BAB I LAPORAN KASUS

Nama Umur

: Ny. De : 38 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Status Agama Kebangsaan Alamat MRS : Menikah : Islam : Indonesia : Lawang Agung, Curup : 08 Februari 2012

ANAMNESIS (8 Februari 2012) Keluhan Utama: Luka tusuk pada perut

Riwayat perjalanan penyakit: ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya, os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Nyeri(+), tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah, os kemudian membalaut luka dengan kain, kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau.

PEMERIKSAAN FISIK (8 Februari 2012) Status Generalis KU Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Kepala Kulit Leher Pupil : baik : compos mentis : 110/80 mmHg : 90x/menit, reguler, tegangan dan isi cukup : 16x/menit(os mengaku nyeri pada perut jika bernapas) : 36,5ºC : konjungtiva palpebra anemis (-/-) : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : isokor/ reflex cahaya +/+

HR=90x/menit. Metronidazol 2x500 mg WT.gol darah. wheezing (-) Abdomen : I = Cembung. lihat status lokalis P= lemas.HT. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test) ij.KGB Thoraks : tidak ada kelainan : Cor.defans muscular(-) P= timpani A= BU (+) normal Ekstremitas superior : palmar manus anemis (-/-) Ekstremitas inferior : tidak ada kelainan Status Lokalis Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) Tampak Vulnus Punctum 2cmx0.500 iu IM Observasi tanda-tanda akut abdomen . Abdomen AP DIAGNOSIS KERJA Vulnus Punctum (pisau) Regio Abdominal Sinistra PENATALAKSANAAN Resusitasi ABC A:baik B:pasang O2 3l/menit C:pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro) Tambahan:       drip tramadol 1 amp ij. vesikuler (+) normal. gallop (-) Pulmo. ATS 1. Ro.5cmxrongga(6cm dalamnya) PEMERIKSAAN PENUNJANG R/DR. Gentamisin iv 2x80 mg inf. nyeri tekan pada abdomen sekitar luka tusuk(+). ronkhi (-). murmur (-).

   Follow up per 1 jam Catheter dower (lihat UO) Buat visum et repertum PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungsionam : bonam : bonam .

Apakah korban hidup atau mati. Bukan hanya memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya tetapi juga memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. Tentu saja perhatian kedokteran forensik banyak terfokus pada patologi trauma yang disebabkan oleh luka itu sendiri. Hasil penemuan berdasarkan pemeriksaan yang teliti kemudian dibuat menjadi Visum et Repertum untuk kepentingan medikolegal. Di Jerman 376 kematian akibat trauma tajam yang terjadi menunjukkan bahwa 80% merupakan kasus pembunuhan. Berdasarkan data yang ada. cedera ringan atau berat. kasus pembunuhan di Eropa lebih sering terjadi dengan senjata tajam. Trauma tajam adalah sebuah trauma yang diakibatkan oleh senjata atau benda –benda yang memiliki tepi yang tajam atau runcing (seperti pisau. yaitu luka yang disebabkan oleh benda tajam yang ditusukkan pada tubuh. Luka akibat benda tajam sendiri dapat dibedakan atas empat yaitu Luka tusuk. pemeriksaan yang dilakukan dokter tersebut mungkin memiliki kepentingan medikolegal.1 LUKA TUSUK PENDAHULUAN Hampir semua dokter pernah dipanggil ketika seseorang menderita luka. apakah penyebab sebuah kecelakaan. gunting dan kaca). luka potong dan luka akibat suatu terapi diagnostik. Luka tusuk merupakan mekanisme pembunuhan utama di Britania dan di berbagai negara dengan pembatasan penggunaan senjata api yang terkontrol. bahkan apabila jika muncul di kemudian hari. sebuah luka yang memiliki arti yang penting berdasarkan sudut pandang forensik. Hal ini dikarenakan luka tusuk jarang terjadi akibat kecelakaan. luka iris. karena pemeriksaan yang menyeluruh akan menentukan proses hukum dipengadilan nanti. pembunuhan atau bunuh diri. . Putusnya atau rusaknya kontinuitas jaringan karena trauma akibat alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing pada umumnya mudah dibedakan dari luka yang disebabkan oleh benda tumpul dan dari luka tembakan senjata api. Pada referat ini akan dibahas lebih terperinci mengenai luka tusuk. dan seorang dokter harus melakukan pemeriksaan yang teliti bukan hanya untuk mengobati. 17% bunuh diri dan 3% diantaranya adalah kecelakaan. tapi juga untuk mengantipasi adanya komplikasi medikolegal.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

