BAB I Latar Belakang

1. Rumusan Masalah

Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat,Amerika Utara,Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia. Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang Hadiah nobel Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk merintis terjadinya Revolusi Industri.

. dan (5) adanya pasar bebas (kapitalisme). (2) tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia.Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain: (1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia. (3) aturan hukum (menghormati kesucian kontrak). (4) sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi).

Revolusi Industri Adalah Perubahan besar. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan. barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat. Namun. Raymond Williams menyatakan bahwa kata itu sebagai sebutan untuk istilah "industri". Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin Dengan demikian. dimana dia menuliskan bahwa Perancis telah memasuki era industrialise. Dalam buku terbitan tahun 1976 yang berjudul : Keywords: A Vocabulary of Culture and Society. . secara cepat.Awal mula penggunaan istilah "Revolusi Industri" ditemukan dalam surat oleh seorang utusan Perancis bernama Louis Gullaume Otto pada tanggal 6 Juli 1799. dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi.

4. 3. Tujuan Masalah Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah mahasiswa dapat mengetahui apa saja dampak dari terjadinya revolusi industri.2. Batasan Masalah Yang menjadi batasan masalah dalam pembahasan makalah studi kasus ini adalah dampak sosiologis akibat dari terjadinya revolusi industri tersebut baik terhadap dunia maupun indonesia sendiri. . Manfaat dari permasalahan Manfaat dari masalah ini adalah kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi dampak dalam terjadinya revolusi industri.

Namun. manufaktur.dkk.Amerika Utara. dan budaya di dunia. Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan. secara cepat.BAB II ISI Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian. dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial. Raymond Williams menyatakan bahwa kata itu sebagai sebutan untuk istilah "industri".1960) . Dalam buku terbitan tahun 1976 yang berjudul : Keywords: A Vocabulary of Culture and Society. dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat.Jepang. dimana dia menuliskan bahwa Perancis telah memasuki era industrialise. ekonomi. Revolusi Industri Adalah Perubahan besar. dan akhirnya ke seluruh dunia Awal mula penggunaan istilah "Revolusi Industri" ditemukan dalam surat oleh seorang utusan Perancis bernama Louis Gullaume Otto pada tanggal 6 Juli 1799. pertambangan. Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin Dengan demikian. transportasi. . barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat. (Giddens.

dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.1960) . dimana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur.1960) Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.dkk. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri.Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya terusan.perbaikan jalan raya dan rel kereta api. The Royal Society of England. dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin bakar dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis bascon.Asthon menulisnya kira-kira 1760-1830. pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara. ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal. Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota. Tidak ada titik pemisah dengan revolusi industri II pada sekitar tahun 1850.dkk. jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18. perkembangan kegiatan wiraswasta.tenagauap.rel.(giddens.S. dan The French Academy of Science. (Giddens.galileo galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge.

dan radikal yang mempengaruhi kehidupan corak manusia sering disebut revolusi. Revolusi Industri di Inggris pada hakikatnya adalah perubahan dalam cara pembuatan barang-barang yang semula dikerjakan dengan tangan (tenaga manusia) kemudian digantikan dengan tenaga mesin.1960). Istilah revolusi biasanya digunakan dalam melihat perubahan politik atau sistem pemerintahan.Revolusi Industri Adalah Perubahan besar. .(ferdinan. secara cepat. Namun.Dengan demikian. barang-barang dapat dihasilkan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat.

6. mesin uap. mesin tenun. sepertibatu barabiji besi. 5. Pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap hasil-hasil penemuan baru (hak paten) sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah. misalnya alat-alat pemintal.Sebab –Sebab Terjadinya Revolusi Industri 1. wol juga yang sangat menunjang industri tekstil. Inggris kaya bahan tambang. Arus urbanisasi yang besar akibat revolusi agraria di pedesaan mendorong pemerintah Inggris untuk membuka industri yang lebih banyak agar dapat menampung mereka. Di samping itu. Kemakmuran Inggris akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga dapat menyediakan modal yang besar untuk bidang usaha. di Inggris juga tersedia bahan mentah yang cukup karena Inggris mempunyai banyak daerah jajahan yang menghasilkan bahan mentah tersebut. Situasi politik yang stabil. timah. Lebih-lebih setelah dibentuknya lembaga ilmiah Royal Society for Improving Natural Knowledge maka perkembangan teknologi dan industri bertambah maju. 4. dankaolin. Adanya penemuan baru di bidang teknologi yang dapat mempermudah cara kerja dan meningkatkan hasil produksi. Di samping itu. Adanya Revolusi Agung tahun 1688 yang mengharuskan raja bersumpah setia kepada Bill of Right sehingga raja tunduk kepada undang-undang dan hanya menarik pajak berdasarkan atas persejutuan parlemen. 2. 3. dan sebagainya. .

Hubungan majikan dengan pekerja (buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah buruhnya masih sedikit. kerajinan diperoleh dari pengusaha yang setelah selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. Warga kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga berjiwa bebas menjadi tulang punggung perekonomian kota. Pertumbuhan kerajinan menjadi industri melalui beberapa tahapan. Upah diperoleh berdasarkan jumlah barang yang dikerjakan. majikan yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi atau hasil. Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji. Para pekerja bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang mereka miliki sendiri. Rumah bagian tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan sebagai toko untuk menjual produknya. . Sebuah manufaktur (pabrik) dengan puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya berada di bagian belakang rumah majikan. Bahkan. seperti berikut. Dengan cara kerja yang demikian.Tahap Perkembangan Industri Pada akhir abad Pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat kerajinan dan perdagangan.  Sistem Domestik Tahap ini dapat disebut sebagai tahap kerajinan rumah (home industri). Barangbarang yang dibuat kadang-kadang juga masih berdasarkan pesanan. Mereka bersaing secara bebas untuk kemajuan dalam perekonomian.  Manufaktur Setelah kerajinan industri makin berkembang diperlukan tempat khusus untuk bekerja agar majikan dapat mengawasi dengan baik cara mengerjakan dan mutu produksinya.

Tempat tersebut untuk untuk tempat kerja. Demikian juga toko tempat pemasaran hasil industri diadakah di tempat lain. Sistem pabrik Tahap sistem pabrik sudah merupakan industri yang menggunakan mesin. bisa di dalam atau di luar kota. bahkan ratusan. Jumlah tenaganya kerjanya (buruhnya) sudah puluhan. Barang-barang produksinya dibuat untuk dipasarkan. Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan. sedangkan majikan tinggal di tempat lain. .

dan menghemat biaya. Dengan alat ini maka kebutuhan kapas bersih dalam jumlah yang besar dapat tercukupi.  Mesin pemintal benang (spinning jenny) ciptaan James Hargreves (1767) dan Richard arkwright (1769). Mesin uap merupakan inti dari Revolusi Industri sehingga James Watt sering dianggap sebagai Bapak Revolusi Industri I'. Dengan alat ini proses pemintalan dapat berjalan secara cepat. seperti mobil.Berbagai Jenis Penemuan Adanya penemuan teknologi baru. ciptaan James Watt (1769).  Mesin tenun (merupakan penyempurnaan dari kumparan terbang) ciptaan Edmund Cartwright (1785). Penemuanpenemuan yang penting. . Kapal perang yang digerakkan dengan mesin uap diciptakan olehRobert Fulton (1814). melipatgandakan hasil. Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda. antara lain sebagai berikut. Penemuan-penemuan baru selanjutnya.  Cap selinder ciptaan Thomas Bell (1785).  Kumparan terbang (flying shuttle) ciptaan John Kay (1733). industri kimia dan sebagainya. alat pemisah biji kapas dari serabutnya ciptaan Whitney (1794). pesawat terbang. Hal ini merupakan hasil Revolusi Industri II dan III.  Cottongin. Dengan alat ini kain putih dapat dilukisi pola kembang 200 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pola cap balok dengan tenaga manusia. Dari mesin uap ini dapat diciptakan berbagai peralatan besar yang menakjubkan.  Mesin uap. besar peranannya dalam proses industrialisasi sebab teknologi baru dapat mempermudah dan mempercepat kerja industri. Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda. semakin lengkap dan menyempurnakan. seperti Lokomotif ciptaan Richard Trevethiek (1804) yang kemudian disempurnakan oleh George Stepenson menjadi kereta api penumpang.

. para pengusaha banyak memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak yang upahnya lebih murah. Oleh karena kota dengan kegiatan industrinya tampaknya menjanjikan kehidupan yang lebih layak maka banyak petani desa pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan terabaikannya usaha kegiatan pertanian. Dengan demikian. pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin. Dengan demikian. jaminan sosial pun kurang sehingga kehidupan mereka menjadi susah. Selain itu. Bahkan. yakni golongan pengusaha (kaum kapitalis) yang hidup penuh kemewahan dan golongan buruh yang hidup dalam kemiskinan.  Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh Di dalam kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. Sementara itu. dalam masyarakat timbul golongan baru.  Upah buruh rendah Akibat makin meningkatnya arus Urbanisasi ke kota-kota industri maka jumlah tenaga makin melimpah. upah tenaga kerja menjadi murah.Dampak Revolusi Industri di bidang sosial  Berkembangnya urbanisasi Berkembangnya industrialisasi telah menimbulkan kota-kota dan pusat-pusat keramaian yang baru.

undang-undang juga berisi larangan pengunaan tenaga kerja kanak-kanak dan wanita di daerah tambang di bawah tanah. Undang-undang tersebut. Gerakan sosial ini menuntut adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh. menimbulkan kesenjangan antara majikan dan buruh.  Munculnya revolusi sosial Pada tahun 1820-an terjadi huru hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang miskin dengan didukung oleh kaum buruh. Adanya kesenjangan antara majikan dan buruh Dengan munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah dan satu pihak. Hal ini menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis. sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis. sedangkan di pihak lain adanya golongan buruh yang hidup menderita. Menurut undang-undang ini. Kondisi seperti ini. Di samping itu. o Tahun 1833 dikeluarkan Factory act atau Undang-Undang Pabrik. Menurut undang-undang ini. sering menimbulkan ketegangan-ketegangan yang diikuti dengan pemogokan kerja untuk menuntut perbaikan nasib. kaum buruh mendapatkan hak-hak perwakilan dalam parlemen. pemerintah mengeluarkan undang-undang yang menjamin perbaikan nasib kaum buruh dan orang miskin. antara lain sebagai berikut: o Tahun 1832 dikeluarkan Reform bill atau Undang-Undang Pembaharuan Pemilihan. kaum buruh mendapatkan jaminan sosial. Akibatnya. .

makin menipisnya rasa solidaritas dan kekeluargaan. Oleh karena itu. Dengan adanya Revolusi Industri sifat individualitas makin kuat karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri yang serba uang.(david.o Tahun 1834 dikeluarkan Poor Law Act atau Undang-Undang Fakir Miskin. Sebaliknya. didirikan pusat-pusat penampungan dan perawatan para fakir miskin sehingga tidak berkeliaran. o Makin kuatnya sifat individualisme dan menipisnya rasa solidaritas.1983) .

maupun di Indonesia (terutama perlawanan Diponegoro) sehingga Negeri Belanda harus menanggung hutang yang sangat besar. . Gerakan kaum buruh inilah yang kemudian melahirkan gerakan sosialis yang menjadi lawan dari Kapitalis. dapat laku di pasaran dunia dan dilakukan dengan sistem paksa. Untuk menyelamatkan Negeri Belanda dari bahaya kebrangkrutan maka Johanes van den Bosch diangkat sebagai gubernur jenderal di Indonesia dengan tugas pokok menggali dana semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan kas negara.  Sistem sewa tanah dengan uang harus dihapus karena pemasukannya tidak banyak dan pelaksanaannya sulit. van den Bosch memusatkan kebijaksanaannya pada peningkatan produksi tanaman ekspor. Perubahan dibidang sosial ekonomi Sejak awal abad ke-19. Untuk melaksanakan tugas berat itu. Setelah tiba di Indonesia (1830) van den Bosch menyusun program kerja sebagai berikut. dan politik. Untuka itu. dan membiayai perang. Bahkan. membayar hutang.Pengaruh revolusi industri Terhadap perubahan sosial di Indonesia Revolusi Industri yang terjadi di Eropadan di Inggris khususnya membawa dampak di bidang sosial. yakni Partai Buruh. pemerintah Belanda mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membiayai peperangan baik di Negeri Belanda sendiri (pemberontakan rakyat Belgia). yang perlu dilakukan ialah mengerahkan tenaga rakyat tanah jajahan untuk melakukan penanaman tanaman yang hasilhasilnya. kaum buruh akhirnya bersatu dalam suatu wadah organisasi. ekonomi. Di bidang sosial munculnya golongan buruh yang hidup menderita dan berusaha berjuang untuk memperbaiki nasib.

5) Timbulnya bahaya kelaparan dan wabah penyakit di mana-mana sehingga angka kematian meningkat drastis. Bahaya kelaparan menimbulkan korban jiwa yang sangat mengerikan di daerah Cirebon (1843). Sistem tanam bebas harus diganti dengan tanam wajib dengan jenis-jenis tanaman yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Kejadian ini mengakibatkan jumlah penduduk menurun drastis. Demak (1849) dan Grobogan (1850). Pelaksanaan sistem tanam paksa banyak menyimpang dari aturan pokoknya dan cenderung untuk mengadakan eskploitasi agraris semaksimal mungkin. sistem tanam paksa menimbulkan akibat sebagai berikut.  2) Beban rakyat semakin berat karena harus menyerahkan sebagian tanah dan hasil panennya. mengikuti kerja rodi. Apa yang dilakukan oleh van den Bosch itulah yang kemudian dikenal dengan nama sistem tanam paksa atau cultuur stelsel. A. . dan menanggung risiko apabila gagal panen.  Pajak atas tanah harus dibayar dengan penyerahan sebagian dari hasil tanamannya kepada pemerintah Belanda. Akibat tanam paksa bagi Indonesia  1) Sawah ladang menjadi terbengkelai karena diwajibkan kerja rodi yang berkepanjangan sehingga penghasilan menurun drastis.   4) Timbulnya bahaya kemiskinan yang makin berat. membayar pajak. Penyakit busung lapar (hongorudim) juga berkembang di mana-mana.  3) Akibat bermacam-macam beban menimbulkan tekanan fisik dan mental yang berkepanjangan. Oleh karena itu. Sistem tanam paksa yang diajukan oleh van den Bosch pada dasarnya merupakan gabungan dari sistem tanam wajib ( VOC ) dan sistem pajak tanah (Raffles ).

menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Mereka juga ingin menerapkan asas-asas liberalisme di tanah jajahan. 3) Penerimaan pendapatan melebihi anggaran belanja.      1) Mendatangkan keuntungan dan kemakmuran rakyat Belanda. Oleh karena itu masa ini sering disebut zaman Liberal. pemerintah Belanda secara berangsur-angsur menghapuskan sistem tanam paksa. gula dan kina yang cukup besar di . kaum Liberal memperoleh kemenangan politik di Negeri Belanda. Selama masa ini kaum swasta Barat membuka perkebunan-perkebunan seperti. tugas ekonomi haruslah diserahkan kepada orang-orang swasta. Sesuai dengan tuntutan kaum Liberal maka pemerintah kolonial segera memberikan peluang kepada usaha dan modal swasta untuk menanamkan modal mereka dalam berbagai usaha di Indonesia. dan agar kaum swasta dapat menjalankan tugasnya maka harus diberi kebebasan berusaha. seperti golongan pengusaha. Akibat adanya reaksi tersebut. teh.Akibat tanam paksa bagi Belanda Apabila sistem tanam paksa telah menimbulkan malapetaka bagi bangsa Indonesia. dan Edward Douwes Dekker. Sistem tanam paksa yang mengakibatkan kemelaratan bagi bangsa Indonesia. Dalam hal ini kaum Liberal berpendapat bahwa pemerintah semestinya tidak ikut campur tangan dalam masalah ekonomi. Baron Van Hoevel. dapat terpenuhi. 4) Kas Negeri Belanda yang semula kosong. terutama perkebunan-pekebunan di Jawa dan di luar Jawa. 2) Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi. kopi.  6) Perdagangan berkembang pesat. khusunya Jawa. Selama periode tahun 1870– 1900 Indonesia terbuka bagi modal swasta Barat. 5) Berhasil membangun Amsterdam menjadi kota pusat perdagangandunia. sebaliknya bagi bangsa Belanda berdampak sebagai berikut. Sesudah tahun 1850.B.

 3) Dalam mengurusi pemerintahan di daerah luar Jawa. usaha-usaha perkebunan swasta Barat mengalami kemajuan pesat dan mendatangkan keuntungan yang besar bagi pengusaha. C. van Deventer yang menuliskan buah pikirannya dalam majalah De Gids (Perinstis/Pelopor) dengan judul Een Ereschuld (Berhutang Budi) sehingga dikenal politik etis atau politik balas budi. dan kemunduran tingkat kesejahteraan.  1) Adanya pertumbuhan penduduk yang meningkat pada bad ke-19. sementara itu jumlah produksi pertanian menurun. Adanya krisis perkebunan pada tahun 1885 yang mengakibatkan perusahaanperusahaan mengadakan penghematan. seperti menekan uang sewa tanah dan upah kerja baik di pabrik maupun perkebunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.Jawa dan Sumatera Timur.(ferdinan. Kekayaan alam Indonesia mengalir ke Negeri Belanda. Akan tetapi.  2) Adanya sistem tanam paksa dan kerja rodi yang banyak menimbulkan penyelewengan dan penyalahgunaan dari pihak pengusaha sehingga membawa korban bagi penduduk. Kebijaksanaan ini didasarkan atas anjuran Mr.  4) Adanya sistem perpajakan yang sangat memberatkan penduduk. Th. Pada akhir abad ke-19 muncullah kritik-kritik tajam yang ditujukan kepada pemerintah Hindia Belanda dan praktik liberalisme yang gagal memperbaiki nasib kehidupan rakyat Indonesia. bagi penduduk pribumi. Para pengkritik itu menganjurkan untuk memperbaiki rakyat Indonesia.1960) . seperti berikut. Selama zaman Liberal (1870–1900). Gagasan van Deventer terkenal dengan nama Trilogi van Deventer. pemerintah Belanda mengerahkan beban keuangan dari daerah Jawa sehingga secara tidak langsung Jawa harus menanggung beban keuangan. khususnya di Jawa telah membawa kemerosotan kehidupan.

(“The Rules of Sociological Method” New York: Free Press.1964 edition) disunting oleh Drs. Philippe Cabin & Jean François Dortier (ed.DAFTAR PUSTAKA Ferdinan Tonnies and Charles P. diterjemahkan oleh Ninik Rochani Sjams. Kreasi Wacana.Sc. Sosiologi (Sejarah Dan Pemikirannya). Michel(2008). Pokok-pokok Pikiran Dalam Sosiologi. cetakan ke-5. Yogyakarta .Loomis(1960) : “ Gemeinschafrt and Gesellschaft” dalam Reading in Sociologi. 1983. Bell. (“La Sociologie (Historie et idées)”).David. Antony. halaman 82 dan seterusnya Berry.Paulus Wirutomo. Daniel dan Forcé. Jakarta Giddens.). Barner & Noble College Outline Series. Rajawali. editor Alfred Mc Clung Lee.M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful