BAB I LAPORAN KASUS

Nama Umur

: Ny. De : 38 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Status Agama Kebangsaan Alamat MRS : Menikah : Islam : Indonesia : Lawang Agung, Curup : 08 Februari 2012

ANAMNESIS (8 Februari 2012) Keluhan Utama: Luka tusuk pada perut

Riwayat perjalanan penyakit: ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya, os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Nyeri(+), tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah, os kemudian membalaut luka dengan kain, kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau.

PEMERIKSAAN FISIK (8 Februari 2012) Status Generalis KU Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Kepala Kulit Leher Pupil : baik : compos mentis : 110/80 mmHg : 90x/menit, reguler, tegangan dan isi cukup : 16x/menit(os mengaku nyeri pada perut jika bernapas) : 36,5ºC : konjungtiva palpebra anemis (-/-) : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : isokor/ reflex cahaya +/+

gallop (-) Pulmo.defans muscular(-) P= timpani A= BU (+) normal Ekstremitas superior : palmar manus anemis (-/-) Ekstremitas inferior : tidak ada kelainan Status Lokalis Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) Tampak Vulnus Punctum 2cmx0. Abdomen AP DIAGNOSIS KERJA Vulnus Punctum (pisau) Regio Abdominal Sinistra PENATALAKSANAAN Resusitasi ABC A:baik B:pasang O2 3l/menit C:pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro) Tambahan:       drip tramadol 1 amp ij. Ro. ronkhi (-).KGB Thoraks : tidak ada kelainan : Cor. nyeri tekan pada abdomen sekitar luka tusuk(+).5cmxrongga(6cm dalamnya) PEMERIKSAAN PENUNJANG R/DR. wheezing (-) Abdomen : I = Cembung. HR=90x/menit. murmur (-). ATS 1.gol darah. Metronidazol 2x500 mg WT.500 iu IM Observasi tanda-tanda akut abdomen . Gentamisin iv 2x80 mg inf. lihat status lokalis P= lemas. vesikuler (+) normal. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test) ij.HT.

   Follow up per 1 jam Catheter dower (lihat UO) Buat visum et repertum PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungsionam : bonam : bonam .

. Luka tusuk merupakan mekanisme pembunuhan utama di Britania dan di berbagai negara dengan pembatasan penggunaan senjata api yang terkontrol. tapi juga untuk mengantipasi adanya komplikasi medikolegal. Di Jerman 376 kematian akibat trauma tajam yang terjadi menunjukkan bahwa 80% merupakan kasus pembunuhan. Apakah korban hidup atau mati. Berdasarkan data yang ada. sebuah luka yang memiliki arti yang penting berdasarkan sudut pandang forensik. bahkan apabila jika muncul di kemudian hari. kasus pembunuhan di Eropa lebih sering terjadi dengan senjata tajam. Pada referat ini akan dibahas lebih terperinci mengenai luka tusuk. pembunuhan atau bunuh diri. Bukan hanya memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya tetapi juga memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. Hal ini dikarenakan luka tusuk jarang terjadi akibat kecelakaan. Luka akibat benda tajam sendiri dapat dibedakan atas empat yaitu Luka tusuk. Trauma tajam adalah sebuah trauma yang diakibatkan oleh senjata atau benda –benda yang memiliki tepi yang tajam atau runcing (seperti pisau. luka iris. yaitu luka yang disebabkan oleh benda tajam yang ditusukkan pada tubuh.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 17% bunuh diri dan 3% diantaranya adalah kecelakaan. Putusnya atau rusaknya kontinuitas jaringan karena trauma akibat alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing pada umumnya mudah dibedakan dari luka yang disebabkan oleh benda tumpul dan dari luka tembakan senjata api. karena pemeriksaan yang menyeluruh akan menentukan proses hukum dipengadilan nanti. gunting dan kaca). pemeriksaan yang dilakukan dokter tersebut mungkin memiliki kepentingan medikolegal. Tentu saja perhatian kedokteran forensik banyak terfokus pada patologi trauma yang disebabkan oleh luka itu sendiri. cedera ringan atau berat. dan seorang dokter harus melakukan pemeriksaan yang teliti bukan hanya untuk mengobati. apakah penyebab sebuah kecelakaan. luka potong dan luka akibat suatu terapi diagnostik.1 LUKA TUSUK PENDAHULUAN Hampir semua dokter pernah dipanggil ketika seseorang menderita luka. Hasil penemuan berdasarkan pemeriksaan yang teliti kemudian dibuat menjadi Visum et Repertum untuk kepentingan medikolegal.

Jika dilakukan pengukuran.3 KARAKTERISTIK LUKA 2. apalagi bila luka melintang terhadap otot. gunting.3. lebih kecil ataupun lebih besar dibandingkan dengan lebar pisau. sedangkan disisi yang berlawanan dengan suduttumpul.2 DEFENISI Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. Kebanyakan luka tusuk akan menganga bukan karena sifat benda yang masuk tetapi sebagai akibat elastisitas dari kulit. pedang. bayonet dan benda yang memiliki ujung tajam lainnya. 2. Bila luka masuk dan keluar melalui alur yang sama maka lebar luka sama dengan lebar alat. alat pahat. dimana terdapat dasar berupa tulang atau serat otot. Panjang luka di permukaan kulit tampak lebih kecil dari lebar alat. Bahkan benda lebih tumpul seperti obeng juga dapat menyebabkan luka tusuk. luka itu mungkin nampak berbentuk seperti kurva. sebaliknya pada luka iris. Gambar 1. Panjang saluran luka atau kedalaman luka dapat . LukaTusuk. Benda tajam yang dimaksud seperti pisau.2. panjang luka pada kulit dapat sama. luka akibat tusukan memiliki kedalaman luka lebih panjang dibanding panjangnya. Dalamnya luka sulit ditentukan pada daerah tanpa tulang seperti di daerah abdomen oleh karena elastisitas dinding perut tersebut. Panjang luka penting diukur dengan cara merapatkan kedua tepi luka sebab itu akan mewakili lebar alat. Pada bagian tertentu pada tubuh.1 Panjang dan kedalaman luka Pada luka tusuk. panah biru gelap menunjukkan sisi dengan sudut lancip. Luka tusuk dapat dibedakan dengan luka iris berdasarkan panjang dan kedalaman luka. Pemakaian istilah “luka penetrasi” ditunjukkan untuk menjelaskan dimana dalaman luka yang diakibatkan oleh benda itu melebihi lebar luka yang tampak pada permukaan kulit. Tetapi sering yang terjadi lebar luka melebihi lebar alat kerena tarikan ke samping waktu menusuk dan waktu menarik. Demikian juga bila alat/pisau yang masuk kejaringan dengan posisi yang miring.

Gambar 2. 2. Pisaubermata satu yangditusukan dengankedalaman yangberbeda. jika bagian pangkal senjata masuk kedalam tubuh. Pinggir luka dapat menunjukan bagian yang tajam (sudut lancip) dan tumpul (sudut tumpul) dari pisau berpinggir tajam satu sisi. Daerah tepi luka dapat memberikan informasi ketajaman senjata yang digunakan. Luka tusuk senjata bermata satu Gambar 4. gerakan korban yang ditusuk. dan keadaan elastisitas kulit. . Pisau dengan kedua sisi tajam akan menghasilkan luka dengan dua pinggir tajam. Senjata yang tumpul misalnya akan membuat tepi luka mengalami abrasi. karena jarang ditusukan ampai ke pangkal senjata. gerakan senjata pada luka. arah dorongan.mengindikasikan panjang minimum dari senjata yang digunakan. oleh karena itu penting mengetahui berbagai kemungkinanbentuk senjata yang digunakan. Bentuk luka merupakan gambaran yang penting dari luka tusuk karena karena hal itu akan sangat membantu dalam membedakan berbagai jenis senjata yang mungkin telah dikumpulkan oleh polisi dan dibawa untuk diperiksa.2 Bentuk Luka Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi bentuk luka yaitu bentuk dan ukuran senjata yang digunakan.3. Gambar 3. Umumnya dalam luka lebih pendek dari panjang senjata. Luka tusuk senjata bermata dua Bentuk luka juga tergantung seberapa banyak bagian pisau (senjata) yangmasuk ke dalam tubuh.

Apabila arah tusukan membentuk sudut yang tegak lurus dengan distribusi serabut elastis tubuh yang sesuai dengan Langer’s line. Gambar 8. Gambar 7. Menunjukan gambaran tusukan berbagai jenis obeng. berbentuk satelit Gambar 6. . .Luka multipel dengan berbagai bentuk akibat efek langer’s line. Bagian-bagian dari sebuah pisau.obeng atau gunting.Gambar 5. Perlu diingat bahwa benda lain yang dapat menembus tubuh. Hal ini akan menyebabkan tepi luka akan melebar dan cetakan luka tidak sesuai dengan senjata yang digunakan. sifat keelastisan kulit dan arah tusukan terhadap serabut elastis juga mempengaruhi bentuk luka. akan menyebabkan perbedaan bentuk luka yang kadang-kadang berbentuk segi empat atau. yang lebih jarang. seperti pahat. Menunjukan jenis obeng philips dan bentuk luka yang ditimbulkan Selain kekhususan senjata yang digunakan.

luka tusuk dibuat sebelum luka yang fatal oleh individu yang berencana bunuh diri. Manipulasi tubuh untuk memperlihatkan posisi saat ditusuk sulit atau bahkan tidak mungkin mengingat berat dan adanya kaku mayat. 3. hal tersebut dapat menyebabkan lukanya menjadi tidak begitu khas. 5.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk. Tusukan diputar saat masuk. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor.4 PEMERIKSAAN LUKA TUSUK Pada pemeriksaan luka ada dua tipe luka oleh karena instrumen yang tajam yang perlu diperhatikan dengan baik dan memiliki ciri yang dapat dikenali dari aksi korban yaitu tanda percobaan dan luka perlawanan. keluar. 4. Poin lain yang perlu dipertimbangkan adalah adanya kompresi dari beberapa anggota tubuh pada saat penusukan. Posisi membungkuk. sehingga saluran luka menjadi lebih luas. letak dan medikolegal. Keduanya mempunyai bentuk. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. dan mengangkat tangan dapat disebabkan oleh senjata yang lebih pendek dibandingkan apa yang didapatkan pada saat autopsi. Sudut luka berbentuk ireguler dan besar. maupun keduanya. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut. Tusukan masuk kemudian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain. 2. dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. Tusukan masuk. Luka luar yang terlihat juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan. Tanda percobaan adalah insisi dangkal. Luka percobaan tersebut seringkali terletak paralel dan terletak . sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. yang kemudian dikeluarkan sebagian. Beberapa pola luka yang dapat ditemukan : 1. Harus diingat bahwa posisi tubuh korban saat ditusuk berbeda dengan pada saat autopsi. berputar. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan. Pemeriksa yang sudah berpengalaman biasanya ragu-ragu untuk menentukan jenis senjata yang digunakan. 2. salah satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun pada organ. Atau manipulasi yang dilakukan pada saat penusukan juga akan mempengaruhi.

Meskipun jarang sekali dilaporkan. tangan. dan lengan bawah (jarang ditempat lain) dari korban sebagaimana ia berusaha melindungi dirinya dari ayunan senjata. Luka jenis ini dapat ditemukan di jari-jari.Luka multipelyang merupakan tanda percobaan bunuh diri Bentuk lain dari luka oleh karena instrumen yang tajam adalah ”luka perlawanan”.Ilustrasi terjadinya luka perlawanan Gambar 11.dekat dengan luka dalam di daerah pergelangan tangan atau leher. Gambar 10. Gambar 8. Luka perlawanan padabagian extensor lengan bawah . Bentuk lainnya antara lain luka tusuk dangkal didekat luka tusuk dalam dan mematikan. Luka perlawanan pada tangan Gambar 12. contohnya dengan menggenggam bilah dari instrumentajam.

persendian dan lain –lain. sedang atau berat. Sedangkan luka berat harus disesuaikan dengan ketentuan undang-undang yaitu yang diatur dalam KUHP pasal 90. pusat. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga. Pemeriksaan ditujukan untuk menentukan: a. Memperkirakan cara terjadinya luka apakah kasus pembunuhan. Yang dimaksud dengan luka ringan adalah luka yang tidak menimbulkan halangan dalam menjalankan mata pencaharian. Diukur secara tepat (dalam ukuran millimeter atau centimeter) tidak boleh dalam ukuran kira –kira saja. Yang diharapkan dari dokter untuk dapat membantu kalangan hukum dalam menilai berat ringannya luka yang dialami korban pada waktu atau selama perawatan dilakukannya. dan bila perlu organ dalam (viseral). Arah luka d. misalnya garis tengah tubuh. Lokasi luka c. Bentuk luka sebaiknya dibuat dalam bentuk sketsa atau difoto untuk menggambarkan kerusakan permukaan kulit.5 KUALIFIKASI LUKA Dalam membuat kesimpulan luka sebaiknya dokter juga menentukan derajat keparahan luka yang dialami korban atau disebut juga derajat kualifikasi luka. Ukuran luka (panjang. 2. ketiak. lebar dan dalam) e. atau kecelakaan. atau yang menimbulkan bahaya maut. Luka sedang adalah keadaan luka antara luka ringan dan luka berat.Dalam pemeriksaan. tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. jaringan dibawahnya. Lokasi luka dijelaskan dengan menghubungkan daerah–daerah yang berdekatan dengan garis anatomi tubuh dan posisi jaringan tertentu. Kualifikasi luka yang dapat dibuat oleh dokter adalah menyatakan pasien mengalami luka ringan. Jumlah luka b. bunuh diri. puting susu. KUHP Pasal 90. luka berat berarti: a) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuhsama sekali. Memperkirakan luka sebagai penyebab kematian korban atau bukan f. b) Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan ataupekerjaan pencaharian c) Kehilangan salah satu panca indera d) Mendapat cacat berat .

Orang yang bersangkutan mengalami :       Hal penyakit atau luka yang tidak ada harapan untuk sembuh dapat mendatangkan bahaya maut tidak dapat menjalankan pekerjaan tidak dapat menggunakan salah satu panca indra terganggu pikiran lebih dari 4 minggu keguguran ini perlu dipahami oleh dokter luka karena dari ini merupakan pandang jembatan untuk untuk menyampaikan penegak hukum. derajat kualifikasi sudut medik Penerapan penyampaian pendapat dokter dalam VeR tentang luka yang menimbulkan bahaya maut. Ungkapan ini akan mengingatkan para penegak hukum bahwa korban telah mengalami luka berat.6 PENYEBAB KEMATIAN Penyebab kematian dapat terjadi segera atau langsung. misalnya bila seorang korban mendapat luka di perut yang mengenai hati.e) Menderita sakit lumpuh f) Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih g) Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan. Penyebab kematian langsung dapat berupa: . yang menyebabkan perdarahan hebat sehingga dapat mengacam jiwa. 2. 2. 4. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan tidak ada halangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya 3. yaitu : 1. “korban mengalami luka tusuk di perut mengenai jaringan hati yang menyebabkan perdarahan banyak yang dapat mengancam jiwa pasien”. Kualifikasi di atas secara terperinci dapat di bagi dalam empat kualifikasi derajat luka. tetapi perlukaan dapat juga menyebabkan kematian secara tidak langsung. Walaupun pasien akhirnya sembuh tetapi di dalam VeR dokter dapat menggambarkan keadaan ini dalam kata– kata. Orang yang bersangkutan tidak menjadi sakit atau tidak mendapathalangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk melakukanpekerjaan atau jabatannya.

Trombosis pada pembuluh darah vena dan emboli yang terjadi akibatimmobilisasi. kalau dijumpai lebih dari satu luka. seperti meningitis.7 ASPEK MEDIKOLEGAL Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. Kematian yang timbul dalam jangka waktu yang lama. 4. Pada penentuan luka secara medikolegal seperti pada tindakan bunuh diri. disebut penyebab kematian secara tidak langsung.tiba dapat menyebabkan kematian. Perdarahan pada kantung pericardium sebanyak 300.400 cc telah dapat menyebabkan kematian karena terjadi tamponade jantung. Kehilangan darah yang demikian ini mengakibatkan syok dan meninggal bila tidak dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. pembunuhan atau kecelakaan dapat ditentukan dengan mengumpulkan semua data . 3. pembuluh darah besar akan menyebabkan kematian lebih cepat. Volume darah ada kira –kira 7 -10 % atau 1/13 berat badan. ginjal. Infeksi sepsis dari luka yang dapat mengakibatkan septicemia dari lukalama yang tidak sembuh dan luka ini bisa primer ataupun sekunder. Gangren atau nekrosis sebagai akibat kerusakan jaringan–jaringan danpembuluh darah. 2. Luka pada organ vital. 2. seperti jantung. Kehilangan 1/3 bagian dari volume darah tubuh secara tiba. Demikian juga darah sejumlah 200–300 cc yang menyumbat saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian karena asfiksia. Bila yang terluka adalah organ vital. paru. dan derajat luka. Perdarahan luas (syok hipovolemik) dan banyak dapat terjadi di dalam rongga tubuh atau di luar rongga tubuh. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. 2. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. yang bukan primer oleh karena lukanya. paru–paru. Inflamasi dari organ–organ dalam tubuh. encephalotos. sedangkan kehilangan darah secara perlahan-lahan tidak begitu membahayakan oleh karena tubuh dapat mengkompensasinya. Yang termasuk hal-hal ini adalah : 1. hati. pleuritis dan peritonitis. hati dan limpa. maka harus ditentukan yang mana yang menyebabkan kematian korban.1. limpa. Perdarahan di dalam rongga tubuh dapat kita jumpai pada luka tusuk yang mengenai organ –organ dalam seperti jantung.

interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga karena akan menentukan proses hukum di pengadilan nanti.pemeriksaan korban. Jumlah luka umumnya lebih dari satu. karena berdasarkan data yang ada sebagian besar kasusluka tusuk merupakan kasus percobaan pembunuhan. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. Pembunuhan. Bunuh diri.8 KESIMPULAN Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. luka tersebut adalah “luka percobaan”. 2. dan derajat luka. Aspek yang harus diperhatikan dalam kasus bunuh diri dan pembunuhan: a. Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. Selain dada dalam hal ini daerah jantung maka pada daerah perut yang biasanya di daerah lambung. . b. Oleh karena itu. seringkali didapati luka-luka yang didapat sewaktu korban mengadakan perlawanan. tidak mempunyai lokasi atau tempat khusus. Pada pemeriksaan luka dengan teliti sering didapatkan satu atau lebih luka lebih dangkal dan berjalan sejajar disekitar luka utama. Dengan adanya senjata yang tergenggam erat “cadaveric spasm” hampir dapat ditentukan dengan pastikan bahwa korban telah melakukan bunuh diri. seorang dokter yang baik tidak hanya memberi pengobatan terhadap luka namun melakukan pemeriksaan secara teliti untuk antisipasi adanya aspek medikolegalyang akan timbul dan jika diperlukan dokter harus membuat Visum et Repertum(VeR). adalah merupakan daerah–daerah yang sering dipilih korban untuk kasus–kasus bunuh diri. dalam pemeriksaan. Dokter memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya dan memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. Luka tusuk memiliki arti medikolegal yang penting.

perkusi timpani dan auskultasi BU(+) normal. ij. dari data-data yang ditemukan tidak ditemukan tanda-tanda syok dan akut abdomen. Dari data-data diatas kita harus menilai ABC pasien.HT. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test). Lubuk Linggau dengan keluhan luka tusuk pisau perut kiri. Gentamisin iv 2x80 mg. os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. os kemudian membalaut luka dengan kain. Curup datang ke IGD RS. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Nyeri(+). inf. follow up per 1 jam dan dipasang Catheter dower untuk melihat urine output. palpasi tidak ditemukan defans muscular. kemudian untuk mengatisipasi terjadinya akut abdomen diberikan ij. Dari hasil anamnesis diketahui bahwa ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya. status menikah. namun untuk menjaga terjadinya syok di pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro)+drip tramadol 1 amp untuk menghilangkan rasa nyeri. Observasi tanda-tanda akut abdomen.BAB III ANALISA PUSTAKA Seorang perempuan berusia 38 tahun. Pada status lokalis regio Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) didapatkan pada inspeksi Tampak Vulnus Punctum (pisau) 2cmx0. beragama islam dan beralamat di Lawang Agung.500 iu IM. kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau. . Sobirin. Metronidazol 2x500 mg. sebagai dokter umum kita juga harus membuat visum et repertum karena pasien ini termasuk kasus medikolegal.5cmxrongga (6cm dalamnya). Kemudian untuk luka tusuk dilakukan WT. Prognosis pasien ini baik vitam maupun functionam adalah bonam. Selain menatalaksana luka tusuk. ATS 1.

DAFTAR PUSTAKA 1. Refrat luka tusuk. Edisi ke-III.08. Anonim. . Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC. R & Wim de Jong.scribd. 2. 2006. di searching pada tanggal 19. Sjamsuhidajat.12 dari http://ml.com/doc/101252880/Luka-Tusuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful