Demokrasi Dan Politik Dalam Islam

oleh DAARUL HANIF pada 6 Oktober 2009 pukul 8:40 · Oleh Sulaiman bin Shalih Al-Khurasyi

Dr. Yusuf al-Qaradhawi mendukung demokrasi seraya berpendapat bahwa demokrasi merupakan alternatif terbaik untuk diktatorisme dan pemerintahan tirani. Berikut ini ringkasan pendapat Dr. Yusuf al-Qaradhawi mengenai demokrasi disertai dengan komentar terhadapnya. Dr. Yusuf al-Qaradhawi mengatakan: "Sesungguhnya sisi liberalisme demokrasi yang paling baik menurut saya adalah sisi politiknya, yang tercermin dalam penegakan kehidupan perwakilan, di dalamnya rakyat dapat memilih wakil-wakil mereka yang akan memerankan kekuasaan legislatif di parlemen, dan di dalam satu majelis atau dua majelis. Pemilihan ini hanya bisa ditempuh melalui pemilihan umum yang bebas dan umum, dan yang berhak menerima adalah yang mendapat suara paling banyak dari para calon yang berafiliasi ke partai politik atau non-partai. "Kekuasaan yang terpilih" inilah yang akan memiliki otoritas legislatif untuk rakyat, sebagaimana ia juga mempunyai kekuasaan untuk mengawasi kekuasaan eksekutif atau "pemerintah", menilai, mengkritik, atau menjatuhkan mosi tidak percaya, sehingga dengan demikian, kekuasaan eksekutif tidak lagi layak untuk dipertahankan. Dengan kekuasaan yang terpilih, maka semua urusan rakyat berada di tangannya, dan dengan demikian, rakyat menjadi sumber kekuasaan. Bentuk ini secara teoritis cukup baik dan dapat diterima, menurut kaca mata Islam secara garis besar, jika dapat diterapkan secara benar dan tepat, serta dapat dihindari berbagai keburukan dan hal-hal negatif yang terdapat padanya. Saya katakan "secara garis besar", karena pemikiran Islam memiliki beberapa kewaspadaan terhadap beberapa bagian tertentu dari bentuk di atas. Kekuasaan terpilih itu tidak memiliki penetapan hukum untuk hal-hal yang tidak diizinkan oleh Allah Ta'ala. Kekuasaan ini juga tidak boleh menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal atau menggugurkan suatu kewajiban. Sebab, yang mempunyai kekuasaan menetapkan hukum satu-satunya hanyalah Allah jalla Sya'nuhu. Manusia hanya boleh membuat hukum untuk diri mereka sendiri dalam hal yang diizinkan Allah Ta'ala saja. Artinya, hukum yang mengatur kepentingan dunia mereka yang tidak dimuat di dalam suatu nash tertentu, atau nash yang mengandung beberapa makna kemudian mereka memilih salah satu makna dan menggunakannya dengan memperhatikan kaidah-kaidah syari'at. Dalam hal itu terdapat medan yang sangat luas sekali bagi para pembuat undang-undang.

Oleh karena itu, harus dikatakan: "Sesungguhnya rakyat merupakan sumber kekuasaan dalam batas-batas syari'at Islam." Sebagaimana dalam Majelis Tasyri' (Badan Legislatif) harus ada komisi khusus yang dipegang oleh para ahli fiqih yang mampu mengambil kesimpulan dan melakukan ijtihad. Juga menilai berbagai ketetapan undang-undang, untuk mengetahui sejauh mana kesesuaiannya dan penyimpangannya dari syar'iat, walaupun sistem demokrasi sendiri tidak mensyaratkan hal tersebut, meski dalam undang-undang dinyatakan bahwa agama negara yang dianut adalah Islam. Kemudian, para calon wakil rakyat juga harus benar-benar memenuhi atau memiliki bekal yang kuat dalam agama dan akhlak serta beberapa ketentuan lainnya, misalnya keahlilan dalam bidang kepentingan umum dan lain sebagainya. Jadi, calon wakil rakyat tidak boleh dari seorang penjahat atau pemabuk atau suka meninggalkan shalat atau orang yang menganggap enteng agama. Di sana terdapat dua sifat yang disyaratkan Islam bagi setiap orang yang akan mengemban suatu pekerjaan. Pertama : Mampu mengemban pekerjaan ini dan mempunyai pengalaman di bidangnya. Kedua : Amanah. Dengan sifat amanah inilah suatu pekerjaan akan terpelihara dan pelakunya akan takut kepada Allah Ta'ala. Itulah yang diungkapkan oleh al-Qur'an melalui lisan Yusuf as , di mana dia mengatakan: "Artinya : Berkata Yusuf, jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. "' [Yusuf : 55] Juga dalam kisah Musa as, melalui lisan puteri seorang yang sudah tua renta: "Artinya : Karena sesungguhnya, orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya. " [Al-Qashash: 26] Dengan demikian, kekuatan dan ilmu memerankan sisi intelektual dan profesional yang menjadi syarat suatu pekerjaan, sedangkan kemampuan menjaga dan amanat mencerminkan sisi moral dan mental yang memang dituntut pula untuk keberhasilannya.[1] Dr. Yusuf al-Qaradhawi mengungkapkan: "Anehnya, sebagian orang memvonis demokrasi sebagai suatu yang jelas-jelas merupakan bentuk kemungkaran atau bahkan kekufuran yang nyata, sedang mereka belum memahaminya secara baik dan benar sampai kepada substansinya tanpa memandang kepada bentuk dan cirinya. Di antara kaidah yang ditetapkan oleh para ulama terdahulu adalah, bahwa keputusan (hukum) terhadap sesuatu merupakan bagian dari pemahamannya. Oleh karena itu, barangsiapa menghukumi sesuatu yang tidak diketahuinya, maka hukumnya adalah salah, meskipun secara kebetulan bisa benar. Sebab, ibaratnya ia merupakan lemparan yang tidak disengaja. Oleh karena itu, di dalam hadits ditetapkan bahwa seorang hakim yang memberi keputusan dengan didasarkan pada ketidaktahuan, maka dia berada di neraka, sebagaimana orang yang mengetahui

para pemikir dan pemimpin mereka untuk memikirkan bentuk dan cara lain."[2] Sesungguhnya Islam telah mendahului sistem demokrasi dengan menetapkan beberapa kaidah yang menjadi pijakan substansinya. dan rakyat tidak boleh digiring kepada aliran atau sistem ekonomi. sebagaimana yang didengungkan oleh beberapa orang yang tidak memahami sepenuhnya lagi tergesa-gesa!!?!" Sesungguhnya substansi demokrasi -tanpa definisi dan istilah akademis.yang benar. kebudayaan. dan diperjuangkan oleh banyak orang. Jika sebagian mereka menghalanginya. serta berdiri melawan kesewenangan para penguasa yang angkuh di muka bumi ini. baik di dunia belahan barat maupun timur. Di antara kaidah syari'at yang ditetapkan adalah. barangkali cara baru itu akan mengantarkan kepada yang lebih baik dan ideal. di mana ada sebagian bangsa bisa sampai kepadanya setelah melalui berbagai pertempuran sengit dengan penguasa tirani. tetapi Islam menyerahkan berbagai rinciannya kepada ijtihad kaum muslimin sesuai dengan pokok-pokok agama mereka. permusyawaratan. Karena. kepentingan dunia mereka. yang sampai sekarang dianggap sebagai jaminan yang paling baik untuk menjaga rakyat dari penindasan kaum tirani. juga hak opsi jika penguasa melakukan penyimpangan. maka balasannya adalah pemecatan atau bahkan penyiksaan dan pembunuhan. bahwa sesuatu yang menjadikan hal yang wajib tidak sempurna kecuali dengannya. Kelebihan demokrasi adalah. atau diatur oleh sistem yang mereka benci. Nabi saw sendiri pada perang Ahzab telah mengambil pemikiran . Selain itu. kita melihat bahwa kita harus mengambil beberapa hal dari cara-cara demokrasi guna mewujudkan keadilan. Tetapi. Apakah demokrasi ini mungkar atau kafir. sehingga mereka tidak dipimpin oleh penguasa yang tidak mereka sukai. Tidak ada satu syari'at pun yang melarang penyerapan pemikiran teori atau praktek empiris dari kalangan non-muslim. dan juga pembaharuan keadaan manusia. dan bahwasanya tujuantujuan syari'at yang diharapkan adalah jika tujuan-tujuan itu mempunyai sarana pencapaiannya. Sebagaimana yang terjadi di Eropa timur dan lain-lainnya. serta perkembangan kehidupan mereka sesuai dengan zaman dan tempat. dan yang banyak dari pemerhati Islam menganggapnya sebagai sarana yang bisa diterima untuk meruntuhkan kekuasaan monarki. bahwa ia mengarahkan di sela-sela perjuangannya yang panjang melawan kezhaliman dan kaum tirani serta para raja kepada beberapa bentuk dan sarana. sosial. tetapi dia menetapkan atau menghukumi dengan yang lain. Tidak ada larangan bagi umat manusia. Lalu apakah demokrasi yang didengung-dengungkan oleh berbagai bangsa di dunia. mereka juga harus mempunyai hak menilai dan mengkritik jika penguasa melakukan kesalahan. untuk mempermudah kepada hal tersebut dan merealisasikannya ke dalam realitas manusia. atau politik yang tidak mereka kenal dan tidak pula mereka setujui. maka ia itu menjadi wajib. penghormatan hak-hak asasi manusia. yang telah banyak menimpa masyarakat muslim. serta memotong kukukuku politik campur tangan. maka sarana ini boleh diambil sebagai alat menggapai tujuan tersebut.adalah memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memilih orang yang akan mengurus dan mengendalikan urusan mereka. yang menelan banyak darah dan menjatuhkan ribuan bahkan jutaan korban manusia.

selama tidak bertentangan dengan nash muhkam (yang jelas) dan tidak juga kaidah syari'at yang sudah baku. serta menolak berbagai perintah mereka jika bertentangan dengan undang undang rakyat. dan seperti juga pengeluaran undang-undang untuk mengatur lalu lintas jalan raya atau untuk mengatur bangunan . Selain itu. meski mereka itu musyrik. di samping berpegang pada demokrasi. saya telah mengisyaratkan bahwa merupakan hak kita untuk mengambil manfaat dari pemikiran. meskipun itu jabatan kepala negara. Sudah menjadi kebiasaan manusia untuk berbeda pendapat dalam hal tersebut. "[4] Sesungguhnya undang-undang menetapkan. dan kita harus memilih dari apa yang kita ambil untuk selanjutnya menambahkannya dan melengkapinya dengan bagian ruh kita serta hal-hal yang dapat menjadikannya sebagai bagian dari kita dapat dan menghilangkan identitas pertamanya. padahal strategi tersebut berasal dari strategi bangsa Parsi. strategi dan sistem yang bisa memberikan manfaat kepada kita. bahwa setiap undang-undang atau sistem yang bertentangan dengan syari'at yang baku dan permanen."penggalian parit". bahwa agama negara adalah Islam dan bahwasanya syari'at Islam adalah sumber hukum dan undangundang. serta memantau tindakan dan kebijakan mereka. Rasulullah saw pernah juga mengambil manfaat dari tawanan musyrikin dalam perang Badar "dari orang-orang yang mampu membaca dan menulis" untuk mengajarkan baca tulis anak-anak kaum muslim." dan mereka juga mempunyai hak untuk menurtmkan penguasa jika melakukan penyimpangan dan berbuat zhalim serta tidak mau menerima nasihat atau peringatan. di mana saja dia menemukannya. Hal seperti itu tidak pernah terbersit di dalam hati mayoritas penyeru demokrasi. maka dia yang paling berhak atasnya. bahwa kekuasaan itu hanya milik Allah semata. harus ditolak prinsip yang menyatakan. tetapi pemberian suara itu pada masalah-masalah ijtihadiyah yang mencakup lebih dari satu pendapat. hikmah itu adalah barang temuan orang mukmin. maka ungkapan semacam itu sama sekali tidak dapat diterima. Tetapi yang menjadi konsentrasi mereka adalah menolak kediktatoran yang sewenang-wenang. setiap yang dimaksudkan dengan demokrasi oleh mereka adalah memilih pemerintah oleh rakyat sesuai dengan hati nurani mereka. bahwa demokrasi berarti kekuasaan rakyat oleh rakyat dan karenanya."[5] Tidak ada ruang untuk pemberian suara dalam berbagai hukum pasti dari syari'at dan juga pokok-pokok agama serta halhal yang wajib dilakukan dalam agama. serta menolak pemerintahan otoriter terhadap rakyat."[3] Ungkapan seseorang yang mengatakan. Dimungkinkan juga untuk menambahkan pada undang-gundang materi yang secara tegas dan lantang menetapkan. dan kekuasaan itulah yang memiliki kalimat tertinggi.in. misalnya pemilihan salah satu calon yang akan menempati suatu jabatan. Dalam beberapa buku. Benar. Bagi para penyeru demokrasi tidak perlu harus menolak kekuasaan Allah atas manusia. atau dengan ungkapan Islam: "Jika mereka memerintahkan untuk berbuat maksiat. Dengan demikian. maka undang-undang itu adalah bathil. dan yang demikian itu merupakan penegasan akan kekuasaan Allah atau kekuasaan syari'at-Nya.

seperti misalnya. Artinya."[9] Di sini saya (Dr. Tidaklah dakwah Islam dan gerakannya dipukul habis-habisan serta tidak juga para penganut dan penyerunya dihajar dan dikejar-kejar melainkan oleh kekuasaan otoriter yang terkadang tanpa kedok dan terkadang dengan menggunakan kedok demokrasi palsu yang diperintahkan oleh kekuatan yang memusuhi lslam secara terang-terangan atau diarahkan dari balik layar. demokrasi dan lain-lainnya untuk mengungkapkan pengertian-pengertian Islam.tempat perdagangan atau industri atau rumah sakit. Padahal semestinya mereka mengambil pelajaran dari mereka dan menghindari berbagai kemaksiatan dan perbuatan hina yang menjadi sebab musnahnya negara mereka.[7] Ungkapan orang yang menyatakan. dan hal itu hanya sedikit sekali. tegas dan terang yang menyingkirkan perselisihan dan tidak mengandung perbedaan atau menerima pertentangan. Ungkapan ini hanyalah tepat pada hal-hal yang ditetapkan oleh syari'at secara gamblang. atau mengumumkan keadaan darurat atau tidak. syaitan itu bersama satu orang dan dia (syaitan) lebih jauh dari dua orang. bahwa saya bukan termasuk orang yang suka menggunakan kata-kata asing. syari'at dan realitas menyatakan harus ada murajjah (yang diunggulkan). skularisme diterapkan. dan tidaklah syari'at dihapuskan. dan perubahan "Khilafah Rasyidah" menjadi "kerajaan penindas" yang oleh sebagian sahabat disebut "kekaisaran". dan dalam hadits disebutkan: "Sesungguhnya. umatnya."[6].[8] Sesungguhnya petaka pertama yang menimpa umat Islam dalam perjalanan sejarahnya adalah sikap mengabaikan terhadap kaidah musyawarah. Yusuf al-Qaradhawi) perlu menekankan. . serta dakwahnya di zaman modern ini tidak lain adalah akibat dari pemberlakuan pemerintahan otoriter yang bertindak sewenang wenang terhadap umat manusia dengan menggunakan pedang kekuasaan dan emasnya. atau membatasi jabatan Presiden. maka apakah pendapat itu akan ditinggal menggantung begitu saja. pendapat dua orang itu lebih mendekati kebenaran daripada pendapat satu orang. Apa yang menimpa Islam. Jika banyak pendapat yang berbeda dalam masalah ini. Adapun yang salah harus ditolak meskipun didukung oleh 99 dari 100. memakai besi dan api. dan pembolehan membatasi masa pemilihan atau tidak. demikian seterusnya. kekuasaan absolut Kaisar telah berpindah kepada kaum muslimin dari berbagai kerajaan yang telah diwariskan Allah kepadanya. Sebab. mengharuskan pembayaran pajak tertentu atau tidak. bahwa tarjih (pengunggulan satu pendapat) itu adalah untuk yang benar meskipun tidak ada seorang pun pendukungnya. Itulah yang dikatakan: Jama'ah itu adalah yang sejalan dengan kebenaran meski engkau hanya sendirian. serta umat manusia diharuskan berkiblat ke barat melainkan dengan paksaan. atau yang lainnya yang oleh para ahli fiqih disebut sebagai "mashalihul mursalah. dan yang diunggulkan pada saat terjadi perbedaan pendapat adalah jumlah terbanyak. apakah ada tarjih tanpa murajjah (yang diunggulkan)? Ataukah harus ada murajjah? Sesungguhnya logika akal." Atau seperti juga pengambilan keputusan untuk mengumumkan perang atau tidak.

hal itu tidak menjadi masalah."[10] Saya (Dr. Po Box: 147 Bogor 16001. Abdul Ghoffar. Dalam hal ini. Cetakan Pertama . poros hukum itu tidak pada nama dan sebutan. maka hal itu secara otomatis menjadi sesuatu yang lain yang tidak mungkin kita sebut lagi sebagai demokrasi. maka pada saat itu tidak lagi disebut sebagai khamr. Yusuf al-Qaradhawi telah dengan sekuat tenaga membela demokrasi dalam menghadapi pemerintahan otokrasi atau pemerintahan tirani yang berbagai keburukan dan kesialannya telah dirasakan oleh Dr. Meski istilah itu datang dari luar kalangan kita. atau mengartikannya secara tidak benar atau yang tidak dikehendaki oleh orang-orang yang membicarakannya.Tetapi. tapi disebut cuka. Penerbit Pustaka Imam Asy-syafi'i. E. jika diambil dengan melakukan penyesuaian. demokrasi Barat tidak disebut demikian kecuali diambil dengan seluruh kandungannya. lalu mengapa kita harus menyebutnya demokrasi? Mengapa tidak menyebutnya syura (permusyawaratan) misalnya. tanpa harus dijebloskan ke dalam penjara yang gelap atau dihukum di atas tiang gantungan. Dr. perumpamaannya adalah sama dengan khamr jika rusak dengan sendirinya atau tindakan seseorang. yang di dalamnya kita bisa berdakwah kepada Allah dan juga kepada Islam. Penulis Sulaiman bin Shalih Al-Khurasyi. Penerjemah M. perubahan dan penyimpangan. dengan begitu hukum kita terhadapnya adalah hukum yang benar dan seimbang. daripada mengobati suatu penyakit dengan penyakit lain. tetapi pada kandungan dan substansinya. dapat penulis katakan: "Dr. sehingga kita tidak memahaminya secara keliru. Yusuf al-Qaradhawi adalah. Yusuf al-Qaradhawi adalah menyeru kepada penegakan hukum Islam dengan menerapkan sistem syura (permusyawaratan) yang adil. Tetapi.[12] [Disalin dari kitab Al-Qaradhaawiy Fiil-Miizaan. yang harus dilakukan oleh Dr. Jadi. Yusuf al-Qaradhawi) termasuk orang yang menuntut demokrasi dalam posisinya sebagai sarana yang sangat mudah dan teratur untuk merealisasikan tujuan kita dalam kehidupan yang mulia. sebagaimana kita telah beriman kepadanya. yang bisa jadi lebih berbahaya lagi bagi umat. jika suatu istilah telah menyebar luas di tengah-tengah umat manusia dan telah dipergunakan oleh banyak orang. lalu menambahkan beberapa hal yang sesuai dengan agama kita atau mengurangi beberapa hal darinya yang memang bertentangan dengan agama. Jika kita menyaring demokrasi ini. Edisi Indonesia Pemikiran Dr. Yusuf al-Qaradhawi Dalam Timbangan. menegakkan hukum Islam yang di dalamnya terdapat konsep musyawarah Islami yang sudah cukup bagi kita dan tidak lagi memerlukan demokrasi ala Barat meskipun kita memolesnya dengan berbagai kebaikan dan keindahan. Demikian pula demokrasi. Dengan demikian. Yang lebih baik dilakukan oleh Dr.Yusuf al-Qaradhawi dan Jama'ah Ikhwanul Muslimin. maka kita tidak perlu menutup pendengaran kita darinya. Yusuf al-Qaradhawi berusaha keras mempertahankan demokrasi dengan segenap daya dan upaya. Oleh karena itu.M. tetapi kita harus mengetahui maksud istilah tersebut."[11] Berkenaan dengan hal tersebut. Sebab.

Dr. Itulah yang membuatnya berbeda dengan syura Islam. Ibid (II/650). [11]. [2]. [12]. 2007 oleh fillah Persamaan dan Perbedaan antara Islam dan Demokrasi (3 dari 10 Tulisan) Biasanya. [10]. dalam al-Fitan dari `Umar (2166). Ibid (II/649). HR. Fataawa' Mu'aashirah (II/647-648). Ibid (II/646). Ibid (II/643). 78). Bagi yang berminat menambah pengetahuan tentang masalah demokrasi ini sekallgus mengetahui sisi-sisi negatif dan keburukannya. . [8]. hendaklah ia membaca risalah al-Islamiyyuun wa Saraabud Demoqrathiyyah karya `Abdul Ghani (telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia : Fenomena Demokrasi. Jadi. Al-Huluul al Mustaurida (hal. sudah sewajarnya jika demokrasi memiliki cacat. Fataazva'Mu'aashirah (II/637). ad-Demoqrathryyah fil Miizaan karya Sa'id Abdul Azhim dan Khamsuuna Mafsadah jaliyyah min Mafasidid Demoqrathiyyah karya `Abdul Majid ar-Riimi. Ibid (II/644-645) [5]. [7]. [4]. Ibid (II/650). Studi Analisis Perpolitikan Dunia Islam oleh Abdul Ghany bin Muhammad Ar-rahhal -ed). setiap prinsip buatan manusia lemah. [3]. [9]. Dhiyauddin ar Rais. [6]. « Pandangan dan Fatwa Ulama tentang Demokrasi dan Masuk Dalam Pemerintahan Mengenal Hukum-Hukum Syar’iyyah » Persamaan dan Perbedaan Sistem Politik Islam dan Demokrasi Juni 25. Haqiiqatud Demoqrathiyyah karya Muhammad Syakir asy-Syarif. ada pandangan yang bagus dan seimbang dari salah seorang pemikir Islam dari Mesir. Dalam hal persamaan dan perbedaan antara Islam dengan demokrasi. 77. Ibid (II/649).Dzulqa'dah 1423 H/Januari 2003] __________ Foote Note [1]. At-Tirmidzi.

Dalam menerangkan hal itu. suku-bangsa. bahasa dan adat-adat yang mengkristal. definisi bangsa atau umat dibatasi batas wilayah. tujuantujuan demokrasi modern Barat atau demokrasi yang ada pada tiap masa adalah tujuan-tujuan yang bersifat duniawi dan material. Namun dalam Islam. demokrasi selalu diiringi pemikiran nasionalisme atau rasialisme yang digiring tendensi fanatisme. Jadi. Pembuatan Undang-Undang atau hukum didasarkan pada alQuran dan Hadist. Ketiga. darah. ada tiga hal yang membedakan Islam dan demokrasi. dia mengatakan. kezaliman atau kemaksiatannya. Pada hakikatnya. Adapun demokrasi Islam selain mencakup pemenuhan kebutuhan duniawi (materi) mempunyai tujuan spiritual yang lebih utama dan fundamental. kebebasan berpikir dan berkeyakinan. Pertama. demokrasi ditujukan hanya untuk kesejahteraan umat (rakyat) atau bangsa dengan upaya pemenuhan kebutuhan dunia yang ditempuh melalui pembangunan.Persamaan antara Islam dan Demokrasi Dr. Adapun Imam harus menaatinya dan terikat UU. Jika maksud demokrasi adalah adanya dasar-dasar politik atau sosial tertentu (misalnya. unsur-unsur yang terkandung dalam demokrasi dan keistimewaannya pun sudah terkandung di dalam Islam. ijma. Dhiyauddin ar Rais mengatakan. alQuran dan asSunnah tanpa mendapat sanksi. Perbedaan antara Islam dan Demokrasi Menurut Dhiyauddin ar Rais. kedaulatan rakyat tidak mutlak. iklim. realisasi keadilan sosial. perbedaannya lebih banyak. pemikiran dan perasaan. Dengan demikian. ar Rais sampai pada kesimpulan bahwa antara Islam dan demokrasi tidak hanya memiliki persamaan di bidang politik. dalam demokrasi yang sudah populer di Barat. . pandangan Islam sangat manusiawi dan bersifat internasional. seperti hak hidup dan bebas mendapat pekerjaan). Dengan demikian. Semua hak tersebut dijamin dalam Islam Jika demokrasi diartikan sebagai sistem yang diikuti asas pemisahan kekuasaan. Kekuasaan legislatif sebagai sistem terpenting dalam sistem demokrasi diberikan penuh kepada rakyat sebagai satu kesatuan dan terpisah dari kekuasaan Imam atau Presiden. rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi tanpa peduli kebodohan. itu pun sudah ada di dalam Islam. Akhirnya. atau ijtihad. Ada beberapa persamaan yang mempertemukan Islam dan demokrasi. umat tidak terikat batas wilayah atau batasan lainnya. Lebih dari itu. kedaulatan umat (rakyat) menurut demokrasi Barat adalah sebuah kemutlakan. Persamaannya menyangkut pemikiran sisstem politik tentang hubungan antara umat dan penguasa serta tanggung jawab pemerintahan. atau memberikan jaminan hak-hak tertentu. ia masuk salah satu negara Islam terlepas dari jenis. Ikatan yang hakiki di dalam Islam adalah ikatan akidah. jelainkan berdasarka pada hukum-hukum syariat atau perintah Allah Swt. Imamah (kepemimpinan) ada di kekuasaan eksekutif yang memiliki kewenangan independen karena pengambilan keputusan tidak boleh didasarkan pada pendapat atau keputusan penguasa atau presiden. pembuatan UU terpisah dari Imam. negara. Adapun menurut Islam. Dengan kata lain. Kedua. Jika yang dimaksud dengan demokrasi seperti definisi Abraham Lincoln: dari rakyat dan untuk rakyat pengertian itu pun ada di dalam sistem negara Islam dengan pengecualian bahwa rakyat harus memahami Islam secara komprehensif. Namun. melainkan terikat dengan ketentuan-ketentuan syariat sehingga rakyat tidak dapat bertindak melebihi batasan-batasan syariat. Siapa pun yang mengikuti Islam. asas persamaan di hadapan undang-undang. warna kulit. bahasa atau batasan lain. Jadi. bahkan kedudukannya lebih tinggi dari Imam. peningkatan kekayaan atau gaji.

jika demokrasi berarti rakyat dapat mengubah hukum-hukum Allah Swt dan mengikuti kehendak mereka. Namun. Menurutnya.. « Memahami Sistem Pemilihan Dalam Islam dan Demokrasi Persamaan dan Perbedaan Sistem Politik Islam dan Demokrasi » Pandangan dan Fatwa Ulama tentang Demokrasi dan Masuk Dalam Pemerintahan Juni 25.Menurut Islam. kebebasan individu yang menjadikan muslimah memakai pakaian pendek. Islam menganut paham teokrasi .. al-Maududi menganggap demokrasi modern (Barat) merupakan sesuatu yang berssifat syirik... Ikhwan menerima demokrasi. Kekuasaan bukan pula di tangan tokoh-tokoh agamanya karena Islam tidak sama dengan teokrasi. Katanya..? selamat menikmati. Dr. masih lebih baik daripada tidak menolong. Islam tidak mengenal paham demokrasi yang memberikan kekuasaan besar kepada rakyat untuk menetapkan segala hal. menyeluruh (internasional). meskipun sedikit. Ikhwan menerima kebebasan individu dalam batas-batas yang dibolehkan Islam. Boleh masuk pemerintahan asal.sabar ya. Mengenai kebebasan individu.. =) Al-Maududi Dalam hal ini al-Maududi secara tegas menolak demokrasi. Menolong. Demokrasi adalah buatan manusia sekaligus produk dari pertentangan Barat terhadap agama sehingga cenderung sekuler. yaitu umat dan undang-undang atau syariat Islam. 2007 oleh fillah Pandangan dan Fatwa Ulama tentang Demokrasi dan Masuk Dalam Pemerintahan (4 dari 10 tulisan) Kalo ada yang mengatakan.. wah ulama yang diambil. Karenanya. minim dan atau seperti pria adalah haram dan Ikhwan tidak akan toleran dengan hal itu.. spiritual. Demokrasi seperti itulah yang dipahami aktivis Islam termasuk Ikhwanul Muslimun saat terjun di dalam kehidupan politik dan bernegara di negara demokrasi. Jawabannya.. Menurutnya. Jadi. kekuasaan tertinggi bukan di tangan penguasa karena Islam tidak sama dengan paham otokrasi. Jika demokrasi berarti rakyat memilih orang yang akan memimpin mereka. jika harus memakai istilah demokrasi tanpa mengabaikan perbedaan substansialnya sistem itu dapat disebut sebagai demokrasi yang manusiawi. kekuasaan tertinggi dalam Islam sangat nyata sebagai perpaduan dua hal. Namun. syariat pemegang kekuasaan penuh dalam negara Islam.. sekaligus material. Dhiyauddin ar Rasi menambahkan.. Ikhwan hanya mau terlibat dalam sistem yang memungkinkan syariat Islam diberlakukan dan kemungkaran dihapuskan.. Boleh pula disebut sebagai demokrasi Islam atau menurut al Maududy demokrasi teokrasi.pro demokrasi. Ikhwan menolak demokrasi. etis. Begitupun bukan di tangan UU karena Islam tidak sama dengan nomokrasi atau di tangan umat karena Islam bukan demokrasi dalam pengertian yang sempit. Ustadz Mamun al Hudhaibi hafizhahullah pernah ditanya pandangan Ikhwan tentang demokrasi dan kebebasan individu. religius. Wah belum baca kok dah komentar.

Jika suara yang keluar tiga lawan tiga. Mohammad Iqbal Kritikan terhadap demokrasi yang berkembang juga dikatakan oleh intelektual Pakistan ternama M. berarti ia telah menyalahi perintah Allah untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan. Jadi yang ditolak oleh Iqbal bukan demokrasi an sich. mereka tidak boleh akan memilih sesuatu yang tidak mereka sukai. Bahkan amar makruf dan nahi mungkar serta memberikan nasihat kepada pemimpin adalah bagian dari ajaran Islam. Salim Ali al-Bahnasawi Menurutnya. Melainkan. barangsiapa yang tidak menggunakan hak pilihnya sehingga kandidat yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenarnya tidak layak. Islam menolak seseorang menjadi imam shalat yang tidak disukai oleh makmum di belakangnya. Iqbal menawarkan sebuah konsep demokrasi spiritual yang dilandasi oleh etik dan moral ketuhanan.Juga kebebasan pers dan kebebasan mengeluarkan pendapat. dan untuk rakyat telah mengabaikan keberadaan agama. sisi buruknya adalah penggunaan hak legislatif secara bebas yang bisa mengarah pada sikap menghalalkan yang haram dan menghalalkan yang haram. .(berdasarkan hukum Tuhan). sejalan dengan kemenangan sekularisme atas agama. oleh rakyat. Misalnya: . menurut Iqbal Islam tidak dapat menerima model demokrasi Barat yang telah kehilangan basis moral dan spiritual. suara mayoritas yang diambil ini adalah selama tidak bertentangan dengan nash syariat secara tegas. . Karena itu. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal.Penetapan hukum yang berdasarkan suara mayoritas juga tidak bertentangan dengan prinsip Islam. . substasi demokrasi sejalan dengan Islam. Tentu saja bukan teokrasi yang diterapkan di Barat pada abad pertengahan yang telah memberikan kekuasaan tak terbatas pada para pendeta. Sementara. Demikian juga dengan Islam. ia menawarkan adanya islamisasi sebagai berikut: . Iqbal.Pemilihan umum termasuk jenis pemberian saksi. Mereka ditunjuk Umar sebagai kandidat khalifah dan sekaligus memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah berdasarkan suara terbanyak. Parlemen sebagai salah satu pilar demokrasi dapat saja menetapkan hukum yang bertentangan dengan nilai agama kalau anggotanya menghendaki. Karenanya. Contoh lain adalah penggunaan pendapat jumhur ulama dalam masalah khilafiyah. Tentu saja. Sementara. Yaitu Abdullah ibn Umar. Atas dasar itu. Yusuf al-Qardhawi Menurut beliau. prakteknya yang berkembang di Barat. mereka harus memilih seseorang yang diunggulkan dari luar mereka. Tentu saja. Contohnya dalam sikap Umar yang tergabung dalam syura. demokrasi modern menjadi kehilangan sisi spiritualnya sehingga jauh dari etika. Sisi baik demokrasi adalah adanya kedaulatan rakyat selama tidak bertentangan dengan Islam.Dalam demokrasi proses pemilihan melibatkkan banyak orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin dan mengurus keadaan mereka. serta otoritas pengadilan merupakan sejumlah hal dalam demokrasi yang sejalan dengan Islam. demokrasi mengandung sisi yang baik yang tidak bertentangan dengan islam dan memuat sisi negatif yang bertentangan dengan Islam. Karena itu. lainnya yang tidak terpilih harus tunduk dan patuh. Demokrasi yang merupakan kekuasaan dari rakyat. . Menurut Iqbal.Usaha setiap rakyat untuk meluruskan penguasa yang tiran juga sejalan dengan Islam.

Wakil rakyat harus berakhlak Islam dalam musyawarah dan tugas-tugas lainnya. Contohnya kasus Abu Bakr ketika mengambil suara minoritas yang menghendaki untuk memerangi kaum yang tidak mau membayar zakat. Fatwa Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albany rahimahullah Tentang Keikutsertaan Dalam Pemilu SoalKedua : Apakah hukum syar‟I memberikan dukungan dan sokongan berkaitan dengan masalah yang telah disebutkan terdahulu ( maksudnya: pemilihan umum ) ? Jawaban: Pada saat ini kami tidak menasehati seorangpun dari saudara-saudara kami kaum muslimin untuk mencalonkan dirinya menjadi anggota parlemen yang tidak berhukum kepada hukum Allah. maka perlu sebuah sistem yang sesuai dengan ajaran Islam. .Menetapkan tanggung jawab setiap individu di hadapan Allah. Juga ketika Umar tidak mau membagi-bagikan tanah hasil rampasan perang dengan mengambil pendapat minoritas agar tanah itu dibiarkan kepada pemiliknya dengan cukup mengambil pajaknya. Akhirnya.. Yaitu di antaranya: 1. Suara mayoritas tidaklah bersifat mutlak meskipun tetap menjadi pertimbangan utama dalam musyawarah.Parlemen atau lembaga perwakilan rakyat harus diisi dan didominasi oleh orang-orang Islam yang memahami dan mengamalkan Islam secara baik. langkah yang harus dilakukan: . serta dalam menentukan sejumlah kebijakan lewat wakilnya. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konsep demokrasi tidak sepenuhnya bertentangan dan tidak sepenuhnya sejalan dengan Islam. Rakyat diberi kebebasan untuk menyuarakan aspirasinya. agar sistem islami di atas terwujud. 7. dan kebijakan yang keluar dari ketetapan Hukum Allah. tindakan. 2. walaupun (negara) itu telah mencantumkan dalam undang-undangnya “agama Negara adalah Islam” sebab teks semacam ini telah terbukti bahwa ia dicantumkan hanya untuk „meninabobokkan‟ para anggota parlemen yang masih baik hatinya !! Hal itu disebabkan karena . Pengambilan keputusan senantiasa dilakukan dengan musyawarah.Mayoritas bukan ukuran mutlak dalam kasus yang hukumnya tidak ditemukan dalam Alquran dan Sunnah (al-Nisa 59) dan (al-Ahzab: 36). Prinsip dan konsep demokrasi yang sejalan dengan islam adalah keikutsertaan rakyat dalam mengontrol. Hukum dan kebijakan tersebut harus dipatuhi oleh semua warga. dan menurunkan pemerintah. .Komitmen terhadap islam terkait dengan persyaratan jabatan sehingga hanya yang bermoral yang duduk di parlemen. Demokrasi tersebut harus berada di bawah payung agama. 6.Seluruh warga atau sebagian besarnya harus diberi pemahaman yang benar tentang Islam sehingga aspirasi yang mereka sampaikan tidak keluar dari ajarannya. 4. 3. Karena itu. Adapun yang tidak sejalan adalah ketika suara rakyat diberikan kebebasan secara mutlak sehingga bisa mengarah kepada sikap. mengangkat. . Musyawarah atau voting hanya berlaku pada persoalan ijtihadi. 5. Produk hukum dan kebijakan yang diambil tidak boleh keluar dari nilai-nilai agama. bukan pada persoalan yang sudah ditetapkan secara jelas oleh Alquran dan Sunah. .

maka – dalam kondisi seperti ini. sang anggota parlemen mengubah gaya penampilannya yang Islamy dengan mengikuti gaya Barat agar dapat sejalan dengan (gaya) para anggota parlemen lainnya ! Maka ia masuk ke dalam parlemen dengan tujuan memperbaiki orang lain.ia tidak mampu untuk mengubah satupun pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang itu yang menyelisihi Islam. . Maka apakah batasan untuk hal ini ? Jawab: Masuk ke dalam parlemen dan dean legislatif adalah sangat berbahaya. ia masuk benar-benar hanya untuk menolong agama Allah. (Seperti kata pepatah) hujan itu mulanya hanya setetes namun kemudian menjadi banjir ! Oleh sebab itu kami tidak menyarankan seorangpun untuk mencalonkan dirinya (sebagai anggota parlemen). Saya mengatakan ini walaupun saya yakin bahwa pencalonan dan pemilihan ini tidak dapat merealisasikan tujuan yang diharapkan seperti telah dijelaskan terdahulu. 340-341 ) Fatwa Syekh ‘Abdul ‘Aziz ibn Baz rahimahullah. Ini yang pertama. yaitu mengenakan jilbab yang syar‟I dan tidak bercampur baur (ikhthilath) dengan kaum pria. serta turut serta dalam pemilihan umum di negara yang tidak menjalankan syari‟at Allah.Tentang Dewan / Majelis Legislatif Soal: Banyak penuntut ilmu syar‟I yang bertanya-tanya tentang hukum masuknya para du‟at dan ulama ke dalam dewan legislatif dan parlemen. (Fatwa ini adalah bagian dari faksimili yang dikirimkan oleh Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albany kepada Partai FIS Aljazair. ia kemudian turut pula menyetujui beberapa hukum yang menyelisihi Islam dengan alasan belum tiba / tepat waktunya untuk melakukan perubahan. memperjuangkan yang haq dan mencegah kebatilan. Masuk ke dalamnya sangatlah berbahaya.Kemudian mereka hendaknya memilih orang yang paling dekat kepada manhaj ilmu yang shahih sebagai suatu upaya untuk menolak kemafsadatan yang lebih besar dengan menempuh kemafsadatan yang lebih kecil sebagaimana telah dijelaskan. sebagaimana telah terbukti di beberapa Negara yang undang-undangnya memuat teks tersebut (bahwa “agama Negara adalah Islam”-pen). Dimuat di majalah Al Ashalah edisi 4 hal 15-22. malah justru ia telah merusak dirinya sendiri. Akan tetapi barang siapa yang masuk ke dalamnya dengan landasan ilmu dan pijakan yang kuat. Soal ketiga : Apakah hukum keluarnya kaum wanita untuk turut serta dalam pemilihan umum ?Jawaban: Dibolehkan bagi mereka untuk keluar dengan syarat yang telah diketahui bersama yang harus mereka penuhi.kami menasehatkan agar setiap muslim memilih (calon anggota legislatif) dari kalangan Islam saja dan orang yang paling dekat dengan manhaj yang shahih sebagaimana telah dijelaskan (manhaj salaf-pen). dengan niat baik seperti ini. tertanggal 19 Jumadil Akhirah 1412 H.sebagai suatu upaya untuk meminimalisir kejahatan atau sebagai suatu bentuk usaha untuk menolak kemafsadatan yang lebih besar dengan menempuh kemafsadatan yang lebih kecil sebagaimana yang dikatakan oleh para fuqaha’. Akan tetapi saya memandang tidak ada halangan bagi rakyat muslim bila dalam daftar calon anggota legsilatif itu terdapat orang-orang yang memusuhi Islam dan terdapat pula calon-calon anggota legislatif muslim dari partai yang memiliki manhaj yang berbeda-beda. bertujuan menegakkan yang haq dan mengarahkan manusia kepada kebaikan serta menghambat kebatilan. Sedangkan terjemahan ini diambil dari kitab Madarik An Nazhar Fi As Siyasah hal.Ditambah lagi jika seiring dengan perjalanan waktu. tujuan utamanya bukan untuk kepentingan dunia atau ketamakan terhadap harta. Sebagaimana yang kita saksikan di beberapa negara.

bagaimana pandangan Anda tentang masalah ini semoga Allah senantiasa menjaga Anda! Jawaban: Kami telah pernah menjawab pertanyaan serupa beberapa waktu lalu. Fatwa Syekh Muhammad Ibn Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah Tentang Hukum Masuk Ke Dalam Parlemen Soal: Fadhilah Asy Syekh semoga Allah senantiasa menjaga Anda-. Walaupun pada kali pertama dia tidak banyak orang yang mengikuti dan mendukungnya. (maka ia mencoba lagi) pada tahun kedua maka di masa yang akan datang akan ada pengaruh yang baik. Fatwa Syekh Shalih Al Fauzan hafizhahullah. Dan hendaknya seseorang dengan masuknya ia ke dalam pemerintahan meniatkannya untuk melakukan perbaikan bukan untuk menyetujui setiap keputusan yang dikeluarkan. atau (bila tidak berhasil) pada tahun pertama. (Ini) iila ia masuk (dalam perlemen) dengan niat seperti ini dan ia mempunyai pijakan yang kuat agar ia dapat memperjuangkan dan meMpertahankan yang haq serta menyerukan untuk meninggalkan kebatilan. maka ini adalah .maka saya memandang tidak mengapa melakukan hal itu. Adapun terjemahan ini diambil dari buku Ash Shulhu Khair terbitan Jama‟ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah di Sudan). Sebab ia harus masuk dengan niat mengharapkan Wajah Allah dan negeri Akhirat. tentang masuk ke dalam majelis legislatif padahal negara itu tidak menerapkan syari‟at Allah dengan sempurna. (maka ia mencoba lagi) pada kedua dan ketiga. yaitu bahwa sudah seharusnya (ada yang) masuk dan turut serta dalam pemerintahan. (Fatwa ini dimuat dalam majalah Al Ishlah edisi 242-27 Dzulhijjah 1413 H/23 Juni 1993 M. Namun jika (pemerintahan) itu dibiarkan lalu kesempatan itu diberikan kepada orang-orang yang jauh dari (cita-cita) penerapan syari‟at maka ini adalah sebuah kelalaian yang besar yang tidak seharusnya seseorang itu memiliki / melakukannya.Akan tetapi jika ia masuk ke dalamnya dengan tujuan duniawi atau ketamakan untuk mendapatkan kedudukan. memperjuangkan dan menjelaskan yang haq dengan dalil-dalilnya agar semoga saja dewan dan majelis itu mau kembali dan bertaubat kepada Allah. maka tidak diperbolehkan.Seputar Menjadi Anggota Parlemen Soal: Bagaimana hukum menjadi anggota parlemen ? Jawaban: Apa yang akan terealisasi dengan masuknya ia menjadi anggota parlemen ? Kemashlahatan bagi kaum muslimin ? Bila hal itu berdampak bagi kemashlahatan kaum muslimin dan mengupayakan perubahan terhadap parlemen itu menuju Islam. Mudah-mudahan Allah memberikan manfa‟at dengannya hingga (dewan) itu dapat menerapkan syari‟at (Allah). Dan dalam kondisi seperti ini. Dengan niat dan maksud seperti ini disertai ilmu dan pijakan yang kuat. bahkan seyogyanya dilakukan agar dewan dan majelis seperti itu tidak kosong dari kebaikan dan pendukungpendukungnya. bila ia menemukan sesuatu yang menyelisihi syari‟at maka ia berusaha menolak / membantahnya. Adapun terjemahan ini dinukil dari buku Ash Shulhu Khair terbitan Jama‟ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah di Sudan). (Fatwa ini dimuat dalam majalah Al Furqan edisi 42-Rabi‟ Ats Tsani 1414 H/Oktober 1993 M. maka (ia mencoba terus) untuk kedua kalinya. maka Allah Jalla wa „Ala akan memberinya balasan atas usaha ini. atau (bila tidak berhasil pada ) bulan pertama.

Artinya bila kemafsadatan itu tidak dapat ditolak seluruhnya. serta menolak kemafsadatan dan menguranginya. walaupun hanya sebagian saja. Salah seorang nabi Allah menjadi raja Mesir.? Apa yang dilakukan Yusuf ketika beliau masuk ? Ketika sang raja mengatakan bahwa engkau hari ini telah menjadi orang yang terpercaya dan memiliki posisi kuat dalam pandangan kami. (Dengan kata lain) menempuh kemudharatan yang paling ringan di antara dua kemudharatan demi mencegah terjadinya kemudharatan yang lebih besar. . saya ingin berda‟wah ke jalan Allah . Sebab bila demikian maka ini tidak dibolehkan.Maka bila masuknya ia akan mendatangkan hasil yang baik maka ia hendaknya masuk. tentu saja bila tidak mengakibatkan ia harus mengakui kekufuran. Tidak dibenarkan mengakui kekufuran walaupun dengan tujuan yang mulia. dan tidak ada kemashlahatan bagi kaum muslimin dengan masuknya ia maka ia tidak dibolehkan untuk menjadi anggota parlemen. dan bila mereka tidak mau menerimanya. ia pun meninggalkan mereka .” Lalu kemudian beliaupun masuk (ke pemerintahan) hingga akhirnya kekuasaanpun berada di tangan Yusuf „alaihissalam-. Jawaban: Tidak. ini tidak diperbolehkan. Namun jika hanya sekedar untuk menerima dan tunduk kepada apa yang mereka inginkan. lalu dimuat dalam buku Ash Shulhu Khair terbitan Jama‟ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah di Sudan). Dan bila masuknya mereka demi kemashlahatan kaum muslmin dan da‟wah ke jalan Allah –sehingga semuanya dapat bepangkal pada kebaikan kaum musliminmaka ini adalah perkara yang harus dilakukan. Seseorang tidak boleh menjadi kafir lalu mengatakan bahwa tujuan saya adalah mulia. maka setidaknya ia berkurang dan lebih ringan. Ini semua bergantung pada maksud dan niatnya serta hasil yang akan dicapai. maka tidak apa-apa walaupun hanya sebagian yang dapat dicapai. sebab saya adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. Dan bila masuknya ia sebagai anggota parlemen hanya karena ketamakan pada kekuasaan dan harta. lalu kemudian mendiamkan (kebatilan) dan menyetujui (kebatilan) yang mereka kerjakan maka ini tidak diperbolehkan. artinya bila mashlahat itu tidak dapat diraih seluruhnya. dengan syarat tidak menyebabkan terjadinya kemafsadatan yang lebih besar. maka beliau mengatakan : “Angkatlah aku sebagai bendaharawan negara. apa yang akan ia lakukan ? Memaksa mereka ? Tidak mungkin memaksa mereka. Beliau kemudian menjadi raja Mesir. pengakuan ini tidak boleh dilakukan.perkara yang baik. ini tidak benar.(Fatwa ini berasal dari sebuah kaset yang direkam dari Syekh. Yusuf „alaihissalammasuk ke dalam jajaran kementrian seorang raja di zamannya. Setidak-tidaknya mengurangi bahaya / kemudharatan bagi kaum muslimin dan mendapatkan sebagian kemashlahatan jika tidak memungkinkan meraih semua kemashlahatan. (Para ulama) mengatakan bahwa Islam datang untuk meraih kemashlahatan dan menyempurnakanya. lalu dengan masuknya ia (dalam parlemen) terdapat kemashlahatan bagi kaum muslimin. lalu apa yang terjadi ? Anda sekalian tahu atau tidak apa yang terjadi pada Nabi Yusuf -‟alaihissalam. Yakni ia meninggalkan agamanya dengan alasan untuk berda‟wah ke jalan Allah. Para ulama mengatakan “Mendatangkan mashlahat atau menyempurnakannya”. Bila mereka tidak mempersyaratkan ia harus mengakui hal-hal (yang kufur) itu dan ia tetap berada di atas keislamannya. aqidah dan diennya. Soal: Tapi hal itu terkadang mengharuskan seseorang untuk mengorbankan beberapa hal yang ia yakini ? Jawaban: Mengorbankan maksudnya melakukan tindakan kufur kepada Allah atau apa ? (Yang hadir menjawab ) : Mengakuinya.

tetapi hanya tunduk kepada hukum Allah “Pengertian demokrasi adalah kedaulatan itu di tangan rakyat. agar kekuasaan tidak jatuh ketangan orang-orang jahat/kafir maka diperbolehkan menurut sebagian ulama dari kalangan ikhwanul muslimin (misalnya Yusuf Al Qardhawi). Tetapi sebelum khilafah islamiyah terbentuk. www. Saya kira realitas politik mutakhir menampakkan paradoks demokrasi itu.” “Dalam sistem demokrasi.almanhaj. Pada dasarnya. Apa demokrasi itu kafir? Ya. seperti kata pepatah: tiada rotan akar pun jadi. kekuasaan hanya milik Allah dan bukan milik rakyat. bukan di tangan Tuhan. Jika demikian.alsofwah. walaupun bertentangan dengan mayoritas rakyat.or.id . yang menang itu tidak selalu benar. jika para penganut paham demokrasi menganggap rakyat memiliki hak untuk membuat hukum yang bertentangan dengan hukum Allah.or. Barangsiapa menghalalkan sesuatu yang haram maka dia kafir. untuk sementara boleh saja berjuang lewat pemilu-parlemen-parpol islam. Maka syariat Islam bisa kalah. Kedua.id KONSEP POLITIK DALAM ISLAM ( DEMOKRASI ADALAH MUSUH ISLAM ) Prinsip-prinsip islam berlawanan dengan prinsip-prinsip demokrasi.or. pemilu dan parlemen adalah sistem yang tidak ideal dan tidak sesuai dengan sistem islam. www. Sedangkan mengikuti pemilu dgn meyakini bahwa pada dasarnya hak membuat hukum adalah di tangan Allah. dan “terpaksa” mengikuti pemilu (dan proses demokrasi) dengan tujuan menegakkan hukum Allah “semampunya” lewat parlemen.muslim. Bukan yang paling baik dan paling benar yang menjadi pemenang. Maka demokrasi itu bertentangan dengan Islam yang mengakui hak membuat hukum itu hanya milik Allah.id . karena sama saja memusuhi syariat . hukum yang sah berlaku hanyalah hukum Allah dan rosulNya. padahal yang banyak itu tidak selalu benar. Sedangkan mendukung partai sekuler maka jelas haram. Atau dengan kata lain meyakini bahwa rakyat tidak wajib berhukum dengan hukum islam. sistem demokrasi. Menyekutukan Tuhan dalam hak membuat hukum adalah kemusyrikan. Ketiga. diantaranya: Pertama. meyakini bahwa kedaulatan sepenuhnya ditangan rakyat. bukan di tangan Allah. namun tetap terlarang menurut sebagian ulama salafy (misalnya Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi‟i). 2008 by Situs islam: www. jika peserta pemilu menuhankan kotak suara. tidak boleh tunduk kepada suara mayoritas.” Apa pemilu itu musyrik? Ya.KONSEP POLITIK DALAM ISLAM ( DEMOKRASI ADALAH MUSUH ISLAM ) Posted on Mei 1. Dan umat islam harus berusaha menghapusnya dan menggantinya dengan sistem khilafah islamiyah. Implikasinya hak membuat hukum ada di tangan rakyat.

islam. waspadalah dalam mensikapi berbagai slogan dan propaganda serta aktivitas kaum imperialis di dunia Islam. Ketika rakyat lelah dengan kebebasan tanpa aturan. Tapi nampaknya socrates salah. Allah SWT mengingatkan kita dalam firman-Nya: Telah nampak kebencian dari mulut-mulut mereka. (… when men tire of the lawlessness of a liberty… they appoint a strong man to restore order). semua orang ingin berbuat menurut kehendaknya sendiri. maka ia akan memilih partai yang mendukung dangdut. Socrates. maka mereka akan memilih pemimpin yang mendukung hobi mereka. yang akhirnya menghancurkan negara mereka sendiri. ada partai yang mempunyai program seperti “tong sampah”. Sekilas nampak baik. dan apa yang disembunyikan di dada mereka lebih besar (TQS. memandang demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang tidak ideal.ANEH – SMS HUMOR – SMS CINTA – SMS GAUL – SMS RAMUTU » . Karenanya. Sesungguhnya Allah Maha penolong atas segala hal dan Dia Maha kuasa atasnya. Wahai kaum Muslim. dan semoga Ia mengumpulkan kita semuanya di atas kebenaran dan petunjuk dan menyelamatkan kita semuanya dari berbagai fitnah baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Jika rakyat suka dangdut. lebih rendah nilainya dibandingkan aristokrasi (negara dipimpin para pecinta hikmah/kebenaran). Jika rakyat suka berjudi. maka mereka akan memilih partai yang menggalakkan pengajian. Plato (427-347 SM). Banyak sekali slogan dan wajah manis yang disajikan di hadapan kita. Saya memohon pada Allah „Azza wa Jalla semoga memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk mendapatkan ilmu yang bermanfa‟at dan beramal dengannya serta berda‟wah kepadanya di atas hujjah yang nyata. Slogan demokratisasi ternyata mengandung muatan kepentingan negara besar pengemban ideologi kufur sekulerisme kapitalisme. Filed under: anti sekulerisme. bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. „timokrasi‟ (negara dipimpin para ksatria pecinta kehormatan). dalam karyanya The Republic. Di negara demokrasi (pemerintahan oleh rakyat – the rule of the people). maka rakyat akan memilih pemimpin sesuai dengan seleranya. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam serta keberkahan kepada hamba-Nya dan RasulNya Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kemudian Suka Be the first to like this. dan oligarchi (negara dipimpin oleh sedikit orang). tapi sebenarnya hanyalah tipuan belaka. Uncategorized 085729955346 « FILM FITNA ADALAH FITNAH TERHADAP ISLAM SMS LUCU – SMS HUMOR – SMS JAYUS – SMS. maka mereka akan mengangkat seorang tiran untuk memulihkan aturan. buktinya Amerika oke2 aja tuh kliatannya… Intinya adalah: menegakkan syariat islam itu wajib. yang penting dapat dukungan. seperti diceritakan muridnya. Apa saja diadakan. dan sekulerisme itu haram. Dalam sistem demokrasi yang meyakini. Ali Imran[3]:118). kata Socrates. Karena ingin meraih suara rakyat itulah. Jika rakyat hobi pengajian. Kebebasan menjadi sempurna.

HUBUNGI DI 08562599317. 4. khullafa urrasidin. Maka jika aku telah berlaku baik dalam jabatanku.6 Tanggapan 1. 2008 at 4:34 am said: KITA DEBAT YUK….. on Desember 11. Sempit amat otak luuuuuu…… 3. Tetapi kalo aku bersalah. didi. kedusataan adalah suatu khianat... dukunglah aku. maka ia masuk ke dalam golongan tersebut… 2. on Desember 12. Mudatsir. sekarang aku telah menjabat pekerjaan kami ini. Orang yang kuat di antara kamu. islam bukanlah berdasarkan luasnya pikiran dan pandanganmu tapi islam adalah dibangun di atas Al Quran dan As Sunnah dan menurut pemahaman sahabat Nabi bukan menurut pemahaman orang orang yang datang belakangan seperti anda Negara islam yang terbaik adalah yang dipimpin Rasul dan sahabatnnya. Luas mana pandanganmu dibandingkan Imam Syafii. 2009 at 4:09 am said: Asssalamualaikum Luas mana pandanganmu dibandingkan Rasul dan sahabatnya. on Februari 3. Kejujuran adalah suatu amanat. palagi bentuk partai…… ingat !!!! barang siapa menyamai suatu golongan. Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah SWT dan rasulnya.. sebab akan ku ambilkan daripada si kuat akn haknya. tegakkanlah aku kembali. sehingga hak si lemah aku tarik daripadanya.” sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq pernah berpidato seperti itu… . Mudatsir. tetapi tdaklah aku Orang yang lebih baik daripada kamu. Ngaku Islam kok pikirannya seperti ini………. insya Allah.... Orang lemah di sisimu.koq mereka tidak mengajarkan dan mengamalkan demokrasi? Bung. pada sisiku hanyalah lemah. 2008 at 8:30 am said: gimana bisa membentuk khilafah islamiyah????? kalo masih gabung di parlemen.yang mereka bangun diatas aturan islam bukan diatas demokrasi yang dibikin oleh musuh musuh islam seperti yahudi cs Belajarlah islam kepada guru yang benar jangan pada sembarang orang yang mengedepankan otaknya yang memang sempit alias terbatas lalu meningggalkan apa kata Allah dan apa kata Rasul dan apa kata sahabat nabi... tsuparmi.. Seorang muslim harus punya pandangan luas…. pada sisiku kuat. on Maret 3. 2009 at 8:13 am said: „Wahai Manusia.

Kepemimpinan adalah hal tauqifi atau baku tidak ada ruang ijtihad dalam hal ini. Dalam hal peralihan kepemimpinan. Dalam kitab an nadhoil.Bukannya menjustifikasi barat. umat islam terbagi dalam dua pendapat : 1. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. maka kepemimpinan itu akan datang sendiri. dan sebagian lagi dari mereka yang tidak mau mengikuti demokrasi. politik bukan sistem islam. dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka. dan mengkafirkan pelaku demokrasi serta hanya mementingkan . Demokrasi Dalam Islam 08 Maret 2010 Seorang teman bertanya. partai. Dalam pengertian as siyasah asy syari’ah (politik islam) adalah mewujudkan kemaslahatan umum sesuai syariat islam. siyasah berarti mewujudkan kemaslahatan ummat. Tanpa diusahakan Allah akan menurunkan pemimpin yang baik. hukum-hukum akibat sistem demokrasi (peraturan-peraturan) . dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu.. Dasarnya: Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh. sehingga tidak mungkin menegakkan islam bila menggunakan alat ini. Sebenarnya islam mengenal kata siyasah (dalam kitab bahasa arab artinya mengatur) atau juga disebut politik.. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. ashhaabii kannujuum biayyimuqtadaytum ihtadaytum… sekian. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.tizzzzzzzzzz. Diwakili oleh beberapa kelompok harokah. Islam adalah agama yang demokrat. beramal sholeh. Kelompok pertama.sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi. akan tetapi akar dari demokrasi terdapat dalam pemikiran Islam…. sedangkan menggunakan tata cara yang bukan islam (baca: demokrasi). tentang bagaimana menegakkan syariat islam. Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. QS an nuur ayat 55 Kelompok ini berpendapat bahwa apabila kita menegakkan aqidah dengan benar. Demokrasi tidak bertentanagn dengan Islam. sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Dia menganggap bahwa demokrasi. Lalu muncullah sebagian golongan yang hanya menolak demorasi.

Lalu siapa di antara kalian yang merasa dirinya berhak untuk maju mendahului Abu Bakar (masalah dunia/menjadi pemimpin) ? Orang-orang Anshor berkata “Kami berlindung kepada Allah untuk maju mendahului Abu . NPWP. tetapi para ulama berpendapat bahwa al ibratu bi ummumilladzi la bi khususi sabab. • Peralihan kekuasan dari Rasulullah saw sampai ke khalifah selanjutnya berbeda-beda sehingga ini menegaskan bahwa pemilihan pemimpin adalah hal ijtihadiyah. maka Abu Bakar ra dan Umar ra. tetapi sekarang tidak ada darurat untuk itu. Mereka berpendapat darurat. Anehnya mereka masih mempunyai SIM. 2. misal ada sepeda listrik. masih ada ruang untuk berijtihad). Jadi tidak ada kepastian (hal baku) dalam hal bagaimana cara pemilihan pemimpin. dan produk-produk hukum (DPR dst) yang menurut mereka thagut bahkan banyak diantaranya mereka masuk sendiri dalam lingkaran demokrasi (PNS dll). Keluar dari pegawai pajak bila mengharamkan UU pajak.pengkajian beberapa masalah islam (aqidah. Abu Bakar dipilih dengan pembai’atan tiba-tiba. coba buka kitab tarikh khulafa karya imam suyuthi terbitan al kautsar hal 5-6. mengajak berdialog dan kaum anshor berkata “minna amir wa minkum amir (dari kami pemimpin sendiri dan kalian punya pemimpin sendiri). karena yang berhak memimpin pemakaman adalah khalifah selanjutnya. disini terdapat hadits dari Hudzaifah berkata : “Para sahabat bertanya. mengatakan bahwa peralihan kepemimpinan adalah hal ijtihadiyah (bukan baku. KTP. Apabila kelompok pertama mengatakan bahwa hadits ini hanya khusus kurma niscaya tidak berlaku hadits ini di Negara yang tidak ada kurma. “Sesungguhnya jika aku menunjuk penggantiku. menunggu khalifah selanjutnya. sehingga layak pemimpin dari golongan mereka. lalu Umar Ra berkata. a. kaidah umum adalah yang berlaku. naik taxi/bus dll yang tidak perlu SIM. “Wahai Rasulullah. tidak mendirikan yayasan/organisasi karena harus mengikuti aturan uu yang menurut mereka thagut. Mereka menggunakan dalil : • Hadits “Anda lebih mengetahui masalah duniamu” Memang hadits ini berkaitan tentang masalah perawatan pohon kurma. Kelompok kedua. fiqih. • Rasulullah saw sewaktu meninggal dunia tidak memberikan wasiat siapa pemimpin selanjutnya. Setelah meninggalnya Rasulullah saw. “Wahai kaum Anshor tidaklah kalian tahu bahwa Rasulullah telah memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam shalat pada saat hidupnya (masalah akhirat). Sehingga dalam siroh nabawiyah (sejarah nabi) dikatakan bahwa pemakaman nabi saw tertunda tiga hari. kaum anshor telah memilih pemimpin sendiri dari kaum anshor sendiri mereka berpendapat bahwa kaum anshor di madinah adalah tuan rumah sedangkan kaum muhajirin adalah tamu. lalu Abu bakar ra menyebutkan hadits nabi tentang pemimpin/kekuasaan di tangan Quraisy dan Hukum ditangan orang Anshor. dan semacamnya). maka dalil yang mengatakan ini hadits khusus tentang kurma adalah lemah.” (HR al Hakim) dan juga dikuatkan dari berbagai siroh dan ucapan Umar ra serta Ali Ra tentang tidak ditunjuknya khalifah pengganti oleh Rasulullah saw. tidaklah engkau menunjuk pengganti yang memimpin kami sepeninggalmu nanti?” Rasulullah berkata. aku khawatir kalian akan menentang penggantiku itu dan Allah akan menurunkan adzab atas kalian.

Setelah ini sistem kerajaan (keturunan) Konsekuensi dari pendapat ini maka diusahakan. f. Konsep sistem dirubah secara frontal/revolusi/memberontak. Ali ra dipilih karena paksaan pemberontak al khawarij dari Kufah dan Bashrah. masih sholat dan tidak melarang sholat walaupun dholim dalam islam dilarang melakukan bughot/memberontak. • Kaidah menghilangkan mafsadat lebih baik mendatangkan maslahat. kepemimpinan islam harus bahwa Allah tidak akan tidak berusaha merubahnya. Memberi suara dalam pemilu sama dengan memberi kesaksian atas . (Kaidah fiqih menghilangkan mafsadat lebih baik mendatangkan maslahat).” Lalu terjadilah pembaiatan Abu Bakar ra. Muawiyah dipilih setelah hasan ra menyerahkan kekuasaan kepadanya. Voting atau pengambilan suara itu sendiri bukannya sama sekali tidak ada dalam syariat Islam. 2. apabila memberontak maka akan banyak kaum muslimin terbunuh akibat perang. namun tidak selalu semua unsur dalam demokrasi itu bertentangan dengan ajaran Islam. tetapi bila tidak mau dibaiat maka para pemberontak akan membunuh para sahabat Rasulullah. Prinsip syura (musyawarah) yang tetap ada dalam demokrasi meski bila deadlock diadakan voting. politik dalam belum merubah sesuai sistem berbeda. Banyak hadits tentang ini salah satunya HR Imam Ahmad. • Pengharaman Khamr (minuman keras) dengan bertahap • Rasulullah pada waktu futuh mekah (penaklukan mekah) tidak serta merta merubah ka’bah dan menghancurkan berhala. Umar ra dipilih menjadi pemimpin karena wasiat/penunjukan Abu Bakar ra. Meski prinsip demokrasi itu lahir di barat dan begitu juga dengan trias politikanya. Dasarnya Konsep sistem dirubah dengan bertahap. Beberapa di antaranya yang dapat kami sebutkan antara lain adalah: 1. g. Apabila pemimpin muslim. 2. Utsman ra dipilih dengan sistem mirip Pemilu. Sesuai dengan al qur�an merubah nasib suatu kaum bila kita Kita dengan inipun sebenarnya syariah. d. yaitu penunjukan calon pemimpin (sebelumnya ada beberapa calon lalu mengerucut 2 calon ustman ra dan ali ra). b. 3. Dalam kitab Dalaail an Nubuwwah HR Imam Ahmad dan Imam Baihaqi (lengkapnya baca kitab tarikh khulafa hal 6) c. sepakat bahwa sistem Tetapi dalam menyikapi bisa 1. lalu voting dengan suara terbanyak. Bila kita jujur memilahnya.Bakar. Begitu juga dengan sistem pemilihan wakil rakyat yang secara umum memang mirip dengan prinsip ahlus syuro. sebenarnya ada beberapa hal yang masih sesuai dengan Islam. Dan Abdurrahman bin Auf yang membaiat Utsman ra. maka Ali ra mementingkan kemaslahatan umum. Sebelumnya Ali ra tidak mau karena bisa dikira dia orang dibalik pemberontak. Hasan ra juga berbeda melalui semacam DPR saat ini. e.

Dengan menguasai sebuah parlemen di suatu negara yang mayoritas muslim. Termasuk adanya pembatasan masa jabatan penguasa. Sistem pertanggung-jawaban para penguasa itu di hadapan wakil-wakil rakyat. 5. Karena selalu dipimpin oleh penguasa zalim anti Islam. umat Islammnya tidak bisa hidup dengan baik. Bahkan sebagian dari ulama pun tidak ragu-ragu menggunakan istilah demokrasi. Umat Islam sebenarnya mayoritas dan seharusnya adalah kelompok yang paling berhak untuk berkuasa untuk menentukan hukum yang berlaku dan memilih eksekutif (pemerintahan). Begitu juga dengan ustaz Khalid Muhammad Khalid yang malah terang-terangan mengatakan bahwa demokrasi itu tidak lain adalah Islam itu sendiri.kelayakan calon. 4. Dan bila kursi itu bisa diraih. Jadi tidak mengapa kita sementara waktu meminjam istilah-isitlah yang telanjur lebih akrab di telinga masyarakat awam. Dan di atas kertas. pola pergerakan dan yang paling penting adalah munculnya orang-orang yang punya wawasan dan ekspert di bidang ketata-negaraan. paling tidak. dibutuhkan sekian banyak proses mulai dari penyiapan konsep. sistem pemerintahan dan mengerti dunia perpolitikan. tidak adanya ikrar bahwa hukum tertinggi yang digunakan adalah hukum Allah SWT. asal partai itu memang tujuannya untuk memperjuangkan hukum Islam dan berbasis masyarakat Islam. Adanya banyak partai sama kedudukannya dengan banyak mazhab dalam fiqih. yang mayoritas adalah yang berhak menentukan hukum dan pemerintahan. Paling tidak. paling tidak masih ada peluang untuk �mengIslamisasi� wilayah kepemimpinan dan mengambil alihnya dari kelompok anti Islam. yaitu bila pendapat mayoritas bertentangan dengan hukum Allah. Namun memang ada juga yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam. Kesalahannya antara lain karena persepsi sebagian muslimin bahwa partai politik dan . seperti Ustaz Abbas Al-`Aqqad yang menulis buku Ad-Dimokratiyah fil Islam. Dan yang paling penting. juga tidak masalah. hampir dapat dipastikan bisa dimenangkan oleh umat Islam karena mereka mayoritas. Karena untuk tiba-tiba melahirkan khilafah. secara peraturan dan asas dasar sistem demokrasi. penyadaran umat. kenyataan seperti itu tidak pernah disadari oleh umat Islam sendiri Tanpa adanya unsur umat Islam dalam parlemen. tentu bukan perkara mudah. pemalsuan dan penyelewengan para penguasa serta kerjasama mereka dalam kemungkaran bersama-sama dengan wakil rakyat. Dan kalau untuk itu diperlukan sebuah kendaraan dalam bentuk partai politk. Juga praktek-praktek penipuan. Namun sayangnya. yang terjadi justru di negeri mayoritas Islam. Mereka selalu menjadi penguasa dan umat Islam selalu jadi mangsa. Semua ini tidak lain merupakan bagian dari langkah-langkah kongkrit menuju terbentuknya khilafah Islamiyah. asal di dalam pelaksanaannya tetap mengacu kepada aturan dan koridor syariat Islam. Partai harus ini menawarkan konsep hukum dan undang-undang Islam yang selama ini sangat didambakan oleh mayoritas pemeluk Islam.

seharusnya dikeluarkan dulu fatwa yang membid`ahkan orang Islam bila memberikan suara kepada partai non Islam. membangun SDM serta menyiapkan kekuatan ekonomi. rusak agamanya. Atau sekalian fatwa yang membid`ahkan orang Islam bila hidup di negeri non-Islam. rusak akhlaqnya. bukan sekedar berbid`ah ria. Dengan itu. Pilihlah pemimpin yang amanah. jujur. Semua itu adalah jalan dan peluang untuk tegaknya Islam. Karena itu sebelum mengatakan mendirikan partai Islam dan masuk parlemen untuk memperjuangkan hukum Islam itu bid`ah. Agar hukum yang berlaku adalah hukum Islam. bersih. Partai Islam dan Parlemen adalah peluang Dakwah: Karena itu peluang untuk merebut kursi di parlemen adalah peluang yang penting sebagai salah satu jalan untuk menjadikan hukum Islam diakui dan terlaksana secara resmi dan sah. baik. pengkaderan para teknokrat dan ahli di bidang masing-masing.pemilu itu bid`ah. Sehingga yang terjadi. Maka kita bertanggung jawab atas pilihan kita walaupun pilihan kita untuk tidak memilih. seperti pembinaan masyarakat. karena bila kita golput bisa bisa pemenangnya adalah orang yang fasik. . peduli dan profesional. umat Islam punya peluang untuk menegakkan syariat Islam di negeri sendiri dan membentuk pemerintahan Islam yang iltizam dengan Al-Quran dan Sunnah. Jangan golput. Bila tujuan kita adalah sama tegaknya Islam di bumi Allah maka insyaallah walaupun kita berbeda dalam memandang hal ini maka kita akan bertemu dalam tujuan kita amin. umat Islam justru ikut memilih dan memberikan suara kepada partai-partai sekuler dan anti Islam. Selamat memilih. Selain itu dakwah lewat parlemen harus diimbangi dengan dakwah lewat jalur lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful