P. 1
Demokrasi Dan Politik Dalam Islam

Demokrasi Dan Politik Dalam Islam

|Views: 93|Likes:
Published by Ahmad Huda

More info:

Published by: Ahmad Huda on Oct 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

Demokrasi Dan Politik Dalam Islam

oleh DAARUL HANIF pada 6 Oktober 2009 pukul 8:40 · Oleh Sulaiman bin Shalih Al-Khurasyi

Dr. Yusuf al-Qaradhawi mendukung demokrasi seraya berpendapat bahwa demokrasi merupakan alternatif terbaik untuk diktatorisme dan pemerintahan tirani. Berikut ini ringkasan pendapat Dr. Yusuf al-Qaradhawi mengenai demokrasi disertai dengan komentar terhadapnya. Dr. Yusuf al-Qaradhawi mengatakan: "Sesungguhnya sisi liberalisme demokrasi yang paling baik menurut saya adalah sisi politiknya, yang tercermin dalam penegakan kehidupan perwakilan, di dalamnya rakyat dapat memilih wakil-wakil mereka yang akan memerankan kekuasaan legislatif di parlemen, dan di dalam satu majelis atau dua majelis. Pemilihan ini hanya bisa ditempuh melalui pemilihan umum yang bebas dan umum, dan yang berhak menerima adalah yang mendapat suara paling banyak dari para calon yang berafiliasi ke partai politik atau non-partai. "Kekuasaan yang terpilih" inilah yang akan memiliki otoritas legislatif untuk rakyat, sebagaimana ia juga mempunyai kekuasaan untuk mengawasi kekuasaan eksekutif atau "pemerintah", menilai, mengkritik, atau menjatuhkan mosi tidak percaya, sehingga dengan demikian, kekuasaan eksekutif tidak lagi layak untuk dipertahankan. Dengan kekuasaan yang terpilih, maka semua urusan rakyat berada di tangannya, dan dengan demikian, rakyat menjadi sumber kekuasaan. Bentuk ini secara teoritis cukup baik dan dapat diterima, menurut kaca mata Islam secara garis besar, jika dapat diterapkan secara benar dan tepat, serta dapat dihindari berbagai keburukan dan hal-hal negatif yang terdapat padanya. Saya katakan "secara garis besar", karena pemikiran Islam memiliki beberapa kewaspadaan terhadap beberapa bagian tertentu dari bentuk di atas. Kekuasaan terpilih itu tidak memiliki penetapan hukum untuk hal-hal yang tidak diizinkan oleh Allah Ta'ala. Kekuasaan ini juga tidak boleh menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal atau menggugurkan suatu kewajiban. Sebab, yang mempunyai kekuasaan menetapkan hukum satu-satunya hanyalah Allah jalla Sya'nuhu. Manusia hanya boleh membuat hukum untuk diri mereka sendiri dalam hal yang diizinkan Allah Ta'ala saja. Artinya, hukum yang mengatur kepentingan dunia mereka yang tidak dimuat di dalam suatu nash tertentu, atau nash yang mengandung beberapa makna kemudian mereka memilih salah satu makna dan menggunakannya dengan memperhatikan kaidah-kaidah syari'at. Dalam hal itu terdapat medan yang sangat luas sekali bagi para pembuat undang-undang.

Oleh karena itu, harus dikatakan: "Sesungguhnya rakyat merupakan sumber kekuasaan dalam batas-batas syari'at Islam." Sebagaimana dalam Majelis Tasyri' (Badan Legislatif) harus ada komisi khusus yang dipegang oleh para ahli fiqih yang mampu mengambil kesimpulan dan melakukan ijtihad. Juga menilai berbagai ketetapan undang-undang, untuk mengetahui sejauh mana kesesuaiannya dan penyimpangannya dari syar'iat, walaupun sistem demokrasi sendiri tidak mensyaratkan hal tersebut, meski dalam undang-undang dinyatakan bahwa agama negara yang dianut adalah Islam. Kemudian, para calon wakil rakyat juga harus benar-benar memenuhi atau memiliki bekal yang kuat dalam agama dan akhlak serta beberapa ketentuan lainnya, misalnya keahlilan dalam bidang kepentingan umum dan lain sebagainya. Jadi, calon wakil rakyat tidak boleh dari seorang penjahat atau pemabuk atau suka meninggalkan shalat atau orang yang menganggap enteng agama. Di sana terdapat dua sifat yang disyaratkan Islam bagi setiap orang yang akan mengemban suatu pekerjaan. Pertama : Mampu mengemban pekerjaan ini dan mempunyai pengalaman di bidangnya. Kedua : Amanah. Dengan sifat amanah inilah suatu pekerjaan akan terpelihara dan pelakunya akan takut kepada Allah Ta'ala. Itulah yang diungkapkan oleh al-Qur'an melalui lisan Yusuf as , di mana dia mengatakan: "Artinya : Berkata Yusuf, jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. "' [Yusuf : 55] Juga dalam kisah Musa as, melalui lisan puteri seorang yang sudah tua renta: "Artinya : Karena sesungguhnya, orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya. " [Al-Qashash: 26] Dengan demikian, kekuatan dan ilmu memerankan sisi intelektual dan profesional yang menjadi syarat suatu pekerjaan, sedangkan kemampuan menjaga dan amanat mencerminkan sisi moral dan mental yang memang dituntut pula untuk keberhasilannya.[1] Dr. Yusuf al-Qaradhawi mengungkapkan: "Anehnya, sebagian orang memvonis demokrasi sebagai suatu yang jelas-jelas merupakan bentuk kemungkaran atau bahkan kekufuran yang nyata, sedang mereka belum memahaminya secara baik dan benar sampai kepada substansinya tanpa memandang kepada bentuk dan cirinya. Di antara kaidah yang ditetapkan oleh para ulama terdahulu adalah, bahwa keputusan (hukum) terhadap sesuatu merupakan bagian dari pemahamannya. Oleh karena itu, barangsiapa menghukumi sesuatu yang tidak diketahuinya, maka hukumnya adalah salah, meskipun secara kebetulan bisa benar. Sebab, ibaratnya ia merupakan lemparan yang tidak disengaja. Oleh karena itu, di dalam hadits ditetapkan bahwa seorang hakim yang memberi keputusan dengan didasarkan pada ketidaktahuan, maka dia berada di neraka, sebagaimana orang yang mengetahui

Kelebihan demokrasi adalah. dan bahwasanya tujuantujuan syari'at yang diharapkan adalah jika tujuan-tujuan itu mempunyai sarana pencapaiannya. Lalu apakah demokrasi yang didengung-dengungkan oleh berbagai bangsa di dunia. Tetapi."[2] Sesungguhnya Islam telah mendahului sistem demokrasi dengan menetapkan beberapa kaidah yang menjadi pijakan substansinya. sehingga mereka tidak dipimpin oleh penguasa yang tidak mereka sukai. dan yang banyak dari pemerhati Islam menganggapnya sebagai sarana yang bisa diterima untuk meruntuhkan kekuasaan monarki. Nabi saw sendiri pada perang Ahzab telah mengambil pemikiran . Di antara kaidah syari'at yang ditetapkan adalah. baik di dunia belahan barat maupun timur. kita melihat bahwa kita harus mengambil beberapa hal dari cara-cara demokrasi guna mewujudkan keadilan. serta perkembangan kehidupan mereka sesuai dengan zaman dan tempat. atau diatur oleh sistem yang mereka benci. maka ia itu menjadi wajib. atau politik yang tidak mereka kenal dan tidak pula mereka setujui. mereka juga harus mempunyai hak menilai dan mengkritik jika penguasa melakukan kesalahan. serta memotong kukukuku politik campur tangan. Apakah demokrasi ini mungkar atau kafir. barangkali cara baru itu akan mengantarkan kepada yang lebih baik dan ideal. juga hak opsi jika penguasa melakukan penyimpangan. sosial. di mana ada sebagian bangsa bisa sampai kepadanya setelah melalui berbagai pertempuran sengit dengan penguasa tirani. yang menelan banyak darah dan menjatuhkan ribuan bahkan jutaan korban manusia. dan diperjuangkan oleh banyak orang. untuk mempermudah kepada hal tersebut dan merealisasikannya ke dalam realitas manusia. Tidak ada satu syari'at pun yang melarang penyerapan pemikiran teori atau praktek empiris dari kalangan non-muslim. Karena. dan juga pembaharuan keadaan manusia. sebagaimana yang didengungkan oleh beberapa orang yang tidak memahami sepenuhnya lagi tergesa-gesa!!?!" Sesungguhnya substansi demokrasi -tanpa definisi dan istilah akademis. Selain itu. yang sampai sekarang dianggap sebagai jaminan yang paling baik untuk menjaga rakyat dari penindasan kaum tirani. penghormatan hak-hak asasi manusia. bahwa ia mengarahkan di sela-sela perjuangannya yang panjang melawan kezhaliman dan kaum tirani serta para raja kepada beberapa bentuk dan sarana. serta berdiri melawan kesewenangan para penguasa yang angkuh di muka bumi ini. kebudayaan. permusyawaratan. kepentingan dunia mereka. Tidak ada larangan bagi umat manusia.yang benar.adalah memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memilih orang yang akan mengurus dan mengendalikan urusan mereka. dan rakyat tidak boleh digiring kepada aliran atau sistem ekonomi. Sebagaimana yang terjadi di Eropa timur dan lain-lainnya. para pemikir dan pemimpin mereka untuk memikirkan bentuk dan cara lain. maka sarana ini boleh diambil sebagai alat menggapai tujuan tersebut. tetapi dia menetapkan atau menghukumi dengan yang lain. Jika sebagian mereka menghalanginya. tetapi Islam menyerahkan berbagai rinciannya kepada ijtihad kaum muslimin sesuai dengan pokok-pokok agama mereka. bahwa sesuatu yang menjadikan hal yang wajib tidak sempurna kecuali dengannya. yang telah banyak menimpa masyarakat muslim. maka balasannya adalah pemecatan atau bahkan penyiksaan dan pembunuhan.

Selain itu. meski mereka itu musyrik. atau dengan ungkapan Islam: "Jika mereka memerintahkan untuk berbuat maksiat. padahal strategi tersebut berasal dari strategi bangsa Parsi. maka undang-undang itu adalah bathil. dan yang demikian itu merupakan penegasan akan kekuasaan Allah atau kekuasaan syari'at-Nya." dan mereka juga mempunyai hak untuk menurtmkan penguasa jika melakukan penyimpangan dan berbuat zhalim serta tidak mau menerima nasihat atau peringatan. bahwa demokrasi berarti kekuasaan rakyat oleh rakyat dan karenanya. Dalam beberapa buku.in. bahwa kekuasaan itu hanya milik Allah semata. di mana saja dia menemukannya. Sudah menjadi kebiasaan manusia untuk berbeda pendapat dalam hal tersebut. serta menolak pemerintahan otoriter terhadap rakyat. bahwa setiap undang-undang atau sistem yang bertentangan dengan syari'at yang baku dan permanen. misalnya pemilihan salah satu calon yang akan menempati suatu jabatan. bahwa agama negara adalah Islam dan bahwasanya syari'at Islam adalah sumber hukum dan undangundang. Tetapi yang menjadi konsentrasi mereka adalah menolak kediktatoran yang sewenang-wenang. selama tidak bertentangan dengan nash muhkam (yang jelas) dan tidak juga kaidah syari'at yang sudah baku. maka dia yang paling berhak atasnya. dan kita harus memilih dari apa yang kita ambil untuk selanjutnya menambahkannya dan melengkapinya dengan bagian ruh kita serta hal-hal yang dapat menjadikannya sebagai bagian dari kita dapat dan menghilangkan identitas pertamanya. tetapi pemberian suara itu pada masalah-masalah ijtihadiyah yang mencakup lebih dari satu pendapat. serta menolak berbagai perintah mereka jika bertentangan dengan undang undang rakyat. di samping berpegang pada demokrasi. Hal seperti itu tidak pernah terbersit di dalam hati mayoritas penyeru demokrasi. Dengan demikian. Bagi para penyeru demokrasi tidak perlu harus menolak kekuasaan Allah atas manusia. strategi dan sistem yang bisa memberikan manfaat kepada kita."penggalian parit". serta memantau tindakan dan kebijakan mereka. setiap yang dimaksudkan dengan demokrasi oleh mereka adalah memilih pemerintah oleh rakyat sesuai dengan hati nurani mereka. dan seperti juga pengeluaran undang-undang untuk mengatur lalu lintas jalan raya atau untuk mengatur bangunan . meskipun itu jabatan kepala negara. hikmah itu adalah barang temuan orang mukmin."[5] Tidak ada ruang untuk pemberian suara dalam berbagai hukum pasti dari syari'at dan juga pokok-pokok agama serta halhal yang wajib dilakukan dalam agama. Benar. dan kekuasaan itulah yang memiliki kalimat tertinggi. "[4] Sesungguhnya undang-undang menetapkan. Dimungkinkan juga untuk menambahkan pada undang-gundang materi yang secara tegas dan lantang menetapkan. harus ditolak prinsip yang menyatakan. saya telah mengisyaratkan bahwa merupakan hak kita untuk mengambil manfaat dari pemikiran."[3] Ungkapan seseorang yang mengatakan. Rasulullah saw pernah juga mengambil manfaat dari tawanan musyrikin dalam perang Badar "dari orang-orang yang mampu membaca dan menulis" untuk mengajarkan baca tulis anak-anak kaum muslim. maka ungkapan semacam itu sama sekali tidak dapat diterima.

demokrasi dan lain-lainnya untuk mengungkapkan pengertian-pengertian Islam. mengharuskan pembayaran pajak tertentu atau tidak. serta umat manusia diharuskan berkiblat ke barat melainkan dengan paksaan. memakai besi dan api. Adapun yang salah harus ditolak meskipun didukung oleh 99 dari 100. Artinya. tegas dan terang yang menyingkirkan perselisihan dan tidak mengandung perbedaan atau menerima pertentangan. Yusuf al-Qaradhawi) perlu menekankan. skularisme diterapkan. syaitan itu bersama satu orang dan dia (syaitan) lebih jauh dari dua orang. serta dakwahnya di zaman modern ini tidak lain adalah akibat dari pemberlakuan pemerintahan otoriter yang bertindak sewenang wenang terhadap umat manusia dengan menggunakan pedang kekuasaan dan emasnya. maka apakah pendapat itu akan ditinggal menggantung begitu saja. dan pembolehan membatasi masa pemilihan atau tidak.[8] Sesungguhnya petaka pertama yang menimpa umat Islam dalam perjalanan sejarahnya adalah sikap mengabaikan terhadap kaidah musyawarah.tempat perdagangan atau industri atau rumah sakit. Itulah yang dikatakan: Jama'ah itu adalah yang sejalan dengan kebenaran meski engkau hanya sendirian."[6]. syari'at dan realitas menyatakan harus ada murajjah (yang diunggulkan). dan dalam hadits disebutkan: "Sesungguhnya. dan perubahan "Khilafah Rasyidah" menjadi "kerajaan penindas" yang oleh sebagian sahabat disebut "kekaisaran". pendapat dua orang itu lebih mendekati kebenaran daripada pendapat satu orang. Jika banyak pendapat yang berbeda dalam masalah ini. bahwa saya bukan termasuk orang yang suka menggunakan kata-kata asing. atau yang lainnya yang oleh para ahli fiqih disebut sebagai "mashalihul mursalah. atau membatasi jabatan Presiden. bahwa tarjih (pengunggulan satu pendapat) itu adalah untuk yang benar meskipun tidak ada seorang pun pendukungnya. Padahal semestinya mereka mengambil pelajaran dari mereka dan menghindari berbagai kemaksiatan dan perbuatan hina yang menjadi sebab musnahnya negara mereka." Atau seperti juga pengambilan keputusan untuk mengumumkan perang atau tidak. seperti misalnya. dan hal itu hanya sedikit sekali. Tidaklah dakwah Islam dan gerakannya dipukul habis-habisan serta tidak juga para penganut dan penyerunya dihajar dan dikejar-kejar melainkan oleh kekuasaan otoriter yang terkadang tanpa kedok dan terkadang dengan menggunakan kedok demokrasi palsu yang diperintahkan oleh kekuatan yang memusuhi lslam secara terang-terangan atau diarahkan dari balik layar. kekuasaan absolut Kaisar telah berpindah kepada kaum muslimin dari berbagai kerajaan yang telah diwariskan Allah kepadanya."[9] Di sini saya (Dr. dan yang diunggulkan pada saat terjadi perbedaan pendapat adalah jumlah terbanyak. demikian seterusnya. Apa yang menimpa Islam. Ungkapan ini hanyalah tepat pada hal-hal yang ditetapkan oleh syari'at secara gamblang. atau mengumumkan keadaan darurat atau tidak. Sebab. . apakah ada tarjih tanpa murajjah (yang diunggulkan)? Ataukah harus ada murajjah? Sesungguhnya logika akal. dan tidaklah syari'at dihapuskan.[7] Ungkapan orang yang menyatakan. umatnya.

perumpamaannya adalah sama dengan khamr jika rusak dengan sendirinya atau tindakan seseorang.M. poros hukum itu tidak pada nama dan sebutan. jika suatu istilah telah menyebar luas di tengah-tengah umat manusia dan telah dipergunakan oleh banyak orang. dapat penulis katakan: "Dr.Yusuf al-Qaradhawi dan Jama'ah Ikhwanul Muslimin. Tetapi. yang di dalamnya kita bisa berdakwah kepada Allah dan juga kepada Islam. Dengan demikian. Dr. daripada mengobati suatu penyakit dengan penyakit lain. yang bisa jadi lebih berbahaya lagi bagi umat. lalu menambahkan beberapa hal yang sesuai dengan agama kita atau mengurangi beberapa hal darinya yang memang bertentangan dengan agama. menegakkan hukum Islam yang di dalamnya terdapat konsep musyawarah Islami yang sudah cukup bagi kita dan tidak lagi memerlukan demokrasi ala Barat meskipun kita memolesnya dengan berbagai kebaikan dan keindahan. Yusuf al-Qaradhawi Dalam Timbangan. atau mengartikannya secara tidak benar atau yang tidak dikehendaki oleh orang-orang yang membicarakannya. Demikian pula demokrasi. Yang lebih baik dilakukan oleh Dr. Sebab. Po Box: 147 Bogor 16001. Oleh karena itu. Edisi Indonesia Pemikiran Dr. Dalam hal ini. Penulis Sulaiman bin Shalih Al-Khurasyi. Abdul Ghoffar. maka kita tidak perlu menutup pendengaran kita darinya. E.[12] [Disalin dari kitab Al-Qaradhaawiy Fiil-Miizaan. jika diambil dengan melakukan penyesuaian."[10] Saya (Dr.Tetapi. Yusuf al-Qaradhawi adalah menyeru kepada penegakan hukum Islam dengan menerapkan sistem syura (permusyawaratan) yang adil. hal itu tidak menjadi masalah. Penerjemah M. tetapi kita harus mengetahui maksud istilah tersebut. yang harus dilakukan oleh Dr. dengan begitu hukum kita terhadapnya adalah hukum yang benar dan seimbang. Meski istilah itu datang dari luar kalangan kita. sebagaimana kita telah beriman kepadanya. Jika kita menyaring demokrasi ini. tapi disebut cuka. Yusuf al-Qaradhawi adalah. demokrasi Barat tidak disebut demikian kecuali diambil dengan seluruh kandungannya. perubahan dan penyimpangan. sehingga kita tidak memahaminya secara keliru. Yusuf al-Qaradhawi) termasuk orang yang menuntut demokrasi dalam posisinya sebagai sarana yang sangat mudah dan teratur untuk merealisasikan tujuan kita dalam kehidupan yang mulia. Jadi. maka hal itu secara otomatis menjadi sesuatu yang lain yang tidak mungkin kita sebut lagi sebagai demokrasi."[11] Berkenaan dengan hal tersebut. tetapi pada kandungan dan substansinya. lalu mengapa kita harus menyebutnya demokrasi? Mengapa tidak menyebutnya syura (permusyawaratan) misalnya. maka pada saat itu tidak lagi disebut sebagai khamr. Yusuf al-Qaradhawi telah dengan sekuat tenaga membela demokrasi dalam menghadapi pemerintahan otokrasi atau pemerintahan tirani yang berbagai keburukan dan kesialannya telah dirasakan oleh Dr. Penerbit Pustaka Imam Asy-syafi'i. Cetakan Pertama . tanpa harus dijebloskan ke dalam penjara yang gelap atau dihukum di atas tiang gantungan. Yusuf al-Qaradhawi berusaha keras mempertahankan demokrasi dengan segenap daya dan upaya.

[10]. [7]. ad-Demoqrathryyah fil Miizaan karya Sa'id Abdul Azhim dan Khamsuuna Mafsadah jaliyyah min Mafasidid Demoqrathiyyah karya `Abdul Majid ar-Riimi. sudah sewajarnya jika demokrasi memiliki cacat. Itulah yang membuatnya berbeda dengan syura Islam. Studi Analisis Perpolitikan Dunia Islam oleh Abdul Ghany bin Muhammad Ar-rahhal -ed). ada pandangan yang bagus dan seimbang dari salah seorang pemikir Islam dari Mesir. Ibid (II/650). [4]. Fataawa' Mu'aashirah (II/647-648). Fataazva'Mu'aashirah (II/637). Ibid (II/643). At-Tirmidzi.Dzulqa'dah 1423 H/Januari 2003] __________ Foote Note [1]. Ibid (II/650). Dr. [3]. « Pandangan dan Fatwa Ulama tentang Demokrasi dan Masuk Dalam Pemerintahan Mengenal Hukum-Hukum Syar’iyyah » Persamaan dan Perbedaan Sistem Politik Islam dan Demokrasi Juni 25. [8]. [12]. dalam al-Fitan dari `Umar (2166). . Haqiiqatud Demoqrathiyyah karya Muhammad Syakir asy-Syarif. setiap prinsip buatan manusia lemah. hendaklah ia membaca risalah al-Islamiyyuun wa Saraabud Demoqrathiyyah karya `Abdul Ghani (telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia : Fenomena Demokrasi. HR. Ibid (II/646). Ibid (II/649). 78). Ibid (II/644-645) [5]. [9]. 77. Dalam hal persamaan dan perbedaan antara Islam dengan demokrasi. [6]. [11]. [2]. Dhiyauddin ar Rais. Al-Huluul al Mustaurida (hal. 2007 oleh fillah Persamaan dan Perbedaan antara Islam dan Demokrasi (3 dari 10 Tulisan) Biasanya. Bagi yang berminat menambah pengetahuan tentang masalah demokrasi ini sekallgus mengetahui sisi-sisi negatif dan keburukannya. Ibid (II/649). Jadi.

Perbedaan antara Islam dan Demokrasi Menurut Dhiyauddin ar Rais. realisasi keadilan sosial. asas persamaan di hadapan undang-undang. ada tiga hal yang membedakan Islam dan demokrasi. Kedua. warna kulit. itu pun sudah ada di dalam Islam. seperti hak hidup dan bebas mendapat pekerjaan). Jika maksud demokrasi adalah adanya dasar-dasar politik atau sosial tertentu (misalnya.Persamaan antara Islam dan Demokrasi Dr. . bahasa dan adat-adat yang mengkristal. Dalam menerangkan hal itu. kebebasan berpikir dan berkeyakinan. rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi tanpa peduli kebodohan. Adapun Imam harus menaatinya dan terikat UU. tujuantujuan demokrasi modern Barat atau demokrasi yang ada pada tiap masa adalah tujuan-tujuan yang bersifat duniawi dan material. peningkatan kekayaan atau gaji. definisi bangsa atau umat dibatasi batas wilayah. negara. bahkan kedudukannya lebih tinggi dari Imam. ijma. kedaulatan rakyat tidak mutlak. Pembuatan Undang-Undang atau hukum didasarkan pada alQuran dan Hadist. Jika yang dimaksud dengan demokrasi seperti definisi Abraham Lincoln: dari rakyat dan untuk rakyat pengertian itu pun ada di dalam sistem negara Islam dengan pengecualian bahwa rakyat harus memahami Islam secara komprehensif. perbedaannya lebih banyak. Ikatan yang hakiki di dalam Islam adalah ikatan akidah. pembuatan UU terpisah dari Imam. Imamah (kepemimpinan) ada di kekuasaan eksekutif yang memiliki kewenangan independen karena pengambilan keputusan tidak boleh didasarkan pada pendapat atau keputusan penguasa atau presiden. Adapun demokrasi Islam selain mencakup pemenuhan kebutuhan duniawi (materi) mempunyai tujuan spiritual yang lebih utama dan fundamental. Dengan kata lain. Pada hakikatnya. pemikiran dan perasaan. dalam demokrasi yang sudah populer di Barat. Siapa pun yang mengikuti Islam. Lebih dari itu. demokrasi ditujukan hanya untuk kesejahteraan umat (rakyat) atau bangsa dengan upaya pemenuhan kebutuhan dunia yang ditempuh melalui pembangunan. Kekuasaan legislatif sebagai sistem terpenting dalam sistem demokrasi diberikan penuh kepada rakyat sebagai satu kesatuan dan terpisah dari kekuasaan Imam atau Presiden. umat tidak terikat batas wilayah atau batasan lainnya. kedaulatan umat (rakyat) menurut demokrasi Barat adalah sebuah kemutlakan. Akhirnya. Namun. iklim. Pertama. kezaliman atau kemaksiatannya. Jadi. atau ijtihad. ar Rais sampai pada kesimpulan bahwa antara Islam dan demokrasi tidak hanya memiliki persamaan di bidang politik. alQuran dan asSunnah tanpa mendapat sanksi. Ada beberapa persamaan yang mempertemukan Islam dan demokrasi. ia masuk salah satu negara Islam terlepas dari jenis. jelainkan berdasarka pada hukum-hukum syariat atau perintah Allah Swt. demokrasi selalu diiringi pemikiran nasionalisme atau rasialisme yang digiring tendensi fanatisme. Ketiga. dia mengatakan. Semua hak tersebut dijamin dalam Islam Jika demokrasi diartikan sebagai sistem yang diikuti asas pemisahan kekuasaan. Dengan demikian. darah. pandangan Islam sangat manusiawi dan bersifat internasional. atau memberikan jaminan hak-hak tertentu. Dhiyauddin ar Rais mengatakan. Namun dalam Islam. suku-bangsa. Dengan demikian. Jadi. unsur-unsur yang terkandung dalam demokrasi dan keistimewaannya pun sudah terkandung di dalam Islam. Adapun menurut Islam. Persamaannya menyangkut pemikiran sisstem politik tentang hubungan antara umat dan penguasa serta tanggung jawab pemerintahan. bahasa atau batasan lain. melainkan terikat dengan ketentuan-ketentuan syariat sehingga rakyat tidak dapat bertindak melebihi batasan-batasan syariat.

