P. 1
Makalah Renti Batik Pekalongan 1

Makalah Renti Batik Pekalongan 1

|Views: 453|Likes:
Published by okta666
Batik Pekalongan
Batik Pekalongan

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: okta666 on Oct 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2014

pdf

text

original

Perlindungan IKM Batik Sebagai Produk Budaya Nasional 1

Renti Maharaini Kerti, SH, MH 2

Pendahuluan Indonesia, sebagai Negara kesatuan yang terdiri atas beragam suku bangsa dan adat istiadat yang berbeda-beda, tentunya memiliki keragaman kekayaan budaya yang menjadi ciri khas dan kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Salah satu kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia adalah batik. Batik sudah menjadi produk nasional yang sangat dibanggakan oleh bangsa Indonesia dan bahkan sudah sangat dikenal di mancanegara. Indonesia memiliki beragam jenis batik dengan desain motif batik yang beragam pula yang berasal dari beberapa daerah, seperti Batik Pekalongan, Batik Solo, Batik Jogyakarta maupun Batik Cirebon. Umumnya masing-masing batik memiliki desain motif yang berbeda-beda yang menjadi ciri khas dari asal daerah yang bersangkutan. Sebagai salah satu kota batik, selain Solo, Jogyakarta, dan Cirebon, Pekalongan mempunyai potensi yang cukup besar dalam kegiatan pembatikan dan juga telah berkembang pesat, baik dalam skala kecil maupun besar. Hasil produksinya pun telah menjadi salah satu penopang perekonomian Kota Pekalongan, bahkan telah diekspor ke berbagai Negara, antara lain Australia, Amerika, Timur Tengah, Jepang, Cina, Korea, Singapura dan Thailand3. Hal ini membuktikan bahwa produk Batik Pekalongan dapat menjadi komoditas ekspor yang potensial dalam memberikan keuntungan bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan kota Pekalongan pada khususnya. Begitu juga dengan produk Batik Solo, Jogyakarta, dan Cirebon. Dilihat dari desain motif batik masing-masing daerah, Batik Pekalongan memang memiliki karakter yang berbeda dengan batik dari daerah lain, seperti Solo, Jogjakarta maupun Cirebom, karena Batik Pekalongan tak pernah terpaku dengan satu aturan atau pakem tertentu. Hal inilah yang menjadi keunikan (ciri khas) tersendiri dari Batik Pekalongan. Jika Batik Jogjakarta dan Solo dikenal memiliki pakem dan aturan tertentu dalam pemakaiannya, batik Pekalongan cenderung lebih bebas. Kebebasan ini salah satunya nampak dari hasil batikan yang memiliki ragam corak dan warna yang cukup banyak. Satu hal yang turut mempengaruhi kebebasan
1

Disajikan dalam Seminar HKI Pekan Batik Internasional, Pekalongan, 5 September 2007 Museum Batik Pekalongan, Jawa Tengah. 2 Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta. Bidang kajian adalah hukum bisnis, kekhususan hukum kekayaan intelektual, hukum perlindungan konsumen, hukumpersaingan usaha, hukum perusahaan dan hukum asuransi. Praktisi dan aktif sebagai Pengurus pada Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) wilayah DKI Jakarta untuk Departemen Luar Negeri dari tahun 2001 sampai 2007. 3 www.batikmarket.com, 31 Juli 2007, lihat juga www.kompas.com, “Batik Pekalongan, antara Masa Lampau dan Kini”, 23 April 2004.

1

Motif-motif batik merupakan kekayaan intelektual. dalam pemasarannya baik ke pasar domestik maupun internasional. salah satunya dari Batik Pekalongan. tumbuhan. dan Terang Bulan4. 08 Oktober 2004.com. Pagi Sore. maupun unsur alam dengan warna-warna cerah. sehingga batik sebagai produk nasional bangsa dapat menjadi alternatif pilihan baju untuk berbagai acara formal maupun informal. desain-desain baju batik termasuk juga merek dagang atas produk batik tersebut. Melalui rancangan/desain baju yang bagus. Motif dan Coraknya Lebih Dinamis Jumat”. 2 .Batik Pekalongan adalah lokasinya yang berada di sekitar pesisir. sangatlah penting untuk memberikan perlindungan hukum atas motif-motif batik. Batik akan semakin terlihat indah dan menarik apabila batik tersebut dirancang dalam bentuk aneka desain/rancangan baju yang menjadi “trend” di kalangan masyarakat. Hukum kekayaan intelektual. dalam hal ini masuk bidang desain industri khususnya desain tekstil. Daun. tentunya menggunakan merek dagang yang menjadi simbol dan “image” dari masing-masing perusahaan. Jlamprang dan Pagi Sore sudah sangat berkembang pesat di Kota Pekalongan. yang patut untuk dilestarikan. Bunga Kecil. Peran merek dalam hal ini sangat penting karena merek menunjukkan identitas asal batik. dan juga sebagai “image” perusahaan yang memproduksi dan memasarkan batik tersebut. Untuk motif Kokokai. dilindungi dan bahkan dikembangkan. Bagaimana motif-motif batik yang merupakan kekayaan intelektual bangsa Indonesia dapat dilindungi? Bagaimana pula desain-desain baju batik yang merupakan hasil karya para desainer dapat dilindungi? Termasuk dalam hal ini merek dagang yang dipergunakan dalam memasarkan batik-batik tersebut. seperti motif Kokokai. Jlamprang. Melalui upaya pelestarian dan perlindungan hukum diharapkan motif-motif batik tidak musnah atau diambilalih oleh orang lain atau Negara lain. Butha. Tidak mengherankan bila akhirnya muncul aneka motif batik dari berbagai hewan. “trendy” dan “elegant” tentunya akan memberikan nilai tambah bagi batik itu sendiri. melindungi motif-motif batik yang memang sudah ada sejak dulu dan menjadi desain motif dasar bagi para pengrajin batik agar motif-motif batik tersebut tidak diambilalih oleh orang lain atau Negara lain yang mengklaim bahwa motif desain batik tersebut merupakan hasil 4 www. baik di pasar domestik maupun di pasar internasional juga dapat dilindungi? Disinilah peran hukum. “Menginventarisasi Batik Pekalongan.suaramerdeka. khususnya hukum kekayaan intelektual. Produk batik sebagai produk nasional bangsa Indonesia. Beberapa motif batik yang sudah cukup dikenal luas di masyarakat. mutu (kualitas). dalam hal ini bidang desain industri dan merek. Disinilah peran para desainer untuk mampu menciptakan desain-desain baju yang bagus dan menarik bagi semua kalangan usia.

15 Tahun 1997 serta keikutsertaan Indonesia dalam The Hague Agreement Concerning the International Deposit of industrial Design (London Act). 6 Ranti Fauza Mayana. paten. yaitu UU No. Sedangkan dari hukum hak cipta. 48. Selain itu. Apa itu Desain Industri dan Merek Dagang? Desain industri dan merek dagang merupakan bagian dari kekayaan intelektual yang masuk dalam bidang hak milik perindustrian disamping hak cipta. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri dan UU No. dalam upaya untuk memberikan perlindungan hukum terhadap hak kekayaan intelektual. atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan 5 Dengan diratifikasinya Persetujuan Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights/TRIPS-WTO dengan UU No. hukum. termasuk ketentuan hukum mengenai desain industri dan merek dagang. dan konsep kebaharuan atas desain merupakan syarat mutlak agar suatu desain dapat didaftarkan. desain industri meminjam konsep ide-ide menjadi bentuk-bentuk fisik yang merupakan perwujudan dari ide6. Hukum juga melindungi model-model baju batik yang merupakan karya-karya para desainer. Disamping memberikan perlindungan. rahasia dagang dan desain tata letak sirkuit terpadu. Pasal 1 butir 1 UU No. 7 Tahun 1994. Desain industri merupakan salah satu bagian HAKI yang unik dan memerlukan suatu persamaan persepsi. atau komposisi garis atau warna. hukum juga berperan dalam memberikan adanya kepastian hukum terhadap tindakan pelanggaran atas desain-desain motif batik maupun pemalsuan merek-merek dagang atas produk batik di pasaran melalui adanya sanksi yang tegas. 3 . baik berupa sanksi perdata maupun pidana. Saat ini di Indonesia sudah ada Undang-undang yang khusus mengatur mengenai desain industri dan merek dagang. atau garis dan warna.karyanya (miliknya). mengingat adanya tumpang tindih antara desain industri dan bagian HAKI lainnya. dan ratifikasi Paris Convention for the Protection of Industrial Property (Konvensi Paris) yang disahkan dengan Keppres No. menimbulkan konsekuensi bagi Indonesia untuk membentuk dan menyempurnakan ketentuan hukum nasionalnya di bidang HAKI. hal. terdapat beberapa konsep hukum mengenai bagian HAKI lainnya seperti paten dan hak cipta yang juga digunakan dalam desain industri. 2004). konfigurasi. Pelindungan Desain Industri di Indonesia dalam era Perdagangan Bebas. Dari hukum paten mengambil jangka waktu monopoli yang terbatas yang didapat melalui pendaftaran yang memberikan hak kepada pemilik/pemegang hak atas desain untuk menghentikan pihak lain utuk memproduksi produk dengan desain yang sama. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri merumuskan pengertian desain industri sebagai : “Desain industri adalah suatu kreasi tentang bentuk. 15 Tahun 2001 tentang Merek5. (Jakarta : Grasindo. termasuk melindungi juga merek dagang dari produk bati tersebut.

yaitu mencakup pembuatan peralatan sehari-hari dari yang paling kecil seperti sendok garpu hingga pada corak dan model tekstil serta pakaian. yaitu desain industri. komposisi. barang. 9 Ibid. ed. Citra Aditya Bakti. desain tekstil terbagi atas desain struktur dan permukaan9. sedangkan desain tekstil yang menyangkut bentuk desain permukaan kebanyakan terdapat pada batik. dan pengalaman manusia yang mencerminkan keterikatannya dengan apresiasi dan adaptasi lingkungannya ditinjau dari kebutuhan-kebutuhan kerohanian. hal. baik untuk bentuk desain struktur pada kain ikat maupun untuk bentuk desain permukaan pada batik. (Bandung : PT. Oleh karena itu secara luas bidang desain mencakup bidang desain produk.7 Sedangan pengertian desain dapat diartikan sebagai bidang ketrampilan.23. Untuk desaindesain batik masuk dalam desain tekstil. Unsur dipakainya dalam proses produksi yang berulang-ulang inilah yang merupakan ciri dan bahkan pembeda dari ciptaan yang diatur dalam hak cipta. (Jakarta : Rajawali. 1999). 5. selain barang industri. perumahan hingga tata kota beserta alat-alat transportasi beserta jaringannya. tekstil. 1986). Paradigma Desain Indonesia. 8 4 . Yustiono. Agus Sachari. grafis. interior. menyangkut soal bentuk. hal. arti. arsitektur.kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis serta dapat untuk menghasilkan suatu produk. desain rekayasa serta desain kota yang semuanya itu dibuat dalam rangka pemenuhan kebutuhan spiritual dan material manusia8. desain komunikasi visual (grafis). umumnya mempunyai pola tertentu yang telah baku dan telah dijadikan patokan 7 Ibid. desain interior. namun dalam dunia tradisional juga tidak terlepas dari nilai keagamaan dan adat. Dalam proses. hal. nilai dan tujuan dari fenomena buatan manusia. Jadi pada dasarnya desain industri merupakan “pattern” yang dipakai dalam proses produksi barang secara komersil dan dipakai secara berulang-ulang. Desain tekstil sangat kental hubungannya dengan citra.” Berdasarkan definisi tersebut. komoditas industri. gaya hidup dan kecantikan. Aspek-Aspek Hukum Desain Industri di Indonesia.. Desain tekstil. Dari pengertian desain tersebut dapat terlihat ruang lingkup desain.51. Lihat juga Muhammad Djumhana. Desain tekstil yang menyangkut bentuk desain struktur kebanyakan terdapat pada kain ikat tradisional. Bicara mengenai desain. termasuk kerajinan tangan yang dalam hal ini adalah karya batik. dapat disimpulkan dalam desain industri juga meliputi pola untuk untuk barang kerajinan. atau kerajinan tangan. pengetahuan. Ruang lingkup desain tekstil menyangkut kegiatan manusia dalam menjawab kebutuhan dan memenuhi kebutuhan akan sandang dalam arti yang luas. Paradigma Desain Indonesia. dan desain tekstil. ada 4 (empat) disiplin utama desain.

Hal ini karena produk batik yang diproduksi. termasuk dalam hal ini industri batik. dan hiasan bentuk-bentuk gejala alam. Hak ekonomi adalah hak untuk memperoleh keuntungan atas kekayaan 10 Abdulkadir Muhammad. dan Fungsi Sosial Pada Hak atas Kekayaan Intelektual terdapat adanya dua hak khusus. kata. selendang maupun baju. sebagai jaminan atas mutu produk karena melalui merek konsumen dapat mengetahui akan mutu produk yang dibelinya. angka-angka. yaitu hak ekonomi (economic right) dan hak moral (moral right). huruf-huruf. Kajian Hukum Ekonomi Hak Kekayaan Intelektual. Pada dasarnya. susunan warna. akan dipasarkan atau diperdagangkan ke masyarakat dengan menggunakan merek dagang yang menjadi simbol dari masing-masing perusahaan yang bersangkutan. nama. hiasan binatang. disamping adanya fungsi sosial11. hal. Hak Ekonomi. 120. dan juga sebagai asal produk dimana merek merupakan tanda pengenal asal produk yang menghubungkan produk dengan produsen atau dengan daerah/Negara asalnya10. (Bandung : PT Citra Aditya Bakti. 19. atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. hiasan tumbuhtumbuhan. Hak Moral. hiasan manusia. Pasal 1 butir 1 UU No. desain struktur dan permukaan pada tekstil berkisar pada hiasan geometris. 5 . Sedangkan Pasal 1 butir 2 nya mengartikan merek dagang sebagai suatu merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenisnya.untuk desain-desain selanjutnya. dimana merek merupakan simbol pengusaha untuk memperluas pasar produk dagangnya serta untuk menarik minat konsumen untuk membeli. Merek juga berfungsi sebagai sarana promosi dagang. Selain aspek bidang desain industri. Oleh karena itu dalam dunia industri. 15 Tahun 2001 tentang Merek memberikan definisi merek sebagai suatu tanda yang berupa gambar. merek mempunyai peran yang sangat penting. baik dalam bentuk kain. khususnya desain tekstil. dalam industri batik juga menyangkut aspek bidang merek dagang. hal. 2001).. 11 Ibid. karena merek dapat berfungsi sebagai tanda pengenal untuk membedakan produk perusahaan yang satu dengan produk perusahaan yang lain yang sejenis serta menghubungkan produk dengan produsen/pedagangnya sebagai jaminan reputasi hasil usahanya ketika diperdagangkan.

Berkaitan dengan desain industri dan merek dagang pada produk batik. moralitas agama. Melalui “compulsory licensing” sekiranya Negara melihat suatu desain sangat penting artinya bagi kehidupan masyarakat (kepentingan nasional). mengekspor.intelektual. mengimpor. 6 . Ini berarti kepentingan umum dapat membatasi hak individu. Hak untuk mencantumkan nama Pendesain dikenal sebagai istilah hak moral. Sedangkan fungsi sosial maksudnya adalah bahwa pada penggunaan merek dagang dan desain industri tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum. Hak ini berupa keuntungan sejumlah uang yang diperoleh karena penggunaan sendiri hak kekayaan intelektual. hal. sehingga terwujud keseimbangan kepentingan individu dengan 12 Secara implisit ketentuan hak ekonomi pemilik/pemegang merek dagang tersirat dalam Pasal 3 UU No. kemampuan. dan tidak pada merek dagang. dan integritas yang hanya dimiliki oleh pencipta atau penemu serta bersifat kekal artinya melekat pada pencipta atau penemu selama hidup bahkan setelah meninggal dunia. Hak ini melekat pada pribadi pencipta atau penemu yang bersifat pribadi. Op. Sedangkan hak moral adalah hak yang melindungi kepentingan pribadi (reputasi) pencipta atau penemu. salah satu mekanisme yang dapat dijadikan perwujudan fungsi sosial. 15 Muhammad Djumhana. dan/atau. 50. Hak moral hanya terdapat pada desain industri. untuk hak moral tidak dapat dialihkan karena hak moral merupakan hak yang melekat pada pendesain.” 13 Secara implisit hak ekonomi pendesain tersirat dalam ketentuan Pasal 9 ayat (1) UU No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri menyinggung mengenai hak moral. Berbeda dengan hak ekonomi. Khusus untuk desain. yaitu “compulsory licensing”15. maka hak ekonomi pada merek dagang. atau karena penggunaan oleh pihak lain berdasarkan lisensi. selain juga hak cipta. 15 Tahun 2001 tentang Merek yang isi Pasal 3 adalah sebagai berikut : “Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri”. menjual. maka Negara mewajibkan pemilik desain memberikan izin (lisensi) kepada pihak lain. Hak ekonomi ini dapat dialihkan melalui lisensi. yaitu hak untuk menghormati karya desain batik dan pencantuman nama desain dalam Daftar Umum Desain Industri dan Berita Resmi Desain Industri14. juga untuk kepentingan umum. 14 Penjelasan Pasal 8 UU No. Hal yang sama juga berlaku pada desain industri13. memakai. Hal ini dikarenakan hak kekayaan intelektual dapat menjadi objek perdagangan dalam dunia usaha. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri yang isi Pasal 9 ayat (1) adalah sebagai berikut : “Pemegang Hak Desain Industri memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan Hak Desain Industri yang dimilikinya dan untuk melarang orang lain yang tanpa persetujuannya membuat. Maksud fungsi sosial dalam hal ini adalah bahwa disamping hak atas kekayaan intelektual untuk kepentingan pribadi pemiliknya. menunjukkan ciri khas yang berkaitan dengan nama baik. Hak ekonomi dapat dialihkan..Cit. yaitu hak memperoleh keuntungan ekonomi dari hak penggunaan sendiri maupun penggunaan melalui lisensi merek dagang tersebut12. atau kesusilaan serta penggunaannya tidak saja untuk kesejahteraan pemiliknya tapi juga untuk kesejahteraan masyarakat umumnya. Penjelasan Pasal 8 selengkapnya berbunyi: “ Pencantuman nama Pendesain dalam Daftar Umum Desain Industri dan Berita Resmi Desain Industri merupakan hal yang lazim di bidang hak kekayaan intelektual. Hak moral.

7. Oleh karena desain motif batik dan merek dagang dari produk batik merupakan kekayaan intelektual. 31/2000 tentang Desain Industri menyatakan bahwa “jika suatu desain industri dibuat dalam hubungan dinas dengan pihak lain dalam lingkungan pekerjaannya. Sedangkan ayat (2) nya menyatakan bahwa “dalam hal Pendesain terdiri atas beberapa orang secara bersama maka hak desain industri diberikan kepada mereka secara bersama. dimana ada kesempatan bagi masyarakat dalam batas dan syarat tertentu untuk ikut serta memanfaatkan desain terdaftar. Di samping itu juga perlindungan hukum desain industri dan merek ini dimaksudkan untuk menjamin hak-hak serta kewajiban-kewajiban pendesain dan pemilik merek. kecuali ada perjanjian lain antara kedua pihak dengan tidak mengurangi hak Pendesain apabila penggunaan desain industri diperluas sampai ke luar hubungan dinas”. dan efektif guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran. Batik. dan 8 UU No. 31/2000 tentang Desain Industri mengatur secara tegas mengenai subjek desain industri.kepentingan masyarakat. maka sudah seharusnya mendapatkan perlindungan hukum. Dengan adanya kepastian hukum ini. Pasal 6. memiliki beragam desain motif batik yang menjadi ciri khas dari asal daerah yang bersangkutan. Pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa “yang berhak memperoleh hak desain industri adalah Pendesain atau yang menerima hak tersebut dari Pendesain”. Perlindungan hukum terhadap desain tekstil untuk desain motif batik. sebagai produk nasional yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Lebih jauh Pasal 7 ayat (1) UU No. kecuali diperjanjikan lain”. Bagaimana Hukum Melindungi Batik Sebagai Produk Nasional? Perlunya aturan hukum dalam bentuk Undang-undang yang mengatur mengenai desain industri dan merek dimaksudkan untuk memberikan perlindungan hukum yang tegas. akan merangsang aktifitas kreatif pendesain untuk terus menerus berkarya dalam menciptakan desain-desain motif batik yang baru maupun desaindesain baju batik yang baru yang dapat menjadi “trend” dikalangan masyarakat luas. jelas. maka mencegah orang lain yang tidak berhak untuk memakai merek yang sama pada pokoknya atau pada keseluruhan dengan merek dagang produk batik dari si pemilik merek yang sah. Ayat (2) menyatakan bahwa “ ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi desain industri yang dibuat orang lain berdasarkan pesanan yang 7 . yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak. Sedangkan perlindungan hukum terhadap merek dagang produk batik akan memberikan kepastian hukum bagi perusahaan sebagai pemilik merek dalam penggunaan merek dagangnya untuk produk batik yang diproduksi maupun dipasarkan ke masyarakat. Selain itu juga mencegah orang lain yang tidak berhak untuk memakai/menggunakan/membuat/menjual desain orang lain yang bukan miliknya. yang menjadi Pemegang Hak Desain Industri adalah pihak yang untuk dan/atau dalam dinasnya desain industri itu dikerjakan. berupa peniruan dan pemalsuan.

Berdasarkan ketentuan Pasal 8 UU No.16 Dalam kondisi yang umum. hal. Lihat juga Ranti Fauza Mayana. yang menghasilkan/melahirkan suatu karya desain yang bersifat khas dan dijadikan suatu “pattern” dalam kegiatan produksi pada dunia industri. Desain yang dihasilkan baik oleh karyawan maupun pekerja yang menggunakan data dan sarana yang tersedia dalam pekerjaannya. c. hal.. pemiliki desain tersebut adalah pihak tempat karyawan/pekerja tersebut bekerja.Cit. Meskipun secara prinsip yang berhak memiliki hak desain itu adalah pihak yang memberikan pekerjaan. orang yang membuat desain industri itu dianggap sebagai Pendesain dan Pemegang Hak Desain Industri.58. Pendesain dapat diartikan sebagai subjek hukum. misalnya dalam ikatan kerja atau perburuhan. kecuali apabila diperjanjikan lain antara kedua pihak tersebut. maka secara mudah dapat ditentukan bahwa pihak yang menjadi Pemegang Hak dan sekaligus Pemilik Hak atas Desain adalah Pendesain itu Sendiri. meskipun pendesain tidak mempunyai hak atas desain tersebut. Op.dilakukan dalam hubungan dinas”.. kecuali ada perjanjian lain antara pendesain dengan pihak tempatnya bekerja. pendesain tetap berhak memperoleh kompensasi karena adanya nilai ekonomi yang diperoleh dari desain tersebut. kecuali jika diperjanjikan lain antara kedua pihak”. baik secara perorangan atau dalam ikatan kelompok. 31/2000 tentang Desain Industri. pendesain berhak memperoleh imbalan yang layak dengan memperhatikan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari hasil desain tersebut. Daftar Umum Desain Industri dan Berita Resmi Industri. 8 . Pendesain tetap mempunyai hak untuk tetap dicantumkan namanya dalam Sertifikat Desain Industri. atau orang lain yang menerima lebih lanjut hak termaksud dari orang-orang yang terlebih dahulu. Jika suatu desain dibuat dalam hubungan dinas atau hubungan kerja. hal 44. Dan ayat (3) nya menyatakan bahwa “jika suatu desain industri dibuat dalam hubungan kerja atas berdasarkan pesanan. sekalipun perjanjian kerja itu mengharuskannya untuk menghasilkan desain. hal. Pendesain melakukan kegiatannya secara mandiri tidak terikat dalam hubungan hukum dengan pihak lain. terdapat ketentuan tertentu mengenai subjek hukum desain industri sebagai berikut :17 a.. pihak yang berhak memperoleh hak desain adalah pihak yang memberikan pekerjaan tersebut. Lihat juga Ranti Fauza Mayana. pihak yang membuat desain itu sebagai pendesainnya dan sebaliknya pemilik desain itu sebagai pemesannya.. Op. Jika suatu desain dibuat berdasarkan pesanan. Dengan demikian.57. Sedangkan Pemegang Hak Desain adalah Pendesain sebagai Pemilik Desain atau orang yang menerima hak atas desain tersebut dari Pendesain. b. Ibid. Namun dalam hal Pendesain menjalankan kegiatannya terikat dalam hubungan hukum dengan pihak lain. 16 17 Ibid.43.Cit.

Pendaftaran merek (merek dagang produk 18 UU No.15/2001 tentang Merek beserta Penjelasannya. 20 Pasal 31 UU No. yang mana merek tersebut sudah terdaftar dalam Daftar Umum Merek. Jadi dasar yuridis untuk mengetahui siapa Pemegang Hak Desain Industri yang sah adalah Daftar Umum Desain Industri. Pasal 3 menyatakan bahwa “Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. atau Penerima hak dari Pendesain karena pewarisan atau pengalihan atau sebab-sebab lain yang dibenarkan Undang-undang. yaitu hak khusus yang hanya diberikan oleh Negara untuk jangka waktu tertentu kepada Pemegang Hak Desain Industri untuk melaksanakan sendiri hak desain industri yang dimilikinya. Pemegang Hak Desain Industri memberikan persetujuan (izin) kepada pihak lain untuk melaksanakan (menggunakan) haknya atas desain tersebut dapat melalui pewarisan. Namun secara implisit hal tersebut dalam dilihat dari isi Pasal 3 UU No.Dengan demikian.” 19 Pasal 9 ayat (1) UU No. dan Pemerintah. perjanjian tertulis. atau sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh Undang-undang20. Oleh karena cakupan desain industri sangat luas serta keterkaitannya dengan disiplin yang lain. dapat dilindungi hukum adalah dengan cara pendaftaran. Pemakai produk (konsumen/masyarakat). atau memberikan persetujuan/izin kepada pihak lain untuk melaksanakan haknya atas desain tersebut. atau Pembuat sebagai Pendesain dalam hubungan kerja. Agar desain industri dan merek dagang. 9 . 31 Tahun 2001 tentang Desain Industri. Dalam bidang merek. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri. atau Pemberi kerja dalam hubungan dinas.15/2001 tentang Merek tidak mengatur secara tegas pengertian Pemilik Merek. Hal yang sama berlaku juga untuk merek dagang produk batik. beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum yang telah menciptakan suatu tanda yang digunakan sebagai merek untuk produk yang mereka produksi dan/atau perdagangkan. Jadi Pemegang Hak atas Merek adalah Pemilik Merek itu sendiri atau orang lain yang mendapat hak atas merek dari si Pemilik Merek berdasarkan perjanjian (lisensi)18. Lembaga Swadaya Masyarakat terutama di bidang konsumen dan lingkungan hidup. pemilik merek adalah seseorang. Dengan demikian orang lain yang tidak berhak dilarang menggunakan/membuat/memakai/menjual desain industri tersebut tanpa persetujuan dari Pemegang Hak Desain Industri19. Manufaktur yang membuat produk. dimana namanya terdaftar dan telah diumumkan secara resmi dalam Berita Resmi Desain Industri. hibah. dalam hal ini desain tekstil untuk desain motif batik dan merek dagang untuk produk Batik. yang namanya tercatat dalam Daftar Umum Desain Industri. wasiat. Pendaftaran desain industri (desain tekstil untuk desain motif batik) menimbulkan hak eksklusif. yaitu Desainer sebagai orang yang merancang. maka ada beberapa pihak yang terlibat dalam konsep desain industri. Pemegang Hak Desain Indusrtri adalah Pendesain.

Pendaftaran adalah mutlak untuk terjadinya suatu hak desain industri. 5. Jelas dapat disimpulkan bahwa sistem pendaftaran yang dianut oleh UU No. perlindungan hukum terhadap Hak Desain Industri tidak dapat diperpanjang kembali. Bedanya dengan Merek. Selanjutnya Kantor Pendaftaran akan menerbitkan Sertifikat Pendaftaran Hak Desain Industri dan Sertifikat Pendaftaran Merek sebagai bukti tertulis bahwa Hak Desain Industri dan Mereknya tersebut resmi sudah terdaftar. yaitu hak khusus yang hanya diberikan oleh Negara kepada bagi Pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan persetujuan (izin) kepada pihak lain untuk menggunakannya21. Pasal 7 sampai dengan Pasal 27 UU 21 22 Pasal 3 UU No. juga tidak akan ada perlindungan hukum. Jadi hak desain industri tercipta karena pendaftaran dan hak eksklusif atas suatu desain akan diperoleh karena pendaftaran. atau sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh Undang-undang22. 15 Tahun 2001 tentang Merek). dan 4 jo. 10 .15 Tahun 2001 tentang Merek adalah bersifat konstitutif. juga tidak akan ada perlindungan hukum atas merek tersebut. Perlindungan hukum terhadap Hak Desain Industri diberikan untuk jangka waktu adalah 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan (Pasal 5 UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Pasal 2. tidak akan ada hak atas merek. perjanjian tertulis. wasiat. dan 6 jo. kecuali jika terbukti sebaliknya”. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri dan UU No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri yang menyatakan bahwa “Pihak yang untuk pertama kali mengajukan Permohonan dianggap sebagai Pemegang Hak Desain Industri. Pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek dapat memberikan persetujuan (izin) kepada pihak lain untuk menggunakan mereknya melalui pewarisan. 15 Tahun 2001 tentang Merek yang menyatakan bahwa “Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya”. Sedangkan merek terdaftar mendapatkan perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu perlindungan ini dapat diperpanjang kembali (Pasal 28 UU No. Tanpa pendaftaran. Hal ini secara tegas diatur dalam Pasal 12 UU No. Dan Pasal 3 UU No. Pasal 40 UU No. Tanpa pendaftaran. Hak atas merek tercipta karena pendaftaran pertama kali atas merek tersebut dan hak eksklusif atas merek akan diperoleh karena pendaftaran pertama kali atas merek tersebut. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri dan Pasal 4. Hal yang sama berlaku juga pada merek. hibah. Pasal 10 sampai dengan Pasal 30 UU No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri). 15 Tahun 2001 tentang Merek. 3. dan sertifikat tersebut akan diberikan kepada Pemegang Hak Desain Industri dan Pemilik Merek terdaftar. tidak akan ada hak atas desain industri.batik) menimbulkan hak eksklusif.

Syarat substantif bagi desain industri. Pengajuan gugatan perdata. 15 Tahun 2001 tentang Merek mengatur secara tegas mengenai mekanisme pendaftaran dan persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu desain industri dan merek dapat didaftarkan. termasuk juga tuntutan (gugatan) secara perdata yang dapat dilakukan oleh yang berhak. tidak bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum (morality and public order). maka hukum melarang bagi orang lain yang tidak berhak untuk memakai/menggunakan hak desain industri dan hak atas merek tersebut dengan tidak bertanggung jawab (tanpa izin/persetujuan dari yang berhak). 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri dan Pasal 76 sampai dengan Pasal 78 UU No. baik bagi desain industri dan merek. Advokasi Hukum Terhadap Tindakan Pelanggaran Sebagai konsekuensi yuridis adanya hak eksklusif dari Pemegang Hak Desain Industri dan Pemilik Merek Terdaftar karena pendaftaran. agama atau kesusilaan). tidak termasuk dalam daftar pengecualian (bertentangan dengan peraturan yang berlaku. yang meliputi persyaratan substantive (materiil) dan administrtif (formal). bukan peniruan atau menyerupai nama/singkatan nama. dapat diajukan ke Pengadilan Niaga (penyelesaian gugatan melalui pengadilan) atau penyelesaian 11 . Sedangkan syarat substantif bagi merek. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri dan Pasal 90 sampai dengan Pasal 95 UU No. foto. bukan keterangan mengenai barang/jasa yang dimintakan pendaftaran. bendera. dan apakah Pendesain atau orang yang menerima lebih lanjut Hak Desain tersebut berhak atu tidak atas desain tersebut. (Pasal 46 UU No. kelengkapan dokumen administratif yang harus dipenuhi oleh pihak pemohon. baik untuk desain industri dan merek. bukan peniruan atau menyerupai nama orang terkenal. atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain kecuali atas persetujuan. bukan peniruan atau menyerupai tanda/cap/stempel resmi yang digunakan Negara atau lembaga pemerintah kecuali atas persetujuan. bukan menjadi milik umum (not becoming public property). yaitu bahwa suatu tanda yang akan digunakan sebagai merek harus memenuhi unsur pembeda/daya pembeda (capable of distinguishing). 15 Tahun 2001 tetang Merek). Terhadap orang yang melakukan tindakan tersebut (tindakan pelanggaran) akan dikenakan sanksi pidana (Pasal 54 UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek). yaitu persyaratan dalam pengajuan permohonan pendaftaran. ketertiban umum. sampai dengan pembayaran biaya administratif pendaftaran. tidak mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek milik orang lain yang sudah terdaftar. Adapun syarat administratif. industrial applicability (bernilai praktis dan dapat diterapkan/diproduksi dalam industi). Pemegang Hak Desain Industri/Penerima Lisensi dan Pemilik Merek Terdaftar. lambang/simbol/emblem dari Negara atau lembaga nasional maupun internasional kecuali atas persetujuan. yaitu bahwa suatu desain industri harus memenuhi unsur novelty (kebaharuan).No.

15 Tahun 2001 tentang Merek. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri dan UU No. namun peran serta aktif dari semua kalangan. 15 Tahun 2001 tentang Merek.ac. Walaupun hukum memberikan perlindungan melalui pendaftaran. Hukum memberikan perlindungan terhadap desain industri (desain tekstil untuk desain motif batik) dan merek (merek dagang batik). 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri dan Pasal 76 dan 84 UU No. sangat penting guna terwujud iklim usaha industri yang kondusif dengan menghormati (menghargai) hasil karya intelektual dari seseorang. Pasal 46 dan 47 UU No. termasuk desain motif batik. tidak saja aparat penegak hukum. masyarakat tapi juga pelaku usaha.gugatan di luar pengadilan melalui arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa (negosiasi. Perlindungan hukum diperoleh melalui pendaftaran.id 12 .com/renti.m@trisakti. Konsekuensi yuridis dari sistem konstitutif yang dianut oleh UU No. baik sanksi perdata berupa ganti rugi. sanksi pidana berupa hukum penjara dan/atau denda perampasan barang yang digunakan melakukan kejahatan untuk dimusnahkan dan juga dimungkinkan sansi administratif berupa pembekuan/pencabutan SIUP. maharaini@yahoo. konsiliasi dan cara-cara lain yang dipilih oleh para pihak sesuai dengan Undang-undang yang berlaku). hukum juga memberikan perlindungan terhadap tindakan pelanggaran yang dilakukan orang lain yang tidak berhak dan tidak bertanggungjawab melalui sanksi yang tegas dan jelas. Selain itu. Penutup Peran hukum desain industri dan merek sangat penting. maka pendaftaran merupakan keharusan (kewajiban) karena pendaftaran menciptakan adanya hak eksklusif bagi Pemegang Hak Desain Industri dan Pemilik Merek Terdaftar. penghentian perbuatan pelanggaran dan penyitaan barang hasil penggaran untuk dimusnahkan. mediasi. pembayaran pajak/bea masuk yang tidak lunas. desain baju batik dan merek dagang produk batik.

Paradigma Desain Indonesia. 5. Agus Sachari.batikmarket. 23 April 2004. Aspek-Aspek Hukum Desain Industri di Indonesia.kompas. hal. (Jakarta : Rajawali. hal. (Jakarta : Grasindo. Lihat juga Muhammad Djumhana. www. ed.com. (Bandung : PT. “Menginventarisasi Batik Pekalongan. Yustiono. lihat juga www. Ranti Fauza Mayana. 13 . Pelindungan Desain Industri di Indonesia dalam era Perdagangan Bebas. “Batik Pekalongan.Daftar Pustaka www. Citra Aditya Bakti. 1986).com. 48. Paradigma Desain Indonesia.23. hal.com. Motif dan Coraknya Lebih Dinamis Jumat”. 2004). 08 Oktober 2004. 31 Juli 2007. 1999). antara Masa Lampau dan Kini”.suaramerdeka.

14 .Abdulkadir Muhammad. analisis hal. yang meliputi kegiatan pemeriksaan dan pencatatan Hak kekayaan Intelektual seseorang yang dilakukan oleh pejabat pendaftaran dalam buku daftar yang telah disediakan untuk itu berdasarkan permohonan pemilik/pemegang hak menurut syarat-syarat dan tata cara yang telah diatur oleh Undang-undang dengan tujuan untuk memperoleh kepastian atas status kepemilikan dan perlindungan hukum serta sebagai bukti tertulis diterbitkannya sertifikat pendaftaran. 120. (Bandung : PT Citra Aditya Bakti. tapi penjelasan pasal 8 UU 31/2000 menyebutkan bahwa pencantuman nama pendeain dalam daft umum desain industri dan berita resmi desain industri merupakan hal yang lazim di bidang HAKI dan hak untuk mencantumkan nama pendeain dikenal sebagai istilah hak moral. Pendaftaran merupakan perbuatan hukum yang diatur oleh Undang-undang. Masalah hak moral tidak diatur secara eksplisit. hal. 2001). mulai dari upaya mengajukan somasi sampai dengan gugatan ke pengadilan niaga. UU juga memberikan kesempatan kepada pihak yang ditugikan atas tindakan pelanggaran. Ranti. 162. Kajian Hukum Ekonomi Hak Kekayaan Intelektual.

15 . Pasal 25. Ini menunjukkan kelemahan UU 31/2000 karena tidak menjangkau pelanggaran hak moral berupa pengubahan atau modifikasi bentuk dan atau konfigurasi karya desain yang telah didaftarkan pendesain/pemegang hak. 26.Tapi hak moral pada desain industri terbatas pada pencatuman nama pendesain (berbeda dengan hak cipta) yang menerapkan hak moral tidak terbatas hanya pada pencatuman nama sebagaimana yang diatur dalam pasal 24 UU 19/2002 jo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->