alat pahat. dimana terdapat dasar berupa tulang atau serat otot. Dalamnya luka sulit ditentukan pada daerah tanpa tulang seperti di daerah abdomen oleh karena elastisitas dinding perut tersebut. gunting. Benda tajam yang dimaksud seperti pisau. Panjang luka penting diukur dengan cara merapatkan kedua tepi luka sebab itu akan mewakili lebar alat. Bahkan benda lebih tumpul seperti obeng juga dapat menyebabkan luka tusuk. Demikian juga bila alat/pisau yang masuk kejaringan dengan posisi yang miring. Luka tusuk dapat dibedakan dengan luka iris berdasarkan panjang dan kedalaman luka. Panjang luka di permukaan kulit tampak lebih kecil dari lebar alat. Pemakaian istilah “luka penetrasi” ditunjukkan untuk menjelaskan dimana dalaman luka yang diakibatkan oleh benda itu melebihi lebar luka yang tampak pada permukaan kulit. lebih kecil ataupun lebih besar dibandingkan dengan lebar pisau.3. Panjang saluran luka atau kedalaman luka dapat . LukaTusuk. bayonet dan benda yang memiliki ujung tajam lainnya. panjang luka pada kulit dapat sama. luka akibat tusukan memiliki kedalaman luka lebih panjang dibanding panjangnya.1 Panjang dan kedalaman luka Pada luka tusuk. panah biru gelap menunjukkan sisi dengan sudut lancip. Gambar 1.2.3 KARAKTERISTIK LUKA 2. sebaliknya pada luka iris. pedang. Bila luka masuk dan keluar melalui alur yang sama maka lebar luka sama dengan lebar alat. luka itu mungkin nampak berbentuk seperti kurva.2 DEFENISI Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. Jika dilakukan pengukuran. sedangkan disisi yang berlawanan dengan suduttumpul. 2. apalagi bila luka melintang terhadap otot. Kebanyakan luka tusuk akan menganga bukan karena sifat benda yang masuk tetapi sebagai akibat elastisitas dari kulit. Pada bagian tertentu pada tubuh. Tetapi sering yang terjadi lebar luka melebihi lebar alat kerena tarikan ke samping waktu menusuk dan waktu menarik.

Pisaubermata satu yangditusukan dengankedalaman yangberbeda. Gambar 3. Senjata yang tumpul misalnya akan membuat tepi luka mengalami abrasi. gerakan senjata pada luka. Gambar 2. dan keadaan elastisitas kulit.2 Bentuk Luka Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi bentuk luka yaitu bentuk dan ukuran senjata yang digunakan. . gerakan korban yang ditusuk. Pisau dengan kedua sisi tajam akan menghasilkan luka dengan dua pinggir tajam. Luka tusuk senjata bermata dua Bentuk luka juga tergantung seberapa banyak bagian pisau (senjata) yangmasuk ke dalam tubuh. oleh karena itu penting mengetahui berbagai kemungkinanbentuk senjata yang digunakan. Bentuk luka merupakan gambaran yang penting dari luka tusuk karena karena hal itu akan sangat membantu dalam membedakan berbagai jenis senjata yang mungkin telah dikumpulkan oleh polisi dan dibawa untuk diperiksa. Luka tusuk senjata bermata satu Gambar 4. Pinggir luka dapat menunjukan bagian yang tajam (sudut lancip) dan tumpul (sudut tumpul) dari pisau berpinggir tajam satu sisi. 2.3. karena jarang ditusukan ampai ke pangkal senjata.mengindikasikan panjang minimum dari senjata yang digunakan. Umumnya dalam luka lebih pendek dari panjang senjata. arah dorongan. jika bagian pangkal senjata masuk kedalam tubuh. Daerah tepi luka dapat memberikan informasi ketajaman senjata yang digunakan.

Menunjukan gambaran tusukan berbagai jenis obeng. . Menunjukan jenis obeng philips dan bentuk luka yang ditimbulkan Selain kekhususan senjata yang digunakan. akan menyebabkan perbedaan bentuk luka yang kadang-kadang berbentuk segi empat atau. Gambar 8.Gambar 5. Apabila arah tusukan membentuk sudut yang tegak lurus dengan distribusi serabut elastis tubuh yang sesuai dengan Langer’s line. yang lebih jarang. seperti pahat. . Perlu diingat bahwa benda lain yang dapat menembus tubuh.Luka multipel dengan berbagai bentuk akibat efek langer’s line. Gambar 7. Hal ini akan menyebabkan tepi luka akan melebar dan cetakan luka tidak sesuai dengan senjata yang digunakan. sifat keelastisan kulit dan arah tusukan terhadap serabut elastis juga mempengaruhi bentuk luka.obeng atau gunting. Bagian-bagian dari sebuah pisau. berbentuk satelit Gambar 6.

2. 4. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan. maupun keduanya.4 PEMERIKSAAN LUKA TUSUK Pada pemeriksaan luka ada dua tipe luka oleh karena instrumen yang tajam yang perlu diperhatikan dengan baik dan memiliki ciri yang dapat dikenali dari aksi korban yaitu tanda percobaan dan luka perlawanan. Beberapa pola luka yang dapat ditemukan : 1. sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. Harus diingat bahwa posisi tubuh korban saat ditusuk berbeda dengan pada saat autopsi. Keduanya mempunyai bentuk. Tusukan masuk. letak dan medikolegal. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun pada organ. Tusukan masuk kemudian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain. dan mengangkat tangan dapat disebabkan oleh senjata yang lebih pendek dibandingkan apa yang didapatkan pada saat autopsi. 2. Sudut luka berbentuk ireguler dan besar. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut. 5. Manipulasi tubuh untuk memperlihatkan posisi saat ditusuk sulit atau bahkan tidak mungkin mengingat berat dan adanya kaku mayat. yang kemudian dikeluarkan sebagian. Atau manipulasi yang dilakukan pada saat penusukan juga akan mempengaruhi. Luka luar yang terlihat juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan. Poin lain yang perlu dipertimbangkan adalah adanya kompresi dari beberapa anggota tubuh pada saat penusukan. Tusukan diputar saat masuk. Tanda percobaan adalah insisi dangkal. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor. 3. hal tersebut dapat menyebabkan lukanya menjadi tidak begitu khas. berputar. Luka percobaan tersebut seringkali terletak paralel dan terletak .Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk. sehingga saluran luka menjadi lebih luas. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. luka tusuk dibuat sebelum luka yang fatal oleh individu yang berencana bunuh diri. keluar. salah satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar. Pemeriksa yang sudah berpengalaman biasanya ragu-ragu untuk menentukan jenis senjata yang digunakan. Posisi membungkuk.

dan lengan bawah (jarang ditempat lain) dari korban sebagaimana ia berusaha melindungi dirinya dari ayunan senjata. Meskipun jarang sekali dilaporkan.Ilustrasi terjadinya luka perlawanan Gambar 11. Gambar 8. Luka perlawanan pada tangan Gambar 12. Gambar 10. tangan.Luka multipelyang merupakan tanda percobaan bunuh diri Bentuk lain dari luka oleh karena instrumen yang tajam adalah ”luka perlawanan”. Luka perlawanan padabagian extensor lengan bawah . contohnya dengan menggenggam bilah dari instrumentajam. Luka jenis ini dapat ditemukan di jari-jari. Bentuk lainnya antara lain luka tusuk dangkal didekat luka tusuk dalam dan mematikan.dekat dengan luka dalam di daerah pergelangan tangan atau leher.

atau kecelakaan. ketiak. Arah luka d. 2. Luka sedang adalah keadaan luka antara luka ringan dan luka berat. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga. dan bila perlu organ dalam (viseral). Sedangkan luka berat harus disesuaikan dengan ketentuan undang-undang yaitu yang diatur dalam KUHP pasal 90. atau yang menimbulkan bahaya maut. jaringan dibawahnya. Kualifikasi luka yang dapat dibuat oleh dokter adalah menyatakan pasien mengalami luka ringan. KUHP Pasal 90. tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Yang diharapkan dari dokter untuk dapat membantu kalangan hukum dalam menilai berat ringannya luka yang dialami korban pada waktu atau selama perawatan dilakukannya. puting susu. Diukur secara tepat (dalam ukuran millimeter atau centimeter) tidak boleh dalam ukuran kira –kira saja. Lokasi luka dijelaskan dengan menghubungkan daerah–daerah yang berdekatan dengan garis anatomi tubuh dan posisi jaringan tertentu. pusat. Ukuran luka (panjang.5 KUALIFIKASI LUKA Dalam membuat kesimpulan luka sebaiknya dokter juga menentukan derajat keparahan luka yang dialami korban atau disebut juga derajat kualifikasi luka. Lokasi luka c. sedang atau berat. Yang dimaksud dengan luka ringan adalah luka yang tidak menimbulkan halangan dalam menjalankan mata pencaharian. b) Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan ataupekerjaan pencaharian c) Kehilangan salah satu panca indera d) Mendapat cacat berat . Memperkirakan luka sebagai penyebab kematian korban atau bukan f. Memperkirakan cara terjadinya luka apakah kasus pembunuhan.Dalam pemeriksaan. misalnya garis tengah tubuh. Jumlah luka b. lebar dan dalam) e. persendian dan lain –lain. Bentuk luka sebaiknya dibuat dalam bentuk sketsa atau difoto untuk menggambarkan kerusakan permukaan kulit. Pemeriksaan ditujukan untuk menentukan: a. bunuh diri. luka berat berarti: a) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuhsama sekali.

yang menyebabkan perdarahan hebat sehingga dapat mengacam jiwa. derajat kualifikasi sudut medik Penerapan penyampaian pendapat dokter dalam VeR tentang luka yang menimbulkan bahaya maut. tetapi perlukaan dapat juga menyebabkan kematian secara tidak langsung. Orang yang bersangkutan tidak menjadi sakit atau tidak mendapathalangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk melakukanpekerjaan atau jabatannya. “korban mengalami luka tusuk di perut mengenai jaringan hati yang menyebabkan perdarahan banyak yang dapat mengancam jiwa pasien”.e) Menderita sakit lumpuh f) Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih g) Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan.6 PENYEBAB KEMATIAN Penyebab kematian dapat terjadi segera atau langsung. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan tidak ada halangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya 3. Penyebab kematian langsung dapat berupa: . 4. 2. 2. Ungkapan ini akan mengingatkan para penegak hukum bahwa korban telah mengalami luka berat. Orang yang bersangkutan mengalami :       Hal penyakit atau luka yang tidak ada harapan untuk sembuh dapat mendatangkan bahaya maut tidak dapat menjalankan pekerjaan tidak dapat menggunakan salah satu panca indra terganggu pikiran lebih dari 4 minggu keguguran ini perlu dipahami oleh dokter luka karena dari ini merupakan pandang jembatan untuk untuk menyampaikan penegak hukum. Walaupun pasien akhirnya sembuh tetapi di dalam VeR dokter dapat menggambarkan keadaan ini dalam kata– kata. yaitu : 1. Kualifikasi di atas secara terperinci dapat di bagi dalam empat kualifikasi derajat luka. misalnya bila seorang korban mendapat luka di perut yang mengenai hati.

pembuluh darah besar akan menyebabkan kematian lebih cepat. seperti jantung. dan derajat luka. Inflamasi dari organ–organ dalam tubuh. Bila yang terluka adalah organ vital. seperti meningitis. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. ginjal. Pada penentuan luka secara medikolegal seperti pada tindakan bunuh diri.400 cc telah dapat menyebabkan kematian karena terjadi tamponade jantung. Luka pada organ vital. encephalotos. hati dan limpa. Perdarahan pada kantung pericardium sebanyak 300. hati. Volume darah ada kira –kira 7 -10 % atau 1/13 berat badan. 2. Kehilangan darah yang demikian ini mengakibatkan syok dan meninggal bila tidak dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. kalau dijumpai lebih dari satu luka. Yang termasuk hal-hal ini adalah : 1. Infeksi sepsis dari luka yang dapat mengakibatkan septicemia dari lukalama yang tidak sembuh dan luka ini bisa primer ataupun sekunder. yang bukan primer oleh karena lukanya. pleuritis dan peritonitis. sedangkan kehilangan darah secara perlahan-lahan tidak begitu membahayakan oleh karena tubuh dapat mengkompensasinya. Demikian juga darah sejumlah 200–300 cc yang menyumbat saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian karena asfiksia. 4. Perdarahan luas (syok hipovolemik) dan banyak dapat terjadi di dalam rongga tubuh atau di luar rongga tubuh.tiba dapat menyebabkan kematian. limpa.7 ASPEK MEDIKOLEGAL Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. 3. Gangren atau nekrosis sebagai akibat kerusakan jaringan–jaringan danpembuluh darah. Trombosis pada pembuluh darah vena dan emboli yang terjadi akibatimmobilisasi. paru–paru. Kematian yang timbul dalam jangka waktu yang lama. pembunuhan atau kecelakaan dapat ditentukan dengan mengumpulkan semua data . Perdarahan di dalam rongga tubuh dapat kita jumpai pada luka tusuk yang mengenai organ –organ dalam seperti jantung. 2. Kehilangan 1/3 bagian dari volume darah tubuh secara tiba. disebut penyebab kematian secara tidak langsung.1. paru. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. maka harus ditentukan yang mana yang menyebabkan kematian korban. 2.

seringkali didapati luka-luka yang didapat sewaktu korban mengadakan perlawanan. dan derajat luka. Pembunuhan. Dokter memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya dan memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. b. Aspek yang harus diperhatikan dalam kasus bunuh diri dan pembunuhan: a. tidak mempunyai lokasi atau tempat khusus. Pada pemeriksaan luka dengan teliti sering didapatkan satu atau lebih luka lebih dangkal dan berjalan sejajar disekitar luka utama. Jumlah luka umumnya lebih dari satu. seorang dokter yang baik tidak hanya memberi pengobatan terhadap luka namun melakukan pemeriksaan secara teliti untuk antisipasi adanya aspek medikolegalyang akan timbul dan jika diperlukan dokter harus membuat Visum et Repertum(VeR). jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. luka tersebut adalah “luka percobaan”. Selain dada dalam hal ini daerah jantung maka pada daerah perut yang biasanya di daerah lambung.pemeriksaan korban. Dengan adanya senjata yang tergenggam erat “cadaveric spasm” hampir dapat ditentukan dengan pastikan bahwa korban telah melakukan bunuh diri. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga karena akan menentukan proses hukum di pengadilan nanti. 2. karena berdasarkan data yang ada sebagian besar kasusluka tusuk merupakan kasus percobaan pembunuhan. adalah merupakan daerah–daerah yang sering dipilih korban untuk kasus–kasus bunuh diri. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi.8 KESIMPULAN Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. Bunuh diri. . Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. dalam pemeriksaan. Oleh karena itu. Luka tusuk memiliki arti medikolegal yang penting.

sebagai dokter umum kita juga harus membuat visum et repertum karena pasien ini termasuk kasus medikolegal. Dari data-data diatas kita harus menilai ABC pasien. ATS 1. os kemudian membalaut luka dengan kain. Dari hasil anamnesis diketahui bahwa ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya. beragama islam dan beralamat di Lawang Agung. perkusi timpani dan auskultasi BU(+) normal. Sobirin. Selain menatalaksana luka tusuk.500 iu IM. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. namun untuk menjaga terjadinya syok di pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro)+drip tramadol 1 amp untuk menghilangkan rasa nyeri. dari data-data yang ditemukan tidak ditemukan tanda-tanda syok dan akut abdomen.BAB III ANALISA PUSTAKA Seorang perempuan berusia 38 tahun. Lubuk Linggau dengan keluhan luka tusuk pisau perut kiri. os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Pada status lokalis regio Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) didapatkan pada inspeksi Tampak Vulnus Punctum (pisau) 2cmx0. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test). Observasi tanda-tanda akut abdomen. status menikah. inf. ij. Kemudian untuk luka tusuk dilakukan WT. kemudian untuk mengatisipasi terjadinya akut abdomen diberikan ij. . tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah. kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau.5cmxrongga (6cm dalamnya). Prognosis pasien ini baik vitam maupun functionam adalah bonam. follow up per 1 jam dan dipasang Catheter dower untuk melihat urine output. Metronidazol 2x500 mg.HT. Gentamisin iv 2x80 mg. palpasi tidak ditemukan defans muscular. Curup datang ke IGD RS. Nyeri(+). Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal.

2.DAFTAR PUSTAKA 1. Sjamsuhidajat. Buku Ajar Ilmu Bedah. di searching pada tanggal 19. . Anonim.scribd.08. Refrat luka tusuk. R & Wim de Jong.12 dari http://ml. Jakarta: EGC. 2006. Edisi ke-III.com/doc/101252880/Luka-Tusuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful