BAB I LAPORAN KASUS

Nama Umur

: Ny. De : 38 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Status Agama Kebangsaan Alamat MRS : Menikah : Islam : Indonesia : Lawang Agung, Curup : 08 Februari 2012

ANAMNESIS (8 Februari 2012) Keluhan Utama: Luka tusuk pada perut

Riwayat perjalanan penyakit: ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya, os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Nyeri(+), tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah, os kemudian membalaut luka dengan kain, kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau.

PEMERIKSAAN FISIK (8 Februari 2012) Status Generalis KU Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Kepala Kulit Leher Pupil : baik : compos mentis : 110/80 mmHg : 90x/menit, reguler, tegangan dan isi cukup : 16x/menit(os mengaku nyeri pada perut jika bernapas) : 36,5ºC : konjungtiva palpebra anemis (-/-) : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : isokor/ reflex cahaya +/+

ronkhi (-). Gentamisin iv 2x80 mg inf.HT. Abdomen AP DIAGNOSIS KERJA Vulnus Punctum (pisau) Regio Abdominal Sinistra PENATALAKSANAAN Resusitasi ABC A:baik B:pasang O2 3l/menit C:pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro) Tambahan:       drip tramadol 1 amp ij. wheezing (-) Abdomen : I = Cembung. nyeri tekan pada abdomen sekitar luka tusuk(+).5cmxrongga(6cm dalamnya) PEMERIKSAAN PENUNJANG R/DR. Ro.500 iu IM Observasi tanda-tanda akut abdomen .KGB Thoraks : tidak ada kelainan : Cor. vesikuler (+) normal. lihat status lokalis P= lemas.gol darah. murmur (-). HR=90x/menit. gallop (-) Pulmo. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test) ij. ATS 1.defans muscular(-) P= timpani A= BU (+) normal Ekstremitas superior : palmar manus anemis (-/-) Ekstremitas inferior : tidak ada kelainan Status Lokalis Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) Tampak Vulnus Punctum 2cmx0. Metronidazol 2x500 mg WT.

   Follow up per 1 jam Catheter dower (lihat UO) Buat visum et repertum PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungsionam : bonam : bonam .

luka potong dan luka akibat suatu terapi diagnostik. 17% bunuh diri dan 3% diantaranya adalah kecelakaan. Berdasarkan data yang ada. gunting dan kaca). Apakah korban hidup atau mati. Hasil penemuan berdasarkan pemeriksaan yang teliti kemudian dibuat menjadi Visum et Repertum untuk kepentingan medikolegal. apakah penyebab sebuah kecelakaan. Trauma tajam adalah sebuah trauma yang diakibatkan oleh senjata atau benda –benda yang memiliki tepi yang tajam atau runcing (seperti pisau. sebuah luka yang memiliki arti yang penting berdasarkan sudut pandang forensik. Bukan hanya memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya tetapi juga memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. pemeriksaan yang dilakukan dokter tersebut mungkin memiliki kepentingan medikolegal. tapi juga untuk mengantipasi adanya komplikasi medikolegal. Pada referat ini akan dibahas lebih terperinci mengenai luka tusuk. karena pemeriksaan yang menyeluruh akan menentukan proses hukum dipengadilan nanti. Luka tusuk merupakan mekanisme pembunuhan utama di Britania dan di berbagai negara dengan pembatasan penggunaan senjata api yang terkontrol. Hal ini dikarenakan luka tusuk jarang terjadi akibat kecelakaan. bahkan apabila jika muncul di kemudian hari. yaitu luka yang disebabkan oleh benda tajam yang ditusukkan pada tubuh. Tentu saja perhatian kedokteran forensik banyak terfokus pada patologi trauma yang disebabkan oleh luka itu sendiri. Luka akibat benda tajam sendiri dapat dibedakan atas empat yaitu Luka tusuk. cedera ringan atau berat. Putusnya atau rusaknya kontinuitas jaringan karena trauma akibat alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing pada umumnya mudah dibedakan dari luka yang disebabkan oleh benda tumpul dan dari luka tembakan senjata api. pembunuhan atau bunuh diri. Di Jerman 376 kematian akibat trauma tajam yang terjadi menunjukkan bahwa 80% merupakan kasus pembunuhan. dan seorang dokter harus melakukan pemeriksaan yang teliti bukan hanya untuk mengobati. luka iris.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. kasus pembunuhan di Eropa lebih sering terjadi dengan senjata tajam. .1 LUKA TUSUK PENDAHULUAN Hampir semua dokter pernah dipanggil ketika seseorang menderita luka.

2. pedang. Tetapi sering yang terjadi lebar luka melebihi lebar alat kerena tarikan ke samping waktu menusuk dan waktu menarik. panah biru gelap menunjukkan sisi dengan sudut lancip. Pada bagian tertentu pada tubuh. Panjang luka di permukaan kulit tampak lebih kecil dari lebar alat. Demikian juga bila alat/pisau yang masuk kejaringan dengan posisi yang miring. Bila luka masuk dan keluar melalui alur yang sama maka lebar luka sama dengan lebar alat. luka akibat tusukan memiliki kedalaman luka lebih panjang dibanding panjangnya. luka itu mungkin nampak berbentuk seperti kurva. dimana terdapat dasar berupa tulang atau serat otot.2. alat pahat.3. Pemakaian istilah “luka penetrasi” ditunjukkan untuk menjelaskan dimana dalaman luka yang diakibatkan oleh benda itu melebihi lebar luka yang tampak pada permukaan kulit. Bahkan benda lebih tumpul seperti obeng juga dapat menyebabkan luka tusuk. Panjang saluran luka atau kedalaman luka dapat . sedangkan disisi yang berlawanan dengan suduttumpul. Luka tusuk dapat dibedakan dengan luka iris berdasarkan panjang dan kedalaman luka. LukaTusuk.1 Panjang dan kedalaman luka Pada luka tusuk. panjang luka pada kulit dapat sama. apalagi bila luka melintang terhadap otot. Jika dilakukan pengukuran. lebih kecil ataupun lebih besar dibandingkan dengan lebar pisau. gunting. Dalamnya luka sulit ditentukan pada daerah tanpa tulang seperti di daerah abdomen oleh karena elastisitas dinding perut tersebut. Benda tajam yang dimaksud seperti pisau.3 KARAKTERISTIK LUKA 2. Kebanyakan luka tusuk akan menganga bukan karena sifat benda yang masuk tetapi sebagai akibat elastisitas dari kulit.2 DEFENISI Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. bayonet dan benda yang memiliki ujung tajam lainnya. Panjang luka penting diukur dengan cara merapatkan kedua tepi luka sebab itu akan mewakili lebar alat. sebaliknya pada luka iris. Gambar 1.

Gambar 2. Pisau dengan kedua sisi tajam akan menghasilkan luka dengan dua pinggir tajam. 2.3. Luka tusuk senjata bermata satu Gambar 4.mengindikasikan panjang minimum dari senjata yang digunakan. gerakan senjata pada luka. Daerah tepi luka dapat memberikan informasi ketajaman senjata yang digunakan. arah dorongan. gerakan korban yang ditusuk. dan keadaan elastisitas kulit. . jika bagian pangkal senjata masuk kedalam tubuh. Gambar 3. Pinggir luka dapat menunjukan bagian yang tajam (sudut lancip) dan tumpul (sudut tumpul) dari pisau berpinggir tajam satu sisi. Umumnya dalam luka lebih pendek dari panjang senjata.2 Bentuk Luka Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi bentuk luka yaitu bentuk dan ukuran senjata yang digunakan. Pisaubermata satu yangditusukan dengankedalaman yangberbeda. Senjata yang tumpul misalnya akan membuat tepi luka mengalami abrasi. oleh karena itu penting mengetahui berbagai kemungkinanbentuk senjata yang digunakan. Luka tusuk senjata bermata dua Bentuk luka juga tergantung seberapa banyak bagian pisau (senjata) yangmasuk ke dalam tubuh. karena jarang ditusukan ampai ke pangkal senjata. Bentuk luka merupakan gambaran yang penting dari luka tusuk karena karena hal itu akan sangat membantu dalam membedakan berbagai jenis senjata yang mungkin telah dikumpulkan oleh polisi dan dibawa untuk diperiksa.

Menunjukan gambaran tusukan berbagai jenis obeng. Bagian-bagian dari sebuah pisau. Gambar 7.Luka multipel dengan berbagai bentuk akibat efek langer’s line. Gambar 8. seperti pahat. Perlu diingat bahwa benda lain yang dapat menembus tubuh. Apabila arah tusukan membentuk sudut yang tegak lurus dengan distribusi serabut elastis tubuh yang sesuai dengan Langer’s line.Gambar 5.obeng atau gunting. . yang lebih jarang. akan menyebabkan perbedaan bentuk luka yang kadang-kadang berbentuk segi empat atau. Hal ini akan menyebabkan tepi luka akan melebar dan cetakan luka tidak sesuai dengan senjata yang digunakan. sifat keelastisan kulit dan arah tusukan terhadap serabut elastis juga mempengaruhi bentuk luka. . berbentuk satelit Gambar 6. Menunjukan jenis obeng philips dan bentuk luka yang ditimbulkan Selain kekhususan senjata yang digunakan.

Tusukan masuk kemudian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk. Atau manipulasi yang dilakukan pada saat penusukan juga akan mempengaruhi. Tanda percobaan adalah insisi dangkal. dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. 2. hal tersebut dapat menyebabkan lukanya menjadi tidak begitu khas. berputar. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. Poin lain yang perlu dipertimbangkan adalah adanya kompresi dari beberapa anggota tubuh pada saat penusukan. Sudut luka berbentuk ireguler dan besar. Harus diingat bahwa posisi tubuh korban saat ditusuk berbeda dengan pada saat autopsi. Luka luar yang terlihat juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan. Tusukan masuk. dan mengangkat tangan dapat disebabkan oleh senjata yang lebih pendek dibandingkan apa yang didapatkan pada saat autopsi. Manipulasi tubuh untuk memperlihatkan posisi saat ditusuk sulit atau bahkan tidak mungkin mengingat berat dan adanya kaku mayat. keluar. Luka percobaan tersebut seringkali terletak paralel dan terletak .4 PEMERIKSAAN LUKA TUSUK Pada pemeriksaan luka ada dua tipe luka oleh karena instrumen yang tajam yang perlu diperhatikan dengan baik dan memiliki ciri yang dapat dikenali dari aksi korban yaitu tanda percobaan dan luka perlawanan. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor. luka tusuk dibuat sebelum luka yang fatal oleh individu yang berencana bunuh diri. sehingga saluran luka menjadi lebih luas. Beberapa pola luka yang dapat ditemukan : 1. letak dan medikolegal. sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. yang kemudian dikeluarkan sebagian. maupun keduanya. 5. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun pada organ. Keduanya mempunyai bentuk. salah satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar. Tusukan diputar saat masuk. Pemeriksa yang sudah berpengalaman biasanya ragu-ragu untuk menentukan jenis senjata yang digunakan. 4. Posisi membungkuk. 2. 3.

Bentuk lainnya antara lain luka tusuk dangkal didekat luka tusuk dalam dan mematikan. dan lengan bawah (jarang ditempat lain) dari korban sebagaimana ia berusaha melindungi dirinya dari ayunan senjata.dekat dengan luka dalam di daerah pergelangan tangan atau leher.Luka multipelyang merupakan tanda percobaan bunuh diri Bentuk lain dari luka oleh karena instrumen yang tajam adalah ”luka perlawanan”. Luka jenis ini dapat ditemukan di jari-jari. Gambar 8.Ilustrasi terjadinya luka perlawanan Gambar 11. Meskipun jarang sekali dilaporkan. tangan. Luka perlawanan pada tangan Gambar 12. contohnya dengan menggenggam bilah dari instrumentajam. Gambar 10. Luka perlawanan padabagian extensor lengan bawah .

Pemeriksaan ditujukan untuk menentukan: a. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga.Dalam pemeriksaan. atau yang menimbulkan bahaya maut. dan bila perlu organ dalam (viseral). Lokasi luka c. b) Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan ataupekerjaan pencaharian c) Kehilangan salah satu panca indera d) Mendapat cacat berat . pusat. Ukuran luka (panjang. jaringan dibawahnya. luka berat berarti: a) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuhsama sekali. tidak mengganggu kegiatan sehari-hari.5 KUALIFIKASI LUKA Dalam membuat kesimpulan luka sebaiknya dokter juga menentukan derajat keparahan luka yang dialami korban atau disebut juga derajat kualifikasi luka. Bentuk luka sebaiknya dibuat dalam bentuk sketsa atau difoto untuk menggambarkan kerusakan permukaan kulit. lebar dan dalam) e. ketiak. KUHP Pasal 90. Luka sedang adalah keadaan luka antara luka ringan dan luka berat. puting susu. Sedangkan luka berat harus disesuaikan dengan ketentuan undang-undang yaitu yang diatur dalam KUHP pasal 90. Jumlah luka b. bunuh diri. Diukur secara tepat (dalam ukuran millimeter atau centimeter) tidak boleh dalam ukuran kira –kira saja. Yang diharapkan dari dokter untuk dapat membantu kalangan hukum dalam menilai berat ringannya luka yang dialami korban pada waktu atau selama perawatan dilakukannya. Memperkirakan luka sebagai penyebab kematian korban atau bukan f. Kualifikasi luka yang dapat dibuat oleh dokter adalah menyatakan pasien mengalami luka ringan. Yang dimaksud dengan luka ringan adalah luka yang tidak menimbulkan halangan dalam menjalankan mata pencaharian. 2. sedang atau berat. Memperkirakan cara terjadinya luka apakah kasus pembunuhan. Lokasi luka dijelaskan dengan menghubungkan daerah–daerah yang berdekatan dengan garis anatomi tubuh dan posisi jaringan tertentu. misalnya garis tengah tubuh. persendian dan lain –lain. Arah luka d. atau kecelakaan.

derajat kualifikasi sudut medik Penerapan penyampaian pendapat dokter dalam VeR tentang luka yang menimbulkan bahaya maut. Orang yang bersangkutan tidak menjadi sakit atau tidak mendapathalangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan. tetapi perlukaan dapat juga menyebabkan kematian secara tidak langsung. Orang yang bersangkutan mengalami :       Hal penyakit atau luka yang tidak ada harapan untuk sembuh dapat mendatangkan bahaya maut tidak dapat menjalankan pekerjaan tidak dapat menggunakan salah satu panca indra terganggu pikiran lebih dari 4 minggu keguguran ini perlu dipahami oleh dokter luka karena dari ini merupakan pandang jembatan untuk untuk menyampaikan penegak hukum. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan tidak ada halangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya 3. 4.6 PENYEBAB KEMATIAN Penyebab kematian dapat terjadi segera atau langsung. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk melakukanpekerjaan atau jabatannya. Kualifikasi di atas secara terperinci dapat di bagi dalam empat kualifikasi derajat luka. yang menyebabkan perdarahan hebat sehingga dapat mengacam jiwa. 2. yaitu : 1. Walaupun pasien akhirnya sembuh tetapi di dalam VeR dokter dapat menggambarkan keadaan ini dalam kata– kata. Ungkapan ini akan mengingatkan para penegak hukum bahwa korban telah mengalami luka berat.e) Menderita sakit lumpuh f) Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih g) Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan. “korban mengalami luka tusuk di perut mengenai jaringan hati yang menyebabkan perdarahan banyak yang dapat mengancam jiwa pasien”. 2. Penyebab kematian langsung dapat berupa: . misalnya bila seorang korban mendapat luka di perut yang mengenai hati.

Demikian juga darah sejumlah 200–300 cc yang menyumbat saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian karena asfiksia. Gangren atau nekrosis sebagai akibat kerusakan jaringan–jaringan danpembuluh darah. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. Bila yang terluka adalah organ vital. Kehilangan 1/3 bagian dari volume darah tubuh secara tiba. maka harus ditentukan yang mana yang menyebabkan kematian korban. Trombosis pada pembuluh darah vena dan emboli yang terjadi akibatimmobilisasi. limpa. paru. Infeksi sepsis dari luka yang dapat mengakibatkan septicemia dari lukalama yang tidak sembuh dan luka ini bisa primer ataupun sekunder. Perdarahan pada kantung pericardium sebanyak 300. sedangkan kehilangan darah secara perlahan-lahan tidak begitu membahayakan oleh karena tubuh dapat mengkompensasinya. Yang termasuk hal-hal ini adalah : 1. 2. 4. dan derajat luka. Volume darah ada kira –kira 7 -10 % atau 1/13 berat badan. yang bukan primer oleh karena lukanya. Inflamasi dari organ–organ dalam tubuh.400 cc telah dapat menyebabkan kematian karena terjadi tamponade jantung. ginjal. Perdarahan luas (syok hipovolemik) dan banyak dapat terjadi di dalam rongga tubuh atau di luar rongga tubuh. pembunuhan atau kecelakaan dapat ditentukan dengan mengumpulkan semua data . Kehilangan darah yang demikian ini mengakibatkan syok dan meninggal bila tidak dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. seperti meningitis. pembuluh darah besar akan menyebabkan kematian lebih cepat.7 ASPEK MEDIKOLEGAL Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan.tiba dapat menyebabkan kematian. 3. 2. Luka pada organ vital. seperti jantung. Kematian yang timbul dalam jangka waktu yang lama. 2. hati dan limpa. Pada penentuan luka secara medikolegal seperti pada tindakan bunuh diri. hati.1. disebut penyebab kematian secara tidak langsung. Perdarahan di dalam rongga tubuh dapat kita jumpai pada luka tusuk yang mengenai organ –organ dalam seperti jantung. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. pleuritis dan peritonitis. encephalotos. paru–paru. kalau dijumpai lebih dari satu luka.

pemeriksaan korban. seringkali didapati luka-luka yang didapat sewaktu korban mengadakan perlawanan. 2. Dengan adanya senjata yang tergenggam erat “cadaveric spasm” hampir dapat ditentukan dengan pastikan bahwa korban telah melakukan bunuh diri. Dokter memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya dan memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga karena akan menentukan proses hukum di pengadilan nanti. b. seorang dokter yang baik tidak hanya memberi pengobatan terhadap luka namun melakukan pemeriksaan secara teliti untuk antisipasi adanya aspek medikolegalyang akan timbul dan jika diperlukan dokter harus membuat Visum et Repertum(VeR). Pada pemeriksaan luka dengan teliti sering didapatkan satu atau lebih luka lebih dangkal dan berjalan sejajar disekitar luka utama. dalam pemeriksaan.8 KESIMPULAN Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. Bunuh diri. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. tidak mempunyai lokasi atau tempat khusus. luka tersebut adalah “luka percobaan”. karena berdasarkan data yang ada sebagian besar kasusluka tusuk merupakan kasus percobaan pembunuhan. Jumlah luka umumnya lebih dari satu. Oleh karena itu. dan derajat luka. Luka tusuk memiliki arti medikolegal yang penting. Pembunuhan. Selain dada dalam hal ini daerah jantung maka pada daerah perut yang biasanya di daerah lambung. adalah merupakan daerah–daerah yang sering dipilih korban untuk kasus–kasus bunuh diri. . Aspek yang harus diperhatikan dalam kasus bunuh diri dan pembunuhan: a. Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan.

beragama islam dan beralamat di Lawang Agung. Gentamisin iv 2x80 mg. dari data-data yang ditemukan tidak ditemukan tanda-tanda syok dan akut abdomen. Dari hasil anamnesis diketahui bahwa ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Metronidazol 2x500 mg. Curup datang ke IGD RS. tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test). kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau. Selain menatalaksana luka tusuk. namun untuk menjaga terjadinya syok di pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro)+drip tramadol 1 amp untuk menghilangkan rasa nyeri.500 iu IM. Sobirin. perkusi timpani dan auskultasi BU(+) normal. . ij. Lubuk Linggau dengan keluhan luka tusuk pisau perut kiri. Kemudian untuk luka tusuk dilakukan WT. Dari data-data diatas kita harus menilai ABC pasien. os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Prognosis pasien ini baik vitam maupun functionam adalah bonam. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. status menikah.BAB III ANALISA PUSTAKA Seorang perempuan berusia 38 tahun. Pada status lokalis regio Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) didapatkan pada inspeksi Tampak Vulnus Punctum (pisau) 2cmx0. kemudian untuk mengatisipasi terjadinya akut abdomen diberikan ij.HT. palpasi tidak ditemukan defans muscular. Nyeri(+). follow up per 1 jam dan dipasang Catheter dower untuk melihat urine output.5cmxrongga (6cm dalamnya). inf. os kemudian membalaut luka dengan kain. ATS 1. sebagai dokter umum kita juga harus membuat visum et repertum karena pasien ini termasuk kasus medikolegal. Observasi tanda-tanda akut abdomen.

Jakarta: EGC.scribd. R & Wim de Jong.DAFTAR PUSTAKA 1. 2006. . di searching pada tanggal 19. Sjamsuhidajat. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-III.12 dari http://ml.com/doc/101252880/Luka-Tusuk.08. Refrat luka tusuk. Anonim. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful