BAB I Latar Belakang

1. Rumusan Masalah

Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat,Amerika Utara,Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia. Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang Hadiah nobel Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk merintis terjadinya Revolusi Industri.

dan (5) adanya pasar bebas (kapitalisme). (2) tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia.Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain: (1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia. . (4) sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi). (3) aturan hukum (menghormati kesucian kontrak).

Namun. Raymond Williams menyatakan bahwa kata itu sebagai sebutan untuk istilah "industri". dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi.Awal mula penggunaan istilah "Revolusi Industri" ditemukan dalam surat oleh seorang utusan Perancis bernama Louis Gullaume Otto pada tanggal 6 Juli 1799. Revolusi Industri Adalah Perubahan besar. dimana dia menuliskan bahwa Perancis telah memasuki era industrialise. Dalam buku terbitan tahun 1976 yang berjudul : Keywords: A Vocabulary of Culture and Society. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan. Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin Dengan demikian. . secara cepat. barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat.

3. Batasan Masalah Yang menjadi batasan masalah dalam pembahasan makalah studi kasus ini adalah dampak sosiologis akibat dari terjadinya revolusi industri tersebut baik terhadap dunia maupun indonesia sendiri. Manfaat dari permasalahan Manfaat dari masalah ini adalah kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi dampak dalam terjadinya revolusi industri.2. . Tujuan Masalah Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah mahasiswa dapat mengetahui apa saja dampak dari terjadinya revolusi industri. 4.

pertambangan. Dalam buku terbitan tahun 1976 yang berjudul : Keywords: A Vocabulary of Culture and Society. Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin Dengan demikian. transportasi. (Giddens. Namun.1960) . dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial. barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat.BAB II ISI Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian.dkk. secara cepat.Amerika Utara. dan budaya di dunia. dimana dia menuliskan bahwa Perancis telah memasuki era industrialise. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat. Raymond Williams menyatakan bahwa kata itu sebagai sebutan untuk istilah "industri". manufaktur. Revolusi Industri Adalah Perubahan besar. dan akhirnya ke seluruh dunia Awal mula penggunaan istilah "Revolusi Industri" ditemukan dalam surat oleh seorang utusan Perancis bernama Louis Gullaume Otto pada tanggal 6 Juli 1799. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan. dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi. ekonomi.Jepang. .

Tidak ada titik pemisah dengan revolusi industri II pada sekitar tahun 1850.Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18. dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.Asthon menulisnya kira-kira 1760-1830. dan The French Academy of Science. perkembangan kegiatan wiraswasta. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri.(giddens. Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota.dkk. (Giddens. jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.1960) Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil. ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal.dkk. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis bascon.S. pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara.galileo galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge.perbaikan jalan raya dan rel kereta api. dimana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur.tenagauap.Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya terusan. dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin bakar dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik. The Royal Society of England.1960) .rel.

Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin.1960). secara cepat.Revolusi Industri Adalah Perubahan besar. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan.Dengan demikian.(ferdinan. barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat. dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi. Namun. .

Kemakmuran Inggris akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga dapat menyediakan modal yang besar untuk bidang usaha. Adanya penemuan baru di bidang teknologi yang dapat mempermudah cara kerja dan meningkatkan hasil produksi. mesin tenun. 3. 6. wol juga yang sangat menunjang industri tekstil. Di samping itu. Di samping itu. Adanya Revolusi Agung tahun 1688 yang mengharuskan raja bersumpah setia kepada Bill of Right sehingga raja tunduk kepada undang-undang dan hanya menarik pajak berdasarkan atas persejutuan parlemen. mesin uap. Pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap hasil-hasil penemuan baru (hak paten) sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah. . 5. Inggris kaya bahan tambang. timah. dan sebagainya. Situasi politik yang stabil. sepertibatu barabiji besi. Lebih-lebih setelah dibentuknya lembaga ilmiah Royal Society for Improving Natural Knowledge maka perkembangan teknologi dan industri bertambah maju. 2. di Inggris juga tersedia bahan mentah yang cukup karena Inggris mempunyai banyak daerah jajahan yang menghasilkan bahan mentah tersebut.Sebab –Sebab Terjadinya Revolusi Industri 1. misalnya alat-alat pemintal. Arus urbanisasi yang besar akibat revolusi agraria di pedesaan mendorong pemerintah Inggris untuk membuka industri yang lebih banyak agar dapat menampung mereka. dankaolin. 4.

Sebuah manufaktur (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya berada di bagian belakang rumah majikan. Barangbarang yang dibuat kadang-kadang juga masih berdasarkan pesanan.  Manufaktur Setelah kerajinan industri makin berkembang diperlukan tempat khusus untuk bekerja agar majikan dapat mengawasi dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya. Dengan cara kerja yang demikian. Para pekerja bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang mereka miliki sendiri. Warga kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga berjiwa bebas menjadi tulang punggung perekonomian kota. Hubungan majikan dengan pekerja (buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah buruhnya masih sedikit. majikan yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi atau hasil.  Sistem Domestik Tahap ini dapat disebut sebagai tahap kerajinan rumah (home industri). Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji. Upah diperoleh berdasarkan jumlah barang yang dikerjakan. kerajinan diperoleh dari pengusaha yang setelah selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. . Rumah bagian tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan sebagai toko untuk menjual produknya.Tahap Perkembangan Industri Pada akhir abad Pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat kerajinan dan perdagangan. Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan. Mereka bersaing secara bebas untuk kemajuan dalam perekonomian. Bahkan. seperti berikut.

bisa di dalam atau di luar kota. bahkan ratusan. Demikian juga toko tempat pemasaran hasil industri diadakah di tempat lain. Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan. . Barang-barang produksinya dibuat untuk dipasarkan. Sistem pabrik Tahap sistem pabrik sudah merupakan industri yang menggunakan mesin. sedangkan majikan tinggal di tempat lain. Jumlah tenaganya kerjanya (buruhnya) sudah puluhan. Tempat tersebut untuk untuk tempat kerja.

Mesin uap merupakan inti dari Revolusi Industri sehingga James Watt sering dianggap sebagai Bapak Revolusi Industri I'. seperti Lokomotif ciptaan Richard Trevethiek (1804) yang kemudian disempurnakan oleh George Stepenson menjadi kereta api penumpang. seperti mobil. antara lain sebagai berikut. pesawat terbang. Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda.Berbagai Jenis Penemuan Adanya penemuan teknologi baru. Kapal perang yang digerakkan dengan mesin uap diciptakan olehRobert Fulton (1814). besar peranannya dalam proses industrialisasi sebab teknologi baru dapat mempermudah dan mempercepat kerja industri. melipatgandakan hasil.  Cottongin. semakin lengkap dan menyempurnakan.  Kumparan terbang (flying shuttle) ciptaan John Kay (1733). dan menghemat biaya.  Mesin pemintal benang (spinning jenny) ciptaan James Hargreves (1767) dan Richard arkwright (1769). . Hal ini merupakan hasil Revolusi Industri II dan III. industri kimia dan sebagainya. Dengan alat ini proses pemintalan dapat berjalan secara cepat. alat pemisah biji kapas dari serabutnya ciptaan Whitney (1794). ciptaan James Watt (1769). Penemuanpenemuan yang penting. Penemuan-penemuan baru selanjutnya. Dari mesin uap ini dapat diciptakan berbagai peralatan besar yang menakjubkan.  Mesin tenun (merupakan penyempurnaan dari kumparan terbang) ciptaan Edmund Cartwright (1785). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda.  Mesin uap. Dengan alat ini kain putih dapat dilukisi pola kembang 200 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pola cap balok dengan tenaga manusia. Dengan alat ini maka kebutuhan kapas bersih dalam jumlah yang besar dapat tercukupi.  Cap selinder ciptaan Thomas Bell (1785).

Bahkan.Dampak Revolusi Industri di bidang sosial  Berkembangnya urbanisasi Berkembangnya industrialisasi telah menimbulkan kota-kota dan pusat-pusat keramaian yang baru. .  Upah buruh rendah Akibat makin meningkatnya arus Urbanisasi ke kota-kota industri maka jumlah tenaga makin melimpah. yakni golongan pengusaha (kaum kapitalis) yang hidup penuh kemewahan dan golongan buruh yang hidup dalam kemiskinan. Sementara itu. Dengan demikian. jaminan sosial pun kurang sehingga kehidupan mereka menjadi susah. para pengusaha banyak memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak yang upahnya lebih murah. Dengan demikian. Selain itu. pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin. Oleh karena kota dengan kegiatan industrinya tampaknya menjanjikan kehidupan yang lebih layak maka banyak petani desa pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. upah tenaga kerja menjadi murah. Hal ini mengakibatkan terabaikannya usaha kegiatan pertanian.  Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh Di dalam kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. dalam masyarakat timbul golongan baru.

. undang-undang juga berisi larangan pengunaan tenaga kerja kanak-kanak dan wanita di daerah tambang di bawah tanah. kaum buruh mendapatkan hak-hak perwakilan dalam parlemen. Menurut undang-undang ini. Di samping itu. Adanya kesenjangan antara majikan dan buruh Dengan munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah dan satu pihak. pemerintah mengeluarkan undang-undang yang menjamin perbaikan nasib kaum buruh dan orang miskin. Hal ini menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis. Akibatnya.  Munculnya revolusi sosial Pada tahun 1820-an terjadi huru hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang miskin dengan didukung oleh kaum buruh. menimbulkan kesenjangan antara majikan dan buruh. sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis. Gerakan sosial ini menuntut adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh. sedangkan di pihak lain adanya golongan buruh yang hidup menderita. Menurut undang-undang ini. kaum buruh mendapatkan jaminan sosial. o Tahun 1833 dikeluarkan Factory act atau Undang-Undang Pabrik. Undang-undang tersebut. sering menimbulkan ketegangan-ketegangan yang diikuti dengan pemogokan kerja untuk menuntut perbaikan nasib. Kondisi seperti ini. antara lain sebagai berikut: o Tahun 1832 dikeluarkan Reform bill atau Undang-Undang Pembaharuan Pemilihan.

(david. Dengan adanya Revolusi Industri sifat individualitas makin kuat karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri yang serba uang.1983) . makin menipisnya rasa solidaritas dan kekeluargaan. didirikan pusat-pusat penampungan dan perawatan para fakir miskin sehingga tidak berkeliaran. o Makin kuatnya sifat individualisme dan menipisnya rasa solidaritas. Oleh karena itu.o Tahun 1834 dikeluarkan Poor Law Act atau Undang-Undang Fakir Miskin. Sebaliknya.

. kaum buruh akhirnya bersatu dalam suatu wadah organisasi. dan membiayai perang. Bahkan. dapat laku di pasaran dunia dan dilakukan dengan sistem paksa. maupun di Indonesia (terutama perlawanan Diponegoro) sehingga Negeri Belanda harus menanggung hutang yang sangat besar. ekonomi. Di bidang sosial munculnya golongan buruh yang hidup menderita dan berusaha berjuang untuk memperbaiki nasib. Setelah tiba di Indonesia (1830) van den Bosch menyusun program kerja sebagai berikut. yang perlu dilakukan ialah mengerahkan tenaga rakyat tanah jajahan untuk melakukan penanaman tanaman yang hasilhasilnya. Untuka itu. pemerintah Belanda mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membiayai peperangan baik di Negeri Belanda sendiri (pemberontakan rakyat Belgia). Untuk menyelamatkan Negeri Belanda dari bahaya kebrangkrutan maka Johanes van den Bosch diangkat sebagai gubernur jenderal di Indonesia dengan tugas pokok menggali dana semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan kas negara. Gerakan kaum buruh inilah yang kemudian melahirkan gerakan sosialis yang menjadi lawan dari Kapitalis.  Sistem sewa tanah dengan uang harus dihapus karena pemasukannya tidak banyak dan pelaksanaannya sulit. yakni Partai Buruh. dan politik. Perubahan dibidang sosial ekonomi Sejak awal abad ke-19. Untuk melaksanakan tugas berat itu.Pengaruh revolusi industri Terhadap perubahan sosial di Indonesia Revolusi Industri yang terjadi di Eropadan di Inggris khususnya membawa dampak di bidang sosial. van den Bosch memusatkan kebijaksanaannya pada peningkatan produksi tanaman ekspor. membayar hutang.

Bahaya kelaparan menimbulkan korban jiwa yang sangat mengerikan di daerah Cirebon (1843). Pelaksanaan sistem tanam paksa banyak menyimpang dari aturan pokoknya dan cenderung untuk mengadakan eskploitasi agraris semaksimal mungkin. Kejadian ini mengakibatkan jumlah penduduk menurun drastis.  Pajak atas tanah harus dibayar dengan penyerahan sebagian dari hasil tanamannya kepada pemerintah Belanda. . Akibat tanam paksa bagi Indonesia  1) Sawah ladang menjadi terbengkelai karena diwajibkan kerja rodi yang berkepanjangan sehingga penghasilan menurun drastis. Apa yang dilakukan oleh van den Bosch itulah yang kemudian dikenal dengan nama sistem tanam paksa atau cultuur stelsel. sistem tanam paksa menimbulkan akibat sebagai berikut. Sistem tanam bebas harus diganti dengan tanam wajib dengan jenis-jenis tanaman yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Sistem tanam paksa yang diajukan oleh van den Bosch pada dasarnya merupakan gabungan dari sistem tanam wajib ( VOC ) dan sistem pajak tanah (Raffles ). Demak (1849) dan Grobogan (1850). mengikuti kerja rodi. dan menanggung risiko apabila gagal panen. Oleh karena itu.  2) Beban rakyat semakin berat karena harus menyerahkan sebagian tanah dan hasil panennya. Penyakit busung lapar (hongorudim) juga berkembang di mana-mana.   4) Timbulnya bahaya kemiskinan yang makin berat. 5) Timbulnya bahaya kelaparan dan wabah penyakit di mana-mana sehingga angka kematian meningkat drastis. A. membayar pajak.  3) Akibat bermacam-macam beban menimbulkan tekanan fisik dan mental yang berkepanjangan.

     1) Mendatangkan keuntungan dan kemakmuran rakyat Belanda. tugas ekonomi haruslah diserahkan kepada orang-orang swasta. 2) Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi. Sesudah tahun 1850. terutama perkebunan-pekebunan di Jawa dan di luar Jawa. Sesuai dengan tuntutan kaum Liberal maka pemerintah kolonial segera memberikan peluang kepada usaha dan modal swasta untuk menanamkan modal mereka dalam berbagai usaha di Indonesia. gula dan kina yang cukup besar di . dapat terpenuhi. Oleh karena itu masa ini sering disebut zaman Liberal. 3) Penerimaan pendapatan melebihi anggaran belanja. Akibat adanya reaksi tersebut. kopi. 5) Berhasil membangun Amsterdam menjadi kota pusat perdagangandunia. kaum Liberal memperoleh kemenangan politik di Negeri Belanda.Akibat tanam paksa bagi Belanda Apabila sistem tanam paksa telah menimbulkan malapetaka bagi bangsa Indonesia. dan Edward Douwes Dekker. Selama periode tahun 1870– 1900 Indonesia terbuka bagi modal swasta Barat. Mereka juga ingin menerapkan asas-asas liberalisme di tanah jajahan. menimbulkan reaksi dari berbagai pihak.B. dan agar kaum swasta dapat menjalankan tugasnya maka harus diberi kebebasan berusaha. seperti golongan pengusaha. Dalam hal ini kaum Liberal berpendapat bahwa pemerintah semestinya tidak ikut campur tangan dalam masalah ekonomi. sebaliknya bagi bangsa Belanda berdampak sebagai berikut. pemerintah Belanda secara berangsur-angsur menghapuskan sistem tanam paksa. 4) Kas Negeri Belanda yang semula kosong. teh. Baron Van Hoevel.  6) Perdagangan berkembang pesat. Selama masa ini kaum swasta Barat membuka perkebunan-perkebunan seperti. Sistem tanam paksa yang mengakibatkan kemelaratan bagi bangsa Indonesia. khusunya Jawa.

 2) Adanya sistem tanam paksa dan kerja rodi yang banyak menimbulkan penyelewengan dan penyalahgunaan dari pihak pengusaha sehingga membawa korban bagi penduduk. Akan tetapi. bagi penduduk pribumi. C.  3) Dalam mengurusi pemerintahan di daerah luar Jawa. pemerintah Belanda mengerahkan beban keuangan dari daerah Jawa sehingga secara tidak langsung Jawa harus menanggung beban keuangan. Th. seperti berikut. Para pengkritik itu menganjurkan untuk memperbaiki rakyat Indonesia. van Deventer yang menuliskan buah pikirannya dalam majalah De Gids (Perinstis/Pelopor) dengan judul Een Ereschuld (Berhutang Budi) sehingga dikenal politik etis atau politik balas budi.  4) Adanya sistem perpajakan yang sangat memberatkan penduduk. Kebijaksanaan ini didasarkan atas anjuran Mr. Kekayaan alam Indonesia mengalir ke Negeri Belanda.  1) Adanya pertumbuhan penduduk yang meningkat pada bad ke-19.Jawa dan Sumatera Timur. seperti menekan uang sewa tanah dan upah kerja baik di pabrik maupun perkebunan. Gagasan van Deventer terkenal dengan nama Trilogi van Deventer. Pada akhir abad ke-19 muncullah kritik-kritik tajam yang ditujukan kepada pemerintah Hindia Belanda dan praktik liberalisme yang gagal memperbaiki nasib kehidupan rakyat Indonesia.(ferdinan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. dan kemunduran tingkat kesejahteraan. khususnya di Jawa telah membawa kemerosotan kehidupan.1960) . Adanya krisis perkebunan pada tahun 1885 yang mengakibatkan perusahaanperusahaan mengadakan penghematan. sementara itu jumlah produksi pertanian menurun. usaha-usaha perkebunan swasta Barat mengalami kemajuan pesat dan mendatangkan keuntungan yang besar bagi pengusaha. Selama zaman Liberal (1870–1900).

halaman 82 dan seterusnya Berry. Kreasi Wacana. Daniel dan Forcé. Barner & Noble College Outline Series.).David. (“The Rules of Sociological Method” New York: Free Press. 1983. Rajawali. Jakarta Giddens. Yogyakarta . Pokok-pokok Pikiran Dalam Sosiologi.Loomis(1960) : “ Gemeinschafrt and Gesellschaft” dalam Reading in Sociologi. Michel(2008). (“La Sociologie (Historie et idées)”). Sosiologi (Sejarah Dan Pemikirannya). cetakan ke-5. editor Alfred Mc Clung Lee. Bell.1964 edition) disunting oleh Drs.DAFTAR PUSTAKA Ferdinan Tonnies and Charles P.M. Philippe Cabin & Jean François Dortier (ed. Antony. diterjemahkan oleh Ninik Rochani Sjams.Sc.Paulus Wirutomo.