P. 1
Pengaruh Kadar Enzim Terhadap Kecepatan Reaksi

Pengaruh Kadar Enzim Terhadap Kecepatan Reaksi

|Views: 559|Likes:

More info:

Published by: Ratih Purbaningsih Widarmayanti on Oct 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Salah satu proses penting yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan yaitu metabolisme. Proses tersebut berupa pemecahan molekul yang lebih besar menjadi molekul yang lebih kecil (katabolisme) dan penyusunan molekul yang lebih besar dari molekul-molekul yang lebih kecil (anabolisme). Dalam tubuh tumbuhan terjadi banyak reaksi kimia yang kompleks dengan banyak tipe yang berbeda. Namun tidak pernah terjadi kekacauan, hal ini disebabkan karena adanya suatu protein khusus yang mengontrol metabolisme yang disebut enzim. Enzim merupakan protein yang mempunyai aktivitas katalisis. Proses metabolisme dapat berjalan cepat atau lambat. Oleh karena itu diperlukan suatu katalisator untuk mempercepat reaksi metabolisme. Kecepatan suatu reaksi enzimatis di dalam sel selain ditentukan oleh suhu, pH, konsentrasi substrat, konsentrasi produk, dan waktu, juga dipengaruhi oleh enzim. Salah satu enzim yang terdapat pada tumbuhan adalah amylase. Enzim amylase dapat menghidrolisis amilum menjadi gula dalam beberapa tahap, yakni pembentukan amilodektrin dari amilum, lalu menjadi eritrodektrin selanjutnya akrodektrin yang kemudian menjadi glukosa. Amylase dihasilkan dari daun atau biji yang sedang berkecambah. Aktifitas amylase dalam reaksinya dipengaruhi oleh garam-garam anorganik, pH, suhu dan cahaya. Berdasarkan uraian diatas maka kami melakukan suatu percobaan dengan judul “PENGARUH KADAR ENZIM TERHADAP KECEPATAN REKASI PENGUBAHAN AMILUM”.

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas, maka dapat disimpulkan rumusan maslah sebagai berikut : “Bagaimana pengaruh kadar enzim terhadap kecepatan reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa?”

Tujuan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar enzim terhadap kecepatan reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa. .C.

Susunan Kimia Enzim Enzim merupakan suatu molekul protein tetapi dalam aktivitasnya enzim memerlukan bagian yang berupa non protein. NADP. Klasifikasi Enzim Klasifikasi Oksidoreduktase (nitrat reduktase) Transferase (Kinase) Hidrolase (protease. Activator biasanya berupa beberapa logam seperti Cu. Sedangkan koenzim tidak melekat erat pada bagian protein enzim. amilase) Liase (fumarase) Isomerase (epimerase) Ligase/ sintetase (tiokinase) Polimerase Menggabungkan dua molekul yang disertai dengan hidrolisis ATP Menggabungkan monomer-monomer sehingga Membentuk ikatan rangkap dengan melepaskan satu gugus kimia Mengkatalisir perubahan isomer Memutuskan ikatan kimia dengan penambahan air Memindahkan gugus senyawa kimia Tipe Reaksi Memisahkan dan menambah elektron atau hidrogen . Kofaktor dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu ion organic (aktivator). sehingga enzim dapat dikatakan terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang berupa protein dan bagian yang non protein. Fe. jika apoenzim dan kofaktor berikatan kesatuan tersebut dinamakan sebagai holoenzim. Mn. Kofaktor merupakan komponen yang stabil pada suhu yang relative tinggi dan tetap tidak berubah pada akhir suatu reaksi. B. lipase. dan FAD. Bagian yang berupa protein disebut sebagai apoenzim dan yang non protein disebut kofaktor. Jika kofaktor dan aktivator melekat secara secara ikatan kovalen disebut Gugus Prostetik.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. contoh koenzim hádala NAD. dan molekul organic (koenzim). dan Zn.

