P. 1
Luka Tusuk

Luka Tusuk

|Views: 577|Likes:
Published by Winda Nestamer

More info:

Published by: Winda Nestamer on Oct 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2014

pdf

text

original

BAB I LAPORAN KASUS

Nama Umur

: Ny. De : 38 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Status Agama Kebangsaan Alamat MRS : Menikah : Islam : Indonesia : Lawang Agung, Curup : 08 Februari 2012

ANAMNESIS (8 Februari 2012) Keluhan Utama: Luka tusuk pada perut

Riwayat perjalanan penyakit: ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya, os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Nyeri(+), tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah, os kemudian membalaut luka dengan kain, kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau.

PEMERIKSAAN FISIK (8 Februari 2012) Status Generalis KU Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Kepala Kulit Leher Pupil : baik : compos mentis : 110/80 mmHg : 90x/menit, reguler, tegangan dan isi cukup : 16x/menit(os mengaku nyeri pada perut jika bernapas) : 36,5ºC : konjungtiva palpebra anemis (-/-) : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : isokor/ reflex cahaya +/+

ronkhi (-). vesikuler (+) normal. Ro. Gentamisin iv 2x80 mg inf. lihat status lokalis P= lemas.500 iu IM Observasi tanda-tanda akut abdomen .HT. nyeri tekan pada abdomen sekitar luka tusuk(+).KGB Thoraks : tidak ada kelainan : Cor.5cmxrongga(6cm dalamnya) PEMERIKSAAN PENUNJANG R/DR. HR=90x/menit. Abdomen AP DIAGNOSIS KERJA Vulnus Punctum (pisau) Regio Abdominal Sinistra PENATALAKSANAAN Resusitasi ABC A:baik B:pasang O2 3l/menit C:pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro) Tambahan:       drip tramadol 1 amp ij.defans muscular(-) P= timpani A= BU (+) normal Ekstremitas superior : palmar manus anemis (-/-) Ekstremitas inferior : tidak ada kelainan Status Lokalis Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) Tampak Vulnus Punctum 2cmx0. murmur (-). gallop (-) Pulmo.gol darah. ATS 1. Metronidazol 2x500 mg WT. wheezing (-) Abdomen : I = Cembung. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test) ij.

   Follow up per 1 jam Catheter dower (lihat UO) Buat visum et repertum PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungsionam : bonam : bonam .

gunting dan kaca). Luka akibat benda tajam sendiri dapat dibedakan atas empat yaitu Luka tusuk. Trauma tajam adalah sebuah trauma yang diakibatkan oleh senjata atau benda –benda yang memiliki tepi yang tajam atau runcing (seperti pisau. Hasil penemuan berdasarkan pemeriksaan yang teliti kemudian dibuat menjadi Visum et Repertum untuk kepentingan medikolegal. dan seorang dokter harus melakukan pemeriksaan yang teliti bukan hanya untuk mengobati. 17% bunuh diri dan 3% diantaranya adalah kecelakaan. luka potong dan luka akibat suatu terapi diagnostik. bahkan apabila jika muncul di kemudian hari. Apakah korban hidup atau mati. cedera ringan atau berat. karena pemeriksaan yang menyeluruh akan menentukan proses hukum dipengadilan nanti. sebuah luka yang memiliki arti yang penting berdasarkan sudut pandang forensik. yaitu luka yang disebabkan oleh benda tajam yang ditusukkan pada tubuh. tapi juga untuk mengantipasi adanya komplikasi medikolegal. Putusnya atau rusaknya kontinuitas jaringan karena trauma akibat alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing pada umumnya mudah dibedakan dari luka yang disebabkan oleh benda tumpul dan dari luka tembakan senjata api. Luka tusuk merupakan mekanisme pembunuhan utama di Britania dan di berbagai negara dengan pembatasan penggunaan senjata api yang terkontrol. pemeriksaan yang dilakukan dokter tersebut mungkin memiliki kepentingan medikolegal. Di Jerman 376 kematian akibat trauma tajam yang terjadi menunjukkan bahwa 80% merupakan kasus pembunuhan. apakah penyebab sebuah kecelakaan. kasus pembunuhan di Eropa lebih sering terjadi dengan senjata tajam. pembunuhan atau bunuh diri. . Tentu saja perhatian kedokteran forensik banyak terfokus pada patologi trauma yang disebabkan oleh luka itu sendiri.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. luka iris. Berdasarkan data yang ada. Hal ini dikarenakan luka tusuk jarang terjadi akibat kecelakaan. Bukan hanya memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya tetapi juga memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat.1 LUKA TUSUK PENDAHULUAN Hampir semua dokter pernah dipanggil ketika seseorang menderita luka. Pada referat ini akan dibahas lebih terperinci mengenai luka tusuk.

pedang. 2. sebaliknya pada luka iris. apalagi bila luka melintang terhadap otot.2 DEFENISI Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. Jika dilakukan pengukuran. gunting. luka itu mungkin nampak berbentuk seperti kurva.3. Demikian juga bila alat/pisau yang masuk kejaringan dengan posisi yang miring. Pada bagian tertentu pada tubuh.1 Panjang dan kedalaman luka Pada luka tusuk. Benda tajam yang dimaksud seperti pisau. panah biru gelap menunjukkan sisi dengan sudut lancip. LukaTusuk. Bila luka masuk dan keluar melalui alur yang sama maka lebar luka sama dengan lebar alat. Bahkan benda lebih tumpul seperti obeng juga dapat menyebabkan luka tusuk. sedangkan disisi yang berlawanan dengan suduttumpul. Panjang luka penting diukur dengan cara merapatkan kedua tepi luka sebab itu akan mewakili lebar alat.3 KARAKTERISTIK LUKA 2. dimana terdapat dasar berupa tulang atau serat otot. bayonet dan benda yang memiliki ujung tajam lainnya. panjang luka pada kulit dapat sama. Dalamnya luka sulit ditentukan pada daerah tanpa tulang seperti di daerah abdomen oleh karena elastisitas dinding perut tersebut. Panjang saluran luka atau kedalaman luka dapat . Pemakaian istilah “luka penetrasi” ditunjukkan untuk menjelaskan dimana dalaman luka yang diakibatkan oleh benda itu melebihi lebar luka yang tampak pada permukaan kulit. Luka tusuk dapat dibedakan dengan luka iris berdasarkan panjang dan kedalaman luka. Tetapi sering yang terjadi lebar luka melebihi lebar alat kerena tarikan ke samping waktu menusuk dan waktu menarik. luka akibat tusukan memiliki kedalaman luka lebih panjang dibanding panjangnya. lebih kecil ataupun lebih besar dibandingkan dengan lebar pisau. Panjang luka di permukaan kulit tampak lebih kecil dari lebar alat. Gambar 1. Kebanyakan luka tusuk akan menganga bukan karena sifat benda yang masuk tetapi sebagai akibat elastisitas dari kulit.2. alat pahat.

jika bagian pangkal senjata masuk kedalam tubuh. Daerah tepi luka dapat memberikan informasi ketajaman senjata yang digunakan. Gambar 3.3. arah dorongan. dan keadaan elastisitas kulit. Luka tusuk senjata bermata dua Bentuk luka juga tergantung seberapa banyak bagian pisau (senjata) yangmasuk ke dalam tubuh. gerakan korban yang ditusuk. .2 Bentuk Luka Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi bentuk luka yaitu bentuk dan ukuran senjata yang digunakan. Senjata yang tumpul misalnya akan membuat tepi luka mengalami abrasi. Bentuk luka merupakan gambaran yang penting dari luka tusuk karena karena hal itu akan sangat membantu dalam membedakan berbagai jenis senjata yang mungkin telah dikumpulkan oleh polisi dan dibawa untuk diperiksa. Pisaubermata satu yangditusukan dengankedalaman yangberbeda. Umumnya dalam luka lebih pendek dari panjang senjata. Luka tusuk senjata bermata satu Gambar 4. Pinggir luka dapat menunjukan bagian yang tajam (sudut lancip) dan tumpul (sudut tumpul) dari pisau berpinggir tajam satu sisi.mengindikasikan panjang minimum dari senjata yang digunakan. oleh karena itu penting mengetahui berbagai kemungkinanbentuk senjata yang digunakan. 2. Gambar 2. Pisau dengan kedua sisi tajam akan menghasilkan luka dengan dua pinggir tajam. gerakan senjata pada luka. karena jarang ditusukan ampai ke pangkal senjata.

Menunjukan jenis obeng philips dan bentuk luka yang ditimbulkan Selain kekhususan senjata yang digunakan. seperti pahat. Apabila arah tusukan membentuk sudut yang tegak lurus dengan distribusi serabut elastis tubuh yang sesuai dengan Langer’s line. berbentuk satelit Gambar 6. akan menyebabkan perbedaan bentuk luka yang kadang-kadang berbentuk segi empat atau.Gambar 5. Gambar 7. Bagian-bagian dari sebuah pisau.obeng atau gunting. Perlu diingat bahwa benda lain yang dapat menembus tubuh. Hal ini akan menyebabkan tepi luka akan melebar dan cetakan luka tidak sesuai dengan senjata yang digunakan. yang lebih jarang. Menunjukan gambaran tusukan berbagai jenis obeng. . Gambar 8. . sifat keelastisan kulit dan arah tusukan terhadap serabut elastis juga mempengaruhi bentuk luka.Luka multipel dengan berbagai bentuk akibat efek langer’s line.

berputar. sehingga saluran luka menjadi lebih luas. sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. Luka luar yang terlihat juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan. Poin lain yang perlu dipertimbangkan adalah adanya kompresi dari beberapa anggota tubuh pada saat penusukan. dan mengangkat tangan dapat disebabkan oleh senjata yang lebih pendek dibandingkan apa yang didapatkan pada saat autopsi. Posisi membungkuk. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun pada organ. salah satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar. letak dan medikolegal. Sudut luka berbentuk ireguler dan besar. keluar. Manipulasi tubuh untuk memperlihatkan posisi saat ditusuk sulit atau bahkan tidak mungkin mengingat berat dan adanya kaku mayat. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor.4 PEMERIKSAAN LUKA TUSUK Pada pemeriksaan luka ada dua tipe luka oleh karena instrumen yang tajam yang perlu diperhatikan dengan baik dan memiliki ciri yang dapat dikenali dari aksi korban yaitu tanda percobaan dan luka perlawanan. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut. Keduanya mempunyai bentuk. Harus diingat bahwa posisi tubuh korban saat ditusuk berbeda dengan pada saat autopsi. 3. 4. 2. Tusukan diputar saat masuk. 5.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk. Pemeriksa yang sudah berpengalaman biasanya ragu-ragu untuk menentukan jenis senjata yang digunakan. dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. Tanda percobaan adalah insisi dangkal. Luka percobaan tersebut seringkali terletak paralel dan terletak . luka tusuk dibuat sebelum luka yang fatal oleh individu yang berencana bunuh diri. Tusukan masuk kemudian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain. hal tersebut dapat menyebabkan lukanya menjadi tidak begitu khas. 2. maupun keduanya. yang kemudian dikeluarkan sebagian. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan. Beberapa pola luka yang dapat ditemukan : 1. Atau manipulasi yang dilakukan pada saat penusukan juga akan mempengaruhi. Tusukan masuk.

Luka perlawanan pada tangan Gambar 12. Luka jenis ini dapat ditemukan di jari-jari.Ilustrasi terjadinya luka perlawanan Gambar 11. contohnya dengan menggenggam bilah dari instrumentajam. tangan.dekat dengan luka dalam di daerah pergelangan tangan atau leher. Gambar 10. Gambar 8. Bentuk lainnya antara lain luka tusuk dangkal didekat luka tusuk dalam dan mematikan. dan lengan bawah (jarang ditempat lain) dari korban sebagaimana ia berusaha melindungi dirinya dari ayunan senjata. Luka perlawanan padabagian extensor lengan bawah .Luka multipelyang merupakan tanda percobaan bunuh diri Bentuk lain dari luka oleh karena instrumen yang tajam adalah ”luka perlawanan”. Meskipun jarang sekali dilaporkan.

Lokasi luka c. Memperkirakan luka sebagai penyebab kematian korban atau bukan f. Jumlah luka b. puting susu. tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. jaringan dibawahnya. 2. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga. misalnya garis tengah tubuh. Diukur secara tepat (dalam ukuran millimeter atau centimeter) tidak boleh dalam ukuran kira –kira saja. atau kecelakaan. bunuh diri. lebar dan dalam) e. Yang diharapkan dari dokter untuk dapat membantu kalangan hukum dalam menilai berat ringannya luka yang dialami korban pada waktu atau selama perawatan dilakukannya. b) Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan ataupekerjaan pencaharian c) Kehilangan salah satu panca indera d) Mendapat cacat berat . luka berat berarti: a) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuhsama sekali. Luka sedang adalah keadaan luka antara luka ringan dan luka berat. ketiak. Memperkirakan cara terjadinya luka apakah kasus pembunuhan.Dalam pemeriksaan. Arah luka d. atau yang menimbulkan bahaya maut. KUHP Pasal 90. Sedangkan luka berat harus disesuaikan dengan ketentuan undang-undang yaitu yang diatur dalam KUHP pasal 90. Kualifikasi luka yang dapat dibuat oleh dokter adalah menyatakan pasien mengalami luka ringan. Ukuran luka (panjang. dan bila perlu organ dalam (viseral). persendian dan lain –lain. Bentuk luka sebaiknya dibuat dalam bentuk sketsa atau difoto untuk menggambarkan kerusakan permukaan kulit. sedang atau berat. pusat. Lokasi luka dijelaskan dengan menghubungkan daerah–daerah yang berdekatan dengan garis anatomi tubuh dan posisi jaringan tertentu. Yang dimaksud dengan luka ringan adalah luka yang tidak menimbulkan halangan dalam menjalankan mata pencaharian.5 KUALIFIKASI LUKA Dalam membuat kesimpulan luka sebaiknya dokter juga menentukan derajat keparahan luka yang dialami korban atau disebut juga derajat kualifikasi luka. Pemeriksaan ditujukan untuk menentukan: a.

tetapi perlukaan dapat juga menyebabkan kematian secara tidak langsung. Walaupun pasien akhirnya sembuh tetapi di dalam VeR dokter dapat menggambarkan keadaan ini dalam kata– kata. Ungkapan ini akan mengingatkan para penegak hukum bahwa korban telah mengalami luka berat.e) Menderita sakit lumpuh f) Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih g) Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan. 2. “korban mengalami luka tusuk di perut mengenai jaringan hati yang menyebabkan perdarahan banyak yang dapat mengancam jiwa pasien”. 4.6 PENYEBAB KEMATIAN Penyebab kematian dapat terjadi segera atau langsung. Orang yang bersangkutan mengalami :       Hal penyakit atau luka yang tidak ada harapan untuk sembuh dapat mendatangkan bahaya maut tidak dapat menjalankan pekerjaan tidak dapat menggunakan salah satu panca indra terganggu pikiran lebih dari 4 minggu keguguran ini perlu dipahami oleh dokter luka karena dari ini merupakan pandang jembatan untuk untuk menyampaikan penegak hukum. Orang yang bersangkutan tidak menjadi sakit atau tidak mendapathalangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan. Penyebab kematian langsung dapat berupa: . yaitu : 1. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan tidak ada halangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya 3. Kualifikasi di atas secara terperinci dapat di bagi dalam empat kualifikasi derajat luka. misalnya bila seorang korban mendapat luka di perut yang mengenai hati. Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk melakukanpekerjaan atau jabatannya. derajat kualifikasi sudut medik Penerapan penyampaian pendapat dokter dalam VeR tentang luka yang menimbulkan bahaya maut. yang menyebabkan perdarahan hebat sehingga dapat mengacam jiwa. 2.

Perdarahan pada kantung pericardium sebanyak 300. Demikian juga darah sejumlah 200–300 cc yang menyumbat saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian karena asfiksia. 2. Pada penentuan luka secara medikolegal seperti pada tindakan bunuh diri. 3. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. pembuluh darah besar akan menyebabkan kematian lebih cepat. encephalotos. pembunuhan atau kecelakaan dapat ditentukan dengan mengumpulkan semua data . 2. hati dan limpa. seperti jantung. yang bukan primer oleh karena lukanya. 2. dan derajat luka. Infeksi sepsis dari luka yang dapat mengakibatkan septicemia dari lukalama yang tidak sembuh dan luka ini bisa primer ataupun sekunder. kalau dijumpai lebih dari satu luka. maka harus ditentukan yang mana yang menyebabkan kematian korban.tiba dapat menyebabkan kematian. Gangren atau nekrosis sebagai akibat kerusakan jaringan–jaringan danpembuluh darah.7 ASPEK MEDIKOLEGAL Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. paru–paru. Luka pada organ vital. sedangkan kehilangan darah secara perlahan-lahan tidak begitu membahayakan oleh karena tubuh dapat mengkompensasinya. ginjal. Kematian yang timbul dalam jangka waktu yang lama. Kehilangan 1/3 bagian dari volume darah tubuh secara tiba. paru. pleuritis dan peritonitis. Kehilangan darah yang demikian ini mengakibatkan syok dan meninggal bila tidak dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. seperti meningitis. disebut penyebab kematian secara tidak langsung. limpa. Bila yang terluka adalah organ vital.1. Volume darah ada kira –kira 7 -10 % atau 1/13 berat badan. Perdarahan di dalam rongga tubuh dapat kita jumpai pada luka tusuk yang mengenai organ –organ dalam seperti jantung. hati. Perdarahan luas (syok hipovolemik) dan banyak dapat terjadi di dalam rongga tubuh atau di luar rongga tubuh.400 cc telah dapat menyebabkan kematian karena terjadi tamponade jantung. Yang termasuk hal-hal ini adalah : 1. 4. Trombosis pada pembuluh darah vena dan emboli yang terjadi akibatimmobilisasi. Inflamasi dari organ–organ dalam tubuh.

Dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban hidup atau meninggal yang menderita luka akibat kekerasan. Dokter memeriksa dan merekam dengan teliti semua penemuan dan yang didapatinya dan memberikan pendapat tentang hubungan sebab akibat. Oleh karena itu. dan derajat luka. dalam pemeriksaan. pada hakikatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai jenis luka yang terjadi. 2. seorang dokter yang baik tidak hanya memberi pengobatan terhadap luka namun melakukan pemeriksaan secara teliti untuk antisipasi adanya aspek medikolegalyang akan timbul dan jika diperlukan dokter harus membuat Visum et Repertum(VeR). jenis kekerasan/senjata atau benda yang menyebabkan luka. Aspek yang harus diperhatikan dalam kasus bunuh diri dan pembunuhan: a. seringkali didapati luka-luka yang didapat sewaktu korban mengadakan perlawanan. Dengan adanya senjata yang tergenggam erat “cadaveric spasm” hampir dapat ditentukan dengan pastikan bahwa korban telah melakukan bunuh diri. tidak mempunyai lokasi atau tempat khusus.pemeriksaan korban. Selain dada dalam hal ini daerah jantung maka pada daerah perut yang biasanya di daerah lambung. b. Pembunuhan. Bunuh diri. luka tersebut adalah “luka percobaan”. adalah merupakan daerah–daerah yang sering dipilih korban untuk kasus–kasus bunuh diri. Luka tusuk memiliki arti medikolegal yang penting. karena berdasarkan data yang ada sebagian besar kasusluka tusuk merupakan kasus percobaan pembunuhan. . Pada pemeriksaan luka dengan teliti sering didapatkan satu atau lebih luka lebih dangkal dan berjalan sejajar disekitar luka utama. interpretasi luka harus berdasarkan penemuan dan tidak boleh dipengaruhi oleh keterangan pasien atau keluarga karena akan menentukan proses hukum di pengadilan nanti.8 KESIMPULAN Luka tusuk merupakan jejas pada tubuh yang diakibatkan oleh penusukan benda yang memiliki ujung tajam tajam pada tubuh. Jumlah luka umumnya lebih dari satu.

Dari data-data diatas kita harus menilai ABC pasien.BAB III ANALISA PUSTAKA Seorang perempuan berusia 38 tahun. Nyeri(+). tampak luka tancapan luka mengeluarkan darah.5cmxrongga (6cm dalamnya). Selain menatalaksana luka tusuk. beragama islam dan beralamat di Lawang Agung. Pada status lokalis regio Regio Abdomen (regio lumbar sinistra) didapatkan pada inspeksi Tampak Vulnus Punctum (pisau) 2cmx0. Lubuk Linggau dengan keluhan luka tusuk pisau perut kiri. sebagai dokter umum kita juga harus membuat visum et repertum karena pasien ini termasuk kasus medikolegal.500 iu IM. Curup datang ke IGD RS. Kemudian untuk luka tusuk dilakukan WT. . status menikah. kemudian untuk mengatisipasi terjadinya akut abdomen diberikan ij. Cefotaxim iv 2x1 gram (skin test). ATS 1. palpasi tidak ditemukan defans muscular. os ditusuk dengan mengunakan pisau pada perut sebelah kiri. Dari hasil anamnesis diketahui bahwa ± 2 jam SMRS penderita bertengkar dengan tetangganya. kemudian os dibawa keluarganya ke IGD RSUD Sobirin Lubuk Linggau. os kemudian membalaut luka dengan kain. Gentamisin iv 2x80 mg.HT. namun untuk menjaga terjadinya syok di pasang IVFD RL gtt XXX/menit(makro)+drip tramadol 1 amp untuk menghilangkan rasa nyeri. Pisau tersebut kemudian dicabut pelaku. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. inf. Prognosis pasien ini baik vitam maupun functionam adalah bonam. Metronidazol 2x500 mg. follow up per 1 jam dan dipasang Catheter dower untuk melihat urine output. dari data-data yang ditemukan tidak ditemukan tanda-tanda syok dan akut abdomen. ij. Observasi tanda-tanda akut abdomen. perkusi timpani dan auskultasi BU(+) normal. Sobirin.

R & Wim de Jong.scribd. Anonim.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC. 2006. 2.com/doc/101252880/Luka-Tusuk. di searching pada tanggal 19. Edisi ke-III. Refrat luka tusuk. . Sjamsuhidajat.12 dari http://ml.08.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->