaruhi oleh aliran udara yang mengenainya. Pengetahuan tentang faktor yang menyebabkan terjadinya kolonisasi bakteri pada tali pusat sampai saat ini belum diketahui pasti. sedangkan pemisahan yang diakibatkan oleh infeksi masih menyisakan jaringan dalam jumlah banyak yang disertai dengan timbulnya abdomen pada kulit. Tali pusat dijadikan tempat koloni bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar.3 Tali pusat pada BBL yang sedang di klem 2.

daun-daunan. bayi demam tanpa sebab yang jelas maka kondisi tersebut menandakan munculnya penyulit pada neonatus yang disebabkan oleh tali pusat.menerus. atau setelah dipotong tali pusat dibubuhi abu. bukan atasnya. Alasannya. atau adanya tanda-tanda infeksi. Kalaupun terpaksa ditutup tutup atau ikat dengan longgar pada bagian atas tali pusat dengan kain kasa steril. Tali pusat harus dibersihkan sedikitnya dua kali dalam sehari. 2. sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara dicelupkan ke dalam air. Cukup dilap saja dengan air hangat. Bila tali pusat belum juga puput setelah 4 minggu. Pastikan bagian pangkal tali pusat dapat terkena udara dengan leluasa. o Selalu cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum membersihkan tali pusat. minyak. Timbulnya infeksi pada tali pusat ® disebabkan karena tindakan atau perawatan yang tidak memenuhi syarat kebersihan. Bagian yang harus selalu dibersihkan adalah pangkal tali pusat. pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya berwarna merah. kopi dan sebagainya. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Lamanya Lepasnya Tali Pusat Lepasnya tali pusat dipengaruhi oleh beberapa ha diantaranya adalah : 1. Untuk membersihkan pangkal ini. seperti. Anda harus sedikit mengangkat (bukan menarik) tali pusat. ada darah yang keluar terus. 2. keluar cairan yang berbau. biasanya sebelum ke luar dari rumah sakit atau dalam waktu dua puluh empat jam hingga empat puluh delapan jam setelah lahir. o Selama belum tali pusatnya puput. Sisa tali pusat yang masih menempel di perut bayi (umbilical stump). o Tali pusat juga tidak boleh ditutup rapat dengan apapun. karena akan membuatnya menjadi lembab.9 Lama waktu Terlepasnya Tali Pusat Tali pusat orok berwarna kebiru-biruan dan panjang sekitar 2. Tali pusat sebaiknya dibiarkan lepas dengan sendirinya.5 – 5 cm segera setelah dipotong. juga menimbulkan resiko infeksi. Penjepit tali pusat digunakan untuk menghentikan perdarahan. Selain memperlambat puputnya tali pusat. tanah. untuk menjaga tali pusat tetap kering. misalnya pemotongan tali pusat dengan bambu/ gunting yang tidak steril. Cara perawatan tali pusat ® penelitian menunjukkan bahwa tali pusat yang dibersihkan dengan air dan sabun cenderung lebih cepat puput (lepas) daripada tali pusat yang dibersihkan dengan alkohol. . akan mengering dan biasanya akan terlepas sendiri dalam waktu 1-3 minggu. meskipun ada juga yang baru lepas setelah 4 minggu. Penjepit tali pusat ini dibuang ketika tali pusat sudah kering.o Pastikan tali pusat dan area sekelilingnya selalu bersih dan kering. Jangan memegang-megang atau bahkan menariknya.

tiap bayi mempunyai panjang tali pusat berbeda-beda. ý Penyebab Adanya lilitan tali pusat di leher dalam kehamilan menurutnya. Tapi kenyataannya ada janin meninggal saat persalinan karena terlilit tali pusat. . Namun. Kemungkinan sebab lilitan tali pusat pada janin : ü Usia kehamilan ® Kematian bayi pada trimester pertama atau kedua sering disebabkan karena puntiran tali pusat secara berulang-ulang ke satu arah. Hal tersebut menyebabkan kompresi tali pusat sehingga janin mengalami kekurangan oksigen. suplai darah yang mengandung oksigen dan zat makanan ke janin akan berkurang. karena tindakan atau perawatan yang tidak memenuhi syarat kebersihan. Namun dalam proses persalinan dimana mulai timbul kontraksi rahim dan kepala janin mulai turun dan memasuki rongga panggul.5% persalinan dan hanya 0. Kondisi sanitasi lingkungan sekitar neonatus ® Spora C. Karena dalam usia kehamilan tersebut umumnya bayi masih bergerak dengan bebas. Lilitan tali pusat di leher dijumpai pada sekitar 20% dari persalinan normal.2% kejadian lilitan tali pusat tiga kali di leher. Kelembaban tali pusat ® tali pusat juga tidak boleh ditutup rapat dengan apapun. Panjang tali pusat bayi rata-rata 50 sampai 60 cm. selama sirkulasi darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tidak terhambat. yaitu: · Pada bayi dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu. Akibatnya. tetani yang masuk melalui luka tali pusat. juga menimbulkan resiko infeksi. ü Panjangnya tali pusat ® dapat menyebabkan bayi terlilit. ý Tanda-Tanda Bayi Terlilit Tali Pusat : Beberapa hal yang menandai bayi terlilit tali pusat. dijumpai pada 2. Selain memperlambat puputnya tali pusat. yang mengakibatkan janin menjadi sesak atau hipoksia. 3. karena akan membuatnya menjadi lembab. pada umumnya tidak menimbulkan masalah.0 Lilitan tali pusat pada janin Janin terlilit tali pusat. SpOG sebenarnya lilitan tali pusat di leher tidak selalu membahayakan janin. 4. maka lilitan tali pusat menjadi semakin erat dan menyebabkan penekanan atau kompresi pada pembuluh-pembuluh darah tali pusat. Nining Haniyanti. Ini mengakibatkan arus darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tersumbat total. Menurut Dr.3. Panjang pendeknya tali pusat tidak berpengaruh terhadap kesehatan bayi. Sedangkan lilitan tali pusat dua kali di leher. namun bagian terendah janin (kepala atau bokong) belum memasuki pintu atas panggul perlu dicurigai adanya lilitan tali pusat. sebenarnya tidak begitu membahayakan. ü Polihidramnion kemungkinan bayi terlilit tali pusat semakin meningkat.