f) Enzim mempunyai molekul yang besar. yang artinya hanya cocok untuk satu macam substrat saja atau sekelompok kecil substrat yang struktur dan fungsinya hampir sama. e) Enzim tidak ikut terlibat dalam reaksi. Ada berbagai hipotesis tentang terbentukya kompleks enzim-substrat. Enzim akan meningkatkan kecepatan reaksi keseluruhan tanpa mengubah suhu reaksi. kation maupun anion.(tiokinase) terbentuk polimer C. Selama berjalannya reaksi substrat dan enzim akan berkombinasi sementara membentuk kompleks enzim-substrat. strukturenzim tetap baik sebelum maupun sesudah reaksi berlangsung. d) Enzim merupakan biokatalisator yang dalam jumlah sedikit memacu laju reaksi tanpa mengubah keseimbangan reaksi. pada waktu substrat diubah menjadi produk (hasil) suatu penghalang (barrier) energi harus diatasi. Mekanisme Kerja Enzim Enzim berfungsi dengan cara meningkatkan proporsi molekul yang mempunyai cukup energi untuk bereaksi sehingga mempercepat laju proses. Enzim akan melakukan proses tersebut dengan cara menurunkan energi yang diperlukan reaksi. c) Enzim sangat peka terhadap faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi protein misalnya suhu. bersifat hidrofil. Enzim dapat dipacu maupun dihambat aktivitasnya. Jika energi aktivasi lebih rendah maka banyak molekul substrat dapat bereaksi daripada tanpa enzim. pH. Penghalang itu disebut sebagai energi aktivasi suatu reaksi (energi pengaktif). D. luas permukaan besar. b) Dapat bereaksi dengan senyawa asam maupun basa. Adanya enzim akan segera menurunkan energi aktivasi suatu reaksi. g) Enzim bersifat khas/spesifik. dll. Sifat-Sifat Enzim Enzim mempunyai beberapa sifat yang terdiri atas: a) Enzim merupakan protein sehingga bersifat koloid. antara lain: .

Zat pengambat yang tidak bersaing (inhibitor enzim yang non kompetitif) Enzim mempunyai dua sisi yaitu sisi aktif dan sisi untuk mekatnya penghambat.a. pada tahun 1973. Jika zat penghambat yang terlebih dahulu dahulu bersatu dengan enzim maka enzim akan non aktif dan begitu pula sebaliknya jika substrat dulu yang bersatu dengan molekul enzim maka enzim tersebut akan aktif. contohnya garam-garam dari logam berat seperti air raksa. Hipotesis Induced fit Hipotesis ini dicetuskan oleh Daniel Koshland. Ada dua jenis zat penghambat yaitu: c. hipotesis ini menyatakan bahwa enzim dan tempat aktifnya merupakan struktur yang fleksibel. d. Substrat adalah kunci dengan bentuk yang komplemen dengan enzim. Jika enzim dan substrat bersatu maka enzim akan aktif dan menghasilkan produk reaksi yang bentuknya tidak lagi sesuai dengan tempat aktif yang kemudian dilepaskan dan tempat aktif siap menerima molekul substrat yang lain. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim Aktivitas enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: . Bagian enzim tempat melekatnya substrat disebut sisi aktif. Zat penghambat bersaingan (inhibitor enzim yang kompetitif) Zat penghambat ini mempunyai struktur yang mirip dengan molekul substrat. demikian juga sebaliknya jika substrat yang menempel terlebih dahulu maka enzim akan aktif. jika substrat berkombinasi dengan enzim maka substrat akan menginduksi perubahan dalam struktur tempat aktif sehingga fungsi katalis enzim berlangsung sangat efektif. Kedua molekul tersebut akan bersaing untuk terlebih dahulu bersatu dengan enzim. Antara enzim dan substrat akan terjadi interaksi dinamis. E. b. Dalam mekanismenya enzim terdapat penghambat yang disebut zat-zat penghambat. Jika zat penghambat lebih dahulu melekat pada sisi untuk zat penghambat maka enzim akan non aktif. sehingga keduanya bisa melekat pada molekul enzim. hipótesis ini menyatakan bahwa antara enzim dan substrat terjadi persatuan kaku seperti kunci dan anak kunci. Hipotesis kunci dan anak kunci Hipotesis ini dicetuskan oleh Emil Fischer pada tahun 1884. Jr.

Setiap enzim akan tetap aktif atau akan menunjukkan kegiatannya pada nilai pH tertentu yang disebut sebagai pH optimum. .Penambahan kepekatan enzim selanjutnya tidak akan menambahkan tingkat katalis enzim karena kepekatan substrat menjadi faktor penghambat. . .Kadar tindak balas enzim yang paling optimum pada suhu 37ºC. F.a.Pada kepekatan enzim rendah.Pada kepekatan substrat rendah.pH optimum bagi kebanyakan enzim adalah pH 7. . maka akan lebih banyak molekul substrat yang akan dikatalisis oleh molekul enzim sampai suatu kadar maksimum. Olejh karena itu. maka molekul enzim akan mengkatalis lebih banyak molekul substrat sampai satu kadar maksimum. . Amilase dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan enzim yaitu diantaranya α amilase yang memecah pati secara acak dari tengah atau dari bagian molekul . Oleh karena itu.Apabila kepekatan substrat bertambah. misalnya enzim pepsin di dalam perut akan menunjukkan kegiatannya pada pH 2. Nilai pH . d.Apabila kepekatan enzim bertambah. jumlah molekul enzim akan lebih banyak daripada jumlah molekul substrat.Terdapat beberapa pengecualian. . hanya sebagian kecil molekul substrat yang dikatalisis oleh molekul enzim. Enzim Amilase Enzim amilase merupakan enzim yang berfungsi memecah pati atau amilum.Enzim akan binasa pada suhu tinggi yaitu lebih dari 50ºC. Konsentrasi enzim . sementara enzim tripsin di dalam usus kecil akan menunjukkan kegiatannya pada pH 8. b. c. Konsentrasi substrat . .Kadar tindak bals enzim meningkat dua kali ganda bagi setiap kenaikan suhu 10ºC. Suhu . .Enzim tidak aktif pada suhu kurang dari 0ºC. nilai molekul substrat akan melebihi nilai molekul enzim. hanya sebagian kecil molekul enzim yang dikatalis oleh molekul substrat.

karenanya disebut endoamilase yang terdapat pada tumbuhan. . β amilase yang menghidrolisis unit-unit gula dari ujung molekul pati karenanya disebut eksoamilase. Glukoamilase yang dapat memecahkan glukosa dari terminal gula non pereduksi substrat pati.

Larutan KI-I2 c. Alat dan Bahan Alat :  Mortar dan penumbuk porselin  Tabung reaksi  Gelas ukur 10 ml  Tabung sentrifuge  Centrifuge (pemusing)  Cawan tetes  Pipet kecil  Lampu spirtus  Pegangan tabung reaksi  Korek api Bahan :  Kecambah kacang hijau umur 2 hari 30 gr 1 buah 8 buah 1 buah 4 buah 1 buah 1 buah 4 buah 1 buah 1 buah .Umur kecambah kacang hijau . Larutan amilum 4% b. Variabel Penelitian Variabel manipulasi : Kadar enzim amilase (0%. 100%) Variabel kontrol : . 50%. 25%. Larutan fosfat sitrat buffer Variabel respon : Waktu. variabel kontrol dan variabel respon sehingga jenis percobaan ini disebut sebagai penelitian eksperimental B.Volume cairan yang di ambil meliputi : a. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini terdapat banyak variabel-variabel percobaan yang saling berpengaruh yaitu variabel manipulasi. perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan KI-I2 C.BAB III METODE PENELITIAN A.

6 (10 ml)  Aquades 8 ml 8 ml 30 ml secukupnya D. Membuat enzim dengan kadar 0%. Larutan amilum 4%  Larutan KI-I2  Larutan fosfat sitrat buffer pH = 5. kadar enzim 25% diperoleh dengan cara mengambil 5 ml enzim 50% dan ditambahkan aquades hingga volumemenya mencapai 10 ml. kemudian di centrifuge selama 5 menit. Saat mencampur larutan amilum dengan enzim ditetapkan sebagai saat nol. 0%. Masukkan larutan kecambah ke dalam tabung reaksi. 25%. Langkah Kerja 1. lalu membuang kulitnya. Kadar enzim 0% diperoleh dengan cara memanaskan 5 ml enzim 100% hingga mendidih. 25%. Cairan ini dianggap sebagai larutan enzim amylase 100%. Mengocok perlahan sampai larutan tercampur. 5. 8. 3. 4. 25%. Menyediakan tabung reaksi dan mengisinya dengan 5 ml larutan enzim 100% kemudian menambahkan 2 ml larutan amilum 1%. 50% dari enzim yang berkadar 100% dengan cara sebagai berikut: Kadar 50% diperoleh dengan cara mengambil 5 ml enzim 100% dan menambahkan aquades sampai volumenya 10 ml. Setiap 2 menit diambil 1 tetes campuran lalu diuji dengan 1 tetes larutan KI-I2 pada cawan tetes. 6. Menyiapkan biji kecambah kacang hijau berumur sehari. Menimbang 20 gr kecambah kacang hijau yang telah dibuag kulitnya kemudian menambahkan 20 ml larutan buffer fosfat sitrat sampai semua kecambah hancur. . Kemudian mengambil cairan bagian atas (supernatan) dan memasukkan kedalam tabung reaksi. Meneteskan 1 tetes campuran larutan amilum dengan enzim pada cawan tetes lalu mengujinya dengan 1 tetes larutan KI-I2. 2. Mengulangi langkah 6 sampai 8 untuk kadar enzim 50%. Mencatat perubahan warna yang terjadi pada lempeng penguji setiap 2 menit dan mengulangi beberapa kali sampai terjadi perubahan warna yang akan dijadikan control untuk kadar enzim 50%. 9. Mencatat waktu dimulai saat penetesan larutan KI-I2. 0%. 7.

E. Desain Eksperimen Biji kecambah yang berumur sehari di buang kulitnya di timbang 30 gr Di hancurkan di cawan porselin dan menambahkan Larutan buffer fosfat sitrat 30 ml Dimasukkan dalam tabung reaksi Di sentrifuse selama 5 menit Supernatan diambil Di masukkan dalam tabung reaksi . dan 0% . 25%.dikocok sampai tercampur Meneteskan pada lempeng penguji Di tambahkan 1 tetes KI-I2 setiap 2 menit sampai warna berubah menjadi merah Mencatat waktu Menguji dengan kadar enzim 50%.ditambahkan dengan 2 ml amilum 1% .dianggap enzim 100% .

Tabel Pengamatan Pengaruh Kadar Enzim Terhadap Kecepatan Reaksi Pengubahan Amilum Menjadi Glukosa Waktu (2 menit ke-) 1 Biru kehitaman Biru ++++++ Biru ++++ 2 Biru tua Biru ++++ Biru +++ 3 Biru +++ Biru ++++ Biru ++ 4 Biru ++ Biru +++ Biru kehitaman ++ 5 Kuning seperti KI.I2 Biru +++ Biru ++ Biru ++ Biru + Orange kebiruan +++ Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua .Biru +++ I2 6 7 8 9 10 Biru +++ Biru ++ Biru ++ Biru + Biru + Biru ++++++ Biru +++++ Biru +++++ Biru ++++ Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua kehitaman Biru tua Biru tua kehitaman Biru tua kehitaman Biru tua kehitaman Biru tua 100% 50% 25% 0% Perubahan warna yang terjadi pada konsentrasi enzim Orange kebiruan Biru ++++ ++ 11 Orange kebiruan Biru +++ + Biru tua 12 13 14 15 16 Orange ++++ Orange +++ Orange ++ Orange + Kuning seperti KI. Hasil 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

Analisis Data Berdasarkan data hasil pengamatan dan histogram diatas.17 18 19 20 21 22 23 24 25 Keterangan : Orange kebiruan ++ Orange kebiruan + Orange ++++ Orange ++++ Orange +++ Orange +++ Orange ++ Orange + Kuning seperti KI.563 mol/menit dengan lama waktu yang dibutuhkan enzim amilase untuk mengubah . Selanjutnya laju reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa pada konsentrasi enzim 50% adalah 1. maka dapat diketahui bahwa besarnya konsentrasi enzim berpengaruh terhadap laju reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa.I2 Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua Biru tua + : intensitas warna. semakin banyak maka warna semakin pekat. Laju reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa tercepat terjadi pada konsentrasi enzim 100% dengan laju reaksi sebesar 10 mol/menit dan waktu yang dibutuhkan enzim amilase untuk mengubah warna biru menjadi kuning seperti warna KI-I2 adalah 10 menit (2 menit ke-5). 2. Grafik kecepatan reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa Reaksi Pengubahan Amilum (2 menit ke-) 30 28 26 24 22 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 0 25 Kadar Enzim (%) 50 100 B.

warna biru kehitaman menjadi kuning seperti warna KI-I2 adalah 32 menit (pada 2 menit ke-16). penghalang (barrier) energi harus diatasi. Untuk konsentrasi enzim 25% dengan waktu yang dibutuhkan enzim amilase untuk mengubah warna biru kehitaman menjadi kuning seperti warna KI-I2 adalah 50 menit (pada 2 menit ke-25) dan diperoleh laju reaksi sebesar 0. Ketidakaktifan . maka enzim akan meningkatkan proporsi molekul yang mempunyai cukup energi untuk bereaksi sehingga laju reaksi akan berjalan lebih cepat. Hal ini disebabkan karena pada saat reaksi berlangsung (dengan konsentrasi enzim 100%). maka dapat diketahui bahwa besarnya konsentrasi enzim berpengaruh terhadap reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa. Karena energi aktivasi tinggi. Hal ini terlihat dimana konsentrasi enzim 100% mempunyai nilai laju reaksi sebesar 10 mol/menit. Pada konsentrasi enzim 0% tidak terjadi reaksi sehingga tidak terjadi reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa karena enzim tidak aktif/rusak.5 mol/menit dalam waktu 50 menit. Enzim akan menurunkan energi yang diperlukan reaksi dan bukan meningkatkan jumlah energi dalam tiap molekul. Jika energi aktivasi suatu reaksi itu rendah. Pembahasan Berdasarkan analisis diatas. laju reaksi pun menjadi lebih cepat.5 mol/menit. Adanya enzim akan menurunkan energi aktivasi suatu reaksi. Hal ini dikarenakan pada konsetrasi enzim tersebut mempunyai kecepatan reaksi yang lambat sebab saat substrat diubah menjadi produk (hasil). maka akan lebih banyak molekul (substrat) yang dapat bereaksi sehingga waktu yang diperlukan oleh enzim amilase untuk mengubah amilum menjadi glukosa pun lebih singkat. sedangkan pada konsentrasi enzim 0% tidak terjadi reaksi sehingga nilai laju reaksinya adalah nol mol/menit. penghalang (barrier) yang disebut energi aktivasi tidak dapat dikurangi (diturunkan) dalam reaksi tersebut.563 mol/menit dalam waktu 32 menit. yakni menjadi 1. maka molekul (substrat) lebih sedikit yang bereaksi sehingga waktu yang diperlukan pun lebih lama dan pada akhirnya laju reaksi pun lebih lambat. Oleh karena itu. Ini terjadi pada waktu substrat diubah menjadi produk (hasil). serta laju reaksi juga menurun pada konsentrasi enzim 25% yang bernilai 0. Laju reaksi menurun pada konsentrasi enzim 50%. Penghalang tersebut adalah energi aktivasi. C.

meka enzim yang merupakan protein mengalami denaturasi. Dari tes KI-i2 pada larutan amilum + enzim 100% warna apa yang saudara peroleh mengapa demikian? Warna yang diperoleh dari tes KI-I2 pada larutan amilum ditambah dengan enzim 100% adalah putih kebiruan dan putih keruh. Warna awal adalah biru karena pada saat tersebut enzim amylase baru mulai bekerja. . dimana warna biru merupakan indikasi reaksi antara iodine dengan amilum. Apa fungsi dari Fosfat Sitrat Buffer? Fosfat sitrat buffer berfungsi untuk menjaga pH bagi enzim amylase. D. 2. waktu. Yang selanjutnya sampai akhir menunjukkan warna putih keruh hal ini dikarenakan enzim amylase sudah aktif bekerja. yakni memecah atau mengubah amilum menjadi glukosa sehingga sudah tidak ada amilum lagi. Diskusi 1. 3. yakni peristiwa perubahan struktur protein dari bentuk tiga dimensi menjadi tidak beraturan sehingga substrat tidak dapat terikat dengan enzim. konsentrasi substrat. masih nampak adanya warna biru. pH. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kerja enzim? Suhu. Apabila sebelum berwarna keruh. konsentrasi produk. yakni untuk menjaga agar enzim tetap dapat bekerja aktif dan tidak rusak pada kondisi optimum serta menjaga kondisi agar tidak terlalu basa. konsentrasi enzim. fungsi lain adalah sebagai larutan penyangga. Akibat pemanasan tersebut. berarti masih terdapat amilum yang belum dipecah menjadi glukosa.enzim disebabkan karena enzim dipanaskan. Oleh karena itu enzim kehilangan sifat katalisnya. sehingga amylase tidak rusak.

BAB V PENTUTUP A. sehingga setelah disentrifuge didapatkan larutan supernatan yang banyak. maka tidak terjadi reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa. B. . 2. Ketka tidak ada enzim amilase. Simpulan 1. Saat menghaluskan kacang hijau diusahakan benar-benar halus. maka kecepatan reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa semakin besar. Saran 1. Makin tinggi konsentrasi atau kadar enzim amilase. Saat menetesi KI-I2 ke dalam cawan tetes harus sama dengan jumlah tetesan larutan amilum agardidapatka hasil percobaan yang maksimal. 2.

2006. 2008. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. 1993. Fisiologi Tumbuhan. Dasar-dasar Biokimia. Dardjat. Dasar-dasar Biokimia jilid 1. Anna dan F M Titin Supriyanti. A. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Universitas Terbuka Rahayu. Jakarta : UIPress Sasmitamihardja.L. Jakarta : Erlangga Poedjadi. Yuni Sri dkk. 1996.DAFTAR PUSTAKA Lehninger. Wibisono. Bandung : FMIPA ITB Soerodikoesoemo.1993. Surabaya : Laboratorium Fistum-Biologi UNESA .

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN Pengaruh Kadar Enzim Terhadap Kecepatan Reaksi Pengubahan Amilum Menjadi Glukosa OLEH : SILVIA ESTUNINGSIH 093204017 PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2011 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->