HUKUM ALIH TEKNOLOGI1

A. Teori Pemilikan dan Kekayaan Cendekia Pengertian pemilikan (ownership) merupakan suatu lembaga sosial dan hukum selalu terkait dengan dua hal, yaitu “pemilik” (owner) dan “sesuatu benda yang dimiliki” (something owned). Apabila konsep “milik” dan “kekayaan” dikaitkan dengan konsep tentang “hak” (right), maka di dalam hukum dikenal hak yang menyangkut pemilikan dan hak yang menyangkut perbendaan. Pada dasarnya “hak perbendaan” meliputi juga “hak pemilikan”, karena pemilikan tidak bisa lain kecuali selalu merujuk ke suatu benda tertentu. Pemilikan atas sesuatu benda oleh seseorang menjadikan benda tersebut kekayaan dari orang yang bersangkutan. Dalam hal ini ada beberapa teori yang menjelaskan tentang “benda yang dimiliki” atau disebut juga “kekayaan” (property). Teori-teori tersebut diuraikan di bagian bawah ini. 1. Teori pemilikan berdasarkan hukum alam yang biasanya bermula dari gagasan tentang pendudukan (occupation) dan gagasan tentang karya penciptaan (creation). Semua benda pada mulanya tidak ada pemiliknya (res nullius), akan tetapi manusia kemudian mengadakan persetujuan membagi benda-benda itu. Menurut Hugo Gratius, benda-benda yang baru ditemukan kemudian oleh seseorang dijadikan “milik” orang tersebut, maka timbullah penguasaan secara individual untuk menggunakan benda yang dimilikinya, termasuk untuk mengalihkan dengan penghibahan antara orang-orang yang masih hidup (inter vivos) atau dengan pewarisan. Samuel Pfufendorf beranggapan bahwa pada mulanya, berdasarkan suatu pakta asli, semua benda adalah kepunyaan bersama (res communes) orang-orang dalam perkauman. Menurut pakata tersebut, tidak seorangpun yang memiliki benda apapun yang ada
1

Materi kuliah Hukum dan Teknologi FST UNSOED pada November 2011, dinukilkan dari buku Oentoeng Soeropati, 1999, Hukum Kekayaan Intelektual dan Alih Teknologi, Salatiga: FH Universitas Kristen Satya Wacana, hlm. 9-17.

dan diduduki oleh mereka pada waktu itu. Apa yang tidak ada dan tidak diduduki pada waktu tu, dapat diperoleh dengan penemuan dan pendudukan oleh orang lain. Kemudian dengan persetujuan bersama perkauman semacam itu dihapuskan sehingga muncul pemilikan pribadi. 2. Teori metafisik tentang pemilikan berdasarkan tabiat manusia yang abstrak. Immanuel Kant mengemukakan gagasan yang abstrak tentang adanya satu hukum tentang “milik” terhadap benda di luar manusia. Manusia yang selalu bebas dan otonom sejak semula memiliki hak-hak pokok tertentu dan hak-hak lain yang disebut hak-hak lahir. Hak-hak lahir meliputi hak milik yang membedakan punyaku (Mein) dari punyamu (Dein), dan melekat pada barang yang dimiliki. Sesuatu benda adalah milik seseorang jika orang itu erat sekali hubungannya dengan benda tersebut begitu rupa sehingga orang lain yang menggunakan tanpa seizing orang itu merugikannya pula. Untuk menjadikan benda itu suatu yang dimiliki digunakan suatu hak memiliki (right og taking possession) yang dibawa manusia sejak lahir. Pemilikan mana dibedakan antara pemilikan secara hukum (legal possession) dan pemilikan secara fisik (physical possession). Dari pemilikan atas suatu benda, manusia bisa mendapatkan hak perolehan (rights of acquisition) atas benda tertentu, baik perolehan yang asli (original acquisition) atau perolehan yang turunan (derived acquisition). Perolehan asli dilakukan dengan penguasaan terhadap suatu benda yang bukan kepunyaan orang lain. Perolehan derivative tersebut dapat dilakukan dengan pengasingan, penyerahan dan sebagainya. 3. Teori sejarah yang menganggap “milik” sebagai suatu perwujudan gagasan kebebasan. Hegel berpendapat bahwa seseorang mengambil sesuatu benda sebagai miliknya untuk menyatakan kebebasannya memilih berbuat atau tak berbuat sesuatu. Tuntutan agar ada persamaan dalam pembagian pemilikan atas benda tertentu adalah tidak wajar, karena meskipun manusia sebagai pribadi adalah sama, kemauan mereka

terhadap benda-benda di luar dirinya sebenarnya tidak sama. Hegel menjelaskan bahwa jika seseorang punya kemauan atas suatu benda tetentu, dan berhasil menguasai benda tersebut, maka kemauan orang lain harus dikesampingkan dan kemauan orang tersebut harus diarahkan kepada benda yang belum dimaui oleh orang lain. Akan tetapi pada saat ini hampir tidak satupun benda yang belum ditemukan orang dan tak seorang pun yang bisa memaksakan kemauan sendiri tanpa menghiraukan kemauan orang lain. Kenyataan sejarah membuktikan bahwa setiap benda mempunyai sifat ekstra komersial (res extra commercium) yang tidak bisa dimiliki begitu saja untuk keuntungan seseorang dengan merugikan orang lain. 4. Teori pemilikan berlandaskan pada positivisme. Auguste Comte berpendapat bahwa deduksi terhadap hukum kebebasan harus dilakukan dengan pengamatan terhadap fakta dalam masyarakat primitive. Menurutnya, ada tiga tingkatan sejarah cara berfikir manusia, mulai dari yang paling primitive ke paling modern, yakni teologis, metafisik, dan positivis. Dalam menganalisa hukum milik, ia juga melihat tiga tingkatan pemilikan, yaitu penguasaan secara fisik, pemilikan secara yuridik dan pemilikan secara penuh. Penguasaan seara fisik disebut juga sebagai pemilikan secara alami (possessio naturalis), yaitu penjagaan atas barang yang ditempatkan pada seseorang (custody). Pemilikan secara yuridik menjamin hubungan antara kemauan orang yang memiliki dan benda yang dimilikinya. Pemilikan secara penuh menjamin penikmatan eksklusif atas benda yang dimilikinya dan bukan sekadar yang dikuasainya secara fisik. 5. Teori psikologik mendasarkan pada naluri seseorang untuk menguasai benda-benda di dalam alam untuk dijadikan milik pribadi. 6. Teori sosiologik menekankan pada saling ketergantungan sosial manusia sehingga diperlukan adanya pembagian kerja dan disadarinya tentang

Di luar manusia. untuk menentukan diri sendiri. penemuan atau penciptaan merupakan hasil usaha mental dari seseorang. Hukum alam menurut John Locke adalah hukum kebebasan. Teori Hak Alami John Locke berpendapat bahwa manusia secara alami adalah agen moral. ia memahami manusia sebagai substansi mental dan hak-hak seseorang bahkan tubuh orang itu sendiri merupakan “kekayaan” (property)-nya. Kebebasan dan kesamaan manusia diatur oleh hukum alam yang mewajibkan manusia untuk menghormati kebebasan. Berdasarkan teori-teori di atas – terlepas dari teori mana yang hendak digunakan – persoalan selanjutnya adalah mengenai siapakah gerangan sebenarnya yang paling berhak atas suatu kekayaan yang bersifat cendekia. Setelah jangka waktu perlindungan hukum itu lewat. 2. ada suatu aturan atau hukum yang bebas yang harus diikutinya untuk mewujudkan diri sebagai agen moral. Akibatnya. terhadap “kekayaan” ini secara alami orang yang menemukan atau menciptakannya mempunyai hak untuk memilikinya. Teori Karya .kepentingan bersama. Berikut teori-teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan hal tersebut. tetapi harus ada pula fungsi sosial dari pemilikan pribadi atas suatu benda. Penemu atau pencipta bebas untuk menggunakan atau tidak menggunakan haknya dan tidak mempunyai kewajiban untuk mengungkapkan temuan atau ciptaannya kepada siapapun. 1. Milik pribadi perlu diakui keberadaannya. Menurut teori ini. diharapkan penemu atau pencipta atau orang lain dapat menemukan atau menciptakan sesuatu yang baru sebagai kelanjutan temuan atau ciptaan sebelumnya. negara memberikan perlindungan hukum berupa hak khusus kepada penemu atau pencipta atas temuan atau ciptaannya selama jangka waktu tertentu agar orang lain mengetahuinya. Dengan teorinya tentang hak alami (natural rights theory). Akan tetapi.

Oleh sebab itu. jika suatu karya tubuh dan otak seseorang diterapkan pada suatu kekayaan tertentu yang dimiliki orang lain. teori karya ini memperluas lingkup hak atas kekayaan cendekia. Teori Tawar Menawar Teori tawa menawar (bargain theory) menganggap bahwa penemu atau pencipta mendapat imbalan berupa hak khusus yang dilindungi oleh hukum negara untuk jangka waktu tertentu karena hasil tawar menawar. pengertian “kekayaan” seseorang mencakup segala karya dari tubuh dan otaknya sendiri. Menurut teori hak alami. negara memberikan hak khusus kepada penemu atau pencipta denga maksud agar temuan atau ciptaan itu dilindungi terhadap pelanggaran oleh orang lain yang tidak berhak sehingga menguntungkan kepentingan penemu atau pencipta. maka berakibat timbulnya suatu hak kebendaan bagi orang tersebut. Akan tetapi negara yang memberikan hak khusus tersebut setiap saat dengan alasan tertentu – misalnya demi pertahanan dan keamanan – dapat saja mengesampingkan . jika suatu kekayaan cendekia seseorang diterapkan pada kekayaan orang lain. maka sepatutnyalah bahwa seorang penemu adalah yang paling berhak atas temuannya. maka orang yang berhak atas kekayaan cendekia tersebut juga mempunyai hak kebendaan atas produk yang dihasilkan orang lain yang menggunakan temuan atau ciptaannya. seseorang tidak berhak untuk memiliki karya dari tubuh dan otak orang lain yang bukan merupakan “kekayaan”-nya.Menurut teori karya (labor theory). Di satu pihak. Jika hal tersebut diterapkan pada “kekayaan” yang bersifat cendekia. Dengan demikian. dari temuan atau ciptaan sebagai hasil karya sendiri ke produk hasil karya orang lain yang menggunakan temuan atau ciptaannya. 3. Dengan kata lain. terhadap kekayaan milik orang lain di mana karya tubuh dan otaknya diterapkan. seperti halnya pencipta atas ciptaannya. Kemduian dari itu. kekayaan cendekia dapat dijelaskan dengan mengembangkan lebih lanjut teori tentang hak alami.

Sebaliknya pemilik modal di negara berkembang biasanya sekaligus mengimpor teknologi dengan tujuan untuk memperoleh nilai tambah ekonomis dalam bisnisnya. Teori Dominasi . 4. penemu atau pencipta yang diberi hak khusus oleh negara demi dapat melaksanakan temuan atau ciptaan olehnya sendiri. Pemilik modal di negara maju biasanya sekaligus menjual teknologi ke negara berkembang yang dapat memberikan imbalan ekonomi berupa royalty yang cukup menguntungkan. misalnya dengan pembayaran royalty. Akan tetapi jika penemu atau pencipta ternyata tidak dilindungi negara terhadap pelanggaran hak khusus. penemu atau pencipta juga dapat mengizinkan dimanfaatkannya temuan atau ciptaannya oleh orang lain untuk keuntungan ekonomis. Apabila perdagangan dilakukan antara negara-negara maju sebenarnya terjadi pertukaran teknologi tertentu yang dianggap lebih unggul dari masingmasing negara. maka ia dapat berhenti melakukan penemuan atau penciptaan baru. Teknologi dalam hal ini lebih baik diekspor daripada digunakan di dalam negeri saja. Teknologi dari luar negeri yang lebih modern diimpor karena teknologi dari dalam negeri masih ketinggalan jaman. begitu pula sebaliknya. 5. Di pihak lain. Dengan demikian teori pertukaran menganggap impor teknologi terjadi bukan karena posisi tawar salah satu pihak lebih lemah daripada pihak lain sebagaimana dijelaskan oleh teori tawar menawar. Pertukaran terjadi karena saling ketergantungan antara kedua pihak sehingga pihak pengekspor juga membutuhkan teknologi pihak pengimpor. terjadinya perdagangan teknologi disebabkan oleh pertukarankepentingan antara pihak penjual dan pembeli teknologi. Di samping itu. Teori Pertukaran Menurut teori pertukaran.hak tersebut dan mewajibkan dimanfaatkannya temuan atau ciptaan yang bersangkutan oleh negara atau mengharuskan diberikannya lisensi kepada orang lain.

Dengan demikian. Dalam kontrak alih teknologi. Teori Neorealisme yang Rasionalis Menurut teori neorealisme yang rasionalis (rationalist neorealism theory). pemasok teknologi tentu saja juga harus berusaha keras untuk menemukan teknologi baru. sedangkan negara-negara sedang berkembang dapat dipahami jika menghendaki .. baik berupa proses atau produk yang lebih modern sebagai pengganti teknologi lama yang sudah using. negara-negara industri maju telah berhasil menggunakan lembaga internasional sebagai alat yang sangat penting untuk memelihara keunggulan teknologi mereka. Sementara itu. biasanya terjadi subordinasi terhadap penerima teknologi oleh pemasok teknologi. penerima teknologi biasanya juga dibebani kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi teknik.Teori dominasi beranggapan bahwa pengalihan teknologi dilakukan untuk melestarikan dominasi dalam perdagangan internasional. ketika kontrak alih teknologi berakhir – meskipun bekas penerima teknologi mungkin sudah bisa mengembangkan teknologinya sendiri – ada kemungkinan bahwa teknologi yang baru akan dibeli juga karena lebih efektif dan efisien. Untuk merealisasikan dominasinya. Agar penerima teknologi tidak menyempurnakan atau mengembangkan sendiri teknologi yang diberikan tanpa sepengetahuan pemasok teknologi. adalah wajar wajar dan masuk akal jika dengan kekuasaan ekonominya di dunia. biasanya dibuat klausula yang mewajibkan penerima teknologi memberikan informasi tentang penyempurnaan atau pengembangan teknologi dalam penggunaan teknologi yang bersangkutan. Di samping itu. Maka yang terjadi adalah tetap terpeliharanya dominiasi oleh pemasok teknologi yang bersangkutan. sehingga pihak ketiga yang berminat harus bergantung atau berhubungan langsung dengan pemasok teknologi. negara-negara industri maju mampu memaksakan negara-negara sedang berkembang untuk mengikuti kemauan mereka. dengan dicantumkannya klausula-klausula yang lebih melindungi pemasok teknologi daripada penerima teknologi. 6.

menurut pikiran yang bernalar.suatu tata ekonomi internasional yang baru yang lebih adil. dominasi seperti itu kini tidak lagi berhasil. Tindakan pemerintah yang menyangkut hak atas kekayaan cendekia yang diatur dalam perjanjian TRIPs (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights) dalam konteks Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization). dominasi teknologi oleh negara-negara industri maju atas negara-negara sedang berkembang. Teori Neoliberalisme yang ditafsirkan Menurut teori ini. Oleh sebab itu. Negara-negara industri maju pada umumnya menginginkan keterbukaan pasar dan kebebasan perdagangan. karena semakin banyak negara-negara sedang berkembang yang menjadi peserta atau anggota lembaga internasional. 7. sehingga berangsur-angsur juga mengembangkan teknologinya sendiri. seharusnya ditujukan juga untuk kebaikan bersama dan kebahagiaan semesta. Teori Senjang Teknologi . tak lepas dari bekerjanya hukum alam. negara-negara berkembang tidak menginginkan selalu bergantung pada teknologi dari negara-negara maju. Adalah merupakan hak alami jika perdagangan dunia. untuk membuat produk mereka mampu menembus pasar domestik negara-negara berkembang. Meskipun demikian. Sebaliknya. termasuk alih teknologi. diliberalisasi agar baik negara-negara industri maju maupun negara-negara sedang berkembang sama-sama diuntungkan. Akan tetapi. Demi kepentingan nasional mereka. 8. harus diusahakan pengaturan yang memperhatikan kepentingan baik negara-negara maju maupun negaranegara berkembang. negara-negara berkembang cenderung untuk menolak dilakukannya liberalisasi ekonomi secara global. globalisasi pasar dan liberalisasi perdagangan tidak akan menutuk kemungkinan dilakukannya proteksi oleh setiap negara dalam batas-batas yang disepakati bersama.

31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INSUDSTRI 5. sehingga memaksanya mengembangkan suatu produk baru dengan temuan baru yang lebih efisien. UU NO. . 32 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU. 30 TAHUN 2000 TENTANG RAHASIA DAGANG 6.Teori senjang teknologi (technological-gap theory) yang dikemukakan oleh Miltiades Chacholiades. yang kemudian ternyata mempunyai keunggulan komparatif dalam memproduksi suatu produk tiruan berdasarkan penemuan yang telah tersebar luas. UU NO. UU NO. 14 TAHUN 2001 TENTANG PATEN 3. Akan tetapi keuntungan yang diperoleh perusahaan penemu memicu timbulnya peniruan di negaranegara lain. beranggapan bahwa selalu terjadi kesenjangan antara penemuan (innovation) dan peniruan (imitation) di bidang teknologi manakala suatu produk diekspor. UU NO. 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK 4. Kemudian ketika perusahaan tersebut untuk sementara bisa memonopoli pasar domestik. negara penemu akan menjadi merugi. Pada mulanya. perusahaan penemu yang mengembangkan suatu produk di negara tertentu memperoleh keuntungan dalam pasar domestik. UU NO. Akibat peniruan tersebut. CATATAN UNTUK PERSOALAN HAKI. dalam arti selalu ditemukan proses atau produk yang baru. Dengan demikian negara penemu bisa untuk sementara waktu mempertahankan keunggulan absolut dalam memperoleh produk tertentu sampai ditirunya lagi oleh negara-negara lain. maka negara-negara lain tidak akan memenangkan persaingan. Jika persoalan produk-produk baru secara ajeg ini bisa dipertahankan. UU NO. MAHASISWA/I DIHARAPKAN MEMBACA: 1. 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA 2. akses ke pasar luar negeri menjadi terbuka sehingga perusahaan tersebut memulai ekspor.

Pada abad ini. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) merupakan ketentuan payung (umbrella act) bagi ketentuan lain yang mengatur mengenai pertanahan di Indonesia. Amanat konstitusi ini memberi kewenangan dan kekuasaan kepada negara untuk mengelola bumi. Hal ini menjadi dasar pemberian hak atas tanah kepada warganegara atau badan hukum Hak atas tanah sebagai suatu hubungan hukum didefinisikan sebagai hak atas permukaan bumi yang memberi wewenang kepada pemegangnya untuk 2 3 Materi Kuliah Hukum dan Teknologi pada Jurusan Teknik Elektro FST UNSOED. bermula dari konsep teritorialitas yang berkembang sebagai tradisi hukum barat sejak Abad XII. air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pengertian Hak Atas Tanah Konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945) menenentukan bahwa bumi. kemudian melahirkan komunitas-komunitas politik yang sekarang dikenal sebagai negara-negara bangsa. kesadaran nasional mulai bangkit di negara-negara barat. air dan kekayaan alam ini demi tujuan yang digariskan oleh konstitusi itu sendiri yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. akan tetapi negara melalui peraturan yang ada memberi kesempatan kepada warga negaranya ataupun badan hukum untuk menguasai. yaitu memajukan kesejahteraan umum (rakyat). Undang-undang No. mengelola dan memanfaatkan tanah yang ada. Meskipun negara memiliki kewenangan dalam hal penguasaan dan pengelolaan atas tanah. Hak menguasai negara (disebut juga sebagai pendakuan atau klaim negara atas tanah sebagai kawasan atau domain negara).ASPEK HUKUM PERTANAHAN PADA PENDIRIAN BASE TRANSCEIVER STATION2 Agus Raharjo3 A. Desember 2011 Dosen FH UNSOED .

Ilham. Sumardjono. dalam batas-batas menurut UUPA dan peraturan hukum lain yang lebih tinggi. beserta tubuh bumi dan air serta ruang udara di atasnya. 2008. Jakarta: Kompas. Tanah Dalam Perspektif Hak Ekonomi Sosial dan Budaya. 2008. Saat ini baru dikenal dua teknologi seluler yakni NMT -470.dioperasikan PT Rajasa Hazanah Perkasa. Dibawah ini dipaparkan tonggak-tonggak sejarah komunikasi seluler di negeri ini.modifikasi NMT . Persoalan yang muncul apabila terjadi ketidaksepakatan baik soal keinginan melepaskan hak maupun uang kompensasi yang dijadikan sebagai ganti kerugian. Hal ini mengandung arti bahwa hak atas tanah itu di samping memberikan wewenang juga membebankan kewajiban kepada pemegang haknya.4 Meski negara telah melimpahkan sebagian kekuasaan yang berkaitan dengan tanah kepada warganegara atau badan hukum untuk memiliki dengan hak atas tanah yang ditentukan. 27 September 2001 atau pada http://berehel. dan Indonesia baru memanfaatkan kecanggihan komunikasi tersebut belasan tahun kemudian. hlm.html.com/2008/07/ sejarah-selular-di-indonesia. 128 Lihat pada Kompas.blogspot. dengan rata-rata diatas 10 juta per unit.W. Lihat juga Ismoro H. Tesis pada Program Magister Kenotariatan. teknologi seluler masuk ke Indonesia utnuk pertama kali di tahun ini dengan berbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT).menggunakan tanah yang bersangkutan. B.450. Pelaksanaan Perjanjian Sewa Menyewa Tanah untuk Pendirian Base Transceiver Station (BTS) oleh Perusahaan Telekomunikasi Seluler PT Indosat Tbk di Kantor Pusat Regional Semarang. akan tetapi terhadap hak atas tanah itu apabila negara karena pembangunan atau industrialiasi membutuhkan maka pemilik hak atas tanah diharapkan melepaskan haknya dengan sejumlah uang kompensasi. Sedangkan system Advance Mobile System (AMPS) 4 5 Maria S. Inilah yang seringkali muncul dan menghiasi berita di media massa. Semarang: UNDIP. Dasar Pemikiran atas Kebutuhan Pendirian BTS5 Negara-negara maju di Eropa menerapkan teknologi seluler untuk komunikasi pada dekade 70-an. sekadar diperlukan untuk kepentingan yang langsung berhubungan dengan penggunaan tanah itu. dalam periode ini ponsel yang beredar di Indonesia tidak bisa dimasukkan ke saku baju atau celana karena bentuknya besar dan panjang. . Tahun 1985 sampai 1992. Pada tahun 1984.

Di tahun 1994. dengan keunggulan tarif dihitung perdetik sehingga dalam waktu singkat menjaring lebih dari 100. Pada tahun 1993. .ditangani empat operator yakni PT Elektrindo Nusantara. karena GSM menggunakan kartu SIM. Terminal ponselnya tidak lagi sebesar “pemukul kasti” dan dapat dikantongi dengan berat maksimal saat itu 500 gram dan harga ponselnya lebih terjangkau. PT Centralindo. Pemerintah tahun 1997. Jatuhnya presiden Suharto dan gerakan reformasi mengimbas pada dicabutnya lisensi PHS dan GSM 1800 bagi Indophone dan Cellnas karena sahamnya dimiliki keluarga cendana dan kroninya. PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) beroperasi sebagai operator GSM pertama diIndonesia dengan mengawali kegiatan bisnisnya di Jakarta dan sekitarnya. meluncurkan kartu prabayar Pro-XL yang memberi alternative bagi konsumen untuk memilih dengan layanan unggulan roaming. Satelindo menyusul Telkomsel dan Excelcom dengan meluncurkan kartu prabayar Mentari. Teknologinya aman dari penggandaan dan penyadapan serta mutu prima dan jangkauan luas. Pada tahun 1995. Exelcom tahun 1998. Saaat itu terjadi perubahan besar pada perilaku konsumen dapat bergonta-ganti ponsel dengan nomor yang sama. Surabaya dan Denpasar kemudian masuk Jakarta. PT Panca Sakti. Pemerintah mendukung pengembangan bisnis ini dengan menghapus pajak bea masuk bagi terminal ponsel sehingga harganya menjadi lebih murah. Telkomsel dengan produk unggulan Kartu Halo sukses di Medan. diakhir tahun ini PT. dan Telekomindo. Sedangkan tahun 1996. proyek Telkom di Batam berlangsung sukses dan dilanjutkan ke provinsi-provinsi di Sumatera yang mengantar pendirian Satelindo sebagai operator GSM nasional bersama Telkomsel.000 pelanggan. Namun proyek tersebut urung dilaksanakan karena negeri ini dihantam krisis moneter. Telkom memulai proyek percontohan seluler digital Global System for Mobile (GSM) di Pulau Batam dan Pulau Bintan. mengeluarkan lisensi baru bagi operator seluler berbasis teknologi HPS dan GSM 1800 kepada 10 operator baru yang memberikan lisensi regional.

Praktis dan biaya murah. negara mengatur dan menentukan adanya macam-macam hak atas tanah yang dapat diberikan . Oleh karena dapat atau tidak dapat digunakannya telepon seluler yang menggunakan teknologi berbasis GSM ini antara lain tergantung pada jauh dekatnya pengguna telepon dengan BTS ini antara lain tergantung pada jauh dekatnya pengguna telepon dengan BTS penyedia jasa operator yang sedang digunakan maka untuk meningkatkan kapsitas layanan para penyedia jasa operator kemudian saling berlomba untuk membangun BTS di banyak tempat bahkan kadang saling berdekatan satu sama lain guna memperoleh cakupan yang memadai bagi pelanggan mereka masing-masing. Base Transceiver Station (BTS) merupakan stasiun induk untuk mengirim dan menerima sinyal atau gelombang-gelombang radio ke dan dari pesawat telepon pelanggan. Mereka memilih prabayar karena tidak ingin dibebani prosedur administrasi dan dapat mengendalikan pemakaian pulsa dan kalau habis dapat diisi ulang. Layanan pesan singkat Short Message Service (SMS) menjadi fenomena dikalangan pengguna ponsel tahun 2000.5 juta pelanggan dan sebagian besar adalah pengguna prabayar Simpati.Krisis moneter tahun 1999 tidak menyurutkan minat masyarakat untuk menjadi konsumen seluler. khususnya bagi teknologi telekomunikasi seluler yang menggunakan sistem teknologi GSM karena GSM hanya berfungsi apabila dioperasikan dalam area pelayanan BTS yang membawahi sejumlah pelanggan dan apabila tidak berada di wilayah cakupan BTS maka telepon seluler tidak dapat bekerja. Mentari dan Pro-XL. Di tahun ini pula PT Indosat dan PT Telkom mendapat lisensi sebagai operator GSM 188 nasional sesuai amanat UU Telekomunikasi Nomor 36/1999. Perolehan Hak Atas Tanah Berdasarkan Pasal 2 jo Pasal 4 ayat (1) UUPA. layanan seluler kedua BUMN itu direncanakan akan beroperasi secara bersamaan pada 1 Agustus 2001. Hingga akhir tahun ini di seluruh Indonesia terdapat 2. Keberadaan BTS di setiap sel di sepanjang jalur perhubungan sangat penting. C.

turun temurun  HGU. perkebunan. maka akan didapati halhal sebagai berikut:6 1. Apabila dicermati. HGB dan HP secara a-contrario adalah hak yang kurang kuat dan kurang penuh  HM tidak dibatasi  HGU 35 tahun. Hak Milik b. ialah hak gadai. peternakan  HGB untuk bangunan 2. hlm. Hak-hak yang sifatnya sementara tersebut diatur pada Pasal 53.W. yang menentukan bahwa: (1) Hak-hak yang sifatnya sementara sebagai yang dimaksud pada Pasal 16 ayat (1) huruf h. Hak Membuka Tanah g. HGB dan HP. Hak-hak lain yang tidak termasuk dalam hak-hak tersebut di atas yang akan ditetapkan dengan Undang-Undang serta hak-hak yang sifatnya sementara sebagaimana yang disebut dalam Pasal 53 UUPA. Pemanfaatan 6 Maria S. dalam UUPA secara implisit terdapat pembedaan kelompok Hak Atas Tanah (HAT). Hak Guna Bangunan d. Kelompok pertama adalah Hak Miliki. Jangka waktu 3. tidak dirinci  HGU untuk usaha pertanian. Macam-macam hak atas tanah itu ditentukan dalam Pasal 16. perikanan. Hak Guna Usaha c. sedangkan kelompok kedua adalah Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai. diatur untuk membatasi sifat-sifatnya yang bertentangan dengan undang-undang ini dan hak-hak tersebut diusahakan hapusnya dalam waktu singkat.cit. hak usaha-bagi hasil. Hak Menguasai Hasil Hutan h. Hak Sewa f. yaitu a. HGB 30 tahun dan HP 25 tahun atau selama dipergunakan  HM. 146-147 . op. hak menumpang dan hak sewa tanah pertanian. Hak Pakai e. Sumardjono. terpenuh.kepada orang (baik sendiri maupun bersama-sama) atau badan hukum. Ciri/sifat  HM adalah hak yang terkiat. Bila Hak Milik disandingkan dengan HGU.

Hibah 4.4. tanaman. 2002. dan atau bendabenda lainnya yang terkait dengan tanah yang bersangkutan. Pemindahan hak adalah suatu perbuatan hukum yang sengaja dilakukan untuk mengalihkan kepada pihak lain hak atas tanah. yakni menggunakan tanah yang bukan miliknya sendiri Pemegang hak atas tanah berdasarkan Pasal 1 huruf (d) Peraturan Menteri Agraria atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 1 Tahun 1994 tentang Ketentuan Pelaksanaan Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum adalah orang atau badan hukum yang mempunyai hak atas tanah menurut UUPA. termasuk bangunan. Peralihan hak atas tanah dapat terjadi karena pewarisan tanpa wasiat dan perbuatan hukum pemindahan hak. Jual Beli 2. 333 . Pasal 23 ayat 1 UUPA menentukan bahwa hak milik demikian pula setiap peralihan. Hukum Agraria Indonesia (Sejarah Pembentukan Undnag-undang Pokok Agraria. Tukar Menukar 3. Oleh karena itu. Isi dan Pelaksanaannya). HGB dan HP: hubungan pemanfaatan. hlm. Pemberian menurut hukum adat 6. Adapun bentuk pemindahan haknya sebagai berikut:7 1. Pemasukan dalam perusahaan Perbuatan hukum tersebut dilakukan oleh pemegang hak pada waktu hidup dan merupakan perbuatan hukum pemindahan hak yang bersifat tunai. hapusnya dan pembebananya dengan hak-hak lain harus didaftarkan menurut ketentuan Pasal 19 UUPA dan peraturan pelaksanaanya yaitu Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dalam rangka menuju kepastian hukum hak-hak atas tanah. kecuali hibah wasiat hak atas tanah tersebut akan berpindah kepada pihak lain saat pemegang hak (pewaris) meninggal. 7 Budi Harsono. Jakarta: Djambatan. Hibah Wasit 5. Hubungan dengan tanah  HP tidak dirinci  HM hubungan kepemilikan  HGU.

op. hal tersebut berdasar Pasal 30 dan 36 UUPA. c). Malang: Universitas Brawijaya. 8 9 Soetomo. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memperoleh tanah adalah sebagai berikut:9 a). Pedoman Jual Beli Tanah. Status pihak yang memperoleh tanah. 46-47 . jika tanah yang diperlukan berstatus tanah Negara. maka cara memperoleh hak atas tanah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1.cit. 2. b).8 Sesuai ketentuan hukum tanah. Peralihan Hak dan Sertifikat. 16. Bentuk pemindahan haknya. Pelepasan atau pembebasan hak atas tanah bila yang memerlukan tanah tidak memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah dan pemiliknya bersedia untuk melepaskannya. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas. Pasal 21 dan 22 UUPA mengatur tentang tanah hak milik yang hanya boleh dimiliki oleh warga Negara Indonesia (WNI) sedangkan untuk tanah Hak Guna Usaha (HGU) dapat dimiliki oleh badan hukum yang ditunjuk oleh Pemerintah dan Hak Guna Bangunan (HGB) harus dimiliki oleh WNI atau Badan Hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. hlm. Status tanahnya. Permohonan hak atas tanah. seseorang atau badan hukum yang akan memperoleh hak atas tanah harus memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah. Warga Negara Asing yang berkedudukan di Indonesia atau Badan Hukum Asing yang mempunyai perwakilan hukum di Indonesia berdasar pasal 42 UUPA hanya berhak memperoleh tanah dengan status Hak Pakai. 3. Pemindahan hak atas tanah apabila memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah dan pemiliknya bersedia secara sukarela memindahkan haknya.apabila suatu hak atas tanah yang tidak didaftarkan maka bahwa hak atas tanah tersebut belum mempunyai kepastian hukum meskipun kesepakatan untuk mengadakan perjanjian jual beli itu sudah ada. Ilham. hlm. Ismoro H.

pembayaran justru tidak bisa berfungsi sebagai pengalihan atau pemindahan hak milik secara 10 11 Ibid. pengertiannya terdapat pada jual beli secara umum menurut Pasal 1457 KUH Perdata. Ada beberapa cara peralihan hak atas tanah. Tunai artinya pembeli menyerahkan sejumlah uang kepada penjual dan penjual menyerahkan hak atas tanah kepada pembeli untuk dikuasai atau diusahakan. seketika setelah para pihak mencapai kata sepakat untuk melaksanakan jual beli. Jika pengertian jual beli dikaitkan dengan hak atas tanah adalah suatu perjanjian dengan mana pihak penjual mengikatkan dirinya untuk menyerahkan hak atas tanah yang dimilikinya dan pembeli mengikatkan diri untuk membayar kepada penjual sesuai dengan harga yang telah disetujui.10 Jual beli tanah dalam hukum adat berbeda dengan jual beli tanah menurut KUH Perdata. walaupun dari segi harga belum lunas tetap dianggap sudah lunas. hlm. yang pada masa lalu harus dilakukan di hadapan kepala desa dan pada saat ini harus dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau camat yang telah ditunjuk. Berlaku sebaliknya. 47 Ibid. Pencabutan hak atas tanah jika yang memerlukan tanah tidak memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah dan melalui pelepasan hak tidak menghasilkan kata sepakat serta tanahnya benar-benar untuk kepentingan umum. Jual beli tanah menurut KUH Perdata.11 Pada Pasal 1459 KUH Perdata yang menyatakan dalam jual beli hak milik baru berpindah setelah dilakukan penyerahan yang terdiri dari penyerahan penguasaan dan hak milik. Jual beli menurut Pasal 1457 KUH Perdata adalah suatu persetujuan. meskipun harganya belum dibayar dan barangnya belum diserahkan. anatar pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan disebut dengan pembeli dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan disebut pembeli. . salah satunya adalah jual beli. Terang artinya penjualan dan pembelian hak atas tanah tersebut dilakukan di hadapan pejabat berwenang.4. Jual beli tanah menurut hukum adat dilakukan secara terang dan tunai. jual beli dianggap telah terjadi antara penjual dan pembeli.

Adapun unsur “waktu tertentu” di dalam definisi yang diberikan dalam undang-undang dalam Pasal 1548 KUH Perdata tersebut tidak memberikan penjelasan mengenai sifat mutlaknya atau tidak adanya batas waktu. sedangkan kewajiban pihak yang lain ini adalah membayar harga sewa. maka adalah suatu perjanjian pinjam pakai.yuridis. dan dengan pembayaran suatu harga yang oleh pihak yang disebut terakhir itu disebut penyewa dengan pembayaran sewa. Aneka Perjanjian. maka bukan lagi pinjam pakai yang terjadi melainkan sewa menyewa. tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu. Jadi perbedaan pokok dari kedua perjanjian tersebut adalah pada unsur kewajiban membayar harga. Pasal 1571 Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan. hlm. hak atas tanah juga dapat dipindahkan sementara karena sifatnya adalah peralihan hak sementara. melainkan jika pihak lain hendak menghentikan 12 13 Ibid. Kewajiban pihak yang satu adalah menyerahkan barangnya untuk dinikmati oleh pihak yang lain. tetapi ada beberapa pasal lain dalam KUH Perdata yang menyinggung tentang waktu sewa: Pasal 1570 Jika sewa dibuat dengan tulisan maka sewa itu berakhir demi hukum. Subekti. Sewa menyewa menurut Pasal 1548 KUH Perdata adalah suatu perjanjian antara pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya disebut pemberi sewa untuk kenikmatan suatu barang selama suatu waktu tertentu.12 Selain jual beli. Bandung: Citra Aditya Bakti. R. maka pembeli belum menjadi pemilik dari barang tersebut. Jika si pemakai barang diwajibkan membayar. tetapi hanya untuk dipakai dan dinikmati kegunaannya. apabila waktu yang ditentukan telah lampau. 1981. yaitu sewa menyewa.13 Apabila seseorang atau badan hukum diserahi suatu barang untuk dipakainya tanpa kewajiban membayar sesuatu. 39 . Jadi barang diserahkan tidak untuk dimiliki seperti halnya dalam jual beli. Artinya meskipun pembeli telah membayar harganya tetapi selama penyerahan belum dilakukan.

penyelenggara jasa telekomunikasi selular melakukan verifikasi atas tanah yang disewa dengan meminta copy dokumen kepemilikan tanah berupa sertifikat tanah. Berkaitan dengan pendirian BTS. Apabila semua telah dilakukan dan menghindari adanya pemalsuan serta sengketa di kemudian hari. 48-49 . akan tetapi mereka lebih suka menyewa tanah hak milik dari seorang warganegara dengan cara menyewa. hlm. Untuk membuktikan keaslian sertifikat. langkah selanjutnya adalah melakukan legalisir copy sertifikat ke BPN (Badan Pertanahan Nasional).14 D. serta menghadap ke kantor instansi terkait sekitar lahan (instansi negeri/swasta) yang di masa mendatang akan berpotensi mempengaruhi jalannya operasional BST. dan meskipun dalam Pasal 1548 KUH Perdata tidak secara tegas dicantumkan adanya batas waktu tetapi undang-undang memerintahkan untuk memperhatikan kebiasaan setempat atau mengindahkan tenggang waktu yang diharuskan berdasarkan kebiasaan setempat. agar menara BST dapat berdiri. Selain itu.” Dari dua pasal tersebut. baik HM. penyelenggara telekomunikasi selular tadi harus pula mulai mengurus IMB (Izin mendirikan Bangunan) dan PBB (Pajak Buki dan Bangunan). Sebelum perjanjian sewa tanah dilaksanakan. maka pemilik tanah harus memperlihatkan asli dokumen/sertifikat kepada pihak penyewa tanah. Usaha lain untuk memastikan kepemilikan tanah 14 Ibid. HGU maupun tanah yang belum bersertifikat yang berbukti Letter D atau C. mengurus ke Kantor Pemerintah Daerah/Kota setempat untuk mengetahui tata ruang dan penghijauan.sewanya. Aspek Hukum Pendirian Base Transceiver Station Meskipun badan hukum dapat memperoleh hak atas tanah berupa HGB maupun HGU. perlu dilakukan pelacakan dokumen ke kantor Arsip Nasional atau Daerah. tampak bahwa di dalam perjanjian sewa menyewa batas waktu merupakan hal yang penting. Dengan demikian. harus dilalui dengan adanya perjanjian sewa menyewa tanah antara penyelenggara telekomunikasi dengan seorang warganegara/penduduk. dengan mengindahkan tenggang-tenggang waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat. HGB.

IPB dan lain-lain 3. 62. Izin Gangguan atau Hinder Ordonantie (HO) 3. Aspk hukum kepemilikan tanah a. Penyimpanan dokumen secara terpusat dari copy perjanjian: perjanjian sewa tanah. 63 . op. Ilham. hlm. hlm. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) c. 2. Penyediaan dokumen hukum. SITU. Surat persetujuan dari warga sekitar lokasi pendirian BTS b. kantor pusat memberikan dukungan hukum dengan melakukan beberapa perbuatan. panduan perjanjian standar. seperti surat kuasa. Ibid. Peninjauan kembali standardisasi perjanjian dan metode pelaporan 4. Perijinan pendirian BTS a. 2. Hubungan melalui legal contact person di Kantor Regional 5. Konsultasi dan pendampingan. termasuk karena adanya panggulan dari otoritas setempat 6. Tahap selanjutnya adalah tahapan yang berkaitan dengan pembangunan dan pendirian BST di tanah yang akan disewa oleh penyelenggara telekomunikasi selular.yang disewa tidak bermasalah atau sedang tidak dalam sengketa adalah dengan mengeceknya di Pengadilan Negeri Setempat. dapat berupa sertifikat HGB atau hak milik b. Dokumen yang dibutuhkan dalam pembangunan dan pendirian BTS adalah:15 1. HO. IMB. Surat bukti kepemilikan hak atas tanah. Sosialisasi dan workshop 15 16 Ismoro H. Izin Stasiun Radio (ISR) Pendirian menara BTS yang dilakukan di daerah sebenarnya merupakan tindakan dari Kantor Pusat dari perusahaan penyelenggara telekomunikasi selular yang biasanya berada di Jakarta.cit. Surat keterangan kepemilikan tanah yang dibuat institusi berwenang apabila belum ada bukti kepemilikan atas tanah. pendapat hukum. dengan cara:16 1. Oleh karena itu biasanya. Izin BTS a.

Indosat yang terdiri dari 16 Pasal. Berikut isi perjanjian standar yang dibuat oleh PT. karena konsep perjanjian dibuat oleh perusahaan penyelenggara telekomunikasi selular yang disetujui oleh pemilik tanah. apabila terjadi kehilangan atau kerugian barang-barang milik penyewa 17 Ibid. Berikut pasal-pasal yang biasanya ada pada perjanjian tersebut:17 Pasal 1 : Objek Persewaan Objek persewaan adalah tanah milik warga atau badan hukum yang akan dijadikan tempat pendirian BTS. hlm. Selama jangka waktu sewa tanah. keadaan tanah dalam sengketa atau tidak. Jika dikehendaki perpanjangan jangka waktu sewa. pajak dan keadaan tanah lainnya diperlukan bagi penyewa. maka harga sewa dapat naik maksimal 50% dari harga sewa tanah sebelumnya. Ketentuan dalam pasal-pasal ini tidak bersifat statis. karena tiap penyelenggara telekomunikasi selular memiliki standar perjanjian tersendiri. Kunjungan lokasi dan penanganan langsung. Lama atau jangka waktu sewa dapat bervariasi di antara penyewa tanah. maka perjanjian sewa menyewa tanah dibuat dalam bentuk standar. 64-76 .7. Berdasarkan dukungan dari Kantor Pusat tersebut. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening bank pemilik tanah. Informasi tentang letak tanah. status tanah. PT Indosat menetapkan jangka waktunya adalah 10 tahun Pasal 3-4 : Harga Sewa dan Cara Pembayaran Harga sewa tanah dibayar dimuka ditambah dengan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasal 2 : Jangka Waktu Sewa Perjanjian sewa menyewa tanah merupakan perjanjian yang dilakukan untuk waktu tertentu. Pasal 5 : Kewajiban dan Tanggung Jawab Pihak Kedua Kewajiban penyewa terhadap pemilik tanah adalah membayar uang sewa sesuai kesepakatan dengan tepat waktu dan penyewa berhak mempergunakan lahan untuk keperluan dan sesuai dengan yang diperjanjikan. pemilik.

yang disebabkan karena kebakaran atau karena hal tersebut dapat dibuktikan karena kesalahan dan atau kelalaian pemilik tanah, maka penyewa membebaskan pemilik tanah dari tuntutan dan ganti rugi atas kehilangan dan kerugian yang dialami penyewa. Penyewa juga bertanggung jawab apabila terbukti melakukan kesalahan dalam pemasangan maupun pengoperasian peralatan telekomunikasi miliknya dan membebaskan pemilik tanah dari tanggung jawab apabila ada tuntutan ganti rugi dari pihak lain. Pasal 6 : Kewajiban dan Tanggung Jawab Pihak Pertama Kewajiban pemilik tanah wajib memberikan jalan masuk ke tanah yang disewa kepada penyewa selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pemilik tanah sedapat mungkin mencegah, menjaga dan melindungi keamanan dan keselamatan peralatan maupun fasilitas milik penyewa dari segala bahaya, termasuk kebakaran yang mungkin timbul dan pencegahan bahaya. Ketentuan ini berbeda dengan ketentuan Pasal 1556 KUHPerdata yang tidak mewajibkan pemilik tanah memberikan jaminan kepada pihak penyewa. Apabila penyewa mengalihkan atau menjual baik seluruh atau sebagian tanah kepada pihak lain, maka harus secara tertulis memberitahukan kepada penyewa. Pemilik tanah wajib membayar pajak-pajak atau pungutan dari pihak berwenang yang berkaitan dengan tanah yang disewa termasuk PBB dan PPh atas penerimaan harga sewa tanah. Pasal 7 : Pajak-pajak PBB atas lahan selama masa sewa serta PPh atas penerimaan harga sewa menjadi tanggungan pihak pertama. Pasal 8 : Jaminan-jaminan Pemilik tanah menjamin dan bertanggungjawab hanya penyewa yang berhak atas tanah yang disewa selama jangka waktu sewa dan menjamin penyewa terbebas dari tuntutan dan gangguan dari

pihak lain yang menyatakan mempunyai hak atas tanah. Apabila hal itu terjadi, penyewa berhak mengakhiri perjanjian sewa tanah. Pasal 9 : Gangguan dari Pihak Ketiga Apabila pemilik tanah mengetahui dalam pemasangan dan pengoperasian peralatan penyewa yang berakibat gangguan teknik maupun non teknik dari pihak lain dan menganggu kepentingan dan pengoperasian peralatan milik pihak lain, maka pemilik tanah wajib memberitahukan bahkan menolak pemasangan dan pengoperasian peralatan seabgai upaya perlindungan kepada penyewa. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1550 KUHPerdata. Pasal 10 : Pengakhiran dan Perpanjangan Sewa Menyewa Perjanjian sewa menyewa tanah antara penyewa dan pemilik tanah berakhir apabila: a. Lewatnya jangka waktu sewa dan pemilik tanah tidak memperpanjang sewa tanah tersebut (Pasal 1570 KUHPerdata) b. Pemilik tanah mengakhiri perjanjian sewa menyewa sebelum lewatnya jangka waktu sewa dengan konsekuensi penyewa berhak menagih kembali sisa harga sewa yang telah dibayarkan kepada pemilik tanah (Pasal 1579 KUHPerdata) c. Penyewa mengakhiri perjanjian sewa menyewa sebelum jangka waktu berakhir, dengan memberitahukan kepada pemilik tanah secara tertulis selambat-lambatnya 3 bulan sebelum jangka waktu sewa berakhir d. Penyewa mengakhiri perjanjian sewa dikarenakan adanya tuntutan atau gugatan kepada kepemilikan tanah yang disewanya dari pihak ketiga terhadap yang menyewakan tanah. Pemilik tanah wajib menanggung semua biaya yang telah dikeluarkan dan kerugian penyewa. Pasal 11-12 : Asuransi dan Force Majeure Penyewa akan mengasuransikan barang dan kekayaan miliknya yang ada pada tanah yang disewa terhadap kehilangan dan

kerusakan. Penyewa dan pemilik tanah dibebaskan dari tanggung jawab yang terjadi karena bencana alam, perang, huru-hara, tindakan pemerintah dalam bidang ekonomi dan moneter yang secara nyata berpengaruh terhadap pelaksanaan perjanjian (Pasal 1553 KUHPerdata) Pasal 13 : Berita Acara Serah Terima Penyerahan lahan dari penyewa kepada pemilik tanah pada waktu berakhirnya perjanjian sewa menyewa dilakukan dengan berita acara serah terima yang ditandatangani kedua belah pihak. Pasal 14 : Penyelesaian Perselisihan Apabila timbul suatu sengketa dalam perjanjian ini, akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat atas dasar itikad baik. Apabila musyawarah tidak dapat dilaksanakan atau tidak tercapai hasil, maka penyelesaiannya menurut hukum dengan memilih domisili hukum di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri setempat. Pasal 15 : Pemberitahuan Setiap pemberitahuan yang berhubungan dengan perjanjian sewa menyewa antara penyewa dengan pemilik tanah wajib diberikan secara terulis oleh masing-masing pihak. Pasal 16 : Ketentuan Lain-lain Untuk hal-hal lain yang belum diatur dan ditentukan secara tertulis oleh para pihak dan biaya penyelesaian perjanjian menjadi tanggungan pihak penyewa. E. Hambatan-hambatan dalam Pelaksanaan Perjanjaian Sewa Menyewa untuk Pendirian BTS Pelaksanaan perjanjian sewa menyewa tanah untuk pendirian BTS selalu diharapkan berjalan lancar, yang berarti akan mempercepat operasional telekomunikai selular. Akan tetapi apabila ada hambatan dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa, hambatan ini harus diatas. Hambatan yang terjadi seringkali lebih banyak terjadi sebelum BTS berdiri, baik sebelum atau sesudah perjanjian sewa ditandatangani.

Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa untuk pendirian BTS dapat diidentifikasi berasal dari:18 1. Hal ini terjadi karena adanya informasi yang belum dapat dijamin kebenarannya mengenai bahaya yang ditimbulkan dari gelombang atau sinyal elektromagnetik yang dikeluarkan oleh operasional BTS. Masyarakat sekitar pendirian BTS Hambatan dari masyarakat sekitar pendirian BTS adalah berkaitan dengan pemberian kompensasi atau ganti rugi dari operasional BTS di lingkungannya. kelurahan. Bapedal. instansi dari otoritas setempat. Dinas Advis dan Planning atau Kimpraswil. izin diperlukan berkaitan dengan izin HO yang berkaitan atau berpotensi langsung dengan operasional BTS. seharusnya izin bisa keluar. hlm. 2. Untuk instansi swasta. 3. Instansi Pemerintah dan swasta yang terkait Instansi pemerintah yang dimaksud di sini adalah Kantor Pemda/Pemkot. Biasanya mereka kooperatif selama tidak menganggu aktivitas instansi swasta tersebut. Hambatan ini dapat terjadi sebelum maupun sesudah ditandatangani atau diopersionalkan BTS. Instansi pemerintah seringkali mempersulit izin yang seharusnya diterbitkan karena mereka memiliki wewenang mutlak dalam penerbitan ijin tersebut. Pemilik tanah yang disewa dan pihak ketiga Hambatan dari pemilik tanah atau pihak ketiga biasanya terkait dengan adanya sengketa kepemilikan tanah yang akan disewa. Dinas Tata Kota. 86-95 . Apabila semua persyaratan telah terpenuhi. seperti kecamatan. akan tetapi seringkali ada hambatan non teknis yang seringkali mempersulit keluarnya izin. bahkan sampai tingkat RT atau RW. 18 Ibid. baik karena adanya sengketa pewarisan maupun adanya hak tanggungan yang dibebankan kepada tanah yang menjadi objek sewa.

Dengan demikian Meskipun masalah menjaga keamanan sistem informasi berbasis internet berarti menjaga keamanan sistem informasi menempati kedudukan yang penting. Masalah Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet Permasalahan keamanan jaringan komputer atau keamanan informasi berbasis internet dalam era global ini menempati kedudukan yang sangat penting. jaringan lokal (LAN) maupun wide area network dan sistem operasi yang dipakai untuk memberikan pelayanan itu. Untuk mencapai tingkat kehandalan tentunya informasi itu sendiri harus selalu dimutakhirnya sehingga informasi yang diberikan tidak ketinggalan jaman. Peralatan dalam pelayanan informasi adalah komputer (hardware dan software). Informasi sebagai komoditi memerlukan kehandalan pelayanan agar apa yang disajikan tidak mengecewakan pelanggannya. apalagi jika dikaitkan dengan persoalan informasi sebagai komoditi. Di samping itu menjaga keamanan sistem informasi yang dijual itu sama pentingnya dengan menjaga kemutakhiran informasi. bahkan menempati kedudukan kedua atau berikutnya dalam daftar-daftar berbagai 19 20 Materi Kuliah Hukum dan Teknologi Jurusan Teknik Elektro FST UNSOED. Keamanan sistem informasi berbasis internet juga selalu harus dimutakhirkan untuk mencegah serangan atau perusakan yang dilakukan oleh cracker maupun vandal komputer. tetapi perhatian para pemilik dan pengelola sistem informasi masih kurang. Desember 2011 Dosen FH UNSOED .CYBERLAW19 Agus Raharjo20 A. keamanan dari bekerjanya tool yang dipakai itu.

Cyberlaw. c. Isi/substansi data dan/atau informasi yang merupakan input dan output dari penyelenggara sistem informasi dan disampaikan kepada publik atau disebut juga dengan content. Keamanan sistem informasi berbasis internet merupakan suatu keharusan yang harus diperhatikan karena jaringan 21 Danrivanto Budjijanto. dan (Community) merupakan (brainware) baik dalamkedudukannya sebagai pelaku usaha. Communication & Information Technologies. Telematics Law. hal. diselenggarkan Yayasan Cipta Bangsa di Bandung. 11. Makalah pada Seminar tentang Cyber Law.hal yang dianggap penting dalam pengelolaan sistem informasi berbasis internet. Masyarakat maupun penyelenggaraan yang jasa dan/atau perangkat jaringan intelektual telekomunikasi. Ada beberapa hal yang harus dilindungi dalam sebuah sistem jaringan informasi global berbasis internet (cyberspace). Aspek-aspek Hukum Dalam Perniagaan Secara Elektronik (ECommerce). Makalah pada Seminar Nasional Aspek Hukum Transaksi Perdagangan via Internet di Indonesia (E-Commerce) di selenggarakan FH UNPAD. hal. Sistem komunikasi (communication) merupakan perwujudan dari sistem keterhubungan (interconnection) dan sistem pengoperasioan global (inter-operational) antar sistem informasi/jaringan komputer (computer network) d. Dalam hal penyimpanan data dan/atau informasi tersebut akan disimpan dalam bentuk databases dan dikomunikasikan dalam bentuk data messages. b. yaitu:21 a. efektif dan legal. Bandung. Media. 29 Juli 2000. 22 Juli 2000. Sistem pengolahan informasi (Computing and/or information system) yang merupakan jaringan sistem informasi (computer network) organisasional yang efisien. Menjaga keempat aspek itu merupakan bagian dari policy keamanan sistem informasi. Dalam hal suatu sistem informasi merupakan perwujudan penerapan perkembangan teknologi informasi ke dalam suatu bentuk organisasional/organisasi perusahaan (bisnis). 4 . Lihat juga Edmon Makarim. profesional penunjang maupun pengguna.

sedangkan contoh confidentiality information adalah data-data yang sifatnya pribadi dan merupakan data-data yang diproteksi penggunaan dan penyebarannya. yaitu:23 a. integrity. Penjelasan lebih lanjut mengenai aspek-aspek ini dapat dibaca pada Budi Rahardjo. ibid. 11-14.komputer internet yang sifatnya publik dan global pada dasarnya tidak aman. yaitu privacy. Untuk mencapai semua itu. Keamanan komputer (computer security) melingkupi empat aspek. Ann K. Dalam lingkup cyberlaw. Oct-Nov-Dec 1999. Selain keempat aspek itu masih ada dua aspek lain yang juga sering dibahas dalam kaitannya dengan electronic commerce yaitu access control dan non-repudiation. Privacy lebih ke arah data-data yang sifatnya privat. Sistem keamanan jaringan komputer yang terhubung ke internet harus direncanakan dan dipahami dengan baik agar informasi yang berharga itu dapat terlindungi secara efektif.cit. Net Law News. jaringan komputer harus dianalisa untuk mengetahui apa yang harus dan untuk apa diamankan. yang termasuk privacy ada 4 (empat) kategori. serta seberapa besar nilainya. 22 23 Simon Garfingkel sebagaimana dikutip oleh Budi Rahardjo. hal.22 Aspek utama dari privacy atau condifentiality adalah usaha untuk menjada informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Serangan terhadap aspek privacy ini misalnya adalah usaha untuk melakukan penyadapan (sniffing). Contoh hal yang berhubungan dengan privacy adalah e-mail seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan condifentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi (enkripsi dan dekripsi). Moceyunas. On-line Privacy: the Push and Pull of Self-Regulation and Law. op. sedangkan confidentiality biasanya berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut. authentication dan availability. protection from intrusion. .

misalnya dapat mengatasi masalah ini. yang diikuti untuk menunjukkan rasa hormat pada orang lain (immunity from intrusion) dan pengertian pada diri sendiri (according a sphere of autonomy). and security of personally identifiable data. Aspek authentication berhubungan dengan metode untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli atau orang yang mengakses 24 Bandingkan dengan persyaratan privacy yang ditentukan dalam The Children's Online Privacy Protection Act 1998 yang menentukan ada lima prinsip. and d. . trojan horse atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin merupakan contoh masalah yang harus dihadapi pada aspek ini. Dengan kata lain integritas dari informasi sudah tidak terjaga. The United State Federal Trade Commision dalam sebuah studinya dari tahun 1995-1998 menentukan bahwa Asosiasi Industri Amerika Serikat menentukan lima prinsip pokok dari koleksi data individual yang perlu dilindungi. Hukum biasanya merefleksikan minimum perilaku yang dapat diterima. disclosure. Ada yang berpendapat bahwa privacy harus dilindungi dan ditempatkan tersembunyi pada koleksi data.24 Aspek integrity menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Sebuah e-mail dapat saja ditangkap (intercept) di tengah jalan. Ibid. collection. access. Setiap kebudayaan mengakui beberapa bentuk dari privacy. tetapi ada juga yang berpendapat perlu adanya masyarakat yang transparan (transparent society) di mana akan ada terbuka keseimbangan di antara kekuatan individu dan kekuatan institusi. diubah isinya (altered. tampered. Virus. yaitu notice. security and enforcement mechanism.b. consent. protection from publicity that places the individual in a false light. yaitu notice. Meski demikian ada aspek universal dari privacy yang terbentuk dari bagian kehidupan sosial yang integral. protection from the use of a person's name or likeness. protection from the public disclosure of embarrassing private facts. modified). c. choice. kemudian diteruskan ke alamat yang dituju. Penggunaan enkripsi dan digital signature.

di mana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down.atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud. saat in kelihatannya dapat meningkatkan kemanan aspek ini. yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. Secara umum proteksi authentication dapat menggunakan digital certificates. Contoh hambatan adalah serangan yang sering disebut dengan denial of service attack (DoS attack). Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat menghambat atau meniadaan akses ke informasi. biometric (ciri-ciri khas orang) dan sejenisnya. Aspek availability atau ketersediaan berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Watermarking juga dapat digunakan untuk menjaga intelectual property. Asoek non-repudiation ini menjaga agar seseorang tidak dapat meyangkal . Masalah kedua biasanya berhubungan dengan access control. Serangan terhadap availability dalam bentuk DoS attack merupakan yang terpopuler pada saat ini. di mana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi (katakanlah ribuah e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak dapat membuka emailnya atau kesulitan mengakses emailnya. hang. Access control berhubungan dengan cara pengaturan akses pada informasi. Penggunaan teknologi smart cord. yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan tanda tangan pembuat. crash. Masalah pertama membuktikan keaslian dokumen. dapat dilakukan dengan teknologi watermarking dan digital signature. misalnya dengan menggunakan password. Dalam hal ini pengguna harus menunjukkan bukti bahwa memang dia adalah pengguna yang sah. Contoh lain adalah adanya mailbomb. Hal ini biasanya berhubungan dengan masalah authentication dan juga privacy. Access control seringkali dilakukan dengan menggunakan kombinasi userid/password atau dengan menggunakan mekanisme lain.

juga dapat dibuat atau ditembus oleh para kriminal atau cracker dengan keahlian yang dimilikinya. Perangkat lunak dan perangkat keras biasanya sangat kompleks. Aspek ini sangat penting dalam hal electronic commerce. akan tetapi masih harus didukung oleh hukum. yaitu:25 1) Ditemukannya lubang keamanan (security hole) yang baru. sehingga statusnya dari digital signature itu jelas legal. Lubang keamanan selain dapat ditemukan sebagai akibat kompleksnya suatu sistem (yang menyebabkan tidak bisa diuji satu persatu). Contohnya jika seseorang mengirimkan em-amil untuk memesan barang. tidak dapat menyangkal bahwa dia telah mengirimkan e-mail tersebut. certificates dan teknologi kriptografi secara umum dapat menjaga aspek ini. Para kriminal itu selain mempunyai keahlian membongkar sistem keamanan juga dapat memperoleh informasi mengenai kelemahan sistem operasi dari internet yang memudahkan kerja mereka. 2) Kesalahan konfigurasi. Penggunaan digital signature. Kadang-kadang karena lalai atau alpa. Menjaga kemutakhiran keamanan sistem informasi ini penting karena beberapa hal. sehingga tidak mungkin untuk diuji seratus persen. ancaman dan vulnerabilities setiap saat akan mengancam dan menyerang apabila pengelola sistem atau administrator lengah. 39-40 . 25 Budi Rahardjo.telah melakukan sebuah transaksi. Meskipun sebuah sistem informasi sudah dirancang memiliki perangkat pengamanan yang baik. hal. op. 3) Penambahan perangkat baru (hardware dan/atau software) yang menyebabkan menurunnya tingkat security atau berubahnya metode untuk mengoperasikan sistem sehingga operator atau administrator sistem harus belajar lagi. kadang-kadang ada lubang keamanan yang ditumbulkan oleh kecerobohan implementasi.cit. dalam operasi masalah ini harus selalu dimonitor karena resiko. konfigurasi sebuah sistem kurang benar sehingga menimbulkan lubang keamanan.

yang termasuk dalam kelas ini adalah kelemahan dalam software yang digunakan untuk mengelola data. Lubang keamanan dapat terjadi karena beberapa hal. tetapi apabila terjadi sulit diperbaiki. peralatan dan media yang digunakan. Meskipun suatu sistem operasi diimplementasikan dengan baik apabila terjadi salah desain maka kelemahan dari sistem akan tetap ada. 3) Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications). yaitu:26 1) Keamanan yang bersifat fisik (physical security). dan juga prosedur setelah serangan. 26 27 Contoh lubang David Icove sebagaimana dikutip oleh Budi Rahardjo. termasuk identifikasi dan profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pekerja). hal. 40-42 . Beberapa cracker mengatakan bahwa mereka sering pergi ke tempat sampah untuk mencari berkas-berkas yang mungkin memiliki informasi tentang keamanan (seperti coretan password ataupun wiretapping. Teknik yang biasa digunakan dalam kategori ini adalah social engineering. yaitu hal-hal yang berhubungan dengan akses ke kabel atau komputer yang digunakan). keamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat. salah implementasi. yaitu salah desain (design flaw). hal. berdasarkan lubang keamanan. Ibid. termasuk akses orang ke gedung. Seringkali kelemahan keamanan sistem informasi bergantung kepada manusia (pemakai dan pengelola). 4) Keamanan dalam operasi. Ibid. 2) Keamanan yang berhubungan dengan orang (personal). termasuk prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan. Seorang kriminal dapat memasang virus atau trojan horse sehingga dapat mengumpulkan informasi (seperti password) yang semestinya tidak berhak diakses.27 Lubang keamanan yang disebabkan oleh salah disain pada umumnya jarang terjadi. 9-10 Budi Rahardjo.Menurut David Icove. salah konfigurasi dan salah penggunaan.

Kesalahan menggunakan program yang dijalankan dengan menggunakan account root (super user) dapat berakibat fatal. akibatnya cek atau testing yang harus dilakukan menjadi tidak dilakukan. Contoh lain misalnya ada program yang secara tidak sengaja diset menjadi setuid root. Kesalahan ini dapat dieksploitasi sehingga timbul masalah yang dikenal dengan nama IP spoofing. misalnya berkas yang semestinya tidak dapat diubah oleh pemakai secara tidak sengaja menjadi writeable. Kesalahan menggunakan program ini berakibat seluruh berkas yang ada pada sistem itu menjadi hilang dan akibat lebih jauh adalah Denial of Service (DoS). Meskipun program sudah diimplementasikan dengan baik. . Salah penggunaan program dapat juga mengakibatkan terjadinya lubang keamanan. Banyak program yang diimplementasikan secara terburu-buru sehingga kurang cermat dalam pengkodean. seperti berkas yang digunakan untuk menyimpan password. Sebagai contoh seingkali batas (bound) dari sebuah array tidak dicek sehingga terjadi yang disebut out-ofbound array atau buffer overflow yang dapat dieksploitasi. maka akibatnya lebih fatal lagi. sehingga ketika dijalankan pemakai memiliki akses seperti super user (root) yang dapat melakukan apa saja. Apabila sistem itu digunakan secara bersama-sama. maka efeknya menjadi terbuka lubang keamanan.keamanan yang dapat dikategorikan ke dalam kesalahan desain adalah desain urutan nomor (sequence numbering) dari paket TCP/IP. Lubang keamanan yang disebabkan oleh kesalahan implementasi sering terjadi. yaitu sebuah host memalsukan diri seolah-olah menjadi host lain dengan membuat paket palsu setelah mengamati urutan paket dari host yang hendak di serang. seolah-olah para programer tidak belajar dari pengalaman. masih dapat terjadi lubang keamanan karena salah konfigurasi. Lubang keamanan yang terjadi karena masalah ini sudah sangat banyak. dan yang mengherankan terus terjadi. Apabila berkas tersebut berkas yang penting.

packet sniffer. Penjelasan lebih lengkap dan jelas dapat dibaca pada Onno W. 2) Interception: pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses aset atau informasi. op. root compromize. 28 29 Perencanaan kebijakan pengamanan jaringan komputer ini William Stallings. ada beberapa kemungkinan serangan (attack). Purbo dan Tony Wiharjito. 9-20 . Purbo dan Tonny Wiharjito menyebut serangan (attack) itu dengan istilah insiden keamanan jaringan komputer. scan. malicious code dan Internet infrastructure attacks. Serangan ditujukan kepada ketersediaan (availability) dari sistem. exploitation of trust. hal. maka perencanaan kebijakan (policy) pengamanan jaringan komputer perlu dilakukan. Menurut W. Onno W. 28. yaitu:28 1) Interruption: perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Secara garis besar.cit. Network and Internetwork Security. denial of service. Insiden keamanan jaringan komputer merupakan aktivitas yang berkaitan dengan jaringan komputer yang memberikan implikasi terhadap keamanan.Security attack atau serangan terhadap keamanan sistem informasi dapat dilihat dari sudut peranan komputer atau jaringan komputer yang fungsinya adalah sebagai penyedia informasi. Prentice Hall. 1995. dapat juga mengubah (tamper) aset. Contoh dari serangan ini adalah penyadapan (Wiretapping) 3) Modification: pihak yang tidak berwenang selain berhasil mengakses. insiden keamanan jaringan komputer berupa probe. Stallings. account compromize. Contoh dari serangan ini adalah mengubah isi dari website dengan pesan-pesan yang merugikan pemilik website 4) Fabrication: pihak yang tidak berwenang menyisipkan obyek palsu ke dalam sistem. Contoh serangan adalah denial of service attack.29 Untuk menjaga agar keamanan jaringan komputer tetap baik. semua data dan file yang bersifat rahasia tetap terlindungi. Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesanpesan palsu seperti e-mail palsu ke dalam jaringan komputer. hal.

tapping.cit. vulnerabilities. kecelakaan (accidents). Apa yang dilakukan oleh si penyusup (mengeksekusi file. unauthorized users. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kebijakan keamanan jaringan komputer. mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat (hostile event). 2-4. radiasi (dari layar. nasib (acts of God) dan intel luar negeri (foreign intelligence). yaitu:30 1) Resiko Resiko (risk) merupakan suatu kemungkinan di mana penyusup berhasil mengakses komputer di dalam jaringan yang dilindungi. impact. Si penyusup dapat saja memperoleh dan menggunakan suatu account dengan cara menyamar dan akibat lebih jauh adalah seluruh jaringan komputer menjadi tidak aman. transmisi). Ada tiga model komponen yang memerikan kontribusi kepada Risk. Untuk menanggulangi resiko tersebut dilakukan apa yang disebut countermeasures yang dapat berupa usaha mengurangi threat. software. keteledoran (oversight). Threats meliputi pemakai (users). Asset ini meliputi hardware. dan kembali (recover) dari kejadian 2) Ancaman 30 Ibid.dilakukan untuk mengamankan aset dan sumber daya yang ada dan tertanam di jaringan komputer itu. data. lingkungan dan manusia. komunikasi. op. 2-4 . crosstalk. merusak data dan sebagainya) akan menimbulkan kerugian. cetakan. penjahat/kriminal. teroris. hal. dokumentasi. Lihat juga Budi Rahardjo. hardcopy atau print out. Vulnerabilites dan Threats. yaitu Asset. Lawrie Brown menyarankan menggunakan Risk Management Model untuk menghadapi ancaman (managing threats). Dalam menghadapi resiko ini. hardware bugs. hal. cracker via telepon dan storage media. Vulnerabilities meliputi software bugs. crackers.

. bukan hanya biaya perbaikan tetapi juga waktu yang diperlukan untuk membuat jaringan itu kembali normal. Untuk itu diperlukan tindakan berupa penentuan siapa saja yang boleh mempunyai akses legal ke dalam sistem itu. 3) Kelemahan Kelemahan pada suatu jaringan komputer menggambarkan seberapa kuat sistem keamanan suatu jaringan komputer terhadap jaringan komputer yang lain dan kemungkinan bagi seseorang untuk mendapat akses ilegal ke dalamnya. Kelemahan suatu jaringan komputer apabila dieksploitasi oleh penyusup dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Penyusup mempunyai beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan penyusupannya itu. atau hanya ingin membuat organisasi pemilik jaringan komputer sasaran harus mengeluarkan uang dan waktu untuk memulihkan jaringan komputernya. Penyusup yang bertujuan seperti ini sering disebut dengan The Curious b) Membuat sistem jaringan komputer menjadi down.Ancaman bisa datang dari siapa saja yang mempunyai keinginan untuk memperoleh akses ilegal ke dalam suatu jaringan komputer. Penyusup jenis ini sering disebut dengan The High-Profile Intruder d) Ingin tahu data apa yang ada di dalam jaringan komputer sasaran untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. Beberapa tujuan para penyusup itu antara lain: a) Pada dasarnya hanya ingin tahu sistem dan data yang ada pada suatu jaringan komputer yang dijadikan sasaran. Pengetahuan mengenai tujuan tindakan penyusup ini sangat berguna dalam merencanakan sistem keamanan komputer. Penyusup yang mempunyai tujuan seperti ini sering disebut dengan The Malicious. atau mengubah tampilan situs web. Penyusup jenis ini sering disebut dengan The Competition. c) Berusaha untuk menggunakan sumber daya di dalam sistem jaringan komputer untuk memperoleh popularitas.

theft of property dan theft of services). Foreign intelligence services. Cyber-harassment. c. 2000.Perencanaan kebijakan keamanan situs yang dimaksud meliputi keamanan terhadap seluruh sumber daya yang tertanam dalam jaringan komputer tersebut. Forgery. dan Mischief. router. perangkat lunak aplikasi dan jaringan. cyber-terrorism. yaitu:31 a. Fraud/Cheating. terminal server. 31 Ibid. Statemen of the Record on Cybercrime. 2000. versi elektronik dapat dijumpai di http://www. Information Warfare dalam Michael A. versi elektronik dapat Lihat juga Michael A. Bandingkan dengan The Broad Spectrum of Threats dari Michael A Vatis yang meliputi Insiders. Nazura Abdul Manap membedakan tipe-tipe dari cybercrime menjadi tiga. dijumpai di http://www. device untuk interkoneksi seperti gateway. Lihat lebih jelas pada Louis J. b. bridge. Februaty 29. Policy kemanan yang hendak direncanakan itu harus meliputi keamanan semua sumber daya itu. komputer sebagai host maupun server. kabel jaringan dan informasi di dalam file dan basis data. Virus Transmittlers.gov/pressrm/congress01. hal. B. Freeh. . Hacking a Web page dan Breaking into Personal Computer. Criminal Groups.htm. Louis J. 3-6. meliputi Theft. Vatis. Cyber-trespass meliputi Spam email.htm Statemen of the Record on Cybercrime. Suatu perusahaan dapat memiliki beberapa situs dan situs pada umunya adalah bagian dari organisasi yang mempunyai beberapa komputer dan sumber daya yang terhubung ke dalam suatu jaringan. Sumber daya tersebut misalnya workstation. Freeh http://www. Vatis. Statement of The Record on The National Infrastructure Protection Center.gov/pressrm/congress02. cyber-crimes againts property. Cyber-stalking dan Cyber-trespass. Terrorists.fbi. Hackers.fbi. cyber-crimes againts persons. Bandingkan juga dengan tipe-tipe cybercrime dari Gabriole Zeviar-Geese. March 1.cit. 2000.gov/pressrm/congress03. versi elektronik dapat dijumpai di Selain hal tersebut.htm. op.fbi. meliputi Pornography. Tipe-tipe Cybercrime Masing-masing penulis mempunyai kategori-kategori sendiri untuk membedakan tipe-tipe dari cybercrime. Februaty 16. berupa theft of information. repeater. menambahkan hactivism dan distributed denial of service attacks.

a computer system or network. Explanatory Memorandum dari Draft Convention ini menjelaskan bahwa apa yang diatur dalam konvensi ini merupakan standar minimum untuk delik-delik terkait (a common minimum standard of relevant offences) dan merupakan konsensus minimal (minimum consensus). 25 Mei 2001 maupun 22 Juni 2001. 5 Draft ini dapat dijumpai di http://conventions. including such crimes as illegal possession.int/treaty/en/projects/cybercrime. or in relation to. 2 Oktober 2000. membagi 2 (dua) sub kategori cybercrime. yaitu:33 32 33 Dokumen A/CONF. hal.coe. June 22.int/cybercrime27. any illegal behaviour directed by means of electronic operations that targets the security of computer systems and the data processed by them.Konggres PBB ke 10 (Tenth United Nations Congress on the Prevention of Crime and the Treatment of Offender) di Vienna pada 10-17 April 2000.doc Memorandum. May 25. int/cybercrimememo- . Council of Europe dalam Draft Convention on Cyber-crime (Draft No. 19 November 2000. 2001 maupun dalam Explanatory http://conventions. 19) pada Section 1 yang membahas mengenai Substantive Criminal Law Cybercrime menjadi 5 (lima) Tittle atau kategori. offering or distributing information by means of a computer system or network Kategori pertama dari hasil Kongres PBB ini dapat dimasukkan dalam klasifikasi computer crime atau cybercrime dalam pengertian yang sempit (meliputi against a computer system or network) sedangkan kategori yang kedua diklasifikasikan sebagai cybercrime atau cybercrime dalam pengertian yang luas (meliputi by means of a computer system or network dan in a computer system or network).coe.htm. 2001 di http://conventions. Cybercrime in a broader sense (computer related crime). yaitu:32 a. any illegal behaviour committed by means of. Penjelasan lebih lanjut mengenai konvensi ini dalam Explanatory Memorandum dapat dilihat pada Draft 27 of Convention on Cyber-crime and Explantory Memorandum.187/10. 22 Desember 2000. Cybercrime in a narrow sense (computer crime). baik versi April 2000. b.coe.

yang meliputi: a. deteriorating.htm . System Interference (article 5) berupa sengaja melakukan gangguan atau rintangan serius tanpa hak terhadap berfungsinya sistem komputer (…the serious hindering without right of the functioning of a computer system by inputting (transmitting).cit. dari atau di dalam sistem komputer dengan menggunakan alat bantu teknis (…the interception without right. hal. altering or suppressing computer data) final. dan Kebijakan Kriminalisasi …. Antisipasi…op. Lihat juga Barda Nawawi Arief. deleting. made by technical means. versi elektronik dapat dijumpai di http://cla. damaging. Rasch. 8 34 Bandingkan pengertian interception ini dengan pendapat Mark D. alteration or suppression of computer data without right) d..org/RuhBook/chp11.htm. Illegal Interception (article 3) berupa kesengajaan dan tanpa hak mendengar atau menangkap secara diam-diam pengiriman dan pemancaran data komputer yang tidak bersifat publik ke. deletion. of non-public transmissions of computer data to. Data Interference (article 4) berupa sengaja dan tanpa hak melakukan perusakan. hal. Illegal Acces (article 2) berupa sengaja mengakses atau memasuki sistem komputer tanpa hak (…the access to the whole or any part of a computer system without rights) b.Tittle 1 - Offences against the confidentiality. 12-13. as well as electromagnetic emissions from a computer system carrying sucht computer data)34 c. integrity and availability of computer data and systems. The Interet and Business: A Lawyer's Guide to the Emerging Legal Issues (Chapter 11 Criminal Law and The Internet). from or within a computer system. deterioration. Rasch dalam Mark D. penghapusan. perubahan atau penghapusan data komputer (…the damaging.

primarily/particularly) for the purpose of committing any of the offences established in accordance with article 2-5. distributin or otherhwise making availabel of: a) a device. deletion. Computer-related Forgery. Illegal Devices. menghapus data otentik menjadi tidak otentik dengan maksud digunakan sebagai data otentik (… intionally and without right the input. menghapus data komputer atau dengan mengganggu berfungsinya komputer atau sistem komputer dengan tujuan untuk memperoleh keuntunan ekonomi bagi dirinya (… intention and without right. deletion . meliputi a. A party may require by law an intent to defraud or similar dishonest intent. alteration. procurement for use.e. access code. designed or adapted (specifically. the causing without right. readable and intelligible. or similar data by which the whole or any part of a computer system is capable of being accessed. alteration. b) a computer password. berupa pemalsuan. or suppression of computer data resulting in inauthentic data with the intent that it be considered or acted upon for legal purposes as if it were authetic regardless whether or not the data is directly. mengubah. berupa penipuan. including a computer program. sale. Tittle 2 Computer-related offences. dengan sengaja dan tanpa hak memasukkan. before criminal liability attaches) b. meliputi: 1) the production. import. mengubah. Computer-related Fraud. dengan sengaja atau tanpa hak menyebabkan hilangnya barang atau kekayaan orang lain dengan cara memasukkan. of a loss of property to another by: any input.

with the intent of procuring. Sanctions and measures (article 13) Singapura dengan The Computer Misuse Act (CMA) yang telah diundangkan pada tahun 1993 dan kemudian diamandemen pada tahun 1998 mengkategorikan cybercrime menjadi beberapa beberapa section. 24 Februari 2001. 35 The Computer Misuse Act 1998. Yang termasuk dalam kategori ini adalah delik-delik yang berhubungan dengan pornografi anak. Cybercrime in Singapore (and Money-Laundering). Tittle 4 Copyright and related offences berupa Copyright and related offences (article 10) Tittle 5 Ancillary liability and sanctions. Makalah pada Seminar Nasional Money Laundering dan Cyber Crime dalam Perspektif Penegakan Hukum di Indonesia. hal. . lihat juga Aedit Abdullah. b. offering. meliputi a.cit. meliputi perbuatan: a. possessing child pornography in a computer system or on a data carrier. op. Surabaya. dan Muladi. producing child pornography for the purpose of its distribution through a computer system. distributing. an economic benefit for himself or for another) Tittle 3 Content-related offences. any interference with the functioning of a computer (program) or system. Corporate liability (article 12) c. FH Univ. without right. transmitting or (otherwise) making available child pornography through a computer system. yaitu:35 a. any person who gains unauthorized access to any program or data held in any computer. Lab Hukum Pidana. 8.or suppression of computer data. c. meliputi Offences related to child pornography (article 9). Attemps and aiding and abetting (article 11) b.

computer system or computer network. fraud. any person who accesses a computer with intent to commit or facilitate the commission of an offence involving property. Pasal 43 menentukan bahwa seseorang dihukum untuk kerusakan pada komputer atau sistem komputer dan lain-lain jika orang tanpa ijin dari pemiliknya atau setiap orang yang menyerang komputer. c. computer data base or information from such computer. 36 Dapat dilihat pada http://www. d. Kategori a dapat diklasifikasikan dalam Unauthorised access.b. computer data base or any other programmes residing in such computer. any person who accesses a computer for unauthorized use or interception of any computer service. copies or extracts any data. introduces or causes to be introduced any computer contaminant or computer virus into any computer. d. any person who causes an unauthorized modification of the contents of any computer.com/itbill. diatur dalam section 6.html .cyberlawindia. c. computer system or computer network. downloads. or which causes bodily harm. kategori b masuk dalam kualifikasi Access to commit another offence diatur dalam section 4 CMA. India dengan The Information Technology Act 199936 pada Chapter IX mengenai Penalties and Adjudication. di atur dalam section 3 CMA. Unauthorized modification of computer material merupakan kualifikasi dari kategori dari c yang diatur dalam section 5 CMA. computer system or computer network including information or data held or stored in any removable storage medium. damage or causes to be damaged any computer. sistem komputer atau komputer jaringan: a. computer system or computer network. b. accesses or secures access to such computer. computer system or computer network. sedangkan kategori c termasuk dalam kualifikasi Unauthorized use and interception. dishonesty. data.

yaitu:37 a. provides any assistance to any person to facilitate access to a computer. . hal. The Computer Crime Act ini membagi tiga serangan pokok dalam cybercrime. 2) the access he intends to secure is unauthorized. roles or regulation made thereunder. and 3) he knows at the time when he causes the computer to perform the function that is the case. Malaysia dengan The Computer Crime Act 1997 juga telah mengatur masalah cybercrime ini dalam beberapa pasalnya. Unauthorized access with intent to commit or facilitate commission of further offence or also known as cracking (Section 4) c. disrupts or causes disruption of any computer. computer system or computer network. f. h. he shall be liable to pay damages by way of compensation not exceeding ten lakh rupees to the person so affected. denies or causes the denial of access to any person authorised to access any computer. 11. g. charges the services availed of by a person to the account of another person by tampering with or manipulating any computer.e. 37 Lihat lebih lanjut pasal-pasal mengenai cybercrime dalam The Computer Crime Act 1997 dan lihat juta Nazura Abdul Manap. op.cit. Unauthorized access to computer materials or also known as hacking (Section 3). computer system or computer network by any means. Section 3 (1) menentukan menghukum orang yang menyerang. Unauthorized modifications of the contents of any computer (Section 5). b. computer system or computer network in contravention of the provisions of this Act. jika: 1) he causes a computer to perform anny function with intent to secure access to any program or data held in any computer. computer system or computer network.

Baca juga Onong Uchjana Effendy. menyimpan. memiliki. Komunikasi sendiri secara luas diartikan sebagai “berbagi pengalaman”. 1990. baik dalam pengertian. Jika hal ini terjadi. tujuan. yang memiliki arti “membuat sama” (to make common).HUKUM TELEKOMUNIKASI38 Agus Raharjo39 A. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Akan tetapi komunikasi antar manusia baru dapat dilakukan apabila di antara orang itu memiliki beberapa kesamaan. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran. Berdasarkan ketentuan ini jelas terlihat bahwa komunikasi memiliki kedudukan yang sejajar dengan hak asasi manusia yang paling mendasar seperti hak untuk hidup. Remaja Rosdakarya. . hak untuk memperoleh keadilan. sehingga dapat dikatakan bahwa komunikasi merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Hal ini sesuai dengan pengertian dari komunikasi itu sendiri yang berasal dari bahasa Latin. Untuk menyampaikan maksud dalam hubungan antar manusia. 2007. memperoleh. maka mereka saling berkomunikasi. 1. hak atas kebebasan pribadi dan hak dasar lainnya. communicare. Ilmu Komunikasi. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 14 UU No. communication. kedudukan. Bandung: Mandar Maju. “communis” yang berarti “sama”. Pendahuluan Setiap manusia selalu membutuhkan orang lain dalam hidup keseharian. mengolah. Bandung: PT. Suatu Pengantar. pada Desember 2011 Dosen FH UNSOED Dari akar kata “communis” ini. seperti communico.40 Apabila antara orang yang berkomunikasi 38 39 40 Materi Kuliah Hukum dan Teknologi pada Jurusan Teknik Elektro FST UNSOED. berkembang ke dalam berbagai bahasa. Radio Siaran. 46. maka komunikasi dapat dilakukan secara timbal balik. hlm. makna atau pesan dianut secara sama. (2) Setiap orang berhak untuk mencari. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis sarana yang tersedia. maupun makna akan apa yang disampaikan. yang menentukan: (1) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. Teori dan Praktik. hlm. Manusia memiliki maksud dan tujuan tertentu dalam berkomunikasi. Lihat dalam Deddy Mulyana.

fungsi pengambilan keputusan. Kedua. 2.al. memuaskan kepenasaran kita akan lingkungan. 4 Bandingkan dengan pendapat William I. dan komunikasi instrumental. untuk kelangsungan hidup diri sendiri yang meliputi keselamatan fisik. yakni untuk tujuan kesenangan.42 41 42 Deddy Mulyana. Pertama. yang berarti ada pihak yang tersubordinasi dalam proses komunikasi itu. yaitu komunikasi sosial. Baca lebih lengkap dalam Ibid. yaitu: 1. hlm. Kedua. fungsi sosial. komunikasi ritual.tidak memiliki kedudukan atau maksud dan tujuan yang sama. yang melibatkan pertukaran informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. untuk menunjukkan ikatan dengan orang lain. 5 . menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi. Zimmerman et. Gorden yang membagi fungsi komunikasi menjadi empat. maka dapat terjadi komunikasi itu berjalan satu arah. Pertama. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi mempunyai fungsi isi. Rudolph F. Manusia memiliki berbagai tujuan dalam berkomunikasi yang mendorong seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain. Kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain. komunikasi ekspresif. Menurutnya. hlm. Gordon I. komunikasi juga memiliki dua fungsi. meningkatkan kesadaran pribadi. tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat. membangun dan memelihara hubungan. merumuskan tujuan komunikasi menjadi dua. Pearson dan Paul E. dan menikmati hidup. yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu. Nelson juga mengemukakan pendapatnya mengenai fungsi komunikasi. ibid. Judy C.41 Berkaitan dengan fungsi komunikasi ini. Kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita – untuk memberi makan dan pakaian kepada diri sendiri. dan fungsi hubungan yang melibatkan pertukaran informasi mengenai bagaimana hubungan kita dengan orang lain. untuk kelangsungan hidup bermasyarakat. Verderber mengemukakan bahwa komunikasi mempunyai dua fungsi.

2005. Sejarah permulaan telekomunikasi mencatat. 5-6 . kimia. dan biologi hingga melahirkan perangkat keras dan lunak yang mempermudah terjadinya komunikasi jarak jauh.cit. menempatkan prajuritnya di setiap puncak bukit dan mereka saling berteriak satu sama lain untuk menyampaikan informasi. sampai hukum pidana yang berkaitan dengan penyalahgunaan teknologi telekomunikasi untuk melakukan kejahatan. hlm. B. pada masa lalu manusia menggunakan lambing atau isyarat sebagai alat komunikasi.44 Teknologi komunikasi jarak jauh (telekomunikasi) pada awalnya memang sekadar alat. yaitu sejarah telekomunikasi pada masa permulaan. 43 44 Onong Uchjana Effendy. Jakarta: RajaGrafindo Persada. fisik. dari cara yang paling sederhana sampai yang paling modern dengan menggunakan sistem elektronis. Sejarah Telekomunikasi Cara orang berkomunikasi memiliki sejarah yang panjang hingga bentuknya yang sekarang. Sejarah telekomunikasi terbagi menjadi tiga bagian. Hovland.Dikatakan oleh Carl I. Semua perkembangan ini tak lepas dari adanya penemuan-penemuan di bidang matematika. akan tetapi dalam perkembangannya tak dapat dielakkan membawa implikasi dalam bidang hukum. Bahan ajar ini akan menguraikan aspek-aspek hukum telekomunikasi dengan berbagai sudut pandang secara bercampur dan tidak menitikberatkan pada salah satu bidang hukum tertentu saja. hukum administrasi. hlm. Tidak hanya hukum perdata saja (seperti yang muncul pada persoalan di manakah letak terjadinya kehendak (teori kehendak) apabila niat atau maksud itu sudah diucapkan lewat telephone). komunikasi merupakan “the process by which an individuals (the communicator) transmit stimuli (usually verbal symbols) to modify the behavior of other individuals (communicates)”. Pada 500 SM. telekomunikasi elektrik dan telekomunikasi berbasis komputer.43 Dari definisi ini dapat diketahui bahwa proses dalam melakukan penyampaian pesan (transmit stimuli) dapat dilakukan secara langsung (face to face) atau menggunakan sarana. op. Raja Persia. Alat bantu (teknologi) dimanfaatkan sebagai sarana untuk komunikasi jarak jauh. Pengantar Hukum Telekomunikasi. Darius. 2 Judhariksawan.

Aeneas the Tactician mengusulkan sistem telekomunikasi menggunakan air yang disebut hydro-optical telegraph. Simbol-simbol yang menggambarkan diri muncul hingga akhirnya menjadi abjad modern. Sistem telekomunikasi ini memanfaatkan ketinggian air sebagai kode-kode dalam berkomunikasi. dana Masa Depan. 16 Agustus 2007. Telekomunikasi digunakan saat perang dan hanya efektif pada malam hari. drum digunakan oleh masyarakat asli Afrika. suatu lempengan logam besar berbentuk bundar yang digantungkan secara bebas sehingga bila dipukul akan menimbulkan bunyi eras yang dapat terdengar sampai jarak yang jauh. 45 46 47 Ibid. Kerajaan Yunani Kuno dan Romawi menggunakan api untuk berkomunikasi dari gunung ke gunung atau menara ke menara. Ibid. Sekarang. Telekomunikasi dilakukan oleh prajurit khusus dengan saling memahami kode berupa jumlah nyala api. 1-2. hlm. hlm. Telekomunikasi: Dulu. masyarakat menggunakan “Tamtam”. Sistem telekomunikasi ini digunakan untuk menyampaikan pesanpesan militer dalam menjalankan pemerintahan atas daerah jajahan yang semakin luas. Pada abad ke 4 M. Bandung. 1. Pada abad ke 5 SM. . Bentuk tulisan yang pertama digunakan adalah piktograf dari orang Sumeria (3000 SM) yang sesungguhnya berupa gambar benda yang tampak sehari-hari. Di China. mengantar manusia untuk mengenal media komunikasi massa cetak atau surat kabar pada abad ke 17.45 Pada masa itu. yang disempurnakan oleh Johannes Guttenberg pada 1440. Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka STT Telkom dalam acara Penerimaan Mahasiswa Baru.47 Penemuan mesin cetak di China pada abad 10 M. New Guinea dan Amerika Selatan. 1-2 Suyatno. Sistem ini bisa mengirimkan pesan dengan sangat cepat dari satu tempat ke tempat lain. hlm.Bangsa Indian dapat berkomunikasi pada jarak puluhan mil dengan teknik hembusan asap.46 Pada abad ke 2 M. Piktograf lama-lama berkembang menjadi idiograf yang mampu menyatakan gagasan. Mereka membangun jaringan telekomunikasi yang terdiri dari ratusan menara hingga mencapai 4500 kilometer. bangsa Romawi menggunakan asap sebagai media telekomunikasi. Setiap menara bisa mengeluarkan asap yang dapat dilihat oleh menara lain yang berada di dekatnya.

bersama Alfred Vail berhasil membangun suatu telegraph yang bisa merekam pesam ke dalam gulungan kertas. Penemuan ini mengilhami Cooke dan Wheatstone menggunakan sistem telegraph pertama. Selanjutnya jaringan kabel telegraph yang melewati lautan Atlantik (antara Amerika dan Eropa) selesai dibangun pada 27 Juli 1866. sangat cepat dan bisa dilakukan siapa saja. Telegraph kawat pertama berkembang berkat eksperimen Samuel Finlay Breese Morse.cit. Claude Chappe menemukan alat telekomunikasi yang disebut mechanical-optical telegraph atau sering disebut semaphore. Jaringan telegraph di Amerika berkembang hingga 32. Alat tersebut berupa suatu batang yang dapat digerakkan menggunakan tali sehingga bisa membentuk berbagai simbol/huruf yang jumlahnya encapai 196 (huruf besar.50 Thomas Watson. 3. hlm.cit. Alat tersebut dipasang di atas atap gedung sehingga bisa terlibat dari jarak jauh.000 km pada 1851.48 Sistem ini menjangkau 64 km antara Washington DC dan Baltimore pada 24 Mei 1844. Suyatno. Perkembangan telekomunikasi elektrik secara komersial pertama dibangun di Inggris oleh Sir Charles Wheatstone dan Sir William Fothergill Cooke.49 Pada 1876. 2. Lihat dalam Judhariksawan. Telepon komersial mulai dijalankan pada 1878 48 49 50 Keberhasilan ini tak lepas dari temuan Hans C. op. op. yang dapat membuat catatan permanen atas pesan telegrafi yang diterima pada kertas berupa kode-kde yang berbentuk titik-titik dan garis yang kemudian dikenal dengan nama Kode Morse (Morse Code). Jaringan telegraph menggunakan alat tersebut dioperasian pada 1794 ketika tentara sukarela mempertahankan Perancis dari serangan Austria dan penjajah lainnya.Pada masa Revolusi Perancis. op. tanda baca dan angka). Pengiriman pesan sejauh itu hanya membutuhkan waktu 2 sampai 6 menit. hal ini membuat telekomunikasi semakin alami. Temuan ini tak lepas dari jasa Robert Hooke yang pada 1667 memperkenalkan telepon benang.cit. Samuel Morse. 2 dan Judhariksawan. Jaringan telegraph elektrik ini beroperasi dengan jangkauan 21 km di the Great Western Railway pada 9 April 1839. hlm. telepon konvensional ditemukan oleh Alexander Graham Bell dan asistennya. Jaringan tersebut terdiri dari 22 stasiun dengan jangkauan 240 km. Pada waktu itu telepon merupakan penemuan yang sangat penting karena bisa mengirimkan pesan suarau melalui jaringan kabel. . Oersted pada 1820 yang membuktikan adanya hubungan listrik dengan kemagnetan. Temuan ini membuktikan suatu teori bahwa gelombang suara dapat disalurkan melalui sarana penghantar. hlm. kecil.

oleh karena itu para ilmuwan berusaha menemukan sistem telekomunikasi tanpa kabel (wireless telecommunication). perkembangan telekomunikasi telekomunikasi memasuki berbasis komputer. Baird berhasil mengirimkan gambar bergerak yang sebenarnya atau televisi menggunakan Nipkow disk sehingga dikenal sebagai televisi mekanik. dengan menggunakan matematika ia meramalkan terdapat suatu gelombang yang mengaungi angkasa tanpa sarana pengantar yang kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya.di New Haven. Konfigurasi komputer terpusat ini tetap populer sampai era 195051 52 Suyatno. 20 tahun setelah Maxwell wafat. Nikola Tesla menggambarkan dan mendemonstrasikan secara detail mengenai prinsip-prinsip wireless telegraphy dengan menggunakan peralatan yang berhubungan dengan sistem radio. Usaha ini dimulai sejak 1832 ketika James Lindsay mendemonstrasikan wireless telegraph di hadapan mahasiswanya. Selanjutnya. New Hampshire.51 Pembangunan jaringan kabel telepon membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama. op. . Pada 25 Maret 1925 di London.cit. Pada tanggal 11 September 1940. Guglielmo Marconi berhasil membangun wireless telecommunication antara Inggris dan Amerika yang membuat dia mendapat hadiah Nobel pada 1909. Baird berhasil membangun televisi berwarna menggunakan cathode-ray tubes. Penemuan wireless telecommunication ini tak lepas dari jasa James Clark Maxwell pada 1864. George Stibitz berhasil mengirimkan masalah-masalah komputasi menggunakan teletype ke Complex Number Calculator di New York dan menerima hasil komputasinya di Dartmouth College. John Logie Baird (Skotlandia) berhasil mengirimkan gambar siluet bergerak. Connecticut. Sebelum 1900. Enam tahun kemudian. Reginald Fessenden berhasil mengirimkan pesan yang berupa suara manusia tanpa melalu kabel (wireless). Teori ini baru dapat dibuktikan kebenarannya oleh Marconi. Ibid. op. jaringan telepon sudah menjangkau Boston. Pada 1893. Oktober 1925.cit. 3-4. dia berhasill mengirimkan pesan dari Dundee ke Woodhaven yang berjarak sekitar 3 km menggunakan air sebagai media transmisinya. hlm. Pada Desember 1901. 3 dan Judhariksawan. babak baru memasuki era dilakukan untuk Berbagai usaha mengirimkan data dari satu komputer ke komputer lainnya. Massachussetts dan New York City. Pada 1854. hlm.52 Sejak ditemukannya komputer elektronik pada dekade 1930-an.

53 C. radio. secara singkat dapat dibaca pada Agus Raharjo. Cybercrime. isyarat. maka kata “tele” berarti “jauh”. the Stanford Research Institute. para peneliti berhasil membuat suatu jaringan 4-node antara the University of California (Los Angeles). dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda. Jaringan komputer ini selanjutnya menjadi ARPANET. Pada bulan Juni 1973. Pada bulan Mei 1996. Pasal 1 UU No. telekomunikasi berasal dari kata “tele” dan “komunikasi”. para peneliti mulai melakukan penelitian tentang packet switching yang memungkinkan data-data dikirim ke komputerkomputer lain tanpa melalui mainframe yang terpusat. Pemahaman dan Upaya Pencegahan Kejatahatan Berteknologi. Tanpa ada sarana. tidak mungkin ada hubungan karena alat atau sarana itulah yang memungkinan telekomunikasi terjadi. 1982 mendefinisikan telekomunikasi sebagai any transmission. HTTP/1. Berdasarkan arti kata tersebut. dan bunyi melalui sistem kawat. atau sistem elektromagnetik lainnya. yang pada tahun 1981 sudah berisi 213 node. maka telekomunikasi adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang terpisah jarak dan tempat dengan menggunakan sarana yang ada. Untuk sejarah internet. Bandung: Citra Aditya Bakti. suatu node dari luar Amerika ditambahkan ke dalam jaringan komputer tersebut. emission or reception of signs. 61-77 . hlm. suara. Kedua protokol inilah yang membuat telekomunikasi berbasis komputer menjadi sangat popular. Jika kata komunikasi sudah dijelaskan artinya pada bagian sebelumnya. 36 Tahun 1999 mengartikan telekomunikasi sebagai setiap pemancaran. 53 Ibid. Pada tanggal 5 Desember 1969. 2002. gambar. Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Telekomunikasi Secara etimologis. the University of Utah dan the University of California (Santa Barbara). Pada dekade 1960-an. pengiriman. protokol electronic mail (e-mail) yang dikenal dengan SMTP mulai diperkenalkan.0 atau protokol yang memungkinkan hyperlinked Internet berhasil diimplementasikan. Selanjutnya ARPANET bergabung dengan jaringan-jaringan komputer lainnya sehingga membentuk Internet. tulisan. Convention of International Telecommunication di Nairobi. optik. Pada bulan Agustus 1982.an.

images and sounds or intelligence of any nature by wire. dan film). radio. padahal pengertian telekomunikasi bukan hanya terbatas pada sistem telekomunikasi yang memanfaatkan ruang angkasa (outer space). yang dalam perkembangannya lebih mengarah kepada pengembangan cyber law. lebih menitikberatkan pada instensitas penggunaan dan permasalahan yang berkaitan dengan teknologi satelit dan garis edar orbit di ruang angkasa. .signals. Ibid. optical or other electromagnetic systems. 6-7. Demikian pula dengan Hukum media yang terbatas pada tata cara penggunaan media dalam berkomunikasi (televisi. termasuk persoalan materi program. hlm. tidak terbatas pada hukum angkasa (ruang angkasa) saja. bahkan semuanya itu sebenarnya dalam arti luas merupakan bagian dari hukum telekomunikasi. 10-12. writing. Prinsip kerja hubungan komunikasi yang dilakukan melalui jaringan internet identik dengan hakikat definisi telekomunikasi sehingga sistem komunikasi melalui komputer sewajarnya dapat dikategorikan sebagai salah satu bagian dari lingkup hukum telekomunikasi. Hukum angkasa misalnya. hlm. media pertukaran data dan informasi serta komunikasi inter personal yang mengglobal melalui jaringan internet. Proses atau sistem komunikasi melalui komputer kemudian dikenal dengan istilah telematika.54 Hukum telekomunikasi telah mengalami perluasan wilayah dengan dipergunakannya komputer sebagai alat komunikasi. karena ada penggunaan kabel dan kawat sebagai medium kerjanya. op. ruang lingkup hukum telekomunikasi amatlah luas. radio. Berdasarkan definisi tersebut di atas. perkembangan hukum telekomunikasi amatlah lamban jika dibandingkan dengan hukum yang sebenarnya masuk pada ruang lingkupnya. hukum media. Dikatakan demikian karena hukum telekomunikasi tidak hanya merupakan konvergensi atau ketertautan antara sistem hukum internasional dan hukum 54 55 Judhariksawan. Meski demikian.cit. telah digunakan sebagai sarana telekomunikasi.55 Hukum telekomunikasi adalah suatu hukum yang bersifat transnasional. hukum telematika. Komputer yang sesungguhnya merupakan sistemm pengumpul dan pengolah data dan informasi.

56 D. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia telah melakukan pengembangan telekomunikasi dan telah terdokumentasi dalam Cetak Biru Kebijakan Pemerintah Telekomunikasi Indonesia 1999. Melaksanakan liberalisasi telekomunikasi Indonesia sesuai dengan kecenderungan global yang meninggalkan struktur monopoli dan beralih ke tatanan yang mendasar persaingan.nasional sangat erat. Disebutkan dalam Cetak Biru Kebijakan Pemerintah tentang Telekomunikasi Indonesia. hlm. dan koperasi. akan tetapi dari sistem operasional dan karakteristik objek yang dipersoalkan telah meniadakan batas antarnegara (transboundary). Membuka lebih banyak kesempatan berusaha. menengah. . Kebijakan Dasar Pemerintah Bagi Indonesia. APEC. dan f. c. telekomunikasi merupakan persoalan yang penting mengingat letak geografis Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau. dan AFTA untuk menciptakan perdagangan dunia yang bebas. Membuka peluang penyelenggaraan telekomunikasi nasional untuk menggalang kerjasama dalam skala global. Meningkatkan kinterja telekomunikasi dalam rangka mempersiapkan ekonomi Indonesia menghadapi globalisasi yang secara konkrit diwujudkan dalam kesepakatan WTO. e. 16. bahwa kebijakan pemerintah untuk melaksanakan reformasi telekomunikasi antara lain mempunyai tujuan. b. termasuk bagi usaha kecil. diantaranya: a. komponen utama program reformasi nasional untuk mengembalikan kepercayaan kepada pemerintah dan menstabilkan 56 Ibid. Hukum Telekomunikasi Indonesia 1. Memfasilitasi terciptanya kesempatan kerja baru di seluruh wilayah Indonesia. d. Meningkatkan transparansi dan kejelasan proses pengaturan (regulasi) sehingga investor mempunyai kepastian dalam membuat rencana penanaman modalnya. Pada hakekatnya.

hlm. berdasarkan persaingan dan pro konsumen. sehingga pemanfaatannya benar merupakan penentu daya saing usaha ekonomi. liberalisasi. Salah satu pekerjaan besar dalam melakukan restrukturisasi telekomunikasi Indonesia adalah mempersiapkan perangkat regulasi yang handal. Kebijakan pokok yang melandasi terbitnya UU No. Hal mutlak dilakukan mengingat faktorfaktor eksternal yang berpengaruh langsung. pembukaan pasar (market access). 2. juga sebagai sarana vital bagi sebagian besar jasa lainnya sehingga pengaturan telekomunikasi menjadi bagian dari rezim perdagangan dunia WTO dan kehadiran masyarakat informasi yang menempatkan informasi menjadi faktor produksi yang amat strategis.ekonomi akibat krisis ekonomi yang menimpa Indonesia dengan adanya perubahan kepemimpinan nasional pasca reformasi. globalisasi ekonomi yang telah menempatkan telekomunikasi selain sebagai jasa yang diperdagangkan (tradeable). adalah melakukan deregulasi. dan pengendalian. pengawasan. 57 Ibid. antara lain kemajuan teknologi telekomunikasi dan informatika yang dramatis sekali. Non diskriminasi atas dasar struktur kepemilikan Kewenangan yang diberikan pada penyelenggara tidak didasarkan pada adanya saham penyelenggara yang dimiliki pemerintah. restrukturisasi. 174-176 . dan pengaturan sebanyak mungkin orientasi pada mekanisme pasar. 3. terjadi pemisahan antara pembinaan dan penyelenggaraan telekomunikasi. Kebijakan pro persaingan Menegaskan bahwa lingkungan telekomunikasi Indonesia berkarakter multioperator. Pembinaan tersebut meliputi penetapan kebijakan. pengaturan. Pemisahan fungsi pembinaan dan penyelenggaraaan Menegaskan bahwa penguasaan telekomunikai oleh negara dilakukan dalam bentuk pembinaan oleh pemerintah. menciptakan prokompetisi. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi adalah sebagai berikut:57 1. Dengan demikian.

dan b. 6. serta c. Perlindungan konsumen Penyelenggara telekomunikasi publik wajib memberikan ganti rugi kepada pengguna apabila terbukti bahwa karena kelalaiannya .melainkan tergantung pada jenis jaringan atau jasa telekomunikasi yang diselenggarakan oleh penyelenggara 4. Pelayanan Universal Dalam lingkungan multioperator pelayanan universal dapat berbentuk penyediaan sarana telekomunikai atau serupa kontribusi antar penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi 8. penyelesaian dalam waktu yang singkat. netral terhadap teknologi. adil dan tidak diskriminatif. Standar teknik Spesifikasi standar teknik harus bersifat a. berdasar pada standar internasional 10. tata cara yang sederhana b. Tarif berorientasi biaya Susunan tarif jasa telekomunikasi ditentukan oleh pemerintah dengan memperhatikan antara lain basis biaya dan mekanisme pasar. 9. 5. Akses yang setara (equal access) Agar semua jaringan telekomunikasi dalam lingkungan multi jaringan dapat diakses pelanggan suatu jaringan. proses yang transparan. Mekanisme perizinan (licensing) Prinsip pemberian izin penyelenggaraan telekomunikasi adalah: a. Interkoneksi Setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi wajib melaksanakan interkoneksi bila diminta oleh dan berhak meminta interkoneksi dengan jaringan telekomunikasi lain 7. penyelenggara jaringan telekomunikasi wajib menjamin kebebasan pekanggannya memilih jaringan telekomunikasi lain untuk pemenuhan kebutuhan telekomunikasi.

kemitraan. keamanan. dan kepercayaan pada diri sendiri. kepastian hukum. dan pengoperasiannya. 2. dan memberikan perlindungan hukum baik bagi para investor. timbal balik. sarana perhubungan. dilaksanakan dengan memanfaatkan secara maksimal potensi sumber daya nasional secara efisien serta penguasaan teknologi telekomunikasi. etika. Asas kepastian hukum berarti bahwa pembangunan telekomunikasi khususnya penyelenggaraan telekomunikasi harus didasarkan kepada peraturan perundang-undangan yang menjamin kepastian hukum. Asas adil dan merata adalah bahwa penyelenggaraan telekomunikasi memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama kepada semua pihak yang memenuhi syarat dan hasil-hasilnya dinikmati oleh masyarakat secara adil dan merata. adil dan merata. Asas kemitraan mengandung makna bahwa penyelenggaraan telekomunikasi harus dapat mengembangkan iklim yang harmonis. maupun sebagai komoditas ekonomi yang dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir bathin. sarana pendidikan. Asas keamanan dimaksudkan agar penyelenggaraan telekomunikasi selalu memperhatikan faktor keamanan dalam perencanaan. 36 Tahun 1999 menyebutkan bahwa telekomunikasi Indonesia dilaksanakan berdasarkan asas manfaat. Ketentuan Umum Telekomunikasi Penjelasan dari UU No. pembangunan. Asas etika dimaksudkan agar dalam penyelenggaraan telekomunikasi senantiasa . penyelenggara telekomunikasi. Asas kepercayaan pada diri sendiri. Asas manfaat berarti bahwa pembangunan telekomunikasi khususnya penyelenggaraan telekomunikasi aka lebih berdaya guna dan berhasil guna baik sebagai infrastruktur pembangunan. sarana penyelenggaraan pemerintah. dan sinergi dalam penyelenggaraan telekomunikasi. maupun kepada pengguna telekomunikasi. sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan mengurangi ketergantungan sebagai suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global.pengguna tersebut menderita kerugian atas penggunaan jaringan atau jasanya.

semuanya menggunakan teknologi GSM. terjadi monopoli untuk urusan telekomunikasi domestik oleh PT Telkom. 36 Tahun 1999 yang dapat diidentifikasi sebagai ketentuan umum yang berlaku bagi seluruh jenis penyelenggaraa telekomunikasi. kejujuran. Ketentuan ini tak lepas dari peristiwa masa lalu. pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas telekomunikasi yang melintasi tanah negara dan bangunan milik perorangan. Permintaan penomoran oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi diberikan berdasarkan berdasarkan sistem penomoran yang berlaku. Ketentuan-ketentuan tersebut adalah sebagai berikut:58 a. Dan pernah terjadi pula pada segmen domestic telecommunication untuk pangsa seluler hanya dikuasai tiga pemain. Melihat konteks materi. 3 Tahun 1989. kesusilaan. hlm. yang diantaranya berkaitan dengan pembangunan. Hak dan kewajiban penyelenggara dan masyarakat Ketentuan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban penyelenggara dan masyarakat ini diatur dalam Pasal 12 – Pasal 23. 335336. Larangan praktik monopoli Dalam Pasal 10. c. aturan ini lebih cenderung ditujukan kepada sistem telekomunikasi yang menggunakan kabel. dan keterbukaan Ada beberapa pasal dalam UU No. Lihat lebih lanjut pada Budi Santoso. Pengamanan telekomunikasi 58 59 Ibid. ditentukan bahwa dalam kegiatan penyelenggaraan yang dapat telekomunikasi dilarang melakukan mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di antara penyelengara jasa telekomunikasi. hlm. . d. yaitu Telkomsel. di mana pada bidang telekomunikasi internasil dari 1995 – 2005 terjadi duopoli pemain pada segmen ini. 4 Desember 2007.dilandasi oleh semangat profesionalisme. Penomoran Penomoran telekomunikasi terkait erat dengan call sign dan diatur dalam Pasal 23 dan Pasal 24. Pada pasal tersebut ditentukan bahwa dalam penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan jasa telekomunikasi ditetapkan dan digunakan sistem penomoran yang ditetapkan oleh menteri. apalagi pada era UU No. Satelindo. “Persaingan Bisnis Telekomunikasi”. Jurnal MMH Jilid 36 No. dan Telekomindo.59 b. yaitu PT Indosat (001) dan Satelindo (008). 182-184.

tetapi pada ayat (2) disebutkan bahwa untuk keperluan proses peradilan pidana. Demikian juga. yang dilakukan dalam rangka pembuktian kebenaran pemakaian fasilitas telekomunikasi atas permintaan pengguna jasa telekomunikasi. 3. penyelesaian dalam waktu yang singkat. . serta c. penyelenggara jasa telekomunikasi dapat merekam informasi yang dikirim dan atau diterima penyelenggara jasa telekomunikasi serta dapat memberikan informasi yang diperlukan atas: 1) permintaan tertulis Jaksa Agung dan atau Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk tindakj pidana tertentu. pada Pasal 42 ayat (1) dikatakan bahwa penyelenggara jasa telekomunikasi wajib merahasiakan informasi yang dikirim dan atau diterima oleh pelanggan jasa telekomunikasi melalui jaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi yang diselenggarakannya. Hal pokok yang menjadi ketentuan khusus dalam UU No. pada pasal berikutnya. 2. adil dan tidak diskriminatif. di mana ditentukan pada Pasal 11: 1. tata cara yang sederhana b. Izin diberikan dengan memperhatikan a. 2) permintaan penyidik untuk tindak pidana tertentu sesuai dengan undang-undang yang berlaku.Hal terpenting tentang pengamanan telekomunikasi yang diatur dalam Pasal 38 – Pasal 43 adalah tentang larangan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun (Pasal 40). Penyelenggaraan telekomunikasi diselenggarakan setelah mendapat izin dari Menteri. proses yang transparan. Ketentuan mengenai perizinan penyelenggaraan telekomunikasi diatur dengan peraturan pemerintah. Akan tetapi. 36 Tahun 1999 antara lain mengenai perizinan. penyelenggara jasa telekomunikasi justru diberikan kewajiban untuk melakukan perekaman informasi sesuai undang-undang yang berlaku.

keadaan marabahaya. Akan tetapi. Pasal 36 ayat (2) mengatur larangan penggunaan spektrum frekuensi radio oleh pesawat udara sipil asing dari dan ke wilayah Indonesia di luar peruntukannya. kecuali: 1. kecuali: 1. Untuk kepentingan keamanan negara. dan . wabah. Pasal 35 ayat (2) mengatur bahwa spektru frekuensi dilarang digunakan oleh kapal berbendera asing yang berada di wilayah perairan Indonesia di luar peruntukannya. Khusus mengenai spektrum frekuensi radio. Demikian pula terhadap perangkat telekomunikasi yang digunakan oleh pesawat udara sipil asing dari dan ke wilayah Indonesia tidak diwajibkan memenuhi persyaratan teknis tersebut. navigasi. dirakit. navigasi. Pasal 32 menjadi pengecualian dalam Pasal 35 yang mengatur bahwa perangkat telekomunikasi yang digunakan oleh kapal berbendera asing dari dank e wilayah perairan Indonesia dan atau yang dioperasikan di wilayah perairan Indonesia. Untuk kepentingan keamanan negara. Disambungkan ke jaringan telekomunikasi yang dioperasikan oleh penyelenggara telekomunikasi. dan dimasukkan bahkan yang digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia untuk mencegah terjadinya gangguan yang merugikan (harmful interference). keadaan marabahaya. Merupakan bagian dari sistem komunikasi satelit yang penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan telekomunikasi dinas bergerak pelayaran. dan keselamatan lalu lintas penerbangan. atau 2. dan keamanan lalu lintas pelayaran. atau 2. keselamatan jiwa manusia dan harta benda. wabah. keselamatan jiwa manusia dan harta benda. perlu ada persyaratan teknis (Pasal 32) terhadap peralatan telekomunikasi yang diperdagangkan. tidak diwajibkan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada Pasal 32. Disambungkan ke jaringan telekomunikasi yang dioperasikan oleh penyelenggara telekomunikasi. bencana alam.Berkaitan dengan peralatan teknis. atau 3. dibuat. bencana alam.

b. Pemberian izin penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit didasarkan kepada ketersediaan spektrum frekuensi radio yang telah dialokasikan untuk keperluan penyelenggaraan telekomunikasi termasuk sesuai peruntukannya. Apabila ketersediaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit tidak memenuhi permintaan atau kebutuhan penyelenggaraan telekomunikasi. e. yaitu sanksi administrasi dan sanksi pidana. 186 . Penyelenggara yang tidak memberikan catatan/rekaman pemakaian jasa telekomunikasi apabila pengguna memerlukannya. 60 Ibid. Sanksi administrasi berupa pencabutan izin dapat dikenakan untuk pelanggaran: a. Aspek Hukum Pidana dalam Undang-undang Telekomunikasi Sanksi yang dapat dibebankan kepada pelanggar UU No. Penyelenggara jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi yang tidak memberikan kontribusi dalam pelayanan universal.60 3.3. Penyelenggara telekomunikasi yang melakukan kegiatan usaha penyelenggaraan telekomunikasi yang bertentangan dengan kepentingan umum. hlm. Setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi tidak menyediakan interkoneksi. apabila diminta oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya. atau ketertiban umum. 36 Tahun 1999 dibagi dua. Penyelenggara jaringan telekomunikasi tidak memberikan kebebasan kepada penggunanya memilih jaringan telekomunikasi lain untuk pemenuhan kebutuhan telekomunikasi. Merupakan bagian dari sistem komunikasi satelit yang penggunannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan telekomunikasi dinas bergerak penerbangan. keamanan. d. kesusilaan. c. perolehan izinnya antara lain dimungkinkan melalui mekanisme pelelangan. Tabel alokasi frekuensi radio disebarluaskan dan dapat diketahui oleh masyarakat secara transparan.

Setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi yang tidak dapat membayar biaya hak penyelenggaraan telekomunikasi yang diambil dari prosentase pendapatan. c. Penyelenggaraan telekomunikasi khusus yang dilarang disambungkan ke jaringan penyelenggara telekomunikasi lainnya. Pasal 38 UU No. l. Tindakan menimbulkan telekomunikasi sehingga jaringan tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Perbuatan yang dapat menimbulkan fisik yang gangguan terhadap kerusakan penyelenggaraan suatu jaringan telekomunikasi dapat berupa: a. h. yang biayanya didasarkan atas penggunaan jenis dan lebar pita frekuensi. sepanjang digunakan untuk keperluan penyiaran. Tindakan fisik yang mengakibatkan hubungan telekomunikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pengguna spektrum frekuensi radio tidak membayar biaya penggunaan frekuensi. b. g. Penggunaan alat telekomunikasi yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis yang berlaku. Penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit yang tidakj mendapat izin dari pemerintah. Penyelenggaraan telekomunikasi khusus dapat disambungkan ke jaringan penyelenggara telekomunikasi lainnya.f. Penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan saling menganggu. 36 Tahun 1999 mengatur bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi. Pengguna orbit satelit tidak membayar biaya hak penggunaan orbit satelit. . i. k. j.

Penyelenggaraan telekomunikasi yang beroperasi tanpa mendapatkan izin dari menteri. Setiap penyelenggara telekomunikasi yang tidak memberikan prioritas untuk pengiriman. atau e. Penggunaan alat telekomunikasi yang bekerja dengan gelombang radio yang tidak sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan gangguan terhadap penyelenggaraan telekomunikasi lainnya.000. 200. c. dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp. 100. atau memanipulasi: akses ke jaringan telekomunikasi. dan penyampaian informasi penting yang menyangkut: keamanan negara. dan atau akses ke jasa telekomunikasi.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp. keselamatan jiwa manusia dan harta benda. bencana alam. 36 Tahun 1999 diatur dalam beberapa pasal. Pasal 58 menentukan bahwa alat perangkat telekomunikasi yang digunakan dalam tindak pidana dirampas untuk negara dan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sanksi pidana dalam UU No. Perbuatan-perbuatan lain yang digolongkan sebagai kejahatan dalam undang-undang tersebut adalah sebagai berikut: a.000. Penyelenggara jaringan telekomunikasi yang tidak menjamin kebebasan penggunanya memilih jaringan telekomunikasi lain untuk pemenuhan kebutuhan telekomunikasi.000. dan atau wabah penyakit.- . tidak sah. penyaluran.000. marabahaya.-.000.-.000. Barangsiapa yang melakukan perbuatan tanpa hak. dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan atau denda paling banyak Rp. dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan atau denda paling banyak Rp. 600. Penggunaan alat bukan telekomunikasi yang tidak sebagaimana mestinya sehingga enimbulkan pengaruh teknis yang tidak dikehendaki suatu penyelenggaraan telekomunikasi.000. b.d. 600. dana tau akses ke jaringan telekomunikasi khusus.d.

Hal ini terbukti di man siaran radio illegal di Indonesia yang jumlahnya ribuan dibiarkan saja oleh aparat yang berwenang. Dalam praktiknya.61 61 Ibid. memasukkan atau menggunakan perangkat telekomunikasi di wilayah Republik Indonesia yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1).e. dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan atau denda paling banyak Rp. penegakan hukum (tahap penyidikan) kerapkali menemui kendala. Jenis pelanggaran lain adalah adanya penyelenggara televisi kabel (pay tv) yang tidak resmi.000. .000. yang mengakibatkan terganggunya siaran radio yang telah memperoleh izin. membuat.Kasus-kasus telekomunikasi yang umum terjadi di Indonesia antara lain penggunaan spektrum frekuensi radio oleh siaran radio illegal (belum memperoleh izin). Kemudian. bahkan terkesan kurang dilakukan. 100. hlm. Barnagsiapa memperdagangkan. 191. pengoperasioan radio amatir (amateur radio) oleh individu-individu tanpa memperoleh lisensi berupa call sign atau penomoran. merakit.