BAB I LAPORAN KASUS

Nama Umur

: Ny. De : 38 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Status Agama Kebangsaan Alamat MRS : Menikah : Islam : Indonesia : Lawang Agung, Curup : 08 Februari 2012

ANAMNESIS (8 Februari 2012) Keluhan Utama: Luka tusuk pada perut

Riwayat perjalanan penyakit: ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya, os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Nyeri(+), tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah, os kemudian membalaut luka dengan kain, kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau.

PEMERIKSAAN FISIK (8 Februari 2012) Status Generalis KU Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Kepala Kulit Leher Pupil : baik : compos mentis : 110/80 mmHg : 90x/menit, reguler, tegangan dan isi cukup : 16x/menit(os mengaku nyeri pada perut jika bernapas) : 36,5ºC : konjungtiva palpebra anemis (-/-) : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : isokor/ reflex cahaya +/+

ronkhi (-). Ro. vesikuler (+) normal. Gentamisin iv 2x80 mg inf. lihat status lokalis P= lemas.defans muscular(-) P= timpani A= BU (+) normal Ekstremitas superior : palmar manus anemis (-/-) Ekstremitas inferior : tidak ada kelainan Status Lokalis Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) Tampak Vulnus Punctum 2cmx0.HT. Abdomen AP DIAGNOSIS KERJA Vulnus Punctum (pisau) Regio Abdominal Sinistra PENATALAKSANAAN Resusitasi ABC A:baik B:pasang O2 3l/menit C:pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro) Tambahan:       drip tramadol 1 amp ij.500 iu IM Observasi tanda-tanda akut abdomen . murmur (-). nyeri tekan pada abdomen sekitar luka tusuk(+). Metronidazol 2x500 mg WT. gallop (-) Pulmo.KGB Thoraks : tidak ada kelainan : Cor. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test) ij. HR=90x/menit. wheezing (-) Abdomen : I = Cembung.gol darah.5cmxrongga(6cm dalamnya) PEMERIKSAAN PENUNJANG R/DR. ATS 1.

   Follow up per 1 jam Catheter dower (lihat UO) Buat visum et repertum PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungsionam : bonam : bonam .

yaitu luka yang disebabkan oleh benda tajam yang ditusukkan pada tubuh. Luka tusuk merupakan mekanisme pembunuhan utama di Britania dan di berbagai negara dengan pembatasan penggunaan senjata api yang terkontrol. Hasil penemuan berdasarkan pemeriksaan yang teliti kemudian dibuat menjadi Visum et Repertum untuk kepentingan medikolegal. Di Jerman 376 kematian akibat trauma tajam yang terjadi menunjukkan bahwa 80% merupakan kasus pembunuhan. 17% bunuh diri dan 3% diantaranya adalah kecelakaan. Putusnya atau rusaknya kontinuitas jaringan karena trauma akibat alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing pada umumnya mudah dibedakan dari luka yang disebabkan oleh benda tumpul dan dari luka tembakan senjata api. Bukan hanya memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya tetapi juga memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. Trauma tajam adalah sebuah trauma yang diakibatkan oleh senjata atau benda –benda yang memiliki tepi yang tajam atau runcing (seperti pisau. Apakah korban hidup atau mati. kasus pembunuhan di Eropa lebih sering terjadi dengan senjata tajam. pembunuhan atau bunuh diri. Tentu saja perhatian kedokteran forensik banyak terfokus pada patologi trauma yang disebabkan oleh luka itu sendiri. Luka akibat benda tajam sendiri dapat dibedakan atas empat yaitu Luka tusuk. Pada referat ini akan dibahas lebih terperinci mengenai luka tusuk. sebuah luka yang memiliki arti yang penting berdasarkan sudut pandang forensik. cedera ringan atau berat. tapi juga untuk mengantipasi adanya komplikasi medikolegal. Berdasarkan data yang ada. gunting dan kaca).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. pemeriksaan yang dilakukan dokter tersebut mungkin memiliki kepentingan medikolegal. apakah penyebab sebuah kecelakaan. dan seorang dokter harus melakukan pemeriksaan yang teliti bukan hanya untuk mengobati. bahkan apabila jika muncul di kemudian hari. karena pemeriksaan yang menyeluruh akan menentukan proses hukum dipengadilan nanti. .1 LUKA TUSUK PENDAHULUAN Hampir semua dokter pernah dipanggil ketika seseorang menderita luka. luka iris. Hal ini dikarenakan luka tusuk jarang terjadi akibat kecelakaan. luka potong dan luka akibat suatu terapi diagnostik.

sedangkan disisi yang berlawanan dengan suduttumpul. Tetapi sering yang terjadi lebar luka melebihi lebar alat kerena tarikan ke samping waktu menusuk dan waktu menarik.1 Panjang dan kedalaman luka Pada luka tusuk. Kebanyakan luka tusuk akan menganga bukan karena sifat benda yang masuk tetapi sebagai akibat elastisitas dari kulit. LukaTusuk. Dalamnya luka sulit ditentukan pada daerah tanpa tulang seperti di daerah abdomen oleh karena elastisitas dinding perut tersebut. apalagi bila luka melintang terhadap otot. panjang luka pada kulit dapat sama. Luka tusuk dapat dibedakan dengan luka iris berdasarkan panjang dan kedalaman luka. Bahkan benda lebih tumpul seperti obeng juga dapat menyebabkan luka tusuk. dimana terdapat dasar berupa tulang atau serat otot. Panjang luka penting diukur dengan cara merapatkan kedua tepi luka sebab itu akan mewakili lebar alat. Gambar 1. Bila luka masuk dan keluar melalui alur yang sama maka lebar luka sama dengan lebar alat. panah biru gelap menunjukkan sisi dengan sudut lancip.2. luka itu mungkin nampak berbentuk seperti kurva.2 DEFENISI Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. bayonet dan benda yang memiliki ujung tajam lainnya. sebaliknya pada luka iris. 2. Panjang luka di permukaan kulit tampak lebih kecil dari lebar alat. Pemakaian istilah “luka penetrasi” ditunjukkan untuk menjelaskan dimana dalaman luka yang diakibatkan oleh benda itu melebihi lebar luka yang tampak pada permukaan kulit.3. luka akibat tusukan memiliki kedalaman luka lebih panjang dibanding panjangnya. gunting. Pada bagian tertentu pada tubuh. Panjang saluran luka atau kedalaman luka dapat . pedang.3 KARAKTERISTIK LUKA 2. lebih kecil ataupun lebih besar dibandingkan dengan lebar pisau. Demikian juga bila alat/pisau yang masuk kejaringan dengan posisi yang miring. alat pahat. Jika dilakukan pengukuran. Benda tajam yang dimaksud seperti pisau.

2 Bentuk Luka Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi bentuk luka yaitu bentuk dan ukuran senjata yang digunakan. Pisau dengan kedua sisi tajam akan menghasilkan luka dengan dua pinggir tajam. dan keadaan elastisitas kulit. Gambar 2. jika bagian pangkal senjata masuk kedalam tubuh. arah dorongan. Bentuk luka merupakan gambaran yang penting dari luka tusuk karena karena hal itu akan sangat membantu dalam membedakan berbagai jenis senjata yang mungkin telah dikumpulkan oleh polisi dan dibawa untuk diperiksa. Luka tusuk senjata bermata satu Gambar 4. Pinggir luka dapat menunjukan bagian yang tajam (sudut lancip) dan tumpul (sudut tumpul) dari pisau berpinggir tajam satu sisi.3. oleh karena itu penting mengetahui berbagai kemungkinanbentuk senjata yang digunakan. gerakan senjata pada luka. Gambar 3. Luka tusuk senjata bermata dua Bentuk luka juga tergantung seberapa banyak bagian pisau (senjata) yangmasuk ke dalam tubuh. karena jarang ditusukan ampai ke pangkal senjata. . gerakan korban yang ditusuk.mengindikasikan panjang minimum dari senjata yang digunakan. Senjata yang tumpul misalnya akan membuat tepi luka mengalami abrasi. Pisaubermata satu yangditusukan dengankedalaman yangberbeda. 2. Daerah tepi luka dapat memberikan informasi ketajaman senjata yang digunakan. Umumnya dalam luka lebih pendek dari panjang senjata.

