BAB I LAPORAN KASUS

Nama Umur

: Ny. De : 38 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Status Agama Kebangsaan Alamat MRS : Menikah : Islam : Indonesia : Lawang Agung, Curup : 08 Februari 2012

ANAMNESIS (8 Februari 2012) Keluhan Utama: Luka tusuk pada perut

Riwayat perjalanan penyakit: ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya, os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Nyeri(+), tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah, os kemudian membalaut luka dengan kain, kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau.

PEMERIKSAAN FISIK (8 Februari 2012) Status Generalis KU Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Kepala Kulit Leher Pupil : baik : compos mentis : 110/80 mmHg : 90x/menit, reguler, tegangan dan isi cukup : 16x/menit(os mengaku nyeri pada perut jika bernapas) : 36,5ºC : konjungtiva palpebra anemis (-/-) : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : isokor/ reflex cahaya +/+

HR=90x/menit. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test) ij. Abdomen AP DIAGNOSIS KERJA Vulnus Punctum (pisau) Regio Abdominal Sinistra PENATALAKSANAAN Resusitasi ABC A:baik B:pasang O2 3l/menit C:pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro) Tambahan:       drip tramadol 1 amp ij. ronkhi (-). gallop (-) Pulmo.defans muscular(-) P= timpani A= BU (+) normal Ekstremitas superior : palmar manus anemis (-/-) Ekstremitas inferior : tidak ada kelainan Status Lokalis Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) Tampak Vulnus Punctum 2cmx0. Metronidazol 2x500 mg WT. wheezing (-) Abdomen : I = Cembung. nyeri tekan pada abdomen sekitar luka tusuk(+).HT.500 iu IM Observasi tanda-tanda akut abdomen .KGB Thoraks : tidak ada kelainan : Cor. vesikuler (+) normal. ATS 1. Ro.5cmxrongga(6cm dalamnya) PEMERIKSAAN PENUNJANG R/DR. murmur (-).gol darah. Gentamisin iv 2x80 mg inf. lihat status lokalis P= lemas.

   Follow up per 1 jam Catheter dower (lihat UO) Buat visum et repertum PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungsionam : bonam : bonam .

karena pemeriksaan yang menyeluruh akan menentukan proses hukum dipengadilan nanti. dan seorang dokter harus melakukan pemeriksaan yang teliti bukan hanya untuk mengobati. 17% bunuh diri dan 3% diantaranya adalah kecelakaan. luka iris. Berdasarkan data yang ada. apakah penyebab sebuah kecelakaan. luka potong dan luka akibat suatu terapi diagnostik. Hal ini dikarenakan luka tusuk jarang terjadi akibat kecelakaan. Bukan hanya memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya tetapi juga memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. pemeriksaan yang dilakukan dokter tersebut mungkin memiliki kepentingan medikolegal. Pada referat ini akan dibahas lebih terperinci mengenai luka tusuk. yaitu luka yang disebabkan oleh benda tajam yang ditusukkan pada tubuh.1 LUKA TUSUK PENDAHULUAN Hampir semua dokter pernah dipanggil ketika seseorang menderita luka. Tentu saja perhatian kedokteran forensik banyak terfokus pada patologi trauma yang disebabkan oleh luka itu sendiri. Putusnya atau rusaknya kontinuitas jaringan karena trauma akibat alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing pada umumnya mudah dibedakan dari luka yang disebabkan oleh benda tumpul dan dari luka tembakan senjata api. Trauma tajam adalah sebuah trauma yang diakibatkan oleh senjata atau benda –benda yang memiliki tepi yang tajam atau runcing (seperti pisau. Di Jerman 376 kematian akibat trauma tajam yang terjadi menunjukkan bahwa 80% merupakan kasus pembunuhan. cedera ringan atau berat. Apakah korban hidup atau mati. kasus pembunuhan di Eropa lebih sering terjadi dengan senjata tajam. Luka akibat benda tajam sendiri dapat dibedakan atas empat yaitu Luka tusuk. sebuah luka yang memiliki arti yang penting berdasarkan sudut pandang forensik. tapi juga untuk mengantipasi adanya komplikasi medikolegal. . pembunuhan atau bunuh diri. Luka tusuk merupakan mekanisme pembunuhan utama di Britania dan di berbagai negara dengan pembatasan penggunaan senjata api yang terkontrol. gunting dan kaca).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Hasil penemuan berdasarkan pemeriksaan yang teliti kemudian dibuat menjadi Visum et Repertum untuk kepentingan medikolegal. bahkan apabila jika muncul di kemudian hari.