Darah yang dibawa dari fetus ke vilus melalui arteri tali pusat pula mengandungi bahan kumuh seperti karbon dioksida dan urea. kita dapat lebih memastikan tali pusat tersebut melilit atau tidak di leher janin. Tiga pembuluh darah (satu vena umbilicalis dan dua arteri umbilicalis). Namun. Jeli Wharton. Ukuran : Pada saat aterm funiculus umbilicalis panjangnya 40-50 cm dan diameternya 1-2 cm. Namun. Apalagi untuk menilai erat atau tidaknya lilitan. Sebenarnya bantuan USG. maka harus segera diambil keputusan yang tepat untuk tetap melanjutkan proses persalinan yaitu dengan memberikan oksigen pada ibu dalam posisi miring. Namun. tidak dapat dipastikan sepenuhnya bahwa tali pusat tersebut melilit leher janin atau tidak. · Dalam proses persalinan pada bayi dengan lilitan tali pusat yang erat. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Tali pusat atau funiculus umbilicalis adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. bila persalinan masih akan berlangsung lama dan detak jantung janin semakin lambat (bradikardia). Dapat saja tali pusat tersebut hanya berjalan di samping leher bayi. ý Penatalaksaan Jika bayi terlilit tali pusat. persalinan harus segera diakhiri dengan tindakan operasi Cesar. ¥ Stuktur Tali Pusat yaitu : Amnion. Bentuk : Funiculus umbilicalis berbentuk seperti tali yang memanjang dari tengah plasenta sampai ke umbilicus fetus dan mempunyai sekitar 40 puntiran spiral. Bahan kumuh ini harus . serta menilai erat tidaknya lilitan tersebut tegasnya. dengan USG berwarna (collor dopper) atau USG 3 dimensi. · Dalam kehamilan dengan pemeriksaan USG khususnya color doppler dan USG 3 dimensi dapat dipastikan adanya lilitan tali pusat. umumnya dapat dijumpai dengan tanda penurunan detak jantung janin di bawah normal.· Pada janin letak sungsang atau lintang yang menetap meskipun telah dilakukan usaha untuk memutar janin (Versi luar/knee chest position) perlu dicurigai pula adanya lilitan tali pusat. hanya dapat melihat adanya gambaran tali pusat di sekitar leher. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama kehamilan menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin. ¥ Letak : Funiculus umbilicalis terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah umbilicus fetus dan berlanjut sebagai kulit fetus pada perbatasan tersebut. terutama pada saat kontraksi rahim. ¥ Sirkulasi tali pusat yaitu Darah yang dibawa ke fetus melalui vena tali pusat mengandungi oksigen dan nutrien.

ada beberapa yang memiliki kelainan letak seperti : Insersi tali pusat Battledore dan Insersi tali pusat Velamentous. 2004). Namun. ¥ Kelainan Letak Tali Pusat.disingkirkan. darah yang sampai ke vilus dari fetus melalui arteri dalam tali pusat mengandungi bahan kumuh seperti karbon dioksida dan urea. Sebaliknya. dengan perlindungan jari-jari tangan kiri. sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara dicelupkan ke dalam air. . Tali pusat secara normal berinsersi di bagian sentral ke dalam permukaan fetal plasenta. ¥ Pemotongan tali pusat menurut standar asuhan persalinan normal pada langkah ke 26 sampai dengan 28 berikut ini : a) Segera mengeringkan bayi. d) Memegang tali pusat diantara 2 klem menggunakan tangan kiri. c) Melakukan urutan pada tali pusat kearah ibu dan memasang klem kedua 2 cm dari klem pertama. Darah ibu yang sampai ke plasenta melalui arteri umbilicalis mengandungi nutrien dan oksigen. Saluran pertukaran bahan-bahan kumuh seperti urea dan gas karbon dioksida yang akan meresap keluar melalui arteri umbilicalis. ¥ Lama waktu Terlepasnya Tali Pusat. (JNPKR. Sisa tali pusat yang masih menempel di perut bayi (umbilical stump). memotong tali pusat diantara kedua klem. karena akan membuatnya menjadi lembab. Darah yang kaya dengan oksigen dan nutrien ini dibawa melalui vena yang terdapat di dalam tali pusat ke fetus. Depkes RI. b) Menjepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari umbilikus bayi. meskipun ada juga yang baru lepas setelah 4 minggu. o Selalu cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum membersihkan tali pusat. o Tali pusat juga tidak boleh ditutup rapat dengan apapun. ¥ Perawatan Tali Pusat Hal yang paling terpenting dalam membersihkan tali pusat adalah : o Pastikan tali pusat dan area sekelilingnya selalu bersih dan kering. makanan dan antibodi dari ibu yang sebelumnya diterima terlebih dahulu oleh plasenta melalui vena umbilicalis. ¥ Fungsi tali pusat yaitu : Sebagai saluran yang menghubungkan antara plasenta dan bagian tubuh janin sehingga janin mendapat asupan oksigen. membungkus kepala dan badan bayi kecuali tali pusat. akan mengering dan biasanya akan terlepas sendiri dalam waktu 1-3 minggu. o Selama belum tali pusatnya puput.

Janin terlilit tali pusat. Timbulnya infeksi pada tali pusat 2. Jakarta : EGC. Henderson. ‖ Konsep Kebidanan ―.5% persalinan dan hanya 0.Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Lamanya Lepasnya Tali Pusat Lepasnya tali pusat dipengaruhi oleh beberapa ha diantaranya adalah : 1. 2005. etc. Panjangnya tali pusat. Tapi kenyataannya ada janin meninggal saat persalinan karena terlilit tali pusat. .2% kejadian lilitan tali pusat tiga kali di leher.Pada janin letak sungsang atau lintang yang menetap. A Goeslan. 1990. Jakarta : EGC. ‖ Ilmu Kebidanan ―. Farrer Helen. Jakarta : Balai Pustaka. Kelembaban tali pusat 4. Polihidramnion. Lilitan tali pusat di leher dijumpai pada sekitar 20% dari persalinan normal. . . Jakarta : EGC. Kondisi sanitasi lingkungan sekitar neonatus ¥ Lilitan tali pusat pada janin. . o Tanda-Tanda Bayi Terlilit Tali Pusat : . namun bagian terendah janin (kepala atau bokong) belum memasuki pintu atas panggul perlu dicurigai adanya lilitan tali pusat. S. DAFTAR PUSTAKA Gary F Cunningham. Sedangkan lilitan tali pusat dua kali di leher. Cara perawatan tali pusat 3.Pada bayi dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu.Dalam kehamilan dengan pemeriksaan USG khususnya color doppler dan USG 3 dimensi dapat dipastikan adanya lilitan tali pusat.Dalam proses persalinan pada bayi dengan lilitan tali pusat yang erat. o Penyebab ® Usia kehamilan. dijumpai pada 2. sebenarnya tidak begitu membahayakan. ‖ Obstetri Williams ―. Christine. Namun. 2005. persalinan harus segera diakhiri dengan tindakan operasi Cesar. bila persalinan masih akan berlangsung lama dan detak jantung janin semakin lambat (bradikardia). ‖ Perawatan Maternitas ―. 1999. o Penatalaksaan ® memberikan oksigen pada ibu dalam posisi miring.

http://www. ‖ Sinopsis Obsetri ―. ‖ Anatomi & Fisiologi Terapan dalam Kebidanan ―. etc.co. ‖ Asuhan Kebidanan Antenatal ―. ‖ Asuhan Kebidanan Antenatal ―. Tali Pusat.kompas. etc. Selaput Janin dan Cairan Amnion ―. Jakarta : EGC. Update : Monday. Noroyono Wibowo. 2006. Mochtar Rustam. Penulis : Evy Rachmawati.Salmah.htm.id/ver1/Kesehat…/17/085333. Jakarta : FKUI. Penulis : Evy . Jakarta :EGC. 07 Feb 2005 Pukul 14:10:00 WIB. 2008. Jakarta : EGC. Tabloid Ibu Anak. 1997.htm. ———. Bari Abdul Saifuddin. Kuliah Obstetri Ginekologi. 2006.co. ‖ Mother And Baby ―.id/ver1/Kesehat…/17/085333. Jakarta : EGC. Salmah. Verralls Sylvia.kompas. 1998. ‖ Plasenta. ‖ Keajaiban dari Darah Tali Pusat ―. http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->