Bagian-bagian dari sebuah pisau. .Gambar 5. Menunjukan gambaran tusukan berbagai jenis obeng. seperti pahat.Luka multipel dengan berbagai bentuk akibat efek langer’s line. yang lebih jarang. Gambar 7. Hal ini akan menyebabkan tepi luka akan melebar dan cetakan luka tidak sesuai dengan senjata yang digunakan. Perlu diingat bahwa benda lain yang dapat menembus tubuh. Menunjukan jenis obeng philips dan bentuk luka yang ditimbulkan Selain kekhususan senjata yang digunakan. berbentuk satelit Gambar 6. sifat keelastisan kulit dan arah tusukan terhadap serabut elastis juga mempengaruhi bentuk luka. akan menyebabkan perbedaan bentuk luka yang kadang-kadang berbentuk segi empat atau.obeng atau gunting. Apabila arah tusukan membentuk sudut yang tegak lurus dengan distribusi serabut elastis tubuh yang sesuai dengan Langer’s line. Gambar 8. .

Luka percobaan tersebut seringkali terletak paralel dan terletak . yang kemudian dikeluarkan sebagian. 2. hal tersebut dapat menyebabkan lukanya menjadi tidak begitu khas. Pemeriksa yang sudah berpengalaman biasanya ragu-ragu untuk menentukan jenis senjata yang digunakan. berputar. dan mengangkat tangan dapat disebabkan oleh senjata yang lebih pendek dibandingkan apa yang didapatkan pada saat autopsi. luka tusuk dibuat sebelum luka yang fatal oleh individu yang berencana bunuh diri.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk. Beberapa pola luka yang dapat ditemukan : 1. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun pada organ. salah satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor. maupun keduanya. 4. Keduanya mempunyai bentuk. Tusukan masuk kemudian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain. Poin lain yang perlu dipertimbangkan adalah adanya kompresi dari beberapa anggota tubuh pada saat penusukan. keluar. sehingga saluran luka menjadi lebih luas. 5. Tanda percobaan adalah insisi dangkal. Sudut luka berbentuk ireguler dan besar. Luka luar yang terlihat juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan. 2. 3. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan. Manipulasi tubuh untuk memperlihatkan posisi saat ditusuk sulit atau bahkan tidak mungkin mengingat berat dan adanya kaku mayat. Harus diingat bahwa posisi tubuh korban saat ditusuk berbeda dengan pada saat autopsi. letak dan medikolegal. Tusukan diputar saat masuk. sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut. Atau manipulasi yang dilakukan pada saat penusukan juga akan mempengaruhi. Posisi membungkuk.4 PEMERIKSAAN LUKA TUSUK Pada pemeriksaan luka ada dua tipe luka oleh karena instrumen yang tajam yang perlu diperhatikan dengan baik dan memiliki ciri yang dapat dikenali dari aksi korban yaitu tanda percobaan dan luka perlawanan. dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. Tusukan masuk.

Meskipun jarang sekali dilaporkan.Luka multipelyang merupakan tanda percobaan bunuh diri Bentuk lain dari luka oleh karena instrumen yang tajam adalah ”luka perlawanan”. contohnya dengan menggenggam bilah dari instrumentajam. Gambar 10. tangan.dekat dengan luka dalam di daerah pergelangan tangan atau leher. Luka perlawanan padabagian extensor lengan bawah . Luka perlawanan pada tangan Gambar 12. Bentuk lainnya antara lain luka tusuk dangkal didekat luka tusuk dalam dan mematikan. Luka jenis ini dapat ditemukan di jari-jari.Ilustrasi terjadinya luka perlawanan Gambar 11. Gambar 8. dan lengan bawah (jarang ditempat lain) dari korban sebagaimana ia berusaha melindungi dirinya dari ayunan senjata.

Bentuk luka sebaiknya dibuat dalam bentuk sketsa atau difoto untuk menggambarkan kerusakan permukaan kulit.Dalam pemeriksaan. Yang dimaksud dengan luka ringan adalah luka yang tidak menimbulkan halangan dalam menjalankan mata pencaharian. 2. Pemeriksaan ditujukan untuk menentukan: a. Yang diharapkan dari dokter untuk dapat membantu kalangan hukum dalam menilai berat ringannya luka yang dialami korban pada waktu atau selama perawatan dilakukannya. tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. lebar dan dalam) e. atau kecelakaan. ketiak. luka berat berarti: a) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuhsama sekali. Kualifikasi luka yang dapat dibuat oleh dokter adalah menyatakan pasien mengalami luka ringan. bunuh diri. Ukuran luka (panjang. dan bila perlu organ dalam (viseral). atau yang menimbulkan bahaya maut. Memperkirakan luka sebagai penyebab kematian korban atau bukan f. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga. misalnya garis tengah tubuh. Diukur secara tepat (dalam ukuran millimeter atau centimeter) tidak boleh dalam ukuran kira –kira saja. Arah luka d. Jumlah luka b. Sedangkan luka berat harus disesuaikan dengan ketentuan undang-undang yaitu yang diatur dalam KUHP pasal 90. pusat. sedang atau berat. Lokasi luka dijelaskan dengan menghubungkan daerah–daerah yang berdekatan dengan garis anatomi tubuh dan posisi jaringan tertentu.5 KUALIFIKASI LUKA Dalam membuat kesimpulan luka sebaiknya dokter juga menentukan derajat keparahan luka yang dialami korban atau disebut juga derajat kualifikasi luka. puting susu. KUHP Pasal 90. b) Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan ataupekerjaan pencaharian c) Kehilangan salah satu panca indera d) Mendapat cacat berat . Lokasi luka c. persendian dan lain –lain. Luka sedang adalah keadaan luka antara luka ringan dan luka berat. Memperkirakan cara terjadinya luka apakah kasus pembunuhan. jaringan dibawahnya.

Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk melakukanpekerjaan atau jabatannya. Penyebab kematian langsung dapat berupa: . Orang yang bersangkutan tidak menjadi sakit atau tidak mendapathalangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan. yang menyebabkan perdarahan hebat sehingga dapat mengacam jiwa. Kualifikasi di atas secara terperinci dapat di bagi dalam empat kualifikasi derajat luka. Walaupun pasien akhirnya sembuh tetapi di dalam VeR dokter dapat menggambarkan keadaan ini dalam kata– kata. derajat kualifikasi sudut medik Penerapan penyampaian pendapat dokter dalam VeR tentang luka yang menimbulkan bahaya maut. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan tidak ada halangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya 3. Orang yang bersangkutan mengalami :       Hal penyakit atau luka yang tidak ada harapan untuk sembuh dapat mendatangkan bahaya maut tidak dapat menjalankan pekerjaan tidak dapat menggunakan salah satu panca indra terganggu pikiran lebih dari 4 minggu keguguran ini perlu dipahami oleh dokter luka karena dari ini merupakan pandang jembatan untuk untuk menyampaikan penegak hukum. Ungkapan ini akan mengingatkan para penegak hukum bahwa korban telah mengalami luka berat.e) Menderita sakit lumpuh f) Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih g) Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan.6 PENYEBAB KEMATIAN Penyebab kematian dapat terjadi segera atau langsung. yaitu : 1. “korban mengalami luka tusuk di perut mengenai jaringan hati yang menyebabkan perdarahan banyak yang dapat mengancam jiwa pasien”. 4. tetapi perlukaan dapat juga menyebabkan kematian secara tidak langsung. misalnya bila seorang korban mendapat luka di perut yang mengenai hati. 2. 2.

paru–paru. hati. Kematian yang timbul dalam jangka waktu yang lama. sedangkan kehilangan darah secara perlahan-lahan tidak begitu membahayakan oleh karena tubuh dapat mengkompensasinya. disebut penyebab kematian secara tidak langsung. 4. Kehilangan 1/3 bagian dari volume darah tubuh secara tiba. Perdarahan luas (syok hipovolemik) dan banyak dapat terjadi di dalam rongga tubuh atau di luar rongga tubuh. paru.400 cc telah dapat menyebabkan kematian karena terjadi tamponade jantung.7 ASPEK MEDIKOLEGAL Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. yang bukan primer oleh karena lukanya. hati dan limpa. Kehilangan darah yang demikian ini mengakibatkan syok dan meninggal bila tidak dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. 3. Volume darah ada kira –kira 7 -10 % atau 1/13 berat badan. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. Perdarahan di dalam rongga tubuh dapat kita jumpai pada luka tusuk yang mengenai organ –organ dalam seperti jantung. 2. Pada penentuan luka secara medikolegal seperti pada tindakan bunuh diri. Luka pada organ vital. Bila yang terluka adalah organ vital. encephalotos. Demikian juga darah sejumlah 200–300 cc yang menyumbat saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian karena asfiksia.1. 2.tiba dapat menyebabkan kematian. pleuritis dan peritonitis. seperti jantung. Gangren atau nekrosis sebagai akibat kerusakan jaringan–jaringan danpembuluh darah. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. pembunuhan atau kecelakaan dapat ditentukan dengan mengumpulkan semua data . Inflamasi dari organ–organ dalam tubuh. kalau dijumpai lebih dari satu luka. seperti meningitis. pembuluh darah besar akan menyebabkan kematian lebih cepat. Yang termasuk hal-hal ini adalah : 1. maka harus ditentukan yang mana yang menyebabkan kematian korban. Perdarahan pada kantung pericardium sebanyak 300. Infeksi sepsis dari luka yang dapat mengakibatkan septicemia dari lukalama yang tidak sembuh dan luka ini bisa primer ataupun sekunder. dan derajat luka. limpa. ginjal. 2. Trombosis pada pembuluh darah vena dan emboli yang terjadi akibatimmobilisasi.

Selain dada dalam hal ini daerah jantung maka pada daerah perut yang biasanya di daerah lambung.8 KESIMPULAN Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. tidak mempunyai lokasi atau tempat khusus. adalah merupakan daerah–daerah yang sering dipilih korban untuk kasus–kasus bunuh diri. dalam pemeriksaan. Pembunuhan. Jumlah luka umumnya lebih dari satu. b. luka tersebut adalah “luka percobaan”. dan derajat luka. seringkali didapati luka-luka yang didapat sewaktu korban mengadakan perlawanan. seorang dokter yang baik tidak hanya memberi pengobatan terhadap luka namun melakukan pemeriksaan secara teliti untuk antisipasi adanya aspek medikolegalyang akan timbul dan jika diperlukan dokter harus membuat Visum et Repertum(VeR).pemeriksaan korban. . Dokter memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya dan memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. Luka tusuk memiliki arti medikolegal yang penting. Pada pemeriksaan luka dengan teliti sering didapatkan satu atau lebih luka lebih dangkal dan berjalan sejajar disekitar luka utama. karena berdasarkan data yang ada sebagian besar kasusluka tusuk merupakan kasus percobaan pembunuhan. 2. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. Bunuh diri. Oleh karena itu. Aspek yang harus diperhatikan dalam kasus bunuh diri dan pembunuhan: a. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga karena akan menentukan proses hukum di pengadilan nanti. Dengan adanya senjata yang tergenggam erat “cadaveric spasm” hampir dapat ditentukan dengan pastikan bahwa korban telah melakukan bunuh diri.

kemudian untuk mengatisipasi terjadinya akut abdomen diberikan ij. Lubuk Linggau dengan keluhan luka tusuk pisau perut kiri. Curup datang ke IGD RS. os kemudian membalaut luka dengan kain. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test).HT. Nyeri(+). Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. namun untuk menjaga terjadinya syok di pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro)+drip tramadol 1 amp untuk menghilangkan rasa nyeri. tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah. Kemudian untuk luka tusuk dilakukan WT.BAB III ANALISA PUSTAKA Seorang perempuan berusia 38 tahun. Metronidazol 2x500 mg. perkusi timpani dan auskultasi BU(+) normal. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Gentamisin iv 2x80 mg. Selain menatalaksana luka tusuk. . status menikah. kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau. Dari hasil anamnesis diketahui bahwa ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya. beragama islam dan beralamat di Lawang Agung. sebagai dokter umum kita juga harus membuat visum et repertum karena pasien ini termasuk kasus medikolegal.5cmxrongga (6cm dalamnya). follow up per 1 jam dan dipasang Catheter dower untuk melihat urine output. os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. inf. Dari data-data diatas kita harus menilai ABC pasien. ij. Pada status lokalis regio Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) didapatkan pada inspeksi Tampak Vulnus Punctum (pisau) 2cmx0.500 iu IM. dari data-data yang ditemukan tidak ditemukan tanda-tanda syok dan akut abdomen. palpasi tidak ditemukan defans muscular. Prognosis pasien ini baik vitam maupun functionam adalah bonam. Sobirin. ATS 1. Observasi tanda-tanda akut abdomen.

R & Wim de Jong. Anonim. 2. di searching pada tanggal 19. Edisi ke-III.com/doc/101252880/Luka-Tusuk. Refrat luka tusuk.08.12 dari http://ml. . Sjamsuhidajat. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC. 2006.scribd.DAFTAR PUSTAKA 1.