wah ulama yang diambil. Jadi. Jika demokrasi berarti rakyat memilih orang yang akan memimpin mereka. Islam menganut paham teokrasi . Menurutnya... Jawabannya.. Dhiyauddin ar Rasi menambahkan. jika demokrasi berarti rakyat dapat mengubah hukum-hukum Allah Swt dan mengikuti kehendak mereka. syariat pemegang kekuasaan penuh dalam negara Islam. « Memahami Sistem Pemilihan Dalam Islam dan Demokrasi Persamaan dan Perbedaan Sistem Politik Islam dan Demokrasi » Pandangan dan Fatwa Ulama tentang Demokrasi dan Masuk Dalam Pemerintahan Juni 25. Boleh pula disebut sebagai demokrasi Islam atau menurut al Maududy demokrasi teokrasi. Menurutnya.Menurut Islam. Ustadz Mamun al Hudhaibi hafizhahullah pernah ditanya pandangan Ikhwan tentang demokrasi dan kebebasan individu. spiritual.? selamat menikmati. yaitu umat dan undang-undang atau syariat Islam. religius. Wah belum baca kok dah komentar. Begitupun bukan di tangan UU karena Islam tidak sama dengan nomokrasi atau di tangan umat karena Islam bukan demokrasi dalam pengertian yang sempit. Ikhwan menolak demokrasi.. Ikhwan menerima kebebasan individu dalam batas-batas yang dibolehkan Islam..sabar ya. jika harus memakai istilah demokrasi tanpa mengabaikan perbedaan substansialnya sistem itu dapat disebut sebagai demokrasi yang manusiawi... kekuasaan tertinggi bukan di tangan penguasa karena Islam tidak sama dengan paham otokrasi. Karenanya. etis.. meskipun sedikit. Dr.. =) Al-Maududi Dalam hal ini al-Maududi secara tegas menolak demokrasi. Islam tidak mengenal paham demokrasi yang memberikan kekuasaan besar kepada rakyat untuk menetapkan segala hal. Katanya. Ikhwan hanya mau terlibat dalam sistem yang memungkinkan syariat Islam diberlakukan dan kemungkaran dihapuskan. Menolong.. Mengenai kebebasan individu. menyeluruh (internasional). minim dan atau seperti pria adalah haram dan Ikhwan tidak akan toleran dengan hal itu.. Demokrasi adalah buatan manusia sekaligus produk dari pertentangan Barat terhadap agama sehingga cenderung sekuler. kebebasan individu yang menjadikan muslimah memakai pakaian pendek. kekuasaan tertinggi dalam Islam sangat nyata sebagai perpaduan dua hal. Ikhwan menerima demokrasi. masih lebih baik daripada tidak menolong. sekaligus material. Demokrasi seperti itulah yang dipahami aktivis Islam termasuk Ikhwanul Muslimun saat terjun di dalam kehidupan politik dan bernegara di negara demokrasi. Namun. 2007 oleh fillah Pandangan dan Fatwa Ulama tentang Demokrasi dan Masuk Dalam Pemerintahan (4 dari 10 tulisan) Kalo ada yang mengatakan.. Kekuasaan bukan pula di tangan tokoh-tokoh agamanya karena Islam tidak sama dengan teokrasi. Boleh masuk pemerintahan asal. Namun.pro demokrasi. al-Maududi menganggap demokrasi modern (Barat) merupakan sesuatu yang berssifat syirik.

. Sementara.Usaha setiap rakyat untuk meluruskan penguasa yang tiran juga sejalan dengan Islam. .(berdasarkan hukum Tuhan). substasi demokrasi sejalan dengan Islam. Mereka ditunjuk Umar sebagai kandidat khalifah dan sekaligus memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah berdasarkan suara terbanyak. Atas dasar itu.Pemilihan umum termasuk jenis pemberian saksi. Karena itu. Demikian juga dengan Islam. Sementara. mereka harus memilih seseorang yang diunggulkan dari luar mereka. Jika suara yang keluar tiga lawan tiga. oleh rakyat.Juga kebebasan pers dan kebebasan mengeluarkan pendapat. . prakteknya yang berkembang di Barat. Yaitu Abdullah ibn Umar. Demokrasi yang merupakan kekuasaan dari rakyat. Contoh lain adalah penggunaan pendapat jumhur ulama dalam masalah khilafiyah. lainnya yang tidak terpilih harus tunduk dan patuh. sejalan dengan kemenangan sekularisme atas agama. Salim Ali al-Bahnasawi Menurutnya. barangsiapa yang tidak menggunakan hak pilihnya sehingga kandidat yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenarnya tidak layak. suara mayoritas yang diambil ini adalah selama tidak bertentangan dengan nash syariat secara tegas. Contohnya dalam sikap Umar yang tergabung dalam syura. Tentu saja. Menurut Iqbal. Iqbal menawarkan sebuah konsep demokrasi spiritual yang dilandasi oleh etik dan moral ketuhanan. Bahkan amar makruf dan nahi mungkar serta memberikan nasihat kepada pemimpin adalah bagian dari ajaran Islam. sisi buruknya adalah penggunaan hak legislatif secara bebas yang bisa mengarah pada sikap menghalalkan yang haram dan menghalalkan yang haram. dan untuk rakyat telah mengabaikan keberadaan agama.Penetapan hukum yang berdasarkan suara mayoritas juga tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Sisi baik demokrasi adalah adanya kedaulatan rakyat selama tidak bertentangan dengan Islam. mereka tidak boleh akan memilih sesuatu yang tidak mereka sukai. Jadi yang ditolak oleh Iqbal bukan demokrasi an sich. Islam menolak seseorang menjadi imam shalat yang tidak disukai oleh makmum di belakangnya. Karena itu. menurut Iqbal Islam tidak dapat menerima model demokrasi Barat yang telah kehilangan basis moral dan spiritual. Iqbal. . Parlemen sebagai salah satu pilar demokrasi dapat saja menetapkan hukum yang bertentangan dengan nilai agama kalau anggotanya menghendaki. demokrasi mengandung sisi yang baik yang tidak bertentangan dengan islam dan memuat sisi negatif yang bertentangan dengan Islam. Karenanya. ia menawarkan adanya islamisasi sebagai berikut: .Dalam demokrasi proses pemilihan melibatkkan banyak orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin dan mengurus keadaan mereka. demokrasi modern menjadi kehilangan sisi spiritualnya sehingga jauh dari etika. berarti ia telah menyalahi perintah Allah untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan. Tentu saja bukan teokrasi yang diterapkan di Barat pada abad pertengahan yang telah memberikan kekuasaan tak terbatas pada para pendeta. serta otoritas pengadilan merupakan sejumlah hal dalam demokrasi yang sejalan dengan Islam. Mohammad Iqbal Kritikan terhadap demokrasi yang berkembang juga dikatakan oleh intelektual Pakistan ternama M. Misalnya: . Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal. Melainkan. Tentu saja. Yusuf al-Qardhawi Menurut beliau.

Produk hukum dan kebijakan yang diambil tidak boleh keluar dari nilai-nilai agama. dan menurunkan pemerintah. 3.Wakil rakyat harus berakhlak Islam dalam musyawarah dan tugas-tugas lainnya. . Akhirnya.Mayoritas bukan ukuran mutlak dalam kasus yang hukumnya tidak ditemukan dalam Alquran dan Sunnah (al-Nisa 59) dan (al-Ahzab: 36). walaupun (negara) itu telah mencantumkan dalam undang-undangnya “agama Negara adalah Islam” sebab teks semacam ini telah terbukti bahwa ia dicantumkan hanya untuk „meninabobokkan‟ para anggota parlemen yang masih baik hatinya !! Hal itu disebabkan karena . langkah yang harus dilakukan: . Karena itu. bukan pada persoalan yang sudah ditetapkan secara jelas oleh Alquran dan Sunah. Juga ketika Umar tidak mau membagi-bagikan tanah hasil rampasan perang dengan mengambil pendapat minoritas agar tanah itu dibiarkan kepada pemiliknya dengan cukup mengambil pajaknya. . 7. maka perlu sebuah sistem yang sesuai dengan ajaran Islam.. tindakan. Pengambilan keputusan senantiasa dilakukan dengan musyawarah. Demokrasi tersebut harus berada di bawah payung agama. Adapun yang tidak sejalan adalah ketika suara rakyat diberikan kebebasan secara mutlak sehingga bisa mengarah kepada sikap.Menetapkan tanggung jawab setiap individu di hadapan Allah. Hukum dan kebijakan tersebut harus dipatuhi oleh semua warga.Komitmen terhadap islam terkait dengan persyaratan jabatan sehingga hanya yang bermoral yang duduk di parlemen. Rakyat diberi kebebasan untuk menyuarakan aspirasinya. 6. mengangkat. 5. . dan kebijakan yang keluar dari ketetapan Hukum Allah.Parlemen atau lembaga perwakilan rakyat harus diisi dan didominasi oleh orang-orang Islam yang memahami dan mengamalkan Islam secara baik. 4. Contohnya kasus Abu Bakr ketika mengambil suara minoritas yang menghendaki untuk memerangi kaum yang tidak mau membayar zakat. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konsep demokrasi tidak sepenuhnya bertentangan dan tidak sepenuhnya sejalan dengan Islam.Seluruh warga atau sebagian besarnya harus diberi pemahaman yang benar tentang Islam sehingga aspirasi yang mereka sampaikan tidak keluar dari ajarannya. Fatwa Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albany rahimahullah Tentang Keikutsertaan Dalam Pemilu SoalKedua : Apakah hukum syar‟I memberikan dukungan dan sokongan berkaitan dengan masalah yang telah disebutkan terdahulu ( maksudnya: pemilihan umum ) ? Jawaban: Pada saat ini kami tidak menasehati seorangpun dari saudara-saudara kami kaum muslimin untuk mencalonkan dirinya menjadi anggota parlemen yang tidak berhukum kepada hukum Allah. Prinsip dan konsep demokrasi yang sejalan dengan islam adalah keikutsertaan rakyat dalam mengontrol. 2. agar sistem islami di atas terwujud. Yaitu di antaranya: 1. Musyawarah atau voting hanya berlaku pada persoalan ijtihadi. serta dalam menentukan sejumlah kebijakan lewat wakilnya. . Suara mayoritas tidaklah bersifat mutlak meskipun tetap menjadi pertimbangan utama dalam musyawarah.

tertanggal 19 Jumadil Akhirah 1412 H. malah justru ia telah merusak dirinya sendiri. Sedangkan terjemahan ini diambil dari kitab Madarik An Nazhar Fi As Siyasah hal. Saya mengatakan ini walaupun saya yakin bahwa pencalonan dan pemilihan ini tidak dapat merealisasikan tujuan yang diharapkan seperti telah dijelaskan terdahulu. tujuan utamanya bukan untuk kepentingan dunia atau ketamakan terhadap harta. 340-341 ) Fatwa Syekh ‘Abdul ‘Aziz ibn Baz rahimahullah.Ditambah lagi jika seiring dengan perjalanan waktu.Kemudian mereka hendaknya memilih orang yang paling dekat kepada manhaj ilmu yang shahih sebagai suatu upaya untuk menolak kemafsadatan yang lebih besar dengan menempuh kemafsadatan yang lebih kecil sebagaimana telah dijelaskan. (Fatwa ini adalah bagian dari faksimili yang dikirimkan oleh Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albany kepada Partai FIS Aljazair. Dimuat di majalah Al Ashalah edisi 4 hal 15-22. memperjuangkan yang haq dan mencegah kebatilan. Ini yang pertama.ia tidak mampu untuk mengubah satupun pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang itu yang menyelisihi Islam. maka – dalam kondisi seperti ini. Akan tetapi barang siapa yang masuk ke dalamnya dengan landasan ilmu dan pijakan yang kuat.Tentang Dewan / Majelis Legislatif Soal: Banyak penuntut ilmu syar‟I yang bertanya-tanya tentang hukum masuknya para du‟at dan ulama ke dalam dewan legislatif dan parlemen. sang anggota parlemen mengubah gaya penampilannya yang Islamy dengan mengikuti gaya Barat agar dapat sejalan dengan (gaya) para anggota parlemen lainnya ! Maka ia masuk ke dalam parlemen dengan tujuan memperbaiki orang lain. sebagaimana telah terbukti di beberapa Negara yang undang-undangnya memuat teks tersebut (bahwa “agama Negara adalah Islam”-pen). bertujuan menegakkan yang haq dan mengarahkan manusia kepada kebaikan serta menghambat kebatilan. ia kemudian turut pula menyetujui beberapa hukum yang menyelisihi Islam dengan alasan belum tiba / tepat waktunya untuk melakukan perubahan. dengan niat baik seperti ini. (Seperti kata pepatah) hujan itu mulanya hanya setetes namun kemudian menjadi banjir ! Oleh sebab itu kami tidak menyarankan seorangpun untuk mencalonkan dirinya (sebagai anggota parlemen). . Maka apakah batasan untuk hal ini ? Jawab: Masuk ke dalam parlemen dan dean legislatif adalah sangat berbahaya. Sebagaimana yang kita saksikan di beberapa negara. Masuk ke dalamnya sangatlah berbahaya. ia masuk benar-benar hanya untuk menolong agama Allah.kami menasehatkan agar setiap muslim memilih (calon anggota legislatif) dari kalangan Islam saja dan orang yang paling dekat dengan manhaj yang shahih sebagaimana telah dijelaskan (manhaj salaf-pen). Akan tetapi saya memandang tidak ada halangan bagi rakyat muslim bila dalam daftar calon anggota legsilatif itu terdapat orang-orang yang memusuhi Islam dan terdapat pula calon-calon anggota legislatif muslim dari partai yang memiliki manhaj yang berbeda-beda. yaitu mengenakan jilbab yang syar‟I dan tidak bercampur baur (ikhthilath) dengan kaum pria. serta turut serta dalam pemilihan umum di negara yang tidak menjalankan syari‟at Allah. Soal ketiga : Apakah hukum keluarnya kaum wanita untuk turut serta dalam pemilihan umum ?Jawaban: Dibolehkan bagi mereka untuk keluar dengan syarat yang telah diketahui bersama yang harus mereka penuhi.sebagai suatu upaya untuk meminimalisir kejahatan atau sebagai suatu bentuk usaha untuk menolak kemafsadatan yang lebih besar dengan menempuh kemafsadatan yang lebih kecil sebagaimana yang dikatakan oleh para fuqaha’.

(Fatwa ini dimuat dalam majalah Al Ishlah edisi 242-27 Dzulhijjah 1413 H/23 Juni 1993 M. bila ia menemukan sesuatu yang menyelisihi syari‟at maka ia berusaha menolak / membantahnya. maka tidak diperbolehkan. (maka ia mencoba lagi) pada kedua dan ketiga.Akan tetapi jika ia masuk ke dalamnya dengan tujuan duniawi atau ketamakan untuk mendapatkan kedudukan. Adapun terjemahan ini diambil dari buku Ash Shulhu Khair terbitan Jama‟ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah di Sudan). memperjuangkan dan menjelaskan yang haq dengan dalil-dalilnya agar semoga saja dewan dan majelis itu mau kembali dan bertaubat kepada Allah. tentang masuk ke dalam majelis legislatif padahal negara itu tidak menerapkan syari‟at Allah dengan sempurna. Adapun terjemahan ini dinukil dari buku Ash Shulhu Khair terbitan Jama‟ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah di Sudan). atau (bila tidak berhasil) pada tahun pertama. maka ini adalah . Namun jika (pemerintahan) itu dibiarkan lalu kesempatan itu diberikan kepada orang-orang yang jauh dari (cita-cita) penerapan syari‟at maka ini adalah sebuah kelalaian yang besar yang tidak seharusnya seseorang itu memiliki / melakukannya. Dan dalam kondisi seperti ini. yaitu bahwa sudah seharusnya (ada yang) masuk dan turut serta dalam pemerintahan.Seputar Menjadi Anggota Parlemen Soal: Bagaimana hukum menjadi anggota parlemen ? Jawaban: Apa yang akan terealisasi dengan masuknya ia menjadi anggota parlemen ? Kemashlahatan bagi kaum muslimin ? Bila hal itu berdampak bagi kemashlahatan kaum muslimin dan mengupayakan perubahan terhadap parlemen itu menuju Islam. maka (ia mencoba terus) untuk kedua kalinya. atau (bila tidak berhasil pada ) bulan pertama.maka saya memandang tidak mengapa melakukan hal itu. bagaimana pandangan Anda tentang masalah ini semoga Allah senantiasa menjaga Anda! Jawaban: Kami telah pernah menjawab pertanyaan serupa beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan Allah memberikan manfa‟at dengannya hingga (dewan) itu dapat menerapkan syari‟at (Allah). Fatwa Syekh Muhammad Ibn Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah Tentang Hukum Masuk Ke Dalam Parlemen Soal: Fadhilah Asy Syekh semoga Allah senantiasa menjaga Anda-. Dan hendaknya seseorang dengan masuknya ia ke dalam pemerintahan meniatkannya untuk melakukan perbaikan bukan untuk menyetujui setiap keputusan yang dikeluarkan. Dengan niat dan maksud seperti ini disertai ilmu dan pijakan yang kuat. Fatwa Syekh Shalih Al Fauzan hafizhahullah. (Ini) iila ia masuk (dalam perlemen) dengan niat seperti ini dan ia mempunyai pijakan yang kuat agar ia dapat memperjuangkan dan meMpertahankan yang haq serta menyerukan untuk meninggalkan kebatilan. bahkan seyogyanya dilakukan agar dewan dan majelis seperti itu tidak kosong dari kebaikan dan pendukungpendukungnya. maka Allah Jalla wa „Ala akan memberinya balasan atas usaha ini. Walaupun pada kali pertama dia tidak banyak orang yang mengikuti dan mendukungnya. (maka ia mencoba lagi) pada tahun kedua maka di masa yang akan datang akan ada pengaruh yang baik. Sebab ia harus masuk dengan niat mengharapkan Wajah Allah dan negeri Akhirat. (Fatwa ini dimuat dalam majalah Al Furqan edisi 42-Rabi‟ Ats Tsani 1414 H/Oktober 1993 M.

lalu apa yang terjadi ? Anda sekalian tahu atau tidak apa yang terjadi pada Nabi Yusuf -‟alaihissalam. serta menolak kemafsadatan dan menguranginya. Yusuf „alaihissalammasuk ke dalam jajaran kementrian seorang raja di zamannya. aqidah dan diennya. Artinya bila kemafsadatan itu tidak dapat ditolak seluruhnya. dan bila mereka tidak mau menerimanya. lalu dimuat dalam buku Ash Shulhu Khair terbitan Jama‟ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah di Sudan). ini tidak diperbolehkan. Bila mereka tidak mempersyaratkan ia harus mengakui hal-hal (yang kufur) itu dan ia tetap berada di atas keislamannya. Beliau kemudian menjadi raja Mesir. tentu saja bila tidak mengakibatkan ia harus mengakui kekufuran. Tidak dibenarkan mengakui kekufuran walaupun dengan tujuan yang mulia. Yakni ia meninggalkan agamanya dengan alasan untuk berda‟wah ke jalan Allah.? Apa yang dilakukan Yusuf ketika beliau masuk ? Ketika sang raja mengatakan bahwa engkau hari ini telah menjadi orang yang terpercaya dan memiliki posisi kuat dalam pandangan kami. Salah seorang nabi Allah menjadi raja Mesir. Soal: Tapi hal itu terkadang mengharuskan seseorang untuk mengorbankan beberapa hal yang ia yakini ? Jawaban: Mengorbankan maksudnya melakukan tindakan kufur kepada Allah atau apa ? (Yang hadir menjawab ) : Mengakuinya. apa yang akan ia lakukan ? Memaksa mereka ? Tidak mungkin memaksa mereka. lalu dengan masuknya ia (dalam parlemen) terdapat kemashlahatan bagi kaum muslimin. Para ulama mengatakan “Mendatangkan mashlahat atau menyempurnakannya”.” Lalu kemudian beliaupun masuk (ke pemerintahan) hingga akhirnya kekuasaanpun berada di tangan Yusuf „alaihissalam-. Dan bila masuknya mereka demi kemashlahatan kaum muslmin dan da‟wah ke jalan Allah –sehingga semuanya dapat bepangkal pada kebaikan kaum musliminmaka ini adalah perkara yang harus dilakukan. pengakuan ini tidak boleh dilakukan. Ini semua bergantung pada maksud dan niatnya serta hasil yang akan dicapai. sebab saya adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. Jawaban: Tidak.perkara yang baik. . Namun jika hanya sekedar untuk menerima dan tunduk kepada apa yang mereka inginkan. Setidak-tidaknya mengurangi bahaya / kemudharatan bagi kaum muslimin dan mendapatkan sebagian kemashlahatan jika tidak memungkinkan meraih semua kemashlahatan. saya ingin berda‟wah ke jalan Allah . Seseorang tidak boleh menjadi kafir lalu mengatakan bahwa tujuan saya adalah mulia. ini tidak benar. walaupun hanya sebagian saja. artinya bila mashlahat itu tidak dapat diraih seluruhnya. Sebab bila demikian maka ini tidak dibolehkan. Dan bila masuknya ia sebagai anggota parlemen hanya karena ketamakan pada kekuasaan dan harta. lalu kemudian mendiamkan (kebatilan) dan menyetujui (kebatilan) yang mereka kerjakan maka ini tidak diperbolehkan.(Fatwa ini berasal dari sebuah kaset yang direkam dari Syekh.Maka bila masuknya ia akan mendatangkan hasil yang baik maka ia hendaknya masuk. maka beliau mengatakan : “Angkatlah aku sebagai bendaharawan negara. (Dengan kata lain) menempuh kemudharatan yang paling ringan di antara dua kemudharatan demi mencegah terjadinya kemudharatan yang lebih besar. maka tidak apa-apa walaupun hanya sebagian yang dapat dicapai. (Para ulama) mengatakan bahwa Islam datang untuk meraih kemashlahatan dan menyempurnakanya. ia pun meninggalkan mereka . dan tidak ada kemashlahatan bagi kaum muslimin dengan masuknya ia maka ia tidak dibolehkan untuk menjadi anggota parlemen. maka setidaknya ia berkurang dan lebih ringan. dengan syarat tidak menyebabkan terjadinya kemafsadatan yang lebih besar.

Ketiga. 2008 by Situs islam: www. bukan di tangan Allah. karena sama saja memusuhi syariat .id . walaupun bertentangan dengan mayoritas rakyat.or. Jika demikian. Barangsiapa menghalalkan sesuatu yang haram maka dia kafir. tidak boleh tunduk kepada suara mayoritas. Pada dasarnya. www. padahal yang banyak itu tidak selalu benar.almanhaj. Implikasinya hak membuat hukum ada di tangan rakyat. Saya kira realitas politik mutakhir menampakkan paradoks demokrasi itu. Sedangkan mengikuti pemilu dgn meyakini bahwa pada dasarnya hak membuat hukum adalah di tangan Allah.id . tetapi hanya tunduk kepada hukum Allah “Pengertian demokrasi adalah kedaulatan itu di tangan rakyat.or.” “Dalam sistem demokrasi. Dan umat islam harus berusaha menghapusnya dan menggantinya dengan sistem khilafah islamiyah. sistem demokrasi. Maka syariat Islam bisa kalah. Kedua.KONSEP POLITIK DALAM ISLAM ( DEMOKRASI ADALAH MUSUH ISLAM ) Posted on Mei 1. Tetapi sebelum khilafah islamiyah terbentuk.id KONSEP POLITIK DALAM ISLAM ( DEMOKRASI ADALAH MUSUH ISLAM ) Prinsip-prinsip islam berlawanan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Atau dengan kata lain meyakini bahwa rakyat tidak wajib berhukum dengan hukum islam. dan “terpaksa” mengikuti pemilu (dan proses demokrasi) dengan tujuan menegakkan hukum Allah “semampunya” lewat parlemen. kekuasaan hanya milik Allah dan bukan milik rakyat. diantaranya: Pertama. seperti kata pepatah: tiada rotan akar pun jadi. www.or.muslim. Sedangkan mendukung partai sekuler maka jelas haram. hukum yang sah berlaku hanyalah hukum Allah dan rosulNya. namun tetap terlarang menurut sebagian ulama salafy (misalnya Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi‟i). bukan di tangan Tuhan. Apa demokrasi itu kafir? Ya.” Apa pemilu itu musyrik? Ya. agar kekuasaan tidak jatuh ketangan orang-orang jahat/kafir maka diperbolehkan menurut sebagian ulama dari kalangan ikhwanul muslimin (misalnya Yusuf Al Qardhawi). jika peserta pemilu menuhankan kotak suara. yang menang itu tidak selalu benar. untuk sementara boleh saja berjuang lewat pemilu-parlemen-parpol islam. pemilu dan parlemen adalah sistem yang tidak ideal dan tidak sesuai dengan sistem islam. Bukan yang paling baik dan paling benar yang menjadi pemenang. Maka demokrasi itu bertentangan dengan Islam yang mengakui hak membuat hukum itu hanya milik Allah. Menyekutukan Tuhan dalam hak membuat hukum adalah kemusyrikan. meyakini bahwa kedaulatan sepenuhnya ditangan rakyat.alsofwah. jika para penganut paham demokrasi menganggap rakyat memiliki hak untuk membuat hukum yang bertentangan dengan hukum Allah.

Apa saja diadakan. „timokrasi‟ (negara dipimpin para ksatria pecinta kehormatan). Karenanya. Jika rakyat suka berjudi. maka mereka akan mengangkat seorang tiran untuk memulihkan aturan. buktinya Amerika oke2 aja tuh kliatannya… Intinya adalah: menegakkan syariat islam itu wajib. dan oligarchi (negara dipimpin oleh sedikit orang). maka mereka akan memilih partai yang menggalakkan pengajian. lebih rendah nilainya dibandingkan aristokrasi (negara dipimpin para pecinta hikmah/kebenaran). semua orang ingin berbuat menurut kehendaknya sendiri. waspadalah dalam mensikapi berbagai slogan dan propaganda serta aktivitas kaum imperialis di dunia Islam. Kebebasan menjadi sempurna. yang penting dapat dukungan. Banyak sekali slogan dan wajah manis yang disajikan di hadapan kita. Di negara demokrasi (pemerintahan oleh rakyat – the rule of the people). ada partai yang mempunyai program seperti “tong sampah”. Ketika rakyat lelah dengan kebebasan tanpa aturan. Karena ingin meraih suara rakyat itulah. Dalam sistem demokrasi yang meyakini. seperti diceritakan muridnya. kata Socrates. maka mereka akan memilih pemimpin yang mendukung hobi mereka. tapi sebenarnya hanyalah tipuan belaka. Jika rakyat suka dangdut. Tapi nampaknya socrates salah. maka rakyat akan memilih pemimpin sesuai dengan seleranya. Uncategorized 085729955346 « FILM FITNA ADALAH FITNAH TERHADAP ISLAM SMS LUCU – SMS HUMOR – SMS JAYUS – SMS. Allah SWT mengingatkan kita dalam firman-Nya: Telah nampak kebencian dari mulut-mulut mereka. dan semoga Ia mengumpulkan kita semuanya di atas kebenaran dan petunjuk dan menyelamatkan kita semuanya dari berbagai fitnah baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Ali Imran[3]:118).ANEH – SMS HUMOR – SMS CINTA – SMS GAUL – SMS RAMUTU » . Slogan demokratisasi ternyata mengandung muatan kepentingan negara besar pengemban ideologi kufur sekulerisme kapitalisme. maka ia akan memilih partai yang mendukung dangdut. bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. Filed under: anti sekulerisme. Wahai kaum Muslim. dan apa yang disembunyikan di dada mereka lebih besar (TQS. Sesungguhnya Allah Maha penolong atas segala hal dan Dia Maha kuasa atasnya. Sekilas nampak baik. yang akhirnya menghancurkan negara mereka sendiri. Plato (427-347 SM). Socrates. Saya memohon pada Allah „Azza wa Jalla semoga memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk mendapatkan ilmu yang bermanfa‟at dan beramal dengannya serta berda‟wah kepadanya di atas hujjah yang nyata. dalam karyanya The Republic. (… when men tire of the lawlessness of a liberty… they appoint a strong man to restore order). Jika rakyat hobi pengajian. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam serta keberkahan kepada hamba-Nya dan RasulNya Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kemudian Suka Be the first to like this.islam. memandang demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang tidak ideal. dan sekulerisme itu haram.

” sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq pernah berpidato seperti itu… . Mudatsir. Ngaku Islam kok pikirannya seperti ini………. tetapi tdaklah aku Orang yang lebih baik daripada kamu. 2009 at 4:09 am said: Asssalamualaikum Luas mana pandanganmu dibandingkan Rasul dan sahabatnya. 2009 at 8:13 am said: „Wahai Manusia. 4. Sempit amat otak luuuuuu…… 3.. on Desember 11.. tsuparmi. sebab akan ku ambilkan daripada si kuat akn haknya. 2008 at 4:34 am said: KITA DEBAT YUK…. insya Allah. khullafa urrasidin. islam bukanlah berdasarkan luasnya pikiran dan pandanganmu tapi islam adalah dibangun di atas Al Quran dan As Sunnah dan menurut pemahaman sahabat Nabi bukan menurut pemahaman orang orang yang datang belakangan seperti anda Negara islam yang terbaik adalah yang dipimpin Rasul dan sahabatnnya.koq mereka tidak mengajarkan dan mengamalkan demokrasi? Bung..yang mereka bangun diatas aturan islam bukan diatas demokrasi yang dibikin oleh musuh musuh islam seperti yahudi cs Belajarlah islam kepada guru yang benar jangan pada sembarang orang yang mengedepankan otaknya yang memang sempit alias terbatas lalu meningggalkan apa kata Allah dan apa kata Rasul dan apa kata sahabat nabi. Seorang muslim harus punya pandangan luas…. didi.. Luas mana pandanganmu dibandingkan Imam Syafii.. on Desember 12. sehingga hak si lemah aku tarik daripadanya. Tetapi kalo aku bersalah.. 2008 at 8:30 am said: gimana bisa membentuk khilafah islamiyah????? kalo masih gabung di parlemen.. on Februari 3. palagi bentuk partai…… ingat !!!! barang siapa menyamai suatu golongan. Kejujuran adalah suatu amanat. Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah SWT dan rasulnya. pada sisiku hanyalah lemah. tegakkanlah aku kembali. kedusataan adalah suatu khianat. maka ia masuk ke dalam golongan tersebut… 2. on Maret 3.. HUBUNGI DI 08562599317.6 Tanggapan 1.. dukunglah aku. Orang yang kuat di antara kamu. sekarang aku telah menjabat pekerjaan kami ini. pada sisiku kuat. Maka jika aku telah berlaku baik dalam jabatanku. Orang lemah di sisimu.. Mudatsir.

Dasarnya: Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh. dan sebagian lagi dari mereka yang tidak mau mengikuti demokrasi. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka. politik bukan sistem islam. dan mengkafirkan pelaku demokrasi serta hanya mementingkan . sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. akan tetapi akar dari demokrasi terdapat dalam pemikiran Islam…. Diwakili oleh beberapa kelompok harokah.. Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. Kelompok pertama. Dia menganggap bahwa demokrasi. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku.Bukannya menjustifikasi barat. Sebenarnya islam mengenal kata siyasah (dalam kitab bahasa arab artinya mengatur) atau juga disebut politik. Demokrasi tidak bertentanagn dengan Islam. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dalam hal peralihan kepemimpinan. ashhaabii kannujuum biayyimuqtadaytum ihtadaytum… sekian. Dalam kitab an nadhoil. Kepemimpinan adalah hal tauqifi atau baku tidak ada ruang ijtihad dalam hal ini.. tentang bagaimana menegakkan syariat islam. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu. Lalu muncullah sebagian golongan yang hanya menolak demorasi. Tanpa diusahakan Allah akan menurunkan pemimpin yang baik.sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi. partai. Dalam pengertian as siyasah asy syari’ah (politik islam) adalah mewujudkan kemaslahatan umum sesuai syariat islam. QS an nuur ayat 55 Kelompok ini berpendapat bahwa apabila kita menegakkan aqidah dengan benar. Islam adalah agama yang demokrat. hukum-hukum akibat sistem demokrasi (peraturan-peraturan) . sedangkan menggunakan tata cara yang bukan islam (baca: demokrasi). Demokrasi Dalam Islam 08 Maret 2010 Seorang teman bertanya. beramal sholeh. siyasah berarti mewujudkan kemaslahatan ummat.tizzzzzzzzzz. sehingga tidak mungkin menegakkan islam bila menggunakan alat ini. dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. umat islam terbagi dalam dua pendapat : 1. maka kepemimpinan itu akan datang sendiri.

Lalu siapa di antara kalian yang merasa dirinya berhak untuk maju mendahului Abu Bakar (masalah dunia/menjadi pemimpin) ? Orang-orang Anshor berkata “Kami berlindung kepada Allah untuk maju mendahului Abu .” (HR al Hakim) dan juga dikuatkan dari berbagai siroh dan ucapan Umar ra serta Ali Ra tentang tidak ditunjuknya khalifah pengganti oleh Rasulullah saw. mengajak berdialog dan kaum anshor berkata “minna amir wa minkum amir (dari kami pemimpin sendiri dan kalian punya pemimpin sendiri). coba buka kitab tarikh khulafa karya imam suyuthi terbitan al kautsar hal 5-6. Mereka menggunakan dalil : • Hadits “Anda lebih mengetahui masalah duniamu” Memang hadits ini berkaitan tentang masalah perawatan pohon kurma. a. tidaklah engkau menunjuk pengganti yang memimpin kami sepeninggalmu nanti?” Rasulullah berkata. “Wahai kaum Anshor tidaklah kalian tahu bahwa Rasulullah telah memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam shalat pada saat hidupnya (masalah akhirat). sehingga layak pemimpin dari golongan mereka. Mereka berpendapat darurat. fiqih. lalu Umar Ra berkata. masih ada ruang untuk berijtihad). dan semacamnya). kaidah umum adalah yang berlaku. naik taxi/bus dll yang tidak perlu SIM. • Rasulullah saw sewaktu meninggal dunia tidak memberikan wasiat siapa pemimpin selanjutnya. menunggu khalifah selanjutnya. lalu Abu bakar ra menyebutkan hadits nabi tentang pemimpin/kekuasaan di tangan Quraisy dan Hukum ditangan orang Anshor. mengatakan bahwa peralihan kepemimpinan adalah hal ijtihadiyah (bukan baku. Keluar dari pegawai pajak bila mengharamkan UU pajak. disini terdapat hadits dari Hudzaifah berkata : “Para sahabat bertanya. Sehingga dalam siroh nabawiyah (sejarah nabi) dikatakan bahwa pemakaman nabi saw tertunda tiga hari. karena yang berhak memimpin pemakaman adalah khalifah selanjutnya. kaum anshor telah memilih pemimpin sendiri dari kaum anshor sendiri mereka berpendapat bahwa kaum anshor di madinah adalah tuan rumah sedangkan kaum muhajirin adalah tamu. “Wahai Rasulullah. Kelompok kedua. Setelah meninggalnya Rasulullah saw. Jadi tidak ada kepastian (hal baku) dalam hal bagaimana cara pemilihan pemimpin. Apabila kelompok pertama mengatakan bahwa hadits ini hanya khusus kurma niscaya tidak berlaku hadits ini di Negara yang tidak ada kurma.pengkajian beberapa masalah islam (aqidah. misal ada sepeda listrik. tetapi sekarang tidak ada darurat untuk itu. • Peralihan kekuasan dari Rasulullah saw sampai ke khalifah selanjutnya berbeda-beda sehingga ini menegaskan bahwa pemilihan pemimpin adalah hal ijtihadiyah. Abu Bakar dipilih dengan pembai’atan tiba-tiba. “Sesungguhnya jika aku menunjuk penggantiku. maka dalil yang mengatakan ini hadits khusus tentang kurma adalah lemah. aku khawatir kalian akan menentang penggantiku itu dan Allah akan menurunkan adzab atas kalian. tetapi para ulama berpendapat bahwa al ibratu bi ummumilladzi la bi khususi sabab. 2. KTP. NPWP. maka Abu Bakar ra dan Umar ra. tidak mendirikan yayasan/organisasi karena harus mengikuti aturan uu yang menurut mereka thagut. Anehnya mereka masih mempunyai SIM. dan produk-produk hukum (DPR dst) yang menurut mereka thagut bahkan banyak diantaranya mereka masuk sendiri dalam lingkaran demokrasi (PNS dll).

sebenarnya ada beberapa hal yang masih sesuai dengan Islam. Umar ra dipilih menjadi pemimpin karena wasiat/penunjukan Abu Bakar ra. Ali ra dipilih karena paksaan pemberontak al khawarij dari Kufah dan Bashrah. Beberapa di antaranya yang dapat kami sebutkan antara lain adalah: 1. Dalam kitab Dalaail an Nubuwwah HR Imam Ahmad dan Imam Baihaqi (lengkapnya baca kitab tarikh khulafa hal 6) c. Bila kita jujur memilahnya. (Kaidah fiqih menghilangkan mafsadat lebih baik mendatangkan maslahat). f. Banyak hadits tentang ini salah satunya HR Imam Ahmad. Begitu juga dengan sistem pemilihan wakil rakyat yang secara umum memang mirip dengan prinsip ahlus syuro. 2. tetapi bila tidak mau dibaiat maka para pemberontak akan membunuh para sahabat Rasulullah.” Lalu terjadilah pembaiatan Abu Bakar ra. g. Sebelumnya Ali ra tidak mau karena bisa dikira dia orang dibalik pemberontak. yaitu penunjukan calon pemimpin (sebelumnya ada beberapa calon lalu mengerucut 2 calon ustman ra dan ali ra). Apabila pemimpin muslim. namun tidak selalu semua unsur dalam demokrasi itu bertentangan dengan ajaran Islam. • Kaidah menghilangkan mafsadat lebih baik mendatangkan maslahat. Sesuai dengan al qur�an merubah nasib suatu kaum bila kita Kita dengan inipun sebenarnya syariah. Dan Abdurrahman bin Auf yang membaiat Utsman ra. apabila memberontak maka akan banyak kaum muslimin terbunuh akibat perang.Bakar. lalu voting dengan suara terbanyak. Setelah ini sistem kerajaan (keturunan) Konsekuensi dari pendapat ini maka diusahakan. d. Konsep sistem dirubah secara frontal/revolusi/memberontak. e. masih sholat dan tidak melarang sholat walaupun dholim dalam islam dilarang melakukan bughot/memberontak. Prinsip syura (musyawarah) yang tetap ada dalam demokrasi meski bila deadlock diadakan voting. sepakat bahwa sistem Tetapi dalam menyikapi bisa 1. Utsman ra dipilih dengan sistem mirip Pemilu. Hasan ra juga berbeda melalui semacam DPR saat ini. Muawiyah dipilih setelah hasan ra menyerahkan kekuasaan kepadanya. kepemimpinan islam harus bahwa Allah tidak akan tidak berusaha merubahnya. Voting atau pengambilan suara itu sendiri bukannya sama sekali tidak ada dalam syariat Islam. Dasarnya Konsep sistem dirubah dengan bertahap. • Pengharaman Khamr (minuman keras) dengan bertahap • Rasulullah pada waktu futuh mekah (penaklukan mekah) tidak serta merta merubah ka’bah dan menghancurkan berhala. b. maka Ali ra mementingkan kemaslahatan umum. politik dalam belum merubah sesuai sistem berbeda. 2. 3. Memberi suara dalam pemilu sama dengan memberi kesaksian atas . Meski prinsip demokrasi itu lahir di barat dan begitu juga dengan trias politikanya.

pemalsuan dan penyelewengan para penguasa serta kerjasama mereka dalam kemungkaran bersama-sama dengan wakil rakyat. Juga praktek-praktek penipuan. sistem pemerintahan dan mengerti dunia perpolitikan. Namun sayangnya. Dan kalau untuk itu diperlukan sebuah kendaraan dalam bentuk partai politk. Paling tidak. secara peraturan dan asas dasar sistem demokrasi. Dan yang paling penting. Karena untuk tiba-tiba melahirkan khilafah. Semua ini tidak lain merupakan bagian dari langkah-langkah kongkrit menuju terbentuknya khilafah Islamiyah. Partai harus ini menawarkan konsep hukum dan undang-undang Islam yang selama ini sangat didambakan oleh mayoritas pemeluk Islam. Sistem pertanggung-jawaban para penguasa itu di hadapan wakil-wakil rakyat. penyadaran umat. Umat Islam sebenarnya mayoritas dan seharusnya adalah kelompok yang paling berhak untuk berkuasa untuk menentukan hukum yang berlaku dan memilih eksekutif (pemerintahan). paling tidak. umat Islammnya tidak bisa hidup dengan baik. 5. yang mayoritas adalah yang berhak menentukan hukum dan pemerintahan. hampir dapat dipastikan bisa dimenangkan oleh umat Islam karena mereka mayoritas. Bahkan sebagian dari ulama pun tidak ragu-ragu menggunakan istilah demokrasi. Dengan menguasai sebuah parlemen di suatu negara yang mayoritas muslim. Begitu juga dengan ustaz Khalid Muhammad Khalid yang malah terang-terangan mengatakan bahwa demokrasi itu tidak lain adalah Islam itu sendiri. Namun memang ada juga yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam. yaitu bila pendapat mayoritas bertentangan dengan hukum Allah. 4. kenyataan seperti itu tidak pernah disadari oleh umat Islam sendiri Tanpa adanya unsur umat Islam dalam parlemen. Jadi tidak mengapa kita sementara waktu meminjam istilah-isitlah yang telanjur lebih akrab di telinga masyarakat awam. dibutuhkan sekian banyak proses mulai dari penyiapan konsep. paling tidak masih ada peluang untuk �mengIslamisasi� wilayah kepemimpinan dan mengambil alihnya dari kelompok anti Islam. tidak adanya ikrar bahwa hukum tertinggi yang digunakan adalah hukum Allah SWT. Karena selalu dipimpin oleh penguasa zalim anti Islam. Mereka selalu menjadi penguasa dan umat Islam selalu jadi mangsa. Kesalahannya antara lain karena persepsi sebagian muslimin bahwa partai politik dan . asal partai itu memang tujuannya untuk memperjuangkan hukum Islam dan berbasis masyarakat Islam. Dan bila kursi itu bisa diraih. Adanya banyak partai sama kedudukannya dengan banyak mazhab dalam fiqih. asal di dalam pelaksanaannya tetap mengacu kepada aturan dan koridor syariat Islam. pola pergerakan dan yang paling penting adalah munculnya orang-orang yang punya wawasan dan ekspert di bidang ketata-negaraan. tentu bukan perkara mudah. seperti Ustaz Abbas Al-`Aqqad yang menulis buku Ad-Dimokratiyah fil Islam.kelayakan calon. yang terjadi justru di negeri mayoritas Islam. Termasuk adanya pembatasan masa jabatan penguasa. Dan di atas kertas. juga tidak masalah.

rusak agamanya. membangun SDM serta menyiapkan kekuatan ekonomi. Selamat memilih. . Atau sekalian fatwa yang membid`ahkan orang Islam bila hidup di negeri non-Islam. rusak akhlaqnya. bukan sekedar berbid`ah ria. Maka kita bertanggung jawab atas pilihan kita walaupun pilihan kita untuk tidak memilih. seharusnya dikeluarkan dulu fatwa yang membid`ahkan orang Islam bila memberikan suara kepada partai non Islam. peduli dan profesional. umat Islam punya peluang untuk menegakkan syariat Islam di negeri sendiri dan membentuk pemerintahan Islam yang iltizam dengan Al-Quran dan Sunnah. Semua itu adalah jalan dan peluang untuk tegaknya Islam. Jangan golput. jujur. seperti pembinaan masyarakat. Selain itu dakwah lewat parlemen harus diimbangi dengan dakwah lewat jalur lainnya. Dengan itu. baik. umat Islam justru ikut memilih dan memberikan suara kepada partai-partai sekuler dan anti Islam. bersih. Bila tujuan kita adalah sama tegaknya Islam di bumi Allah maka insyaallah walaupun kita berbeda dalam memandang hal ini maka kita akan bertemu dalam tujuan kita amin. Partai Islam dan Parlemen adalah peluang Dakwah: Karena itu peluang untuk merebut kursi di parlemen adalah peluang yang penting sebagai salah satu jalan untuk menjadikan hukum Islam diakui dan terlaksana secara resmi dan sah. Pilihlah pemimpin yang amanah. karena bila kita golput bisa bisa pemenangnya adalah orang yang fasik.pemilu itu bid`ah. Sehingga yang terjadi. Agar hukum yang berlaku adalah hukum Islam. pengkaderan para teknokrat dan ahli di bidang masing-masing. Karena itu sebelum mengatakan mendirikan partai Islam dan masuk parlemen untuk memperjuangkan hukum Islam itu bid`ah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->