2 DEFENISI Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh.3. Bila luka masuk dan keluar melalui alur yang sama maka lebar luka sama dengan lebar alat.1 Panjang dan kedalaman luka Pada luka tusuk. Panjang luka di permukaan kulit tampak lebih kecil dari lebar alat. Pemakaian istilah “luka penetrasi” ditunjukkan untuk menjelaskan dimana dalaman luka yang diakibatkan oleh benda itu melebihi lebar luka yang tampak pada permukaan kulit. sebaliknya pada luka iris. dimana terdapat dasar berupa tulang atau serat otot. luka itu mungkin nampak berbentuk seperti kurva. alat pahat. panjang luka pada kulit dapat sama. Panjang luka penting diukur dengan cara merapatkan kedua tepi luka sebab itu akan mewakili lebar alat. Benda tajam yang dimaksud seperti pisau. Panjang saluran luka atau kedalaman luka dapat . Pada bagian tertentu pada tubuh. Tetapi sering yang terjadi lebar luka melebihi lebar alat kerena tarikan ke samping waktu menusuk dan waktu menarik. Dalamnya luka sulit ditentukan pada daerah tanpa tulang seperti di daerah abdomen oleh karena elastisitas dinding perut tersebut. lebih kecil ataupun lebih besar dibandingkan dengan lebar pisau. Kebanyakan luka tusuk akan menganga bukan karena sifat benda yang masuk tetapi sebagai akibat elastisitas dari kulit. bayonet dan benda yang memiliki ujung tajam lainnya. Demikian juga bila alat/pisau yang masuk kejaringan dengan posisi yang miring.2. apalagi bila luka melintang terhadap otot. luka akibat tusukan memiliki kedalaman luka lebih panjang dibanding panjangnya. pedang. Gambar 1. Luka tusuk dapat dibedakan dengan luka iris berdasarkan panjang dan kedalaman luka.3 KARAKTERISTIK LUKA 2. 2. Bahkan benda lebih tumpul seperti obeng juga dapat menyebabkan luka tusuk. sedangkan disisi yang berlawanan dengan suduttumpul. panah biru gelap menunjukkan sisi dengan sudut lancip. LukaTusuk. Jika dilakukan pengukuran. gunting.

Gambar 3.3. karena jarang ditusukan ampai ke pangkal senjata. oleh karena itu penting mengetahui berbagai kemungkinanbentuk senjata yang digunakan.mengindikasikan panjang minimum dari senjata yang digunakan. gerakan senjata pada luka. gerakan korban yang ditusuk. Pisau dengan kedua sisi tajam akan menghasilkan luka dengan dua pinggir tajam. jika bagian pangkal senjata masuk kedalam tubuh. Luka tusuk senjata bermata dua Bentuk luka juga tergantung seberapa banyak bagian pisau (senjata) yangmasuk ke dalam tubuh. 2. dan keadaan elastisitas kulit. . Senjata yang tumpul misalnya akan membuat tepi luka mengalami abrasi. Pisaubermata satu yangditusukan dengankedalaman yangberbeda. Pinggir luka dapat menunjukan bagian yang tajam (sudut lancip) dan tumpul (sudut tumpul) dari pisau berpinggir tajam satu sisi. Bentuk luka merupakan gambaran yang penting dari luka tusuk karena karena hal itu akan sangat membantu dalam membedakan berbagai jenis senjata yang mungkin telah dikumpulkan oleh polisi dan dibawa untuk diperiksa. Luka tusuk senjata bermata satu Gambar 4. Umumnya dalam luka lebih pendek dari panjang senjata.2 Bentuk Luka Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi bentuk luka yaitu bentuk dan ukuran senjata yang digunakan. Gambar 2. arah dorongan. Daerah tepi luka dapat memberikan informasi ketajaman senjata yang digunakan.

Luka multipel dengan berbagai bentuk akibat efek langer’s line. Menunjukan jenis obeng philips dan bentuk luka yang ditimbulkan Selain kekhususan senjata yang digunakan. Hal ini akan menyebabkan tepi luka akan melebar dan cetakan luka tidak sesuai dengan senjata yang digunakan. seperti pahat. berbentuk satelit Gambar 6. yang lebih jarang. Perlu diingat bahwa benda lain yang dapat menembus tubuh. Menunjukan gambaran tusukan berbagai jenis obeng. Gambar 8. .Gambar 5. Gambar 7. sifat keelastisan kulit dan arah tusukan terhadap serabut elastis juga mempengaruhi bentuk luka.obeng atau gunting. akan menyebabkan perbedaan bentuk luka yang kadang-kadang berbentuk segi empat atau. . Apabila arah tusukan membentuk sudut yang tegak lurus dengan distribusi serabut elastis tubuh yang sesuai dengan Langer’s line. Bagian-bagian dari sebuah pisau.

berputar. Tusukan masuk. Tusukan diputar saat masuk. Sudut luka berbentuk ireguler dan besar.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk. keluar. Keduanya mempunyai bentuk. Tanda percobaan adalah insisi dangkal. Posisi membungkuk. salah satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar. maupun keduanya. letak dan medikolegal.4 PEMERIKSAAN LUKA TUSUK Pada pemeriksaan luka ada dua tipe luka oleh karena instrumen yang tajam yang perlu diperhatikan dengan baik dan memiliki ciri yang dapat dikenali dari aksi korban yaitu tanda percobaan dan luka perlawanan. 2. 3. sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. 4. hal tersebut dapat menyebabkan lukanya menjadi tidak begitu khas. Atau manipulasi yang dilakukan pada saat penusukan juga akan mempengaruhi. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut. luka tusuk dibuat sebelum luka yang fatal oleh individu yang berencana bunuh diri. 2. yang kemudian dikeluarkan sebagian. Manipulasi tubuh untuk memperlihatkan posisi saat ditusuk sulit atau bahkan tidak mungkin mengingat berat dan adanya kaku mayat. 5. Luka luar yang terlihat juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan. dan mengangkat tangan dapat disebabkan oleh senjata yang lebih pendek dibandingkan apa yang didapatkan pada saat autopsi. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. Pemeriksa yang sudah berpengalaman biasanya ragu-ragu untuk menentukan jenis senjata yang digunakan. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun pada organ. Luka percobaan tersebut seringkali terletak paralel dan terletak . Tusukan masuk kemudian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor. Beberapa pola luka yang dapat ditemukan : 1. Poin lain yang perlu dipertimbangkan adalah adanya kompresi dari beberapa anggota tubuh pada saat penusukan. sehingga saluran luka menjadi lebih luas. dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. Harus diingat bahwa posisi tubuh korban saat ditusuk berbeda dengan pada saat autopsi. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan.

Luka multipelyang merupakan tanda percobaan bunuh diri Bentuk lain dari luka oleh karena instrumen yang tajam adalah ”luka perlawanan”. Luka perlawanan padabagian extensor lengan bawah . dan lengan bawah (jarang ditempat lain) dari korban sebagaimana ia berusaha melindungi dirinya dari ayunan senjata.Ilustrasi terjadinya luka perlawanan Gambar 11.dekat dengan luka dalam di daerah pergelangan tangan atau leher. Luka perlawanan pada tangan Gambar 12. Gambar 8. Meskipun jarang sekali dilaporkan. contohnya dengan menggenggam bilah dari instrumentajam. Luka jenis ini dapat ditemukan di jari-jari. Gambar 10. tangan. Bentuk lainnya antara lain luka tusuk dangkal didekat luka tusuk dalam dan mematikan.

Pemeriksaan ditujukan untuk menentukan: a. Bentuk luka sebaiknya dibuat dalam bentuk sketsa atau difoto untuk menggambarkan kerusakan permukaan kulit. Lokasi luka dijelaskan dengan menghubungkan daerah–daerah yang berdekatan dengan garis anatomi tubuh dan posisi jaringan tertentu. Yang diharapkan dari dokter untuk dapat membantu kalangan hukum dalam menilai berat ringannya luka yang dialami korban pada waktu atau selama perawatan dilakukannya. jaringan dibawahnya. Sedangkan luka berat harus disesuaikan dengan ketentuan undang-undang yaitu yang diatur dalam KUHP pasal 90. atau kecelakaan. Jumlah luka b.Dalam pemeriksaan. ketiak. b) Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan ataupekerjaan pencaharian c) Kehilangan salah satu panca indera d) Mendapat cacat berat . Luka sedang adalah keadaan luka antara luka ringan dan luka berat. Kualifikasi luka yang dapat dibuat oleh dokter adalah menyatakan pasien mengalami luka ringan. lebar dan dalam) e. dan bila perlu organ dalam (viseral). Memperkirakan luka sebagai penyebab kematian korban atau bukan f. luka berat berarti: a) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuhsama sekali. KUHP Pasal 90. Diukur secara tepat (dalam ukuran millimeter atau centimeter) tidak boleh dalam ukuran kira –kira saja. bunuh diri. Yang dimaksud dengan luka ringan adalah luka yang tidak menimbulkan halangan dalam menjalankan mata pencaharian. misalnya garis tengah tubuh.5 KUALIFIKASI LUKA Dalam membuat kesimpulan luka sebaiknya dokter juga menentukan derajat keparahan luka yang dialami korban atau disebut juga derajat kualifikasi luka. tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga. Arah luka d. puting susu. 2. Ukuran luka (panjang. persendian dan lain –lain. Memperkirakan cara terjadinya luka apakah kasus pembunuhan. pusat. atau yang menimbulkan bahaya maut. sedang atau berat. Lokasi luka c.

Penyebab kematian langsung dapat berupa: .6 PENYEBAB KEMATIAN Penyebab kematian dapat terjadi segera atau langsung. Walaupun pasien akhirnya sembuh tetapi di dalam VeR dokter dapat menggambarkan keadaan ini dalam kata– kata. Kualifikasi di atas secara terperinci dapat di bagi dalam empat kualifikasi derajat luka. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan tidak ada halangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya 3. Orang yang bersangkutan mengalami :       Hal penyakit atau luka yang tidak ada harapan untuk sembuh dapat mendatangkan bahaya maut tidak dapat menjalankan pekerjaan tidak dapat menggunakan salah satu panca indra terganggu pikiran lebih dari 4 minggu keguguran ini perlu dipahami oleh dokter luka karena dari ini merupakan pandang jembatan untuk untuk menyampaikan penegak hukum. Ungkapan ini akan mengingatkan para penegak hukum bahwa korban telah mengalami luka berat. yang menyebabkan perdarahan hebat sehingga dapat mengacam jiwa. misalnya bila seorang korban mendapat luka di perut yang mengenai hati. derajat kualifikasi sudut medik Penerapan penyampaian pendapat dokter dalam VeR tentang luka yang menimbulkan bahaya maut. “korban mengalami luka tusuk di perut mengenai jaringan hati yang menyebabkan perdarahan banyak yang dapat mengancam jiwa pasien”. 2. 2. 4.e) Menderita sakit lumpuh f) Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih g) Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk melakukanpekerjaan atau jabatannya. Orang yang bersangkutan tidak menjadi sakit atau tidak mendapathalangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan. yaitu : 1. tetapi perlukaan dapat juga menyebabkan kematian secara tidak langsung.

Pada penentuan luka secara medikolegal seperti pada tindakan bunuh diri. hati dan limpa. paru. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. Demikian juga darah sejumlah 200–300 cc yang menyumbat saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian karena asfiksia. yang bukan primer oleh karena lukanya. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. Perdarahan luas (syok hipovolemik) dan banyak dapat terjadi di dalam rongga tubuh atau di luar rongga tubuh. maka harus ditentukan yang mana yang menyebabkan kematian korban.1.7 ASPEK MEDIKOLEGAL Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. Gangren atau nekrosis sebagai akibat kerusakan jaringan–jaringan danpembuluh darah. pembunuhan atau kecelakaan dapat ditentukan dengan mengumpulkan semua data . seperti jantung. 2. Trombosis pada pembuluh darah vena dan emboli yang terjadi akibatimmobilisasi. limpa. Kematian yang timbul dalam jangka waktu yang lama. paru–paru. seperti meningitis. Kehilangan 1/3 bagian dari volume darah tubuh secara tiba. hati.400 cc telah dapat menyebabkan kematian karena terjadi tamponade jantung. Kehilangan darah yang demikian ini mengakibatkan syok dan meninggal bila tidak dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. 3. Yang termasuk hal-hal ini adalah : 1. dan derajat luka. Luka pada organ vital. Volume darah ada kira –kira 7 -10 % atau 1/13 berat badan. ginjal. 2. Perdarahan pada kantung pericardium sebanyak 300. kalau dijumpai lebih dari satu luka. Bila yang terluka adalah organ vital. Infeksi sepsis dari luka yang dapat mengakibatkan septicemia dari lukalama yang tidak sembuh dan luka ini bisa primer ataupun sekunder. 2. pembuluh darah besar akan menyebabkan kematian lebih cepat.tiba dapat menyebabkan kematian. disebut penyebab kematian secara tidak langsung. 4. sedangkan kehilangan darah secara perlahan-lahan tidak begitu membahayakan oleh karena tubuh dapat mengkompensasinya. Inflamasi dari organ–organ dalam tubuh. pleuritis dan peritonitis. Perdarahan di dalam rongga tubuh dapat kita jumpai pada luka tusuk yang mengenai organ –organ dalam seperti jantung. encephalotos.

Aspek yang harus diperhatikan dalam kasus bunuh diri dan pembunuhan: a. Bunuh diri. dalam pemeriksaan. Dengan adanya senjata yang tergenggam erat “cadaveric spasm” hampir dapat ditentukan dengan pastikan bahwa korban telah melakukan bunuh diri. b. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. tidak mempunyai lokasi atau tempat khusus. seorang dokter yang baik tidak hanya memberi pengobatan terhadap luka namun melakukan pemeriksaan secara teliti untuk antisipasi adanya aspek medikolegalyang akan timbul dan jika diperlukan dokter harus membuat Visum et Repertum(VeR). Oleh karena itu. karena berdasarkan data yang ada sebagian besar kasusluka tusuk merupakan kasus percobaan pembunuhan.8 KESIMPULAN Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. Pada pemeriksaan luka dengan teliti sering didapatkan satu atau lebih luka lebih dangkal dan berjalan sejajar disekitar luka utama. Jumlah luka umumnya lebih dari satu. Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. Luka tusuk memiliki arti medikolegal yang penting.pemeriksaan korban. . Selain dada dalam hal ini daerah jantung maka pada daerah perut yang biasanya di daerah lambung. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. luka tersebut adalah “luka percobaan”. 2. Dokter memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya dan memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. seringkali didapati luka-luka yang didapat sewaktu korban mengadakan perlawanan. dan derajat luka. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga karena akan menentukan proses hukum di pengadilan nanti. adalah merupakan daerah–daerah yang sering dipilih korban untuk kasus–kasus bunuh diri. Pembunuhan.

Selain menatalaksana luka tusuk. Dari data-data diatas kita harus menilai ABC pasien. follow up per 1 jam dan dipasang Catheter dower untuk melihat urine output. Kemudian untuk luka tusuk dilakukan WT. Lubuk Linggau dengan keluhan luka tusuk pisau perut kiri. perkusi timpani dan auskultasi BU(+) normal. dari data-data yang ditemukan tidak ditemukan tanda-tanda syok dan akut abdomen. status menikah. tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah. os kemudian membalaut luka dengan kain. Observasi tanda-tanda akut abdomen. ATS 1. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. beragama islam dan beralamat di Lawang Agung.HT. os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. namun untuk menjaga terjadinya syok di pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro)+drip tramadol 1 amp untuk menghilangkan rasa nyeri. Nyeri(+). inf. kemudian untuk mengatisipasi terjadinya akut abdomen diberikan ij.BAB III ANALISA PUSTAKA Seorang perempuan berusia 38 tahun.5cmxrongga (6cm dalamnya). Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. sebagai dokter umum kita juga harus membuat visum et repertum karena pasien ini termasuk kasus medikolegal. palpasi tidak ditemukan defans muscular. ij.500 iu IM. Prognosis pasien ini baik vitam maupun functionam adalah bonam. Pada status lokalis regio Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) didapatkan pada inspeksi Tampak Vulnus Punctum (pisau) 2cmx0. Curup datang ke IGD RS. Metronidazol 2x500 mg. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test). Gentamisin iv 2x80 mg. Dari hasil anamnesis diketahui bahwa ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya. Sobirin. kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau. .

Buku Ajar Ilmu Bedah. R & Wim de Jong. Sjamsuhidajat. Jakarta: EGC. Edisi ke-III. 2006.DAFTAR PUSTAKA 1. Refrat luka tusuk. 2.08.scribd. . Anonim.com/doc/101252880/Luka-Tusuk. di searching pada tanggal 19.12 dari http://ml.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful