http://edukasi.kompasiana.

com/2011/05/22/kepemimpinan/ KEPEMIMPINAN DALAM OLAHRAGA Kehidupan kelompok remaja sangat ditentukan oleh pemimpin kelompoknya, karena pemimpin kelompok remaja biasanya dipilih karena dominant, baik fisik, dan keterampilan-keterampilan tertentu, ataupun kemampuan keperibadiannya. Dalam interaksi individu dengan individu lain akan banyak kemungkinan dampak psikologis yang terjadi, misalnya proses adaptasi, proses persaingan, sikap kooperatif, imitasi, solidaritas, identivikasi, pengaruh sugesti, dsb. Sherif (1956) membedakan situasi kebersamaan atau “together ness” dan situasi kelompok “group situation”. Pada situasi kebersamaan terjadi interaksi individu yang belum memiliki ikatan, mereka berinteraksi secara kebetulan saja. Pada situasi berkelompok, interaksi antar individu tersebut lebih banyak bersifat tetap, sudah ada status, struktur kelompok, norma kelompok, dan mungkin sudah ada pembagian tugas antar kelompok social tersebut. Lebih lanjut, Sherif (1956) mengajukan pengertian kelompok social sebagai berikut: “ A group is a social unit which consist of a number of individuals who stand in (more or less) definite status and role relationship to one another and which possesses a set of values or norm of its own regulating the behavior of individual members, at least in matters of consequence to the group.”

Alasan terbentuknya kelompok social bermacam-macam, dapat alamiah seperti kelompok keluarga, kelompok olahraga, kelompok belajar, dsb. Masalah kepemimpinan sudah menjadi perhatian sebagai disiplin ilmu sjak dulu, khususnya ilmu-ilmu kemasyarakatan, manajemen, dan psikologi social. Tiap-tiap kelompok masyarakat memiliki ciri-ciri tersendiri, serta factor situasi turut menentukan corak kepemimpinan yang berbeda-beda pula. Kepemimpinan dalam sebuah kelompok social dalam masyarakat memang sangat diperlukan, karena seorang pemimpin harus dapat mengorganisir para anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, perlu kita mengetahui bebrapa hal sebagai berikut: Apa Pengertian dari Kepemimpinan ? Apa Syarat yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin?

Bany & Johnson (1975) juga mengatakan: “ The individual in the group may follow his leadership or they may become alienated and comply. Kepemimpinan Bany & Johnson (1975) mengatakan bahwa kepemimpinan tidak dimiliki oleh semua orang. yang dapat mengintegrasikan motif-motif anggotanya. walau individu yang bersangkutan tidak memiliki bakat pembawaan sebagai pemimpin yang baik. Selain itu. mengatakan: “Group leaders are those who have the most impact on group behavior and beliefs. karena dengan memiliki pembawaan saja.” . Sherif (1954) mengatakan bahwa seorang pemimpin adalah individu yang dalam situasi kebersamaan dapat berperan dan mempunyai status yang tinggi dalam kelompoknya. kita tidak akan menjadi pemimpin yang baik tanpa adanya pengalaman. Peplau.” Pendapat lain juga diajukan oleh Sears. dan Taylor (1991). Seseorang yang memiliki memempuan kepemimpinan memiliki “charisma”. or they may follow only at certain time. karena hal ini merupakan bawaan sejak lahir. A task leader focuses on accomplishing group goal successfully. dan memiliki pola tingkah laku tertentu.Apa Macam Gaya Kepemimpinan ? Apa Peranan Pemimpin atau Pembina ? Apa Dampak Kepemimpinan dengan Prestasi Olahraga ? a. Jadi pengalaman dan proses belajar yang terjadi dalam masyarakat akan menjadikan seseorang memiliki kepemimpinan. Kedua pendapat tersebut dapat digabungkan. karena pengalaman mengandung kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang dapat ditingkatkan melalui proses belajar. A social leader strive to maintain harmony and high morale. karena pengetahuan dan ketrampilan memimpin itu dapat dipelajari dari pengalaman. Kepemimpinan dapat dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. pengalaman saja tidak menjamin kualitas kepemimpinan. Pemimpin juga merupakan orang yang dapat mempengaruhi orang lain dan menimbulkan keyakinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

sedang manajemen adalah penyelenggaraan kegiatan untuk mencapai tujuan. Menurut Gordon W. dengan menggerakkan sumber-sumber daya (manusia) dan sumber dana dan sarana efektif dan efisien. “ Tempramen adalah gejala karakteristik dari sifat emosi individu. kekuatan dan kecepatannya bereaksi. khususnya harus mengetahui bidang manajemen. Oleh karena itu. Pelatih dan guru merupakan seorang pemimpin. Syarat yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin Keperibadian pemimpin. dan karenanya berasal dari keturunan. gejala ini tergantung pada factor konstitusional. Menurut Allport.” . Watak menurut Allport: “Character is personality evaluated and personality is character devaluated. sebisa mungkin pelatih atau guru dapat menjadi seorang pemimpin yang mempunyai keperibadian yang dapat menjadi panutan bagi atlet atau anak didiknya. yang menjadi pusat perhatian atlet atau subjek didiknya. termasuk juga tindakannya karena rangsang emosi.” Pengertian “organisasi dinamis” menekankan pada kenyataan bahwa keperibadian itu dapat berubah-ubah. jadi keperibadian meliputi kerja tubuh dan jiwa sebagai sebuah kesatuan. segala cara dari fluktuasi dan intensitas suasana hatinya. tergantung pada individunya.Seorang pemimpin dalam menghadapi masalah yang kompleks dibutuhkan pengetahuan yang luas dari berbagai bidang. kualitas kekuatan suasana hatinya. Allport (1937) “Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system that determine his unique adjustment it his environment. karena sedikit sekali modifikasi dan perkembangannya.” Tempramen menurut Suryabrata (1990) adalah disposisi yang erat kaitannya dengan factor biologis dan fisiologis. tempramen adalah bagian khusus dari keperibadian.” Atau dalam bahasa Indonesia adalah: “ Keperibadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai system psiko-fisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Istilah “psiko-fisis” berarti bahwa keperibadian bukanlah eksklusif (semata-mata) mental dan juga semata-mata neural. Pemimpin harus menguasai cara-cara mempengaruhi dan menggerakkan orang lain. b.

sehingga mempu menghadapi gejolak emosional yang terdapat pada dirinya. setia. yang oleh Gerungann (1980) disebutkan dua hal yang penting.Citra seorang pemimpin. Keperibadian dan moral yang ideal. memiliki komitmen pada kelompok yang di pimpinnya. Kecakapan ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi tugas pemimpin sebagai “group centered leadership”. 3. Memiliki kelebihan pengetahuan dan kemampuan akal. putus asa. dan kebutuhan-kebutuhan anggota kelompoknya. Lawan dari “emotional stability” adalah “emotional enstability” atau ketidak stabilan emosi. mudah bingung. yaitu orang yang jujur. karena perasaan marah dan pikiran negatif lainnya akan mudah dipengaruhi. mereka yang mengalami ketidak stabilan emosi. bersikap dan bertindak sesuai norma agama. Memiliki “ability in abstract thinking” atau memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari kecerdasan yang dimiliki anggota kelompok yang dipimpinnya. dapat menguasai diri. dsb. dsb. Berikut ciri pemimpin yang ideal: 1. Pemimpin yang ideal harus tergambar pada diri tiap-tiap subjek didik karena mereka akan membayangkan dan akan terdorong untuk mewujutkan dan meniru sesuatu yang ideal baginya. Memiliki “emotional stability” atau stabilitas emosional. dan tetap dapat berpikir jernih dan baik. sikap-sikap. Individu yang menunjukkan kematangan emosional atau memiliki “emotional maturity” akan dapat menahan goncangan-goncangan . mudah kesal. tidak mudah marah. mudah benci. Individu yang menunjukkan kurang matangnya emosi atau “emotional enstability” mudah marah. dan mudah mendominasi perasaan lainnya. 2. yaitu: Memiliki “social perception” atau pengelihatan social ialah memiliki kecakapan untuk cepat melihat dan memahami akan perasaan-perasaan.

Menurut Tutko & Richards (1971). dengan ciri-ciri: a. ada lima tindakan pelatih yang berbeda-beda. Macam Gaya Kepemimpinan Disamping cara memimpin yang bersifat otoriter. dapat bertindak kejam dan sadis e. demokratik. ataupun laissez fair berikut merupakan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda karena sifat keperibadian pelatih yang berbeda-beda. sangat disiplin b. dan sebaiknya memiliki keterampilan yang melebihi anggota-anggotanya c. karena seorang pemimpin harus mempu bekerja keras melebihi anggota-anggotanya. The “Hardnosed” Authoritarian Coach Gambaran seorang pelatih yang bergaya “jagoan” yang merasa yakin dalam tindakantindakannya. menetapkan sasaran atau target. 4. kurang hangat dalam pergaulan f. dapat mengorganisasikan sesuatu dengan baik dan terencana g. Sehat dan terampil. mendorong subyek didik untuk berjuang mencapai target yang telah ditetpkan. Gejala-gejala seperti ini banyak ditemui pada pelatih-guru muda (tidak semua). segan berhubungan dekat dengan orang lain . sengat kaku dalam menerapkan jadwal dan rencana d. sering memaksakan peraturan dengan ancaman hukuman c.emosional sehingga dapat tetep tenag dan menjalankan fungsi akalnya dengan baik. yaitu: 1.

The “Nice-guy” Coach Pelatih yang bergaya seperti bujangan yang pandai bergaul. menimbulkan motivasi dengan cara yang positif d. Intense or “Driven” Coach Dalam banyak hal sifatnya mirip dengan “Hardnosed” Authoritarian Coach.h. sering mencoba-coba sesuatu dan terbuka terhadap saran-saran 3. segala sesuatu ditangani secara pribadi . mudah kelihatan khawatir dan bingung b. lebih senang memiliki asisten orang lemah k. “Driven” coach lebih emosional dan tidak suka menghukum. keras dalam memegang pendirian dan sering berprasangka j. penuh perhatian pada orang lain c. suka mendramatisir keadaan c. disenangi banyak orang b. lari keliling. Adapun cirri-cirinya: a. sering bersikap moralis dan religius i. terlalu leksibel dalam membuat perencanaan. untuk menimbulkan motivasi menggunakan perlakuan seperti push-up. terkadang menjadi kacau-balau e. dsb 2. Adapun cirri-cirinya: a. rumahnya selalu terbuka bagi setiap subjek didiknya. bedanya.

yaitu memiliki sifat semau gue. ini sangat berhasrat untuk mempelajari sesuatu. selalu berkemauan keras melibatkan diri dan tidak pernah puas dengan apa yang dihasilkan f. enggan membuat jadwal kerja c. selalu berusaha mendapatkan informasi terbaru. memberi kesan bahwa semua dapat dikendalikan. The “Easy-going” Coach Pelatih selalu menganggap enteng segala permasalahan. selalu memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai permainan dan segala sesuatunya e. Adapun cirri-cirinya adalah: a. memotivasi subjek sisik atas dasar pengalaman pribadi 4. sehingga pada saat-saat tertentu kelihatan malas 5. The “Business-like” Coach Pelatih yang bergaya seperti businessmen. menggunakan pendekatan atas dasar untung-rugi b. tidak pernah mendesah.d. tidak pernah tampak serius menghadapi segala sesuatu b. merupakan pelatih yang memiliki sikap kebalikan dari “Driven” coach yang penuh semangat dan suka memaksa. Adapun cirri-cirinya adalah: a. segala sesuatu dilihatnya mudah d. menyediakan seluruh waktunya untuk memahami permasalahan yang dihadapi g. pendekatannya sangat logis . biasanya “selfish”.

3.c. Pemimpin yang menunjukkan keunggulan karena kemampuan dan kompetisi dalam bidang tertentu. tidak hangat dalam pergaulan d. dsb. Pemimpin yang muncul dalam kelompok informal. meliputi: a. stress. Bany & Johnson (1975) mengemukakan adanya tiga tipe kepemimpinan. perasaan gagagl. gejala psikologi yang terjadi pada olahraga. tampaknya berkeperibadian dingin. pemikirannya tajam e. pragmatis dan tekun Menurut Tutko & Richard (1975). sukses. Peranan Pemimpin Bany & Johnson mengemukakan bahwa guru perlu memperhatikan tiga pola kegiatan pokok. yaitu: 1. pemikiran utamanya ditujukan pada lawan bertanding f. Pemimpin dalam suatu organisasi yang ditunjuk oleh penguasa untuk memegang posisi tertentu. pengorganisasian yang rapi c. perencanaan yang baik b. pengambilan keputusan yang tepat d. seperti persaingan. pemaparan yang baik . yaitu: 1. Dalam memberikan instruksi. digambarkan sebagai “miniature kehidupan” karana gajala-gejala psikologis tersebut juga dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. d. 2. karena dapat berperan yang diperlukan dalam kelompok tersebut.

meliputi: a. memberikan fasilitas b. mengadakan diagnosa dengan baik b. menjelaskan dengan sistematis f. mengadakan re-evaluasi kalau perlu c. pola laporan yang baik 3. meliputi: a.e. Evaluasi pelaksanaan. Kepemimpinan. pengelolaan yang sebaik-baiknya Mengelola Aktivitas Latihan Bany & Johnson (1975) memberikan gambaran bagan mengenai pola kegiatan Planning Leadership Facilitation . menetapkan tugas-tugas dengan bijaksana 2. menetapkan sasaran yang jelas d.

Pelatih atau guru sebagai pemimpin harus memformulasikan kebujakan dan rencana sesuai dengan tujan dan sasaran kelompok 2.Organizing Maintenance Decision Making Instruction The Total Presenting Teaching Transaction Explaining Setting tasks Evaluation Diagnosing Re-evaluation Marking Reporting Semua pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan dengan manajemen yang rapi. mengorganisasikan bantuan-bantuan kepada individu dan kelompok untuk tercapainya sasaran . Lebih lanjut bany & Johnson merinci fungsi kepemimpinan dan peran pendidik. sehingga tidak terjadi tumpang tindih dlam melaksan yang satu dengan yang lainnya. sebagai berikut: 1. Pemimpin menganalisa.

Pemimpin menjaga keharmonisan keinginan individu dengan keinginan dan tujuan kelompok 8. membina moral dan menciptakan persatuan 4. “needs” atau kebutuhan. Disamping itu pelaksanaan pendidikan akan berhasil. dan “ability” atau kemampuan subjek. Pemimpin mengusahakan kesempatan bagi kelompok untuk berpartisipasi dalam memecahkan problema kelompok dan tindakan-tindakan yang berpengaruh pada perasaan kelompok. seperti pengetahuan tentang prosedur dan peraturannya 6. . dan “control” atau pengawasan. Pemimpin berpegang pada satu perinsip secara konsisten dalam menentukan persetujuan atau penolakan 10.3. yaitu: “direction” atau pengarahan. Pemimpin menghindarkan ancaman serta mengusahakan dan meyakinkan perlunya rasa aman 5. Pemimpin mengusahakan pengetahuan individu-individu bagaimana mereka berpenampilan 9. Pemimpin mengkreasi atmosfer kelompok yang positif. apabila memperhatikan juga “interes” atau minat.kebutuhan. “guidance” atau bimbingan. Pemimpin mengusahakan informasi mengenai tugasnya. Tiga Fungsi Dalam Pendidikan John Dewey (1964) mengemukakan tiga fungsi pendidikan yang harus dipenuhi dan diperhatikan oleh seorang pemimpin. Pemimpin memberi fasilitas komunikasi terhadap kelompoknya 7.

Hasil evaluasi dapat dijadikan bahan pembenahan. Alasan . dan tugas-tugas operasional sebagai petunjuk dan penjelasan secukupnya. e. sehingga tempat latihan dirasakan sebagai tempat yang menyenangkan. terkadang seorang mantan atlet yang telah beralih profesi menjadi pelatih akan mmemiliki gaya melatih sesuai dengan apa yang pernah ia dapatkan semasa ia menjadi atlet. Pelatih akan membangun motivasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh elemen yang berpengaruh dalam pencapaian prestasi. atau dalam olahraga hadirnya seorang pelatih diharapkan mereka dapat memberikan teladan yang baik dari sikap dan keperibadian mereka agar apa yang baik dari mereka dapat dicontoh. dapat dilakukan denganmenciptakan citra positif mengenai tempat tempat latihan atau sekolah. baik fisik. contohcontoh.dan menggairahkan. kesimpulan Kehidupan kelompok remaja sangat ditentukan oleh pemimpin kelompoknya. ataupun kemampuan keperibadiannya. Dampak Kepemimpinan dengan Prestasi Olahraga Dengan hadirnya seorang pemimpin dalam sebuah organisasi social. Tentunya pealtih yang baik dapat mengkoordinir atletnya. ia akan mencontoh gaya melatih pelatihnya terdahulu. dan keterampilan-keterampilan tertentu. “Control” atau pengendalian dapat dilakukan dengan mengadakan monitoring dan juga evaluasi terhadap kemungkinan penyimpangan atau kesalahan dan usaha memperbaikainya.Yang dimaksud dengan “Direction” atau pengarahan. “Guidance” atau bimbingan dapat dilakukan dengan memberikan instruksi. karena pemimpin kelompok remaja biasanya dipilih karena dominant. dan atletnya akan merasa senang untuk diarahkan dan akan menumbuhkan rasa saling percaya. Dalam mencapai sebuah prestasi. seorang pelatih yang baik akan mengarahkan para atletnya untuk bersama-sama mecapai prestasi yang telah ditargetkan dengan cara-cara yang positif. karena dalam sebuah organisasi ada kecendrungan untuk mencontoh pemimpinnya. Hal ini memeng terbukti.

pengalaman saja tidak menjamin kualitas kepemimpinan. Pelatih dan guru merupakan seorang pemimpin.terbentuknya kelompok social bermacam-macam. Macam Gaya Kepemimpinan: The “Hardnosed” Authoritarian Coach. Kita tidak akan menjadi pemimpin yang baik tanpa adanya pengalaman. Pemimpin yang muncul dalam kelompok informal. Intense or “Driven” Coach. Bany & Johnson (1975) mengemukakan adanya tiga tipe kepemimpinan. The “Nice-guy” Coach. kelompok olahraga. Masalah kepemimpinan sudah menjadi perhatian sebagai disiplin ilmu sjak dulu. Keperibadian pemimpin. dapat alamiah seperti kelompok keluarga. karena dapat berperan yang diperlukan dalam kelompok tersebut. khususnya ilmu-ilmu kemasyarakatan. Pemimpin yang menunjukkan keunggulan karena kemampuan dan kompetisi dalam bidang tertentu. Citra seorang pemimpin. sebisa mungkin pelatih atau guru dapat menjadi seorang pemimpin yang mempunyai keperibadian yang dapat menjadi panutan bagi atlet atau anak didiknya. yaitu: 1. . Selain itu. 2. karena pengalaman mengandung kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang dapat ditingkatkan melalui proses belajar. kelompok belajar. The “Easy-going” Coach. Tiap-tiap kelompok masyarakat memiliki ciri-ciri tersendiri. The “Business-like” Coach. dan psikologi social. Pemimpin yang ideal harus tergambar pada diri tiap-tiap subjek didik karena mereka akan membayangkan dan akan terdorong untuk mewujutkan dan meniru sesuatu yang ideal baginya. Oleh karena itu. yang menjadi pusat perhatian atlet atau subjek didiknya. dsb. serta factor situasi turut menentukan corak kepemimpinan yang berbeda-beda pula. walau individu yang bersangkutan tidak memiliki bakat pembawaan sebagai pemimpin yang baik. manajemen.

Sementara itu.Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi 1. Pada gaya kepemimpinan otokrasi ini. dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri.html MACAM . Dengan kata lain. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor. Pemimpin dalam suatu organisasi yang ditunjuk oleh penguasa untuk memegang posisi tertentu http://sauri-sofyan.3 Gaya kepemimpinan Bebas Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. dimulai dari yang paling klasik yaitu teori sifat sampai kepada teori situasional . Selain itu. baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya.com/2010/01/1. anggota yang menentukan. cara untuk mencapai sasaran.3. tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut.blogspot. anggota memiliki peranan yang lebih besar.Gaya kepemimpinan demokratis kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya dan pemberi jalan keluar bila anggota mengalami masalah. anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Namun dewasa ini. pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan.2 Gaya kepemimpinan Demokratis Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Pada kepemimpinandemokrasi. kepemimpinan kendali bebas cocok untuk angggota yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. 1. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja. Dengan demikian. Anggota cukup melaksanakan apa yang diputuskan pemimpin. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi.1 Gaya kepemimpinan Otoriter Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. anggota tidak perlu pusing memikirkan apappun.MACAM GAYA KEPEMIMPINAN 1. banyak para ahli yang menawarkan gaya kepemimpinan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful