BAB I Latar Belakang

1. Rumusan Masalah

Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat,Amerika Utara,Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia. Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang Hadiah nobel Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk merintis terjadinya Revolusi Industri.

.Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain: (1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia. dan (5) adanya pasar bebas (kapitalisme). (3) aturan hukum (menghormati kesucian kontrak). (4) sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi). (2) tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia.

Raymond Williams menyatakan bahwa kata itu sebagai sebutan untuk istilah "industri". secara cepat.Awal mula penggunaan istilah "Revolusi Industri" ditemukan dalam surat oleh seorang utusan Perancis bernama Louis Gullaume Otto pada tanggal 6 Juli 1799. Namun. Revolusi Industri Adalah Perubahan besar. dimana dia menuliskan bahwa Perancis telah memasuki era industrialise. Dalam buku terbitan tahun 1976 yang berjudul : Keywords: A Vocabulary of Culture and Society. . dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi. barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan. Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin Dengan demikian.

3. Manfaat dari permasalahan Manfaat dari masalah ini adalah kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi dampak dalam terjadinya revolusi industri. . Batasan Masalah Yang menjadi batasan masalah dalam pembahasan makalah studi kasus ini adalah dampak sosiologis akibat dari terjadinya revolusi industri tersebut baik terhadap dunia maupun indonesia sendiri.2. 4. Tujuan Masalah Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah mahasiswa dapat mengetahui apa saja dampak dari terjadinya revolusi industri.

. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan. ekonomi. dan akhirnya ke seluruh dunia Awal mula penggunaan istilah "Revolusi Industri" ditemukan dalam surat oleh seorang utusan Perancis bernama Louis Gullaume Otto pada tanggal 6 Juli 1799.BAB II ISI Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian. barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat. dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial. dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi. Namun.Amerika Utara. Dalam buku terbitan tahun 1976 yang berjudul : Keywords: A Vocabulary of Culture and Society.1960) . secara cepat. Raymond Williams menyatakan bahwa kata itu sebagai sebutan untuk istilah "industri". Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin Dengan demikian. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat. Revolusi Industri Adalah Perubahan besar. dan budaya di dunia.Jepang. manufaktur. (Giddens. transportasi. dimana dia menuliskan bahwa Perancis telah memasuki era industrialise. pertambangan.dkk.

Asthon menulisnya kira-kira 1760-1830.S. Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota.Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil.perbaikan jalan raya dan rel kereta api.1960) . ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal.dkk.1960) Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri. jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.(giddens.dkk. pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara. dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris. (Giddens. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis bascon. dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin bakar dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik. The Royal Society of England. perkembangan kegiatan wiraswasta. dimana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur. Tidak ada titik pemisah dengan revolusi industri II pada sekitar tahun 1850. dan The French Academy of Science.Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya terusan.rel.galileo galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge.tenagauap.

barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat.1960). . Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan. Namun. Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin. dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi. secara cepat.Dengan demikian.(ferdinan.Revolusi Industri Adalah Perubahan besar.

. Kemakmuran Inggris akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga dapat menyediakan modal yang besar untuk bidang usaha. Situasi politik yang stabil. Arus urbanisasi yang besar akibat revolusi agraria di pedesaan mendorong pemerintah Inggris untuk membuka industri yang lebih banyak agar dapat menampung mereka. 5. 6. timah. Adanya penemuan baru di bidang teknologi yang dapat mempermudah cara kerja dan meningkatkan hasil produksi. misalnya alat-alat pemintal. Pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap hasil-hasil penemuan baru (hak paten) sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah. 2. dan sebagainya. sepertibatu barabiji besi. 4. Di samping itu. di Inggris juga tersedia bahan mentah yang cukup karena Inggris mempunyai banyak daerah jajahan yang menghasilkan bahan mentah tersebut. Adanya Revolusi Agung tahun 1688 yang mengharuskan raja bersumpah setia kepada Bill of Right sehingga raja tunduk kepada undang-undang dan hanya menarik pajak berdasarkan atas persejutuan parlemen. 3. wol juga yang sangat menunjang industri tekstil. mesin tenun. Lebih-lebih setelah dibentuknya lembaga ilmiah Royal Society for Improving Natural Knowledge maka perkembangan teknologi dan industri bertambah maju. dankaolin. mesin uap.Sebab –Sebab Terjadinya Revolusi Industri 1. Di samping itu. Inggris kaya bahan tambang.

kerajinan diperoleh dari pengusaha yang setelah selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. Barangbarang yang dibuat kadang-kadang juga masih berdasarkan pesanan. Dengan cara kerja yang demikian.  Sistem Domestik Tahap ini dapat disebut sebagai tahap kerajinan rumah (home industri).Tahap Perkembangan Industri Pada akhir abad Pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat kerajinan dan perdagangan.  Manufaktur Setelah kerajinan industri makin berkembang diperlukan tempat khusus untuk bekerja agar majikan dapat mengawasi dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya. Para pekerja bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang mereka miliki sendiri. seperti berikut. . Hubungan majikan dengan pekerja (buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah buruhnya masih sedikit. Sebuah manufaktur (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya berada di bagian belakang rumah majikan. Upah diperoleh berdasarkan jumlah barang yang dikerjakan. Bahkan. Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji. Mereka bersaing secara bebas untuk kemajuan dalam perekonomian. Warga kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga berjiwa bebas menjadi tulang punggung perekonomian kota. Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan. majikan yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi atau hasil. Rumah bagian tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan sebagai toko untuk menjual produknya.

Demikian juga toko tempat pemasaran hasil industri diadakah di tempat lain. Tempat tersebut untuk untuk tempat kerja. Barang-barang produksinya dibuat untuk dipasarkan. bisa di dalam atau di luar kota. sedangkan majikan tinggal di tempat lain. Sistem pabrik Tahap sistem pabrik sudah merupakan industri yang menggunakan mesin. . Jumlah tenaganya kerjanya (buruhnya) sudah puluhan. bahkan ratusan. Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan.

industri kimia dan sebagainya. Penemuan-penemuan baru selanjutnya. alat pemisah biji kapas dari serabutnya ciptaan Whitney (1794).  Cap selinder ciptaan Thomas Bell (1785).  Kumparan terbang (flying shuttle) ciptaan John Kay (1733). Dengan alat ini maka kebutuhan kapas bersih dalam jumlah yang besar dapat tercukupi. .Berbagai Jenis Penemuan Adanya penemuan teknologi baru. dan menghemat biaya. Penemuanpenemuan yang penting. ciptaan James Watt (1769). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda. Dengan alat ini proses pemintalan dapat berjalan secara cepat. seperti Lokomotif ciptaan Richard Trevethiek (1804) yang kemudian disempurnakan oleh George Stepenson menjadi kereta api penumpang. Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda. Dari mesin uap ini dapat diciptakan berbagai peralatan besar yang menakjubkan. semakin lengkap dan menyempurnakan. seperti mobil. Dengan alat ini kain putih dapat dilukisi pola kembang 200 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pola cap balok dengan tenaga manusia.  Mesin uap. Hal ini merupakan hasil Revolusi Industri II dan III. melipatgandakan hasil. antara lain sebagai berikut.  Mesin tenun (merupakan penyempurnaan dari kumparan terbang) ciptaan Edmund Cartwright (1785). besar peranannya dalam proses industrialisasi sebab teknologi baru dapat mempermudah dan mempercepat kerja industri. Kapal perang yang digerakkan dengan mesin uap diciptakan olehRobert Fulton (1814). pesawat terbang.  Cottongin. Mesin uap merupakan inti dari Revolusi Industri sehingga James Watt sering dianggap sebagai Bapak Revolusi Industri I'.  Mesin pemintal benang (spinning jenny) ciptaan James Hargreves (1767) dan Richard arkwright (1769).

.Dampak Revolusi Industri di bidang sosial  Berkembangnya urbanisasi Berkembangnya industrialisasi telah menimbulkan kota-kota dan pusat-pusat keramaian yang baru.  Upah buruh rendah Akibat makin meningkatnya arus Urbanisasi ke kota-kota industri maka jumlah tenaga makin melimpah. Dengan demikian. Selain itu. para pengusaha banyak memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak yang upahnya lebih murah. Sementara itu. dalam masyarakat timbul golongan baru. upah tenaga kerja menjadi murah. Oleh karena kota dengan kegiatan industrinya tampaknya menjanjikan kehidupan yang lebih layak maka banyak petani desa pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan demikian. Hal ini mengakibatkan terabaikannya usaha kegiatan pertanian. yakni golongan pengusaha (kaum kapitalis) yang hidup penuh kemewahan dan golongan buruh yang hidup dalam kemiskinan. pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin.  Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh Di dalam kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. jaminan sosial pun kurang sehingga kehidupan mereka menjadi susah. Bahkan.

Menurut undang-undang ini. Gerakan sosial ini menuntut adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh. kaum buruh mendapatkan jaminan sosial. sering menimbulkan ketegangan-ketegangan yang diikuti dengan pemogokan kerja untuk menuntut perbaikan nasib. sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis. undang-undang juga berisi larangan pengunaan tenaga kerja kanak-kanak dan wanita di daerah tambang di bawah tanah. antara lain sebagai berikut: o Tahun 1832 dikeluarkan Reform bill atau Undang-Undang Pembaharuan Pemilihan. menimbulkan kesenjangan antara majikan dan buruh. Undang-undang tersebut. .  Munculnya revolusi sosial Pada tahun 1820-an terjadi huru hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang miskin dengan didukung oleh kaum buruh. Adanya kesenjangan antara majikan dan buruh Dengan munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah dan satu pihak. Kondisi seperti ini. Akibatnya. sedangkan di pihak lain adanya golongan buruh yang hidup menderita. kaum buruh mendapatkan hak-hak perwakilan dalam parlemen. Di samping itu. Menurut undang-undang ini. Hal ini menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis. o Tahun 1833 dikeluarkan Factory act atau Undang-Undang Pabrik. pemerintah mengeluarkan undang-undang yang menjamin perbaikan nasib kaum buruh dan orang miskin.

(david.1983) . Oleh karena itu. Sebaliknya. makin menipisnya rasa solidaritas dan kekeluargaan. didirikan pusat-pusat penampungan dan perawatan para fakir miskin sehingga tidak berkeliaran.o Tahun 1834 dikeluarkan Poor Law Act atau Undang-Undang Fakir Miskin. o Makin kuatnya sifat individualisme dan menipisnya rasa solidaritas. Dengan adanya Revolusi Industri sifat individualitas makin kuat karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri yang serba uang.

 Sistem sewa tanah dengan uang harus dihapus karena pemasukannya tidak banyak dan pelaksanaannya sulit. dan politik.Pengaruh revolusi industri Terhadap perubahan sosial di Indonesia Revolusi Industri yang terjadi di Eropadan di Inggris khususnya membawa dampak di bidang sosial. Perubahan dibidang sosial ekonomi Sejak awal abad ke-19. dapat laku di pasaran dunia dan dilakukan dengan sistem paksa. yang perlu dilakukan ialah mengerahkan tenaga rakyat tanah jajahan untuk melakukan penanaman tanaman yang hasilhasilnya. Untuk melaksanakan tugas berat itu. Gerakan kaum buruh inilah yang kemudian melahirkan gerakan sosialis yang menjadi lawan dari Kapitalis. Untuka itu. kaum buruh akhirnya bersatu dalam suatu wadah organisasi. dan membiayai perang. . maupun di Indonesia (terutama perlawanan Diponegoro) sehingga Negeri Belanda harus menanggung hutang yang sangat besar. membayar hutang. van den Bosch memusatkan kebijaksanaannya pada peningkatan produksi tanaman ekspor. yakni Partai Buruh. Bahkan. Di bidang sosial munculnya golongan buruh yang hidup menderita dan berusaha berjuang untuk memperbaiki nasib. Untuk menyelamatkan Negeri Belanda dari bahaya kebrangkrutan maka Johanes van den Bosch diangkat sebagai gubernur jenderal di Indonesia dengan tugas pokok menggali dana semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan kas negara. ekonomi. Setelah tiba di Indonesia (1830) van den Bosch menyusun program kerja sebagai berikut. pemerintah Belanda mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membiayai peperangan baik di Negeri Belanda sendiri (pemberontakan rakyat Belgia).

A. dan menanggung risiko apabila gagal panen. Sistem tanam bebas harus diganti dengan tanam wajib dengan jenis-jenis tanaman yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Akibat tanam paksa bagi Indonesia  1) Sawah ladang menjadi terbengkelai karena diwajibkan kerja rodi yang berkepanjangan sehingga penghasilan menurun drastis. Sistem tanam paksa yang diajukan oleh van den Bosch pada dasarnya merupakan gabungan dari sistem tanam wajib ( VOC ) dan sistem pajak tanah (Raffles ). Kejadian ini mengakibatkan jumlah penduduk menurun drastis.  3) Akibat bermacam-macam beban menimbulkan tekanan fisik dan mental yang berkepanjangan. Pelaksanaan sistem tanam paksa banyak menyimpang dari aturan pokoknya dan cenderung untuk mengadakan eskploitasi agraris semaksimal mungkin. membayar pajak. Apa yang dilakukan oleh van den Bosch itulah yang kemudian dikenal dengan nama sistem tanam paksa atau cultuur stelsel.   4) Timbulnya bahaya kemiskinan yang makin berat. Oleh karena itu.  Pajak atas tanah harus dibayar dengan penyerahan sebagian dari hasil tanamannya kepada pemerintah Belanda. .  2) Beban rakyat semakin berat karena harus menyerahkan sebagian tanah dan hasil panennya. Bahaya kelaparan menimbulkan korban jiwa yang sangat mengerikan di daerah Cirebon (1843). Demak (1849) dan Grobogan (1850). 5) Timbulnya bahaya kelaparan dan wabah penyakit di mana-mana sehingga angka kematian meningkat drastis. Penyakit busung lapar (hongorudim) juga berkembang di mana-mana. sistem tanam paksa menimbulkan akibat sebagai berikut. mengikuti kerja rodi.

khusunya Jawa. 3) Penerimaan pendapatan melebihi anggaran belanja. 5) Berhasil membangun Amsterdam menjadi kota pusat perdagangandunia. terutama perkebunan-pekebunan di Jawa dan di luar Jawa.B. dan Edward Douwes Dekker. dapat terpenuhi. Mereka juga ingin menerapkan asas-asas liberalisme di tanah jajahan.Akibat tanam paksa bagi Belanda Apabila sistem tanam paksa telah menimbulkan malapetaka bagi bangsa Indonesia. dan agar kaum swasta dapat menjalankan tugasnya maka harus diberi kebebasan berusaha. Baron Van Hoevel. seperti golongan pengusaha. tugas ekonomi haruslah diserahkan kepada orang-orang swasta. Sesudah tahun 1850. kaum Liberal memperoleh kemenangan politik di Negeri Belanda. 4) Kas Negeri Belanda yang semula kosong. Sesuai dengan tuntutan kaum Liberal maka pemerintah kolonial segera memberikan peluang kepada usaha dan modal swasta untuk menanamkan modal mereka dalam berbagai usaha di Indonesia. kopi. Sistem tanam paksa yang mengakibatkan kemelaratan bagi bangsa Indonesia.  6) Perdagangan berkembang pesat. Selama periode tahun 1870– 1900 Indonesia terbuka bagi modal swasta Barat. gula dan kina yang cukup besar di . sebaliknya bagi bangsa Belanda berdampak sebagai berikut. Akibat adanya reaksi tersebut. Dalam hal ini kaum Liberal berpendapat bahwa pemerintah semestinya tidak ikut campur tangan dalam masalah ekonomi. teh. menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Selama masa ini kaum swasta Barat membuka perkebunan-perkebunan seperti. Oleh karena itu masa ini sering disebut zaman Liberal. pemerintah Belanda secara berangsur-angsur menghapuskan sistem tanam paksa.      1) Mendatangkan keuntungan dan kemakmuran rakyat Belanda. 2) Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi.

Para pengkritik itu menganjurkan untuk memperbaiki rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Gagasan van Deventer terkenal dengan nama Trilogi van Deventer. Th. pemerintah Belanda mengerahkan beban keuangan dari daerah Jawa sehingga secara tidak langsung Jawa harus menanggung beban keuangan.  1) Adanya pertumbuhan penduduk yang meningkat pada bad ke-19.1960) .  3) Dalam mengurusi pemerintahan di daerah luar Jawa. khususnya di Jawa telah membawa kemerosotan kehidupan. Adanya krisis perkebunan pada tahun 1885 yang mengakibatkan perusahaanperusahaan mengadakan penghematan. seperti menekan uang sewa tanah dan upah kerja baik di pabrik maupun perkebunan. Kebijaksanaan ini didasarkan atas anjuran Mr. Pada akhir abad ke-19 muncullah kritik-kritik tajam yang ditujukan kepada pemerintah Hindia Belanda dan praktik liberalisme yang gagal memperbaiki nasib kehidupan rakyat Indonesia. C.  2) Adanya sistem tanam paksa dan kerja rodi yang banyak menimbulkan penyelewengan dan penyalahgunaan dari pihak pengusaha sehingga membawa korban bagi penduduk. seperti berikut.Jawa dan Sumatera Timur. van Deventer yang menuliskan buah pikirannya dalam majalah De Gids (Perinstis/Pelopor) dengan judul Een Ereschuld (Berhutang Budi) sehingga dikenal politik etis atau politik balas budi.  4) Adanya sistem perpajakan yang sangat memberatkan penduduk. Akan tetapi. Selama zaman Liberal (1870–1900). sementara itu jumlah produksi pertanian menurun. dan kemunduran tingkat kesejahteraan.(ferdinan. Kekayaan alam Indonesia mengalir ke Negeri Belanda. usaha-usaha perkebunan swasta Barat mengalami kemajuan pesat dan mendatangkan keuntungan yang besar bagi pengusaha. bagi penduduk pribumi.

Sosiologi (Sejarah Dan Pemikirannya). Michel(2008). (“La Sociologie (Historie et idées)”).David. 1983.1964 edition) disunting oleh Drs. Yogyakarta . diterjemahkan oleh Ninik Rochani Sjams.M.DAFTAR PUSTAKA Ferdinan Tonnies and Charles P.).Paulus Wirutomo. (“The Rules of Sociological Method” New York: Free Press. Barner & Noble College Outline Series. Bell. Daniel dan Forcé. Jakarta Giddens. Pokok-pokok Pikiran Dalam Sosiologi.Loomis(1960) : “ Gemeinschafrt and Gesellschaft” dalam Reading in Sociologi. cetakan ke-5. Philippe Cabin & Jean François Dortier (ed. editor Alfred Mc Clung Lee. halaman 82 dan seterusnya Berry. Rajawali. Kreasi Wacana.Sc. Antony.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful