PROPOSAL SKRIPSI PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN

KEWARGANEGARAAN (PKn). I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Orang tua adalah komponen keluarga yang di dalamnya terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga kecil. Kedudukan dan fungsi suatu keluarga dalam kehidupan manusia sangatlah penting. Keluarga pada hakekatnya merupakan wadah pembentukan sifat masing-masing dari anggotanya, terutama pada anak-anak yang masih berada dalam bimbingan dan tanggung jawab orang tuanya. Swhingga orang tua merupakan dasar pertama dalam pembentukan pribadi anak. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti menumbuhkembangkan totalitas potensi anak secara wajar. Potensi jasmaniah anak diupayakan pertumbuhannya secara wajar melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmani, seperti pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Sedangkan potensi rohaniah anak diupayakan pengembangannya secara wajar melalui usaha pembinaan intelektual, perasaan dan budi pekerti. Upaya- upaya tersebut dapat terwujud apabila di dukung dengan pola pengasuhan orang tua yang tepat. Menurut Stewart dan Koch (1983: 178) mengatakan bahwa pola asuh pada orang tua ada tiga macam yaitu pola asuh Otoriter, pola asuh demokratis dan pola asuh permisif. Pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak- anaknya tidak hanya berpengaruh pada perilaku si anak melainkan akan berpengaruh pula pada prestasi belajarnya. Menurut W.J.S Purwadarrninto ( 1987: 767 ) rnenyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik - baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal - hal yang dikerjakan atau dilakukan. Bila berbicara tentang prestasi belajar maka tidak jauh hubungannya dengan lingkungan sekolah. Sekolah adalah sebuah konsep yang mempunyai makna ganda (Adiwikarto, 1988: 81). Pertama, sekolah berarti suatu bangunan atau lingkungan fisik dengan segala perlengkapannya yang merupakan tempat untuk menyelenggarakan proses pendidikan tertentu bagi kelompok manusia tertentu. Kedua, sekolah berarti suatu kegiatan atau proses belajar mengajar. Lingkungan sekolah merupakan lingkugan kedua yang juga berpengaruh dalam menentukan prestasi belajar pada siswa Sekolah dirancang untuk melaksanakan pembimbingan dalam sebagian perkembangan hidup manusia. Sekolah melanjutkan proses sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu dalam keluarga dan lingkungan sekitar rumah tangga, dan menyiapkan anak untuk memasuki tahapan hidup selanjutnya. Di sekolah guru mengajarkan berbagai pengetahuan yang belum di dapatkan oleh anak. Pengetahuan tersebut digolong- golongkan kedalam bentuk mata pelajaran misalnya PKn, Matematika, Ips, Ipa, Bahasa Indonesia,dan masih banyak lainnya. Mata pelajaran Pendidikan kewarganegaran merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak- hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh pancasila dan UUD 1945. Sehingga anak dapat mengetahui halhal yang diperbolehkan dan tidak dalam melakukan sesuatu. Dengan demikian pola asuh yang diciptakan di lingkungan keluarga dengan pendidikan dilingkungan sekolah terutama dalam mata pelajaran PKn saling mempengaruhi pada diri anak dalam mencapai prestasi belajar pada anak demi masa depannya kelak, yang mana pada pelajaran ini ada kaitannya dengan segala bentuk tingkah laku anak. Dari sinilah penulis mengangkat penelitian yang berkaitan

Manfaat tersebut tidak lain proses pembelajaran dapat berjalan dengan tepat waktu. Manfaat Teoitis Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Anak di sekolah” sehingga dapat dijadikan wahana untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan dalam mendidik anak.5 Tujuan Penelitian Dalam penelitian terdapat tujuan.anaknya di SD Pilang 1 Kecamatan Randublatung. anak dapat bebas bertanya dan mengungkapkan perasaan kepada orang tuanya. Randublatung.4 Rumusan Masalah Berdasarkan dari latar belakang yang ada maka dapat diperoleh rumusan masalah. selain itu tidak ada pembatas antara orang tua dan anak dalam keluarga (terjalin komunikasi yang baik antara orang tua dan anak). Kabupaten Blora.anak? 1.Bagi guru Pola asuh orang tua juga dapat memberi manfaat guru ketika anak ada dalam pengawasan di sekolah.dengan pola asuh orang tua guna mengetahui apakah ada pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar anak pada mata pelajaran PKn. 1. otoriter.3 Pembatasan Masalah Adapun batasan masalah yang penulis sajikan dalam penelitian ini mengenai Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Anak pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 1. Misalnya anak akan jauh lebih mandiri saat belajar. 4) Apa saja faktor yang mempengaruhi prestasi belajar? 5) Apakah Pola Asuh yang di berikan orangtua mempengaruhi prestasi belajar pada anak? 6) Pola asuh yang mana yang sesuai dan layak diberikan kepada anak. b. Kab. Blora”. serta yang paling utama anak lebih bertanggung jawab dalam kemajuan prestasinya di sekolah. 1.tujuan tertentu yang diharapkan oleh peneliti. Anak dapat belajar dengan nyaman di rumah. orang tua paham dan sadar akan pentingnya pola asuh bagi seorang anak dalam membantu tercapainya prestasi belajar pada anak. Adapun tujuan dari diadakannya penelitian ini tidak lain adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara pola asuh orangtua terhadap prestasi belajar anak di sekolah terutama di Sd Pilang 1 Kec.Bagi orang tua Dengan penerapan pola asuh yang sesuai. anak juga dapat berlatih bertanggung jawab atas perilaku yang akan dan sudah dilakukan. . mempermudah .Bagi anak Penerapan pola asuh orang tua yang sesuai terhadap anak dapat memberikan manfaat bagi anak.2 Identifikasi Masalah Adapun identifikasi masalah yang dapat di ambil dari latar belakang diatas adalah sebagai berikut: 1) Apakah yang dimaksud dengan Pola Asuh ? 2) Ada berapa macamkah Pola Asuh yang diterapkan oleh orangtua? 3) Apa yang dimaksud dengan pola asuh demokratis. Manfaat Praktis . dan juga permisif itu. Adapun rumusan masalah yang dapat diambil yaitu ”Apakah ada pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar anak. . Khususnya orang tua yang menyekolahkan anak. 1.6 Manfaat Penelitian a.

tidak akan diajak bicara atau bahkan dicubit. dan mengarahkan putra-putrinya. anak beradaptasi dengan lingkungannya dan mengenal dunia sekitarnya serta pola pergaulan hidup yang berlaku di lingkungannya. karena setiap masing. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik. dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Hakikat Pola Asuh Orang Tua a.1 Kajian Teori 1. Menurut Darling (2003. suka menghukum.macam Pola Asuh Orang Tua Anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan orang tua.1) pola asuh orang tua adalah daya upaya ortu dalam memainkan aturan secara luas di dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. orang tua tidak mendorong serta memberi kesempatan kepada anak untuk mandiri dan jarang memberi pujian. Menurut Stewart dan Koch (1983: 178) terdiri dari tiga kecenderungan pola asuh orang tua yaitu: Pola asuh otoriter. orang tua cenderung menggunakan pola asuh tertentu.guru dalam mengawasi perkembangan prestasi belajar anak disekolah dan guru juga dapat lebih mengenal tabiat anak didiknya. orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter mempunyai ciri kaku. Pengertian Pola Asuh Keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama dimana anak dapat berinteraksi. Dalam mengasuh anaknya. Sikap tersebut tercermin dalam pola pengasuhan kepada anaknya yang berbeda-beda.Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara orang tua dengan anak. Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Menurut Stewart dan Koch (1983: 203). kurang ada kasih sayang serta simpatik. b. II.sama untuk mempengaruhi pembentukan karakter anak. Selama proses pengasuhan orang itualah yang memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak. dan Pola asuh permisif. misalnya kalau tidak mau makan. Berk (2000) dalam socialization with in the family (Anonim. Pola asuh demokartis. orang tua juga diwarnai oleh sikap-sikap tertentu dalam memelihara.masing orang tua mempunyai pola pengasuhan tertentu yang beda pula. hak anak dibatasi tetapi dituntut . Pengasuhan ini berarti orang tua mendidik. membimbing. Ketiga pola asuh orang tua tersebut dapat dijelaskan seperti di bawah ini: 1) Pola asuh otoriter. mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat. 2003. Dalam mengasuh anaknya orang tua dipengaruhi oleh budaya yang ada di lingkungannya.bentuk perilaku sosial tertentu pada anaknya. Kajian Pustaka 2. Macam. orang tua memaksa anak-anak untuk patuh pada nilai-nilai mereka serta mencoba membentuk lingkah laku sesuai dengan tingkah lakunya serta cenderung mengekang keinginan anak. Penggunaan pola asuh tertentu ini memberikan sumbangan dalam mewarnai perkembangan terhadap bentuk. Di samping itu. Melalui orang tua. Kadangkala disertai dengan ancaman.1) mendefinisikan pengasuhan orang tua adalah aktivitas komplek termasuk banyak perilaku spesifik yang dikerjakan secara individu dan bersama. Pengaruh keluarga dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian sangatlah besar artinya. tegas. membimbing. Yaitu pola asuh yang menetapkan standar mutlak yang harus dituruti.

1986: 80) dari hasil penelitiannya menemukan bahwa teknikteknik asuhan orang tua yang demokratis akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri maupun mendorong tindakan-tindakan mandiri membuat keputusan sendiri akan berakibat munculnya tingkah laku mandiri yang bertanggung jawab. Yang mana prestasi tersebut merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Orang tua seperti itu akan membuat anak tidak percaya diri. Menurut Stewart dan Koch (1983: 225) menyatakan bahwa Orang tua yang mempunyai pola asuh permisif cenderung selalu memberikan kebebasan pada anak tanpa memberikan kontrol sama sekali. dan Anak diberi kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri dan orang tua tidak banyak mengatur anaknya. 3) Pola Asuh permitif Tipe ini kerap memberikan pengawasan yang sangat longgar. penakut. menurut Sutari Imam Barnadib (1986: 24) dikatakan bahwa orang tua yang otoriter tidak memberikan hak anaknya untuk mengemukakan pendapat serta mengutarakan perasaan-perasaannya. kepribadian lemah dan seringkali menarik diri dari lingkungan sosialnya. tidak patuh. memegang kekuasaaan tertinggi serta mengharuskan anak patuh pada perintah-perintah orangtua. tertutup. tidak berinisiatif. segala tingkah laku anak dikontrol dengan ketat. suka melanggar norma. Mereka bersikap realistis terhadap kemampuan anak dan tidak berharap berlebihan. Anak dituntut atau sedikit sekali dituntut untuk suatu tangung jawab tetapi mempunyai hak yang sama seperti orang dewasa. mudah bergaul. Hasilnya anak-anak menjadi mandiri. .S Winkel Purwadarmtinto berbicara bahwa “ prestasi adalah hasil yang dicapai “. pendiam. Sementara itu. 2. Orang tua tipe ini memberikan kasih sayang berlebihan. Prestasi belajar a)Pengertian prestasi Menurut Adi Negoro. Dalam penelitian Walters (dalam Lindgren 1976: 306) ditemukan bahwa orang yang otoriter cenderung memberi hukuman terutama hukuman fisik. bersikap menunggu dan tak dapat merencakan sesuatu. Karakter anak menjadi impulsif.tanggung jawab seperti anak dewasa. dengan berbagai cara. Sedangkan menurut Sri Mulyani Martaniah (1964: 16) orang tua adalah : orang tua amat berkuasa terhadap anak.J. manja. mau menang sendiri. kurang mandiri. Orang tua mendasarkan tindakannya pada rasio. prestasi adalah segala jenis pekerjaan yang berhasil dan prestasi itu rnenunjukkan kecakapan suatu bangsa. mampu menghadapi stres. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Berdasarkan pendapat diatas. yaitu pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak tetapi tidak ragu untuk mengendalikan mereka pula. 2) Pola asuh Demokratis. Sedang menurut W. gemar menentang. Baumrind & Black (dalam Hanna Wijaya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Prestasi merupakan hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. dapat disimpulkan hahwa prestasi adalah segala usaha yang dicapai manusia secara maksimal dengan hasil yang memuaskan. Pola asuh seperti ini kasih sayangnya cenderung stabil atau pola asuh bersikap rasional. kurang percaya diri dan kurang matang secara sosial. Cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak. berminat terhadap halhal baru dan bisa bekerjasama dengan orang lain.

Sehubungan dengan prestasi belajar.b) Pengertian belajar Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan.blogspot. Oleh karena itu. masyarakat dan sebagainya. Faktor intern . Berdasarkan pengertian diatas. Bimbingan dan peranan orang tua sangatlah diperlukan. Adapun faktor. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.factor yang mempengaruhi prestasi adalah sebagai berikut: a. Hasil evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. (dalam http://andysapta. Sedang menurut pengertian secara psikologis. Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Prestasi belajar yang dicapai oleh anak disekolah merupakan suatu kebanggaan bagi anak dan juga orang tua. Faktor. Jadi belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.anak mereka. karena kegiatan belajar merupakan proses.faktor yang mempengaruhi Prestasi Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan.sehingga para orang tua kesulitan waktu dalam membimbing anak. c) Pengertian prestasi belajar. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. sekolah.faktor yang mempengaruhi tersebut antara lain adalah faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern). maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. sikap. maka dapat diketahui bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimiliki siswa dalam menerima. khususnya anak usia SD. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern).com) Mutubin syah (1996) yang mengatakan bahwa belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. d) Faktor . orang tua dirasa perlu memberikan bimbingan belajar di rumah. kebiasaan. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. dan kepandaian. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Tetapi hal tersebut sering sulit dilakukan karena terbentur kesulitan waktu karena banyak orang tua yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

minat. demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara Indonesia. sehingga orang tua harus dapat memilih pola pengasuhan yang tepat bagi anak agar tidak menyesal. . Pengaruh lingkungan pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Begitu juga dalam menerapkan pola pengasuhan pada anak. keadaan keluarga. Sehingga dapat dikatakan bahwa mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) khususnya di sekolah dasar merupakan pelajaran yang sangat penting dan mendalam bagi anak-anak. bakat. yang mana akan berdampak buruk pada masa depan anak kelak.2 Penelitian yang relevan Abdul ghofur mengatakan bahwa pola asuh orangtua mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan bagaimana bentuk pribadi anak dimasa depan. 3. adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu berhubungan dengan kecedersan/intelegensi. Dari sinilah penyaji tertarik mengangkat mata pelajaran PKn sebagai mata pelajaran yang dijadikan objek penelitian.nilai kehidupan serta norma. lingkungan sekolah dajuga lingkungan sekitarnya dan sebagainya. apektif dan psikomotorik. Selain hal tersebut pendidikan kewarganegaraan pada hakikatnya adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara.sungguh dalam menanamkan nilai.norma yang baik kepada anak melalui pola asuh yang baik dan benar. Pendidikan hendaknya dipandang sebagai proses pengembangan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik secara integral yang meliputi ranah kognitif. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Prestasi Belajar. terampil. Tugas orang tua ialah membantu anak dalam menyiapkan masa depannya. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Penyeragaman dan gaya indoktrinasi dalam pendidikan merupakan teknik usang dalam mendidik yang harus ditinggalkan. Yang mana pada mata pelajaran ini ada hubungannya dengan pengaruh orangtua terhadap anak dengan prestasi belajarnya. Dalam hal ini menyangkut tingkah laku dan moral anak dalam kehidupan bermasyarakat.dan sebaliknya apabila Pola pengasuhan orang tua yang di ciptakan pada anak tidak baik maka akan berpengaruh buruk pula pada prestasi belajar anak. b. dan juga motivasi. 4. Waktu pendidikan di sekolah yang relatif singkat tidak membantu banyak dalam menyelesaikan masalah dalam membentuk pribadi anak. Pola pengasuhan orang tua yang baik akan berpengaruh baik pada prestasi belajar anak. Ke empat hal tersebutlah yang menjadikan pendorong dalam prestasi belajar seorang individu. Oleh karena itu orang tua harus benarbenar mawas diri dan sungguh. Orang tua tidak dapat memaksakan semua kehendaknya dalam diri anak demi kepentingan pribadi.Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri. 2. Faktor Ekstern Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa. Mata Pelajaran PKn Tugas pendidikan adalah sebagai alat bantu dalam memekarkan potensi yang dimiliki anak. yaitu beberapa pengalaman-pengalaman.

peneliti tertarik untuk meneliti kembali pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar anak pada mata pelajaran PKn dengan harapan agar orang tua. karena . Variabel adalah suatu sebutan yang dapat diberi nilai angka (kuantitatif) atau nilai mutu (kualitatif). Blora. . b. Prestasi belajar 2. Lokasi Penelitian Lokasi yang hendak digunakan peneliti untuk mengadakan. Metode penelitian 3.3 Kerangka Berfikir Kondisi awal : .Hipotesis: Dengan adanya pengaruh dari pola asuh orang tua anak dapat meningkatkan prestasi belajar. guru dan juga anak dapat menyelaraskan antara pendidikan di sekolah dan keluarga di bawah pengasuhan orang tua yang tepat. Pengukuran variabel penting bagi setiap penelitian sosial. Ukuran kuantitatif maupun kualitatif suatu variabel adalah jumlah dan derajat atributnya.. Randublatung. Kab.Apakah ada pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar anak . Tindakan : . 3.Anak belum dapat meningkatkan prestasi belajar PKn. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah dengan menggunakan jenis penelitian korelasional. Pola pengasuhan orangtua (otoriter.Orang tua memilih bentuk pola asuh mendidik anak.anaknya dengan memilih salah satu dari tiga pola asuh yang sudah ada. Jenis penelitian ini digunakan untuk mengetahui variabel satu dengan variabel lainnya yaitu pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar PKn anak di sokolah.4 Hipotesis Penelitian .Dari penelitian yang sudah ada.Orang tua belum menerapkan pola pengasuhan anak yang layak diterapkan bagi anakanaknya. Penelitian dilakukan di SD Pilang 1 Kec. 2.Dengan pemilihan pola asuh yang tepat dapat meningkatkan prestasi belajar PKn anak.1 Jenis penelitian dan lokasi Penelitian a. III. permisif) Orangtua AnakKondisi akhir :.2 Variabel Penelitian Nilai Variabel merupakan suatu istilah yag berasal dari kata vary dan able yang berarti “berubah” dan “dapat itu berupa nilai kuntitatif maupun kualitatif. demokratis.

3. Maksud generalisasi adalah menyangkut kesimpulan penelitian sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi (Hadi. Variabel adalah objek yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi agar bisa ditarik suatu kesimpulan (http://rakimypk.dengan pengukuran itu penelitian dapat menghubungan konsep yang abstrak dengan realitas.anaknya dalam menciptakan peraturan.Populasi Populasi adalah keseluruhan individu yang akan diteliti. . Table 1. Berdasarkan pada kajian teori yang ada maka dapat diketahui variabel.peraturan demi keberhasilan anak di masa depan. No . 3. Kisi. Populasi dalam penelitian ini diambil keseluruhan siswa mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. b) Prestasi belajar Pada penelitian ini.blogspot. Sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebagian siswa dari populasi. Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang bagaimana caranya mengukur variabel. . a)Pola Asuh orangtua Pada penelitian ini yang maksud dengan pola asuh orangtua adalah bentuk pengasuhan orangtua terhadap anak. 2000).kisi pada aspek dalam pengaruh pola asuh orang tua.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Definisi operasional. 2000).Sampel Sampel adalah sebagian individu dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi. Variabel bebas dan terikat dalam penelitian ini dapat diketahui sebagai berikut: . paling sedikit mempunyai satu sifat atau ciri yang sama dengan kenyataan subjek dan akan digeneralisasikan. Penelitian ini tidak semua populasi dijadikan sampel tetapi hanya mengambil dari sebagian populasi yang representatif yaitu sampel yang benar-benar mencerminkan karakteristik dari populasi (Hadi.3 Populasi dan Sampel penelitian . Misalnya dalam jangka waktu satu semester.Variabel terikat (y) dalam penelitian ini adalah Prestasi belajar anak pada mata pelajaran PKn.variabel dalam penelitian ini. Variabel tersebut ada dua macam yaitu variabel bebas dan terikat. prestasi belajar yang dimaksud adalah prestasi belajar pada mata pelajaran PKn pada jangka waktu tertentu.Variabel bebas (x) dalam penelitian ini adalah Pengaruh pola asuh orang tua.com). Prestasi belajar pada mata pelajaran PKn dapat diukur dengan menggunakan tes akhir semester mata pelajaran PKn. Yang mana dengan tes ini dapat di ketahui nilai atau hasil yang diperoleh setelah belajar pelajaran pkn dalam waktu satu semester.

Aspek Sup Aspek Indikator Nomor Jumlah soal 1. Disiplin pada orang tua bersifat kaku. Disiplin terbentuk atas komitmen bersama. 3. 1. Hukuman diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan anak. 7. . Kontrol terhadap anak relatif longgar 2. Kontrol terhadap anak lemah atau sangat longgar 2. Melakukan 22 1. pola asuh demokratis.9. 3. Hukuman atau konsekuensi perilaku tergantung pada anak. a. Penekanan pada pemberian hukuman. 4. pola asuh permisif. Komunikasi dua arah. Komunikasi bersifat memerintah. 1. c. Pola asuh orang tua. Kontrol terhadap anak bersifat kaku 2. 4. pola asuh otiriter 1. Komunikasi sangat bergantung pada anak. 4. 11 5 b. 3.

4. Uji Reliabilitas Instrumen Selain data harus valid. 14 3. Uji Validitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevaliditasan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsimi Arikunto. 2. Suatu instrumen dapat dikatakan reliable jika alat tersebut dapat dipercaya atau diandalkan. Pengolahan data dalam penelitian ini dapat menggunakan korelasi Spearman Rho menggunakan SPSS 11 For Windows Release yang diikuti dengan uji coba angket guna mengetahui validitas dan reliabilitas angket yang digunakan.5 Teknik Analisis Data Dalam penelitian yang dilakukan. 8. 1998:160).benar dipertanggung jawabkan kepada semua pihak. 5. Sehingga hasil yang didapat dapat penelitian dapat benar. 12. orang tua bersifat bebas. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. dapat diketahui bahwa dalam penelitian ini ada dua variabel yaitu pengaruh pola asuh dan prestasi belajar. Disiplin terhadap anak sangat longgar. 13 5 5 3. Menunjuk pada . Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. 10. alat ukur yang dignakan juga harus dapat memenuhi standar reliabilitas. Dalam analisis data. 6. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. 9.

. 1998:186). Teknik yang dipakai untuk menentukan reliabilitas adalah dengan rumus Alpha (Suharsimi Arikunto.suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.